Anda di halaman 1dari 22

Nur Atika Syarif

C 111 09 310

FK Unhas

GANGGUAN PSIKOSOMATIK
I. PEN A!U"UAN Hubungan antara psikis (jiwa) dan soma (badan) telah menjadi perhatian para ahli dan para peneliti sejak dahulu. Keduanya (psikis dan soma) saling terkait secara erat dan tidak bisa dipisahkan antara satu dengan lainnya. Kedua aspek saling mempengaruhi yang selanjutnya tercermin dengan jelas dalam ilmu kedokteran psikosomatik. 1 Di masa prasejarah masyarakat percaya bahwa penyakit disebabkan oleh kekuatan roh jahat/setan. Oleh karena itu pengobatannya harus dilakukan dengan mantera mantera. Di masa peradaban kuno kemudian dipercaya bahwa pikiran memiliki kekuatan besar untuk mempengaruhi badan! sehingga gangguan pada badan tidak bisa disembuhkan tanpa mengobati kepalanya (pikiran).1 Dalam perkembangannya tidak hanya aspek "isis dan psikis saja yang menjadi titik perhatian! tetapi juga aspek spiritual (agama) dan lingkungan merupakan "aktor yang harus diperhatikan untuk mencapai keadaan kesehatan yang optimal. Hal ini sesuai dengan de"inisi #HO tentang pengertian sehat yang meliputi kesehatan "isis! psikologis! sosial! dan spiritual. $adi mempunyai % dimensi yaitu bio psiko sosio spiritual.1 Dalam pengertian kedokteran psikosomatik secara luas! aspek bio psiko sosio spiritual tersebut sangat perlu dipahami untuk melakukan pendekatan dan pengobatan terhadap pasien secara holistic (menyeluruh) dan ekliktik (rinci) yaitu pendekatan psikosomatik.1 II. EFINISI &angguan psikosomatik ialah gangguan atau penyakit dengan gejala gejala yang menyerupai penyakit "isis dan diyakini adanya hubungan yang erat antara suatu peristiwa psikososial tertentu dengan timbulnya gejala gejala tersebut. 'da juga yang memberikan batasan bahwa gangguan psikosomatik merupakan suatu kelainan "ungsional suatu alat atau sistem organ yang dapat dinyatakan secara obyekti"! misalnya

Nur Atika Syarif

C 111 09 310

FK Unhas

adanya spasme! hipo atau hipersekresi! perubahan konduksi sara" dan lain lain. Keadaan ini dapat disertai adanya organik/struktural sebagai akibat gangguan "ungsional yang sudah berlangsung lama.1 (enurut $). Heinroth yang dimaksud dengan gangguan psikosomatik ialah adanya gangguan psikis dan somatik yang menonjol dan tumpang tindih. *erdasarkan pengertian dan kenyataan diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan gangguan psikosomatik adalah gangguan atau penyakit yang ditandai oleh keluhan keluhan psikis dan somatik yang dapat merupakan kelainan "ungsional suatu organ dengan ataupun tanpa gejala objekti" dan dapat pula bersamaan dengan kelainan organik/ struktural yang berkaitan dengan stressor atau peristiwa psikososial tertentu.1 &angguan "ungsional yang ditemukan bersamaan dengan gangguan struktural organis dapat berhubungan sebagai berikut+ &angguan "ungsional yang lama dapat menyebabkan atau mempengaruhi timbulnya gangguan struktural seperti asma bronchial! hipertensi! penyakit jantung koroner! arthritis rheumatoid dan lain lain &angguan atau kelainan struktural dapat menyebabkan gangguan psikis dan menimbulkan gejala gejala gangguan "ungsional seperti pada pasien penyakit jantung! penyakit kanker! gagal ginjal dan lain lain. gangguan "ungsional dan struktural organik berada bersamaan oleh sebab yang berbeda.1 Dalam kenyataannya! di klinik jarang sekali "aktor psikis/emosi seperti "rustasi! kon"lik! ketegangan dan sebagainya dikemukakan sebagai keluhan utama oleh pasien. $ustru keluhan ,keluhan "isis yang beraneka ragam yang selalu ditonjolkan oleh pasien. Keluhan keluhan yang dirasakan pasien umumnya terletak di bidang penyakit dalam seperti keluhan sitem kardio-askuler! sistem pernapasan! saluran cerna! saluran urogenital! dan sebagainya.

Nur Atika Syarif

C 111 09 310

FK Unhas

Keluhan keluhan

tersebut

adalah

mani"estasi

adanya

ketidakseimbangan sistem sara" otonom -egetati"! seperti sakit kepala! pusing! serasa mabuk! cenderung untuk pingsan! banyak keringat! jantung berdebar debar! sesak napas! gangguan pada lambung! dan usus! diare! anoreksia! kaki dan tangan dingin! kesemutan! merasa panas atau dingin seluruh tubuh dan banyak lagi gejala lainnya.1 III. PATOMEKANISME /ato"isiologi timbulnya kelainan "isis yang berhubungan dengan gangguan psikis/emosi belum seluruhnya dapat diterangkan namun sudah terdapat banyak bukti dari hasil penelitian para ahli yang dapat dijadikan pegangan. &angguan psikis/kon"lik emosi yang menimbulkan gangguan psikosomatik ternyata diikuti oleh perubahan perubahan "isiologis dan biokimia pada tubuh seseorang. /erubahan "isiologi ini berkaitan erat dengan adanya gangguan pada sistem sara" autonom -egetati"! sistem endokrin dan sistem imun.1 /ato"isiologi gangguan psikosomatik dapat diterangkan melalui beberapa teori sebagai berikut+ a. &angguan Keseimbangan 0ara" 'utonom 1egetati" /ada keadaan ini kon"lik emosi yang timbul diteruskan melalui korteks serebri ke sistem limbik kemudian hipotalamus dan akhirnya ke sistem sara" autonom -egetati". &ejala klinis yang timbul dapat berupa hipertoni parasimpatik! ataksi -egetati" yaitu bila koordinasi antara simpatik dan parasimpatik sudah tidak ada lagi dan am"otoni bila gejala hipertoni simpatik dan parasimpatik terjadi silih berganti.1 b. &angguan Konduksi 2mpuls (elalui 3eurotransmitter &angguan konduksi ini disebabkan adanya kelebihan atau kekurangan neurotransmitter di presinaps atau adanya gangguan sensiti-itas pada reseptor reseptor postsinaps. *eberapa neurotransmitter yang telah diketahui berupa amin biogenik antara lain noradrenalin! dopamine! dan serotonin.1

Nur Atika Syarif

C 111 09 310

FK Unhas

c. Hiperalgesia 'lat 1iseral (eyer dan &ebhart (155%) mengemukakan konsep dasar terjadinya gangguan "ungsional pada organ -isceral yaitu adanya visceral hyperalgesia. Keadaan ini mengakibatkan respon re"le6 yang berlebihan pada beberapa bagian alat -isceral tadi. Konsep ini telah dibuktikan pada kasus kasus non-cardiac chest pain, non-ulcer dyspepsia dan irritable bowel syndrome.1 d. &angguan 0istem 7ndokrin/Hormonal /erubahan perubahan "isiologi tubuh yang disebabkan adanya stress dapat terjadi akibat gangguan sistem hormonal. /erubahan tersebut terjadi melalui hypothalamic-pitutary-adrenal axis (jalur hipotalamus pituitari adrenal). Hormone yang berperan pada jalur ini antara lain+ hormon pertumbuhan (growth hormone)! prolactin! ACTH! katekolamin.1 e. /erubahan dalam 0istem 2mun /erubahan tingkah laku dan stress selain dapat mengakti"kan sistem endokrin melalui hypothalamus-pituitary axis (HPA) juga dapat mempengaruhi imunitas seseorang sehingga mempermudah timbulnya n"eksi dan penyakit neoplastik. 8ungsi imun menjadi terganggu karena sel sel imunitas merupakan immunotransmitter mengalami berbagai perubahan. 1 8aktor "aktor yang dapat mempengaruhi imunitas adalah sebagai berikut+ Kualitas dan kuantitas stress yang timbul Kamampuan indi-idu dalam mengatasi suatu stress secara e"ekti" Kualitas dan kuantitas rangsang imunitas 9amanya stress 9atar belakang lingkungan sosio kultural pasien 8aktor pasien sendiri (umur! jenis kelamin! status gi:i)1

Nur Atika Syarif

C 111 09 310

FK Unhas

I#.

IAGNOSIS (enegakkan diagnosis pasien dengan gangguan psikosomatik tidak berbeda dengan menegakkan diagnosis penyakit lain pada umumnya yaitu dengan cara anamnesis! pemeriksaan "isis dan pemeriksaan laboratorium atau pemeriksaan penunjang lain yang diperlukan. /ada umumnya pasien dengan gangguan psikosomatik datang ke dokter dengan keluhan somatiknya. $arang sekali keluhan psikis atau kon"liknya dikeluhkan secara spontan. Keluhan psikis yang menjadi stressornya baru akan muncul setelah dilakukan anamnesis yang baik dan mendalam. Keluhan somatisnya sangat beraneka ragam dan sering berpindah pindah dari satu sistem organ ke organ lain.1 &angguan psikosomatik pada orang yang tidak stabil! dapat disebabkan bukan saja oleh stress yang luar biasa! tetapi juga oleh kejadian kejadian dan keadaan sehari hari! umpamanya rumah tangga yang sibuk! terlalu banyak orang di dalam satu rumah! suami atau isteri yang tidak dapat menyesuaikan diri atau tidak mengindahkan keinginan satu sama lain.. ;ntuk itu! penting ditanyakan beberapa pertanyaan berikut dalam proses anamnesis+ 8aktor sosial dan ekonomi+ kepuasan dalam pekerjaan< kesukaran ekonomi< pekerjaan yang tidak tentu< hubungan dengan keluarga dan orang lain< minatnya< pekerjaan yang terburu buru< kurang terbiasa 8aktor perkawinan+ perselisihan! perceraian! dan kekecewaan dalam hubungan se6ual< anak anak yang nakal dan menyusahkan. 8aktor kesehatan+ penyakit penyakit yang menahun< pernah masuk rumah sakit< pernah dioperasi< adiksi terhadap obat obatan! tembakau! dan lain lain 8aktor psikologik+ stress psikologik< keadaan jiwa waktu operasi< status dalam keluarga.. ;ntuk menentukan gangguan "ungsional! maka anmnesa penting sekali. *ila kita sudah menentukan bahwa penderita itu mempunyai

Nur Atika Syarif

C 111 09 310

FK Unhas

gangguan "ungsional! maka selanjutnya kita harus menetapkan apakah sebabnya itu gangguan psikogenik atau non psikogenik. 'pabila kita sudah menduga bahwa hal itu merupakan gangguan psikogenik! sebaiknya harus dicari juga korelasi antara gejala gejala dan stress psikologik.. ewis psikomatik+ 1. &ejala gejala yang didapat mempunyai permulaan! akibat! mani"estasi dan jalannya yang sangat mencurigakan akan adanya gangguan psikosomatik .. Dengan pemeriksaan "isis dan laboratorium tidak didapati penyakit organik yang dapat menyebabkan gejala gejala (atau sebagian gejal gejala) 4. 'danya suatu stress atau kon"lik yang menyukarkan penderita %. >eaksi penderita terhadap stress ini banyak hubungannya dengan gejala gejala yang dikeluhkannya! yaitubahwa gejala gejala itu secara psikosomatik merupakan mani"estasi badaniah dari kon"lik atau penyelesaian masalah yang tidak memuaskan =. ?erjadinya stress itu harus mempunyai korelasi antara waktu dan timbulnya keluhan! bertambah beratnya atau/dan menahunnya penyakit yang ada.. ?idak semua kriteria harus ada! tetapi apabila terdapat beberapa kriteria yang sesuai sudah merupakan indikasi kea rah gangguan psikosomatik.1 #. $ENIS GANGGUAN PSIKOSOMATIK ;ntuk klasi"ikasi jenis gangguan psikosomatik! maka jenis gangguan dibagi menurut organ yang paling sering terkena! yaitu gangguan gastrointestinal! onkologi. gangguan kardio-askular! gangguan pernapasan! gangguan endokrin! gangguan kulit! gangguan muskuloskeletal! psiko memberikan beberapa kriteria untuk diagnosa gangguan

Nur Atika Syarif

C 111 09 310

FK Unhas

a. Gan%%uan Gastr&int'stina( 1. Dispepsia 8ungsional (erupakan perasaan tidak enak dan sakit pada daerah epigastrium! sering disebabkan karena kelainan "ungsi lambung+ sekresi asam lambung yang berlebihan! motilitas dan tonus yang meninggi pada otot otot dinding lambung.. egarde dan !piro (15A%) mengatakan bahwa keluhan tidak enak pada perut bagian atas yang bersi"at intermitten sedangkan pada pemeriksaan tidak didapatkan kelainan organis. &ejala gejala yang sering dikeluhkan pasien berupa rasa penuh pada ulu hati sesudah makan! kembung! sering bersendawa! cepat kenyang! anoreksia! nausea! -omitus! rasa terbakar pada daerah ulu hati dan regurgitasi.4 /eran "aktor psikososial pada dispepsia "ungsional sangat penting karena dapat menyebabkan hal hal di bawah ini+ (enimbulkan perubahan "isiologi saluran cerna /erubahan penyesuaian terhadap gejala gejala yang timbul (empengaruhi karakter dan perjalanan penyakitnya (empengaruhi prognosis >angsangan psikis/emosi sendiri secara "isiologi dapat mempengaruhi lambung dengan dua cara+ $alur 3eurogen+ rangsangan kon"lik emosi pada korteks serebri mempengaruhi kerja hipotalamus anterior dan selanjutnya ke nucleus -agus! dan kemudian ke lambung $alur 3eurohormonal+ rangsangan pada korteks serebri diteruskan ke hipotalamus anterior selanjutnya ke hipo"isis anterior yang mengeluarkan kortikotropin. Hormon ini merangsang korteks adrenal dan kemudian menghasilkan hormon adrenal yang selanjutnya merangsang produksi asam lambung.4 /engobatan melalui pendekatan psikosomatis yaitu dengan memperhatikan aspek aspek "isik! psikososial! dan lingkungan.

Nur Atika Syarif

C 111 09 310

FK Unhas

?erhadap keluhan keluhan dispepsia dapat diberikan pengobatan simptomatis seperti antasida! obat obat H. antagonis seperti )imetidin! ranitidine. Obat inhibitor pompa proton seperti omepra:ole! lansopra:ole. Cang tidak kalah pentingnya ialah melakukan psikoterapi dengan beberapa edukasi dan saran agar dapat mengatasi atau mengurangi stress dan kon"lik psikososial.4 .. Konstipasi /sikogenik *uang air besar biasanya terjadi setelah timbul rangsangan di hipotalamus yang diteruskan ke kolon dan s"ingter ani melalui susunan sara" autonom. /ada waktu tertentu kemungkinan rangsangan tersebut tidak timbul. Hal ini dapat terjadi pada seseorang yang sedang murung! kecewa! putus asa! dan gangguan jiwa lain. /asien sering mempunyai keluhan tidak dapat atau mengalami kesulitan buang air besar. 'kibat kelainan tersebut! rangsangan di hipotalamus ikut menurun sampai tidak ada! sehingga rangsangan di usus besar pun sangat berkurang. *ila berlangsung terus menerus akan terjadi atoni kolon dan konstipasi kronik yang selanjutnya disebut konstipasi psikogenik. % /engelolaan pasien konstipasi psikogenik lebih menitikberatkan pada psikoterapi. /erlu pendekatan psikomatik dengan memperdulikan "aktor "aktor psikis sebagai penyebabnya. % 4. Diare /sikogenik 0eseorang yang sedang mengalami ketegangan jiwa! sedang emosi! atau sedang dalam keadaan stress ! hidupnya tidak teratur. Keadaan demikian akan menyebabkan terangsangnya hipotalamus terus menerus secara tidak teratur. >angsangan di hipotalamus ini akan diteruskan ke susunan sara" autonom. 0usunan sara" yang berulang kali terangsang ini akan menyebabkan timbulnya hiperperistaltik kolon! sehingga bolus makanan terlalu cepat dikeluarkan karena hiperperistaltik tersebut! reabsorpsi air di kolon

Nur Atika Syarif

C 111 09 310

FK Unhas

terganggu! dan timbullah diare. *ila terjadi berulang kali! timbul diare kronik. Keadaan demikian disebut diare psikogenik kronik. % 0i"at diare psikogenik pada umumnya memperlihatkan sering buang air besar yang bersi"at lembek! hampir tidak pernah bersi"at cair! jarang disertai lender dan darah! dan tidak pernah disertai demam. Diare yang timbul biasanya berlangsung beberapa hari! selama masih ada gangguan psikis. % %. Obesitas /ada obesitas yang hebat sering didapati "aktor psikologik. ?idak dapat diterangkan secara memuaskan dengan teori+ e"isiensi otot otot yang tinggi! Drespiratory "uotientE yang rendah! Dspeci#ic dynamic actionE dari makanan atau penyimpanan yang abnormal oleh orang gemuk itu. . 8aktor psikologik! mulai dari ketegangan yang ringan smapai dengan suatu nerosa yang hebat dapat menyebabkan makan berlebihan. Kadang kadang orang yang merasa tidak bahagia mencari kesenangan dalam makanan. (ungkin bila ia mengalami banyak kekecewaan dalam pekerjaan atau kehidupan seksual! makanan bukan saja daoat merupakan pembelaan atau hiburan! tetapi juga dapat merupakan substitusi. . /engobatan ialah meyakinkan penderita bahwa berat badan itu perlu diturunkan! mengatur tabiat makanan! diet yang pantas! dan psikoterapi bila terdapat kon"lik< dapat juga diberikan obat obat untuk menekan na"su makan beserta -itamin supaya tidak kekurangan bila makan berkurang. . ). Gan%%uan Kar*i&+asku(ar 1. Hipertensi Hipertensi oleh banyak peneliti dianggap sebagai suatu penyakit yang multi"aktorial. 0elain "aktor psikis yang menstimulasi e"ek simpatikotonik! pengaruh lingkungan sekitar

Nur Atika Syarif

C 111 09 310

FK Unhas

dan sosio kultural juga ikut berperan. 8aktor "aktor psikis stuasional yang menyebabkan kenaikan tekanan darah! merupakan model outlet yang aman sebagai reaksi normal "isiologis. = (enurut &roen! mekanisme utama perkembanghan menjadi hipertensi yaitu perubahan suatu reaksi "isiologis yang dihubungkan dengan behavior readiness, oleh suatu reaksi neuro-iseral< sebagai ganti akti-itas neuromuscular yang kuat dan -olume semenit jantung yang meningkat! serta resistensi pembuluh darah yang meningkat pula.= Karena si"at etiologi yang multi"aktorial! kebanyakan pasien membutuhkan terapi kombinasi. ?erapi dengan obat seringkali perlu diberikan! namun e"ek samping harus diperhatikan. >eserpine! misalnya! juga mempunyai e"ek samping depresi". 9atihan autogen (autogenic training) sebagai latihan rileks pada hakikatnya sangat baik! namun seringkali menambah rasa takut dan kegelisahan! karena akti-itas de#ense yang menutup nutupi rasa takut dihilangka! sehingga kon"lik internal malah dialami lebih jelas. = .. &angguan 2rama $antung (ekanisme regulasi jantung mudah bereaksi terhadap rangsangan pikis dan penilaiannya dalam hal khayalan dan pengalaman merupakan "aktor "aktor yang menentukan dalam terjadinya penyakit. 8aktor "aktor emosional dapat bekerja dengan 4 cara+ a. '"ek seperti rasa takut! sedih! gembira atau ketegangan jiwa mempengaruhi "ungsi somatik secara tidak khas.emosi agresi" mempercepat "rekuensi jantung. /engalaman depresi" menekan dan memperlambatnya. b. *ila dalam keadaan normal! jantung berdenyut teratur! maka persepsi gangguan irama dapat menimbulkan kecemasan atau ketidakseimbangan -egetati".=

1F

Nur Atika Syarif

C 111 09 310

FK Unhas

8aktor "aktor psikis berpengaruh pada timbulnya gangguan "rekuensi denyut dan disaritmia jantung. /ada gangguan "rekuensi jantung! pengaruh "isis! toksik! in"eksi dan degenerasi! juga "aktor piskis.= 'ritmia psikogenik tanpa adanya gangguan struktural pada umumnya tidak akan menyebabkan kematian! namun dapat memberikan impilkasi yang buruk terhadap kondisi ppsikis pasien. (aka psikoterapi suporti" dan pemberian ansiolitik dapat mencegah perburukan kondisi psikis dan menghilangkan ritma.= ,. Gan%%uan P'rna-asan 1. 0indrom Hiper-entilasi 0indrom hiper-entilasi dide"inisikan sebagai suatu keadaan -entilasi berlebihan yang menyebabkan perubahan hemodinamik dan kimia sehingga menimbulkan berbagai gejala. (ekanisme yang mendasari hingga terjadi sindrom hiper-entilasi belim jelas diketahui.@ (enurut 'rautigam (15B4) secara psikologis penyebab yang mencetuskan penyakit ini ialah perubahan pernapasan! yang ia namakan Dsindrom pernapasan ner-ousE yang biasanya disebabkan oleh "aktor emosional/stress psikis. ?erapat . jenis pernapasan yang dapat ditemukan! yaitu+ @ a. /ernapasan yang tidak teratur yang dianggap sebagai pengutaraan rasa takut yang khas. b. /ernapasan yang dangkal yang diselingi dengan penarikan napas dalam sebagai pengutaraan situasi pribadi yang bersi"at keletihan dan pasrah! yaitu pertanda tujuan tidak dapat dicapai kendati sudah diusahakan. &ejala klinis yang dapat ditemukan pada pasien adalah napas sesak! napas pendek! dada tertekan! nyeri pada epigastrium! pusing! sakit kepala!mulut dan tenggorokan kering! dis"agi! dan rasa penuh

11

Nur Atika Syarif

C 111 09 310

FK Unhas

pada lambung.penyebab paling sering untuk hiper-entilasi ialah emosi rasa takut dan kegelisahan. @ ?erapi untuk pasien dengan sindrom hiper-entilasi+ a. /asien disuruh bernapas (inspirasi dan ekspirasi) ke dalam sungkup kantong plastic bila didapatkan tanda alkalosis agar /)O. dalam darah naik. b. 0untikkan 1F cc larutan kalsium glukonas 1FG intra-ena mempunyai e"ek placebo. /asien merasa hangat dan enak! tetapi kadar ion kalsium tidak akan naik. c. *elajar bernapas torako abdominal dengan menggerakkan dia"ragma. d. /sikoterapi+ membantu menyelesaikan problem problem emosional pada pasien! termasuk melakukan terapi pelaku (Cogntive $ehavioral Teraphy) e. Karena hiper-entilasi sering merupakan bagian dari serangan panic (panic disorder)! maka pemberian obat yang tepat adalah golongan ben:odi:epin atau golongan 00>2 (!elective !erotonin %eupta&e 'nhibitor) .. 'sma *ronkial 'sma merupakan suatu gangguan karena hiperakti-itas yang diikuti bronkokontriksi yang re-ersible serta adanya reaksi in"lamasi kronik serta kerusakan epitel. Dalam perkembangannya! pathogenesis asam dipengaruhi oleh 4 "aktor! yaitu "aktor genetik ! permusuhan! kejengkel(atopi dan hiperakti-itas bronkus pada keluarga)! "aktor lingkungan! allergen seperti debu rumah! serbuk sari bunga! -irus dan bakteri! polusi udara< "aktor indi-idu! adanya stressor dan kemampuan untuk mengatasi asma.B *eberapa keadaan yang merupakan stressor psikososial! sebagai berikut+

1.

Nur Atika Syarif

C 111 09 310

FK Unhas

/engalaman luar biasa+ permulaan masuk sekolah! ujian! pertama masuk kerja! menderita penyakit! berpisah dengan orang tua! dll Kejadian kejadian traumatic+ perkelahian/pertentangan dengan orang tua! permusuhan! kejengkelan dalam kerja. /engalaman yang menyedihkan+ kematian orang tua! atau anak! kehilangan harta benda! dan musibah lainnyaB ?erhadap gejala asma secara "isik diberikan pengobatan standar yang sudah baku sesuai dengan tingkat beratnya penyakit (bronkodilator! bersamaan kortikosteroid). 0edangkan dan untuk gangguan serta psikosomatik seperti adanya an6ietas dilakukan psikoterapi atau depresi secara psikoedukasi

psiok"armaka yang sesuai. /ada gangguan an6ietas yang menyertai atau mencetuskan asma dapat diberikan golongan ben:odia:epine seperti alpra:olam! kloba:am. *ila dijumpai adanya presi! maka dapat diberikan antidepresan yang aman misalnya golongan 0>2 seperti sertraline! "luoksetin.B )ara pengobatan psikosomatik yang khusus pada asma memang belum ada standar! namun pada umumnya pengobatan meliputi psikoterapi super"isial! edukasi! instruksi. /sikoterapi indi-idual dan psikoterapi kelompok. (ereka diberikan edukasi mengenai perjalanan penyakit asma! mekanisme timbul! "aktor resiko! pengobatan dan pencegahan. /sikoterapi ini diberikan untuk meningkatkan daya adaptasi dan kemampuan untuk menyelesaikan atau menghilangkan stressor psikososial yang dialami pasien..!B 2nstruksi tentang penatalaksanaan mandiri dengan monitoring /78> (Pea& (xpiratory )low %ate) di rumah. Autogrnic training yaitu latihan untuk dapat bersantai dengan memahami bahwa "aktor psikis dapat menimbulkan reaksi bronkospasme.

14

Nur Atika Syarif

C 111 09 310

FK Unhas

)ara sugesti" yaitu mengalihkan atau mencurahkan perhatian diri sendiri kepada hal hal yang berman"aat. /sikoterapi analisis yang sederhana.B *. Gan%%uan En*&krin 1. Kelainan ?iroid /asien tirotoksikosis umumnya datang dengan keluhan yang dianggap bersi"at psiksi belaka. (isalnya rasa cemas! mudah marah! paranoid! rasa seperti leher tercekik atau terikat! rasa takut tanpa sebab yang jelas! insomnia dengan mimpi buruk! dan gugup. Keluhan ini sering diikuti dengan hiperakti-itas sara" otonom seperti keringat banyak! mulut kering! pupil lebar! kulit pucat! nadi cepat! dan sebagainya.A /engobatan ialah usaha untuk mengendalikan metabolism dengan obat obat dan bila perlu dioperasi. ?ransHuilai:er dapat sangat membantu. /sikoterapi perlu! terutama pada penderita dengan kon"lik yang mendalam dan yang tidak dapat menyesuaikan diri.. .. Diabetes (elitus Diabetes (elitus adalah suatu kelompok penyakit meabolik yang ditandai dengan adanya de"ek pada sekresi insulin! kerja insulin! atau keduanya. Hipetglikemia kronik pada pasien diabetes berhubungan dengan kerusakan jangka panjang! dis"ungsi atau kegagalan berbagai organ seperti mata! ginjal! sara"! jantung! dan pembuluh darah serta mempengaruhi kondisi psikis. &angguan psikis yang biasa terjadi pada penderita diabetes mellitus adalah depresi. 5 Depresi terjadi akibat "aktor psikologis dan psikososial yang berhubungan dengan penyakit atau terapinya. Depresi pada diabetes terjadi akibat meningkatnya tekanan pasien yang dialami

1%

Nur Atika Syarif

C 111 09 310

FK Unhas

dari penyakitnya yang kronik. Hubungan ketidakmampuan adaptasi dengan gejala depresi ditentukan oleh beberapa "aktor! yaitu+5 a. /andangan terhadap penyakit yang diderita. b. Dukungan sosial yang kurang baik c. Coping strategy! mencegah pikiran untuk lari dari kenyataan dan adaptasi psikologis menjadi lebih baik sehingga mengurangi kemungkinan gejala depresi. /engobatan depresi dan diabetes dilakukan bersama sama dengan psikoterapi! psikoedukasi! psiko"armaka secara serentak. Cognitive $ehavioral Theraphy ()*?) sangat berman"aat diberikan pada pasien depresi dengan diabetes mellitus dan dikombinasikan dengan edukasi diabetes. ?eknik )*? tersebut adalah+5 a. (erubah perilaku dengan mengembalikan aktu-itas "isik dan kehidupan sosial yang menyenangkan pasien. b. ;paya pemecahan masalah atau stress yang dihadapi. c. ?eknik kogniti" dengan mengidenti"ikasi adanya maldaptasi dan menggantinya dengan pandangan yang akurat! adapti" dan akurat. *eberapa golongan obat antidepresan yang biasa diberikan untuk penderita diabetes melitus adalah golongan 00>2 ( !elective !erotonin %eupta&e 'nhibitor) dapat mengurangi resistensi insulin sehingga gula darah dapat lebih terkontrol. *eberapa golongan obat 00>2 seperti "luoksetin memiliki e"ek menurunkan berat badan sehingga baik diberikan pada penderita diabetes yang gemuk. 7"ek samping yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan terjadinya hipoglikemia! dis"ungsi seksual dan pasien yang disertai gangguan ginjal.5

1=

Nur Atika Syarif

C 111 09 310

FK Unhas

'. Gan%%uan Musku(&sk'('ta( 'rthritis rheumatoid adalah penyakit in"lamasi kronik dengan pathogenesis autoimun dan etiologi yang multikompleks. *erbagai "aktor yang dapat berperan penting seperti immunogenetik! kelamin! umur dan stress. Hubungan stress dengan '> masih belum jelas! meskipun pada berbagai penelitian terdapat perkembangan bahwa "aktor stressor lingkungan! psikologis! dan biologis menjadi "aktor predisposisi.1F 0ebelum timbulnya penyakit '>! pasien menunjukkan ciri ciri psikodinaik dan kepribadian yang khas! yaitu+ Ketelitian yang berlebihan! per"eksionisme! kepatuhan! dengan kecenderungan menekan semua dorongan agresi dan permusuhan. )iri mesokistis depresi" dengan tendensi pengorbanan diri! si"at menolong yang berlebihan! bermoral tinggi dan cenderung depresi". Kebutuhan akti-itas badaniah seperti olahraga! kerja di rumah dan berkebun sebagai penyaluran agresi..!1F Kepribadian! stressor psikologis! ancaman terserang '>! kemampuan menanggulangi nyeri dan menanggulagi ketidakmampuan serta dukungan sosial telah terbukti berhubungan dengan derajat nyeri! disabilitas dn akti-itas penyakit '>. 8aktor psikososial seperti stress psikologis! penyesuaian! depresi! keyakinan dalam kemampuan menanggulangi penyakit dan dukungan sosial berperan pada keadaan sakit dengan mempengaruhi pelepasan hormone stress! yang selanjutnya berpengaruh pada mekanisme dalam tubuh termasuk kerentanan dan kekambuhan penyakit '>.1F f. Gan%%uan Ur&(&%i 'rritable bladder! yang bukan disebabkan oleh kelainan organik terutama pada wanita hingga klimakterium! jarang pada pria. 0ecara psiko"isiologis yang mendasari terjadinya irritable bladder ialah sensibilitas "ungsi kandung kemih yang berlebihan atau ambang

1@

Nur Atika Syarif

C 111 09 310

FK Unhas

rangsang yang rendah yang bersi"at psiko-egetati"! yang dapat ditemukan dengan pengukuran tegangan intra-esikal. Dengan demikian perubahan perubahan pengisian kandung kemih yang berlebihan. 0ecara psikodinamik hal ini dapat terjadi pada situasi kon"lik seksual! rasa malu dan takut pada percobaan koitus! rasa segan terhadap pasangan.11 *eberapa contoh lain gangguan psikosomatik saluran kemih+ 8obia mengenai buang air kecil yang tak diinginkan /olakisuria tanpa ada kelainan organ >etensio urin tidak organik yang sepintas lalu atau residi-ans *ercampur aduknya "ungsi berkemih dengan "ungsi seksual11 #I. PENATA"AKSANAAN Di 'merika 0erikat 1/4 penderita yang datang berobat pada dokter umum tidak mempunyai gangguan organik! 1/4 yang lain mempunyai gangguan organik tetapi keluhannya berlebihan.. Dengan kesabaran dan simpati banyak penderita dengan gangguan psikosomatik dapat ditolong. Kita dapat menerangkan kepada penderita tidak dapat sesuatu dalam tubuhnya yang rusak atau yang kurang! tidak terdapat in"eksi dan kanker! hanya anggota tubuhnya bekerja tidak teratur. ;ntuk menerangkan bagaimana emosi dapat mengganggu tubuh dapat diambil contoh sehari hari seperti orang yang malu mukanya akan menjadi merah! orang yang takut menjadi bergemetar dan pucat. Dapat dipakai perumpamaan menurut pendidikan dan pengetahuan penderita.. 0etelah dibuat diagnosis gangguan psikosomatis! terdapat 4 "ase terapi yaitu+ . Fas' 1 + ialah "ase pemeriksaan dan pemberian ketenangan! penderita dan dokter bersama sama berusaha dan saling membantu melalui anamnesis yang baik! pemeriksaan "isik yang teliti dan tes laboratorium bila perlu. Diusahakan membuktikan bahwa tidak terdapat penyakit organik dan dijelaskan kepada penderita tentang mekanisme "isiologik serta keterangan

1B

Nur Atika Syarif

C 111 09 310

FK Unhas

tentang gejala gejala. *erikan kesempatan kepada penderita untuk bertanya. Fas' . + merupakan "ase pendidikan! "ase ini dokter lebih banyak bicara. ;ntuk I I I I I I I I I I memberi keterangan tentang keluhan! meyakinkan serta menenangkan pasien! dapat dikatakan antara lain + *ahwa gejala gejalanya benar ada! dapat dimengerti kalau ia mengeluh dan menderita *ahwa gejala gejalanya sering terdapat juga pada orang lain yang sudah kita obati *ahwa tidak ada kanker atau penyakit berbahaya lain *ahwa gejala gejala itu timbul karena ketegangan sehari hari dan gangguan emosional *ahwa gejala itu tidak akan segera hilang! diperlukan beberapa waktu! tetapi akan hilang atau kecemasan *ahwa kelelahan "isik atau jiwa dapat mengurangi daya tahan tubuh sehingga timbul gejala *ahwa kita apabila terlalu terburu buru akan timbul ketegangan jiwa *ahwa tubuh kita bereaksi terhadap ketegangan yang terlalu berat. 0ering gejala merupakan pekerjaan alat tubuh yang bekerja berlebihan *ahwa ini akan lebih baik bila pasien mengerti akan penyebab gejala. berkurang bila diobati dengan baik *ahwa kita semua mengalami ketegangan! kekecewaan! godaan dan

Fas' 3 + ialah "ase keinsa"an intelektual dan emosional. /ada "ase ini pasien yang lebih banyak bicara. ?erjadi pengakuan! katarsis dan wawancara psikiatrik. Hal ini harus berjalan sangat pribadi! rahasia! tanpa sering terganggu dan dalam suasana penuh kepercayaaan dan pengertian. Dokter menjelaskan saja agar pembicaraan berjalan dengan baik! tidak terlalu menyimpang dari pokok pembicaraan. ?erdapat 4 golongan senyawa psiko"armaka. 1. Obat tidur (hipnotik) Diberikan dalam jangka waktu pendek . % minggu. Obat yang dianjurkan adalah senyawa ben:odia:epine berkhasiat pendek seperti 1A

Nur Atika Syarif

C 111 09 310

FK Unhas

nitra:epam! "lura:epam! dan tria:olam. /ada insomnia dengan kegelisahan dapat diberikan senyawa "enotia:in seperti tiorida:in! prometa:in..!1. .. Obat penenang minor dan mayor Obat penenang minor Dia:epam merupakan obat yang e"ekti" yang dapat digunakan pada an6ietas!agitasi! spasme otot! delirium! epilepsi. *en:odia:epine hanya diberikan pada an6ietas hebat maksimal . bulan sebelum dicoba dihentikan secara perlahan (tapering o##) untuk menghindari toleransi dan adiksi..!1. Obat penenang mayor Cang paling sering digunakan adalah senyawa "enotia:in dan butiro"enon seperti clorproma:in! tiorida:in dan haloperidol. Diberikan hanya pada kasus gejala agitasi ! kegelisahan yang berlebihan! agresi dan kegaduhan..!1. 4. 'ntidepresan Cang biasa digunakan adalah senyawa trisiklik dan tetrasiklik seperti amitriptilin! imipramin! mianserin dan maprotilin yang dimulai dengan dosis kecil yang kemudian ditingkatkan. 0aat ini! golongan trisiklik sudah jarang digunakan karena e"ek samping yang banyak akibat kerja anti kolinergiknya. 'ntidepresan baru dengan e"ek samping yang minimal adalah golongan+ 00>2 (!elective !erotonin %eupta&e 'nhibitor)+ sertalin! paroksetin! "luoksetin! "lu-oksamin 00>7 (!elective !erotonin %eupta&e (nhancer)+ ?ianeptin 03>2 (!erotonin *or (pinephrin %eupta&e 'nhibitor)+ 1enla"aksin >2(' (%eversible 'nhibitory +onoamine ,xidose type A)+ (oklobemid 3a00' (*or-adrenalin ang !erotonin Anti -epressant)+ (itra:apin 'tipik+ ?ra:odon! 3e"a:odon1.

15

Nur Atika Syarif

C 111 09 310

FK Unhas

#II.

KESIMPU"AN &angguan psikosomatik merupakan gangguan yang melibatkan antara pikiran dan tubuh. Hal ini berarti bahwa adanya "aktor psikologis yang mempengaruhi kondisi medis. Komponen emosional memainkan peranan penting pada gangguan psikosomatik. (ani"estasi penyakit "isik juga sering diturunkan dan kepribadian seseorang. &angguan psikosomatik dapat rnelibatkan berbagai sistem organ di dalam tubuh sehingga memerlukan penanganan secara terintegrasi dari ahli medis dan ahli psikiatri. /engobatan gangguan psikosomatik dari sudut pandang psikiatrik adalah tugas yang sulit. ?ujuan terapi haruslah mengerti moti-asi dan mekanisme gangguan "ungsi dan untuk membantu pasien mengerti si"at penyakitnya. ?ilikan tersebut harus menghasilkan pola perilaku yang berubah dan lebih sehat.

.F

Nur Atika Syarif

C 111 09 310

FK Unhas

AFTA/ PUSTAKA
1. (udjaddid! 7. 0hatri! Ham:ah. &angguan /sikosomatik+ &ambaran ;mum dan /ato"isiologinya. Dalam $u&u A.ar 'lmu Penya&it -alam .ilid '' )/ 0' . $akarta+ /usat /enerbitan 8K;2. .FF@. pA5@ A .. (aramis! #.8. &angguan /sikosomatik. Dalam Catatan 'lmu /edo&teran 1iwa. 0urabaya+ 'irlangga ;ni-ersity /ress. p445 B. 4. 7l-ira! 0yl-ia D.! Hadisukanto! &itayanti. 8aktor /sikologik Cang (empengaruhi Kondisi (edis (d/h &angguan /sikosomatik). Dalam $u&u A.ar Psi&iatri. $akarta+ *adan /enerbit 8akultas Kedokteran ;ni-ersitas 2ndonesia..F1F.p.AB 54 %. (udjaddid! 7. Dispepsia 8ungsional. Dalam $u&u A.ar 'lmu Penya&it -alam .ilid '' )/ 0'. $akarta+ /usat /enerbitan 8K;2. .FF@. p5F@ =. Hadi! 0ujeno. /sikosomatik /ada 0aluran )erna *agian *awah. Dalam $u&u A.ar 'lmu Penya&it -alam .ilid '' )/ 0' . $akarta+ /usat /enerbitan 8K;2. .FF@. p5FB 5 @. Halim! 0. *udi! dkk. 'spek /sikosomatik Hipertensi. Dalam $u&u A.ar 'lmu Penya&it -alam .ilid '' )/ 0'. $akarta+ /usat /enerbitan 8K;2. .FF@. p514 % B. /utranto! >udi. (udjaddid! 7. shatri! Ham:ah. 0indrom Hiper-entilasi. Dalam $u&u A.ar 'lmu Penya&it -alam .ilid '' )/ 0'. $akarta+ /usat /enerbitan 8K;2. .FF@. p5.F 1 A. (udjaddid! 7. 'spek /sikosomatik pada 'sma *rokhial. Dalam $u&u A.ar 'lmu Penya&it -alam .ilid '' )/ 0'. $akarta+ /usat /enerbitan 8K;2. .FF@. p5.. 4 5. Djokomoeljanto! >. /sikosomatik /ada Kelainan ?irod. Dalam $u&u A.ar 'lmu Penya&it -alam .ilid '' )/ 0'. $akarta+ /usat /enerbitan 8K;2. .FF@. p54B A 1F. (udjaddid! 7. /utranto! >udi. 'spek /ikosomatik /asien Diabetes (elitus. Dalam $u&u A.ar 'lmu Penya&it -alam .ilid '' )/ 0'. $akarta+ /usat /enerbitan 8K;2. .FF@. p545 %F

.1

Nur Atika Syarif

C 111 09 310

FK Unhas

11. 0ukatman! D. *udihalim! 0. /utranto! >udi. &angguan /sikosomatik /ada /enyakit >eumatik dan 0istem (uskuloskeletal. Dalam $u&u A.ar 'lmu Penya&it -alam .ilid '' )/ 0'. $akarta+ /usat /enerbitan 8K;2. .FF@. p5.% = 1.. *udihalim! 0. 0ukatman! D. (udjaddid! 7. &angguan /sikosomatik 0aluran Kemih. Dalam $u&u A.ar 'lmu Penya&it -alam .ilid '' )/ 0' . $akarta+ /usat /enerbitan 8K;2. .FF@. p5=4 14. (udjaddid! 7. *udihalim! 0. 0ukatman! D. /siko"armaka dan /sikosomatik. Dalam $u&u A.ar 'lmu Penya&it -alam .ilid '' )/ 0'. $akarta+ /usat /enerbitan 8K;2. .FF@. p5F1 .

..