Anda di halaman 1dari 7

Laporan praktikum Mikrobiologi

Nama Nim Hari/tanggal Kelompok PJP Asisten

: Reny purwanti : J3L111119 : Sabtu, 13 oktober 12012 :1 : M. Arif Mulya S,pi : Ebta Genny Ramdhani

PEWARNAAN MIKROBA (PEWARNAAN GRAM DAN PEWARNAAN SPORA)

Hasil pengamatan
Tabel 1 Hasil Penentuan Pewarnaan Gram Sifat gram Nama Bakteri Bentuk sel (+/-) Penataan sel Gambar

E. coli

Negatif (-)

Basil

Diplobasil

Bacillus

Positif (+)

Basil

Bergerombol

Staphylococcus

Positif (+)

Bulat

Anggur

Tabel 2 Hasil Penentuan Pewarnaan Spora Hasil pengamatan Nama bakteri (+/-)

Gambar

E. coli

Negatif (-)

Bacillus

Positif (+)

Staphylococcus

Positif (+)

Tabel 3 Hasil Penentuan Uji KOH pada bakteri Bakteri E. coli Bacillus Staphylicoccus Hasil pengamatan (+/-) Berlendir (-) Tidak berlendir (+) Tidak berlendir (+)

Pembahasan Percobaan kali ini dilakukan penentuan pewarnaan gram dan pewarnaan spora pada beberapa bakteri. Pewarnaan gram merupakan salah satu langkah awal mengidentifikasi sel bakteri yang memisahkan bakteri menjadi 2 kelompok yaitu bakteri Gram positif (berwarna ungu/biru) dan bakteri Gram negatif (berwarna merah). Teknik pewarnaan Gram dikembangkan oleh Hans Christian Gram (dokter berkebangsaan Denmark, 1884). Perbedaan 2 kelompok bakteri ini didasarkan pada kemampuan sel menahan (mengikat) warna ungu dari kristal violet selama proses dekolorisasi oleh alkohol. Bakteri gram positif tidak mengalami dekolorisasi karena tetap mengikat warna ungu kristal violet dan pada tahap akhir pengecatan tidak terwarnai safranin. Bakteri gram negatif mengalami dekolorisasi oleh alkohol dan pada tahap akhir pengecatan terwarnai menjadi merah oleh safranin. Bakteri gram negatif memiliki 3 lapisan dinding sel. Lapisan terluar yaitu lipoposakarida (lipid) kemungkinan tercuci oleh alkohol, sehingga pada saat diwarnai dengan safranin akan berwarna merah. Bakteri gram positif memiliki selapis dinding sel berupa peptidoglikan yang tebal. Setelah pewarnaan dengan kristal violet, pori-pori dinding sel menyempit akibat dekolorisasi oleh alkohol sehingga dinding sel tetap menahan warna biru. Sel bakteri gram positif mungkin akan tampak merah jika waktu dekolorisasi terlalu lama. Sedangkan bakteri gram negatif akan tampak ungu bila waktu dekolorisasi terlalu pendek. (Karmana 2008). Pewarnaan spora merupakan pewarnaan dengan menggunakan malchit green dan safranin, yang dalam hasil pewarnaanya akan muncul warna hijau pada sporanya, serta warna merah pada sel vegetatifnya, yaitu pada Bacillus subtilis. Metode pewarnaan spora berfungsi untuk mempermudah pengamatan agar peneliti atau pengamat mampu melihat spora, membedakan dengan sel vegetative ataupun mengamati bentuknya. Endospora tidak mudah diwarnai dengan zat pewarna pada umumnya. Hal tersebut yang menjadi dasar dari metode pengecatan endospora dengan larutan hijau malasit. Metode Shaeffor, foton endospora diwarnai pertama dengan larutan hijau malasit. Pengecatan tersebut sifatnya kuat karena dapat berpenetrasi ke dalam endospora dengan perlakuan larutan hijau malasit. Teknik

tersebut akan menghasilkan warna hijau pada endospora dan merah pada sel vegetative (James 2002). Percobaan ini menggunakan tiga jenis bakteri, yaitu : E.coli, Bacillus dan Staphylococcus. Percobaan pertama yang dilakukan adalah pewarnaan gram. Hal pertama yang dilakukan adalah menyiapkan preparat olesan bakteri. Sample biakan bakteri berbentuk suspense homogen agar bakteri dapat menyebar dan tidak menumpuk pada kaca preparat. Kemudian dikering udarakan atau fiksasi panas agar bakteri menempel pada kaca preparat. Setelah itu biakan bakteri diteteskan Kristal ungu yang berfungsi memberikan pewarnaan pada bakteri tersebut. Bakteri akan berwarna ungu. Penetesan Kristal ungu harus merata pada seluruh area biakan bakteri pada kaca preparat agar bakteri dapat terwarnai denga sempurna. Bakteri yang telah diwarnai dikering udarakan selama satu menit sambil digoyangkan. Lalu dibilas dengan aquades dengam cara mengalirkannya, bukan dengan penyemprotan secara langsung pada bakteri tersebut karena dapat menyebabkan bakteri rusak terkena semprotan aquades. Bakteri dikering udarakan kembali. Setelah itu, ditambahkan KI (Kalium Iodida) agar dapat menyatu dengan ungu Kristal yang membentuk kompleks di dalam sel sehingga sel tetap berwarna ungu. Kemudian dikering udarakan dan dibilas dengan aquades. Alkohol ditambahkan atau diteteskan pada biakan bakteri untuk melakukan penetrasi ke dalam dinding sel dan melunturkan pewarnaan ungu dari komplek Kristal ungu pada gram negative, karena mengandung lipid sedangkan pada gram positif akan tetap mempertahankan warna ungu karena mengandung peptidoglikan. Bakteri gram positif akan mengalami dehidrasi pada dinding selnya dan pori-porinya menciut karena daya rembes dinding sel dan membrane menurun sehingga kompleks ungu tidak dapat keluar dari sel dan tetap berwarna ungu. Sedangkan pada gram negative lipid tereksitasi (keluar) dari dinding sel dan pori-pori mengembang sehingga kompleks ungu keluar dari sel dan sel menjadi tidak berwarna atau warna ungu akan luntur karena peluruhan dinding sel. Setelah dibilas, penambahan safranin yang merupakan pewaena pembanding atau kontras berfungsi untuk mewarnai gram negative yang semula telah luntur pewarnaannya menjadi warna merah. Hasil akhinya adalah bakteri gram positif akan berwarna ungu dan

bakteri gram negative akan berwarna merah. Pengamatan gram dilakukan di bawah mikroskop dengan pembesaran 1000x dan harus menggunakan minyak imersi. Berdasarkan teori yang didapat bakteri gram positif ialah Clostridium perfringens, Bacillus sps, dan Staphylococcus aureas, sedangkan bakteri gram negative misalnya adalah Eschericia Coli. Beberapa bakteri tidak terwarnai dengan pewarnaan gram, misalnya Mycobacterium spp, karena dinding selnya mengandung banyak lipid, sehingga digunakan pewarnaan tahan asam untuk mengidentifikasinya. Pada pewarnaan tersebut sel bakteri akan berwarna merah tetapi sel jaringan akan berwarna hijau ( James 2002). Hasil percobaan pewarnaan gram di dapat E.coli menunjukkan warna merah,memilki bentuk sel bulat dan penataan sel coccus, hal ini menandakan bahwa E.coli termasuk gram negative. E coli merupakan bakteri Gram-negatif yang tumbuh dalam saluran usus manusia dan lainnya (S, Suganya et al 2012). Bacillus menunjukkan warna ungu, sel berbentuk batang, maka Bacillus termasuk pada gram positif. Dan Staphylococcus memberikan warna merah pula, hal ini menandakan bahwa Staphylococcus merupakan gram positif. Kriteria utama untuk diferensiasi antara Staphylococcus adalah uji katalase dimana Staphylococcus positif. Katalase adalah enzim yang digunakan oleh bakteri untuk menginduksi reaksi reduksi hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen. Tes katalase positif terhadap bakteri Staphylococcus aureus (S,Suganya et al 2012). Spora bakteri adalah bentuk bakteri yang sedang dalam usaha mengamankan diri terhadap pengaruh buruk dari luar. Segera setelah keadaan luar baik bagi mereka, maka pecahlah bungkus spora dan tumbuhlah bakteri. Spora juga disebut endospora yang masih terletak didalam sel bakteri. Endospora jauh lebih tahan terhadap pengaruh luar yang buruk daripada bakteri biasa yaitu bakteri dalam bentuk vegetative, Sporulasi (proses pembentukan spora) dapat dicegah apabila selalu diadakan pemindahan biakan ke medium yang baru (Sudjadi 2006). Pengecatan endospora dengan larutan hijau malasit, bakteri penghasil endospora akan menunjukkan reaksi positif yaitu larutan hijau malasit akan berikatan dengan spora sehingga saat pencucian akan tetap berwarna hijau dan cat penutup atau

safranin tidak bisa diikat oleh endospora. Sedangkan pada bakteri yang tidak menghasilkan endospora maka larutan hijau malasit tidak dapat diikat (Pearce 2009). Proses pewarnaan endospora dilakukan setelah fiksasi pemanasan agar bakteri dapat sangat melekat pada kaca preparat dan membuat bakteri merasa terancam sehingga membuat spora. Kemudian preparat diteteskan malasit hijau secara merata yang berfungsi sebagai pewarnaan primer yang digunakan untuk melumuri fiksasi panas dan dipanaskan sampai menggepul. Preparat dipanaskan di fiksasai uap yang bertujuan untuk membantu warna menembus dinding endospora dan dijaga jangan sampai pewarna kering. Kemudian dicuci dengan aquades dengan cara mengalir dan dikering udarakan bertujuan untuk menghilangkan malasit hijau dari seluruh bagian sel endospora. Pewarnaan dengan safranin bertujuan sebagai counterstain yang digunakan untuk melumuri bagian warna dari sel yang lain daripada endospora. Kemudian dibilas kembali dengan aquades atau air mengalir agar warna safranin luntur dan dikerigkan agar warna cepat kering dan terlihat. Pengamatan spora dilakukan di bawah mikroskop dengan pembesaran 1000x dan harus menggunakan minyak imersi. Hasil percobaan menunjukkan bahwa E.coli tidak mengikat warna hijau malasit,maka E.coli tidak memilki spora. Basillus dan Staphylococcus dalam percobaan dapat mengikat warna hijau malasit yang ditandai dengan bercak-bercak hijau,,dengan demikian Basillus dan Staphylococcus memilki spora. Penentuan dengan KOH dilakukan untuk memastikan apakah pewarnaan gram yang dilakukan benar. Hasil yang di dapat dari penentuan gram harus sama dengan penentuan dengan KOH. Simpulan Berdasarkan hasil percobaan diketahui bahwa E.coli merupakan gram negative dan tidak memilki spora. Basillus dan Staphylococcus merupakan gram positif dan memilki spora.

Daftar pustaka James Joyce. 2002. Prinsip-Prinsip Sains Untuk Keperawatan. Retno Indah, penerjemah. Jakarta : Erlangga. Terjemahan dari : Principles of Science for Nurses. Karmana Oman. 2008. Biologi. Jakarta : PT Grafindo Media Pratama Pearce Evelyn. 2009. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Yuliani Sri, penerjemah. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. Terjemahan dari : Anatomy and Physiology for Nurses Sudjadi, Bagod. 2006. Biologi Sains Dalam Kehidupan. Jakarta : Yudhistira Ghalia Indonesia S, Suganya et al.2012. Isolation and identification of bacteria from covered and uncovered mobile phones. International Journal Of Environmental Sciences