Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN MINGGUAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR PEMURNIAN

Oleh: Nama Nrp Kelompok Tanggal Meja Asisten : Hana Nurulan Asri : 123020368 :M : 3 Desember 2012 : 11 (Sebelas) : Aldia Januaresti Atmanagara

LABORATORIUM KIMIA DASAR JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNIK BANDUNG 2012

PEMURNIAN

Hana Nurulan Asri 123020368 Asisten : Aldia Januaresti Atmanagara

Tujuan Percobaan : Untuk mendapatkan suatu zat yang dengan berbagai metode pemurnian memisahkan campuran zat dari campuran lain dan campuran padat, serta membandingkan hasil dari pemurnian yang berbeda misalnya filtrat dan sentrat. Untuk mendapatkan suatu zat murni dengan berbagai metode pemurnian memisahkan campuran zat dari campuran lain dan campuran padat serta membandingkan hasil dari metode pemurnian yang berbeda, misalnya filtrat dan sentrat.

Prinsip Percobaan : Filtrasi berdasarkan pada perbedaan ukuran partikel yang akan dilewatkan melalui penyaring. Sentrifugasi berdasarkan pada perbedaan berat jenis-jenis yang akan dilewatkan dengan menggunakan gaya sentrifugal. Ekstraksi berdasarkan kepada penambahan zat diantara dua zat yang saling bercampur namun zat ketiga tidak ikut bereaksi. Rekristalisasi berdasarkan pada proses pengkristalan kembali zat kristal yang sudah terlarut.

Metode Percobaan :

Gambar 1. Metode Filtrasi dan Sentrifugasi

Gambar 2. Metode Ekstraksi

Gambar 1. Metode Rekristalisasi

Praktikum Kimia Dasar 2012

Hasil Pengamatan : Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut : Tabel 7. Hasil Pengamatan Pemurnian Pengamatan Filtrasi

No 1.

Hasil Bening

2.

Sentrifugasi

Bening Lebih bening dari pada filtrasi

3. a. NaCl

Rekristalisasi

NaCl

b. CuSO4

CuSO4

4.

Ekstraksi

Larutan bening dan terdapat endapan ungu

Pembahasan : Pemurnian digunakan untuk memisahkan zat tertentu dari pengaruh zat lain yang mengotorinya untuk menjadi keadaan murni. Agar didapatkan zat murni dengan membandingkan filtrat dan sentrat. Campuran suatu larutan dapat dipisahkan melalui cara-cara fisis pemurnian didasarkan pada perbedaan ukuran partikel sifat titik didih, titik beku, daya larutan dan daya serap komponen campuran( Sutrisno,2011) Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa hasil antara filtrasi dan sentrifugasi sama-sama bening. Kesalahan yang dilakukan saat percobaan filtrasi adalah kurang hati-hatinya praktikan menggunakan kertas saring dan kesalahan juga terjadi pada saat dekantase sehingga hasil yang didapat kurang maksimal. Filtrasi disebut juga penyaringan. Filtrasi dilakukan untuk memisahkan zat padat dari suatu suspensi, didasarkan pada perbedaan ukuran partikelnya. Filtrasi menggunakan suatu penyaringan, sedangkan sentrifugasi dilakukan untuk mengendapkan zat padat dari suatu cairan, dengan bantuan alat sentrifuge. Dalam suatu sentrifuge, campuran diputar dengan kecepatan yang tinggi dan gaya sentrifugasinya mempunyai kekuatan gaya tarik buatan yang besar, yang mendorong endapan kedasar bawah. Perbedaan proses filtrasi dan sentrifugasi adalah pada saat filtrasi prosesnya sangat sederhana tidak menggunakan alat yang banyak hanya membutuhkan kertas filtrat, corong dan tabung reaksi saja. Sedangkan proses sentrifugasi menggunakan alat sentrifuge. Kelebihan dari filtrasi itu adalah alat yang digunakannya sangat mudah untuk di dapatkan

sedangkan kekurangannyaadalah filtrasi terkadang hasilnya kurang efektif atau tidak sesuai dengan yang diinginkan. Kelebihan dari sentrifugasi itu adalah keakuratannya lebih meyakinkan karena sudah menggunakan alat yaitu alat sentrifuge tetapi kekurangannya jika pada tengah-tegah percobaan terjadi kesalahan seperti alat sentrifuge yang rusak atau mati listrik, maka hasil larutan yang kita masukan ke alat sentrifuge itu hasilnya tidak akan sempurna. Dekantase adalah proses pemisahan yang memanfaatkan massa jenis padatan yang lebih besar dari pada massa jenis zat cair sehingga padatan akan mengendap dibagian bawah. Metode ini dilakukan dengan cara menunggingkan cairan secara perlahan-lahan sehingga padatan tertinggal didalam wadah. Kalsium karbonat adalah senyawa kimia dengan rumus CaCO3, inilah zat ini adalah zat yang umum ditemukan di batuan di semua bagian dunia, dan merupakan komponen utama dari cangkang organisme laut, siput, mutiara, dan kulit telur. Kalsium karbonat adalah bahan aktif dalam kapur pertanian . kalsium karbonat memiliki beberapa sifat khusus yaitu mudah bereaksi dengan asam yang kuat dan melepaskan karbon dioksida. Aplikasi dari proses pemurnian pada bidang pangan antara lain untuk memfiltrasi air, memfiltrasi garam yang bercampur pasir. Pada sentrifugasi untuk pembuatan minyak kelapa sawit. Ekstraksi adalah proses pemisahan campuran dimana zat-zat yang akan terpisahkan terbagi kedalam dua pelarut yang tidak saling bercampur. Air sering kali digunakan sebagai pelarut pertama kemudian pelarut keduanya adalah pelarut organik yang tidak tercampur dengan air. Dengan demikian senyawa-senyawa organik yang nonpolar akan terdapat dalam faseorganik, sedangkan senyawa yang sifatnya polar akan larut didalam fase air. Senyawa yang sifatnya polar akan lebih mudah larut dalam pelarut yang sifatnya polar, demikian juga sebaliknya yaitu senyawa yang sifatnya nonpolar akan lebih mudah larut dalam pelarut yang nonpolar. Dalam suatu pemisahan yang ideal oleh ekstraksi pelarut, seluruh zat yang diinginkan akan berakhir dalam pelarut dan semua zat penganggu dalam pelarut yang lain(Suganda 1998).

Sampel yang digunakan pada prosesekstrasi adalah 1 butir Iodium yang dilarutkan dengan air setelah itu dtambahkan CCl4. Fungsi dari penambahan CCl4 itu sendiri adalah agar saat dicampurkan CCl4 dengan larutan iodium maka CCl4 akan mengekstrak iodium , sehinggan akan terbentuk gumpalan ungu hasil dari ekstraksi CCl4 dan iodium sedangkan pada bagian atas merupakan sisa dari iodium dan air. Pelarut CCl4 bisa saja diganti dengan pelarut yang lainnya seperti N-Heksana, eter, alkohol dan lain-lain atau macam-macam pelarut organik diantaranya aseton maupun turunan senyawa keton merupakan pelarut organik yang paling banyak digunakan dalam industri demikian juga senyawa siklik semacam toluen atau xylen. Faktor kesalahan pada percobaan ekstraksi adalah kesalahan dalam menggunakan air sehingga hasil yang didapat tidak maksimal. Hasil yang didapat dari ekstraksi yaitu zat murni dimana pada percobaan ini hasil zat murni yang didapat yaitu air(Keenan, 1990) . Hukum yang digunakan pada ekstraksi yaitu hukum distribusi Nernst yang menyatakan bahwa solut akan mendistribusikan diri diantara dua pelarut yang tidak saling bercampur, sehingga setelah kesetimbangan distribusi tercapai, perbandingan konsentrasi solut didalam fasa pelarut konstan. Faktor yang mempengaruhi ekstraksi yaitu temperatur yang digunakan, jenis pelarut, jenis terlarut dan konsentrasi. Iodium adalah padatan berkilauan berwarna hitam kebiru-biruan, menguap pada suhu kamar menjadi gas ungu biru dengan bau menyengat. Iod membentuk senyawa dengan banyak unsur, tapi tidak sereaktif halogen lainnya, yang kemudian menggeser iodida. Iodium menunjukkan sifatsifat menyerupai logam. Iodium mudah larut dalam kloroform, karbon tetraklorida, atau karbon disulfida(Mulyono, 2001). Pelarut atau pendispersi adalah medium (tempat) suatu zat melarut. Berdasarkan kepolarannya pelarut dibagi tiga yaitu pelarut protik polar yang menunjukan atom hidrogen menyerang atom elektronegatif dalam hal ini oksigen, pelarut apotik polar yaitu yang menunjukan molekul yang tidak memiliki ikatan O-H, pelarut non polar yaitu senyawa yang memiliki konstanta dilektrik lebih rendah dan tidak

larut dalam air. Pelarut yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah air, pelarut lain yang juga umum digunakan adalah bahan kimia organik(yang mengandung karbon) atau yang biasanya disebut pelarut organik. Aplikasi di bidang pangan untuk mengambil kadar kafein pada kopi dan teh, untuk mengekstrak rumput laut menjadi karagenan dan untuk meningkatkan kualitas minyak seperti minyak astiri. Setelah dilakukannya percobaan didapatkan hasil kristal NaCl dan CuSO4 yang berbeda bentuk kristal pada NaCl seperti kubus sedangkan pada CuSO4 panjangpanjang seperti jarum.

NaCl

CuSO4

Gambar 4. Bentuk Kristal NaCl dan CuSO4 Rekristalisasi adalah proses pengkristalan kembali zat kristal yang sudah terlarut. Rekristalisasi dilakukan untuk memisahkan zat padat dari larutannya,dengan jalan menguapkan pelarutnya. Rekistralisasai dapat dilakukan dengan pemanasan atau pendinginan. Kesalahan pada percobaan rekristalisasi adalah kurang hati-hatinya saat proses pemanasan sehingga sampel menjadi gosong dan kesalahan pada saat menggunakan mikroskop. Sifat fisik CuSO4 yaitu berupa cairan berwarna putih atau kuning, dan sifat kimia nya yaitu larut dalam air dan bersifat hidroskopis. Sifat fisik NaCl yaitu larut dalam air (air laut), sedangkan sifat kimia NaCl didapatkan dari reaksi NaOH dan HCl, ikatan ionik kuat, larutannya merupakan elektrolit kuat karena terionisasi sempurna(Mulyono, 2001).

Aplikasi dalam bidang pangan antara lain pada pembuatan garam dapur, garam dapur yang telah melalui proses pemanasan dihasilkan garam yang permukaanya kasar sehingga setelah melalui proses kristalisasi kemudian diproses kembali melaui rekristalisasi sehingga diperoleh garam yang halus.

Kesimpulan : Berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa pemurnian dengan menggunakan metode filtrasi dan sentrifugasi hasil yang didapat akan lebih bersih hasil sentrifugasi hal ini didasarkan pada prinsip dari sentrifugasi yaitu berdasarkan berat jenis sedangkan prinsip dari filtrasi yaitu berdasarkan perbedaan ukuran partikel, sedangkan pada proses ekstraksi didapat kesimpulan bahwa CCl4 dapat mengekstrak iodium yang mengakibatkan terbentuknya gumpalan ungu. Pada percobaan rekristalisasi diketahui bentuk kristal pada NaCl adalah kubus dan bentuk kristal pada CuSO4 adalah seperti jarum panjang-panjang.

DAFTAR PUSTAKA

Brady, James E.1994. Kimia Universitas Asas dan Struktur. Bina. Jakarta. Chang, R. 2004. Kimia Dasar Konsep Inti Ketiga. Erlangga. Jakarta Keenan, Charles. 1990. Ilmu Kimia untuk Universitas. Erlangga. Jakarta Mulyono. 2001. Kamus Kimia. Rineka Cipta. Jakarta