Anda di halaman 1dari 0

I N S T A L A S I T E G A N G AN M E N E N G A H

Bab I. PENDAHULUAN
Sistem Tenaga Listrik
Sekalipun tidak terdapat suatu sistem tenaga listrik yang tipikal, namun pada umumnya dapat
dikembalikan batasan pada suatu sistem yang lengkap mengandung empat unsur. Pertama, adanya
suatu unsur pembangkit tenaga listrik. Tegangan yang dihasilkan oleh pusat tenaga listrik itu biasanya
merupakan tegangan menengah ( TM). Kedua, suatu sistem transmisi, lengkap dengan gardu induk.
Karena jaraknya yang biasanya jauh, maka diperlukan penggunaan tegangan tinggi ( TT ), atau
tegangan ekstra tinggi ( TET ). Ketiga, adanya saluran distribusi, yang biasanya terdiri atas saluran
distribusi primer dengan tegangan menengah ( TM ) dan saluran distribusi sekunder dengan tegangan
rendah ( T ). Keempat, adanya unsur pemakaian atau utilisasi, yang terdiri atas instalasi pemakaian
tenaga listrik. !nstalasi rumah tangga biasanya memakai tegangan rendah, sedangkan pemakai besar
seperti industri mempergunakan tegangan menengah ataupun tegangan tinggi. "ambar #.#.
memperlihatkan skema suatu sistem tenaga listrik. $erlu dikemukakan bah%a suatu sistem dapat terdiri
atas beberapa subsistem yang saling berhubungan, atau yang biasa disebut sebagai sistem interkoneksi.
Kiranya jelas bah%a arah mengalirnya energi listrik bera%al dari $usat Tenaga &istrik melalui
saluran'saluran transmisi dan distribusi dan sampai pada instalasi pemakai yang merupakan unsur
utilisasi. Karenanya penjelasan ja%aban #.# akan dimulai pada unsur pembangkit.
Energi listrik dibangkitkan pada pembangkit tenaga listrik ($T& ) yang dapat merupakan suatu
pusat listrik tenaga uap ($&T( ), pusat listrik tenaga air ( $&T) ), pusat listrik tenaga gas ( $&T" ),
pusat listrik tenaga diesel ($&T* ), ataupun pusat listrik tenaga nuklir ( $&T+). ,enis $T& yang
dipakai, pada umumnya tergantung dari jenis bahan bakar atau energi primer yang tersedia. $ada
sistem besar sering ditemukan beberapa jenis $T&. $erlu pula dikemukakan bah%a $&T* biasanya
dipakai pada sistem yang lebih ke-il. $T& biasanya membangkitkan energi listrik pada tegangan
menengah (TM ), yaitu pada umumnya antara . dan /0 k1
$ada sistem tenaga listrik yang besar, atau bilamana $T& terletak jauh dari pemakai, maka
energi 2listrik itu perlu diangkut melalui saluran transmisi, dan tegangannya harus dinaikkan dari TM
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
#
menjadi tegangan tinggi ( TT ). $ada jarak yang sangat jauh malah diperlukan tegangan ekstra tinggi
(TET ). Menaikkan tegangan itu dilakukan di gardu induk ( "! ). *engan mempergunakan
trans6ormator penaik ( step up transformer ). Tegangan tinggi di !ndonesia adalah 70 k1, #80 k1 dan
/78 k1. Sedangkan tegangan ekstra tinggi 800 k1.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
/
Mendekati pusat pemakaian tenaga listrik, yang dapat merupakan suatu industri atau suatu kota,
tegangan tinggi diturunkan menjadi tegangan menengah ( TM ). 9al ini juga dilakukan pada suatu "!
dengan mempergunakan trans6ormator penurun ( step-down transformer ). *i !ndonesia tegangan
menengah adalah /0 k1. Saluran /0 k1 ini menelusuri jalan jalan diseluruh kota, dan merupakan
sistem distribusi primer. :ilamana transmisi tenaga listrik dilakukan dengan mempergunakan saluran'
saluran udara dengan menara menara transmisi, sistem distribusi primer dikota biasanya terdiri atas
kabel'kabel tanah yang tertanam ditepi jalan, sehingga tidak terlihat.
*i tepi'tepi jalan , biasanya berdekatan dengan persimpangan, terdapat gardu'gardu distribusi
("* ), yang mengubah tegangan menengah menjadi tegangan rendah (T ) melalui trans6ormator
distribusi (distribution transformer ). Melalui tiang'tiang listrik yang terlihat ditepi jalanan, energi
listrik tegangan rendah disalurkan kepada para pemakai. *i !ndonesia, tegangan rendah adalah //0 ;
<=0 >olt, dan merupakan sistem distribusi sekunder. $ada tiang tiang T terpasang pula lampu'lampu
penerangan jalan umum.
Energi diterima pemakai dari tiang T melalui konduktor atau ka%at yang dinamakan
sambungan rumah ( S ) dan berakhir pada alat pengukur listrik yang sekaligus merupakan titik akhir
pemilikan $&+. Setelah titik ini, bera%al unsur utilisasi pada instalasi pemakai tenaga listrik.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
<
BAB II. STANDAR PLN
TEGANGAN-TEGANGAN STANDAR PERUSAHAAN UMUM LISTRIK NEGARA (SPLN
!"#$ %
Tegangan N&mina' Per(sa)aan Um(m Listrik Negara
#. uang &ingkup
Standar ini berlaku bagi sistem transmisi, distribusi, pemakaian dan peralatan arus bolak balik
yang digunakan dalam sistem tersebut dengan 6rek%ensi standar 80 9? yang bertegangan
nominal diatas #00 1.
/. *e6inisi
/.#.Tegangan +ominal Suatu Sistem
Tegangan nominal suatu sistem ialah besarnya tegangan yang diterapkan pada sistem itu,
sehingga karakteristik kerja tertentu yang disyaratkan dari sistem itu ditunjukkan.
/./,Tegangan Tertinggi dan Terendah dari suatu system
/./.#.Tegangan tertinggi suatu sistem
Tegangan tertinggi suatu sistem ialah nilai tegangan tertinggi yang terjadi dalam
keadaan kerja normal pada setiap saat dan disetiap titik pada sistem itu.
Keadaan ini tidak termasuk gejala'gejala peralihan tegangan, misalnya yang terjadi
karena pemutusan sistem, dan >ariasi tegangan temporer.
/././. Tegangan terendah suatu sistem
Tegangan terendah suatu sistem ialah tegangan terendah yang terjadi pada keadaan
kerja normal pada setiap saat dan disetiap titik pada sistem itu. Keadaan ini tidak
termasuk gejala'gejala peralihan tegangan misalnya yang terjadi karena pemutusan
sistem, dan >ariasi tegangan temporer.
/.< Tegangan tertinggi untuk peralatan
Tegangan tertinggi untuk peralatan ialah nilai maksimum tegangan tertinggi suatu sistem
tersenbut pada /./.# untuk mana peralatan tersebut dapat dipergunakan.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
4
Tegangan tertinggi peralatan tersebut ditentukan dengan memperhatikan @
a) isolasi
b) karakteristik lain yang ada hubungannya dengan tegangan tertinggi ini sesuai dengan
rekomendasi peralatan yang bersangkutan,
5atatan@(#) Tegangan tertinggi untuk peralatan hanya dinyatakan untuk tegangan sistem
nominal lebih tinggi dari #000 1.
Sebagaimana diketahui, khususnya untuk tegangan sistem nominal tertentu ,
kerja normal peralatan tidak dapat dijamin pada tegangan tertinggi untuk peralatan
ini, mengingat adanya karakteristik peka tegangan, misalnya@ rugi'rugi kapasitor,
arus kemagnitan trans6ormator dan sebagainya.
*alam hal seperti ini, rekomendasi untuk peralatan yang bersangkutan harus
menyebutkan batas tegangan dimana kerja normal peralatan ini dapat dijamin.
(/) *apat dimengerti bah%a peralatan yang digunakan dalam sistem yang mempunyai
tegangan nominal tidak melebihi #000 1, harus dispesi6ikasi hanya dengan
re6erensi terhadap tegangan sistem nominal, untuk operasi atau kerja maupun untuk
isolasi..
<..Tabel A tabel tegangan Standar
<.#.Tabel !
Tabel ! diba%ah ini memberikan satu seri tegangan rendah standar dari sistem sistem arus
bolak balik 6asa tunggal berteganganj nominal antara #00 1 sampai dengan #000 1.
Tegangan +ominal
1
#/7 B
//0 BB
B )kan dihilangkan se-ara bertahap
BB $enggunaan dengan sistem 6asa tunggal dengan < ka%at dimungkinkan..
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
8
<./.Tabel !!
Tabel !! diba%ah ini memberikan satu seri tegangan rendah standar dari sistem'sistem arus
bolak balik 6asa'tiga bertegangan nominal antara #00 1 sampai dengan #000 1
C
.
Tegangan +ominal
1
#/7;//0 B
//0;<=0
800 BB
* *i mana ter-antum dua harga, menyatakan untuk sistem dengan empat ka%at+ harga yang
lebih rendah adalah tegangan antara ka%at'ka%at 6asa dan netral, harga yang lebih tinggi
adalah tegangan'tegangan antar ka%at 6asa. *i mana ter-antum hanya satu harga,
menyatakan untuk sistem dengan tiga ka%at, tanpa ka%at netral2 khusus tegangan antar
ka%at 6asa.
, )kan dihilangkan se-ara bertahap
,, 9arga tegangan ini tidak berlaku untuk sistem distribusi umum.
<.<.Tabel !!!
Tabel !!! diba%ah ini memberikan satu seri tegangan menengah standar dari sistem'sistem arus
bolak balik 6asa tiga bertegangan nominal antara # k1 sampai dengan /0 k1
C
beserta satu seri
tegangan tertinggi untuk peralatan yang bersangkutan.
Tegangan +ominal
) #
System
K>
Tegangan Tertinggi
(ntuk peralatan
k1
< B <,.
. 7,/
#0 BB #/
/0;##,8 /4;#<,=.
C *i mana ter-antum dua harga menyatakan sistem 6asa'tiga empat ka%at
B9arga tegangan ini tidak berlaku untuk sistem distribusi umum
BB Tidak dikembangkan lagi
/.4. Tabel !1
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
.
Tabel !1 diba%ah ini memberikan satu seri tegangan tinggi standar sistem arus bolak'
balik 6asa'tiga bertegangan nominal <0k1 C ke atas, dan satu seri tegangan tertinggi
untuk peralatan yang bersangkutan
Tegangan +ominal
) #
Sistem
k1
Tegangan Tertinggi
(ntuk peralatan
k1
<0 B <.
.. BB 7/,8
#80 #70
CCC CCC
C 9arga'harga ini adalah tegangan antar 6asa
B Tidak dikembangkan lagi
BB :iasa disebut transmisi 70 k1
CCC Standar untuk tegangan lebih tinggi sedang dipertimbangkan.
S$&+ /.@#D=0
PED-MAN PENERAPAN SISTEM DISTRIBUSI .- k/0
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
7
1ASA-TIGA0 2-KA3AT
DENGAN TAHANAN RENDAH DAN
TAHANAN TINGGI
PASAL SATU
RUANG LINGKUP DAN TU4UAN
. R(ang Lingk(5
$edoman ini dimaksudkan untuk menjelaskan dasar yang perlu dipertimbangkan dalam memilih
besarnya nilai tahanan bagi pentanahan netral sistem distribusi /0 k1, 6asa'tiga, <'ka%at serta
dalam menerapkan sistem distribusi tersebut.
$edoman ini disusun berdasarkan S$&+ /@#D7= yang menetapkan bah%a pentanahan netral sistem
ini adalah pentanahan dengan tahanan.
.. T(6(an
Tujuannya ialah untuk memberikan pegangan yang lebih terarah bagi pemilihan besarnya nilai
tahanan pentanahan netral sistem distribusi /0 k1, 6asa'tiga, <'ka%at serta penerapannya di
!ndonesia.
PASAL DUA
DE1INISI
<. $entanahan netral sistem ialah hubungan netral ke tanah, baik langsung maupun melalui tahanan,
reaktansi atau kumparan $eterson.
4. $entanahan netral sistem dengan tahanan ialah pentanahan netral sistem melalui impedansi yang
unsur utamanya adalah tahanan.
8. $entanahan netral sistem dengan tahanan rendah ialah pentanahan sistem dimana besarnya arus
gangguan satu 6asa ke tanah antara #0 sampai /8 prosen dari arus hubung singkat tiga'6asa, atau@
; <
) /8 , 0 @ # , 0 (

=
F LG F
I I
.. $entanahan netral sistem dengan tahanan tinggi ialah pentanahan netral sistem dimana besarnya
arus gangguan ketanah tidak melebihi /8 ).
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
=
7. Sistem distribusi /0 k1, 6asa'tiga, <'ka%at dengan tahanan rendah ialah sistem distribusi dimana
nilai tahanan pentanahan ditetapkan antara #/ A 40 ohm.
=. Sistem distribusi /0 k1, 6asa'tiga, <'ka%at dengan tahanan tinggi ialah sistem distribusi dimana
nilai tahanan pentanahan ditetapkan 800 ohm
PASAL TIGA
PERTIMBANGAN KEADAAN DI IND-NESIA
D. $&+ telah menetapkan di dalam S$&+ /@#D7= bah%a sistem distribusi /0 k1, 6asa'tiga, <'ka%at
dengan pentanahan melalui tahanan sebagai suatu sistem distribusi yang berlaku umum diseluruh
%ilayah kerja $&+.
Ketentuan'ketentuan yang ada pada ketetapan tersebut belum mengatur pemilihan nilai tahanan
bagi pentanahan netral sistem didtribusi tersebut serta penerapannya di !ndonesia.
#0. *alam sistem distribusi /0 k1, 6asa'tiga, <'ka%at yang beroperasi di !ndonesia terdapat dua
ma-am tahanan pentanahan netral yaitu tahanan rendah dan tahanan tinggi.
Sistem distribusi /0 k1 dengan tahanan rendah terdapat terutama di ,a%a :arat dan ,akarta aya
sedang sistem distribusi /0 k1 dengan tahanan tinggi terdapat di ,a%a Timur.
##. Sistem distribusi /0 k1, 6asa'tiga, <'ka%at dengan tahanan rendah beroperasi di daerah perkotaan
maupun luar kota yang pada dasarnya menghendaki jaringan kabel tanah ( saluran dalam tanah ).
#/. Sistem distribusi /0 k1, 6asa'tiga, <'ka%at dengan tahanan tinggi beroperasi didaerah perkotaan
maupun luar kota yang pada dasarnya menghendaki jaringan saluran udara.
#<. :eroperasinya berbagai ma-am pentanahan netral sistem menimbulkan masalah logistik yang
-ukup ga%at bagi $&+ dan dapat mengganggu kelan-aran jalannya pengusahaan.
PASAL EMPAT
PERTIMBANGAN DASAR PENERAPAN
#4. *alam S$&+ /@#D7= telah diuraikan pertimbangan dasar maupun pertimbangan penerapannya di
!ndonesia bagi pentanahan netral sistem termasuk pentanahan netral sistem dengan tahanan pada
sistem distribusi /0 k1, 6asa'tiga, <'ka%at. *alam menetapkan pilihannya bah%a pentanahan netral
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
D
sistem ini adalah pentanahan dengan tahanan, ditetapkan pula pengamanan sistem tersebut, yang
dalam hal ini berlaku bagi pentanahan netral sistem dengan tahanan rendah.
#8. *engan ditetapkannya pentanahan netral sistem dengan tahanan tinggi, perlu diingatkan kembali,
bah%a pada dasarnya pemilihan pentanahan netral sistem di !ndonesia, khususnya untuk sistem
distribusi, mengutamakan 6aktor keselamatan manusia. Tergantung kepada keadaan daerahnya
maka 6aktor keselamatan manusia ini merupakan 6aktor yang paling penting dalam menentukan
pilihan apakah sistem distribusi ini akan dibangun dengan saluran udara atau saluran dalam tanah
( kabel tanah).
#.. Sistem distribusi /0 k1, 6asa'tiga, <'ka%at dengan tahanan tinggi adalah suatu jaringan dengan
saluran udara yang diran-ang untuk dibangun didaerah perkotaan dan luar kota yang@
a) $adat penduduknya
b) Tidak ada kesulitan teknik yang berarti dalam pembangunannya, dan ; atau
-) Tidak begitu mengganggu keindahan kota ; luar kota.
#7. Sistem distribusi /0 k1, 6asa'tiga, <'ka%at dengan tahanan rendah adalah suatu jaringan dengan
saluran dalam tanah ( kabel tanah ) yang diran-ang untuk dibangun didaerah perkotaan dan luar
kota yang@
a) $adat penduduknya
b) Saluran udara akan mengalami kesulitan teknik dalam pembangunannya dan;atau
-) Saluran udara akan mengganggu keindahan kota ; luar kota.
*i daerah perkotaan dan luar kota yang tidak padat penduduknya dapat dibangun jaringan
dengan saluran udara.
#=. Sistem distribusi dengan tahanan rendah ini tidak dapat diparalel ( interkoneksi) dengan sistem
distribusi dengan tahanan tinggi. Ealaupun demikian sistem distribusi dengan tahanan tinggi ini
dapat diubah menjadi sistem dengan tahanan rendah dengan penyesuaian tahanan ( pentanahan
netral ) dan rele pengaman.
#D. Faktor keselamatan manusia yang dinyatakan dengan pembatasan tegangan sentuh, berikut
pengamanannya diuraikan dalam lampiran.
PASAL LIMA
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
#0
PENETAPAN NILAI TAHANAN DAN
ARUS GANGGUAN SERTA PENERAPANN7A
/0. Sistem /0 k1, 6asa'tiga, <'ka%at dengan tahanan rendah. *engan berpedoman kepada $asal Tiga
dan Empat diatas, maka nilai tahanan, arus gangguan, pengamanan serta penerapannya ditetapkan
sebagai berikut@
/0.#. +ilai tahanannya #0'40 ohm dan arus gangguan satu 6asa ketanah maksimum #000 ),
dipakai dengan jaringan kabel tanah atau saluran dalam tanah.
/0./. +ilai tahanannya 40 ohm dan arus gangguan satu 6asa ketanah maksimum <00 ),
dipakai dengan jaringan saluran udara dan -ampuran saluran udara dengan kabel tanah.
/0.<. $engamanan system distribusi ini diselenggarakan dengan pengaman ( rele ) arus lebih
sebagaimana diatur dalam S$&+ /@#D7=.
/0.4. Sistem distribusi ini diterapkan di daerah perkotaan atau luar kota yang padat
penduduknya dengan jaringan kabel tanah dan didearah perkotaan atau luar kota yang kurang
padat penduduknya dengan jaringan saluran udara.
/#. Sistem distribusi, 6asa'tiga, <'ka%at dengan tahanan tinggi
*engan berpedoman kepada $asal Tiga dan Empat diatas, maka nilai tahanan, arus gangguan,
pengamanan serta penerapannya ditetapkan sebagai berikut@
/#.#. +ilai tahannnya 800 ohm dan arus gangguan satu 6asa ketanah maksimum /8 ), dipakai
dengan jaringan saluran udara.
/#./. $engamanan sistem distribusi ini diselenggarakan dengan rele arah ( dire-tional relay ).
/#.<. Sistem distribusi ini diterapkan didaerah perkotaan atau luar kota yang pada dasarnya
menghendaki jaringan saluran udara.
5atatan@Sistem distribusi dengan tahanan tinggi ini dapat juga diterapkan di daerah yang menghendaki
adanya jaringan kabel tanah dengan memperhatikan karaktreristik rele yang dipakai.
LAMPIRAN
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
##
Faktor keselamatan manusia yang dinyatakan dengan pembatasan tegangan sentuh, berikut
pengamanannya, diuraikan sebagai berikut@
Menghitung kenaikan tegangan sentuh pada hantaran netral ,T (1
n
) sebagai akibat gangguan
satu 6asa S(TM ke hantaran netral ,T.
,T @ Sistem dengan $entanahan +etral $engaman ($+$)
S(TM @#. Sistem distribusi /0 k1, 6asa'tiga, <'ka%at dengan pentanahan netral melalui tahanan 40
ohm, sehingga arus gangguan satu 6asa ketanah dibatasi sampai <00 ).
@ /. Sistem distribusi /0 k1, 6asa'tiga, <'ka%at dengan pentanahan netral melalui tahanan 800
ohm, sehingga arus gangguan satu 6asa ketanah dibatasi sampai /8 ).
#. $ada sistem dengan tahanan rendah@
,
t f n
R I V =
di mana
f
I
G #00 )
:ila dikehendaki 1
=
n
.0 1, berarti
=
f
0,/ ohm, sehingga

.0 / , 0 <00 = =
n
V
1
Mungkin sulit untuk memperoleh tahanan pentanahan menyeluruh (
t
) sebesar 0,/
ohm dan oleh karena itu harus diimbangi dengan pemakaian pengaman yang
mempunyai kepekaan dan keandalan yang tinggi, yaitu dapat bekerja dengan baik
dalam %aktu sesuai dengan karakteristiknya.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
#/
Hleh karena itu, bilamana dipakai dengan jaringan saluran udara, diterapkan di daerah
yang kurang padat penduduknya.
/. $ada sistem dengan tahanan tinggi@
=
n
V
t f
R I
, dimana =
f
I /8 )
*engan
t
G /,0 ohm, diperoleh@
=
n
V
/8 I /,0 G 80 1
Tegangan sentuh 80 1 ini adalah ketentuan !E5 dan telah diterima $&+ ( $engumuman
+o. 0<8;$ST;7= ), sedang tahanan pentanahan menyeluruh sebesar / ohm masih
mungkin diperoleh atau diusahakan. Ealau demikian tetap harus diusahakan agar rele
pengaman mempunyai kepekaan dan keandalan yang memadai.
SPLN .!"#$
PED-MAN PENERAPAN SISTEM DISTRIBUSI
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
#<
.8 K/0 1ASA-TIGA0 9-KA3AT
$)S)& S)T(
()+" &!+"K($ *)+ T(,()+
#. uang &ingkup
$edoman ini dimaksudkan untuk menjelaskan dasar yang perlu dipertimbangkan dalam
menerapkan sistem distribusi /0 k1, 6asa'tiga, 4'ka%at dengan tegangan nominal /0 k1.
/. Tujuan
Tujuannya ialah untuk memberikan pegangan yang lebih terarah bagi penerapan sistem distribusi
/0 k1, 6asa'tiga, 4'ka%at ini di !ndonesia.
$)S)& *()
* E F ! + ! S !
<. Sistem distribusi /0 k1, 6asa'tiga, 4'ka%at ialah sistem distribusi, 6asa A tiga bertegangan nominal
/0 k1 yang terdiri dari tiga hantaran 6asa dan satu hantaran netral sedang titik netral system ini
ditanahkan dengan -ara pentanahan langsung pada tiang A tiang sepanjang jaringan.
5atatan@
#. Sistem ini disebut juga Sistem +etral bersama ( jarring TM dan T ) yang ditanahkan
sepanjang jaringan ( multigrounded common neutral distribution line ) dan dipakai sebagai
standar oleh )dministrasi $erlistrikan *esa ( Rural lectrification !dministration " R! )
dari *epartemen $ertanian )merika.
/. $entanahan langsung diselenggarakan sekurang'kurangnya pada empat tiang setiap mil atau
lima tiang setiap / km.
<. 5iri'-iri dari pada sistem distribusi /0 k1, 6asa'tiga, 4'ka%at ini diuraikan dalam &ampiran.
$)S)& T!")
$ET!M:)+")+ KE)*))+ *! !+*H+ES!)
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
#4
4. $&+ telah menetapkan sistem distribusi /0 k1, 6asa A tiga, <'ka%at dengan pentanahan melalui
tahanan sebagai suatu system distribusi yang berlaku umum diseluruh %ilayah kerja $&+.
Ketentuan A ketentuan yang ada pada ketetapan tersebut belum mengatur kemungkinan bagi
diterapkannya sistem distribusi /0 k1, 6asa'tiga, 4'ka%at dengan pentanahan langsung.
8. Keadaan geogra6is di !ndonesia yang -ukup luas serta sebagian besar dari padanya bekepadatan
beban rendah.. *i beberapa daerah, terutama daerah luar kota, dijumpai keadaan dimana kepadatan
beban rendah, di ba%ah nilai ##8 k1) ; km
/
, %alaupun kepadatan penduduknya -ukup tinggi.
.. Masalah logistik bagi $&+ pada %aktu ini masih merupakan masalah kritis yang dapat
mengganggu kelan-aran jalannya pengusahaan. :ertambahnya jenis'jenis barang yang perlu
disediakan memerlukan perhatian khusus guna menjamin kelan-aran jalannya pengusahaan.
7. $enerapan sistem distribusi /0 k1, 6asa'tiga, 4'ka%at dengan pentanahan langsung berdampingan
dengan sistem distribusi /0 k1, 6asa'tiga, <'ka%at dengan pentanahan melalui tahanan dapat
menimbulkan kesulitan A kesulitan operasionil bila tidak jelas pemisahan antara kedua sistem
tersebut baik geogra6is maupun elektris.
$)S)& EM$)T
$ET!M:)+")+ *)S) $E+E)$)+
=. Mengingat kebijaksanaan dasar yang telah ditetapkan $&+ bah%a sistem distribusi /0 k1, 6asa'
tiga, <'ka%at dengan pentanahan melalui tahanan sebagai sistem yang berlaku umum, maka
diperlukan pengaturan khusus lebih lanjut perihal penerapan sistem distribusi /0 k1, 6asa'tiga, 4'
ka%at dengan pentanahan langsung.
D. Kondisi setempat di mana kepadatan beban di sebagian besar %ilayah $&+, pada %aktu ini
maupun pada %aktu %aktu yang akan datang yang telah diketahui proyeksinya, masih berkisar
diba%ah nilai ##8 k1) ; km
/
. $ada kepadatan beban tersebut sistem distribusi /0 k1, 6asa'tiga, 4'
ka%at dengan pentanahan langsung adalah sangat sesuai
#0. Masalah logistik diharapkan diatasi antara lain dengan perbaikan'perbaikan seperlunya pada sistem
pengelolaan barang yang sekarang sedang ditangani dengan intensip. Selain itu industri alat'alat
listrik di dalam negeri yang terus berkembang , di samping industri serupa yang telah ada di
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
#8
beberapa +egara )SE)+ yang menerapkan distribusi /0 k1, 6asa'tiga, 4'ka%at, diharapkan dapat
menunjang penyelesaian masalah logistik tersebut.
##. Kesulitan A kesulitan operasionil berhubung terdapatnya dua ma-am sistem distribusi pada satu
daerah kerja dapat diatasi dengan diadakannya pemisahan yang jelas antara kedua ma-am sistem
distrbusi tersebut baik geogra6is maupun elektris. 9al tersebut dapat di-apai dengan dibuatnya
peren-anaan yang baik dimana jelas ter-ermin tetap terpisahnya kedua ma-am sistem distribusi
tersebut baik untuk %aktu kini maupun dimasa'masa mendatang.
$)S)& &!M)
KETE+T()+ TE+T)+" $E+E)$)+ S!STEM *!ST!:(S!
/0 K1, F)S) A T!"), 4 A K)E)T
#/. Sistem distribusi /0 k1, 6asa A tiga, 4 A ka%at dapat diterapkan seutuhnya di daerah luar kota di
!ndonesia.
#<. $&+ dapat pula menerapkan sistem distribusi /0 k1, 6asa A tiga, 4 A ka%at disamping sistem
distribusi /0 k1, 6asa'tiga, < A ka%at yang telah ada sejauh terpenuhinya persyaratan bah%a kedua
sistem tersebut dimungkinkan bekerja se-ara tetap terpisah, baik untuk %aktu ini maupun setelah
memperkirakan perkembangannya dimasa mendatang.
$emisahan tersebut dapat di-apai dengan -ara@
#<.#. $emisahan se-ara geogra6is
#<.#.# Tingkat Eilayah
*iseluruh daerah kerja Eilayah tersebut hanya terdapat salah satu saja dari kedua
sistem distribusi tersebut.
5atatan@ $&+ Eilayah dimana penerapan sistem distibusi /0 k1, 6asa'tiga, <'ka%at
atau 4 A ka%at telah -ukup berkembang ( atau salah satu sistem jauh lebih
berkembang dari yang lain ) menerapkan hanya satu sistem saja yang telah
-ukup ( atau lebih ) berkembang.
#<.#./. Tingkat 5abang
*i seluruh daerah kerja 5abang tersebut hanya terdapat salah satu saja dari kedua
sistem distribusi tersebut.
#<.#.<. Tingkat "ardu !nduk ; "ardu 9ubung
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
#.
*iseluruh atau sebagian daerah pelayanan "ardu !nduk ; "ardu 9ubung terdapat salah
satu dari kedua sistem distribusi tersebut. *alam daerah kerja suatu 5abang mungkin
terdapat kedua ma-am sistem distribusi tersebut diatas.
#<./. $emisahan Se-ara Elektris
$ada tingkat "ardu !nduk ; "ardu 9ubung ter-antum dalam sub ayat #<.#.<. diatas harus
dihindarkan interkoneksi langsung pada sisi /0 k1 antara kedua ma-am sistem distribusi
tersebut diatas.
& ) M $ ! ) +
5!! A 5!! S!STEM *!ST!:(S! /0 K1
F)S)'T!"), 4 K)E)T
#. Sistem distribusi /0 k1, 6asa A tiga, 4 A ka%at yang dimaksud pada pedoman ini mempunyai -irri
utama antara lain sebagai berikut@
#.#, +etral :ersama yang ditanahkan sepanjang jaringan ( Multigrounded -ommon neutral)
a) *ilakukan pentanahan langsung ; e6ekti6 pada sisi /0 k1.
b) $entanahan dilakukan di sepanjang jaring /0 k1 ( multi grounded )
-) $enghantar netral yang ada merupakan penghantar netral jarring TM maupun penghantar
netral jaring T ( -ommon neutral ).
. #./. Trans6ormator
*igunakan trans6ormator'trans6ormator 6asa'tunggal yang dihubungkan antara 6asa dan netral
bersama, sedangkan kebutuhan akan aliran < 6asa dipenuhi oleh susunan < buah trans6ormator
6asa A tunggal atau oleh trans6ormator n6asa A tiga.
#.<.,aring Tegangan Menengah
,aring TM terdiri dari jaring utama 6asa'tiga dengan jaring per-abangan 6asa A tunggal. &a?imnya
panjang jaring per-abangan 6asa A tunggal jauh melebihi panjang jaring utama 6asa A tiga. $ada
umumnya jaring TM tersebut terdiri dari saluran udara.
#.4.,aring tegangan endah
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
#7
,aring T sebagian besar merupakan jaring 6asa'tunggal, < ka%at dengan tegangan //0 1olt antara
6asa dan tap tengah ( 5enter Tap). Karena penempatan trans6ormator dapat dengan mudah
dilakukan disepanjang jaring maka panjang dari pada jaring T dapat diusahakan sependek
mungkin sehingga panjang jaring TM melebihi panjang jaring T.
#.8. $engamanan ,aring TM
Sistem pengaman jaring TM terdiri atas pemutus'beban ( H5: ) yang berke-epatan tinggi,
penutupan kembali otomatis dan sekring lebur.
#... $engaturan Tegangan
Khususnya pada jaring TM yang panjang dan ; atau pada jaring dengan 6aktor beban rendah,
penggunaan pengatur tegangan dan ; atau kapasitor dapat mengatasi masalah rugi tegangan.
/. *imungkinkannya penggunaan trans6ormator 6asa'tunggal serta per-abangan jaring 6asa'tunggal
menyebabkan sistem ini, ditinjau dari segi ekonomi, sangat sesuai untuk pendistribusian tenaga
listrik pada daerah yang luas dengan kepadatan beban yang rendah misalnya di daerah pedesaan.
$engembangan jaring dapat dilakukan dengan lu%es dalam memenuhi kriteria optimasi dalam
kaitannya dengan perkembangan beban, serta pengembangan jaringan.
<. $entanahan langsung ; e6ekti6 menyebabkan arus gangguan 6asa'ke'tanah menjadi sangat besar dan
hal ini dapat mengakibatkan antara lain@
a) Ke-elakaan atas manusia atau binatang
b) !nter6erensi pada jarring telekomunikasi
Khususnya bila digunakan saluran udara pada jaring TM
+amun keberatan teknis tersebut dapat diatasi dengan digunakannya pemutus'beban berke-epatan
tinggi. Selain itu, dengan koordinasi yang -ermat, penggunaan pemutus'beban berke-epatan tinggi
bersama dengan penutupan'kembali otomatis serta sekring lebur dapat menjamin ter-iptanya suatu
sistem pengamanan yang selektip pada jaring TM.

:): !!!.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
#=
,)!+")+ *!ST!:(S!
Sebagaimana diketahui, pada sistem distribusi terdapat dua bagian@
Jaitu distribusi primer, yang mempergunakan tegangan menengah, dan distribusi sekunder, yang
mempergunakan tegangan rendah.
Distribusi Primer
$ada distribusi primer terdapat tiga jenis kon6igurasi dasar, yaitu@ (i) S!STEM )*!)&, (ii)
S!STEM &($ (L##P), dan (iii) S!STEM ,)!+")+ $!ME.
Sistem Radial
Sistem radial adalah yang paling sederhana dan paling banyak dipakai, terdiri atas 6ider (
feeders ) atau penyulang yang merupakan rangkaian tersendiri yang seolah'olah keluar dari suatu
sumber atau %ilayah tertentu se-ara radial. Fider itu dapat juga dianggap sebagai terdiri atas suatu
bagian utama dari mana saluran samping atau lateral lain bersumber dan dihubungkan dengan
trans6ormator distribusi sebagaimana terlihat pada gambar !!!. #.
"b !!!.#. Skema saluran sistem radial
Saluran samping sering disambung pada 6ider dengan sekring ( 6use). *engan demikian maka
gangguan pada saluran samping tidak akan mengganggu seluruh 6ider. :ilamana sekring ini tidak
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
#D
bekerja atau terdapat gangguan pada 6ider, proteksi pada saklar daya di "ardu !nduk akan bekerja, dan
seluruh 6ider akan kehilangan energi. $emasokan pada umah Sakit atau pemakai >ital lain tidak boleh
mengalami gangguan yang berlangsung lama, *alam hal demikian, satu 6ider tambahan disediakan,
yang menyediakan suatu sumber penyedia energi alternati6. 9al ini dilakukan dengan suatu saklar
pindah, sebagaimana terlihat pada gambar !!!./. Saklar pindah itu dapat juga bekerja se-ara otomatik.
:ila tegangan pada saluran operasional hilang, saklar dengan sendirinya akan memindahkan
sambungan pada saluran alternati>e.
"b !!!./. $enggunaan saluran alternati6 dengan Saklar $indah
Sistem Lup
Suatu -ara lain guna mengurangi lama interupsi daya yang disebabkan gangguan adalah dengan
meran-ang 6ider sebagai &($ (loop ) dengan menyambung kedua ujung saluran. 9al ini
mengakibatkan bah%a suatu pemakai dapat memperoleh pasokan energi dari dua arah. :ilamana
pasokan dari salah satu arah terganggu, pemakai itu akan disambung pada pasokan arah lainnya.
Kapasitas -adangan yang -ukup besar harus tersedia pada tiap 6ider. Sistem &up dapat dioperasikan
se-ara terbuka, ataupun se-ara tertutup.
$ada system lup terbuka, bagian'bagian 6ider tersambung melalui alat pemisah ( disconnectors), dan
kedua ujung 6ider tersambung pada sumber energi. $ada suatu tempat tertentu, pada 6ider, alat pemisah
sengaja dibiarkan dalam keadaan terbuka. $ada asalnya, system ini terdiri atas dua 6ider yang
dipisahkan oleh suatu pemisah, yang dapat berupa sekring, alat pemisah, saklar daya. ("b !!!.<). :ila
terjadi gangguan, bagian saluran dari 6ider yang terganggu dapat dilepas dan menyambungnya pada
6ider yang tidak terganggu. Sistem demikian biasanya dioperasikan se-ara manual dan dipakai pada
jaringan jaringan yang relati6 ke-il.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
/0
"b !!!.<. Skema rangkaian &up terbuka
$ada sistem &up tertutup ( "b !!!.4 ) diperoleh suatu tingkat keandalan yang lebih tinggi. $ada sistem
ini alat alat pemisah biasanya berupa saklar daya yang lebih mahal. Saklar saklar daya itu digerakkan
oleh relai yang membuka saklar daya pada tiap ujung dari bagian saluran yang terganggu, sehingga
bagian 6ider yang tersisa tetap berada dalam keadaan berenergi. $engoperasian relai yang baik
diperoleh dengan mempergunakan ka%at pilot yang menghubungkan semua saklar daya. Ka%at pilot
ini -ukup mahal untuk dipasang dan dioperasikan. Kadang'kadang rangkaian telepon yang dise%a
dapat dipakai sebagai pengganti ka%at pilot.
"b !!!.4. Sistem angkaian &up Tertutup
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
/#
Sistem jaringan Primer
Ealaupun beberapa studi memberi indikasi bah%a pada kondisi'kondisi tertentu sistem
jaringan perimer lebih murah dan lebih andal dari pada sistem radial, se-ara relati6 tidak banyak sistem
jaringan primer yang kini dioperasikan. Sistem ini terbentuk dengan menyambung saluran'saluran
utama atau 6ider yang terdapat pada sistem radial sehingga merupakan suatu kisi'kisi atau jaringan
( "b !!!..8) Kisi'kisi ini diisi dari beberapa sumber atau gardu induk. Sebuah saklar daya antara
trans6ormator dan jaringan yang dikendalikan oleh relai relai arus balik ( re$erse currents ).dan relai'
relai penutupan kembali otomatik ( automatic reclosing rela%s ), melindungi jaringan terhadap
terjadinya arus'arus gangguan bila hal ini terjadi pada sisi pengisian dari gardu induk. :agian'bagian
jaringan yang terganggu akan dipisahkan oleh saklar daya dan sekring
"b !!!.8. Skema Sistem ,aringan $rimer
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
//
Sistem Spindel
Terutama di kota yang besar, terdapat suatu jenis gardu tertentu, yang tidak terdapat
trans6ormator daya. "ardu demikian dinamakan "ardu 9ubung ( "9 ). "9 pada umumnya
menghubungkan dua atau lebih bagian jaringan primer kota itu. *apat pula terjadi bah%a pada suatu
"9 terdapat sebuah trans6ormator pengatur tegangan. Karena besar kota itu, kabel'kabel tegangan
menengah ( TM) mengalami terlampau banyak turun tegangan. Tegangan yang agak rendah ini
dinaikkan kembali dengan bantuan trans6ormator pengatur tegangan. *apat juga terjadi bah%a pada
"9, ditumpangi atau dititipi sebuah "ardu *istribusi ( "*). "ambar !!!.. merupakan skema prinsip
dari system Spindel.
"b !!!... Skema $rinsip Sistem Spindel
Spindel ini menghubungkan rel dari satu "! ( atau "9 ) dengan rel dari "! (atau "9) lain.
Keistime%aannya adalah bah%a selain kabel'kabel, atau 6ider, yang mengisi beberapa buah "*,
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
/<
terdapat satu kabel ( Kabel ) pada gambar !!!..), yang tidak mendapat beban "*. Kabel ) ini selalu
menghubungi rel kedua "! ( atau "9 ) itu. Sedangkan kabel'kabel : memperoleh pengisian hanya dari
salah satu "! ( atau "9 ). :ilamana salah satu kabel : atau salah satu "* terganggu, maka pengisian
dapat diatur sedemikian rupa, dari sisi ! dan;atau sisi !! hingga dapat dihindari terjadinya suatu
pemadaman, ataupun pemadaman terjadi se-ara minimal.
Sistem ini banyak dipakai di ,akarta dan kota kota besar lainnya di !ndonesia. Sistem ini
memberi keandalan operasi yang -ukup tinggi dengan in>estasi tambahan berupa kabel ) yang relati6
rendah. :ilamana kabel ) terganggu maka saklar S akan bekerja, dan sistem spindle ini sementara
akan bekerja sebagai suatu sistem biasa.
K&nse5 Dasar Sistem S5in:e'
,aringan primer sistem spindle maksimum . kabel ( 6eeder) yang akti6 dan # standby kabel.
Standby -able harus selalu diberi tegangan, agar siap menggantikan kabel akti6 yang mengalami
gangguan.
$ada a%alnya jaringan spindle merupakan jaringan loop dimana tidak ada standby -able, tapi hanya
dua kabel akti6. Maksimum beban yang diperbolehkan untuk kabel akti6 adalah !
maI
. Maka 6a-tor
penggunaan G 8 , 0
/
maI
=
I
Misal kabel <I #80 sKmm, tegangan /0 k1, beban maksimum #/ M1)
9ubungan se-tionali?ed loop, beban maksimum # kabel adalah . M1)
(ntuk system spindle dengan / akti6 -able dan # standby -able, maka 6a-tor penggunaan@
&abel alda%atiap no l 'umla(&abe
tif ban&abela& ma&simumbe
)
F
min
=
.. , 0
<
/
) # / (
/
L C
C
= =
+

=
ma&s
ma&s
F
I
I
)
Keterangan@ C G kabel akti6

L
G Kabel standby
:ila . kabel akti6 dan # kabel standby, maka 6aktor penggunaan adalah
G
=8 , 0
) # . (
.
maI
maI
=
+

I
I
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
/4
S5in:e' ta)a5 5ertama
:ilamana terjadi gangguan antara "* 5 dan * sepanjang 6eeder )
#
, kabel saluran )
/
mampu
menjamin kelangsungan pelayanan dari gardu induk ke gardu distribusi * dengan s%it-hing "ardu
hubung ".
Karena 6aktor penggunaan dari masing masing kabel ditetapkan 0,8, maka beban maksimum masing
masing kabel dari sumber utama ke "9 " tidaklah melebihi . M1). *alam keadaan gangguan ini
pelayanan standby kabel )
/
tidak menanggung keseluruhan beban eks kabel )
#
. , tapi hanya beban
beban "* *,E dan F. Kelangsungan pelayanan "* : dan 5 tetap dilayani kabel )
#
. &oad :reak
S%it-h pada "* 5 dan * harus tetap dalam keadaan terbuka sampai perbaikan gangguan selesai dan
kondisi diijinkan kembali ke keadaan semula.
Ketika kerapatan beban pada daerah M bertambah, dan 6eeder yang bersangkutan harus
mensupply lebih 80N dari kuat hantar arusnya, aturan keamanan yang umum adalah memasang kabel
standby )
<
yang menhubungkan sumber utama ke gardu hubung ". " sekarang dapat dilihat sebagai
gardu switc(ing.
S5in:e' ta)a5 ke:(a
Ketika gangguan terjadi antara "* 5 dan * sepanjang kabel 6eeder )
#
, kabel standbye )
<

akan menjamin kelangsungan pelayanan ke "* *, E dan F. "* : dan 5 tetap dilayani oleh kabel
6eeder )
#
.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
/8
*alam kasus ini, masing masing kabel 6eeder mungkin dibebani #00N kemampuan hantar arusnya.
Faktor penggunaan kabel kabel untuk keseluruhan system spindle dapat dihitung sebagai berikut@
Kabel
Feeder
:eban
E6ekti6
Kabel
:eban
*apat
*ilayani kabel
)
#
)
/
)
<
#/ M1)
#/ M1)
0 M1)
#/ M1)
#/ M1)
#/ M1)
Total /4 M1) <. M1)
Faktor penggunaan @ .. , 0
<.
/4
=
*V!
*V!
S5in:e' ta)a5 ketiga
*alam hal dimana tidak terjadi pertumbuhan kerapatan beban pada daerah M, seperti yang
dijelaskan sebelumnya, tetapi terjadi pertumbuhan beban ( langganan) dalam daerah J, aturan umum
adalah menyediakan kabel 6eeder akti6 untuk melayani area tersebut. Kombinasi ini menimbulkan
hubungan suatu kabel standby dari sumber utama ke "ardu s%it-hing ".
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
/.
Sistem S5in:e' ta)a5 antara (antara ta)a5 :(a ; ta)a5 tiga %
Kabel standby )
<
harus selalu dapat memastikan kelangsungan pelayanan kabel kabel
#
! , )
/
atau )
4
.)kan tetapi alasan ekonomi kadang kadang memba%a kita untuk memperkirakan langkah
antara tahap kedua dan tahap ketiga. Kasus ini dapat terjadi, sebagai -ontoh bila dibutuhkan suatu
jumlah terbatas "* untuk melayani daerah J yang mana saat itu belum benar benar dikembangkan.
Tahap ini kemudian dilaksanakan dengan menambahkan loop yang diambil dari salah satu kabel
6eeder akti6 yang telah ada.
&angkah maju selanjutnya dari perkembangan system spindle tidak dijelaskan disini, yeng perlu
diperhatikan bah%a perkembangan setiap tahap adalah hasil dari studi ekonomi se-ara detail pada
kasus kasus yang timbul dan harus dilakukan dengan memperhatikan penghematan dan pembatasan
biaya in>estasi pada masing masing tahap.
4aringan 5rimer <'(ster
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
/7
Merupakan perkembangan dari jaringan primer sistem spindel, tapi pada dasarnya sama dengan
sistem spindle, karena keduanya mempunyai jaringan -adangan. 9anya saja pada sistem -luster tidak
menggunakan gardu hubung ( gardu re6leksi, s%it-hing ).
$ada jariingan primer sistem -luster, sepanjang jaringan -adangan dipasang saklar saklar beban,
sehingga bila terjadi gangguan, maka jaringan utamanya dapat dihubungkan. melalui jaringan
-adangan tersebut..
,aringan sistem -luster ini biasa digunakan pada daerah yang mempunyai distribusi beban tersebar
sepanjang satu jalan, atau didaerah industri yang memerlukan daya yang -ukup besar dan lokasinya
dekat dengan gardu induk.
4aringan Primer S5&t net=&rk ( Net=&rk titik%
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
/=
,aringan ini merupakan pengembangan dari sistem -luster yang pada saat operasinya ber6ungsi
sebagai sistem radial yang terdiri dari beberapa per-abangan yang masing masing terdiri dari dua
"ardu *istribusi yang berakhir dan dihubungkan dengan saluran utama lainnya melalui saklar beban
( &oad :reaker S%it-h )
$rinsip Kerja @
,ika saluran utama satu mendapat gangguan, maka energi listrik dapat disalurkan dari saluran
utama lainnya dengan menggunakan saklar beban (&:S).
>&nt&) bebera5a k&n?ig(rasi sistem :istrib(si 5rimer .8 k/ (SPLN @"!"$@%
#. S(TM sistem radial
/. S(TM sistem radial dengan satu $SH ( $emutus Seksi Htomatik ) atau $:H ( $emutus :eban
Htomatis ) di tengah'tengah
<. SKTM sistem spindle
4. SKTM sistem spindle dengan $$,* ( $usat $engatur ,aringan *istribusi )
8. SKTM sistem spot net%ork
*ari kelima sistem tersebut diatas dapat dikembangkan beberapa >ariasi antara lain@
#. Sistem &oop sebagai >ariasi dari sistem no # atau /2
/. Sistem Tie'&ine sebagai >ariasi dari sistem no. # dan /2
<. Sistem "ugus sebagai >ariasi dari sistem no. <
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
/D
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
<0
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
<#
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
</
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
<<
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
<4
:): !1. $E9!T(+")+ ("!'("! ( &HSSES)
("! A("! *)J) *)+ E+ES!
I. R(gi ; r(gi DaAa
)pabila melalui suatu saluran listrik ( hantaran udara atau kabel tanah ) disalurkan enersi
listrik, maka akan dialami rugi rugi !
/
yang di'disipasikan oleh saluran sebagai panas.
I.. R(gi ; r(gi sa'(ran tiga 5)asa.
(ntuk menghitung rugi'rugi saluran daya tiga phasa dapat dipakai ke'tiga rumus diba%ah ini@
)) $
r
G
<
/
#0
. . < I L r
:) $
/
/
<
. . . #0
)
+
L r
r
=
5) $
/
/ /
<
) # (
. . #0
)
tg P
L r
r
+
=
+otasi@
S@ daya semu yang disalurkan M1)
$@ daya akti6 yang disalurkan ME
(@ Tegangan phasa A phasa K1
!@ )rus pada saluran )
r@ resistansi linier saluran ; km
&@ panjang saluran km
5os

@ 6a-tor'kerja
$
r
@ rugi'rugi pada saluran KE
I... Diagram r(gi-r(gi sa'(ran tiga 5)asa
(ntuk keperluan praktis, maka dibutuhkan suatu -ara menghitung rugi'rugi dengan -epat,
untuk berbagai ma-am saluran dan sistem tegangan.
:esaran rugi A rugi yang digunakan adalah @ rugi A rugi persatuan panjang ( KE ; km ).
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
<8
(ntuk keperluan diatas, pada halaman berikut disajikan diagram untuk menghitung rugi'rugi
saluran tiga phasa2 parameter A parameternya adalah @ sistem tegangan, ma-am saluran dan daya yang
disalurkan.
5ontoh pemakaian@
Kabel tanah dengan penampang #80 mm
/
, konduktor )l, menyalurkan daya 8 ME pada
tegangan /0 k1, -os

G 0,D, sepanjang 4 km. 9endak dihitung rugi'rugi disaluran ( kabel tanah).


5ara a@ ' *aya semu G
=
D , 0
8
8,88 M1)
' Sumbu hori?ontal G sumbu daya semu pada /0 k1
' Sumbu >erti-al G sumbu penampang kabel ( )l0
' *idapat titik : pada diagram
ugi rugi daya diba-a pada sumbu diagonal G #7 kE ; km
Maka rugi daya di saluran G #7 I 4 G .= kE.
5ara b@ ' S
/
G $ ) # (
/ /
tg + .G (
)
-os
#
/

$
/
' *iandaikan S G 8 M1), maka didapat titik 5 pada diagram. ugi daya G #4 kE ; km.
'

/
-os
#
G #,/<
' Maka rugi daya pada sluran G #4 I 4 I #,/< G .= kE
5atatan@
$erhitungan diatas untuk beban yang terkumpul di ujung saluran
:ila beban merata sepanjang saluran, maka rugi A rugi daya sama dengan harga dari perhitungan
diatas dibagi <.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
<.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
<7
II. R(gi ; r(gi Enersi ( k3H % 5er ;ta)(n .
ugi Arugi enersi pada saluran adalah rugi daya pada saluran dikalikan lamanya ( daya di
kalikan dengan %aktu ). ugi enersi dalam satu tahun adalah jumlah rugi enersi'tiap'jam selama
setahun ( # tahun G =7.0 jam ).
ugi enersi per'tahun pada saluran dihitung dengan rumus @

=
+ =
=7.0
#
/ /
/
<
) # (
. #0
i
i
P tg
)
R
e ( kE9 ).
e G rugi enersi di saluran selama setahun ( kE9 )
$
i
G rata'rata daya yang disalurkan pada jam ke A i ( kE)
tg

G perbandingan antara enersi reakti6 (M1)9 ) dan enersi akti6 ( ME9 ) yang
disalurkan sepanjang tahun.
r G resistansi'satu'ka%at saluran per'km ( ; km )
& G panjang saluran ( km )
G resistansi satu'ka%at saluran ( )
G r . &
( G tegangan phasa A phasa (k1)
umus diatas tidak praktis karena dibutuhkan data daya yang disalurkan tiap jam sepanjang tahun.
*engan pendekatan statistik didapat persamaan @
) # ( =7.0
/
/
=7.0
#
/
+ =

=
P P
i
i
P
@ rata'rata daya akti6 yang disalurkan (ME)
G
=7.0
) (*,- (un selamaseta disalur&an enersi%ang
(#O
/
)G merupakan 6ungsi dari 9 ( lihat kur>a di halaman berikut )
9 G
) (
) (
*, &ta(un%bs .ebanpunca
*,- a(un %aa&tifset Konsumsida

333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
<=
Sehingga rumus rugi A rugi enersi pada saluran setahun, menjadi @
e G ) # ( =7.0 ) # (
. #0
/
/
/
/
<
+ + P tg
)
R
umus lain yang dapat dipakai @
e G ( P tg
)
R
ma&s
. ) # (
. #0
/ /
/
<
+
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
<D
$
ma&s
@ beban pun-ak pada tahun ybs ( ME)
h @ 6aktor pengali rugi enersi pada beban pun-ak
merupakan 6ungsi dari 9 ( lihat kur>a di ba%ah ).
5ontoh pemakaian@
Misalnya tahun #D=/ 6eeder /0 k1 ( #80 mm
/
)l ) yang melayani kota :andung terdiri dari /7 kabel
( yaitu @ 4 6eeder dari East, < 6eeder dari :engkok , 4 6eeder dari 5igereleng, 8 6eeder dari +orth, 8
6eeder dari Kiara-ondong, dan . 6eeder dari Eest ). $anjang total kabel G /=7 km.
Total enersi listrik yang disalurkan kabel kabel tersebut G #D0.000 MEh dengan tg

G #,<=42 dan
beban pun-ak G =8 ME.
9endak dihitung rugi enersi di saluran selama tahun #D=/.
$erhitungan@
ata rata daya akti6 ke'/7 kabel@
&abel P/7
G =
=7.0
000 . #D0
/#,.D ME
ata A rata daya akti6 disalurkan # kabel @
= , 0
/7
.D , /#
= = P ME
9 G
=8
000 . #D0
G //<8
*ari kur>a diatas, didapat titik ) @
( #O
/
) G #,4/8
r
!l mm
/
#80
G 0,/< ;km
ugi A rugi enersi@
e G
) 4/8 , # .( ) = , 0 .( =7.0 .
) /0 (
) <=4 , # # ( /=7 . /< , 0 . #0
/
/
/ <
+
G <.=4<.#4D KEh G <=4<,#8 MEh
$ersen rugi A rugi G = N #00
000 . #D0
#8 . <=4<
/,0/ N.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
40
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
4#
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
4/
:): 1. $E9!T(+")+ S(S(T TE")+")+
( 1H&T)"E *H$ )

I. SUSUT TEGANGAN PADA SALURAN TIGA PHASA SEIMBANG
)pabila melalui saluran listrik ( hantaran udara atau kabel tanah ) disalurkan arus listrik, maka
akan dialami susut tegangan pada saluran akibat adanya impedansi saluran. Susut tegangan ini perlu
dihitung untuk menjamin bah%a tegangan pelayanan di konsumen terujung tidak diba%ah batas
minimum yang diijinkan.
.. R(m(s s(s(t-tegangan-re'ati? (nt(k sa'(ran tiga-5)asa seimbang
(ntuk Tegangan Menengah
d G ) (
#00
(N)
/
/tg r
)
PL
)
)
+ =

*imana @
) G susut tegangan phasa A phasa
( G tegangan nominal phasa A phasa
! G arus phasa
$ G daya akti6 yang disalurkan ( beban )
& G panjang saluran
r G tahanan linier saluran
I G reaktansi linier saluran
d G susut tegangan relati>e
I... M&men Listrik S(at( Beban :an M&men Listrik M
l
Momen listrik beban ( M) dide6inisikan sebagai hasil kali antara beban ($ ) dan panjang saluran
( ME.km ).
M G $ . &
M
l
dide6inisikan sebagai momen listrik suatu saluran yang menyebabkan susut tegangan
relati>e G #N.
(ntuk Tegangan Menengah@
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
4<
M
=
l
/tg r
)
+
#
#00
/
(ME.km )
9arga M
l
ditentukan oleh @ tegangan pelayanan nominal, impedansi linier saluran, dan 6a-tor daya
beban.
:ila harga M
l
sudah diketahui, maka menghitung susut tegangan relati>e ( d) menjadi sederhana,
yaitu dengan rumus @
d G
l
*
*
M G momen listrik beban (ME.km)
M
l
G momen listrik ( #N) saluran (ME.km)
d G susut tegangan relati>e N
I.2. Diagram M
l
(ntuk keperluan praktis dibutuhkan suatu -ara menghitung susut'tegangan'relati6 dengan -epat
untuk berbagai ma-am system tegangan, saluran dan berbagai beban.
$ada halaman berikut disajikan diagram untuk menghitung harga M
l
( untuk tegangan menengah )
untuk saluran tiga phasa seimbang2 parameter A parameternya adalah@ ma-am saluran, dan 6a-tor daya
beban.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
44
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
48
9itung susut tegangan di titik titik ), : dan 5 pada diagram saluran TM tersebut diatas.
$enyelesaian@
a) Momen beban di titik ) @ M G ( 8 ME O < ME ) I / km G #. ME.km
Faktor daya ( p.6) di titik )@
pf
) 8 < (
= , 0
8
D , 0
< +
= +
p.6 G 0,=<
(ntuk saluran utama ()<5. #80 mm
/
, -os

G 0,=< ) 2 M
l
G =,. ME.km
Maka susut tegangan di titik ) @
N D , #
. , =
#.
= =
!
d
b) Momen beban di titik :@ M G 8 ME I 4 km G /0 ME.km
(ntuk saluran utama ()<5. #80 mm
/
, -os

G0,= )2 M
l
G =,/8 ME.km
Maka susut tegangan di titik :@
= + =
/8 , =
/0
! .
d d
4,< N
-) Momen beban di titik 5@ M G < ME I 4 km G #/ ME.km
(ntuk saluran -abang ()<5. 70 mm
/
, -os

G0,D )2 M
l
G .,. ME.km
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
4.
Maka susut tegangan di titik 5@
= + =
. , .
#/
! 0
d d
<,7 N
II. SUSUT TEGANGAN PADA SALURAN TIGA PHASA 7ANG DIBEBANI TIDAK
SEIMBANG
$embebanan saluran yang tidak seimbang menyebabkan arus di satu phasa ( misalnya phasa )
lebih tinggi dari phasa phasa lain.
9al ini menyebabkan susut tegangan di phasa akan lebih besar daripada phasa lain
$hasa inilah yang menjadi titik perhatian kita, karena tegangan pelayanan konsumen yang dilayani
phasa tidak boleh diba%ah harga yang diijinkan.
*i ba%ah ini disajikan rumus empiris yang praktis
p ) ) .
maI
=
atau d
p d.
maI
=
p G (#O4,#4

) d
)
)
maI
maI

= (N)
1 + R
2
I I I
I
+ +
=
d G
)
)
(N)
maI
)
G susut tegangan pada phasa dengan beban terberat ( >olt )
) G susut tegangan bila beban seimbang ( >olt)
p G 6a-tor pengali ketidak'seimbangan beban
!
2
G besar arus di penghantar netral ( hasil pengukuran )
!
1 + R
I I , ,
G besar arus di masing'masing phasa ( hasil pengukuran )

G 6a-tor ketidak'seimbangan beban.


333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
47
:): 1!. )+)&!S) $E+)M$!&)+ KE)+*)&)+ *)+ KETESE*!))+
,)!+")+ *!ST!:(S! S$!+*E&
I.PENDAHULUAN
*ari -atatan penampilan system tenaga listrik pada umumnya, ternyata D8N gangguan terjadi
pada komponen system distribusi. *alam bentuk enersi tak'terjual, besaran diatas men-apai =0N k%h
tak terjual. *engan jelas terlihat bah%a peran-angan dan operasi system distribusi memegang peranan
penting dalam penampilan keseluruhan system tenaga..
KETESE*!))+ ( a>ailability ) dan KE)+*)&)+ ( reliability ) jaringan merupakan
ukuran kera%anan jaringan distribusi terhadap gangguan. *engan analisa keandalan dan ketersediaan,
peran-ang dibantu dalam memilih kon6igurasi jaringan yang akan dibangun sesuai dengan telaah
( studi ) biaya'keandalan dan biaya'ketersediaan. *alam hal operasi, analisa keandalan dan
ketersediaan membantu memilih -ara memperbaiki penampilan operasional jaringan yang ada.
*alam perkuliahan ini akan dibahas -ara perhitungan keandalan ( reliability) dan ketersediaan (
a>ailability ) suatu jaringan distribusi se-ara k%antitati6. Meskipun pada perkuliahan ini ditekankan
pada jaringan spindle, sebenarnya pendekatan yang sama dapat diterapkan dalam analisa keandalan
dan ketersediaan jaringan dengan kon6igurasi lain.
II. MET-DA PERHITUNGAN KEANDALAN DAN KETERSEDIAAN
*alam telaah keandalan dan ketersediaan . indeks yang biasa dipakai adalah @ angka kegagalan
( 6ailure rate ) dan jam'padam'gangguan ( 6or-ed hours do%ntime ) per tahun.
)da beberapa de6inisi PkegagalanQ yang sering dipakai, yaitu @
a) Kehilangan daya sama sekali selama t R # -y-le
b) Kehilangan daya sama sekali selama t R #0 -y-le
-) Kehilangan daya sama sekali selama t R 8 detik
d) Kehilangan daya sama sekali selama t R / menit.
$emilihan -riteria kegagalan diatas tergantung pada ma-am beban pada titik perhatian kita@ yaitu
sesuai dengan %aktu maksimum pemadaman yang tidak mengganggu kerja beban.
$ada kasus tertentu, yang dimaksud P kehilangan daya sama sekaliQ bisa berarti @ tegangan pelayanan
diba%ah 70 N.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
4=
II..De?inisi :an isti'a)
Ketersediaan ( a>ailability )G
'a total'am
able (oursa$ail a 'amtersedi
ker
) (
Ketak'tersediaan G
'a total'am
ime (oursdownt 'ampadam
ker
) (
)ngka gangguan ( 6ailure rate ) G G jumlah gangguan per tahun.
,am gangguan rata rata per gangguan G r
G rata rata %aktu dibutuhkan untuk memperbaiki atau
mengganti peralatan setelah gangguan
@ ( jam ; gangguan )
Ketak'tersediaan karena gangguan ( 6or-ed una>ailability )@
G
=7.0 ker
r
'a 'am total
gangguan padam 'am
=


Keandalan @ $robabilitas keberhasilan selama t tahun operasi.
:ila telaah keandalan dilakukan untuk suatu system ; jaringan, maka perlu dijelaskan jumlah
konsumen yang padam untuk suatu gangguan tertentu. (ntuk itu, dide6inisikan indeks keandalan
berikut@
Frek%ensi gangguan rata'rata per'tahun @
2
c
f
i
i
=
=

#
&ama gangguan rata'rata per'tahun @
2
r c
d
i
i i
=
=

#
.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
4D
-
i
@ jumlah konsumen yang padam karena gangguan i
+ @ jumlah konsumen yang harus dilayani jaringan.
Eaktu gangguan maksimum rata'rata @
Jaitu jumlah semua lama'gangguan yang dialami oleh konsumen terakhir menerima restorasi
pelayanan.@

=
=
#
) (
i
i ma&s
ma&s
r
r
II... PenAia5an :ata :an R(m(s 5er)it(ngan
*alam menghitung keandalan suatu system ; jaringan se-ara rata'rata atau keandalan di suatu
titik pemakaian, maka dibutuhkan data keandalan semua peralatan listrik yang dipakai dan juga
keandalan dari sumber daya.
$ertama dianalisa -ara'-ara ( mode) kegagalan tiap peralatan dan pengaruh kegagalan tersebut
pada keandalan jaringan. Kemudian dibuat da6tar urutan ( kompilasi ) elemen elemen seri ( dan
parallel) yang dapat menyebabkan hilangnya daya di titik pemakaian.
(ntuk analisa ketersediaan diperlukan data mengenai system redundan-y yang dipakai,
beroperasi manual atau otomatik, dan juga prosedur restorasi pelayanan.
umus'rumus keandalan untuk elemen seri (s) dan parallel (p)
a) seri (s) @
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
80
(ntuk penyulang ( 6eeder) dengan peralatan pemisahan ( se-tionali?ing de>i-e ) manual, pada
system distribusi primer radial, indeks keandalan dihitung dari angka kegagalan komponen'
komponennya dan %aktu restorasi pelayanan atau %aktu s%it-hingnya. $ersamaan'persamaan untuk
perhitungan adalah sebagai berikut @
)nggap @
i

G angka kegagalan komponen i


I
i
G panjang jaringan !2 atau jumlah komponen i
-
i
G jumlah konsumen yang padam akibat kegagalan komponen i ( per'unit)
k
i
G jumlah 6ungsi kerja untuk restorasi pelayanan
-
i'
G jumlah konsumen per'unit yang terpengaruh selama langkah'langkah operasi 6ungsi
kerja j
r
i'
G %aktu yang diperlukan langkah'langkah operasi 6ungsi kerja dalam restorasi
pelayanan.
Maka@
Frek%ensi gangguan rata'rata@
f G

i
i i i
/ c . .
&ama gangguan rata'rata

=
=
i
&
'
i' i' i i
i
r c / d
#
) . .( .
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
8#
Eaktu gangguan maksimum
r ma&s G maksimum dari
=
i
&
'
i'
r
#
III. >&nt&) Per)it(ngan
III.. Kean:a'an :an Keterse:iaan 4aringan S5in:e'
:erikut akan dianalisa keandalan den ketersediaan suatu penyulang khayal jaringan spindle
dengan "9 :raga sebagai re6le-tor, seperti gambar diba%ah ini@
)ngka kegagalan komponen'komponen penyulang diberikan pada Tabel !. $ada Tabel !! diberikan
langkah A langkah operasi restorasi pelayanan untuk gangguan pada jaringan spindle, dan pada Tabel
!!! diberikan %aktu rata'rata untuk tiap 6ungsi kerja pengembalian pelayanan.
:eberapa asumsi yang digunakan untuk menyederhanakan analisa @
a) Ketersediaan daya sumber ("! ) maupun sumber -adangan ( supply melalui penyulang eIpress )
adalah #00N.
b) )ngka kegagalan tidak berubah dengan umur ; %aktu.
-) :eban terdistribusi merata
d) Eaktu pemadaman teren-ana ( planned outage ) untuk mengembalikan system ke kondisi normal
setelah restorasi pelayanan sementara, tidak dimasukkan dalam perhitungan indeks keandalan.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
8/
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
8<
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
84
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
88
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
8.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
87
I/. Kesim5('an :an Saran
# ,aringan spindle seperti gambar didepan mempunyai indeks keandalan sebagai berikut@
Frek%ensi gangguan rata'rata G 0,<7 gangguan ; thn
&ama gangguan rata'rata G 0,8. jam ; tahun
Eaktu gangguan maksimum G #,7 jam
!ndeks keandalan sisi tegangan rendah di gardu pada jaringan spindle diatas adalah sbb@
Frek%ensi gangguan rata'rata G 0,4# gangguan ; thn
&ama gangguan rata'rata G #,/7 jam ; thn
Eaktu gangguan maksimum G 4= jam
5atatan@
:esaran diatas hanya dapat diinterpretasikan dengan mengingat asumsi asumsi yang dipakai.
/. )ngka 6rek%ensi gangguan rata'rata dapat diartikan sebagai berikut@
)ndai jaringan terdiri atas #0 spindel seperti gambar didepan, maka jumlah gangguan rata'rata
pertahun yang normal adalah 4 kali pada ke'#0 spindel.
,adi, bila ternyata jumlah gangguan jauh melebihi angka diatas, perlu di-ari penyebabnya, apakah
karena mutu material yang jelek, kelalaian penanganan, ketidak'telitian pemasangan atau
kesalahan operasi.
<. )ngka lama gangguan rata'rata dapat menunjukkan jumlah k%h pertahun tidak terjual akibat
gangguan pada le>el keandalan yang bersangkutan.
*ari angka diatas dan dari analisa prosedur pengembalian pelayanan dapat diketahui langkah'
langkah yang harus diambil bila diinginkan %aktu padam lebih singkat ( misalnya dengan remote
-ontrol).
4. )ngka %aktu gangguan maksimum dapat dijadikan patokan %aktu pengembalian pelayanan
gangguan.
*ari analisa ini dapat diketahui peralatan yang paling ra%an bagi keandalan jaringan keseluruhan.
8. Faktor A 6a-tor yang mempengaruhi keandalan dan ketersediaan jaringan @
a) )ngka kegagalan masing masing komponen penyusun jaringan. !ni tergantung pada mutu
material, -ara penanganan dan ketelitian pemasangan.
b) $engaruh kegagalan komponen terhadap jaringan.
!ni tergantung pada peran yang dipegang komponen pada jaringan dan ada tidaknya alternati>e
pelayanan.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
8=
-) $rosedur pengembalian pelayanan setelah gangguan
d) Eaktu yang dibutuhkan tiap 6ungsi kerja operasi pengembalian pelayanan. !ni tergantung pada
sarana komunikasi, mobilitas regu gangguan, ke-epatan melokalisir gangguan. *an -ara
operasi s%it-hing ( otomatis atau manual, dan remote atau lo-al ).

333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
8D
BAB /II. HANTARAN UDARA :an KABEL TANAH
Um(m
*i daerah'daerah dengan banyak gangguan -ua-a, terutama yang berbentuk petir, saluran udara
dapat dilengkapi dengan ka%at petir. Ka%at ini dipasang disebelah atas penghantar, dan dihubungkan
dengan tanah. :ilamana ada gangguan petir, maka yang terlebih dahulu tersambar adalah ka%at petir
ini. Energi petir disalurkan ke bumi melalui system pentanahan. Ka%at petir ber6ungsi sema-am
kurungan Faraday yang sangat sederhana. Selain itu, ka%at petir memiliki e6ek kapasiti6 terhadap
saluran udara.
$ersyaratan (mum !nstalasi &istrik thn /000 mengenal antara lain hantaran udara diluar
bangunan dan kabel tanah. 9antaran udara, sering juga disebut saluran udara, merupakan penghantar
energi listrik, tegangan menengah ataupun tegangan rendah, yang dipasang di atas tiang'tiang listrik di
luar bangunan. Sedangkan pada kabel tanah penghantarnya dibungkus dengan bahan isolasi. Kabel
tanah dapat dipakai untuk tegangan menengah maupun tegangan rendah. Sebagaimana namanya,
kabel tanah ditanam dalam tanah. !nstalasi saluran udara jauh lebih murah daripada instalasi kabel
tanah. *ilain pihak, instalasi kabel tanah lebih mudah pemeliharaannya dibanding dengan saluran
udara. &agipula, instalasi kabel tanah lebih indah, karena tidak terlihat, sedangkan saluran udara
mengganggu pemandangan dan lingkungan. Karenanya, di kota'kota besar dengan kepadatan
pemakaian energi listrik yang tinggi, saluran tegangan menengah biasanya merupakan kabel tanah,
bahkan sering juga saluran tegangan rendahnya. Tingginya biaya instalasi kabel tanah dapat
dipertanggung ja%abkan oleh karena tingginya kepadatan pemakaian energi listrik. Sekalipun operasi
dan pemeliharaannya lebih mudah, tapi bilamana terjadi gangguan pada kabel tanah, perbaikannya
merupakan pekerjaan yang sukar, lebih'lebih bila mana kabel ini ditanam dijalanan yang lalu'lintasnya
padat.
Hantaran U:ara
9antaran udara, terutama hantaran udara telanjang, digunakan pada pemasangan di luar
bangunan, direnggangkan pada isolator'isolator di antara tiang'tiang yang disediakan se-ara khusus
untuk maksud itu. :ahan yang banyak dipakai untuk ka%at penghantar terdiri atas ka%at tembaga
telanjang ( :55, yang merupakan singkatan dari .are 0opper 0able). )lumunium telanjang ())5
atau !ll !llumunium 0able), -ampuran yang berbasis alumunium ()l'Mg'Si), alumunium berinti baja (
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
.0
)5S atau !llumunium 0able +teel Reinforced) dan ka%at baja yang diberi lapisan tembaga (
0opper-weld).
Tabel 1!!.# merupakan da6tar luas penampang nominal yang merupakan standar di !ndonesia,
untuk ka%at tembaga dan untuk ka%at alumunium atau -ampuran alumunium.
Tabe' /II.. Penam5ang n&mina' Hantaran U:ara Te'an6ang ( mm
/
%
Tembaga )lumunium atau
5ampuran alumunium
. '
#0 '
#. #.
/8 /8
<8 <8
80 80
70 70
D8 D8
#/0 #/0
#80 #80
#=8 #=8
/40 /40
<00 <00
400 400
800 800
' ./8
' =00
' #000
Kabe' :an Kabe' Tana)
:ahan untuk kabel dan kabel tanah pada umumnya terdiri atas tembaga atau alumunium.
Sebagai isolasi dipergunakan bahan'bahan berupa kertas serta perlindungan mekanikal berupa timah
hitam. (ntuk tegangan menengah sering juga dipakai minyak sebagai isolasi. ,enis kabel demikian
dinamakan "$&K 3 Gewapend Papier Lood Kabel ) yang merupakan standar :elanda, atau +K:) (
2ormal&abel mit .leimantel !ussenum(eullung), standar ,erman.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
.#
$ada saat ini bahan isolasi buatan berupa $15 ( Pol%$in%l 0(loride ) dan M&$E ( 0ross-Lin&ed
Pol%et(%lene) telah berkembang dengan pesat dan merupakan bahan isolasi yang andal. Karena kabel
berisolasi bahan buatan lebih murah, sangat andal dan penggunaannyajuga lebih mudah, jenis'jenis
kabel berisi minyak seperti "$&K dan +K:) banyak ditinggalkan. Kabel berisolasi M&$E adalah
lebih mahal dan dipergunakan untuk tegangan menengah dan tegangan tinggi.
Tabel 1!!./. Merupakan da6tar dari penampang standar untuk kabel'kabel tanah, dan kabel 6leksibel.
Kabel 6leksibel biasanya dipakai pada bagian bagian instalasi yang memerlukan 6leksibilitas, misalnya
bila harus menghubungi dua kabel melalui suatu pintu yang dapat bergerak karena perlu ditutup dan
dibuka.
Bebera5a 5ertimbangan 'ain
*i %aktu yang lalu, bahan yang banyak dipakai untuk ka%at saluran listrik adalah tembaga
( 5u) +amun karena harga tembaga yang tinggi, sering tidak stabil bahkan -enderung menaik,
alumunium mulai banyak diman6aatkan sebagai bahan ka%at saluran listrik, baik untuk saluran udara
maupun untuk kabel tanah. &agipula, ka%at tembaga sering di-uri karena bahannya dapat
diman6aatkan untuk pembuatan berbagai produk. Suatu ikhtisar disampaikan diba%ah ini mengenai
berbagai jenis logam, atau -ampurannya, yang dipakai untuk ka%at saluran listrik.
Tembaga elektorlitik, yang harus memenuhi beberapa syarat normalisasi, baik mengenai daya
hantar listrik, maupun mengenai si6at'si6at mekanikal.
:rons, yang memiliki kekuatan mekanikal yang lebih besar, namun memiliki daya hantar listrik
yang rendah. Sering dipakai untuk ka%at pentanahan.
Tabe' /II... Penam5ang n&mina' Kabe' :an Kabe' tana) ( mm
/
%
Kabe' :an kabe' tana) insta'asi teta5 :ari >( ata( A' Kabe' ?'eksi be'0
Lebi) ?'eksibe' :an
sangat ?'eksibe'0
:ari >(
(a% (b% (<% (:% (e%
80@ 80@* 80@
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
./
80#@ 80#@* 80#@
08 08* 08
0@ 0@* 0@
.0@ .0@* .0@
9 9 9
B B B
8 8 8 8
B B B B B
.@ .@ .@ .@ .@
2@ 2@ 2@ 2@ 2@
@8 @8 @8 @8 @8
#8 #8 #8 #8 #8
"@ "@ "@ "@ "@
.8 .8 .8 .8 .8
@8 @8 @8 @8 @8
$@ $@ $@ $@ $@
.98 .98 .98 .98 .98
288 288 288 288 288
- 988 988 988 988**
- @88 @88 @88 @88**
- B28 B28 B28
- $88
- 888
>atatan!
(a) :entuk pejal bulat
(b) :entuk dipilin bulat
(-) :entuk dipilin bulat dipadatkan
(d) :entuk se-tor
C hanya untuk tembaga
CC Tidak digunakan untuk kabel sangat 6leksibel
)lumunium, yang memiliki kelebihan karena materialnya ringan sekali. Kekurangannya adalah
daya hantar listrik agak rendah dan ka%atnya sedikit kaku. 9arganya sangat kompetiti6. Karenanya
merupakan saingan berat bagi tembaga, dan dapat dikatakan bah%a se-ara praktis kini mulai lebih
banyak dipakai untuk instalasi instalasi arus kuat yang baru, daripada tembaga.
)lumunium berinti baja, yang biasanya dikenal sebagai )5S ( !llumunium 0able +teel
Reinforced ), suatu kabel penghantar alumunium dilengkapi dengan unit ka%at baja. Ka%at baja itu
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
.<
diperlukan guna meningkatkan kekuatan tarik kabel. )5S ini banyak sekali dipakai untuk ka%at
saluran udara.
)ldrey, jenis ka%at dengan -ampuran alumunium dengan Sili-ium ( 0,4'0,7N ), Magnesium ( 0,<'
0,<8N ), dan 6erum (0,/'0,<N ).
Ka%at ini mempunyai kekuatan mekanikal yang besar, namun daya hantar listriknya agak rendah.
5opper%eld, suatu ka%at baja, yang di sekelilingnya diberi lapisan tembaga.
:aja, yang banyak sekali dipakai sebagai ka%at petir, dan juga sebagai ka%at pentanahan.
Se-ara keseluruhan dapat dikatakan bah%a material yang terpenting untuk saluran listrik adalah
tembaga dan alumunium. $ada table 1!!.< disampaikan perbandingan beberapa si6at kedua material
tersebut, seperti daya hantar listrik, berat jenis dan lain sebagainya..
Tabe' /II.2. Perban:ingan Re'ati? Bebera5a Si?at Tembaga :an A'(m(ni(m sebagai Ba)an
Hantaran Listrik.
,enis Si6at 5u )l
DaAa Hantar Listrik 80B8@
Berat 4enis 8028@
Penam5ang 0B@
Diameter 0.$
:erat 80@8@
Keta)anan tarik 802@2
Keta)anan tarik )ingga 5ata) 80@$.
Sebagaimana telah dikemukakan terdahulu, pelaksanaan penyaluran energi listrik dilakukan
dengan dua -ara, yaitu berupa saluran udara dan berupa kabel tanah. Sebagai saluran udara maka ka%at
penghantar dipasang telanjang pada isolator di tiang atau menara listrik. Kabel tanah merupakan
saluran energi listrik, dan ka%at penghantar dibungkus dengan bahan isolasi , kemudian ditanam
didalam tanah.
:eberapa pertimbangan untuk saluran udara dapat disebut seperti berikut@
Keuntungan atau kelebihan berupa@
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
.4
!n>estasi, atau biaya untuk membangun saluran udsara jauh lebih rendah dibanding dengan kabel
tanah,yaitu berbanding sekitar #@ 8 A ., bahkan lebih tinggi untuk tegangan yang lebih tinggi.
Ka%at, untuk daerah'daerah yang lahannya merupakan batu, lebih mudah membuat lubang untuk
tiang listrik daripada membuat jalur lubang bagi kabel tanah.
Terutama untuk tegangan ekstra tinggi, masing masing 6asa dapat diletakkan -ukup jauh terpisah.
$emeliharaan lebih mudah dan men-ari tempat saluran terganggu juga jauh lebih mudah.
*ilain pihak, kerugian atau kekurangan pada saluran udara diantaranya dapat disebut@@
&ebih mudah terganggu karena angin ribut, hujan, petir, ataupun anak'anak yang main layangan.
Mengganggu pemandangan dan bahkan dianggap mengganggu lingkungan.
:ilamana terjadi ka%at putus, dapat membahayakan manusia.
Khusus untuk tegangan tinggi, medan elektromagnetik yang berasal dari saluran udara, sering
dianggap berbahaya untuk keselamatan manusia.
Sedangkan di antara pertimbangan'pertimbangan bagi kabel tanah dapat dikemukakan hal'hal berikut@
Keuntungan atau kelebihan berupa@
Karena kabel tanah tidak terlihat, maka tidak mengganggu pemandangan dan lingkungan, 9al ini
penting untuk kota yang padat penduduknya serta padat lalu'lintas kendaraan.
$engoperasiannya lebih mudah karena tidak terpengaruh oleh hujan, petir atau angin ribut..
Sedangkan kerugian atau kekurangannya diantaranya@
9arganya yang tinggi, lebih'lebih untuk tegangan yang tinggi
:ilamana terjadi gangguan2 tidak mudah untuk menemukan tempat gangguan terjadi. &agipula,
melakukan reparasi pada kabel tanah yang rusak, sangat sulit karena mengganggu lalu'lintas
kendaraan, sehingga menambah masalah kema-etan lalu'lintas.
*engan memperhatikan apa yang dikemukakan diatas dapat se-ara umum disimpulkan bah%a untuk
saluran udara lebih menguntungkan pada@@
Tegangan yang tinggi atau ekstra tinggi
$enggunaan di luar daerah perkotaan
Kota yang penduduknya tidak terlampau padat.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
.8
Sedangkan untuk kabel tanah lebih -o-ok bagi@
Tegangan menengah
Kota yang berpenduduk padat dan lalu'lintas ramai.
KABEL TEGANGAN MENENGAH
I. K-NSTRUKSI
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
..
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
.7
Kabel yang berisolasi bahan plastik ( thermoplasti- atau thermoset ) banyak digunakan untuk
berbagai keperluan, misalnya @
Transmisi dan distribusi tenaga listrik
$enyaluran isyarat ( signal )
$engendalian ( -ontrol -able )
$ada prinsipnya kabel itu dapat dibagi atas dua bagian yang penting , yaitu@
$enghantar @ bahan yang menyalurkan daya maupun sinyal listrik
!solasi @ bahan yang menyekat penghantar dari benda'benda lain
:ahan penghantar @ Tembaga, alumunium, alumunium -ampuran, dsb
:ahan isolasi @ $15, $E, M&$E, dan sebagainya.
(ntuk kabel tanah, maka diberikan lapisan pelindung, yang terdapat berupa ka%at atau pita spiral baja
yang digal>anisasikan.
(ntuk pelindung yang kedap terhadap gas maka dipakai perisai yang berupa pipa bergelombang
( -orrugated metal sheathed).
Sebagai bahan selubung dapat berupa lapisan $15 atau $E.
Kombinasi antara pelindung dan selubung dipilih sedemikian rupa sehingga memberikan hasil yang
optimal untuk suatu pemakaian.
Khusus untuk kabel tanah tegangan menengah dan tinggi umumnya mempunyai konstruksi sebagai
berikut@
$enghantar, lapisan semikonduktip dalam, isolasi, lapisan semikonduktip luar, lapisan pita tembaga,
lapisan pembungkus bersama dan sebagai pelindung mekanis digunakan lapisan ka%at atau pita baja
( steel armouring) dan bagian paling luar adalah selubung luar ( outer sheath) (lihat gb !, !! dan !!! ).
II. PENGANGKUTAN DAN PEMASANGAN KABEL
PENGANGKUTAN KABEL
#. $emeriksaan pada %aktu pemuatan.
:enda'benda tajam serta yang bisa menyebabkan kontaminasi agar disingkirkan dari bak truk
pengangkut.
/. $emuatan.
$emuatan dapat dilakukan dengan *erek atau 6orkli6t.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
.=
a. *engan *erek.
$oros dan tali sling pengangkat harus memenuhi syarat'syarat keamanan.
$oros harus dimasukkan pada lubang as drum ( gb #)
b. *engan 6orkli6t
,angan mendorong drum dengan garpu 6orkli6t. *rum harus diangkat tanpa membuat
gesekan dengan jalan dan diturunkan perlahan'lahan ( gb /)
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
.D
<. $enempatan drum selama pengangkutan dan penyimpanan
$engganjal harus diletakkan pada keempat sudut drum jangan di tengah'tengah drum ( gb <).
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
70
*rum yang berdekatan harus diganjal atau diikat dengan tali dan taruhlah bantalan'bantalan disela'
sela setiap drum ( gb 4)
,angan memaku di bagian tengah sisi drum, pakulah dipinggirannya ( gb 8)
4. ,angan menaruh drum pada posisi datar ( gb .)
8. ,agalah agar drum'drum tetap kering. :ila akan disimpan ditempat terbuka, tutuplah drum
dengan lembaran terpal, misalnya ( gb 7)
.. $enggelindingan drum.
$emindahan drum sebaiknya dilakukan dengan kendaraan akan tetapi kalau terpaksa
menggelindingkannya, gelindingkanlah searah dengan anak panah pada drum ( tulisan roll this
%ayQ ) (gb =). *isarankan sebaiknya drum drum tidak dipindahkan dengan -ara penggelindingan
melebihi jarak /0 meter.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
7#
7. $embongkaran muatan
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
7/
,angan menjatuhkan drum dari ketinggian. *rum'drum harus diturunkan dengan truk 6orkli6t atau
derek ( gb D)
=. $embongkaran kabel
Kabel dibongkar dengan -ara menempatkan drum diatas poros penyngga kemudian ditarik
ujungnya dengan pulling eye ( gtb #0 )
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
7<
Pemeriksaan sebe'(m 5emasangan
Sebelum kabel dipasang haruslah diadakan pemeriksaan untuk mengetahui baik tidaknya kabel
tersebut. $emeriksaan ini biasanya berupa pengukuran tahanan isolasi.
Sete'a) kabe' :i5&t&ng
)pabila jangka %aktu antara setelah kabel dipotong, dan pemasangan termination atau
penyambungan kabel masih agak lama, ujung kabel tersebut harus ditutup dengan end'-ap dari karet
atau $15 atau pelindung lainnya untuk men-egah masuknya uap air ; air kedalam kabel.
Tegangan tarik maksim(m Aang :ii6inkan (nt(k kabe' tenaga
# *engan $ulling Eye
Tegangan tariknya
$ G K I )
$ G tegangan tarik maksimum dalam satuan +e%ton
K G 80 ( untuk penghantar tembaga )
G <0 ( untuk penghantar alumunium)
) G luas penampang konduktor dalam mm
/
/. *engan :asket "rip
Kabel dengan selubung $15
$ G # I luas penampang selubung ( mm
/
) dengan satuan kg
$anjang basket grip pada selubung tidak boleh kurang dari 800 mm.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
74
5atatan@
a) ,angan melampaui harga diatas untuk menghindari putus atau mulurnya penghantar kabel. Kabel
berperisai pita baja nampaknya seolah'olah tahan akan tarikan padahal nyatanya tidaklah demikian.
b) 9indari belokan tajam pada instalasi didalam du-t karena tegangan tarik naik dengan -epat pada
bagian ini pada saat kabel ditarik.
-) *alam pemasangan kabel, hindari route yang berbentuk hurus S.
Diameter g('(ng Aang :ii6inkan
Kabel tidak boleh digulung dengan diameter gulung lebih ke-il dari yang tertera pada Tabel
berikut@
*iameter gulung minimum yang diijinkan ( * G diameter luar kabel
,enis kabel M&$E
Tegangan rendah dan Menengah
$enghantar tunggal $enghantar banyak
Kabel tanpa sheath atau perisai logam /0 * #8 *
Kabel dengan sheath alumunium -orrugated /0 * /0*
Kabel dengan perisai ka%at atau pit baja /0 * #8 *
BENTURAN DAN TEKANAN PADA KABEL
:enturan benturan dan tekanan yang mengenai kabel sekalipun tidak meninggalkan bekas pada
permukaan luar kabel, akan menyebabkan turunnya mutu kabel dan lama kelamaan bisa berakibat
rusaknya kabel ( breakdo%n ).
Hleh sebab itu dianjurkan untuk menghindari benturan pada kabel.. $ada %aktu pemasangan
kabel'kabel dengan selubung $15 janganlah memberi tekanan pada kabel. $15 dapat berubah bentuk
bahkan pada sushu ruang sekalipun ( gejala ini dikenal dengan sebutan -old'6lo%), karenanya
menjepit kabel dengan jepitan maupun melalui pa-king karet dengan maksud men-egah perembesan
air haruslah dihindari.
K&:e 5engena' 4enis kabe'
+ ' Kabel jenis standar, dengan tembaga sebagai penghantar
+) ' Kabel jenis standar, dengan )lumunium sebagai penghantar
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
78
J ' !solasi $15
/J ' !solasi $E
/M ' !solasi M&$E
S ' &apisan pita tembaga ( pada kabel berurat tunggal)
SE ' &apisan pita tembaga pada tiap urat ( pada kabel berurat jamak)
5 ' &apisan ka%at tembaga konsentris ( sebagai penghantar netral )
M ' Selubung luar $15 untuk kabel +JM
ES. ' $erisai pipa tembaga bergelombang
' $erisai pipa alumunium bergelombang
' $erisai pipa :aja bergelombang
' $erisai pipa baja tahan karat bergelombang
F ' Ka%at Fleksibel, seperti pada +J)F
F ' $erisai dari ka%at baja pipih
' $erisai dari ka%at baja bulat
"b ' $erisai dari spiral pita baja
: ' $erisai dari pita baja
T ' $enggantung untuk kabel udara
J ' Selubung luar $15
/J ' Selubung luar $E
re ' $enghantar padat bulat
rm ' $enghantar bulat berka%at banyak
se ' $enghantar padat berbentuk se-tor
sm ' $enghantar dipilin bentuk se-tor
-- ' *ipilin bulat dipadatkan
'! C) ' Kabel dengan system pengenal %arna urat dengan 9ijau Kuning
'H C) ' Ka%at dengan system pengenal %arna urat tanpa 9ijau Kuning
C) (ntuk kabel dengan . , 0
0
=

; # k12 tidak berlaku bagi kabel dengan penghantar konsentris,


misalnya kabel tegangan menengah dan tinggi.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
7.
III0 PENGER4AAN TERMINATING DAN 4-INTING UNTUK KABEL TEGANGAN
MENENGAH
$etunjuk (mum, $emasangan terminal dan joint
!!!.#. *alam persiapan melakukan ,ointing dan Terminating agar diusahakan daerah sekelilingnya
bebas dari air dan dibuat ruang yang -ukup luas, supaya lebih leluasa melakukannya.
!!!./. (sahakan agar dalam pengerjaannya, tangan kita harus selalu bersih dan bila menggunakan
sarung tangan jangan yang terbuat dari katun atau sejenisnya, agar supaya tidak meninggalkan
serat'serat dari sarung tangan tersebut yang akan menimbulkan kontaminasi , terutama pada
%aktu pemasangan isolasi.
!!!.<. *alam mengupas kabel, harus diperhatikan ukuran'ukurannya (sesuai dengan petunjuk pabrik
yang disertakan dengan perlengkapan joint dan teminal tesebut ).
!!!.4, Eaktu mengupas lapisan semikondukti6 luar, harus dilakukan dengan hati'hati ( lihat gb ##),
jangan sampai permukaan isolasi tergores oleh pisau, yang mana hal itu dapat menimbulkan
tra-king dan dapat mengakibatkan terjadinya breakdo%n.
!!!.8. Kemudian seluruh permukaan isolasi dibersihkan dengan kain ; kapas pembersih yang
di-elupkan dalam -airan sol>ent yang mudah menguap, seperti Tri-hloroethylene dan
sebagainya.
$erhatikan jangan sampai kena lapisan semikondukti6 sebab -airan sol>ent tersebut akan
melunturkan semikondukti6 dan apabila lunturannya tertinggal pada permukaan isolasi, dapat
menyebabkan tra-king ( -ara membersihkan yang baik lihat gb #/ ).
!!!... Setelah langkah'langkah persiapan diatas selesai, maka dapat dilanjutkan antara lain dengan
pemasangan tape, stress-one dan sebagainya..

333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
77

333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
7=
Tape harus ditarik dengan kuat %aktu dililitkan agar tidak terjadi rongga udara didalam lapisan'
lapisan tape itu, yang dapat menimbulkan !nternal *is-harge dan menyebabkan umur ,oint dan
Terminal tersebut tidak lama.
5atatan@
(ntuk keterangan lebih lanjut mengenai ,ointing dan Terminating di !ndonesia, anda dapat
menghubungi, <M, Seram, ay-hem, Kabeldon dan lain lain.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
7D
I/. PENGU4IAN LISTRIK TERHADAP INSTALASI KABEL TEGANGAN MENENGAH.
Setelah kabel dan perlengkapan ( a--essories A misalnya2 termination, jointing) dipasang, perlu
diuji dengan tegangan arus searah (*5) untuk mengetahui apakah instalasi dari kabel dan
perlengkapan sudah terpasang dalam keadaan baik.
Tegangan uji, lama pengujian lihat table diba%ah ini @
,enis Kabel Tegangan $engujian
)rus searah
&ama
$engujian
#0 k1 /4 k1 #8 menit
#8 k1 <. k1 #8 menit
/0 k1 4= k1 #8 menit
<0 k1 7/ k1 #8 menit
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
=0
BAB /III. GARDU DISTRIBUSI
"ardu distribusi ber6ungsi untuk mengubah tegangan menengah menjadi tegangan
rendah dan sekaligus sebagai penyalur daya dari kabel jaringan primer tegangan menengah ke jaringan
tegangan rendah. $eralatan peralatan utama yang terdapat pada gardu distribusi dapat dilihat pada
gambar 1!!!.#
"b 1!!!.#. "ardu distribusi beserta peralatan utamanya
*ari gambar diatas, adalah kabel masuk ( in-oming -able) dari gardu induk atau dari gardu
distribusi sebelumnya, dihubungkan ke rel utama melalui sakelar pemisah ( isolating s%it-h ) ber6ungsi
untuk menghubungkan dan membuka rangkaian dalam keadaan tidak berbeban.
Kabel keluar ( outgoing -able) yang menhubungkan gardu distribusi dengan gardu hubung atau gardu
distribusi lainnya, ditarik dari rel utama melalui saklar beban ( load break s%itr-h ) yang bekerja untuk
membuka dan menutup rangkaian dalam keadaan berbeban.. Saklar beban ini dipergunakan untuk
pemutusan dan pengisian saluran arus magnetisasi dan arus beban sehingga dalam kerjanya
memerlukan peralatan pemadam busur api. Tra6o distribusi dihubungkan ke rel utama melalui saklar
pemisah yang dihubungkan seri dengan sekring, dan hubungan ke rel tegangan rendahnya juga
dihubungkan dengan saklar pemisah. ,enis gardu distribusi saat ini banyak digunakan gardu beton.
:erdasarkan pemakaian daya listriknya, gardu beton dapat dibedakan menjadi tiga ma-am,
yaitu@
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
=#
a) "ardu konsumen umum ( publik )
"ardu ini adalah gardu yang menyalurkan daya untuk konsumen biasa ( perumahan ). "ardu ini
mempunyai / sel tegangan menengah untuk masing'masing kabel yang masuk dan kabel keluar.,
satu sel tegangan menengah untuk pengaman tra6o dan biasanya disiapkan satu tempat untuk satu
kubikel -adangan.
"ardu konsumen umum mempunyai / tipe yaitu tipe 7 / dan )/. ,ika diperlukan satu arah kabel
tambahan yang tetap, maka dipakai tipe = , yaitu gardu yang mempunyai < sel tegangan
menengah untuk kabel masuk dan keluar, dan # sel tegangan menengah pengaman tra6o dan
disiapkan tempat untuk satru sel -adangan.
b) "ardu -ampuran ( gardu konsumen umum dan konsumen khusus )
"ardu ini dipergunakan untuk konsumen khusus seperti pabrik, kantor atau rumah sakit dan juga
untuk konsumen umum disekitarnya.
"ardu ini terdiri dari tipe ST #. yang mempunyai beberapa perbedaan susunan.
Susunan no #.
Mempunyai / buah tra6o dengan kapasitas masing' masing .<0 K1) dan dipergunakan untuk
konsumen umum dan khusus, terdiri dari 4 sel tegangan menengah yaitu satu sel untuk kabel
masuk, satu sel untuk kabel keluar, satu sel tegangan menengah untuk pengaman tra6o konsumen
umum, dan satu sel tegangan menengah untuk peng6aman tra6o konsumen khusus. .
Susunan no /.
Susunan ini mempunyai . buah sel tegangan menengah yaitu < buah pada konsumen umum dan <
buah pada konsumen khusus yang masing masing terdiri atas # sel tra6o tegangan, # sel pemutus
minyak dan # sel pengaman tra6o. )ntara kedua ruangan tersenut disekat dengan sebuah pintu.
Susunan no <.
(ntuk susunan no < ini ko nsumen khusus dapat mempunyai daya lebih dari .<0 K1). ,umlah
selnya 7 buah dengan . sel seperti pada susunan no / diatas dan # sel tambahan berisi &:S
( pemutus ) yang dapat menyalurkan daya ke gardu satelit.
Susunan no 4
$ada susunan no 4 ini selain mempunyai satu tra6o untuk konsumen khusus, juga dilengkapi / sel
tegangan menengah untuk system distribusi khusus ( kedua sel tersebut untuk kabel masuk dan
kabel keluar, sehingga system distribusi khusus tadi merupakan ring ; loop).
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
=/
Susunan no 8.
$ada susunan no 8 ini selain # sel tra6o untuk konsumen umum , untuk konsumen khusus hanya
ada / sel tegangan menengah ( pemutus ; &:S) dan digunakan untuk keluar'masuk kabel system
distribusi khusus kepunyaan konsumen khusus btersebut.

-) "ardu konsumen khusus ( pri>ate)
"ardu ini hanya digunakan untuk konsukmen khusus yaitu pabriuk, rumah sakit atau kantor yang
besar dengan daya antara #00 K1) sampai lebih dari #/.0 K1).
Tipe gardu yang digunakan adsalah ST #., ST #7 dan ST #=.
:ila menggunakan tipe ST #. berarti ST #. dengan susunan no ..
Sedangkan tipe ST #7 juga mempunyai beberapa susunan berdasarkan daya yang disalurkan ke
konsumen tersebut.
Susunan no #
*aya yang disalurkan maksimum adalah .<0 K1) dan hanya menggunakan # tra6o saja.
Susunan no /
:esar daya yang disalurkan antara .<0 K1) sampai #/.0 K1), yaitu menggunakan satu buah
tra6o dan satu pemutus pengaman tra6o untuk disalurkan ke gardu satelit.
Karena pengukuran pada sisi tegangan menengah maka mempunyai beberapa sel tegangan
menengah yaitu untuk masuk kabel, keluar kabel, tra6o tegangan, pengaman tra6o, pemutus minyak
dan pengaman tra6o.
Susunan no <
:esarnya daya yang dapat disalurkan lebih dari #/.0 K1), dengan menggunakan satu buah tra6o
.<0 K1) dan # pemutus yang menyalurkan daya ke instalasi konsumen ( pri>ate installation ).
Susunan n o 4
:esar daya yang dapat disalurkan lebih dari #/.0 K1), yaitu dengan memasang # tra6o dan #
pemutus untuk menyalurkan daya ke system distribusi khusus milik konsumen.
Susunan no 8
:esar daya yang disalurkan lebih dari #/.0 K1), tanpa memakai tra6o tetapi memakai / pemutus
untuk system distribusi khusus milik konsumen.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
=<
Selain jenis dan tipe gardu distribusi yang telah dijelaskan diatas, dalam system spindle dipergunakan
juga gardu satelit dan gardu tengah.
a) "ardu Satelit
"ardu satelit adalah merupakan gardu distribusi yang tidak dilengkapi dengan sel tegangan
menengah dan hanya mempunyai # tra6o dengan kelengkapantegangan menengah sampai tegangan
rendahnya.
Tipe yang dipergunakan adalah tipe 7 / dan tipe ST #=.
(ntuk gardu satelit ST #= mempunyai / susunan, yaitu@
Susunan no #
*igunakan untuk konsumen khusus dengan beban kurang dari .<0 K1) dengan tegangan rendah
//0;#/7 1olt, atau untuk beban yang kurang dari 400 K1) dengan tegangan rendah <=0;//0 1olt,
pengukuran pada sisi tegangan rendahnya.
Susunan no /.
Seperti susunan no #, hanya pengukuran dilakukan pada sisi tegangan menengah.
&etak gardu satelit untuk system spindle dapat dilihat pada gambar 1!!!./
"b 1!!!./. &etak gardu satelit pada system spindel
.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
=4
"b 1!!!.<. "* untuk umum tipe 7/
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
=8
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
=.
=.8"* )/ untukmum
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
=7
"b 1!!!..."* = Susunan #
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
==
"b 1!!!.7. "* ST #. Susunan #
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
=D
"b 1!!!.=. "* ST #. susunan /
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
D0
"b 1!!!.D. "* ST #. Susunan <
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
D#
"b 1!!!.#0. "* ST #. Susunan 4
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
D/
"b 1!!!.##. "* ST #. Susunan 8
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
D<
"b 1!!!.#/. "*
ST #. susunan .
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
D4
"b 1!!!.#<. "* ST #7 susunan #
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
D8
. "* ST#= ssn #
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
D.
"b=.#8."* ST #= ssn/
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
D7
T)+SFHM)TH
Trans6ormator *aya merupakan alat yang memegang peran penting dalam "ardu !nduk.
Trans6ormator mengubah tegangan menengah menjadi tegangan tinggi ; ekstra tinggi ( "!
pembangkit), mengubah tegangan tinggi menjadi tegangan menengah ("! transmisi) dan mengubah
tegangan menengah menjadi tegangan rendah ( gardu *istribusi )..
RUGI-RUGI ENERGI
$ada umumnya dapat disebutkan bah%a dalam sebuah trans6ormator terdapat dua jenis rugi'
rugi, yaitu rugi'rugi tanpa beban dan rugi'rugi beban penuh.
ugi'rugi tanpa beban yang disebut juga rugi'rugi besi atau rugi'rugi inti , disebabkan arus
magnetisasi yang mengalir pada inti besi dan kumparan primer yang tidak tergantung dari beban yang
dipikul. +ilainya biasanya kira'kira 0,8N pada beban penuh nominal, tetapi akan berubah banyak pada
perubahan tegangan. Sekalipun se-ara persentase ke-il, namun rugi'rugi ini berjalan terus menerus
sehingga besarnya -ukup penting.
ugi'rugi beban penuh yang sering juga disebut rugi rugi tembaga, disebabkan arus listrik yang
mengalir melalui resistansi dari kumparan primer maupun kumparan sekunder. ugi'rugi !
/
ini
ber>ariasi dengan kuadrat arus yang mengalir dan dengan besaran resistansi. Karena arus yang
mengalir didalam suatu rangkaian berbanding terbalik terhadap tegangan, rugi'rugi tembaga
berbanding terbalik dengan kuadrat dari tegangan. Karenanya pada trans6ormator trans6ormator dengan
kapasitas yang sama, rugi'rugi pada kumparan primer lebih rendah bila nilai tegangan nominal lebih
tinggi.
:aik rugi'rugi tanpa beban maupun rugi'rugi beban penuh berbeda dengan berbagai kapasitas
dan juga berbeda untuk berbagai merek pabrik yang membuatnya. ugi'rugi ini biasanya di-antumkan
sebagai suatu persentase pada tegangan nominal dan beban penuh. ugi'rugi tanpa beban juga sering
dinyatakan dalam %att atau sebagai persentase beban penuh dalam %att.
IMPEDANSI! RESISTANSI DAN REAKTANSI
ugi'rugi tembaga maupun pengaturan tegangan memerlukan nilai'nilai resistansi dan
reaktansi (serta impedansi) dari trans6ormator diketahui. Ketiga nilai itu me%akili baik kumparan
primer maupun kumparan sekunder dari trans6ormator. +ili nilai ini biasanya di-atat oleh pabrik
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
D=
sebagai persentase yang berkaitan dengan turun tegangan. $ersentase memberikan nilai dalam >olt bila
menyangkut aplikasi tegangan primer atau sekunder *ari tegangan dan arus nominal dapat diperoleh
nilai'nilai dalam besaran ohm.
:esar persentase impedansi yang dibentuk untuk sebuah trans6ormator me%akili besar turun
tegangan yang akan terjadi bila trans6ormator dilalui oleh arus arus nominal pada sisi sekunder.
*engan demikian persentase impedansi dapat dipakai untuk menentukan besar impedansi ( dalam
ohm) dari rangkaian primer maupun sekunder sebagai berikut@
:erkaitan dengan sisi primer dapat ditulis@
T
P
G
P
P P
I
4
#00
N
*an untuk sisi sekunder@
T
+
G
+
+ +
I
4
#00
N
*imana !
P
, E
P
.!
+
, dan E
+
semuanya berada pada nilai'nilai arus beban penuh, Karena@
E
P
G n E
+
*an sebagai rasio perbandingan, maka@
+
P
4
4
G (
/
)
+
P

G n
/
9ubungan antara resistansi , reaktansi M dan impedansi T dapat dinyatakan sebagai berikut@
T
/
G
/ /
5 +
*an berlaku baik untuk nilai'nilai persentase ( NT, N, NM) , ataupun dalam ohm sisi primer ( T
P
,
P
, M
P
) maupun dalam ohm sisi sekunder ( T
+
,
+
, M
+
). Karena nilai nilai persentase impedansi dan
persentase resistansi trans6ormator diketahui dari pabrik, maka persentase reaktansi dapat diketahui
dari @
NM G
/ /
) (N ) (N R 4
Sedangkan persentase resistansi dan persentase reaktansi dapat menghasilkan nilai nilai ohm, pada sisi
primer maupun sekunder dengan mempergunakan rumus rumums berikut, dimana nilai daya nominal
trans6ormator adalah k1)
n
@
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
DD

#000 #00
N
/
/ &V!
R
n
P
P
= ( ohm)

#000 #00
N
/
/ &V!
R
n
+
+
= (ohm)
M
#000 #00
N
/
/ &V!
5
n
P
P
= (ohm)
M
#000 #00
N
/
/ &V!
5
n
+
+
= (ohm)
ugi'rugi tembaga, dinyatakan dalam %att pada beban penuh, disebabkan oleh arus yang mele%ati
resistansi kumparan'kumparan sebagai berikut@
E
/
P P t
I R = G
/
+ +
I
Karena nilai rugi'rugi tembaga diketahui dari pabrik, nilai resistansi dapat diketahui dengan rumus
rumus berikut@

/
P
t
P
I
,
=
2
/
+
t
+
I
,
=
dan
/
/
/
n
I
I
R
R
P
+
+
P
= =
TURUN TEGANGAN
$enentuan turun tegangan melalui trans6ormator memerlukan diketahuinya nilai'nilai
impedansi, resistansi dan reaktansi sebagaimana diketahui dari uraian'uraian terdahulu mengenai
system'sistem primer. Turun tegangan itu perlu dinyatakan untuk sisi primer atau sisi sekunder.
Turun tegangan primer adalah@
E
tp
G !
P
( ) sin -os
P P
5 +
*i mana -os

merupakan 6a-tor daya


Turun tegangan sekunder adalah@
E
t+
G !
) sin -os (
+ + +
5 R +
,uga dapat ditulis@
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
#00
+n
t+
pn
tP t


= =
#00
N
+ilai nilai T, dan M untuk 6asa netral dapat pula dipakai pada rangkaian tiga 6asa. Karena
tegangan 6asa'6asa system tiga 6asa adalah < kali nilai 6asa netral. , sedangkan nilai tegangan pada
persamaan memiliki nilai kuadrat, rasio 6asa'6asa terhadap 6as'netral adalah <@#
:ilamana daya nominal trans6ormator adalah k1)
n
dan tegangan 6asa 6asa adalah E
P
maka berlaku@
Fasa'6asa@

P
G
#000
<
#00
N
<
/
/ &V!
R
fn
P
(ohm)
M
P
G
#000 #00
N
<
/
/ &V!
5
fn
P
(ohm)
T
P
G
#000 #00
N
<
/
/ &V!
4
fn
P
(ohm)
*an 6asa netral

P
G
#000 #00
N
<
/
/ &V!
R
fn
P
(ohm)
:esaran besaran M
P
dan T
P
mempergunakan rumus rumus yang sama seperti untuk satu 6asa, namun
mempergunakan nilai daya nominal trans6ormator tiga 6asa.
:ilamana terdapat beberapa trans6ormator yang bekerja parallel, maka trans6ormator
trans6ormator itu perlu memiliki impedansi yang sama atau hamper sama. :ilamana impedansi
berbeda, pembagian beban tidak akan merata, dan akan mengakibatkan adanya arus arus sirkulasi yang
mengurani kapasitas trans6ormator, menambah rugi'rugi dan menghasilkan terjadinya panas yang
berlebihan.
HUBUNGAN TRANS1-RMAT-R
$ada trans6ormator tiga 6asa dengan sendirinya terdapat sejumlah < 6asa. Masing masing 6asa
dapat dihubungkan dengan -ara tertentu. $ada umumnya dikenal -ara menghubungkan kumparan'
kumparan berupa bintang, delta atau segitiga, dan ?ig'?ag atau liku'liku. 9ubungan bintang terlihat
pada gambar (a), dimana terdapat suatu titik bintang H.5ara menyambung kumparan'kumparan yang
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
#0#
terpasang pada kerangka magnet tampak pada gambar (b), sedangkan gambar ( -) memperlihatkan
diagram >ektornya.
9ubungan kumparan dalam bentuk delta atau segitiga terlihat pada gambar diba%ah ini (a)
sedangkan gambar (b) memperlihatkan -ara menyambung ketiga kumparan. *iagram >e-tor tampak
pada gambar (-).
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
#0/
9ubungan ?ig'?ag atau liku'liku merupakan suatu hubungan istime%a yang hanya terdapat
pada trans6ormator distribusi, dan pada sisi sekunder. Karen pada jaringan tegangan rendah terdapat
banyak pemakai rumah tangga yang mempergunakan sambungan satu 6asa, maka beban pada jaringan
ini ini sering tidak seimbang. $ada trans6ormator distribusi dengan hubungan ?ig'?ag terdapat enam
kumparan tegangan rendah, yang -ara menghubungkannya tampak pada gambar diba%ah ini (a0,
diagram >e-tor terlihat pada gambar (b)
P&'aritas Trans?&rmat&r.
*alam suatu trans6ormator # phasa / lilitan, tegangan pada terminal terminal sekunder bisa
berada sephasa atau berbeda #=0
0
dengan tegangan yang diberikan pada terminal'terminal sisi primer.,
tergantung pada urutan mana terminal terminal tersebut tinjau.
$ada kebanyakan penggunaan satu phasa, hubungan phasa antara primer dan sekunder tidaklah
penting, ke-uali jika dua atau lebih trans6ormator dihubungkan parallel. *alam hal demikian adalah
penting bah%a setiap tegangan sekunder dalam kombinasi parallel adalah sama phasanya.2 yaitu setiap
lilitan sekunder mempunyai polaritas yang sama.
(ntuk men-egah keperluan mentest polaritas, se-ara umum praktis untuk memberi label pada masing
masing terminal dengan suatu -ara yang memberi identi6ikasi polaritas yang tidak membingungkan..
Karena itu dalam gambar diba%ah ini, pemberian label adalah sedemikian sehingga ketika tegangan 1
#
diaplikasikan pada trans6ormator dengan arah dari )
#
ke )
/
, tegangan sekunder E
/
bekerja pada
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
#0<
rangkaian luar ( beban) dengan arah dari a
#
ke a
/
. karena itu jika perbandingan lilitan trans6ormator
adalah #@#, kita dapatr berpikir tra6o tersebut sebagai kotak hitam, didalam mana )
#
dihubungkan
langsung dengan a
#
dan )
/
dihubungkan langsung dengan a
/
, *engan -ara ini, sejumlah
trans6ormator dengan label seperti itu dapat dihubungkan parallel dengan -ara sederhana
menghubungkan terminal terminal yang mempunyai label yang identik.
KER4A PARALEL
Sama dengan batere ataupun generator, trans6ormator trans6ormator dapat bekerja dalam
hubungan parallel. (ntuk kerja parallel tersebut dibutuhkan pergeseran phasa antar hubungan yang
identik, juga trans6ormator trans6ormator tersebut harus menanggung beban yang sesuai (proporsional)
dengan nominal daya (k1)) masing masing, dan total output yang diperoleh merupakan jumlah dari
daya nominal masing masing trans6ormator tersebut.
(ntuk memastikan pembagian beban yang benar dan untuk mendapatkan total output nominal,
untuk kerja parallel tersebut dibutuhkan karakteristik karakteristik trans6ormator sebagai berikut@
#. +ilai perbandingan tegangan ( dan karena itu perbandingan lilitan) haruslah sama.
/. $ersentase impedansi harus sama
<. perbandingan reaktansi terhadap resistansi trans6ormator harus sama.
Kita sekarang akan mempelajari ketiga persyaratan tersebut untuk melihat bagaimana mereka
mempengaruhi kerja parallel trans6ormator.
Perban:ingan tegangan Aang sama
,ika ggl induksi sekunder trans6ormator yang dihubungkan parallel tidak sama, maka perbedaan
ggl induksi pada sekunder trans6ormator tersebut akan menimbulkan arus yang mengalir melalui
sekunder sekunder trans6ormator yang terhubung parallel. )rus sirkulasi ini menimbulkan rugi A rugi !
R
/
dalam lilitan lilitan trans6ormator dan karena itu akan mengurangi daya output yang dapat
dihasilkan dari masing masing trans6ormator.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
#04
,ika dua trans6ormator, ) dan :, mempunyai perbandingan tegangan yang berbeda, akan
mengalir arus sirkulasi
! G
. !
. !
4 4

+

*imana E
!
dan E
.
adalah tegangan tegangan sekunder hubungan terbuka (yaitu tegangan induksi).,
dan T
!
serta T
.
adalah total impedansi eki>alen trans6ormator yang dire6erensikan pada sekunder
trans6ormator.
!mpedansi suatu trans6ormator umumnya adalah ke-il, dengan demikian meskipun suatu
perbedaan perbandingan lilitan yang ke-il akan menimbulkan suatu arus sirkulasi yang besar. *engan
demikian, jika perbandingan lilitan trans6ormator yang bekerja parallel tidak sama maka output total
dari trans6ormator trans6ormator yang bekerja parallel tersebut akan nyata lebih ke-il dari pada jumlah
output nominal trans6ormator trans6ormator tersebut jika mereka tidak bekerja parallel.
Sebagai aturan umum perbedaan perbandingan tegangan trans6ormator yang mengakibatkan
timbulnya arus sirkulasi lebih dari 8N arus beban penuh trans6ormator terke-il haruslah di-egah ( tidak
dii?inkan).
Persentase Im5e:ansi Aang sama
"ambar berikut ini memperlihatkan rangkaian eki>alen suatu trans6ormator.
Masing'masing lilitan suatu trans6ormator memiliki tahanan yang akan meningkatkan susut tegangan
bila trans6ormator tersebut dibebani.Tahanan tahanan tersebut diperlihatkan dalam gambar diatas
sebagai
#
dan
/
.&ebih lanjut, %alaupun peran-ang trans6ormator men-oba untuk memastikan
bah%a seluruh 6luksi magnit dalam suatu trans6ormator memotong kedua lilitran trans6ormator,,
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
#08
beberapa 6luksi , disebut sebagai 6luksi bo-or , hanya memotong lilitan yang menghasilkan 6luksi
tersebut. $engaruh dari 6luksi bo-or ini dinyatakan dengan suatu reaktansi eksternal pada suatu ideal
trans6ormator.. Mereka diperlihatkan dengan M
#
dan M
/
dalam gambar diatas.
Suatu trans6ormator ideal adalah suatu trans6ormator dimana tidak terdapat 6luksi bo-or dan
tidak ada tahanan lilitan., dan karena itu mempunyai perbandingan tegangan yang tepat sama dengan
perbandingan lilitannya, dan perbandingan arus tepat sama dengan kebalikan perbandingan lilitannya.
*alam gambar diatas, kita telah mengabaikan pengaruh arus magnetisasi. )rus magnetisasi
menghasilkan rugi rugi inti (besi ) dan tidak tergantung pada arus beban. +ilai arus magnetisasi ini
adalah -ukup ke-il dibandingkan relati>e terhadap arus beban. Sehingga dapat diabaikan, ke-uali
dalam perhitungan e6isiensi dan rugi'rugi.
,ika trans6ormator ideal pada gambar diatas mempunayi perbandingan lilitan #@#, kita
dapat menjumlahkan
#
dan
/
, dan juga M
#
dan M
/
, kemudian mengkombinasikan mereka se-ara
>e-tor untuk mendapatkan suatu impedansi total T
1
yang dapat diletakkan disisi mana saja dari
trans6ormator ideal tersebut..$engaruh keseluruhan dari total tahanan dan reaktansi eki>alen adalah
menghasilkan susut tegangan pada beban, dan juga , meskipun perbandingan lilitan tidaklah #@#, kita
tetap dapat memindahkan dan M dari satu sisi ke sisi lain trans6ormator selama kita
memperhitungkan nilai nilai mereka sehingga susut tegangan total tidak berubah. *engan perkataan
lain, jika kita ingin memindahkan
#
ke sisi sekunder, dan pada beban penuh, arus pada
#

menyebabkan susut tegangan IN pada tegangan sisi primer, kita dapat menggantikannya dengan suatu
tahanan pada sisi sekunder dengan suatu nilai yang menghasilkan suatu susut tegangan sekunder beban
penuh sebesar IN dari tegangan sekunder rangkaian terbuka. +ilai tahanan yang dibutuhkan adalah
/
#
2
R
, dimana + adalah perbandingan lilitan. (ntuk membedakan nilai
#
yang baru tersebut, kita
dapat menuliskannya sebagai
/

#
, dimana indeks ba%ah menunjukkan posisi lilitan asli dari besaran
tersebut, sedangkan indeks atas menunjukkan ke lilitan mana besaran tersebut telah dipindahkan, atau
dire6erensikan.. eaktansi M
#
dapat diperlakukan sesuai dengan
#
tersebut.
"ambar (a) diba%ah ini memperlihatkan rangkaian eki>alen dengan semua nilai nilai dire6erensikan
pada lilitan sekunder. *alam gambar (b) kita telah mengkombinasikan komponen komponen dan M
ke suatu nilai impedansi total
/
T
1
yang dire6erensikan pada lilitan sekunder.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
#0.
,elas bah%a@
/
T
1
G
/
#
/
/
/
#
/
/
) ( ) ( 5 5 R R + + +
Suatu nilai lain,
1
4
#
akan timbul jika kita mere6erensikan seluruh nilai komponen komponen dan M
ke lilitan primer. *alam hal tersebut,
1
4
#
G
/
/
#
#
/
/
#
#
) ( ) ( 5 5 R R + + +
Tetapi, untungnya. +ilai nilai
1
4
/
dan
1
4
#
lebih mudah dihubungkan oleh
/
#
/
2
4
4
1
1
=
*imana + adalah perbandingan dari lilitan primer kelilitan sekunder.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
#07
+ G
P
+
+
P
I
I
V
V
2
2
= =
/
#
*alam banyak perhitungan perhitungan, kita tidak mementingkan nilai ohm dari impedansi
1
4
#
atau
1
4
/
, tetapi p ada pengaruh impedansi total tersebut terhadap pengaturan, arus hubung'
singkat, dan sebagainya. Karena itu adalah biasa untuk pabrik pabrik menyatakan impedansi total
sebagai suatu persentase dari susut tegangan karena impedansi pada beban penuh terhadap tegangan
terminal beban penuh nominal pada lilitan dimana T
1
tersebut dire6erensikan. Karena itu persentase
impedansi adalah@
TN G
+
1 +
V
4 I #00
/

persen
G
#
/
#
#00
V 2
2 4 2 I
1 P


G
#
#
#00
V
4 I
1 P

persen
Karena itu TN mempunyai nilai yang sama, ditinjau dari lilitan yang manapun, dan dengan
demikian ia menunjukkan pada trans6ormator se-ara keseluruhan, dan menghindari keharusan untuk
mere6erensikan impedansi dari satu lilitan ke lilitan yang lainnya.
,ika lilitan sekunder pada gb ( b) diatas dihubung'singkatkan, dan jika T persen dari tegangan
primer nominal di terapkan pada terminal terminal primer, akan mengalir arus beban penuh. *engan
demikian persentase impedansi dapat dihitung dengan menghubung'singkatkan satu lilitan dan
mengukur tegangan yang harus diterapkan pada lilitan lain untuk menghasilkan arus beban penuh
mengalir paKda lilitan tersebut. 9al ini merupakan uji rutin yang dilakukan oleh pabrik trans6ormator,
dan TN merupakan bagian dari data yang di-antumkan pada plat nama nominal trans6ormator. (ji ini
dikenal sebagai uji hubung'singkat.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
#0=
Sekarang kita perhatikan bagaimana impedansi total eki>alen tersebut berpengaruh pada kerja
parallel trans6ormator trans6ormator.. $erhatikan gambar berikut ini, dimana kedua trans6ormator
mempunyai perbandingan lilitan yang sama + , tetapi K1) nominal yang berbeda.
Karena tegangan yang sama diterapkan pada kedua sisi primer, dan kedua trans6ormator
mempunyai perbandingan lilitan yang sama, E
!
dan E
.
haruslah sama nilainya. &ebih jauh lagi,
tegangan tegangan terminal sekunder adalah identik dalam hubungan parallel, demikian juga susut
tegangan (!T) pada kedua trans6ormator haruslah sama pada kondisi beban apapun yang diterapkan.,
Jaitu@
!
! !
4 G !
. .
4
)tau
!
.
.
!
4
4
I
I
=
Karena itu beban dilayani se-ara proporsional kebalikan dari impedansi trans6ormator. ,ika
trans6ormator trans6ormator membagi beban proporsional dengan nilai K1) nominalnya, maka
selanjutnya impedansi impedansi mereka haruslah berbanding terbalik dengan nilai nominal k1) nya.
Sebagai alternati>e, beban akan dibagi dengan benar jika impedansi trans6ormator adalah sama.
Jaitu dengan membagi persamaan diatas dengan 1
/
,
/
V
4 I
! !
G
/
V
4 I
. .
Jaitu T
!
N G T
.
N
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
#0D
,ika persentase impedansi tidak sama, dan beban naik se-ara bertahap, maka trans6ormator
yang mempunyai impedansi lebih ke-il akan pertama kali men-apai nilai beban penuhnya.
Selanjutnya trans6ormator yang lain akan bekerja diba%ah daya output beban penuhnya, tetapi tidak
ada tambahan beban lagi yang dapat dilayani oleh kombinasi trans6ormator tersebut. Karena itu total
output yang tersedia akan lebih ke-il daripada jumlah k1) beban penuh kedua trans6ormator tersebut.
Perban:ingan Resistansi C Reaktansi
Ealaupun 6aktor kerja se-ara keseluruhan ditentukan oleh beban, sudut phasa dari arus arus
trans6ormator yang terpisah dipengaruhi oleh perubahan ke-il yang diakibatkan oleh perbandingan
reaktansi dan resistansi ek>alen trans6ormator., dengan demikian se-ara ideal perbandingan reaktansi
dan resistansi dari trans6ormator trans6ormator yang bekerja parallel haruslah sama.
Se-ara umum tidak mungkin untuk meran-ang trans6ormator yang mempunyai k1) nominal
berbeda dan persentase impedansi yang sama, dan pada saat yang sama juga mempunyai perbandingan
reaktansi terhadap resistansi yang sama. (ntungnya, pengaruh ketidaksamaan perbandingan M;
adalah ke-il, dengan demikian lebih penting untuk meran-ang persentase impedansi yang sama untuk
men-apai pembagian beban yang baik. )kan tetapi adalah sulit untuk meran-ang persentase impedansi
yang sama jika k1) nominal mempunyai perbedaan yang besar.
Karena itu adalah biasa untuk membatasi kerja parallel trans6ormator trans6ormator dengan perbedaan
output tidak melebihi perbandingan <@#. Sebagai -ontoh, suatu trans6ormator 780 k1), seharusnya
tidak bekerja parallel dengan trans6ormator yang mempunyai kapasitas kurang dari /80 k1) atau lebih
dari //80 k1)..
Se-ara umum tidak mungkin untuk men-apai persentase susut tegangan karena tahanan dan
reaktansi yang sama untuk trans6ormator trans6ormator dengan kapasitas nominal k1) yang berbeda.
)kan tetapi, rekomendasi <@ # yang disarankan diatas se-ara umum menjamin bah%a persamaan
persentase impedansi dapat diperoleh dari peran-angan trans6ormator yang mempunyai standard yang
baik., dan setiap perbedaan dalam resistansi dan reaktansi tidaklah penting.
E?isiensi Trans?&rmat&r
Se-ara kon>ensional, e6isiensi setiap mesin dide6inisikan sebagai perbandingan dari output
daya yang berguna terhadap input daya, yaitu@
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
##0

G
input
output
G
input
rugi input
/

G # '
input
rugi
/
G # '
/
/
rugi output
rugi
+
:entuk terakhir ini merupakan bentuk yang -o-ok untuk trans6ormator trans6ormator, karena ia
hanya membutuhkan rugi rugi yang diukur pada output nominal, dan ini dapat dilakukan dengan uji
hubung singkat serta uji hubungan terbuka ( tanpa beban G rugi rugi besi), tidak membutuhkan uji
trans6ormator pada beban penuh.
ugi rugi trans6ormator dapat diklasi6ikasikan sebagai@
#. ugi rugi tetap@ !ni adalah rugi rugi besi ( inti) yang terdiri dari rugi rugi arus eddy dan rugi
histeresis, ugi rugi ini konstan ( tetap), jika, dan ini adalah normal, tegangan input dan
6rek%ensi konstant, dan rugi rugi ini timbul setiap saat trans6ormator diberi daya listrik.
/. ugi rugi tidak tetap ( >ariable)@ !ni adalah rugi rugi !
/
dalam lilitan lilitan trans6ormator dan
mereka berubah sesuai dengan kuadrat arus beban.
*alam setiap mesin terdapat rugi rugi tetap dan rugi rugi tidak tetap, e6isiensi maksimum
terjadi pada beban tertentu, dimana rugi rugi tetap sama dengan rugi rugi tidak tetap.Trans6ormator
juga memenuhi aturan ini.
9al ini dapat digunakan oleh peran-ang untuk untuk menggunakan bahan besi dan tembaga
dalam konstruksi inti trans6ormator dan lilitannya sedemikian rupa sehingga e6isiensi maksimum
terjadi pada saat arus beban penuh nominal. Sayang sekali dalam prakteknya tidaklah semudah ini,
karena beban pada trans6ormator selalu berubah sepanjang hari, men-apai beban penuh untuk %aktu
yang relati>e pendek dan turun pada kondisi hampir tidak berbeban untuk periode yang mungkin lebih
lama. Masalah dalam kondisi ini, adalah men-ari perbandingan tertentu dari rugi rugi >ariable terhadap
rugi rugi tetap yang akan se-ara keseluruhan memberikan e6isiensi yang terbaik.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
###
Ealaupun beban berubah'ubah selama periode /4 jam, namun perubahan perubahan ini hamper
se-ara sama diulangi setiap hari, karena itu adalah mungkin untuk menggambarkan suatu tipe kur>a
beban suatu trans6ormator seperti pada gambar diba%ah ini.
*alam prakteknya, bentuk kur>a beban harian tidak mempunyai bentuk tertentu seperti pada
gambar tersebut, tapi lebih mirip pada bentuk tidak tentu seperti pada gra6ik titik'titik pada gambar
tersebut.
Total rugi tembaga yang terjadi selama /4 jam akan tergantung pada bentuk dan skala kur>a
beban, tetapi perlu di-atat, rugi'rugi yang sama akan lebih meluas bila suatu beban sama dengan nilai

rms dari beban yang diterapkan se-ara kontinyu untuk /4 jam. +ilai rms, bukan nilai rata'rata dari
kur>a adalah nilai yang dibutuhkan karena rugi tembaga berubah'ubah sesuai kuadrat dari arus beban.
+ilai rms suatu kur>a tidak teratur seperti kur>a beban dapat diperoleh dengan mengambil nilai'nilai
sesaat pada inter>al inter>al yang teratur sepanjang kur>a tersebut dan dihitung akar dari rata'rata
kuadrat nilai nilai sesaat tersebut., yaitu@
k1 )rms G
n
&V! &V! &V!
n
/ /
/
/
#
....... + + +
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
##/
*engan menggunakan kur>a tingkat pada gambar diatas sebagai suatu -ontoh, dan mengambil
inter>al %aktu sebagai # jam, kita peroleh@
k1)
rms
G
/4
) / #80 ( ) 4 #00 ( ) 7 80 ( ) ## #0 (
/ / / /
+ + +
G
/4
#0<.00
G .8,7 k1)
!ni, adalah beban harian eki>alen pada suatu trans6ormator, yang mana ketika dibagi oleh output k1)
nominalnya, memberikan suatu bagian dari beban penuh dimana terjadi rugi besi sama denganj rugi
tembaga. Kondisi yang dibutuhkan untuk mendapatkan e6isiensi terbaik sepanjang hari.
:ila kita ambil trans6ormator dengan kapasitas #/8 k1), maka beban harian penuh eki>alen
dari trans6ormator tersebut adalah #00
#/8
7 , .8
/ atau . 8/,8N dari beban penuh. Karena itu trans6ormator
tersebut harus mempunyai rugi tembaga sama dengan rugi besi pada kondisi beban 8/,8N dari beban
penuh..
)kan tetapi perlu di-atat, bah%a rugi tembaga trans6ormator E
0u
dalam %att tidaklah
berubah'ubah pada saat arus beban penuh nominal. Karena itu pada arus beban penuh, rugi tembaga
dari suatu trans6ormator yang mempunyai rugi tembaga sama dengan rugi besi pada kondisi
/
#
beban
penuh, adalah@
E
0)
G E
/
)
#
(
/
fe
Karena itu dalam -ontoh diatas,
E
0u
G E
/
)
8/8 , 0
#
(
fe
G <,. E
fe
*engan perkataan lain, jika suatu trans6ormator #/8 k1) dipilih untuk kur>a beban sperti
pada gambar diatas, maka untuk men-apai e6isiensi maksimum, pada kondisi beban penuh dibutuhkan
perbandingan rugi tembaga terhadap rugi besi <,..
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
##<
)dalah sering terjadi bah%a kur>a beban harian tidak sama sepanjang tahun, untuk musim
musim yang berbeda, dan alasan lain perbedaan terjadi pada hari libur dan akhir minggu. Karena itu
perlu untuk mempertimbangkan unjuk kerja sepanjang tahun..dengan -ara membuat kur>a beban
tahunan dan kemudian menghitung nilai rms tahunan dari beban tersebut. $erbandingan rugi'rugi yang
dibutuhkan kemudian dihitung dengan -ara yang sama sebagaimana -ontoh perhitungan pada kur>a
beban harian diatas.
Masalah masalah e6isiensi kadang kadang ditunjukkan dari sudut yang berbeda. Sebagai
-ontoh, suatu trans6ormator dengan rugi'rugi tertentu bekerja sesuai kur>a beban harian atau kur>a
beban tahunan, dan diinginkan menghitung e6isiensi sepanjang hari atau sepanjang tahun.
E6isiensi sepanjang hari G
(arian rugienergi gi(arian outputener
gi(arian outputener
+
E6isiensi sepanjang tahun G
ta(unan rugienergi gita(unan outputener
gita(unan outputener
+
)kan tetapi perbandingan rugi'rugi bukanlah satu'satunya pertimbangan ketika kita men-ari
e6isiensi maksimum, karena perbandingan rugi'rugi itu sendiri tidak menunujukkan besarnya masing'
masing rugi rugi.
Karena itu, meskipun dua trans6ormator dapat mempunyai k1) nominal dan perbandingan rugi
rugi yang sama2,salah satu trans6ormator dapat lebih e6isien dari pada yang lain jika rugi'rugi total
trans6ormator tersebut lebih rendah.
*alam batas batas tertentu, biaya pembelian 5 suatu trans6ormator berbanding terbalik terhadap
perkalian rugi'rugi tetap dan rugi'rugi tidak tetap, yaitu@
5 G
0u fe
, ,
#
$ersamaan empiris ini memperlihatkan bah%a untuk biaya trans6ormator yang sama, suatu
trans6ormator dapat diran-ang dengan rugi'rugi E
fe
rendah dan E
0u
yang besar atau dengan rugi'rugi
E
fe
yang besar dan E
0u
yang rendah. &ebih penting lagi, hal ini memperlihatkan jika kedua rug'rugi
E
fe
dan E
0u
dikurangi, biaya trans6ormator akan naik. Karena itu dalam men-ari maksimum e6isiensi
suatu trans6ormator tidak hanya di-ari perbandingan rugi'rugi yang benar, tapi juga hasil perkalian E
fe 0u
, harus seke-il mungkin. )kan tetapi, perlu diperhatikan hal hal lain daripada hanya suatu
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
##4
kondisi dimana adanya pengeluaran lebih untuk mengurangi perkalian rugi'rugi daripada penghematan
dengan mengoperasikan trans6ormator dengan kondisi rugi.
TRANS1-RMAT-R DENGAN PENGUBAH SADAPAN BERBEBAN ( ON LOAD TAP
CHANGER)
*alam system tenaga listrik yang saling terhubung ( interkoneksi), se-ara praktis biasanya
system tenaga listrik tersebut di'operasikan pada tegangan tetap (konstant ) . Tegangan pada sisi
pemakai %alaupun terjadi perubahan perubahan (susut tegangan) yang disebabkan besar dan distribusi
beban, tetap dipelihara dalam batas batas yang dii?inkan dengan mengatur penyesuaian pada tegangan
tegangan transmisi dan distribusi. Tegangan tegangan transmisi dan distribusi diatur dengan mengubah
perbandingan perbandingan lilitan lilitan trans6ormator dengan penggunaan tap Atap ( sadapan) pada
lilitan Alilitan trans6ormator tersebut. *alam kondisi ini, perubahan tap harus dilakukan tanpa memutus
beban. $enggunaan lain dari pengubah tap ( pengubah sadapan ) trans6ormator termasuk pengaturan
distribusi daya reakti6 antara dua penyulang, dan aliran daya reakti6 antara dua bagian system.
Prinsi5 ker6a 5eng(ba) sa:a5an berbeban (n lad tap !"angers )#
*alam diagram sederhana pada gambar diba%ah ini,
Terlihat bah%a perubahan tap dalam keadaan berbeban dapat diperoleh dengan pergerakan
lengan yang -ukup lebar untuk menghubungkan dua terminal tapping yang berdekatan pada saat
bergerak dari satu terminal ke terminal yang lain. Metode ini tidak praktis, karena bagian lilitan antara
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
##8
terminal'terminal yang berdekatan dapat terhubung singkat pada saat perubahan tap dan kontak dapat
rusak terbakar pada saat memutuskan arus ini.
:erbagai ma-am rangkaian rangkaian s%it-hing telah diran-ang untuk men-egah arus hubung
singkat yang besar selama transisi dari satu tap ke tap yang lain. 9al ini dapat diperoleh dengan
menggunakan tahanan pembatas arus ( metode ,ansen) atau penggunaan suatu rea-tor ( metode
pen-egahan auto trans6ormator ). Kedua metode ini digunakan dan masing'masing mempunyai
keuntungan Akeuntungan tertentu. "amnar diba%ah menunjukkan ide dasar , dimana
#

/
berupa
tahanan atau rea-tor. *alam gambar tersebut, lilitan trans6ormator yang digunakan bekerja
pada tap =. (ntuk merubahnya ke tap 7, s%it-h M
#
dibuka dan )
/
ditutup. Sekarang tahanan tahanan (
rea-tor rea-tor)
#
dan
/
terhubung seri pada bagian sisa antara tap 7 dan tap =, membatasi arus
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
##.
hubung singkat.. )rus beban sekarang diambil dari tap 7 melalui
/
( yang mana karena itu harus
-ukup besar untuk mengurangi arus hubung singkat ke suatu nilai yang -ukup ke-il, dan sekarang
harus bernilai -ukup ke-il untuk tidak terlihat pengaruhnya pada arus beban), s%it-h )
#
sekarang
dibuka, dan s%it-h M
/
ditutup, dan perbahan tap telah selesai.
(ntuk mengubah dari tap 7 ke tap ., pertama kali harus digerakkan selektor sebelah kiri ke tap
., lalu M
#
ditutup dan M
/
dibuka, dan sisa dari urutan pergerakan sama dengan -ontoh sebelumnya.
$erlu di-atat bah%a hanya s%it-h's%it-h M
/ #
* dan )
/ #
! yang harus menyambungkan dan memutus
arus. Seelektor tap hanya perlu diran-ang untuk tugas tanpa'beban..
Keuntungan penggunaan tahanan adalah arus yang dihubung'putuskan oleh )
/ #
! adalah
mendekati 6aktor kerja sama dengan satu. 9al ini memungkinkan kerusakan yang jauh lebih ke-il
dibandingkan dengan arus induksi yang harus diputuskan bila menggunakan rea-tor. .

Met&:e 5en<ega)an :engan a(t&-trans?&rmat&r.
Suatu modi6ikasi ke >ersi rea-
ktor diperlihatkan pada gambar diba%ah ini yang dilengkapi dengan suatu tabel yang menunjukkan
kondisi s%it-h's%it-h untuk setiap posisi tap.
*alam gambar tersebut, transisi reaktor reakor berbentuk suatu unit tap tengah kontinyu.
Ketika pengubah tap pada posisi'posisi nomor ganjil, reaktor ( pre>enti>e auto'trans6ormer) dihubung'
singkat. $ada posisi'posisi nomor genap, pre>enti>e auto'trans6ormer menjembatani dua tap lilitan
yang berdekatan, dan karena itu tegangan output berada ditengah antara dua tap trans6ormator. Karena
itu, ini adalah keuntungan utama dari >ersi rea-tor. !ni menyediakan hamper dua kali jumlah tapping
tegangan dibandingkan dengan yang bias disediakan oleh taping taping lilitan. 9anya s%it-h's%it-h ,
S dan T yang perlu diran-ang untuk menyambung dan memutus arus., S%it-h pemilih tap ( tap sele-tor
s%it-h) merupakan ran-angan yang sedikit lebih mahal untuk kerja tanpa beban.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
##7
Metode s%it-hing lain, diperlihatkan pada gambar berikut ini. )lat ini ditambah dengan s%it-h
balik ), :, 5 dan *. Keuntungan s%it-h s%it-h pembalik adalah dapat dikiuranginya jumlah lilitan
tapping.. Sebagai -ontoh, dalam gambar sebelumnya diperlukan D tappings untuk suatu daerah
pembagian #7 tegangan. Sedangkan pada gambar diba%ah ini untuk #7 daerah tegangan hanya
diperlukan 8 tapping.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
##=
Ketika s%it-h ) dan 5 tertutup, ( : dan * terbuka)2 bagian lilitan yang termasuk tap # sampai
8 menolong bagian lilitan yang lain, dan juga, ketika sele-tor bergerak dari 8 menuju #, jumlah dari
lilitan akti6 bertambah. *engan menutup s%it-h : dan * dan membuka ) dan 5, bagian tap lilitan
akan berbalik se-ara listrik dan karena itu mela%an sisa dari lilitan. :ila sekarang sele-tor bergerak
dari # menuju 8, jumlah lilitan akti6 akan berkurang. Karena itu jika tap -hanger ini digunakan pada
lilitan sekunder, kemudian s%it-h ) dan 5 ditutup, akan diperoleh tegangan maksimum pada saat
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
##D
sele-tor berada di tap #. Tegangan output akan turun jika sele-tor s%it-h bergerak dari # menuju tap 8..
,ika sekarang s%it-h pembalik diakti6kan ( : dan * tertutup sedangkan ) dan 5 terbuka), maka
tegangan output akan turun lebih lanjut ketika sele-tor bergerak kembali menuju #.
*aerah >ariasi tegangan bila dirubah dengan perubah tap biasanya #0 persen atau #8
persen dari tegangan nominal.
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
#/0
DA1TAR PUSTAKA
)sosiasi $ro6esionalis Elektrikal !ndonesia, *ateri Kursus 6 Pembe&alan )'i Kea(lian .idang 1e&ni&
1enaga Listri& Kualifi&asi7 !(li *ad%a ( ,akarta@ /004 )
:harat 9ea>y Ele-tri-als &td., -andboo& of +witc(gears ( +e% *elhi@ Tata M-"ra% 9ill $ublishing
5o. &td, /008 )
"onen T., lectric 8istribution +%stem ngineering ( +e% Jork@ M-"ra% 9ill :ook 5ompany, #D=7 )
9artoyo, 9arry. S., !nalisa Penampilan Keandalan dan Ketersediaan 9aringan 8istribusi +pindel ,
Penataran !KLI (,akarta @ $erusahaan (mum &istrik +egara, #D=4 )
9artoyo, 9arry. S., Per(itungan rugi-rugi da%a dan energi , Penataran !KLI (,akarta @ $erusahaan
(mum &istrik +egara, #D=4 )
9artoyo, 9arry. S., Per(itungan +usut 1egangan, Penataran !KLI (,akarta @ $erusahaan (mum
&istrik +egara, #D=4 )
9utauruk, TS., Pengetana(an 2etral +istem 1enaga dan Pengetana(an Peralatan (,akarta@ Erlangga,
#D=7 )
+.T Te-hni-al 5orresponden-e !nstitute ., Generation and 8istribution ( +e% Tealand @ )
Kadir, ) ., 8istribusi dan )tilisasi 1enaga Listri& ( ,akarta@ (! A $ress, /00.)
$erusahaan (mum &istrik +egara ., +PL2 :-;<=>7 Pentana(an 2etral +istem 1ransmisi, +ub
1ransmisi dan 8istribusi beserta pengamann%a ( ,akarta@ #D7= )
$erusahaan (mum &istrik +egara ., +PL2 ;:-;<=>7 Pedoman Penerapan +istem distribusi :? &V,
fasa " tiga, @ - &awat ( ,akarta@ #D7= )
$erusahaan (mum &istrik +egara ., +PL2 ;-;<=<7 1egangan "1egangan +tandar ( ,akarta@ #D7D )
$erusahaan (mum &istrik +egara ., +PL2 :A-;<>?7 Pedoman Penerapan +istem distribusi :? &V,
fasa " tiga, B " &awat dengan ta(anan renda( dan ta(anan tinggi ( ,akarta@ #D=0 )
$erusahaan (mum &istrik +egara ., +PL2 C<-;<>C7 Keandalan pada sistem distribusi :? &V dan A &V
( ,akarta@ #D=8 )
Sorele- Engineering , +pindle +%tem as *V 8istribution 2etwor& ( ,akarta@ #D7= )
Supreme 5able Manu6a-turing 5orp, $T., *edium and -ig( Voltage 0ables 5LP Insulated Power
cable ( ,akarta@ )
333333333333333333333333
TE4##'5hris Timotius !r,MM
#/#