Anda di halaman 1dari 13

Selasa, 22 Desember 2009 PRIORITAS MASALAH KESEHATAN DI INDONESIA MODUL 4 LBM 2 STEP1 Dokter Keluarga 1.

. Dokter yang memberikan pelayanan menyeluruh yang berorientasi pada suatu unit terutama keluarga dimana tanggung jawab dokter pada pelayanan kesehatan tidak dibatasi oleh golongan umur atau jenis kelamin pasien dan juga tidak pada organ tubuh atau jenis penyakit tertentu. Status Gizi Tanda-tanda atau penampilan yang diakibatkan dari keadaan gizi yang dilihat dari indikator tertentu. Ekspresi dari keadaan keseimbangan metabolisme dalam tubuh. Indonesia Sehat 2010 Program pemerintah dalam bidang kesehatan untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat dengan jangka waktu 10 tahun. Infeksi Kronis Keadaan tubuh seseorang yang disebabkan oleh mikroorganisme yang dapat menyesuaikan diri dan berkembang biak dalam tubuh dengan waktu yang cukup lama. Sehat Kondisi tubuh yang tidak terkena penyakit. Kondisi fisik, mental, sosial yang sempurna dan bukan sekedar tidak sakit dan tidak cacat.

STEP2 Pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh dokter keluarga untuk meningkatkan status gizi masyarakat guna mewujudkan Indonesia sehat 2010. STEP3 Dokter Keluarga - Definisi dokter yang berprofesi khusus sebagai Dokter Praktik Umum yang menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan Strata Pertama (pelayanan kesehatan primer) dengan menerapkan prinsipprinsip Kedokteran Keluarga, terkadang merekapun dapat berfungsi di rumah sakit sebagai koordinator, pembela hak

pasien dan teman (advokasi) dari tindakan tindakan medis yang mungkin tidak optimal. http://id.wikipedia.org/wiki/Dokter_keluarga - Kedudukan & Peran dokter keluarga Peran(tugas dan !ugas" #) $enyelenggarakan pelayanan primer se%ara paripurna menyeluruh, dan bermutu guna penapisan untuk pelayanan spesialistik yang diperlukan, &) $endiagnosis se%ara %epat dan memberikan terapi se%ara %epat dan tepat, ') $emberikan pelayanan kedokteran se%ara aktif kepada pasien pada saat sehat dan sakit, () $emberikan pelayanan kedokteran kepada individu dan keluarganya, )) $embina keluarga pasien untuk berpartisipasi dalam upaya peningkatan taraf kesehatan, pen%egahan penyakit, pengobatan dan rehabilitasi, *) $enangani penyakit akut dan kronik, +) $elakukan tindakan tahap a al kasus berat agar siap dikirim ke ,S, -) !etap bertanggung-.a ab atas pasien yang diru.ukan ke Dokter Spesialis atau dira at di ,S, /) $emantau pasien yang telah diru.uk atau di konsultasikan, #0) 1ertindak sebagai mitra, penasihat dan konsultan bagi pasiennya, ##) $engkordinasikan pelayanan yang diperlukan untuk kepentingan pasien, #&) $enyelenggarakan rekam $edis yang memenuhi standar, #') $elakukan penelitian untuk mengembang ilmu kedokteran se%ara umum dan ilmu kedokteran keluarga se%ara khusus. 2e enang" #) $enyelenggarakan ,ekam $edis yang memenuhi standar, &) $elaksanakan pendidikan kesehatan bagi masyarakat, ') $elaksanakan tindak pen%egahan penyakit, () $emgobati penyakit akut dan kronik di tingkat primer, )) $engatasi keadaan ga at darurat pada tingkat a al, *) $elakukan tindak prabedah, beda minor, ra at pas%abedah di unit pelayanan primer, +) $elakukan pera atan sementara, -) $enerbitkan surat keterangan medis, /) $emberikan masukan untuk keperluan pasien ra at inap, #0) $emberikan pera atan dirumah untuk keadaan khusus. e enang)

http://www.depkes.go.id/index.php? option=articles&task=viewarticle&artid=63&Itemid=3 a) memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh sebelum sakit sampai sesudah sakit. b) memberikan edukasi dan sugesti kepada keluarga pasien. c) membantu masyarakat menyelesaikan masalah kesehatan lingkungan. - Tujuan Pelayanan Dokter Keluarga a) meningkatkan derajat kesehatan b) untuk terwujudnya keadaan sehat bagi masyarakat c) untuk terpenuhinya kebutuhan masyarakat untuk pelayanan kedokteran yang lebih efektif dan efisien. d) meningkatkan kesejahteraan untuk taraf hidup masyarakat - Ruang Lingkup (sasaran dan kegiatan) Kegiatan yang dilaksanakan" Pelayanan yang diselenggarakan oleh dokter keluarga harus memenuhi syarat pokok,yaitu "pelayanan kedokteran menyeluruh Karakteristik dari pelayanan kesehatan menyeluruh" -3enis pelayanan yang diselenggarakan men%akup semua .enis pelayanan kedokteran yang dikenal di masyarakat. -!ata %ara pelayanan tidak diselenggarakan se%ara terkotakkotak ataupun terputus-putus melainkan diselenggarakan se%ara terpadu dan berkesinambungan. -Pusat perhatian pada aktu menyelenggarakan pelayanan kedokteran tidak memusatkan perhatiannya hanya pada keluhan dan masalah kesehatan yang disampaikan penderita sa.a,melainkan pada penderita sebagai manusia seutuhnya. -Pendekatan pada penyelenggaraan pelayanan tidak didekati hanya pada satu sisi,melainkan dari semua sisi yang terkait(holisti%) Sasaran" Sasaran pelayanan dokter keluarga adalah keluarga sebagai unit.Pelayanan dokter keluarga harus memperhatikan kebutuhan dan tuntutan kesehatan keluarga sebagai satu kesatuan,harus memperhatikan pengaruh masalah kesehatan yang dihadapi terhadap keluarga,dan harus memperhatikan pengaruh keluarga terhadap masalah kesehatan yang dihadapi oleh setiap anggota keluarga. http://library.usu.ac.id/download/ k/ k!arlinda"#$sari.pd Syarat menjadi Dokter Keluarga $emiliki sarana dan prasarana praktek yang representatif $emiliki kompetensi klinik yang handal $empunyai pengalaman dan %ukup umur $inimal memiliki gelar dokter umum $emiliki ketrampilan berkomunikasi

$enguasai dan mampu menerapkan konsep operasional kedokteran $empunyai hubungan yang baik dengan profesi lain dan pasien %&rul ' %&war( ' )**+. ' ,engantar ' ,elayanan ' -okter ' .eluarga.'/ayasan',enerbitan'Ikatan'-okter'Indonesia . $enguasai dan mampu menerapkan konsep operasional kedokteran keluarga, $enguasai pengetahuan dan mampu menerapkan ketrampilan klinik dalam pelayanan kedokteran keluarga, $enguasai ketrampilan berkomunikasi,

0www.depkes.go.id/index.php? option=articles&task=viewarticle&artid=63&Itemid=3'!'#6k'!'1ached'!' 2imilar'pages3

-Perbedaan Dokter Keluarga dan Dokter Umum Dokter Keluarga (a) lebih proaktif (mengunjungi rumah pasien/terjun ke lapangan) (b) terhimpun dalam PDKI (Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia) (c) memberikan pelayanan secara aktif baik sehat maupun tidak sehat. Dokter Umum (a) Pasif (pasien yang datang ke tempat praktek) (b) memberikan pelayanan saat sakit #. 4ebih aktif dan bertanggung .a ab Karena pelayanan kedokteran yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga mengenal pelayanan kun.ungan dan atau pera atan pasien di rumah, bertanggung .a ab mengatur pelayanan ru.ukan dan konsultasi, dan bahkan, apabila memungkinkan, turut menangani pasien yang memerlukan pelayanan ra at inap di rumah sakit, maka pelayanan kedokteran yang diselenggarakan pada praktek dokter keluarga umumnya lebih aktif dan bertanggung .a ab daripada dokter umum. &. 4ebih lengkap dan bervariasi Karena pada praktek dokter keluarga menangani semua masalah kesehatan yang ditemukan pada semua anggota keluarga, maka pelayanan dokter keluarga pada umumnya lebih lengkap dan bervariasi daripada dokter umum. !idak mengherankan .ika dengan pelayanan yang seperti ini, seperti yang ditemukan di 5merika Serikat misalnya, praktek

dokter keluarga stidaknya dapat menyelesaikan tidak kurang dari /)6 masalah kesehatan yang ditemukan pada pasien yang datang berobat. '. $enangani penyakit pada stadium a al Sekalipun praktek dokter keluarga dapat menangani pasien yang telah membutuhkan pelayanan ra at inap, bukan lalu berarti praktek dokter keluarga sama dengan dokter spesialis. Praktek dokter keluarga hanya sesuai untuk penyakit 7 penyakit pada stadium a al sa.a. Sedangkan untuk kasus yang telah lan.ut atau yang telah berada di luar e enang dan tanggung .a ab dokter keluarga, tetap dan harus dikonsultasikan dan atau diru.uk ke dokter spesialis. %&rul ' %&war( ' )**+. ' ,engantar ' ,elayanan ' -okter ' .eluarga.'/ayasan',enerbitan'Ikatan'-okter'Indonesia. Dokter Keluarga Praktek dokter keluarga memberikan pelayanan kesehatan selama &( .am Dalam klinik praktek dokter keluarga di lakukan berkelompok paling tidak ada ' orang didalam suatu klinik Dokter yang telah memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang harus dipunyai oleh seoarng dokter keluarga dan telah men.alani magang dengan kurikulum& tertentu di fakultas masing& Dokter Umum Praktek dokter umum tidak memberikan pelayanan kesehatan selama &( .am $elakukan praktek sendiri Dokter yang baru lulus dari fakultas kedokteran 2ebblog resmi 4embaga ka.ian Kesehatan masyarakat ,engirim':'-r'4idyastuti'4ibisana('52c0,63('-r'-onald',ardede(' 5,,5('-r'7risa'4ah8uni',utri('5..es Perbedaan yang paling men%olok pada dokter keluarga dengan dokter selain dokter keluarga yaitu pada pelayanan Pada segi pendidikan" dokter keluarga adanya segi pendidikan berkelan.utan Dokter keluarga melakukan pemeriksaan dengan datang langsung ke rumah pasien. Sedangkan dokter selain dokter keluarga pasien harus datang ketempat praktek dokter untuk dilakukan pemeriksaan. Dokter keluarga lebih mengutamakan peningkatan dera.at kesehatan preventif dan promotif. www.indomedia.com/intisari/)***/mei/dokter.htm

- Kendala dan Solusi a) pelayanan pembayaran dari pasien terlalu rendah b) ketidakpastian dalam mendiagnosis suatu penyakit c) masih minimnya dokter keluarga di indonesia d) kurang dapat berkomunikasi dengan baik antar dokter keluarga dengan pasien dan keluarga. e) beragamnya kompetensi dokter dalam pelayanan primer -Pelayanan pembayaran .asa dari pasien terlalu rendah -Ketidakpastian dalam mendiagnosis suatu penyakit -$asih minimnya dokter keluarga di indonesia -Kurang dapat berkomunikasi dgn baik antara DK dgn pasien dan keluarga -1eragamnya kompetensi dokter dalam pelayanan primer %&rul ' %&war( ' )**+. ' ,engantar ' ,elayanan ' -okter ' .eluarga.'/ayasan',enerbitan'Ikatan'-okter'Indonesia.'

- Pengertian Pelayanan Kesehatan, Pelayanan Kedokteran, Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Pelayanan Dokter Keluarga pelayanan kesehatan dapat diartikan sebagai setiap upaya yang diselenggarakan se%ara sendiri atau bersama-sama dalam suatu organisasi untuk meningkatkan 8 memelihara kesehatan, men%egah 8 menyembuh penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok ataupun masyarakat (levey 8 loomba, #/+') 0pengantar'pelayanan'dokter'keluarga('a&rul'anwar3' - Ilmu kedokteran keluarga (definisi) - bedanya dengan ilmu kesehatan keluarga - Pembagian pelayanan kedokteran ditinjau dari kedudukannya dalam sistem kesehatan dan peranannya dalam mencegah penyakit - Bentuk praktek dokter keluarga 5enyelenggarakan'pelayanan'rawat'8alan 5enyelenggarakan'pelayanan'rawat'8alan('kun8ungan ' dan'perawatan'pasien'di'rumah 5enyelenggarakan'pelayanan'rawat'8alan('kun8ungan ' dan ' perawatan ' pasien ' di ' rumah( ' serta ' pelayanan ' rawat ' inap'di'rumah'sakit. 59rul 59 ar, #//+. Pengantar Pelayanan Dokter Keluarga. :ayasan Penerbitan ;katan Dokter ;ndonesia. - Pelayanan kedokteran yang menyeluruh (definisi, manfaat) Definisi

Pelayanan Kedokteran $enyeluruh adalah pelayanan yang tidak mengenal batas 7 batas yang tegas antara keadaan sehat dengan keadaan sakit, melainkan pelayanan yang diselenggarakan pada setiap keadaan kesehatan, sesuai dengan kebutuhan pasien. (<oldston, #/)*) Pelayanan Kedokteran menyeluruh adalah totalitas dari semua pelayanan kesehatan yang diinginkan, yakni pelayanan peningkatan dera.at kesehatan, pen%egahan penyakit, diagnosis, penyembuhan penyakit serta pemulihan kesehatan. (Somers dan Somers, #/(+) 59rul 59 ar, #//+. Pengantar Pelayanan Dokter Keluarga. :ayasan Penerbitan ;katan Dokter ;ndonesia. $anfaat" i. terpenuhinya berbagai kebutuhan dan tuntutan kesehatan. Karena pada pelayanan kedokteran menyeluruh tersedia semua .enis pelayanan kedokteran, menyebabkan apabila pelayanan kedokteran tersebut behrasil diselenggarakan, akan dapat dipenuhi berbagai kebutuhan dan tuntutan kesehatan pasien beserta segenap anggota keluarganya.Setiap anggota keluarga memang memiliki kebutuhan dan tuntutan kesehatan yang berbeda.1erbagai kebutuhan dan tuntutan yang berbeda ini hanya akan dapat dipenuhi,apabila pelayanan kedokteran yang diselenggarakan adalah pelayanan kedokteran yang menyeluruh. ii. $emudahkan pemanfaatan pelayanan kesehatan Karena pada playanan kedokteran menyeluruh tersedia semua .enis pelayanan kedokteran. Setiap anggota keluarga yang membutuhkan pelayanan kedokteran, siapapun orangnya maupun .enis pelayanannya, %ukup mendatangi pelayanan kedokteran menyeluruh tersebut. Para 5nggota keluarga yang .atuh sakit tidak perlu berpindah 7 pindah tempat dan atau men%ari 7 %ari tempat pelayanan kesehatan tertentu. ;barat toserba.5papun yang dibutuhkan seseorang pasti tersedia. iii. 1iaya kesehatan akan lebih terkendali Karena pelayanan kedokteran menyeluruh diselenggarakan se%ara terpadu, menyebabkan kemungkinan ter.adinya tumpang tindih pelayanan kedokteran, yang sering kali meningkatkan biaya pelayanan kesehatan, akan sangat berkurang.Keadaan seperti ini .elas mempunyai peranan yang sangat besar dalam turut mengendalikan biaya kesehatan.!idak hanya untuk biaya langsung,yakni biaya yang dikeluarkan pasien karena dimanfaatkannya pelayanan kesehatan,tetapi .uga biaya tidak langsung seperti misalnya biaya transportasi

yang dikeluarkan pasien pada aktu berkun.ung ke sarana pelayanan kesehatan. iv. $utu pelayanan akan lebih meningkat Karena perhatian utama pelayanan kedokteran menyeluruh adalah pasien pada utuhnya, serta pendekatan yang dilakukan bersifat holistik, menyebabkan pelayanan kedokteran yang diselenggarakan akan lebih mampu menyelesaikan berbagi masalah kesehatan yang ditemukan. Keadaan yang seperti ini .elas mempunyai peranan yang amat besar dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Di satu pihak, pasien akan merasa lebih puas (patient satisfi%ation), di pihak lain, pertolongan kedokteran yang dilakukan akan lebih efektif. http://library.usu.ac.id/download/ k/ k!arlinda"#$sari.pd

Status Gizi - Definisi keadaan tubuh yang merupakan hasil akhir dari keseimbangan antara 9at gi9i yang masuk ke dalam tubuh dan utilisasinya. http://www.ra8awana.com/artikel/kesehatan/333!pengertian! status!gi&i.html - Macam-macam penilaian status gizi a) ada penilaian status gizi secara langsung dibagi menjadi empat metode : antropometri, klinis, biokimia, biofisik, b) ada penilaian status gizi secara tidak langsung dibagi menjadi tiga metode : survey konsumsi makanan, statistik vital, faktor ekologi (status ekonomi). - Indikator -umur, berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, lingkar kepala, lingkar dada, lingakr panggul, tebal lemak di ba ah kulit. --1erat badan menurut umur (11=U) --!inggi badan menurut umur (!1=U) --1erat 1adan $enurut !inggi 1adan (11=!1) --4ingkar lengan atas $enurut Umur (445=U) 2upariasa( ' I ' -ewa ' 9yoman( ' dkk. ' ,enilaian ' 2tatus ' :i&i. ' #$$#. ' ,enerbit';uku'kedokteran'<:1. 1. Kunjungan Neonatus Bayi hingga usia kurang satu bulan merupakan golongan umur yang memiliki risiko gangguan kesehatan paling tinggi. Upaya kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut antara lain dengan melakukan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dan pelayanan kesehatan pada neonatus (0 28 hari) minimal dua kali, satu kali pada umur 0 hari dan satu kali lagi pada umur 8 28 hari. !alam melaksanakan pelayanan neonatus, petugas kesehatan di samping melakukan pemeriksaan kesehatan bayi "uga melakukan konseling pera#atan bayi kepada ibu. $un"ungan neonatus ($%2) di $abupaten Banyu#angi tahun 200 sebesar 22.&'( (88,2&)) dari target sebanyak 2*.& ' neonatus. +akupan ini meningkat dibanding tahun 200, yang men-apai

8 ,.8). +akupan tertinggi '8,'8) adalah /uskesmas 0ingo"uruh. 0edangkan yang terendah adalah /uskesmas 1apanre"o dengan -akupan ,,'2) (lihat 1abel (*). 2. Kunjungan Bayi $un"ungan bayi di $abupaten Banyu#angi tahun 200 sebesar 2&. ,& (.8,. )) dari target sebanyak .'.02. bayi yang ada. +akupan tertinggi *2,,,) terdapat pada /uskesmas 2osomulyo. 0edangkan yang terendah pada /uskesmas 1apanre"o dengan -akupan .2,2 ) (lihat 1abel (*). &. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Berat Badan 3ahir 4endah (kurang dari 2.*00 gram) merupakan salah satu 5aktor utama yang berpengaruh terhadap kematian perinatal dan neonatal. BB34 dibedakan dalam 2 kategori, yaitu BB34 karena premature atau BB34 karena intrauterine growth retardation (6U74), yaitu bayi yang lahir -ukup bulan tetapi berat badannya kurang. !i negara berkembang banyak BB34 dengan 6U74 karena ibu berstatus gi8i buruk, anemia, malaria, dan menderita penyakit menular se9ual (/:0) sebelum konsepsi atau pada saat kehamilan. BB34 bersama kehamilan pendek mengakibatkan gangguan yang men"adi penyebab nomor & kematian masa perinatal di rumah sakit tahun 200* (!epkes 46, 200 ) ;umlah BB34 yang dilaporkan selama tahun 200 dari .* puskesmas di $abupaten Banyu#angi sebanyak (8. (0, ')) dari 2&.(,' kelahiran hidup, dan (00) ditangani (lihat 1abel (*). .. Status Gizi Balita 0tatus gi8i balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kese"ahteraan masyarakat. 0alah satu -ara penilaian status gi8i balita adalah pengukuran se-ara anthropometrik yang menggunakan indeks Berat Badan menurut Umur (BB<U). !ari laporan hasil 0ur=ei $onsumsi 7aram 2odium 4umah 1angga dan 0$41 selama periode (''8 2000 persentase balita gi8i buruk dan gi8i kurang menurun. %amun, mulai tahun 200( 200*, persentase balita gi8i buruk dan gi8i kurang terus meningkat. 1ahun 200* diketahui bah#a persentase balita yang bergi8i baik<normal sebesar ,8,.8). (!epkes 46, 200 ) ;umlah balita gi8i buruk di $abupaten Banyu#angi tahun 200 sebanyak &&* balita, atau sekitar 0,&,) dari '(.8'( balita yang ditimbang. !an (00) balita gi8i buruk mendapatkan pera#atan (lihat 1abel (,). 0edangkan berdasarkan penimbangan balita yang dilakukan selama tahun 200 , ternyata terdapat balita B7: sebesar (,(*) (sebanyak (.0*& Balita B7: dari '(.8'( balita yang ditimbang). (lihat 1abel (,). *. Kecamatan Bebas Ra an Gizi 1erbebas dari kelaparan dan malnutrisi sekaligus mendapat nutrisi yang baik adalah hak asasi manusia. :alnutrisi membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit dan kematian dini. /engukuran antropometri untuk mendapat status gi8i seseorang telah dikenal luas dan terutama dilakukan pada anak-anak. 4endahnya persentase berat badan terhadap usia men-erminkan akibat kumulati5 dari malnutrisi yang berkepan"angan atau kekurangan nutrisi se"ak lahir. /ada tahun 200 , hampir semua ke-amatan di kabupaten Banyu#angi berstatus bebas ra#an gi8i. >anya ke-amatan ?ongsore"o yang belum berstatus bebas ra#an 7i8i. http"==dinkes.banyu angikab.go.id=situasi-dera.at-kesehatan=statusgi9i.html - Penyebab gizi buruk a) status ekonomi yang rendah

b) c) d) e) f)

pendidikan yang rendah lingkungan yang kumuh budaya yang tidak sehat kurangnya ketersediaan makanan bergizi pola hidup yang tidak sehat faktor keluarga miskin, faktor ketidaktahuan orang tua atas pemberian gi9i yang baik bagi anak, dan faktor penyakit ba aan pada anak, seperti .antung, !1>, ?;@=5;DS, saluran pernapasan dan diare. http://www.gi&i.net/cgi!bin/berita/ ullnews.cgi? newsid)#)36+=+6>(=#*3$( ).'',enyebab'tak''langsung Kurangnya .umlah dan kualitas makanan yang dikonsumsi, menderita penyakit infeksi, %a%at ba aan, dan menderita penyakit kanker. #.'',enyebab'langsung' Ketersediaan pangan rumah tangga, perilaku, pelayanan kesehatan. Sedangkan faktor-faktor lain selain faktor kesehatan, tetapi .uga merupakan 5asalah ' ?tama <i9i buruk adalah Kemiskinan, Pendidikan rendah, Ketersediaan pangan dan kesempatan ker.a. http://www.malukuprov.go.id/index.php? option=com@content&view=article&id=66:gi&i! buruk&catid==+:kesehatan&Itemid=)) <i9i buruk dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling terkait. Se%ara langsung dipengaruhi oleh ' hal, yaituA anak tidak %ukup mendapat makanan bergi9i seimbang, anak tidak mendapat asuhan gi9i yang memadai dan anak mungkin menderita penyakit infeksi. Ketiga penyebab langsung tersebut diuraikan sebagai berikut"

,ertama( 'anak ' tidak ' cukup ' mendapat ' makanan ' bergi&i ' seimbang. 1ayi dan balita tidak mendapat makanan yang bergi9i, dalam hal ini makanan alamiah terbaik bagi bayi yaitu 5ir Susu ;bu, dan sesudah usia * bulan anak tidak mendapat $akanan Pendamping 5S; ($P-5S;) yang tepat, baik .umlah dan kualitasnya. $P-5S; yang baik tidak hanya %ukup mengandung energi dan protein, tetapi .uga mengandung 9at besi, vitamin 5, asam folat, vitamin 1 serta vitamin dan mineral lainnya. $P-5S; yang tepat dan baik dapat disiapkan sendiri di rumah. Pada keluarga dengan tingkat pendidikan dan pengetahuan yang rendah seringkali anaknya harus puas dengan makanan seadanya yang tidak memenuhi kebutuhan gi9i balita karena ketidaktahuan. .edua('anak'tidak'mendapat'asuhan'gi&i'yang'memadai. Suatu studi Bpositive devian%eC mempela.ari mengapa dari sekian banyak bayi dan balita di suatu desa miskin hanya sebagian ke%il yang gi9i buruk, padahal orang tua mereka semuanya petani miskin. Dari studi ini diketahui pola pengasuhan anak berpengaruh pada timbulnya gi9i buruk. 5nak yang diasuh ibunya sendiri dengan kasih sayang, apalagi ibunya berpendidikan, mengerti soal pentingnya 5S;, manfaat posyandu dan kebersihan, meskipun samasama miskin, ternyata anaknya lebih sehat. Unsur pendidikan perempuan berpengaruh pada kualitas pengasuhan anak. Sebaliknya sebagian anak yang gi9i buruk ternyata diasuh oleh nenek atau pengasuh yang .uga miskin dan tidak berpendidikan. 1anyaknya perempuan yang meninggalkan desa untuk men%ari ker.a di kota bahkan men.adi !K;, kemungkinan .uga dapat menyebabkan anak menderita gi9i buruk. .etiga('anak'menderita'penyakit'in eksi . !er.adi hubungan timbal balik antara ke.adian infeksi penyakit dan gi9i buruk. 5nak yang menderita gi9i buruk akan mengalami penurunan daya tahan, sehingga anak rentan terhadap penyakit infeksi. Disisi lain anak yang menderita sakit infeksi akan %enderung menderita gi9i buruk. >akupan pelayanan kesehatan dasar terutama imunisasi, penanganan diare, tindakan %epat pada balita yang tidak naik berat badan, pendidikan, penyuluhan kesehatan dan gi9i, dukungan pelayanan di Posyandu, penyediaan air bersih, kebersihan lingkungan akan menentukan tingginya ke.adian penyakit infeksi. $e abahnya berbagai penyakit menular akhir-akhir ini seperti demam berdarah, diare, polio, malaria dan sebagainya se%ara hampir bersamaan di mana-mana, menggambarkan melemahnya pelayanan kesehatan yang ada di daerah. http://bankdata.depkes.go.id/data "#$intranet/-okumen/Indikator"#$I2!#$)$.pd

Indonesia Sehat 2010 - Visi & Misi Visi: $enyatakan bah a gambaran masyarakat ;ndonesia di masa depan yang ingin di%apai melalui pembangunan kesehatan adalah masyarakat, bangsa dan negara yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku yang sehat, memiliki kemampuan untuk men.angkau pelayanan kesehatan yang bermutu se%ar adil dan merata, serta memiliki dera.at kesehatan yang setinggi-tingginya di seluruh ilayah ,epublik ;ndonesia. <ambaran keadaan masyarakat ;ndonesia di masa depan atau @isi yang ingin di%apai melalui pembangunan kesehatan tersebut dirumuskan sebagai berikut" ;DDEDFS;5 SF?5! &0#0 Dalam ;ndonesia sehat &0#0, lingkungan yang diharapkan adalah yang kondusif bagi ter u.udnya keadaan sehat yaitu lingkungan yang bebas dari polusi, tersedianya air bersih, sanitasi lingkungan yang memadai, perumahan dan pemukiman yang sehat, peren%anaan ka asan yang ber a asan kesehatan serta ter u.udnya kehidupan masyarakat yang saling tolong menolong dengan memelihara nilainilai budaya bangsa. Perilaku masyarakat ;ndonesia Sehat &0#0 yang diharapkan adalah yang bersifat proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, men%egah resiko ter.adinya penyakit, melindungi diri dari an%aman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. Selan.utnya kemampuan masyarakat yang diharapkan pada masa depan adalah yang mampu men.angkau pelayang kesehatan yang bermutu tanpa adanya hambatan, baik yang bersifat ekonomi, maupun non ekonomi. Pelayanan kesehatan bermutu yang dimaksudkan disini adalah pelayanan kesehatan yang memuaskan pemakai .asa pelayanan serta yang diselenggarakan sesuai dengan standar dan etika pelayanan profesi. Diharapkan dengan ter u.udnya lingkungan dan perilaku sehat serta meningkatnya kemampuan masyarakat tersebut diatas, dera.at kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat dapat ditingkatkan se%ara optimal.

http://www.depkes.go.id/showis.php?tid=Aisi 0-epartemen'.esehatan'BI3
Misi:

-$enggerakkan pembangunan nasional ber a asan kesehatan. -$endorong kemandirian untuk hidup sehat. -$emeliharadan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, dan ter.angkau.

-$emelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga, dan beserta lingkungannya. 0-epartemen'.esehatan'BI3

pelayanan masyarakat

- Program - Kendala & Solusi Kendala (a) Kurangnya anggaran dari pemerintah (b) Kurangnya sarana & prasarana (c) Kurangnya tenaga medis yang kompeten (d) Kurangnya kesadaran masyarakat Solusi (a) tingkatkan anggaran dari pemerintah (b) tingkatkan sarana & prasarana (c) tingkatkan tenaga medis yang kompeten (d) tingkatkan kesadaran masyarakat @ Pengaruh internal belum meratanya distribusi tenaga kesehatan di setiap daerah belum terdeteksi serta diatasi se%ara dini masalah kesehatan yang mun%ul. $asalah pelayanan kesehatan belum .elas antara kebutuhan dan kemampuan masih mahalnya pelayanan kesehatan di rumah sakit, termasuk program 5skeskin belum sepenuhnya tepat sasaran masih tingginya angka kesakitan penyakit menular dan belum optimalnya upaya penanggulangannya. Pengaruh eksternal Kenaikan harga 1ahan 1akar $inyak (11$) yang merupakan pengaruh lingkungan global dan otonomi daerah men.adi kendala karena masing-masing daerah mempunyai program sendiri sehingga ada program yang tidak sinkron .uga berpengaruh terhadap %epat atau lambatnya ter%apai ;ndonesia Sehat. http"==Dis%ussionGreply.page=?ealthG$edi%al.%om