Anda di halaman 1dari 15

PANAS MENDADAK DAN NYERI PINGGANG

STEP 1 Pyuria:kencing nanah, di dalam urin trdpt sel darah putih. Penyebab tersering indikasi ISK Leuksoit >5/LP besar, ex:prostatitis, peradangan saluran kemih Proteinuria: protein dlm urin yg >150 mg/24 jam (dewasa) sdgkn pada anak anak >140 mg/24jam. Proteinuria yg fisiologis naik tp kdg naik lagi <200mg/hari disebabkan krn demam tinggi, latian fisik yg terlalu kuat, gagal ginjal Hematuria: Terdapat sel darah merah di dalam urin Eritrosit dismorfik:perubahan bentuk eritrosit Nyeri ketok costovertebra: dilakukan di VT XII dan proc.transversus, ciri khas pada penderita batu ginjal Nyeri suprapubik:nyeri yg dirasakan di atas pubis, Kemungkinan ada sakit di sekitar vesica urinaria (VU) Kencing sedikit sedikit tp sering: polaksis urin Kencing ga bs ditahan: inkontinensia urin

STEP 2 dan step 7 1. anatomi dan fisiologi tractus urogenital Anatomi ginjal Ginjal terletak dibagian belakang abdomen atas, dibelakang peritonium, didepan dua kosta terakhir dan tiga otot-otot besar (transversus abdominis, kuadratus lumborum dan psoas mayor). Ginjal pada orang dewasa penjangnya sampai 13 cm, lebarnya 6 cm dan berat kedua ginjal kurang dari 1% berat seluruh tubuh atau ginjal beratnya antara 120-150 gram. Bentuknya seperti biji kacang, jumlahnya ada 2 buah yaitu kiri dan kanan, ginjal kiri lebih besar dari ginjal kanan dan pada umumnya ginjal laki-laki lebih panjang dari pada ginjal wanita. Ginjal dipertahankan dalam posisi tersebut oleh bantalan lemak yang tebal. Potongan longitudinal ginjal memperlihatkan dua daerah yang berbeda yaitu korteks dan medulla. Medulla terbagi menjadi baji segitiga yang disebut piramid. Piramid-piramid tersebut dikelilingi oleh bagian korteks dan tersusun dari segmen-segmen tubulus dan duktus pengumpul nefron. Papila atau apeks dari tiap piramid membentuk duktus papilaris bellini yang terbentuk dari kesatuan bagian terminal dari banyak duktus pengumpul (Price,1995 : 773).

Fisiologi o Cairan ada 2 : intrasel dan ekstrasel. o Ginjal berfungsi untuk mengatur homeostasis dan filtrasi. Fungsi ginjal : o Filtrasi dan Reabsorpsi Glomerulus, terjadi filtrasi dari darah. Magnesium, air, urea, natrium, kalium, kalsium, glukosa, asam amino, inulin , garam empedu disaring didalamnya. Sedangkan, protein dan materi seluler tidak ikut tersaring. Protein tidak bisa masuk karena protein dan glomerulus sama2 bermuatan negative. Setelah tersaring menjadi urine primer masuk ke tubulus contortus proksimal, terjadi reabsorpsi sebagian besar air, natrium, kalium, dan sedikit urea. Reabsorpsi sempurna glukosa dan asam amino. Terdapat sekresi kreatinin pars descendent tubulus henle (permeable terhadap air), terjadi reabsorpsi air, tetapi ion2 tidak ikut masuk. Pada pars ascendant tubulus henle (impermeable terhadap air), terutama pada segmen tebal, terjadi reabsorpsi secra transport aktif ion2 atau zat2 terlarut dari urine. Misalnya : natrium dan kalium. Pada segmen ini disebut segmen pengencer urine tubulus contortus distal (impermeable terhadap air) tetapi, dibawah pengaruh ADH membrannya menjadi permeable terhadap air. Fungsi utama dari tubulus contortus distal sama dengan pars ascendant tubulus henle tubulus contortus distal

bagian akhir + tubulus kolektivii dipengaruhi oleh ADH, terjadi reabsorpsi air yang lebih lanjut. Segmen ini disebut segmen pengental urine menjadi urine. Tiga dasar proses pada ginjal Pada saat darah mengalir melalui glomerulus, terjadi filtrasi plasma bebas protein menembus kapiler glomerulus ke dalam kapsula bowman. Proses ini, yang dikenal sebagai filtrasi glomerulus, yang merupakan langkah pertama dalam pembentukan urin. Setiap hari terbentuk rata rata 180 liter filtrat glomerulus ( cairan yang difiltrasi). Dengan menganggap bahwa volume plasma rata rata pada orag dewasa adalah 2,75 liter, hal ini berarti bahwa seluruh volume plasma tersebut di filtrasi sekitar enam puluh lima kali setiap harinya. Apabila semua yang difiltrasi dikeluarkan sebagai urin, volume plasma total akan habis keluar melalui urin hanya dalam waktu setengah jam. Namun hal ini tidak terjadi karena tubulus tubulus ginjal dan kapiler peritubulus berhubungan erat di seluruh panjangnya, sehingga dapat terjadi perpindahan bahan bahan antara cairan di dalam tubulus dan darah di dalam kapiler peritubulus. Pada saat filtrat mengalir melalui tubulus, zat zat yang bermanfaat bagi tubuh dikembalikan ke plasma kapiler peritubulus. Perpindahan bahan bahan yang bersifat selektif dari bagian dalam tubulus kedalam daerah ini sisebut sebagai reabsorbsi tubulus. Zat zat yang direabsorbsi tidak keluar dari tubuh mellaui urin, tetapi diangkut oleh kapiler peritubulus ke sistem vena dan kemudian ke jantung untuk kembali diedarkan. Dari 180 liter plasma yang di filtrasi setiap hari, rata rata 178,5 liter diserap kembali, dengan 1,5 liter sisanya terus mengalir ke pelvis ginjal untuk dikeluarkan sebagai urin. Secara umum zat zat yang perlu disimpan oleh tubuh akan secara selektif di reabsorbsi, sedangkan zat zat yang tidak di butuhkan dan perlu di eliminasi akan tetap berada dalam urin. Proses ginjal ketiga, sekresi tubulus, yang mengacu pada perpindahan selektif zat zat dari darah kapiler peritubulus ke dalam lumen tubulus, merupakan rute kedua bagi zat dari darah untuk masuk kedalam tubulus ginjal. Carapertama zat berpindah dari plasma ke dalam lumen tubulus adalah melalui filtrasi glomerulus. Namun, hanya sekitar 20 % dari plasma yang mengalir melalui kapiler glomerulus didaring ke dalam kapsul bowman, sisanya terus mengalir melalui arteriol eferen kedalam kapiler peritubulus. Sekresi tubulus menyediakan suatu mekanisme yang dapat lebih cepat mengeliminasi zat zat tertentu dari plasma dengan menekstraksi lebih banyak zat tertentu dari 80 % plasma yang tidak difiltrasi di kapiler peritubulus danmenambahkan zat yang sama ke jumlah yang sudah ada di dalam tubulus akibat proses filtrasi.ekresi urin, proses ini merupakan hasil dari ketiga proses pertama semua konstituen plasmayang mencapai tubulus yaitu, yang difiltrasi atau disekresi tetapi tidak direabsorbsi, akan tetap berada di dalam tubulus dan mengalir ke pelvis injal untuk diekresikan sebagai urin. Fisiologi manusia, Sheerwood

Vesica urinaria

Vesica urinaria, sering juga disebut kandung kemih atau buli-buli, merupakan tempat untuk menampung urine yang berasal dari ginjal melalui ureter, untuk selanjutnya diteruskan ke uretra dan lingkungan eksternal tubuh melalui mekanisme relaksasi sphincter. Vesica urinaria terletak di lantai pelvis (pelvic floor), bersama-sama dengan organ lain seperti rektum, organ reproduksi, bagian usus halus, serta pembuluh-pembuluh darah, limfatik dan saraf. Syntopi vesica urinaria Vertex Lig. umbilical medial Inferolateral Os. Pubis, M.obturator internus, M.levator ani Kolon sigmoid, ileum (laki-laki), fundus-korpus Superior uteri, excav. vesicouterina (perempuan) Laki-laki: gl.vesiculosa, ampula vas deferens,rektum InferoPerempuan: korpus-cervis uteri, vagina posterior Dalam keadaan kosong vesica urinaria berbentuk tetrahedral yang terdiri atas tiga bagian yaitu apex, fundus/basis dan collum.Serta mempunyai tiga permukaan (superior dan inferolateral dextra dan sinistra) serta empat tepi (anterior, posterior, dan lateral dextra dan sinistra). Dinding vesica urinaria terdiri dari otot m.detrusor (otot spiral, longitudinal, sirkular). Terdapat trigonum vesicae pada bagian posteroinferior dan collum vesicae. Trigonum vesicae merupakan suatu bagian berbentuk mirip-segitiga yang terdiri dari orifisium kedua ureter dan collum vesicae, bagian ini berwarna lebih pucat dan tidak memiliki rugae walaupun dalam keadaan kosong. Vesicae urinaria diperdarahi oleh a.vesicalis superior dan inferior. Namun pada perempuan, a.vesicalis inferior digantikan oleh a.vaginalis.

Sedangkan persarafan pada vesica urinaria terdiri atas persarafan simpatis dan parasimpatis. Persarafan simpatis melalui n.splanchnicus minor, n.splanchnicus imus, dan n.splanchnicus lumbalis L1-L2. Adapun persarafan parasimpatis melalui n.splanchnicus pelvicus S2-S4, yang berperan sebagai sensorik dan motorik.
URETER

2. mengapa didapatkan panas mendadak dan menggigil? Tubuh memiliki set point dalam mekanisme pengaturan suhu. Zat yang dapat menimbulkan efek peningkatan set point pda termostat hipothalamus dsb pirogen bakteri atau hasil pemecahan bakteri di dalam jaringan atau dalam darah difagosit oleh leukosit darah, makrofag jaringan dan limfosit pembunuh bergranula besar sel2 tsb mencerna hasil pemecahan bakteri melepas IL-1 (leukosit pirogen/pirogen endogen) ke dalam cairan tubuh induksi pembentukan PGE2 bekerja di hipothalamus peningkatan set point demam IL-1 setelah mencapai hipothalamus segera mengaktifkan proses yang menimbulkan demam kadang meningkatkan suhu tubuh dalam waktu 8-10 menit. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Guyton & Hall Edisi 11, 2008 Set point: Anterior sensitif panas. Posterior sensitif dingin Menggigil otot kontraksipanas 3. mengapa pasien merasakan nyeri pinggang? Rasa nyeri merupakan mekanisme perlindungan . Rasa nyeri timbul bila ada kerusakan jaringan dan hal ini akan menyebabkan individu bereaksi dengan cara memindahkan stimulasi nyeri Kl pada organseringnya nyeri kolik, tiba-tiba, nyeri tajam

4. mengapa dirasakan kencing terasa sakit dan sedikit-sedikit? Keluhan miksi: o Storage (Urgensi:segera pgn miksi, frekuensi: sbrapa sering, nocturi:miksi pd malam hari, disuri:tdk bs miksi) o Voiding (biasanya obstruksi infravesika: pipisnya ngejan dan kluarnya dikit) o Pasca miksi(pasien merasa pipisnya nggak puas, krn msh kluar urine (tetesan tetesan) Kencing terasa sakit/ disuria bisa disebabkan karena: (Bremnor & Sadovsky, 2002): 1. Infeksi, misalnya pyelonephritis, cystitis, prostatitis, urethritis, cervicitis, epididymoorchitis, vulvovaginitis. 2. Kondisi Hormonal, misalnya hypoestrogenism, endometriosis. 3. Malformasi, misalnya obstruksi leher vesica urinaria (misalnya benign prostatic hyperplasia), urethral strictures atau diverticula. 4. Neoplasma, misalnya tumor sel renal, vesica urinaria, prostat, vagina/vulva, dan kanker penis. 5. Peradangan, misalnya spondyloarthropathies, efek samping obat, penyakit autoimun. 6. Trauma, misalnya karena pemasangan kateter, honeymoon cystitis 7. Kondisi psychogenic, misalnya somatization disorder, major depression, stress atau anxietas, hysteris. Ureter banyak dipersarafi oleh serabut saraf nyeri. Bila ureter terbendung (misal oleh batu ureter), terjadi konstriksi refleks yang kuat, disertai nyeri hebat. Impuls nyeri juga menyebabkan refleks simpatis balik ke ginjal utk mengkonstriksi arteriol ginjal (refleks ureterorenal) dan penting utk mencegah aliran cairan berlebihan ke pelvis renalis pada keadaan ureter terbendung. Kontraksi peristaltik ureter dirangsang saraf parasimpatis, dihambat saraf simpatis. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Guyton & Hall Edisi 11, 2008

Oliguria adalah pertanda yang jelas pada penurunan produksi urin. Gejala oliguria biasanya dibarengi dengan muntah, demam, diare, pusing, dan takikardi.(2) Oliguria mungkin bisa dikarenakan 3 proses patofisiologi: (1,2) Pre renal Ketidakcukupan respon fungsional pada struktur normal ginjal yang menyebabkan hipoperfusi. Penurunan dalam sirkulasi menimbulkan sebuah system respon yang ditargetkan pada pemulihan volume di intravascular yang memediasi laju filtrasi glomerulus. Baroreceptor-mediated mengaktivasi system saraf simpatis dan poros rennin angiotensin yang menyebabkan vasokontriksi pada ginjal dan menyebabkan penurunan pada laju filtrasi glomerulus.(1) Renal

Gangguan pada intrinsic ginjal berhubungan dengan kerusakan pada struktur ginjal. Gangguan ini menyertai pada akut tubular nekrosis (dikarenakan iskemia yang berkepanjangan, obat-obatan, dan toksin), penyakit glomerulus primer, dan penyakit vascular. Pada akut tubular nekrosis yang menyebabkan oliguria diawali dengan iskemia, yang mengubah tempat metabolisme sel tubular dan kemudian sel mati dan menghasilkan deskuasi sel, sehingga terjadi obstruksi pada intra tubular, terjadi kebocoran pada saluran caiaran di tubular, sehingga terjadi oliguria. Post renal Terjadi obstruksi pada aliran fungsional urin. Ini mengakibatkan oliguria dan kekurangan fungsi ginjal dalam melepaskan respon pada obstruksi. Penyebab post renal oliguria bisa disebabkan beberapa keadaan yakni obstruksi saluran urin (pelvis renal, ureter, vesica urinaria, urethra). Post renal oliguria biasanya bermanifestasi menjadi anuria. Onset dari anuria terjadi secara tiba-tiba pada saat pengamatan, atau melalui kateter urinaria untuk dilakukan pengamatannya 5. Mengapa didapatkan pyuria?

Pyuria Pyuria adalah adanya pus dalam urin, dimana arti sebenarnya adalah terdapat konsentrasi sel darah putih lebih dari nilai normal/ yang ditoleransi pada urin orang normal. Penyebabnya bisa bermacam-macam sehingga diagnosa yang mendasari peningkatan sel darah putih dalam urin ini mungkin bisa berbeda-beda. Untuk mendiagnosis peningkatan sel darah putih dalam, test yang paling umum dilakukan ialah urinalisis. Pasien memberikan contoh urinnya di dalam sebuah pot pengumpul urin yang steril, dan laboratorium kemudian menilainya. Jika terdapat peningkatan jumlah sel darah putih yang sangat tinggi, akan terlihat warna urin seperti susu atau berwarna keputihan. leukosit meningkat dikarenakan adnya infeksi sehing leukosit d keluarkan banyak untuk mempertahan kan tubuh dengan memfagosit fagosit bakteri yang ad d dalam tubuh leukosit meningkat menandakan adanya infeksi virus atau bakteri. Sel-sel darah putih dapat diperiksa dengan dipstick maupun secara mikroskopik.Urin dikatakan mengandung leukosit atau pyuria jika secara mikroskopik didapatkan > 10 leukosit per mm3 atau terdapat > 5 leukosit per lapangan pandang besar atau > 10 netrofil per lapang pandang. Pemeriksaan kultur urin dimaksudkan untuk menentukan keberadaan kuman, jenis kuman dan sekaligus menentukan jenis antibiotika yang cocok untuk membunuh kuman itu. Dikatakan bakteriuria jika didapatkan lebih dari 105 cfu (colony forming unit) per mL pada pengambilan contoh urin porsi tengah,

sedangkan pada pengambilan contoh urin melalui aspirasi suprapubik dikatakan bakteriuria bermakna jika didapatkan > 103 cfu per mL Dasar-dasar urologi
6. mengapa didapatkan proteinuria? Proteinuria fisiologis Proteinuria tidaklah selalu menunjukkan kelainan. Beberapa keadaan fisiologis pada individu sehat dapat menyebabkan proteinuria. Pada keadaan fisiologis sering ditemukan proteinuria ringan yang jumlahnya <200mg/hari dan bersifat sementarademam tinggi, gagal jantung, latihan fisik yang kuat, pasien dalam keadaan transfusi darah atau pasien yang kedinginan, pasien hematuria yang ditemukan proteinuria masif bukan karena kebocoran protein dari glomerolus tetapi karena banyaknya protein dari eritrosit yang pecah dalam urin akibat hematuri tersebut. Proteinuria fisiologis dapat pula terjadi pada masa remaja.

Proteinuria Proteinuria adalah adanya protein di dalam urin yang melebihi nilai normal yaitu lebih dari 150 mg/24 jam atau pada anak-anak lebih dari 140 mg/m. Proteinuria dapat meningkat melalui salah satu cara seperti dibawah ini: 1. Perubahan permeabilitas glomerulus yang mengikuti peningkatan filtrasi dari protein plasma normal teruratama albumin 2. Kegagalan tubulus mereabsobsi sejumlah kecil protein yang normal difiltrasi 3. Filtrasi glomerulus dari sirkulasi abnormal, low molecular Weight Protein (LMWP) dalam jumlah melebihi kapasisitas reabsorbsi tubulus 4. Sekresi yang meningkat dari makuloprotein uroepitel dan sekresi IgA (Imunoglobulin A) dalam respons untuk inflamasi Proteinuria merupakan manifestasi besar penyakit ginjal dan merupakan indikator perburukan fungsi ginjal.

Sylvia Anderson Price, Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Alih Bahasa AdiDharma,
Proteinuria dapat terjadi karena permeabilitas glomerulus melebar, kegagalan tubulus dalam mereabsorbsi, melebihi kapasitas yang

direabsorbsi (konsentrasi protein lebih dari normal), peningkatan makulo protein uroepitel (IGA disekresi karena adanya infeksi IGA meningkat) Eritrosit dismorfik terjadi karena eritropoeitin terganggu
7. mengapa didapatkan hematuria?

Berdasarkan lokasi yang mengalami kelainan atau trauma, dibedakan menjadi glomerulus dan ekstra glomerulus untuk memisahkan bidang nefrologi dan urologi. Darah yang berasal dari nefron disebut hematuria glomerulus. Pada keadaan normal, sel darah merah jarang ditemukan pada urin, adanya eritrosit pada urin dapat terjadi pada kelainan herediter atau perubahan structur glomerulus dan integritas kapiler yang abnormal. Eritrosit bila berikatan dengan protein Taam-Horsfall akan membentuk silinder eritrosit. Ini merupakan petunjuk penyakit/kelainan glomerulus yang merupakan penanda penyakit ginjal kronik. Pada penyakit nefron/glomerulus biasanya hanya ditemukan sel darah merah saja tanpa silinder. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II edisi V
Hematuria adalah keadaan abnormal dengan ditemukannya sel darah merah dalam urin Dikatakan hematuria bila pada pemeriksaan mikroskopik ditemukan sel darah merah 3 / lebih per LPB urin yang diperbesar Hematuria transient( sementara)/ persisten ( menetap ) Ditemukan sedimen urin seperti sel darah merah, leukosit, silinder penyakit glomerolus, tubulointerstitial dan urologi Tidak bahaya jika tidak menyebabkan perdarahan hebat Etiologi Vaskuler 1. Gangguan koagulasi 2. Kelebihan obat antikoagulan 3. Thrombosis vena renalis Glomerular 1. Nefropati 2. Glomerulonefdritis primer dan sekunder Interstitial 1. Interstitial nefritis alergi 2. Nefropati analgesic 3. Pielonefritis akut 4. TBC

5. Penyakit Ginjal Polisiklik Uroepitelium 1. Keganasan ginjal dan saluran kemih 2. Latihan yg berlebihan 3. Trauma 4. Batu vesica urinaria Penyebab lainnya 1. Hiperkalsiuria 2. Hiperurikosuria 3. Sickle cell disease NB : Singkirkan penyebab hematuria : menstruasi, OR berlebih aktv sex, infeksi virus, inf. Bakteri, trauma, jika pada laki2 disirkumsisi / tidak Terkadang ditemukan false / pseudohematuria adalah urine yang berwarna merah/ kecoklatan bukan karena SDM tipe karena zat lain yang mewarnai urine missal pada keadaan hemoglobinuria, mioglobinuia ,asam urat tinggi , mengkonsumsi obat ttt( fenotiazine piridium, porfirin, rimpafisin, fenolftalein ) Dinyatakan hematuria mikroskopik jika dalam urin ditemukan lebih dari 5 eritrosit/LPK. Hematuria mikroskopik sering dijumpai pada nefropati diabetik, hipertensi, dan ginjal polikistik. Hematuria mikroskopik dapat terjadi persisten, berulang atau sementara dan berasal dari sepanjang ginjal-saluran kemih. Hematuria persisten banyak dijumpai pada perdarahan glomerulus ginjal. hematuria mikroskopik lebih bermakna untuk kerusakan glomerulus. Untuk mencari penyebab hematuria : Bagaimana urine yang keluar? Diikuti bekuan darah atau tidak? Bisa mengancam jiwa, menimbulkan sumbatan aliranurine menimbulkan syok Dibagian manakah pada saat miksi urin berwarna merah ?--> darah merah segar ( dari buli2 dan uretra ) dan darah lebih coklat dg bentuk seperti cacing( dari glomerolus) Apakah diikitu rasa sakit ?--> disuria

Patofisiologi

Berdasar lokasi yang mengalami trauma dibedakan : glomerolus dan ekstraglomerolus Darah yang berasal dari urine hematuria glomerolus Keadaan normal , sel darah merah jarang ditemukan pada urine Adanya eritrosit pada urine dapat terjadi pada kelainan herediter/ perubahan struktur glomerolus dan integritas kapiler yang abnormal Eritrosit beriktan dengan protein Taam- Horsfall akan memebentuk silinder erttrosit

Eritrosit dalam air seni dapat berasal dari bagian manapun dari saluran kemih. Secara teoritis, harusnya tidak dapat ditemukan adanya eritrosit, namun dalam urine normal dapat ditemukan 0 3 sel/LPK Eritrosit dapat terlihat berbentuk normal, membengkak, krenasi, mengecil, shadow atau ghost cells dengan mikroskop cahaya. Spesimen segar dengan berat jenis 1,010-1,020, eritrosit berbentuk cakram normal. Eritrosit tampak bengkak dan hampir tidak berwarna pada urin yang encer, tampak mengkerut (crenated) pada urine yang pekat, dan tampak mengecil sekali dalam urine yang alkali. Selain itu, kadang-kadang eritrosit tampak seperti ragi.

Gambar eritrosit normal

Gambar eritrosit dismorfik

Eritrosit dismorfik tampak pada ukuran yang heterogen, hipokromik, terdistorsi dan sering tampak gumpalan-gumpalan kecil tidak beraturan tersebar di membran sel. Eritrosit dismorfik memiliki bentuk aneh akibat terdistorsi saat melalui struktur glomerulus yang abnormal. Adanya eritrosit dismorfik dalam urin menunjukkan penyakit glomerular seperti glomerulonefritis. Sumber : Buku Ajar Penyakit Dalam, Jilid II , FKUI dan Basuki B. Purnomo ,Dasar Dasar Urologi, Ed 3, 2011. Sagung Seto 8. mengapa didapatkan nyeri ketok costovertebra dan nyeri suprapubik?

Nyeri tekan ginjal bisa ditemukan pada saat palpasi, tetapi pemeriksaan juga dapat dilakukan pada sudut kostovertebra. Pemeriksaan dengan palpasi terkadang sudah dirasakan nyeri, tetapi pemeriksaan dengan kepalan tangan untuk menimbulkan nyeri ketok ginjal harus dilakukan. Satu tangan diletakkan pada sudut kostovertebralis dan dengan kepalan tangan sisi ulcer tangan lainnya dipukulkan.
Pain with pressure or fist percussion suggests pyelonephritis, but may also have a musculoskeletal cause. Bates Guide to Physical Examination and History

9. DD?

ISK Kasus di TUG minimal 5 hari, dosis tinggi


Terapi: Broad spectrumampisilin, amoxycillin ISK yg non spesifikmin untuk 5 hari15 tablet Isk yg spesifik 500 mg 3x 1hari ke 2-6 STEP 3

1. anatomi dan fisiologi tractus urogenital ANATOMI dan FISIOLOGIS o Ren : brbntk seprti kacang merah. Berat kurang lebih 124-175 gr Pada perempuan: 115-155 gr Mempunyai 2 facies: facies posterior(lebih lebar dan datar krn ada gl.suprarenalis) dan anterior (lebih cembung), 2 ekstremitas: superior dan inferior, 2 margo: medial (lebih cekung krn tdrpt hilus renalis yg berisi dari Vena Renalis, A.renalis, pelvis) dan lateral Vaskularisasi: mdpt perdarahan dari a.Renalis cabang dari Aorta abdominalis. a.Renalis bercabang lagi R.Anterior dan R.posterior dan bercabang lagi mjd 5aa.segmentales: apical,superior,medial,posterior,inferior Fungsi: Absorbsi di capsula Bowman Filtrasi:arteriol aferen disaring di glomerulus ada plasma melewati membran glomerulusdiserap lagi oleh tubuh (reabsorbsi) augmentasi - Pengaturan asam basa - Mengatur kepekatan darah dg hormon ADH dan aldosteron Vesica urinaria Urethra

o o

o Ureter 2. mengapa didapatkan panas mendadak dan menggigil? Adanya patogenmerangsang IL- 1 (pirogen endogen)merangsang sel endotel u/ mengeluarkan asam arachidonat mgeluarkan COXprostaglandinhipothalamus anteriormenggigildemam Menggigil: otot2 kontraksi mengeluarkan panas sampai suhu tubuh sama dg luarmetabolisme meningkatvasokontriksi pembuluh darahtubuh mengirim impuls melalui bulbus collateral cornu anteriortonus otot meningkatmenggigil 3. mengapa pasien merasakan nyeri pinggang? Letak anatomi ren T12-L3 4. mengapa dirasakan kencing terasa sakit dan sedikit-sedikit? Curiga batu ginjal di tempat2 penyempitan ureter: harusnya urin lancar tp karena ada batumaka kencing sedikit2 dan sakit. Kelainan di rangsangan sarafnya sblm di ginjal. Kl ginjalnya strukturnya rusakkerja kurang maksimaldisertai nekrosis metabolisme berubahsel di ginjal matidestruksi selobstruksi jalan di ureternya 5. Mengapa didapatkan pyuria? Ada infeksi saluran kemihAntibodi kita sel darah putih (leukosit) keluarmenyerang bakterikeluar pus pyuria 6. mengapa didapatkan proteinuria? Terjadi krn kerusakan glomerulus juga bisa kerusakan di tubulusdi filtrat glomerulus albuminnya banyak

Ginjalberfenestrahnya yg ukuran kecil yg bisa masul ke tubulussetelah glomerulus masukcelahcapsula bowmankrn ada tekanan2 protein jadinya bisa masuk 7. mengapa didapatkan hematuria? 8. mengapa didapatkan nyeri ketok costovertebra dan nyeri suprapubik? 9. DD?

STEP 4 STEP 7