Anda di halaman 1dari 19

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Pemicu Seorang anak perempuan berusia 7 tahun datang ke dokter diantar ibunya, dengan keluhan kedua payudara sudah tumbuh sejak 3 bulan yang lalu.Riwayat kelahiran dan dalam kehamilan tidak bermakna.Tidak ada sakit kepala, penglihatan ganda, maupun muntah.Tidak terdapat riwayat pajanan terhadap radioterapi, trauma, atau operasi di daerah kepala. Ibu menarche pada usia 12 tahun. Tinggi badan ibu 157 cm, tinggi badan ayah 160 cm. Pada pemeriksaan fisik tampak pasien stabil, cukup aktif, tinggi badan 123 cm, berat badan 29 kg. Tidak terdapat caf au lait, maupun kelainan fisis lainnya.Status pubertas A1M2P1. 1.2 Klarifikasi Dan Definisi Masalah 1. Menarche adalah haid pertama dalam menstruasi pertama dalam rentang usia 1016 tahun. 2. Caf au Lait merupakan kelainan pigmentasi kulit yang ditandai dengan bercak atau lesi hiperpigmentasi saat lahir. 3. Status Pubertas A1M2P1 . A1 = Rambut Aksia Pra Pubertas. M2 = Payudara dan papilla menonol. P1 = Rambut pubik pra pubertas. 4. Radioterapi merupakan pengobatan terapi dengan menggunakan radiasi pengion.

1.3 Kata kunci 1. Anak perempuan usia 7 tahun 2. Menarche 3. TB Pasien 123 cm 4. BB Pasien 29 Kg 5. Status pubertas A1M2P1 6. Tidak ada kelainan Fisik

1.4 Rumusan Masalah Anak perempuan, usia 7 tahun dengan tinggi badan 123 cm dan berat badan 2 kg dating dengan status pubertas A1M2P1.

1.5 Analisis Masalah

1.6 Hipotesis Anak perempuan usia 7 tahun mengalami pubertas prekoks dimana gangguan pada hormone GnRH dan obesitas sebagai faktor risiko.

1.7 Pertanyaan Diskusi 1. Bagaimana tumbuh kembang yang normal pada usia remaja? Syed | Kinan 2. Apa yang dimaksud dengan pubertas? Ardi | Dinda Pubertas merupakan suatu tahapan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan kontinu yang merupakan masa transisi antara masa anak anak dengan dewasa. Pada masa ini terjadi pacu tumbuh, timbul ciri ciri seks sekunder, tercapai fertilitas dan terjadi perubahan kognitif dan psikologis. Peristiwa yang penting terjadi semasa ini adalah perubahan morfologis dan fisiologis dari masa anak anak ke masa dewasa, terutama maturasi dari sistem reproduksi yang timbul karena adanya perubahan aktivitas endokrin secara sekuensial dan teratur. Umumnya pubertas pada anak laki laki terjadi pada usia rata rata 11,5 tahun dengan rentang antara 9,5 13,5 tahun sedangkan pada anak perempuan terjadi pada usia 8 13 tahun. Pulungan AB. Pubertas dan gangguannya. Dalam : Jose RL Batubara dkk, penyunting. Buku Ajar Endokrinologi Anak Edisi I. Jakarta: Balai Penerbit IDAI, 2010.h.85-104. 3. Apa saja tanda-tanda pubertas? Andri | Hendri

Pubertas ditandai dengan tampaknya karakteristik seks sekunder dan diakhiri degan datangnya menarche dan siklus ovulasi. Berdasarkan gambaran karakteristik seks sekunder dapat ditentukan tingkat maturitas kelamin (TMK) dengan menggunakan skala Tanner. Pada wanita, tanda pertama adalah tumbuhnya kuncup payudara yang diikuti oleh tumbuhnya rambut pubis 6-12 bulan kemudian. Selain itu, pubertas juga ditandai oleh maturasi genitalia eksterna, tumbuhnya rambut aksila dan menarche

Dattani, M.T., Hindmarsh P.C., 2005. Normal and Abnormal Puberty. In: Brook CG, Clayton PE, Brown RS. Clinical Pediatric Endocrinology. Edisi ke-5.

Massachussetts: Blackwell Publishing: 183-201

4. Apa saja pertumbuhan yang terjadi saat pubertas? Kinan | Kak Izza Pada fase pubertas terjadi perubahan fisik sehingga pada akhirnya seorang anak akan memiliki kemampuan bereproduksi. Terdapat lima perubahan khusus yang terjadi pada pubertas, yaitu, pertambahan tinggi badan yang cepat (pacu tumbuh), perkembangan seks sekunder, perkembangan organ-organ reproduksi, perubahan komposisi tubuh serta perubahan sistem sirkulasi dan sistem respirasi yang berhubungan dengan kekuatan dan stamina tubuh.Perubahan fisik yang terjadi pada periode pubertas berlangsung dengan sangat cepat dalam sekuens yang teratur dan berkelanjutan. Tinggi badan anak laki-laki bertambah kira-kira 10 cm per tahun, sedangkan pada perempuan kuran lebih 9 cm per tahun. Secara keseluruhan pertambahan tinggi badan sekitar 25 cm pada anak perempuan dan 28 cm pada anak laki-laki. Pertambahan tinggi badan terjadi dua tahun lebih awal pada anak perempuan dibanding anak laki-laki. Puncak pertumbuhan tingg badan (peak height velocity) pada anak perempua terjadi sekitar usia 12 tahun, sedangkan pada anak laki-laki pada usia 14 tahun. Pada anak perempuan, pertumbuhan akan berakhir pada usia 16 tahu sedangkan pada anak laki-laki pada usia 18 tahun Setelah usia tersebut, pada umumnya pertambahan tinggi badan hampir selesai. Hormon steroid seks juga berpengaruh terhadap maturasi tulang pada lempeng epifisis. Pada akhir pubertas lempeng epifisis akan menutup dan pertumbuhan tinggi badan akan berhenti. Pertambahan berat badan terutama terjadi karena perubahan komposisi tubuh, pada anak laki-laki terjadi akibat meningkatnya massa otot, sedangkan pada anak

perempuan terjadi karena meningkatnya massa lemak. Perubahan komposisi tubuh terjadi karena pengaruh hormon steroid seks. Mason P, Narad C., Long-term Growth and Puberty concerns in International Adoptees. Pediatric Clin N Am 52;2005; 1351-1368

5. Apa yang memengaruhi pubertas? Dinda | Syed faktor lingkungan seperti nutrisi dan stes juga berperan dalam awitan pubertas. Pada keadaan malnutrisi dapat dijumpai pubertas terlambat.. Awitan pubertas di Amerika Serikat lebih dini dibandingkan data normal yang dibuat dua dekade sebelumnya. Hal ini dihubungkan dengan meningkatnya prevalensi overweight dan obesitas pada remaja. Berbagai stress seperti penyakit akut dan kronis dapat menekan HPA axis. Latihan fisik dan kompetisi olahraga yang intensif seperti senam dapat mengakibatkan stres fisik dan psikologis yang berhubungan dengan keterlambatan pubertas Pada anak yang bermigrasi atau diadopsi ke luar negeri dapat terjadi kejar tumbuh (Catch up growth) dan terpicunya pubertas dini .Ini diduga akibat lepasnya si anak dari lingkungan yang penuh stress. Keadaan ini dihubungkan pula dengan peningkatan aktifitas metabolik pada masa kejar tumbuh. Namun pada keadaan lain lingkungan yang penuh stress dan hubungan orang tua yang tidak nyaman dapat pula menyebabkan timbulnya pubertas dini . Respon neuroendokrin terhadap berbagai faktor lingkungan menunjukkan pola yang berbeda-beda. Hal ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan tertentu menggunakan beberapa jalur spesifik dalam pengaruh pubertas. Berbagai faktor seperti siklus pajanan terhadap cahaya, musim, dan bahan kimia yang mengganggu sistem endokrin juga dikatakan dapat mempengaruhi awitan pubertas

Rosenblatt, Peter L, 2007. Menstrual Cycle: The Merck Manual. Available from: http://www.merck.com/mmhe/sec22/ch241/ch241e.html. [Accesed 1 April 2010]

6. Bagaimana penjelasan tentang status pubertas? Cindy | Agung

. Perubahan Pada Wanita Tanda awal sebelum memasuki masa pubertas pada anak perempuan adalah peningkatan kecepatan pertumbuhan yang mendahuliu awal lonjakan pertumbuhan masa pubertas, biasanya tanda awal pubertas anak perempuan dilihat dari pertumbuhan payudaranya.

Tahap - tahapan perkembangan payudara menurut Marshall dan Tanner : Tahap M1 M2 Perubahan pada Payudara Praremaja; hanya penonjolan papila Tahap putik susu; peninggian payudara dan papila sebagai tonjolan kecil, dan pembesaran diameter areola M3 Pembesaran payudara dan areola lebih lanjut, tanpa pemisahan kontur keduanya M4 Penonjolan areola dan papila membentuk tonjolan kedua diatas tonjolan payudara M5 Tahap matang; hanya penonjolan papila akibat resesi areola yang menyatu dengan kontur payudara Perubahan diameter puting sedikit pada stadium M1 M3 (kira kira 3 4 mm), akan tetapi sangat membesar dalam tahap tahap selanjutnya (sekitar 7.4 mm pada tahap M4 hingga 10 mm pada tahap M5), hal ini mungkin terjadi akibat peningkatan sekresi estrogen pada saat menarke. Ciri ciri lain dari peningkatan estrogen yaitu adanya pembesaran dari labia mayora dan minora, mukosa vagina menjadi keruh yang agak keputihan sebelum terjadinya menarke. Selain itu, juga terjadi perkembangan rambut pubis terutama ditentukan oleh sekresi androgen ovarium dan adrenal. Bersamaan dengan dengan tumbuhnya rambut pubis, tumbuh pula rambut ketiak. Tahap P1 P2 Perubahan pada Rambut Pubis Praremaja; tidak ada rambut pubis Pertumbuhan rambut rambut panjang, sedikit berpigmen, lurus atau sedikit keriting yang masih jarang jarang, terutama sepanjang

labia P3 Rambut lebih gelap, kasar dan keriting. Rambut menyebar jarang jarang pada perbatasan pubis P4 Rambut kini telah tipe dewas tetapi daerah yang ditutupi rambut masih cukup kecil dari dewasa P5 Bentuk rambutnya tersebar seperti pola segitiga terbalik dan tersebar sampai ke bagian medial paha

Ukuran dan bentuk uterus berubah memberikan bentuk gelendong dan uterus memanjang kurang dari 3 5 cm. Ovarium membesar dari volum yang semula menjadi 2 10 mL. Haid merupakan tahap akhir pubertas wanita. Haid yang pertama disebut sebagai menars ( menarche ). Dengan sudah berlangsungnya haid periodik, maka berakhirlah pertumbuhan fisis pubertas anak pada wanita. Secara biologis proses reproduksi sudah dapat berlangsung. Tinggi badan wanita tidak akan bertambah banyak lagi sesudah haid berlangsung secara periodik.

b. Perubahan Pada Pria Tanda perubahan pertama pada anak laki laki biasanya berupa peningkatan ukuran testis hingga melampaui 2.5 cm pada diameter terpanjang dan penipisan skrotum. Sebagian besar pertambahan ukuran testis ini disebabkan oleh perkembangan tubulus seminiferus sekunder dari stimulus oleh FSH, namun sebagian kecil adalah karena stimulasi sel leydig oleh LH. Setelah itu diikuti dengan pigmentasi skrotum dan pertumbuhan penis yang hampir bersamaan dengan pacu tumbuh dan pertumbuhan rambut pubis.

Pertumbuhan rambut pubis disebabkan androgen adrenal dan testis. Tahap G1 Perubahan pada Gonad Praremaja; testis, skrotum, dan penis memiliki ukuran dan proporsi yang hampir sama pada masa anak anak G2 Skrotum dan testis telah membesar dan terjadi perubahan tekstur

serta warna kemerahan pada kulit skrotum G3 Pertumbuhan penis sudah terjadi, mula mula terutama panjagnya, tetapi dengan sedikit pertambahan kaliber; pertumbuhan lebih lanjut dari skrotum dan testis G4 Pembesaran panjang dan kaliber lebih lanjut dan perkembangan glans. Testis dan skrotum semakin membesar, kulit skrotum semakin gelap G5 Genitalia dewasa menurut bentuk dan ukurannya. Tidak terjadi pembesaran lebih lanjut setelah mencapa tahap ini

Tahap P1

Perubahan pada Rambut Pubis Praremaja; velus pada pubis tidak lebih berkembang dari pada velus pada dinding anterior abdomen, tidak ada rambut pubis Pertumbuhan rambut rambut panjang, sedikit berpigmen, lurus atau sedikit keriting, terutama tampak pada pangkal penis Rambut lebih gelap, kasar dan keriting. Rambut menyebar jarang jarang pada perbatasan pubis

P2

P3

P4

Rambut kini dalam tipe dewasa namun daerah yang ditutupi rambut masih cukup kecil dibandingkan dengan P5. Tidak ada penyebaran rambut ke madial paha

P5

Rambut dewasa menurut jumlah dan tipenya, tersebar dengan pola segitiga terbalik dan rambut menyebar ke daerah medial paha tetapi tidak merambat naik ke ke linea alba atau di atas dasar segitiga terbalik.

Selain dari perkembangan gonad dan rambut pubis, ditemukan juga adanya spermatozoa dalam spesimen kemih pagi hari (spermake) terjadi usia kronologis rata rata 13,4 tahun. Setelah pematangan secara reproduktif, anak laki laki akan mengalami pematangan secara fisik berupa terjadinya pacu tumbuh. Pacu tumbuh tinggi badan ( Growth spurt ) rata-rata muali sekitar 13 tahun ( antara 10 16 tahun ) dan rata-rata berakhir sekitar

16 tahun ( antara13,5 -17,5 tahun ), walaupun sesudah itu masih tumbuh, namun tidak secepat sebelumnya. Pertumbuhan tinggi badan pada pria pada umumnya sudah brakhir pada umur 19 20 tahun. Setiap orang memiliki pola tersendiri , ada yang mulai dini, tetapi juga berhenti dengan cepat, sedangkan yang lain mulai lambat namun masih tumbuh terus sampai diatas 20 tahun. Selain itu, rambut akan timbul juga ditempat lain seperti di ketiak dan di wajah. Rambut ketiak biasanya baru tumbuh kalau rambut pubik sudah mencapai P4. Kumis dan janggut biasanya baru tumbuh setelah rambut ditempat-tempat lainnya tumbuh.4 Perubahan suara juga terjadi pada pria remaja, terjadi sebagai akibat bertambah panjangnya pita suara yang mengikuti pacu tumbuh laring. Hal ini trjadi bila proses pubertas sudah berlangsung beberapa waktu.

Setiyohadi B. Kesehatan Remaja. Dalam: Sudoyo, A.W., dkk, penyunting. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi IV. Jakarta: Universitas Indonesia, 2006.h.93-98.

7. Bagaimana pengaruh genetik pada status pubertas anak? Irene | Bang Albe Pengaruh faktor genetik terhadap waktu pubertas diakibatkan oleh karakteristik ras atau herediter. Variasi pubertas dari individu dipengaruhi oleh keturunan dan etnik yang tergantung dari kontrol genetik yang mengekspresikan signal atau reseptor signal pada hipotalamus. Faktor genetik memiliki hubungan yang sangat kuat antara IMT dan waktu pubertas. Hal ini diakibatkan perbedaan faktor genetik yang akan mempengaruhi faktor hormon, sebagai contoh faktor hormonal akan merangsang peningkatan IMT pada remaja dan awal pubertas. Studi dengan ras dan karakteristik etnis yang berbeda seperti ras Negro Amerika, Afrika, Jepang, Oriental, Israel dan Eskimo, memiliki pengaruh terhadap waktu pubertas, tetapi faktor lingkungan lebih memiliki peranan dibandingkan dengan faktor ras. Beberapa laporan juga menyebutkan hubungan yang signifikan antara umur menarche ibu dan anak. Beberapa studi mendapatkan faktor genetik mengendalikan variasi onset pubertas. Menarche dini dihubungkan dengan A2 polymorphism dari gen CYP17 yang mengatur biosintesis androgen. Pada anak perempuan di amerika alleles CYP17 tidak berhubungan dengan perkembangan payudara yang dini. CYP17 berhubungan kuat dengan A4 alleles CYP3 merupakan enzim yang mempengaruhi katabolisme testosteron. Studi kohort di Kanada tidak

menemukan hubungan antara umur menarche dan variasi polymorphik gen CYP3A4, CYP17, CYP1B1 dan CYP1A2. Hal ini menunjukkan pengaruh dari gen dalam mengendalikan biosintesis, kerja dan metabolime steroid seks dalam penentuan genetik dari waktu pubertas dengan kemungkinan variasi antara Negara dan populasi.

Dattani, M.T., Hindmarsh P.C., 2005. Normal and Abnormal Puberty. In: Brook CG, Clayton PE, Brown RS. Clinical Pediatric Endocrinology. Edisi ke-5. Massachussetts: Blackwell Publishing: 183201

8. Apa hubungan antara ibu menarche usia 12 tahun dengan pubertas? Kak Wenny | Jovi 9. Hormon apa saja yang mempengaruhi pubertas? Bang Albe | Ardi Pubertas terjadi sebagai akibat peningkatan sekresi gonadotropin releasing hormone (GnRH) dari hipotalamus, diikuti oleh sekuens perubahan sistem endokrin yang kompleks yang melibatkan sistem umpan balik negatif dan positif. Selanjutnya, sekuens ini akan diikuti dengan timbulnya tandatanda seks sekunder, pacu tumbuh, dan kesiapan untuk reproduksi. Gonadotropin releasing hormone disekresikan dalam jumlah cukup banyak pada saat janin berusia 10 minggu, mencapai kadar puncaknya pada usia gestasi 20 minggu dan kemudian menurun pada saat akhir kehamilan.1 Hal ini diperkirakan terjadi karena maturasi sistim umpan balik hipotalamus karena peningkatan kada estrogen perifer. Pada saat lahir GnRH meningkat lagi secara periodik setelah pengaruh estrogen dari plasenta hilang. Keadaan ini berlangsung sampai usia 4 tahun ketika susunan saraf pusat menghambat sekresi GnRH.2 Pubertas norma diawali oleh terjadinya aktivasi aksis hipotalamus hipofisisgonad dengan peningkatan GnRH secar menetap Pada anak perempuan, mula-mula akan terjad peningkatan FSH pada usia sekitar 8 tahun kemudia diikuti oleh peningkatan LH pada periode berikutnya Pada periode selanjutnya, FSH akan merangsang se granulosa untuk menghasilkan estrogen dan inhibin. Estrogen akan merangsang timbulnya tanda-tanda seks sekunder sedangkan inhibin berperan dalam kontrol mekanisme umpan balik pada aksis hipotalamushipofisis- gonad. Hormon LH berperan pada proses menarke dan merangsang timbulnya ovulasi.Hormon androgen adrenal, dalam hal ini dehidroepiandrosteron (DHEA) mulai meningkat pada awal sebelum pubertas, sebelum terjadi peningkatan gonadotropin. Hormon DHEA berperan

pada proses adrenarke.Proses menarke normal terdiri dalam tiga fase yaitu fase folikuler, fase ovulasi, dan fase luteal (sekretori).Pada fase folikuler, peningkatan GnRH pulsatif dari hipotalamus akan merangsang hipofisis untuk mengeluarkan FSH dan LH yang kemudian merangsang pertumbuhan folikel. Folikel kemudian akan mensekresi estrogen yang menginduksi proliferasi sel di endometrium. Kira-kira tujuh hari sebelum ovulasi terdapat satu folikel yang dominan. Pada puncak sekresi estrogen, hipofisis mensekresi LH lebih banyak dan ovulasi terjadi 12 jam setelah peningkatan LH. Pada fase luteal yang mengikuti fase ovulasi ditandai dengan adanya korpus luteum yang dibentuk dari proses luteinisasi sel folikel. Pada korpus luteum kolesterol dikonversi menjadi estrogen dan progesteron. Progesteron ini mempunyai efek berlawanan dengan estrogen pada endometrium yaitu menghambat proliferasi dan perubahan produksi kelenjar sehingga memungkinkan terjadinya implantasi ovum. Tanpa terjadinya fertilisasi ovum dan produksi human chorionic gonadotropine (hCG), korpus luteum tidak bisa bertahan. Regresi korpus luteum mengakibatkan penurunan kadar progesteron dan estrogen yang menyebabkan terlepasnya endometrium, proses tersebut dikenal sebagai menstruasi. Menstruasi terjadi kira-kira 14 hari setelah ovulasi. Pada anak laki-laki, perubahan hormonal ini dimulai dengan peningkatan LH, kemudian diikuti oleh peningkatan FSH. Luteinising hormon akan menstimulasi sel Leydig testis untuk mengeluarkan testosteron yang selanjutnya akan merangsang pertumbuhan seks sekunder, sedangkan FSH merangsang sel sertoli untuk mengeluarkan inhibin sebagai umpan balik terhadap aksis hipotalamushipofisis- gonad. Fungsi lain FSH menstimulasi perkembangan tubulus seminiferus menyebabkan terjadinya pembesaran testis. Pada saat pubertas terjadi spermatogenesis akibat pengaruh FSH dan testosteron yang dihasilkan oleh sel Leydig. Pada periode pubertas, selain terjadi perubahan pada aksis hipotalamus-hipofisis-gonad, ternyata terdapat hormon lain yang juga memiliki peran yang cukup besar selama pubertas yaitu hormon pertumbuhan (growth hormone/GH). Pada periode pubertas, GH dikeluarkan dalam jumlah lebih besar dan berhubungan dengan proses pacu tumbuh selama masa pubertas. Pacu tumbuh selama pubertas memberi kontribusi sebesar 17% dari tinggi dewasa anak lakilaki dan 12% dari tinggi dewasa anak perempuan. Hormon steroid seks meningkatkan sekresi GH pada anak laki-laki dan perempuan. Pada anak perempuan terjadi peningkatan GH pada awal pubertas sedangkan pada anak laki-laki

peningkatan ini terjadi pada akhir pubertas. Perbedaan waktu peningkatan GH pada anak laki-laki dan perempuan serta awitan pubertas dapat menjelaskan perbedaan tinggi akhir anak laki-laki dan perempuan. Jose RL Batubara Sari Pediatri, Vol. 12, No. 1, Juni 2010 Adolescent development (perkembangan remaja) 10. Bagaimana mekanisme kerja hormon dalam memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan? Cindy | Andri 11. Apa saja faktor yang memengaruhi kerja hormon? Kak Izza | Kak Wenny 12. Bagaimana pengaruh pubertas terhadap psikologis anak? Agung | Jovi Perubahan psikososial pada remaja dibagi dalam tiga tahap yaitu remaja awal (early adolescent), pertengahan (middle adolescent), dan akhir (late adolescent). Periode pertama disebut remaja awal atau early adolescent, terjadi pada usia usia 12-14 tahun. Pada masa remaja awal anak-anak terpapar pada perubahan tubuh yang cepat, adanya akselerasi pertumbuhan, dan perubahan komposisi tubuh disertai awal pertumbuhan seks sekunder. Karakteristik periode remaja awal ditandai oleh terjadinya perubahan-perubahan psikologis seperti, Krisis identitas, Jiwa yang labil, Meningkatnya kemampuan verbal untuk ekspresi diri, Pentingnya teman dekat/sahabat, Berkurangnya rasa hormat terhadap orangtua, kadang-kadang berlaku kasar,

Menunjukkan kesalahan orangtua, Mencari orang lain yang disayangi selain orangtua, Kecenderungan untuk berlaku kekanak-kanakan, dan Terdapatnya pengaruh teman sebaya (peer group) terhadap hobi dan cara berpakaian. Pada fase remaja awal mereka hanya tertarik pada keadaan sekarang, bukan masa depan, sedangkan secara seksual mulai timbul rasa malu, ketertarikan terhadap lawan jenis tetapi masih bermain berkelompok dan mulai bereksperimen dengan tubuh seperti masturbasi. Selanjutnya pada periode remaja awal, anak juga mulai melakukan eksperimen dengan

rokok, alkohol, atau narkoba. Peran peer group sangat dominan, mereka berusaha membentuk kelompok, bertingkah laku sama, berpenampilan sama, mempunyai bahasa dan kode atau isyarat yang sama. Periode selanjutnya adalah middle adolescent terjadi antara usia 15-17 tahun, yang ditandai dengan terjadinya perubahan-perubahan sebagai berikut, Mengeluh orangtua terlalu ikut campur dalam kehidupannya, Sangat memperhatikan penampilan, Berusaha untuk mendapat teman baru, Tidak atau kurang menghargai pendapat orangtua, Sering sedih/moody, Mulai menulis buku harian, Sangat memperhatikan kelompok main secara selektif dan kompetitif, dan Mulai mengalami periode sedih karena ingin lepas dari orangtua.

Pada periode middle adolescent mulai tertarik akan intelektualitas dan karir. Secara seksual sangat memperhatikan penampilan, mulai mempunyai dan sering berganti-ganti pacar. Sangat perhatian terhadap lawan jenis. Sudah mulai mempunyai konsep role model dan mulai konsisten terhadap cita-cita.Periode late adolescent dimulai pada usia 18 tahun ditandai oleh tercapainya maturitas fisik secara sempurna. Perubahan psikososial yang ditemui antara lain, Identitas diri menjadi lebih kuat, Mampu memikirkan ide, Mampu mengekspresikan perasaan dengan katakata, Lebih menghargai orang lain, Lebih konsisten terhadap minatnya, Bangga dengan hasil yang dicapai, Selera humor lebih berkembang, dan Emosi lebih stabil.

Pada fase remaja akhir lebih memperhatikan masa depan, termasuk peran yang diinginkan nantinya. Mulai serius dalam berhubungan dengan lawan jenis, dan mulai dapat menerima tradisi dan kebiasaan lingkungan.

American Academy of Child Psychiatry. Adolescent development transition [Diakses 10 Oktober 2009]. Diunduh dari http://www.aacap.org.

13. Bagaimana kelainan pada pubertas? Hendri | Irene Pubertas Terlambat (Delayed Puberty) Pubertas Terlambat (delayed puberty) pada perempuan didefenisikan tidak membesarnya payudara sampai umur 13 tahun atau tidak adanya menstruasi sampai umur 15 tahun. Pada laki-laki pubertas terlambat adalah bila panjang testis tidak mencapai 2,5 cmn atau volume testis tidak mencapai 4 ml sampai umur 14 tahun. Secara statistik pubertas yang mengalami keterlambatan sebanyak 2,5% dari normal populasi remaja pada kedua jenis kelamin, lebih banyak pada laki-laki yang mengalami keterlambatan pubertas daripada perempuan. Kebanyakan keterlambatan pada remaja masih normal atau disebut dengan constitutional delay in growth and puberty (CDGP). Hal ini perlu dibedakan dengan penderita yang mengalami kelainan hormonal. Klasifikasi yang digunakan pada pubertas yang terlambat didasarkan pada sekresi gonadotropin yang dihubungkan dengan stadium diferensiasi seksual bukan berdasarkan umur kronologis. Berdasarkan hypogonadism kadar dan gonadotropin dapat dibagi menjadi Pada

hypergonadotropic

hypogonadotropin

hypogonadism.

hypergonadotropic hypogonadism, ditemukan kadar hormon gonadotropin (FSH dan LH) meningkat namun kadar hormon seks steroid seperti testosteron dan estrogen tetap rendah, hal ini menandakan kerusakan tidak pada aksis hipotalamus hipofise. Sedangkan pada hypogonadotropin hypogonadism, ditemukan penurunan kadar hormon

gonadotropin (Suryawan, 2004). Pubertas Prekok Pubertas prekok terjadi apabila tanda-tanda pubertas ditemukan sebelum umur 8 tahun pada perempuan dan sebelum umur 9 tahun pada laki-laki. Pubertas prekok dapat diklasifikasikan berdasarkan aktifitas dari aksis neuroendokringonad. Diagnosis pubertas prekok dibuat berdasarkan gejala klinis yang mendukung dan hasil tes laboratorium. Pada anak yang dicurigai menderita pubertas prekok diperiksa secara lengkap antara lain pembesaran payudara dan pertumbuhan rambut pubis pada perempuan. Pubertas prekok pada perempuan bila ditemukan pembesaran payudara sebelum umur 8 tahun, timbulnya rambut pubis sebelum umur 9 tahun, atau terjadinya

menstruasi sebelum umur 9,5 tahun. Rontgen pergelangan dan telapak tangan kiri untuk menilai umur tulang (bone age) sebagai tanda terjadinya peningkatan hormon seks steroid secara sistemik. Pada anak-anak dengan pubertas prekok kadar hormon FSH dan LH meningkat sesuai dengan masa pubertas (Suryawan, 2004).
Suryawan, 2004. Pubertas Prekok. Dalam Soetjiningsih,2004. Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya. Jakarta: Sagung Seto Hal 73-78 Suryawan, 2004. Pubertas Terlambat. Dalam Soetjiningsih, 2004. Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya. Sagung Seto, Jakarta : 67-71

14. Bagaimana obesitas dapat memengaruhi pubertas? Cindy | Dinda Gizi mempengaruhi kematangan seksual pada remaja yang mendapat menarche lebih dini, mereka cenderung lebih berat dan lebih tinggi pada saat menstruasi pertama dibandingkan dengan mereka yang belum menstruasi pada usia yang sama. Sebaliknya, pada remaja yang menstruasinya terlambat, beratnya lebih ringan daripada yang sudah menstruasi pada usia yang sama, walaupun tinggi badan mereka sama. Pada umumnya, mereka yang menjadi matang lebih dini akan memiliki Indeks Masa Tubuh (Body Mass Index) yang lebih tinggi dan mereka yang matang terlambat memiliki IMT lebih kecil pada usia yang sama (Soetjiningsih, 2004). Gangguan hormonal berhubungan dengan obesitas dan disertai dengan disfungsi reproduksi. Kelebihan jaringan adipose meningkatkan aromatisasi perifer androgen menjadi estrogen. Kerusakan sex hormone-binding globulin (SHBG) meningkatkan bioavaibilitas testosteron dan estradiol (E2). Pusat negatif feedback kelebihan estrogen berkontribusi menurunkan sinyal hipotalamus-pituitari. Kelebihan

bioavaibilitas androgen juga memiliki efek merusak oosit, folikel dan endrometrium (Gosman, 2009). Pemahaman terhadap obesitas dari segi endokrinologi yang semakin berkembang pesat menemukan adiposit, yang disekresi oleh lemak, dan enterokines, yang disekresi oleh usus, dengan efek luas pada proses metabolik termasuk selera makan, metabolisme energi, tekanan darah dan koagulasi. Hampir semua adipokines dan enterokines diidentifikasikan memiliki reseptor di hipotalamus, dipercaya sebagai jaringan tujuan yang penting oleh hormon ini. Oleh karena itu, reseptor dari sinyal ini berperan besar dalam menguraikan jaringan yang diikuti oleh efek jaringan spesifik.

Beberapa sinyal juga berpengaruh pada variasi siklus menstruasi di berbagai konsentrasi dalam sirkulasi darah (Gosman, 2009).
Gosman, G.G., Katcher, H.I., Legro, R.S., 2009. Obesity and the role of gut and adipose hormones in female reproduction. Oxford journal. Medicine. Human reproduction. Update vol 12 number 5: 585-601.

15. Jelaskan tentang pubertas prekoks! Syed | Ardi 16. Bagaimana etiologi dari pubertas prekoks? Kak Izza | Hendri 17. Bagaimana patofisiologi dari pubertas prekoks? Irene | Agung 3.1 Definisi

Pubertas prekoks adalah ditemukannya tanda tanda pubertas pada anak perempuan sebelum umur 8 tahun atau pada anak laki laki sebelum umur 9 tahun. Tanda tanda mulainya ciri seksual sekunder yang terlalu cepat.1,2,3 3.2 1) Etiologi dan Klasifikasi1,2,3 Pubertas prekok lengkap / sejati / dependent / sentral / tergantung gonadotropin

Adalah pubertas prekok yang disebabkan oleh aktivitas prematur dari poros hipotalamushipofisis.

2)

Pubertas prekok tidak lengkap / semu / independent / perifer / tidak tergantung

gonadotropin Adalah pubertas prekok yang disebabkan oleh sekresi gonadotropin ektopik atau sekresi steroid seks otonom tidak dipengaruhi oleh poros hipotalamus-hipofisis-gonad.

3)

Varian

Klasifikasi dan Etiologi Pubertas prekok lengkap Idiopatik Kelainan SSP (tumor atau nontumor) Hipotiroidisme berkepanjangan dan tidak diobati

Pubertas prekok tak lengkap

Pria Tumor tumor pensekresi gonadotropin Produksi androgen berlebihan Pematangan dini sel leydig dan sel benih Wanita Kista ovarium Noplasma pensekresi estrogen Pria dan wanita Hipotiroidisme berat Sindroma McCune Albright

Variasi pubertas

perkembangan

Telarke prematur Menarke prematur Adrenarke prematur Ginekomastia adolesen

3.3 a)

Patofisiologi2 Patofisiologi pada Pubertas Prekoks Sentral (Gonadotropin-dependent precocious

puberty) Pada pubertas prekoks tipe sentral ini yang mengalami gangguan adalah pada GnRH yang menstimulasi pelepasan Gonadotropin sebelum waktunya. Dari penelitian yang dilakukan oleh Carel JC. dan Lger J. pada tahun 2008 penyebab terjadinya pubertas prekoks sentral ini masih Idiopatic (92% kasus pada perempuan dan 50% kasus pada laki-laki), namun ditemukan bahwa terdapat kemungkinan bersifat familial. Sedangkan sisa kasus pubertas prekoks tipe sentral disebabkan oleh lesi pada SSP. Beberapa lesi yang dapat menimbulkan pubertas prekoks sentral : o Hypothalamic Hemartoma, merupakan lesi atau tumor jinak pada hipotalamus. Lesi ini dapat menimbulkan berbagai gangguan menyangkut kinerja hipotalamus yang berfungsi sebagai pusat otonom tubuh. Gejala yang timbul dari hemartoma hipotalamus ini antara lain : kejang, pubertas prekoks, detoriasi kognitif, dan gejala behavioral yang biasa dikenal rage behaviours.

o Gliomas, merupakan tumor otak yang terjadi akibat pertumbuhan abnormal dari sel glial (sel penyokong saraf).

b)

Patofisiologi pada Pubertas Prekoks Perifer (Gonadotropin-independent precocious

puberty) Pada pubertas prekoks tipe perifer yang menjadi masalah adalah sekresi berlebih hormone steroid seks (esterogen dan testosterone) yang tidak dipengaruhi oleh aktifitas GnRH, dan hal ini memicu terjadinya pubertas sebelum waktunya. Biasanya yang paling sering menyebabkan pubertas prekoks tipe perifer adalah masalah pada ovarium, testis, ataupun kelenjar adrenal. o Gangguan adrenal : Congenital Adrenal hyperplasia, hal ini menyebabkan produksi hormone androgen

berlebih akibat terjadinya hyperplasia kelenjar adrenal. Adrenal tumors hal ini juga memacu terjadinya pubertas prekoks akibat sekresi

berlebih hormone androgen o Gangguan pada Ovarium maupun Testis Biasa berkaitan dengan tumor pada ovarium maupun testis. Selain tumor, pubertas prekoks juga dapat disebabkan oleh kista pada ovarium.

Selain hal-hal tersebut ada beberapa penyakit yang dapat menyebabkan timbulnya pubertas prekoks tipe perifer, sebagai contohMcCune-Albright Syndrome yang merupakan penyakit genetic dimana terjadi gangguan pada tulang, pigmentasi kulit dan gangguan hormonal yang dapat memicu terjadinya pubertas prekoks.

1. 1298.

Guyton, Arthur, Hall, John, 1997. Buku Ajar Fisiologi kedokteran. Jakarta: EGC, 1294-

2. DiGeorge AM, Garibaldi L. Gangguan Perkembangan Pubertas. Dalam: Behrman, Kliegman, Arvin, penyunting. Nelson Textbook of Pediatrics vol.3, 16th ed. Jakarta : EGC,2006.h.1926-1934. 3. Suryawan, 2004. Pubertas Prekok. Dalam Soetjiningsih,2004. Tumbuh Kembang Remaja

dan Permasalahannya. Jakarta: Sagung Seto Hal 73-78

18. Apa yang dimaksud dengan telars prematur? Kak Wenny | Kinan

BAB II PEMBAHASAN