Anda di halaman 1dari 14

SUMBERDAYA PERIKANAN

Dr. Ir. Pudji Purwanti, MP Mochammad Fattah, S.Pi, M.Si Email : pudjipurwanti@gmail.com
1. PENDAHULUAN - Pengantar - Tujuan - Definisi 2. Tanah 3. Perairan 4. Ekosistem 5. Konservasi

SUB MODUL

1. PENDAHULUAN
1.1 Pengantar Sumberdaya adalah komponen dari ekosistem yang menyediakan barang dan jasa yang bermanfaat bagi kebutuhan manusia. Sesuatu dapat dikatakan sebagai sumberdaya harus memilki dua kriteria, yaitu : a) Pengetahuan, teknologi atau keterampilan ( skill) untuk memanfaatkannya, b) Permintaan terhadap sumberdaya tersebut. Dalam melaksanakan kegiatan usaha perikanan membutuhkan sumberdaya perikanan. Agar ketersediaan sumberdaya perikanan berkelanjutan maka perlu adanya pengelolaan berupa konservasi sumberdaya perikanan. Sumberdaya tersebut adalah tanah, perairan, ekosistem terumbu karang, ekosistem mangrove, dan ekosistem lamun. Sumberdaya air merupakan faktor utama kegiatan perikanan, karena air adalah tempat hidup ikan dan organisme lainnya baik air laut maupun air tanah. Selain itu tanah merupakan tempat atau media untuk menampung air dan organisme didalamnya. Sedangkan ekosistem merupakan pendukung atau penyedia kebutuhan atau penyangga bagi organisme disekitarnya. Koservasi terhadap sumberdaya perikanan sangat penting agar dapat mewujudkan keberlanjutan ekologi. Konservasi yang dimaksukan adalah upaya melindungi, melestarikan, dan memanfaatkan fungsi sumberdaya.

4
SELF-PROPAGATING ENTREPRENEURIAL EDUCATION DEVELOPMENT (SPEED)

Sumberdaya Perikanan

Brawijaya University 2012

1.2 Tujuan Penguasaan materi dalam modul ini, yang dirancang sebagai landasan dasar pengelolaan sumberdaya perikanan, akan dapat Menjelaskan tentang sumberdaya tanah Menjelaskan tentang sumberdaya air Menjelaskan tentang ekosistem Menjelaskan tentang konservasi 1.3 Definisi 1. Pengelolaan perikanan adalah semua upaya, termasuk proses yang terintegrasi dalam pengumpulan informasi, analisis, perencanaan, konsultasi, pembuatan keputusan, alokasi sumber daya ikan, dan implementasi serta penegakan hukum dari peraturan perundang-undangan di bidang perikanan, yang dilakukan oleh pemerintah atau otoritas lain yang diarahkan untuk mencapai kelangsungan produktivitas sumber daya hayati perairan dan tujuan yang telah disepakati. 2. Konservasi Sumber Daya Ikan adalah upaya perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan sumber daya ikan, termasuk ekosistem, jenis, dan genetik untuk menjamin keberadaan, ketersediaan, dan kesinambungannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragaman sumber daya ikan. 3. Konservasi ekosistem adalah upaya melindungi, melestarikan, dan memanfaatkan fungsi ekosistem sebagai habitat penyangga kehidupan biota perairan pada waktu sekarang dan yang akan datang. 4. Kawasan Konservasi Perairan adalah kawasan perairan yang dilindungi, dikelola dengan sistem zonasi, untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya ikan dan lingkungannya secara berkelanjutan. 5. Ekosistem adalah tatanan unsur sumber daya ikan dan lingkungannya, yang merupakan kesatuan utuh-menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktifitas sumber daya ikan. 6. Zonasi Kawasan Konservasi Perairan adalah suatu bentuk rekayasa teknik pemanfaatan ruang di kawasan konservasi perairan melalui penetapan batas fungsional sesuai dengan potensi sumber daya dan daya dukung serta prosesproses ekologis yang berlangsung sebagai satu kesatuan Ekosistem.

2. TANAH
Tanah adalah suatu benda alam yang terdapat di permukaan kulit bumi, yang tersusun dari bahan-bahan mineral sebagai hasil pelapukkan batuan, dan bahan-bahan organik sebagai hasil pelapukan sisa-sisa tumbuhan dan hewan, yang merupakan medium atau tempat tumbuhannya tanaman dengan sifat-sifat tertentu, yang terjadi akibat dari pengaruh kombinasi faktor-faktor iklim, bahan induk, jasad hidup, bentuk wilayah dan lamanya waktu pembentukan. Tanah secara umu tersusun oleh senyawa anorganik, organik, udara, dan air, mengandung bagian yang berbentuk jasad hidup yang secara umum tersusun oleh mikroorganisme. Tanah secara fisik bersifat komplek dan heterogen yang tersusun tiga fase yaitu fase padat terdiri dari bahan anorganik dan lapukan bahan organik; fase gas terdiri dari udara tanah, sedangkan fase cair terdiri dari bahan-bahan terlarut didalam tanah. Bahan organik terdiri dari sisa-sisa tumbuhan dan hewan, dan jasad hidup lainnya yang bersifat makro dan mikro, yang terdapat di dalamnya. Bahan anorganik terdiri dari pecahan batuan-batuan, mineral dan berbagai senyawa hasil pelapukan. Air
Page 2 of 14

Sumberdaya Perikanan

Brawijaya University 2012

tanah seperti bagian cairan lainnya mengisi sebagian atau seluruh pori-pori yang terdapat di antara butir-butir tanah atau dalam agregat tanah, yang merupakan larutan dari berbagai senyawa dan garam-garam yang dapat larut dalam air. Sedangkan udara tanah sebagai fase gas juga mengisi pori-pori tanah yang tidak ditempati oleh air. Sifat-sifat kimia tanah yang perlu diketahui adalah koloid tanah, susunan kimia unsur tanah, pH tanah dan beberapa unsur kimia tanah. Koloid tanah terdiri dari koloid liat lempung dan koloid humus. Koloid liat permukaannya bermuatan negatif atau anion atau beberapa kation terdapat dalam larutan tanah atau pada permukaan koloid tanah. Ion-ion yang terdapat dalam larutan tanah atau pada permukaan koloid tanah adalah karbon, hydrogen, nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, belerang, ferum, molibdat, mangan, tembaga, boron, dan khlor. Reaksi tanah dinyatakan dengan pH, yang mempunyai kisaran 0-14 dan berpengaruh terhadap keadaan fisik dan kimia tanah dan penting kelangsung hidup organisme tanah. Contoh Kondisi Standar Tanah Untuk Kegiatan Perikanan Kondisi tanah untuk kegiatan produksi pembesaran budidaya lele berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 6484.5:2011 tentang produksi pembesaran di kolam, dengan lahan bebas banjir, bahan pencemar, dan sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Tanah dasar yang stabil dan kedap air, keasaman (pH) tanah sebesar 5.5 8.5.

3. PERAIRAN
Air merupakan salah satu dari ketiga komponen yang membentuk bumi (zat padat, air, dan atsmosfer). Bumi dilingkupi air sebanyak 70% sedangkan sisanya 30% berupa daratan. Udara mengandung zat cair sebanyak 15% dari tenakanan atsmosfer. Perairan Indonesia adalah laut teritorial Indonesia beserta perairan kepulauan dan perairan pedalamannya. Air Laut Air laut merupakan air yang terdiri dari beberapa unsur kimia, kadar dan komponen unsure didalam air laut ditentukan sejumlah reaksi kimia fisika dan biokimia yang terjadi di samudera. Laut merupakan ruang perairan di muka bumi yang menghubungkan daratan dengan daratan dan bentuk-bentuk alamiah lainnya yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait padanya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan hukum nasional dan hukum internasional. Pembagian air laut berdasarkan batas adalah : Laut Teritorial Indonesia adalah jalur laut selebar 12 (dua belas) mil laut yang diukur dari garis pangkal kepulauan Indonesia. Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia, yang selanjutnya disebut ZEEI, adalah jalur di luar dan berbatasan dengan laut teritorial Indonesia sebagaimana ditetapkan berdasarkan undangundang yang berlaku tentang perairan Indonesia yang meliputi dasar laut, tanah di bawahnya, dan air di atasnya dengan batas terluar 200 (dua ratus) mil laut yang diukur dari garis pangkal laut territorial Indonesia. Laut Lepas adalah bagian dari laut yang tidak termasuk dalam ZEEI, laut teritorial Indonesia, perairan kepulauan Indonesia, dan perairan pedalaman Indonesia. Fungsi air laut bagi makhluk hidup adalah 1. Unsur keseimbangan darat, laut dan udara 2. Tempat hidup binatang dan tumbuhan laut
Page 3 of 14

Sumberdaya Perikanan
3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Sumber air hujan Transportasi Sarana olah raga Sarana pariwisata Sumber mata pencaharian nelayan Sumber devisa Negara Bahan desinfektan

Brawijaya University 2012

Air Tanah Air tanah disebut pula air tawar karena tidak terasa asin. Berdasarkan lokasi air maka air tanah dapat dibedakan menjadi dua, yaitu : a) Air permukaan tanah, air yang berada diatas permukaan tanah. Air permukaan tanah tersebut adalah sungai, waduk/ danau, dan rawa yang ketersediaanya tergantung curah hujan. b) Air dalam tanah, merupakan air yang berada didalam lapisan tanah. Ketersediaan air dalam tanah ini mendukung kegiatan perikanan budidaya. Air permukaan yang secara umum digunakan untuk kegiatan perikanan adalah sungai waduk/ danau. Sungai Sungai merupakan jaringan pengaliran air mulai dari mata air sampai muara dengan dibatasi kanan dan kirinya serta sepanjang pengalirannya oleh garis batas luar pengamanan sungai. Sungai termasuk salah satu bagian dari wilayah keairan. Wilayah keairan dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok yang berbeda berdasarkan sudut pandang yang berbeda-beda. Sudut pandang yang biasa digunakan dalam pengelompokan jenis wilayah keairan ini antara lain adalah ekologi, morfologi, dan antropogenik (campur tangan manusia pada wilayah keairan tersebut). Dari sudut pandang ekologi, secara umum wilayah sungai juga dapat dimasukkan ke dalam bagian wilayah keairan, baik wilayah keairan diam (tidak mengalir) dan wilayah keairan dinamis (mengalir). Wilayah keairan tidak mengalir misalnya danau, telaga, embung, sungai mati, anak sungai yang mengalir hanya pada musim penghujan, rawa, dan lain-lain. Adapun yang termasuk wilayah keairan yang dinamis atau mengalir adalah sungai permukaan, sungai bawah tanah, laut dengan arus lautnya, dan lain sebagainya. Sungai akan memberikan manfaat dalam berbagai hal, antara lain sebagai penyedia air, prasarana transportasi, penyedia tenaga, penyedia material, sarana pengaliran (drainase), dan sarana rekreasi, serta sarana pendidikan dan penelitian. Bila dijabarkan lebih detail sesuai dengan aktivitas keseharian manusia, maka manfaat sungai adalah sebagai berikut: 1. Sumber air baku air minum (PDAM); 2. Sumber air bagi pengairan wilayah pertanian atau irigasi; 3. Air baku industri dan pertambangan 4. Sumber tenaga listrik untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA); 5. Tempat untuk mengembangbiakkan dan menangkap ikan guna memenuhi kebutuhan manusia akan protein hewani; 6. Tempat rekreasi, melihat keindahan air terjun; 7. Tempat berolahraga seperti berperahu pada arus deras, lomba dayung; 8. Tempat untuk memenuhi kebutuhan air untuk kehidupan sehari-hari bagi penduduk yang tinggal di tepi sungai, seperti mencuci, mandi, dsb.;
Page 4 of 14

Sumberdaya Perikanan
9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. Sarana pendidikan dan penelitian; Sumber plasma nutfah (keanekaragaman hayati); Tempat ritual kebudayaan; Sumber tambang galian C (pasir,kerikil); Penggelontoran; Transportasi air; Pengendali banjir; dan Pasar terapung.

Brawijaya University 2012

Danau Danau/waduk adalah genangan air dalam suatu cekungan permukaan tanah yang terbentuk secara alami maupun buatan yang airnya bersumber dari air permukaan dan/atau air tanah. Pada hakekatnya, ekosistem danau/waduk adalah ekosistem akuatik perairan danau/waduk dan ekosistem terestrial daerah tangkapan air danau/waduk. Dalam panduan ini yang dimaksud dengan ekosistem danau/waduk adalah ekosistem akuatik perairan danau/ waduk. Atas dasar kejadiannya danau dapat dikelompokkan ke dalam beberapa tipologi yaitu : 1. Danau Tektonik, yaitu danau yang terbentuk oleh tenaga endogen yang bersumber dari gerakan tektonik seperti cekungan-cekungan akibat patahan dan lipatan. Contohnya: Danau Tempe, Danau Tondano dan Danau Towuti di Sulawesi. 2. Danau Vulkanik, yaitu danau bekas gunung api. Air danau berasal dari curah hujan yang tertampung pada lubang kepundan atau kaldera. Contohnya: Danau Kawah Gunung Kelud, Gunung Batur, dan Gunung Galunggung. 3. Danau Vulkano-Tektonik, yaitu danau yang terbentuk dari gabungan proses vulkanik dan tektonik. Patahan atau depresi pada bagian permukaan bumi pasca letusan. Dapur magma yang telah kosong menjadi tidak stabil sehingga terjadi pemerosotan atau patah. Cekungan akibat patahan tersebut kemudian diisi oleh air, contohnya Danau Toba di Sumatera. 4. Danau Karst (solusional), yaitu danau yang terbentuk pada daerah batu gamping yang mengalami pelarutan sehingga membentuk lahan negatif atau berada di bawah rata-rata permukaan setempat. 5. Danau Ladam (oxbow lake) terbentuk akibat proses pemotongan saluran sungai secara alami dan ditinggalkan oleh alirannya sehingga disebut juga kali mati. 6. Danau Gletser adalah danau yang terbentuk karena es mencair. Pada saat gletser mencair dan meluncur ke bawah, gletser tersebut mengikis batuan yang dilaluinya sehingga terbentuklah cekungan. Jika terisi oleh air maka terbentuklah danau. 7. Danau buatan (biasa disebut sebagai waduk atau bendungan), yaitu danau buatan manusia yang dibentuk dengan cara membendung aliran sungai. Bendungan buatan manusia lebih dikenal dengan istilah waduk, seperti: Waduk Jatiluhur, Waduk Cirata, Waduk Saguling, Bendungan Karangkates, dan Waduk Gajahmungkur. Danau/waduk mempunyai fungsi penting baik secara ekologis, ekonomis, estetika, wisata alam maupun religi dan tradisi. Secara ekologis danau/waduk mempunyai fungsi dan manfaat sebagai tempat penampungan air, daerah resapan, dan habitat kehidupan liar, penahan instrusi air laut, sedangkan secara ekonomis berfungsi atau bermanfaat sebagai sumber air irigasi, perikanan dan wisata alam, transportasi dan sebagainya. Secara umum fungsi dan manfaat ekosistem danau/waduk adalah sebagai berikut:
Page 5 of 14

Sumberdaya Perikanan

Brawijaya University 2012

1. Sumber air baku (PDAM, industri) 2. Sumber air irigasi 3. Sumber air kebutuhan rumah tangga 4. Tempat perikanan tangkap dan perikanan budidaya 5. Sumber energi air untuk PLTA yang dibangun pada outlet danau/waduk 6. Pengendali banjir, karena menyimpan air di waktu musim hujan 7. Obyek pariwisata 8. Sumber plasma nutfah (flora dan fauna endemik) 9. Pengendali iklim mikro 10. Sarana pendidikan dan penelitian 11. Prasarana transportasi Contoh Kondisi Standar Tanah Untuk Kegiatan Perikanan Kondisi air untuk kegiatan produksi pembesaran budidaya lele berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 6484.5:2011 tentang produksi pembesaran di kolam, dengan suhu 26-30OC, pH 6.5 -8.5, Oksigen terlarut >2 mg/ l, dan amoniak < 0.1 mg/ l.

4. EKOSISTEM
Ekosistem Terumbu Karang Terumbu karang memang unik sifatnya diantara asosiasi dan masyarakat biota laut. Terumbu ini dibangun seluruhnya oleh kegiatan biologik. Terumbu karang merupakan timbunan masif dari kapur CaCO 3 yang terutama telah dihasilkan oleh hewan karang dengan tambahan penting dari alga berkapur dan organisme -organisme lain penghasil kapur Tipe terumbu karang, yaitu: a) Terumbu karang pantai/ tepi merupakan terumbu karang pantai yang terdapat di sepanjang pantai dan mencapai kedalaman tidak lebih dari empat puluh meter. Pertumbuhan terbaik terjadi di daerah perairan yang mendapat pukulan ombak. b) Terumbu karang penghalang merupakan terumbu karang yang berada jauh dari pantai (bisa puluhan atau ratusan kilometer) dipisahkan oleh goba atau laguna yang dalamnya sekitar empat puluh sampai tujuh puluh lima meter. Terumbu karang ini berakar pada kedalaman yang melebihi kedalaman maksimum karang bisa hidup. c) Terumbu karang cincin merupakan terumbu karang yang bentuknya melingkar menyerupai cincin yang mengelilingi goba yang dalamnya empat puluh sampai seratus meter. Terumbu karang menghasilkan berbagai produk yang mempunyai nilai ekonomi penting seperti berbagai jenis ikan karang, udang karang, alga, teripang, dan kerang mutiara. Di samping terumbu karang mempunyai potensi di sektor perikanan, ekosistem terumbu karang juga mempunyai manfaat yang lain, di antaranya adalah (1) untuk bahan makanan, yaitu berupa ikan, udang-udangan (lobster), ocyopus, kerangkerangan, rumput laut dan sebagainya; (2) bahan obat-obatan; (3) bahan-bahan untuk budidaya; (4) rekreasi; (5) untuk daerah pemijahan, pengasuhan, dan pembesaran beberapa jenis ikan; (6) penghalang pesisir, mencegah terjadi erosi pesisir; dan (7) bahan bangunan. Ekosistem Mangrove
Page 6 of 14

Sumberdaya Perikanan

Brawijaya University 2012

Mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis yang khas tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur, berpasir, atau muara sungai, seperti pohon api-api (Avicennia spp), bakau (Rhizophora spp), pedada (Sonneratia), tanjang (Bruguiera), nyirih (Xylocarpus), tengar (Ceriops), dan buta-buta (Exoecaria). Mangrove dapat dimanfaatkan sebagai kayu bakar, pembuatan arang, bahan penyamak, perabot rumah tangga, bahan konstruksi bangunan, obat-obatan, dan sebagai bahan untuk industri kertas. Ekosistem Padang Lamun Padang lamun merupakan koloni tumbuhan berbunga yang tumbuh di perairan laut dangkal berpasir dan masih dapat ditembus oleh sinar matahari sampai ke dasar laut, sehingga memungkinkan tumbuhan tersebut berfotosintesa. Biota laut yang hidup di padang lamun adalah krustasea, moluska, cacing, dan ikan. Manfaat lamun bagi beberapa jenis ikan untuk mencari makan, memijah, dan tempat asuhan. Selain itu lamun mempunyai manfaat sebagai anyaman keranjang, dibakar untuk garam, soda atau penghangat, pupuk, penyaring limbah, stabilisator pantai, kertas, makanan dan obat-obatan. Contoh Daerah Konservasi Indonesia Bagian Timur

I D 1. 2. 3. 4.

X Bujur Timur (BT) Derajat Menit Detik () () (") 130 18 32 130 32 10 130 22 13 130 10 29

Y Lintang Selatan (LS) Derajat Menit Detik () (') (") 0 14 18 0 18 3 0 28 12 0 24 29

Keterang an Luas (Ha) 60.000

Page 7 of 14

Sumberdaya Perikanan

Brawijaya University 2012

Contoh Daerah Konservasi Indonesia Bagian Barat Penetapan Taman Pesisir Ujungnegoro-Roban Kabupaten Batang di Provinsi Jawa Tengah terdiri atas wilayah laut dan darat sebagai berikut: a. Area I seluas 3.961,7 Ha (tiga ribu sembilan ratus enam puluh satu koma tujuh hektar) yang terdiri dari wilayah perairan seluas 3.465,7 Ha (tiga ribu empat ratus enam puluh lima koma tujuh hektar) dan wilayah darat seluas 496 Ha (empat ratus sembilan puluh enam hektar); b. Area II merupakan perairan seluas 15,1 Ha (lima belas koma satu hektar); dan c. Area III merupakan wilayah darat seluas 38,4 Ha (tiga puluh delapan koma empat hektar).Dengan luas total keseluruhan 4.015,2 Ha (empat ribu lima belas koma dua hektar) yang meliputi wilayah perairan seluas 3.480,8 Ha (tiga ribu empat ratus delapan puluh koma delapan hektar) dan wilayah darat seluas 534,4 Ha (lima ratus tiga puluh empat koma empat hektar).

Page 8 of 14

Sumberdaya Perikanan

Brawijaya University 2012

5. KONSERVASI SUMBERDAYA PERIKANAN


Strategi pengelolaan kawasan konservasi perairan, meliputi: a. Penguatan kelembagaan; 1) peningkatan sumber daya manusia; 2) penatakelolaan kelembagaan; 3) peningkatan kapasitas infrastruktur; 4) penyusunan peraturan pengelolaan kawasan; 5) pengembangan organisasi/kelembagaan masyarakat; 6) pengembangan kemitraan; 7) pembentukan jejaring kawasan konservasi perairan; 8) pengembangan sistem pendanaan berkelanjutan; dan/atau 9) monitoring dan evaluasi. b. Penguatan pengelolaan sumber daya kawasan; dan/atau 1) perlindungan habitat dan populasi ikan; 2) rehabilitasi habitat dan populasi ikan; 3) penelitian dan pengembangan; 4) pemanfaatan sumber daya ikan; 5) pariwisata alam dan jasa lingkungan; 6) pengawasan dan pengendalian; dan/atau 7) monitoring dan evaluasi. c. Penguatan sosial, ekonomi, dan budaya. 1) pengembangan sosial ekonomi masyarakat; 2) pemberdayaan masyarakat; 3) pelestarian adat dan budaya; dan/atau 4) monitoring dan evaluasi. Zonasi dalam kawasan konservasi perairan terdiri dari: a. Zona Inti; 1) merupakan daerah pemijahan, pengasuhan dan/atau alur ruaya ikan; 2) merupakan habitat biota perairan tertentu yang prioritas dan khas/endemik, langka dan/atau kharismatik;
Page 9 of 14

Sumberdaya Perikanan

Brawijaya University 2012

3) mempunyai keanekaragaman jenis biota perairan beserta ekosistemnya; 4) mempunyai ciri khas ekosistem alami, dan mewakili keberadaan biota tertentu yang masih asli; 5) mempunyai kondisi perairan yang relatif masih asli dan tidak atau belum diganggu manusia; 6) mempunyai luasan yang cukup untuk menjamin kelangsungan hidup jenisjenis ikan tertentu untuk menunjang pengelolaan perikanan yang efektif dan menjamin berlangsungnya proses bio-ekologis secara alami; dan 7) mempunyai ciri khas sebagai sumber plasma nutfah bagi Kawasan Konservasi Perairan. b. Zona Perikanan Berkelanjutan; 1) memiliki nilai konservasi, tetapi dapat bertoleransi dengan pemanfaatan budidaya ramah lingkungan dan penangkapan ikan dengan alat dan cara yang ramah lingkungan; 2) mempunyai karakteristik ekosistem yang memungkinkan untuk berbagai pemanfaatan ramah lingkungan dan mendukung perikanan berkelanjutan; 3) mempunyai keanekaragaman jenis biota perairan beserta ekosistemnya; 4) mempunyai kondisi perairan yang relatif masih baik untuk mendukung kegiatan multifungsi dengan tidak merusak ekosistem aslinya; 5) mempunyai luasan yang cukup untuk menjamin pengelolaan budidaya ramah lingkungan, perikanan tangkap berkelanjutan, dan kegiatan sosial ekonomi dan budaya masyarakat; dan 6) mempunyai karakteristik potensi dan keterwakilan biota perairan bernilai ekonomi. c. Zona Pemanfaatan; dan/atau 1) mempunyai daya tarik pariwisata alam berupa biota perairan beserta ekosistem perairan yang indah dan unik; 2) mempunyai luasan yang cukup untuk menjamin kelestarian potensial dan daya tarik untuk dimanfaatkan bagi pariwisata dan rekreasi; 3) mempunyai karakter objek penelitian dan pendidikan yang mendukung kepentingan konservasi; dan 4) mempunyai kondisi perairan yang relatif masih baik untuk berbagai kegiatan pemanfaatan dengan tidak merusak ekosistem aslinya. d. Zona Lainnya Zona lainnya merupakan zona di luar Zona Inti, Zona Perikanan Berkelanjutan, dan Zona Pemanfaatan yang karena fungsi dan kondisinya ditetapkan sebagai zona tertentu dapat berupa antara lain zona perlindungan dan zona rehabilitasi.

Zona Inti dalam kawasan konservasi perairan diperuntukkan bagi: a. Perlindungan mutlak habitat dan populasi ikan; 1) perlindungan proses ekologis yang menunjang kelangsungan hidup dari suatu jenis atau sumber daya ikan dan ekosistemnya; 2) penjagaan dan pencegahan kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan keutuhan potensi kawasan dan perubahan fungsi kawasan; dan/atau 3) pemulihan dan rehabilitasi ekosistem. b. Penelitian; dan 1) penelitian dasar menggunakan metode observasi untuk pengumpulan data dasar; 2) penelitian terapan menggunakan metode survei untuk tujuan monitoring kondisi biologi dan ekologi; dan/atau 3) pengembangan untuk tujuan rehabilitasi. c. Pendidikan, Kegiatan pendidikan di Zona Inti diperuntukkan bagi kegiatan tanpa
Page 10 of 14

Sumberdaya Perikanan
melakukan pengambilan material langsung dari alam.

Brawijaya University 2012

Zona Perikanan Berkelanjutan dalam kawasan konservasi perairan diperuntukkan bagi: a. Perlindungan habitat dan populasi ikan; 1) perlindungan proses-proses ekologis yang menunjang kelangsungan hidup dari suatu jenis atau sumber daya ikan dan ekosistemnya; 2) pengamanan, pencegahan dan/atau pembatasan kegiatan-kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan keutuhan potensi kawasan dan perubahan fungsi kawasan; 3) pengelolaan jenis sumber daya ikan beserta habitatnya untuk dapat menghasilkan keseimbangan antara populasi dan habitatnya; 4) alur migrasi biota perairan; dan 5) pemulihan. b. Penangkapan ikan dengan alat dan cara yang ramah lingkungan; 1) alat penangkapan ikan yang sifatnya statis dan/atau pasif; dan 2) cara memperoleh ikan dengan memperhatikan daya dukung habitat dan/atau tidak mengganggu keberlanjutan sumber daya ikan. c. Budidaya ramah lingkungan; 1) jenis ikan yang dibudidayakan; 2) jenis pakan; 3) teknologi; 4) jumlah unit usaha budidaya; dan 5) daya dukung dan kondisi lingkungan sumber daya ikan. d. Pariwisata dan rekreasi; 1) pariwisata minat khusus; 2) perahu pariwisata; 3) pariwisata pancing; dan 4) pembuatan foto, video, dan film e. Penelitian dan pengembangan; dan 1) penelitian dasar untuk kepentingan perikanan berkelanjutan dan konservasi; 2) penelitian terapan untuk kepentingan perikanan berkelanjutan dan konservasi; dan 3) pengembangan untuk kepentingan konservasi. f. Pendidikan. Pendidikan untuk memberikan wawasan dan motivasi yang meliputi aspek: biologi; ekologi; sosial ekonomi dan budaya; dan tata kelola dan pengelolaan.

Zona Pemanfaatan diperuntukkan bagi: a. Perlindungan dan pelestarian habitat dan populasi ikan; 1) perlindungan proses-proses ekologis yang menunjang kelangsungan hidup dari suatu jenis atau sumber daya alam hayati dan ekosistemnya; 2) penjagaan dan pencegahan kegiatan-kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan keutuhan potensi kawasan dan perubahan fungsi kawasan; 3) pengelolaan jenis sumber daya ikan beserta habitatnya untuk dapat menghasilkan keseimbangan antara populasi dengan daya dukung habitatnya; 4) perlindungan alur migrasi biota perairan; dan 5) pemulihan dan rehabilitasi ekosistem. b. Pariwisata dan rekreasi; 1) berenang; 2) menyelam; 3) pariwisata tontonan;
Page 11 of 14

Sumberdaya Perikanan

Brawijaya University 2012

4) pariwisata minat khusus; 5) perahu pariwisata; 6) olahraga permukaan air; dan 7) pembuatan foto, video dan film. c. Penelitian dan pengembangan; dan 1) penelitian dasar untuk kepentingan pemanfaatan dan konservasi; 2) penelitian terapan untuk kepentingan pemanfaatan dan konservasi; dan 3) pengembangan untuk kepentingan konservasi. d. Pendidikan. 1) pemeliharaan dan peningkatan keanekaragaman hayati; 2) perlindungan sumber daya masyarakat lokal; 3) pembangunan perekonomian berbasis ekowisata bahari; 4) pemeliharaan proses ekologis dan sistem pendukung kehidupan; 5) promosi pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan; dan 6) promosi upaya tata kelola untuk perlindungan lingkungan kawasan konservasi perairan.

REFERENSI
BSN. 2011. Standar Nasional Indonesia (SNI) 6484.5:2011 tentang produksi pembesaran di kolam. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta Dahuri, Rais, Ginting dan Sitepu. 2001. Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Fauzi. 2004. Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Teori dan Aplikasi. Gramedia. Jakarta. Gabriel. 2001. Fisika Lingkungan. Hipokrates. Jakarta KKP. 2007. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2007 Tentang Konservasi Sumber Daya Ikan. Kementerian Perikanan dan Kelautan. Jakarta KKP. 2009. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan. Kementerian Perikanan dan Kelautan. Jakarta KKP. 2010. Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor Per.30/Men/2010 Tentang Rencana Pengelolaan Dan Zonasi Kawasan Konservasi Perairan. Kementerian Perikanan dan Kelautan. Jakarta KKP. 2010. Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor Per.30/Men/2010 Tentang Rencana Pengelolaan Dan Zonasi Kawasan Konservasi Perairan. Kementerian Perikanan dan Kelautan. Jakarta KKP. 2011. Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor Per.41/Men/2011 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Kelautan Dan Perikanan Tahun 2011. Kementerian Perikanan dan Kelautan. Jakarta KMNLH .2007. Panduan Valuasi Ekonomi Ekosistem Terumbu Karang. Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Jakarta KMNLH. 2010. Panduan Valuasi Ekonomi Ekosistem Danau/Waduk. Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Jakarta KMNLH. 2010. Panduan Valuasi Ekonomi Ekosistem Sungai. Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Jakarta Romimohtarto dan Juwana. 2005. Biologi Laut Ilmu Pengetahuan Tentang Biota Laut.
Page 12 of 14

Sumberdaya Perikanan

Brawijaya University 2012

Djambatan. Jakarta Supriharyono .2007. Konservasi Ekosistem Sumberdaya Hayati. Pustaka Pelajar. Yogyakarta. Yulipriyanto. 2010. Biologi Tanahdan Strategi Pengelolaannya. Graha Ilmu. Yogyakarta

PROPAGASI
A. Latihan dan Diskusi (Propagasi vertical dan Horizontal) 1. Jelaskan manfaat sumberdaya perikanan bagi usaha perikanan! 2. Jelaskan manfaat konservasi! Pertanyaan (Evaluasi mandiri) Apakah sumberdaya perikanan? Apakah manfaat dari air dan tanah? Apakah manfaat ekosistem terumbu karang, hutan mangrove dan padang lamun? Siapakah yang harus bertanggung jawab terhadap keberlanjutan sumberdaya perikanan? Bagaimana cara memanfaatkan sumberdaya secara arif?

B. 1. 2. 3. 4. 5. C. 1. a. b. c. d. 2. a. b. c. d. 3.

QUIZ -mutiple choice (Evaluasi) Air laut mempunyai banyak fungsi bagi makhluk hidup, fungsi tersebut adalah : Tempat hidup binatang dan tumbuhan laut Sumber air hujan Transportasi a dan c benar Terumbu karang mempunyai manfaat bagi makhluk hidup, sebagai berikut: Penyedia makanan, seperti : ikan, udang-udangan (lobster), ocyopus, kerangkerangan, rumput laut dan sebagainya bahan obat-obatan daerah pemijahan, pengasuhan, dan pembesaran beberapa jenis ikan semua benar Mangrove memberikan manfaat bagi makhluk hidup, sebagai berikut : a. pembuatan arang c. obat-obatan b. bahan penyamak d. b dan c salah

4. Strategi pengelolaan kawasan konservasi perairan, salah satunya adalah penguatan kelembagaan, meliputi : a. penyusunan peraturan pengelolaan kawasan b. pengembangan organisasi/kelembagaan masyarakat c. pengembangan kemitraan d. b dan c benar 5. Zona Pemanfaatan diperuntukkan bagi pendidikan memberikan manfaat sebagai berikut, kecuali: a. perlindungan sumber daya masyarakat lokal b. pembangunan perekonomian berbasis ekowisata bahari c. pemeliharaan proses ekologis dan sistem pendukung kehidupan d. pariwisata minat khusus
Page 13 of 14

Sumberdaya Perikanan
D.

Brawijaya University 2012

PROYEK (Eksplorasi entrepreneurship, penerapan topic bahasan pada dunia nyata) Sumberdaya perikanan memberikan manfaat bagi makhluk hidup, baik manfaat secara langsung maupun tidak langsung. Buatlah studi kasus pemanfaatan dan pengelolaan terhadap sumberdaya perikanan dalam suatu wilayah tertentu (contoh : pemanfaatan dan pengelolaan ekosistem terumbu karang di Teluk Prigi)!

Page 14 of 14