Anda di halaman 1dari 30

PENDAHULUAN Puskesmas adalah penanggungjawab penyelenggara upaya kesehatan untuk tingkat pertama.

Puskesmas sebagai unit pelaksana pembangunan kesehatan di wilayah kecamatan merupakan ujung tombak dalam pelayanan kesehatan dalam menunjang kebehasilan untuk mencapai visi Indonesia sehat 2010. Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kab/kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan disatu atau sebagian wilayah kecamatan. Sebagai unit pelaksana teknis: melaksanakansebagiantugasDinaskesehatanKab/kota. Visi Tercapainya Kecamatan sehat menuju terwujudnya Indonesia Sehat 2010 yang hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau yankes yang bermutu serta adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Indikator kecamatan sehat Indikator pencapaian: Lingkungan sehat Perilaku sehat Cakupan pelayanan kesehatan yang bermutu Derajat kesehatan penduduk kecamatan Misi Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah kerjanya Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya Tujuan Mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasiolnal yakni meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal diwilayah kerja puskesmas

Fungsi 1. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan Berupaya menggerakkan lintas sektor dan dunia usaha di wilayah kerjanya agar menyelenggarakan pembangunan yg berwawasan kesehatan Aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap program pembangunan di wilayah kerjanya Mengutamakan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan dan pemulihan 2. Pusat pemberdayaan masyarakat Berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat, keluarga& masyarakat: Memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat Berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk pembiayaan Ikut menetapkan, menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan 3. Pelayanan kesehatan strata pertama Menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan a. Pelayanan kesehatan perorangan b. Pelayanan kesehatan masyarakat Kedudukan Sistem Kesehatan Nasional--> sebagai sarana pelayanan kesehatan (perorangan dan masyarakat) strata pertamaSistem Kesehatan Kabupaten/Kota--> unit pelaksana teknis dinas yang bertanggungjawab menyelenggarakan sebagian tugas pembangunan kesehatan kabupaten/kotaSistem Pemerintah Daerah--> unit pelaksana teknis dinas kesehatan kab/kota yang merupakan unit struktural pemda kab/kota UPAYA PUSKESMAS A.Upaya kesehatan wajib puskesmas 1.Upaya kesehatan ibu, anak& kb 2.Upaya promosi kesehatan

3.Upayakesehatan lingkungan 4.Upaya perbaikan gizi 5.Upaya pencegahan & pemberantasan penyakitmenular 6.Upaya pengobatan dasar B.Upaya kesehatan pengembangan puskesmas Dilaksanakan sesuai dengan masalah kesehatan masyarakat yang ada dan kemampuan Puskesmas ISI Masukan Input (masukan) adalah segala sesuatu yg dibutuhkan untuk dapat melaksanakan pekerjaan manajemen Menurut (Komisi Pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika Serikat) input ada 3 macam: 1. Sumber (resources) 2. Tatacara (prosedures) 3. Kesanggupan (capacity) Sumber Sumber (resources) adalah segala sesuatu yang dapat dipakai untuk menghasilkan barang atau jasa. Sumber (resources) dibagi 3 macam: 1) Sumber tenaga (labour resources), dibagi menjadi: a.Tenaga ahli (skilled): dokter, bidan, perawat b.Tenaga tidak ahli (unskilled): pesuruh, penjaga 2) Sumber modal (capital resources), dibagi menjadi: a.Modal bergerak (working capital): uang, giro b.Modal tidak bergerak (fixed capital): bangunan, tanah, sarana kesehatan 3) Sumber alamiah (natural resources) adalah segala sesuatu yang terdapat di alam yang tidak termasuk sumber tenaga dan sumber modal.

Tatacara Tatacara (procedures) adalah berbagai kemajuan ilmu dan teknologi kesehatan yang dimiliki dan yang diterapkan. Kesanggupan Kesanggupan (capacity) adalah keadaan fisik, mental dan biologis tenaga pelaksana. Untuk organisasi yang tidak mencari keuntungan, macam input ada 4M: Man, Money, Material, Method. Untuk organisasi yang mencari keuntungan, macam input ada 6M: Man, Money, Material, Method, Machinery, Market. Puskesmas Man

Keberhasilan puskesmas sangat dipengaruhi oleh penataan dan pengelolaan tenaga untuk melaksanakan kegiatan pokok puskesmas. Keberhasilan puskesmas dalam menjalankan program ditentukan oleh sumber daya manusia yang seimbang antara tenaga pengobatan disatu pihak dengan tenaga promotif dan preventif dipihak lain. Ditetapkan untuk satu Puskesmas sekurang-kurangnya harus ada: a. 1 orang bidan atau perawat bidan b. 1 orang perawat atau pembantu perawat c. 2 orang petugas P3M d. 1 orang petugas sanitasi e. 1 orang juru tulis Jika jumlah tenaga cukup, maka susunan tenaga tersebut ialah: a. 1 orang dokter b. 1 orang bidan c. 1 orang perawat d. 2 orang pembantu perawat e. 1 orang petugas sanitasi f. 2 orang petugas P3M

g. 1 orang laboran h. 1 orang perawat kesehatan masyarakat untuk 3 Puskesmas i. 1 orang dokter gigi untuk 5 Puskesmas j. 1 orang perawat gigi k. 1 orang juru tulis Berikut ini kami paparkan peran utama sesuai fungsi profesi dari masing-masing petugas puskesmas. A. PETUGAS MEDIS : 1. Dokter Umum : melakukan pelayanan medis di poli umum, puskel, pustu, posyandu 2. Dokter Gigi : melaksanakan pelayanan medis di poli gigi, puskel, pustu 3. Dokter Spesialis : khusus untuk puskesmas rawat inap bagus juga ada kunjungan dokter spesialis sebagai dokter konsultan, misalnya : dokter ahli anak, kandungan dan penyakit dalam B. PETUGAS PARA MEDIS : 1. Bidan : pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA), pelaksana asuhan kebidanan 2. Perawat Umum : pendamping tugas dokter umum, pelaksana asuhan keperawatan umum 3. Perawat Gigi : pendamping tugas dokter gigi, pelaksana asuhan keperawatan gigi 4. Perawat Gizi : pelayanan penimbangan dan pelacakan masalah gizi masyarakat 5. Sanitarian : pelayanan kesehatan lingkungan pemukiman dan institusi lainnya 6. Sarjana Farmasi : pelayanan kesehatan obat dan perlengkapan kesehatan 7. Sarjana Kesehatan Masyrakat : pelayanan administrasi, penyuluhan, pencegahan dan pelacakan masalah kesehatan masyarakat C. PETUGAS NON MEDIS : 1. Administrasi : pelayanan administrasi pencatatan dan pelaporan kegiatan puskesmas 2. Petugas Dapur : menyiapkan menu masakan dan makanan pasien puskesmas perawatan 3. Petugas Kebersihan : melakukan kegiatan kebersihan ruangan dan lingkungan puskesmas 4. Petugas Keamanan : menjaga keamanan pelayanan khususnya ruangan rawat inap 5. Sopir : mengantar, membantu seluruh kegiatan pelayanan puskel di luar gedung puskesmas

MASALAH Masalah utama dalam pengelolaan tenaga kesehatan adalah distribusi SDM yang tidak merata sehingga kekurangan tenaga dalam puskesmas tertentu. Juga yang tak kalah bermasalahnya adalah Over-staffing untuk tenaga nonprofesional (non tekhnis) dan under-staffing untuk tenaga profesional (tenaga tekhnis). Disisi lain banyak dokter yang bekerja sebagai kepala puskesmas (struktural) dan sebagai dokter yang praktek (fungsional), kekurangan jumlah tenaga adalah akar masalah yang sebenarnya. Untuk menunjang seluruh upaya pembangunan kesehatan diperlukan tenaga yang mempunyai sikap nasional, profesional, semangat pengabdian yang tinggi, berilmu dan terampil. Tenaga kesehatan dan tenaga penunjang perlu ditingkatkan kualitas, kemampuan serta persebarannya agar merata dan dapat mendukung penyelenggaraan pembangunan kesehatan disetiap tingkatan khususnya dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah. Bila peningkatan kualitas dapat dijalankan secara bertahap maka peningkatan pelayanan kesehatan dapat dicapai sepenuhnya. Money

Pembiayaan terhadap pelayanan kesehatan menjadi salah satu faktor utama didalam peningkatan pelayanan kesehatan, baik untuk belanja modal maupun belanja barang. 1. pemerintah Dana anggaran pembangunan Dana anggaran rutin Anggaran tersebut disusun oleh Dinas Kesehatan Kabupaten, diajukan dalam daftar usulan kegiatan ke pemerintah kabupaten dan dibahas bersama DPRD kabupaten. Penanggung jawab anggaran yang diterima puskesmas adalah kepala puskesmas. 2. pendapatan puskesmas Masyarakat wajib dikenakan kewaqjiban membiayai upaya kesehatan perseorangan dan besarnya di tentukan oleh Peraturan Daerah masing-masing, disebut dana retribusi. 3. sumber lain, antara lain dari:PT ASKES, JAMSOSTEK, JPS Material

Komponen lain didalam sumber daya kesehatan yang paling penting adalah ketersedian sarana kesehatan yang cukup secara jumlah/kuantitas dan kualitas bangunan yang

menggambarkan unit sarana pelayanan kesehatan yang bermutu baik bangunan utama, pendukung dan sanitasi kesehatan lingkungan. Pembangunan sarana kesehatan harus dilengkapi dengan peralatan medis, peralatan nonmedis, peralatan laboratorium beserta reagensia, alat pengolah data kesehatan, peralatan komunikasi, kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua. Unit pelayanan kesehatan dibagi atas beberapa katagori yaitu Puskesmas Pembantu (Pustu), Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Rumah Sakit Umum dan unit pelayanan tehnis kesehatan lainnya, setiap pembangunan unit-unit pelayanan yang ada harus dapat memenuhi keterjangkauan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, pembangunan unit pelayanan berdasarkan katagori diatas harus dapat berpedoman terhadap populasi penduduk yang akan dilayani sehingga fungsi unit pelayanan kesehatan dapat berjalan sesuai target yang yang diharapkan. Selain fasilitas pelayanan kesehatan tersebut juga dibangun dan dikembangkan fasilitas pelayanan berbasis masyarakat antara lain Pondok Bersalin Desa (Polindes) dan POSKESDES. Method

Metode berasal dari Bahasa Yunani Methodos yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah,maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan. Proses 1. Perencanaan Fungsi perencanaan adalah fungsi terpenting dalam manajemen, oleh karena fungsi ini akan menentukan fungsi-fungsi manajemen lainnya. Fungsi perencanaan merupakan landasan dasar dari fungsi manajemen secara keseluruhan. Tanpa ada fungsi perencanaan tidak mungkin fungsi manajemen iainnya akan dapat dilaksanakan dengan baik. Perencanaan mai.ajerial akan memberikan pola pandang secara menyeluruh terhadap semua pekerjaan yang akan dijalankan, siapa yang akan melakukan dan kapan akan dilakukan. Perencanaan merupakan tuntunan terhadap proses pencapaian tujuan secara efisien dan efektif. Batasan perencanaan. Di bidang kesehatan, perencanaan dapat didefinisikan sebagai proses untuk merumuskan masalah-masalah kesehatan di masyarakat, menentukan kebutu'nan dan

sumber daya yang tersedia, menetapkan tujuan program yang paling pokok, dan menyusun langkah-langkah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan tersebut. Manfaat Perencanaan : Melalui perencanaan program akan dapat diketahui: 1) Tujuan dan cara mencapainya. 2) Jenis/struktur organisasi yang dibutuhkan. 3) Jenis dan jumlah staf yang diinginkan, dan uraian tugasnya. 4) Sejauh mana efektifitas kepemimpinan dan pengarahan yang diperlukan. 5) Bentuk dan standar pengawasan yang akan dilakukan. Selain itu perencanaan juga mempunyai keuntungan dan kelemahan. Keuntungan dengan tersusunnya perencanaan yang baik: 1. Perencanaan menyebabkan berbagai macam aktifitas organisasi untuk mencapai tujuan tertentu dapat dilakukan secara teratur. 2. Perencanaan akan mengurangi atau menghilangkan jenis pekerjaan yang tidak produktif. 3. Perencanaan dapat dipakai sebagai alat pengukur hasil kegiatan yang dicapai. 4. Perencanaan memberikan suatu landasan pokok fungsi manajemen lainnya, terutama fungsi pengawasan. Kerugiannya ialah: 1. Perencanaan mempunyai keterbatasan dalam hal ketepatan informasi dan fakta-fakta tentang masa yang akan datang. 2. Perencanaan memerlukan biaya yang cukup banyak. 3. Perencanaan mempunyai hambatan psikologis. 4. Perencanaan menghambat timbulnya inisiatif. 5. Perencanaan menyebabkan terhambatnya tindakan yang perlu diambil. Langkah-langkah Perencanaan Sebagai suatu proses, perencanaan mempunyai beberapa langkah penting. Ada lima langkah penting yang perlu dilakukan pada setiap menjalankan fungsi perencanaan. 1. Analisis situasi. Langkah ini bertujuan untuk mengumpulkan data atau fakta 2. Mengidentifikasi masalah dan penetapan prioritas masalah.

Terbatasnya sumber daya dan kemampuan organisasi, serta kompleksnya permasalahan yang dihadapi, mengharuskan para manajer untuk menetapkan prioritas masalah yang perlu dipecahkan. 3. Merumuskan tujuan program dan besarnya target yang ingin dicapai. Perumusan tujuan ini akan dapat dilakukan apabila rumusan masalah pada langkah 2 sudah dilakukan dengan baik. 4. Mengkaji kemungkinan adanya hambatan dan kendala dalam pelaksanaan program. Kajian terhadap hambatan ditujukan yang bersumber di dalam organisasi dan yang bersumber dari lingkungan masyarakat dan sektor lain. 5. Menyusun rencana kerja operasional (PJCO). PROSES ANALISIS DATA DALAM SUATU SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Data Analitis Presentasi Informasi Perencanaan pelaksanaan program pemantauan evaluasi 2. Pengorganisasian Pengorganisasian adalah salah satu fungsi manajemen yang juga mempunyai peranan cukup penting seperti halnya fungsi perencanaan. Melalui fungsi pengorganisasian, seluruh sumber daya yang dimiliki oleh organisasi (manusia dan yang bukan manusia) dapat dipadukan dan diatur uniuk dapat digunakan seefisien mungkin untuk mencapai nijuan organisasi yang telah ditetapkan. Agar dapat melaksanakan fungsi pengorganisasian dengan baik seorang manajer perlu memahami berbagai prinsip pengor -ganisasian. Pengorganisasian adalah suatu langkah untuk menetapkan, menggolong-golongkan dan mengatur berbagai macam kegiatan, penetapan tugas-tugas dan wewenang seseorang, dan pendelegasian wewenang dalam rangka mencapai tujuan. organisasi dapat dipandang sebagai wadah kerjasama sekelompok orang (organisasi sifatnya statis) dan sebagai suatu proses kerjasama dan bagaimana tata cara staf mencapai tujuan (organisasi sifatnya Dinamis). Organisasi juga dapat dipandang sebagai alat pimpinan untuk mencapai tujuan organisasi. Manfaat Pengorganisasian

Melalui fungsi pengorganisasian akan dapat diketahui: 1. Pembagian tugas untuk perorangan dan kelompok. 2. Hubungan organisatoris antar orang-orang di dalam organisasi tersebut melalui kegiatan yang dilakukannya. 3. Pendelegasian wewenang. 4. Pemanfaatan staf dan fasilitas fisik. Langkah-langkah pengorganisasian : Ada enam langkah atau aspek penting dalam fungsi pengorganisasian: 1. Tujuan organisasi harus dipahami oleh staf. Tugas ini sudah tertuang dalam fungsi perencanaan. 2. Membagi habis pekerjaan dalam bentuk kegiatan-kegiatan pokok untuk mencapai tujuan. Dari sini akan ada pembagian tugas (depanementasi, bidang-bidang, seksi-seksi dsb). 3. Menggolongkan kegiatan-kegiatan pokok ke dalam satuan-satuan kegiatan yang praktis (elemen kegiatan). Pembagian tugas staf harus mencerminkan apa yang harus dikerjakan oleh staf. 4. Menetapkan berbagai kewajiban yang harus dilaksanakan oleh staf dan menyediakan fasilitas yang diperlukan. Pengaturan ruang kerja adalah salah satu contohnya. 5. Penugasan personil yang cakap (memilih staf yang dipandang mampu melaksanakan tugas). 6. Mendelegasikan wewenang. Tugas-tugas staf dan mekanisme pelimpahan wewenang dapat diketahui melalui struktur organisasi yang dianut. Untuk organisasi seperti Puskesmas yang mempunyai jumlah tenaga yang terbatas tetapi ruang lingkup kerja dan kegiatannya cukup luas, prinsip kerja sama yang sifatnya integratif perlu diterapkan. Dengan mengguna-kan prinsip kerja integrasi diharapkan semua kegiatan pokok Puskesmas dapat diselesaikan. Contohnya seperti dalam kegiatan imunisasi. Juru imunisasi hanya satu tetapi sasaran penduduk dan wilayahnya cukup luas. Untuk melaksanakan kegiatan ini staf lainnya juga diberikan tugas memh.-.nm melaksanakan kegiatan imunisasi sehingga semua penduduk sasaran dapat diberikan pelayanan imunisasi secara efisien dan efektif. Dinas Kesehatan Kota mempunyai tugas untuk menenetukan menetapkan struktur organisasi puskesmas dengan pertimbangan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat tingkat I,

adapun pola organisasi meliputi kepala, wakil kepala, unit tata usaha, unit fungsional agar tidak terajdi tumpang tindih dalam pelaksanaan kegiatan yang nantinya akan berpengaruh terhadap kualitas program yang ditangani. Struktur organisasi dan tata kerja : Struktur organisasi puskesmas 1. Unsur pimpinan : Kepala Puskesmas 2. Unsur pembantu pimpinan : Tata usaha 3. Unsur pelaksana : Unit I, II, III, IV, V, VI, VII. Tugas pokok : 1. Kepala Puskesmas Bertugas memimpin, mengawasi dan mengkoordinasikan kegiatan puskesmas yang dapat dilakukan dalam jabatan structural, dan jabatan fungsional. 2. Kepala urusan tata usaha Bertugas dibidang kepegawaian, keuangan perlengkapan dan surat menyurat serta pencatatan dan pelaporan. 3. Unit I Bertugas melaksanakan kegiatan kesejahteraan ibu dan anak, keluarga berencana dan perbaikan gizi. 4. Unit II Melaksanakan kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyakit menular khususnya imunisasi, kesehatan lingkungan dan laboratorium sederhana. 5. Unit III Melaksanakan kegiatan kesehatan gigi dan mulut, kesehatan tenaga kerja dan manula. 6. Unit IV Melaksanakan kegiatan perawatan kesehatan masyarakat, kesehatan sekolah dan olahraga, kesehatan jiwa, kesehatan mata dan kesehatan khusus lainnya. 7. Unit V Melaksanakan 8. Unit VI Melaksanakan kegiatan pengobatan rawat jalan dan rawat inap 9. Unit VII Melaksanakan kegiatan kefarmasian. kegiatan pembinaan dan pengembangan upaya masyarakat dan penyuluhankesehatan masyarakat, kesehatan remaja dan dana sehat.

Wewenang dalam Organisasi Wewenang: adalah kekuasaan atau hak untuk memerintah atau meminta orang lain berbuat sesuatu. Wewenang seseorang dalam sebuah organisasi dibatasi melalui uraian tugasnya sesuai dengan fungsi Jan kedudukan staf di dalam sebuah organisasi. Wewenang dapat didelegasikan kepada staf bawahan, tetapi manajer tetap bertanggung jawab penuh terhadap wewenang yang telah didelegasikan kepada staf bawahannya. Untuk meningkatkan preduktifitas kerja staf, manajer sebaiknya mengatur agar wewenang yang diberikan kepada staf dan tanggung jawab yang melekat pada tugas-tugasnya berimbang. Berdasarkan wewenang, akan dapat dibedakan tipe-tipe organisasi (lini, staf, lini dan staf atau panitia). 1.Wewenang Lini (Linie authority) Wewenang yang mengalir secara vertikal yaitu pelimpahan wewenang dari atas ke bawah dan organisasi yang menggunakan wewenang lini disebut organisasi lini 2.Wewenang staf (staff authority) 3. Wewenang staf dan lini Perpaduan antara wewenang lini dan staf merupakan bentuk struktur organisasi yang paling umum dianut saat ini. Bentuk pelimpahan wewenang di jajaran organisasi kesehatan dan kerjasamanya dengan Departemen Dalam Negeri akan dikenal empat jenis pola kerja kerjasama yaitu: a) Sentralisasi b) Desentralisasi c) Dekonsentrasi d) Perbatuan (Medebewyn) 3. Pelaksanaan Fungsi manajemen merupakan fungsi penggerak semua kegiatan yang telah dituangkan dalam fungsi pengorganisasian untuk mencaoai tujuan organisasi yang telah dirumuskan pada fungsi perencanaan. Oleh karena itu fungsi manajemen ini lebih menekankan tentang bagaimana manajer mengarahkan dan menggerakan semua sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah disepakati. Dalam meggerakan dan mengarahkan sumber daya manusia dalam suatu organisasi, peran pimpinan, motivasi staf, kerjasama dan komunikasi antar staf merupakan hal-hal pokok yang perlu diperhatikan oleh seorang manajer. Fungsi aktuasi ini

merupakan usaha untuk menciptakan iklim kerja sama diantara staf pelaksana program sehingga tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien. Penentuan masalah penetapan tujuan penetapan tugas dan sumber daya penunjang menggerakan dan mengarahkan menilai keberhasilan sumber daya manusia Tujuan fungsi aktuasi Menciptakan kerjasama yang lebih efisien Menggembangkan kemampuan dan ketrampilan staf Menumbuhkan rasa memiliki dan menyukai pekerjaan Mengusahakan suasana lingkungan kerja yang dapat meningkatkan motivasi dan prestasi kerja staf Membuat organisasi berkembang lebih dinamis

Aktuasi lebih memusatkan pada pengelolaan sumber daya manusia. Fungsi aktuasi haruslah dimulai dari diri manajer. Manajer harus menunjukan kepada stafnya bahwa ia mempunyai tekad untuk mencapai kemajuan dan peka terhadap lingkungannya. Ia harus mempunyai kemampuan bekerja sama dengan orang lain secara harmonis. Ia harus bersifat objektif dalam menghadapi berbagai persoalan organisasi melalui pengamatan, objektif terhadap perbedaan dan persamaan karakter stafnya baik secara individu maupun kelompok manusia. Kegagalan manajer menumbuhkan motivasi stafnya merupakan hambatan utama fungsi aktuasi. Hal ini dapat terjadi karena manajer kurang memahami hakekat perilaku dan hubungan antar manusia. Seorang manajer yang berhasil akan menggunakan pengetahuannya tentang perilaku manusia untuk menggerakan stafnya agar mereka bekerja secara optimal dan lebih produktif. Teori Abraham H Maslow membahas tentang jenjang kebutuhan manusia, sebagai berikut: Keseimbangan faali Rasa aman dan tentram Diterima oleh lingkungan sosialnya Diakui Menunjukan kemampuan diri

Kepemimpinan Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk memberikan pengaruh kepada perubahan perilaku orang lain baik secara langsung maupun tidak. Manajer yang ingin kepemimpinannya lebih efektif, ia harus mampu: Memotivasi dirinya sendiri untuk bekerja dan banyak membaca Memiliki kepekaan yang tinggi terhadap permasalahan organisasi Menggerakan stafnya agar mereka mampu melaksanakan tugas-tugas pokok organisasi sesuai dengan kewenangan yang diberikan kepadanya dan tanggung jawab yang melekat pada setiap tugas. Sifat-sifat pemimpin: Memberi semangat pengikutnya Menyelesaikan pekerjaan dan menggembangkan pengikutnya Menunjukan kepada pengikutnya bagaimana menjalankan suatu pekerjaan Memikul tanggung jawab Memperbaiki kegagalan yang terjadi dalam pencapaian tugas

Motivasi staf Menurut Stoner dan Freeman (1995), Ngalim Purwanto (2000), Shortel & Kaluzni (1994) motivasi adalah karakteristik psikologi manusia yang membrikan kontribusi pada tingkat komitmen seseorang. Hal in termasuk faktor faktor yang menyebabkan, menyalurkan dan mempertahankan tingkah laku manusia dalam arah tekad tertentu. Motivasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam suatu organisasi, motivasi yang tepat dapat memajukan dan mengembangkan oraganisasi. Unsur manusia dalam organisasi terdiri dari 2 kelompok orang yaitu orang yang memimpin (manajer) dan orang yang dipimpin (pegawai / pekerja). Manajer bertanggungjawab untuk memotivasi orang yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan organisasi. Motivasi dalam organisasi kerja ditinjau dari segi perannya terdapat 2 macam yaitu motivasi positif dan motivasi negatif. Motivasi positif adalah motivasi yang menimbulkan harapan yang sifatnay menguntungkan atau menggembirakan bagi pegawai misalnya gaji, fasilitas, karier, jaminan hari tua, jaminan kesehatan, jaminan keselamatan dan lain lain. Sedangkan motivasi negatif adalah motivasi yang menimbulkan rasa takutmisalnya ancaman, tekanan, intimidasi dan semacamnya. Dengan motivasi negatif orang lain dapat digerakkan oleh pihak

yang memotivasi untuk tujuan tertentu, namun hal ini tidak dapat dipertahankan dalam waktu yang lama. Stanford (1970), mengatakan bahwa ada 3 unsur penting dalam motivasi yaitu antara kebutuhan, dorongan dan tujuan. Kebutuhan muncul karena ada sesuatu yang kurang dirasakan oleh seseorang, baik fisiologis maupun psikologis. Dorongan merupakan arahan untuk memenuhi kebutuhan sedangkan tujuan adalah akhir dari suatu siklus motivasi. Komunikasi 1) Proses komunikasi Tappen (1995) mendefinisikan komuniksi adalah suatu pertukaran pikiran, perasaan dan pendapat dan memberikan nasehat dimana terjadi antara dua orang atau lebih bekerjasama. Komunikassi juga merupakan suatuseni untuk dapat menyusun dan menghantarkan suatu pesan dengan cara yang muadah sehinga orang lain dapat mnegrti dan menerima. 2) Komunikasi dalam keperawatan Unsur yang ada dalam setiap komunikasi adalah pengirim pesan (sender), pesan (massage), penerima pesan (receiver). Pesan dapat berupa verbal, tertulis maupun non verbal. Lingkungan internal maupun eksternal juga dilibatkan, yang termasuk lingkungan internal adalah nilai nilai, kepercayaan, temperamen dan tingkat stress sedangkan faktor eksternal meliputi keadaan cuaca, suhu, waktu. 3) Prinsip komunikasi manajer keperawatan Tahapan komunikasi : a. Manajer harus mengerti struktur organisasiagar dapat memahami sasaran dai pengambilan keputusan b. Komunikasi merupakanbagian proses yang tak terpisahkan dalam kebijakan organisasi. Manajer harus mempertimbangkan isi komunikasi termasuk dampaknya terhadap orang yg dipimpinnya. c. Komunikasi harus jelas, sederhana dan tepat. d. Manajer harus meminta umpan balik agar dapat mengetahui keefektifan dan keakuratan komunikasi. e. Komponen penting lainnya bagi seorang manajer adalah menajdi pendengar yang baik. Faktor yang mempengaruhi komunikasi: Credibility

Content Context Continue & consistent Clarity Channel Capability of the audience

Beberapa aspek komunikasi yang perlu diperhatikan manajer untuk lebih mengefektifkan kepemimpinannya Kurangi kesimpang siuran arus informasi dalam organisasi Sesuaikan dengan pengalaman penerima informasi System umpan balik perlu dikembangkan Penggunaan media Komunikasi langsung juga perlu sering dilakukan antara pemimpin dan staf

Semua bentuk komunikasi yang dikembangkan oleh pimpinan puskesmas haruslah bersifat dua arah dan mempunyai tujuan yang jelas untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelaksanaan program kesehatan di wilayah kerja puskesmas. Jenis jenis pengembangan staff : 1. Pelatihan induksi Merupakan indoktrinasi standart dan singkat bagi filosofi unit kerja, tujuan, program, kebijaksanaan dan peraturan yang diberikan kepada masing masing pekerja selam atiga hari pertama kerja untuk memastikan identifikasi dengan filosofi unit kerja,tujuan dan norma norma. 2. Orientasi Merupakan pelatihan perseorangan yang dipakai untuk mengakrabkan pegawai baru dengan tanggungjawab pekerjaan, tempat kerja, pelangan dan rekan kerja. 3. Kelanjutan pendidikan Hal ini termasuk kegiatan pembelajaran yang direncanakandibalik program pendidikan dasar keperawatan dan dirancang untuk memberikan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap bagi peningkatan praktek keperawatan. Konsep konsep pengembangan staff

1. Daya saing Ketidaksesuaian yang dapt diukur antara daya saing dan pekerjaaan seseorang sebenarnya dengan tingkat daya saing ayng diinginkan. 2. Minat Faktor yang mempengaruhi seseorang untuk menerima atau menolak objek, orang, untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan. 3. Kebutuhan pendidikan Merupakan keadaan memiliki kualitas atau kemampuan yang dianggap perlu bagi peran tertentu. 4. Pembelajaran teknis Perubahan dalam perilaku yang disadari dan disengaja terutama kognitif dan psikomotor yang terjadi sebagai respon terhadap stimulus yang diberikan oleh pengajar. Pengarahan Proses pengarahan: Menyusun perintah Melaksanakan pelatihan Motivasi Memelihara ketertiban dan kepatuhan Informasi tepat dan lengkap Terhindar berbuat kesalahan Proses belajar mengajar Suasana kerja menguntungkan

Manfaat pengarahan:

MASALAH Masalah pada penatalaksanaan dipengaruhi oleh banyak faktor, maka dari itu pelaksanaan harus dilakukan dengan sebaik mungkin dalam hal kepemimpinan, motivasi, komunikasi, pengarahan, pengawasan dan supervisi. Ini semua harus berjalan secara seimbang agak dapat tercipta keadaan yang harmonis dan perencanaan yang sudah disusun dapat dijalankan dengan baik. 4. Pengawasan dan pengendalian

Fungsi pengawasan dan pengendalian memiliki kaitan yang erat dengan ketiga fungsi manajemen lainnya terutama perencanaan. Melalui fungsi ini maka standart keberhasilan selalu harus dibandingkan dengan hasil yang telah dicapai atau yang mampu dikerjakan. Jika ada kesenjangan atau penyimpangan diupayakan agar penyimpangan dapat dideteksi secara dini, dicegah, dikendalikan atau dikurangi. Kegiatan fungsi pengawasan dan pengendalian bertujuan agar efisiensi penggunaan sumber daya dapat lebih berkembang dan efektifitas tugas-tugas staf untuk mencapai tujuan program dapat lebuh terjamin. Tugas seorang manajer perlu memperhatikan beberapa prinsip berikut: Pengawasan yang dilakukan harus dimengerti oleh staf dan hasilnya mudah diukur Fungsi pengawasan merupakan kegiatan yang sangat penting dalam upaya mencapai tujuan organisasi Standart kerja yang akan diawasi perlu dijelaskan kepada semua staf. Bila hal ini dapat dilaksanakan, staf akan dapat lebih meningkatkan rasa tanggung jawab dan komitmennya terhadap kegiatan program sehingga penerapan standart pengawasan dapat dilakukan secara lebih objektif. Ada 2 jenis standart pengawasan yaitu: Norma: didasarkan pada masa lau dalam pelaksanaan program yang sejenis atau dalam situasi yang sama Criteria: standart yang diharapkan dari upaya-upaya pelayanan tertentu.

Manfaat pengawasan Dapat diketahui apakah suatu kegiatan program telah dilaksanakan sesuai dengan standart atau rencana kerja dengan menggunakan sumber daya yang telah ditetapkan Dapat diketahui adanya penyimpangan pada pengertian dan pengetahuan staf dalam melaksanakan tuganya. Dapat diketahui apakah waktu dan sumber daya telah mencukupi kebutuhan dan telah digunakan secara benar Dapat diketahui sebab-sebab terjadinya penyimpangan Dapat diketahui staf yang perlu dibeikan penghargaan atau bentuk promosi dan latihan lanjut Proses pengawasan Mengukur hasil yang telah dicapai

Membandingkan dengan hasil yang telah dicaoai dengan tolok ukur yang telah ditetapkan sebelumnya Memperbaiki penyimpangan yang dijumpai berdasarkan factor-faktor penyebab terjadinya penyimpangan.

Pelaksanaan pengawasan dan pengendalian dapat dikembangkan oleh pimpinan sebelum kegiatan program dilaksanakan sehingga fungsi pengawasan lebih banyak bersifat pencegahan (deteksi sini untuk mencegah terjadinya penyimpangan). Pengawasan juga dapat dilakukan pada saat kegiatan sedang berlangsung formatif untuk mengurangi kesalahan staf dan lebih mengembangkan motivasi mereka. Hal ini juga dapat dilaksanakan pada akhir program untuk mengetahi produktifitas kerja staf dan kualitas pekerjaannya. Objek pengawasan: Objek tentang kualitas dan kuantitas barang atau jasa. Ini merupakan objek pengawasan yang bersifat fisik. Keuangan. Pelaksanaan program lapangan sesuai dengan Rencana Kerja Operasional yang dibuat oleh masing-masing staf Hal-hal yang bersifat strategis Pelaksanaan kerjasama dengan pihak kecamatan, peraturan daerah tentang penggunaan anggran tersebut Cara mendapatkan data untuk melakukan pengawasan: Pengamatan langsusng oleh pimpinan kelapangan untuk mengamati kegiatan staf dan Supervise

membandingakan dengan standart. Data tentang pelaksanaan suatu program yang diperoleh melalui cara seperti ini mempunyai kualitas yang terbaik, tetapi memerlukan motivasi yang baik juga dari pimpinan untuk turun kelapangan (objektif) Laporan lisan Pimpinan juga mendapatkan data langsusng tentangg pelaksanaan program dengan mendengarkan secara lisan staf. Dengan cara ini, pimpinan hanya memperoleh informasi terbatas tentang kemajuan program. Laporan tertulis

Staf penanggung jawab program diminta membuat laporan singkat tentang hasil kegiatannya. Informasi hanya terbatas pada hal-hal yang dianggap penting oleh staf. System pencatatan dan pelaporan program secara rutin dibuat dapat dimanfaatkan oleh pimpinan untuk lebih mengembangkan program. Kontrol kualitas Merupakan suatu upaya organisasi dalam menyediakan pelayanan yang memenuhi standar professional dan dapat diterima oleh klien. - Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakaian jasa pelayanan kesehatan sesuai dengan tingkat kepuasan rata rata penduduk, serta yang penyelenggaraannya sesuai dengan standar atau kode etik profesi yang telah ditetapkan (Azwar, 1996) - Kriteria mutu pelayanan kesehatan 1. Struktur Kriteria rumah sakit, unit keperawatan (LOD, visi dan misi, konsep asuhan keperawatan) 2. Proses Fungsi, proses interpersonal, metode pengorganisasian, perspektif keperawatan proesional, praktek keperawatan professional. 3. Tujuan Tingkat kesehatan atau kesejahteraan, kemampuan fungsional, kepuasan pasien, sumberpenggunaan/ pengeluaran efektif dan efisien, kejadian dan proses yang tidak menyenangkan. - Syarat pelayanan berkualitas Efficacy a) Efficacy (kamanjuran) b) Appropriatennes (kepantasan) c) Accebility (mudah dicapai) d) Accepbility (diterima) e) Effectiveness (keberhasilan) f) Efficiency (ketepatan) g) Continuity (terus - menerus) - Pelaksanaan kegiatan pengendalian mutu a) Menetapkan masalah mutu pelayanan kesehatan yang diselenggarakan

b) Menetapkan penyebab masalah mutu pelayanan kesehatan yang diselenggarakan c) Menetapkan cara penyelesaian masalah mutu pelayanan kesehatan yang diselenggarakan d) Menetapkan cara penyelesaian masalah mutu pelayanan kesehatanan. e) Menyusun sasaran tudak lanjut untuk lebih memantapkan serta meningkatkan mutu pelayanan. Evaluasi Fungsi pengawasan perlu dibedakan dengan evaluasi program. Perbedaannya pada sifat, sumber data, siapa yang melaksanakannya dan waktu pelaksanaan. Antara evvaluasi dan pengawasan memiliki persamaan yaitu keduanya bertujuan untuk memperbaiki efisiensi dan efektifitas pelaksanaan program melalui perbaikan fungsi manajemen. Prinsip prinsip evaluasi : 1. Evaluasi pekerja sebaiknya didasarkan pada standar pelaksanaan kerja, orientasi tingkah laku untuk posisi yang ditempati. 2. Sample tingkah laku perawat yang cukup representative 3. Perawat sebaiknya diberi salinan deskripsi kerja, standar pelaksanaan kerjadan bentuk valuasi untuk peninjauan ulang. 4. Terdapat strategi pelaksanaan kerja yang memuaskan dan strategi perbaikan yang diperlukan. 5. Manajer menjelaskan area mana yang dijadiakn prioritas 6. Pertemuan evaluasi antara perawat dan menajer sebaiknya dilakukan dalam waktu yang tepat. 7. Laporan evaluasi maupun pertemuan tersusun secara rapih sehingga membantu dalam pelaksanaan kerja. Alat evalausi : 1. laporan tanggapan bebas 2. Pengurutan ayng sederhana 3. Checklist pelaksanaan kerja 4. Penilian grafik (Henderson, 1984) Formatif

Evaluasi terhadap input biasanya dilaksanakan sebelum kegiatan program dimulai untuk mengetahui apakah pemilihan sumber daya sudah sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan ini juga bersifat pencegahan. Promotif

Evaluasi proses dilaksanakan pada saat kegiatan yang sering berlangsung untuk mengetahui apakah metode yang dipilih sudah efektif, apakah motivasi dan komunikasi antar staf sudah berkembang dengan baik. Summative

Evaluasi terhadap output dilaksakan setelah program selesai untuk mengetahui apakah out put effect atau out program sudah sesuai dengan target yang ditetapkan sebelumnya. Perbandingan evaluasi dan pengawasan Criteria Sumber data Pelaksana Waktu Evaluasi Pengawasan Data primer dan sekunder Data primer Pihak luar (agar lebih Pihak dalam (manajer) objektif) Biasanya setelah sering dilaksanakan Setiap saat sesuai dengan kegiatan dilakukan selesai fungsi seorang manajer sebelum

dilaksanakan. Evaluasi juga (evaluasi terhadap input atau selama kegiatan berlangsung/ Sifat evaluasi proses) Formatif: evaluasi proses hasil/dampak Formatif manajer untuk perbaiki tugastugas staf, kualitas dan produktifitas kerjanya Lingkungan Segala sesuatu yang di luar daripada system dan tidak dikelola oleh system, tetapi mempengaruhi system yang ada 1. Lingkungan Fisik

Sumatif: evaluasi terhadap Sebagai bagian dari upaya

Keadaan fisik sekitar manusia yang berpengaruh terhadap manusia baik secara langsung, maupun terhadap lingkungan biologis dan lingkungan sosial manusia. Lingkungan fisik ini dapat bersumber dari: MASALAH Mengingat Puskesmas berperan dalam meningkatkan mutu masyarakat di bidang kesehatan, maka kemudahan untuk menjangkau lokasi Puskesmas merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan tersebut. Puskesmas yang memadai tidak hanya memperhatikan jumlah atau kapasitas pelayanannya tetapi juga meperhatikan tingkat aksesibilitasnya. Tingkat aksesibilitas tersebut tentunya mempengaruhi minat masyarakat untuk mengunjungi Puskesmas. Ketidakterjangkauan umumnya terjadi karena jauhnya jarak tempuh dan terlampau besarnya jumlah masyarakat yang menjadi tanggung jawab sebuah Puskesmas. Lokasi Puskesmas yang mudah untuk dijangkau dari segi transportasi, tentunya memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk mengunjunginya. 2. Lingkungan Biologis Lingkungan biologis adalah segala sesuatu di sekeliling manusia yang berupa organisme yang hidup. Lingkungan biologis meliputi: agen penyakit reservoir penyakit vektor sebagai transmisi tumbuhan dan hewan. Udara keadaan tanah geografis air sebagai sumber hidup dan sebagai sumber penyakit zat kimia atau polusi radiasi, dll.

3. Lingkungan Sosial

Semua bentuk kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik, sistem organisasi. Serta instusi/peraturan yang berlaku bagi setiap individu yang membentuk masyarakat tersebut. Lingkungan sosial ini meliputi: MASALAH Pada wilayah dimana puskesmas itu ada, pendapatan masih rendah, jadi hal ini juga menyebabkan hambatan dari berjalannya program-program dari puskesmas. 4. Lingkungan Budaya Lingkungan Budaya adalah lingkungan yang berisikan berbagai paham/keyakinan serta komponen karya manusia sebagai hasil aktivitas dan interaksi yang terjadi selama kurun waktu tertentu membentuk tatanan masyarakat . Lingkungan budaya meliputi norma, nilai, ide, adat, serta simbol-simbol yang bermakna. Termasuk didalamnya adalah tingkat pendidikan dari masyarakat setempat. MASALAH Karena tingkat pendapatan yang masih rendah, jadi kemungkinan tingkat pendidikan pada wilayah tersebut juga masih rendah. Dan ini mempengaruhi sikap, perilaku dan pengetahuan. Ini juga merupakan hambatan. Dampak Dampak program yang diukur dengan peningkatan status kesehatan masyarakat. Ada empat indikator yaitu : Tingkat dan jenis morbiditas (kejadian sakit) Sistem hukum, administrasi dan lingkungan sosial politik, serta sistem ekonomi yang berlaku Bentuk organisasi masyarakat yang berlaku setempat Sistem pelayanan kesehatan serta kebiasaan hidup sehat masyarakat setempat Kebiasaan hidup masyarakat Kepadatan penduduk, kepadatan rumah tangga, serta berbagai sistem kehidupan sosial lainnya. Mata pencaharian dan tingkat pendapatan

Mortalitas ( tingkat kematian spesifik berdasarkan sebab penyakit tertentu) Indikator yang paling peka untuk menentukan status kesehatan masyarakat disuatu wilayah : IMR dan MMR)

Fertilitas ( tingkat kelahiran, tingkat kesuburan) Life expentancy semakin tinggi, semakin baik

Dampak program itu tidak diukur langsung oleh pihak Puskesmas, melainkan oleh Depkes RI, BKKBN, atau lembaga lain melalui survei kesehatan rumah tangga (SKRT), survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI), Surkernas yang dilakukan setiap 5 tahun sekali Program Imunisasi sebagai salah satu point dalam 7 pesan Presiden Republik Indonesia terdiri dari 10 macam imunisasi dengan sasaran bayi usia < 1 tahun, yaitu : HB PID, BCG, DPT-HB 1,2 dan 3, Polio 1,2,3 dan 4 serta Campak. Imunisasi selain diberikan pada sasaran bayi usia <1 tahun juga diberikan pada sasaran murid sekolah dasar dan yang setingkat sekolah dasar, yaitu pada murid kelas 1 sampai dengan kelas 3, serta bagi wanita usia subur (WUS) dengan rentang usia 15-39 tahun. Sedangkan jenis imunisasi yang diberikan dan jenis penyakit yang dapat dicegah adalah sebagai berikut : 1. Untuk bayi < 1 tahun a. BCG, untuk mencegah TBC b. HB PID, untuk mencegah Hepatitis B c. DPT-HB ( Combo ), untuk mencegah Diphteri, Batuk Rejan, Tetanus dan Hepatitis B. d. Polio, untuk mencegah penyakit Polio. e. Campak, untuk mencegah penyakit Campak ( Gabagen, Tampeg ). 2. Untuk anak usia sekolah dasar a. Imunisasi DT, mencegah penyakit Diphteri dan Tetanus serta Imunisasi Campak untuk mencegah Penakit Campak, b. Imunisasi TT , mencegah Penyakit Tetanus. 3. Untuk WUS Diberikan imunisasi TT untuk melengkapi status T5 ( TT Long Life ), memberikan perlindungan dari Penyakit Tetanus pada ibu dan bayi yang dilahirkan. Jadwal pemberian masing-masing jenis imunisasi adalah : a. Untuk sasaran bayi < 1 tahun : Umur Jenis Imunisasi Jenis / lokasi

0 Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 9 Bulan

HB BCG, Polio 1 DPT/HB 1, Polio 2 DPT/HB 2, Polio 3 DPT/HB 3, Polio 4 Campak

Suntikan (di paha kiri) Suntikan (lengan kiri) Tetes (mulut) Suntikan (paha kanan), Tetes (mulut) Suntikan (paha kanan), Tetes (mulut) Suntikan (paha kanan), Tetes (mulut) Suntikan (lengan kanan)

***) Jadwal adalah jadwal terbaru. Jadwal tersebut diatas adalah jadwal pemberian imunisasi untuk bayi yang lahir di rumah. Sedangkan jika bayi lahir di tempat pelayanan kesehatan ( RS / RB / Praktek swasta ) maka pada saat bayi berusia 0 bulan ( < 7 hari usia bayi ) akan diberikan imunisasi HB, BCG dan Polio1, sedangkan pemberian imunisasi lainnya sama dengan jadwal diatas. b. Untuk sasaran murid sekolah dasar dan WUS : Vaksin TT Umur Sasaran WUS ( 15 39 tahun ) Siswa kelas 1 SD Siswa Kelas 2 SD Siswa Kelas 3 SD Jml Dosis 5 kali Jenis / lokasi Suntikan (lengan kiri)

DT

1 kali

Suntikan (lengan kiri)

TT TT

1 kali 1 kali

Suntikan (lengan kiri) Suntikan (lengan kiri)

Pada keadaan tertentu imunisasi tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah disepakati. Keadaan ini tidak merupakan hambatan untuk melanjutkan imunisasi. Vaksin yang sudah diterima oleh anak tidak menjadi hilang manfaatnya tetapi tetap sudah menghasilkan respon imunologis sebagaimana yang diharapkan tetapi belum mencapai hasil optimal. Sehingga kadar antibodi yang dihasilkan masih dibawah ambang kadar yang memberi perlindungan (protective level) atau belum mencapai kadar antibodi yang bisa

memberikan perlindungan untuk kurun waktu yang panjang (life long immunity) sebagaimana bila imunisasinya lengkap. Imunisasi adalah primer preventif (spesific protection) 1 antigen hanya dapat melindungi 1 penyakit saja. MASALAH Bila imunisasi tidak dilakukan maka imunitas anak turun dan anak akan mudah terkena penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan pemberian imunisasi. Jika angka kesakitan tinggi maka angka kematianpun akan meningkat. Ini merupakan dampak secara langsung, sedangkan secara tidak langsung yaitu akan menurunkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Umpan balik LOKAKARYA MINI PUSKESMAS Lokakarya Mini Puskesmas adalah suatu forum pertemuan yang diikuti oleh petugas Puskesmas dan jaringannya termasuk Poskesdes, atau pada kondisi tertentu dapat mengundang lintas sektor seperti Kecamatan, Kepala Desa/Kelurahan, PKK, termasuk unsur tokoh masyarakat. Pada Lokakarya Mini Puskesmas dilakukan pembahasan mengenai: a. Penyusunan Perencanaan Bulanan, yang merupakan bagian dari perencanaan tahunan yang telah disusun pada awal tahun dan akan dilaksanakan pada bulan tersebut. Perencanaan bulanan ini lebih dikenal dengan Plan of Action (POA) atau Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) bulanan, yang minimal berisikan tentang jenis kegiatan yang akan dilaksanakan, sasaran, target, lokasi, pelaksana, dan pembiayaan. b. Laporan hasil kegiatan periode satu bulan. Karena dalam Lokakarya Mini yang dibahas adalah kegiatan yang akan dilaksanakan, maka laporan yang dibahas adalah laporan kegiatan yang sudah dilaksanakan atau laporan bulan sebelumnya. Rekapitulasi laporan hasil kegiatan tersebut disusun laporan bulanan kegiatan sesuai dengan format yang sudah ada dalam SP2TP atau SP3 atau format lain yang berlaku di wilayah tersebut. Hasil rekapitulasi laporan bulanan tersebut kemudian dievaluasi dengan membandingkan antara hasil pencapaian dibandingkan dengan target sehingga dapat dinilai tingkat keberhasilan kegiatan (cakupan kegiatan). Dalam

melaksanakan evaluasi juga dilakukan analisis sederhana tingkat keberhasilan termasuk analisis masalah dan penyebabnya serta langkah-langkah pemecahan masalah dan dukungan lintas sektor terkait. Agar mudah dimengerti oleh semua petugas termasuk peserta lintas sektor, maka hasil pencapaian kegiatan di Puskesmas secara umum dipaparkan dalam bentuk grafik/tabel, atau dikenal dengan Pemantauan Wilayah Setempat (PWS). Di Puskesmas sudah dikenal beberapa PWS, antara lain PWS KIA, PWS Imunisasi, PWS Gizi, dan lainlain. Untuk meningkatkan keberhasilan pelaksanaan kegiatan yang telah disusun dalam forum Lokakarya Mini Puskemas dan mengetahui apakah perencanaan yang disusun sudah dilaksanakan dengan tepat, maka dilakukan kegiatan pembinaan dan supervisi oleh Kepala Puskesmas dan atau petugas yang ditetapkan sebagai pembina wilayah. Tempat Kegiatan Lokakarya Mini Puskesmas diadakan di Aula Puskesmas Tujuan Kegiatan 1. Tujuan Umum Meningkatkan fungsi Puskesmas melalui penggerakan pelaksanaan Puskesmas, bekerjasama dalam tim dan membia kerja sama lintas program serta lintas sektoral. 2. Tujuan Khusus a. Tergalangnya kerjasama dalam tim antar tenaga Puskesmas dan terlaksa b. Terselenggaranya lokakarya bulanan antar tenaga Puskesmas dalam rangka pemantauan hasil kerja tenaga Puskesmas dengan cara membandingkan rencana kerja bulan lalu dari setiap petugas dengan hasil kegiatannya dan membandingkan cakupan kegiatan dari daerah binaan dengan targetnya serta tersusunnya rencana kerja bulan berikutnya. c. Tergalangnya kerjasama lintas sektoral dalam rangka pembinaan dan pengembangan peran serta masyarakat secara terpadu. d. Terselenggaranya lokakarya tribulanan lintas sektoral dalam ranngka mengkaji kegiatan kerjasama lintas sektoral dan tersusunnya rencana kerja tribulan berikutnya. Manfaat Manfaat : Mengevaluasi kegiatan yang telah dilakuakan pada bulan lalu dan untuk merencanakan kegiatan yang akan dilakukan.

3. Penggalangan / peningkatan kerjasama dalam Tim. Lokakarya yang pada dasarnya dilaksanakan setahun sekali dilingkungan Puskesmas sendiri, dalam rangka meningkatkan kerjasama antar petugas Puskesmas untuk meningkatkan fungsi Puskesmas. 4. Lokakarya Bulanan Puskesmas. Sebagai tidak lanjut lokakarya pengggalangan / peningkatan kerjasama dalam Tim, setiap awal bulan berikutnya diadakan pertemuan antar tenaga Puskesmas untuk membandingkan rencana kerja bulan yang lalu dengan hasil kegiatan serta cakupan daerah binaan. Bilaman dijumpai masalah, dibahas dan dipecahkan bersama, serta kemudian menyusun rencana kerja bulan berikutnya bagi setiap tenaga. 5. Penggalangan / peningkatan kerja sama lintas sektoral. Dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat dan dukungan sektor-sektor yang bersangkutan diperlukan penggalangan kerjasama lintas sektor, yang dilaksanakan dalam satu pertemuan setahun sekali. Untuk itu perlu dijelasklan manfaat bersama dari upaya pembinaan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan bagi sektor-sektor yang bersangkutan. Sebagai hasil pertemuan adalah kesepakatan rencana kerja lintas sektoral dalam membina dan mengembanngkan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan. Khususnya dalam rangka peningkatan kesejahteraan ibu dan kelangsungan hidup anak. Harapan Peningkatan pelayanan kesehatan, laporan kegiatan tepat waktu KESIMPULAN Puskesmas merupakan salah satu bentuk sarana kesehatan, yang saat ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Puskesmas merupakan suatu kesatuan organisasi fungsional yang langsung memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh kepada masyarakat dalam satu wilayah kerja tertentu dengan usaha-usaha kesehatan pokok. Puskesmas juga membutuhkan dukungan dari pihak-pihak lain yang terkait dan juga dipengaruhi oleh banyak faktor seperti masukan, proses, dan umpan balik. Hambatan-hambatan yang dialami oleh puskesmas harus segera diatasi supaya fungsi puskesmas dapat berjalan dengan semestinya.