Anda di halaman 1dari 5

Penyebab Tinitus Tinitus Subyektif Otologis: hilang pendengaran, penyakit Menieres, neuroma akustik.

Neurologis: Sklerosis multipel, cidera kepala. Metabolik: elainan tiroid, hiperlipidemia, defisiensi !"#. Psikogenik: $epresi, ansietas, fibromialgia. Tinitus Obyektif %ascular: arterial bruit, &enous hum, arterio&enous malformation, &ascular tumors Neurologic: Palatomyoclonus, idiopathic stapedial muscle spasm Patulous eustachian tube

Tinitus Subyektif elainan telinga lebih umum sebagai penyebab dari tinitus subyektif. ebanyakan kasus tinitus dihasilkan dari kondisi yang sama yang menyebabkan hilangnya pendengaran. 'da # tipe hilangnya pendengaran yaitu tuli konduktif dan sensorineural. Tuli konduksi disebabkan oleh penghambatan transmisi suara menu(u telinga dalam. Penghambatan ini mungkin disebabkan oleh tumpukan serumen, pembengkakan saluran telinga luar pada otitis eksterna, perforasi membran timpani, cairan pada telinga tengah, atau abnormalitas tulang pendengaran seperti otosclerosis. Tuli sensorineural menandakan sebuah penyakit atau ketidaknormalan telinga dalam atau bagian cochlear dari saraf kranial kedelapan. Penyebab yang paling umum adalah noise induced hearing loss )N*+,-, atau kehilangan keta(aman pendengaran progresif yang ter(adi seiring dengan pertambahan usia )presbikusis-. N*+, adalah (enis tuli dapatan yang paling sering. *ni ire&ersibel, dapat dicegah. Penyakit Menieres adalah suatu diagnosis dari eksklusi yang ditandai oleh satu atau lebih ge(ala termasuk &ertigo episode rekuren, rasa penuh pada salah satu sisi pendengaran, tinitus dan hilangnya pendengaran. Tinitus mempengaruhi seseorang dalam # cara, antara # serangan berbunyi seperti berdering dan pada saat serangan bising seperti gemuruh. Sering kali kehilangan pendengaran dan tinitus mungkin men(adi menetap atau mereda.

Neuroma akustik, (arang ter(adi, merupakan tumor (inak, timbul dari sel Sch.ann menutupi cabang &estibular dari N %***. Saraf &estibular dirusak perlahan dengan neuroma tersebut dimana menimbulkan ge(ala &estibular, seperti pusing atau &ertigo minimal atau sementara. /e(ala a.al biasanya tinitus. Tinitus mungkin timbul selama beberapa bulan atau tahun sebelum hilang pendengaran. Tinitus unilateral ter(adi pada 012 kasus. Pengobatan ototoksik adalah penyebab lain dari tinitus bilateral. 'khir3akhir ini hampir setiap kelompok mayor dari pengobatan termasuk satu atau lebih komponen dengan bahan ototoksik )tabel #-.Ototoksisitas mungkin mempengruhi hair cells, N %***, atau koneksi saraf sentral. erusakan dapat ditun(ukkan dengan adanya hilangnya pendengaran, &ertigi atau tinitus. 'danya tinitus sering kali menggambarkan cochlear hearing loss. Obat3obatan ototoksis seharusnya digunakan dengan perhatian khusus pada pasien yang memiliki faktor risiko. 4aktor risilko tersebut termasuk usia sangat muda, kerusakan hati dan gin(al, kehamilan, atau ri.ayat hilang pendengaran atau paparan bising yang sering5keras.

Obat3obatan yang dapat menyebabkan Tinitus

Analgesics 'spirin Nonsteroidal anti3inflammatory drugs Antibiotics 'minoglycosides 6hloramphenicol )6hloromycetin7rythromycin Tetracycline %ancomycin )%ancocinChemotherapeutics !leomycin )!leno8ane6isplatin )PlatinolMechlorethamine )MustargenMethotre8ate )9heumatre8%incristine )Onco&inLoop diuretics !umetanide )!ume87thacrynic acid )7decrin4urosemide ),asi8Others 6hloro:uine )'ralen+ea&y metals: mercury, lead +eterocyclic antidepressants ;uinine Tabel #. Obat3obatan yang dapat menyebabkan Tinitus $isamping penyebab diatas, kerusakan saraf atau trauma kepala men(adi penyebab 13"<2 pasien dengan tinitus. kepala tertutup, luka (uga benturan, temporomandibular dengan tinitus. berhubungan ondisi tersebut termasuk fraktur cranium, luka dan multipel dengan sklerosis. dan erusakan tinitus, sendi &ertigo .alaupun

mekanismenya tidak (elas. !erbagai kelainan metabolik mungkin (uga berhubungan elainan tersebut diantaranya adalah hipertiroidisme, hipotiroidisme, anemia, dan defisiensi &it !"# atau =inc.

T*N*T>S O!?7 T*4

Tinitus obyektif (arang ter(adi. Pasien dengan tinitus obyektif secara tipikal mempunyai abnormalitas &askular, penyakit neurolagis, atau disfungsi tuba eustachius. Pasien dengan ketidaknormalan &askular mengeluh tinitus pulsatil. !ruit arterial mungkin men(alar ke telinga dari pembuluh arteri yang dekat dengan tulang temporal. Petrous carotid system adalah penyebab yang paling umum. /e(ala yang dirasakan akan memburuk pada malam hari dan biasanya tidak ada keluhan otologis yang lain. $engungan &ena mungkin didengar pasien dengan hipertensi atau bulbus (ugular yang letaknya terlalu tinggi. Tipe tinitus ini adalah halus, dengungan &ena nada rendah, yang dapat berubah dengan posisi kepala, akti&itas atau tekanan sepan(ang &ena (ugular. 'rterio&enous shunt kongenital biasanya asimtomatik, sementara itu tipe didapat berhubungan dengan tinitus pulsatil. Penyebab yang umum adalah trauma kepala atau operasi. Tumor glomus adalah neoplasma &askular yang timbul dari paraganglia di sekitar bifurcatio carotid, bulbus (ugular atau arteri3arteri timpanik.Tumor ini biasanya menyebabkan tinitus pulsatil yang keras. elainan neurologis (uga dapat menyebabkan tinitus obyektif , diantaranya adalah palatomioklonus )kontraksi cepat dan berulang dari otot palatum mole- dan spasme otot stapedius idiopatik. Seringkali spasme ini berhubungan dengan kelainan neurologis yang lain seperti tumor batang otak, infark, atau multipel sklerosis.

Patofisiologi Menurut hipotesis ,e&ine, bah.a pengurangan input saraf pendengaran menyebabkan kegagalan penghambatan nukleus kokhlear dorsal dan peningkatan akti&itas spontan pada sistem pendengaran pusat, yang dirasakan sebagai tinitus.

Mekanisme ini dapat men(elaskan sensasi dengung sesaat, yang mengikuti paparan bising, efek dari beberapa obat seperti furosemid, dan tinitus spontan pada orang berpendengaran normal yang ditempatkan pada tempat dengan kesunyian total. Obat lain seperti aspirin, meningkatkan kecepatan letupan spontan saraf pendengaran. ompleksitas perubahan pada sistem saraf berhubungan dengan tinitus mungkin men(elaskan mengapa tinitus resisten terhadap pengobatan.