Anda di halaman 1dari 15

PEMBUATAN PASANGAN BATU BATA MERAH

LAPORAN Untuk memenuhi tugas matakuliah Workshop Batu dan Beton yang dibina oleh Bapak Drs. N. BambangRevantoro, S.T.

oleh Kelompok 2 Prastyo Dwi N 100521402212 Riski Handoko 100521402193 Siti Zulaichah 100521402174 Galih Agung S. 100521402178 Zaenal Muhlisin 100521402229

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS TEKNIK JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN Maret 2013

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Perkembanganpembangunanperumahandewasa inimeningkatpesat, hal ini disebabkankebutuhanakanrumahmakinbanyak. Banyak sekali pengembangperumahantersebar di wilayahpedesaan dan kota-kota, sehingga lahan-lahan kosong dan sawah tergusur oleh pembangunan rumah. Perumahan yang dikehendaki oleh pemilikterutamaberdindingbata.Perumahanumumnya berlantaisatuataudua. Keberhasilanpembangunanperumahanberhubungandengantingkatprodukti vitaspadamasing-masing item pekerjaan.Itempekerjaan tersebut yaitu pekerjaandindingbatakhususnyadindingsetengahbatapadaperumahanberlantaidua. Dinding adalah penyekat bangunan sebagai pemisah ruang. Ada juga dinding yang bersifat strukturan seperti shear wall sehingga tidak mungkin untuk menggunakan bata merah karena akan mengalami kerobohan.

BAB II BAHAN

2.1.Batu Bata Batu bata merah adalah jenis material bangunan buatan yang terbuat dari tanah liat atau tanah lempung yang dicetak sesuai standart ukuran pasaran kemudian dibakar (ilmusipil.com). Bata merupakanbahanpembentukdinding yang paling banyakdigunakanpadarumahtinggal.Ukuranbatamerah yang ada di pasaransaatiniumumnyamemilikiketebalan 3-5 cm, lebar 7-11 cm, danpanjang 1722 cm. Dalampemasanganbatamerah, perbandinganadukan semen danpasiruntukdindingtidakkedap air adalah 1:4 atau 1:5 (artinya 1 takaran semen dicampurdengan 4 atau 5. Kelebihan pemakaian bata merah adalah: 1. Memiliki sifat kedap air sehingga jarang terjadi rembesan pada tembok. 2. Kuat dan lebih tahan lama. 3. Keretakan relatif jarang ditemui kecuali terjadi bencana alam (gempa bumi atau tanah longsor). 4. Memberikan suhu yang tepat pada ruangan (terlebih pada iklim tropis). Pada cuaca panas, material bata merah akan mereduksi panas sehingga suhu ruangan lebih sejuk. Pada saat angin atau hujan, dinding bata tidak terlalu berpengaruh pada suhu ruang. Sedangkan kekurangan dari bata merah adalah: 1. Jika dibandingkan dengan bata ringan atau batako press semen, bata merah lebih mahal sehingga biaya yang dikeluarkan lebih tinggi mengingat proses pembuatan yang masih manual dan diperlukan tanah liat khusus agar menghasilkan bata merah yang baik. 2. Waktu pemasangan relatif lebih lama dibandingkan dengan material pembentuk dinding lainnya sehingga kurang efisien karena membutuhkan waktu pengerjaan yang lebih lama dan biaya pemasangan yang lebih besar. Dinding bata merupakan dinding yang paling lazim digunakan dalam pembangunan gedung baik perumahan sederhana sampai pembangunan gedunggedung yang ukurannya besar. Karena itu pasangan batu bata memiliki seni

tersendiri dalam sistem pemasangannya dalam konstruksi dinding. Pembuatan batu bata harus memenuhi peraturan umum untuk bahan bangunan di Indonesia NI-3 dan peraturan batu merah sebagai bahan bangunan NI-10. Batu merah dibuat dengan menggunakan bahan-bahan dasar : a. Lempung (tanah liat), yang mengandung silika sebesar 50 % sampai dengan 70%. b. Sekam padi, fungsinya untuk pencetakan batu merah, sebagai alas agar batu merah tidak melekat pada tanah, dan permukaan batu merah akan cukup kasar. Sekam padi juga dicampur pada batu merah yang masih mentah. waktu pembakaran batu merah akan terbakar dan pada bekas sekam padi yang terbakar akan timbul pori-pori pada batu merah. c. Kotoran binatang, dipergunakan untuk melunakkan tanah, digunakan kotoran kerbau, kuda dan Iain-lain. Fungsi kotoran binatang dalam campuran batu merah ialah membantu dalam proses pembakaran dengan memberikan panasnya yang lebih tinggi di dalam batu merah. d. Air, digunakan untuk melunakkan dan merendam tanah. Lempung yang sudah dicampur dengan sekam padi dan kotoran binatang kemudian direndam dengan air ini beberapa waktu lamanya. Campuran itu direndam selama satu hari satu malam dengan kondisi yang sudah bersih dari batu-batu kerikil atau bahan lain yang dapat menjadikan kualitasnya jelek. Kemudian dicetak dengan menggunakan cetakan dari kayu, bisa juga digunakan cetakan dari baja. Untuk mempermudah lepasnya batu merah yang dicetak, maka bingkai cetakan dibuat lebih besar sedikit ke bawah dan dibasahi dengan air. Batu merah yang belum dibakar juga disebut batu hijau. Sesudah keras bata dapat dibalik pada sisi yang lain. Lalu ditumpuk dalam susunan setinggi 10 atau 15 batu. Susunan ini terlindung dari sinar matahari dan hujan. Pengeringan ini membutuhkan waktu selama 2 hari s/d 7 hari. Pembakaran batu hijau ini dilakukan setelah batu itu kering dan disusun sedemikian rupa, sehingga berupa suatu gunungan dengan diberi celah-celah lobang untuk memasukkan bahan bakar. Hasil batu merah yang baik bakarannya, tergantung dari banyaknya batu merah yang dibakar. Kalau yang dibakar sedikit saja, persentase hasil pembakaran

lebih banyak. Pada umumnya kerusakan batu merah dalam proses pembakaran sekitar 20% sampai 30%. Bahan bakarnya menggunakan kayu atau sekam padi. Setelah selesai proses pembuatan, batu merah selalu harus disimpan dalam keadaan cukup kering. Bila tidak ada gudang, maka dilindungi dengan plastik terhadap air hujan.

Gambar 1. Cetakan kayu untuk membuat tujuh bata sekaligus. Sebelum munculnya tungku-tungku modern, bata paling sering dibakar dengan cara menumpuknya dalam jajaran longgar yang disebut sebagai tungku bata-lapangan dengan tanah atau lempung, menyalakan api di bawah jajaran tersebut, dan mempertahankan api itu selama beberapa hari. Setelah mendingin, tungku bata-lapangan itu dibongkar dan batanya dipilah sesuai dengan derajat pembakaran yang telah dialaminya. Batu bata yang berdekatan dengan api (bata klingker) sering mengalami kelebihanbakar dan terdistorsi, yang membuatnya menjadi tidak menarik, dan oleh sebab itu tidak sesuai digunakan pada pekerjaanbata ekspos. Bata-bata dalam zona tungku bata-Iapangan di dekat api akan terbakar sempuma tetapi tidak terdistorsi, ini sesuai untuk bata lapis-muka di bagian luar dengan derajat dayatahan terhadap cuaca yang tinggi. Bata sering kali dicetak sesuai pesanan untuk kegunaan tertentu.Alur lapisan-pasangan muka air tegak-muka pada sebuah dinding hubungan di Inggris ini dicetak berbentuk kurva ogif.

Gambar 2. Macam Bentuk Cetakan Bata yang paling jauh dari api akan menjadi lebih lunak dan akan dipinggirkan untuk digunakan sebagai bata belakang, sementara sejumlah bata dari sekitar keliling tungku bata-Iapangannya tidak cukup terbakar dan hasilnya tidak baik, bahkan tidak dapat digunakan untuk keperluan apapun, bata yang seperti ini akan dibuang. Sebelum pengangkutan mekanik ditemukan, bata untuk suatu bangunan biasanya diproduksi dari tanah yang diperoleh dari tapak bangunan atau tidak jauh di sekitar lokasi yang akan didirikan bangunan. Ciri-ciri batu merah yang baik ialah : a. Permukaannya kasar b. Warnanya merah seragam (merata) c. Jika dipukul Bunyinya nyaring d. Tidak mudah hancur atau patah Ukuran-ukuran batu merah bermacam macam tergantung kegunaan dan pesanan, namun umumnya di Indonesia ukuran standar seperti berikut : 1) panjang 240 mm, lebar 115 mm, tebal 52 mm atau 2) panjang 230 mm, lebar 110 mm, tebal 50 mm. Penyimpangan terbesar, dari ukuran-ukuran seperti tersebut di atas ialah: untuk panjang maksimal 3 %, lebar maksimal 4 % dan tebal maksimal 5 %. Tetapi antara bata-bata dengan ukuran-ukuran terbesar dan bata-bata dengan ukuran-ukuran ter-kecil, selisih maksimal yang diperbolehkan ialah: untuk panjang 10 mm, untuk lebar 5 mm dan untuk tebal 4 mm. Batu merah dapat dibagi atas tiga tingkat seperti berikut: a. Batu merah mutu tingkat I dengan kuat tekan rata-rata lebih besar dari 100 kg/cm2 dengan ukuran yang sama tanpa penyimpangan. b. Batu merah mutu tingkat II dengan kuat tekan rata-rata antara 80 kg/cm2 dan 100 kg/cm2 dan ukurannya menyimpang 10%. 3).

c. Batu merah mutu tingkat III dengan kuat tekan rata-rata antara 60 kg/cm2 dan 80 kg/cm2 dan ukurannya menyimpang 20%.

2.2. Semen Portland Semen adalahsuatucampuransenyawakimia yang bersifathidrolisartinyajikadicampurdengan air dalamjumlahtertentuakanmengikatbahan-bahan lain menjadisatukesatuanmassa yang dapatmemadatdan.Secaraumum semen dapatdidefinisikansebagaibahanperekat yang dapatmerekatkanbagianbagianbendapadatmenjadibentuk yang kuatkompakdankeras. Bahan utama semen portland, yaitu klinker yang terdiri dari silikat-silikat kalsium yang yang bersifat hidrolis dan biasanya digunakan bahan tambahan lain, yaitu gips (gypsum).

2.3. Pasir Pasir merupakan agregat halus yaitu berupa butirann-butiran mineral yang digunakan untuk bahan pengisi beton mortar dll.

2.4. Air Air merupakan bahan untuk mencampurkan atau menyatukan semua bahan yang terdiri dari semen/kapur dan pasir halus (yang sudah diayak).

BAB III LAPORAN

3.1 Tujuan Praktek a. Mengetahui cara pemasangan batu bata. b. Melatih keterampilan dan ketelitian.

3.2 Landasan Teori Pasangan batu bata merupakan penyekat bangunan sebagai pemisah ruang berupa dinding dari batu bata merah yanh ditata sedemikian rupa dengan nat (batas bata satu dg yg lain) jangan sampai segaris, dibuat zig zak. Ada juga dinding yang bersifat strukturan seperti shear wall sehingga tidak mungkin untuk menggunakan bata merah karena akan mengalami kerobohan.

3.3 Alat dan Bahan Alat = 1. Water Pass (=suatu alat pertukangan untuk mengukur kedataran dan ketegakan yang terbuat dari kayu atau logam). 2. Benang 3. Selang 4. Siku rangka 5. Meteran 6. Tongkat duga (profil) 7. Sendok spesi (cetok) 8. Pensil 9. Line Bobbins (=alat yang dipasang pada ujung kepala batu bata sehingga benang dapat terbentang dengan tegang dan dapat dipakai sebagai pedoman pemasangan lapisan batu bata tersebut). 10. Pemotong bata 11. Palu

12. Bak spesi 13. Ember 14. Sekop 15. Cangkul 16. Ayakan pasir

Bahan= 1. Batu bata merah 2. Kapur pasang 3. Pasir Pasang 4. Air

3.4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja a. Memakai pakaian kerja dengan lengkap dan benar. b. Bersihkan tempat kerja dari kotoran yang menggangg. c. Tempatkan alat-alat dan bahan-bahan di tempat yang mudah dijangkau dan aman. d. Jagalah agar tempat kerja selalu bersih. e. Bekerjalah dengan teliti , hati-hati dan penuh konsentrasi.

3.5 Langkah Kerja a. Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang amandan mudah dijangkau.

b. Dua orang menentukan lokasi pemasangan. Letakkan pondasi yang sudah ada untuk acuan pada kedua sisi pas.bata merah yang akan dipasang. c. Check vertikality profil acuan dengan pendulum (unting-unting) dan beri tanda dengan benang. Ukur beda ketinggian masing-masing acuan dengan selang.

d. Ukur panjang dan tebal 10 biji batu bata, dari panjang dantebal rata-rata untuk dipergunakan sebagai ukuran standarpasangan.Garis tongkat penduga dengan ukuran tebal rata-rata bataditambah tebal spesi 1 cm. e. Buat garis pada alas ( lantai ) , ukurkan panjang rataratabata ditambah spesi 1 cm. Kurang lebih sejumlah 7 bata.Pasang bata kepala di sisi samping pasangan, cek tebalspesi dengan tongkat ukur dan pula kedatarannya denganwater pass.Pasang line bobbins dengan rentangan benang tegang. f. Tiga orang lainnya menyiapkan bahan spesi, mengayak pasir yang masih kasar dan membuat mortar. Pembuatan adukan beton secara manual Mengaduk beton secara adukan tangan Campuran beton secara pekerjaan tangan, tidak boleh dicampur lebih dari 0,25 m3 sekaligus. Pasir dan kapur diaduk dalam keadaan kering di atas lantai yang bersih, paling sedikit tiga kali seperti terlihat pada gambar berikut.

Semen dituang di atas pasir lalu diaduk. Sesudah itu dibentuk sebuah kolam di tengah campuran komponen yang masih kering dan diisi. Perlu diperhatikan bahwa terlalu banyak air mengurangi mutu dan ketahanan spesi. Kemudian pencampuran dimulai pada bagian pinggiran yang kering dengan air di kolam pada pertengahan sampai semua air tercampur dalam campuran komponen. Sekarang dicampur paling sedikit tiga kali lagi sampai adukan menjadi homogen.

Cara mencampur komponen kering dengan komponen basah mempengaruhi kualitas campuran adukan. Mengaduk beton menggunakan mesin molen Pada mesin pengaduk beton pengisian komponen beton kering dan penuangan dilakukan dengan mengubah keringan tabung pengaduk beton. Jika tabung berdiri tegak, maka pencampuran beton tidak dijalankan, karena itu tabung pengaduk beton selalu berputar dalam keadaan miring. Cara mesin pengaduk beton sederhana sekali (karena diciptakan sebagai alat pengaduk beton)dan sangat umum, terutama sebagai mesin pengaduk beton yang agak kecil.

g. Setelah campuran homogen kemudian angkut dengan alat pengangkut ke tempat akan dilakukan pemasangan batu bata.

h. Hamparkan adukan pada alas lantai dengan rata kemudian, mulailah memasang bata tersebut lurus benang kepala dan nat (batas bata satu dg yg lain) jangan sampai segaris, buatlah zig zak.

i. Cek setiap lapis dengan water pass sisi tegaknya dan sisidatarnya. Supaya tidak terjadi lengkungan pada tembok. Pasang kembali bata kepala di atas pasangan yang telahselesai, cek tebal spesi dan datarnya dengan waterpass. j. Letakkan kembali line bobbins terus keats untuk membuat lapisanselanjutnya,Cek setiap lapis tegak, datar dan tebal spesinya hinggadiperoleh lapis yang baik. k. Lakukan terus sampai dengan bata ke 12 yaitu lapis terakhir dan panjang kurang lebih 2 m. l. Rapikan pekerjaan pasangan, pada siar-siar batu bata.Bersihkan pasangan dan tempat sekelilingnya. m. Melaporkan pekerjaan kepada Instruktur/dosen setelah selesai.

3.6 Hasil

3.7 Kesimpulan Dari hasil praktik yang kami lakukan, kami dapat menyimpulkn bahwa pekerjaan pasangan batu bata merupakanbukan pekerjaan yang gampang/mudah kelihatannya saja mudah saat kita melihat tukang yang sedang memasang batu bata. Kenyataannya pekerjaaan pasangan batu bata ini membutuhkan kesabaran dan ketelatenan serta kekompakan dari team. Hasil dari kelompok kami cukup memuaskan walaupun awalnya tidak kebagian alat dan menggunakan alat seadanya tetapi kami dapat menyelesaikannya tepat waktu dan cukup baik. Penataan bata pas 12 lapis dan siar juga pas. Walaupun agak sedikit miring pada bagian tengah karena tepat dengan pertemuan pekerjaan batu bata kelompok lain. Jadi kami harus meluruskaanya dengan water pass dan memukul dengan palu perlahan-lahan.