Anda di halaman 1dari 14

LI BLOK 15 LBM 1

STEP 7 - Epistomologis: cara yang digunakan untuk mengkaji suatu ilmu(difli), - Axiologis: peneran hasil penelitian yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup(Sandra), penggunaan ilmu dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia(Kiwi), peran nilai dalam penilitian(ayu), menurut Jujun: pengetahuan dapat digunakan sebagai teori nilai untuk meningkatkan pengetahuan(atika) - Ontologis: membahas apa yang ingin diketahui(apri),asumsi yang penting tentang inti suatu penelitian(aisya),kajian filsafat yang berasal dari yunani yang bersifat kongkret secara sederhana yang juga bisa dirumskan untuk ilmu yang mempelajari ttg realita kenyataan(ayu) - Penelitian: suatu proses scr sistematis yang didukung oleh data utk mencapai jawaban suatu pertanyaan, penyelesaian terhadap permasalahan atau pemahan yang mendalam terhadap suatu fenomena(Ajeng), studi yang dilaukan seseorang melalui penyelidikan terhadap suatu maslah sehingga didapat pemacahan terhadap maslah tersebut(Thuba) - Landasan ilmu: suatu dasar atau landasan yang merupakan acuan untk memecahkan suatu permasalahan (Ervina) - KTI: suatu tulisan yang membahas suatu permasalahn yang pembahasannya dilakukan dg berdasarkan penyelidikan, pengamatan dan pengumpulan data(atika), suatu karya yang disusun secra sistematis dan runtut yang bersifat ilmiah(Sandra) - Rumusan masalah: merupakan suatu kesenjangan antara apa yang diinginkan atau apa yang dituju sesuai dengan fakata atau kenyataan(Ervina),inti dari penelitian the heart of research(Thuba) - Proposal: dokumen tertulis yang dibuat untuk mengkomunikasikan pada pembimbing atau seponsor penelitian yang berisi strategi atau pemecahan masalah(Atika)
AYU NURLAILA SGD 1 - 112100120

- Latar belakang penelitian : uraian yang berkaitan dengan permasalah yang dikemukakan serta penjelasan mengapa maslah tersebut dipandang menarik untuk diteliti(Aisya) 1. Tipe tipe penelitian? Ada 2: Eksperimental: penelitian yang observasinya dilakukan terhadap efek manipulasi, penelitian terhadap 1 atau sejumlah variable. Ada perlakuan - Murni: hampir semua menggunakan variable luar, hamper sepenuhnya adanya pengaruh perlakuan - Kuasi: tidak mungkin mengontrol variable luar dan juga tidak sepenuhnya oleh pengaruh perlakuan(Ayu) Non eksperimen: penelitian dilakukan pada sejumlah cirri variable subjek apa adanya tanpa ada manipulasi, tidak ada perlakuan(Ajeng) Epidemiologic : mengkaji problema kesehatan dg pendekatan komunitas(Aisya) Kesimpulan: Ada 2 Eksperimental : adanya perlakuan, dibagi 2 Murni: sepenuhnya hamper dilakukan perlakuan Kuasi: tidak sepenuhnya dilakukan perlakuan Non eksperimental: hanya dilakukan pengamatan Berdasarkan metode yang digunakan: A. Metode penelitian survey (survey research method) Dalam survey, penelitian tidak dilakukan terhadap seluruh objek yang diteliti atau populasi, tetapi hanya mengambil sebagian dari populasi tersebut (sampel). Sample adalah bagian dari populasi yang dianggap mewakili populasinya. Dalam penelitian
Page 1

LI BLOK 15 LBM 1
suvey, hasil dari penelitian tersebut merupakan hasil dari keseluruhan. Dengan kata lain, hasil dari sample tersebut dapat digeneralisasikan sebagai hasil populasi. Penelitian survey, digolongkan lagi menjadi 2, yaitu penelitian servey yang besifat deskriptif (descriptive) dan analitik (analitical). Dalam penelitian survey deskriptif, penelitian diarahkan untuk mendeskripsikan atau menguraikan suatu keadaan di dalam masyarakat. Misalnya distribusi penyakit di dalam masyarakat dan kaitanya dengan umur, jenis kelamin dan karakteristik lain. Oleh sebab itu penelitian deskriptif ini sering disebut penelitian penjelajahan (exploratory study). Dalam survey diskriptif pada umumnya penelitian menjawab pertanyaan bagaimana (How). Sedangkan survey analitik, penelitian diarahkan untuk menjelaskan suatu keadaan atau situasi. Misalnya mnegapa penyakit menyebar di suatu masyarakat, mengapa penyakit terjadi pada seseorang , mengapa masyarakat tidak mengguunakan fasilitas yang telah tersedia, mengapa orang tidak mau membuat jamban keluarga, dsb. Survey analitik ini pada umumnya menjawab pertanyaan mengapa (Why), oleh sebab itu juga disebut penelitian penjelasan (explanatory study). Lebih lanjut, penelitian survey yang bersifat analitik ini dibedakan lagi menjadi 3 macam, yakni: Seksional (silang) Dalam [enelitian seksional silang, variable sebab atau resiko dan akibat atau kasus yang trejadi pada objek penelitian diukur atau dikumpulkan secara
AYU NURLAILA SGD 1 - 112100120

simultan (dalam waktu yang bersamaan). Misalnya penelitian tentang hubungan antara bentuk tubuh dan hipertensi, hubungan antara kondisi sanitasi lingkungan dengan penyakit menular, dsb. Pengumpulan data untuk jenis penelitian ini, baik untuk variable sebab (independent vaiable) maupun variable akibat (dependent variable) dilakukan secara bersama sama atau sekaligus. Studi retrospektif (retrospective study) Penelitian ini adalah penelitian yang berusaha melihat ke belakang (backward looking), artinya pengumpulan data dimulai dari efek atau akibat yang telah terjadi. Kemudian dari efek tersebut ditelusuri penyebabnya atau variable variable yang mempengaruhi akibat tersebut. Dengan kata lain, dalam penelitian retrospektif ini berangkat dari dependent variables, kemudian dicari independent variables nya. Misalnya, penelitian yang akan mencari hubunan antara merokok dengan kanker paru paru. Maka dimulai dari pengumpulan kasus penderita kanker paru paru, kemudian dari kasus tersebut ditanyakan tentang riwayat merokoknya pada waktu lampau sampai sekarang. Dari sini akan dapat diketahui berapa persen dari kasus tersebut yang merokok dan berapa batang rokok yang dihisap tiap hari, serta berapa persen dari kasus tersebut tidak merokok. Dari proprosi besarnya peroko dan bukan perokok terhadap jumlah kasus tersebut, akan dapat disimpulkan hubungan antara merokok dan kanker paru.
Page 2

LI BLOK 15 LBM 1
Study prospektif (prospective sudy) Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat melihat ke depan (foward looking), artinya penelitian dimulai dari variable penyebab atau faktor resiko, kemudian dikuti akibatnya pada waktu yang akan dating. Dengan kata lain, penelitian ini berangkat dari variable independent kemudian diikuti akibat dari independent variable tersebut terhadap dependen variable. Misalnya, penelitian tenatng hubungan antara merokok dengan kanker paru paru tersebut, tidak dimulai dari kasus atau penderita, tetapi dari orang yang merokok dan bukan perokok. Penelitian dimulai dari mengambil sample dari perokok dan bukan perokok, dan diikuti misalnya samapi 15 tahun mendatang. Setelah 15 tahun, maka terhadap orang orang tersebut diadakan pemeriksaan kesehatan, khususnya paru paru. Dari analisis hasil atau proporsi orang orang yang merokok dan menderita kanker paru paru, dan bukan orang perokok juga mnederita kaker paru paru, serta orang yang merokok tidak menderita kanker paru paru dan orang yang tidak erokok dan tidak menderita kanker paru paru B.Metode penelitian eksperimen Dalam penelitian eksperimen atau percobaan, peneliti melakukan percobaan atau perlakuan terhadap vaiabel independentnya, kemudian mengukur akibat atau pengaruh percobaan tersebut pada dependent variable. Yang dimaksud percobaan atau perlakuan disini adalah suatu usaha modifikasi kondisi secara sengaja dan terkontrol dalam
AYU NURLAILA SGD 1 - 112100120

menentukan peristiwa atau kejadian, serta pengamatan terhadap perubahan yang terjadi akbat dari perstiwa tersebut. Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk menguji hipotesis sebab akibat dengan melakukan interverensi. Oleh sebab itu sering disebut dengan penelitian interverensi (interverention studies). Uraian lebih lanjut tentang metode penelitian, penelitian eksperimen ini uga disebut penelitian operasional (operational research) (metodologi penelitian kesehatan; soekidjo notoatmodjo;2005;roneka cipta; jakarta) Berdasarkan segi manfaat atau kegunaannya: penelitian dasar (basic of fundamental research) penelitian ini dilakukan untuk memahami atau menjelaskan gejala yang muncul pada suatu ihwal. Kemudian dari gejala yang terjadi pada ihwal tersebut dianalisis, dan kesimpulanya adalah merupakan pengetahuan atau teori baru. Jenis penelitian ini sering juga disebut penelitian murni ( pure research), karena dilakukan untuk merumuskan suatu teori atau dasar pemikiran ilmiah tentang kesehatan atau kedokteran. Misalna penelitian tentang teori [enyebab kanker, penelitian cloning, bayi tabung, dsb. penelitian terapan (aplied research) penelitian ini dilakukan untuk memperbaiki atau memodifikasi proses suatu sistem atau program, dengan menetapkan teori teori kesehatan yang ada.
Page 3

LI BLOK 15 LBM 1
Dengan kata lain, penelitian ini berhubungan dengan penerapan suatu sistem atau metode yang terbaik sesuai dengan sumber daya ynag tersedia untuk suatu hal atau suatu keadaan. Artinya, penelitian dilakukan sementara itu sistem baru tersebut diuji coba dan dimodifikasi. Penelitian terapan ini sering disebut penelitian operasional (operational research contoh penelitian untuk mengembangkan sistem pelayanan terpadu di puskesmas. penelitian tindakan (actin research) penelitian ini dilakukan terutama untuk mencari suatu dasar oengetahuan praktis guna memperbaiki suatu situasi atau keadaan kesehatan masyarakat, yang dilakukan secara terbatas. Biasanya penelitian ini dilakukan terhadap suatu keadaan yang sedang berlangsung. Penelitian ini biasanya dilakukan dmana pemecahan masalah perlu dilakukan, dan hasilnya diperlukan untuk memperbaiki suatu keadaan. Misalnya penelitian tindakan untuk penoingkatan kesehatan masyarakat traansmigrasi. penelitian evaluasi (evaluation research) penelitian ini dilakukan untuk melakukan penilaian terhadap suatu pelaksanaan kegiatan atau program yangs sedang dilakukan dalam rangka mnecari umpan balik yang akan dijadikan dasar untuk memperbaiki suatu program atau sistem. Penelitian evaluasi ada 2 tipe, yaitu: penelitian tinjauan
AYU NURLAILA SGD 1 - 112100120

penelitian yang bersifat tijauan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana program itu berjalan, dan sejauh mana program tersebut mempunyai hasil atau dampak. Misalanya, penelitian utnuk mengevaluasi keberhasilan program imunisasi, program perbaikan sanitasi lingkunagn, program KB, dbs. penelitian pengujian (trials) dilakukan utnuk menguji efektifitas suatu pengobatan atau program progran yang lain. Biasanya penelitian ini dilakukan untuk menguji keampuhan dari suatu produk obat baru atau sistem pengobatan lain. Oleh sebab itu jenis penelitian ini lebih dikenal dengan nama penelitian klinil, atau clinical trials. Ditinjau dari segi tujuan, penelitian kesehatan dapat digolongkan menjadi 3, yaitu penelitian penjelajahan (eksploratorif), penelitian pengembangan, dan penelitian verivikatif. Penelitian penjelajahan bertujuan untuk menemukan problematik problematik baru dalam dunia kesehatan atau kedokteran. Penelitian pengenmabnagn bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan atau teori di bidang kesehatan atau kedokteran. Sedankan penelitian verivikatif, bertujuan untuk menguji kebenaran suatu teori dalam bidan kesehatan ataupun kedokteran. Dari segi tempat atau sumber data dari mana penelitian itu dilakukan: Penelitian perpustakaan
Page 4

LI BLOK 15 LBM 1
Dilakukan hanya dengan mngumpukan data dan mempelajari data dari buku literatur. Laporan laporan dan dokumen dokumen lainya yang telah ada di perpustakaan. Penelitian laboratorium Dilakukan di dalam laboratoium, pada umumnya digunakan dalam penelitian penelitian klinis Penelitian lapangan Dilakukan di masyarakat, dan masyarakat sebagai objek penelitian. Oleh sebab itu penelitian ini biasanya digunakan dalam penelitian penelitian kesehaan masyarakat. Dari segi area masalah kesehatan , penelitian ksehatan dikelompokkan menjadi 2, yaitu penelitian klinin termasuk keperawatan dan kesehatan masyarakat Penelitian klinik atau kedokteran termasuk keperawatan dilakukan di pelayanan kesehatan dengan sasaran orang sakit atau pasien. Sedangkan penelitian kesehatan masyarakat, denagn sasaran orang yang sehat dalam rangka pencegahan dan pemeliharaan kesehatan mereka. meskipun ada beberapa penggolongan penelitian seperti telah diuraikan diatas, tetapi di dalam prkakteknya tidan secara mutlak melaksanakan salah saut jenis penelitian tertentu melainakn kadang kadang dilakukan secra tumpang tindih, antara jenis penelitian satu dengan jenis penelitian yang lain. Hal ini tergantung pada bagaimana oenelitian itu sendiri dilakukan, dan bagaimana tujuan penelitian tersebut oleh karena itu dalam
AYU NURLAILA SGD 1 - 112100120

prakteknya tidak mutlak perlunya diadakan pembatasan jenis penelitian secara kaku seperti penggolongan diatas. (Metodologi peelitian kesehatan; soekidjo notoadmodjo;2005;rineka cipta;jakarta) Berdasarkan atas proses bagaimana variabel penelitian diamati : A. Penelitian Kedokteran Eksperimental penelitian yang observasinya dilakukan terhadap Efek dari Manipulasi peneliti terhadap satu atau sejumlah ciri (Variabel) subyek penelitian. Ada 2 macam : MURNI : penelitian yang memungkinkan peneliti mengendalikan hampir semua variabel luar (variabel pengacau), sehingga perubahan yang terjadi pada efek (variabel yang dipelajari) hampir sepenuhnya karena pengaruh perlakuan (variabel eksperimental). KUASI (Semu): peneliti tidak mungkin mengontrol semua variabel dari luar, sehingga perubahan yang terjadi tidak sepenuhnya pengaruh perlakuan. B. Penelitian Kedokteran Non-eksperimental penelitian yang observasinya dilakukan terhadap sejumlah variabel subyek menurut keadaan Apa Adanya (in nature), tanpa ada manipulasi atau intervensi peneliti. Watik Pratiknya. 2003. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kedokteran & Kesehatan.
Page 5

LI BLOK 15 LBM 1
2. Criteria perumusan masalah yang baik? Ada 2 substansi, ada 3 - Kegunaan teoritik - Kegunaan metodoligik - Nilai aplikasi Metode pemecahan masalah yang harus dikuasai(apri) Harus memenuhi: - Dirumuskan dalam bentuk pernyataan?? - Berisi padat dan jelas, tidak menimbulkan pengertian ganda - Dapat memberi petunjuk dalam pengumpulan data yang terkandung dalam rumusan masalah tersebut(Atika) Kesimpulan Ada 2: Subtansi Syarat2 mengangkat/merumuskan masalah untuk penelitian: bedanya = no.15? Menurut Hulley ang Cummings sebagai FINER: a. Feasible o tersedia subyek penelitian o tersedia dana o tersedia waktu, alat dan keahlian b.Interesting o masalah hendaknya menarik bagi peneliti c. Novel o mengemukakan sesuatu yang baru o membantah atau mengkonfirmasi penemuan terdahulu o melengkapi atau mengembangkan hasil penelitian terdahulu d.Ethical
AYU NURLAILA SGD 1 - 112100120

o tidak bertentangan dengan etika e. Relevant o relevan bagi perkembangan ilmu pengetahuan o relevan untuk tata laksana pasien atau kebijakan kesehatan o relevan sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya Sastroasmoro Sudigdo & Ismael S. 2002. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis ed.2. 3. Tujuan dan manfaat penelitian? Tujuan Penelitian: menemukan suatu ilmu baru dalam bidang kesehatan, untuk memperkuat dari teori yang sudah ada, dengan hasil penelitian yang telah dilakukan, eksplorasi(upaya untuk menentukan suatu fenomena), diskripsi, prediksi, eksplantasi(hubungan sebab akibat), memperkokoh teori, memperbiki atau memodivikasi suatu teori(Aisya) Tujuan seseorang melakukan penelitian : a. untuk mengetahui deskripsi pelbagai fenomena alam b. untuk menerangkan hubungan antara pelbagai kejadian c. untuk memecahkan pelbagai masalah yang ditemukan dalam kehidupan d. untuk memperlihatkan efek tertentu
Page 6

LI BLOK 15 LBM 1
Prof. DR.DrSudigdo S, Dasar Dasar metodologi penelitian Klinis Tujuan penelitian kesehatan : a. menemukan atau menguji fakta baru maupun fakta lama sehubungan dengan bidang kesehatan atau kedokteran b. mengadakan analisis terhadap hubungan atau interaksi antara fakta fakta yang ditemukan dalam bidang kesehatan atau kedokteran c. menjelaskan tentang fakta yang ditemukan serta hubungannya dengan teori teori yang ada d. mengembangkan alat, teori, atau konsep baru dalam bidang kesehatan / kedokteran yang memberi kemungkinan bagi peningkatan kesejahteraan umat manusia pada umumnya. Secara garis besar tujuan penelitian kesehatan/kedokteran itu di kelompokkan menjadi 3, yaitu : a. untuk menemukan teori, konsep, dalil, atau generalisasi beru tentang kesehatan atau kedokteran b. untuk memperbaiki atau modifikasi teori, sistem, atau program pelayanan kesehatan / kedokteran c. untuk memperkokoh teori, konsep, sistem, atau generalisasi yang sudah ada Dr. Soekidjo Notoatmojo, Metodologi penelitian Kesehatan Manfaat penelitian: mengetahui,mensurvei keluahn yang ada dimasyarakat, untuk mengatuhi SDA yang bisa digunakan untuk dalam bidang kesehatan(Ervina), menggambarkan ttg keadaan atau situasi kesehatan individu, kelompok atau masyarakat(Apri), dapat dijadikan sarana untuk menyusun kebijaksanaan dalam menyusun strategi, pengembangan system pelayanan kesehatan(Sandra) Secara singkat manfaat penelitian kesehatan dapat diidentifikasi sebagai berikut : 1. hasil penelitian dapat digunakan untuk menggambarkan tentang keadaan atau status kesehatan individu, kelompok, maupun masyarakat. 2. hasil penelitian kesehatan dapat digunakan untuk menggambarkan kemampuan sumber daya, dan kemungkinan sumber daya tersebut guna mendukung pengembangan pelayanan kesehatan yang direncanakan. 3. hasil penelitian kesehatan dapat dijadikan sarana diagnosis dalam mencari sebab masalah kesehatan, atau kegagalan2 yang terjadi di dalam sistem pelayanan kesehatan. Dengan demikian akan memudahkan pencarian alternatif pemecahan masalah2 tersebut. 4. hasil penelitian kesehatan dapat dijadikan sarana untuk menyusun kebijaksanaan dalam menyusun strategi pengembangan sistem pelayanan kesehatan. 5. hasil penelitian kesehatan dapat melukiskan kemampuan dalam pembiayaan, peralatan, dan
Page 7

AYU NURLAILA SGD 1 - 112100120

LI BLOK 15 LBM 1
ketenagakerjaan baik secara kuantitas maupun secara kualitas guna mendukung sistem kesehatan. ( Metodologi Penelitian Kesehatan, Dr. Soekidjo Notoatmodjo, 2002 ) 4. Landasan teori yang benar Harus sesuai dg apa yang akan kita teliti(Ervina) Langkah-langkah penyusunan landasan teori: 1. Identifikasi variabel-variabel 2. Cari informasi dari teori dan fakta yang terkait dengan variabel 3. Hubungkan kenyataan dan informasi-informasi yang didapat, bila ada gab (belum ada penjelasan) imaginasi peneliti Manfaat kerangka teoritik: Secara cepat bisa mengetahui variabel-variabel yang berpengaruh serta hubungan antar variabel Memberikan justifikasi yang tepat dalam menyusun kerangka konseptual. Memberikan tuntunan dalam menetapkan hipotesis Memberikan tuntunan dalam menetapkan kriteria inklusi dan eksklusi Memberikan tuntunan dalam mendiskusikan hasil penelitian 5. Apa saja syarat syarat penelitian sikap peneliti: kompeten, jujur, objektif, actual dan terbuka, filsuf, rasa ingin tau(kritis)(Apri) syarat2 melakukan penelitian: Sistematis adalah dilaksanakan menurut pola tertentu, dari yang paling sederhana sampai kompleks hingga tercapai tujuan secara efektif dan efisien. Berencana adalah dilaksanakan dengan adanya unsure dipikirkan langkah-langkah pelaksanaannya. Mengikuti konsep ilmiah artinya mulai awal sampai akhir kegiatan penelitian mengikuti caracara yang sudah ditentukan yaitu prinsip yang digunakan untuk memperoleh ilmu pengetahuan (Metodologi Penelitian Kesehatan Dr. Soekidjo Notoatmojo) Syarat2 seorang peneliti: Skeptis (selalu bertanya), analitis, kritis, kompeten, obyektif, jujur, faktual, terbuka, filusuf - Menguasai substansi ilmu yang akan diteliti - Memiliki kemampuan mengeksplorasi data medik - Pengguasaan metode keilmuan dengan cara mampu berpikir secara ilmiah, yang biasanya digambarkan dalam sifat : kritis, obyektif, logis, analitis, dan sistematis. Watik Pratiknya. 2003. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kedokteran & Kesehatan pengembangan ilmu hendaknya mengacu pada kesejahteraan umat manusia; tidak layak bila peneliti mengembangkan ilmu untuk ilmu itu sendiri
Page 8

AYU NURLAILA SGD 1 - 112100120

LI BLOK 15 LBM 1
tiap institusi penelitian telah membentuk komisi etika penilaian dikenal dengan nama clinical ethnics commitees yang dapat berada dibawah institusi, namun bersifat independent dalam melaksanakan tugasnya. Komisi ini menghindari kemungkinan terjadinya conflict of interest (konflik kepentingan) peneliti yang dapat mengganggu obeytifitas penelitian. Beberapa jurnal ilmiah mensaratkan penulis karangan menyertakan kemungkinan adanya konflik kepentingan, dengan pernyataan siapa yang memberi sponsor, atau posisi penulis dalam institusi yang berkepentingan dengan maksud dan tujuan penelitian. Pembatasan yang paling baik adalah dari peneliti sendiri peneliti hendaknya berpegan teguh pada norma yang berlaku, dan tingkat yang tertinggi dari tanggung jawab peneliti adalah tanggung jawabnya terhadap Tuhan Sang Pencipta. Dasar-dasar metodologi penelitian klinis, prof. DR. Dr. Sudigdo Sastroatmojo, Sp. A (K) 6. Bagaimana langkah langkah metode ilmiah ?? Secara umum: Memilih dan mengidentifikasi masalah Menetapkan tujuan penelitian Studi leteratur Merumuskan kerangka konsep penelitian Merumumuskan hipotesis Merumuskan metode penelitian Pengolahan data
AYU NURLAILA SGD 1 - 112100120

Mengolah dan dan menganalisis data Membuat laporan(difli)

7. Mengapa dalam pembuatan KTI harus didasari pendekatan berfikir ilmiah dan landasan ilmu? Pembuatan KTI dg pendekatan ilmiah untuk membuatnya secara sistematis dan urut. Dan menggunakan analisis data untuk memecahkan permasalahan(Atika). Bisa dibuktikan kebenarannya Salah satu tujuan pembuatan KTI itu untuk mengetahui kebenaran ilmiah tentang fakta yang ditemukan serta hubungannya dengan teori yang sudah ada yang didasari dengan landasan ilmu (landasan yang digunakan dalam memecahkan masalah). Jadi dalam pembuaan KTI, dibutuhkan landasan ilmu yang digunakan untuk memecahkan masalah melalui pendekatan berfikir ilmiah, manusia berusaha memperoleh kebenaran ilmiah, yaitu kebenaran yang dapat dipertanggung jawaban secara rasional dan empiris yang didasari . Kebenaran semacam ini dapat diperoleh dengan metoda ilmiah ( scientific method). Metoda ilmiah dapat dibedakan menjadi dua macam (Johnson, 2005) , yaitu : a. Deductive method involved the following three steps : 1) State the hypothesis (based on theory or research literature);
Page 9

LI BLOK 15 LBM 1
2) Collect data to test hypothesis; 3) Make decision to accept or reject the hypothesis. b. Inductive method. This approach also involves three steps: 1) Observe the world; 2) Search for a pattern in what is observed; 3) Make a generalization about what is occuring. Metode deduktif melibatkan tiga langkah berikut: 1) Sebutkan hipotesis (berdasarkan teori atau penelitian kepustakaan); 2) Mengumpulkan data untuk menguji hipotesis; 3) Membuat keputusan untuk menerima atau menolak hipotesis. b. Metode induktif. Pendekatan ini juga melibatkan tiga langkah: 1) Amati dunia; 2) Mencari pola dalam apa yang diamati; 3) Membuat generalisasi tentang apa yang terjadi. 8. Bagaimana penulisan latar belakang yang sistematik? 1. Masalah 2. Besar masalah 3. Kronologis 4. Upaya penyelesaian(Apri) Harus ada benang merah antar alinea, ada referensi (landasan teori) yang mendukung Syarat/ rumusan latar belakang penelitian oleh Hulley dan Cummings: F-easible : tersedia subyek penelitian, dana, dan waktu, alat serta keahlian I-ntersting : masalah hendaknya menarik bagi peneliti N-ovel : membantu atau mengkonfirmasi penemuan terdahulu, melengkapi dan mengmbangkan hasil penelitian terdahulu, menemukan sesuatu yg baru E-thical : tdk bertentangan dengan etika R-elevant : bagi ilmu pengetahuan, untuk tata laksanapasien/ kebijakan kesehatan, untuk dasar penelitian selanjutnya Sumber: Sudigdo Sastroasmoro Sofyan Ismael. 1995. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta: Binarupa Aksara 9. Apa hubungannya filsafat ilmu dalam pembuatan KTI? Ilmu dan penelitian tidak dapat dipisahkan. Ilmu tidaka akan berkembang tanpa penelitian, sebaliknya penelitian tidak akan ada bila tidak berada di dalam kerangka ilmu tertentu. Secara umum dapat dikatakan bahwa ilmu merupakan filosofi, sedangkan penelitian merupakan suatu tindakan yang akan berguna untuk membangun serta mengembangkan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan merupakan akumulasi pengetahuan yang diperoleh dengan metode ilmiah, dengan menggunakan teori yang ada. (Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis ed 2, Prof. DR. Dr.sudigdo sastroasmoro, Sp.A(K))
Page 10

AYU NURLAILA SGD 1 - 112100120

LI BLOK 15 LBM 1
10. Filsafat? suatu ilmu dengan kajian yang tidak terbatas hanya pada fakta-fakta saja, melainkan jauh diluar fakta yaitu sampai batas kemampuan logika manusia. Tujuan filsafat ilmu: a. sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah, sehingga orang menjadi kritis terhadap kegiatan ilmiah (ilmunya sendiri) b. merefleksi, menguji, mengkritisi sasumsi asumsi, metode keilmuan c. memberikan pendasaran logis terhadap metode keilmuan, pertanggung jawaban rasional logis terhadap metode ilmiah Dr. Soekidjo Notoatmojo, Metodologi penelitian Kesehatan Penelitian Fungsi Filsafat ilmu: Sedangkan Ismaun (2001) mengemukakan fungsi filsafat ilmu adalah untuk memberikan landasan filosofik dalam memahami berbagi konsep dan teori sesuatu disiplin ilmu dan membekali kemampuan untuk membangun teori ilmiah. Selanjutnya dikatakan pula, bahwa filsafat ilmu tumbuh dalam dua fungsi, yaitu: sebagai confirmatory theories yaitu berupaya mendekripsikan relasi normatif antara hipotesis dengan evidensi dan theory of explanation yakni berupaya menjelaskan berbagai fenomena kecil ataupun besar secara sederhana Manfaat filsafat ilmu: Kajian untuk menelaah hakikat ilmu secara mendalam.oleh sebab itu filsafat ilmu dapat
AYU NURLAILA SGD 1 - 112100120

menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakikat ilmu,seperti: Objek apa yg di telaah oleh ilmu?bagaimana wujud hakiki objek tersebut?bgmn daya tangkap manusia (mslnya berfikir,merasa,mengindra) Bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yg berupa ilmu? bagaimana prosedurenya?hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yg benar?apa yg disebut kebenaran itu sendiri?apa kriterianya? Untuk apa ilmu digunakan?bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dan kaidahkaidah moral?bagaimana penentuan objek yg ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral?. Ketiga kelompok tersebut merupakan 3 landasan ilmu,yakni yang pertama kelompok landasan ontologi,kedua landasan epistemologis,ketiga landasan aksiologis. Dr. Soekidjo Notoatmojo, Metodologi penelitian Kesehatan Penelitian Hubungan Pengetahuan, ilmu, disiplin ilmu, dan filsafat: Manusia di ciptakan tuhan sempurna,dalam memahami alam sekitarnya terjadi proses bertingkat.dari pengetahuan (sebagai hasil ingin tahu manusia),ilmu dan filsafat. Pengetahuan(knowledge)adalah hasil tahu dari manusia yg sekedar menjawab pertanyaan what ,misalnya apa air,apa alam,apa manusia,apa PBL. Sedangkan ilmu (science) bukan sekedar menjawab pertanyaan what melainkan akan
Page 11

LI BLOK 15 LBM 1
menjawab pertanyaan why dan how,misalnya mengapa air mendidih bila dipanaskan,mengapa manusia bernafas dsb. Pengetahuan hanya dapat menjawab apa sesuatu itu,tapi ilmu dapat menjawab bagaimana dan mengapa itu terjadi. Apabila pengetahuan itu memiliki sasaran tertentu,memiliki metode atau pendekatan untuk mengkaji objek tersebut sehingga memperoleh hasil yg dapat disusun secara sistematis dan diakui secara universal maka terbentuklah disiplin ilmu. Dr. Soekidjo Notoatmojo, Metodologi penelitian Kesehatan Penelitian Pengetahuan hanya dapat menjawab pertanyaan what Ilmu hanya mempelajari how dan Why Displin ilmu memiliki sasaran, proses, dan hasil yang diakui secara universal. Filsafat mempelajari pertanyaan yang lebih mendalam hingga tidak ada partanyaan yang mungkin lagi, sebatas logika kita Dr. Soekidjo Notoatmojo, Metodologi penelitian Kesehatan Penelitian 11. Cara menemukan masalah? Informal: fenomenologi Formal: rekomendasi suatu riset(difli), ada analogi(biasanya mengambil dari bidang ilmu lain dan diterapkan pada bidang kita sendiri), renovasi(biasanya mengganti komponen yang tidak cocok dari suatu teori), dialegtik(sanggahan) Secara umum: Menarik, actual, sesuai kemampuan peneliti(ayu) Masalah didapat berdasarkan:
AYU NURLAILA SGD 1 - 112100120 Page 12

a.

Kesenjangan antara teori dan kenyataan b. Fenomena yang ada di masyarakat c. Pengamatan pada lingkungan d. Dirumuskan dalam perumusan masalah dalam kalimat pertanyaan Kriteria masalah utk penelitian: Masalah akan timbul bila : ada kesenjangan antara teori (what should be) dengan kenyataan yang dijumpai (what is). Watik Pratiknya. 2003. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kedokteran & Kesehatan. masih baru masalah penelitian tersebut belum pernah diungkap atau dilakukan penelitian oleh orang lain, dengan kata lain masalah itu masih hangat2nya di masyarakat actual masalah tersebut benar2 terjadi di masyarakat dimana masalah ini merupakan masalah masyarakat bukan masalah peneliti praktis masalah penelitian harus dapat menunjang nilai yang praktis dengan tidak menghambur2kan sumber daya karena akan terjadi pemborosan saja memadai

LI BLOK 15 LBM 1
masalah yang diangkat menjadi masalah penelitian tidak perlu terlalu luas dan juga jangan terlalu sempit sesuai dengan kemampuan peneliti peneliti harus mempunyai kemampuan penelitian dan kemampuan di bidang yang akan ditelitinya karena berguna sebagai pertanggung jawaban sesuai dengan kebijaksanaan pemerintah Ada yang mendukung (sponsor) (Metodologi Penelitian Kesehatan Dr. Soekidjo Notoatmojo) 12. Mengapa penelitian terlebih dahulu disusun proposal? Dengan dibuatnya proposal, akan mempermudah untuk membuat penelitian agar tidak melenceng(Ervina) Fungsi proposal: a. Alat komunikasi (antara calon peneliti dengan reviewer/pemberi dana) b. Rencana kerja (disusun sistematik setelah adakan pengamatan) c. Dokumen kontrak (antara peneliti dan pemberi dana) dan tidak boleh diubah bila tidak ada persetujuan dari kedua belah pihak 13. Apakah penelitian harus dimulai dengan masalah? Iya 14. Bagaimana menyusun proposal penelitian yang baik dan benar? Ada 6 macam(proposal)
AYU NURLAILA SGD 1 - 112100120

- Judul - Penelitian: latar belakang, perumusan maslah, hipotesis, tujuan, manfaat - Tinjauan pustaka: kerangka konsep - Metodologi: desain, tempat dan waktu, populasi dan sample, criteria inklusi dan eksklusi, besar semple, cara kerja, identifikasi variable, management, analisis data - Daftar pustaka - Lampiran (Apri) a. Kriteria inklusi Kriteria inklusi adalah karakteristik umum subjek penelitian dari suatu populasi, suatu target dan terjangkau akan diteliti. Adapun kriteria inklusi sampel yang akan diteliti adalah : bersedia menjadi responden dan bisa baca tulis. 1) Wanita yang telah mengalami masa menopause usia 45-55 tahun. 2) Sehat jasmani dan rohani. 3) Mempunyai pasangan hidup. 4) Berdomisili di Desa Blerong Kecamatan Guntur Kabupaten Demak. 5) Bersedia menjadi informan. b. Kriteria eksklusi Kriteria eksklusi adalah keadaan yang menyebabkan subyek memenuhi kriteria inklusi namun tidak dapat diikutsertakan dalam penelitian (Nursalam, 2003). Misal: wanita menopause dalam keadaan sakit fisik dan kejiwaan.
Page 13

LI BLOK 15 LBM 1
Sistematika proposal penelitian: - judul penelitian - pendahuluan (latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian) - telaah pustaka (kerangka teori dan kerangka konsep) - hipotesis (bila ada) - metodologi penelitian (desain, tempat, populasi, besar sampel, kriteria inklusi, ekslusi, dll) - daftar pustaka - lampiran 15. Rumusan masalah harus mencakup apa saja? Syarat rumusan masalah 1. Dikemukakan dalam kalimat Tanya (interogatif) sangat dinjurkan karena dapat lebih bersifat khas dan tajam 2. Substansi yg dimaksud hendaknya bersifat khas, tdk bermakna ganda (ambigu) 3. Bila terdapat banyak pertanyaan penelitian, maka harus dipertanyakan secara terpisah Sumber: Sudigdo Sastroasmoro Sofyan Ismael. 1995. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta: Binarupa Aksara Penyusunan rumusan masalah: - Dirumuskan dalam kalimat tanya - Melibatkan dua variabel atau lebih - Harus dapat dihubungan dengan kerangka teori tertentu - Substansi dalam rumusan hendaknya mempunyai arti spesifik (tak mengandung arti ganda) - Memberi petunjuk tentang kemungkinan pengumpulan datanya - Kejelasan ruang lingkup penelitian

AYU NURLAILA SGD 1 - 112100120

Page 14