Anda di halaman 1dari 20

Referat Acne Steroid

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Kesehatan di Indonesia masih memiliki banyak permasalahan, salah satunya adalah tingginya biaya kesehatan atau biaya untuk berobat. Akibat dari tingginya biaya kesehatan itulah, banyak masyarakat yang akhirnya langsung datang ke apotik untuk mencari kesembuhan dengan membeli obat secara bebas, dan mengkonsumsi obat-obatan tersebut secara terus menerus tanpa pengawasan dari dokter atau tenaga kesehatan lainnya. Obat- obatan yang umum dibeli itu adalah obat golongan kortikosteroid. Obat ini dianggap obat dewa karena dirasa bisa menyembuhkan berbagai penyakit seperti pegal linu, gatal-gatal, dan bahkan bisa digunakan untuk memutihkan wajah. alam dunia kedokteran, kortikosteroid merupakan obat yang mempunyai khasiat dan indikasi klinis yang sangat luas. Kortikosteroid sering disebut sebagai life saving drug. !an"aat dari preparat ini cukup besar tetapi karena e"ek samping yang tidak diharapkan cukup banyak, maka dalam penggunaannya dibatasi termasuk dalam bidang dermatologi. Kortikosteroid adalah deri#at dari hormon kortikosteroid yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal. $ormon ini dapat mempengaruhi #olume dan tekanan darah, kadar gula darah, otot dan resistensi tubuh. %egitu luasnya penggunaan kortikosteroid ini menyebabkan penggunaan yang tidak sesuai dengan indikasi, disertai ketidak sesuaian dosis dan lama i poli Kulit '() pemberiannya. Karena itulah, &"ek samping mulai muncul, salah satunya adalah jerawat. %angil sendiri,dalam kurun waktu * minggu terdapat + pasien yang datang dengan keluhan jerawat akibat konsumsi obat-obatan oral maupun topikal yang mengandung kortikosteroid. )ntuk menghindari hal tersebut diperlukan pemahaman yang mendalam dan benar tentang kortikosteroid baik penggunaannya, cara kerjanya, maupun komplikasinya. %erdasar dari masalah dan data yang didapat itulah, maka dalam re"erat ini akan dibahas mengenai acne steroid atau jerawat yang muncul akibat pengobatan kortikosteroid. 1.2.Batasan alam re"rat ini akan dibahas mengenai pengertian, etiologi, pato"isiologi, penegakkan diagnosa, hingga penatalaksanaan acne steroid atau jerawat yang timbul akibat konsumsi kortikosteroid.

Caryr Nurina Sari I 07700187

Page 1

Referat Acne Steroid

1.3.Maksud dan Tujuan !aksud dan ,ujuan penulisan re"rat acne steroid ini adalah untuk memenuhi tugas Kepaniteraan Klinik (!- Ilmu .enyakit Kulit dan Kelamin di '() %angil .asuruan dan untuk menambah pengetahuan penulis dan pembaca mengenai Acne Steroid.

Caryr Nurina Sari I 07700187

Page 2

Referat Acne Steroid

BAB II KO TIKO!TE OID 2.1. Pengert"an Kortikosteroid merupakan obat yang mempunyai khasiat dan indikasi klinis yang sangat luas. !an"aat dari preparat ini cukup besar tetapi karena e"ek samping yang tidak diharapkan cukup banyak, maka dalam penggunaannya dibatasi. %erdasarkan khasiatnya, kortikosteroid dibagi menjadi mineralokortikoid dan glukokortikoid. !ineralokortikoid mempunyai e"ek terhadap metabolisme elektrolit /a dan K, yaitu menimbulkan e"ek retensi /a dan deplesi K, maka mineralokortikoid jarang digunakan dalam terapi. (edangkan glukokortikoid mempunyai e"ek terhadap metabolisme glukosa, anti imunitas, e"ek neuro endokrinologik dan e"ek sitotoksik. (ebagian besar khasiat yang diharapkan dari pemakaian kortikosteroid adalah sebagai anti in"lamasi, anti alergi atau imunosupresi". Karena khasiat inilah kortikosteroid banyak digunakan dalam bidang dermatologi. 0,12 2.2. Mekan"s#e kerja Korteks adrenal mengubah asetat menjadi kolesterol, yang kemudian dengan bantuan berbagai en3im diubah lebih lanjut menjadi kortikosteroid dengan *1 atom karbon dan androgen lemah dengan 14 atom karbon. Androgen ini juga merupakan sumber estradiol. (ebagian besar kolesterol yang digunakan untuk steroidogenesis ini berasal dari luar 5eksogen6, baik pada keadaan basal maupun setelah pemberianA7,$. (edangkan sumber steroid "armaseutik biasanya disintesis dari cholic acid5diperoleh dari hewan ternak6 atau steroid sapogenin dalam diosgenin dan hecopenintertentu yang ditemukan dalam tumbuhan. alam korteks adrenal kortikosteroid tidak disimpan sehingga harus disintesisterus menerus. %ila biosintesis berhenti, meskipun hanya untuk beberapa menit saja, jumlah yang tersedia dalam kelenjar adrenal tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannormal. Oleh karenanya kecepatan biosintesisnya disesuaikan dengan kecepatan sekresinya. Ikatan ini menstimulasi transkripsi '/A dan sintesis protein spesi"ik. Induksi sintesis protein ini yang akan menghasilkan e"ek "isiologik steroid. .ada beberapa jaringan, misalnya hepar, hormon steroid merangsangtranskripsi dan sintesis protein spesi"ik8 pada jaringan lain, misalnya sel lim"oid dan"ibroblast hormon steroid merangsang sintesis

Caryr Nurina Sari I 07700187

Page 3

Referat Acne Steroid

protein yang si"atnya menghambat atautoksik terhadap sel-sel lim"oid, hal ini menimbulkan e"ek katabolik. 12 2.3. $ar#ak%k"net"k .erubahan struktur kimia sangat mempengaruhi kecepatan absorpsi, mula kerja dan lama kerja juga mempengaruhi a"initas terhadap reseptor, dan ikatan protein. .rednisone adalah prodrug yang dengan cepat diubah menjadi prednisolon bentuk akti"nya dalam tubuh. 9lukokortikoid dapat diabsorpsi melalui kulit, sakus konjungti#a, dan ruang sino#ial. .enggunaan jangka panjang atau pada daerah kulit yang luas dapat menyebabkan e"ek sistemik, antara lain supresi korteks adrenal. .ada keadaan normal, 42: kortisol terikat pada * jenis protein plasma, yaitu globulin pengikat kortikosteroid dan albumin. Kortikosteroid berkompetisi sesamanya untuk berikatan dengan globulin pengikatnya8 kortisol mempunyai a"initas tinggi sedangkan metabolit yang terkonjugasi dengan asam glukuronat dan aldosteron a"initasnya rendah. 12 2.&.$ar#ak%d"na#"k Kortikosteroid mempengaruhi metabolisme karbohidrat, protein dan lemak8 dan mempengaruhi juga "ungsi sistem kardio#askular, ginjal, otot lurik, sistem sara",dan organ lain. Korteks adrenal ber"ungsi homeostatik, artinya penting bagi organisme untuk dapat mempertahankan diri dalam menghadapi perubahan lingkungan.&"ek kortikosteroid kebanyakan berhubungan dengan besarnya dosis, makin besar dosis terapi makin besar e"ek yang didapat. ,etapi disamping itu juga ada keterkaitan kerja kortikosteroid dengan hormon-hormon lain. .eran kortikosteroid dalam kerjasama ini disebut permissi#e e""ects , yaitu kortikosteroid diperlukan supaya terjadi suatu e"ek hormon lain, diduga mekanismenya melalui pengaruh steroid terhadap pembentukan protein yang mengubah respon jaringan terhadap hormon lain. !isalnya otot polos bronkus tidak akan berespon terhadap katekolamin bila tidak adakortikosteroid, dan pemberian kortikosteroid dosis "isiologis akan mengembalikanrespon tersebut. (uatu dosis kortikosteroid dapat memberikan e"ek "isiologik atau "armakologik, tergantung keadaan sekitar dan akti#itas indi#idu. alam klinik umumnya kortikosteroid dibedakan atas dua golongan besar, yaitu glukokortikoid dan mineralokortikoid. &"ek utama glukokortikoid ialah pada penyimpanan glikogen hepar dan e"ek anti-in"lamasi, sedangkan pengaruhnya pada keseimbangan air dan elektrolit kecil. .rototip untuk golongan ini adalah kortisol. (ebaliknya golongan mineralokortikoid e"ek utamanya adalah terhadap
Caryr Nurina Sari I 07700187 Page 4

Referat Acne Steroid

keseimbangan air dan elektrolit, sedangkan pengaruhnya terhadap penyimpanan glikogen hepar sangat kecil. .rototip golongan ini adalah desoksikortikosteron. )mumnya golongan mineralokortikoid tidak mempunyai khasiat anti-in"lamasi yang berarti, kecuali 4 ;-"luorokortisol.(ediaan kortikosteroid dapat dibedakan menjadi tiga golongan berdasarkanmasa kerjanya, antara lain kerja singkat 5<1* jam6, kerja sedang 51*-+= jam6, dankerja lama 5>+= jam6. 12,11 2.'. Pengaru( K%rt"k%ster%"d Metabolisme karbohidrat dan protein. 9lukokortikoid meningkatkan kadar glukosa darah sehingga merangsang pelepasan insulin dan menghambat masuknya glukosa ke dalam sel otot. 9lukokortikoid juga merangsang lipase yang sensiti#e dan menyebabkan lipolisis. .eningkatan kadar insulin merangsang lipogenesis dan sedikit menghambat lipolisis sehingga hasil akhirnya adalah peningkatan deposit lemak, peningkatan pelepasan asam lemak, dan gliserol ke dalam darah. &"ek ini paling nyata pada kondisi puasa, dimana kadar glukosa otak dipertahankan dengan cara glukoneogenesis, katabolisme protein otot melepas asam amino, i peri"er perangsangan lipolisis, dan hambatan ambilan glukosa di jaringan peri"er. $ormone ini menyebabkan glukoneogenesis di peri"er dan di hepar. steroid mempunyai e"ek katabolic. &"ek katabolik inilah yang menyebabkan terjadinya atro"i jaringan lim"oid, pengurangan massa jaringan otot, terjadi osteoporosis tulang, penipisan kulit, dan keseimbangan nitrogen menjadi negati#e. Asam amino tersebut dibawa ke hepar dan digunakan sebagai substrat en3im yang berperan dalam produksi glukosa dan glikogen. 12 Metabolisme lemak. .ada penggunaan glukokortikoid dosis besar jangka panjang atau pada sindrom cushing, terjadi gangguan distribusi lemak tubuh yang khas. ?emak akan terkumpul secara berlebihan pada depot lemak8 leher bagian belakang 5buffalo hump6, daerah suprakla#ikula dan juga di muka 5moon face6, sebaliknya lemak di daerah ekstremitas akan menghilang. 12 Keseimbangan air dan elektrolit . !ineralokortikoid dapat meningkatkan reabsorpsi /a@ serta ekskresi K@ dan $@ di tubuli distal. engan dasar mekanisme inilah, pada hiperkortisisme terjadiA retensi /a yang disertai ekspansi #olume cairan ekstrasel, hipokalemia, dan alkalosis. .ada hipokortisisme terjadi

Caryr Nurina Sari I 07700187

Page 5

Referat Acne Steroid

keadaan sebaliknyaA hiponatremia, hiperkalemia, #olume cairan ekstrasel berkurang dan hidrasi sel. 12 System kardiovaskular. Kortikosteroid dapat mempengaruhi sistem kardio#askular secara langsung dan tidak langsung. .engaruh tidak langsung ialah terhadap keseimbangan air and elektrolit8 misalnya pada hipokortisisme, terjadi pengurangan #olume yang diikuti peningkatan #iskositas darah. %ila keadaan ini didiamkan akan timbul hipotensi dan akhirnya kolaps kardio#askular. .engaruh langsung steroid terhadap sistem kardio#askular antara lain pada kapiler, arteriol, dan miokard. e"isiensi kortikosteroid dapat menyebabkan hal-hal sebagai berikutA permeabilitas dinding kapiler meningkat, respons #asomotor pembuluh darah kecil menurun, "ungsi jantung dan curah jantung menurun, sehingga pasien harus dimonitor untuk gejala dan tanda-tanda edema paru. .ada aldosteronisme primer gejala yang mencolok ialah hipertensi dan hipokalemia. $ipokalemia diduga disebabkan oleh e"ek langsung aldosteron pada ginjal, sedangkan hipertensi diduga akibat retensi /a yang berlebihan dan berlangsung lama yang dapat menimbulkan edema antara dinding arteriol, akibatnya diameter lumen berkurang dan resistensi pembuluh peri"er akan bertambah. 12 Otot rangka. )ntuk mempertahankan otot rangka agar dapat ber"ungsi dengan baik, dibutuhkan kortiosteroid dalam jumlah cukup. ,etapi apabila hormon ini berlebihan, timbul gangguan "ungsi otot rangka tersebut. is"ungsi otot pada insu"isiensi adrenal diakibatkan oleh gangguan sirkulasi. .ada keadaan ini tidak terjadi kerusakan otot maupun sambungan sara" otot. .emberian trans"use atau kortisol dapat mengembalikan kapasitas kerja otot. Kelemahan otot pada pasien aldosterisme primer, terutama karena adanya hipokalemia. .ada pemberian glukokortikoid dosis besar untuk waktu lama dapat timbul wasting otot rangka yaitu pengurangan massa otot, diduga akibat e"ek katabolik dan antianaboliknya pada protein otot yang disertai hilangnya massa otot, penghambatan akti#itas "os"orilase, dan adanya akumulasi kalsium otot yang menyebabkan penekanan "ungsi mitokondria. 12 Susunan saraf pusat. .engaruh kortikosteroid terhadap ((. dapat secara langsung dan tidak langsung. .engaruhnya secara tidak langsung disebabkan e"eknya pada metabolisme karbohidrat, sistem sirkulasi, dan keseimbangan elektrolit. Adanya e"ek steroid pada ((. ini dapat dilihat dari timbulnya perubahan mood, tingkah

Caryr Nurina Sari I 07700187

Page 6

Referat Acne Steroid

laku, &&9, dan kepekaan otak, terutama untuk penggunaan waktu lama atau pasien penyakit Addison. .engunaan glukokortikoid dalam waktu lama dapat menimbulkan serangkaian reaksi yang berbeda-beda. (ebagian besar mengalami perbaikan mood yang mungkin disebabkan hilangnya gejala penyakit yang sedang diobati8 yang lain memperlihatkan keadaan euphoria, insomnia, kegelisahan, dan peningkatan akti#itas motorik. Kortisol juga dapat menimbulkan depresi. .asien yang pernah mengalami gangguan jiwa sering memperlihatkan reaksi psikotik. 12 Elemen pembentuk darah. 9lukokortikoid dapat meningkatkan kadar hemoglobin dan jumlah sel darah merah, hal ini terbukti dari seringnya timbul polisitemia pada sindrom cushing. (ebaliknya pasien Addison dapat mengalami anemia normokromik, normositik yang ringan. 9lukokortikoid juga dapat meningkatkan jumlah leukosit .!/, karena mempercepat masuknya sel-sel tersebut ke dalam darah dari sumsum tulang dan mengurangi kecepatan berpindahnya sel dari sirkulasi. (edangkan jumlah sel lim"osit, eosino"il, monosit, dan baso"il dapat menurun dalam darah setelah pemberian glukokortikoid. 12 Efek anti inflamasi. Kortisol dan analog sintetiknya dapat mencegah atau menekan timbulnya gejala in"lamasi akibat radiasi, in"eksi, 3at kimia, mekanik, atau alergen. (ecara mikroskopik obat ini menghambat "enomena in"lamasi dini yaitu edema, deposit "ibrin, dilatasi kapiler, migrasi leukosit ke tempat radang dan akti#itas "agositosis. (elain itu juga dapat menghambat mani"estasi in"lamasi yang telah lanjut yaitu proli"erasi kapiler dan "ibroblast, pengumpulan kolagen dan pembentukan sikatriks. .enggunaan kortokosteroid dalam klinik sebagai antiin"lamasi merupakan terapi paliati", yaitu hanya gejalanya yang dihambat sedangkan penyebabnya tetap ada. Konsep terbaru memperkirakan bahwa e"ek imunosupresan dan antiin"lamasi yang selama ini dianggap sebagai e"ek "armakologi kortikosteroid sesungguhnya secara "isiologis pun merupakan mekanisme protekti". 12 !aringan limfoid dan sistem imunologi. 9lukokortikoid tidak menyebabkan lisis jaringan lim"oid yang masi", golongan obat ini dapat mengurangi jumlah sel pada leukemia lim"oblastik akut dan beberapa keganasan sel lim"osit. Kortikosteroid bukan hanya mengurangi jumlah lim"osit tetapi juga respons imunnya. Kortikosteroid juga menghambat in"lamasi dengan menghambat migrasi leukosit ke daerah in"lamasi. 12

Caryr Nurina Sari I 07700187

Page 7

Referat Acne Steroid

"ertumbuhan. .enggunaan glukokortikoid dalam waktu lama dapat menghambat pertumbuhan anak, karena e"ek antagonisnya terhadap kerja hormon pertumbuhan di peri"er. ,erhadap tulang, glukokortikoid dapat menghambat maturasi dan proses pertumbuhan memanjang. .enghambatan pertumbuhan pada pemakaian kortikosteroid disebabkan oleh kombinasi berbagai "aktorA hambatan somatomedin oleh hormon pertumbuhan, hambatan sekresi hormon pertumbuhan, berkurangnya proli"erasi sel di kartilago epi"isis dan hambatan akti#itas osteoblas di tulang. 12 2.).Ind"kas" K%rt"k%ster%"d12 ari pengalaman klinis dapat diajukan minimal = prinsip terapi yang perlu diperhatikan sebelum obat ini digunakanA 16 )ntuk tiap penyakit pada tiap pasien, dosis e"ekti" harus ditetapkan dengan trial and error, dan harus die#aluasi dari waktu ke waktu sesuai dengan perubahan penyakit. *6 (uatu dosis tunggal besar kortikosteroid umumnya tidak berbahaya. +6 .enggunaan kortikosteroid untuk beberapa hari tanpa adanya kontraindikasi spesi"ik, tidak membahayakan kecuali dengan dosis sangat besar. 06 %ila pengobatan diperpanjang sampai * minggu atau lebih hingga dosis melebihi dosis substitusi, insidens e"ek samping dan e"ek letal potensial akan bertambah. B6 Kecuali untuk insu"isiensi adrenal, penggunaan kortikosteroid bukan merupakan terapi kausal ataupun kurati" tetapi hanya bersi"at paliati" karena e"ek antiin"lamasinya. =6 .enghentian pengobatan tiba-tiba pada terapi jangka panjang dengan dosis besar, mempunyai resiko insu"isiensi adrenal yang hebat dan dapat mengancam jiwa pasien. (ecara ringkas dapat dikatakan bahwa bila kortikosteroid akan digunakan untuk jangka panjang, harus diberikan dalam dosis minimal yang masih e"ekti". Kemudian dalam periode singkat dosis harus diturunkan bertahap sampai tercapai dosis minimal dimana gejala semula timbul lagi. %ila terapi bertujuan mengatasi keadaan yang mengancam pasien, maka dosis awal haruslah cukup besar. %ila dalam beberapa hari belum terlihat e"eknya, dosis dapat dilipatgandakan. )ntuk keadaan yang tidak mengancam jiwa pasien, kortikosteroid dosis besar dapat diberikan untuk waktu singkat selama tidak ada kontraindikasi spesi"ik. )ntuk mengurangi e"ek supresi hipo"isis-adrenal ini, dapat dilakukan modi"ikasi cara pemberian obat, misalnya dosis tunggal selang 1 atau * hari, tetapi cara ini tidak dapat diterapkan untuk semua penyakit.

Caryr Nurina Sari I 07700187

Page 8

Referat Acne Steroid

Terapi substitusi. 12 ,erapi ini bertujuan memperbaiki kekurangan akibat insu"isiensi sekresi korteks adrenal akibat gangguan "ungsi atau struktur adrenal sendiri 5insu"isiensi primer6 atau hipo"isis 5insu"isiensi sekunder6. ,erapi kortikosteroid digunakan antara lain untukA Insu"isiensi adrenal akut. %ila insu"isiensi primer, dosisnya *2-+2 mg hidrokortison harus diberikan setiap hari. .erlu juga diberi preparat mineralokortikoid yang dapat menahan /a dan air. Insu"isiensi adrenal kronik. osisnya *2-+2 mg per hari dalam dosis terbagi 5*2 mg pada pagi hari dan 12 mg pada sore hari6. %anyak pasien memerlukan juga mineralokortikoid "luorokortison asetat dengan dosis 2,1-2,* mg per hari8 atau cukup dengan kortison dan diet tinggi garam. $yperplasia adrenal congenital. Insu"isiensi adrenal sekunder akibat insu"isiensi adenohipo"isis.

Terapi non-endokrin. 12 ibawah ini dibahas beberapa penyakit yang bukan merupakan kelainan adrenal atau hipo"isis, tetapi diobati dengan glukokortikoid. adalah kasus yang menggunakan preparat kortikosteroidA -ungsi paru pada "etus. .enyempurnaan "ungsi paru "etus dipengaruhi sekresi kortisol pada "etus. %etametason atau deksametason selama * hari diberikan pada minggu ke *C-+0 kehamilan. osis terlalu banyak akan mengganggu berat badan dan perkembangan kelenjar adrenal "etus. Artriris. Kortikosteroid hanya diberikan pada pasien arthritis rheumatoid yang si"atnya progresi", dengan pembengkakan dan nyeri sendi yang hebat sehingga pasien tidak dapat bekerja, meskipun telah diberikan istirahat, terapi "isik dan obat golongan anti-in"lamasi nonsteroid. Karditis reumatik. asar pemakaian disini adalah e"ek anti-in"lamasinya dan kemampuannya menekan reaksi imun. %erikut

Caryr Nurina Sari I 07700187

Page 9

Referat Acne Steroid

.enyakit ginjal. Kortikosteroid dapat berman"aat pada sindrom ne"rotik yang disebabkan lupus eritematus sistemik atau penyakit ginjal primer, kecuali amiloidosis. .enyakit kolagen. .emberian dosis besar berman"aat untuk eksaserbasi akut, sedangkan terapi jangka panjang hasilnya ber#ariasi. )ntuk scleroderma umumnya obat ini kurang berman"aat. Asma bronchial dan penyakit saluran napas. .enyakit alergi. .enyakit mata. .enyakit kulit. Dang harus diperhatikan adalah kadar kandungan steroidnya. &rupsi eksematosa biasanya diatasi dengan salep hidrokortison 1:. .ada penyakit kulit akut dan berat serta pada eksaserbasi penyakit kulit kronik, kortikosteroid diberikan secara sistemik. .enyakit hepar. Keganasan. 9angguan hematologik lain. (yok. &dema serebral. ,rauma sumsum tulang belakang. 2.*. K%ntra"nd"kas" ,idak ada kontraindikasi absolute terhadap penggunaan kortikosteroid. %ila obat akan diberikan untuk beberapa hari atau beberapa minggu, kontraindikasi relati#e yaitu diabetes mellitus, tukak pepticEduodenum, in"eksi berat, hipertensi atau gangguan system kardio#askular lain patut diperhatikan. 12 2.+. E,ek !a#-"ng

Caryr Nurina Sari I 07700187

Page 10

Referat Acne Steroid

.enggunaan Fangka singkat,Fika sistemik steroids telah ditetapkan untuk satu bulan atau kurang, e"ek samping yang serius jarang. /amun masalah yang mungkin timbul berikutA 9angguan tidur , !eningkatkan na"su makan , !eningkatkan berat badan, &"ek psikologis, termasuk peningkatan atau penurunan energi , Farang tetapi lebih mencemaskan dari e"ek samping kursus singkat dari corticosteroids termasukA mania, kejiwaan, jantung, ulkus peptic, diabetes dan nekrosis aseptic yang pinggul. 12

.enggunaan Fangka .anjang. Ini mungkin termasuk salah satu masalah berikut ini, yang tidak tercantum dalam susunan kepentingan tertentu.
12

o .engurangan produksi cortisol sendiri. uring and a"ter steroid treatment, the adrenal gland produces less o" its own cortisol, resulting "rom hypopituitary-pituitary-adrenal 5$.A6 aGis suppression. (elama dan setelah pengobatan steroid, maka kelenjar adrenal memproduksi sendiri sedikit cortisol, yang dihasilkan dari kelenjar di bawah otak-hypopituitaryadrenal 5$.A6 penindasan aGis. )ntuk sampai dua belas bulan setelah steroids dihentikan, kurangnya respon terhadap steroid terhadap stres seperti in"eksi atau trauma dapat mengakibatkan sakit parah. o Osteoporosis terutama perokok, perempuan postmenopausal, orang tua, orang-orang yang kurang berat atau yg tak bergerak, dan pasien dengan diabetes atau masalah paru-paru. Osteoporosis dapat menyebabkan patah tulang belakang, ribs atau pinggul bersama dengan sedikit trauma. Ini terjadi setelah tahun pertama dalam 12-*2: dari pasien dirawat dengan lebih dari C.Bmg .rednisone per hari. $al ini diperkirakan hingga B2: dari pasien dengan kortikosteroid oral akan mengalami patah tulang. o .enurunan pertumbuhan pada anak-anak, yang tidak dapat mengejar ketinggalan jika steroids akan dihentikan 5tetapi biasanya tidak6. o Otot lemah, terutama di bahu dan otot paha. o Farang, nekrosis a#ascular pada caput tulang paha 5pemusnahan sendi pinggul6. o !eningkatkan diabetes mellitus 5gula darah tinggi6. o Kenaikan lemak darah 5trigliserida6. o 'edistribusi lemak tubuhA wajah bulan, punuk kerbau dan truncal obesity.

Caryr Nurina Sari I 07700187

Page 11

Referat Acne Steroid

o 'etensi garamA kaki bengkak, menaikkan tekanan darah, meningkatkan berat badan dan gagal jantung. o Kegoyahan dan tremor. o .enyakit mata, khususnya glaukoma 5peningkatan tekanan intraocular6 dan katarak subcapsular posterior. o &"ek psikologis termasuk insomnia, perubahan mood, peningkatan energi, kegembiraan, delirium atau depresi. o (akit kepala dan menaikkan tekanan intrakranial. o .eningkatan resiko in"eksi internal, terutama ketika dosis tinggi diresepkan 5misalnya tuberkulosis6. o )lkus peptikum, terutama pada pengobatan yang menggunakan antiin"lamasi. o Ada juga e"ek samping dari mengurangi dosis8 termasuk kelelahan, sakit kepala, nyeri otot dan sendi dan depresi. o .emantauan regular selama perawatan termasukA ,ekanan darah ,%erat badan , 9ula darah. o (teroid acne 1,4

BAB III A.NE 3.1. Pengert"an Ferawat merupakan gangguan secara menyeluruh pada kelenjar sebasea dikarakteristikan dengan komedo, papul. .ustul, cyst dan scar. *,+,0 3.2. E-"de#"%l%g" )mumnya pada usia muda, terjadi pada usia 10-1Ctahun pada wanita, dan 1H-14 tahun pada pria dan pada masa itu lesi yang predominan adalah komedo dan papul dan jarang terlihat lesi meradang. *,0,B,= 3.3. D"str"/us" )mumnya terdapat pada wajah 54B:6, punggung dan leher belakang 5 =2:6, dada 51B:6, dan selain itu umumnya banyak terdapat pada punggung bawah, dan lengan. *,B,C

Caryr Nurina Sari I 07700187

Page 12

Referat Acne Steroid

0a#/ar 3.1. Pred"s-%s"s" terjad"n1a a2ne 3Dan"el 45 Tr%6ak "n Der#at%l%g1 sk"lls ,%r -r"#ar1 2are an "lustrated gu"de7

3.&.Et"%l%g" $ormonal, hormon androgen disini berperan dalam banyaknya sebum yang dihasilkan dari kelenjar sebasea.*,+,H (tress dan keadaan emosional juga bisa menyebabkan jerawat dan menimbulkan kekambuhan. *,B !akanan, seperti coklat, kacang, kopi, dan minuman dingin.H, makanan yang mengandungkadar gula tinggiC. ,api, menurut "it3patricks dalam color atlas and synopsis of clinical dermatology# jerawat tidak disebabkan makanan seperti coklat dan makanan berlemak lain. * !usim, sering berpengaruh dengan cahaya matahari dan memberat saat musim dingin. *,B -aktor eksternal seperti kosmetikC,H -aktor iatrogenic seperti obat-obatan misalnya kortikosteroid topikal maupun sistemik, obat kontrasepsi, hormon dengan anabolik dan androgenic e"ek, halogen, maupun obat tuberkulosis.*,B,H 3.'.Klas","kas" *,+,H Acne Iulgaris Acne in"antile (e#ere Acne 5acne conglobata6 Occupational Acne
Caryr Nurina Sari I 07700187 Page 13

Referat Acne Steroid

Acne steroids Acne $ormonal 3.). Pat%,"s"%l%g" -aktor kunci terjadinya acne adalah keratinisasi "olikel, adanya hormon androgen, dan adanya "ropionibacterium Acnes.*,0

Gambar 3.2.

.erubahan Keratinisasi "olikel menjadi padat, sehingga sukar lepas dari saluran "olikel tersebut. .roduksi sebum yang meningkat menyebabkan peningkatan unsur komedo dan membentuk lesi acne. .eningkatan jumlah "lora pada "olikel yaitu "ropionibacterium Acnes akhirnya berperan dalam proses kemotaktik in"lamasi serta perubahan en3im lipolitik pengubah "raksi lipid sebum. $ormon androgen menstimulasi kelenjar sebasea untuk memproduksi jumlah sebum yang lebih bnayak, lalu akibat bakteri yang mengandung lipase mengubah lemak menjadi asam lemak dan "aktor in"lamasi 5interleukin 1, tumor necrosis "actor ,/- alpha6. 'espon steril dari in"lamsi pada kelenjar sebasea menyebabkan "olikel tadi menegang hingga pecah, dan semua isi "olikel 5sebum ,lipid, asam lemak, keratin, dan bakteria6 masuk pada lapisan dermis dan menimbiulkan in"lamasi dan respn tumbuh berupa papul, pustul, dan nodul. *,0 3.*. E,l%resens"

Caryr Nurina Sari I 07700187

Page 14

Referat Acne Steroid

0a#/ar 3.3. K%#ed% -ada a2ne 8ulgar"s

0a#/ar 3.& e,l%resens" a2ne5 #akul -a-ul ("ngga -ustul. 3,r%#9 ,"t6-atr"2k 2%l%r atlas and s1n%s-s"s "n der#at%l%g1 )t( ed"t"%n -937

idapatkan komedo tipe terbuka atau tertutup dengana papul hingga pustul. .ada beberapa kasus bisa didapatkan nodul hingga cyst pada derah predileksinya. *,+,0,B 3.+.Penatalaksanaan 0,B,C,H,4
Ta/el 3.1. O/at akne t%-"kal 1. 'etinoid Adapalene $ream, gel, (olusio, .ledgets 52,1:6 %retionin $ream 52,2*B:,2,2B:, 2,1:6 8gel 52,21:,2,2*B:68cairan 52,2B:68mikrosphere 52,1: dan 2,20: gel6Apolimer 5krim 2,2*B:, gel 2,2*B:6 %retionin $ream 52,2*B:,2,2B:, 2,1:6 8gel 52,21:,2,2*B:68cairan 52,2B:68mikrosphere 52,1: dan 2,20: gel6Apolimer 5krim 2,2*B:, gel 2,2*B:6 *.Antimikroba Klindamisin gel, solusio,lotion, pledget 51:6 Erythromisin, solusio, gel, ointment 51,B hingga *:6 &en'oyl pero(ideA gel, lotion, cream, wash, bar 5*,B hingga 12:6 Kombinasi A ben'oyl pero(ide plus klindamisin8 ben'oyl pero(ide plus erythromisin8 ben'oyl pero(ide plus 3inc +.Asam A3elaik cream *2: 0.Sodium sulfacetamide-kombinasi sul"ir, gel, lotion, wash B.Asam salisilat gel, cream, lotion, foam, solutio 51-*:6

Ta/el 3:2 O/at akne Oral 1. Antibiotik ,etrasiklin, B22-1222mgEhari )o(ycycline, B2-122mg 1-*GEhari Minocycline, B2-122mg 1-*GEhari ,rimethoprim, +22mg *GEhari Erythromisin, *B2-B22mg *-0kali sehari Caryr Nurina Sari I 07700187 Page 15

Referat Acne Steroid apsone, B2-122mgEhari selama +bulan. *. Isotretionin, 2,B-1,2mgEkgEhari dalam dosis terbagi +.,erapi hormonal .rednison, *,B-Bmg sekali pada malam hari .il kontrasepsi (pironolakton,B2-122mgEhari selama =-4bulan 0

Ta/el 3:3 Pe#/eda(an; e(a/"l"tas" &kstraksi komedo &lektrokauter .eeling kimiawi intralesional terapi komedo

Kortikosteroid intralesional5*,BmgEml6 -otodinamik cahaya biru laser 10B2nm

--> terapi nodul terin"lamasi

,erapi lesi in"lamasi

.eeling kimiawi ermabrasi &ksisi *aser resurfacing +ilter substances ,erapi berbagai macam scar

BAB I< A.NE !TE OID &.1.Pengert"an Acne steroid adalah suatu bentuk jerawat akibat kortikosteroid yang disebabkan oleh degenerasi epitel "olikular sehingga terjadi pengeluaran isi "olikel. 1 Acne steroid adalah jerawat terjadi akibat penggunaan glukokortikoid oral maupun topikal, dimana ditemukan papul hingga pustula kemerahan tanpa komedo.*

Caryr Nurina Sari I 07700187

Page 16

Referat Acne Steroid

0a#/ar &.1. 0a#/aran Pas"en dengan a2ne ster%"d 3,r%#9 4%(n Hunter "n 2l"n"2al der#at%l%g1 3rd ed"t"%n9 /la2k=ell s2"en2e7

&.2. Et"%l%g" isebabkan kortikosteroid 5glukokortikoid6 secara oral maupun topikal dengan dosis yang sangat kuat maupun disebabkan oleh dosis yang rendah 1,* disertai suatu bebat oklusi.1 .enggunaan kortikosteroid 5glukokortikoid6 setelah * minggu semenjak pertama kali mengkonsumsi. 4 &.3. Pred"s-%s"s" )munya didapatkan pada wajah, dada, dan lengan bagian atas. 1,* &.&. Meta/%l"s#e ster%"d

0a#/ar &.2. Pat(=a1 dar" #eta/%l"s#e ster%"d 3,r%#9 $"t6-atr"2k>s 2%l%r atlas ? s1n%-s"s %, 2l"n"2al Der#at%l%g1 )t(7

&"ek jerawat akibat steroid muncul dikarenakan adanya degenerasi epitel "olikel yang menekan isi "olikel.1 Kortikosteroid baik topikal maupun sistemik meningkatkan keratinisasi dari kelenjar sebasea.H
Caryr Nurina Sari I 07700187 Page 17

Referat Acne Steroid

$romon hiperproli"erasi.

Androgen

bertindak

pada

"olikel

keratinosit

untuk

merangsang

ihydrotestosterone 5 $,6 adalah androgen yang berpengaruh besar dalam ehydroepiandrosterone sul"ate 5 $&A(6 5hydroGysteroid dehydrogenase6 dan B ; $&( menjadi keratinosit $,. Ketika menunjukkan "olikular $,. 1CJ-$(

acne. %agan pathway diatas meunjukkan dikon#ersi menjadi Androgen membandingkan dengan

reduktase merupakan en3im yang merespon untuk merubah keratinosit epidermal,

peningkatan 1CJ-$( dan B ; reduktase dan meningkatkan $,.4 $, menstimulasi proli"erasi "olikel keratinosit. (elain itu mendukung peran androgen pada patogenesis acne dan menjadi bukti pada tiap indi#idu dengan ketidakpekaan hormon androgen tidak menyebabkan jerawat.4 &.&. D"agn%sa (tatus &"loresensi idapatkan momomorphic eruption seperti papul kemerahan hingga pustul kecil dengan ukuran yang seragam, tidak didapatkan komedo.1,*, 4 )mumnya terdapat di wajah, dada, dan lengan atas.1,4 $iperpigmentasi setelah proses peradangan mungkin bisa terjadi, tetapi komedo cyst, dan scar tidak biasa ditemukan 4 &.'.Penatalaksanaan !edikamentosa o $entikan pengobatan steroid jenis apapun. 4 o .enggunaan Antibiotik dan topikal retinoid diharapkan bisa membantu4 o ,opikal retinoid*,+,H,4 , merupakan #itamin A 5'etinol6 analog 5Adapalene, ta3arotene, tretinoin6 untuk menormalkan ukuran "olikel keratinisasi dan e"ekti" dalam mengurangi komedo. Obat ini tidk dianjurkan untuk ibu hamil. .enggunaannya A Isotretionon B:, 1-*G sehari Adapalene 2,1: untuk mild hingga moderate acne. Obat ini lebih bekerja cepat dan bisa ditoleransi baik dibanding isotretionon. ,a3arotene 2,1: digunakan 1 sehari. o .engobatan Antibiotika4A
1. Antibiotik

Caryr Nurina Sari I 07700187

Page 18

Referat Acne Steroid ,etrasiklin, B22-1222mgEhari )o(ycycline, B2-122mg 1-*GEhari Minocycline, B2-122mg 1-*GEhari ,rimethoprim, +22mg *GEhari Erythromisin, *B2-B22mg *-0kali sehari apsone, B2-122mgEhari selama +bulan.

/on !edikamentosa o 7egah penggunaan bahan yang mengandung steroid4

0.=. iagnosa %anding Acne Iulgaris, perbedaannya disini ditemukan komedo. .itirosporum O#ale "olikulitis, secara klinis hampir sama, tapi .O- tidak dikarenakan konsumsi obat kortikosteroid. ermatitis Kontak muka dengan gejala eritem, pustul, teleangiektasis dan kadang-kadang disertai hipertro"i kelenjar sebasea di hidung, pipi, dagu, dan dahi. adalah makanan atau minuman panas. 0.C.Komplikasi .ada umumnya komplikasi yang timbul akibat akne hanya bersi"atkosmetika saja yaitu bila sembuh, lesi dapat meninggalkan eritema dan hiperpigmentasi pasca in"lamasi, bahkan dapat terbentuk sikatrik seperti cetakan es yang atro"ik 5ice pick lilac atrophic scar6 dan keloid. apat disertai papul, pustul, dan nodulus, atau kista. Komedo tidak terdapat, "aktor penyebab

'osasea 5duluAakne rosasea6. !erupakan penyakit peradangan kronik di aerah

BAB < PENUTUP '.1. Kes"#-ulan Kortikosteroid merupakan obat yang umum dibeli secara bebas oleh masyarakat tanpa resep untuk mengobati keluhan seperti gatal, nyeri otot dll. Obat yang dianggap obat dewa

Caryr Nurina Sari I 07700187

Page 19

Referat Acne Steroid

ini memiliki "ungsi sebagai imunosupresan, anti-in"lamasi, dan anti alergi yang umum digunakan pada dermatologi. .enggunaan kortikosteroid ini juga banyak menyebabkan komplikasi yang tidak diharapkan, salah satunya adalah jerawat. Acne steroid Ferawat yang timbul akibat penggunaan kortikosteroid secara sistemik dalam kurun waktu +-Bminggu. Ferawat ini muncul umumnya pada dada, punggung, dan lengan. .enegakkan diagnosa ini didapat dengan anamnesa, pemeriksaan e"loresensi, dan bisa juga dengan pemeriksaan penunjang. Inti dari pengobatan Acne steroid ini adalah dengan menghentikan konsumsi kortikosteroid selama ini. '.2. !aran !engingat cukup banyaknya kasus acne steroid, maka sebagai dokter umum, kita sebaiknya bisa mendiagnosa juga memberikan terapi dengan tepat acne steroid.

Caryr Nurina Sari I 07700187

Page 20