Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK II TITRASI ARGENTOMETRI (METODE MOHR)

26 September 2013 Dewi Nuraini (31112173) Farmasi 2A (Absen Besar)

PROGRAM STUDI S-1 FARMASI STIKes BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA 2013

IV. Pembahasan Praktikum yang telah dilakukan yaitu titrasi argentometri dengan metode Mohr (langsung). Sebelum kita menentukan kadar Cl- pada sampel, kita harus melakukan pembakuan AgNO3 dengan NaCl sebanyak 50mg yang diencerkan dengan aqua DM, menggunakan indikator K2CrO4 2% dilakukan sebanyak tiga kali. AgNO3 akan bereaksi dengan NaCl membentuk endapan AgCl yang berwarna putih. Bila semua Cl- sudah habis beraksi dengan Ag+ dari AgNO3, maka kelebihan sedikit Ag+ akan bereaksi dengan CrO42- dari indikator K2CrO4 yang ditambahkan ini. Maka titik akhir titrasi telah tercapai, warna larutan berubah menjadi merah. Endapan merah bata terebut tak lain adalah Ag2CrO4. NaCl + AgNO3 AgCl + NaNO3 (endapan putih)

Ag+(aq) + CrO42-(aq) Ag2CrO4(s) (cokelat kemerahan) Didapat volume AgNO3 sebanyak 15,5, 15,7, dan 15,8. Setelah diuji Q, Qterbesar dan Qterkecil bisa diterima sehingga semua data bisa terpakai kemudian dirata-ratakan sehingga volume yang didapat yaitu 15,67. Konsentrasi AgNO3 yaitu 0,0545 N. Pada standarisasi AgNO3 yang menggunakan metode Mohr, larutan harus dalam suasana netral yaitu sektar 6-8, karena bila dalam keadaan basa dengan pH >10 maka akan membentuk endapan AgOH yang akan terurai menjadi Ag2CO3. Sedangkan jika larutan dalam keadaan asam maka ion kromat akan bereaksi denga H+ yang akan membentuk HCrO4-, sehingga membutuhkan banyak AgNO3 untuk mentitrasi. Selanjutnya yaitu menentukan kadar Cl- pada sampel. Pada mercobaan ini menggunakan sampel yang telah disediakan oleh dosen yang belum diketahui konsentrasinya, dipipet sebanyak 10 ml dengan pipet volume ditambahkan K2CrO4 sebagai indikator agar saat tercapai titik akhir titrasi
dapat diaamati secara visual. Titrasi ini berakhir ketika didalam analit terbentuk endapan berwarna coklat kemeraha dari perak kromat.

Ag+(aq) + Cl-(aq) AgCl (endapan putih) Ag+(aq) + CrO42-(aq) Ag2CrO4(s) (cokelat kemerahan) Kadar yang Cl- yang didapat pada sampel nomor 39 yaitu 0,0403 N. Namun kesalahan didapat sebanyak 15,2%, hal itu bisa dikarenakan saat pembakuan perak nitrat yang kurang stabil.

V. Smpulan Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa : Titrasi pengendapan merupakan titrasi yang melibatkan terbentuknya endapan. Untuk metode Mohr titrasi harus dilakukan dalam suasana netral dengan pH berkisar 6-8. Pada pembakuan perak nitrat konsentrasinya didapat sebesar 0,0545 N. Konsentrasi Cl- pada sampel yaitu sebesar 0,04033, dan terjadi kesalahan sebesar 15,2%.

VI. Daftar Pustaka Day, R. A. dan A. L. Underwood. 2002. Analisis Kimia Kuantitatif (edisi keenam). Jakarta : erlangga Khopkar, S. M. 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta : Universitas Indonesia S, Syukri. 1999. Kimia Dasar I. Bandung : ITB http.//catatankimia.com/catatan/titrasi-pengendapan.html (diakses 1 Oktober 2013 14:09)