Anda di halaman 1dari 58

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Penyakit merupakan penyebab gangguan kesehatan pada tubuh manusia dan semua itu tidaklah asing lagi bagi masyarakat, ini semua merupakan kendala yang sering dihadapi oleh masyarakat. Semua manusia sudah tahu kalau tubuhnya mengalami gangguan kesehatannya, tetapi sebagian besar masyarakat tidak tahu penyakit apa yang sedang menyerang tubuhnya serta bagaimana cara mengobatinya. Sehingga untuk mengetahui penyakit yang sedang menyerang tubuh manusia dibutuhkan seorang ahli yang memahami masalah kesehatan (dokter, bidan, atau perawat). Berdasarkan kemajuan dalam bidang komputer dan informatika, kerumitan dan kesulitan dapat ditanggulangi dengan menyediakan suatu perangkat lunak (sistem pakar). Sistem pakar (expert system) adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar computer dapat

menyelesaikan masalah seperti layaknya para pakar (expert). Sistem pakar yang baik dirancang agar dapat menyelesaikan suatu permasalahan tertentu dengan meniru kerja dari para pakar/ahli. Dengan pengembangan sistem pakar, diharapkan bahwa orang awampun dapat menyelesaikan masalah yang cukup rumit yang sebenarnya hanya dapat diselesaikan dengan bantuan para ahli. Bagi para ahli, sistem pakar ini juga akan membantu aktifitasnya sebagai asisten yang sangat berpengalaman. Pengalihan keahlian dari para ahli ke komputer untuk kemudian dialihkan lagi ke orang lain yang bukan ahli, merupakan tujuan utama dari sistem pakar. Proses ini membutuhkan 4 aktifitas, yaitu: tambahan pengetahuan, representasi

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 1

pengetahuan, inferensi pengetahuan dan pengalihan pengetahuan ke pengguna. Pengetahuan yang disimpan ke komputer disebut sebagai basis pengetahuan. Sistem pakar dikembangkan dalam berbagai bidang, termasuk dalam bidang medis. Saat ini kebutuhan manusia akan pelayanan medis yang lebih baik sangat mendesak, yang berarti dukungan instrumentasi dan informatika medis modern (telemedis) menjadi sangat dibutuhkan termasuk metode untuk membantu analisisnya sehingga dihasilkan diagnosis yang lebih optimal. Penelitian tentang pembuatan sistem pakar diagnosa penyakit THT menggunakan PHP dan My SQL. ini, sangatlah berguna untuk menghilangkan ketergantungan masyarakat terhadap para medis, memberikan informasi tentang diagnose penyakit THT, alternative pengobatannya dan bias melihat rekam medis yang dengan mudah bisa dipahami oleh masyarakat, dengan demikian program ini akan memberikan pembelajaran kepada masyarakat akan pentingnya teknologi informasi yang bias dimanfaatkan sebagai penyedia informasi tentang berbagai macam penyakit dan solusi pengobatan. Sistem pakar ini tidak berarti menggantikan kedudukan dokter, tetapi hanya membantu dalam mengkonfirmasikan keputusannya dan mempermudah dalam pengambilan keputusan, karena mungkin bisa terdapat banyak alternatif yang harus dipilih secara tepat.

1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah, maka perumusan masalah dapat dirumuskan yaitu sebagai berikut: 1. Bagaimana membuat sistem pakar untuk diagnosa penyakit THT.

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 2

1.3. Batasan Masalah Mengingat luasnya permasalahan yang ada maka batasan masalah dalam sistem ini adalah: 1. Pembuatan sistem pakar ini berdasarkan gejala-gejala yang umum dan klinis yang sering dialami oleh seseorang dan tidak berdasarkan hasil tes laboraturium. 2. Sistem ini hanya membahas penyakit THT, diantaranya contract ulcers, abses parafaringeal, abses peritonsiler (penimbunan nanah disekitar amandel), barotitis media, deviasi septum (pergeseran dinding hidung), faringitis (radang tenggorokkan), kanker laring, kanker leher dan kepala, kanker leher metastatic. 3. Aplikasi yang dibuat merupakan aplikasi berbasis web.

1.4. Tujuan dan Manfaat Tujuan dari pembuatan sistem pakar ini adalah: 1. Membuat perangkat lunak yang dapat mengidentifikasi penyakit THT pada manusia menggunakan rekayasa sistem pakar.

1.5. Metode Metodologi yang digunakan pada project yaitu ; Studi Literatur dan SDLC (System Development Life Cycle) yang meliputi tahap Analysis, Design, Implementation, Testing dan Maintenance, (Pressman, 2002). Studi Literatur Tahap ini merupakan tahap pengumpulan informasi dan literatur yang diperlukan untuk pembuatan sistem. Adapun informasi dan literatur yang dipergunakan diantaranya mengenai diagnosis penyakit, sistem pakar, forward chaining.

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 3

BAB II LANDASAN TEORI

2.1. Kecerdasan Buatan Kecerdasan Buatan (bahasa Inggris: Artificial Intelligence atau AI) didefinisikan sebagai kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu entitas buatan. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika. Banyak hal yang kelihatannya sulit untuk kecerdasan manusia, tetapi untuk Informatika relatif tidak bermasalah. Seperti contoh: mentransformasikan persamaan, menyelesaikan persamaan integral, membuat permainan catur atau Backgammon. Di sisi lain, hal yang bagi manusia kelihatannya menuntut sedikit kecerdasan, sampai sekarang masih sulit untuk direalisasikan dalam Informatika. Seperti contoh: Pengenalan Obyek/Muka, bermain sepak bola. Walaupun AI memiliki konotasi fiksi ilmiah yang kuat, AI membentuk cabang yang sangat penting pada ilmu komputer, berhubungan dengan perilaku, pembelajaran dan adaptasi yang cerdas dalam sebuah mesin. Penelitian dalam AI menyangkut pembuatan mesin untuk

mengotomatisasikan tugas-tugas yang membutuhkan perilaku cerdas. Termasuk contohnya adalah pengendalian, perencanaan dan penjadwalan, kemampuan untuk menjawab diagnosa dan pertanyaan pelanggan, serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah. Hal-hal seperti itu telah menjadi disiplin ilmu tersendiri, yang memusatkan perhatian pada penyediaan solusi masalah kehidupan yang nyata. Sistem AI sekarang ini sering digunakan dalam bidang ekonomi, obat-obatan,

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 4

teknik dan militer, seperti yang telah dibangun dalam beberapa aplikasi perangkat lunak komputer rumah dan video game. 'Kecerdasan buatan' ini bukan hanya ingin mengerti apa itu sistem kecerdasan, tapi juga mengkonstruksinya. Tidak ada definisi yang memuaskan untuk 'kecerdasan': 1. Kecerdasan: kemampuan untuk memperoleh pengetahuan dan

menggunakannya, atau 2. Kecerdasan yaitu apa yang diukur oleh sebuah 'Test Kecerdasan'

Faham Pemikiran Secara garis besar, AI terbagi ke dalam dua faham pemikiran yaitu AI Konvensional dan Kecerdasan Komputasional (CI, Computational Intelligence). AI konvensional kebanyakan melibatkan metoda-metoda yang sekarang diklasifiksikan sebagai pembelajaran mesin, yang ditandai dengan formalisme dan analisis statistik. Dikenal juga sebagai AI simbolis, AI logis, AI murni dan AI cara lama (GOFAI, Good Old Fashioned Artificial Intelligence). Metoda-metodanya meliputi: Sistem pakar: menerapkan kapabilitas pertimbangan untuk mencapai kesimpulan. Sebuah sistem pakar dapat memproses sejumlah besar informasi yang diketahui dan menyediakan kesimpulan-kesimpulan berdasarkan pada informasi-informasi tersebut. Petimbangan berdasar kasus Jaringan Bayesian AI berdasar tingkah laku: metoda modular pada pembentukan sistem AI secara manual Kecerdasan komputasional melibatkan pengembangan atau pembelajaran interaktif (misalnya penalaan parameter seperti dalam sistem koneksionis).

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 5

Pembelajaran ini berdasarkan pada data empiris dan diasosiasikan dengan AI nonsimbolis, AI yang tak teratur dan perhitungan lunak. Metoda-metoda pokoknya meliputi: Jaringan Syaraf: sistem dengan kemampuan pengenalan pola yang sangat kuat. Sistem Fuzzy: teknik-teknik untuk pertimbangan di bawah ketidakpastian, telah digunakan secara meluas dalam industri modern dan sistem kendali produk konsumen. Komputasi Evolusioner: menerapkan konsep-konsep yang terinspirasi secara biologis seperti populasi, mutasi dan survival of the fittest untuk menghasilkan pemecahan masalah yang lebih baik. Metoda-metoda ini terutama dibagi menjadi algoritma evolusioner (misalnya algoritma genetik) dan kecerdasan berkelompok (misalnya algoritma semut). Dengan sistem cerdas hibrid, percobaan-percobaan dibuat untuk

menggabungkan kedua kelompok ini. Aturan inferensi pakar dapat dibangkitkan melalui jaringan syaraf atau aturan produksi dari pembelajaran statistik seperti dalam ACT-R. Sebuah pendekatan baru yang menjanjikan disebutkan bahwa penguatan kecerdasan mencoba untuk mencapai kecerdasan buatan dalam proses pengembangan evolusioner sebagai efek samping dari penguatan kecerdasan manusia melalui teknologi.

2.2. System Pakar 2.2.1. Pengertian Sistem Pakar Secara umum, sistem pakar (Expert system) adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat

menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli (Kusumadewi, 2003). Sistem pakar yang baik dirancang agar dapat menyelesaikan suatu permasalahan tertentu dengan meniru kerja dari para ahli. Dengan sistem pakar ini, orang awampun dapat menyelesaikan masalah yang cukup rumit yang sebenarnya hanya dapat diselesaikan dengan bantuan para ahli. Bagi para ahli,

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 6

sistem pakar ini juga akan membantu aktivitasnya sebagai asisten yang sangat berpengalaman. Menurut Turban (1995) konsep dasar sistem pakar mengandung keahlian (expertise), pakar (expert), pengalihan keahlian (transfering expertise), inferensi (inferencing), capability). Keahlian (expertise) adalah suatu kelebihan penguasaan pengetahuan di bidang tertentu yang diperoleh dari pelatihan, membaca atau pengalaman. Pengetahuan tersebut memungkinkan para ahli untuk dapat mengambil keputusan lebih cepat dan lebih baik daripada seseorang yang bukan ahli. Pakar (Expert) adalah seseorang yang mampu menjelaskan suatu tanggapan, mempelajari hal-hal baru seputar topik permasalahan (domain), menyusun kembali pengetahuan jika dipandang perlu, memecah aturan-aturan jika dibutuhkan, dan menentukan relevan tidaknya keahlian mereka. Pengalihan keahlian (transfering expertise) dari para ahli ke komputer untuk kemudian dialihkan lagi ke orang lain yang bukan ahli, hal inilah yang merupakan tujuan utama dari system pakar. Proses ini membutuhkan 4 aktivitas yaitu : a. Tambahan pengetahuan (dari para ahli atau sumber-sumber lainnya) b. Representasi pengetahuan (ke komputer) c. Inferensi pengetahuan d. dan pengalihan pengetahuan ke user. Pengetahuan yang disimpan di komputer disebut dengan nama basis pengetahuan. Ada dua tipe pengetahuan, yaitu fakta dan prosedur (biasanya berupa aturan). Salah satu fitur yang harus dimiliki oleh sistem pakar adalah kemampuan untuk menalar, Jika keahlian-keahlian sudah tersimpan sebagai basis pengetahuan dan sudah tersedia program yang mampu mengakses basisdata, maka computer harus dapat diprogram untuk membuat inferensi. Proses inferensi ini aturan (rules) dan kemampuan menjelaskan (explanation

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 7

dikemas dalam bentuk motor inferensi (inference engine). Sebagian besar sistem pakar komersial dibuat dalam bentuk rule based systems, yang mana pengetahuan disimpan dalam bentuk aturan-aturan. Aturan tersebut biasanya berbentuk IF-THEN. Fitur lainnya dari sistem pakar adalah kemampuan untuk memberikan nasehat atau merekomendasi. Kemampuan inilah yang membedakan sistem pakar dengan system konvensional.

2.2.2. Struktur Sistem Pakar Komponen utama pada struktur sistem pakar (Hu et al, 1987) meliputi: 1. Basis Pengetahuan (Knowledge Base) Basis pengetahuan merupakan inti dari suatu sistem pakar, yaitu berupa representasi pengetahuan dari pakar. Basis pengetahuan tersusun atas fakta dan kaidah. Fakta adalah informasi tentang objek, peristiwa, atau situasi. Kaidah adalah cara untuk membangkitkan suatu fakta baru dari fakta yang sudah diketahui. Menurut Gondran (1986) dalam Utami (2002), basis pengetahuan merupakan representasi dari seorang pakar, yang kemudian dapat dimasukkan kedalam bahasa pemrograman khusus untuk kecerdasan buatan (misalnya PROLOG atau LISP) atau shell sistem pakar (misalnya EXSYS, PC-PLUS, CRYSTAL, dsb.) 2. Mesin Inferensi (Inference Engine) Mesin inferensi berperan sebagai otak dari sistem pakar. Mesin inferensi berfungsi untuk memandu proses penalaran terhadap suatu kondisi, berdasarkan pada basis pengetahuan yang tersedia. Di dalam mesin inferensi terjadi proses untuk memanipulasi dan mengarahkan kaidah, model, dan fakta yang disimpan dalam basis pengetahuan dalam rangka mencapai solusi atau kesimpulan. Dalam prosesnya, mesin inferensi menggunakan strategi penalaran dan strategi pengendalian.

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 8

Strategi penalaran terdiri dari strategi penalaran pasti (Exact Reasoning) dan strategi penalaran tak pasti (Inexact Reasoning). Exact reasoning akan dilakukan jika semua data yang dibutuhkan untuk menarik suatu kesimpulan tersedia, sedangkan inexact reasoning dilakukan pada keadaan sebaliknya. Strategi pengendalian berfungsi sebagai panduan arah dalam melakukan prose penalaran. Terdapat tiga tehnik pengendalian yang sering digunakan, yaitu forward chaining, backward chaining, dan gabungan dari kedua tehnik pengendalian tersebut. Mesin inferensi adalah bagian yang mengandung mekanisme fungsi berpikir dan pola-pola penalaran sistem yang digunakan oleh seorang pakar (Turban, 1995). Mekanisme ini akan menganalisa suatu masalah tertentu dan selanjutnya akan mencari jawaban atau kesimpulan terbaik. Ada dua teknik yang dapat dikerjakan dalam melakukan inferensi, yaitu : a. Forward Chaining Pencocokan fakta atau pernyataan dimulai dari bagian sebelah kiri (IF dulu). Dengan kata lain, penalaran dimulai dari fakta terlebih dahulu untuk menguji kebenaran hipotesis. b. Backward Chaining Pencocokan fakta atau pernyataan dimulai dari bagian sebelah kanan (THEN dulu). Dengan kata lain, penalaran dimulai dari hipotesis terlebih dahulu, dan untuk menguji kebenaran hipotesis tersebut harus dicari fakta-fakta yang ada dalam basis pengetahuan. Kedua metode inferensi tersebut dipengaruhi oleh tiga macam

penelusuran, yaitu Depth-first search, Breadth-first search dan Best-first search. Breadth-first search, Pencarian dimulai dari simpul akar terus ke level 1 dari kiri ke kanan dalam 1 level sebelum berpindah ke level berikutnya.

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 9

Depth-first search, Pencarian dimulai dari simpul akar ke level yang lebih tinggi. Proses ini dilakukan terus hingga solusinya ditemukan atau jika menemui jalan buntu.

Best-first

search,

bekerja

berdasarkan

kombinasi

kedua

metode

sebelumnya.

3. Basis Data (Database) Basis data terdiri atas semua fakta yang diperlukan, dimana fakta-fakta tersebut digunakan untuk memenuhi kondisi dari kaidah-kaidah dalam sistem. Basis data menyimpan semua fakta, baik fakta awal pada saat sistem mulai beroperasi, maupun fakta-fakta yang diperoleh pada saat proses penarikan kesimpulan sedang dilaksanakan. Basis data digunakan untuk menyimpan data hasil observasi dan data lain yang dibutuhkan selama pemrosesan.

4. Antarmuka Pemakai (User Interface) Fasilitas ini digunakan sebagai perantara komunikasi antara pemakai dengan sistem. Hubungan antar komponen penyusun struktur sistem pakar dapat dilihat pada Gambar di bawah ini :

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 10

2.2.3. Keuntungan Sistem Pakar Ada banyak keuntungan bila menggunakan system pakar, diantaranya adalah : a. Menjadikan pengetahuan dan nasihat lebih mudah didapat. b. Meningkatkan output dan produktivitas. c. Menyimpan kemampuan dan keahlian seorang pakar. d. Meningkatkan penyelesaian masalah yang khusus. e. Meningkatkan reliabilitas. f. Memberikan respons (jawaban) yang cepat. g. Merupakan panduan yang cerdas. h. Dapat bekerja dengan informasi yang kurang lengkap dan mengandung ketidakpastian.

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 11

i. Sebagai basis data cerdas, bahwa system pakar dapat digunakan untuk mengakses basis data dengan cara cerdas.

2.2.4. Orang-Orang yang Terlibat Dalam System Pakar Menurut Turban (1995), terdapat tiga orang yang terlibat dalam lingkungan sistem pakar, yaitu: Pakar : Pakar adalah orang yang memiliki pengetahuan khusus, pendapat, pengalaman dan metode, serta kemampuan untuk mengaplikasikan keahliannya tersebut guna menyelesaikan masalah. Perekayasa Sistem ( Knowledge engineer ) : Perekayasa sistem adalah orang yang membantu pakar dalam menyusun area permasalahan dengan menginterpretasikan dan mengintegrasikan jawaban-jawaban pakar atas pertanyaan yang diajukan, menggambarkan analogi, mengajukan counter example dan menerangkan kesulitan-kesulitan konseptual. Pemakai : Sistem pakar memiliki beberapa pemakai, yaitu pemakai bukan pakar, pelajar, pembangun sistem pakar yang ingin meningkatkan dan menambah basis pengetahuan, dan pakar.

2.3. Penyakit THT (Otolaryngology) Dalam laporan ini hanya membehas mengenai penyakit THT yang terdapat dalam system. 1. Contact Ulcers Definisi Contact Ulcers adalah luka/koreng yang terasa nyeri pada selaput lendir yang membungkus kartilago (tulang rawan) tempat melekatnya pita suara.

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 12

Penyebab Contact ulcers biasanya disebakan oleh penyalahgunaan suara (berbicara sekuat tenaga). Luka ini sering ditemukan pada penceramah (pendeta, mubalig), sales representative dan pengacara. Contact ulcers juga bisa disebabkan oleh: 1. rokok 2. batuk menahun 3. aliran balik asam dari lambung (refluks asam lambung). Gejala Gejalanya berupa nyeri ringan ketika penderita berbicara atau menelan dan suara serak. Diagnosis Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya. Untuk memastikan bahwa bukan merupakan keganasan, dilakukan pengambilan jaringan untuk diperiksa secara mikroskopis. Pengobatan Penderita diharuskan istirahat berbicara atau berbicara seperlunya, minimal selama 6 minggu. Untuk menghindari kekambuhan, penderita harus mengetahui batas-batas suaranya dan belajar menyesuaikan suaranya. Bisa dilakukan terapi suara. Jika hasil rontgen menunjukkan adanya refluks asam lambung, diberikan antasid atau obat anti-ulkus (misalnya penghambat histamin) dan penderita tidur dengan posisi kepala lebih tinggi.

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 13

2. Abses Parafaringeal Definisi Abses Parafaringeal adalah penimbunan nanah di dalam kelenjar getah bening yang terletak di samping tenggorokan (faring). Abses parafaringeal biasanya terjadi setelah faringitis atau tonsilitis. Penyebab Penyebabnya adalah infeksi bakteri atau virus. Gejala Leher bagian depan (di bawah rahang) tampak membengkak. Penderita mengalami gangguan menelan dan nyeri tenggorokan. Diagnosa Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Pengobatan Pada awalnya diberikan suntikan penicillin, lalu dilanjutkan dengan penicillin per-oral (melalui mulut).

3. Abses Peritonsiler Definisi Abses Peritonsiler adalah penimbunan nanah di daerah sekitar tonsil (amandel). Abses peritonsiler merupakan komplikasi dari tonsilitis. Abses peritonsiler bisa menyerang anak-anak yang lebih besar, remaja dan dewasa muda. Tetapi sejak penggunaan antibiotik untuk mengobati tonsilitis, penyakit ini sekarang relatif jarang ditemukan.

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 14

Penyebab Penyebabnya biasanya adalah bakteri streptokokus beta hemolitik grup A. Salah satu atau kedua tonsil terinfeksi, terbentuk nanah dan menyebar dari tonsil ke jaringan di sekitarnya. Infeksi bisa menyebar ke langit-langit mulut, leher ataupun dada (termasuk paru-paru). Gejala Gejalanya berupa: nyeri tenggorokan pembengkakan kelenjar getah bening leher air liur menetes sakit kepala demam suara serak (kadang-kadang). Diagnosa Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan leher dan tenggorokan, tonsil, langit-langit, tenggorokan, leher dan kulit dada tampak merah dan membengkak. Pembiakan cairan yang berasal dari abses bisa menunjukkan adanya bakteri. Pengobatan Diberikan antibiotik. Untuk mengatasi nyeri bisa diberikan analgetik (obat pereda nyeri). Nanah biasanya dibuang dengan cara menyedotnya dengan jarum suntik atau dengan membuat sayatan pada abses.

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 15

4. Barotitis Media (Aerotitis, Barotrauma) Definisi Barotitis Media (Aerotitis, Barotrauma) adalah gangguan telinga yang terjadi akibat perubahan tekanan udara di telinga luar dan telinga tengah yang dipisahkan oleh gendang telinga. Gendang telinga merupakan pemisah antara saluran telinga dan telinga tengah. Jika tekanan udara di dalam saluran telinga dan tekanan udara di dalam telinga tengah tidak sama, maka bisa terjadi kerusakan pada gendang telinga. Dalam keadaan normal, tuba eustakius (yang merupakan penghubung antara telinga tengah dan hidung bagian belakang) membantu menjaga agar tekanan di kedua tempat tersebut tetap sama dengan cara membiarkan udara dari luar masuk ke telinga tengah atau sebaliknya. Penyebab Penyebab terjadinya barotrauma adalah penyumbatan pada tuba eustakius. Jika tuba eustakius mengalami penyumbatan sebagian maupun penyumbatan total akibat adanya jaringan parut, infeksi atau alergi, maka udara tidak akan sampai ke telinga tengah dan terjadilah perbedaan tekanan. Faktor resiko terjadinya barotrauma adalah: Perubahan ketinggian : misalnya penerbangan, menyelam atau bepergian ke daerah pegunungan. Hidung tersumbat akibat alergi, pilek atau infeksi saluran nafas atas. Gejala Penderita akan merasakan nyeri pada salah satu atau kedua telinganya, yang disertai dengan hilangnya pendengaran yang sifatnya ringan. Penderita juga merasakan telinganya penuh dan pusing. Jika keadaannya berat atau berlangsung lama maka ketulian bisa bertambah berat, penderita merasakan adanya tekanan di dalam telinganya dan mungkin akan terjadi perdarahan hidung.

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 16

Diagnosa Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Pada pemeriksaan telinga dengan otoskop akan tampak penggembungan ringan atau retraksi (tarikan ke dalam) pada gendang telinga. Pengobatan Jika selama mengikuti penerbangan perubahan tekanan yang terjadi secara tiba-tiba menyebabkan rasa penuh atau nyeri di telinga, maka untuk menyamakan tekanan di telinga tengah dan mengurangi rasa nyeri bisa diatasi dengan: Menguap mengunyah permen karet mengisap permen menelan. Mengunyah atau menelan bisa membantu membuka tuba eustakius sehingga udara bisa keluar-masuk untuk menyamakan tekanan dengan udara luar. Penderita infeksi atau alergi hidung dan tenggorokan bisa mengalami rasa nyeri ketika bepergian dengan pesawat terbang atau menyelam. Untuk meringankan penyumbatan dan membantu membuka tuba eustakius bisa diberikan dekongestan, misalnya penilefrin dalam bentuk tetes hidung atau obat semprot. Pencegahan Gunakan dekongestan atau antihistamin sebelum mengalami perubahan ketinggian. Selama menderita infeksi saluran nafas atas atau selama serangan alergi sebaiknya tidak mengikuti penerbangan, menyelam atau bepergian ke daerah dengan ketinggian yang berbeda.

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 17

5. Deviasi Septum Definisi Septum adalah pembatas lubang hidung kiri dan kanan, merupakan kerangka penunjang yang dilapisi oleh selaput lendir dan sebagian besar terdiri dari tulang rawan (kartilago). Idealnya, septum hidung terletak pada garis tengah hidung. Diperkirakan 80% dari septum terletak menyimpang dari garis tengah, dan hal ini seringkali tidak diperhatikan. Deviasi septum terjadi jika septum bergeser sangat jauh dari garis tengah. Penyebab Deviasi septum biasanya terjadi akibat cacat bawaan atau cedera. Gejala Deviasi septum bisa menyebabkan satu atau beberapa gejala berikut: Penyumbatan pada salah satu atau kedua lubang hidung Perdarahan hidung berulang Infeksi sinus berulang Nyeri wajah, sakit kepala, post nasal drip Mendengkur ketika tidur (pada bayi dan anak-anak).

Diagnosa Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pengobatan Jika deviasi septum menyebabkan perdarahan hidung atau infeksi sinus berulang, dianjurkan untuk menjalani pembedahan septoplasti.

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 18

6. Faringitis Definisi Faringitis adalah suatu peradangan pada tenggorokan (faring). Penyebab Faringitis bisa disebabkan oleh virus maupun bakteri. Kebanyakan disebabkan oleh virus, termasuk virus penyebab common cold, flu, adenovirus, mononukleosis atau HIV. Bakteri yang menyebabkan faringitis adalah streptokokus grup A, korinebakterium, arkanobakterium, Neisseria gonorrhoeae atau Chlamydia pneumoniae. Gejala Baik pada infeksi virus maupun bakteri, gejalanya sama yaitu nyeri tenggorokan dan nyeri menelan. Selaput lendir yang melapisi faring mengalami peradangan berat atau ringan dan tertutup oleh selaput yang berwarna keputihan atau mengeluarkan nanah. Gejala lainnya adalah: demam pembesaran kelenjar getah bening di leher peningkatan jumlah sel darah putih.

Gejala tersebut bisa ditemukan pada infeksi karena virus maupun bakteri, tetapi lebih merupakan gejala khas untuk infeksi karena bakteri. Jenis Faringitis

Faringitis Virus
Biasanya tidak ditemukan nanah di Sering tenggorokan. Demam ringan atau tanpa demam

Faringitis Bakteri
ditemukan nanah di tenggorokan. Demam ringan sampai sedang.

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 19

Jumlah sel darah putih normal atau Jumlah sel darah putih meningkat agak meningkat. ringan sampai sedang.

Kelenjar getah bening normal atau Pembengkakan ringan sampai sedang sedikit membesar. pada kelenjar getah bening.

Tes apus tenggorokan memberikan Tes apus tenggorokan memberikan hasil negative. hasil positif untuk strep throat. tumbuh pada biakan di

Pada biakan di laboratorium tidak Bakteri tumbuh bakteri.

laboratorium.

Diagnosa Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Jika diduga suatu strep throat, bisa dilakukan pemeriksaan terhadap apus tenggorokan. Pengobatan Untuk mengurangi nyeri tenggorokan diberikan obat pereda nyeri (analgetik), obat hisap atau berkumur dengan larutan garam hangat. Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak dan remaja yang berusia dibawah 18 tahun karena bisa menyebabkan sindroma Reye. Jika diduga penyebabnya adalah bakteri, diberikan antibiotik. Untuk mengatasi infeksi dan mencegah komplikasi (misalnya demam rematik), jika penyebabnya streptokokus, diberikan tablet penicillin. Jika penderita memiliki alergi terhadap penicillin bisa diganti dengan erythromycin atau antibiotik lainnya.

7. Kanker Laring Definisi Kanker Laring adalah keganasan pada pita suara, kotak suara (laring) atau daerah lainnya di tenggorokan.

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 20

Penyebab Kanker laring lebih banyak ditemukan pada pria dan berhubungan dengan rokok serta pemakaian alkohol. Gejala Kanker laring biasanya berasal dari pita suara, menyebabkan suara serak. Seseorang yang mengalami serak selama lebih dari 2 minggu sebaiknya segera memeriksakan diri. Kanker bagian laring lainnya menyebabkan nyeri dan kesulitan menelan. Kadang sebuah benjolan di leher yang merupakan penyebaran kanker ke kelenjar getah bening, muncul terlebih dulu sebelum gejala lainnya timbul. Gejala lainnya yang mungkin terjadi adalah: nyeri tenggorokan nyeri leher penurunan berat badan batuk batuk darah bunyi pernafasan yang abnormal.

Diagnosa Untuk menegakkan diagnosis dilakukan pemeriksan laringoskop dan biopsi. CT scan dan MRI kepala atau leher juga bisa menunjukkan adanya kanker laring. Pengobatan Pengobatan tergantung kepada lokasi kanker di dalam laring. Kanker stadium awal diatasi dengan pembedahan atau terapi penyinaran. Jika menyerang pita suara, lebih sering dilakukan terapi penyinaran karena bisa mempertahankan suara yang normal. Kanker stadium lanjut biasanya diatasi dengan pembedahan,

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 21

yang bisa meliputi pengangkatan seluruh bagian laring (laringektomi total atau parsial), diikuti dengan terapi penyinaran. Pengangkatan seluruh pita suara menyebabkan penderita tidak memiliki suara. Suara yang baru dibuat dengan salah satu dari cara berikut: Esophageal speech, penderita diajari untuk membawa udara ke dalam kerongkongan ketika bernafas dan secara perlahan menghembuskannya untuk menghasilkan suara. Fistula trakeoesofageal, merupakan katup satu arah yang dimasukkan diantara trakea dan kerongkongan. Katup ini mendorong udara ke dalam kerongkongan ketika penderita bernafas, sehingga menghasilkan suara. Jika katup mengalami kelainan fungsi, cairan dan makanan bisa secara tidak sengaja masuk ke dalam trakea. Elektrolaring adalah suatu alat yang bertindak sebagai sumber suara dan dipasang di leher. Suara yang dihasilkan oleh ketiga cara tersebut dirubah menjadi percakapan dengan menggunakan mulut, hidung, gigi, lidah dan bibir. Suara yang dihasilkan lebih lemah dibandingkan suara normal. Pencegahan Kurangi atau hindari rokok dan alkohol.

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 22

8. Kanker Leher dan Kepala Definisi Kanker kepala dan leher (diluar kanker otak, mata dan tulang belakang) rata-rata muncul pada usia 59 tahun. Biasanya kanker kelenjar ludah, kelenjar tiroid atau sinus menyerang usia di bawah 59 tahun dan kanker mulut, tenggorokan (faring) atau kotak suara (laring) menyerang usia diatas 59 tahun. Pada awalnya, kanker kepala dan leher menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya. Dalam waktu 6 bulan sampai 3 tahun, kanker biasanya tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya. Metastase (penyebaran kanker ke bagian tubuh lainnya) biasanya berasal dari tumor yang besar atau tumor yang menetap dan lebih sering terjadi pada penderita gangguan sistem kekebalan. Staging Staging merupakan suatu metoda untuk menentukan penyebaran kanker guna membantu jenis pengobatan dan menilai prognosis. Kanker kepala dan leher ditentukan stadiumnya berdasarkan ukuran dan lokasi tumor, jumlah dan ukuran metastase ke kelenjar getah bening leher serta adanya metastase ke bagian tubuh lainnya. Penyebab Sekitar 85% penderita merupakan perokok dan peminum alkohol. Kanker mulut juga bisa terjadi akibat: kebersihan mulut yang buruk gigi palsu yang tidak pas menghirup atau mengunyah tembakau. Virus Epstein-Barr (penyebab mononukleosis infeksiosa) berperan dalam terjadinya kanker nasofaring (faring bagian atas). Seseorang yang pernah menjalani terapi penyinaran dosis rendah untuk jerawat, pertumbuhan rambut

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 23

berlebih, pembesaran kelenjar thymus atau pembesaran tonsil serta adenoid, memiliki resiko tinggi untuk menderita kanker tiroid dan kelenjar ludah. Pada saat ini, terapi penyinaran tidak lagi digunakan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Gejala Benjolan di leher Kanker yang berasal dari kepala atau leher biasanya menyebar ke kelenjar getah bening di leher sebelum menyebar ke bagian tubuh lainnya. Suatu benjolan di leher yang menetap lebih dari 2 minggu harus segera diperiksakan ke dokter. Memang tidak semua benjolan merupakan kanker, tetapi 1 atau beberapa benjolan di leher bisa merupakan pertanda awal dari kanker mulut, tenggorokan laring, kelenjar tiroid atau sejenis limfoma maupun kanker darah. Benjolan biasanya tidak menimbulkan nyeri dan terus membesar. Perubahan suara. Kebanyakan kanker laring menyebabkan perubahan suara. Suara serak atau perubahan suara lainnya yang berlangsung lebih dari 2 minggu harus segera diperiksakan ke dokter. Seorang otolaringologis adalah ahli kepala dan leher yang bisa menilai pita suara kita. Suatu pertumbuhan di dalam mulut. Kebanyakan kanker mulut atau lidah menyebabkan suatu luka terbuka atau pembengkakan yang tidak sembuh-sembuh. Luka dan pembengkakan tersebut tidak menimbulkan nyeri, kecuali jika terinfeksi. Perdarahan biasanya terjadi pada stadium lanjut. Jika luka atau pembengkakan disertai dengan benjolan di leher, maka kita harus waspada. Untuk memastikan bahwa itu bukan merupakan suatu keganasan, sebaiknya dilakukan biopsi (pemeriksaan contoh jaringan secara mikroskopis).

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 24

Perdarahan. Perdarahan seringkali disebabkan oleh penyakit selain kanker. Tetapi tumor di dalam hidung, mulut, tenggorokan atau paru-paru bisa menyebabkan perdarahan. Jika selama beberapa hari atau lebih di dalam ludah atau dahak terdapat darah, sebaiknya segera perksakan diri ke dokter. Kesulitan menelan. Kanker tenggorokan atau kerongkongan (saluran untuk menelan) menimbulkan kesulitan dalam menelan makanan padat. Kadang menelan cairanpun sulit. Makanan bisa tersangkut pada daerah tertentu dan masuk ke dalam lambung atau kembali ke kerongkongan. Jika kesulitan ini hampir selalu terjadi setiap hendak menelan sesuatu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Untuk mengetahui penyebabnya, biasanya dilakukan rontgen barium swallow atau esofagoskopi. Perubahan kulit. Kanker kepala dan leher yang paling sering ditemukan adalah kanker sel basal kulit. Jika segera diobati, jarang menimbulkan masalah yang gawat. Kanker sel basal tumbuh di daerah yang paling sering terkena sinar matahari, seperti dahi, wajah dan telinga; meskipun bisa juga ditemukan pada kulit di bagian tubuh lainnya. Kanker sel basal berawal sebagai suatu bercak kecil yang pucat, yang kemudian membesar secara perlahan, membentuk lekukan di tengahnya dan akhirnya membentuk suatu ulkus (borok, luka terbuka). Sebagian kecil dari ulkus mungkin membaik, tetapi sebagian besar tetap mengalami ulserasi. Beberapa kanker sel basal menunjukkan perubahan warna. Kanker lainnya adalah kanker sel skuamosa dan melanoma maligna, juga tumbuh pada kulit di kepala dan leher. Kebanyakan kanker sel skuamosa tumbuh di bibir bawah dan telinga. Kanker ini tampak seperti kanker sel basal dan jika diobati secara cepat dan tepat,

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 25

biasanya tidak terlalu berbahaya. Jika terdapat sebuah luka terbuka di bibir, wajah bagian bawah atau telinga yang tidak sembuh-sembuh, segera periksakan ke dokter. Melanoma maligna menyebabkan pewarnaan biru-hitam atau hitam pada kulit. Setiap tahi lalat yang ukuran dan warnanya berubah atau menyebabkan perdarahan, harus segera diperiksakan. Bintik berwarna hitam atau biru-hitam di wajah atau leher, terutama jika bentuk atau ukurannya berubah, harus segera diperiksakan. Sakit telinga yang menetap. Nyeri ketika menelan yang menetap di dalam atau di sekitar telinga, bisa merupakan pertanda dari infeksi atau tumor di dalam tenggorokan. Ini merupakan masalah yang serius, terutama jika disertai dengan kesulitan menelan, suara serak atau benjolan di leher. Diagnosa Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan didukung oleh hasil pemeriksaan berikut: Nasofaringoskopi Laringoskopi Panendoskcopi (termasuk laringoskopi, esofagoskopi dan bronkoskopi). Biopsi

CT scan, membantu menentukan ukuran tumor, penyebaran tumor ke jaringan sekitarnya maupun ke kelenjar getah bening leher MRI scan Barium swallow merupakan serangkaian rontgen yang diambil setelah penderita menelan cairan yang mengandung barium sehingga bisa terlihat pada

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 26

hasil rontgen. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai mekanisme menelan dan bisa menggambarkan keadaan hipofaring. Rontgen dada dilakukan secara rutin karena merokok bisa menyebabkan kanker paru, emfisema, kanker laring dan kanker hipofaring. Rontgen dada juga dilaukan untuk mengetahui penyebaran kanker ke paru-paru. Pemeriksaan darah rutin bisa membantu menilai keadaan penderita secara keseluruhan. Pengobatan Pengobatan tergantung kepada stadium kanker. Kanker stadium I, dimanapun lokasinya pada kepala dan leher, memberikan respon yang hampir sama terhadap pembedahan dan terapi penyinaran. Biasanya penyinaran tidak hanya ditujukan kepada kanker, tetapi juga kepada kelenjar getah bening pada leher kiri dan kanan, karena lebih dari 20% kanker menyebar ke kelenjar getah bening. Beberapa tumor, termasuk tumor yang memiliki garis tengah lebih dari 2 cm dan tumor yang telah menyusup ke dalam tulang atau tulang rawan, diangkat melalui pembedahan. Jika kanker ditemukan atau dicurigai terdapat di dalam kelenjar getah bening, setelah pembedahan biasanya diikuti dengan terapi penyinaran. Pada kasus-kasus tertentu, dilakukan terapi penyinaran dengan atau tanpa kemoterapi; jika kankernya kambuh biasanya dilakukan pembedahan. Untuk kanker stadium lanjut, prognosis yang lebih baik diperoleh jika dilakukan pembedahan dan terapi penyinaran. Kemoterapi membunuh sel-sel kanker pada tempat tumbuhnya kanker, pada kelenjar getah bening dan di seluruh tubuh. Belum diketahui apakah kombinasi kemoterapi dengan pembedahan atau terapi penyinaran bisa memperbaiki angka kesembuhan, yang pasti terapi kombinasi bisa

memperpanjang masa remisi. Jika kankernya terlalu luas untuk diobati dengan

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 27

pembedahan maupun terapi penyinaran, maka untuk membantu mengurangi nyeri dan ukuran tumor bisa dilakukan kemoterapi. Pengobatan hampir selalu menyebabkan efek samping. Pembedahan selalu mempengaruhi proses menelan dan berbicara sehingga penderita perlu menjalani rehabilitasi. Penyinaran bisa menyebabkan perubahan kulit (misalnya peradangan, gatal-gatal dan kerontokan rambut), pembentukan jaringan parut, hilangnya indera perasa dan mulut kering. Kemoterapi bisa menyebabkan mual dan muntah, kerontokan rambut yang bersifat sementara dan peradangan pada selaput lambung dan usus

(gastroenteritis). Kemoterapi juga menyebabkan penurunan jumlah sel darah merah dan sel darah putih dan menyebabkan gangguan sistem kekebalan yang bersifat sementara. Prognosis Tumor yang menonjol ke luar cenderung memberikan respon yang lebih baik terhadap pengobatan dibandingkan dengan tumor yang tumbuh ke dalam jaringan di sekitarnya, tumor yang membentuk ulkus/borok maupun tumor yang keras. Jika telah terjadi metastase, maka peluang bertahan sampai lebih dari 2 tahun adalah buruk. Kanker yang menyebar di sepanjang jalur saraf, menyebabkan nyeri, kelumpuhan atau mati rasa, biasanya lebih agresif dan sulit diobati. 65% penderita yang kankernya belum menyebar bertahan hidup sampai 5 tahun; sedangkan jika kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening, hanya 30% penderitanya yang bertahan sampai 5 tahun. Penderita yang berusia lebih dari 70 tahun memiliki masa remisi (bebas penyakit) yang lebih panjang dan memiliki angka harapan hidup yang lebih baik dibandingkan dengan penderita yang lebih muda.

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 28

9. Kanker Leher Metastatic Definisi Kanker Leher Metastatik adalah kanker leher yang terjadi sebagai akibat dari penyebaran kanker di bagian tubuh lainnya. Gejala Teraba benjolan di leher. Diagnosa Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan berikut: CT scan kepala, leher dan dada Laringoskopi (pemeriksaan laring) Bronkoskopi (pemeriksaan bronkus) Esofagoskopi (pemeriksaan kerongkongan) Biopsi (pengangkatan contoh jaringan untuk diperiksa secara

mikroskopis). Pengobatan Jika sel-sel kanker ditemukan di dalam kelenjar getah bening leher yang membesar dan sumber kankernya tidak dapat ditemukan, maka dilakukan terapi penyinaran terhadap faring, tonsil, dasar lidah dan kedua sisi leher. Selain itu, dilakukan pengangkatan kelenjar getah bening dan jaringan lainnya yang terkena. Kelenjar getah bening leher merupakan tempat penyebaran kanker dari bagian tubuh lainnya. Kanker bisa berasal dari faring (tenggorokan), laring (kotak suara), tonsil (amandel), dasar lidah atau paru-paru, prostat, payudara, lambung, usus besar maupun ginjal.

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 29

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

3.1. Analisis Dan Perancangan Pada tahap ini dilakukan analisis serta desain yang diperlukan dalam membuat sistem, diantaranya akuisisi pengetahuan, representasi pengetahuan, mekanisme inferensi, perancangan basisdata dan perancangan user interface Akuisisi pengetahuan adalah proses pengumpulan pengetahuan. Pada tugas besar ini informasi mengenai diagnosis penyakit ini diperoleh dari seorang pakar yang dilengkapi dengan buku-buku mengenai penyakit dan kesehatan, serta sumber-sumber lainnya dari internet. Pengetahuan yang diperoleh meliputi : Gejala-gejala yang diderita, Jenis penyakit dan cara pengobatannya. Setelah akuisisi pengetahuan diperoleh, selanjutnya dilakukan representasi pengetahuan yang dikumpulkan. Tujuan representasi pengetahuan adalah untuk mengembangkan suatu struktur yang akan membantu pengkodean pengetahuan ke dalam program. Dalam projek ini basis pengetahuan direpresentasikan dengan menggunakan kaidah produksi, yaitu berupa IF THEN. IF Kondisi1 (AND Kondisi2 ) THEN Kesimpulan Kaidah produksi merupakan statemen dua bagian yang disatukan menjadi sepenggal kecil pengetahuan. Kaidah bagian pertama IF yang menyatakan premis, kondisi atau antecedent, dan kaidah bagian kedua THEN yang menyatakan suatu kesimpulan atau konklusi. Pada contoh berikut diberikan beberapa inputan antecedent dan memberikan satu kesimpulan berdasarkan premis yang ada untuk menentukan jenis atau nama penyakit yang diderita pada manusia. IF Demam AND Nyeri saat bicara atau menelan

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 30

AND Nyeri tenggorokan AND Nyeri leher AND Pembengkakan kelenjar getah bening THEN penyakit Faringitis (Demam, Nyeri saat bicara atau menelan, Nyeri tenggorokan, Nyeri leher, dan Pembengkakan kelenjar getah bening) benar, maka mesin inferensi mengambil kesimpulan bahwa pasien menderita penyakit Faringitis. Setelah representasi selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah menentukan mekanisme inferensi atau sistem pelacakan. Dalam penelitian ini sistem pelacakan yang dilakukan adalah menggunakan forward chaining dengan metode penelusuran Depth First Search. Proses pelacakan ini bermula dari simpul akar dan bergerak ke bawah ke tingkat dalam yang berurutan. Proses ini berlangsung terus sampai kesimpulan ditemukan. 3.1.1. Penyusunan Basis Pengetahuan Sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit telinga, hidung dan

tenggorokan pada manusia ini membutuhkan pengetahuan dan mesin informasi untuk mendiagnosa penyakit yang dialami pengguna. Basis pengetahuan ini berisikan faktor-faktor yang dibutuhkan oleh sistem. Sedangkan mesin inferensi digunakan untuk menganalisa faktor-faktor yang dimasukan pengguna sehingga dapat ditemukan suatu kesimpulan basis pengetahuan yang diperlukan sistem terdiri dari gejala penyakit, jenis penyakit dan pengobatan. Data yang menjadi input sistem adalah data gejala yang dapat dari pemeriksaan yang dilakukan oleh para medis. Data tersebut digunakan oleh sistem untuk menentukan jenis penyakit yang diderita pasien. Daftar jenis penyakit THT (Telinga Hidung dan Tenggorokan) beserta gejala-gejalanya, yang digunakan untuk membangun sistem pakar yang dijelaskan pada laporan ini disajikan pada Tabel 2.

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 31

Pada tabel ini, terdapat 9 jenis penyakit THT yang diberikan notai P1, P2, P3, P9 dengan 21 gejala. Jenis penyakit P1, P2, P3, P10 berturut-turut adalah (P1) contract ulcers, (P2) abses parafaringeal, (P3) abses peritonsiler (penimbunan nanah disekitar amandel), (P4) barotitis media, (P5) deviasi septum (pergeseran dinding hidung), (P6) faringitis (radang tenggorokkan), (P7) kanker laring, (P8) kanker leher dan kepala, (P9) kanker leher metastatic. Sebagai contoh, penyakit Faringitis (P6) mempunyai gejala: demam, nyeri saat bicara atau menelan, nyeri tenggorokan, nyeri leher, pembengkakan kelenjar getah bening. Beberapa penelitian yang menggunakan sistem pakar telah dilakukan, antara lain (Mutaqin, 2002) mengimplementasikan sistem pakar dalam dunia medis : suatu pengembangan sistem diagnosis kesehatan gigi dan mulut. Sistem ini dapat memberikan informasi tentang hasil diagnosis jenis penyakit gigi dan mulut berdasarkan gejal-gejala yang diderita oleh pasien yang dimasukkan sebagai entri data melalui disain dialog yang diberikan ke sistem. (Yuwono, 2007) membuat sistem pakar untuk diagnosa penyakit ayam menggunakan program prolog. (Martono, 2008) sistem pakar berbasis web untuk mendiagnosa penyakit dalam pada manusia dengan terapi herbal sebagai obat, membahas tentang nama penyakit yang menyerang pada bagian tubuh manusia terutama organ dalam manusia.

Tabel 1. Table Penyakit

No.
P1 P2 P3

Macam Penyakit
Contract ulcers Abses Parafaringeal Abses Peritonsiler (Penimbunan Nanah

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 32

Disekitar Amandel) P4 P5 Barotitis Media Deviasi Septum (Pergeseran Dinding Hidung) P6 P7 P8 P9 Faringitis (Radang Tenggorokkan), Kanker Laring Kanker Leher dan Kepala Kanker Leher Metastatic

Tabel 2. Jenis Penyakit THT dan Gejala-gejalanya


G Gejala Penyakit 1 2 3 Demam Sakit kepala Nyeri saat bicara atau menelan 4 5 Batuk Hidung tersumbat 6 7 Nyeri telinga Nyeri tenggorokan 8 Ada benjolan di leher 9 10 Nyeri leher Pembengkakan kelenjar getah bening 11 Pendarahan hidung * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 33

12 13 14

Suara serak Leher bengkak Ada yang tumbuh di mulut

* *

15

Air liur menetes

16

Berat badan turun

17

Bunyi nafas abnormal

* * * *

18 19 20

Infeksi sinus Nyeri wajah Perubahan kulit

21

Perubahan suara

Table 3. Rule Based (Aturan Produksi)

Rule
1 2 3 4 5 6 7 8 9

If
G3, G12 G3, G13 G1, G2, G7, G15 G2, G6 G1, G5, G11, G18, G19 G1, G3, G7, G10 G3, G4, G7, G9 G3,G11, G14, G16, G17, G20, G21 G8

Then
P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 34

3.1.2. Proses Diagnosis Penyakit Proses diagnostik merupakan perpaduan dari aktifitas intelektual dan manipulatif. Diagnosis sendiri didefinisikan sebagai suatu proses penting pemberian nama dan pengklasifikasian penyakit pasien, yang menunjukkan kemungkinan nasib pasien dan yang mengarahkan pada pengobatan tertentu. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Dengan metode hipotesis ini menjadikan penyakit-penyakit begitu mudah dikenali hanya dengan suatu kesimpulan diagnostik. Diagnosis dimulai sejak permulaan wawancara medis dan berlangsung selama melakukan pemeriksaan fisik. Dari diagnosis tersebut akan diperoleh pertanyaan-pertanyaan yang terarah, perincian pemeriksaan fisik yang dilakukan untuk menentukan pilihan tes-tes serta pemeriksaan khusus yang akan dikerjakan. Data yang berhasil dihimpun, akan dipertimbangkan dan diklasifikasikan berdasarkan keluhan-keluhan dari pasien serta hubungannya terhadap penyakit tertentu. Berdasarkan gejala-gejala serta tanda-tanda yang dialami oleh penderita, maka penegakkan diagnosis akan lebih terpusat pada bagian-bagian tubuh tertentu. Dengan demikian penyebab dari gejala-gejala dan tanda-tanda tersebut dapat diketahui dengan mudah dan akhirnya diperoleh kesimpulan awal mengenai penyakit tertentu.

Tabel 4. Tabel Loncatan Pertanyaan Yang Akan Diajukan Kepada User id 0 1 ps_ina Maaf untuk sementara, Sistem belum dapat mendeteksi penyakit Anda Apakah Anda demam ? bila_benar 0 2 bila_salah 0 2 mulia N Y selesai Y N

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 35

2 3 4 5 6 7 8 9 10

Apakah Anda merasakan sakit kepala ? Apakah Anda merasakan nyeri saat bicara atau menelan ? Apakah Anda batuk ? Apakah hidung anda tersumbat ? Apakah telinga anda terasa nyeri ? Apakah tenggorokan anda terasa nyeri? Apakah di leher anda terdapat benjolan ? Apakah leher anda terasa nyeri ? Apakah terjadi pembengkakan kelanjar getah bening ? Apakah dihidung anda terjadi pendarahan ?

6 4 7 7 25 9 30 28 27

3 5 7 6 7 8 9 10 11

N N N N N N N N N

N N N N N N N N N

11

14 22 23 16 24 17 20 19 26 21 29

12 13 14 15 16 18 18 19 20 0 0

N N N N N N N N N N N

N N N N N N N N N N N

12 Apakah suara anda serak ? 13 Apakah leher anda bengkak ? 14 Apakah anda merasakan sesuatu tumbuh di mulut anda ?

15 Apakah air liur anda selalu menetes ? 16 Apakah berat badan anda turun ? 17 Apakah bunyi nafas anda abnormal ? 18 Apakah anda mereasakan infeksi sinus? 19 Apakah anda merasakan nyeri di wajah anda ?

20 Apakah kulit anda terasa ada perubahan ? 21 Apakah anda merasa terjadi perubahan terhadap suara anda ? Kemungkinan Anda menderita Penyakit Contract ulcers ? Kemungkinan Anda menderita Penyakit Abses Parafaringeal ?

22

23

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 36

24

Kemungkinan Anda menderita Penyakit Abses Peritonsiler. Kemungkinan Anda menderita Penyakit Barotitis Media. Kemungkinan Anda menderita Penyakit Deviasi Septum. Kemungkinan Anda menderita Penyakit Faringitis. Kemungkinan Anda menderita Penyakit Kanker Laring. Kemungkinan Anda menderita Penyakit Kanker Leher dan Kepala. Kemungkinan Anda menderita Penyakit Kanker Leher Metastatic. Kemungkinan Anda menderita Penyakit Kanker Nasofaring.

25

26

27

28

29

30

31

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 37

Mesin Inferensi
G2 G1 G2 G2 G2 G6 P9 G3 G3 G5 G4 G11 G7 G12 P3 P6 G18 G9 P1 G19 P7 P5 G17 G16 G12 G14 G12 G11 G3 P4

G4 G15

G7

G10

G20

G21

P8

3.2. Desain Database Sistem Pakar Database system pakar tht terdiri dari empat table yaitu: admin, tb_part, tb_solusi, dan user. Pada table admin terdiri dari dua field yakni; username dan password. Table ini digunakan untuk validasi saat masuk di halaman login admin. Berikut disajikan gambar table admin pada localhost/phpmyadmin.

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 38

Gambar 1. Table admin Table tb_part merupakan table yang digunakan dalam desain systesm user interface. Terdiri dari empat field, yakni: id, id_part, content, language. Berikut disajikan gambar table tb_part pada localhost/phpmyadmin.

Gambar 2. Table tb_part Table tb_solusi merupakan table yang digunakan untuk inputan database loncatan pertanyaan yang akan diajukan pada user/pasien yang menggunakan system (field ps_ina) dan database yang akan ditampilkan pada halaman detail penyakit saat pengguna/pasien telah mengetahui hasil diagnose yang diberikan oleh system dan mengklik tombol selengkapnya pada user interface system (field detail_ina). Table ini terdiri atas tujuh field, yakni id, ps_ina, bila_benar, bila_salah, mulai, selesai, dan detail_ina. Berikut disajikan gambar table tb_solusi pada localhost/phpmyadmin.

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 39

Gambar 3. Table tb_solusi Table user merupakan table yang digunakan sebagai tempat penyimpanan database atau merekam data yang pengguna/pasien input saat mengisi form biodata pada user interface system. Semua data yang diinputkan oleh pengguna/pasien akan masuk secara otomatis ke dalam table user di phpMyAdmin. Dan data tersebut juga dapat ditampilkan pada halaman data user di level admin pada user interface system. Berikut disajikan gambar table user pada localhost/phpmyadmin.

Gambar 4. Table user

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 40

3.3. Perancangan User Interface Aplikasi program telah diuji cobakan dengan cara memasukkan beberapa data atau jawaban berdasarkan pertanyaan sistem yang ada. Sistem dapat menjalankan fungsinya sebagaimana yang diharapkan. Dengan berbagai variasi jawaban yang diperlihatkan pada masukan data berupa jawaban pendek ya atau tidak ke sistem, ternyata sistem telah dapat bekerja dengan baik. Jika jawaban pertanyaan yang diberikan ke sistem dengan memasukkan jawaban ya atau tidak yang disesuaikan dengan kondisi atau gejala yang ada memenuhi syarat terhadap salah satu jenis penyakit tertentu, maka sistem akan memberikan kesimpulan tentang jenis penyakit tertentu dan dihalaman lainnya disertai dengan saran cara pengobatannya. Demikian sebaliknya, jika jawaban tidak memenuhi syarat atas gejala yang ditanyakan sistem kepada pemakai, maka sistem akan memberikan kesimpulan, Maaf untuk sementara, Sistem belum dapat mendeteksi penyakit Anda. Pemakai bisa melakukan konsultasi dengan sistem untuk mengetahui kondisi berdasarkan keluhan yang dialami oleh pasien. Pemakai cukup menjawab dengan mengatakan yes atau No atau memilih tombol Ya atau Tidak. Halaman muka sistem pakar yang telah didesain untuk diagnosis penyakit THT (Telinga Hidung Tenggorokan) sesuai dengan gejala-gejalanya untuk mendiagnosis penyakit THT apa yang sedang dialami penderita terdiri dari: Home, Login, dan About Us serta Tombol Next untuk melanjutkan ke halaman Login admin dan User. Jika dipilih level admin maka system akan melanjutkan ke halaman login admin dan diminta untuk memasukkan username dan password. Ketika telah masuk di halaman admin maka admin dapat mengedit data pengetahuan; melihat, mengedit, dan menghapus data admin; serta melihat, mengedit dan menghapus data pengguna/pasien.

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 41

Jika dipilih level user dan login sebagai user maka pengguna/pasien bias langsung berinteraksi dengan system dengan mengisi form biodata terlebih dahulu. Mesin inferensi akan melakukan penelusuran aturan dengan kombinasi runut-balik dan runut maju. Runut-balik digunakan untuk menentukan aturan yang hendak dibuktikan untuk menyelesaikan goal serta pertanyaan yang akan diajukan ke pengguna, sementara runut maju digunakan untuk mencoba beberapa aturan yang ada ketika sebuah masukan diperoleh dari pengguna. Penelusuran dihentikan ketika jawaban terhadap goal sudah ditemukan dan sistem pakar kemudian menampilkan hasil akhir. Setelah semua pertanyaan oleh system dijawab oleh pengguna/pasien maka secara langsung akan muncul diagnose penyakit yang diderita oleh pengguna/pasien. Selanjutnya dengan mengklik tombol selengkapnya maka dapat dilihat secara detil mengenai penyakit hasil diagnose system dan cara pengobatannya. Semua data mengenai pengguna/pasien masuk ke database dan dapat dilihat di halaman data pengguna dengan cara mengklik tombol data pengguna pada level admin.

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 42

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

4.1. Implementasi Pada tahap ini, rancangan sistem yang telah dibuat diimplementasikan menggunakan PHP dan My SQL. 4.1.1. Implementasi Proses Sistem 4.1.1.1. Menu Utama Pada menu utama ini terdiri dari Home, Login, dan About Us yang masing masing halaman mempunyai fungsinya tersendiri.

Gambar 5. Halaman Menu Utama (Home) Home menampilkan halaman menu utama seperti yang tersaji pada gambar. Login menampilkan halaman login untuk admin (untuk menuju ke halaman ini juga bias dengan cara meng-klik tombol next di halaman menu utama.

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 43

About Us menampilkan halaman tentang keterangan mahasiswa yang merancang system pakar diagnose penyakit tht ini. Berikut disajikan gambar dari halaman About Us.

Gambar 6. Halaman About Us

4.1.1.2. Login Pada halaman login pengguna diharuskan untuk memilih level apakah sebagai admin atau user biasa. a. Level Admin Pada level admin ketika diklik tombol login maka system akan masuk ke halaman login dan admin diminta untuk memasukkan username dan password.

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 44

Gambar 7. Halaman Level (Admin)

Gambar 8. Halaman Login (Admin) Setelah diklik tombol Login pada halaman Login maka system akan masuk ke halaman dashboard admin. Dihalaman ini user bisa memanipulasi

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 45

database, seperti: mengedit dan menghapus data pengetahuan, data admin, dan data pengguna/pasien

Gambar 9. Halaman Dashboard (Admin)

Gambar 10. Menu Edit Pengetahuan (Halaman Dashboard Admin)

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 46

Gambar 11. Menu Data Admin (Halaman Dashboard Admin)

Gambar 12. Menu Data Pengguna (Halaman Dashboard Admin)

b. Level User Pada level user ketika diklik tombol login maka system akan masuk ke halaman informasi user. Pada halaman ini user diminta untuk mengisikan data diri, jika data diri belum diisikan pada halaman ini maka user tidak dapat melanjutkan ke halaman berikutnya.

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 47

Gambar 13. Halaman Level (User)

Gambar 14. Halaman Informasi User

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 48

Gambar 15. Form Informasi User yang Telah Diisi

Gambar 16. Form Informasi User yang Belum diisi lengkap

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 49

Berikut proses diagnose penyakit, ditampilkan beberapa pertanyaan yang diajukan kepada user di halaman diagnose:

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 50

Hasil Diagnosa:

Gambar 17. Pertanyaan pada User Interface

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 51

Selengkapnya mengenai penyakit, diagnose dan pengobatannya.

Gambar 18. Detail Penyakit (Hasil Diagnosa)

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 52

4.2. Pengujian Sistem dengan Black Box Pengujian black box berfokus pada persyaratan fungsional perangkat lunak, dengan demikian pengujian memungkinkan perekayasa perangkat lunak mendapatkan serangkaian kondisi input yang sepenuhnya menggunakan semua persyaratan fungsional untuk suatu program (Roger S. Pressman, Phd. 2002. Rekayasa Perangkat Lunak., Penerbit Andi, hal 533. Yogyakarta). Pada pengujian ini hanya diambil sebuah contoh fungsi untuk mewakili dari fungsi-fungsi yang ada, yaitu fungsi edit data, hapus data, pada data admin. 4.2.1.Fungsi Edit Data Misalnya username intan akan diedit menjadi nurintan dengan password yang sama yaitu 456.

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 53

Klik tombol edit

Gambar 19. Data Admin Belum Edit

Klik tombol go

Gambar 20. Halaman Edit Admin (Mengisi Data Baru)

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 54

Gambar 21. Halaman Edit Admin (Data Lama Terupdate)

4.2.2. Fungsi Hapus Data Misalnya username akram akan dihapus.

Klik tombol hapus

Gambar 22. Halaman Edit Admin (Data Admin yang akan dihapus)

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 55

Gambar 23. Halaman Edit Admin (Data Admin akram telah dihapus)

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 56

BAB V PENUTUP

5.1. Kesimpulan Dari uraian bab-bab sebelumya,dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Bahwa Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Telinga, Hidung Dan Tenggorokan ini telah mampu: 1. Memberikan informasi kepada pemakai mengenai jenis penyakit yang dideritanya (diagnosa awal) berdasarkan gejala-gejala yang diberikan. 2. Memberikan informasi tentang cara pengobantannya. 3. Data yang terdapat pada program aplikasi dapat di update atau di tambah jika ditemukan data yang baru.

5.2. Saran Untuk yang bermaksud mengembangkan system pakar ini diharapkan lebih memahami informasi yang bisa diserap dari buku atau dari pakar itu sendiri. Disamping itu antar muka program harus lebih diperhatikan agar pengguna merasa nyaman ketika menggunakan system pakar ini.

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 57

DAFTAR PUSTAKA

Al Fatta Hanif dan Wibowo Sutopo. System Pakar untuk Mendiagnosis Penyakit Telinga Hidung Tenggorokan pada Manusia. STMIK AMIKOM. Yogyakarta. Laga Fatmawati. Desain Dan Implementasi Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Penyakit Tht Dan Penanggulangannya Menggunakan Metode Forward Chaining. Universitas Muhammadiyah Malang. Suraya. Jurusan Teknik AKPRIND.Yogyakarta. Informatika, Institut Sains & Teknpologi

http://adrianasari.wordpress.com/tag/keunggulan-sistem-pakar/ http://gaptechnology.wordpress.com/2010/03/23/kelebihan-dan-kekurangan-sistempakar/ http://ibumei.wordpress.com/tag/struktur-sistem-pakar/ http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pakar http://nanie90.blogspot.com/2012/05/analisis-expert-system-mengenai-jenis.html http://sehat-enak.blogspot.com/2010/01/abses-parafaringeal.html http://sehat-enak.blogspot.com/2010/01/abses-peritonsiler.html http://sehat-enak.blogspot.com/2010/01/barotitis-media-aerotitis-barotrauma.html http://sehat-enak.blogspot.com/2010/01/contact-ulcers.html http://sehat-enak.blogspot.com/2010/01/penyakit-tht.html http://sehat-enak.blogspot.com/2010/01/faringitis-radang-tenggorokan.html http://sehat-enak.blogspot.com/2010/01/kanker-laring-ii.html http://sehat-enak.blogspot.com/2009/07/kanker-leher-kepala.html http://sehat-enak.blogspot.com/2009/07/kanker-leher-metastatik.html http://sehat-enak.blogspot.com/2009/07/kanker-nasofaring.html

Sistem Pakar Mendiagnosis Penyakit THT Kelompok 1

Page 58