Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

KEBUGARAN JASMANI DALAM RENANG

Oleh:

Darmawi Npm : 0910090521

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, karunia dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Pendidikan Jasmani dengan judul : Kebugaran Jasmani dalam Renang. Dalam isi makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan baik dari segi isi maupun pembahasannya, untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan dari rekan-rekan semua.

Penulis

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Badan sehat dan bugar, tentu menjadi idaman setiap orang. Namun tak setiap orang benar-benar tahu pasti bugar tidaknya tubuh masing-masing.. Kebugaran jasmani yang baik meruapkan modal utama bagi seseorang untuk melaukan aktifitas fisik secara berulang dalam waktu yang relatif lama tanpa menimbulkan kelelelahan yang berarti. Kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan tugas pekerjaan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Untuk dapat mencapai kondisi kesegaran jasmani yang prima seseorang perlu melakukan latihan fisik yang melibatkan komponen kesegaran jasmani dengan metode latihan yang benar. Kebugaran jasmani yang optimal dapat diperoleh melalui latihan fisik yang benar, teratur, dan terukur. Selain itu, mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi serta memperhatikan aktifitas rekreasi sebagai penyeimbang kondisi fisik dan mental sangat penting dalam menjaga kebugaran jasmani.

B. Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini untuk memberi pengertian betapa pentingnya kebugaran jasmani dalam renang bagi tubuh supaya kita bisa bekerja secara energik, efisien dan tidak mudah terserang penyakit.

BAB II PEMBAHASAN

2.1.

Kebugaran Jasmani Pengertian kebugaran jasmani menurut Prof. Sutarman adalah suatu

aspek,yaitu aspek fisik dan kebugaran yang menyeluruh (total fitness) yang memberi kesanggupan kepada seseorang untuk menjalankan hidup yang produktif dan dapatmenyesuaikan diri pada tiap pembebanan fisik (physical stress) yang layak. Prof. Soedjatmo Soemowardoyo menyatakan bahwa kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh untuk menyesuaikan fungsi alat tubuhnya dalam batas fisologi terhadap lingkungan (ketinggian, kelembapan suhu, dan sebagainya) danatau kerja fisik dengan yang cukup efisien tanpa lelah secara berlebihan. Secara umum pengertian kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang untukmenjalankan pekerjaan sehari hari dengan ringan dan mudah tanpa merasakan kelelahan yang berarti dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk melakukan kegiatan yang lain. Manfaat kebugaran jasmani bagi tubuh antara lain. Manfaat kebugaran jasmani bagi tubuh antara lain dapat mencegah berbagai penyakit seperti jantung,pembuluh darah, dan paru-paru sehingga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Dengan jasmani yang bugar, hidup menjadi semangat dan menyenangkan. Kebugaran jasmani tidak hanya menggambarkan kesehatan, tetapi lebih merupakan cara mengukur individu melakukan kegiatannya sehari-hari.

Ada 3 hal penting dalam kebugaran jasmani, yaitu : 1. Fisik, berkenaan dengan otot, tulang, dan bagian lemak. 2. Fungsi Organ, berkenaan dengan efisiensi sistem jantung, pembuluh darah, dan pernapasan (paru - paru). 3. Respon Otot, berkenaan dengan kelenturan, kekuatan, kecapatan, dan kelemahan.

Berdasarkan konsep kebugaran jasmani tersebut, maka kebugaran jasmani yang dibutuhkan untuk setiap orang sangat berbeda, tergantung dari sifat tantangan fisik yang dihadapinya. Contohnya, seorang kuli yang setiap hari bekerja memanggulbarang-barang berat, maka ia harus memiliki kekuatan otot, anaerobic power, dayatahan, dan sebagainya yang lebih baik daripada seorang pekerja kantor. Pekerjakantor tidak banyak menguras tenaga, ia hanya membutuhkan buku-buku dari mejake rak buku atau menekan tombol keyboard computer. Dengan demikian tingkat kebugaran jasmani yang merekan miliki dan mereka butuhkan sangat berbeda. Kerjafisik ataupun latihan dalam jangka pendek misalnya kurang dari 5 menit, belummutlak memerlukan pembakaran dengan terus berlangsung melalui pembakarandengan oksigen. Dengan demikian, jantung, peredaran darah, dan paru-paru (alatpernapasan) harus giat bekerja untuk menyalurkan oksigen ke bagian-bagian tubuhyang aktif bekerja. Jadi, gerak kerja ataupun latihan yangcukup lama sebenarnyamendorong kerja jantung, peredaran darah, dan paru-paru sehingga dapatmenghasilkan perubahan ke arah yang lebih baik dari keadaan daya tahan tubuh,terutama jantung. Adapun perubahan-perubahan tersebut dinamakan efek latihan. Efek latihan itu anatara lain : 1. Alat alat pernapasan bertambah kuat sehingga memungkinkan aliran udara yang cepat ke dalam dan keluar paru-paru. 2. Kerja jantung bertambah kuat dan efisien untuk dapat memompakan lebih banyak darah yang mengandung oksigen pada tiap denyutan. 3. Peredaran darah menjadi lancar sehingga unsur-unsur gizi makanan dapat dengan mudah disuplai ke seluruh jaringan tubuh. 4. Tegangan (tonus) otot di seluruh tubuh meningkat sehingga menjadi lebih kuat

2.2. Renang Renang adalah salah satu jenis olahraga yang mampu meningkatkan kesehatan seseorang yang juga merupakan olahraga tanpa gaya gravitasi bumi

(non weight barring). Berenang terbilang minim risiko cedera fisik karena saat berenang seluruh berat badan ditahan oleh air atau mengapung. Selain itu berenang merupakan olahraga yang paling dianjurkan bagi mereka yang kelebihan berat badan (obesitas), ibu hamil dan penderita gangguan persendian tulang atau arthritis. Berenang adalah gerakan sewaktu di air, dan biasanya tanpa perlengkapan buatan. Kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk rekreasi dan olahraga. Berenang dipakai sewaktu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya di air, mencari ikan, mandi, atau melakukan olahraga air. Berenang untuk keperluan rekreasi dan kompetisi dilakukan orang di kolam renang. Manusia juga berenang di sungai, di danau, dan di laut sebagai bentuk rekreasi. Olahraga renang membuat tubuh sehat karena hampir semua otot tubuh dipakai sewaktu berenang. Dalam renang untuk rekreasi, orang berenang dengan gaya dada, gaya punggung, gaya bebas dan gaya kupu-kupu. Gaya renang yang dilombakan dalam perlombaan renang adalah gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas. 2.2.1. Gaya bebas Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun keatas dan kebawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan keluar air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling kesamping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau kekanan. Dibandingkan gaya renang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih capat di air.

2.2.2. Gaya dada Gaya dada merupakan gaya berenang paling popular untuk renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada diluar air dalam waktu yang

lama. Gaya dada atau gaya katak adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selau dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang kea rah luar sementara kedua belah tangan diluruskan kedepan. Kedua belah kaki tangan dibuka kesamping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada dipermukaan air, setelah satu kali gerakan tangankaki atau dua kali gerakan tangan-kaki. 2.2.3. Gaya punggung Sewaktu berenang gaya punggung, orang berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Posisi wajah berada diatas air sehingga orang mudah mengambil napas. Namun perenang hanya dapat melihat atas dan tidak dapat melihat ke depan. Dalam gaya punggung, gerakan lengan dan kaki serupa dengan gaya bebas, namun dengan posisi tubuh terlentang dipermukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada diluar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung.

2.2.4. Gaya kupu-kupu Gaya kupu-kupu adalah salah satu gaya perenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah tangan secara bersamaan ditekankan kebawah dan digerakkan kearah luar sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang kebawah dan keatas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada diluar air. Gaya kupu diciptakan tahun 1933, dan merupakan gaya berenang paling baru. Berbeda dari renang gaya lainnya, perenang pemula yang belajar gaya kupu-kupu perlu waktu lebih lama untuk mempelajari kordinasi gerakan tangan dan kaki. Berenang gaya kupu-kupu juga menuntut kekuatan yang lebih besar dari perenang. Kecepatan renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah tangan secara bersamaan. Perenang tercepat gaya kupu-kupu dapat

berenang lebih cepat dari perenang gaya bebas. Dibandingkan dalam gaya berenang lainnya, perenang gaya kupu-kupu tidak dapat menutupi teknik gerakan yang buruk dengan mengeluarkan tenaga yang lebih besar. 2.3. Manfaat Renang Berenang memiliki banyak manfaat yang dapat dirasakan apabila kita melakukannya secara benar dan rutin, manfaat tersebut antara lain : 1. Membentuk otot Saat berenang, kita menggerakkan hampir keseluruhan otot-otot pada tubuh, mulai dari kepala, leher, anggota gerak atas, dada, perut, punggung, pinggang, anggota gerak bawah, dan telapak kaki. Saat bergerak di dalam air, tubuh mengeluarkan energi lebih besar karena harus melawan massa air yang mampu menguatkan dan melenturkan otot-otot tubuh. 2. Meningkatkan kemampuan fungsi jantung dan paru-paru Gerakan mendorong dan menendang air dengan anggota tubuh terutama tangan dan kaki, dapat memacu aliran darah ke jantung, pembuluh darah, dan paru-paru. Artinya, berenang dapat dikategorikan sebagai latihan aerobik dalam air. 3. Menambah tinggi badan Berenang secara baik dan benar akan membuat tubuh tumbuh lebih tinggi (bagi yang masih dalam pertumbuhan tentunya). 4. Melatih pernafasan Sangat dianjurkan bagi orang yg terkena penyakit asma untuk berenang karena sistem crdiovaskular dan pernafasan dapat menjadi kuat. Penapasan kita menjadi lebih sehat, lancar, dan bisa pernafasan menjadi lebih panjang. 5. Membakar kalori lebih banyak Saat berenang, tubuh akan terasa lebih berat bergerak di dalam air. Otomatis energi yang dibutuhkan pun menjadi lebih tinggi, sehingga dapat secara efektif membakar sekitar 24% kalori tubuh. 6. Self safety

Dengan berenang kita tidak perlu khawatir apabila suatu saat mengalami hal-hal yang tidak diinginkan khususnya yang berhubungan dengan air (jatuh ke laut dll).

7. Menghilangkan stress Secara psikologis, berenang juga dapat membuat hati dan pikiran lebih relaks. Gerakan berenang yang dilakukan dengan santai dan perlahan, mampu meningkatkan hormon endorfin dalam otak. Suasana hati jadi sejuk, pikiran lebih adem, badan pun bebas gerah.

Sebelum berenang, agar tubuh tidak kaget, dianjurkan melakukan gerakan pemanasan untuk mencegah kram otot sekaligus juga berfungsi untuk meningkatkan suhu tubuh dan detak jantung secara bertahap dan juga lakukan pendinginan setelah selesai berenang agar suhu tubuh dan detak jantung tidak menurun secara drastis dengan cara berenang perlahan-lahan selama 5 menit. Untuk pemanasan dapat dimulai dengan melakukan gerakan-gerakan ringan, seperti mengayunkan tangan dan kaki atau berjalan-jalan di sekitar kolam renang selama 10-15 menit. Lalu secara bertahap mulailah dengan satu putaran menyeberangi kolam, lalu istirahatlah selama 30 detik beberapa kali dan puncaknya berenang selama 20-40 menit tanpa henti. Setelah beberapa minggu, latihan bisa ditingkatkan. Sebaiknya, berganti-ganti gaya renang supaya semua otot terlatih. Satu-satunya kekurangan dari jenis olahraga ini adalah ternyata kurang menguntungkan bagi kesehatan tulang. Ketiadaan gaya gravitasi bumi saat berenang justru berpengaruh buruk pada massa tulang. Untuk mengatasinya, Anda dapat menyelinginya dengan olahraga lain, seperti joging, berjalan kaki, atau bersepeda.

2.4.

Resiko Dalam Berenang

Renang umumnya dianggap sebagai suatu kegiatan kesihatan yang berisiko rendah, berbanding dengan banyak sukan yang lain. Bagaimanapun, terdapat sebilangan risiko kesihatan renang yang termasuk: a) Mati lemas dan penyedutan air yang diakibatkan oleh: b) Keadaan-keadaan air yang buruk mengakibatkan penyedutan air. c) Keapungan negatif ketika tersangkut kepada sebuah objek yang berat, umpamanya kapal yang sedang tenggelam. d) Penolakan orang-orang lain di bawah air, baik secara sengaja mahupun tidak. e) Keletihan atau ketaksedaran. f) Ketakupayaan, akibat pitam air cetek, serangan sakit jantung, sinkope sinus karotid atau angin ahmar. g) Kesan buruk perendaman: Mati lemas sekunder yang diakibatkan oleh sedutan air masin mencipta buih-buih di dalam paru-paru yang menyekat pernafasan. Sindrom Pernafasan Air, SWAS. Kejutan terma selepas terjun ke dalam air yang mengakibatkan denyutan jantung berhenti. Eksostosis yang merupakan pertumbuhan saluran telinga yang tidak normal, akibat mencepuk-cepuk air ke dalam saluran telinga secara kerap dan pada jangka panjang (dikenali sebagai telinga perenang). h) Pendedahan kepada kimia: Disinfektan klorin menaikkan pH air dan jika tidak dibetulkan, akan mengakibatkan kerengsaan mata dan/atau kulit. Penyedutan gas klorin pada jumlah yang kecil dari permukaan air semasa berenang buat jangka panjang boleh mengakibatkan kesan yang buruk pada paru-paru, khususnya bagi mereka yang menghidap asma. Masalah ini boleh diatasi dengan menggunakan kolam yang mempunyai pengudaraan yang lebih baik, khususnya kolam luar. yang melanda perenang atau

Klorin juga mengakibatkan kesan kosmetik yang negatif selepas pendedahan yang lama dan berulang. Ia menghijaukan rambut perang muda dan menghapuskan segala warna daripada rambut perang supaya menjadi keputih-putihan. Klorin juga merosakkan struktur rambut dan menjadikannya "berkeriting halus".

i) Jangkitan: Air merupakan persekitaran yang cemerlang untuk banyak bakteria, parasit, kulat, dan virus yang menjejaskan manusia, bergantung kepada mutunya. Jangkitan kulit yang berasal daripada bilik-bilik renang dan mandi boleh mengakibatkan kutu air. Cara yang paling mudah untuk mengelakkannya adalah dengan mengering ruang antara jari-jari kaki selepas berenang. Sesetengah parasit mikroskopi seperti Cryptosporidium tahan klorin dan mengakibatkan penyakit cirit-birit apabila para perenang menelan air kolam. Jangkitan telinga, otitis media, (otitis eksterna).

j) Perbuatan perenang sendiri: Kecederaan, akibat berenang berketerlaluan, boleh berlaku. Umpamanya: para peserta pertandingan gaya rama-rama boleh menghidap sakit belakang, termasuk fraktur vertebra (walaupun jarang) serta sakit bahu, akibat latihan bertahun-tahun para perenang gaya dada boleh menghidap sakit lutut serta sakit pinggul; dan para perenang gaya bebas dan gaya rentang boleh menghidap sakit bahu, sejenis tendonitis yang biasanya dirujuk sebagai bahu perenang. Hiperventilasi dalam percubaan untuk melanjutkan masa di bawah air akan mengurangkan karbon dioksida darah yang mengakibatkan penahanan dorongan untuk bernafas serta kehilangan kesedaran

pada akhir junaman. Untuk mekanismenya, sila lihat pitam air cetek.

k) Kesan buruk yang diakibatkan oleh air dan cuaca: Arus, termasuk arus pasang surut dan arus sungai, boleh mengakibatkan keletihan, serta memindahkan perenang dari keadaan selamat, atau menarik perenang ke dalam air. Angin menerukkan ombak dan mengakibatkan perenang tidak mengikut haluan kerana ditiup angin. Hipotermia yang diakibatkan oleh air sejuk boleh dengan cepatnya mengakibatkan keletihan serta ketaksedaran. Selaran matahari boleh diterukkan oleh pantulan di dalam air serta kekurangan pakaian yang dipakai semasa berenang. Pendedahan jangka panjang kepada cahaya matahari boleh menaikkan risiko barah kulit.

l) Barang-barang di dalam air: Kerosakan baling-baling merupakan punca kemalangan yang utama, baik kerana berlanggar dengan kapal mahupun kerana tersangkut ketika memanjat ke dalam kapal. Pelanggaran dengan perenang yang lain, dinding kolam, batu, atau kapal. Terjun ke dalam objek tenggelam, atau ke dasar, seringnya di dalam air yang keruh. Tersangkut pada objek tenggelam, khususnya dahan atau kapal yang ranap. Memijak pada benda yang tajam seperti kaca pecah.

m) Hidupan akua yang berbahaya: Sengatan: ampai-ampai dan sesetengah karang Tembusan: landak laut, kupang zebra (Dreissena Polymorpha), ikan pari Gigitan: yu serta ikan-ikan yang lain, ular, udang kara, atau keta Kejutan elektrik: ikan pari elektrik, belut elektrik.

BAB III PENUTUP

Kesimpulan Berdasarkan uraian yang telah penulis paparkan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Kebugaran jasmani adalah kemampuan untuk melakukan kegiatan seharihari dengan produktif tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih punya tenaga cadangan untuk menikmati waktu senggangnya 2. Fungsi kebugaran jasmani adalah untuk mengembangkan kekuatan, kemampuan, dan kesanggupan daya kreasi serta daya tahan dari setiap manusia yang berguna untuk mempertinggi daya kerja.

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrosyid. 2008. Cara Bernapas Dalam Renang Gaya Bebas, (Online), (http://www.scribd.com/, diakses 3 Desember 2010)

Ahira, Anne. 2010. Pengertian Olahraga Renang yang Wajib Dipahami, (Online), (http://www.anneahira.com/, diakses 3 Desember 2010)

Usman. 2007. Makalah Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Probolinggo

www.wikipedia.com