Anda di halaman 1dari 9

REVIEW ARTIKEL An Empirical Evaluation of Accounting Income Numbers

Oleh:

Wella Dwi Putri Fina Nidaul Mufiddah Novia Niki Pertiwi Tiaraku Oktia

(1011031022) (1011031048) (1011031070) (1011031082)

Jurusan Mata Kuliah

: S1 Akuntansi : Metodologi Penelitian

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung 2013

Statement of Authorship Kami yang bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa tugas terlampir adalah murni hasil pekerjaan kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang kami gunakan tanpa menyebutkan sumbernya. Selain itu juga, materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk tugas pada mata ajaran lain kecuali kami menyatakan dengan jelas bahwa kami menyatakan dengan jelas menggunakannya. Kami memahami bahwa tugas yang kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau dikomunkasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.

Nama NPM Tandatangan

: Wella Dwi Putri : 1011031022 :

Nama NPM Tandatangan

: Fina Nidaul Mufidah : 1011031048 :

Nama NPM Tandatangan

: Novia Niki Pertiwi : 1011031070 :

Nama NPM Tandatangan

: Tiaraku Oktia : 1011031082 :

Mata Ajaran Judul Tugas

: Metodologi Penelitian : Review Artikel An Empirical Evaluation of Accounting Income Numbers

Tanggal Dosen

: 18 Maret 2013 : Dr. Lindrianasari, S.E., M.Si., Akt.

REVIEW ARTIKEL

Ball and Brown. 1968. An Empirical Evaluation of Accounting Income Numbers. Journal of Accounting Research, 6(2); 159 178.

Penelitian yang dilakukan Ball dan Brown ini mengangkat isu-isu baru untuk diteliti lebih lanjut. Sebagai contoh, masih terdapat tugas untuk mengidentifikasi media mana yang dapat digunakan pasar untuk mengantisipasi laba bersih. Hubungan antara magnitude dari perubahan pendapatan yang tidak diharapkan dan hubungan penyesuaian harga saham juga dapat diinvestigasi. Hal ini akan memberikan suatu cara berbeda dalam mengukur nilai informasi tentang perubahan laba, dan jika memungkinkan dapat memberikan masukan kedalam ilmu statistik untuk proses laba, suatu proses yang sedikit dimengerti tetapi merupakan hal yang menarik bagi peneliti-peneliti akuntansi. Ada hal yang membuat Ball dan Brown termotivasi untuk melakukan penelitian, karena adanya perbedaan pendapat mengenai income numbers (hasil perhitungan akuntansi) yang kurang memiliki arti dan diragukan manfaatnya (Canning 1929), sehingga muncul kajian dari penelitian Ball dan Brown yaitu apakah accounting earnings merefleksikan faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham dan apakah earnings announcement memiliki information content pada pasar saham. Ball dan Brown dalam artikelnya yang berjudul An Empirical Evaluation of Accounting Income Numbers membahas tentang kegunaan accounting income numbers melalui suatu evaluasi empiris yang mana sebelumnya teori-teori

akuntansi telah secara umum mengevaluasi kegunaan praktik-praktik akuntansi tersebut melalui cakupan kesepakatan yang ada dengan suatu model analitis tertentu. Metode evaluasi telah dibandingkan dengan praktik-praktik yang ada dengan menerapkan praktik yang lebih baik ke dalam modelatau dengan beberapa standar yang mana model tersebut menerapkan semua praktik yang harus dimiliki. Kekurangan dari metode evaluasi yaitu metode tersebut tidak memerhatikan sejauh manaprediksidarimodelsesuai denganperilakuyang diamati. Hal tersebut tidak cukup untuk mendukung penyelidikan analitis pada dasar yang asumsiasumsinya secara empiris dapat didukung. Keterbatasan pendekatan analitis diilustrasikan dengan argumen bahwa angka pendapatan (income numbers) tidak dapat didefinisikan secara

sesungguhnya, bahwa angka-angka tersebut kurang memiliki arti, dan oleh karena itu diragukan kegunaannya. Nilai upaya analitis untuk mengembangkan kemampuan pengukuran interpretasi yang jelas tidaklah menjadi isu dalam artikel ini. Yang menjadi isu adalah fakta bahwa model analitik tidak dengan sendirinya menilai arti dari ketiadaan pengukuran yang terkandung. Oleh karena itu, dengan tidak adanya pengujian empiris lebih lanjut, tidak dapat disimpulkan bahwa kurangnya makna substantif menyiratkan kurangnya kegunaan. Suatu evaluasi empiris terhadap accounting income numbers memerlukan persetujuan sebagaimana apa yang dihasilkan di dunia nyata mengkonstitusikan suatu pengujian kegunaan yang sesuai. Karena laba bersih merupakan angka yang cenderung menarik perhatian investor, outcome yang digunakan Brown and Ball sebagai kriteria prediktif adalah keputusan investasi, yang mana hal tersebut

direfleksikan dalam harga sekuritas. Baik isi (content) dan waktu (timing) dari angka laba bersih tahunan yang ada akan dievaluasi dalam penelitian ini. Perkembangan dalam teori modal memberikan suatu pembenaran untuk memilih perilaku harga sekuritas sebagai suatu pengujian operasional terhadap kegunaan. Inti teori yang baik mendukung pendapat yang menyatakan bahwa pasar modal bersifat efisien dan tidak bias jika informasinya berguna dalam membentuk harga aset modal, kemudian pasar akan menyesuaikan harga aset terhadap informasi tersebut secara cepat dan tanpa meninggalkan kemungkinan apapun untuk terjadinya kenaikan abnormal lebih lanjut. Jika harga sekuritas benar dalam faktanya menyesuaikan secara cepat terhadap informasi baru, maka perubahan dalam harga sekuritas akan menggambarkan arus informasi terhadap pasar. Suatu penelitian tentang harga saham terkait dengan penerbitan laporan keuangan akan memberikan bukti bahwa informasi yang direfleksikan dalam income numbers adalah berguna. Metode yang digunakan Ball dan Brown untuk menghubungkan accounting income dengan harga saham dibangun di atas teori ini dan dibuktikan dengan memfokuskan pada informasi yang mana unik bagi perusahaan tertentu. Secara khusus, Ball dan Brown membangun dua model alternatif tentang income yang seperti apa yang diperkirakan pasar dan kemudian menginvestigasi reaksi pasar ketika perkiraan tersebut terbukti salah. Menurut sejarah, laba perusahaan cenderung begerak bersama-sama. Satu studi menemukan bahwa kurang lebih setengah dari perubahan-perubahan dalam tingkat rata-rata earning per share (EPS) perusahaan dapat dihubungkan dengan pengaruh-pengaruh ekonomi secara keseluruhan. Dengan bukti ini, setidaknya

bagian dari perubahan laba perusahaan dari satu tahun ke tahun berikutnya dapat diperkirakan dengan cara-cara tertentu, kemudian dengan menggunakan informasi dari hubungan masa lalu, bersama dengan informasi laba dari perusahaan lain pada tahun tersebut, dihasilkanlah suatu perkiraan kondisional untuk laba perusahaan saat ini. Dengan demikian, terlepas dari pengaruh pembenaran, jumlah informasi baru yang dimiliki oleh angka laba saat ini dapat diperkirakan dengan perbedaan antara perubahan laba aktual dan perkiraan kondisionalnya. Tetapi, tidak semua perbedaan ini merupakan informasi baru. Beberapa perubahan laba juga merupakan hasil dari keputusan keuangan dan kebijakan lain yang dibuat perusahaan. Ball dan Brown mengasumsikan bahwa, untuk perkiraan awal, perubahan-perubahan seperti itu digambarkan dalam perubahan laba ratarata seiring berjalannya waktu. Karena pengaruh dari perubahan dua komponen ini ekonomi secara keseluruhan dan pengaruh kebijakan dirasakan secara bersamaan, maka hubungan yang dibentuk harus diestimasikan secara bersamaan pula. Pendekatan statistik Ordinary Least Square (OLS) digunakan Brown dan Ball untuk mengestimasi koefisien-koefisien (a1jt, a2jt) dari regresi linier perubahan laba perusahaan j ( terhadap perubahan laba rata-rata semua perusahaan selain menggunakan data sampai dengan akhir

perusahaan j yang ada di pasar (

tahun sebelumnya(r = 1,2, ... , t-1). Perubahan laba yang diperkirakan untuk perusahaan j dalam tahun t kemudian diberikan dengan prediksi regresi menggunakan perubahan laba rata-rata yang ada di pasar pada tahun t.

Perubahan laba yang tidak diperkirakan, atau forecast error ( ) adalah perubahan laba aktual dikurangi dengan yang diperkirakan:

Forecast error inilah yang Ball dan Brown asumsikan untuk menjadi informasi baru yang dibawa oleh jumlah laba saat ini. Reaksi pasar juga telah menunjukkan bahwa harga saham dan tingkat pengembalian dari memegang saham cenderung bergerak bersama. Dalam satu studi, diperkirakan bahwa kurang lebih 30 sampai dengan 40 persen perubahan dalam tingkat pengembalian saham bulanan selama periode Maret 1944 sampai dengan Desember 1960 dapat dihubungkan pula dengan pengaruh pasar secara keseluruhan. Perubahan pasar secara keseluruhan dalam pengembalian saham dipicu oleh munculnya informasi yang menyangkut semua perusahaan. Karena Ball dan Brown mengevaluasi laporan pendapatan sebagaimana hal tersebut berhubungan satu perusahaan, isi (content) dan waktu (timing) harus dinilai relatif terhadap perubahan tingkat pengembalian saham bersih perusahaan dari pengaruh pasar secara keseluruhan. Kontribusi yang ingin dicapai dalam penelitian ini berupa kontribusi metodologis dimana Ball dan Brown melakukan pengujian empiris dengan

membuat dua alternatif model yaitu apa yang pasar harapkan dari pendapatan dan investigasi reaksi pasar ketika harapan tersebut terbukti salah.

Peneliti juga melihat pada penelitiannya sebelumnya (Ball and Brown (1967) bahwa tingkat net income dan EPS diregresikan pada index yang bersangkutan. Pada penelitian ini, spesifikasi telah diubah dari tingkat diferensiasi tingkat pertama karena motode analisis dari reaksi pasar saham kepada angka pendapatan tidak dapat diperkirakan pada 12 bulan sebelumnya pada tanggal pengumunan. Hasil studi periode Maret 1944 Desember 1960 menunjukkan sekitar 30 40% variabilitas dari rate of return saham berhubungan dengan market wide effect; (King, 1966). Pengaruh informasi market-wide terhadap rate of return dari investasi saham suatu perusahaan, diestimasi dengan menggunakan regresi linier melalui prediksi nilai harga saham perusahaan tersebut relatif dengan market index index of return (Fama, et al., 1967). Sebelum membangun hipotesis, Ball dan Brown mengacu kepada teori yang menyebutkan bahwa Capital markets are both efficient and unbiased in that if information is useful in forming capital asset prices, then the market will adjust asset prices to that information quickly and without leaving any opportunity for further abnormal gain (Samuelson, 1965), sehingga terdapat dua hipotesis yang dibangun. Pertama, kenaikan unexpected earnings akan bersamaan dengan terjadinya positive abnormal rates of return, dan yang kedua yaitu penurunan nilai unexpected return akan bersamaan dengan terjadinya negative abnormal rates of return. Dalam penelitian ini, digunakan dua ukuran model ekspektasi pendapatan dasar. Pertama, model regresi yaitu dua ukuran pendapatan (net income dan EPS, variabel 1 dan 2). Dua variabel ini digunakan untuk pengujian autokorelasi,

menguji apakah perubahan income serially correlated atau tidak. Kedua, model naif yaitu 1 ukuran pendapatan (EPS, variabel 3). Dalam melakukan penelitian Ball dan Brown mengadopsi ordinary least square dan dua koefisien dari hubungan linear perubahan pendapatan sebagai alat statistik. Dari hal tersebut dapat dibuat suatu model yang dapat meramalkan pendapatan pada masa yang akan datang. Jika prediksi ini mengalami kesalahan, maka peneliti berasumsi bahwa ada informasi baru yang terkandung pada angka pendapatan pada saat itu. Hasil penelitian Ball dan Brown yaitu tidak ada hubungan antara tanda error pada income forecast dan tanda pada rate of return residual sampai pada bulan pengumuman.