Anda di halaman 1dari 3

TUGAS PENGGANTI UTS ANALISIS KEBIJAKAN LUAR NEGERI | Hanatasya Septani 170210110110

POLITIK LUAR NEGERI DALAM PANDANGAN REALISME REALISME Ada tiga asumsi dasar dari realisme yaitu 3S (state, survival, self-helps). Asumsi pertama, negara sebagai komunitas politik yang independen mempunyai kedaulatan terhadap suatu wilayah dalam dunia yang anarkis (ketiadaan kekuasaan sentral) (Hara, Abubakar E 2001, hlmn 35). Asumsi kedua, prioritas politik luar negeri dalam

pandangan realisme bahwa negara-negara saling menjaga kelangsungan hidupnya dari ancaman negara lain, yang juga merupakan inti darai kepentingan nasional. Untuk asumsi ketiga yakni self-helps bahwa negara tidak boleh percaya kepada aktor lain (negara ataupun non-negara), tetapi harus mencara cara sendiri terutama untuk meningkatkan militernya. Struktur internasional tidak mengizinkan adanya persahabatan dll, yang ada hanya kondisi abadai ketidakpastian karena tiadanya pemerintahan global. Dalam kaitannya dengan politik luar negeri juga bahwa negara sebagai aktor utama harus menghadapi negara lain yang disertai dengan adanya perasaan ketidakamanan bersama antarnegara (security dilemma) dan ketiadaan otoritas kekuatan politik yang disebut anarki di dunia internasional. Dan dikarenakan setiap negara berkonsentrasi terhadap urusan keamaan demi pertahanan di dunia internasional dengan kekuatan militernya, maka politik luar negeri pun diorientasikan pertama kali untuk mempertahankan dan meningkatkan keamanan. REALISME KLASIK Pandangan realisme klasik mengangaap bahwa negara masih dianggap memiliki tujuan dan aspirasi politik luar negeri sendiri dan tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh distribusi kekuasaan pada struktur internasional. Menurut Holsti negara sebagai aktor dalam sistem internasional memiliki tujuan, aspirasi, dan tindakan politik luar negeri yang dipengaruhi oleh struktur kekuatan dan distribusi kekuasaan dalam politik internasional. Ada empat komponen utama dalam politik luar negeri menurut realisme klasik; Pertama, orientasi politik luar negeri yang terbagi lagi menjadi tiga. Yaitu, isolasi dimana untuk menjaga kepentingannya, negara memilih membatasi hubungannya dengan negara lain, gerakan non-blok (netralitas) sehingga mereka dapat mempertahankan diri dan bersatu dari pengaruh negara-negara

TUGAS PENGGANTI UTS ANALISIS KEBIJAKAN LUAR NEGERI | Hanatasya Septani 170210110110

besar, serta pembuatan koalisi dan

pembangunan aliansi yang terbentuk karena

ketidakmampuan negara baik dalam pertahanan maupun ekonomi. Komponen yang kedua adalah peran-peran nasional dan konsepsi tentang peran yang merupakan turunan dari komponen pertama orientasi politik luar negeri ini. Contohnya adalah pelindung regional yang merupakan peranan untuk melindungi negara-negara lain dalam lingkungan tertentu. Komponen ketiga adalah tujuan-tujuan dari politik luar negeri yaitu nilai-nilai dan kepentingan inti di mana secara umum semua orang rela mengorbankan diri untuk tujuan ini, karena kalau tidak negara dapat terancam (sifatnya jangka pendek). Tujuan jangka menengah seperti kepentingan ekonomi dan perdagangan serta prestise negara. Tujuan jangka panjang yaitu visi dan rencana universal sepeti mengkomunikasikan dunia oleh rezim komunis atau tindakan sebagian negara Barat untuk menciptakan dunia demokratis. Dan komponen keempat yaitu tindakan-tindakan dimana terdapat hubungan logis yang membuat orientasi politik luar negeri dan peran nasional memiliki sifat yang bertahan lama dan sulit untuk diubah. NEO-REALISME Para neo-realis menganggap bahwa bukan sifat manusia yang mendorong perilaku tetapi sistem internasional yang anarkis yang menimbulkan kecemburuan,

ketidakamanan dan rasa iri. Bagi neo-realisme, faktor distribusi kapabilitas di dalam struktur internasional akan mempengaruhi perilaku atau aktor dalam politik luar negeri. Kaum neo-realis memandang bahwa security dilemma akan menjadi situasi yang akan selalu hadir dalam politik internasional. Untuk itu ada beberapa cara yang dapat mengatasi permasalahan ini dalam strategi politik luar negeri yaitu menciptakan keseimbangan kekuatan (balance of power). Negara-negara akan mengadakan aliansi untuk mempertahankan keseimbangan ini. Namun kaum neo-realis berpendapat bahwa pembentukan aliansi adalah sulit karena mempertimbangkan untung-rugi sehingga aliansi ini hanya bersifat sementara. Menurut Stephen Walt dalam teori balance of threat dikatakan bahwa negara membentuk aliansi bukan untuk tujuan menyeimbangkan kekuatan saja tetapi juga

TUGAS PENGGANTI UTS ANALISIS KEBIJAKAN LUAR NEGERI | Hanatasya Septani 170210110110

menyeimbangkan agar mampu melawan ancaman-ancaman eksternal (Hara, Abubakar E. 2001, hlmn 44). Konsep-konsep dan penjelasan dalam neo-realis ini bisa digunakan sebagai landasan untuk memahami perilaku politik negara-negara. Contohnya, neo-realis menekankan tentang distribusi kekuatan negara-negara besar yang membentuk struktur nasional. Distribusi kekuatan ini akan membentuk sistem-sistem yang dikenal sebagai bipolar, multipolar dan unipolar.