Anda di halaman 1dari 9

Pembukaan (piagam CIMSA)

Indonesia adalah sebuah negara yang merdeka dan berdaulat yang terlahir dari perjuangan para pendahulu bangsa, yang merdeka dengan tujuan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Untuk mencapai tujuan-tujuan berbangsa dan bernegara seperti yang diamanahkan oleh konstitusi Republik Indonesia, pembangunan manusia Indonesia harus berdasarkan atas dua hal fundamental, yaitu pendidikan dan kesehatan. Setiap warga negara Indonesia sesuai dengan konstitusi negara republic Indonesia, wajib turut serta dalam pembangunan untuk membangun bangsa agar bisa berkembang dan maju ke arah yang lebih baik. Mahasiswa kedokteran Indonesia, adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari negara republic Indonesia. Maka dengan ini, memiliki kewajiban untuk membangun bangsa sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki sebagai mahasiswa kedokteran. Center for Indonesian Medical Students Activities (CIMSA) atau Pusat Aktivitas Mahasiswa Kedokteran Indonesia (PAMKI) didirikan oleh mahasiswa kedokteran Indonesia, pada bulan Mei tahun 2001, dengan dasar tersebut diatas. Aktifitas mahasiswa kedokteran di PAMKI/CIMSA dilindungi oleh Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 tentang hak-hak warga negara Indonesia dan Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia yang diadopsi oleh Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Resolusi 217 A (III) tanggal 10 Desember 1948. CIMSA didirikan dengan tujuan utama meningkatkan kapasitas mahasiswa kedokteran Indonesia, dan menggunakan kapastias dan kemampuan yang dimiliki sebagai mahasiswa kedokteran untuk usaha-usaha menyehatkan dan mencerdaskan bangsa Indonesia. Dan juga turut aktif bekerja sama dengan dunia internasional dalam usaha penyehatan dunia, dan memperjuangkan harkat dan kedaulatan bangsa Indonesia di mata bangsa lain di dunia internasional. CIMSA adalah bagian dari pergerakan mahasiswa kedokteran, dan membuka diri untuk bekerja sama dengan seluruh pihak, baik dari bagian lain pergerakan mahasiswa kedokteran atau gerakan mahasiswa/pemuda pada umumnya, maupun dengan pihak lain seperti pemerintah, organisasi kesehatan nasional dan internasional, atau pihakpihak lain yang sejalan dengan tujuan utama CIMSA dan tidak menyalahi konstitusi CIMSA dan konstitusi serta hukum yang berlaku atau yang diakui di Indonesia. Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, maka piagam ini dijadikan dasar dalam konstitusi PAMKI/CIMSA. Dengan niatan tulus mahasiswa kedokteran, untuk masa depan Indonesia yang lebih sehat. Banda Aceh, Mei Tahun 2008.

Bab 1 Nama dan Sifat Organisasi Pasal 1 Pusat Aktivitas Mahasiswa Kedokteran Indonesia/Center for Indonesian Medical Students Activities adalah nama resmi organisasi. Pasal 2 Akronim yang diakui untuk nama organisasi adalah PAMKI dan CIMSA. CIMSA dipakai sebagai akronim yang digunakan umum dalam setiap kegiatan tingkat lokal, nasional, hingga internasional. PAMKI adalah akronim berbahasa Indonesia yang resmi digunakan sesuai dengan keperluan. Selanjutnya dalam konstitusi dan statuta akan disebut dengan organisasi Pasal 3 Organisasi resmi didirikan pada 6 Mei 2001, di Jakarta, Indonesia. Pasal 4 Sifat organisasi adalah independen, nasionalis, inklusif, non-politik, dan non-partisan. Bab 2 Visi dan Misi Organisasi Pasal 1 Visi organisasi adalah untuk terciptanya bangsa Indonesia yang lebih sehat, makmur, dan sejahtera. Dimana rakyatnya bisa menikmati kesempatan yang sama dalam pendidikan dan kesehatan, serta dalam usaha untuk memajukan kehidupan serta meraih kesejahtaraan dan keadilan sosial. Dan tercapainya kehidupan sehat secara universal merata, untuk dunia yang lebih sehat. Pasal 2 Misi organisasi adalah untuk mendorong mahasiswa kedokteran agar bisa belajar dan aktif berkarya, serta merancang strategi dan melaksanakan pergerakan untuk memajukan kesehatan dan kesejahteraan bangsa. Selanjutnya akan disebarluaskan secara resmi dengan artikel Empowering Medical Students. Improving Nation Health. Bab 3 Ruang lingkup, Strategi dan Tujuan Organisasi Pasal 1 Ruang lingkup kegiatan organisasi adalah mencakup pengembangan kapasitas mahasiswa kedokteran, pendidikan kedokteran, kesehatan masyarakat, kebijakan kesehatan, penelitian, hak asasi manusia dan kemanusiaan, kesehatan reproduksi termasuk AIDS dan isu-isu gender, kerjasama internasional, pertukaran budaya, wawasan dan pariwisata.

Pasal 2 Strategi utama organisasi dijalankan pada 3 landasan utama, penyusunan dan pengembangan basis infrastruktur organisasi, pengembangan sumber daya manusia, serta kerja nyata di bidang yang termasuk dalam ruang lingkup organisasi. Pasal 3 Dalam mencapai misi organisasi, dan meraih visi yang telah dirumuskan, organisasi akan melakukan langkah-langkah yang tercantum dalam tujuan sebagai berikut. 1. Mendasarkan pergerakan organisasi pada 3 strategi utama sesuai dengan konstitusi organisasi bab 3 pasal 2. 2. Menciptakan sistem organisasi dan pergerakan bagi mahasiswa kedokteran untuk menyalurkan idealismenya serta wadah untuk belajar dan berkarya. 3. Mempromosikan dan membuka organisasi seluas-luasnya untuk seluruh mahasiswa kedokteran Indonesia, agar dapat memanfaatkan sepenuhnya kesempatan dan potensi yang ada di dalam organisasi. 4. Menyusun dan melaksanakan sistem kaderisasi serta pelatihan bagi anggota organisasi. Agar dapat memiliki kapasitas, ilmu, dan kemampuan yang cukup untuk menjalankan aktifitas yang ada sebagai mahasiswa kedokteran, yang pada akhirnya akan menjadi modal utama untuk dimanfaatkan sebagai seorang dokter di masa depan. 5. Membuka dan menyebarkan informasi serta pintu kerjasama seluas-luasnya tentang pendidikan kedokteran, kesehatan masyarakat, kebijakan kesehatan, penelitian, hak asasi manusia dan kemanusiaan, serta kerjasama internasional, pariwisata dan budaya kepada semua pihak yang berkepentingan agar bisa dimanfaatkan secara luas demi kemaslahatan bersama. 6. Mendorong, mendukung, dan memberikan kontribusi pada pemerintah Indonesia atas usaha dan kebijakannya di bidang pendidikan, kesehatan, dan kepemudaan. 7. Mendorong, mendukung, dan memberikan kontribusi pada masyarakat Indonesia atas usaha bersama meningkatkan derajat pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan. 8. Mempromosikan dan menyebarkan potensi mahasiswa kedokteran khususnya, serta Indonesia pada umumnya di dunia internasional. 9. Mengadakan kerjasama seluas-luasnya dengan dunia internasional sesuai dengan ruang lingkup organisasi, demi tercapainya visi kesehatan global. Bab 4 Keanggotaan Pasal 1 Organisasi berdasarkan atas keanggotaan individu Pasal 2 Setiap individu adalah struktur unit terkecil dalam organisasi. Dan wajib mematuhi konstitusi dan statuta yang berlaku dalam organisasi. Pasal 3 Anggota organisasi adalah mahasiswa kedokteran Indonesia dan/atau yang menempuh pendidikan kedokteran di Indonesia.

Bab 5 Standing Committee Pasal 1 Standing Committee adalah terminologi khusus untuk bagian yang mewakili lingkup kerja utama dalam organisasi. Pasal 2 Jenis dan jumlah Standing Committee ditambah ataupun dikurangi, dan dimodifikasi lingkup kerjanya hanya dapat dilakukan oleh badan tertinggi dalam organisasi Pasal 3 Standing Committee yang ada dalam organisasi (nama dan akronim resmi) saat ini adalah Standing Committee on Medical Education (SCOME) Standing Committee on Professional Exchange (SCOPE) Standing Committee on Research Exchange (SCORE) Standing Committee on Public Health (SCOPH) Standing Committee on Reproductive Health including AIDS (SCORA) Standing Committee on Human Rights and Peace (SCORP) Bab 6 Struktur dan Badan-badan Pasal 1 Pergerakan organisasi dilaksanakan oleh badan-badan sebagai berikut 1. Kongres Mahasiswa Kedokteran (selanjutnya disebut kongres) sidang umum 2. Badan Eksekutif 3. National Officer dan Komite Nasional 4. Divisi Pendukung 5. Badan legislatif 6. Konsil Pengawas 7. Lokal Universitas Pasal 2 Kongres adalah badan tertinggi dalam organisasi. Dengan fungsi utama pengambilan keputusan. Keputusan yang diambil mempunyai kekuatan tertinggi dalam organisasi. Kongres terdiri dari Badan legislatif, Badan Eksekutif, National Officer, dan Konsil Pengawas. Pasal 3 Badan eksekutif menjalankan fungsi pelaksanaan keputusan, manajemen, administrasi, serta pengembangan organisasi, yang terdiri atas presiden, wakil presiden urusan internal, wakil presiden urusan eksternal, bendahara, dan sekretaris umum. Dimana presiden memiliki fungsi utama sebagai pemimpin organisasi yang membawahi badan eksekutif, national officer, divisi pendukung, lokal universitas dan badan lain yang dibentuk dibawah presiden.

Pasal 4 National officer memimpin komite nasional menjalankan fungsi pelaksanaan keputusan, manajemen, administrasi serta pengembangan organisasi secara spesifik seusai dengan bidang yang dibawahi oleh masing-masing standing committee. Pasal 5 Divisi pendukung adalah badan yang mempunyai kapasitas teknis khusus, untuk membantu memenuhi kebutuhan organisasi di bidang tertentu. Divisi pendukung dijalankan oleh direktur divisi beserta tim, dan terdiri atas: 1. Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia 2. Divisi Riset dan Pengembangan 3. Divisi Pemasaran, Kampanye serta Advokasi 4. Divisi Media dan Hubungan Masyarakat 5. Divisi Pengembangan Proyek 6. Divisi Usaha Dana 7. Divisi Alumni Pasal 5 Badan legislatif menjalankan fungsi mewakili anggota-anggota individu organisasi, untuk mengawasi kinerja organisasi dan membuat rekomendasi. Badan legislatif terdiri atas koordinator dan anggota. Anggota badan legislatif adalah perwakilan dari tiap kaukus yang diputuskan oleh kongres. Badan legislatif memiliki posisi sejajar dengan badan eksekutif. Pasal 6 Konsil pengawas menjalankan fungsi pengawasan tertinggi dan fungsi sebagai penjaga konstitusi. Dimana konsil berhak untuk membuat segala keputusan yang dibutuhkan untuk melindungi dan menjaga keberlangsungan organisasi. Konsil pengawas memiliki posisi sejajar dengan badan eksekutif. Pasal 7 Lokal Universitas adalah perangkat organisasi untuk mewadahi anggota-anggota individu di setiap universitas. Lokal dipimpin oleh Local Coodinator (Loco), dan memiliki mekanisme kerja dan administrasi sesuai dengan sistem yang berlaku di masing-masing fakultas serta tidak bertentangan dengan konstitusi dan statuta yang berlaku di organisasi. Struktur organisasi pusat-lokal dilaksanakan dengan sistem desentralisasi. Bab 7 Pertemuan Pasal 1 Organisasi mengadakan pertemuan resmi minimal empat kali dalam satu tahun, yang diatur selanjutnya dalam statuta. Pasal 2 Badan-badan dalam organisasi minimal bertemu langsung dua kali dalam satu tahun, di luar pertemuan yang diadakan dalam pertemuan resmi organisasi. Pasal 3

Organisasi dapat mengadakan pertemuan di luar pertemuan resmi sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan yang dimiliki oleh organisasi Pasal 4 Badan eksekutif adalah perwakilan resmi organisasi dalam pertemuan-pertemuan yang diadakan dengan mengundang organisasi. Badan eksekutif dapat menunjuk dan menyiapkan delegasi untuk mewakili organisasi. Bab 8 Finansial Pasal 1 Sistem finansial organisasi terdiri dari anggaran sentral dan anggaran standing committee yang diatur oleh pusat, dan anggaran proyek dan anggaran lokal yang dikelola dengan sistem desentralisasi. Pasal 2 Anggaran organisasi secara pusat akan ditetapkan setiap tahun oleh kongres. Kemudian kongres akan menyerahkan fungsi manajemen finansial kepada bendahara dalam badan eksekutif untuk anggaran pusat, dan bendahara komite nasional untuk anggaran masing-masing standing committee. Pasal 3 Manajemen dan administrasi finansial utama ada di bawah tanggung jawab bendahara dalam badan eksekutif. Pasal 4 Pemasukan organisasi tidak bersumber dari dana yang tidak jelas asalnya, dana haram, dan dari sumber lain yang tidak sesuai dengan etika, atau hukum yang berlaku atau diakui di Indonesia. Pasal 5 Anggaran organisasi direvisi paling banyak satu kali dalam satu tahun anggaran. Setiap pengeluaran dan pemasukan dana terikat oleh anggaran yang sudah ditetapkan. Bab 9 Kerjasama Pasal 1 Organisasi dapat bekerjasama dengan pihak luar seperti pemerintah, organisasi internasional, lembaga swadaya masyarakat, dll. Sesuai dengan kapasitas dan ruang lingkup yang dimiliki organisasi. Pasal 2 Kerjasama yang dilakukan atas dasar saling menghormati dan saling memberikan manfaat. Serta tidak melanggar konstitusi/statuta organisasi dan hukum yang berlaku atau diakui di Indonesia. Pasal 3 Setiap badan di organisasi dapat meng-inisiasi kerjasama dengan pihak luar setelah dilaksanakan koordinasi dalam internal organisasi.

Bab 10 Ketentuan Hukum dan keputusan-keputusan Pasal 1 Ketentuan hukum dan aturan-aturan organisasi ditetapkan dalam konstitusi dan statuta. Pasal 2 Konstitusi adalah hukum tertinggi dalam organisasi. Konstitusi tidak dapat dibekukan dengan alasan apapun. Konstitusi ditetapkan dalam wilayah hukum negara Republik Indonesia, serta tunduk pada hukum yang berlaku dan diakui di Indonesia. Pasal 3 Statuta adalah aturan-aturan dasar yang mengatur manajemen internal serta penatalaksanaan organisasi. Pasal 4 Resolusi kongres adalah keputusan yang diambil oleh organisasi dalam kongres, yang diamanahkan kepada badan-badan dan/atau perangkat organisasi terkait, yang kemudian dikoordinasikan oleh badan eksekutif. Pasal 5 Resolusi badan eksekutif adalah keputusan yang diambil oleh badan eksekutif dalam manajemen serta penatalaksanaan organisasi. Resolusi badan eksekutif berkekuatan hukum dibawah resolusi kongres. Pasal 6 Program kerja dalam organisasi yang disusun oleh badan-badan yang ada, tunduk pada konstitusi, statuta dan resolusi yang telah ditetapkan. Pasal 7 Jika ada keberatan atas penatalaksanaan organisasi yang berkaitan tentang resolusi ataupun program kerja, maka akan diatur dan dicari jalan keluar sesuai dengan konstitusi organisasi. Bab 11 Interpretasi Pasal 1 Segala argumen dan/atau permasalahan yang terjadi karena adanya interpretasi yang berbeda atas konsitusi dan statuta, akan diselesaikan oleh konsil pengawas dengan kapasitasnya sebagai penjaga konstitusi organisasi. Pasal 2 Terjemahan konstitusi dan statuta dalam bahasa Inggris, setelah disetujui oleh kongres, diakui secara resmi dan berlaku hukum tetap.

Bab 12 Amandemen Pasal 1 Amandemen konsitusi dan statuta dapat diajukan oleh setiap anggota organisasi lewat mekanisme yang diatur dalam statuta. Minimal diajukan adalah 3 bulan sebelum kongres berlangsung. Pasal 2 Pengajuan amandemen akan dipelajari terlebih dahulu oleh konsil pengawas sebelum diajukan dalam kongres. Konsil pengawas berhak menentukan proposal mana yang akan diputuskan oleh kongres. Pasal 3 Pengajuan amandemen akan diputuskan oleh suara mayoritas absolut dalam kongres. Dan akan dievaluasi selama satu tahun setelah amandemen berlaku. Jika amandemen yang diajukan ternyata terbukti memiliki efek menghambat jalannya organisasi, maka amandemen yang diajukan tidak berlaku dan bab dan atau pasal yang ada sebelum amandemen diberlakukan kembali. Bab 13 Pengesahan Pasal 1 Konstitusi dan statuta disahkan oleh kongres Pasal 2 Konstitusi dan statuta dinyatakan sah berlaku setelah ditandatangani oleh badan-badan yang ada dalam organisasi. Pasal 3 Amandemen berlaku 2 bulan setelah disahkan, kecuali untuk hal-hal yang bersifat mendesak sesuai dengan resolusi kongres yang diputuskan secara mayoritas absolut. Bab 14 Aturan peralihan Pasal 1 Konstitusi dan statuta yang berlaku saat dua bulan setelah amandemen disahkan adalah Konstitusi dan statuta yang berlaku sebelum amandemen Pasal 2 Selama dua bulan masa peralihan, akan dilaksanakan langkah-langkah sosialisasi dan hal-hal lainnya yang dibutuhkan untuk jalannya amandemen setelah resmi diberlakukan.