Anda di halaman 1dari 42

PEMANFAATAN POTENSI ENERGI LAUT DI INDONESIA

(Karya Tulis)

Oleh :

Nama Kelas NIS Program

: Muhammad Ihsan Al Hafiz : XII IPA 2 : 10489 : Ilmu Pengetahuan Alam

MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 MODEL BANDAR LAMPUNG 2012/2013

PENGESAHAN

Nama NIS Kelas Program Judul Tahun Pelajaran Madrasah

: Muhammad Ihsan Al Hafiz : 10489 : XII IPA 2 : Ilmu Pengetahuan Alam : Pemanfaatan Potensi Energi Laut di Indonesia : 2012/2013 : Madrasah Aliyah Negeri 1 (Model) Bandar Lampung

Disetujui pada tanggal : .............,.................. 2013 Dengan nilai:

Bandar Lampung, Mei 2013 Mengetahui, Kepala MAN 1 MODEL Bandar Lampung Menyetujui, Pembimbing Karya Tulis

Antoni Iswantoro, M.Ed NIP 19740617 199803 1 001

Heni Astuti, S.Pd NIP 19770708 200604 2 029

PERSEMBAHAN

Karya tulis ini penulis persembahkan kepada : 1. Allah SWT, atas segala nikmat dan rahmatnya penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini tepat pada waktunya. 2. Ibu, nenek dan adik tercinta yang telah memberi semangat kepada penulis. 3. Ibu dan bapak guru yang telah membimbing dan memberikan ilmunya kepada penulis. 4. Sahabat dan teman-teman yang telah mengajaran arti dari kehidupan. 5. Rekan-rekan di XII IPA 2 yang telah memberikan penulis berbagai pelajaran hidup yang sangat berarti. 6. Pembimbing penulis yang telah menyediakan waktunya dalam

membimbing penulis menyelesaikan karya tulis ini. 7. Seorang yang penulis kagumi yang selalu memberikan semangat dan menjadi teman dikala lelah.

MOTTO Sukses tidak dipuji, gagal dicaci maki

Proses yang baik akan membuahkan hasil yang baik pula Cita-citakan yang terbaik, ikhtiar yang terbaik ,berdoa tawakal mengharap hasil yang terbaik. Dunia ladang amal akhirat

RIWAYAT HIDUP Nama Tempat Tanggal Lahir Nama Ayah Nama Ibu Pendidikan : Muhammad Ihsan Al Hafiz : Braja Sakti, 28 Agustus 1995 : Agus Musodik : Siti Amanah :

Madrasah Ibtidaiah Negeri 1 Braja Sakti Way Jepara, lulus tahun 2007.

Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Way Jepara, lulus tahun 2010 Dan pada saat ini penulis sedang menempuh pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri MODEL 1 Bandar Lampung.

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya, yang telah memberikan nikmat yang tak terhitung jumlahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini yang penulis beri judul Pemanfaatan Potensi Energi Laut di Indonesia tepat pada waktunya. Karya tulis ini disusun sebagai salah satu syarat untuk mengikuti UN dan pengambilan ijazah di Madrasah Aliyah Negeri 1 MODEL Bandar Lampung. Ucapan terima kasih tak lupa penulis sampaikan kepada Ibu Heni Astuti, S.Pd selaku pembimbing dalam pengerjaan karya tulis ini dan teman-teman yang penulis sayangi yang selalu memberikan motivasi dan semangatnya dalam penulis mengerjakan karya tulis ini.

Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan karya tulis ini masih banyak kekurangan dan kesalahan. Untuk itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan guna perbaikan dalam penulis membuat karya tulis berikutnya. Semoga karya tulis ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua, khususnya kepada para pembaca. Bandar Lampung, Mei 2013

Penulis DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.. i PENGESAHAN............. ii PERSEMBAHAN......... iii MOTTO.. iv RIWAYAT HIDUP.... v KATA PENGANTAR........... vi DAFTAR ISI...... vii BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang masalah.. 1 1.2. Rumusan masalah........ 2 1.3. Tujuan penelitian..... 2 1.4. Manfaat penelitian.... 3 1.5. Metode penelitian..... 3 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian potensi dan energi .. 4 2.2. Pengertian energi terbarukan.................................................... 4 2.3. Hukum kekekalan energi.......................................................... 6

BAB III PEMBAHASAN 3.1. Potensi energi laut................................................................... 3.2. Potensi pemanfaatan energi laut di Indonesia........................ 3.3. Teknik konversi dari potensi energi laut................................ 9 11 13

3.4. Prinsip kerja pembangkit listrik dari potensi energi laut......... 18 3.5. Kelebihan dan kekurangan potensi energi laut....................... BAB VI PENUTUP 4.1. Simpulan.. 32 4.2. Saran.. 32 4.3. Penutup..................................................................................... 33 DAFTAR PUSTAKA................................................................................ 34 LEMBAR KONSULTASI....................................................................... 35 29

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Seiring perkembangan zaman, kebutuhan manusia akan energi semakin meningkat, terutama energi listrik yang sangat dibutuhkan dalam setiap aktivitas manusia dan industri. Tetapi hal ini tidak diimbangi dengan pasokan energi yang memadai karena terbatasnya sumber energi fosil, yang kini menjadi sumber energi utama bagi manusia. Ketersediaan energi fosil di alam lama kelamaan akan terus berkurang karena merupakan sumber energi yang tidak bisa diperbaharui. Untuk itu kita harus menemukan alternatif sumber energi lain yang dapat menghasilkan energi secara terus menerus dan dapat diperbaharui demi terus berlangsungnya kehidupan manusia yang stabil dan berkelanjutan. Solusinya adalah dengan memanfaatkan dan menggunakan sumber energi terbarukan yang tersedia melimpah di alam. Beberapa contoh sumber energi terbarukan adalah energi laut, energi matahari, energi angin, dll. Dan salah satu yang paling berpotensi adalah energi dari laut. Potensi energi yang terdapat di laut sangatlah besar. 2/3 luas permukaan bumi adalah lautan, dan dari seluruhnya memiliki potensi yang sangat besar untuk menghasilkan energi. Banyak negara-negara maju yang telah mulai mengembangkan dengan serius potensi energi dari laut seperti Jepang, Amerika, Inggris, dll. Energi laut mulai dilirik ketika dunia disadarkan oleh penggunaan energi fosil yang hanya sementara dan tidak ramah lingkungan. Energi laut mempunyai beberapa keunggulan yaitu besarnya energi yang dihasilkan, ramah lingkungan, dan menghasilkan energi secara terus-menerus. Negara yang sangat berpotensi mengembangkan energi laut adalah negara kepulauan yang relatif mempunyai perairan yang luas, salah satunya yaitu Indonesia. Indonesia sebagai negara maritim, 2/3 wilayahnya terdiri dari laut. Sebagai akibatnya Indonesia memiliki pantai kedua terpanjang di dunia setelah Kanada. Panjang pantai Indonesia sekitar 80.000 km dan luas lautnya adalah sekitar 52 juta km2. Diantara lautnya ada yang memiliki potensi untuk digali energi gelombangnya karena memiliki gelombang laut yang cukup potensial

dikonversikan menjadi energi listrik sebagai sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil seperti di daerah pantai barat Pulau Sumatra, pantai selatan Jawa, Kepulauan Nusa Tenggara Timur, di perairan laut Kepulauan Natuna dan di laut di wilayah Indonesia Bagian Timur. Oleh karena itu, di dalam karya tulis ini saya tertarik untuk membahas dan menelaah tentang potensi energi yang dimiliki oleh Indonesia, dan akan saya beri judul Pemanfaatan Potensi Energi Laut di Indonesia.

1.2. Rumusan Masalah

1. Apa saja potensi energi yang dapat diambil dari laut ? 2. Bagaimana potensi pemanfaatan energi laut di Indonesia ? 3. Bagaimana teknik konversi masing-masing potensi energi dari laut ? 4. Bagaimana prinsip kerja dari pembangkit listrik yang berasal potensi energi laut? 5. Apa saja kelebihan dan kekurangan dari potensi energi dari laut ?

1.3. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penyusunan karya tulis ini adalah sebagai berikut : 1. Memahami potensi energi apa saja yang dapat diambil dan dimanfaatkan dari laut. 2. Memahami bagaimana prinsip kerja dari masing-masing potensi energi laut dan teknik konversinya menjadi energi listrik. 3. Mengetahui apa saja kekurangan dan kelebihan masing-masing dari teknik konversi energi laut menjadi listrik.

1.4. Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian dan penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut :

1. Memberikan pengetahuan dan pencerahan tentang potensi energi dari laut Indonesia sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal 2. Memberikan motivasi untuk dapat memanfaatkan potensi energi dari laut Indonesia secara maksimal

1.5. Metode Penelitian Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ini adalah sebagai berikut : 1. Studi Pustaka Studi Pustaka yaitu teknik mengumpulkan data dari buku referensi, jurnal, makalah dan artikel yang menunjang dalam penyusunan sebuah karya tulis. 2. Observasi Observasi yaitu teknik mengumpulkan data dengan melakukan kunjungan penelitian ke tempat yang menjadi sasaran atau objek yang dibahas dalam sebuah karya tulis.

BAB II LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Potensi dan Energi

Dari segi peristilahan, kata potensi berasal dari bahasa Inggris to patent yang berarti keras, kuat. Dalam pemahaman lain, kata potensi mengandung arti kekuatan, kemampuan, daya, baik yang belum maupun yang sudah terwujud, tetapi belum optimal. Sementara dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, yang dimaksud potensi adalah kemampuan dan kualitas yang dimiliki oleh seseorang, namun belum dipergunakan secara maksimal. Berbagai pengertian di atas, memberi pemahaman kepada kita bahwa potensi merupakan suatu daya yang dimiliki, tetapi daya tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Definisi energi adalah suatu daya kerja atau tenaga, energi berasal dari bahasa Yunani yaitu energy yang merupakan kemampuan untuk melakukan usaha. Energi merupakan besaran yang kekal, artinya energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari bentuk satu ke bentuk yang lain. Pengertian energi adalah suatu besaran turunan dengan satuan N.m atau Joule. Energi dan kerja mempunyai satuan yang sama. Energi didefinisikan sebagai tenaga atau gaya untuk berbuat sesuatu, yang secara umum didefinisikan sebagai kemampuan melakukan suatu pekerjaan. Sedangkan kerja bisa didefinisikan sebagai usaha untuk memindahkan benda sejauh S (m) dengan gaya F (Newton). Bentuk energi terdapat dalam berbagai bentuk, pada pemabahasan ini disajikan bentuk energi, yaitu energi mekanis, thermis, kinetik, potensial, matahari, dan kimia.

2.2. Pengertian Energi Terbarukan Secara sederhana, energi terbarukan didefinisikan sebagai energi yang dapat diperoleh ulang (terbarukan) seperti sinar matahari dan angin. Sumber

energi terbarukan adalah sumber energi ramah lingkungan yang tidak mencemari lingkungan dan tidak memberikan kontribusi terhadap perubahan iklim dan pemanasan global seperti pada sumber-sumber tradisional lain. Ini adalah alasan utama mengapa energi terbarukan sangat terkait dengan masalah lingkungan dan ekologi di mata banyak orang. Banyak orang biasanya menunjuk energi terbarukan sebagai antitesis untuk bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil memiliki tradisi penggunaan yang panjang, sementara sektor energi terbarukan baru saja mulai berkembang dan ini adalah alasan utama mengapa energi terbarukan masih sulit bersaing dengan bahan bakar fosil. Energi terbarukan masih perlu meningkatkan daya saing, karena sumber energi yang terbarukan masih membutuhkan subsidi untuk tetap kompetitif dengan bahan bakar fosil dalam hal biaya (meskipun harus juga disebutkan bahwa perkembangan teknologi pada energi terbarukan terus menurunkan harganya dan hanya masalah waktu energi terbarukan akan memiliki harga yang kompetitif tanpa subsidi dibandingkan bahan bakar tradisional.) Selain dalam hal biaya, energi terbarukan juga perlu meningkatkan efisiensinya. Sebagai contoh, panel surya rata-rata memiliki efisiensi sekitar 15% yang berarti banyak energi akan terbuang dan ditransfer menjadi panas, bukan menjadi bentuk lain energi yang bermanfaat untuk digunakan. Namun, ada banyak penelitian yang sedang berlangsung dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi teknologi energi terbarukan, beberapa darinya benarbenar menjanjikan, meskipun kita belum melihat solusi energi terbarukan yang sangat efisien dan bernilai komersial tinggi. Sektor energi terbarukan bisa memutuskan untuk "wait and see" karena bahan bakar fosil pada akhirnya akan habis dan energi terbarukan kemudian akan menjadi alternatif terbaik guna memuaskan rasa dahaga dunia akan energi. Tapi ini akan menjadi strategi yang buruk karena dua alasan: keamanan energi dan perubahan iklim. Sebelum bahan bakar fosil habis, sektor energi terbarukan harus dikembangkan untuk cukup menggantikan batubara, minyak bumi, dan gas

alam dan ini hanya dapat dilakukan jika kemajuan teknologi energi terbarukan berlanjut di tahun-tahun mendatang. Kegagalan pengembangkan teknologi energi terbarukan akan membahayakan keamanan energi masa depan kita, dan ini harus dihindari oleh dunia. Energi terbarukan sering dianggap sebagai cara terbaik untuk mengatasi pemanasan global dan perubahan iklim. Energi terbarukan akan mengurangi penggunakan bahan bakar fosil yang terus kita bakar, mengurangi pembakaran bahan bakar fosil berarti juga mengurangi emisi karbon dioksida dan memberikan dampak perubahan iklim yang lebih rendah. Sebenarnya ada banyak alasan untuk memilih energi terbarukan dibandingkan bahan bakar fosil, tetapi kita tidak boleh lupa bahwa energi terbarukan masih belum siap untuk sepenuhnya menggantikan bahan bakar fosil. Di tahun-tahun mendatang hal itu pasti terjadi, tetapi tidak untuk sekarang. Hal yang paling penting untuk dilakukan sekarang adalah mengembangkan teknologi yang berbeda bagi energi terbarukan guna memastikan bahwa saat datangnya hari dimana bahan bakar fosil habis, dunia tidak perlu khawatir dan energi terbarukan sudah siap untuk menggantikannya.

2.3. Hukum Kekekalan Energi

Semua energi yang berada di alam ini merupakan bentuk perubahan dari energi yang lain. Manusia memperoleh energi dengan memakan makanan yang berasal dari hewan atau tumbuhan. Namun, tumbuhan bukanlah sumber energi. Tumbuhan mengubah energi dari cahaya matahari menjadi energi kimia yang tersimpan dalam makanan melalui proses fotosintesis. 1. Energi mekanik Energi mekanik adalah energi yang dimiliki benda karena sifat geraknya. Energi mekanik terdiri dari energi potensial dan energi kinetik. Energi Potensial Energi potensial adalah energi yang dimiliki benda karena posisinya terhadap suatu acuan. Contohnya adalah sebutir kelapa yang

ada di atas pohon. Jika diberi gaya, maka buah kelapa itu akan jatuh. Kelapa yang jatuh memiliki energy, dengan kata lain kelapa dapat melakukan kerja. Apabila kita berdiri di bawah pohon kelapa, kepala kita akan terasa sakit ketika tertimpa kelapa yang jatuh, sedangkan kelapa yang tergeletak di tanah tidak dapat melakukan kerja. Energi potensial akan bertambah besar ketika letak benda terhadap titik acuan semakin besar. Kelapa yang ada di cabang rendah energi potensialnya lebih rendah daripada kelapa yang terletak di cabang yang tinggi. Kelapa memiliki energi potensial karena adanya pengaruh gaya gravitasi bumi. Oleh karena itu, energi ini disebut energi potensial gravitasi. Jadi, energi potensial gravitasi adalah energi yang dimiliki benda karena ketinggiannya terhadap suatu bidang datar sebagai acuan, misalnya lantai atau tanah. Makin tinggi letak benda terhadap titik acuan, maka energi potensialnya semakin besar. Energi Kinetik Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda karena geraknya. Makin besar kecepatan benda bergerak, maka energi kinetiknya juga akan semakin besar. kembali pada contoh di atas, kelapa yang terletak di atas pohon memiliki energi potensial yang besar. Namun, saat kelapa tersebut jatuh ke tanah, energi potensialnya semakin berkurang dan energi kinetiknya bertambah. Energi dari gerakan itulah yang membuat seseorang merasa sakit apabila tertimpa hantaman kelapa yang jatuh dari pohonnya.

2. Hukum Kekekalan Energi Mekanik Hukum kekekalan energi mengatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Berdasarkan hukum tersebut, dapat disimpulkan bahwa pada peristiwa jatuhnya buah kelapa, energi berubah bentuk dari energi potensial menjadi energi kinetik.

Energi potensial tidak hilang begitu saja. Namun, berubah sedikit demi sedikit sampai akhirnya menjadi energi kinetik semua. Pada perubahan tersebut, jumlah energi potensial dan kinetik pada kelapa akan sama setiap saat. Dengan kata lain, energi mekanik pada batu akan selalu tetap. Inilah yang disebut dengan hukum kekekalan energi mekanik. Hukum kekekalan energi mekanik berlaku apabila tidak ada gaya yang bekerja pada benda. Gaya yang dimaksud adalah gaya gesekan dan hambatan udara. Apabila kedua gaya tersebut dihitung, maka akan menambah atau mengurangi energi mekanik.

BAB III PEMBAHASAN

3.1. Potensi Energi Laut

Laut dengan segala kekuatannya, menyimpan potensi sumber energi yang sangat besar. Secara umum potensi energi yang dapat diambil dari laut dapat dibagi menjadi tiga yaitu energi ombak, energi pasang surut dan energi panas laut. Prinsip sederhana dari pemanfaatan ketiga bentuk energi itu adalah memakai energi kinetik untuk memutar turbin yang selanjutnya menggerakkan generator untuk menghasilkan listrik. Energi kinetik dari pergerakan air laut baik gelombang maupun arus laut dan energi potensial dari perbedaan suhu permukaan laut itu semua merupakan potensi sumber energi yang dimiliki oleh laut secara umum. Pada pemanfaatan potensi energi ombak, sumber energi didapat dari energi kinetik yang dihasilkan oleh ombak itu sendiri. Ombak dihasilkan oleh angin yang bertiup di permukaan laut. Sesungguhnya ombak merupakan sumber energi yang cukup besar, namun, untuk memanfaatkan energi yang terkandungnya tidaklah mudah, terlebih lagi mengubahnya menjadi listrik dalam jumlah yang memadai. Inilah sebabnya jumlah pembangkit listrik tenaga ombak yang ada di dunia sangat sedikit. Salah satu metode yang efektif untuk memanfaatkan energi ombak adalah dengan membalik cara kerja alat pembuat ombak yang biasa terdapat di kolam renang. Pada kolam renang dengan ombak buatan, udara ditiupkan keluar masuk sebuah ruang di tepi kolam yang mendorong air sehingga bergoyang naik turun menjadi ombak. Pada sebuah pembangkit listrik bertenaga ombak (PLTO), aliran masuk dan keluarnya ombak ke dalam ruangan khusus menyebabkan terdorongnya udara keluar dan masuk melalui sebuah saluran di atas sebuah ruang. Jika di ujung saluran diletakkan sebuah turbin, maka aliran udara yang keluar masuk tersebut akan memutar turbin yang menggerakkan generator dan akan menghasilkan energi listrik. Namun demikian, inovasi dalam usaha

memanfaatkan secara maksimal energi gelombang semakin berkembang dan dilakukan dengan cara yang bermacam macam diantaranya dengan teknik BioPower Systems, Renewable Energi Holdings, Ocean Power Delivery, dll. Pada pemanfaatan potensi energi pasang surut air laut, sumber energi didapatkan dari gerakan air yang disebabkan ketinggian air laut saat pasang dan surut. Pasang surut menggerakkan air dalam jumlah besar setiap harinya dan pemanfaatannya dapat menghasilkan energi dalam jumlah yang cukup besar. Dalam sehari bisa terjadi hingga dua kali siklus pasang surut. Oleh karena waktu siklus bisa diperkirakan (kurang lebih setiap 12,5 jam sekali), suplai listriknya pun relatif lebih dapat diandalkan daripada pembangkit listrik bertenaga ombak. Namun demikian, menurut situs darvill.clara.net, hanya terdapat sekitar 20 tempat di dunia yang telah diidentifikasi sebagai tempat yang cocok untuk pembangunan pembangkit listrik bertenaga pasang surut ombak. Pada pemanfaatan potensi energi panas laut, sumber energi didapat dari perbedaan suhu permukaan dan dalam air laut. Ide pemanfaatan energi dari laut yang terakhir bersumber dari adanya perbedaan temperatur di dalam laut. Jika anda pernah berenang di laut dan menyelam ke bawah permukaannya, anda tentu menyadari bahwa semakin dalam di bawah permukaan, airnya akan semakin dingin. Temperatur di permukaan laut lebih hangat karena panas dari sinar matahari diserap sebagian oleh permukaan laut. Tapi di bawah permukaan, temperatur akan turun dengan cukup drastis. Inilah sebabnya mengapa penyelam menggunakan pakaian khusus selam ketika menyelam jauh ke dasar laut. Pakaian khusus tersebut dapat menangkap panas tubuh sehingga menjaga mereka tetap hangat. Pembangkit listrik dapat

memanfaatkan perbedaan temperatur tersebut untuk menghasilkan energi. Pemanfaatan sumber energi jenis ini disebut dengan konversi energi panas laut (Ocean Themal Energi Conversion atau OTEC). Perbedaan temperatur antara permukaan yang hangat dengan air laut dalam yang dingin dibutuhkan minimal sebesar 77 derajat Fahrenheit (25 C) agar dapat dimanfaatkan untuk

membangkitkan listrik dengan baik. Adapun proyek-proyek demonstrasi dari OTEC sudah terdapat di Jepang, India, dan Hawaii.

3.2. Potensi Pemanfaatan Energi Laut di Indonesia

Sebagai negara kepulauan yang besar, laut Indonesia menyediakan sumber energi alternatif yang melimpah. Sumber energi itu meliputi sumber energi yang terbarukan dan tak terbarukan. Selain minyak bumi di lepas pantai dan laut dalam, sumber energi yang tak terbarukan yang berasal dari laut dalam di wilayah Indonesia adalah methane hydrate. Methane hydrate adalah senyawa padat campuran antara gas metan dan air yang terbentuk di laut dalam akibat adanya tekanan hidrostatik yang besar dan suhu yang relatif rendah dan konstan di kedalaman lebih dari 1.000 meter. Sumber energi yang terbarukan dari laut adalah energi gelombang, energi yang timbul akibat perbedaan suhu antara permukaan air dan dasar laut (Ocean Thermal Energi Conversion/OTEC), energi yang disebabkan oleh perbedaan tinggi permukaan air akibat pasang surut dan energi arus laut. Dari keempat energi ini hanya energi gelombang yang tidak dapat diprediksi kapasitasnya dengan tepat karena keberadaan energi gelombang sangat bergantung pada cuaca. Sedangkan OTEC, energi perbedaan tinggi pasang surut serta energi arus laut dapat diprediksi kapasitasnya dengan tepat di atas kertas. Untuk mendukung kebijaksanaan pemerintah, perlu dilakukan langkahlangkah pencarian sumber-sumber energi alternatif yang ramah lingkungan serta terbarukan. Berdasarkan tempatnya, ada dua sumber energi alternatif, yakni sumber energi alternatif yang berasal dari daratan dan sumber energi yang berasal dari laut. Untuk Jawa yang padat penduduknya, pembangunan fasilitas pembangkit listrik dengan energi alternatif yang berasal dari daratan kemungkinan Dari penelitian PL Fraenkel (Power and Energi Vol 216 A, 2002) lokasi yang ideal untuk instalasi pembangkit listrik tenaga arus mempunyai kecepatan arus dua arah (bidirectional) minimum 2 meter per detik. Yang ideal adalah 2.5 m/s atau lebih. Kalau satu arah (sungai/arus

geostropik) minimum 1.2-1.5 m/s. Kedalaman tidak kurang dari 15 meter dan tidak lebih dari 40 atau 50 meter. Relatif dekat dengan pantai agar energi dapat disalurkan dengan biaya rendah. Cukup luas sehingga dapat dipasang lebih dari satu turbin dan bukan daerah pelayaran atau penangkapan ikan. Gelombang laut sangat potensial dikonversikan menjadi energi listrik, khususnya karena Indonesia memiliki pantai yang sangat panjang yang bisa diberdayakan sebagai sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil. Balai Pengkajian Dinamika Pantai BPPT beberapa tahun yang lalu sudah melakukan kajian Hybrid Power Energy dengan mendisain dan membangun sistem energi gelombang laut dengan peralatan berbasis Oscilating Water Column (OWC). OWC merupakan salah satu sistem dan peralatan yang dapat mengubah energi gelombang laut menjadi energi listrik dengan menggunakan kolom osilasi. Alat OWC ini akan menangkap energi gelombang yang mengenai lubang pintu OWC, sehingga terjadi fluktuasi atau osilasi gerakan air dalam ruang OWC, kemudian tekanan udara ini akan menggerakkan baling-baling turbin yang dihubungkan dengan generator listrik sehingga menghasilkan listrik. Sistem ini diakuinya belum pernah dibangun di Indonesia sehingga pelaksanaan desain dan pembangunan prototipe sistem OWC ini adalah yang pertama kali dilaksanakan. Rencananya pada 2007 akan dilaksanakan pengembangan rancang bangun pembangkit listrik energi gelombang untuk menghasilkan listrik 2,5 KVA hingga 500 KVA yang disesuaikan dengan pendanaan yang tersedia, pemerintah ataupun swasta. Prototipe yang telah diujicobakan adalah dengan struktur baja yang untuk output 1 KVA dicapai efisiensi 30 persen dan dengan struktur beton yang untuk output 1 KVA dicapai efisiensi 45 persen. Jika didayagunakan secara optimal maka energi konversi gelombang laut akan menjamin ketersediaan energi listrik sepanjang tahun sehingga suplai listrik tidak akan tergantung pada pergantian dan perubahan musim, ujarnya. Fenomena fisik laut seperti pergerakan pasang surut, gelombang, panas laut, angin laut dan perubahan salinitas seluruhnya bisa dikonversikan menjadi listrik.

3.3. Teknik Konversi dari Potensi Energi Laut

Dari berbagai macam potensi dari energi laut, diperlukan teknik konversi atau cara untuk merubahnya menjadi enegi yang lain yang dapat kita gunakan yaitu energi listrik. Dalam hukum kekekalan energi dikatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat diubah dari bentuk satu ke bentuk lainnya. Dalam konteks ini, potensi energi laut sangat besar yang tidak fungsional akan diubah menjadi energi listrik yang fungsional. Ada tiga cara mengonversi potensi energi laut menjadi energi listrik, yaitu. Energi gelombang Energi kinetik yang ada pada gelombang laut digunakan untuk menggerakkan turbin. Ombak naik ke dalam ruang generator, lalu air yang naik menekan udara keluar dari ruang generator dan menyebabkan turbin berputar.ketika air turun, udara bertiup dari luar ke dalam ruang generator dan memutar turbin kembali. Pasang surut air laut Bentuk lain dari pemanfaatan energi laut dinamakan energi pasang surut. Ketika pasang datang ke pantai, air pasang ditampung di dalam reservoir. Kemudian ketika air surut, air di belakang reservoir dapat dialirkan seperti pada PLTA biasa. Agar bekerja optimal, kita membutuhkan gelombang pasang yang besar. dibutuhkan perbedaan kira-kira 16 kaki antara gelombang pasang dan gelombang surut. Hanya ada beberapa tempat yang memiliki kriteria ini. Beberapa pembangkit listrik telah beroperasi menggunakan sistem ini. Sebuah pembangkit listrik di Prancis sudah beroperasi dan mencukupi kebutuhan listrik untuk 240.000 rumah. Memanfaatkan perbedaan temperatur air laut (Ocean Thermal Energi) Cara lain untuk membangkitkan listrik dengan ombak adalah dengan memanfaatkan perbedaan suhu di laut. Jika kita berenang dan menyelam di laut kita akan merasakan bahwa semakin kita menyelam suhu laut akan semakin rendah (dingin). Suhu yang lebih tinggi pada permukaan laut

disebabkan sinar matahari memanasi permukaan laut. Tetapi, di bawah permukaan laut, suhu sangat dingin. Itulah sebabnya penyelam menggunakan baju khusus ketika mereka menyelam. Baju tersebut akan menjaga agar suhu tubuh mereka tetap hangat. Pembangkit listrik bisa dibangun dengan memanfaatkan perbedaan suhu untuk menghasilkan energi. Perbedaan suhu yang diperlukan sekurang-kurangnya 380 fahrenheit antara suhu permukaan dan suhu bawah laut untuk keperluan ini.Cara ini dinamakan Ocean Thermal Energi Conversion atau OTEC. Cara ini telah digunakan di Jepang dan Hawaii dalam beberapa proyek percobaan.

Pengkonversian energi gelombang terdiri dari 3 (tiga) sistem dasar yaitu : sistem kanal yang menyalurkan gelombang ke dalam reservoir atau kolam, sistem pelampung yang menggerakan pompa hidrolik, dan sistem osilasi kolom air yang memanfaatkan gelombang untuk menekan udara di dalam sebuah wadah. Tenaga mekanik yang dihasilkan dari sistem-sistem tersebut ada yang akan mengaktifkan generator secara langsung atau mentransfernya ke dalam fluida kerja, air atau udara, yang selanjutnya akan menggerakan turbin atau generator. Daya total dari gelombang pecah di garis pantai dunia diperkirakan mencapai 2 hingga 3 juta megawatt. Pada tempat-tempat tertentu yang kondisinya sangat bagus, kerapatan energi gelombang dapat mencapai harga rata-rata 65 megawatt per mil garis pantai. Ada 3 cara untuk menangkap energi gelombang, yaitu: 1. Dengan pelampung. Dimana alat ini akan membangkitkan listrik dari hasil gerhana vertikal dan rotasional pelampung. Alat ini dapat ditambatkan pada sebuah rakit yang mengambang atau alat yang tertambat di dasar laut.

2. Kolom air yang berosilasi (Oscillating Water Column).

Alat ini membangkitkan listrik dari naik turunnya air akibat gelombang dalam sebuah pipa silindris yang berlubang. Naik turunnya kolom air ini akan mengakibatkan keluar masuknya udara di lubang bagian atas pipa dan menggerakkan turbin.

3. Wave Surge atau Focusing Devices. Peralatan ini biasa juga disebut sebagai tapered channel atau kanal meruncing atau sistem tapchan, dipasang pada sebuah struktur kanal yang dibangun di pantai untuk mengkonsentrasikan gelombang, membawanya ke dalam kolam penampung yang ditinggikan. Air yang mengalir keluar dari kolam penampung ini yang digunakan untuk membangkitkan listrik dengan menggunakan teknologi standar hydropower.

Gambar 1. Contoh pusat stasiun pembangkit listrik gelombang laut

Seperti di negara Australia, Pusat stasiun pembangkit listrik gelombang laut komersial yang pertama di Australia mengapung persis dilepas pantai Australia. Stasiun pembangkit tersebut siap untuk menyalurkan tenaga listrik dan air minum disekitar 500 rumah selatan Sydney, Australia. Listrik dihasilkan ketika muncul gelombang yang menerpa corong yang menghadap ke lautan; gerakan ini mengalirkan udara melalui pipa dan masuk ke putaran roda air (turbin) yang mampu memompa 500 kw daya listrik setiap harinya ke jaringan kota. Stasiun ini merupakan proyek pencontohan untuk pemasangan dalam skala yang lebih besar yang akan dibangun di pantai selatan Australia. Minat untuk membangun tempat yang sama telah berdatangan dari Hawai, Spanyol,

Afrika Selatan, Meksiko, Cili, dan Amerika Serikat. John Bell, direktur keuangan Energetech yang mengembangkan stasiun tersebut, mengatakan bahwa Energi gelombang merupakan sumber energi yang tiada habisnya dibandingkan sumber energi alam lainnya. Gelombang selalu ada dan tidak hilang seperti matahari dan angin.

Gambar 2. Permanent Magnet Linear Buoy Peneliti Universitas Oregon mempublikasikan temuan teknologi terbarunya yang diberi nama Permanent Magnet Linear Buoy. Diberi nama buoy karena memang pada prinsip dasarnya, teknologi terbaru tersebut dipasang untuk memanfaatkan gelombang laut di permukaan. Berbeda dengan buoy yang digunakan untuk mendeteksi gelombang laut yang menyimpan potensi tsunami. Peneliti Oregon menjelaskan prinsip dasar buoy penghasil listrik tersebut yaitu dengan mengapungkannya di permukaan. Gelombang laut yang terus mengalun dan berirama bolakbalik dalam buoy ini akan diubah menjadi gerakan harmonis listrik. Sekilas bila dilihat dari bentuknya, buoy ini mirip dengan dlinamo sepeda Bentuknya silindris dengan perangkat penghasil listrik pada bagian dalamnya. Buoy diapungkan di permukaan laut dengan posisi sebagian tenggelam dan sebagian lagi mengapung. Kuncinya, terdapat pada perangkat elektrik yang berupa koil (kumparan yang mengelilingi batang magnet di dalam buoy). Saat ombak mencapai pelampung, maka pelampung akan bergerak naik dan turun secara relatif terhadap batang

magnet

sehingga

bisa

menimbukan

beda

potensial

dan

listrik

dibangkitkan.Tentu saja agar dapat bergerak koil tersebut ditempelkan pada pelampung yang dikaitkan ke dasar laut, kata Annette Von Jouanne, teknisi dari Oregon State University (OSU). Jouanne menuturkan dalam percobaan sistem ini diletakkan kurang lebih satu atau dua mil laut dari pantai. Kondisi ombak yang cukup kuat dan mengayun dengan gelombang yang lebih besar akan menghasilkan listrik dengan tegangan yang lebih tinggi. Berdasarkan hasil penelitian Universitas Oregon, setiap pelampung mampu menghasilkan daya sebesar 250 kilowatt. Ada beberapa pilihan untuk menghasilkan daya tersebut, ujar Jouanne. Penjelasan di atas menggunakan teknik koil yang bergerak naik turun, tetapi bisa juga dengan teknik batang magnet yang bergerak naik turun. Pilihan kedua dengan menggunakan pelampung, penempatan koil dan batang magnet bisa juga ditempatkan di dasar atau di permukaan laut. Jouanne menuturkan, teknologi yang ditawarkannya tersebut memiliki banyak keuntungan dibandingkan dengan teknologi laut. Ketersediaan teknologi ini mencapai 90 persen dan kerapatan energi yang dihasilkannya lebih tinggi,katanya. Mesin sendiri juga dapat dirakit dan digunakan dalam skala kecil maupun besar tergantung pada energi yang dibutuhkan. Potensi penggunaan energi pun bisa diterapkan di banyak negara terutama yang memiliki kawasan pantai. Dibandingkan dengan energi angin atau matahari, energi gelombang laut kerapatannya jauh lebih tinggi. Peneliti yang sama dari OSU, Alan Wallace menyebutkan penyediaan energi gelombang ini dengan hanya 200 buoy yang diapungkan, satu buah pelabuhan atau kota besar seperti Portland sudah dapat memanfaatkan energinya dengan sangat melimpah tanpa harus menarik bayaran. Peneliti percaya jika hasil penelitian tersebut benar-benar dioptimalkan di sepanjang pantai, seluruh energi listrik di dunia sudah bisa terpenuhi. Jumlah ini ditaksir hanya mengambil 0,2 persen energi pantai, kata Alan. Keyakinanya semakin lebih diperkuat

dengan efisiensi penghasilan energi yang tinggi dan besar, energi gelombang laut ini bisa menjadi energi utama pengganti energi sekarang. Di samping nilai ekonomis yang cukup menjanjikan ada hal-hal lain yang dapat memberikan keuntungan di bidang lingkungan hidup. Energi ini lebih ramah Iingkungan, tidak menimbulkan polusi suara, emisi C02, maupun polusi visual dan sekaligus mampu memberikan ruang kepada kehidupan laut untuk membentuk koloni terumbu karang di sepanjang jangkar yang ditanam di dasar laut. Pada kasus-kasus seperti ini biasanya lebih menguntungkan karena ikan dan binatang laut selalu lebih banyak berkumpul. Penempatan buoy dengan ukuran yang tidak terlalu besar juga tidak mengganggu pelayaran. Rata-rata dengan besar buoy kurang dari dua meter, kapal besar atau kecil bisa melihat obyek tersebut dan dapat menghindarinya. Energi listrik namun yang secara efisien bisa dialihkan menjadi energi listrik adalah gelombang laut.

3.4. Prinsip Kerja Pembangkit Listrik dari Potensi Energi Laut

Dalam setiap proses pembangkitan listrik tentu diperlukan suatu prinsip kerja yang sistematis dan efisien, agar di hasilkan energi yang maksimal dari konversi sumber energi awal. Prinsip kerja pembangkit listrik harus diperhitungkan dan direncanakan secara matang untuk menghindari segala bentuk kesalahan dalam proses pelaksanaan. Prinsip kerja juga jangan hanya terpaku pada teknik saja tetapi harus memperhatikan kelangsungan hidup ekosistem di sekitarnya. Analisis mengenai dampak lingkungan diperlukan agar tidak terjadi kerusakan lingkungan yang nantinya akan mengganggu proses pembangkitan listrik dan kehidupan yang akan datang. Adapun prinsip kerja dari masing-masing potensi pemanfaatan energi laut adalah sebagai berikut

3.4.1. Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Ombak

Energi gelombang laut/ombak laut adalah energi yang dihasilkan dari pergerakan gelombang laut menuju daratan dan sebaliknya. Pada dasarnya pergerakan laut yang menghasilkan gelombang laut terjadi akibat dorongan pergerakan angin. Angin timbul akibat perbedaan tekanan pada 2 titik yang diakibatkan oleh respons pemanasan udara oleh matahari yang berbeda di kedua titik tersebut. Mengingat sifat tersebut maka energi gelombang laut dapat dikategorikan sebagai energi terbarukan.Gelombang laut secara ideal dapat dipandang berbentuk gelombang yang memiliki ketinggian puncak maksimum dan lembah minimum.

Gambar 3. Prinsip kerja pembangkit listrik tenaga ombak

Pada selang waktu tertentu, ketinggian puncak yang dicapai serangkaian gelombang laut berbeda-beda, bahkan ketinggian puncak ini berbeda-beda untuk lokasi yang sama jika diukur pada hari yang berbeda. Meskipun demikian secara statistik dapat ditentukan ketinggian signifikan gelombang laut pada satu titik lokasi tertentu.Bila waktu yang diperlukan untuk terjadi sebuah gelombang laut dihitung dari data jumlah gelombang laut yang teramati pada sebuah selang tertentu, maka dapat diketahui potensi energi gelombang laut di titik lokasi tersebut. Potensi energi gelombang laut pada satu titik pengamatan dalam satuan kw per meter berbanding lurus dengan setengah dari kuadrat ketinggian signifikan dikali waktu yang diperlukan untuk terjadi sebuah gelombang laut. Berdasarkan perhitungan ini dapat diprediksikan berbagai potensi energi dari

gelombang laut di berbagai tempat di dunia. Dari data tersebut, diketahui bahwa pantai barat Pulau Sumatera bagian selatan dan pantai selatan Pulau Jawa bagian barat berpotensi memiliki energi gelombang laut sekitar 40 kw/m. Pada dasarnya prinsip kerja teknologi yang mengkonversi energi gelombang laut menjadi energi listrik adalah mengakumulasi energi gelombang laut untuk memutar turbin generator. Karena itu sangat penting memilih lokasi yang secara topografi memungkinkan akumulasi energi. Meskipun penelitian untuk mendapatkan teknologi yang optimal dalam mengkonversi energi gelombang laut masih terus dilakukan, saat ini, ada beberapa alternatif teknologi yang dapat dipilih. Alternatif teknologi yang diprediksikan tepat dikembangkan di pesisir pantai selatan Pulau Jawa adalah Teknologi Tapered Channel (Tapchan). Prinsip teknologi ini cukup sederhana, gelombang laut yang datang disalurkan memasuki sebuah saluran runcing yang berujung pada sebuah bak penampung yang diletakkan pada sebuah ketinggian tertentu. Air laut yang berada dalam bak penampung dikembalikan ke laut melalui saluran yang terhubung dengan turbin generator penghasil energi listrik. Adanya bak penampung memungkinkan aliran air penggerak turbin dapat beroperasi terus menerus dengan kondisi gelombang laut yang berubahubah. Teknologi ini tetap memerlukan bantuan mekanisme pasang surut dan pilihan topografi garis pantai yang tepat. Teknologi ini telah dikembangkan sejak tahun 1985. Alternatif teknologi pembangkit tenaga gelombang laut yang lebih banyak dikembangkan adalah teknik osilasi kolom air (the oscillating water column). Teknologi ini telah dikembangkan BPPT dengan didirikannya sebuah Pembangkit Listrik Bertenaga Ombak (PLTO) di Yogyakarta, yaitu model Oscillating Water Column. Kolom air yang berosilasi (Oscillating Water Column). Alat ini membangkitkan listrik dari naik turunnya air akibat gelombang dalam sebuah pipa silindris yang

berlubang. Naik turunnya kolom air ini akan mengakibatkan keluar masuknya udara di lubang bagian atas pipa dan menggerakkan turbin. Tujuan didirikannya PLTO ini adalah untuk memberikan model sumber energi alternatif yang ketersediaan sumbernya cukup melimpah di wilayah perairan pantai Indonesia. Model ini menunjukan tingkat efisiensi energi yang dihasilkan dan parameter-parameter minimal hiroosenografi yang layak, baik itu secara teknis maupun ekonomis untuk melakukan konversi energi.

Gambar 4. Prinsip kerja PLTO

Dalam PLTO ini proses masuk dan keluarnya aliran ombak pada suatu ruangan tertentu (khusus) dapat menyebabkan terdorongnya udara

keluar dan masuk melalui sebuah saluran di atas ruang khusus tersebut. Apabila diletakkan sebuah turbin di ujung saluran tersebut, maka aliran udara yang keluar masuk akan memutar turbin yang menggerakkan generator. Kelemahan dari model ini adalah aliran keluar masuk udara dapat menimbulkan kebisingan, akan tetapi karena aliran ombak sudah cukup bising umumnya ini tidak menjadi masalah besar.

3.4.2. Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut Cara kerjanya adalah sebagai berikut. Apabila muka air laut (surut) sama tingginya dengan muka air dalam waduk maka aluran air ke turbin ditutup. Sementara itu muka air laut (pasang) naik terus. Ketika tinggi muka air laut mencapai kira-kira setengah tinggi air pasang maksimum, maka katup saluran air ke turbin dibuka dan air laut masuk ke dalam waduk melalui saluran air ke turbin, dan menjalankan turbin dan generator dalam hal tersebut tinggi muka air di dalam waduk akan naik. Apabila muka air laut telah mencapai ketinggian maksimumnya tetapi masih lebih dari muka air dalam waduk, turbin generator dan air dalam waduk menjadi sangat kecil. Sehingga turbin generator tidak bekerja pada keadaan tersebut katup simpang (bypass valve) yang menghubungkan laut dengan waduk dibuka, sehingga air laut lebih cepat masuk mengisi waduk,ketika muka air laut dan air di dalam waduk sama tingginya, baik katup simpang maupun katup saluran turbin ditutup. Pada keadaan tersebut tinggi muka air dalam waduk tetap konstan sedangkan inggi muk air laut terus surut. Apabila pebedaan tinggi antara permukaan air laut dan permukaan air dalam waduk sudah cukup besar maka turbin dijalankan dengan membuka katup air ke turbin pada keadaan tersebut air mengalir dari waduk ke laut melalui turbin sehingga turbin berputar dan permukaan air dalam waduk turun. Proses ini terus berlangsung sampai tinggi air dalam waduk tidak

cukup untuk menjalankan turbin, dan katup simpang dibuka supaya air yang masih ada di dalam waduk cepat keluar mengalir ke laut. Dalam keadaan tersebut air laut masih surut atau telah naik tetapi masih belum mencapai tinggi turbin setelah waduk kosong atau ketika permukaan air laut dalam waduk sama tingginya dengan muka air laut, katup simpang dan katup masuk turbin ditutup kembali. Demikianlah proses tersebut terjadi berulang-ulang mengisi dan mengosongkan air dalam waduk untuk menjalankan turbin generator dengan memanfaatkan proses air pasang dan air surut. Pusat listrik tenaga pasang surut biasanya dibuat dengan waduk berukuran besar supaya dapat dibuat secara ekonomis dengan menghasilkan listrik yang banyak.

Gambar 5. Pusat tenaga listrik waduk tunggal Dari gambar di atas turbin yang digunakan adalah turbin air dua arah yang nantinya untuk membangkitkan daya pada waktu pasang dan pada waktu surut. Hal ini dapat dilakukan selama 12,5 jam dalam/hari dengan periode 2x sehari. Periode pengosongan waduk dilakukan pada saat permukaan air laut mulai turun sehingga turbin dapat berputar 24 jam. Turbin yang di sini ialah turbin dua arah seperti gambar di bawah ini.

Gambar 6. Turbin dua arah Namun jenis turbin paling cocok digunakan adalah jenis turbin dua arah yaitu turbin air jenis bulb yang gambarnya seperti dibawah ini.

Gambar 7. Bulb turbine Turbin-turbin ini putarannya lebih lambat dari kebutuhan putaran generator sehingga dibutuhkan sistem percepatan putaran dalam bentuk gear box yang nantinya perputaran yang dibutuhkan generator yang sesuai. Untuk lebih jelasnya grafik dibawah ini yaitu grafik yang menunjukkan urutan operasi pembangkitan daya pada waktu pasang dan pada waktu surut.

Gambar 8. Grafik hubungan daya yang dibangkitkan dengan waktu pasang/surut

Dalam grafik di atas untuk mengetahui debit air jatuh yang diperoleh dari operasi pompa yang biasanya dilaksanakan pada saat terjadi beban puncak maka dapat diibuat grafik yang mana dalam grafik itu menjelaskan urutan operasi turbin-pompa di La-Rance dalam grafik tersebut terlukis garis tinggi permukaan air laut, berupa suatu sinusoida, yang titik tertinggi berupa situasi pasang. Dengan garis-garis terputus dilukis tinggi permukaan ari dalam waduk. Pada asasnya, antara tenaga pasang surut dan tenaga air konvensional terdapat persamaan, yaitu kedua-duanya adalah tenaga air yang memanfaatkan gravitasi tinggi jatuh air untuk pembangkit tenaga listrik. Perbedaan-perbedaan utama, secara garis besar, antara pembangkit listrik tenaga pasang surut disbanding pembangkit listrik tenaga air konvensional adalah: Pasang surut menyangkut arus air periodik dwi-arah dengan dua kali pasang dan dua kali surut tiap hari. Operasi di lingkungan air laut memerlukan bahan-bahan konstruksi yang lebih tahan korosi daripada dimiliki material untuk air tawar.

Tinggi air jatuh relatif sangat kecil (maksimal 11meter) bila dibandingkan dengan instalasi-instalasi hidro lainnya.

3.4.3. Prinsip Kerja Pembangkit Listrik dari Tenaga Panas Air Laut

Konversi energi termal lautan (bahasa Inggris: ocean thermal energy conversion) adalah metode untuk menghasilkan energi listrik menggunakan perbedaan temperatur yang berada di antara laut dalam dan perairan dekat permukaan untuk menjalankan mesin kalor. Seperti pada umumnya mesin kalor, efisiensi dan energi terbesar dihasilkan oleh perbedaan temperatur yang paling besar. Perbedaan temperatur antara laut dalam dan perairan permukaan umumnya semakin besar jika semakin dekat ke ekuator. Pada awalnya, tantangan perancangan OTEC adalah untuk menghasilkan energi yang sebesar-besarnya secara efisien dengan perbedaan temperatur yang sekecil-kecilnya. Permukaan laut dipanaskan secara terus menerus dengan bantuan sinar matahari, dan lautan menutupi hampir 70% area permukaan bumi. Perbedaan temperatur ini menyimpan banyak energi matahari yang berpotensial bagi umat manusia untuk dipergunakan. Jika hal ini bisa dilakukan dengan cost effective dan dalam skala yang besar, OTEC mampu menyediakan sumber energi terbaharukan yang diperlukan untuk menutupi berbagai masalah energi. Konsep mesin kalor adalah umum pada termodinamika, dan banyak energi yang berada di sekitar manusia dihasilkan oleh konsep ini. Mesin kalor adalah alat termodinamika yang diletakkan di antara reservoir temperatur tinggi dan reservoir temperatur rendah. Ketika kalor mengalir dari temperatur tinggi ke temperatur rendah, alat tersebut mengubah sebagian kalor menjadi kerja. Prinsip ini digunakan pada mesin uap dan mesin pembakaran dalam, sedangkan pada alat pendingin, konsep tersebut dibalik. Dibandingkan dengan menggunakan energi hasil pembakaran

bahan bakar, energi yang dihasilkan OTEC didapat dengan memanfaatkan perbedaan temperatur lautan disebabkan oleh pemanasan oleh matahari. Siklus kalor yang sesuai dengan OTEC adalah siklus Rankine, menggunakan turbin bertekanan rendah. Sistem dapat berupa siklus tertutup ataupun terbuka. Siklus tertutup menggunakan cairan khusus yang umumnya bekerja sebagai refrigeran, misalnya amonia. Siklus terbuka menggunakan air yang dipanaskan sebagai cairan yang bekerja di dalam siklusnya. Sistem power OTEC dapat dibagi kedalam dua kategori closed cycle dan open cycle. Pada operasi closed cycle, working fluid di pompa ke dalam evaporator setelah mengalami kondensasi. Open cycle merupakan pelopor dari variasi siklus OTEC. Open cycle berhubungan pada penggunaan air laut sebagai fluida kerja (working fluid). Sebuah skema di bawah merupakan gambaran umum komponen-komponen yang ada di model OTEC siklus terbuka. Siklus tersebut merupakan dasar dari siklus Rankine yang mengkonversi energy panas (thermal energy) dari air

Gambar 9. Gambar OTEC siklus terbuka (open cycle) (Sumber: Renewable Energy from the Ocean, Oxford)

hangat permukaan menjadi energi listrik. Dalam siklusnya, air laut yang hangat di deaerasi dan dilewatkan kedalam ruang evaporasi, dimana

bagian dari air laut di konversi ke dalam uap bertekanan rendah. Uapnya kemudian dilewatkan melalui turbin, dimana mengekstraksi energi darinya, lalu kemudian keluar kedalam kondenser. Sebaliknya, air yang mengalami kondensasi dapat digunakan sebagai desalinisasi air karena tidak dikembalikan kedalam evaporator. Closed cycle merupakan proses dimana heat digunakan untuk mengevaporasikan fluida pada tekanan yang tetap di dalam sebuah tangki pemanas atau evaporator, dari yang mana uap masuk ke piston mesin atau turbin dan berekspansi melakukan kerja. Uap keluar kemudian masuk ke dalam suatu wadah dimana heat ditransfer dari uap ke cairan pendingin, menyebabkan uap terkondensasi menjadi cair lalu cairan tersebut dipompa kembali ke dalam evaporator untuk melengkapi siklus.

Gambar 10. Gambar OTEC siklus tertutup (closed cycle) (Sumber: Renewable Energy from the Ocean, Oxford)

Gambar 11. Siklus Rankine yang diterapkan pada OTEC (Sumber: Renewable Energy from the Ocean, Oxford)

Siklus Rankine diatas menunjukkan perbedaan tekanan dan suhu dari waktu ke waktu pada saat berlangsungnya sistem OTEC, dimana fluida kerja (working fluid) yang mengalir ke evaporator akan di evaporasikan terlebih dahulu hingga suhu dan tekanan tertentu sehingga dapat menggerakkan turbin lalu dialirkan kembali ke kondensator untuk dijadikan cair kembali dengan suhu dan tekanan yang telah diatur (Avery, Chih Wu.1994).

3.5. Kelebihan dan Kekurangan Potensi Energi Laut 3.5.1. Kelebihan dan Kekurangan Energi Ombak Berikut adalah beberapa analisis mengenai kelebihan maupun kekurangan yang ada dalam potensi energi ombak Kelebihan: Energi bisa diperoleh secara gratis. Tidak butuh bahan bakar. Tidak menghasilkan limbah. Mudah dioperasikan dan biaya perawatan rendah.

Dapat menghasilkan energi dalam jumlah yang memadai.

Kekurangan: Bergantung pada ombak; kadang dapat energi, kadang pula tidak. Perlu menemukan lokasi yang sesuai dimana ombaknya kuat dan muncul secara konsisten.

3.5.1. Kelebihan dan Kekurangan Energi Pasang Surut

Berikut adalah beberapa analisis mengenai kelebihan maupun kekurangan yang ada dalam potensi energi pasang surut Kelebihan: Setelah dibangun, energi pasang surut dapat diperoleh secara gratis. Tidak menghasilkan gas rumah kaca ataupun limbah lainnya. Tidak membutuhkan bahan bakar. Biaya operasi rendah. Produksi listrik stabil. Pasang surut air laut dapat diprediksi. Turbin lepas pantai memiliki biaya instalasi rendah dan tidak menimbulkan dampak lingkungan yang besar.

Kekurangan: Sebuah dam yang menutupi muara sungai memiliki biaya pembangunan yang sangat mahal, dan meliputi area yang sangat luas sehingga merubah ekosistem lingkungan baik ke arah hulu maupun hilir hingga berkilo-kilometer. Hanya dapat mensuplai energi kurang lebih 10 jam setiap harinya, ketika ombak bergerak masuk ataupun keluar.

3.5.1. Kelebihan dan Kekurangan Energi Pasang Surut

Berikut adalah beberapa analisis mengenai kelebihan maupun kekurangan yang ada dalam potensi energi pasang surut Kelebihan: Tidak menghasilkan gas rumah kaca ataupun limbah lainnya. Tidak membutuhkan bahan bakar. Biaya operasi rendah. Produksi listrik stabil. Dapat dikombinasikan dengan fungsi lainnya: menghasilkan air pendingin, produksi air minum, suplai air untuk aquaculture, ekstraksi mineral, dan produksi hidrogen secara elektrolisis.

Kekurangan: Belum ada analisa mengenai dampaknya terhadap lingkungan. Jika menggunakan amonia sebagai bahan menimbulkan potensi bahaya kebocoran. Efisiensi total masih rendah sekitar 1%-3%. Biaya pembangunan tidak murah. yang diuapkan

BAB IV PENUTUP

3.1. Simpulan Setelah menyelesaikan penulisan karya tulis ini, penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Laut dengan segala kekuatannya, menyimpan potensi sumber energi yang sangat besar. Secara umum potensi energi yang dapat diambil dari laut dapat dibagi menjadi tiga yaitu energi ombak, energi pasang surut dan energi panas laut. Prinsip sederhana dari pemanfaatan ketiga bentuk energi itu adalah memakai energi kinetik untuk memutar turbin yang selanjutnya menggerakkan generator untuk menghasilkan listrik. 2. Indonesia sebagai negara maritim dengan daerah laut yang sangat luas, memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan dan pemanfaatan potensi energi dari laut. 3. Potensi energi dari laut memiliki kelebihan sekaligus memiliki kekurangan. Kelebihannya adalah energi yang dihasilkan sangat besar, polusi serta limbah yang dihasilkan dapat dikatakan hampir tidak ada, serta dapat dimanfaatkan bersamaan dengan industri lain seperti industri air minum. Dibalik berbagai kelebihannya, kekurangan dari pemanfaatan potensi energi laut antara lain biaya pembangunan sistem yang cukup besar, serta belum adanya analisis tentang dampak lingkungan.

3.2. Saran Adapun saran yang dapat penulis sampaikan dalam karya tulis ini adalah sebagai berikut : 1. Sebagai bangsa Indonesia kita harus membangun dan memajukan Indonesia, dengan cara memanfaatkan secara maksimal sumber daya dan potensi yang ada contohnya potensi energi laut di Indonesia

2. Jangan sia-siakan sumber daya dan potensi yang dimiliki Indonesia, sebelum itu semua direbut oleh bangsa lain 3. Giatlah melakukan riset tentang teknologi untuk menyongsong Indonesia sebagai negara maju dimasa yang akan datang

3.3. Penutup Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang membantu dalam penyelesaian karya tulis ini, semoga amal dan jasanya diterima oleh Allah swt. Penulis menyadari bahwa karya tulis ini jauh dari sempurna. Namun, penulis berharap semoga karya tulis ini bermanfaat bagi pembaca

khususnya siswa-siswi MAN 1 MODEL Bandar Lampung.

Daftar Pustaka

Robandi, Imam. 2006. Desain Sistem Tenaga Modern. Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET

Suyitno. 2011. Pembangkit Energi Listrik. Jakarta: Rineka Cipta Perdana, Putu yoga dan Dadang Karmen, Studi Distribusi Panas Laut Untuk Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC). Loka Pengembangan Teknologi Pantai Desa Musi, Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng. 2012 Setiadi, Ariep Soelaiman dkk, Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut (Tidal) Dan Ombak Laut (Wave). Makalah Teknologi Energi Terbarukan, Universitas Jenderal Soedirman, Purbalingga 2011.

http://www.ebtke.esdm.go.id http://www.therenewableenergycenter.co.uk http://www.listrikIndonesia.com http://www.google.co.id

LEMBAR KONSULTASI

Nama Kelas Judul

: Muhammad Ihsan Al Hafiz : XII IPA 2 : Pemanfaatan Potensi Energi Laut di Indonesia

NO

TANGGAL

HAL YANG DIKONSULTASIKAN Konsultasi judul dan rumusan masalah

SARAN PEMBIMBING ACC judul dan lanjut ke bab selanjutnya Koreksi tanda baca dan redaksi penulisan

PARAF

09 November 2012

24 April 2013

Konsultasi bab 1,2,3,4

Pembimbing,

Heni Astuti, S.Pd NIP 197707082006042029