Anda di halaman 1dari 12

PERKEMBANGAN MASA DEWASA AWAL A. Perkembangan Fisik 1.

Transmisi dari Masa Remaja Menuju Masa Dewasa Transmisi anak dari masa remaja menuju masa dewasa di awali dengan masa muda dan criteria untuk menjadi dewasa. Masa muda (youth) adalah istilah ahli sosiologi Kenneth Kenniston untuk periode transisi antara masa remaja dan masa dewasa yang merupakan masa perpanjangan kondisi ekonomi dan pribadi yang sementara. Dua criteria yang diajukan untuk menunjukkan akhir masa muda dan permulaan dari masa dewasa awal adalah kemandirian ekonomi dan kemandirian dalam membuat keputusan. Mungkin yang paling luas diakui sebagai tanda memasuki masa dewasa-adalah ketika seseorang mendapatkan pekerjaan penuh waktu yang kurang lebih tetap. Factor pendidikan juga mempengaruhi hasil kerja seseorang dan pekerjaan yang didapatnya. Mendapatkan kemandirian ekonomi terlepas dari orang tua berlangsung secara bertahap, dan bukan proses yang tiba-tiba. Tidak aneh menemukan lulusan universitas yang memperoleh pekerjaan dan tetap tinggal atau kembali tinggal serumah dengan orangtuanya, terutama dalam iklim ekonomi dewasa ini. Kemampuan untuk membuat keputusan adalah cirri lain yang tidak sepenuhnya terbangun pada kaum muda. Yang dimaksud disini adalah pembuat keputusan secara luas tentang karir, nilai-nilai, keluarga dan hubungan, serta tentang gaya hidup. Pada waktu muda, seseorang mungkin mencoba banyak peran yang berbeda, mencari karir alternative, berpikir tentang gaya hidupdan mempertimbangkan berbagai hubungan yang ada. Individu yang beranjak dewasa biasanya membuat keputusan tentang hal-hal ini, terutama dalam bidang gaya hidup dan karir. 2. Perkembangan Fisik

a. Puncak dan penurunan kemampuan fisik Tercapainya kekuatan dan kecepatan puncak terjadi relative lebih awal, dibandingkan dengan tercapainya keterampilan motorik dan kognitif yang beragam. Meskipun demikian, dalam beberapa tahun ini sudut pandang biologis terhadap kemampuan puncak telah diperluas untuk beberapa kasus individual. Kita tidak hanya mencapai puncak kemampuan fisik kita pada awal masa dewasa, dalam masa ini kita juga dalam kondisi yang paling sehat. Hanya sedikit orang dewasa muda yang memiliki masalah kesehatan kronis, dan mereka mengalami flu dan masalah pernapasan yang lebih sedikit dibandingkan pada saat mereka anak-anak. Ketika seorang individu berpindah dari masa remaja menuju masa dewasa awal, mereka seringkali meningkatkan penggunaan obat-obatan. Pada masa dewasa awal, beberapa individu berhenti berpikir tentang bagaimana gaya hidup pribadi akan mempengaruhi kesehatan mereka selanjutnya pada kehidupan dewasa. Sebagai seorang dewasa yang masih muda, banyak dari kita membangun sebuah pola seperti tidak sarapan, tidak makan makanan secara teratur, dan menggantungkan diri pada makanan kecil sebagai sumber makanan utama dalam sehari, makan secara berlebihan sampai kita melampaui berat normal untuk umur kita, merokok dalam taraf sedang atau berlebih, minum minuman keras dalam taraf sedang aau berlebih, tidak berolahraga, dan tidur dengan waktu yang sedikit tiap malam. Gaya hidup pribadi yang buruk ini berhubungan dengan kondisi kesehatan yang buruk. Terdapat beberap bahaya yang tersembunyi dalam masa puncak kemampuan dan kesehatan pada masa awal dewasa. Pada saat kaum dewasa awal dapat menggunakan sumber daya fisik untuk banyak kesenangan, ditambah kenyataan bahwa seringkali mereka pulih dengan mudah dari stress fisik dan cidera, menjadikan mereka memaksa tubuh terlalu jauh. Akibat negative dari

penyalahgunaan tubuh seseorang mungkin tidak terlihat pada permulaan masa dewasa awal, tetapi nantinya mungkin muncul pada masa dewasa awal lebih lanjut atau pada pertengahan masa dewasa. Kondisi kesehatan kaum muda dapat ditingkatkan dengan mengurangi gaya hidup yang merusak kesehatan, seperti makan terlalu banyak, dan engan menerapkan gaya hidup yang meningkatkan kesehatan yang mencakup nutrisi yang baik dan olah raga. b. Nutrisi dan perilaku makan Yang pertama akan kita bahas adalah tentang kelebihan berat badan. Memahami masalah berat badan adalah rumit, karena berat badan melibatkan warisan genetic, mekanisme fisiologis, factor kognitif dan pengaruh lingkungan (Brownell,1991), dahulu, komponen genetic dianggap tidak berpengaruh oleh para ilmuan; temuan penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa beberapa individu mewarisi kecenderungan kelebihan berat badan. Jumlah lemak yang tersimpan dalam tubuh adalah factor penting yang merupakan titik acuan, yaitu berat badan tetap pada waktu tidak ada upaya untuk menambah atau mengurangi berat. Ahli kesehatan juga menyimpulkan bahwa tingkat metabolism penting untuk diperhitungkan dalam usaha memahami masalah berat badan. Basal metabolism rate (BMR) adalah jumlah energy minimum yang digunakan seorang individu pada saat istirahat. Amphetamin banyak digunakan oleh pelaku diet karena menghilangkan nafsu makan. Pengurangan berat badan dengan amphetamine biasanya berlangsung dalam waktu singkat, dan seringkali memiliki efek samping yang merugikan, seperti meningkatkan tekanan darah dan kemungkinan kecanduan. Olahraga adalah alternative yang lebih menarik daripada obat penurun badan seperti amphetamine. Olahraga tidak hanya membakar kalori tetapi juga meninkatkan metabolism. Oleh karena itu, yng penting untuk diingat, agar

berhasil mengontrol berat badan adalah: (1) jangan melakukan diet, tetapi ubahlah kebiasaan agar berat turun perlahan dan stabil kurang dari sat upon seminggu;(2) makan lebih sedikit kalori dan terutama lebih sedikit lemaknya;(3) menambah olahraga secara teratur. c. Olah raga Aerobic adalah olah raga yang mempertahankan gerakan berulang-ulang, berenang, atau berspeda, sebagai contoh-yang menstimulasi aktivitas jantung dan paru-paru (Cooper,1970). Penelitian tentang akibat olah raga pada kesehatan telah difokuskan terutama pada pencegahan penyakit jantung. Risiko serangan jantung juga dapat dikurangi sebanyak kurang lebih sepertiga dalam periode 7 tahun dengan olah raga tingkat sedang seperti jalan cepat dan berkebun. Penelitian tentang manfaat olah raga menunjukkan baik kegiatan yang intensif maupun yang sedang menghasilkan keuntungan fisik dan psikologis (Brown,1991;Plante & Rodin,1990). d. Ketergantungan dan pemulihan Semua orang dapat membentuk ketergantungan pada banyak hal, tetapi ketergantungan pada obat-obatan terlarang adalah ketergantungan yang paling menonjol dan menyimpang. Dalam hal ini, ketergantungan adalah ketergantungan fisik pada suatu obat. Penarikan diri adalah rasa sakit yang tidak diinginkan dan ketagihan yang dialami oleh penderita ketergantungan pada saat obat-obatan yang dibutuhkan tidak ada. Ketergantungan psikologis adalah kebutuhan untuk menggunakan obat-obatan untuk mengatasi masalah dan stress. Baik dalam ketergantungan fisik dan psikologis, obat-obatan psikoaktif(semua obat yang mempengaruhi system syaraf untuk mengubah kondisi kesadaran, mengubah persepsi, dan mengubah suasana hati)berperan secara kuat, biasanya merusak hidup si pengguna.

Alcohol adalah obat psikoaktif yang paling luas digunakan, meskipun perhatian terhadap penyalahgunaan kokain meningkat pada tahun-tahun belakangan. Pengaruh alcohol terhadap tubuh terutama sebagai suatu depresan dan memperlambat kegiatan otak. Ketika orang meminum alcohol berlebih, rasa malu menjadi berkurang lebih banyak dan keputusan mereka semakin tidak sempurna. Alkoholisme cenderung meurun dalam keluarga. Kenyataan ini mendorong pra peneliti mempelajari pengaruh penting factor keturunan dalam alkohoisme (Prescott dkk.,1994;Schuckit,1994). 3. Seksualitas dan AIDS v Sikap dan perilaku seksualitas a. Sikap dan perilaku heteroseksual Dua aspek dari sikap dan perilaku heteroseksual yang penting untuk dipertimbangkan adalah standar ganda dan hakekat seks di luar nikah. Manifestasi dari standar ganda adalah kepercayaan yang salah yang menyatakan bahwa adalah salah bagi perempuan untuk merencanakan hubungan seksual (dengan menggunakan alat kontrasepsi) tetapi diperbolehkan bagi mereka untuk terhanyut oleh gairah sesaat. Standar ganda juga terjadi dalam hubungn di luar nikah, meskipun tidak seluas dalam tahun-taun sebelumnya. b. Sikap dan perilaku homoseksual Orientasi seksual individu-heteroseksual maupun homoseksual tampaknya lebih banyak ditentukan oleh kombinasi antara factor genetic, hormonal, kognitif, dan lingkungan (McWhirter, Reinisch & Sanders, 1989; Money, 1987; Savin-Williams &Rodriguez, 1993; Whitman, Diamond & Martin,1993). Sebagian besar ahli dalam hal homoseksualitas percaya bahwa tidak ada factor tunggal yang

menyebabkan homoseksualitas dan bobot relative masing-masing factor berbeda-beda dari satu individu ke individu yang lain. Satu dari factor biologis yang dipercaya berpengaruh dalam homoseksualitas adalah keadaan hormone prenatal (Ellis & Ames,1987). Bagi perempuan lesbian atau laki-laki gay, membangun identitas bicultural menciptakan jalan baru untuk mendefinisikan diri mereka. Perhatian khusus pada kehidupan gay dan lesbian adalah bias dan diskriminasi yang mereka hadapi. v AIDS AIDS adalah suatu penakit menular seksual yang disebabkan oleh virus, human immunodeficiency virus (HIV), yang menghancurkan system ketahanan tubuh. Setelah terjangkit HIV, individu akan menjadi rentan terhadap kuman yang biasanya dapat dihancurkan oleh system kekebalan tubuh yang normal. HIV pertama kali dikenal di Amerika Serikat pada tahun 1981. Para ahli menyatakan bahwa AIDS hanya dapat ditularkan melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik bersama, atau transfuse darah. Meskipun 90 % dari semua kasus AIDS terjadi diantara laki-laki homoseksual dan penggunaan obat-obatan terlarang yang menyuntikkannya dalam pembuluh darah, baru-baru ini tercatatadanya peninkatan yang tidak proporsional diantara para perempuan yang memiliki pasangan heteroseksual laki-laki biseksual dan penggunaan obat-obatan terlarang yang menyuntikkannya kedalam pembuluh darah. Peningkatan ini menunjukkan bahwa risiko tertular AIDS mungkin meningkat diantara individu heteroseksual yang memiliki banyak pasangan seks (Boyer & Hein,1991; Krijnen, van den hoek & Coutinho,1994). Siapapun yang aktif secara seksual atau yang menyuntikkan obat-obatan kedala pembuluh darah berisiko terinfeksi. Tidak seorangpun kebal. Sekali

seseorang terinfeksi, prognosisnya adalah terserang dan meninggal. Satusatunya perilaku yang aman adalah tidak melakukan hubungan seks, namun hal ini tidak dipandang sebagai pilihan bagi sebagian besar individu. Selain tidak melakukan hubungan seksual, cara lain yang lebih aman adalah melakukan hubungan seksual dengan menggunakan kondom (Cox,1994). Pada fase pertama dari penyakit tersebut-HIV+ dan asimptotamik- individu tidak menunjukkan tanda-tanda terserang penyakit AIDS tetapi dapat menularkan penyakit tersebut. Pada fase 2-HIV+ simptomatik- jumlah yang tidak diketahui yang terkena penularan diam-diam menunjukkan gejala-gejala penyakit, diantaranya membengkaknya kelenjar getah bening, kelelahan, hilangnya berat tubuh, diare, demam, dan berkeringat. Banyak yang menderita HIV+ dan simptomatik berlanjut ke fase terakhir-AIDS. Seseorang dengan AIDS memiliki gejala AIDS ditambah satu atau dua gejala penyakit, seperti pneumonia, yang akan sangat fatal bagi pasien AIDS karena kerentanan system kekebalan tubuh mereka. Meskipun tidak ada pengobatan yang diketahuiuntuk AIDS, beberapa obat telah di uji coba, termasuk AZT, atau zidovudine, disetujui oleh FDA untuk mengobati symptom AIDS di tahun 1987. B. Perkembangan Kognitif 1. Fase-fase kognitif Di dalam perkembangan kognitif, ada beberapa macam fase menurut Schaie, yaitu: a Fase mencapai prestasi (achieving stage) adalah fase dimasa dewasa awal yang menurut Schaie (1977), melibatkan penerapan intelektualitas pada situasi yang memiliki konsekuensi besar dalam mencapai tujuan jangka panjang, seperti pencapaian karir dan pengetahuan.

b Fase tanggung jawab (the responsibility stage) adalah fase yang terjadi ketika keluarga terbentuk dan perhatian diberikan pada keperluan-keperluan pasangan dan keturunan. c Fase eksekutif (the executive stage)adalah fase yang dinyatakan oleh Schaie terjadi di masa dewasa tengah, dimana seseorang bertanggung jawab kepada system kemasyarakatan dan organisasi sosial (pemerintah atau perusahaan, misalnya). Dalam fase eksekutif individu membangun pemahaman tentang bagaimana organisasi sosial bekerja dan berbagai hubungan kompleks yang timbul didalamnya. d Fase reintegratif (the reintegrative stage), yang terjadi pada bagian akhir masa dewasa, adalah fase terakhir yang disebutkan oleh Schaie, dimana orang dewasa yang lebih tua memilih untuk memfokuskan tenaga mereka pada tugas dan kegiatan yang bermakna bagi mereka. 2. Kreatifitas Beberapa tokoh yang mempunyai daya kreatifitas yang tinggi, diantaranya adalah: a Thomas Alfa Edison menemukan fonograf pada usia 30-an tahun; b Hans Christian Andersen menulis kumpulan cerita dongeng pertamanya; c Mozart menciptakan komposisi the marriage of Figaro. Dalam beberapa penelitian, kualitas produktifitas orang dewasa yang terkenal mencapai puncak tertinggi pada usia 30 tahun; hampir 80% sumbangan kreatif terpenting diselesaikan pada usia 50 tahun (Dennis,1966; ehman,1960). Titik pada perkembangan orang dewasa dimana kreativitas memuncak berbeda dari disiplin yang satu ke disiplin yang lain. Dalam humaniora, pada usia tujuh puluhan kreativitas sama dengan pada usia empat puluhan. Namun, ilmuan dan seniman mulai menunjukkan penurunan kreativitas pada usia lima puluhan. Pada semua contoh, usia dua puluhan adalah decade dengan produktivitas terendah dalam

masalah kreativitas. Ada beberapa perkecualian, tentu saja. Dalam sains,Bejamin Duggar menemukan antibiotic auremycin ketika dia berusia 72 tahun. Makalah utama pertama dari pemenang nobel dipublikasikan rata-rata pada usia 25 tahun. Namun semua penerima nobel yang melewati usia 70 tahun, terus-menerus mempublikasikan makalah-makalah ilmiah dalam jurnal-jurnal. 3. Karir dan Pekerjaan a. Teori-teori perkembangan karir Tiga teori pokok yang menggambarkan cara individu membuat pilihan menyangkut karir adala: 1) Teori perkembangan Ginzberg Teori perkembangan dari pemilihan karir adalah pandangan Eli Ginzberg yang menyebutkan bahwa individu melalui tiga fase pemilihan karirfantasi, tentative, dan realistic (Ginzberg dkk,1951). Pada masa anak-anak, masa depan tampaknya memiliki kesempatan yang tak terbatas.Ginzberg berpendapat bahwa sampai umur kurang dari 11 tahun, anak-anak masih berada dalam fase fantasi dari pemilihan karir. Mulai umur 11-17 tahun, remaja berada dalam fase tentative dalam pemilihan karir, sebuah transisi dari fase fantasi pada masa anak-anak menuju pengambilan keputusan yang realistic pada masa dewasa muda. Perubahan cara beripikir dari yang subjektif menjadi pemilihan karir yang lebih realistic terjadi pada sekitar usia 17 hingga 18 tahun. periode dari 17-18 tahun hingga 20-an tahun disebut Ginzberg fase realistic dari pemilihan karir. 2) Teori konsep diri Super Teori konsep diri tentang karir adalah pandangan Donald Super bahwa konsep diri individu memainkan peran pokok dalam pemilihan karir. Super percaya banyak perubahan perkembangan dalam konsep diri tentang

pekerjaan terjadi pada waktu remaja dan dewasa muda (Super,1967,1976). Pertama, pada usia 14 sampai 18 tahun, remaja mengembangkan gagasan tentang bekerja yang berhubungan dengan konsep diri global yang sudah mereka miliki-fase ini disebut kristalisasi. Antara usia 18 dan 22 tahun, mereka mempersempit pemilihan karir dan memulai perilaku yang memungkinkan mereka memasuki beberapa tipe karir-fase ini disebu pengkhususan. Antara usia 21 dan 24 tahun, orang dewasa muda menyelesaikan pendidikan dan pelatihan mereka dan memasuki dunia kerja-fase ini disebut implimintasi. Keputusan untuk memilih dan cocok dengan karir tertentu dibuat antara usia 25 dan 35 tahun-fase ini disebut stabilisasi. Dan akhirnya setela usia 35 tahun, individu berusaha memajukan karir dan mencapai statusnya yang lebih tinggi-fase ini disebut konsolidasi. Super percaya bahwa eksploasi karir pada masa remaja adalah unsure kunci dari konsep diri tentang karir pada remaja. 3) Teori tipe kepribadian Holland Teori tipe kepribadian adalah pandangan ahli teori pekerjaan, John Holland (1973,1987), yaitu bahwa pening membangun keterkaitan atau kecocokan antara tipe kepribadian individu dan pemilihan karir tertentu. Holland percaya bahwa ketika individu menemukan karir yang cocok dengan kepribadiannya, mereka lebih mungkin menikmati pekerjaan dan bertahan dengan pekerjaannya lebih lama daripada rekan mereka yang bekerja pada pekerjaan yang tidak cocok dengan kepriadian mereka. Holland mengajukan enam tipe kepribadian dasar yang berhubungan dengan karir, yaitu:(1) realistic; (2)investigative; (3)artistic; (4) sosial; (5) wiraswasta; (6) konvensional. b. Eksplorasi, perencanaan, dan pengambilan keputusan Pada beberapa bagian akhir masa remaja atau permulaan masa dewasa awal, sebagian individu memasuki beberapa tipe pekerjaan. Eksplorasi pada banyak

pilihan karir banyak direkomendasikan oleh penasehat karir. Individu sering mendekati eksplorasi karir dan pengambilan keputusan dalam ambiguitas, ketidakpastian, dan stress (Lock,1988). Memprediksi pemilihan karir dan membimbing individu menuju pekerjaan yang berharga adalah tugas yang rumit (Vondracek,1991). Pada beberapa tahun pertama di Universitas, sebagian besar mahasiswa tidak dapat secara akurat meencanakan jalur karir mereka dimasa dewasa. Banyak mahasiswa yang mengubah bidang minatnya ketika masih di universitas, menyadari bahwa pekerjaan setelah kuliah tidak langsung berhubungan dengan bidang utama mereka di universitas, dan mengubah karir dimasa dewasa (Rothstein,1980). c. Gambaran nyata tentang pekerjaan Siklus pekerjaan memiliki empat fase utama; seleksi dan masuk kerja, penyesuaian diri, pemeliharaan, dan pensiun. Disini lebih memusatkan pada dua fase pertama yang terjadi terutama dimasa dewasa awal, yaitu seleksi dan masuk kerja, dan penyesuaian diri. Memasuki sebuah pekerjaan menandakan dimulainya peran dan tanggungjawab baru bagi individu. Peran karir berbeda dengan peran yang mungkin dimiliki individu sebagai seorang pekerja sementara atau paruh waktu saat remaja. Tuntutan peran karir terhadap kompetensi sangat tinggi dan permintaan adalah nyata bagi orang dewasa muda. Penyesuaian adalah istilah kunci pada bagian kedua dari fase gambaran kerja dalam hidup. Menurut Levinson(1978), sekali individu memasuki satu pekerjaan, ia harus membangun identitas pekerjaan yang berbeda dan menempatkan dirinya dalam dunia kerja. Fase penyesuaian diri ini berlangsung selama beberapa tahun. Disini akan membahas tentang satu dari beberapa perubahan besar yaitu Perempuan dan kerja. Di dalam ini, dibahas tentang beberapa perubahan dramatis

pada peran kerja perempuan yang berubah, yaitu: (1) perubahan peran kerja; (2) perempuan dalam angkatan kerja; (3) pernikahan dengan karir ganda. C. Perkembangan Psikososial 1 Daya tarik cinta dan hubungan dekat Validasi konsensual memberikan sebuah penjelasan mengapa seorang individu tertarik kepada orang yang meimiliki kesamaan dengannya. Sikap dan perilaku kita didukung ketika sikap dan perilaku orang lain sama engan kita; sikap dan perilaku mereka menguatkan sikap dan perilaku kita. Kita mungkin lebih dapat mengontrol orang lain yang sama dengan kita, yang sikap dan perilakunya dapat kita prediksi. Dan implikasi dari kesamaan adalah kita akan menikmati interaksi dengan orang lain dalam kegiatan yang saling menguntungkan, dimana sebagian besar memerluka pasangan dengan perilaku dan sikap yang sama. a) Wajah cinta Cinta mengacu pada perlaku manusia yang sangat luas dan kompleks. Klasifikasi yang umum menggambarkan cinta: (1) altruism; (2) persahabatan; (3) cinta yang romantic atau bergairah; (4) cinta yang penuh perasaan atau persahabatan. b) Kesepian Sebagian dari kita adalah individu yang kesepian. Kesepian dikaitkan dengan gender individu, sejarah attachmet, harga diri, dan keterampilan sosial. 2 Perkawinan dan keluarga a). Siklus kehidupan keluarga