Anda di halaman 1dari 4

Pengertian Alkalinitas Alkalinitas adalah suatu parameter kimia perairan yang menunjukan jumlah ion karbonat dan bikarbonat

yang mengikat logam golongan alkali tanah pada perairan tawar. Nilai ini menggambarkan kapasitas air untuk menetralkan asam, atau biasa juga diartikan sebagai kapasitas penyangga (buffer capacity) terhadap perubahan pH. Perairan.mengandung alkalinitas 20 ppm menunjukkan bahwa perairan tersebut relatif stabil terhadap perubahan asam/basa sehingga kapasitas buffer atau basa lebih stabil. Selain bergantung pada pH, alkalinitas juga dipengaruhi oleh komposisi mineral, suhu, dan kekuatan ion. Nilai alkalinitas alami tidak pernah melebihi 500 mg/liter CaCO3. Perairan dengan nilai alkalinitas yang terlalu tinggi tidak terlalu disukai oleh organisme akuatik karena biasanya diikuti dengan nilai kesadahan yang tinggi atau kadar garam natrium yang tinggi (Effendi, 2003). Menurut Kordi (2005), semakin tinggi konsentrasi ion H+, akan semakin rendah konsentrasi ion OHdan pH >7, maka perairan bersifat alkalis (basa). Perairan umum dengan segala aktivitas fotosintesis dan respirasi organism yang hidup di dalamnya membentuk reaksi berantai karbonat sebagai berikut : CO2 + H2O H+ + HCO3 H2CO3 2H+ + CO32_

Kadar alkalinitas Alkalinitas adalah suatu parameter kimia perairan yang menunjukan jumlah ion karbonat dan bikarbonat yang mengikat logam golongan alkali tanah pada perairan tawar. Nilai ini menggambarkan kapasitas air untuk menetralkan asam, atau biasa juga diartikan sebagai kapasitas penyangga (buffer capacity) terhadap perubahan pH. Perairan.mengandung alkalinitas 20 ppm menunjukkan bahwa perairan tersebut relatif stabil terhadap perubahan asam/basa sehingga kapasitas buffer atau basa lebih stabil. Selain bergantung pada pH, alkalinitas juga dipengaruhi oleh komposisi mineral, suhu, dan kekuatan ion. Nilai alkalinitas alami tidak pernah melebihi 500 mg/iter CaCO3. Perairan dengan nilai alkalinitas yang terlalu tinggi tidak terlalu disukai oleh organisme akuatik karena biasanya diikuti dengan nilai kesadahan yang tinggi atau kadar garam natrium yang tinggi (Effendi, 2003). Alkalinitas atau yang dikenal dengan total alkalinitas adalah konsentrasi total unsur basa-basa yang terkandung dalam air dan biasannya dinyatakan dalam mg/l atau setara dengan CaCO3. Ketersediaan ion basa bikarbonat (HCO3) dan karbonat (CO32-) merupakan parameter total alkalinitas dalam air tambak. Unsur-unsur alkalinitas juga dapat bertindak sebagai buffer (penyangga) pH. Dalam kondisi basa ion bikarbonat akan membentuk ion karbonat dan melepaskan ion hidrogen yang bersifat asam, sehingga keadaan pH menjadi netral.sebaliknya bila keadaan terlalu asam, ion karbonat akan mengalami hidrolisa menjadi ion bikarbonat dan melepaskan hidrogen oksida yang bersifat basa, sehingga keadaan kembali netral.

Hubungan alkalinitas dengan parameter lain Tinggi atau rendahnya alkalinitas dalam suatu perairan tidak lepas dari pengaruh parameter lain seperti pH, atau kesadahan. Di mana semakin tinggi alkalinitas, maka kedua parameter tersebut akan mengikuti. konsentrasi total alkalinitas sangat erat hubungannya dengan konsentrasi total kesadahan air. Umumnya total alkalinitas mempunyai konsentrasi yang sama dengan konsentrasi total kesadahan. Selain bergantung pada pH, alkalinitas juga dipengaruhi oleh komposisi mineral, suhu, dan kekuatan ion. Unsur-unsur Unsur-unsur alkalinitas juga dapat bertindak sebagai buffer (penyangga) pH (McCahill, 1994). Alkalinitas relatif sama jumlahnya dengan kesadahan dalam suatu perairan. Alkalinitas juga berpengaruh terhadap pH dalam suatu perairan. Dalam kondisi basa ion bikarbonat akan membentuk ion karbonat dan melepaskan ion hidrogen yang bersifat asam sehingga keadaan pH menjadi netral.sebaliknya bila keadaan terlalu asam, ion karbonat akan mengalami hidrolis menjadi ion bikarbonat dan melepaskan hidrogen oksida yang bersifat basa, sehingga keadaan kembali netral. Perairan dengan nilai alkalinitas yang terlalu tinggi tidak terlalu disukai oleh organisme akuatik karena biasanya diikuti dengan nilai kesadahan yang tinggi atau kadar garam natrium yang tinggi (Achmad, 2004).

Prosedur Percobaan Penentuan alkalinitas Pembuatan reagen Pembuatan Larutan H2SO4 0,1 N Dipipet 2,77 mL H2SO4 pekat dimasukkan ke dalam labu takar 1000 mL. Diencerkan hingga garis batas, dihomogenkan. Pembuatan Larutan Oksalat ....................................???

Cara kerja Standarisasi Larutan H2SO4 ......................................>>>>>> penentuan alkalinitas 50 mL sampel air dimasukkan ke dalam erlenmeyer ditambahkan dua tetes indikator pp kemudian dititrasi dengan H2SO4 0,1 N hingga larutan berubah warna menjadi merah muda. Volume H2SO4 yang terpakai dicatat.

Sampel Volume sampel (mL) A1 25 A2 25 A3 25 A 25 B1 50 B2 50 B3 50 B 50 C1 50 C2 50 C3 50 C 50 D1 50 D2 50 D3 50 D 50

V H2SO4 (mL) mg/L CaCO3 0,25 97,5 0,3 117 0,3 117 0,28 110,5 0,6 117 0,55 107,25 0,55 107,25 0,57 110,5 0,6 117 0,6 117 0,65 126,75 0,62 120,25 0,65 126,75 0,55 107,25 0,55 107,25 0,58 113,75

Perhitungan mg/L CaCO3 =

V H2SO4 N H2SO4 BE CaCO3 V sampel

= volume H2SO4yang terpakai = normalitas H2SO4 = berat ekivalen CaCO3 = 50 = volume

Pembahasan Dalam perairan, alkalinitas terdapat secara alami sebagai faktor kimia. Artinya pada setiap perairan pasti terdapat alkalinitasnya baik tinggi ataupun rendah. Tabel 2.1 Kualitas air berdasarkan alkalinitas (Swingle, 1968)

Alkalinitas (mg/l) 0 10

Kondisi perairan Tidak dapat dimanfaatkan

10 50

Alkalinitas rendah, kematian mungkin terjadi, CO2 rendah, pH bervariasi, dan perairan kurang produktif Alkalinitas sedang, pH bervariasi, CO2 sedang, produktivitas sedang pH stabil, produktivitas rendah, ikan terancam

50 200 >500

Dari analisis yang dilakukan total alkalinitas berkisar antara 110,5 120,25 mg/L CaCO3, termasuk kategori alkalinitas sedang sehingga kondisi perairan masih memenuhi syarat kualitas air bagi pertumbuhan biota air.

DAFTAR PUSTAKA Achmad, R., 2004. Kimia Lingkungan. Penerbit Andi, Yogykarta. Afrianto dan Liviawaty, 1999. Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan. Kanisius, Yogyakarta Brotowidjoyo, 1999. Pengantar Lingkungan Perairan dan Budaya Ikan. Liberty, Yogyakarta Effendi, I., 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan Perairan. Kanisius. Yogyakarta. Kordi, K.M.G.H , 2005. Budidaya ikan laut di keramba jaring apung. PT. Rineka Cipta, Jakarta. Swingle. 1968. Standarization of chemichal analysis for water and pond muds. FAO Fish Rep 44(4):379-406

Anda mungkin juga menyukai