Anda di halaman 1dari 24

Pada perawatan saluran akar, setelah jaringan pulpa di keluarkan akan terdapat luka yang kemudian dibersihkan dan

didesinfeksi dengan instrumentasi dan irigasi. Luka ini tidak akan tertutup epitelium, seperti luka pada bagian tubuh lain karena itu mudah terkena infeksi ulang. Untuk mencegah penetrasi mikroorganisme dan toksin dari luar melalui ruang pulpa ke tubuh, ruang ini harus ditutup dibagian koronal dan apikal, hal ini untuk mencegah infeksi dan juga untuk memblokir lubang masuk ke periapikal bagi organisme. Selain itu untuk mencegah infeksi ulang dari ruang pulpa oleh mikroorganisme dari rongga mulut. Seluruh ruang pulpa harus diisi, jadi memblokir tubula dentin dan saluran asesori (Harty, !!"#. Perawatan saluran akar merupakan salah satu jenis perawatan yang bertujuan mempertahankan gigi agar tetap dapat berfungsi. $ahap perawatan saluran akar antara lain % preparasi saluran akar yang meliputi pembersihan dan pembentukan (biomekanis#, disinfeksi, dan pengisian saluran akar. &eberhasilan perawatan saluran ini dipengaruhi oleh preparasi dan pengisian saluran akar yang baik, terutama pada bagian sepertiga apikal. $indakan preparasi yang kurang bersih akan mengalami kegagalan perawatan, bahkan kegagalan perawatan '() diakibatkan pengisian yang kurang baik. Pengisian saluran akar dilakukan untuk mencegah masuknya mikro*organisme ke dalam saluran akar melalui koronal, mencegah multiplikasi mikroorganisme yang tertinggal, mencegah masuknya cairan jaringan ke dalam pulpa melalui foramen apikal karena dapat sebagai media bakteri, dan menciptakan lingkungan biologis yang sesuai untuk proses penyembuhan jaringan. Hasil pengisian saluran akar yang kurang baik tidak hanya disebabkan teknik preparasi dan teknik pengisian yang kurang baik, tetapi juga disebabkan oleh kualitas bahan pengisi saluran akar. Pasta saluran akar merupakan bahan pengisi yang digunakan untuk mengisi ruangan antara bahan pengisi (semi solid atau solid# dengan dinding saluran akar serta bagian*bagian yang sulit terisi atau tidak teratur (+alton , $orabinejad, !!'#. Setelah dilakukan pembersihan, perbaikan bentuk dan desinfeksi, saluran akar akan diisi. -da beberapa kriteria yang perlu diperhatikan sebelum dilakukan tindakan pengisian saluran akar yaitu gigi bebas dari rasa sakit, saluran akar bersih dan kering, tidak terdapat nanah, tidak terdapat bau busuk ($arigan, !!.#. Sebelum pengisian saluran akar, dilakukan preparasi saluran akar. Preparasi saluran akar biomekanikal dalam perawatan endodonti bertujuan untuk membersihkan dan membentuk saluran dalam mempersiapkan pengisian yang hermetis dengan bahan dan teknik pengisian yang sesuai. /ila preparasi saluran akar tidak dilakukan, maka perawatan endodontik akan gagal. 0leh karena itu, preparasi saluran akar biomekanikal harus dilakukan sebaik mungkin, sesuai

dengan bentuk saluran akar (Harty, !!"#. 1engan adanya bentuk gigi yang berbeda, anatomi rongga pulpa dari setiap gigi juga tidak sama, sehingga teknik preparasi saluran akar pada gigi yang satu akan berbeda dengan gigi yang lain. 2adi dalam melakukan preparasi saluran akar pada gigi yang mempunyai bentuk anatomi saluran yang berbeda, diperlukan beberapa teknik preparasi saluran akar yang sesuai yaitu % teknik preparasi kon3ensional, telescope, flaring, step*back ($arigan, !!.4 5odneey, dkk, !!.#. Saluran akar harus dikeringkan setelah irigasi yang terakhir, terutama sebelum pengisian saluran akar. 6airan dapat diaspirasi dengan meletakkan ujung spuit pada dinding saluran akar. pengeringan menyeluruh dapat dilakukan dengan menggunakan paper point yang tediri dari berbagai macam ukuran. Secara klinis perlu disadari bahwa paper point bekerja seperti kertas penyerap dan harus diberi waktu dalam saluran akar agar dapat bekerja efektif. Paper point dapat dipegang dengan pinset dan diukur sesuai dengan panjang kerja sehingga ujungnya tidak terdorong secara tidak sengaja melalui foramen apikal. Paper point dimasukkan secara perlahan sehingga mengurangi terdorongnya cairan irigasi ke dalam jaringan apikal. &ecelakaan seperti ini dapat menyebabkan pasien merasa sakit pada terapi endodontik (Harty, !!"#. Saluran akar segera diisi setelah pengeringan. Pada kasus pulpektomi 3ital, pengisian saluran segera dilakukan setelah preparasi dan pembersihan, hal ini dapat mengurangi resiko kontaminasi saluran akar, waktu yang diperlukan untuk perawatan dan menghasilkan tingkat keberhasilan yang tinggi (Harty, !!"#. -da berbagai macam teknik pengisian saluran akar, yang dapat dibagi menjadi teknik sementasi cone, teknik guttapercha hangat, teknik preparasi dentin. Hasil penelitian belum dapat membuktikan keunggulan teknik tersebut walaupun memang ada beberapa teknik yang kemungkinan kebocorannya lebih besar dari yang lain (Harty, !!"#. Pada umumnya bahan pengisi saluran akar digolongkan dalam golongan padat, pasta, dan semen. 7ang termasuk golongan padat ialah poin gutaperca, poin perak, poin titan, poin emas. 8olongan pasta4 bahan ini tidak mengeras dalam saluran akar misalnya jodoform pasta (+alkhoff#. 8olongan semen4 bahan ini setelah beberapa waktu dalam saluran akar akan mengeras ($arigan, !!.#. Pasta dan semen dapat dibagi dalam lima kelompok4 berbahan dasar 9inc okside eugenol, resin komposit, gutta perca, bahan adhesif dentin, bahan yang ditambah obat* obatan (Harty, !!"#. $idak ada bahan pengisi saluran akar yang mempunyai sifat yang ideal. $etapi paling tidak memenuhi beberapa kriteria yaitu mudah

dimasukkan kedalam saluran akar, harus dapat menutup saluran lateral atau apikal, tidak boleh menyusut sesudah dimasukkan kedalam saluran akar gigi. $idak dapat ditembus oleh air atau kelembaban, bakteriostatik, radiopague, tidak mewarnai struktur gigi, tidak mengiritasi jaringan apikal, steril atau dapat dengan mudah disterilkan, tidak larut dalam cairan jaringan, bukan penghantar panas, pada waktu dimasukkan harus dalam keadaan pekat atau semi solid dan sesudahnya menjadi keras ($arigan, !!.4 +alton , $orabinejad, !!'#. Seperti halnya seluruh perawatan gigi, penggabungan beberapa faktor mempengaruhi hasil suatu perawatan endodontik. :aktor* faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan perawatan saluran akar adalah faktor patologi, factor penderita, faktor anatomi, faktor perawatan dan kecelakaan prosedur perawatan (;ngle, !<=4 6ohen , /urn, !!.4 +alton , $orabinejab, !!'#. . :aktor Patologis &eberadaan lesi di jaringan pulpa dan lesi di periapikal mempengaruhi tingkat keberhasilan perawatan saluran akar. /eberapa penelitian menunjukan bahwa tidak mungkin menentukan secara klinis besarnya jaringan 3ital yang tersisa dalam saluran akar dan derajat keterlibatan jaringan peripikal. :aktor patologi yang dapat mempengaruhi hasil perawatan saluran akar adalah (;ngle, !<=4 +alton , $orabinejad, !!'# % . &eadaan patologis jaringan pulpa. /eberapa peneliti melaporkan tidak ada perbedaan yang berarti dalam keberhasilan atau kegagalan perawatan saluran akar yang melibatkan jaringan pulpa 3ital dengan pulpa nekrosis. Peneliti lain menemukan bahwa kasus dengan pulpa nekrosis memiliki prognosis yang lebih baik bila tidak terdapat lesi periapikal. ". &eadaan patologis periapikal -danya granuloma atau kista di periapikal dapat mempengaruhi hasil perawatan saluran akar. Secara umum dipercaya bahwa kista apikalis menghasilkan prognosis yang lebih buruk dibandingkan dengan lesi granulomatosa. $eori ini belum dapat dibuktikan karena secara radiografis belum dapat dibedakan dengan jelas ke dua lesi ini dan pemeriksaan histologi kista periapikal sulit dilakukan. >. &eadaan periodontal &erusakan jaringan periodontal merupakan faktor yang dapat mempengaruhi prognosis perawatan saluran akar. /ila ada hubungan antara rongga mulut dengan daerah periapikal melalui suatu poket periodontal, akan mencegah terjadinya proses penyembuhan jaringan lunak di periapikal. $oksin yang dihasilkan oleh plak dentobakterial dapat menambah bertahannya reaksi inflamasi.

.. 5esorpsi internal dan eksternal &esuksesan perawatan saluran akar bergantung pada kemampuan menghentikan perkembangan resorpsi. 5esorpsi internal sebagian besar prognosisnya buruk karena sulit menentukan gambaran radiografis, apakah resorpsi internal telah menyebabkan perforasi. /ermacam*macam cara pengisian saluran akar yang teresorpsi agar mendapatkan pengisian yang hermetis. ". :aktor Penderita :aktor penderita yang dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan suatu perawatan saluran akar adalah sebagai berikut (;ngle, !<=4 6ohen , /urns, !!.4 +alton ,$orabinejad, !!'# % . ?oti3asi Penderita Pasien yang merasa kurang penting memelihara kesehatan mulut dan melalaikannya, mempunyai risiko perawatan yang buruk. &etidaksenangan yang mungkin timbul selama perawatan akan menyebabkan mereka memilih untuk diekstraksi (Sommer, !' #. ". Usia Penderita Usia penderita tidak merupakan faktor yang berarti bagi kemungkinan keberhasilan atau kegagalan perawatan saluran akar. Pasien yang lebih tua usianya mengalami penyembuhan yang sama cepatnya dengan pasien yang muda. $etapi penting diketahui bahwa perawatan lebih sulit dilakukan pada orang tua karena giginya telah banyak mengalami kalsifikasi. Hali ini mengakibatkan prognosis yang buruk, tingkat perawatan bergantung pada kasusnya (;ngle, !<=#. >. &eadaan kesehatan umum Pasien yang memiliki kesehatan umum buruk secara umum memiliki risiko yang buruk terhadap perawatan saluran akar, ketahanan terhadap infeksi di bawah normal. 0leh karena itu keadaan penyakit sistemik, misalnya penyakit jantung, diabetes atau hepatitis, dapat menjelaskan kegagalan perawatan saluran akar di luar kontrol ahli endodontis (Sommer, dkk, !' 4 6ohen , /urns, !!.#. >. :aktor Perawatan :aktor perawatan yang dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan suatu perawatan saluran akar bergantung kepada % . Perbedaan operator 1alam perawatan saluran akar dibutuhkan pengetahuan dan aplikasi ilmu biologi serta pelatihan, kecakapan dan kemampuan dalam manipulasi dan menggunakan instrumen*instrumen yang dirancang khusus. Prosedur*prosedur khusus dalam perawatan saluran akar digunakan untuk memperoleh keberhasilan perawatan. ?enjadi kewajiban bagi dokter gigi untuk menganalisa

pengetahuan serta kemampuan dalam merawat gigi secara benar dan efektif (Healey, !'(4 +alton ,$orabinejad, !!'#. ". $eknik*teknik perawatan /anyak teknik instrumentasi dan pengisian saluran akar yang tersedia bagi dokter gigi, namun keuntungan klinis secara indi3idual dari masing*masing ukuran keberhasilan secara umum belum dapat ditetapkan. Suatu penelitian menunjukan bahwa teknik yang menghasilkan penutupan apikal yang buruk, akan menghasilkan prognosis yang buruk pula (+alton , $orabinejad, !!'#. >. Perluasan preparasi atau pengisian saluran akar. /elum ada penetapan panjang kerja dan tingkat pengisian saluran akar yang ideal dan pasti. $ingkat yang disarankan ialah (,= mm, mm atau *" mm lebih pendek dari akar radiografis dan disesuaikan dengan usia penderita. $ingkat keberhasilan yang rendah biasanya berhubungan dengan pengisian yang berlebih, mungkin disebabkan iritasi oleh bahan*bahan dan penutupan apikal yang buruk. 1engan tetap melakukan pengisian saluran akar yang lebih pendek dari apeks radiografis, akan mengurangi kemungkinan kerusakan jaringan periapikal yang lebih jauh (+alton , $orabinejad, !!'#. .. :aktor -natomi 8igi :aktor anatomi gigi dapat mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan suatu perawatan saluran akar dengan mempertimbangkan % . /entuk saluran akar -danya pengbengkokan, penyumbatan,saluran akar yang sempit, atau bentuk abnormal lainnya akan berpengaruh terhadap derajat kesulitan perawatan saluran akar yang dilakukan yang memberi efek langsung terhadap prognosis (+alton , $orabinejad, !!'#. ". &elompok gigi -da yang berpendapat bahwa perawatan saluran akar pada gigi tunggal mempunyai hasil yang lebih baik dari pada yang berakar jamak. Hal ini disebabkan karena ada hubungannya dengan interpretasi dan 3isualisasi daerah apikal pada gambaran radiografi. $ulang kortikal gigi*gigi anterior lebih tipis dibandingkan dengan gigi*gigi posterior sehingga lesi resorpsi pada apeks gigi anterior terlihat lebih jelas. Selain itu, superimposisi struktur radioopak daerah periapikal untuk gigi*gigi anterior terjadi lebih sedikit, sehingga interpretasi radiografinya mudah dilakukan. 5adiografi standar lebih mudah didapat pada gigi anterior, sehingga perubahan periapikal lebih mudah diobser3asi

dibandingkan dengan gambaran radiologi gigi posterior (+alton , $orabinejad, !<!#. >. Saluran lateral atau saluran tambahan Hubungan pulpa dengan ligamen periodontal tidak terbatas melalui bagian apikal saja, tetapi juga melalui saluran tambahan yang dapat ditemukan pada setiap permukaan akar. Sebagian besar ditemukan pada setengah apikal akar dan daerah percabangan akar gigi molar yang umumnya berjalan langsung dari saluran akar ke ligamen periodontal (;ngle, !<=#. Preparasi dan pengisian saluran akar tanpa memperhitungkan adanya saluran tambahan, sering menimbulkan rasa sakit yang hebat sesudah perawatan dan menjurus ke arah kegagalan perawatan akhir (8uttman, !<<#. =. &ecelakaan Prosedural &ecelakaan pada perawatan saluran akar dapat memberi pengaruh pada hasil akhir perawatan saluran akar, misalnya % . $erbentuknya ledge (birai# atau perforasi lateral. /irai adalah suatu daerah artifikasi yang tidak beraturan pada permukaan dinding saluran akar yang merintangi penempatan instrumen untuk mencapai ujung saluran (8uttman, et all, !!"#. /irai terbentuk karena penggunaan instrumen yang terlalu besar, tidak sesuai dengan urutan4 penempatan instrument yang kurang dari panjang kerja atau penggunaan instrumen yang lurus serta tidak fleksibel di dalam saluran akar yang bengkok (8rossman, !<<, +eine, !!'#. /irai dan ferforasi lateral dapat memberikan pengaruh yang merugikan pada prognosis selama kejadian ini menghalangi pembersihan, pembentukan dan pengisian saluran akar yang memadai (+alton , $orabinejad, !''#. ". ;nstrumen patah Patahnya instrumen yang terjadi pada waktu melakukan perawatan saluran akar akan mempengaruhi prognosis keberhasilan dan kegagalan perawatan. Prognosisnya bergantung pada seberapa banyak saluran sebelah apikal patahan yang masih belum dibersihkan dan belum diobturasi serta seberapa banyak patahannya. Prognosis yang baik jika patahan instrumen yang besar dan terjadi ditahap akhir preparasi serta mendekati panjang kerja. Prognosis yang lebih buruk jika saluran akar belum dibersihkan dan patahannya terjadi dekat apeks atau diluar foramen apikalis pada tahap awal preparasi (8rossman, !<<4 +alton , $orabinejad, !!'#. .. :raktur akar 3ertikal :raktur akar 3ertikal dapat disebabkan oleh kekuatan kondensasi aplikasi yang berlebihan pada waktu mengisi saluran akar atau

pada waktu penempatan pasak. -danya fraktur akar 3ertikal memiliki prognosis yang buruk terhadap hasil perawatan karena menyebabkan iritasi terhadap ligamen periodontal (+alton ,$orabinejad, !!'#. /-/ ;;; P@?/-H-S-A >. P@?/U-$-A 8;8; $;5U-A ?-H&0$- 1-A 2@?/-$-A /ridge :iBed Prosthodontic (gigi tiruan jembatan#, merupakan 8igi $iruan 6ekat untuk menggantikan kehilangan gigi asli dimana gigi asli yang hilang itu masih di dampingi " gigi yang masih ada di sebelahnya. &e*" gigi tetangga yang masih ada itu di jadikan abutment (penyangga# untuk pontik (gigi hilang yang akan kita gantikan#. &e*" gigi tetangga itu akan di kecilkan ukurannya pada saat preparasi, dibuatkan mahkota jacket dan di buat perlekatannya pada ke*" penyangga ini dengan di sementasi sehingga tidak dapat dilepas pasien. Sedangkan untuk pembuatan mahkota, crown di jadikan indikasi karena menutupi seluruh permukaan gigi dengan direkatkan oleh bahan cement perekat ke sisa mahkota gigi asli, sehingga akan lebih awet dan tak mudah lepas. Perlekatannya dengan gigi umumnya baik, namun masih dapat dilepas oleh dokter gigi dengan alat khusus. 2adi, metode pembuatannya, sisa jaringan gigi asli si pasien di preparasi dengan mengecilkan ukuran gigi asli dahulu sehingga crown dapat di rekatkan secara permanen. Selama crown dibuat, pada pasien akan dibuatkan pro3isoris (mahkota sementara#. 1an tentu saja, gigi tersebut masih dalam keadaan 3ital, dimana pulpa gigi belum terkena. 2ika pulpa gigi terkena,maka konsep perawatan berubah menjadi perawatan saluran akar dan pembuatan mahkota pasak berinti. 2adi pembuatan gigi tiruan jembatan dan mahkota tidak harus melalui pulpektomi. Pulpektomi dilakukan apabila pulpa gigi dari gigi yang akan dipreparasi terkena infeksi. /ila gigi dalam keadaan 3ital (pulpa belum terkena# maka pulpektomi tidak perlu dilakukan. >." ?-6-?*?-6-? P@5-+-$-A @A1010A$;& >.". . @A10 &0AC@AS;0A-L . PULP 6-PP;A8 a. 1;5@& b. ;A1;5@& ". PULP0$0?; >. P@5-+-$-A S.-

a. PULP@&$0?; b. @A10;A$5-&-A-L .. -P@&S;:;&-S; >.".". @A10 /@1-H . &U5@$-S@ -P@&S ". 5@S@&S; -P@&S >. ;A$@A$;0A-L 5@PL-A$ .. H@?;S@&S; =. ;?PL-A @A1010A$;& >.".>. ;ndikasi umum perawatan endodonsia % . 8igi dengan kelainan yang telah mengenai jaringan pulpa dan periapikal ". Sebagai pencegahan untuk menghindari infeksi jaringan periapikal >. Untuk rencana pembuatan mahkota pasak .. Sebagai penyangga D abunment gigi tiruan =. &esehatan umum pasien baik '. 0ral hygiene pasien baik E. ?asih didukung jaringan penyangga gigi yang baik <. Pasien bersedia untuk dilakukan perawatan !. 0perator mampu. >."... &ontraindikasi perawatan endodonsia % . 8igi yang tidak dapat direstorasi lagi ". $idak didukung jaringan penyangga gigi yang cukup >. 8igi yang tidak strategis, tidak mempunyai nilai estetik dan fungsional. ?isalnya gigi yang lokasinya jauh di luar lengkung. .. :raktur 3ertikal =. 5esorpsi yang luas baik internal maupun eksternal '. 8igi dengan saluran akar yang tidak dapat dipreparasi4 akar terlalu bengkok, saluran akar banyak dan berbelit*belit. E. 2arak interoklusal terlalu pendek sehingga akan menyulitkan dalam instrumentasi. <. &esehatan umum pasien buruk !. Pasien tidak bersedia untuk dilakukan perawatan (. 0perator tidak mampu. >.> P@5-+-$-A @A1010A$;& &0AC@AS;0A-L $ujuan dasar dari perawatan endodontik pada anak mirip dengan pasien dewasa, yaitu untuk meringankan rasa sakit dan mengontrol sepsis dari pulpa dan jaringan periapikal sekitarnya serta mengembalikan keadaan gigi yang sakit agar dapat diterima secara biologis oleh jaringan sekitarnya. ;ni berarti bahwa tidak terdapat lagi simtom, dapat berfungsi dengan baik dan tidak ada

tanda*tanda patologis yang lain. :aktor pertimbangan khusus diperlukan pada saat memutuskan rencana perawatan yang sesuai untuk gigi geligi sulung yaitu untuk mempertahankan panjang lengkung rahang. >.>. Pulp 6apping Pulp 6apping didefinisikan sebagai aplikasi dari satu atau beberapa lapis bahan pelindung di atas pulpa 3ital yang terbuka. /ahan yang biasa digunakan untuk pulp capping ini adalah kalsium hidroksida karena dapat merangsang pembentukan dentin sekunder secara efektif dibandingkan bahan lain. $ujuan pulp capping adalah untuk menghilangkan iritasi ke jaringan pulpa dan melindungi pulpa sehingga jaringan pulpa dapat mempertahankan 3italitasnya. 1engan demikian terbukanya jaringan pulpa dapat terhindarkan. $eknik pulp capping ini ada dua yaitu indirect pulp capping dan direct pulp capping. >.>. . ;ndirect Pulp 6apping ;stilah ini digunakan untuk menunjukan penempatan bahan adhesif di atas sisa dentin karies. $ekniknya meliputi pembuangan semua jaringan karies dari tepi ka3itas dengan bor bundar kecepatan rendah. Lalu lakukan ekska3asi sampai dasar pulpa, hilangkan dentin lunak sebanyak mungkin tanpa membuka kamar pulpa. /asis pelindung pulpa yang biasa dipakai yaitu 9inc okside eugenol atau dapat juga dipakai kalsium hidroksida yang diletakan di dasar ka3itas. -pabila pulpa tidak lagi mendapat iritasi dari lesi karies diharapkan jaringan pulpa akan bereaksi secara fisiologis terhadap lapisan pelindung dengan membentuk dentin sekunder. -gar perawatan ini berhasil jaringan pulpa harus 3ital dan bebas dari inflamasi. /iasanya atap kamar pulpa akan terbuka saat dilakukan ekska3asi. -pabila hal ini terjadi maka tindakan selanjutnya adalah dilakukan direct pulp capping atau tindakan yang lebih radikal lagi yaitu amputasi pulpa (pulpotomi#. >.>. ." 1irect Pulp 6apping 1irect Pulp 6apping menunjukkan bahwa bahan diaplikasikan langsung ke jaringan pulpa. 1aerah yang terbuka tidak boleh terkontaminasi oleh sali3a, kalsium hidroksida dapat ditempatkan di dekat pulpa dan selapis semen 9inc okside eugenol dapat diletakkan di atas seluruh lantai pulpa dan biarkan mengeras untuk menghindari tekanan pada daerah perforasi bila gigi di restorasi. Pulpa diharapkan tetap bebas dari gejala patologis dan akan lebih baik jika membentuk dentin sekunder. -gar perawatan ini berhasil maka pulpa di sekitar daerah terbuka tersebut harus 3ital dan dapat terjadi proses perbaikan.

Langkah*langkah Pulp 6apping % . Siapkan peralatan dan bahan. 8unakan kapas, bor, dan peralatan lain yang steril. ". ;solasi gigi. Selain menggunakan rubber dam, isolasi gigi juga dapat menggunakan kapas dan sali3a ejector, jaga posisinya selama perawatan. >. Preparasi ka3itas. $embus permukaan oklusal pada tempat karies sampai kedalaman ,= mm (yaitu kira*kira (,= mm ke dalam dentin. Pertahankan bor pada kedalaman ka3itas dan dengan hentakan intermitten gerakan bor melalui fisur pada permukaan oklusal. .. @kska3asi karies yang dalam 1engan perlahan*lahan buang karies dengan ekska3ator, mula* mula dengan menghilangkan karies tepi kemudian berlanjut ke arah pulpa. 2ika pulpa 3ital dan bagian yang terbuka tidak lebih besar diameternya dari ujung jarum maka dapat dilakukan pulp capping. =. /erikan kalsium hidroksida. &eringkan ka3itas dengan cotton pellet lalu tutup bagian ka3itas yang dalam termasuk pulpa yang terbuka dengan pasta kalsium hidroksida. >.>." Pulpotomi Pulpotomi adalah pembuangan pulpa 3ital dari kamar pulpa kemudian diikuti oleh penempatan obat di atas orifis yang akan menstimulasikan perbaikan atau memumifikasikan sisa jaringan pulpa 3ital di akar gigi. Pulpotomi disebut juga pengangkatan sebagian jaringan pulpa. /iasanya jaringan pulpa di bagian korona yang cedera atau mengalami infeksi dibuang untuk mempertahankan 3italitas jaringan pulpa dalam saluran akar. Pulpotomi dapat dipilih sebagai perawatan pada kasus yang melibatkan kerusakan pulpa yang cukup serius namun belum saatnya gigi tersebut untuk dicabut, pulpotomi juga berguna untuk mempertahankan gigi tanpa menimbulkan simtom*simtom khususnya pada anak*anak. ;ndikasi pulpotomi adalah anak yang kooperatif, anak dengan pengalaman buruk pada pencabutan, untuk merawat pulpa gigi sulung yang terbuka, merawat gigi yang apeks akar belum terbentuk sempurna, untuk gigi yang dapat direstorasi. &ontraindikasi pulpotomi adalah pasien yang tidak kooperatif, pasien dengan penyakit jantung kongenital atau riwayat demam rematik, pasien dengan kesehatan umum yang buruk, gigi dengan abses akut, resorpsi akar internal dan eksternal yang patologis, kehilangan tulang pada apeks dan atau di daerah furkasi. Saat ini para dokter

gigi banyak menggunakan formokresol untuk perawatan pulpotomi. :ormokresol merupakan salah satu obat pilihan dalam perawatan pulpa gigi sulung dengan karies atau trauma. 0bat ini diperkenalkan oleh /uckley pada tahun !(= dan sejak saat itu telah digunakan sebagai obat untuk perawatan pulpa dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. /eberapa tahun ini penggunaan formokresol sebagai pengganti kalsium hidroksida untuk perawatan pulpotomi pada gigi sulung semakin meningkat. /ahan aktif dari formokresol yaitu !) formaldehid, >=) trikresol ditambah =) gliserin dan air. $rikresol merupakan bahan aktif yang kuat dengan waktu kerja pendek dan sebagai bahan antiseptik untuk membunuh mikroorganisme pada pulpa gigi yang mengalami infeksi atau inflamasi sedangkan formaldehid berpotensi untuk memfiksasi jaringan. Sweet mempelopori penggunaan formokresol untuk perawatan pulpotomi. -walnya perawatan pulpotomi dengan formokresol ini dilakukan sebanyak empat kali kunjungan namun saat ini perawatan pulpotomi dengan formokresol dapat dilakukan untuk satu kali kunjungan. /eberapa studi telah dilakukan untuk membandingkan formokresol dengan kalsium hidroksida dan hasilnya memperlihatkan bahwa perawatan pulpotomi dengan formokresol pada gigi sulung menunjukkan tingkat keberhasilan yang lebih baik daripada penggunaan kalsium hidroksida. :ormokresol tidak membentuk jembatan dentin tetapi akan membentuk suatu 9ona fiksasi dengan kedalaman yang ber3ariasi yang berkontak dengan jaringan 3ital. Fona ini bebas dari bakteri dan dapat berfungsi sebagai pencegah terhadap infiltrasi mikroba. &euntungan formokresol pada perawatan pulpa gigi sulung yang terkena karies yaitu formokresol akan merembes melalui pulpa dan bergabung dengan protein seluler untuk menguatkan jaringan. Penelitian*penelitian secara histologis dan histokimia menunjukkan bahwa pulpa yang terdekat dengan kamar pulpa menjadi terfiksasi lebih ke arah apikal sehingga jaringan yang lebih apikal dapat tetap 3ital. 2aringan pulpa yang terfiksasi kemudian dapat diganti oleh jaringan granulasi 3ital. Perawatan pulpotomi formokresol hanya dianjurkan untuk gigi sulung saja, diindikasikan untuk gigi sulung yang pulpanya masih 3ital, gigi sulung yang pulpanya terbuka karena karies atau trauma pada waktu prosedur perawatan. >.>.". Pulpotomi Cital Langkah*langkah perawatan pulpotomi 3ital formokresol satu kali kunjungan untuk gigi sulung % . Siapkan instrumen dan bahan. Pemberian anestesi lokal untuk

mengurangi rasa sakit saat perawatan ". ;solasi gigi. Pasang rubber dam, jika rubber dam tidak bisa digunakan isolasi dengan kapas dan sali3a ejector dan jaga keberadaannya selama perawatan. >. Preparasi ka3itas. Perluas bagian oklusal dari ka3itas sepanjang seluruh permukaan oklusal untuk memberikan jalan masuk yang mudah ke kamar pulpa. .. @kska3asi karies yang dalam. =. /uang atap pulpa. 1engan menggunakan bor fisur steril dengan handpiece berkecepatan rendah. ?asukkan ke dalam bagian yang terbuka dan gerakan ke mesial dan distal seperlunya untuk membuang atap kamar pulpa. .. /uang pulpa bagian korona. Hilangkan pulpa bagian korona dengan ekska3ator besar atau dengan bor bundar kecepatan rendah. '. 6uci dan keringkan kamar pulpa. Semprot kamar pulpa dengan air atau saline steril, syringe disposible dan jarum steril. Penyemprotan akan mencuci debris dan sisa*sisa pulpa dari kamar pulpa. &eringkan dan kontrol perdarahan dengan kapas steril. E. -plikasikan formokresol. 6elupkan kapas kecil dalam larutan formokresol, buang kelebihannya dengan menyerapkan pada kapas dan tempatkan dalam kamar pulpa, menutupi pulpa bagian akar selama . sampai dengan = menit. <. /erikan bahan antiseptik. Siapkan pasta antiseptik dengan mencampur eugenol dan formokresol dalam bagian yang sama dengan 9inc oBide. &eluarkan kapas yang mengandung formokresol dan berikan pasta secukupnya untuk menutupi pulpa di bagian akar. Serap pasta dengan kapas basah secara perlahan dalam tempatnya. 1ressing antiseptik digunakan bila ada sisa*sisa infeksi. !. 5estorasi gigi. $empatkan semen dasar yang cepat mengeras sebelum menambal dengan amalgam atau penuhi dengan semen sebelum preparasi gigi untuk mahkota stainless steel. >.>."." Pulpotomi Aon Cital Prinsip dasar perawatan endodontik gigi sulung dengan pulpa non 3ital adalah untuk mencegah sepsis dengan cara membuang jaringan pulpa non 3ital, menghilangkan proses infeksi dari pulpa

dan jaringan periapikal, memfiksasi bakteri yang tersisa di saluran akar. Perawatan endodontik untuk gigi sulung dengan pulpa non 3ital yaitu perawatan pulpotomi mortal (pulpotomi de3ital#. Pulpotomi mortal adalah teknik perawatan endodontik dengan cara mengamputasi pulpa nekrotik di kamar pulpa kemudian dilakukan sterilisasi dan penutupan saluran akar. Langkah*langkah perawatan pulpotomi de3ital % &unjungan pertama% . Siapkan instrumen dan bahan. ". ;solasi gigi dengan rubber dam. >. Preparasi ka3itas. .. @kska3asi karies yang dalam. =. /uang atap kamar pulpa dengan bor fisur steril dengan handpiece kecepatan rendah. '. /uang pulpa di bagian korona dengan ekska3ator besar atau dengan bor bundar. E. 6uci dan keringkan pulpa dengan air atau saline steril, syringe disposible dan jarum steril. <. Letakkan arsen atau euparal pada bagian terdalam dari ka3itas. !. $utup ka3itas dengan tambalan sementara. (. /ila memakai arsen instruksikan pasien untuk kembali sampai dengan > hari, sedangkan jika memakai euparal instruksikan pasien untuk kembali setelah minggu &unjungan kedua % . ;solasi gigi dengan rubber dam. ". /uang tambalan sementara. Lihat apakah pulpa masih 3ital atau sudah non 3ital. /ila masih 3ital lakukan lagi perawatan seperti pada kunjungan pertama, bila pulpa sudah non 3ital lakukan perawatan selanjutnya. >. /erikan bahan antiseptik. .. $ekan pasta antiseptik dengan kuat ke dalam saluran akar dengan cotton pellet. =. -plikasi semen 9inc oBide eugenol. '. 5estorasi gigi dengan tambalan permanen. >.>.> Pulpektomi Pulpektomi adalah pengangkatan seluruh jaringan pulpa. Pulpektomi merupakan perawatan untuk jaringan pulpa yang telah mengalami kerusakan yang bersifat irre3ersibel atau untuk gigi dengan kerusakan jaringan keras yang luas. ?eskipun perawatan ini memakan waktu yang lama dan lebih sukar daripada pulp capping atau pulpotomi namun lebih disukai karena hasil perawatannya dapat diprediksi dengan baik. 2ika seluruh jaringan pulpa dan kotoran diangkat serta saluran akar diisi dengan baik akan diperoleh hasil perawatan yang baik pula.

;ndikasi perawatan pulpektomi pada anak adalah gigi yang dapat direstorasi, anak dengan keadaan trauma pada gigi insisif sulung dengan kondisi patologis pada anak usia .*.,= tahun, tidak ada gambaran patologis dengan resorpsi akar tidak lebih dari dua pertiga atau tiga perempat. >.>.>. Pulpektomi Cital Langkah*langkah perawatan pulpektomi 3ital satu kali kunjungan % . Pembuatan foto 5ontgen. Untuk mengetahui panjang dan jumlah saluran akar serta keadaan jaringan sekitar gigi yang akan dirawat. Pemberian anestesi lokal untuk menghilangkan rasa sakit pada saat perawatan. b. 1aerah operasi diisolasi dengan rubber dam untuk menghindari kontaminasi bakteri dan sali3a. c. 2aringan karies dibuang dengan bor fisur steril. -tap kamar pulpa dibuang dengan menggunakan bor bundar steril kemudian diperluas dengan bor fisur steril. d. 2aringan pulpa di kamar pulpa dibuang dengan menggunakan ekska3atar atau bor bundar kecepatan rendah. e. Perdarahan yang terjadi setelah pembuangan jaringan pulpa dikendalikan dengan menekankan cotton pellet steril yang telah dibasahi larutan saline atau akuades selama > sampai dengan = menit. f. &amar pulpa dibersihkan dari sisa*sisa jaringan pulpa yang telah terlepas kemudian diirigasi dan dikeringkan dengan cotton pellet steril. 2aringan pulpa di saluran akar dikeluarkan dengan menggunakan jarum ekstirpasi dan headstrom file. g. Saluran akar diirigasi dengan akuades steril untuk menghilangkan kotoran dan darah kemudian dikeringkan dengan menggunakan paper point steril yang telah dibasahi dengan formokresol kemudian diaplikasikan ke dalam saluran akar selama = menit. h. Saluran akar diisi dengan pasta mulai dari apeks hingga batas koronal dengan menggunakan jarum lentulo. i. Lakukan lagi foto rontgen untuk melihat ketepatan pengisian. j. &amar pulpa ditutup dengan semen, misalnya dengan semen seng oksida eugenol atau seng fosfat. k. Selanjutnya gigi di restorasi dengan restorasi permanen. >.>.>." Pulpektomi Aon Cital Perawatan endodontik untuk gigi sulung dengan pulpa non 3ital adalah pulpektomi mortal (pulpektomi de3ital#. Pulpektomi mortal adalah pengambilan semua jaringan pulpa nekrotik dari kamar pulpa dan saluran akar gigi yang non 3ital, kemudian mengisinya dengan bahan pengisi. +alaupun anatomi akar gigi sulung pada beberapa kasus menyulitkan untuk dilakukan prosedur pulpektomi,

namun perawatan ini merupakan salah satu cara yang baik untuk mempertahankan gigi sulung dalam lengkung rahang. Langkah*langkah perawatan pulpektomi non 3ital % &unjungan pertama % . Lakukan foto rontgen. ". ;solasi gigi dengan rubber dam. >. /uang semua jaringan karies dengan ekska3ator, selesaikan preparasi dan desinfeksi ka3itas. .. /uka atap kamar pulpa selebar mungkin. =. 2aringan pulpa dibuang dengan ekska3ator sampai muara saluran akar terlihat. '. ;rigasi kamar pulpa dengan air hangat untuk melarutkan dan membersihkan debris. E. Letakkan cotton pellet yang dibasahi trikresol formalin pada kamar pulpa. <. $utup ka3itas dengan tambalan sementara. !. ;nstruksikan pasien untuk kembali " hari kemudian. &unjungan kedua % . ;solasi gigi dengan rubber dam. ". /uang tambalan sementara. >. 2aringan pulpa dari saluran akar di ekstirpasi, lakukan reaming, filling, dan irigasi. .. /erikan /eechwood creosote. ". 6elupkan cotton pellet dalam beechwood creosote, buang kelebihannya, lalu letakkan dalam kamar pulpa. =. $utup ka3itas dengan tambalan sementara. '. ;nstruksikan pasien untuk kembali > sampai dengan . hari kemudian. &unjungan ketiga % . ;solasi gigi dengan rubber dam. ". /uang tambalan sementara. >. &eringkan kamar pulpa, dengan cotton pellet yang berfungsi sebagai stopper masukkan pasta sambil ditekan dari saluran akar sampai apeks. .. Letakkan semen 9inc fosfat. =. 5estorasi gigi dengan tambalan permanen. >.>.. @ndo ;ntrakanal @ndo intrakanal adalah pengangkatan seluruh jaringan pulpa yang sudah mati seluruhnya. @ndo intrakanal merupakan perawatan untuk jaringan pulpa yang telah mengalami kerusakan yang bersifat irre3ersibel atau untuk gigi dengan kerusakan jaringan keras yang luas. 2ika seluruh jaringan pulpa dan kotoran diangkat serta saluran akar diisi dengan baik akan diperoleh hasil perawatan yang baik pula. $ahapan perawatan endo intrakal sama dengan perawatan pulpektomi, perbedaan perawatannya adalah pada

pemakaian anastesi, pada perawatan endo intrakanal tidak memerlukan anastesi karena gigi dalam kondisi non 3ital. ;ndikasi endo intrakanal % * Aekrosis pulpa totalis * Perawatan ulang * &elainan periapikal &ontraindikasi endo intrakanal % * 0H jelek * $idak mempunyai nilai estetik D fungsional * :raktur dengan arah 3ertikal * ?engganggu pertumbuhan gigi tetangga * 5esorbsi interna D eksterna meliputi setengah akar Langkah*langkah perawatan endo intrakanal % . Pembuatan foto 5ontgen. Untuk mengetahui panjang dan jumlah saluran akar serta keadaan jaringan sekitar gigi yang akan dirawat. ". 1aerah operasi diisolasi dengan rubber dam untuk menghindari kontaminasi bakteri dan sali3a. >. 2aringan karies dibuang dengan bor fisur steril. -tap kamar pulpa dibuang dengan menggunakan bor bundar steril kemudian diperluas dengan bor fisur steril. .. 2aringan pulpa di kamar pulpa dibuang dengan menggunakan ekska3atar atau bor bundar kecepatan rendah. =. &amar pulpa dibersihkan dari sisa*sisa jaringan pulpa yang telah terlepas kemudian diirigasi dan dikeringkan dengan cotton pellet steril. 2aringan pulpa di saluran akar dikeluarkan dengan menggunakan jarum ekstirpasi dan headstrom file. '. Saluran akar diirigasi dengan akuades steril untuk menghilangkan kotoran dan darah kemudian dikeringkan dengan menggunakan paper point steril yang telah dibasahi dengan formokresol kemudian diaplikasikan ke dalam saluran akar selama = menit. E. Saluran akar diisi dengan pasta mulai dari apeks hingga batas koronal dengan menggunakan jarum lentulo. <. Lakukan lagi foto rontgen untuk melihat ketepatan pengisian. !. &amar pulpa ditutup dengan semen, misalnya dengan semen seng oksida eugenol atau seng fosfat. (. Selanjutnya gigi di restorasi dengan restorasi permanen. >.. $@&A;& P@5-+-$-A S-LU5-A -&-5 $ahap*tahap perawatan endotektomi % * ?embuat foto untuk diagnose dan rencana perawatan * ?enyiapkan file, paper point

* ?elakukan de3italisasi untuk gigi yang masih 3ital * Untuk gigi non 3ital dilakukan pre sterilisasi * 0pen bur, mengambil atap pulpa, mencari orifice % preparasi ca3ity entrance * 1+: 4 tentukan panjang kerja * Preparasi saluran akar dengan file, irigasi, foto preparasi % teknik kon3ensional, teknik step back, teknik crown down * Sterilisasi memakai paper point, obat, kapas steril, tumpatan sementara. Sterilisasi ulang, sampai paper point kering dan tidak berbau * $es perbenihan * Pengisian pasta Fn 0Bide @ugenol % teknik single cone, teknik kondensasi lateral, teknik kondensasi 3ertikal * :oto pengisian * /asis Fn P0. * 6ontrol " minggu kemudian, apabila tidak ada keluhan, dapat ditumpat tetap. :ase*fase Perawatan @ndodontik % >... . Preparasi -kses % * :ase yang paling penting dari aspek teknik perawatan akar. * ?erupakan kunci untuk membuka pintu bagi keberhasilan tahap pembersihan, pembentukan dan obturasi saluran akarnya. * $ujuan% o ?embuat akses yang lurus. o ?enghemat preparasi jaringan gigi. o ?embuka atap ruang pulpa. $eknik -kses Preparasi 6a3ity @ntrance >... . 0utline :orm 6a3ity @ntrance * Proyeksi ruang pulpa ke permukaan gigi di bagian cingulum untuk gigi anterior atau oklusal untuk gigi posterior. * $ujuan % Untuk membuat akses yang lurus, menghemat preparasi jaringan gigi, membuka atap ruang pulpa. a. 0utline :orm ;nsisi3us 5- % bentuknya trangular dengan alas sejajar insisal b. 0utline :orm &aninus 5- % bentuknya o3al D bulat dengan arah insiso ser3ikal c. 0utline :orm Premolar 5- % bentuknya o3al memanjang seperti ginjal dengan arah bukal palatal d. 0utline :orm Premolar 5/ % bentuknya bulat D o3al e. 0utline :orm ?olar 5- % bentuknya triangular dengan alas sejajar bukal f. 0utline :orm ?olar 5/ % bentuknya triangular dengan alas sejajar mesial

>... ." Preparasi 6a3ity @ntrance >... .". -lat Preparasi &a3itas . 6ontra -ngle Handpiece Low Speed ". ?acam*macam mata bur Low Speed a. 5ound bur kecil b. 5ound bur besar c. :issure bur silinder d. :issure bur long shank dan round end >... ."." Saluran -kar $unggal * Preparasi dimulai dengan round bur no " atau . atau tapered fissure diamond bur dengan arah tegak lurus pada permukaan enamel sampai menembus jaringan dentin dan diteruskan sampai atap pulpa terbukan dengan kedalaman > mm. * Setelah itu arah bur diubah menjadi sejajar sumbu gigi sampai menembus ruang pulpa sehingga ditemukan lubang saluran akar yang terletak pada dasar ruang pulpa yang disebut orifice. * 8unakan tapered fissure no " atau . untuk membentuk dinding ca3ity entrance di3ergen ke arah oklusal atau insisal sampai jarum miller dapat masuk dengan lurus, setelah terasa tembus maka orifice dicari dengan menggunakan jarum miller. * ?enghilangkan tanduk pulpa menggunakan round diamond bur dengan gerakan menarik keluar ka3itas sehingga ca3ity entrance terbentuk dengan baik dan alat preparasi dapat dimasukkan ke dalam saluran akar dengan bebas. ?asukkan jarum ektirpasi, diputar searah jarum jam dan ditarik keluar, diulang lagi sampai jaringan pulpa dicabut. >... .".> Saluran -kar 8anda * Pembutan ca3ity entrance menggunakan round bur no atau tapered fissure diamond bur pada tengah fossa di bagian oklusal atau endo access. * Setelah kedalaman preparasi mencapai dentin, preparasi dilanjutkan menggunakan fissure diamond bur sampai ditemukan orifice ke > saluran akar. * Pada gigi berakar ganda, bila atap pulpa belum terbuka maka cari orifice yang paling besar terlebih dahulu, kemudian atap pulpa diangkat dengan bur sesuai letak orifice. * ?enghilangkan tanduk pulpa menggunakan round diamond bur dengan gerakan menarik keluar ka3itas, sehingga ca3ity entrance terbentuk dengan baik dan alat preparasi dapat dimasukkan ke dalam saluran akar dengan bebas. >... .".. &esalahan*&esalahan yang mungkin dapat terjadi pada waktu preparasi ca3ity entrance % . Preparasi salah arah menyebabkan terjadinya step atau perforasi

lateral ". Preparasi terlalu dalam menyebabkan perforasi menembus bufurkasi >. 2ika preparasi ca3ity entrance terlalu lebar maka dinding ka3itas menjadi tipis dan mudah pecah jika ditumpat. >...". Penentuan Panjang &erja * Panjang &erja % Panjang dari alat preparasi yang masuk ke dalam saluran akar pada waktu melakukan preparasi saluran akar. * ?enentukan panjang kerja dikurangi mm panjang gigi sebenarnya, untuk menghindari % o 5usaknya apical constriction (penyempitan saluran akar di apical#. o Perforasi ke apical. * 6ara melakukan 1+P (1iagnostic +ire Photo# ?asukkan jarum miller atau file nomor kecil yang diberi stopper dengan guttap perca pada batas panjang gigi rata*rata dikurangi * " mm lalu dilakukan foto 5G. 1ari hasil foto dilakukan pengukuran dengan menggunakan rumus % P8S H P8: B P-S P-: &eterangan % P8S H panjang gigi sebenarnya P8: H panjang gigi foto P-S H panjang alat sebenarnya P-: H panjang alat foto >...>. Pembersihan dan Pembentukan Saluran -kar * Pembersihan debridement % pembuangan iritan dari sistem saluran akar. * $ujuan % ?embasmi habis iritan tersebut walaupun dalam kenyataan praktisnya hanyalah sebatas pengurangan yang signifikan saja. * ;ritan% bakteri, produk samping bakteri, jaringan nekrotik, debris organik, darah dan kontaminan lain. >..... Pembentukan Saluran -kar * ?embentuk saluran akar melebar secar kontinyu dari apeks ke arah korona. * Pelebaran Saluran akar harus cukup besar untuk melakukan debridement yang baik dan dapat memanipulasi serta mengendalikan instrumen dan meterial obturasi dengan baik tapi tidak sampai melemahkan gigi serta meningkatkan peluang terjadinya kesalahan prosedur. * &etirusan &etirusan hasil preparasi harus cukup sehingga instrumen penguak

dan pemampat gutta perca dapat berpenetrasi cukup dalam. * &riteria Saluran akar siap menerima obturasi baik dengan kondensasi lateral maupun 3ertikal, saluran akar harus berbentuk corong ke arah korona dan dalam ukuran cukup besar sehingga instrument pemampat dan penguak dapar masuk cukup dalam. >...=. @kstirpasi Pulpa ?enggunakan jarum ekstirpasi, reamer ataupun miller. >...=. ;ndikasi % * Saluran akar lurus, tidak bengkok * $idak ada obliterasi saluran akar * Saluran akar jelas * &erusakan belum mengenai bifurkasi * 5esorbsi I J panjang akar gigi K Pulpektomi * 5esorbsi L J panjang akar gigi K Pulpotomi. >...'. $eknik Perawatan Saluran -kar >...'. -lat Preparasi Saluran -kar % . 2arum miller ". 2arum ekstirpasi >. :leBofile no. =*<( penjang disesuaikan dengan panjang elemen .. -lat irigasi =. 6otton pellet, paper point steril, dan cotton roll '. $empat jarum E. 881 >...'." 8igi Permanen >...'.". $eknik &on3ensional . $eknik kon3ensional yaitu teknik preparasi saluran akar yang dilakukan pada gigi dengan saluran akar lurus dan akar telah tumbuh sempurna. ". Preparasi saluran akar menggunakan file tipe & >. 8erakan file tipe &*fleB adalah alat diputar dan ditarik. Sebelum preparasi stopper file terlebih dahulu harus dipasang sesuai dengan panjang kerja gigi. Stopper dipasang pada jarum preparasi setinggi puncak tertinggi bidang insisal. Stopper digunakan sebagai tanda batas preparasi saluran akar. .. Preparasi saluran akar dengan file dimulai dari nomor yang paling kecil. Preparasi harus dilakukan secara berurutan dari nomor yang terkecil hingga lebih besar dengan panjang kerja tetap sama untuk mencegah terjadinya step atau ledge atau terdorongnya jaringan nekrotik ke apikal. =. Selama preparasi setiap penggantian nomor jarum preparasi ke nomor yang lebih besar harus dilakukan irigasi pada saluran akar.

Hal ini bertujuan untuk membersihkan sisa jaringan nekrotik maupun serbuk dentin yang terasah. ;rigasi harus dilakukan secara bergantian anatar H"0" >) dan aMuadest steril, bahan irigasi terakhir yang dipakai adalah aMuadest steril. '. /ila terjadi penyumbatan pada saluran akar maka preparasi diulang dengan menggunakan jarum preparasi yang lebih kecil dan dilakukan irigasi lain. /ila masih ada penyumbatan maka saluran akar dapat diberi larutan untuk mengatasi penyumbatan yaitu larutan largal, @1$-, atau glyde (pilih salah satu#. E. Preparasi saluran akar dianggap selelsai bila bagian dari dentin yang terinfeksi telah terambil dan saluran akar cukup lebar untuk tahap pengisian saluran akar. Preparasi saluran akar teknik kon3ensional >...'."." $eknik Step /ack a. 7aitu teknik preparasi saluran akar yang dilakukan pada saluran akar yang bengkok dan sempit pada D> apikal. b. $idak dapat digunakan jarum reamer karena saluran akar bengkok sehingga preparasi saluran akar harus dengan pull and push motion, dan tidak dapat dengan gerakan berputar. c. 1apat menggunakan file tipe &*:leB atau Ai$i file yang lebih fleksibel atau lentur. d. Preparasi saluran akar dengan jarum dimulai dari nomer terkecil % Ao. = sDd "= H sesuai panjang kerja :ile Ao. "= H ?aster -pical :ile (?-:# Ao. >( H panjang kerja N mm ?-: Ao. >= H panjang kerja N " mm ?-: Ao. .( H panjang kerja N > mm ?-: Ao. .= H panjang kerja sama dengan no. .( dst e. Setiap pergantian jarum file perlu dilakukan pengontrolan panjang kerja dengan file no. "=, untuk mencegah terjadinya penyumbatan saluran akar karena serbuk dentin yang terasah. f. Preparasi selesai bila bagian dentin yang terinfeksi telah terambil dan saluran akar cukup lebar untuk dilakukan pengisian. >...'.".> $eknik /alance :orce . ?enggunakan alat preparasi file tipe 5* :leB atau Ai$i :leB ". ?enggunakan file no. ( dengan gerakan steam wending, yaitu file diputar searah jarum jam diikuti gerakan setengah putaran berlawanan jarum jam. >. Preparasi sampai dengan no. >= sesuai panjang kerja. .. Pada "D> koronal dilakukan preparasi dengan 8ates 8lidden 1rill (881# 881 O" H sepanjang > mm dari foramen apical

881 O> H sepanjang 881 O" N " mm 881 O. H sepanjang 881 O> N " mm 881 O= H sepanjang 881 O. N " mm 881 O' H sepanjang 881 O= N " mm =. Preparasi dilanjutkan dengan file no. .( sDd no..= '. 1ilakukan irigasi E. &euntungan balance force % * Hasil preparasi dapat mempertahankan bentuk semula * ?encegah terjadinya ledge dan perforasi * ?encegah pecahnya dinding saluran akar * ?encegah terdorongnya kotoran keluar apeks >...'.".. $eknik 6rown 1own Presureless a. $eknik disebut juga dengan teknik step down, merupakan modifikasi dari teknik step back. b. 1iawali dengan file terbesar sBD8ates 8liden 1rill preparasi D> koronal ( ! mm#. c. ?enghasilkan hasil yang serupa yakni seperti corong yang lebar dengan apeks yang kecil (tirus#. d. /ermanfaat pada saluran akar yang kecil dan bengkok di molar 5- dan 5/. e. Saluran akar sedapat mungkin dibersihkan dengan baik sebelum instrument ditempatkan di daerah apeks sehingga kemungkinan terjadinya ekstruksi dentin ke jaringan periapeks dapat dikurangi. f. ?enggunakan instrument nikel*titanium, baik yang genggam maupun digerakkan mesin. >...'.> 8igi Sulung $eknik &on3ensional Prosedur $eknik &on3ensional pada 8igi Sulung sama seperti $eknik &on3ensional pada 8igi Permanen. >...E. ;rigasi Saluran -kar >...E. $ujuan % Untuk mengeluarkan sisa jaringan nekrotik, serbuk dentin, dan kotoran*kotoran lain yang terdapat di saluran. * ;rigasi dilakukan setiap % o Pergantian file pada saat preparasi saluran akar o Pada saat akan melakukan perbenihan o Sterilisasi saluran akar >...E." /ahan irigasi yang digunakan % * H"0" >) * -Muadest steril * Aa06l

>...E.> -lat irigasi yang digunakan % * Spuit ",= cc dengan jarum yg dibengkokan dan ujungnya ditumpulkan * -lat irigasi yang dipakai harus diberi tanda untuk membedakan isi cairan irigasi yang dipakai * -lat irigasi disimpan dalam botol tertutup berisi alkohol E() agar tetap terjaga sterilisasinya >...E.. 6ara irigasi % * 2arum irigasi dimasukkan kedalam saluran akar. 2arum irigasi yang masuk kedalam saluran akar tidak boleh terlalu besar sehingga membuntu saluran akar yang akan mengakibatan cairan irigasi yang disemprotkan tidak mengalir keluar. * /ahan irigasi disemprotkan secara perlahan*lahan ke dalam saluran akar * /ahan irigasi digunakan secara bergantian. /ahan irigasi yang terakhir disemprotkan ke dalam saluran akar harus aMuadest steril. * ?enghisap cairan irigasi yang keluar dengan cotton roll atau sali3a ejector atau section. $idak boleh terkontaminasi dengan sali3a. * Setelah irigasi, saluran akar dikeringkan dengan menggunakan paper point. $idak boleh pakai hembusan udara >...<. /ahan dan 0bat*obatan Sterilisasi >...<. Sebagai desinfektan antibakteri dengan spektrum luas % * 6h&? ( 6hlorophenol &amfer ?enthol # * 6resophene * 6resatin * :ormokresol * $&: ( $ri &resol :ormalin # * @ugenol (sebagai sedati3e, digunakan untuk mengurangi rasa sakit yang dikombinasikan pada saat dilakukan de3italisasi.# >...<." Preparat poliantibiotik % 8rossman % * Penisilin ( efektif terhadap gram (P# * Streptomysin ( efektif terhadap gram (N# * Sodium kapsilat ( efektif terhadap jamur # >...<.> &ombinasi antibiotik kortikosteroid % * &ortikosteroid ( mengurangi keradangan periapikal .# * -ntibiotik ( membunuh bakteri eB % septomiBine dan ledermiB .# >...<.. /ahan de3italisasi * -rsen ( -s"0> # ( digunakan pada gigi permanen.# * 6austinerf PedodontiMue D forte ( digunakan pada gigi sulung.#

* $&: ( $ri &resol :ormalin # >...<.= ?edikamen ;ntrakanal yang biasa digunakan % >...<.=. 8olongan :enol % * @ugenol * 6?6P ( 6amphorated ?onoparachlorophenol # * Parachlorophenol ( P6P # * 6amphorated parachlorophenol ( 6P6 # * ?etakresilasetat ( cresatin # * &resol * 6reosote ( beechwood # * $imol >...<.=." -ldehid % * :ormokresol * 8lutaraldehid >...<.=.> Halida % * Aatrium hipoklorit * ;odine kalium iodida >...<.=.. Steroid >...<.=.= Hidroksida kalsium Q /ukan antiseptik kon3ensional Q 1apat menghambat pertumbuhan bakteri Q /ekerja lambat Q Harus berkontak langsung Q 1apat digunakan sebagai antiseptik antar kunjungan (terutama pada gigi nekrotik# >...<.=.' -ntibiotik >...<.=.E &ombinasi >...!. Perbenihan >...!. Prosedur perbenihan % * Pasien dikontrol lebih dulu * Siapkan papper point dan cotton pellet. ?asukkan papper point dan cotton pellet ke dalam 8lassbead sterilisator dan ditutup, nyalakan, biarkan sampai lampu pada glassbead sterilisator menjadi hijau (5eady#. Papper point dan cotton pellet siap digunakan. /uka alat glassbead sterilisator. Hasil Perbenihan negatif, saluran akar dapat diisi dengan memperhatikan ketentuan sebagai berikut % * $idak ada keluhan pasien

* $idak ada gejala klinik * $idak ada eksudat dalam saluran akar (cek dari papper point yang terdapat dalam saluran akar caranya ulaskan papper point pada glass lab. /ila tidak berbekas, berarti bisa dilakukan pengisian#, papper point diulaskan di glass lab. * $umpatan sementara masih baik Hasil pembenihan positif, maka dilakukan sterilisasi ulang sampai hasil pembenihan negatif. >... (. /ahan Pengisian Saluran -kar >... (. Syarat*Syarat /ahan Pengisi Saluran -kar a. /ahan harus dapat dengan mudah dimasukkan ke saluran akar. b. Harus menutup saluran ke arah lateral dan apikal. c. Harus tidak mengerut setelah dimasukkan. d. Harus kedap terhadap cairan. e. Harus bakterisidal atau paling tidak harus menghalangi pertumbuhan bakteri. f. Harus radiopak. g. $idak menodai struktur gigi. h. $idak mengiritasi jaringan periapikal atau mempengaruhi struktur gigi. i. Harus steril atau dapat segera disterilkan dengan cepat sebelum dimasukkan. j. /ila perlu dapat dikeluarkan dengan mudah dari saluran akar. >... (." 8igi Sulung * Finc oBide eugenol paste * ;odoform paste * 6alcium hydroBide >... (.> 8igi Permanen >... (.>. Siller berbasis 0S@ Q &euntungan % 5iwayat keberhasilan berlangsung lama, kualitas positif mengalahkan aspek negatifnya (mewarnai gigi, waktu pengerasan sangat lambat, tidak adhesi3e, larut#. >... (.>." :ormula 8rossman /ubuk % * Fn0 (badan semen# ." bagian * 5esin stabelit (konsistensi dan waktu pengerasan# "E bagian * /ismuth subkarbonat = bagian * /aS0. (keradiopakkan# = bagian * Aa*barat bagian 6airan % @ugenol

Q ?asalah yang ada pada formula ini adalah waktu pengerasan sangat lambat, L " bulan. >... (.>.> Plastik Q @poksi tersedia dalam formula bubuk cairan (-H"'#. Q Sifat yang dimiliki % antimikroba, adhesi, waktu kerja yang lama, mudah mengaduknya, dan kerapatan yang sangat baik. Q &ekurangannya % mewarnai gigi, relati3e tidak larut dalam pelarut, agak sedikit toksik jika belum mengeras dan agak larut pada cairan mulut. >... (.>.. Hidroksida kalsium (6a0H#" Q Siller 6a(0H#" yang telah diperkenalkan adalah siller yang 6a(0H#" nya diinkoporasikan ke dalam basis 0S@ atau basis plastiknya. >... (.>.= ;onomer &aca Q ?aterial ini memiliki keuntungan bisa beradhesi ke dentin sehingga diharapkan bisa mencapai kerapatan yang baik di apeks dan korona dan biokompatibel. $api, kekerasan dan ketidaklarutannya menyukarkan perawatan ulang jika diperlukan dan menyukarkan pembuatan pasak. >... . $eknik Pengisian Saluran -kar >... . -lat Pengisian Saluran -kar % . 8lass plate ". -lat pengaduk semen >. Stopper semen .. 2arum lentulo =. :inger spreader 8igi Sulung dan 8igi Permanen >... ." $eknik single cone $eknik pengisian saluran akar untuk teknik preparasi secara kon3ension $ahapan % * Pencampuran pasta saluran akar petunjuk pabrik * Pasta diulaskan pada jarum lentulo dan guttap point untuk kemudian dimasukan kedalam saluran akar yang telah dipreparasi jarum lentulo sesuai panjang kerja dan diputar berlawanan jarum jam. * 8uttap point ( trial foto disterilkan dengan alcohol E() dan dikeringkan # . Pilih guttap point yang diameternya sesuai dengan reamer D file terakhir yang digunakan pada waktu preparasi saluran akar. ". $andai guttap point sesuai dengan panjang kerja. >. ?asukkan guttap point dalam saluran akar sebatas tanda.

.. 8uttap point yang memenuhi syarat dapat masuk saluran akar sebatas panjang kerja dan rapat dengan dinding saluran akar. * &ering ( diulas dengan pasta # masuk ke dalam saluran akar. * 8uttap point di potong *"mm dibawah orifice dengan ekska3ator yang ujungnya telah di panasi dengan bunsen burner hingga membara. * &emudian dasar ruang pulpa diberi basis semen seng fosfat lalu ditutup kapas dan tumpatan sementara menggunakan fletcher atau ca3it. 8igi Permanen >... .> $eknik &ondensasi Lateral 1engan teknik preparasi saluran akar secara step back. Sering digunakan hampir semua keadaan kecuali pada saluran akar yang sangat bengkok D abnormal $ahapan % * Pencampuran pasta * 8uttap point ( trial foto disterilkan E() alcohol dan dikeringkan * 8uttap point nomor "= (?-:# diulasi dengan pasta ke saluran akar sesuai dengan tanda yang telah dibuat dan ditekan kea rah lateral menggunakan spreader. * &e dalam saluran akar diberi guttap tambahan, setiap memasukan guttap di tekan ke arah lateral sampai saluran akar penuh dan spreader tidak dapat masuk dalam saluran akar. * 8uttap point dipotong *"mm dibawah orifice dengan eska3ator yang telah dipanasi * 8uttap point dipadatkan dengan root canal plugger * /ila pengisian sudah baik, maka dasar ruang pulpa diberi basis semen seng fosfat, ditutup kapas dan tumpatan sementara. >... .. $eknik &ondensasi Certical (8utta perca panas# Untuk pengisian saluran akar dengan teknik step back. ?enggunakan pluger yang dipanaskan, dilakukan penekanan pada guttap perca yang telah dilunakan dengan panas kearah 3ertical dan dengan demikian menyebabkan guttap perca mengalir dan mengisi seluruh lumen saluran akar. $ahapan % * Suatu kerucut guttap perca utama sesuai dengan instrument terakhir yang digunakan pada saluran dengan cara step back * 1inding saluran dilapisi dengan lapis tipis semen dengan menggunakan lentulo. * &erucut disemen * Ujung koronal kerucut dipotong dengan instrument panas * Pembawa panas segera didorong ke dalam D> koronal guttap perca. Sebagian terbakar oleh plugel bila diambil dari saluran akar. * 6ondenser 3ertical dengan ukuran yang sesuai dimasukan dan

tekanan 3ertical dikenakan pada guttap perca yang telah dipanasi untuk mendorong guttap perca yang menjadi plastis ke arah apikal * -pikalis panas berganti oleh pembawa panas dan condenser diulangi sampai guttap perca plastis menutup saluran aksesori besar dan mengisi luman saluran dalam > dimensi N foramen apikal. /agian sisa saluran diisi dengan potongan tambahan guttap perca panas. * /ila pengisisan sudah baik, maka dasar pulpa diberi basis semen FnP0., kemudian ditumpat sementara. >... .= ?etode seksional (teknik pluger# 1apat digunakan untuk mengisi saluran ke arah apikal dan lateral. $eknik menggunakan suatu bagian kerucut guttap perca untuk mengisi suatu bagian D> saluran akar D ujung apikal. $ahapan % * 1inding saluran akar dilapisi semen * Pluger saluran dimasukan sampai >*.mm dari apeks dipanaskan dalam sterilitator garam panas ( ( # * &erucut guttap perca dipotong beberapa bagian sesuai dengan ukuran saluran yang telah dipreparasi dengan panjang >*.mm * Potong apikal ditempelkan pada pluger yang telah dipanasi, dimasukan ke dalam saluran pada kedalaman yang sebelumnya telah diukur dan ditekan ke arah 3ertical * Pluger dilepas dengan hati*hati untuk mencegah ke luarnya bagian guttap perca yang dimasukan * 1ibuat radiograf untuk memeriksa posisi dan kesesuaian bagian yang dikondensasi * /agian berikutnya dimasukan kedalam eukaliptol, dipanaskan tinggi diatas nyala api dan ditambahkan pada bagian sebelumnya dengan tekanan 3ertical untuk memampatkan pengisi >... .' ?etode kompaksi * ?enggunakan panas untuk mengurangi 3iskositas guttap perca dan menaikan plastisitasnya * 1igunakan untuk pengisi saluran yang lurus * ?enggunakan metode step back >... .E ?etode ;n3erted cone * 1igunakan terbatas pada gigi dengan saluran kecil, berkelok* kelok, yang tidak dapat diisi dengan kerucut guttap perca secara lepas >... .< ?etode 5ole 8utta perca * Untuk mengisi saluran kecil bahan tersebut yang bengkok

>... .! Pengambilan 8uttap Point dengan 881 a. ?enentukan panjang 881 % . Panjang kerja (P&# N panjang mahkota H panjang akar ". Panjang D> apikal H panjang akar % > >. Panjang 881 H P& N panjang D> apikal .. 881 dimasukkan dalam contra angle handpiece low speed b. ?embuka tumpatan sementara, cotton pellet diambil. c. Pemakaian 881 secara berurutan, dimulai dari ukuran besar sampai sesuai besarnya saluran akar. d. 881 yang telah disiapkan dimasukkan dalam saluran akar (letak 881 harus lurus D sejajar dengan sumbu gigi# kemudian airmotor digerakkan sampai guttap point terpotong dan seterusnya hingga mencapai panjang kerja 881 yang telah ditentukan. e. Serpihan guttap point dibersihkan dari saluran akar dengan hembusan udara. f. 5ongga saluran akar yang kosong diisi dengan kapas steril, kemudian ditumpat sementara. >.= P@A7@/-/ &@8-8-L-A P@5-+-$-A S-LU5-A -&-5 Secara umum penyebab kegagalan dapat didaftar secara kasar dari yang frekuensinya paling sering sampai ke yang paling jarang, yaitu kesalahan dalam diagnosis dan rencana perawatan4 kebocoran tambalan di mahkota4 kurangnya pengetahuan anatomi pulpa4 debridement yang tidak memadai4 kesalahan selama perawatan4 kesalahan dalam obturasi4 proteksi tambalan yang tidak cukup4 dan fraktur akar 3ertikal. /erbagai prosedur yang terkait dengan perawatan saluran akar dibagi menjadi tiga tahap yaitu tahap praperawatan, selama perawatan dan pasca perawatan. ?engingat kegagalan perawatan saluran akar terkait dengan tiap*tiap tahap tersebut, maka penyebab kegagalannya pun diklasifikasi sesuai dengan tahap* tahap itu. >.=. . :aktor &egagalan $ahap Pra*perawatan &egagalan perawatan saluran akar pada tahap praperawatan sering disebabkan oleh % . 1iagnosis yang keliru a. 1iagnosis yang tidak tepat, biasanya berasal dari kurangnya atau salahnya interpretasi informasi, baik informasi klinis maupun radiografis. 5adiograf merupakan alat bantu utama dalam penilaian konfigurasi anatomik sistem saluran akar perawatan. b. $idak teridentifikasinya penyimpangan berbagai sistem saluran akar pada radiograf sering menjadi penyebab kegagalan perawatan saluran akar. :raktur dentin akar atau didiagnosis keliru. ;nflamasi kronis yang timbul akan menyebabkan defek periodontal, defek ini sering baru terlihat di kemudian hari.

c. 1alam mendiagnosis suatu penyakit sangat diperlukan ketelitian dan pemahaman dokter gigi akan gejala*gejala suatu penyakit. &arena keterbatasan pengetahuan, peralatan ataupun karena kelalaian dokter gigi, tidak jarang terjadi kesalahan dalam mendiagnosis penyakit yang dapat mengakibatkan timbulnya masalah dalam proses penyembuhan. ". &esalahan dalam perencanaan perawatan Sebagian rencana perawatan adalah mengidentifikasi kasus*kasus mana yang cenderung akan mengalami kegagalan walaupun baiknya perawatan yang dilakukan. >. Seleksi kasus yang buruk Seleksi kasus menentukan apakah perawatan dapat dilakukan atau tidak. Sejumlah kegagalan yang disebabkan oleh seleksi kasus yang buruk akan menimbulkan kekliruan dalam menilai kerjasama pasien serta kesukaran yang mungkin timbul selama perawatan. .. ?erawat gigi dengan prognosis yang buruk. >.=.". :aktor &egagalan Selama Perawatan /anyak kegagalan perawatan saluran akar yang disebabkan oleh kesalahan*kesalahan dalam prosedur perawatan, kesalahan dapat terjadi pada saat pembukaan kamar pulpa, saat melakukan preparasi saluran akar dan saat pengisian saluran akar. * &esalahan Pembukaan &amar Pulpa $ujuan utama pembukaan kamar pulpa adalah untuk mendapatkan jalan langsung ke foramen apikal tanpa adanya hambatan serta untuk memudahkan penglihatan pada semua orofis saluran akar. Pembukaan kamar pulpa untuk setiap gigi mempunyai desain yang berbeda, suatu pembukaan yang dilakukan dengan baik akan menghilangkan kesulitan*kesulitan teknis yang dijumpai dalam perawatan saluran akar. &esalahan*kesalahan yang dapat terjadi selama melakukan pembukaan kamar pulpa adalah % . Perforasi Permukaan akar Perforasi dapat terjadi ke arah proksimal atau labial. Perforasi disebabkan karena preparasi pembukaan dilakukan dengan sudut yang tidak mengarah ke kamar pulpa. Hal ini terjadi karena waktu melakukan preparasi akses, ditemui kesulitan menemukan lokasi kamar pulpa walaupun dari gambaran foto 5ontgen jelas. ". Perusakan dasar kamar pulpa /or yang memotong dasar kamar pulpa dapat menyebabkan terjadinya perforasi pada furkasi. Selai itu, pemakaian bor fisur yang berujung datar akan membuat dasar kamar pulpa menadi datar sehingga merusak bentuk corong alamiah orifis yang akan menyulitkan pemasukan instrumen, paper point serta bahan pengisian ke dalam saluran akar. >. Preparasi saluran melalui tanduk pulpa

Preparasi yang terlalu dangkal akan menyebabkan saluran akar dicapai melalui tanduk pulpa, selain itu akan menyulitkan pembersihan kamar pulpa dan saluran akar dengan baik. .. ?embuat pembukaan proksimal Pembukaan yang dilakukan melalui karies yang ada proksimal akan menyebabkan instrumen yang dipakai untuk saluran akar harus dibengkokkan, akibatnya preparasi saluran akar tidak tepat dan instrumen dapat patah dalam saluran akar. =. ?embuat pembukaan yang terlalu kecil Pembukaan yang terlalu kecil akan mengakibatkan terperangkapnya jaringan pulpa terutama yang berada dibawah tanduk pulpa, juga akan menyulitkan pencarian orifis sehingga saluran akar tidak dapat ditemukan. '. Preparasi pembukaan melebar ke arah dasar kamar pulpa Pada preparasi yang melebar ke arah dasar kamar pulpa akan mengakibatkan melemahnya kemampuan menerima daya kunyah sehingga dapat melepaskan tambalan sementara dan akhirnya terjadi kebocoran. * &esalahan Selama Preparasi Saluran -kar $ahap preparasi saluran akar mencakup proses pembersihan (cleaning# dan pembentukan (shaping#. Pada tahap ini dapat terjadi kegagalan perawatan saluran akar yang disebabkan oleh % . ;nstrumentasi berlebih (o3er instrumentasi# ;nstrumen menembus ke luar melalui foramen apikal sehingga dapat menyebabakan terjadinya inflamasi periapikal. ;nstrumentasi yang melewati konstriksi apikal dapat mentransfer mikroorganisme dan mendorong bubuk dentin dari saluran akar ke jaringan periapikal sehingga dapat memperburuk hasil perawatan. ". ;nstrumentasi kurang (underinstrumentasi# ;nstrumen tidak mencapai panjang kerja yang benar sehingga pembersihan saluran akar tidak sempurna, masih meninggalkan jaringan nekrotik di dalam saluran akar. >. Preparasi berlebihan 7ang dimaksud dengan preparasi berlebihan adalah pengambilan jaringan gigi yang berlebih dalam arah mesio*distal dan buko* lingual. Hal ini dapat terjadi dibagian koronal atau pertengahan saluran sehingga melemahkan akar dan dapat menyebabkan fraktur akarselama berlangsungnya kondensasi. .. Preparasi yang kurang Preparasi yang kurang adalah kegagalan dalam pengambilan jaringan pulpa, kikiran dentin dan mikroorganisme dari sistem saluran akar. Saluran dibentuk sempurna sehingga pengisian kurang hermetis. =. $erbentuknya birai (ledge# dan perforasi $erbentuknya birai atau perforasi laterala dapat menghalangi proses pembersihan, pembentukan dan pengisian saluran akar

yang sempurna. -danya birai atau perforasi lateral akan meninggalkan bahan iritasi dan atau akan menambah buruk keadaan pada ligamen perodontal sehingga prognosisnya menjadi buruk. '. ;nstrumen patah dalam saluran akar ;nstrumen patah dalam saluran menyebabkan kesulitan tahap perawatan saluran akar selanjutnya. Prognosisnya buruk bila saluran akar disebelah apical patahan yang belum dibersihkan masih panjang atau fragmen patahan keluar dari foramen apikal. E. &esalahan pada waktu irigasi saluran akar /ila bahan irigasi yang dipakai bersifat toksik, dapat menyebabkan iritasi pada jaringan periapikal. 6ara penyemprotan bahan irigasi terlalu keras atau memasukkan jarumnya terlalu dalam dapat mendorong bubuk dentin dan mikroorganisme keluar dari foramen apikal, sehingga dapat mengiritasi jaringan periapikal. <. &esalahan dalam sterilisasi saluran akar ?ikroorganisme masih tersisa di dalam tubuli dentin, saluran lateral atau ramifikasi saluran akar karena obat*obat disinfeksi yang digunakan kurang efektif, sehingga dapat menyebabkan terjadinya reinfeksi. * &esalahan Saat Pengisian Saluran -kar &egagalan perawatan saluran akar dapat disebabkan karena kesalahan*kesalahan yang terjadi saat pengisian saluran akar, yaitu % . Pengisian yang tidak sempurna Pengisian yang berlebih (o3erfilling#, pengisian yang kurang (underfilling# atau pengisian yang tidak hermetis, dapat memicu terjadinya inflamasi jaringan periapikal, saluran akar dapat terkontaminasi bakteri dari periapikal sehingga terjadi reinfeksi. ". Pengisian saluran akar dilakukan pada saat yang tidak tepat. Pengisian saluran akar dilakukan pada keadaan belum steril, masih terdapat eksudat yang persisten atau masih terdapat sisa jaringan yang terinfeksi. >. Pengisian saluran akar dilakukan pada keadaan tidak steril. &eadaan rongga mulut maupun alat*alat yang digunakan pada waktu dilakukan pengisian saluran akar, tidak steril. >.=.>. :aktor Penyebab &egagalan Pasca Perawatan &ejadian pasca perawatan dapat menyebabkan kegagalan perawatan secara langsung atau tidak langsung, misalnya. . 5estorasi yang kurang baik atau desain restorasi yang buruk. 5estorasi yang baik akan melindungi sisa gigi dan mencegah kebocoran dari rongga mulut kedalam sistem saluran akar. 5estorasi pasca perawatan saluran akar yang kurang baik akan menyebabkan terbukanya semen dan menyebabkan terkontaminasinya kamar pulpa dan saluran akar oleh sali3a dan

bakteri, sehingga mengakibatkan kegagalan perawatan saluran akar. ". $rauma dan fraktur &esalahan preparasi pada waktu pembuatan pasak dapat menyebabkan kegagalan perawatan. Pengambilan dentin saluran akar yang terlalu banyak akan melemahkan akar gigi, sehingga dapat menyebabkan terjadinya fraktur 3ertikal. >. $erkenanya jaringan periodontal &egagalan bisa disebabkan karena non endodontik, walaupun perawatan saluran akar dilakukan dengan baik. Hal ini dapat disebabkan karena efek merusak dari perawatan ortodontik atau penyakit periodontium. >.=... $anda*$anda &egagalan Perawatan Saluran -kar 1i samping kurangnya konsensus mengenai kriteria untuk menilai keberhasilan atau kegagalan, rentang waktu yang diperlukan bagi tindak lanjut pasca perawatan yang memadai juga masih kontro3ersial. Periode yang dianjurkan berkisar ' bulan sampai . tahun. &eberhasilan yang nyata dalam kurun waktu satu tahun bukan keberhasilan yang langgeng karena kegagalan mungkin terjadi setiap saat. Penentuan berhasil atau tidaknya suatu perawatan diambil dari pemeriksaan klinis dan radigrafis dan histologis (mikroskopis#. Hanya temuan klinis dan radiografis yang dapat die3aluasi dengan mudah oleh dokter gigi, pemeriksaan histologis pada umumnya digunakan sebagai alat penelitian. >.=... . $anda*tanda &egagalan secara &linis &egagalan perawatan saluran akar yang dilihat secara klinis yang la9im dinilai adalah tanda gejala klinis, yaitu % . 5asa nyeri baik secara spontan maupun bila kena rangsang. ". Perkusi dan tekanan terasa peka. >. Palpasi mukosa sekitar gigi terasa peka. .. Pembengkakan pada mukosa sekitar gigi dan nyeri bila ditekan. =. -danya fistula pada daerah apikal. >.=...". $anda*tanda &egagalan secara 5adiografis &emungkinan kesalahan dalam interprestasi radiografis adalah faktor penting yang dapat merumitkan keadaan. &onsistensi dalam jenis film dan waktu pengambilan, angulasi tabung sinar dan film, kondisi penilaian radiograf yang sama merupakan hal*hal yang penting untuk diperhatikan. /iasa perorangan juga akan mempengaruhi interpretasi radiografis. Perubahan radiologis cenderung ber3ariasi menurut orang yang memeriksanya sehingga pendapat yang dihasilkan pun berbeda. $anda*tanda kegagalan perawatan saluran akar secara radiografis adalah adanya % . Perluasan daerah radiolusen di dalam ruang pulpa (internal

resorption#. ". Pelebaran jaringan periodontium. >. Perluasan gambaran radiolusen di daerah periapikal. >.=...>. $anda*tanda &egagalan secara Histologis (?ikroskopis# &arena kurangnya penelitian histologis yang terkendali dengan baik, ada ketidakpastian mengenai derajat korelasi antara temuan histologis dengan gambaran radiologisnya. Pemeriksaan histologis rutin jaringan periapikal pasien jarang dilakukan. $anda*tanda kegagalan secara histologis adalah % . -danya sel*sel radang akut dan kronik di dalam jaringan pulpa dan periapikal. ". -da mikro abses. >. 2aringan pulpa mengalami degeneratif sampai nekrotik. Pulpitis irreversible: keradangan pulpa yang disebabkan oleh adanya iritasi dengan atau tanpa gejala. $anda * tanda % * Ayeri spontan * &aries profunda, perforasi Pulpitis adalah peradangan pada pulpa gigi, biasanya disebabkan oleh infeksi bacterial dalam karies gigi, fraktur gigi, atau kondisi lain yang mengakibtakan pajanan pulpa terhadap in3asi bakteri. $anda tanda % * Ayeri spontan * Profunda :actor*faktor yang dapat menyebabkan pupitis adalah iritan kimiawi, factor termis, dan perubahan hiperemik. Gangren pulpa% kematian jaringan pulpa akibat in3asi kuman kedalam ruang pulpa (dan saluran akar# Tanda - tanda : * 8igi non*Cital * $erdapat :istula (rongga anatomis yang berisi pus# * &aries profunda, perforasi 2. Rencana Perawatan Perawatan Saluran Akar 8igi Permanen Fase-fase Perawatan End d ntik : Preparasi -kses% :ase yang paling penting dari aspek teknik perawatan akar. ?erupakan kunci untuk membuka pintu bagi keberhasilan tahap pembersihan, pembentukan dan obturasi saluran akarnya. $ujuan%

* ?embuat akses yang lurus. * ?enghemat preparasi jaringan gigi. * ?embuka atap ruang pulpa. $eknik -kses Preparasi 6a3ity @ntrance - !utline F r" #avit$ Entrance Proyeksi 5.Pulpa ke permukaan gigi di bagian cingulum untuk gigi anterior atau oklusal untuk gigi posterior. $ujuan% Untuk membuat akses yang lurus, menghemat preparasi jaringan gigi, membuka atap 5.Pulpa.

Pada gigi berakar ganda, bila atap pulpa belum terbuka maka cari orifice yang paling besar terlebih dahulu, kemudian atap pulpa diangkat dengan bur sesuai letak orifice. ?enghilangkan tanduk pulpa menggunakan round diamond bur dengan gerakan menarik keluar ka3itas, sehingga ca3ity entrance terbentuk dengan baik dan alat preparasi dapat dimasukkan ke dalam saluran akar dengan bebas.

Penentuan Pan%ang &er%a. Panjang &erja% Panjang dari alat preparasi yang masuk ke dalam saluran akar pada waktu melakukan preparasi saluran akar. 'enentukan pan%ang ker%a dikurangi ("" pan%ang gigi sebenarn$a) untuk "eng*indari: * 5usaknya apical constriction (penyempitan saluran akar di apical#. * Perforasi ke apical. #ara "elakukan +,P -+iagn stic ,ire P* t . ?asukkan jarum miller atau file nomor kecil yang diberi stopper dengan guttap perca pada batas panjang gigi rata*rata (lihat tabel# dikurangi *" mm lalu dilakukan foto 5G. Pe"bersi*an dan Pe"bentukan Saluran Akar. Pembersihan% 1ebridement% Pembuangan ;ritan dari sistem saluran akar. $ujuan% ?embasmi habis iritan tersebut walaupun dalam kenyataan praktisnya hanyalah sebatas pengurangan yang signifikan saja. ;ritan% bakteri, produk samping bakteri, jaringan nekrotik, debris organik, darah dan kontaminan lain.

Saluran Akar Tunggal Preparasi dimulai dengan round bur no " atau . atau tapered fissure diamond bur dengan arah tegak lurus pada permukaan enamel samapimenembus jaringan dentin dan diteruskan sampai atap pulpa terbukan dengan kedalaman >mm. Setelah itu arah bur diubah menjadi sejajar sumbu gigi sampai menembus 5.Pulpa sehingga ditemukan lubang saluran akar yang terletak pada dasar 5.pulpa yang disebut orifice. 8unakan tapered fissure no " atau . untuk membentuk dinding ca3ity entrance di3ergen ke arah oklusal atau insisal samapi jarum miller dapat masuk dengan lurus, setelah terasa tembus maka orifice dicari dengan menggunakan jarum miller. * ?enghilangkan tanduk pulpa menggunakan round diamond bur dengan gerakan menarik keluar ka3itas sehingga ca3ity entrance terbentuk dengan baik dan alat preparasi dapat dimasukkan ke dalam saluran akar dengan bebas.?asukkan jarum ektirpasi, diputar searah jarum jam dan ditarik keluar, diulang lagi sampai jaringan pulpa dicabut.

Saluran Akar Ganda Pembutan ca3ity entrance menggunakan round bur no atau tapered fissure diamond bur pada tengah fossa di bagian oklusal atau endo access. Setelah kedalaman preparasi mencapaidentin, preparasi dilanjutkan menggunakan fissure diamond bur sampai ditemukan orifice ke > saluran akar.

Pe"bentukan Saluran Akar: * ?embentuk saluran akar melebar secar kontinyu dari apeks ke arah korona. * Pelebaran% Saluran akar harus cukup besar untuk melakukan debridement yang baik dan dapat memanipulasi serta mengendalikan instrumen dan meterial obturasi dengan baik tapi tidak sampai melemahkan gigi serta meningkatkan peluang terjadinya kesalahan prosedur. * &etirusan &etirusan hasil preparasi harus cukup sehingga instrumen penguak dan pemampat gutta perca dapat berpenetrasi cukup dalam.

* &riteria Saluran akar siap menerima obturasi baik dengan kondensasi lateral maupun 3ertikal, saluran akar harus berbentuk corong ke arah korona dan dalam ukuran cukup besar sehingga instrument pemampat dan penguak dapar masuk cukup dalam. Ekstirpasi Pulpa ?enggunakan jarum ekstirpasi, reamer ataupun miller. Gigi sulung $ujuan perawatan * 8igi bertahan dalam mulut dengan keadaan non patologis * 8igi dapat berfungsi kembali * ?encegah tanggal premature * ?enghilangkan rasa sakit * :ungsi normal (kunyah, waktu tanggal yang normal# * ?enciprakan lingkungan 5? yang sehat * ?enghilangkan keluhan pasien Hal yang harus dipahami * ?orfologi gigi sulung * 6ara pemeriksaan yang baik % rontgen foto * ?ecam N macam kelainan pulpa * Pengetahuan tentang bahan dan obat N obatan * Pertimbangan kesehatan umum penderita $ahap N tahap perawatan endotektomi * ?embuat foto untuk diagnose dan rencana perawatan * ?enyiapkan file, paper point * ?elakukan de3italisasi untuk gigi yang masih fital * Untuk gigi non 3ital dilakukan pre sterilisasi * 0pen bur, mengambil atap pulpa, mencari orifice * 1+: 4 tentukan panjang kerja * Preaparasi saluran akar dengan file, irigasi, foto preparasi * Sterilisasi memakai paper point, obat, kapas steril, tumpatan sementara. Sterilisasi ulang, sampai paper point kering dan tidak berbau * Pengisian pasta Fn 0Bide @ugenol * :oto pengisian * /asis Fn P0. * 6ontrol " minggu kemudian, apabila tidak ada keluhan, dapat ditumpat tetap. /ndikasi : * Saluran akar lurus, tidak bengkok

* $idak ada obliterasi saluran akar * Saluran akar jelas * &erusakan belum mengenai bifurkasi * 5esorbsi I J panjang akar gigi K Pulpektomi * 5esorbsi L J panjang akar gigi K Pulpotomi. TE&0/& PERA,ATA0 SA12RA0 A&AR Gigi Permanen Teknik & nvensi nal: . $eknik kon3ensional yaitu teknik preparasi saluran akar yang dilakukan pada gigi dengan saluran akar lurus dan akar telah tumbuh sempurna. ". Preparasi saluran akar menggunakan file tipe & >. 8erakan file tipe &*fleB adalah alat diputar dan ditarik. Sebelum preparasi stopper file terlebih dahulu harus dipasang sesuai dengan panjang kerja gigi. Stopper dipasang pada jarum preparasi setinggi puncak tertinggi bidang insisal. Stopper digunakan sebagai tanda batas preparasi saluran akar. .. Preparasi saluran akar dengan file dimulai dari nomor yang paling kecil. Preparasi harus dilakukan secara berurutan dari nomor yang terkecil hingga lebih besar dengan panjang kerja tetap sama untuk mencegah terjadinya step atau ledge atau terdorongnya jaringan nekrotik ke apical. =. Selama preparasi setiap penggantian nomor jarum preparasi ke nomor yang lebih besar harus dilakukan irigasi pada saluran akar. Hal ini bertujuan untuk membersihkan sisa jaringan nekrotik maupun serbuk dentin yang terasah. ;rigasi harus dilakukan secara bergantian anatar H"0" >) dan aMuadest steril, bahan irigasi tyerakhir yang dipakai adalah aMuadest steril. '. /ila terjadi penyumbatan pada saluran akar maka preparasi diulang dengan menggunakan jarum preparasi yang lebih kecil dan dilakukan irigasi lain. /ila masih ada penyumbatan maka saluran akar dapat diberi larutan untuk mengatasi penyumbatan yaitu larutan largal, @1$-, atau glyde (pilih salah satu#. E. Preparasi saluran akar dianggap selelsai bila bagian dari dentin yang ter infeksi telah terambil dan saluran akar cukup lebar untuk tahap pengisian saluran akar.

Teknik Step 3ack a. 7aitu teknik preparasi saluran akar yang dilakukan pada saluran akar yang bengkok dan sempit pada D> apikal. b. $idak dapat digunakan jarum reamer karena saluran akar bengkok sehingga preparasi saluran akar harus dengan pull and push motion, dan tidak dapat dengan gerakan berputar. c. 1apat menggunakan file tipe &*:leB atau Ai$i file yang lebih fleksibel atau lentur. d. Preparasi saluran akar dengan jarum dimulai dari nomor terkecil% Ao. = sDd "= H sesuai panjang kerja :ile Ao. "= % ?aster -pical :ile (?-:# Ao. >( H panjang kerja N mm ?-: Ao. >= H panjang kerja N " mm ?-: Ao. .( H panjang kerja N > mm ?-: Ao. .= H panjang kerja sama dengan no. .( dst e. Setiap pergantian jarum file perlu dilakukan pengontrolan panjang kerja dengan file no. "=, untuk mencegah terjadinya penyumbatan saluran akar karena serbuk dentin yang terasah. f. Preparasi selesai bila bagian dentin yang terinfeksi telah terambil dan saluran akar cukup lebar untuk dilakukan pengisian. Teknik 3alance F rce a. ?enggunakan alat preparasi file tipe 5* :leB atau Ai$i :leB b. ?enggunakan file no. ( dengan gerakan steam wending, yaitu file diputar searah jarum jam diikuti gerakan setengah putaran berlawanan jarum jam. c. Preparasi sampai dengan no. >= sesuai panjang kerja. d. Pada "D> koronal dilakukan preparasi dengan 8ates 8lidden 1rill (881# * 881 O" H sepanjang > mm dari foramen apical * 881 O> H sepanjang 881 O" N " mm * 881 O. H sepanjang 881 O> N " mm * 881 O= H sepanjang 881 O. N " mm * 881 O' H sepanjang 881 O= N " mm e. Preparasi dilanjutkan dengan file no. .( sDd no..= f. 1ilakukan irigasi g. &euntungan balance force % Hasil preparasi dapat mempertahankan bentuk semula ?encegah terjadinya ledge dan perforasi ?encegah pecahnya dinding saluran akar ?encegah terdorongnya kotoran keluar apeks Teknik #r wn + wn Presureless a. $eknik disebut juga dengan teknik step down, merupakan modifikasi dari teknik step back.

b. ?enghasilkan hasil yang serupa yakni seperti corong yang lebar dengan apeks yang kecil (tirus#. c. /ermanfaat pada saluran akar yang kecil dan bengkok di molar 5- dan 5/. d. Saluran akar sedapat mungkin dibersihkan dengan baik sebelum instrument ditempatkan di daerah apeks sehingga kemungkinan terjadinya ekstruksi dentin ke jaringan periapeks dapat dikurangi. e. ?enggunakan instrument nikel*titanium, baik yang genggam maupun digerakkan mesin. Teknik Step + wn Gigi Sulung $eknik &on3ensional Prosedur $eknik &on3ensional pada 8igi Sulung sama seperti $ehnik &on3ensional pada 8igi Permanen. /rigasi Saluran Akar $ujuan Untuk mengeluarkan sisa jaringan nekrotik, serbuk dentin, dan kotoran*kotoran lain yang terdapat di saluran ;rigasi dilakukan setiap % * Pergantian file pada saat preparasi saluran akar * Pada saat akan melakukan perbenihan * Sterilisasi saluran akar 3a*an irigasi $ang digunakan * H"0" >) * -Muadest steril * Aa06l -lat irigasi yang digunakan % * Spuit ",= cc dengan jarum yg dibengkokan dan ujungnya ditumpulkan * -lat irigasi yang dipakai harus diberi tanda untuk membedakan isi cairan irigasi yang dipakai * -lat irigasi disimpan dalam botol tertutup berisi alkohol E() agar tetap terjaga sterilisasinya 6ara irigasi % 2arum irigasi dimasukkan kedalam saluran akar. 2arum irigasi yang masuk kedalam saluran akar tidak boleh terlalu besar sehingga membuntu saluran akar yang akan mengakibatan cairan irigasi yang disemprotkan tidak mengalir keluar.

/ahan irigasi disemprotkan secara perlahan*lahan ke dalam saluran akar /ahan irigasi digunakan secara bergantian. /ahan irigasi yang terakhir disemprotkan ke dalam saluran akar harus aMuadest steril. ?enghisap cairan irigasi yang keluar dengan cotton roll atau sali3a ejector atau section. $idak boleh terkontaminasi dengan sali3a. Setelah irigasi, saluran akar dikeringkan dengan menggunakan paper point. $idak boleh pakai hembusan udara

'edika"en /ntrakanal $ang biasa digunakan : 8olongan :enol % * @ugenol * 6?6P ( 6amphorated ?onoparachlorophenol # * Parachlorophenol ( P6P # * 6amphorated parachlorophenol ( 6P6 # * ?etakresilasetat ( cresatin # * &resol * 6reosote ( beechwood # * $imol Alde*id : * :ormokresol * 8lutaraldehid 4alida : * Aatrium hipoklorit * ;odine kalium iodida Ster id 4idr ksida kalsiu" Antibi tik & "binasi Perbeni*an Prosedur perbenihan Pasien dikontrol lebih dulu% Siapkan papper point (minta di perawat# acotton pellet. ?asukkan papper point dan cotton pellet ke dalam 8lassbead sterilisator dan ditutup, nyalakan, biarkan sampai lampu pada glassbead sterilisator menjadi hijau (5eady#. Papper point dan cotton pellet siap digunakan. /uka alat glassbead sterilisator. Hasil Perbenihan negatif, saluran akar memperhatikan ketentuan sebagai berikut% $idak ada keluhan pasien $idak ada gejala klinik dapat diisi dengan

3a*an dan !bat- batan Sterilisasi 0bat*obatan Sterilisasi Perawatan Saluran -kar 6h&? ( 6hlorophenol &amfer ?enthol # sebagai desinfektan , antibakteri dengan spectrum luas. 6resophene 6resatin :ormokresol $&: ( $ri &resol :ormalin # @ugenol ( sebagai sedati3e . digunakan untuk mengurangi rasa sakit yang dikombinasikan pada saat dilakukan de3italisasi .

Preparat p liantibi tik : 8rossman % * Penisilin ( efektif terhadap gram (P# * Streptomysin ( efektif terhadap gram (N# * Sodium kapsilat ( efektif terhadap jamur # & "binasi antibi tik k rtik ster id : * &ortikosteroid ( mengurangi keradangan periapikal .# * -ntibiotik ( membunuh bakteri eB % septomiBine dan ledermiB .# 3a*an devitalisasi * -rsen ( -s"0> # ( digunakan pada gigi permanen.# * 6austinerf PedodontiMue D forte ( digunakan pada gigi sulung.# * $&: ( $ri &resol :ormalin #

$idak ada eksudat dalam saluran akar (cek dari papper point yang terdapat dalam saluran akar caranya ulaskan papper point pada glass lab. /ila tidak berbekas, berarti bisa dilakukan pengisian#, papper point diulaskan di glass lab.

$umpatan sementara masih baik

Hasil pembenihan positif, maka dilakukan sterilisasi ulang sampai hasil pembenihan negatif. 3a*an Pengisian Saluran Akar Gigi Sulung Q Finc oBide eugenol paste Q ;odoform paste Q 6alcium hydroBide Gigi Per"anen Siller berbasis !SE Q &euntungan % 5iwayat keberhasilan berlangsung lama4 kualitas positif mengalahkan aspek negatifnya (mewarnai gigi, waktu pengerasan sangat lambat, tidak adhesi3e, larut#. F r"ula Gr ss"an Bubuk : * Fn0 (badan semen# ." bagian * 5esin stabelit (konsistensi dan waktu pengerasan# "E bagian * /ismuth subkarbonat = bagian * /aS0. (keradiopakkan# = bagian * Aa*barat bagian Cairan % @ugenol ?asalah yang ada pada formula ini adalah waktu pengerasan sangat lambat, L " bulan. Plastik @poksi tersedia dalam formula bubuk cairan (-H"'#. Sifat yang dimiliki % antimikroba, adhesi, waktu kerja yang lama, mudah mengaduknya, dan kerapatan yang sangat baik. &ekurangannya % mewarnai gigi, relati3e tidak larut dalam pelarut, agak sedikit toksik jika belum mengeras dan agak larut pada cairan mulut.

/ n "er &aca ?aterial ini memiliki keuntungan bisa beradhesi ke dentin sehingga diharapkan bisa mencapai kerapatan yang baik di apeks dan korona dan biokompatibel. $api, kekerasan dan ketidaklarutannya menyukarkan perawatan ulang jika diperlukan dan menyukarkan pembuatan pasak. S5ARAT 6 S5ARAT 3A4A0 PE0G/S/ SA12RA0 A&AR . /ahan harus dapat dengan mudah dimasukkan ke saluran akar. ". Harus menutup saluran kea rah lateral dan apical. >. Harus tidak mengerut setelah dimasukkan. .. Harus kedap terhadap cairan. =. Harus bakterisidal atau paling tidak harus menghalangi pertumbuhan bakteri. '. Harus radiopak. E. $idak menodai struktur gigi. <. $idak mengiritasi jaringan periapikal atau mempengaruhi struktur gigi. !. Harus steril atau dapat segera disterilkan dengan cepat sebelum dimasukkan. (. /ila perlu dapat dikeluarkan dengan mudah dari saluran akar. PE05E3A3 2TA'A &EGAGA1A0 a. Hilangnya kerapatan apeks (Apical Seal) Sisa iritan di dalam saluran akar Perkolasi

4idr ksida kalsiu" -#a!4.2 Siller 6a(0H#" yang telah diperkenalkan adalah siller yang 6a(0H#" nya diinkoporasikan ke dalam basis 0S@ atau basis plastiknya.

b. Hilangnya kerapatan korona (Coronal Seal) ;ritan dari rongga mulut 5estorasi c. Hilangnya kerapatan lateral d. Panjang obturasi 0bturasi berlebih

5estorasi 0bturasi terlalu pendek

&e dalam saluran akar diberi guttap tambahan, setiap memasukan guttap di tekan ke arah lateral sampai saluran akar penuh dan spreader tidak dapat masuk dalam saluran akar 8uttap point dipotong *"mm dibawah orifice dengan eska3ator yang telah dipanasi

e. Saluran akar lateral f. :raktur akar 3ertical g. Pembersihan yang tidak memadai h. -danya penyakit pulpa i. Saluran akar yang tidak diobati Te*nik Pengisian Saluran Akar Gigi Sulung $eknik single cone $eknik pengisian saluran akar untuk teknik preparasi secara kon3ension $ahapan % Pencampuran pasta saluran akar petunjuk pabrik Pasta diulaskan pada jarum lentulo dan guttap point untuk kemudian dimasukan kedalam saluran akar yang telah dipreparasi jarum lentulo sesuai panjang kerja dan diputar berlawanan jarum jam. 8uttap point ( trial foto disterilkan dengan alcohol E() dan dikeringkan &ering ( diulas dengan pasta # masuk ke dalam saluran akar. 8uttap point di potong *"mm dibawah orifice dengan ekska3ator yang ujungnya telah di panaskan dengan /unsen burner hingga membara.

Teknik Kondensasi Vertical (Gutta perca panas) Untuk pengisian saluran akar dengan teknik step back. ?enggunakan pluger yang dipanaskan, dilakukan penekanan pada guttap perca yang telah dilunakan dengan panas kearah 3ertical dan dengan demikian menyebabkan guttap perca mengalir dan mengisi seluruh lumen saluran akar a!apan : Suatu kerucut guttap perca utama sesuai dengan instrument terakhir yang digunakan dipaskah pada saluran dengan cara step back 1inding saluran dilapisi dengan lapis tipis semen &erucut disemen Ujung koronal kerucut dipotong dengan instrument panas Pembawa panas segera didorong ke dalam D> koronal guttap perca. Sebagian terbakar oleh plugel bila diambil dari saluran akar. 6ondenser 3ertical dengan ukuran yang sesuai dimasukan dan tekanan 3ertical dikenakan pada guttap perca yang telah dipanasi untuk mendorong guttap perca yang menjadi plastis ke arah apikal -pikalis panas berganti oleh pembawa panas dan condenser diulangi sampai guttap perca plastis menutup saluran aksesori besar dan mengisi luman saluran dalam > dimensi N foramen apikal. /agian sisa saluran diisi dengan potongan tambahan guttap perca panas.

Gigi Per"anen Teknik & ndensasi 1ateral 1engan teknik preparasi saluran akar secara step back Sering digunakan hampir semua keadaan kecuali pada saluran akar yang sangat bengkok D abnormal a!apan : Pencampuran pasta 8uttap point ( trial foto disterilkan E() alcohol dan dikeringkan 8uttap point nomor "= (?-:# diulasi dengan pasta ke saluran akar sesuai dengan tanda yang telah dibuat dan ditekan kea rah lateral menggunakan spreader.

'et de seksi nal -teknik plugger. 1apat digunakan untuk mengisi saluran kea rah apikal dan lateral $eknik menggunakan suatu bagian kerucut guttap perca untuk mengisi suatu bagian D> saluran akar D ujung apikal a!apan : 1inding saluran akar dilapisi semen

Pluger saluran dimasukan sampai >*.mm dipanaskan dalam sterilitator garam panas ( (

dari #

apeks

&erucut guttap perca dipotong beberapa bagian sesuai dengan ukuran saluran yang telah dipreparasi dengan panjang >*.mm Potong apikal ditempelkan pada pluger yang telah dipanasi, dimasukan ke dalam saluran pada kedalaman yang sebelumnya telah diukur dan ditekan kea rah 3ertical Pluger dilepas dengan hati*hati untuk mencegah ke luarnya bagian guttap perca yang dimasukan 1ibuat radiograf untuk memeriksa posisi dan kesesuaian bagian yang dikondensasi /agian berikutnya dimasukan kedalam eukaliptol, dipanaskan tinggi diatas nyala api dan ditambahkan pada bagian sebelumnya dengan tekanan 3ertical untuk memampatkan pengisi

Metode kompaksi ?enggunakan panas untuk mengurangi 3iskositas guttap perca dan menaikan plastisitasnya 1igunakan untuk pengisi saluran yang lurus ?enggunakan metode step back

Metode Inverted cone 1igunakan terbatas pada gigi dengan saluran kecil, berkelok*kelok, yang tidak dapat diisi dengan kerucut guttap perca secara lepas Metode Role Gutta perca Untuk mengisi saluran kecil bahan tersebut yang bengkok