Anda di halaman 1dari 7

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DENGAN MINAT SISWA SMP

MELANJUTKAN KE SMK 1

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DENGAN MINAT SISWA SMP
MELANJUTKAN KE SMK
Anastiya Maulani
Pendidikan Teknik Elektronika 2011
Dr. M. Sukardjo, M.Pd
Dosen Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika
Drs. Budjari, M.Pd
Dosen Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika
Wahyu Pahlevi
Alumni Angkatan 2003 Universitas Negeri Jakarta Progrm Studi Pendidikan Teknik Elektronika
Tujuan dari penelitian ini adalah menunjukkan seberapa berpengaruh tingkat pendidikan
orang tua terhadap minat anak dalam memilih jenis sekolah sesuai dengan yang diinginkan
sehingga anak tersebut dapat merasa nyaman, dan termotivasi untuk belajar dengan giat.
Tingkat kemajuan suatu Negara dapat dilihat dari tingkat pendidikannya. Semakin tinggi
kualitas pendidikannya, semakin tinggi juga kemajuan dari Negara tersebut. Kualitas
pendidikan ditentukan dari tingkat pengajaran seorang guru, dan siswa yang diajar. Untuk
tingkat pengajaran seorang guru di Indonesia sendiri sudah memiliki standarisasi yang cukup
baik, berbeda dengan kualitas siswa yang diajarkan. Hal ini dikarenakan banyak sekali faktor-
faktor yang mempengaruhi minat siswa untuk belajar, salah satunya adalah orang tua.
Ironisnya, tidak semua orang tua di Indonesia menganggap belajar itu penting. Mereka lebih
mengutamakan anaknya untuk mencari nafkah dibandingkan bersekolah. Penyebabnya, karena
orang tua siswa belum pernah merasakan pentingnya bangku sekolah. Andaikan sewaktu dulu
orang tua siswa tersebut bersekolah, mereka pasti menyadari betapa pentingnya sekolah, dan
dapat membimbing anak mereka untuk memilih sekolah yang sesuai dengan keinginan dan
bakatnya. SMK sendiri diciptakan agar siswa lulusannya dapat siap untuk bekerja didunia luar
dengan kemampuan yang baik.
PEVOTE
Kata Kunci : pendidikan, tingkat pendidikan orang tua, minat siswa, minat siswa SMP ke SMK,
motivasi dari orang tua.
The purpose of this study is showing how parents' education level for choosing the type of
school their childrens want, so that the child can feel comfortable and motivated to study hard .
Rate of progress of a country can be seen from the level of education . If the education
level of a country is good, the quality of a country is too. The quality of education is determined
from the level of a teacher, and students . In Indonesia, the level of a teacher teaching already
has a pretty good standardization , in contrast to the quality of students . This is because the
student does not like study. Ironically , not all parent in Indonesia think study is important . They
prefer their children are getting much money than going for school. Because of parents never felt
the importance of attending school. Suppose first when the parents went to school, they must
have realized the importance of school, and can guide their children to select schools that match
the desire and talent . SMK was created so that students can graduate prepared to work outside
world with good ability .
Keywords : education , parental education level , interests of students , junior high school
students to the vocational interest , motivated from parents .

Pada era globalisasi seperti saat ini
peserta didik dihadapkan pada kemajuan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
yang sangat pesat. Kemajuan dalam ilmu
pengetahuan dan teknologi tersebut
menuntut setiap individu untuk tanggap dan
beradaptasi dengan segala perkembangan
yang ada di lingkungannya. Dalam hal ini
dibutuhkan sumber daya manusia yang
terdidik dan siap terjun ke dalamnya. SMK
sendiri didirikan dengan tujuan agar dapat
menghasilkan sumber daya manusia yang
terdidik, mandiri, berakhlak baik dan siap
untuk terjun ke dunia kerja.
Untuk memenuhi tuntutan dari tujuan
sekolah kejuruan diatas diperlukan input
yang baik. Input yang baik yaitu siswa yang
telah mengetahui minat dan bakatnya
sehingga dapat memilih jurusan yang sesuai
dan telah mengetahui seluk-beluk tentang
sekolah menengah kejuruan. Hal ini dapat
dihasilkan jika pada siswa tersebut terlebih
dahulu diberikan tes minat dan bakat serta
dibekali pengetahuan tentang pendidikan
kejuruan sehingga mereka benar-benar siap
untuk menjadi siswa SMK.
Orang tua juga memiliki peran yang
penting bagi siswa untuk menentukan
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DENGAN MINAT SISWA SMP
MELANJUTKAN KE SMK 3

sekolah pilihannya (terutama sekolah SMK).
Semakin tinggi tingkat pendidikan orang
tuanya, semakin orang tua tersebut dapat
membimbing anaknya untuk menentukan
pilihan sekolah yang diinginkannya tapi
sesuai dengan bakatnya. Karena orang tua
merupakan salah satu orang yang paling
memahami diri anaknya.
KAJIAN TEORITIS
Pendidikan merupakan faktor penting
dalam kehidupan dan sebagai pembinaan
kepribadian tiap manusia dirumah,
disekolah, maupun di masyarakat.
Pendidikan adalah tanggung jawab bersama
antara keluarga, masyarakat dan pemerintah,
oleh karena itu diperlukan kerjasama antara
ketiga komponen di atas agar tujuan
pendidikan dapat tercapai dengan baik.
Sebagai salah satu cara untuk mencapai
tujuan tersebut pemerintah telah mengatur
pendidikan formal berdasarkan jenjang atau
tingkat,yang terdiri atas pendidikan dasar,
menengah dan tinggi.
Definisi pendidikan menurut UU No. 20
tahun 2003 tentang Sisdiknas dalam pasal 1
adalah usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta keterampilan yang
diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
negara.
1
Semakin tinggi tingkat
pendidikannya, diharapkan semakin baik
pula akhlak yang dimiliki. Karena orang
yang memiliki pendidikan selalu
memikirkan setiap langkah yang
ditentukannya, dan semakin menyadari apa
yang sebaiknya mereka lakukan.
Jenjang pendidikan adalah tingkat
pendidikan persekolahan yang
berkesinambungan antara satu jenjang
dengan jenjang lainnya, jenjang pendidikan
yang termasuk jalur pendidikan sekolah
terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan
menengah, dan pendidikan tinggi.
2
Jenjang
pendidikan yang dimiliki orang tua siswa
sangat berpengaruh terhadap kemampuan
siswa. Selain sebagai pemberi dana untuk
siswa belajar, orang tua juga berfungsi
sebagai penyemangat dan pengajar saat
siswa berada dirumah. Apabila orang tua
pernah mengenyam tingkat pendidikan
sewaktu dulunya, tentunya orang tua
tersebut tahu masalah apa saja yang dihadapi
anaknya selama disekolah, dan apa yang

1
Depdiknas,Undang-undang sistem pendidikan
nasional (No.20 tahun 2003), bab I pasal I ayat 1
2
Ace Suryadi, Pendidikan Investasi SDM dan
Pembangunan : isu, teori dan aplikasi, ( Jakarta :
Balai pustaka, 1999 ), p. 155.
PEVOTE
diperlukan anaknya selama sekolah,
sehingga orang tua pun dapat memberi
bimbingan yang sesuai dengan yang
diinginkan siswa. Selain itu, orang tua juga
memperhatikan minat dari anaknya. Orang
tua dapat mengkombinasikan apa yang
diinginkan anak dengan apa yang diajarkan
disekolah. Tetapi jika orang tua tidak pernah
mengenyam salah satu tingkatan pendidikan,
tentunya orang tua tersebut akan bingung
apa yang harus dilakukan, sehingga tidak
dapat memberikan motivasi yang baik.
Minat merupakan sumber motivasi yang
mendorong orang untuk melakukan apa
yang mereka inginkan bila mereka bebas
memilih
3
. Minat dibentuk dari perasaan dan
pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang
pada suatu objek yang menjadi
perhatiannya. Siswa bersekolah juga
memerlukan minat siswa tersebut untuk
belajar. Apabila tidak ada minat dari siswa,
tentunya siswa tersebut tidak akan mau
belajar. Sekolah tanpa belajar, tidak dapat
menghasilkan apa-apa. Apalagi jika siswa
tersebut ingin melanjutkan ke SMK. Di
SMK itu kan siswa lebih diutamakan untuk
prakteknya. Untuk melakukan praktek,
diperlukan teori dasar dari apa yang kita
praktekan. Apabila kita tidak mempelajari

3
Elizabeth,B Hurlock, Perkembangan Anak ( Jakarta
: Erlangga, 1990 ), p.114
teorinya, kita tidak dapat melaksanakan
praktek, dan bingung apa yang harus
dilakukan. Berbeda dengan kita tertarik
untuk mempelajarinya. Kita pasti akan
termotivasi untuk mempelajarinya agar kita
dapat memahami apa yang akan
dipraktekan. Oleh karena itu diperlukan
minat siswa untuk melanjutkan pilihan
tingkatan sekolah yang mereka inginkan,
terutama ke SMK.
Metodologi Penelitian
Tujuan dari pengelitian ini untuk
mengetahui derajat hubungan antara tingkat
pendidikan orang tua dengan minat siswa
Sekolah Menengah Pertama (SMP)
melanjutkan ke Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK). Pelaksanaan penelitian
dilakukan di tiga tempat, yaitu : (1) SMPN
162 Jakarta,Jl.Marunda Baru,Cilincing
Jakarta Utara. (2) MTsN 5 Jakarta, Jl.
Sungai Landak, Cilincing Jakarta Utara, dan
(3) SMPN 200 Jakarta, Jl. Rorotan,
Cilincing Jakarta Utara. Penelitian
berlangsung selama tahun ajaran 2008/2009.
Metode penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode survey
karena pengambilan data dilakukan dari satu
populasi dan menggunakan kuisoner sebagai
alat pengumpulan data yang pokok
4
. Metode

4
Masri singarimbun,Metode Penelitian Survei, (
Jakarta : LP3ES, 1989) p. 3
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DENGAN MINAT SISWA SMP
MELANJUTKAN KE SMK 5

ini dipilih karena sesuai dengan tujuan
penelitian yakni mengetahui derajat
hubungan antara tingkat pendidikan orang
tua dengan minat siswa SMP untuk
melanjutkan ke SMK.
Langkah pertama yang dilakukan adalah
menentukan jumlah populasi yang tersampai
di tiga lokasi penelitian. Karena jumlah
siswa terlalu banyak, akhirnya diambil 100
siswa dari tiga sekolah tersebut. Hal ini
merupakan teknik dari pengambilan sampel.
Siswa yang diambil haruslah siswa yang
mencakup keseluruhan dari siswa yang ada.
Sehingga hasil yang didapat akurat, dan bisa
dipercaya.
Langkah kedua adalah menentukan
variabel dari penelitian. Karena kita ingin
melihat seberapa berpengaruh tingkat
pendidikan dari orang tua terhadap minat
siswa SMP melanjutkan ke SMK, tentunya
variabel bebasnya adalah tingkat pendidikan
orang tua, dan minat siswa SMP ke SMK.
Secara konseptual, tingkat pendidikan Orang
Tua adalah tingkatan pendidikan formal
yang ditempuh melalui kegiatan belajar
mengajar serta mempunyai kesinambungan
waktu antar jenjang yang terdiri atas
pendidikan dasar, pendidikan menengah,
dan pendidikan tinggi. Secara
operasionalnya, diberikan sebuah angket
terhadap orang tua siswa. Berdasarkan hasil
yang didapat, dibawah ini tabel dari tingkat
pendidikan orang tua.
Tingkat
Pendidi
kan
Kateg
ori
Keteran
gan
Bob
ot
Sko
r
Tinggi

S3

Tamat 14
Tidak
Tamat
13
S2
Tamat 12
Tidak
Tamat
11
S1
Tamat 10
Tidak
Tamat
9
D3
Tamat 8
Tidak
Tamat
7
Menenga
h Umum
SMA /
SMK
Tamat 6
Tidak
Tamat
5
Menenga
h
Pertama
SMP
Tamat 4
Tidak
Tamat
3
Dasar SD
Tamat 2
Tidak
Tamat
1
Tabel tingkat pendidikan orang tua
Untuk minat siswa terhadap melanjutkan
ke SMA, secara konseptual adalah suatu
PEVOTE
kesenangan, dan keinginan yang terdapat
pada siswa/siswi SMP kelas 3 sehingga
siswa tersebut termotivasi untuk
melanjutkan pendidikannya ke SMK yang
didasari oleh aspek-aspek yang
mempengaruhinya. Secara operasionalnya,
penulis memberikan kuesioner kepada siswa
SMP mengenai alasan memilih melanjutkan
ke jenjang SMK.
Langkah ketiga, melakukan pengujian
validitas dan reliabilitas. Pengujian validitas
untuk menunjukkan tingkat kesahihan dari
penelitian tersebut. Sedangkan, pengujian
reliabilitas untuk mengukur ketepatan dari
hasil tes tersebut. Rumus yang digunakan
adalah :
=
(

1 k
k

(

E
2
2
- 1
t
b
o
o

keterangan : = Reliabilitas instrumen
k = Banyak butir pertanyaan

2
b
o E = Jumlah varians butir

2
t
o = Varians total
Langkah keempat, melakukan uji
persyaratan analisis. Disini terdapat 3
pengujian, yaitu (1) uji normalitas
(menggunakan uji lilliefors), (2) uji
linieritas, (3) uji homogenitas
(menggunakan uji Barlett).
Hasil Pengujian
Data tingkat pendidikan orang tua
diperoleh dari pengisian kuesioner dengan
menggunakan skala ordinal tingkat
pendidikan dengan 100 responden dari 3
sekolah. Dari hasil kuesioner tersebut
didapat nilai terendah 2 dan nilai tertinggi
22, dengan rentang sebesar 20. Bila dibuat
menjadi interval maka terdapat 7 kelas
dengan panjang interval 3. Harga rata-rata
yang dihasilkan 9,59 dengan simpangan
baku 4,73 dan modus 8,9.
Data minat siswa SMP untuk
melanjutkan ke SMK diperoleh dari
pengisian kuesioner dengan menggunakan
skala Likert dengan 100 responden dari 3
sekolah. Dari hasil kuesioner tersebut
didapat nilai terendah 54 dan nilai tertinggi
103, dengan rentang sebesar 49. Bila dibuat
menjadi interval maka terdapat 10 kelas
dengan panjang interval 5. Harga rata-rata
yang dihasilkan 83,56 dengan simpangan
baku 13,45 dan modus 97,82.
Hasil dari uji analisis, secara uji
normalitas menunjukkan bahwa populasi
berdistribusi normal. Secara uji linieritas
menunjukkan bahwa data tingkat pendidikan
orang tua dengan minat siswa SMP untuk
melanjutkan ke SMK adalah linier karena
F
hitung
< F
tabel
. Secara uji homogenitas
menunjukkan bahwa populasi yang ada
bersifat heterogen bukan homogen.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DENGAN MINAT SISWA SMP
MELANJUTKAN KE SMK 7

Rujukan Pustaka
Depdiknas.UU RI No. 20 tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan
Nasional. Jakarta :
Depdiknas,2003.
Hurlock,Elizabeth B. Perkembangan Anak.
Jakarta : Erlangga, 1990
Singarimbun, Masri. Metode Penelitian
Survei. Jakarta : LP3ES, 1989.
Suryadi, Ace. Pendidikan Investasi SDM
dan Pembangunan : isu, teori dan
aplikasi. Jakarta : Balai pustaka,
1999.