Anda di halaman 1dari 3

SATUAN PENYULUHAN 1. Pokok Bahasan 2. Sub Pokok Bahasan 3. Sasaran 4. Tempat 5.

Waktu : Tuberculosis (TBC) : Manajemen Gizi Tuberculosis (TBC) : Pasien dan keluarga pasien di Poli TB : Poli TB : 15-30 Menit

6. Tujuan Instruksional Umum : Pasien dan keluarga pasien mengetahui edukasi dan managemen gizi preeklampsia dan eklamsia 7. Tujuan Instruksional Khusus : Pasien dan keluarga mengetahui gambaran umum tuberculosis (TBC) Pasien dan keluarga mengetahui faktor penyebab tuberculosis (TBC) Pasien dan keluarga mengetahui tanda dan gejala tuberculosis (TBC) Pasien dan keluarga mengetahui makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan 8. Materi a. Pengertian Penyakit TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh mikrobakterium tuberkulosis. Kuman batang aerobik dan tahan asam ini dapat merupakan organisme patogen maupun saprofit. Sebgai besar kuman TBC menyerang paru, tetapi dapt jug mengenai organ tubuh lainnya. Penyakit ini disebabkan oleh kuman/bakteri Mycbacterium tuberculosis. Kuman ini pada umunya menyerang paru-paru da sebagian lagi dapat menyerang di luar paruparu, seperti kelenjar getah bening (kelenjar), kulit, usus/saluran pencernaan, selaput otak dan sebagainya. b. Faktor penyebab Tuberculosis klinis disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis. Bentuk yang tidak khas dari mikobacterium (misalnya Myco, kansasii, myco, intracellulare) juga dapat menyebabkan penyakit paru pada orang-orang yang lemah atau kekebalannya tertekan. c. Tanda dan Gejala Gejala utama : Batuk terus-menerus dan berdahak selama tiga pekan atau lebih. Gejala tambahan yang sering dijumpai :
Dahak bercampur darah/batuk darah Sesak nafas dan rasa nyeri pada dada Demam/meriang lebih dari sebulan

Berkeringat pada malam hari tanpa penyebab yang jelas Badan lemah dan lesu Nafsu makan menurun dan terjadi penurunan berat badan Amati urine yang berubah warna (kemerahan) atau urine keruh. Ini merupakan

gejala yang muncul pada tahap selanjutnya d. Manajemen gizi Kebutuhan gizi dan diet pasien tuberculosis (TBC) : - Terapi diit bertujuan memberikan makanan secukupnya guna memperbaiki dan mencegah kerusakan jaringan tubuh lebih lanjut serta memperbaiki status gizi agar penderita dapat melakukan aktifitas normal. Terapi Diet untuk penderita kasus Tuberkulosis Paru adalah: a. Energi diberikan sesuai dengan keadaan penderita untuk mencapai berat badan normal. b. Protein tinggi untuk mengganti sel-sel yang rusak meningkatkan kadar albumin serum yang rendah (75-100 gr). c. Lemak cukup 15-25 % dari kebutuhan energi total. d. Karbohidrat cukup sisa dari kebutuhan energi total. e. Vitamin dan mineral cukup sesuai kebutuhan total. - Macam diit untuk penyakit TBC: a) Diit Tinggi Energi Tinggi Protein I (TETP II) Energi: 2600 kkal, protein 100 gr (2/kg BB). b) Diit Tinggi Energi Tinggi Protein II (TETP II) Energi 3000 kkal, protein 125 gr (2,5 gr/kg BB) - Makanan Yang Boleh Diberikan 1. Sumber KH : beras dibubur/ ditim; kentang direbus; macaroni direbus; roti dipanggang; krekers; tepung-tepungan dibuat bubur/ pudding. 2. Sumber protein hewani : daging empuk, ayam, ikan direbus, ditumis, diungkep, dipanggang; telur direbus, ditim, diceplok air, didadar, dicampur dalam makanan dan minuman. 3. Sumber protein nabati : tempe, tahu ditim, direbus, ditumis, pindakas. 4. Lemak : margarine dan mentega; minyak dalam jumlah terbatas untuk menumis, mengoles dan setup. 5. Sayuran : sayuran rendah serat dan sedang seperti: kacang panjang, buncis muda, bayam, labu siam, tomat masak, wortel direbus, dikukus, ditumis. 6. Buah-buahan : semua sari buah; buah segar yang matang (tanpa kulit

dan biji) dan tidak banyak menimbulkan gas seperti: papaya, pisang, jeruk, avokad, nenas. 7. Bumbu : garam, salam, laos, kunyit, kunci dalam jumlah terbatas. 8. Minuman teh encer. - Makanan Yang Tidak Boleh Diberikan 1. Sumber KH : beras ketan, beras tumbuk/ merah, roti whole wheat, jagung, ubi, singkong, talas, tarcis, dodol dan kue-kue lainyang manis dan gurih. 2. Sumber protein hewani : daging berserat kasar (liat) serta daging, ikan, ayam yang diawet, digoreng; daging babi; telur ceplok/ digoreng. 3. Sumber protein nabati : kacang merah serta kacang-kacangan kering seperti kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, dan kacang tolo. 4. Lemak : minyak untuk menggoreng, lemak hewani, kelapa dan santan. 5. Sayuran : sayuran berserat tinggi seperti daun singkong, daun katuk, daun papaya, daun dan buah melinjo, oyong, pare serta semua sayuran yang dimakan mentah. 6. Buah-buahan : buah-buahan yang dimakan dengan kulit, seperti apel, jambu biji dan pir serta jeruk yang dimakan dengan kulit ari; buah yang menimbulkan gas seperti, nanas, kedondong, durian, nangka. 7. Bumbu : cabe, bawang, merica, cuka, dan sebaginya yang tajam 8. Minuman kopi dan the kental; minuman yang mengandung soda dan alcohol.