Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM UJI TARIK

DISUSUN OLEH : Aji Rahman (02) Bustanul Ulum (06) Dea Re !a Kh"e#unni a# (0$) De%a Lesta Pa%it#a (0&)

'( PRODUK)I

PRO(RAM )TUDI T*KNIK M*)IN JURU)AN T*KNIK M*)IN POLIT*KNIK N*(*RI JAKARTA 20+,

BAB I

P*NDA-ULUAN
A. Latar Belakang Uji tarik adalah kegiatan pengujian bersifat destruktif, terhadap suatu bahan dengan cara memberikan beban tarikan secara terus menerus. Bertambah beban sampai akhirnya putus.Kemampuan tarik suatu bahan diperlihatkan dalam suatu perbandingan antara besar bebantarik terhadap luas bidang bahan yang mengalami tarikan. B. Judul Praktek Uji Tarik . Tujuan Praktek Untuk mengetahui sifat ! sifat mekanik suatu bahan atau l"gam terhadap pembebanan tarik. #ehingga $ahasis%a dapat melakukan perc"baan ini karena mengetahui karakteristik benda. &. #asaran Praktikum #etelah mempelajari te"ri dasar pengujian tarik ini diharapkan mahasis%a mampu' () $emahami kur*a tegangan+regangan hasil uji tarik dari beberapa jenis l"gam ,besi tuang, baja, tembaga dan alumunium) -) $endeskripsikan titik+titik penting ,batas pr"p"rsi"nalitas, batas elastis, titik luluh, daerahnecking dan sebagainya) dalam kur*a tegangan+regangan yang menjelaskan perilakumekanis l"gam+l"gam tersebut. .) $enerapkan beberapa f"rmulasi dasar dan menganalisis kur*a beban+ perpanjangan untuk memper"leh nilai+nilai kekuatan tarik, titik luluh, persentase el"ngasi, m"dulus elastisitas,m"dulus ketangguhan untuk beberapa jenis l"gam. /) $enjelaskan perbedaan antara kur*a tegangan+regangan rekayasa dan kur*a tegangan regangan sesungguhnya. 0) $enerapkan dasar pengamatan kerusakan untuk menganalisis bentuk perpatahan,frakt"grafi) hasil uji tarik beberapa jenis l"gam serta mengkaitkannya dengan kur*ategangan+regangan yang telah dicapai

1. Alat dan bahan 2ang &igunakan

Jangka #"r"ng Tarn" 3r"ck Alumunium Baja - batang Tembaga

4. Prinsip Pengujian Tarik #ampel bentuk ukuran dan bentuk tertentu ,dalam standart #55 atau J5# atau A#T$ ) diberikan beban tarik yang c"ntinue sampai bahan atau l"gam tersebut mengalami perpatahan. Perpatahan beban tarik ini akan menimbulkan perubahan regangan. 6ubungan antara penambahan beban dengan perubahan regangan dapat digambarkan dalam suatu kur*a yang dikenal dengan kur*a stress ! strain. 3. 7uang Lingkup Pengujian Tarik Pengujian ini memakai benda uji atau sampel dari bahan l"gam baik itu ferr"us atau n"n ferr". Ukuran sampel telah disesuaikan dengan standar #55,dalam perc"baan ini ), atau J5# atau A#T$. 8ariable ! *ariable yang mempengaruhi adalah besarnya beban tarik dan diameter a%al dari sampel.#ifat ! sifat mekanis yang diharapkan didapat dari perc"baan ini adalah kekuatan luluh, tegangan maksimum, tegangan patah dan harga m"dulus y"ung. 6. Te"ri literatur Pengujian Tarik #etelah memahami tujuan yang telah diuraikan "leh pengujian tarik, ada beberapa sifat yang dapat diketahui dari perc"baan ini yaitu, Batas pr"p"rsi"nalitas ,Pr"p"rti"nality Limit)

$erupakan daerah batas dimana tegangan dan regangan mempunyai hubungan pr"p"rsi"nalitas satu dengan lainnya. #etiap penambahan tegangan akan diikuti dengan penambahan regangan secara pr"p"rsi"nal dalam hubungan linier 9 : 1; ,bandingkandengan hubungan y:m<= dimana y me%akili tegangan= < me%akili regangan dan m me%akili sl"pe kemiringan dari m"dulus kekakuan).

Titik P pada 3ambar (.( di ba%ah ini menunjukkan batas pr"p"rsi"nalitas dari kur*a tegangan+regangan. Batas elastis ,elastic limit)

&aerah elastis adalah daerah dimana bahan akan kembali kepada panjang semula bilategangan luar dihilangkan. &aerah pr"p"rsi"nalitas merupakan bahagian dari batas elastik ini. #elanjutnya bila bahan terus diberikan tegangan ,def"rmasi dari luar) maka batas elastisakan 3ambar (.(. Kur*a tegangan+regangan dari sebuah benda uji terbuat baja ulet terlampaui pada akhirnya sehingga bahan tidak akan kembali kepada ukuran semula. &engankata lain dapat didefinisikan bah%a batas elastis merupakan suatu titik dimana tegangan yangdiberikan akan menyebabkan terjadinya def"rmasi permanen ,plastis) pertama kalinya. Kebanyakan material teknik memiliki batas elastis yang hampir berimpitan dengan batas pr"p"rsi"nalitasnya. Titik luluh ,yield p"int) dan kekuatan luluh ,yield strength) Titik ini merupakan suatu batas dimana material akan terus mengalami def"rmasi tanpaadanya penambahan beban. Tegangan ,stress) yang mengakibatkan bahan menunjukkanmekanisme luluh ini disebut tegangan luluh ,yield stress). Titik luluh ditunjukkan "leh titik 2pada 3ambar (.( di atas. 3ejala luluh umumnya hanya ditunjukkan "leh l"gam+l"gam uletdengan struktur Kristal B dan 4 yang membentuk interstitial s"lid s"luti"n dari at"m+at"m carb"n, b"r"n, hidr"gen dan "ksigen. 5nteraksi antara disl"kasi dan at"m+at"m tersebutmenyebabkan baja ulet eperti mild steel menunjukkan titik luluh ba%ah , l"%er yield p"int) dan titik luluh atas ,upper yield p"int). Baja berkekuatan tinggi dan besi tuang yang getas umumnya tidak memperlihatkan batas luluh yang jelas. Untuk menentukan kekuatan luluh material seperti ini maka digunakan suatu met"de yang dikenal sebagai $et"de >ffset &engan met"de ini kekuatan luluh ,yield strength) ditentukan sebagai tegangan dimana bahan memperlihatkan batas penyimpangan?de*iasi tertentu dari pr"p"rsi"nalitas tegangan dan regangan . Pada 3ambar (.- di ba%ah ini garis "ffset >@

ditarik paralel dengan >P,sehingga perp"t"ngan @A dan kur*a tegangan+ regangan memberikan titik 2 sebagai kekuatan luluh. Umumnya garis "ffset >@ diambil B.( ! B.-C dari regangan t"tal dimulaidari titik >.

3ambar (.-. Kur*a tegangan+regangan dari sebuah benda uji terbuat dari bahan getas Kekuatan luluh atau titik luluh merupakan suatu gambaran kemampuan bahan menahan def"rmasi permanen bila digunakan dalam penggunaan struktural yang melibatkan pembebanan mekanik seperti tarik, tekan bending atau puntiran. &i sisi lain, batas luluh iniharus dicapai ataupun dile%ati bila bahan ,l"gam) dipakai dalam pr"ses manufaktur pr"duk+ pr"duk l"gam seperti pr"ses r"lling, dra%ing, stretching dan sebagainya. &apat dikatakan bah%a titik luluh adalah suatu tingkat tegangan yang' D Tidak b"leh dile%ati dalam penggunaan struktural ,in ser*ice) D 6arus dile%ati dalam pr"ses manufaktur l"gam , f"rming pr"cess) Kekuatan tarik maksimum ,ultimate tensile strength) $erupakan tegangan maksiumum yang dapat ditanggung "leh material sebelum terjadinya perpatahan ,fracture). Eilai kekuatan tarik maksimum 9 uts ditentukan dari beban maksium 4maks dibagi luas penampang a%al A". ,(.() Pada bahan ulet tegangan maksimumini ditunjukkan "leh titik $ ,3ambar (.() dan selanjutnya bahan akan terus berdef"rmasi hingga titik B. Bahan yang bersifat getas memberikan perilaku yang berbeda dimana tegangan maksimum sekaligus tegangan perpatahan ,titik B pada 3ambar (.-). &alam kaitannya dengan penggunaan structural maupun dalam pr"ses f"rming bahan, kekuatan maksimum adalah batas tegangan yang sama sekali tidak b"leh dile%ati. . Kekuatan Putus ,breaking strength)

Kekuatan putus ditentukan dengan membagi beban pada saat benda uji putus ,4breaking) dengan luas penampang a%al A". Untuk bahan yang bersifat ulet pada saat beban maksimum $ terlampaui dan bahan terus terdef"rmasi hingga titik putus B maka terjadi mekanisme penciutan ,necking) sebagai akibat adanya suatu def"rmasi yang terl"kalisasi. Pada bahanulet kekuatan putus adalah lebih kecil daripada kekuatan maksimum sementara pada bahangetas kekuatan putus adalah sama dengan kekuatan maksimumnya. Keuletan ,ductility) Keuletan merupakan suatu sifat yang menggambarkan kemampuan l"gam menahandef"rmasi hingga terjadinya perpatahan. #ifat ini , dalam beberapa tingkatan, harus dimiliki"leh bahan bila ingin dibentuk ,f"rming) melalui pr"ses r"lling, bending, stretching, dra%ing, hammering, cutting dan sebagainya .Pengujian tarik memberikan dua met"de pengukuran keuletan bahan yaitu' D Persentase perpanjangan ,el"ngati"n) &iukur sebagai penambahan panjang ukur setelah perpatahan terhadap panjang a%alnya. 1l"ngasi, ; ,C) : F,Lf+L")?L"G < (BBC ,(.-) dimana Lf adalah panjang akhir dan L" panjanga%al dari benda uji. UT# : 4maks?A" D Persentase pengurangan?reduksi penampang ,Area 7educti"n) &iukur sebagai pengurangan luas penampang ,cr"ss+secti"n) setelah perpatahan terhadap luas penampang a%alnya. 7eduksi penampang, 7,C) : F,A"+Af)?A"G < (BBC ,(..) dimana Af adalah luas penampang akhir dan A"luas penampang a%al. $"dulus elastisitas , 1 ) $"dulus elastisitas atau m"dulus 2"ung merupakan ukuran kekakuan suatu material.#emakin besar harga m"dulus ini maka semakin kecil regangan elastis yang terjadi pada suatu tingkat pembebanan tertentu, atau dapat dikatakan material tersebut semakin kaku ,stiff ). Pada grafik tegangan+regangan ,3ambar (.( dan (.-), m"dulus kekakuan tersebutdapat dihitung dari sl"pe kemiringan garis elastis yang linier, diberikan "leh' 1 : 9?; atau 1 : tanH ,(./) dimana H adalah sudut yang dibentuk "leh daerah elastis kur*a tegangan+regangan. $"dulus elastisitas suatu material ditentukan "leh energi ikat antar at"m+at"m, sehingga besarnya nilai m"dulus ini tidak dapat dirubah "leh suatu pr"ses tanpa merubah struktur bahan. #ebagai c"nt"h diberikan "leh 3ambar (.. di ba%ah ini yang menunjukkan grafik tegangan+regangan beberapa jenis baja'

3ambar (...3rafik tegangan+regangan beberapa baja yang memperlihatkan kesamaan m"dulus kekakuan 5. Pr"sedur Tarik a. #ampel uji yang dibentuk sudah standar dilakukan pengukuran diameter a%al ,&B), panjangukur a%al , LB), panjang pr"p"rsi"nal ,Pd). b. Kemudian batang uji diletakkan pada alat uji tarik c. Pengaturan beban' untuk batang baja, beban maksimum yang diletakkan sebesar (BB.BBB E. d. Sedangkan untuk alumunium dan tembaga, beban maksimum yang digunakan sebesar /B.BBB E. e. Jarum skala di n"lkan terlebih dahulu. f. Pada %aktu dilakukan penarikan diadakan pembacaan ' #etiap (BB E untuk baja #etiap 0BB E untuk setiap Al dan tembaga g. &ilakukan penarikan samapai benda uji putus dan pertambahan panjang dibaca pada jangka s"r"ng sebagai pengganti e<tensi"meter. h. &ari data dibuat grafik stress ! strain i. #etelah putus batas uji disambung kembali inyuk pengukuran panjang dan diameter akhir.

BAB II DATA PRAKTIKUM


#TAE&A7 P13UJ5AE ' UJI TARIK LO(AM ALAT' TARNO (RO.KI (J*RMAN) BA6AE UJ5' ALUMUNIUM D0 L0 / 01&2 / 2 5 D0 / ,&102 3mm4 3mm4 D+ A0 / '102 / 5 D02 3mm24 3mm4

/ '&16,

N" (

en6

3N7mm24

t#ue

3N7mm24

en6

t#ue

Kete#an6an #elalu
eng I true

150

3.022

3.098

0.025

0.025

&an #elalu

eng J

true

350

7.052

7.407

0.050

0.049

eng I

true

&an #elalu

eng J

true

1000

20.149

21.670

0.075

0.073

eng I

true

&an #elalu

eng J

true

2500

50.373

55.442

0.101

0.096

eng I

true

&an #elalu

eng J

true

5900

118.880

133.833

0.126

0.118

eng I

true

&an #elalu

eng J

true

11000

221.640

255.095

0.151

0.141

eng I

true

&an #elalu

eng J

true

L M

13600 14150

L M

274.028 285.110

322.284 342.490

0.176 0.201

0.162 0.183

eng I

true

&an #elalu

eng J

true

eng I

true

&an #elalu N
14500

eng J

true

292.162

358.312

0.226

0.204

eng I

true

&an #elalu

eng J

true

(B

14550

(B

293.169

366.923

0.252

0.224

eng I

true

&an #elalu

eng J

true

((

13700

((

276.043

352.432

0.277

0.244

eng I

true

&an
#elalu &an #elalu &an

eng J eng eng

true

((.

11750

((/

236.752

308.224

0.302

0.264

I J I J

true

true

10050

202.498

273.819

0.352

0.302

eng eng

true

true

#TAE&A7 P13UJ5AE ' UJI TARIK LO(AM ALAT' TARNO (RO.KI (J*RMAN) BA6AE UJ5' BAJA D0 L0 / 08&2 / 2 5 D0 / ,0102 3mm4 3mm4 D+ A0 / 2122 / 5 D02 3mm4

/ '&16, 3mm24

N" (

9 3N4
2500

en6

3N7mm24

t#ue

3N7mm24

en6

t#ue

Kete#an6an #elalu
eng I true

50.373

51.640

0.025

0.025

&an #elalu

eng J

true

12400

eng I

true

249.849

262.420

0.050

0.049

&an #elalu

eng J

true

. /

15000 27200

. /

eng I

true

302.237 548.056

325.047 603.206

0.075 0.101

0.073 0.096

&an #elalu

eng J

true

eng I

true

&an #elalu 0
29900

eng J

true

eng I

true

602.458

678.239

0.126

0.118

&an #elalu

eng J

true

28200

eng I

true

568.205

653.971

0.151

0.141

&an #elalu

eng J

true

25000

eng I

true

503.728

592.434

0.176

0.162

&an #elalu

eng J

true

21000

eng I

true

423.131

508.290

0.201

0.183

&an #elalu

eng J

true

18500

eng I

true

372.758

448.717

0.204

0.185

&an

eng J

true

#TAE&A7 P13UJ5AE ' UJI TARIK LO(AM ALAT' TARNO (RO.KI (J*RMAN) BA6AE UJ5' T*MBA(A D0 / &1$ 3mm4 D+ L0 / 2 5 D0 / '& 3mm4 A0

/ 0102 / 5 D02

3mm4

/ 021'2 3mm24

N" (

9 3N4

en6

3N7mm24

t#ue

3N7mm24

en6

t#ue

Kete#an6an #elalu
eng I true

1700

22.540

23.000

0.02 0 0.04 1 0.06 1 0.08 2 0.10 2 0.12 2 0.14 3 0.16 3 0.18 4 0.20 4 0.22 4 0.24 5

0.020

&an #elalu

eng J

true

eng I

true

4700

62.318

64.861

0.040

&an #elalu

eng J

true

eng I

true

9900

131.265

139.302

0.059

&an #elalu

eng J

true

eng I

true

16200

214.797

232.332

0.078

&an #elalu

eng J

true

eng I

true

23700

314.240

346.306

0.097

&an #elalu

eng J

true

eng I

true

25000

331.477

372.066

0.116

&an #elalu

eng J

true

eng I

true

25200

334.129

381.862

0.134

&an #elalu

eng J

true

eng I

true

25300

335.455

390.223

0.151

&an #elalu

eng J

true

eng I

true

25250

334.792

396.284

0.169

&an #elalu

eng J

true

(B

eng I

true

25150

10

333.466

401.520

0.186

&an #elalu

eng J

true

(( (-

eng I

true

25050 24600

11 12

332.140 326.173

406.702 406.053

0.203 0.219

&an #elalu

eng J

true

eng I

true

&an (.
0.26 5 0.28 6 0.30 6

eng J

true

#elalu
0.235

eng I

true

23500

13

311.588

394.255

&an #elalu

eng J

true

(/

eng I

true

22000

14

291.700

375.043

0.251

&an #elalu

eng J

true

(0

eng I

true

19800

15

262.530

342.896

0.267

&an

eng J

true

#TAE&A7 P13UJ5AE ' UJI TARIK LO(AM ALAT' TARNO (RO.KI (J*RMAN) BA6AE UJ5' B*)I .OR 2 D0 L0 / 08'2 3mm4 / 2 5 D0 / ,0122 3mm4 D+ A0 / '8& / 5 D02 3mm4

/ ',82& 3mm24

N"

9 3N4

en6

3N7mm24

t#ue

3N7mm24

en6

t#ue

Kete#an6an #elalu
eng I true

700

16.059

16.490

0.027

0.026

&an #elalu

eng J

true

eng I

true

2200

50.470

53.180

0.054

0.052

&an #elalu

eng J

true

eng I

true

6000

137.646

148.732

0.081

0.077

&an #elalu

eng J

true

eng I

true

13400

307.410

340.420

0.107

0.102

&an #elalu

eng J

true

eng I

true

17000

389.998

442.346

0.134

0.126

&an #elalu

eng J

true

eng I

true

17500

401.468

466.134

0.161

0.149

&an #elalu

eng J

true

eng I

true

17700

406.056

482.362

0.188

0.172

&an #elalu

eng J

true

eng I

true

17800

408.351

496.050

0.215

0.195

&an #elalu

eng J

true

eng I

true

18200

417.527

518.406

0.242

0.216

&an #elalu

eng J

true

(B

eng I

true

19500

10

447.350

567.444

0.268

0.238

&an #elalu

eng J

true

((

eng I

true

20300

11

465.703

603.226

0.295

0.259

&an #elalu

eng J

true

(-

eng I

true

21600

12

495.526

655.159

0.322

0.279

&an #elalu

eng J

true

(.

eng I

true

22100

13

506.997

683.936

0.349

0.299

&an #elalu

eng J

true

(/

eng I

true

22500

14

516.173

710.172

0.376

0.319

&an #elalu

eng J

true

(0

eng I

true

22900

15

525.350

736.900

0.403

0.338

&an #elalu

eng J

true

eng I

true

(RA9IK

BAB III K*)IMPULAN DAN )ARAN


A8 K*)IMPULAN &ari praktikum ini dapat diambi Aumunium bersifat liat daripada baja dan tembaga karena memiliki kemampuan ulur tinggi sedang kemampuan tegangan rendah. 3aya maksimum yang dihasilkan dari alumunium mencapai ((L0B E. Alumunium memiliki tegangan sesungguhnya sebesar B,.Bregangan sesungguhnya sebesar B.-K/ mm-. Tembaga bersifat ulet karena tembaga memiliki mampu ulur dan mampu tegangan tinggi. 3aya maksimum yang dihasilkan dari alumunium mencapai --.BB E, tegangan sesungguhnya sebesar .NB,--. sesungguhnya sebesar B,(0( mm-. E?mm- dan regangan E?mm- dan

Baja bersifat getas karena baja memiliki kemampuan ulurnya rendah dan mampu tegangan tinggi. 3aya maksimum yang dihasilkan dari alumunium mencapai -NNBB E, tegangan sesungguhnya sebesar KLM,-.N regangan sesungguhnya sebesar B.((M mm-. Besi c"r ini bersifat ulet karena besi ini memiliki kemampuan ulurnya tinggi, gaya maksimum yang dihasilkan dari besi c"r ini mecapai -.LBB E,, tegangan sesungguhnya sebesar ((/-.(/( E?mm- dan regangan sesungguhnya sebesar B,L/- mm-. B8 )ARAN E?mm- dan

(. #etiap praktek yang dilakukan harus lebih teliti dalam melihat ukuran. -. Tidak bercanda saat melakukan perc"baan. .. Periksa semua perlengkapan alat sesuai pr"sedur. /. Lakukan praktek sesuai pr"sedur praktek. 0. $enganalisis setiap kejadian dalam melakukan pengujian