Anda di halaman 1dari 39

BAB I PENDAHULUAN Dislokasi panggul adalah suatu keadaan dimana terjadi perpindahan

permukaan caput femoris terhadap acetabulum. Dislokasi terjadi ketika caput femoris keluar dari acetabulum. Kondisi ini dapat kongenital atau didapat (acquired). Dari kedua dislokasi ini, dislokasi yang paling sering ditemukan adalah dislokasi panggul yang didapat akibat trauma (dislokasi panggul traumatika). Dislokasi panggul traumatika ini dapat terjadi pada semua kelompok usia dan angka kejadiannya meningkat seiring dengan meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas dan dislokasi panggul ini merupakan suatu kegawatdaruratan ortopedi yang membutuhkan tatalaksana segera. Seringkali cedera panggul disertai dengan cedera berat yang membutuhkan tatalaksana segera. Cedera panggul harus segera direduksi karena semakin lama caput femoris berada di luar acetabulum, maka semakin tinggi angka kejadian nekrosis avaskular. anya sedikit caput femoris yang dapat bertahan jika tetap mengalami dislokasi selama lebih dari !" jam. #eduksi dapat dilakukan secara tertutup maupun terbuka. Sebelum melakukan reduksi perlu diingat bahwa harus dilakukan pemeriksaan neurovaskular terlebih dahulu. #eduksi tertutup harus dilakukan di bawah anestesi umum, dilakukan secara lembut, dan relaksasi otot sangat diperlukan untuk mencapai reduksi atraumatik. $ika reduksi tertutup tidak membuahkan hasil, maka dapat dilakukan reduksi terbuka.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 ANATOMI Sendi panggul atau articulatio co&ae adalah sebuah sendi sinovial yang dibentuk oleh tulang 'emur pada bagian caput 'emur dan tulang pelvis pada asetabulum dan mempunyai kon'igurasi ball and socket. Kon'igurasi sendi yang demikian ini memungkinkan sendi tersebut mempunyai kelebihan dalam stabilitas weight bearing sekaligus kebebasan pergerakan. Dalam keadaan normal sendi ini dapat bergerak ke arah abduksi (()"*(), adduksi(()+((), 'leksi (()%"((), ekstensi (()%((), eksorotasi (()*(() dan endorotasi (()"((). ,setabulum terbuka ke arah depan dan bawah kira)kira sebanyak +((. Colum 'emur mempunyai inklinasi ke depan (anteversi) berkisar ()+(( dan mempunyai inklinasi keatas kira)kira %!,*(.

-ambar %. .s 'emur dan .s /elvis

Sendi ini diliputi otot dan ligamen. .tot)otot bagian anterior meliputi otot)otot pada lapisan super'isial yaitu 0. /soas 0ayor, 0. /ektineus dan 0. 1liakus dan otot pada lapisan pro'unda yaitu 0. #ektus 2emoris, 0. 1liopsoas, 0. .bturator 3ksterna dan 4igamentum 1leo'emoral. .tot bagian posterior meliputi otot pada lapisan super'isial yaitu 0. -luteus, 0. obturator 1nternus, 0. Kuadratus 2emoris dan 0. /iri'ormis dan otot

pada lapisan pro'unda yaitu 0. -emelli, 0. .bturator 3ksterna, 0. .bturator 1nternus dan 4igamentum 1skio'emoralis.

-ambar !. 0usculus

4igamentum anterior lebih kuat daripada ligamentum posterior. /ada bagian anterior terdapat dua buah ligamentum yaitu 4igamentum 1lio'emoralis dan 4igamentum /ubofemoralis se!a"#$a" ba#ia" %os&erior &er!a%a& sebua' li#ame"&um (ai&u Is$iofemoralis.

-ambar +. 4igamentum)ligamentum yang melekat di os 'emur dan os pelvis

Caput 'emoralis mendapat perdarahan dari percabangan a. sirkum'leksa 'emoris medialis dan a. obturator ramus anterior serta a. ligamentum teres.

-ambar ". /embuluh darah

Sendi pinggul mempunyai gerakan yang luas, tetapi lebih terbatas daripada articulatio humeri. Kekuatan sendi sebagian besar bergantung pada bentuk tulang)tulang yang ikut dalam persendian dan kekuatan ligamentum. 5ila lutut di'leksikan, 'leksi dibatasi oleh permukaan anterior tungkai atas yang berkontak dengan dinding anterior abdomen. 5ila lutut diluruskan (ekstensi), 'leksi dibatasi oleh ketegangan otot)otot hamstring. 3kstensi yaitu gerakan tungkai atas yang di'leksikan ke belakang kembali ke posisi anatomi, dibatasi oleh tegangan 4igamentum 1lio'emorale, 4igamentum /ubo'emorale, dan 4igamentum 1schio'emorale. -erakan abduksi dibatasi oleh tegangan 4igamentum /ubo'emorale, dan adduksi dibatasi oleh kontak dengan tungkai sisi yang lain dan oleh tegangnya 4igamentum 6eres 2emoris. #otasi lateral dibatasi oleh tegangan 4igamentum 1lio'emorale dan 4igamentum /ubo'emorale, dan rotasi medial dibatasi oleh ligamentum ischio'emorale. -erakan)gerakan berikut ini dapat terjadi7 2leksi dilakukan oleh 0. 1liopsoas, 0. #ectus 2emoris, 0. Sartorius, dan juga mm. adductores. 3kstensi (gerakan ke belakang oleh tungkai atas yang sedang 'leksi) dilakukan oleh 0. -luteus 0aksimus dan otot)otot hamstring. ,bduksi dilakukan oleh 0. -luteus 0edius dan 0inimus, dan dibantu oleh 0. Sartorius, 0. 6ensor 2asciae 4atae, dan 0. /iri'ormis. "

,dduksi dilakukan oleh 0. ,dductor 4ongus dan 0. ,dductor 5revis serta serabut)serabut adductor dari 0. ,dductor 0agnus. .tot)otot ini dibantu oleh 0. /ectineus dan 0. -racilis. #otasi lateral dilakukan oleh 0. /iri'ormis, 0. .bturatorius 1nternus dan 3ksternus, 0. -emellus Superior dan 0. -emellus 1n'erior dan 0. 8uadrates 2emoris, dibantu oleh 0. -luteus 0aksimus. #otasi medial dilakukan oleh serabut)serabut anterior dari 0. -luteus 0edius dan 0. -luteus 0inimus dan 0. 6ensor 2asciae 4atae. Circumduksi merupakan kombinasi dari gerakan)gerakan di atas. Kelompok otot)otot ekstensor lebih kuat daripada kelompok otot)otot 'leksor, dan lateral lebih kuat daripada rotator medial. a. Li#ame" A"a&omi Sendi pinggul berbentuk bola dan socket. Caput berputar dalam acetabulum dan tidak tertutup sempurna. Kedalaman acetabulum ini dilengkapi oleh 'ibrous labrum, yang membuat 'ungsional sendi lebih dalam dan lebih stabil. 4abrum menambahkan lebih dari %(9 cakupan caput 'emoralis, menciptakan situasi yang membuat kaput *(9 lebih tercakup selama gerakan. Dibutuhkan lebih dari "(( : kekuatan hanya untuk merusak sendi panggul. Kapsul sendi pinggul adalah kuat dan meluas dari tepi acetabulum ke garis intertrochanteric anterior dan leher 'emoralis posterior. Serat longitudinal didukung oleh kapsul spiral tebal disebut ligamen. ,nterior, ligamentum ilio'emoral atau ligamen ; berasal dari aspek superior dari sendi di ilium dan spina iliaca anterior in'erior. 5erjalan pada dua pita memasuki sepanjang garis intertrochanteric superior dan hanya dari superior ke in'erior trokanter minor. 1n'erior kapsul lebih lanjut didukung oleh ligamentum pubo'emoral, yang berasal dari ramus superior superolateral dan masuk pada garis intertrochanteric ke ligamentum ;. /osterior, kapsul masuk pada leher 'emoralis pada in'erior dari caput medial dan meluas ke dasar trokanter mayor lateral. *

4igamentum ischio'emoral dalam kapsul posterior berasal dari dinding posterior in'erior dengan iscium. 5erjalan lateral obli< dan superior untuk memasuki leher 'emoralis dengan kapsul. Selain ligamen, rotator eksternal pendek berbaring di kapsul posterior, memberikan dukungan tambahan. b. Neuro)as$ular A"a&omi Semua sara' ke tungkai bawah lewat dekat sendi pinggul. Sara' skiatik yang paling menjadi perhatian karena paling berisiko. Sara' ini berjalan posterior pada sendi, muncul dari notch isciadica yang dalam ke piri'ormis dan yang super'isial ke obturator internus dan otot gemelli. Dalam =*9 orang sara' ini adalah sebuah struktur tunggal yang terletak di posisi normal. /ada %!9 itu membagi sebelum keluar dari skiatik notch yang besar dan divisi peroneal melewati agak lebih dalam daripada otot piri'ormis. Dalam +9 sara' ini mengelilingi piri'ormis dan dalam %9 seluruh sara' melewati piri'ormis. Dengan terjadinya dislokasi posterior, sara' dapat teregang atau langsung tertekan. Sara' obturator melewati 'oramen obturatorius superolateral dengan arteri obturatorius. Sara' 'emoralis terletak medial dari otot psoas dalam selubung yang sama dan dapat cedera dengan terjadinya dislokasi anterior. Cedera pada vaskular dari caput 'emur merupakan 'aktor penting dalam dislokasi panggul. /ada orang dewasa, pasokan darah utama untuk kaput berasal dari arteri kolum 'emur. ,rteri ini berasal dari cincin ekstrakapsular di dasar colum 'emur. Cincin ini dibentuk oleh kontribusi dari arteri circum'leksa 'emoralis posterior medial dan lateral anterior cirkum'leksa 'emoralis. /embuluh darah melintasi kapsul dekat insersi pada leher dan daerah trokanterika dan naik sejajar dengan leher, memasuki kaput berdekatan dengan permukaan in'erior artikular. /embuluh darah superior dan posterior, yang terutama berasal dari arteri 'emoralis circum'leksa medial, lebih besar dan lebih banyak daripada pembuluh darah anterior. Selain pembuluh serviks, kontribusi yang kecil untuk kaput muncul dari arteri >

'oveal, sebuah cabang dari arteri obturatorius yang terletak di dalam ligamentum teres. arteri ini memberi kontribusi yang signi'ikan ke bagian epi'isis dari pembuluh darah kaput 'emur pada sekitar ?*9 dari pinggul. /osisi panggul ketika dislokasi dapat menekuk pembuluh darah yang memvaskularisasi caput 'emur, membuat sirkulasi kolateral menjadi penting. :amun, perubahan dalam suplai darah e&traosseous tidak memberikan perubahan yang konsisten dalam pasokan intraosseous ke kaput, hal ini mungkin terjadi karena ada sirkulasi kolateral.

-ambar *. /embuluh darah os 'emur

2.2. DE*INISI Kata dislokasi merupakan gabungan dari kata dis dan lokasi yang berarti kedudukan yang salah. Dislokasi sendi adalah keadaan dimana terjadi pergeseran total permukaan tulang yang membentuk persendian. Dislokasi sendi merupakan keadaan gawat darurat di bidang ortopedi yang memerlukan penanganan segera. Dislokasi adalah keadaan di mana tulang)tulang yang membentuk sendi tidak lagi berhubungan secara anatomis (tulang lepas dari sendi). Dislokasi ini dapat hanya komponen tulangnya saja yang bergeser atau terlepasnya seluruh komponen tulang dari tempat yang seharusnya (dari mangkuk sendi).

Dislokasi panggul adalah suatu keadaan dimana terjadi perpindahan permukaan sentuh caput femoris terhadap acetabulum. Dislokasi terjadi ketika caput femoris keluar dari acetabulum. Kondisi ini dapat kongenital atau didapat (acquired). 2.+. EPIDEMIOLO,I Dengan meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas, dislokasi panggul traumatik makin sering ditemukan. Dislokasi panggul ini dapat terjadi pada semua kelompok usia. Dislokasi panggul posterior merupakan dislokasi yang paling sering terjadi. Dislokasi panggul posterior terjadi sebanyak @(9 dari kasus, sedangkan dislokasi panggul anterior terjadi sebanyak %(9 dari seluruh kasus dislokasi panggul traumatik. 2.-. KLASI*IKASI 5erdasarkan arah dislokasi, dislokasi panggul dibagi menjadi +, yaitu dislokasi posterior, dislokasi anterior, dan dislokasi pusat (central). a. Dislo$asi Pos&erior %) 0ekanisme Cedera 3mpat dari lima dislokasi panggul traumatik adalah dislokasi posterior. 5iasanya dislokasi ini terjadi dalam kecelakaan lalu lintas bila seseorang yang duduk di dalam mobil terlempar ke depan sehingga lutut terbentur pada dashboard. 2emur terdorong ke atas dan caput femoris keluar dari acetabulum, seringkali terjadi 'raktur pada acetabulum ('raktur)dislokasi).

-ambar >. 0ekanisme cedera pada dislokasi panggul posterior

!) -ambaran Klinis dan /emeriksaan 2isik Caput femoris dapat berada di posisi yang tinggi (iliac) atau rendah (ischiatic), tergantung dari posisi 'le&i paha ketika terjadi dislokasi.

Dislokasi tipe iliac7 ) ) ) ) /anggul 'le&i, adduksi, endorotasi. 3&tremitas yang terkena tampak memendek. Trochanter major dan bokong di daerah yang mengalami dislokasi terlihat menonjol. 4utut e&tremitas yang mengalami dislokasi tampak menumpang di paha sebelahnya.

Dislokasi tipe ischiatic7 ) ) ) ) /anggul 'le&i. /anggul sangat beradduksi sehingga lutut di e&tremitas yang mengalami dislokasi tampak menindih di paha sebelahnya. 3&tremitas bawah tampak dalam posisi endorotasi yang ekstrim. Trochanter major dan bokong di daerah yang mengalami dislocasi terlihat menonjol.

-ambar ?. /osisi sendi pada dislokasi pinggul posterior

$ika salah satu tulang panjang mengalami 'raktur (biasanya 'emur), dislokasi panggul seringkali tidak terdiagnosis. /edoman yang baik adalah dengan pemeriksaan pelvis dengan pemeriksaan radiologis. 6ungkai bawah juga harus diperiksa untuk mencari apakah terjadi cedera syara' ischiadicus. Cedera neurovaskular pada dislokasi panggul posterior dapat memberikan gambaran sebagai berikut7 :yeri di panggul, bokong, dan tungkai bawah bagian posterior. ilangnya sensasi di tungkai bawah dan kaki. ilangnya kemampuan dorso'le&i (cabang peroneal) atau

plantar'le&i (cabang tibial). ilangnya deep tendon reflex di pergelangan kaki. ematoma lokal 3pstein dan 6hompson menganjurkan suatu klasi'ikasi yang dapat membantu perencanaan tatalaksana. Klasi'ikasi ini dibuat sebelum ditemukannya CT-scan. 5erikut ini adalah klasi'ikasi dislokasi panggul posterior menurut 3pstein dan 6hompson7 6ipe 1 7 Dislokasi sederhana, dengan atau tanpa 'ragmen di dinding posterior acetabulum. 6ipe 11 7 Dislokasi dengan 'ragmen besar di dinding posterior acetabulum. 6ipe111 7 Dislokasi dengan kominusi dinding

+) Klasi'ikasi

posterior acetabulum. 6ipe 1A 7 Dislokasi dengan 'raktur dasar (lantai) acetabulum. 6ipe A 7 Dislokasi dengan 'raktur caput femoris, yang diklasi'ikasikan menurut /ipkin

%(

-ambar =. Klasi'ikasi 2ractureCaput Femoris 0enurut /ipkin ,) 6ipe 17 -aris 'racture berada di bawah 'ovea, 5) 2ragmen 'racture meliputi 'ovea, C) Sama seperti tipe 1 dan 11, namun disertai dengan 'racture collum femoris, D) 2racture caput 'emoris dan acetabulum dalam bentuk apapun.

") /emeriksaan #adiologi /ada 'oto anteroposterior (,/), caput femoris terlihat keluar dari acetabulum dan berada di atas acetabulum. Segmen atap acetabulum atau caput femoris dapat ditemukan patah dan bergeser. 2oto oblik dapat digunakan untuk mengetahui ukuran 'ragmen. CT scan adalah cara terbaik untuk melihat 'raktur acetabulum atau setiap 'ragmen tulang. %. /asien ditempatkan di atas meja dalam posisi telungkup. !. 6ungkai yang mengalami dislokasi digantungkan ke bawah dan lutut di'leksikan. +. Seorang asisten memegang tungkai yang sehat secara horiBontal. ". .perator memberi tekanan ke bawah secara mantap pada lutut yang 'leksi. *. /osisi ini tetap dipertahankan hingga otot)otot relaksasi dan caput femoris turun ke acetabulum. Kadang)kadang dengan sedikit mengayunkan paha dapat mempercepat reduksi. *) 6atalaksana %%

-ambar @. -ambaran radiologi dislokasi panggul posterior

Disloasi harus direduksi secepat mungkin di bawah anestesi umum. #eduksi harus dilakukan dalam waktu %! jam sejak terjadinya dislokasi. /ada sebagian besar kasus dilakukan reduksi tertutup, namun jika reduksi tertutup gagal sebanyak ! kali maka harus dilakukan reduksi terbuka untuk mencegah kerusakan caput femoris lebih lanjut. Sebelum melakukan reduksi, sebaiknya dilakukan pemeriksaan neurovaskular. 1ndikasi reduksi tertutup7 Dislokasi dengan atau tanpa de'isit neurologis jika tidak ada 'raktur. Dislokasi yang disertai 'raktur jika tidak terdapat de'isit neurologis. Kontraindikasi reduksi tertutup7 Dislokasi panggul terbuka. 5erikut ini adalah beberapa teknik yang dapat digunakan untuk mereduksi dislokasi panggul posterior sederhana (tipe 1 3pstein).

Ma"u)er Allis

-ambar %(. 0anuver ,llis

%. /asien berbaring dalam posisi supine.

!. Seorang asisten menekan spina iliaca anterior superior.

+. .perator memegang tungkai yang mengalami dislokasi pada pergelangan kaki

". 4engan *. /aha dalam >.Setelah traksi bawah operator posisi adduksi dipertahankan, diletakkan di dan endorotasi , caput 'emoris bawah lutut, lalu lalu di'leksikan diungkit ke dalam lakukan traksi @((. 6indakan ini acetabulum longitudinal merelaksasikan dengan abduksi, %!

menggunakan satu tangan.

sejajar de'ormitas.

ligamen ilio'emoral.

rotasi eksternal, dan ekstensi pinggul.

Ma"u)er S&imso"

0anuver ini menggunakan berat tungkai bawah dan gravitasi untuk mengurangi dislokasi. %. . /asien ditempatkan di atas meja dalam posisi telungkup. !. 6ungkai yang mengalami dislokasi digantungkan ke bawah dan lutut di'leksikan. +. Seorang asisten memegang tungkai yang sehat secara horiBontal. ". .perator memberi tekanan ke bawah secara mantap pada lutut yang 'leksi. *. /osisi ini tetap dipertahankan hingga otot)otot relaksasi dan caput femoris turun ke acetabulum. -ambar %%. 0anuver Stimson Kadang)kadang dengan sedikit mengayunkan paha dapat mempercepat reduksi

Ma"eu)er Bi#elo.

-ambar %!. 0anuver 5igelow %. /asien dibaringkan di !. Seorang asisten +. ,ngkat tungkai yang ". #otasikan tungkai ke *. 5uat traksi yang mantap >. Setelah traksi ke atas

%+

lantai dalam posisi supine.

menekan spina mengalami posisi netral. iliaca anterior dislokasi dan superior. 'leksikan sendi pinggul dan lutut.

pada tungkai bawah ke arah atas, angkat caput femoris ke dalam acetabulum.

selesai, letakkan paha ke bawah dalam posisi ekstensi.

Te$"i$ /'is&ler /anggul yang mengalami dislokasi direlokasikan menggunakan lengan operator untuk mengangkat dan memanuver tungkai yang mengalami dislokasi ketika bahu operator diangkat. 6angan operator bertumpu pada paha kontralateral. Seorang asisten atau tangan lain operator melakukan kontratraksi pada tibia atau 'ibula.

-ambar %+. 6eknik Chistler

Tra$si lo"#i&u!i"al /asien dibaringkan dalam posisi supine, kemudian seorang asisten melakukan traksi lateral, sementara operator melakukan traksi longitudinal. (-ambar dapat dilihat di halaman berikutnya)

-ambar %". 6raksi longitudinal

Leg-crossing maneuver Kadang)kadang dislokasi dapat direduksi dengan cara membujuk pasien untuk perlahan)lahan menyilangkan tungkai yang %"

mengalami dislokasi ke arah tungkai sebelahnya (adduksi) dan kemudian lakukan traksi lembut ketika asisten memandu caput femoris kembali ke posisi semula dengan melakukan tekanan di sebelah anterior. Te$"i$ ful0rum /asien dibaringkan dalam posisi supine, lalu lutut operator diletakkan di bawah lutut pasien di sisi yang mengalami dislokasi. 4utut operator digunakan sebagai titik tumpu untuk mengungkit caput femoris agar kembali masuk ke acetabulum.

-ambar %*. 6eknik 'ulcrum

Ma"u)er East Baltimore Lift /asien dibaringkan dalam posisi supine. .perator berdiri di sisi panggul yang mengalami dislokasi. 3&tremitas bawah pasien di'le&ikan hingga panggul dan lutut membentuk sudut @((. Kemudian operator menempatkan lengannya yang lebih dekat dengan kepala pasien di bawah lutut pasien, menopang tungkai pasien dengan cara menumpukan tangannya di bahu seorang asisten yang berdiri di seberangnya, sedangkan tangan lain operator memegang pergelangan kaki pasien. Kemudian asisten meletakkan tangannya di bahu operator dengan cara melewati bagian bawah lutut pasien (serupa dengan yang dilakukan oleh operator). .perator dan asisten kemudian berdiri dengan posisi lutut sedikit 'le&i dan secara bersama)sama berdiri tegak tanpa merubah posisi bahu untuk memberikan traksi.

%*

.perator merotasikan tungkai bawah pasien di bagian pergelangan kaki, sedangkan asisten yang kedua menstabilkan pelvis.

-ambar %>. 0anuver 3ast 5altimore 4i't

/emeriksaan X-Ray sangat diperlukan untuk memastikan reduksi dan untuk menyingkirkan 'raktur. 5ila terdapat sedikit kecurigaan saja bahwa 'ragmen tulang telah terperangkap di dalam sendi, maka diperlukan pemeriksaan C6)scan. #eduksi biasanya stabil, panggul yang telah mengalami cedera harus diistirahatkan. Cara yang paling sederhana untuk mengistirahatkan panggul adalah dengan memasang traksi dan mempertahankannya selama + minggu. -erakan dan latihan dimulai segera setelah nyeri mereda. /ada akhir minggu ketiga pasien diperbolehkan berjalan dengan kruk penopang. $ika pemeriksaan D)ray atau CT-scan pasca reduksi al ini memperlihatkan adanya 'ragmen intra)articular, 'ragmen itu harus dibuang dan sendi dibilas melalui posterior approach. biasanya ditunda hingga keadaan pasien stabil. 2raktur)dislokasi tipe 11 3pstein sering diterapi dengan reduksi terbuka segera dan 'iksasi anatomis pada 'ragmen yang terlepas. :amun, jika keadaan umum pasien meragukan atau tidak tersedia ahli bedah yang terampil di bidang ini, panggul direduksi tertutup seperti diuraikan di atas. $ika sendi tidak stabil atau 'ragmen besar %>

tetap tidak tereduksi, maka reduksi terbuka dan 'iksasi internal tetap diperlukan. /ada kasus tipe 11, traksi dipertahankan selama > minggu. 2raktur)dislokasi tipe 111 diterapi secara tertutup, tetapi mungkin terdapat 'ragmen yang bertahan dan 'ragmen)'ragmen ini harus dibuang dengan operasi terbuka. 6raksi dipertahankan selama > minggu. 2raktur)dislokasi tipe 1A dan A pada awalnya diterapi dengan reduksi tertutup. 2ragmen caput femoris dapat secara otomatis berada pada tempatnya, dan ini dapat dipastikan dengan CT-scan pasca reduksi. $ika 'ragmen tetap tidak tereduksi, terapi operasi diindikasikan7 'ragmen yang kecil dibuang, namun 'ragmen yang besar harus digantiE sendi dibuka, caput femoris didislokasikan dan 'ragmen diikat pada posisinya dengan countersun screw. /asca operasi, traksi dipertahankan selama " minggu dan pembebanan penuh ditunda selama %! minggu. Dislo$asi Pa"##ul (a"# Ti!a$ Tere!u$si Kadang)kadang dislokasi panggul posterior tanpa 'raktur acetabulum atau caput femoris tidak dapat direduksi dengan metode reduksi tertutup. /ada dislokasi posterior, caput femoris keluar ke arah posteroin'erior dari kapsul dan dapat menembus otot)otot e&orotasi. $aringan lunak yang mengelilingi collum femoris dapat mencegah relokasi dari caput femoris. Sebagai contoh, labrum acetabulum dapat terlepas dari tempat melekatnya, dengan atau tanpa 'ragmen tulang, ketika reduksi, labrum mungkin tertarik masuk ke dalam sendi di depan caput femoris sehingga mencegah kembalinya posisi caput secara konsentris ke dalam acetabulum.

%?

-ambar %?. #obekan labrum acetabulum

6ata laksana untuk dislokasi yang tidak tereduksi ini adalah dengan reduksi operati' (terbuka). Posterior approach se"!i %a"##ul 1Ko0'er2La"#e"be0$3 /asien dibaringkan dalam posis lateral.

0ulai dengan insisi kulit pada daerah trochanter major dan perluas ke arah pro&imal sepanjang > cm dari spina iliaca posterior (-ambar +*,). 1nsisi dapat diperluas ke arah distal sepanjang permukaan lateral paha sepanjang %( cm atau seperlunya.

/isahkan fasciae latae sejajar dengan insisi kulit dan pisahkan gluteus maximus secara tumpul sejajar dengan arah seratnya (-ambar +*5). 4indungi cabang dari nervus gluteus in'erior ke arah anterosuperior dari gluteus maximus.

Kenali dan lindungi nervus ischiadicus yang berada di atas quadratus femoris (-ambar +*C). /isahkan tendon 0. !iriformis" gemellus, dan

obturatorius internus sejajar dengan insersinya pada trochanter major dan kemudian otot)otot e&orotasi %=

tersebut ditarik ke arah medial untuk melindungi ner#us ischiadicus. 0. <udratus 'emoris tetap dibiarkan intak untuk melindungi cabang arteri circum'le&a 'emoris medialis (-ambar +*D). 6empat melekatnya tendon 0. gluteus maximus pada 'emur dapat diinsisi untuk memperluas daerah paparan.

-ambar %=. /osterior ,pproach Sendi /anggul

1denti'ikasi kapsul yang mengelilingi collum femoris dan jika perlu perbesar robekan ke arah pro&imal dan distal untuk membebaskan collum dan caput femoris.

#eduksi7
) ) )

6raksi paha sepanjang aksis longitudinalnya. /anggul di'le&ikan @(( dan diadduksi. Dislokasikan caput 'emoris ke arah posterior dengan mengendorotasikan paha. 5uat traksi longitudinal pada 'emur dengan kuat. Cari gambaran cartilago labrum di dalam acetabulum.

) )

6arik labrum keluar dari acetabulum dengan kait tumpul. %@

) )

/otong bagian yang tidak melekat dari labrum. 3ratkan caput femoris dengan membuat traksi longitudinal pada 'emur yang di'le&ikan dan diadduksi.

Setelah reduksi terbuka, dilakukan pemasangan s in traction di tungkai bawah. /anggul dalam posisi e&tensi dan e&tremitas sedikit abduksi. 6raksi dipertahankan selama + minggu. 5eberapa hari setelah reduksi, gerakan akti' dan pasi' sendi panggul dapat dimulai. /ada akhir minggu ketiga, pasien diperbolehkan jalan menggunakan kruk penopang. /asien diperbolehkan menopang berat badan pada akhir minggu ke %!)%" dan diperbolehkan kembali beraktivitas seperti biasa >)%( bulan setelah operasi. 1kuti perkembangan pasien selama ! tahun (setiap + bulan), setiap pemeriksaan rekam perkembangan range of motion dari sendi panggul dan lakukan pemeriksaan X-ray untuk mengetahui ada tidaknya nekrosis avaskular dari caput femoris. >) Komplikasi a) Dini 4e!era nervus ischiadicus. Syara' ini kadang)kadang mengalami cedera, namun biasanya membaik lagi. $ika setelah mereduksi dislokasi, lesi nervus ischiadicus dan 'raktur acetabulum yang tidak tereduksi terdiagnosis, maka nervus harus dieksplorasi dan 'ragmennya dikoreksi ke tempat asalnya (disekrupkan pada posisinya). /enyembuhan sering membutuhkan waktu beberapa bulan, dan sementara itu tungkai harus dihindarkan dari cedera dan pergelangan kaki harus dibebat untuk menghindari kaki terkulai (foot drop). 4e!era %embulu' !ara'.

!(

Kadang)kadang arteri gluteus superior robek dan mungkin terdapat banyak perdarahan. $ika keadaan ini dicurigai, maka harus dilakukan arteriogram. /embuluh darah yang robek mungkin perlu diligasi. *ra$&ur corpus femoris. 5ila ini terjadi bersamaan dengan dislokasi panggul, dislokasi biasanya terlewatkan. 0aka harus digunakan pedoman bahwa pada setiap 'raktur corpus femoris, bokong dan trochanter per palpasi, dan panggul harus dilakukan pemeriksaan X-ray. Sekalipun tindakan pencegahan ini tidak dilakukan, suatu dislokasi harus dicurigai bila 'ragmen pro&imal pada 'raktur melintang pada batang terlihat beradduksi. #eduksi dislokasi ini jauh lebih sulit, tetapi manipulasi tertutup yang perlahan harus tetap dicoba. $ika cara ini gagal, maka reduksi terbuka harus dicoba, dan pada saat yang sama, 'emur dapat di'iksasi dengan intramedullary nail. b) 4ambat Ne$rosis a)as$ular. /ersediaan darah pada caput femoris sangat terganggu sekurang) kurangnya pada %(9 dislocasi panggul traumatik. $ika reduksi ditunda lebih dari beberapa jam, angkanya meningkat menjadi "(9. :ecrosis avaskular terlihat pada pemeriksaan D)#ay sebagai peningkatan kepadatan caput femoris, tetapi perubahan ini tidak ditemukan sekurang)kurangnya selama > minggu, dan kadang)kadang jauh lebih lama (sampai ! tahun), tergantung pada kecepatan perbaikan tulang. $ika caput femoris menunjukkan tanda)tanda 'ragmentasi, mungkin diperlukan operasi. $ika terdapat segmen nekrotik yang kecil, osteotomi penjajaran tulang (realigment) merupakan metode terpilih. Sebaliknya, pada pasien yang lebih muda, pilihannya adalah antara penggantian caput femoris dengan prostesis bipolar atau !%

artrodesis panggul. /ada pasien berusia di atas *( tahun, penggantian panggul keseluruhan adalah pilihan yang lebih baik. Miosi&is osifi$a"s. Komplikasi ini jarang terjadi, mungkin berhubungan dengan beratnya cedera. Karena sulit diramalkan, complicasi ini sulit dicegah. -erakan tidak boleh dipaksa dan pada cedera yang berat, masa istirahat dan pembebanan mungkin perlu diperpanjang. Dislo$asi (a"# &a$ &ere!u$si. Setelah beberapa minggu, dislocksi yang tak diterapi jarang dapat direduksi dengan manipulasi tertutup dan diperlukan reduksi terbuka. 1nsidensi kekakuan atau neckosis avaskular sangat meningkat dan di kemudian hari pasien dapat memerlukan pembedahan rekonstrukti'. Os&eoar&ri&is. .steoartritis sekunder sering terjadi dan diakibatkan oleh7 (%) kerusakan cartilago pada saat dislokasi (!) adanya 'ragmen yang bertahan dalam sendi, atau (+) nekrosis iskemik pada caput femoris.

b. Dislo$asi A"&erior Dislokasi anterior jarang terjadi jika dibandingkan dengan dislokasi posterior. Dislokasi ini terjadi sebanyak %()%! 9 dari keseluruhan kejadian dislokasi panggul traumatik. /enyebab yang laBim adalah kecelakaan lalu lintas atau kecelakaan penerbangan. Caput femoris didorong dengan paksa ke arah anteroin'erior dan berpindah ke foramen obturatorium atau pubis. %) 0ekanisme Cedera !!

Dislokasi ini dapat terjadi dalam kecelakaan lalu lintas ketika lutut terbentur dashboard ketika paha dalam posisi abduksi. Dislokasi pada satu atau bahkan kedua panggul dapat terjadi jika seseorang tertimpa benda berat pada punggungnya saat posisi kaki merentang, lutut lurus dan punggung ke depan. Caput femoris didorong dengan paksa ke arah anteroin'erior dan berpindah ke foramen obturatorium atau pubis. Dislokasi obturator dapat terjadi akibat + dorongan yang berbeda7 %. 3kstremitas bawah abduksi, eksorotasi, dan 'leksi. !. Dorongan mengenai sisi belakang paha +. Caput femoris keluar dari acetabulum.

-ambar %@.

%. 3kstremitas bawah dalam posisi abduksi, eksorotasi, dan 'leksi. !. Dorongan terjadi pada paha bagian dalam, memaksa ekstremitas bawah untuk berabduksi dan eksorotasi. Dalam mekanisme ini, ekstremitas bawah juga dipaksa untuk berekstensi. +. Caput 'emoris keluar dari sendi.
-ambar !(.

!+

%. 3&tremitas dalam posisi abduksi, eksorotasi, dan 'leksi. !. Dorongan mengenai bagian posterior paha. +. Caput femoris keluar dari sendi.
-ambar !%.

Dislokasi pubis jarang terjadi jika dibandingkan dengan dislokasi obturator dan sangat sulit untuk direduksi. 0ekanisme dislokasi ini adalah hiperekstensi dan eksorotasi yang berlebihan sehingga memaksa caput femoris keluar dari sendi melalui robekan kapsul sendi di bagian anterior. !) -ambaran Klinis dan /emeriksaan 2isik Kaki berada dalam posisi e&orotasi, abduksi, dan sedikit 'le&i. Kaki tidak memendek karena perlekatan rektus 'emoris mencegah caput femoris bergeser ke atas. 5ila dilihat dari samping, tonjolan anterior pada caput yang mengalami dislokasi tampak jelas. Kadang)kadang kaki berabduksi hampir membentuk sudut siku)siku. Caput yang menonjol mudah diraba. -erakan panggul tidak dapat dilakukan.

-ambar !!. /osisi sendi pada dislokasi panggul anterior

!"

Cedera neurovaskular dapat terjadi. 5erikut ini adalah tanda)tanda terjadinya cedera neurovaskular pada dislokasi panggul anterior7 /aresis di e&tremitas bawah #asa nyeri tumpul di e&tremitas bawah #e'leks patella melemah atau hilang 3&tremitas bawah tampak pucat dan dingin /arestesia di e&tremitas bawah /ada 'oto anteroposterior, dislokasi biasanya jelas, tetapi kadang)kadang caput hampir berada di depan posisi normalnya sehingga jika meragukan dapat dilakukan 'oto lateral.

+) /emeriksaan #adiologi

-ambar !+. -ambaran radiologi dislokasi panggul anterior

") 6atalaksana Dislokasi harus direduksi secepat mungkin di bawah anestesi umum. #eduksi harus dilakukan dalam waktu %! jam sejak terjadinya dislokasi. Sebelum melakukan reduksi, sebaiknya dilakukan pemeriksaan neurovaskular. 0anuver yang digunakan hampir sama dengan yang digunakan untuk mereduksi dislokasi posterior, kecuali bahwa ketika

!*

paha yang ber'le&i ditarik ke atas, paha harus diadduksi. 6ata laksana berikutnya mirip dengan tata laksana pada dislokasi posterior.

-ambar !". 0anuver #eduksi 6ertutup Dislocasi /anggul ,nterior

Setelah

reduksi,

panggul

diistirahatkan

dengan

pemasangan s in traction selama tiga minggu. 5eberapa hari setelah reduksi, gerakan akti' dan pasi' sendi panggul dapat dimulai. /ada akhir minggu ketiga, pasien diperbolehkan jalan menggunakan kruk penopang tanpa bertumpu pada sisi yang mengalami dislokasi. Selama periode ini dapat dilakukan latihan akti' terkontrol untuk mengembalikan 'ungsi sendi dan perkembangan tonus dan kekuatan otot. Kerja ringan dapat dilanjutkan pada minggu ke %")%> dan aktivitas penuh dapat dilakukan >)%( bulan setelah cedera. 1kuti perkembangan pasien selama minimal ! tahun, setiap pemeriksaan rekam perkembangan range of motion dari sendi panggul dan lakukan pemeriksaan X-ray setiap ")> bulan untuk mengetahui ada tidaknya necrosis avaskular dari caput femoris. a) Dislokasi /anggul yang 6idak 6ereduksi /ada kasus yang jarang, manuver reduksi tertutup dapat gagal dalam mereduksi dislokasi panggul anterior. $ika hal ini terjadi, maka reduksi tertutup tidak boleh dipaksakan dan hal ini merupakan indikasi untuk dilakukannya reduksi terbuka. Kegagalan reduksi tertutup ini dapat disebabkan oleh 7 !>

%) /enetrasi caput femoris ke dalam otot iliopsoas !)3kstrusi caput femoris ke dalam lubang (buttonhole) di kapsul anterior. b) $nterolateral approach sendi panggul (Smith)/etersen) %. 5uat insisi kulit sepanjang %F+ anterior crista iliaca dan sepanjang tepi anterior 0. tensor fasciae latae" kemudian insisi dibelokkan ke arah posterior melewati insersio otot tersebut di region subtrochanterica (biasanya =)%( cm di bawah dasar trochanter major). !. 1nsisi 'asia sepanjang tepi anterior 0. tensor fasciae latae. Kenali dan lindungi ner#us cutaneous femoris lateralis, yang biasanya berada di bagian medial 0. tensor fasciae latae dan lateral dari %. sartorius. +. 1nsisi perlekatan otot di aspek lateral ilium sepanjang crista iliaca. /isahkan perlekatan otot di antara spina iliaca anterior superior dan acetabulum labrum, lalu tampak %. tensor fasciae latae" %. gluteus minimus" dan bagian anterior %.gluteus medius. ". 1nsisi 'asia kemudian dilanjutkan ke arah insersio 0. tensor fasciae latae ke ikatan iliotibial dan paparkan bagian lateral %. rectus femoris dan bagian anterior %. #astus lateralis. *. 0ulai insisi kapsular di aspek in'erior kapsul, lateral dari acetabulum labrumE dari titik ini, perluas ke arah pro&imal, paralel dengan acetabulum labrum dan belokkan ke arah lateral. >. 4akukan traksi longitudinal pada tungkai bawah. Ketika traksi dipertahankan, tungkai di)endorotasi)kan dan berikan tekanan pada caput femoris secara langsung untuk menimbulkan e'ek reduksi.

!?

-ambar !*. Smith)/etersen ,pproach

Setelah

reduksi,

panggul

diistirahatkan

dengan

pemasangan s in traction selama tiga minggu. 5eberapa hari setelah reduksi, gerakan akti' dan pasi' sendi panggul dapat dimulai. /ada akhir minggu ketiga, pasien diperbolehkan jalan menggunakan kruk penopang tanpa bertumpu pada sisi yang mengalami dislokasi. Selama periode ini dapat dilakukan latihan akti' terkontrol untuk mengembalikan 'ungsi sendi dan perkembangan tonus dan kekuatan otot. Kerja ringan dapat dilanjutkan pada minggu ke %")%> dan aktivitas penuh dapat dilakukan >)%( bulan setelah cedera. 1kuti perkembangan pasien selama minimal ! tahun, setiap pemeriksaan rekam perkembangan range of motion dari sendi panggul dan lakukan pemeriksaan X-ray setiap ")> bulan untuk mengetahui ada tidaknya necrosis avaskular dari caput femoris. *) Komplikasi &ecrosis a#as ular adalah komplikasi yang dapat terjadi pada dislokasi panggul anterior dan terjadi pada %(9 kasus. /ersediaan darah pada caput femoris sangat terganggu sekurang) kurangnya pada %(9 dislokasi panggul traumatik. $ika reduksi ditunda lebih dari beberapa jam, angkanya meningkat menjadi "(9. :ekrosis avaskular terlihat pada pemeriksaan D)ray sebagai peningkatan kepadatan caput femoris, tetapi perubahan ini tidak !=

ditemukan sekurang)kurangnya selama > minggu, dan kadang) kadang jauh lebih lama (sampai ! tahun), tergantung pada kecepatan perbaikan tulang. Dalam minggu)minggu awal, radiosintigra'i dapat memperlihatkan tanda)tanda iskemia tulang. $ika caput femoris menunjukkan tanda)tanda 'ragmentasi, mungkin diperlukan operasi. $ika terdapat segmen nekrotik yang kecil, osteotomi penjajaran tulang (realigment) merupakan metode terpilih. Sebaliknya, pada pasien yang lebih muda, pilihannya adalah antara penggantian caput femoris dengan prostesis bipolar atau artrodesis panggul. /ada pasien berusia di atas *( tahun, penggantian panggul keseluruhan adalah pilihan yang lebih baik.

0.

Dislo$asi Se"&ral 1Pusa&3 %) 0ekanisme Cedera Dislokasi ini dapat terjadi jika seseorang jatuh dari ketinggian, terjatuh satu sisi, atau pukulan pada trochanter major. /ukulan ini dapat mendorong caput femoris ke lantai acetabulum dan menyebabkan 'raktur pelvis. !) -ambaran Klinis dan /emeriksaan 2isik 6erdapat luka lecet atau memar pada paha, namun kaki terletak pada posisi normal. Trochanter dan daerah panggul terasa nyeri. -erakan minimal masih dapat dilakukan. /asien harus diperiksa dengan cermat untuk mencari ada tidaknya cedera pelvis dan abdomen. +) /emeriksaan #adiologi /ada 'oto anteroposterior, caput femoris tampak bergeser ke medial dan lantai acetabulum mengalami 'raktur.

!@

-ambar !>. dislokasi panggul central (kanan)

") Klasi'ikasi Klasi'ikasi 'raktur acetabulum dideskripsikan oleh 4etournel dan $udet. 0ereka membagi 'raktur acetabulum menjadi ! kelompok dasar yaitu 'raktur sederhana dan 'raktur kompleks. 2raktur sederhana adalah 'raktur terisolasi pada satu columna atau dinding bersamaan dengan 'raktur melintang, 'raktur tipe ini meliputi 'raktur dinding posterior, columna posterior, dinding anterior, atau columna anterior dan 'raktur melintang. 2raktur kompleks memiliki geometri 'raktur lebih kompleks dan meliputi 'raktur berbentuk 6 (T-shaped), kombinasi 'raktur dinding dan columna posterior, kombinasi 'raktur melintang dan dinding posterior, 'raktur columna anterior dengan 'raktur posterior hemitrans#erse, dan 'raktur kedua columna.

+(

-ambar !?. Klasi'ikasi 4etournel dan $udet ,) 2racture dinding posterior, 5) 2racture columna posterior, C) 2racture dinding anterior, D) 2racture columna anterior, 3) 2racture melintang, 2) 2racture columna dan dinding posterior, -) 2racture melintang dan 'racture dinding posterior, ) 2racture berbentuk 6, 1) 2racture columna anterior dengan 'racture posterior hemitrans#erse" $) 2racture komplit kedua columna.

*) 6atalaksana /ada kasus dislokasi panggul central tetap harus diusahakan untuk melakukan reduksi dan memulihkan bentuk laBim panggul. 0eskipun osteoartritis sekunder tidak dapat dielakkan, paling tidak anatomi yang normal akan memudahkan pembedahan rekonstrukti'. Dislokasi central yang disertai dengan 'raktur kominusi pada lantai acetabulum kadang)kadang dapat direduksi dengan manipulasi di bawah anestesi umum. ,hli bedah menarik paha dengan kuat dan kemudian mencoba mengungkit keluar caput dengan mengadduksi paha, menggunakan bantalan keras sebagai titik tumpu. $ika cara ini berhasil, traksi longitudinal dipertahankan selama ")> minggu dengan pemeriksaan X-ray untuk memastikan bahwa caput femoris tetap berada di bawah bagian acetabulum yang menahan beban. $ika manipulasi gagal, kombinasi traksi longitudinal dan lateral dapat mereduksi dislokasi selama !)+ minggu. /ada semua metode ini, gerakan perlu dimulai secepat mungkin. 5ila traksi dilepas, pasien diperbolehkan bangun dengan kruk penopang. /enahanan beban diperbolehkan setelah = minggu. asilnya terhadap 'ungsi lebih baik daripada yang ditunjukkan pada penampilan D)ray, tetapi semua gerakan kecuali 'le&i dan e&tensi tetap sangat terbatas, dan pada akhirnya terjadi artritis degenerati', kecuali jika pergeseran hanya terjadi sedikit. a3 1ndikasi .perasi 2raktur acetabulum dengan pergeseran G ! mm di dalam kubah acetabulum. +%

2raktur dinding posterior dengan G *(9 keterlibatan permukaan artikulasi sendi pada dinding posterior. Ketidakstabilan klinis pada 'le&i @((. 2ragmen yang terjebak di dalam acetabulum setelah reduksi tertutup. 5eberapa penulis menganjurkan operasi dilakukan !)+

hari setelah cedera untuk menunggu kondisi pasien agar stabil. 1dealnya reduksi terbuka dan 'iksasi internal 'raktur acetabulum seharusnya dilakukan dalam *)? hari setelah cedera. #eduksi anatomis akan menjadi lebih sulit setelah melewati waktu tersebut karena pembentukan hematoma, kontraktur jaringan lunak, dan pembentukan callus awal

-ambar !=. ,lat)alat yang digunakan dalam operasi 'raktur acetabulum

2raktur Dinding /osterior /ada 'raktur ini digunakan posterior approach (Kocher) 4angenbeck). Hntuk mencegah osteonecrosis dinding posterior, 'ragmen dinding posterior tidak boleh dilepaskan dari kapsul posterior selama paparan. $ika 'raktur meluas ke superior ke arah kubah (dome), osteotomi trochanterica dapat dilakukan untuk mempeluas daerah +!

paparan. Siebenrock dkk. mendeskrispsikan trochanteric flip osteotomy, meninggalkan %. #astus lateralis terikat pada 'ragmen trochanterica. 2ragmen tersebut digeser ke arah anterior untuk memperlihatkan permukaan supraacetabular dari ilium. /anggul digerakkan untuk membersihkan 'ragmen yang terperangkap sebelum dilakukan reduksi 'ragmen. Setelah reduksi 'ragmen, 'iksasi sementara dapat menggunakan kawat (wire) Kirschner, sedangkan 'iksasi tetap menggunakan lag screw dan contoured reconstructi#e plate yang diletakkan di ischium, di atas permukaan retroacetabular dan lateral ilium.

2raktur Columna /osterior 2raktur columna posterior jarang terjadi dan jika terjadi pergeseran yang signi'ikan maka diperlukan reduksi operati' dan 'iksasi internal. /ada operasi ini digunakan posterior approach (Kocher)4angenbeck). De'ormitas rotasional yang menyertai pergeseran harus dikoreksi dengan pemasangan 'chan( screw pada ischium untuk mengontrol rotasi ketika 'raktur direduksi dengan klem reduksi. 2iksasi khusus dapat dilakukan dengan pemasangan lag screw yang dikombinasi dengan contoured reconstructi#e plate di sepanjang columna posterior.

2raktur dinding dan columna anterior Kedua 'raktur ini jarang terjadi dan biasanya menyertai dislokasi panggul anterior. 2raktur ini memerlukan terapi operasi dan menggunakan ilioinguinal atau iliofemoral approach. 2raktur columna anterior di'iksasi menggunakan contoured reconstructi#e plate yang dipasang di sepanjang pinggir pelvis.

2raktur melintang #eduksi untuk 'raktur tipe ini menggunakan posterior approach dengan posisi pasien berbaring terlentang. 5iasanya ++

digunakan )ungbluth clamp untuk mengurangi 'raktur dan rotasi dikontrol oleh 'chan( screw yang terpasang di ischium. 2iksasi posterior menggunakan plate penopang di sepanjang columna posterior dengan 'iksasi anterior, menggunakan lag screw +,* mm yang dipasang di columna anterior dengan posisi di atas acetabulum.

-ambar !@. ,) 2racture dinding posterior multi'ragmen dengan kominusi intraarticular, 5) 2racture columna posterior dengan lag screw, C) 2racture melintang dengan lag screw, D) 2racture melintang dan 'racture dinding posterior.

Setelah cara7 %. !. +. ".

dilakukan

reduksi

terbuka,

dilakukan

pemasangan s eletal traction. /emasangan ini dilakukan dengan 0asukkan threaded wire di bawah tibial tubercle. /asang bebat 6homas dengan !earson attachment balanced dari rangka di atas kepala. /anggul dan lutut sedikit di'le&ikan 5erikan beban seberat !()!* lbs.

+"

-ambar +(. Skeletal 6raction

>) Komplikasi a) Dini Seperti halnya pada 'racture pelvis lain, dapat terjadi cedera viseral dan syok hebat. Cedera ner#us ischiadicus dapat terjadi ketika terjadinya 'raktur atau pada saat operasi. 0eskipun pada saat operasi, syara' ini dilindungi, namun tidak ada kepastian mengenai prognosisnya. Trombosis #ena iliofemoral dapat terjadi dan bersi'at serius b) 4ambat Kekakuan sendi, dengan atau tanpa osteoartritis sering terjadi. $ika penggantian panggul keseluruhan dipertimbangkan, perlu dipastikan bahwa 'raktur acetabulum telah menyatu, jika tidak maka mangkuk dapat terlepas /ada pasien muda, lebih baik dilakukan artrodesis. &ecrosis a#as ular pada caput 'emoris dapat terjadi meskipun caput 'emoris tidak benar)benar mengalami dislokasi. dan beberapa klinik menggunakan pro'ilaksis antikoagulan.

+*

Formasi tulang heterotropi . .si'ikasi periarticular biasa terjadi pada cedera jaringan lunak yang berat. ,ntisipasi dapat dilakukan dengan pemberian pro'ilaksis indometasin. 2.5 P6O,NOSIS Setelah dislokasi panggul, 'ungsi panggul yang baik masih dapat kembali asalkan tidak terjadi nekrosis avaskular atau artritis traumatik dari caput femoris. #eduksi awal telah terbukti sebagai cara terbaik untuk mencegah nekrosis avaskular dengan cara mempersingkat waktu terganggunya sirkulasi caput femoris. Dalam tinjauan Stewart dan 0il'ord dalam %!= kasus 'raktur)dislokasi, mereka tidak mendapatkan hasil yang baik pada kasus dislokasi yang direduksi lebih dari !" jam. 0ereka melaporkan nekrosis avaskular pada %*,*9 kasus yang diterapi dengan reduksi tertutup dan pada "(9 kasus yang diterapi dengan reduksi terbuka. Dalam laporannya mengenai !>! kasus dislokasi dan 'raktur)dislokasi, 5rav menemukan kejadian nekrosis avaskular sebesar %?,>9 pada panggul yang direduksi dalam waktu %! jam setelah cedera dan *>,@9 pada panggul yang direduksi setelah %! jam. ougard dan thomsen melaporkan nekrosis avaskular sebesar "9 pada panggul yang direduksi dalam waktu > jam dan *=9 pada panggul yang tetap mengalami dislocasi selama lebih dari > jam. /enundaan weight bearing memberikan dampak yang kecil dalam perkembangan nekrosis avaskular. 5rav, dalam laporan mengenai *!+ pasien, menemukan insiden nekrosis avaskular sebesar !*,?9 pada kelompok pasien yang memulai menopang berat tubuh sebelum %! minggu dan !>,>9 pada kelompok pasien memulai menopang berat tubuh setelah %! minggu.

+>

BAB III KESIMPULAN


Dislokasi panggul adalah suatu keadaan dimana terjadi perpindahan permukaan sentuh caput femoris terhadap acetabulum. Dislokasi terjadi ketika caput femoris keluar dari acetabulum. Kondisi ini dapat congenital atau didapat (acquired). Dislokasi panggul ini dapat terjadi pada semua kelompok usia. Dislokasi panggul posterior merupakan dislokasi yang paling sering terjadi. Dislokasi panggul posterior terjadi sebanyak @(9 dari kasus, sedangkan dislokasi panggul anterior terjadi sebanyak %(9 dari seluruh kasus dislokasi panggul traumatik. 5erdasarkan arah dislokasi, dislokasi panggul dibagi menjadi +, yaitu dislokasi posterior, dislokasi anterior, dan dislokasi pusat (central). Dislokasi ini dapat terjadi dalam kecelakaan lalu lintas ketika lutut terbentur dashboard ketika paha dalam posisi abduksi. Dislokasi pada satu atau bahkan kedua panggul dapat terjadi jika seseorang tertimpa benda berat pada punggungnya saat posisi kaki merentang, lutut lurus dan punggung ke depan.

+?

Caput femoris didorong dengan paksa ke arah anteroin'erior dan berpindah ke foramen obturatorium atau pubis. Dislokasi harus direduksi secepat mungkin di bawah anestesi umum. #eduksi harus dilakukan dalam waktu %! jam sejak terjadinya dislokasi. Sebelum melakukan reduksi, sebaiknya dilakukan pemeriksaan neurovaskular. 0anuver yang digunakan hampir sama dengan yang digunakan untuk mereduksi dislokasi posterior, kecuali bahwa ketika paha yang ber'le&i ditarik ke atas, paha harus diadduksi. 6ata laksana berikutnya mirip dengan tata laksana pada dislokasi posterior. Komplikasi dislokasi sendi panggul anterior nekrosis avaskular.

DA*TA6 PUSTAKA
+= %. Drake #4, Aogl C, 0itchell ,. *ray+s $natomy for 'tudent. 3disi ke)%. /hiladelphia7 3lsevierE !((*. al "=)*=. !. /latBer, Cerner. Color $tlas of ,uman $natomy" -ol. ./ 0ocomotor 'ystem. 3disi ke)*. !((". al %@=. +. Salomon 4, -anB #, 4eunig 0, 0onsell 2, 4earmonth 1. 6he hip. Dalam7 7 Salomon 4, Carwick D, :ayagam S. ,pleyIs System o' .rthopaedic and 2ractures. 3disi ke)@. 4ondonE !(%(. al "@=)*(+. ". 4avelle D-. 2ractures and dislocations o' the hip. Dalam7 Canale S6, 5eaty $ . CampbellIs .perative .rthopaedics. 3disi ke)%%. /hiladelphia7 3lsevierE !((@. al +!=>)@=. *. -uyton $4, /ereB 3,. 2ractures o' acetabulum and pelvis. Dalam7 Canale S6, 5eaty $ . CampbellIs .perative .rthopaedics. 3disi ke)%%. /hiladelphia7 3lsevierE !((@. al ++(@)+(. >. :ayagam S. 1njuries o' the hip and 'emur. Dalam7 Salomon 4, Carwick D, :ayagam S. ,pleyIs System o' .rthopaedic and 2ractures. 3disi ke)@. 4ondonE !(%(. al ="+)"?. ?. 5rooks #,, #ibbans C$7 Diagnosis and imaging studies o' traumatic hip dislocations in the adult, Clin 1rthop Relat Res +??7%*, !(((. =. Cornwall #, #adomisli 637 :erve injury in traumatic dislocation o' the hip, Clin 1rthop Relat Res +??7=", !(((.. @. -oddard :$7 Classi'ication o' traumatic hip dislocation, Clin 1rthop Relat Res2 3444. +??7%%.

+=

%(. Salomon 4. 1njuries o' the pelvis. Dalam7 Salomon 4, Carwick D, :ayagam S. ,pleyIs System o' .rthopaedic and 2ractures. 3disi ke)@. 4ondonE !(%(. al =+?)"%. %%. SBpalski 0, Descamps /;, ayeB $/, et al7 /revention o' hip lag screw cut out by cement augmentation7 description o' a new techni<ue and preliminary clinical results, ) 1rthop Trauma2 !((". %=7+". %!. ;ang 3C, Cornwall #7 1nitial treatment o' traumatic hip dislocations in the adult, Clin 1rthop Relat Res2 !(((. !??7!". %+. Siebenrock K,, -autier 3, Jiran 5 , et al7 6rochanteric 'lip osteotomy 'or cranial e&tension and muscle protection in acetabular 'racture 'i&ation using a Kocher)4angenbeck approach, ) 1rthop Trauma2 !((>. !(7S*!. %". 6ile 0, el'et D4, Kellam $2, eds7 Fractures of the pel#is and acetabulum. 5disi e-6. /hiladelphia7 4ippincott Cilliams K Cilkins. !((+.

+@