Anda di halaman 1dari 20

Skizofrenia Paranoid

LAPORAN KASUS
SKIZOFRENIA PARANOID

Disusun oleh : Febri Mutiarani Putri 1102008310

Pembimbing: dr. Prasila Darwin, SpKJ

KEPANITERAAN KLINIK STASE KEDOKTERAN JIWA RS. JIWA ISLAM KLENDER 2013

Page 1

Skizofrenia Paranoid

STATUS PSIKIATRI

A. IDENTITAS PASIEN Nama Jenis kelamin Tempat/tanggal lahir Usia Agama Alamat Suku bangsa Status pernikahan Pekerjaan Tanggal masuk RSJIK Riwayat perawatan a. rawat jalan b. rawat inap B. RIWAYAT PSIKIATRI A. Keluhan Utama Auto Anamnesia : Tgl : diambil tanggal 4 september 2013, pukul 15.30 WIB Pasien tidak tahu kenapa dibawa ke RS, Menurut pasien tidak ada kejadian apapun sebelumnya dan pasien tidak merasa sakit. Allo Anamnesis : Tgl : diambil tanggal 16 september 2013, dengan suami pasien. Suami pasien merasa sudah tidak tahan dengan sikap emosional pasien yang sering marah tanpa sebab dan memukul anaknya dengan tangan 1 minggu ini. : Ny. U : Perempuan : Purwokerto, 07 Agutus 1973 : 40 tahun : Islam : Jl. Angkasa I No.63 ujung menteng cakung : Jawa : Menikah : Ibu rumah tangga : 03 September 2013 :

: Pernah dengan dokter N : Sejak tahun 2003

Page 2

Skizofrenia Paranoid

B. Keluhan Tambahan Pasien merasa ada bisikan yang memberi perintah, merasa curiga dengan suami dan orang disekitarnya, merasa dirinya sedang di guna-guna oleh orang lain, merasa ada yang ingin memerkosa pasien. C. Riwayat Gangguan Sekarang Menurut suami pasien, pada tahun 2010, pasien mulai menunjukkan gejala-gejala yang mengganggu. Pasien sering mendengar bisikan-bisikan yang tidak diketahui sumbernya dan tidak bisa didengar orang lain. Bisikan tersebut memerintahkan kepada pasien untuk membuang serta membakar pakaian, memecahkan barang-barang rumah tangga. Bisikan tersebut datang setiap saat dan sangat menggangu pasien. Menurut suami pasien, pasien selalu curiga dan berfikir bahwa suami pasien berselingkuh dengan tetangga sebelah rumah. Selain berselingkuh, pasien juga mengatakan kalau tetangga sebelah rumahnya tersebut akan membunuh pasien dan merebut suami pasien. Pasien selalu berprasangka buruk terhadap tetangganya tersebut. Menurut suami pasien, tetangga sebelah rumahnya selalu ramah bahkan sering membantu keluarga pasien. Suatu ketika PAM dirumah pasien mati dan tidak ada air dirumah. Tetangga sebelah rumah membantu memberikan air namun pasien merasa itu merupakan suatu penghinaan terhadap keluarga pasien dan pasien merasa sangat kesal. Selain mendengar bisikan pasien juga sering melihat penampakan makhlus halus dan menurit pasien pasien memang memiliki kekuatan untuk melihat dan berkomunikasi dengan makhluk halus tersebut. Suami pasien juga mengatakan kalau pasien sering senyum sendiri. Pasien kemudian dibawa suami dan keluarganya ke RS islam jiwa klender dan menjalani rawat inap selama. Pasien pulang dalam keadaan tenang dengan keadaan yang mulai stabil. Menurut suami pasien, pasien tidak teratur minum obat dan menolak bila diajak kontrol ke rumah sakit. 1 tahun SMRS, suami pasien mengatakan bahwa sikap pasien kembali seperti pada tahun 2010. Pasien mudah sekali marah dan berbicara

Page 3

Skizofrenia Paranoid

sangat kasar. Bisikan-bisikan yang memerintahkan pasien untuk memecahkan barang mulai muncul kembali. Menurut suami pasien, pasien juga sudah tidak mau mengurus kebutuhan rumah tangga seperti memasak, mengurus anak dan mengantar anak sekolah. Selain mendengar bisikan pasien juga merasa bahwa setiap barang yang dilihatnya berubah bentuk. Pasien sudah dibawa ke RSIJ klender dan suami pasien menginginkan agar pasien dirawat di RS namun menurut dokter yang ditemui mengatakan bahwa pasien masih bisa rawat jalan dan harus teratur minum obat. Pasien hanya minum obat selama 3 bulan lalu berhenti minum obat. 1 minggu SMRS pasien semakin menunjukkan emosinya. Pasien mulai memukuli anaknya dengan tangan tanpa alasan yang jelas. Menurut pasien semua itu dilakukan karena ada bisikan yang menyuruhnya untuk berperilaku kasar terhadap semua orang. Pasien mengatakan bahwa bisikan itu terjadi karena dirinya diguna-guna oleh teman suaminya. Bahkan 3 hari SMRS pasien mengatakan bahwa beberapa teman suaminya datang lalu memegangi tangan pasien dan mencoba untuk memerkosa pasien dan langsung pergi saat suami pasien datang. Namun menurut suaminya, tidak ada kawan pria ataupun wanita yang datang ke rumah mereka dalam beberapa bulan terakhir ini. Menurut suami pasien, selama berumah tangga tidak ada permasalahan atau konflik yang berarti terjadi. Tidak ada pula permasalahan yang terjadi pada saudara atau keluarganya. Sebelumnya pasien berhubungan baik dengan keluarga. Pasien rajin bersilaturahmi dengan saudaranya. Namun semenjak sakit, pasien lebih tidak perduli pada siapapun. Pasien memang sulit untuk bergaul. Menurut suaminya ia hanya ingin bergaul dengan orang yang dianggap dapat memberikan rasa nyaman untuk pasien. Sebelum sakit pasien rajin beribadah dan mengikuti pengajian di lingkungan rumahnya.

Page 4

Skizofrenia Paranoid

Riwayat Gangguan Sebelumnya 1) Gangguan Psikiatri Menurut suami pasien, 10 tahun SMRS pasien pernah mengalami hal serupa. Pasien mendengar bisikan-bisikan yang menyuruhnya pasien untuk melakukan sesuatu seperti marah-marah kepada semua orang. Pasien juga sering melihat sosok ulama yang mengajaknya untuk berkomunikasi. Pasien dibawa keluarganya ke paranormal namun tidak ada perubahan. Oleh karena itu pasien dibawa ke RSJ magelang lalu menjalani rawat inap selama 2 minggu. Setelah itu pasien melanjutkan pengobatan rawat jalan namun menurut suaminya pasien tidak teratur minum obat. Pasien maupun suaminya lupa nama obat namun menurut suami pasien warna obat pink kemasan dan juga obat racikan dikapsul 1 hari sekali yang telah diberikan di RSJ Magelang. Keluhan ini dirasakan pasien hingga 1 tahun lamanya dan kemudian keluhan tersebut hilang dan pasien menjalani hari-harinya seperti biasa. 2) Gangguan Medik Pasien tidak memiliki kelainan bawan sejak lahir.Pasien tidak pernah dirawat di RS ataupun berobat ke RS.Pasien tidak memiliki riwayat kejang dan trauma kepala. 3) Gangguan Zat Psikoaktif Pasien merupakan seorang perokok.Pasien tidak pernah minum minuman beralkohol.Pasien tidak pernah menggunakan obat-obatan terlarang maupun zat psikotropika jenis apapun.

Riwayat Kehidupan Pribadi Sebelum Sakit 1) Riwayat Prenatal dan Perinatal Selama kehamilan, ibu pasien tidak pernah mengalami penyakit atau hal yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin.Pasien lahir dari pernikahan yang sah, cukup bulan dalam kandungan ibu, dan lahir secara normal dan saat lahir bayi langsung menangis.Tidak ada penggunaan obat-obatan selama masa kehamilan.

Page 5

Skizofrenia Paranoid

2) Masa Kanak-Kanak Dini (0-3 tahun) Pasien diasuh oleh kedua orangtuanya serta kakak-kakaknya yang lain. Pasien bisa bicara usia 2 tahun, dan berjalan usia 1,5 tahun. Pasien merupakan anak yang pendiam sehingga tidak banyak bicara. Tidak ada gangguan kejiwaan pada masa ini. Tidak ada gangguan jiwa pada ke dua orang tua pasien. Hubungan pasien dengan saudara-saudarnya baik namun tidak begitu akrab.

3) Masa Kanak-Kanak Pertengahan (3-11 tahun) Pasien termasuk anak yang baik, pendiam dan tertutup serta tidak memiliki banyak teman. 4) Masa Pubertas dan Remaja Hubungan Sosial Pasien termasuk orang tertutup dan pendiam yang tidak mudah dekat dan bergaul dengan orang lain. Pasien lebih suka bermain dengan anak yang usianya lebih muda darinya. Pasien juga tidak banyak bicara dengan orang tua dan kakak-kakak nya. Menurut keluarganya pasien mrupakan anak yang kera kepala. Riwayat Pendidikan Formal Pasien bersekolah SD di daerah purwokerto, lalu melanjutkan ke SMP dan SMA purwokerto. Selama bersekolah pasien tidak pernah tinggal kelas. Prestasi sekolahnya termasuk lumayan dan selalu masukranking 10 besar. Perkembangan Motorik dan Kognitif Dalam Perkembangan motorik dan kognitif pasien tidak ada gangguan.Pasien tidak mengalami kesulitan dalam hal keterampilan intelektual maupun motorik.

Page 6

Skizofrenia Paranoid

Gangguan Emosi dan Fisik Pasien termasuk orang yang pendiam, tidak pernah mau terbuka dengan keluarganya untuk menceritakan kehidupan pribadinya dalam bergaul.

Riwayat Psikoseksual Pasien tidak mempunyai riwayat gangguan psikoseksual.Pasien memiliki sifat tertutup.

Riwayat Keluarga Tn. M (69 th) Ny. R (50 Th, HT)

Tn. M

Ny. M

Tn. M Tn.S(43 th)

Ny.M

Tn. S Ny. U (40 th)

Ny. K

An.A (14 th) Keterangan : : Perempuan : Laki-laki : penderita gangguan jiwa An. N (10 th)

An. M (8 th)

: Perempuan meninggal = tinggal satu rumah

: Garis keturunan : Garis menikah


Page 7

Skizofrenia Paranoid

Pasien adalah anak kelima dari tujuh bersaudara. Terdiri dari dua kakak perempuan, dua kakak laki-laki, satu adik perempuan dan satu adik laki-laki. Pekerjaan ayah pasien adalah pedagang dan ibunya adalah ibu rumah tangga dan sudah meninggal sejak tahun 2010 karena sakit hipertensi yang dideritanya. Suami pasien bekerja di bidang transportasi dan saat ini mereka sudah dikaruniai 3 orang anak. Hubungan pasien dengan anggota keluarga lainnya cukup baik walaupun pasien sering adu mulut dengan kakak dan adiknya.Dalam keluarga pasien tidak ada yang menderita gangguan jiwa.

D. STATUS MENTAL I. Deskripsi Umum

A. Penampilan Pasien seorang perempuan, berpenampilan fisik sesuai usianya, berambut hitam, saat wawancara pasien menggunakan kerudung berwarna hitam, baju berbahan kaos lengan panjang warna merah muda polos, dan celana panjang berwarna merah muda dengan motif bunga-bunga. Pasien duduk tenang dihadapan pewawancara dengan konsentrasi baik. Sikap terhadap

pewawancara kooperatif dalam menjawab pertanyaan yang diajukan. B. Perilaku dan Aktivitas Psikomotor Selama wawancara pasien duduk dengan tenang. Pasien langsung menjawab pertanyaanyang diajukan. Saat berbicara pasien menatap dokter muda, tidak ada gerakan yang tidak disadari selama wawancara. Setelah wawancara dokter muda berpamitan dengan pasien dan pasien menerima dengan baik.

C. Sikap terhadap Pemeriksa Pasien cukup kooperatif untuk menjawab pertanyaan yang diajukan ketika wawancara.Pasien bersikap tenang dan berprilaku sopan.

Page 8

Skizofrenia Paranoid

II.

Keadaan Afektif Suasana Perasaan / Mood Afek Keserasian : Iritabel : Luas : Sesuai

III.

Pembicaraan Volume Irama Kelancaran Kecepatan : sedang : teratur : agak terbata-bata, artikulasio dan intonasi jelas : sedang

Gaya berbicara : Tenang Gangguan berbicara :tidak ada afasia, tidak ada disartria, tidak ada ekolalia.

IV. Gangguan Persepsi a. Halusinasi Auditorik : Ada pasien sering mendengar suara-suara dari tetangganya yang menyuruh untuk memecahkan barang, membakar pakain, berperilaku kasar terhadap anak dan suaminya. Visual : Ada

Pasien merasa melihat barang berubah bentuk dan melihat sosok ulama namun ia mengaku bahwa ia memang mempunyai kekuatan untuk melihat hal tersebut. Taktil : Tidak Ada.

Olfaktorik : Tidak Ada. Gustatorik : Tidak Ada. : Tidak Ada

b. Ilusi

c. Derealisasi : Tidak Ada d. Depersonalisasi : Tidak Ada

Page 9

Skizofrenia Paranoid

V.

Proses Pikir 1. Proses Pikir o Produktivitas o Kontinuitas - Assosiasi longgar - Inkoherensia - Flight of ideas - Neologisme : Ada : Tidak Ada : Tidak Ada : Tidak Ada : Cukup Ide

2. Isi pikir Preokupasi Waham Waham kebesaran Waham kejar : Tidak Ada : Ada (Pasien yakin bahwa teman suaminya : Tidak Ada

ingin memperkosa pasien dan tetangga pasien ingin membunuh pasien) Waham refensi Thought echo Thought broadcasting Thought withdrawal Thought insertion Thought control Delusion of passivity : Ada (Pasien yakin tetangganya sering

membicarakannya dan sering menghinanya) : Tidak Ada : Tidak ada : Tidak Ada : Tidak Ada : Ada : Ada (Pasien tidak dapat melawan bisikan-

bisikan tersebut dan hanya dapat mengikutinya saja). Gagasan bunuh diri dan membunuh Obsesi dan konvulsi Fobia : Tidak Ada : Tidak Ada : Tidak Ada

VI.

Sensorium dan Kognitif 1. Kesadaran : Kompos Mentis

Page 10

Skizofrenia Paranoid

2. Orientasi o Waktu Baik (pasien benar menyebutkan tanggal, bulan, tahun, dan musim saat di wawancara tetapi tidak tahu hari apa saat diwawancara) o Tempat Baik (pasien dapat menyebutkan bahwa saat ini sedang berada di Rumah Sakit Jiwa Islam Klender Jakarta Timur, Negara Indonesia, kota jakarta, dan ruangan perawatannya) o Orang Baik (pasien tahu bahwa ia sedang diwawancarai oleh dokter muda dan mengenali beberapa pasien lainnya)

3. Daya ingat : o Daya ingat jangka panjang Baik (pasien dapat mengingat kejadian yang terjadi saat ia SD) o Daya ingat jangka pendek Baik (pasien dapat mengingat hari pasien masuk rumah sakit) o Daya ingat yang baru-baru ini terjadi Baik (pasien dapat mengingat menu sarapan tadi pagi, pukul berapa bangun tadi pagi) o Daya ingat segera Baik (pasiendapat mengingat nama dokter yang merawatnya saat ini dan juga dapat menyebutkan 3 benda yang pewawancara ajukan) 4. Konsentrasi : Baik Pasien mampu mengurangipenjumlahan seratus kurang tujuh sebanyak 5 kali berturut-turut 5. Kemampuan Visuospasial : Baik Pasien dapat menggambar jam segi lima berhimpitan 6. Pikiran abstrak : Baik Pasien dapat mengetahui arti panjang tangan dan tong kosong nyaring bunyinya. 7. Pengetahuan umum dan intelegensi : Baik o Pasien mengetahui nama presiden RI sekarang o Pasien dapat menghitung uang kembalian dari Rp.10.000 setelah dibelanjakan Rp.3500

Page 11

Skizofrenia Paranoid

VII. Pengendalian Impuls Kemampuan mengendalikan impuls kehendak dan keinginan pada pasien baik, pasien bersedia mendengarkan dan menjawab pertanyaan pewawancara dengan baik.

VIII. Pertimbangan dan Tilikan o Pertimbangan : Baik Misalnya bila menemukan dompet di jalan dan didalam dompet tersebut terdapat KTP pemilik dompet, dia akan mengembalikannya kepada pemiliknya. o Tilikan : derajat 1 (penyangkalan penuh terhadap penyakitnya).

IX. Reabilitas o Reabilitas pasien terganggu o Taraf dapat DipercayaKurang dapat dipercaya (terdapat beberapa

jawaban tertentu yang setelah dilakukan alloanamnesa ternyata berbeda dengan pernyataan yang diungkapkan oleh pihak keluarga).

D. STATUS FISIK 1. Status Interna Keadaan umum Kesadaran Tanda vital > Tekanan Darah > Nadi > Suhu > Pernapasan : 110/90 mmHg : 88 x/menit : Afebris : 20 x/menit : Baik : Compos Mentis

Page 12

Skizofrenia Paranoid

Kepala Mata

: Normosefal : Pupil bulat, isokor, refleks cahaya langsung +/+, konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-.

Telinga Hidung Tenggorokan Thoraks

: Normotia : Bentuk normal, sekret -/: Faring tidak hiperemis, T1/T1 tenang : Cor : S1S2 Reguler, Murmur -/-, Gallop -/Pulmo : Vesikuler +/+, ronkhi -/-, wheezing -/: Datar, supel, nyeri tekan (-), H/L tidak membesar : Akral hangat

Abdomen Ekstremitas

2. Status Neurologik : Tanda Rangsang Meningeal :Tidak ada Refleks Fisiologis Refleks Patologis Tonus Turgor Kekuatan Koordinasi Sensibilitas Kelainan khusus :Normal :Tidak ada : Baik : Baik : Baik : Baik : Baik : Tidak ada

Page 13

Skizofrenia Paranoid
E. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA 1. RTA 2. Kesadaran 3. Mood 4. Afek 5. Kesesuaian 6. Gangguan persepsi 7. Gangguan isi pikir : Terganggu : Compos Mentis : Eutim : Luas : Serasi : Halusinasi auditorik dan visual. : Waham Paranoid (waham kejar dan referensi), waham

pengendalian (Thought echo, Thought broadcasting, Thought insersion, Thought control, Delusion of passivity) 8. Gangguan proses pikir : Asosiasi Longgar 9. Tilikan 10. Reabilitas 11. Nilai MMSE : derajat 1 : Kurang dapat dipercaya : 28

FORMULASI DIAGNOSTIK Aksis I : F20.0 Skizofrenia Paranoid Pasien tidak memiliki keluhan fisik. Dari hasil anamnesis pasien tidak mengalami demam, kejang, dan keluhan fisik lainnya. Hal ini menyebabkan diagnosis F.00-F09 (Gangguan Mental Organik) dapat disingkirkan. Selain itu, pasien tidak pernah mengkonsumsi alkohol dan tidak mengkonsumsi obat-obatan atau zat adiktif dan zat psikoaktif. Hal ini menyebabkan diagnosis F10-F19 (Gangguan Mental dan Perilaku akibat Penggunaan Zat Psikoaktif) dapat disingkirkan. Pasien dapat didiagnosis sebagai gangguan Skizofrenia Paranoid karena keadaan pasien memenuhi kriteria pedoman diagnostik dalam PPDGJ III antara lain yakni : Memenuhi kriteria umum skizofrenia diagnosa skizofrenia (adanya halusinasi auditorik yang mengancam pasien, adanya waham menetap pada pasien dimana pasien merasa akan dicelakai, dan onset gejala berlangsung selama kurun waktu 1 minggu atau lebih dimana pasien sudah mengalami gangguan selama 4 bulan yang kesemuanya secara nyata terjadi penurunan kualitas keseluruhan kehidupan pasien). Sebagai tambahan : halusinasi dan/atau waham harus menonjol;

Page 14

Skizofrenia Paranoid
a. Suara-suara halusinasi yang mengancam pasien dan atau memberi perintah, atau halusinasi auditorik tanpa bentuk verbal berupa bunyi pluit (whistling), mendengung (humming), atau bunyi tawa (laughing). (pada pasien ditemukan halusinasi auditorik yang mengancam pasien). b. Halusinasi pembauan atau pengecapan rasa, atau bersifat seksual, atau lain-lain perasaan tubuh; halusinasi visual ada tetapi jarang menonjol. (pasien tidak pernah merasa halusinasi pembauan dan penglihatan). c. Waham dapat berupa hampir setiap jenis, tetapi waham dikendalikan (delusion of control), dipengaruhi (delusion of influence), atau passivity (delusion of passivity), dan keyakinan dikejar-kejar yang beraneka ragam, adalah yang paling khas (pasien merasa dikejar-kejar akan dicelakai dan selalu mencurigai bahwa hal buruk akan terjadi pada pasien). Gangguan afektif, dorongan kehendak dan pembicaraan, serta gejala katatonik secara relatif tidak nyata tidak menonjol (pasien tidak menunjukkan gangguan suasana perasaan yang tidak stabil, pasien dapat mengendalikan perilaku dan pembicaraan serta tidak menunjukkan perilaku dan gerakan-gerakan aneh tanpa tujuan) Aksis II Aksis III Aksis IV Aksis V : Ciri gangguan kepribadian paranoid : Tidak ditemukan. Kondisi medis umum baik. : Masalah yang berkaitan dengan lingkungan keluarga : GAF current 70 ( Gejala sementara menetap , disabilitas ringan

dalam fungsi, secara umum masih baik ), GAF 1 tahun terakhir: 55 Gejala sedang (moderate), disabilitas sedang Fungsi Merawat Diri : pasien mampu merawat dirinya dan menjaga kebersihan dirinya dengan baik. Fungsi Pekerjaan istri dan ibu. Fungsi Relasi dengan Lingkungan : pasien kurang mampu berinteraksi baik : pasien tidak mengerjakan tugasnya sebagai seorang

dengan orang sekitar dan bersosialisasi dengan lingkungannya. Fungsi memanfaatkan waktu luang : pasien menghabiskan waktu luang dengan bermain nonton tv

Page 15

Skizofrenia Paranoid

F. EVALUASI MULTIAKSIAL Aksis I : Skizofrenia paranoid o Pada pasien ini ditemukan adanya gangguan persepsi yaitu halusinasi auditorik dan halusinansi visual yang berlangsung selama 10 tahun. o Di temukan juga gangguan isi pikir berupa waham paranoid (waham kejar), waham pengendalian (Thought echo, Thought broadcasting, Thought insersion, Thought control, Delusion of passivity) o Menurut DSM IV ini termasuk skizofrenia paranoid karena : Sedikitnya sudah melampaui kurun waktu 10 tahun Halusinasi dengar yang berulang kali Tidak ada bicara kacau, prilaku kacau atau katatonik, afek datar atau tidak sesuai Aksis II Aksis III Aksis IV Aksis V : Ciri gangguan kepribadian paanoid : Tidak ditemukan kelainan organobiologik : Terdapat masalah psikososial dan lingkungan, masalah ketidakpatuhan

minum obat, dan kurang mendekatkan diri kepada Allah. : GAF current 70 ( Gejala sementara menetap , disabilitas ringan

dalam fungsi, secara umum masih baik ), GAF 1 tahun terakhir: 55 Gejala sedang (moderate), disabilitas sedang

G. DIAGNOSA Diagnosa kerja : Skizofrenia Paranoid

H. PENATALAKSANAAN 1. Psikoterapi : a. Psikoterapi Suportif

Page 16

Skizofrenia Paranoid
Menanamkan kepercayaan pada pasien bahwa gejalanya akan hilang dengan menganjurkan pasien untuk selalu minum obat secara teratur agar gejala penyakitnya berkurang dan menjelaskan kepada pasien tentang akibat yang terjadi bila pasien tidak teratur minum obat. b. Psikoterapi Ventilasi Memberi kesempatan seluas-luasnya kepada pasien untuk mengemukakan isi hatinya agar pasien merasa lega serta keluhannya berkurang. c. Terapi berorientasi keluarga Menjelaskan kepada keluarga pasien mengenai kondisi pasien agar keluarga dapat menerima dan tidak dijauhi, dan agar dapat mendukung kesembuhn pasien. d. Sosial budaya Terapi kerja : memafaatkan waktu luang dengan melakukan hobi atau pekerjaan yang bermanfaat, melibatkan pasien secara aktif dalam kegiatan terapi aktivitas kelompok di RSJI Klender agar ia dapat beraktivitas dan berinteraksi dengan lingkungannya secara normal. Terapi rekreasi : olahraga ringan, berlibur.

e. Religius Memotivasi pasien agar selalu rajin beribadah, seperti shalat, puasa, dan berdzikir.

2. Farmakoterapi : Lodenov inj Valium inj Onzapin 1 dd 10 mg Luften 1 dd 25 mg

I. PROGNOSIS Dubia ad bonam Faktor yang memperberat : Perekonomian yang sulit Etiologi tidak jelas Kepatuhan minum obat secara teratur.

Page 17

Skizofrenia Paranoid
Faktor yang memperingan : Tidak adanya faktor genetik Dukungan dari keluarga dari segi motivasi untuk sembuh sangat baik

ANALISA KASUS Pada pasien ini ditegakkan diagnosis skizofrenia paranoid karena berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan kasus mental didapatkan kriteria sesuai dengan kriteria diagnostik DSM IV dan PPDGJ III, yaitu: 1. Halusinasi auditorik pasien sering mendengar suara-suara dari 1 atau 2 orang temannya yang menyuruhnya keluar dari rumah. 2. Halusinasi visualpasien mengaku melihat tuyul, pocong dan kuntilanak 3. IlusiPasien mendengar suara ibunya seperti suara kuntilanak. 5. Waham kejarPasien yakin tetangganya punya niat jahat terhadapnya dengan mengguna-gunai, dan mengawasi pasien 6. Waham refensi Pasien yakin tetangganya sering membicarakannyadan ibunya sering membicarakan kejelekannya keluar 7. Thought echoBisikan-bisikan yang menyuruhnya kabur dari rumah terus berulang. 8. Thought broadcasting Pasien merasa bahwa pikirannya tersiar keluar sehingga orang lain mengetahui isi pikirannya tetapi dia tidak dapat membaca isi pikiran orang lain. 9. Thought insertion Pasien juga mengaku pernah ada pikiran dari luar tubuhnya yang masuk ke pikirannya sehingga pasien teriak-teriak, dan bicara sendiri. 10. Thought control 11. Delusion of passivityPasien tidak dapat melawan bisikan-bisikan tersebut dan hanya dapat mengikutinya saja.
Page 18

Skizofrenia Paranoid
Terapi yang diberikan pada pasien ini a. Haloperidol injeksi diberikan karena dapt mengatasi gejala positif (waham dan halusinasi) dari pasien skizofrenia. b. Diazepam injeksi dapat diberikan untuk mengurangi episode manik atau kekerasan pada pasien skizofrenia. c. Risperidon 3 x 2 mg dapat mengatasi gejala positif dan ngeatif pada pasien skizofrenia, dapat juga dijadikan obat lini pertama dalam pengobatan skizofrenia karena kemungkinan obat ini adalah lebih efektif dan lebih aman daripada antagonis reseptor dopaminergik yang tipikal. d. Triheksiphenidyl 3 x 2 mg sebagai profilaksis anti-parkinson atau mengurangi / mencegah efek samping dari penggunaan obat psikosis . Walaupun pengobatan psikofarmaka merupakan suatu lini pertama dalam pengobatan skizofrenia tetapi sebuah penelitian mengatakan bahwa intervensi psikososial termasuk didalamnya psikoterapi dan sosioterapi dapat memberikan perbaikan klinis.Modalitas psikososial harus berintegrasi dengan psikofarmaka dan harus saling mendukung. Psikoterapi dan sosioterapi dilakukan dengan tujuan untuk membantu membantu meningkatkan kemampuan sosial, rasa percaya diri dan dalam perawatan diri. Sehingga diharapkan ketiga terapi inidapat meningkatkan taraf kehidupan pasien menjadi lebih baik.

Page 19

Skizofrenia Paranoid
SKEMA PERJALANAN PENYAKIT

Mendengar bisikan 1 sampai 2 orang yang memerintahkan untuk memecahkan barang rumah tangga, memarahi semua orang yang ada disekitarnya namun tidak diketahui sumbernya. Suara bisikan didengar hampir setiap saat dan sangat mengganggu pasien Merasa melihat sosok ulama yang ingin mendekatinya

Mendengar bisikan yang mirip suara tetangganya yang memerintahkan untuk memecahkan barang rumah tangga, memarahi semua orang yang ada disekitarnya namun tidak diketahui sumbernya. Menuduh suaminya berselingkuh dengan tetangganya tsb Merasa bahwa tetangganya berniat untuk membunuh dirinya Mersa memiliki kekuatan gaib sehingga bisa melihat penampakan makhluk halus Menuduh teman-teman suami pasien melakukan guna-guna terhadap pasien Merasa bahwa teman-teman suaminya datang dan ingin memperkosa pasien. Tidak mau berhubungan dengan siapapun termasuk suami dan anak pasien.

Pasien mulai tidak perduli terhadap kebutuhan keluarga seperti menyediakan makan, mencuci pakaian, mengurus anak Kegiatan pasien hanya menonton tv sampai larut malam Pasien sudah mulai berperilaku kasar selain berkata dengan suara yang tinggi namun pasien juga memukul anaknya yang paling kecil dengan tangan tanpa alasan yang jelas

Page 20