Anda di halaman 1dari 4

Program Pendidikan Profesi Ners Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro 2010

ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN TINDAKAN NEBULISER Nama klien No register : Nn. M : 01047489

Diagnosa Medis : Asma bronkhial

1. Diagnosa keperawatan dan dasar pemikiran a) Diagnosa keperawatan Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan bronkospasme. Data Subjektif: a. Klien mengatakan nafasnya sangat sesak, sesak yang dirasakan klien sering kambuh bila ada alergen seperti debu, masakan yang menyengat, cuaca dingin dan bila klien kekelahan. b. Klien mengatakan badannya lemas Data Objektif: c. Tampak nafas cuping hidung. d. Tampak retraksi interkosta dan klavikula e. Terdengar suara wheezing pada auskultasi jalan napas f. RR : 33 x/menit g. TD : 120/80 mmHg h. N : 98 x/menit i. j. l. Suhu: 36,50C Klien tampak gelisah, sesak napas Klien mengalami diaphoresis

k. Akral di ekstremitas kanan dan kiri teraba dingin

b) Dasar Pemikiran Asma adalah penyakit jalan nafas yang tidak dapat pulih yang terjadi karena spasme bronkus disebabkan oleh berbagai penyebab misalnya alergen, infeksi, dan latihan. Spasme bronkus meliputi konstriksi otot polos, edema mukosa dan mukus berlebihan dengan perlengketan di jalan nafas pada tahap lanjut. Terjadinya bronkospasme (penyempitan bronkus) pada pasien asma mengakibatkan jalan nafas menjadi tidak

Program Pendidikan Profesi Ners Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro 2010

efektif sehingga oksigen yang seharusnya masuk ke dalam paru-paru dan kemudian dialirkan ke seluruh jaringan tubuh menjadi tidak adekuat. 2. Tindakan keperawatan yang dilakukan Pemberian tindakan nebuliser dengan obat yang diberikan yaitu Birotek sebanyak 16 tetes dan Altroven sebanyak 16 tetes. Kedua obat tersebut dimasukkan ke dalam alat nebuliser dan dicampur dengan NaCl 3 cc. 3. Prinsip-prinsip tindakan 1) 2) 3) a) b) c) 4) Bersih Tekanan yang diberikan kepada klien harus sesuai (jangan terlalu besar karena bisa menimbulkan sesak napas) Persiapan alat: Alat nebulizer Obat yang digunakan: Birotek dan Altroven Cairan NaCl Prosedur Tindakan: Siapkan peralatan Cuci tangan Tuangkan obat di dalam nebulizer: Birotek sebanyak 16 tetes dan Altroven sebanyak 16 tetes serta dicampur dengan NaCl 3 cc. Hubungkan stop contact dengan sumber listrik Atur tekanan pada alat nebulizer Pasangkan masker nebulizer hingga menutupi hidung dan mulut klien Anjurkan klien untuk menghirup uang dari nebulizer Lepas masker dan rapikan kembali Cuci tangan

4. Analisa tindakan keperawatan Pada pasien dengan asma bronchial terjadi penyempitan bronkus (bronkospasme) yang menyebabkan suplai oksigen menjadi tidak adekuat. Bronkospasme ini menyebabkan peningkatan jalan nafas. Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan untuk melebarkan bronkus

Program Pendidikan Profesi Ners Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro 2010

sehingga aliran oksigen menjadi lancar. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan obat bronkodilator dengan menggunakan alat nebulizer atau terapi bronkodilator. Obat yang diindikasikan yaitu Birotek sebanyak 16 tetes dan Altroven 16 tetes. Ketiganya dimasukkan ke dalam alat nebuliser dan dicampur dengan NaCl 3 cc. 5. Hasil yang di dapat dan maknanya S: O: A: Masalah teratasi. Klien sudah tidak sesak napas lagi dan tidak terdengar suara wheezing. P: Anjurkan kepada klien untuk sebisa mungkin menghindari alergen/hal-hal yang memicu kekambuhan penyalitnya. 6. Tindakan lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi diagnosa keperawatan di atas a. b. Mandiri Observasi tanda-tanda vital Berikan posisi yang nyaman, tinggikan tempat tidur 450/semi fowler Kolaborasi Kolaborasi pemberian oksigen 3 liter per menit Kolaborasi pemberian obat bronkodilator sesuai indikasi. TD : 120/70 mmHg N : 88 x/menit RR : 24 x/menit Suhu : 370C Tidak ada nafas cuping hidung Tidak ada retraksi intercosta dan clavikula. Klien tampak rileks Klien mengatakan merasa lebih nyaman dan sesaknya hilang.

Program Pendidikan Profesi Ners Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro 2010

7. Evaluasi Diri Proses pemberian terapi nebulizer berjalan lancar, proses pemberian nebulizer sebanyak 3 kali dan tekanan yang diberikan tidak terlalu besar. Klien merasa tidak sesak napas lagi dan sudah merasa lega. Setelah dilakukan terapi nebulizer, saya memberikan pendidikan kesehatan untuk mencegah kekambuhan astma lagi dan setelah kondisi klien membaik dan tidak sesak napas lagi, klien diperbolehkan pulang ke rumah. 8. Kepustakaan Price, Sylvia Anderson, Patofisiologi Buku I, 1994,EGC, Jakarta. Brunner & Suddarth, Buku Ajar Keperawatan Mdikal Bedah, edisi 8 , 1997, EGC, Jakarta. Doenges E. Marlynn, Rencana Asuhan Keperawatan , 2000, EGC, Jakarta. Gallo & Hudak, Keperawatan Kritis, edisi VI, 1997, EGC, Jakarta Noer Staffoeloh et all, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I, 1999, Balai Penerbit FKUI, Jakarta

Surakarta, 19 Januari 2011 Pembimbing klinik, Mahasiswa

Sri Martuti, S. Kp, M. Kes 19670518 198902 2 001

Dyah Kartika Putri 2202011200035