Anda di halaman 1dari 3

DESTILASI Pada prinsipnya destilasi merupakan cara untuk mendapatkan air bersih melalui proses penyulingan air kotor.

Pada proses penyulingan terdapat proses perpindahan panas, penguapan, dan pengembunan. Perpindahan panas terjadi dari sumber panas menuju ke air kotor. Air kotor jika terus menerus dipanaskan akan menguap menjadi uap jenuh. Jika uap jenuh dari hasil penguapan ini bersentuhan dengan permukaan yang dingin, maka akan terjadi proses kondensasi pada permukaan yang dingin tersebut. Pada proses kondensasi uap jenuh akan berubah fase menjadi air (kondensat). Karena pengaruh gravitasi kondensat akan mengalir kebawah mengikuti kemiringan kaca dan akan tertampung dalam reservoa (Catrawedarma, 2008). Destilasi sederhana atau destilasi biasa adalah teknik pemisahan kimia untuk memisahkan dua atau lebih komponen yang memiliki perbedaan titik didih yang jauh. Suatu campuran dapat dipisahkan dengan destilasi biasa ini untuk memperoleh senyawa murni. Senyawa yang terdapat dalam campuran akan menguap saat mencapai titik didih masingmasing (Walarange, 2013). Hal ini sejalan dengan konsep destilasi bertingkat yang menyatakan bahwa destilat yang belum murni jika didestilasi lagi akan menghasilkan destilat baru yang lebih murni. Alkohol destilasi satu kali mempunyai titik didih lebih tinggi daripada alkohol destilasi dua kali. Hal ini mungkin disebabkan oleh masih banyaknya air dalam alkohol destilasi satu kali sehingga ikatan hidrogen air-air dan air-alkohol merupakan faktor yang menyebabkan lebih tingginya titik didih (Salim, 2008). Untuk mengetahui kandungan protein dari suatu bahan ataupun pakan, maka perlu proses destruksi dan destilasi. Destruksi berfungsi pemecahan protein dalam senyawa organik, senyawa organik dicernakan dengan asam sulfat pekat dimana nitrogen akan terkonversi menjadi amonium sulfat. Dalam reaksi alkali, amoniak dibebaskan melalui destilasi uap. Sedangkan fungsi destilasi adalah untuk mengetahui berapa nitrogen yang terlepas dari hasil destruksi, lalu kelebihan nitrogen dititrasi dengan asam Chlorida 0,1 N. Proses destruksi dan destilasi dalam penentuan kadar protein suatu bahan merupakan salah satu faktor kritis (Yulianingsih, 2007). Kualitas minyak merupakan salah satu faktor yang menentukan produk minyak untuk berkompetisi di pasar lokal maupun internasional. Minyak atsiri dapat diproduksi

menggunakan metode yang bermacam macam. Distilasi (steam distillation, hydrodestilasi, dan water distillation), ekstraksi karbon dioksida, cold pressing dan ekstraksi pelarut adalah metode yang digunakan dalam produksi minyak atsiri. Perbedaan metodologi ini memiliki pengaruh yang berbeda terhadap kualitas minyak yang dihasilkan. Kecanggihan teknologi yang dibutuhkan juga tergantung pada jenis metode yang digunakan. Berdasarkan karakteristik teknologi dan pengalaman, steam distillation telah menjadi metode terbaik untuk kondisi optimum. Steam distillation memiliki kecanggihan teknologi tersendiri. Meskipun steam distillation membutuhkan biaya investasi yang tinggi, tetapi menghasilkan kualitas minyak yang terbaik dibandingkan dengan metode destilasi lainnya (Kebede, 2008). Suatu proses distilasi memisahkan dan memurnikan komponen tertentu berdasarkan perbedaan tekanan uap (titik didih) denganoperasi industri yang lebih mudah. Metode ini diadopsi karena keuntungannya sebagai berikut: 1. Mengurangi hilangnya produk 2. Mudah dioperasikan 3. Mengurangi biaya pemeliharaan Karena suhu destilasi tinggi di tekanan atmosfer, distilasi vakum digunakan untuk produk yang mengandung zat yang mengoksidasi, polimerisasi, terurai atau mengubah sifatnya dengan cara lain (Hanamoto, 2009). Minyak sitrat esensial terdiri dari minyak esensial yang paling penting seperti minyak yang diekstraksi dari lemon adalah salah satu komponen pemberi rasa yang penting, yang biasanya diperoleh dari proses destilasi. Pada beberapa proses memerlukan dua tahapan, tahap yang kedua biasanya disebut desterpenization. Dalam proses ini, terpena dibuang sehingga minyak menjadi larut dalam air. Dengan demikian, minyak sitrat esensial dapat digunakan sebagai komponen pemberi rasa untuk minuman non alkohol karbonasi. (Gamarra, et. al, 2006).

Kualitas dari minyak atsiri menjadi masalah yang sangat penting di dalam banyak industri seperti wewangian atau parfum, makanan, kosmetik dan obat penghilang gigitan serangga, dsb. Minyak atsiri dari tumbuhan mengandung molekul aromatik yang sangat mudah menguap atau tercampur oleh zat-zat lain selama proses ekstraksi. Metode destilasi termasuk metode yang konvensional, namun teknik ini masih relevan dan lebih banyak

digunakan dalam industri maupun penelitian karena mempunyai kelebihan dalam segi biaya, kebersihan dan hasil produksi (Kasuan, et. al, 2010) Distilasi adalah proses pemindahan yaitu memisahkan komponen-komponen didalam suatu campuran, membuat suatu kenyataan bahwa beberapa komponen lebih cepat menguap dibandingkan yang lain. Apabila uap terbentuk dari suatu campuran, uap ini mengandung komponen asli dari campuran akan tetapi dalam proporsi yang ditentukan oleh daya menguap komponen tersebut. Kegunaan utama distilasi dalam industri pangan adalah untuk mengentalkan minyak atsiri, bahan penyegar beralkohol dan aroma (Earle, 1969).

Catrawedarma. 2008. Pengaruh Massa Air Baku terhadap Performansi Sistem Destilasi. Jurnal imiah Teknik Mesin CAKRAM Vol. 2 (2) :117-123. Gamarra, F. M. C, L. S. Sakanaka, E. B. Tambourgi dan F. A. Cabral. 2006. Influence On The Quality Of Essential Lemon (Citrus aurantifolia) Oil By Distillation Process. Brazilian Journal of Chemical Engineering Vol. 23 (1) : 147-151. Hanamoto, Takashi. Development of a New Type of Centrifugal Vacuum Distillation System. Ulvac Technical Journal (English) No. 70E 2009: 25. Hanamoto, Takashi. Development of a New Type of Centrifugal Vacuum Distillation System. Ulvac Technical Journal (English) No. 70E 2009: 25. Kasuan, Nurhani dkk. 2010. Robust Steam Temperature Regulation for Distillation Of Essential Oil Extraction Process Using Hybrid Fuzzy-PD plus PID Controller. World Academy of Science, Engineering and Technology 71. Kebede, Abebe dan Hayelom, Mesele. The Design and Manufacturing of Essential Oil Distillation Plant for Rural Poverty Alleviation in Ethiopia. Ethiopian Journal of Environmental Studies and Management. Vol. 1 No.1 March 2008: 86 87. Salim, Ilham. 2009. Identifikasi Senyawa Hasil Destilasi Satu Kali dan Dua Kali Nira Kelapa Menjadi Alkohol serta Penggunaannya Pada Transesterifikasi Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel. Sains Vol.9 (1) : 25-30. Walarange, K.B.A, A.S.M. Lumenta, J.O. Wuwung, dan B.A. Sugiarso. 2013. Rancang Bangun Alat Konversi Air Laut Menjadi Air Minum Dengan Proses Destilasi Sederhana Menggunakan Pemanas Elektrik. E-Jurnal Teknik Elektro dan Komputer (2013) hal : 1-3. Yulianingsih, Reni dan Yohannes Teken. 2007. Analisa Protein Pada Proses Destruksi dan Destilasi. Bul. Tek. Lit. Akuaakultur Vol.6 (2). Earle, R. L. 1969. Satuan Operasi dalam Pengolahan Pangan. Sustra Hudaya. Bogor.