Anda di halaman 1dari 70

Makalah Persepsi Sensori kel 4 Retinoblastoma |1

BAB I PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG Retinoblastoma merupakan keganasan intraokuler yang paling sering terjadi pada masa anak dan bayi sampai umur lima tahun. Retinoblastoma adalah tumor retina yang terdiri dari atas sel neuroblastik yang tidak berdiferensiasi. Retinoblastoma merupakan tumor yang bersifat autosomal dominan dan merupakan tumor embrional. Insidensinya diperkirakan 1 dalam 15.000 pada 34.000 kelahiran. 40% penderita retinoblastoma merupakan penyakit herediter. Diagnosis awal dan pengobatan terbukti penting, seperti metastasis intracranial dan distal yang kemungkinan menyebabkan kematian. 1,2,3 Insidensi tertinggi dari retinoblastoma muncul pada pasien yang berusia 2 atau 3 tahun. Namun, Verhoeff melaporkan ada sebuah kasus dari retinoblastoma pada laki-laki berusia 48 tahun yang diverifikasi secara mikroskopis. Sebagian besar penderita dengan retinoblastoma aktif ditemukan pada usia 3 tahun, sedang bila terdapat binocular biasanya terdapat pada usia lebih muda atau 10 bulan. Retinoblastoma dapat ditemukan dalam bentuk yang regresi terutama pada anak-anak yang lebih tua. Pada saat terakhir ini terlihat kenaikan jumlah anak menderita retinoblastoma di Indonesia. 1,3 Di Amerika Serikat diperkirakan 250-300 kasus baru Retinoblastoma setiap tahun. Di Mexico dilaporkan 6-8 kasus per juta populasi dibandingkan dengan Amerika Serikat sebanyak 4 kasus per juta populasi.4,5

Tumor ini tidak mempunyai perdileksi pada jenis kelamin dan kemungkinan muncul pada salah satu mata maupun keduanya. Tumor tumbuh melalui mutasi genetik secara spontan dan sporadis, atau diturunkan melalui autosomal dominan.

1.2. TUJUAN

Makalah Persepsi Sensori kel 4 Retinoblastoma |2

BAB II PEMBAHASAN
2.1. PERKEMBANGAN ANATOMI FISIOLOGI ORGAN

PENGLIHATAN PADA BAYI Mata mulai terbentuk pada 22 hari kehamilan, dan pada 8 minggu kehamilan dianggap dalam bentuk yang lazim. Struktur dan bentuk mata terus berkembang sampai anak mencapai usia sekolah. Pada saat lahir Mielinisasi serat serat saraf sudah lengkap dan respon pupil dapat diperoleh. Bayi baru lahir, bagaimanapun juga mempunyai penglihatan yang terbatas. Neonatus mampu mengenali bentuk ibunya dan mengenali cahaya dan gerakan, ditandai dengan refleks berkedip. Nistagmus yang tajam umum terjadi. Kemampuan untuk mengikuti objek tidak berkembang sampai umur 4 minggu, ketika bayi mampu mengikuti cahaya dan objek kegaris tengah. Pada umur 8 minggu bayi mampu mengikuti cahaya melewati garis tengah, walaupun strabismus menjadi jelas. Strabismus konvergen intermiten umum terjadi sampai umur 6 bulan, kemudian menghilang. Otot otot dianggap berfungsi dengan sempurna pada umur 1 tahun. Macula dan fovea sentralis secara structural mengalami diferensiasi pada umur 4 bulan. Maturasi makula dicapai saat umur 6 tahun. Perbedaan warna ada antara umur 3 dan 5 bulan. Bayi normalnya berpenglihatan jauh. Seperti anak kecil, bayi melihat dengan baik pada rentang yang sempit. Ketajaman penglihatan jauh. Seperti anak kecil, bayi melihat dengan baik pada rentang yang sempit. Ketajaman penglihatan pada bayi mempunyai rentang dari 20/300 sampai 20/50. iris biasanya dianggap berwarna permanent saat umur 6 bulan, tetapi pada beberapa anak tidak sampai 1 tahun. Lakrimasi mulai ada saat berumur 6 12 minggu.

Makalah Persepsi Sensori kel 4 Retinoblastoma |3

ANATOMI DAN FISIOLOGI ALAT PENGLIHATAN

A. EMBRIOLOGI MATA Mata berkembang dari 3 lapis embrional primitif : 1. Ectoderm permukaan, membentuk : lensa mata, glandula lacrimalis, epitel kornea, konjungtiva, adneksa dan epidermis palpebra.

Krista Neuralis : keratosit kornea, endotel kornea, jalinan trabekulum, stroma iris dan koroid, otot siliaris, fibroblas dari sklera, vitreus dan selaput meningen dari n. optikus. 2. Ectoderm neural, menghasilkan vesikel optik dan mangkok optik Mangkok optik : retina, epitel pigmen retina, muskulus dilatator pupil, spingter pupil pada iris dan serat n. optikus.

Makalah Persepsi Sensori kel 4 Retinoblastoma |4

3. Mesoderm, membentuk otot extraokuler, endotel pembuluh darah orbita dan bola mata. TAHAPAN PERKEMBANGAN EMBRIOLOGIS BOLA MATA 1. Tahap Vesikel Optik. Pada janin 2,5 mm (2 minggu) terbentuk plika neuralis, kemudian menyatu membentuk tuba neuralis pada minggu ke3.

Pada janin 9 mm (4 minggu), tuba neuralis membentuk vesikel Optik berhubungan dengan otak depan melalui tangkai optik dan penebalan ektoderm permukaan (lempeng lensa) yang berhadapan dengan ujung vesikel optik. 2. Tahap Mangkok Optik. Pada janin 5 mm, vesikel optik berinvaginasi membentuk mangkok optik. Tepi mangkok optik mengitari fisura optik dan bersamaan dengan itu lempeng lensa invaginasi membentuk mangkok, kemudian menjadi bola berongga yang dikenal dengan vesikel lensa. Pada janin 9 mm (4 minggu) : vesikel lensa melepaskan diri dari ektoderm permukaan dan terletak bebas dekat tepian mangkok optic. PERKEMBANGAN EMBRIOLOGIS STRUKTUR SPESIFIK 1. Palpebra & Apparatus Lacrimalis. Kuncup palpebra mulai terbentuk pada janin 16 mm (6 minggu), menyatu pada janin 37 mm (8 minggu), kemudian memisah pada bulan ke5. Saluran lakrimalis : dari korda epitel membentuk saluran sesaat sebelum lahir. 2. Sclera & Otot Extraoculer. Terbentuk pada janin 20 mm (7 minggu) dan selesai pada saat janin 5 bulan. 3. Lensa Mata. Janin 13 mm (6 minggu) : sel-sel dinding posterior vesikel lensa memanjang dan mengisi vesikel lensa, akhirnya penuh pada janin 26 mm (7 minggu), Pembentukan lensa ini selesai pada bulan ke7 4. Retina. Lapisan luar mangkok optik menjadi lapisan pigmen epitelium retina pada janin 10 mm (5 minggu). Lapisan dalam mangkok optik membentuk 9 lapisan retina yang lainnya. Pada bulan ke8, makula lebih tebal dari bagian lain retina dan terjadi pencekungan makula lutea.

Makalah Persepsi Sensori kel 4 Retinoblastoma |5

Makula berkembang secara anatomis sampai bayi berumur 6 bulan sesudah lahir.

B. ANATOMI MATA I. Rongga Orbita II. Kelopak Mata. III. Sistem Lakrimal IV. Bola Mata I. RONGGA ORBITA\

Volume rongga orbita orang dewasa 30 mL, bola mata hanya mengisi 1/5 rongga orbita, sisanya lemak dan otot ekstraokuler, pembuluh darah, saraf, kelenjar getah bening dan jaringan ikat. Rongga orbita berbentuk limas segi 4 dengan puncaknya arah ke dalam. Dinding orbita terdiri atas : 1. Atap Orbita Yaitu tulang frontal, dimana terdapat sinus frontalis. 2. Dinding Lateral Yaitu tulang Sphenoidale dan tulang Zygomaticus. 3. Dinding Medial Yaitu tulang Ethmoidale yang tipis, disini terdapat Sinus Ethmoidale dan Sinus sphenoidale.

Makalah Persepsi Sensori kel 4 Retinoblastoma |6

4. Dasar Orbita Yaitu tulang Maxillaris dan tulang Zygomatikus. Pada tulang Maxillaris terdapat Sinus Maxillaris. Kelenjar Lacrimalis terletak dalam fossa lacrimallis di bagian anterior lateral atap orbita. APEKS atau puncak rongga orbita adalah : 1. Tempat masuk saraf dan pembuluh darah ke mata. 2. Origo semua otot ekstra okuler, kecuali otot obliqus inferior

II. KELOPAK MATA Kelopak Mata dari luar ada 5 lapisan : 1. Lapisan Kulit. Kulit kelopak mata merupakan kulit yang paling tipis dari bagian tubuh manusia, dan tanpa adanya lemak subcutan. 2. Lapisan Otot Orbicularis Oculi. Menutup mata, disarafi oleh n. VII. Otot ini ada 2 bagian yaitu Pratarsal yaitu otot yang terdapat dalam kelopak mata dan bagian Preseptal yaitu terdapat diatas septum orbitale. 3. Jaringan Areolar. Yaitu rongga di bawah otot orbicularis oculi, yang berhubungan antara mata kanan dan kiri dan juga berhubungan dengan lapisan sub apponeurotik dari kulit kepala. 4. Tarsus. Merupakan jaringan fibrous padat dengan sedikit jaringan elastis. Dibagi menjadi tarsus superior dan inferior. Tarsus superior lebih lebar dari yang inferior. 5. Konjungtiva Palpebra atau Konjungtiva Tarsalis.

Makalah Persepsi Sensori kel 4 Retinoblastoma |7

Bagian dalam kelopak mata yang berhubungan langsung dengan bola mata, melekat erat dengan tarsus. Tepian Palpebra (Margo Palpebra). Pinggir bebas palpebra panjangnya 2530 mm dan lebarnya 2 mm. Pinggir anterior (luar) dipisahkan dari pinggir posterior (dalam) oleh garis kelabu (Schwabel Line). A. Tepi Anterior. Disini terdapat : 1. Bulu Mata. 2. Kelenjar Zeiss dan Moll B. Tepi Posterior. Yang langsung kontak dengan bola mata, disini terdapat kelenjar Meibom. C. Punctum Lacrimalis. Terdapat pada ujung medial dari tepi posterior palpebra. Punctum ini berfungsi sebagai ekskresi air mata melalui kanalis lakrimalis terus menuju ke sakkus lakrimalis. Retraktor Palpebra (Membuka Palpebra). Pada palpebra superior (atas) terdapat Musculus Levator Palpebra dan Musculus Muller yang berfungsi untuk membuka mata yang dipersarafi oleh N. III. Pada palpebra inferior yang ada hanya Musculus Muller sehingga Palpebra inferior tidak bisa membuka dengan lebar. II. SISTIM LAKRIMAL Sistim lakrimal terdiri dari : I. Sekresi yaitu Kelenjar Lakrimalis. II.Excresi terdiri dari : 1. Pungtum Lakrimalis. 2. Kanalis Lakrimalis. 3. Sakkus Lakrimalis. 4. Duktus Nasolakrimalis. Kelenjar Lakrimalis terdiri atas 2 bagian : 1. Bagian Orbita. Dalam fossa lakrimalis di bagian temporal anterior rongga orbita. Dari luar dicapai dengan irisan kulit menembus muskulus orbikularis okuli dan septum orbitale.

Makalah Persepsi Sensori kel 4 Retinoblastoma |8

2. Bagian Palpebra. Terletak di segmen temporal dari fornik konjungtiva superior. IV. BOLA MATA I. Dinding Bola Mata 1. Konjungtiva terdiri dari : a. Konjungtiva palpebra. Permukaan dalam palpebra dan melekat erat pada tarsus. b. Konjungtiva fornik. Peralihan konjungtiva palpebra ke konjungtiva bulbi. c. Konjungtiva bulbi. Yaitu lanjutan konjungtiva fornik yang melekat longgar ke septum orbitale di fornik melanjutkan melekat longgar ke kapsul tenon dan sklera di bawahnya 2. Sklera dan Episklera Sklera adalah jaringan fibrous pelindung mata di bagian luar. Permukaan luar anterior dibungkus oleh jaringan elastis halus yang disebut episklera. 3. Kornea Kornea adalah jaringan transparan dengan ketebalan : di tengah 0,54 mm, di tepi 0,65 mm, dan diameternya sekitar 11,50 mm. kekuatan refraksi kornea 40 Dioptri.

Dari luar ke dalam kornea terdiri atas 5 lapisan sbb : a. Lapisan Epitel : 5-6 lapis sel. b. Lapisan Bowman : satu lapis sel. c. Stroma : 90% ketebalan kornea. d. Membran Desement : lapisan membran elastis jernih. e. Lapisan Endotel : berhubungan langsung dengan cairan aquos humor. II. Isi bola mata A. Segmen anterior terdiri dari : 1. Uvea Anterior (iris dan badan siliaris). 2. Lensa mata. B. Segmen posterior terdiri dari :

Makalah Persepsi Sensori kel 4 Retinoblastoma |9

1. Badan Kaca (Korpus Vitreus). 2. Choroid. 3. Retina. 4. Papil Saraf Optik.

II.A. UVEA. Uvea terdiri atas 3 bagian : 1. Iris 2. Badan Sililer 3. Choroid : lapisan vaskuler tengah mata, memberi perdarahan retina. 1. Iris Perpanjangan korpus siliaris ke anterior, merupakan permukaan pipih dengan lubang di tengah yang disebut pupil. Pupil mengendalikan cahaya yang masuk dengan mengecil (miosis) akibat aktivitas parasimpatis melalui N. III dan juga pupil bisa melebar (midriasis) oleh aktivitas saraf simpatis. 2. Badan siliaris Badan siliaris mempunyai processus ciliaris berfungsi membentuk aquous humor. 3. Choroid Choroid segmen posterior uvea, di antara lapisan retina dan sklera. Choroid di sebelah dalam dibatasi oleh membran Brunch dan sebelah luar di batasi oleh sklera.

II.B. LENSA MATA Lensa bentuk bikonvek, avaskuler, tidak berwarna, hampir transparan sempurna. Tebal 4 mm dan diameternya 9 mm. kekuatan refraksi lensa 20 Dioptri. Digantung Zonulla Zinii yang menghubungkannya dengan corpus siliare. Lensa terdiri dari 65 % air dan 35 % protein. 1. BADAN KACA (CORPUS VITREUS) Vitreus adalah suatu bahan Gellatin yang jernih dan avasculer yang membentuk 2/3 dari volume dan berat bola mata. Vitreus terdiri dari air 99 %, dan sisanya 1 % meliputi kolagen dan asam hialuronat. Yang memberi bentuk dan konsistensi mirip gel karena kemampuannya mengikat air. 2. RETINA

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 10

Selembar tipis jaringan saraf, semitransparan multilapis, melapisi bagian dalam 2/3 posterior dinding bola mata. Retina terdiri dari 10 lapisan pigmen epitelium. Berhubungan langsung dengan membran Brunch dari Choroid, permukaan dalam yaitu membrane limitan interna

berhubungan langsung dengan badan kaca. Di tengah retina bagian posterior terdapat makula lutea yang di tengahnya ada cekungan yang disebut fovea. Pada fovea ini, fotoreseptornya hanya terdiri dari selkerucut saja. Fovea sepenuhnya diperdarahi oleh khoriokapiler khoroid yang berada di luar membran Brunch. 1/3 retina diperdarahi oleh khoriokapiler khoroid, sedangkan 2/3 bagian dalam retina diperdarahi oleh cabangcabang arteri sentralis retina, kecuali daerah macula lutea hanya diperdarahi oleh khoriokapiler khoroid secara difusi. Lapisan retina mulai dari bagian dalam adalah sebagai berikut 1. Membran limitan interna. 2. Lapisan serat saraf. 3. Lapisan sel ganglion. 4. Lapisan sel flexiform dalam. 5. Lapisan nucleus dalam sel bipolar. 6. Lapisan sel flexiform luar. 7. Lapisan nucleus luar sel fotoreceptor. 8. Membran limitan externa. 9. Lapisan sel batang dan kerucut. 10. Lapisan pigmen epithelium retina.

3. PAPIL SARAF OPTIK Papil saraf optik merupakan cekungan dipermukaan retina. Dengan diameter 1,5 mm. pencekungan mempunyai arti klinis penting pada glaucoma kronik simple.

2.2. BIOOPTIK ( OPTIK GEOMETIK, PEMBIASAN, LENSA MATA) Biooptik, tersusun atas kata bio dan optik. Bio berkaitan dengan makhluk hidup/ zat hidup atau bagian tertentu dari makhluk hidup, Sedangkan optik dikenal sebagai bagian ilmu fisika yang berkaitan dengan cahaya atau berkas sinar.

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 11

Secara spesifik ada klasifikasi Optik geometri dan optika fisis. Fokus utama dibiooptik adalah terkait dengan indera penglihatan manusia, yaitu mata. Mata menjadi alat optik yang paling penting pada manusia atau makhluk hidup. 1. OPTIK GEOMETRI Berpangkal pada perjalanan cahaya dalam medium secara garis lurus, berkas-berkas cahaya di sebut garis cahaya dan gambar secara garis lurus. Dengan cara pendekatan ini dapatlah melukiskan ciri-ciri cermin dan lensa dalam bentuk matematika. Misalnya untuk rumus cermin dan lensa : 1/f = 1/s + 1/s f = focus = titik api s = jarak benda s = jarak bayangan

2. OPTIK FISIK Gejala cahaya seperti dispersi, interferensi dan polasisasi tidak dapat di jelaskan malui metode optika geometri. Gejala-gejala ini hanya dapat dijelaskan dengan menghitung ciri-ciri fisik dari cahaya tersebut. Teori kwantum (Plank (1858-1947)), Cahaya itu terdiri atas kwanta atau foton-foton, tampaknya agak mirip dengan teori Newton yang lama itu. Dengan menggunakan teori Max Plank dapat menjelaskan mengapa benda itu panas apabila terkena sinar. Huygens (1690) Menganggap cahaya itu sebagai gejala gelombang dari sebuah sumber cahaya menjalarkan getaran-getaran ke semua jurusan. Setiap titik dari ruangan yang bergetar olehnya dapat dianggap sebagai sebuah pusat gelombang baru. Inilah prinsip dari Huygens yang belum bisa menjelaskan perjalanan cahaya dari satu medium ke medium lainnya. Macam-macam Bentuk Lensa Berdasarkan bentuk permukaannya, lensa dibagi menjadi dua, yaitu: 1) Lensa yang mempunyai permukaan sferis, dibagi menjadi dua macam pula, yaitu: a. Lensa Cembung/ Konvergen/ Positif

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 12

Sebuah lensa positif atau lensa pengumpul adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tebal dari bagian tepinya. Cahaya sejajar yang datang pada sebuah lensa positif difokuskan pada titik focus kedua yang berada pada sisi transmisi lensa tersebut. b. Lensa Cekung/ Divergen/ Negatif Sebuah lensa negative atau lensa menyebar adalah lensa yang bagian tepinya lebih tebal daripada bagian tengahnya. Cahaya sejajar yang datang pada sebuah lensa negative memancar seolah-olah dari titik focus kedua, yang berada pada sisi datang lensa. c. Lensa yang mempunyai permukaan silindris

Adalah lensa yang mempunyai silinder, lensa ini mempunyai fokus yang positif dan ada pula yang mempunyai panjang fokus negatif. Kekuatan Lensa (Dioptri) Kekuatan lensa dinyatakan dengan satuan dioptri (m-1). Kekuatan lensa (P) sama dengan kebalikan panjang fokusnya (1/f). Jika panjang fokus dalam meter, kekuatan lensa adalah dalam dioptri (D): P = = + dioptri P = Kekuatan lensa (dioptri) F = fokus lensa (m) s = jarak benda dari lensa (m) s = jarak bayangan dari lensa (m) 1D = 1 m-1

Kesesatan Lensa Berdasarkan persamaan yang berkaitan dengan jarak benda, jarak bayangan , jarak focus, radius kelengkungan lensa seerta sinar-sinar yang dating paraksial akan kemungkinan adanya kesesatan lensa (aberasi lensa). Aberasi ini ada bermacam-macam :

1. Aberasi sferis( disebabkan oleh kecembungan lensa). Sinar-sinar paraksial / sinar-sinar dari pinggir lensa membentuk bayangan di P. aberasi ini dapat dihilangkan dengan mempergunakan diafragma yang diletakkan di depan lensa atau dengan lensa gabungan aplanatis yang terdiri dari dua lensa yang jenis kacanya berlainan.

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 13

2. Koma, Aberasi ini terjadi akibat tidak sanggupnya lensa membentuk bayangan dari sinar di tengah-tengah dan sinar tepi. Berbeda dengan aberasi sferis pada aberasi koma sebuah titik benda akan terbentuk bayangan seperti bintang berekor, gejala koma ini tidak dapat diperbaiki dengan diafragma. 3. Astigmatisma, Merupakan suatu sesatan lensa yang disebabkan oleh titik benda membentuk sudut besar dengan sumbu sehingga bayangan yang terbentuk ada dua yaitu primer dan sekunder. Apabila sudut antara sumbu dengan titik benda relatif kecil maka kemungkinan besar akan berbentuk koma. 4. Kelengkungan medan, Bayangan yang dibentuk oleh lensa pada layer letaknya tidak dalam satu bidang datar melainkan pada bidang lengkung. Peristiwa ini disebut lengkungan medan atau lengkungan bidang bayangan. 5. Distorsi, Distorsi atau gejala terbentuknya bayangan palsu. Terjadinya bayangan palsu ini oleh karena di depan atau di belakang lensa diletakkan diafragma atau cela. Benda berbentuk kisi akan tampak bayangan berbentuk tong atau berbentuk bantal. Gejala distorsi ini dapat dihilangkan dengan memasang sebuah cela di antara dua buah lensa.

6. Aberasi kromatis, Prinsip dasar terjadinya aberasi kromatis oleh karena focus lensa berbeda-beda untuk tiap-tiap warna. Akibatnya bayangan yang terbentuk akan tampak berbagai jarak dari lensa. Aberasi : Pemburaman bayangan dari sebuah obyek tunggal dikenal dengan istilah aberasi. Aberasi sferis merupakan hasil dari kenyataan bahwa permukaan melengkung hanya memfokuskan sinar-sinar paraksial (sinar-sinar yang berjalan dekat sumbu utama) pada sebuah titik tunggal. Sinar-sinar non paraksial pada titik dekat yang bergantung pada sudut yang dibuat dengan sumbu utamanya. Sinarsinar yang mengenai lensa jauh dari sumbu utamadibelokkan lebihh dari sinar-

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 14

sinar yang dekat dengan sumbu utama, dengan hasilnya bahwa tidak semua sinar difokuskan pada sebuah titik tunggal. Sebaliknya bayangan tersebut kelihatan sebagai sebuah cakram melingkar. Lingkaran dengan kekacauan paling sedikit berada pada titik, di mana garis tengahnya minimum. Instrumen Optik Banyak instrumen yang digunakan saat ini sangat canggih. Prinsip kerjanya sering sangat sederhana, tetapi penggunaan imajinatif prinsip-prinsip ini telah melipatgandakan kemampuan kita untuk melihat dan memahami dunia yang melingkupi kita. Mata Mata merupakan alat optik yang paling dekat dengan kita dan merupakan sistem optik yang paling penting. Bagian-bagian Mata Mata memiliki bagian-bagian yang memiliki fungsi-fungsi tertentu sebagai alat optik, yaitu: a. Kornea, merupakan selaput kuat yang tembus cahaya dan berfungsi sebagai pelindung bagian dalam bola mata. Kornea memiliki inervasi saraf tetapi avaskuler (tidak memiliki suplai darah). b. Iris, merupakan selaput berbentuk lingkaran yang menyebabkan mata dapat membedakan warna. Iris adalah diafragma yang melingkar dan berpigmen dengan lubang yang agak di tengah yakni pupil. Iris terletak sebagian dibagian depan lensa dan sebagian di depan badan siliaris. Iris terdiri dari serat otot polos. Fungsi iris yakni mengendalikan jumlah cahaya yang masuk. c. Pupil, merupakan celah lingkaran pada mata yang dibentuk oleh iris, berfungsi mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke mata. d. Lensa mata, merupakan lensa cembung yang terbuat dari bahan bening, berserat dan kenyal, berfungsi mengatur pembiasan cahaya. e. Retina, merupakan lapisan yang berisi ujung-ujung saraf yang sangat peka terhadap cahaya. Retina berfungsi untuk menangkap bayangan yang dibentuk oleh lensa mata. Retina merupakan bagian saraf pada mata, tersusun oleh sel saraf dan serat-seratnya. Retina berperan sebagai reseptor rangsang cahaya. Retina tersusun dari sel kerucut yang bertanggung jawab untuk penglihatan warna dan sel batang yang bertanggung jawab untuk penglihatan di tempat gelap.

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 15

f. Aquaeuos humor, merupakan cairan mata. g. Saraf optic, merupakan saraf yang menyampaikan informasi tentang kuat cahaya dan warna ke otak. Ada tiga komponen pada penginderaan penglihatan : Mata memfokuskan bayangan pada retina, System syaraf mata yang memberi informasi ke otak, Korteks penglihatan salah satu bagian yang menganalisa penglihatan tersebut. Pembentukan Bayangan Pada Mata Mata bisa melihat benda jika cahaya yang dipantulkan benda sampai pada mata dengan cukup, kemudian lensa mata akan membentuk bayangan yang bersifat nyata, terbalik dan diperkecil pada retina. Ada tiga komponen penginderaan penglihatan, yaitu: 1) Mata memfokuskan bayangan pada retina 2) Sistem saraf mata yang member informasi ke otak 3) Korteks penglihatan salah satu bagian yang menganalisa penglihatan tersebut Proses akomodasi Cahaya memasuki mata melalui bukaan yang berubah, lapisan serat saraf yang menutupi permukaan belakangnya. Retina berisi struktur indra-cahaya yang sangat luas yang disebut batang (rod) dan kerucut (cone) yang menerima dan memancarkan informasi di sepanjang serat saraf optic ke otak. Bentuk lensa kristal dapat diubah sedikit oleh kerja otot siliari. Apabila mata difokuskan pada benda yang jauh, otot akan mengendur dan sistem lensa kornea berada pada panjang fokus maksimumnya, kira-kira 2 cm, jarak dari kornea ke retina. Apabila benda didekatkan, otot siliari akan meningkatkan kelengkungan lensa, yang dengan demikian akan mengurangi panjang fokusnya sehingga bayangan akan difokuskan ke retinaDalam hal memfokuskan objek pada retina, lensa mata memegang peranan penting. Kornea mempunyai fungsi memfokuskan objek secara tepat, demikian pula bola mata yang berdiameter 20-23 mm. Kemampuan lensa mata untuk memfokuskan objek disebut daya akomodasi. Selama mata melihat jauh, tidak terjadi akomodasi. Makin dekat benda yang dilihat, semakin kuat mata/lensa berakomodasi. Daya akomodasi ini tergantung

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 16

kepada umur. Usia semakin tua daya akomodasi semakin menurun, hal ini disebabkan kekenyalan/elastisitas lensa semakin berkurang. Jika benda terlalu dekat ke mata, lensa mata tidak dapat memfokuskan cahaya pada retina dan bayangannya menjadi kabur. Titik terdekat di mana lensa mata memfokuskan suatu bayangan pada retina disebut titik dekat (punctum proksimum). Jarak dari mata ke titik dekat ini sangat beragam pada tiap orang dan berubah dengan meningkatnya usia. Pada usia 10 tahun, titik dekat dapat sedekat 7 cm, sementara pada usia 60 tahun titik dekat ini telah menjauh ke 200 cm karena kehilangan keluwesan lensa akibat elastisitas lensa semakin berkurang, disebut mata presbyop atau mata tua dan bukan merupakan cacat mata. Nilai standar yang diambil untuk titik dekat ini adalah 25 cm, dan dianggap sebagai mata normal. Jarak terjauh benda agar dapat dilihat dengan jelas, dikatakan benda terletak pada titik jauh (punctum remotum). Pada saat ini mata tidak berakomodasi. lepas akomodasi.

Jenis-jenis Mata dan Teknik Koreksi a. Mata Normal Sering disebut juga mata emetrop. Mata normal memiliki titik dekat 25 cm dan titik jauh tak terhingga. Apabila mata memiliki titik dekat tidak sama dnegan 25 cm dan titik jauh tidak sama dengan tak terhingga, maka dikatakan sebagai cacat mata. Hal ini mengakibatkan mata sulit melihat benda yang jauh maupun dekat karena bayangan tidak jatuh tepat pada retina. b. Rabun Jauh (Miopi) Disebut juga mata terang dekat, memiliki titik dekat kurang dari 25 cm (< 25 cm) dan titik jauh pada jarak tertentu. Orang yang menderita miopi dapat melihat dengan jelas benda pada jarak 25 cm, tetapi tidak dapat melihat benda jauh dengan jelas. Hal ini terjadi karena lensa mata tidak dapat menjadi piph sebagaimana mestinya sehingga bayangan benda jatuh di depan retina, disebabkan karena mata dibiasakan melihat benda dengan jarak dekat atau kurang dari 25 cm. cacat mata ini dapat diatasi dengan memakai kacamata berlensa cekung (minus).

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 17

c. Rabun Dekat (Hipermetropi) Rabun dekat memiliki titik dekat lebih dari 25 cm (> 25 cm), dan titik jauhnya pada jarak tak terhingga. Penderita rabun dekat dapat melihat jelas benda-benda yang sangat jauh tetapi tidak dapat melihat bendabenda dekat dnegan jelas. Hal ini terjadi karena lensa mata tidak dapat menjadi cembung sebagaimana mestinya sehingga bayangan benda jatuh di belakang retina, disebabkan karena mata dibiasakan melihat benda yang jaraknya jauh. Cacat mata ini dapat diatasi

dengan kacamata berlensa cembung (plus). d. Mata Tua (Presbiopi) Jenis mata ini bukan termasuk cacat mata, disebabkan oleh daya akomodasi yang berkurang akibat bertambah usia. Letak titik dekat maupun titik jauh telah bergeser. Titik dekatnya lebih dari 25 cm dan titik jauhnya hanya pada jarak tertentu. Pada penderita presbiopi tidak dapat melihat benda jauh dengan jelas serta tidak dapat membaca pada jarak baca normal. Jenis mata ini dapat ditolong dengan kacamata berlensa rangkap (minus di atas dan plus di bawah) yang disebut kacamata bifocal. e. Astigmatisma Cacat mata ini disebabkan oleh kornea mata yang tidak berbentuk sferis, tapi lebih melengkung pada satu sisi daripada sisi yang lain. Akibatnya sebuah titik akan difokuskan sebagai garis pendek. Penderita astagmatisma, dengan satu mata akan melihat garis dalam satu arah lebih jelas daripada kea rah yang berlawanan. Penderita astagmatisma dapat diatasi dnegan menggunakan kacamata berlensa silindris. f. Mata Campuran Penderita yang matanya sekaligus mengalami prsesbiopi dan miopi, maka memiliki titik dekat yang letaknya terlalu jauh dan titik jauh terlalu kecil, dapat ditolong dengan kacamata berlensa rangkap atau bifocal (negatif di atas dan positif di bawah).

2.3. PATOFISIOLOGI RETINOBLASTOMA Retina adalah suatu membran yang tipis dan bening, terdiri atas penyebaran daripada serabut-serabut saraf optik. Letaknya antara badan kaca dan koroid. Bagian anterior berakhir pada ora serata, di bagian retina yang letaknya sesuai dengan sumbu penglihatan terdapat makula lutea (bintik kuning) kira-kira berdiameter 1 2 mm yang berperan penting untuk tajam

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 18

penglihatan. Di tengah makula lutea terdapat bercak mengkilap yang merupakan reflek fovea. Kira-kira 3 mm ke arah nasal kutub belakang bola mata terdapat daerah bulat putih kemerah-merahan, disebut papil saraf optik, yang di tengahnya agak melekuk dinamakan eksvakasi foali. Arteri retina sentral bersama venanya masuk ke dalam bola mata di tengah papil saraf optik. Retina meluas ke depan hampir mencapai badan siliaris. Struktur ini tersusun dalam 10 lapisan dan mengandung sel batang (rods) dan sel kerucut (cones), yang merupakan reseptor penglihatan, ditambah 4 jenis neuron: Sel bipolar, Sel ganglion, Sel horizontal, Sel amakrin Fungsi Retina Fungsi retina pada dasarnya adalah menerima bayangan visual yang dikirim ke otak. Bagian sentral retina atau daerah makula mengandung lebih banyak fotoreseptor kerucut daripada bagian perifer retina. o Sel kerucut (cones) yang berjumlah 7 juta dan paling banyak di region fovea, berfungsi untuk sensasi yang nyata (penglihatan yang paling tajam) dan penglihatan warna. o Sel batang (rods) untuk sensasi yang sama-samar pada waktu malam atau cahaya remang. Sel ini mengandung pigmen visual ungu yang disebut rhodopsin.

Komponen-komponen Retina

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 19

1. Pengertian Retinoblastoma adalah suatu neoplasma yang berasal dari neuroretina (sel kerucut sel batang) atau sel glia yang bersifat ganas. Merupakan tumor ganas intraokuler yang ditemukan pada anak-anak, terutama pada usia dibawah lima tahun. Tumor berasal dari jaringan retina embrional. Dapat terjadi unilateral (70%) dan bilateral (30%). Sebagian besar kasus bilateral bersifat herediter yang diwariskan melalui kromosom. Massa tumor diretina dapat tumbuh kedalam vitreus (endofitik) dan tumbuh menembus keluar (eksofitik). Pada beberapa kasus terjadi

penyembuhan secara spontan. Sering terjadi perubahan degeneratif, diikuti nekrosis dan kalsifikasi. Pasien yang selamat memiliki kemungkinan 50% menurunkan anak dengan retinoblastoma. Pewarisan ke saudara sebesar 4-7%.

2. ETIOLOGI Retinoblastoma disebabkan oleh mutasi gen RB1, yang terletak pada lengan panjang kromosom 13 pada locus 14 (13q14) dan kode protein pRB, yang berfungsi sebagai supresor pembentukan tumor. pRB adalah

nukleoprotein yang terikat pada DNA (Deoxiribo Nucleid Acid) dan mengontrol siklus sel pada transisi dari fase G1 sampai fase S. Jadi mengakibatkan perubahan keganasan dari sel retina primitif sebelum diferensiasi berakhir. Retinoblastoma normal yang terdapat pada semua orang adalah suatu gen supresor atau anti-onkogen. Individu dengan penyakit yang herediter memiliki satu alel yang terganggu di setiap sel tubuhnya, apabila alel pasangannya di sel retina yang sedang tumbuh mengalami mutasi spontan, terbentuklah tumor. Pada bentuk penyakit yang nonherediter, kedua alel gen

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 20

Retinoblastoma normal di sel retina yang sedang tumbuh diinaktifkan oleh mutasi spontan. 3. TANDA DAN GEJALA 1. Leukokoria merupakan keluhan dan gejala yang paling sering ditemukan. 2. Tanda dini retinoblastoma adalah mata juling, mata merah atau terdapatnya warna iris yang tidak normal. 3. Tumor dengan ukuran sedang akan memberikan gejala hipopion, di dalam bilik mata depan, uveitis, endoftalmitis, ataupun suatu panoftalmitis. 4. Bola mata menjadi besar, bila tumor sudah menyebar luas di dalam bola mata. 5. Bila terjadi nekrosis tumor, akan terjadi gejala pandangan berat. 6. Tajam penglihatan sangat menurun. 7. Nyeri 8. Pada tumor yang besar, maka mengisi seluruh rongga badan kaca sehingga badan kaca terlihat benjolan berwarna putih kekuningkuningan dengan pembuluh darah di atasnya. 4. PATOFISIOLOGI Retinoblastoma merupakan tumor ganas utama intraokuler yang ditemukan pada anak-anak, terutama pada usia di bawah 5 tahun. Tumor berasal dari jaringan retina embrional, dapat terjadi unilateral (70 %) dan bilateral (30 %). Sebagian besar kasus bilateral bersifat herediten yang diwariskan melalui kromosom. Massa tumor dapat tumbuh ke dalam vitreous (endofilik) dan tumbuh menembus keluar lapisan retina atau ke ruang sub retina (endofilik). Kadang-kadang tumor berkembang difus. Pertumbuhan endofilik lebih umum terjadi. Tumor endofilik timbul dari lapisan inti dalam lapisan serabut saraf dan lapisan ganglion retina. Tipe eksofilik timbul dari lapisan inti luar dan dapat terlihat seperti ablasio retina yang solid. Perluasan retina okuler ke dalam tumor vitreous dapat terjadi pada tipe endofilik dan dapat timbul sebaran metastase lewat spatium subretina atau

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 21

melalui tumor vitreous. Selain itu tumor dapat meluas lewat infiltrasi pada lamina cribrosa langsung ke nervus optikus dengan perluasan ke lapisan koroid dapat ditemukan infiltrasi vena-vena pada daerah tersebut disertai metastasis hematogen ke tulang dan sumsung tulang. Tumor mata ini, terbagi atas IV stadium, masing-masing: Stadium I: menunjukkan tumor masih terbatas pada retina (stadium tenang) Stadium II: tumor terbatas pada bola mata. Stadium III: terdapat perluasan ekstra okuler regional, baik yang melampaui ujung nervus optikus yang dipotong saat enuklasi. Stadium IV: ditemukan metastase jauh ke dalam otak. Pada beberapa kasus terjadi penyembuhan secara spontan, sering terjadi perubahan degeneratif, diikuti nekrosis dan klasifikasi. Pasien yang selamat memiliki kemungkinan 50 % menurunkan anak dengan retinoblastoma. Teori tentang histogenesis dari Retinoblastoma yang paling banyak dipakai umumnya berasal dari sel prekursor multipotensial (mutasi pada lengan panjang kromosom pita 13, yaitu 13q14 yang dapat berkembang pada beberapa sel retina dalam atau luar. Pada intraokular, tumor tersebut dapat memperlihatkan berbagai pola pertumbuhan yang akan dipaparkan di bawah ini.

Pola Penyebaran Tumor, antara lain : 1) Pola pertumbuhan Retinoblastoma Intraokular dapat menampakkan sejumlah pola pertumbuhan, pada pola pertumbuhan endofitik, ini tampak sebagai gambaran massa putih sampai coklat muda yang menembus membran limitan interna. Retinoblastoma Endofitik kadang berhubungan dengan vitreus seeding. Sel-sel dari Retinoblastoma yang masih dapat hidup terlepas dalam vitreous dan ruang sub retina dan biasanya dapat menimbulkan perluasan tumor melalui mata. Vitreous seeding sebagian kecil meluas memberikan gambaran klinis mirip endopthalmitis,

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 22

vitreous seeding mungkin juga memasuki bilik mata depan, yang dapat berkumpul di iris membentuk nodule atau menempati bagian inferior membentuk Pseudohypopyon. Tumor Eksofitik biasanya kuning keputihan dan terjadi pada ruang subretinal, yang mengenai pembuluh darah retina dan sering kali terjadi peningkatan diameter pembuluh darah dengan warna lebih pekat. Pertumbuhan Retinoblastoma Eksofitik sering dihubungkan dengan akumulasi cairan subretina yang dapat mengaburkan tumor dan sangat mirip ablasio retina eksudatif yang memberi kesan suatu Coats disease lanjut. Sel Retinoblastoma mempunyai kemampuan untuk implant dimana sebelumnya jaringan retina tidak terlibat dan tumbuh. Dengan demikian membuat kesan multisentris pada mata dengan hanya tumor primer tunggal.1 Sebagaimana tumor tumbuh, fokus kalsifikasi yang berkembang memberikan gambar khas chalky white appearance. 2) Invasi saraf optikus; dengan penyebaran tumor sepanjang ruang sub arachnoid ke otak. Sel Retinoblastoma paling sering keluar dari mata dengan menginvasi saraf optikus dan meluas kedalam ruang sub arachnoid. 3) iffuse infiltration retina Pola yang ketiga adalah Retinoblastoma yang tumbuh menginfiltrasi luas yang biasanya unilateral, nonherediter, dan ditemukan pada anak yang berumur lebih dari 5 tahun. Pada tumor dijumpai adanya injeksi conjunctiva, anterior chamber seeding, menginfiltrasi retina, karena masa tumor yang dijumpai tidak jelas, diagnosis sering dikacaukan dengan keadaan inflamasi seperti pada uveitis intermediate yang tidak diketahui etiologinya. Glaukoma sekunder dan Rubeosis Iridis terjadi pada sekitar 50% kasus. 4) Penyebaran metastasis ke kelenjar limfe regional, paru, otak dan tulang. Sel tumor mungkin juga melewati kanal atau melalui slera untuk masuk ke orbita. Perluasan ekstraokular dapat mengakibatkan proptosis sebagaimana tumor tumbuh dalam orbita. Pada bilik mata depan, sel tumor menginvasi trabecular messwork, memberi jalan masuk ke limphatik conjunctiva. Kemudian timbul kelenjar limfe preauricular dan cervical yang dapat teraba.

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 23

5. KLASIFIKASI Golongan I : Tumor soliter/multiple kurang dari 4 diameter papil. Terdapat pada atau dibelakang ekuator Prognosis sangat baik Golongan II Satu atau beberapa tumor berukuran 4-10 diameter papil Prognosis baik Golongan III Tumor ada didepan ekuator atau tumor soliter berukuran >10 diameter papil Prognosis meragukan Golongan IV Tumor multiple sampai ora serata Prognisis tidak baik Golongan V Setengah retina terkena benih di badan kaca Prognosis buruk

Terdapat 3 stadium dalam retinoblastoma : 1. Stadium tenang Pupil lebar, dipupil tampak refleks kuning yang disebut automatic cats eye. 2. Stadium glaukoma Oleh karena tumor menjadi besar, menyebabkan tekanan intraokular meninggi. 3. Stadium ekstraokuler Tumor menjadi lebih besar, bola mata memebesar menyebabakan eksoftalmus kemudian dapt pecah kedepan sampai keluar dari rongga orbita disertai nekrose diatasnya

6. MANIFESTASI KLINIS Gejala retinoblastoma dapat menyerupai penyakit lain dimata. Bila letak tumor dimakula, dapat terlihat gejala awal strabismus. Massa tumor yang semakin membesar akan memperlihatkan gejala leukokoria, tandatanda peradangan di vitreus (Vitreous seeding) yang menyerupai endoftalmitis. Bila sel-sel tumor terlepas dan masuk ke segmen anterior

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 24

mata , akan menyebabkan glaucoma atau tanda-tanda peradangan berupa hipopion atau hifema. Pertumbuhan tumor ini dapat menyebabkan metastasis dengan invasi tumor melalui nervus optikus ke otak, melalui sclera ke jaringan orbita dan sinus paranasal, dan metastasis jauh ke sumsum tulang melalui pembuluh darah. Pada fundus terlihat bercak kuning mengkilat, dapat menonjol kebadan kaca. Di permukaan terdapat neovaskularisasi dan perdarahan. Warna iris tidak normal. Penyebaran secara limfogen, ke kelenjar limfe preaurikular dan submandibula dan, hematogen, ke sumsum tulang dan visera, terutama hati.

7. GAMBARAN KLINIS Gejala klinis yang didapatkakn pada pasien retinoblastoma yaitu: Visus menurun Mata juling Bila mata kena sinar akan memantul seperti mata kucing, disebut : amaurotic cats eye Mata merah dan sifatnya residif Mata member kesan lebih besar daripada mata lainnya.

Tanda-tanda Retinoblastoma yang paling sering dijumpai adalah leukokoria (white pupillary reflex) yang digambarkan sebagai mata yang bercahaya, berkilat, atau cats-eye appearance, strabismus dan inflamasi okular. Gambaran lain yang jarang dijumpai, seperti Heterochromia, Hyfema, Vitreous Hemoragik, Sellulitis, Glaukoma, Proptosis dan Hypopion. Keluhan visus jarang karena kebanyakan pasien anak umur prasekolah. Adapun gejala kilins retinoblastoma, antara lain : 1. Leukokoria Merupakan gejala klinis yang paling sering ditemukan pada

retinoblastoma intra okular yang dapat mengenai satu atau kedua mata. Gejala ini sering disebut seperti mata kucing. Hal ini disebabkan refleksi cahaya dari tumor yang berwarna putih disekitar retina. Warna putih mungkin terlihat pada saat anak melirik atau dengan pencahayaan pada waktu pupil dalam keadaan semi midriasis. 2. Strabismus Merupakan gejala dini yang sering ditemukan setelah leukokoria.

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 25

Strabismus ini muncul bila lokasi tumor pada daerah makula sehingga mata tidak dapat terfiksasi. Strabismus dapat juga terjadi apabila tumornya berada diluar makula tetapi massa tumor sudah cukup besar. 3. Matamerah Mata merah ini sering berhubungan dengan glaukoma sekunder yang terjadi akibat retinoblastoma. Apabila sudah terjadi glaukoma maka dapat diprediksi sudah terjadi invasi ke nervus optikus. Selain glaukoma, penyebab mata merah ini dapat pula akibat gejala inflamasi okuler atau periokuler yang tampak sebagai selulitis preseptal atau endoftalmitis. Inflamasi ini disebabkan oleh adanya tumor yang nekrosis. 4. Buftalmus Merupakan gejala klinis yang berhubungan dengan peningkatan tekanan intra okular akibat .tumor yang bertambah besar. 5. Pupilmidriasis Terjadi karena tumor telah mengganggu saraf parasimpatik 6. Proptosis Bola mata menonjol kearah luar akibat pembesaran tumor intra dan ekstra okular. Bila tumor tumbuh cepat tanpa diikuti sistem pembuluh darah, maka sebaian sel tumor mengalami nekrose dan melepaskan bahan-bahan toksisk yang menyebabkan iritasi pada jaringan uvea, sehingga timbul uveitis disertai dengan pembentukan hipopion dan hefema. Komplikasi lain berupa terhambatnya pemutusan akuos humor, sehingga timbul glaucoma sekunder.

8. DIAGNOSIS Pada pemeriksaan funduskopi didapatkan gambaran tumor dengan warna putih atau krem kekuningan, dengan lesi satelit pada retina, ruang sub retina dan terdapat sel-sel tumor pada korpus vitreus (Vitreus Seeding). Untuk mendapatkan pemeriksaan funduskopi yang lebih detail sebaiknya pemeriksaan dilakukan dengan midriatil untuk melebarkan pupil.

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 26

Pada pemeriksaan X foto, hampir 60-70% penderita retinoblastoma menunjukkan adanya kalsifikasi. Bila tumor mengadakan infiltrasi ke saraf optic foramen optikum melebar. Pada pemeriksaan fluoresen angiografi didapatkan gambaran berupa massa tumor dan neovaskularisasi pada daerah tumor, tetapi tidak dapat menampilkan gambaran Vitreus Seeding. USG pada mata dapat memberikan gambaran heterogenitas dan kalsifikasi jaringan yang identik dengan massa pada retinoblastoma. USG tidak lebih sensitif jika dibandingkan dengan Computed Tomografi (CT) yang ideal untuk mendeteksi adanya kalsifikasi intraokuler. Namun, CT dikhawatirkan dapat memperburuk mutasi gen pada penderita

retinoblastoma dengan usia di bawah 1 tahun karena adanya radiasi dari alat tersebut. Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan alat yang paling sensitif untuk mengevaluasi retinoblastoma karena memberikan gambaran yang paling baik yang dapat memantau ada tidaknya metastase pada nervus optikus. Pemeriksaan foto polos diindikasikan bila pada gambaran klinis didapatkan kecurigaan adanya metastase ke tulang. Klasifikasi yang paling sering dipakai adalah klasifikasi Reese Ellsworth, yaitu: a) Klasifikasi 1 Grup 1a : Tumor soliter ukuran 4 diameter papil nervus optikus pada atau dibelakang ekuator. 1b : Tumor multipel ukuran 4 diameter papil nervus optikus pada atau dibelakarrg ekuator. b) Klasifikasi III 2a : Tumor soliter ukuran 4 10 diameter papil nervus optikus pada atau dibelakang ekuator. 2b : Tumor multipel ukuran 4 10 diameter papil nervus optikus pada atau dibelakang ekuator. c) Klasifikasi III

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 27

3a : Beberapa lesi pada anterior sampai ekuator. 3b : Tumor soliter ukuran 10 diameter papil nervus optikus di posterior sampai ekuator.

d) Klasifikasi IV 4a : Tumor multipel Iebih dari 10 diameter papil nervus optikus. 4b : Beberapa lesi dari anterior ke oraserata.

e) Klasifikasi V 5a : Tumor masif setengah atau lebih retina. 5b : Vitreous seeding

Tumor menjadi lebih besar, bola mata memebesar menyebabakan eksoftalmus kemudian dapt pecah kedepan sampai keluar dari rongga orbita disertai nekrose diatasnya. Menurut Grabowski dan Abrahamson, membagi penderajatan berdasarkan tempat utama dimana retinoblastoma menyebar sebagai berikut : I. a. Derajat I Intraokular tumor retina.

b. penyebaran ke lamina fibrosa. c. II. a. penyebaran ke ueva. Derajat II orbita Tumor orbita : sel sel episklera yang tersebar, tumor terbukti dengan biopsi. b. Nervous optikus.

Didapatkan tiga stadium pada retinoblastoma, yaitu: a. Stadium tenang : Pupil lebar. Pada pupil tampak reflek kuning yang disebut Amourotic Cats Eye. Hal inilah yang menarik perhatian orangtuanya untuk membawa anak berobat. Pada funduskopi tampak bercak berwarna kuning mengkilat dapat menonjol ke dalam badan kaca. Pada permukaan terdapat neovaskularisasi dan perdarahan.

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 28

b. Stadium glaukoma : Oleh karena tumor yang semakin besar, maka tekanan intraokuler meningkat sehingga menyebabkan glaukoma sekunder dengan disertai rasa sakit yang sangat. Media refrakta menjadi keruh, oleh karenanya pada pemeriksaan dengan funduskopi sudah tidak jelas dan sukar untuk menentukan besarnya tumor. c. Stadium ekstraokuler : Tumor menjadi lebih besar, bola mata membesar, menyebabkan eksoptalmus, kemudian dapat pecah ke depan sampai keluar dari rongga orbita disertai dengan jaringan nekrosis di atasnya (retinoblastoma eksofitik). Pertumbuhan dapat pula terjadi kebelakang sepanjang nervus optikus dan masuk ke ruang tengkorak (retinoblastoma endofitik) 9. PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan terhadap pasien retinoblastoma membutuhkan kecermatan dan ketelatenan yang tinggi karena penderita retinoblastoma harus dievaluasi sepanjang hidupnya. Kerjasama antara dokter spesialis mata, dokter spesialis anak, dokter spesialis bedah onkologi, dokter spesialis radiologi, konsulen genetika, perawat dan keluarga pasien memainkan peranan yang penting dalam menangani perawatan penderita retinoblastoma. Berbagai macam jenis terapi retinoblastoma disesuaikan sesuai kebutuhan dan stadium perjalanan penyakit, yang bervariasi pada setiap pasien. Pasien unilateral intraokular retinoblastoma dengan ukuran tumor besar dan pertumbuhan tumor yang cepat sering dilakukan enukleasi yang akan mempunyai angka kesembuhan >95%. 15. Pasien dengan retinoblastoma pada kedua matanya biasanya mendapat multi terapi berupa terapi lokal dan kemoterapi. Enukleasi dilakukan pada satu mata, pada mata dengan prognosis yang paling buruk atau pada kedua mata bila visus kedua mata sudah nol.16 Secara garis besar manajemen terapi terhadap penderita retinoblastoma dibagi menjadi dua yaitu terapi retinoblastoma intraokular dan terapi retinoblastoma ekstraokular. Terapi retinoblastoma, antara lain : Terapi Retinoblastoma Intraokular. Stadium dari Retinoblastoma menentukan terapi yang akan diberikan pada penderita. Klasifikasi Reese-Ellsworth (R-E) untuk retinoblastoma intraokular ditemukan sejak tahun 1960 dan telah digunakan selama

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 29

lebih dari 40 tahun hingga saat ini. Klasifikasi R-E sangat berguna dalam memperkirakan prognosis penderita yang akan diterapi dengan External Beam Radiation (EBR). Terdapat 5 stadium dalam klasifikasi R-E. Enukleasi Kebanyakan pasien dengan unilateral retinoblastoma yang besar dan pertumbuhan tumor yang progresif dilakukan enukleasi. Indikasi lain dari enukleasi adalah pasien dengan bilateral retinoblastoma yang tidak merespon baik dengan kemoterapi atau dengan terapi lain dimana enukleasi dilakukan pada mata dengan prognosis yang buruk. Enukleasi sangat jarang diindikasikan pada kedua mata. Biasanya enukleasi dilakukan pada kedua mata bila visus kedua mata nol. Dan dilakukan pada stadium intraokuler. Setelah dilakukan enukleasi dapat dipasang bola mata buatan untuk menjaga agar kosmetika pasien tetap baik. Angka kesembuhan pasien unilateral retinoblastoma yang dilakukan enukleasi mencapai hingga >95%.11 Eksenterasi Eksenterasi orbita merupakan tindakan pengangkatan seluruh orbita, termasuk bola mata, jaringan lunak orbita, serta kelopak mata. Tumor yang sudah meluas kejaringan ekstra okuler atau berinvasi ke jaringan sekitar mata atau stadium ekstraokuler retinoblastoma maka dilakukan eksenterasi. Terapi EBR Terapi EBR mempunyai manfaat yang besar dalam penyembuhan retinoblastoma. Indikasi terbanyak dilakukannya EBR adalah pada pasien dengan bilateral retinoblastoma yang mendapat kekambuhan setelah dilakukan terapi lain pada kedua matanya. Anak dengan tumor kecil pada daerah makula yang tidak merespon dengan kemoterapi atau anak yang mengalami kekambuhan setelah dilakukan kemoterapi dapat diindikasikan untuk mendapat terapi EBR.Target lokasi terapi EBR adalah seluruh area tumor yang terdapat pada bola mata sampai sepanjang 1 cm didepan nervus optikus. Angka ketahanan hidup pasien yang diterapi dengan EBR adalah 53.4% dalam 10 tahun dengan angka

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 30

kekambuhan 27,9% setelah 10 tahun terapi. Komplikasi dari terapi EBR adalah katarak, kerusakan nervus optikus, oklusi total retina, perdarahan korpus vitreus, dan hipoplasi tulang temporal. Brachytherapy. Brachytherapy dilakukan terbatas pada tumor yang berukuran diameter Termoterapi. Thermotherapy dilakukan dengan mengaplikasikan panas secara langsung ke tumor, biasanya dilakukan dengan radiasi sinar infra merah dengan suhu 450 C- 600 C. Thermotherapy diindikasikan pada tumor kecil, dengan ukuran diameter Kemotermoterapi :Tumor yang berukuran lebih besar dapat diterapi dengan kombinasi antara termoterapi dan kemoterapi yang disebut kemotermoterapi. Pelaksanaan termoterapi dan kemoterapi dilakukan berselang setiap jam. Terapi kemotermoterapi dapat mengontrol retinoblastoma sebesar 86%.15 Komplikasi dari kemotermoterapi adalah atrofi iris, atrofi diskus optikus, traksi retina, udem diskus optikus dan udem kornea. Kemotermoterapi terutama berguna untuk pasien dengan tumor pada fovea dan nervus optikus dimana pada terapi radiasi atau terapi fotokoagulasi laser mungkin membuat penurunan penglihatan yang signifikan. Fotokoagulasi Laser. Fotokoagulasi laser direkomendasikan hanya untuk tumor kecil yang berlokasi pada bagian posterior. Tumor ditembak dengan argon laser atau dioda laser atau xenon laser. Tujuan dari terapi ini adalah untuk menghentikan suplai darah ke jaringan tumor karena efek dari laser tersebut adalah koagulasi. Efek samping dari terapi ini adalah ablasi retina, oklusi pembuluh darah retina dan fibrosis pre retinal. Efektifitas terapi didapatkan bila dalam satu bulan dilakukan sebanyak 2-3 kali terapi. Cryoterapi. Cryoterapi bertujuan untuk membekukan jaringan tumor dan membuat jaringan tumor mengalami infark karena kerusakan pada daerah vaskularisasi tumor. Criyoterapi dapat digunakan sebagai terapi utama terhadap tumor kecil yang terletak di perifer atau tumor sekunder yang

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 31

kecil yang muncul setelah terapi lain sebelumnya. 90% tumor dengan ukuran Kemoterapi. Kemoterapi telah digunakan sebagai terapi terhadap intraokular retinoblastoma sejak tahun 1990. Kemoterapi bertujuan untuk mengurangi ukuran tumor dan digunakan dengan kombinasi terapi lain yang telah dipilihkan terhadap pasien, kombinasi dari terapi dimaksudkan supaya pasien mendapat terapi yang efektif dan menghindarkan dilakukannya terapi EBR dan atau enukleasi bulbi. Obat-obatan yang sering digunakan adalah vincristine, doxorubicin, cyclophosphamide, idarubicin, carboplatin, dan etoposide Indikasi untuk dilakukannya kemoterapi pada intraokular retinoblastoma adalah pada tumor yang besar dan tidak dapat disembuhkan hanya dengan terapi lokal saja pada pasien dengan bilateral retinoblastoma. Kemoterapi dapat juga diindasikan pada pasien dengan unilateral tumor dengan tumor yang kecil namun tidak merespon baik terhadap pengobatan dengan terapi lokal saja. Berbagai macam penelitian dan studi telah membuktikan bahwa kombinasi kemoterapi dengan terapi lokal sangat efektif dalam menurunkan kejadian untuk dilakukannya terapi EBR ataupun enukleasi bulbi. Kemoterapi sebagai terapi tunggal kurang efektif dalam mencegah dilakukannya terapi EBR ataupun enukleasi bulbi terutama pasien-pasien retinoblastoma dengan vitreus seed.16 Retinoblastoma Study Group menganjurkan penggunaan Carboplastin, Vincristine sulfat dan Etopozide phosphate. Beberapa peneliti juga menambahkan Cyclosporine atau dikombinasi dengan regimen

kemoterapi carboplastin, vincristine, etopozide phosphate. Terapi Retinoblastoma Ekstraokular. Pasien dengan retinoblastoma ekstraokular mempunyai prognosis yang sangat buruk untuk bertahan hidup. Pada pasien dengan metastase regional biasanya dipilihkan terapi kombinasi kemoterapi dengan terapi EBR ataupun eksenterasi orbita. Pada pasien dengan metastase yang jauh dilakukan kombinasi terapi kemoterapi dosis tinggi dan terapi EBR.

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 32

Penatalaksanaan Jika satu mata yang terserang, pengobatan bergantung pada kalsifikasi tumor: 1. Golongan I dan II dengan pengobatan local (radiasi, cryotherapy, fotokoagulasi laser). Kadang-kadang digabung dengan kemoterapi. 2. Jika tumor besar (golongan IV dan V) mata harus dienukleasi segera. Mata tidak terkena dilakukan radiasi sinar X dan kemoterapi. Pada tumor intraokuler yang sudah mencapai seluruh vitreus dan visus nol, dilakukan enukleasi. Jika tumor telah keluar kebulbus okuli tetapi masih terbatas di rongga orbita, dilakukan kombinasi eksenterasi, radioterapi dan kemoterapi. Klien harus terus dievaluasi seumur hidup karena 20-90% klien retinoblastoma bilateral akan menderita tumor ganas primer, terutama osteosarkoma. 10. PROGNOSIS Prognosis dari retinoblastoma sangat bervariasi pada setiap pasien tergantung dari stadium tumor pada saat ditemukan, respon tumor terhadap pengobatan, keadaan genetik dan kondisi kesehatan masing-masing pasien yang berbeda. Pasien retinoblastoma intraokular dengan tumor yang tidak progresif mempunyai angka kesembuhan yang cukup tinggi. Pasien dengan

retinoblastoma ekstraokular mempunyai prognosis yang sangat buruk untuk bertahan hidup. Secara umum, semakin dini penemuan tumor dan semakin dini dilakukannya terapi tumor, semakin besar kemungkinan kita mencegah perluasan tumor melalui saraf optikus dan jaringan orbita. Retinoblastoma dapat berakibat fatal bila tidak mendapatkan pengobatan yang tepat. 11. PENCEGAHAN Dilakukan skrining genetic kemudian jika di dalam keluarga terdapat riwayat retinoblastoma, sebaiknya mengikuti konsultasi genetik untuk membantu meramalkan resiko terjadinya retinoblastoma pada

keturunannya.19,20,21 12. KOMPLIKASI Bila tumor masih terbatas intraukolar, pengobatan dini mempunyai prognosis yang baik. Tergantung dari letak, besar, dan tabel pada tumor yang masih intraukolar dapat dilakukan krioterapi, fotokoagulasi laser, atau kombinasi sitostatikdan fotokoagulasi laser untuk mempertahankan visus. Pada

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 33

tumor intraokular yang sudah mencapai seluruh vetreus dan visus nol, dilakukan enukleasi. Bila tumor telah keluar bulbus okuli, tapi masih terbatas di rongga orbita, dilakukan kombinasi eksentrasi, radioterapi, dan kemoterapi. Pasien harus terus dievaluasi seumur hidup karena 20-90% pasien retinoblastoma bilateral akan menderita tumor ganas primer, terutama osteosarkoma. (Mansjoer A. 2000). Komplikasi dari penyakit retinoblastoma adalah : Ablasio Retina Ablasio adalah suatu keadaan lepasnya retina sensoris dari epitel pigmen retina (RIDE). keadaan ini merupakan masalah mata yang serius dan dapat terjadi pada usia berapapun, walaupun biasanya terjadi pada orang usia setengah baya atau lebih tua. Glaukoma Glaukoma adalah salah satu jenis penyakit mata dengan gejala yang tidak langsung, yang secara bertahap menyebabkan penglihatan pandangan mata semakin lama akan semakin berkurang sehingga akhirnya mata akan menjadi buta. Hal ini disebabkan karena saluran cairan yang keluar dari bola mata terhambat sehingga bola mata akan membesar dan bola mata akan menekan saraf mata yang berada di belakang bola mata yang akhirnya saraf mata tidak mendapatkan aliran darah sehingga saraf mata akan mati. Kebutaan Kebutaan merupakan sebuah penyakit pada mata yang disebabkan orang tidak bisa melihat. Penanganan kebutaan nasional lebih lebih diarahkan pada katarak yang umumnya dapa diatasi.

2.4. DIET UNTUK RETIKULOBLASTOMA Nutrisi yang baik adalah penting untuk menjaga mata Anda sehat dan berfungsi yang terbaik sepanjang hidup Anda. Dua nutrisi mata yang sangat penting yang dapat mengurangi risiko Anda untuk degenerasi makula dan katarak memiliki nama Anda mungkin tidak akrab dengan: lutein (Loo-remaja) dan zeaxanthin (zee-ah-Zan-tipis). Lutein dan zeaxanthin adalah senyawa disebut xanthophylls (Zan-thuhmengisi), yang pigmen kuning yang terjadi secara alami di banyak tanaman dan sayuran. Xanthophylls termasuk ke dalam kelas senyawa organik yang disebut karotenoid, yang juga termasuk pigmen tumbuhan oranye dan merah. Meskipun

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 34

lutein dianggap sebagai pigmen kuning, dalam konsentrasi tinggi tampak oranye-merah. Di alam, lutein dan zeaxanthin tampak menyerap energi cahaya berlebih untuk mencegah kerusakan tanaman dari sinar matahari terlalu banyak, terutama dari energi tinggi sinar cahaya yang disebut cahaya biru.Bayam dimasak adalah salah satu sumber terbaik makanan alami lutein dan zeaxanthin.Bayam dimasak adalah salah satu sumber terbaik makanan alami lutein dan zeaxanthin. Selain yang ditemukan di banyak tanaman berdaun hijau dan buahbuahan dan sayuran berwarna, lutein dan zeaxanthin ditemukan dalam konsentrasi tinggi di makula mata manusia, memberikan warna kekuningan makula nya. Bahkan, makula juga disebut "makula lutea" (dari makula Latin, yang berarti "tempat", dan lutea, yang berarti "kuning"). Penelitian terbaru telah menemukan xanthophyll ketiga di makula. Disebut meso-zeaxanthin, karotenoid ini tidak ditemukan dalam sumber makanan dan tampaknya dibuat dalam retina dari lutein tertelan. Lutein dan zeaxanthin tampaknya memiliki fungsi antioksidan penting dalam tubuh. Seiring dengan antioksidan alami lainnya, termasuk vitamin C, beta karoten dan vitamin E, ini xanthophylls menjaga tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, yang molekul tidak stabil yang dapat menghancurkan sel-sel dan memainkan peran dalam banyak penyakit. Super lutein dan Izumio sangat aman dikonsumsi oleh anak-anak termasuk bayi yang baru lahir. Manfaat Super lutein Untuk Mata: 1. Meningkatkan penglihatan 2. Memperbaiki rabun senja 3. Memperbaiki rabun jauh/dekat 4. Memperbaiki astigmatisme (silinder) 5. Memperbaiki katarak 6. Memperbaiki floaters 7. Meningkatkan mutasi Makula Lutea 8. Dapat menyembuhkan penglihatan orang buta Ke-8 sumber antioksidan dari bahan makanan yang tidak terduga, antara lain:

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 35

1) Pasta whole grain Penelitian di University of Scranton oleh Vinston menemukan bahwa, pasta gandum murni memiliki 3 kali lebih banyak antioksidan daripada pasta dengan bahan tambahan atau diperkaya dan pasta jenis halus. Pasta whole grain harus tercantum whole wheat sebagai bahan utama pada kemasannya. Vinston dan timnya membandingkan pasta yang diperkaya dengan jenis gandum dari 3 merek spageti. Banyak studi epidemiologik yang menunjukkan bahwa, konsumsi bijibijian dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Kami dulu berpikir bahwa hal tersebut karena serat menyapu kolesterol. Tetapi tampaknya hal tersebut lebih karena efek positif polifenol pada tekanan darah, katanya. Konsentrasi antioksidan dalam tepung gandum digunakan untuk membuat pasta gandum sebanding dengan yang ditemukan dalam buahbuahan dan sayuran, kata Vinston. 2) Popcorn Popcorn memiliki polifenol yang 4 kali lebih kuat melawan kanker. Polifenol banyak ditemukan dalam tumbuhan, terutama dalam buah. 3) Telur Telur memang tidak umum dianggap sebagai sumber yang kaya antioksidan lutein. Hal tersebut disebabkan karena telur hanya memiliki konsentrasi rendah dari antioksidan lutein. Antioksidan lutein dapat melindungi mata dari degenerasi makula dan katarak. Bayam merupakan sumber utama antioksidan lutein. Namun, para ilmuwan dari Jean Mayer USDA Human Nutrition Research Center on Aging di Tufts University menemukan bahwa, lutein dalam kuning telur dapat diserap lebih efektif daripada dari bayam. Hal tersebut mungkin karena kuning telur dapat membantu tubuh memproses antioksidan jauh lebih baik. Jadi meskipun satu telur hanya sekitar 5 persen mengandung lutein yang setara ditemukan dalam 1/4 cangkir bayam, namun tubuh dapat

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 36

menyerap 3 kali lebih efektif. Bayam dan sayuran hijau lainnya masih merupakan sumber terbaik, tetapi telur merupakan cara mudah untuk mendapatkan lebih banyak lutein, kata Elizabeth Johnson, PhD. 4) Kacang kalengan Sebuah studi pada tahun 2004 yang dilakukan oleh USDA menemukan bahwa, jenis tertentu dari kacang kering mengandung kadar antioksidan yang tinggi. Namun penduduk Amerika umumnya mengonsumsi lebih banyak kacang kalengan, kata Brick Markus, PhD. Untuk mengetahui apakah kacang kalengan memiliki antioksidan sebanyak kacang kering, Brick dan tim peneliti di Colorado State University mengukur kandungan fenolik dan flavonoid dari beberapa jenis kacang kalengan komersial pada sebuah studi di tahun 2009 yang telah diterbitkan dalam Crop Science. Para ilmuwan menemukan semua kacang kalengan mengandung antioksidan, namun kacang merah kecil memiliki kadar tertinggi,

diikuti oleh kacang ginjal merah gelap, dan kacang hitam. Bahkan kacang kalengan yang berwarna gelap memiliki 3 kali lebih banyak phytochemical. Phytochemical merupakan senyawa dalam tanaman yang dapat menghapus radikal bebas untuk melindungi sel-sel dari kerusakan dan perbaikan DNA. 5) Yogurt Hanya sekitar 1 cangkir yogurt rendah lemak dapat menyediakan setidaknya 25 persen dari asupan harian untuk riboflavin setara dengan 1 cangkir bayam rebus. Meskipun bukan merupakan antioksidan, riboflavin (vitamin B) sangat penting dalam membantu aktivitas antioksidan. Tanpa riboflavin, antioksidan glutathione yang sudah berada dalam sel tidak dapat menghancurkan radikal bebas. Sehingga dapat mengakibatkan peningkatan risiko penyakit jantung, kanker, dan kondisi kronis lainnya. Karena riboflavin larut air, hanya berada dalam tubuh beberapa jam dan harus diisi ulang setiap hari.

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 37

6) Minyak Canola Minyak canola sehat bagi jantung dan kaya akan antioksidan alphatocopherol, menurut Maret Traber, PhD, dari Linus Pauling Institute di Oregon State University. Minyak canola lebih murah dan memiliki rasa yang lebih ringan daripada minyak zaitun. Hanya 1 sendok makan mengandung 16 persen dari DV. Alphatocopherol adalah satu dari delapan antioksidan dalam vitamin E, yang mencegah kolesterol jahat (LDL) dari oksidasi dan membentuk radikal bebas. LDL berpotensi menyebabkan penyakit jantung dan penyakit kronis lainnya. 7) Susu organik Dengan beralih dari susu biasa ke susu organik, maka akan mendapatkan kadar yang lebih kuat dari antioksidan, termasuk vitamin E dan karotenoid, beta karoten, dan lutein, kata Gillian Butler, PhD, peneliti dari Inggris. Hasil penelitian Butler menunjukkan bahwa, antioksidan dalam susu sapi yang diternakkan dengan diet organik atau hanya makan rumput, sekitar 40-50 persen lebih pekat daripada susu yang diambil dari sapi konvensional. Sapi yang hanya makan rumput tanpa tambahan suplemen apapun, akan menghasilkan susu yang lebih kaya antioksidan, imbuh Butler. 8) Pemanis alami Masyarakat Amerika rata-rata mengonsumsi 130 g gula halus setiap hari. Jika mengurani asupan gula dan menggunakan pemanis alami seperti molase, madu, gula merah, dan sirup maple dapat menambahkan antioksidan. Hal tersebut sesuai dengan pendapat para peneliti di Virginia Tech University yang meneliti kandungan antioksidan dari beberapa pemanis alami. SUMBER VITAMIN LAIN : 1) Alpha-karoten

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 38

Alpha karoten telah terbukti bahwa hal itu bisa menekan kanker paru-paru, kanker hati dan kanker kulit. Setidaknya ada 600 jenis karoten alami yang ditemukan, namu[highlight color="eg. yellow, black"][/highlight]n beberapa dari mereka (misalnya untuk Beta karoten dan sebagainya) dapat mengubah secara in vivo menjadi vitamin A. Seperti yang kita tahu, labu dan wortel tidak hanya terdiri Beta karoten, tetapi juga mengandung alpha karoten. Fungsi dan Manfaat Alpha karoten; Meskipun Alpha karoten secara struktural berbeda dengan Beta karoten, tetapi efek pengobatan antikanker adalah jauh lebih efektif daripada Beta karoten. Sudah jelas bahwa Alpha karoten efektif dalam pengobatan antikanker, dan efek resistansi kulitnya kanker juga sangat jelas. Ini telah membuktikan bahwa Alpha karoten, dalam pencegahan kanker sangat diperlukan. 2) beta-karoten Jeruk juga merupakan senyawa yang larut dalam lemak. betakaroten juga bertindak sebagai zat warna alami. Karotenoid dapat menyerap cahaya Blue-ray yang berbahaya bagi manusia dan juga merupakan antioksidan kuat. Percobaan membuktikan bahwa karotenoid dapat melindungi retina, dan untuk meningkatkan pandangan mata kita. Makanan alami seperti: sayuran hijau, kentang manis, wortel, bayam, pepaya, mangga dan sebagainya kaya beta karoten. Fungsi dan Manfaat beta-karoten:

Beta karoten adalah nutrisi penting yang mengandung antioksidan, berfungsi detoksifikasi dan pemeliharaan kesehatan manusia.

Beta karoten akan diubah menjadi vitamin A dalam tubuh manusia. Jika asupan tubuh yang berlebihan dari vitamin A dapat menyebabkan keracunan. Oleh karena itu, tubuh akan berubah betakaroten menjadi vitamin A bila diperlukan. beta karoten ini dibuat menjadi asal aman vitamin A (pro vitamin A).

Penglihatan mata manusia tergantung fundus dari makula, jika Anda tidak memiliki cukup dari beta-karoten untuk perlindungan dan dukungan dan akan terjadinya penyakit degeneratif berubah menjadi kebutaan malam.

Beta-karoten tidak hanya dalam gizi seimbang kita, itu juga membantu orang untuk mencegah penyakit, umur panjang dan meningkatkan kebugaran fisik.

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 39

Sejumlah besar data menegaskan bahwa beta-karoten memiliki efek yang tepat dalam pencegahan kanker. Radikal bebas yang ditemukan dalam tubuh tidak hanya merusak proliferasi sel-sel normal dan juga menimbulkan distorsi dan pembentukan kanker. Para Beta-karoten adalah musuh alami untuk radikal bebas.

Sama seperti karotenoid lain, beta karoten adalah salah satu jenis antioksidan. Jika diambil makanan yang kaya Beta-karoten dapat mencegah kontak fisik dan kerusakan dari radikal bebas. Penelitian telah menunjukkan bahwa dosis tinggi beta-karoten dapat

mengurangi sensitivitas orang terhadap matahari 3) Lycopene Apa itu Lycopene? Likopen adalah karotenoid alami yang ditemukan dalam tanaman, buah-buahan dan sayuran. Tomat, jeruk merah muda, jambu biji dan semangka mengandung likopen, khususnya tomat, khususnya kandungan lycopene tertinggi. Likopen merupakan pigmen alami, karena itu menyebabkan tomat, semangka dan jeruk bali merah dapat ditampilkan merah. Lycopene adalah karena warna ikatan ganda karbon terkonjugasi (berarti bahwa struktur ikatan tunggal dan ganda dari interaktif yang muncul). Yang mengurangi ikatan ganda melompat ke energi tinggi band elektronik yang dibutuhkan untuk energi, sehingga molekul menyerap panjang gelombang cahaya tampak. Lycopene menyerap sebagian cahaya tampak, karena itu merah. Lycopene adalah zat yang larut dalam lemak, bila kita makan makanan yang mengandung likopen, kilomikron di usus kecil akan membawa likopen di semua bagian dari tubuh kita bersama darah. Lycopene adalah pigmentasi warna merah pada berbagai jenis buah, yang berfungsi:

Melindungi kulit dari sinar UV Menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah (LDL) Antioksidan kuat untuk mengurangi kerusakan DNA dan protein tubuh

Melindungi dari kanker kulit, kanker testis, kanker adrenal, dan kanker prostat.

Sumber Lycopene: Tomat, semangka, anggur merah, jambu biji, pepaya.

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 40

4) Zeaxanthin Karotenoid utama dalam darah manusia adalah alpha-karoten, likopen, lutein, beta-karoten, beta-ryptoxanthin, zeaxanthin, dan enam lainnya. Dalam makanan sehari-hari dapat menyerap banyak karotenoid Namun, retina manusia hanya memilih dua jenis nutrisi yang lutein dan zeaxanthin. Mereka sangat terkonsentrasi di daerah makula, yang bertanggung jawab untuk visual halus. Karotenoid berada di sini untuk kinerja titik-titik kuning tua, juga dikenal sebagai pigmen makula. Para zeaxanthin berisi kaya dalam lada merah dan wolfberry Cina. Kandungan Zeaxanthin dalam buah Fuyu (per 100g takaran saji) 0.24mg. Zeaxantin Bersama dengan lutein merupakan jenis karotenoid satu-satunya dalam makula mata, Menyerap sinar biru yang

membahayakan tubuh, Melindungi mata dari degenerasi dan katarak. Fungsi dan Manfaat Zeaxanthin:

Bersama lutein, zeaxanthin yang spesifik memiliki sifat penting dari kekuatan langsung untuk menghilangkan spesies oksigen yang reaktif merusak.

Lutein dan zeaxanthin mengurangi efek cahaya skrining biru; membatasi menyebabkan oksigen reaktif oleh efek fotokimia. Oksigen aktif efek oleh endogen atau eksogen sensitif terhadap cahaya.

Zeaxanthin dan zeaxanthin yang mengandung ikatan rangkap terkonjugasi 11, lebih baik untuk menghapus oksigen singlet. Dari sudut pandang, insiden terkuat telah dihasilkan oksigen yang paling aktif di pusat makula.

Jika kekurangan lutein dan zeaxanthin, hal itu akan menyebabkan AMD (usia degenerasi makula terkait), kebutaan, katarak, astigmatisme, presbiopia, miopia pseudo-, kelelahan mata, dan sehingga memiliki derajat yang berbeda penyakit. Sebagaimana disebutkan di atas, lutein dan zeaxanthin nutrisi penting di daerah makula. Ketika lutein dan zeaxanthin adalah cukup, daerah makula akan mampu melihat hal-hal yang jelas dan menyampaikan ke otak.

5) Crocetin

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 41

Crocetin ditemukan dalam buah Cape Jasmine atau buah Kaca Piring dan benang sari dan putik kunyit. Keduanya larut dalam lemak dan air. Ciri yang paling menonjol adalah volume molekul kecil, yang memudahkan bagi tubuh menyerapnya. Hal ini dapat menembus ke dalam jaringan serat yang sulit dijangkau oleh karotenoid lain. Karena mobilitasnya inilah, para peneliti di seluruh dunia sekarang melakukan penelitian secara mendalam mengenai manfaat crocetin. Fungsi dan Manfaat Crocetin:

Crocetin karotenoid adalah asam dikarboksilat ditemukan secara alami dalam bunga Crocus. Crocetin juga memiliki efek yang kuat pada sirkulasi darah.

Berdasarkan non-toksik efek samping dan aktivitas anti-kanker ada dalam crocetin, crocetin berperanan penting didalam penyembuhan kanker.

Crocetin dapat digunakan untuk meredakan nyeri, detoksifikasi darah dan penggunaan jangka panjang dapat meningkatkan efektivitas sistem kekebalan tubuh.

Tidak hanya itu, crocetin juga meningkatkan sirkulasi darah, antiinflamasi efek analgesik, juga dapat digunakan untuk sedasi dan mengurangi saraf.

crocetin dapat memperkuat fisik dan fungsi makrofag meningkat, menghilangkan virus di sekitar sel, meningkatkan fungsi sel kekebalan dan meningkatkan perlawanan terhadap tubuh manusia.

Crocetin memiliki ketahanan yang kuat untuk kanker darah, karsinoma papiler, tumor sel skuamosa dan sarkoma jaringan lunak.

6) BLUEBERRY Manfaat BlueBerry:

Blueberry sangat mampu menyerap radikal bebas. Hal ini juga dapat mengurangi radikal bebas pada membran sel, DNA dan kerusakan sel lainnya. Blueberry juga dapat mencegah gangguan dalam tubuh dan sejumlah penyakit usia tua.

Blueberry mengandung banyak potasium untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, tekanan darah normal dan fungsi jantung.

Anthocyanin dalam blueberry dapat meningkatkan ketajaman visual, mengatur kelelahan mata dan meningkatkan rhodopsin ulang-sintesis.

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 42

Anthocyanin yang ditemukan dalam blueberry memiliki antioksidan yang kuat, dapat membantu mencegah pembentukan plak arteri dan berbagai kanker, dan dapat mengurangi risiko kanker tertular, mengurangi penyakit jantung, penuaan, dan juga meningkatkan ketahanan terhadap penyakit menular.

Blueberry mengandung antosianin tertinggi di antara semua buahbuahan dan sayuran. Anthocyanin memiliki khasiat yang signifikan pada pengerasan arteri dan penyakit jantung, penuaan lambat dan meningkatkan memori.

7) BLACKCURRANT Blackcurrant mengandung vitamin C, fosfor, magnesium, kalium, kalsium, anthocyanin, fenol. Tidak hanya itu, kandungan vitamin C kismis hitam empat kali lebih banyak dari jeruk dan kulit gelap blackcurrant juga kaya polifenol antioksidan. Para blackcurrant kaya dengan antioksidan daya lebih dari quercetin, efektif menghambat radikal bebas, bersama dengan merangsang nafsu makan, darah pembangun dan menyegarkan pikiran. 8) VITAMIN B KOMPLEKS Vitamin B kompleks adalah kelompok larut dalam air senyawa organik. Fungsi Vitamin B kompleks adalah:

Meningkatkan metabolisme manusia dari karbohidrat, protein lemak, untuk membuat sel darah merah, untuk kembali mengoksidasi, dan membantu operasi saraf dan otot.

Vitamin B kompleks juga dapat menyesuaikan tubuh panas. Namun, jika kekurangan vitamin B kompleks, metabolisme bentuk tubuh dapat teratur. Bahkan itu telah mengambil beberapa nutrisi yang sama, tetapi tanpa vitamin B kompleks nutrisi semua tidak dapat menggunakan sepenuhnya dan sel tidak dapat memetabolisme protein baru. Kompleks Vitamin B akan dapat membakar semua protein, lemak, karbohidrat dan berubah menjadi panas.

Vitamin B kompleks termasuk vitamin B1, B2, B5 (asam pantotenat), B6, B12, vitamin M (asam folat), vitamin H (biotin), vitamin PP (Niasin) dan sebagainya. Setiap vitamin yang berbeda memiliki fungsi yang berbeda dalam pencernaan dan memiliki fungsi tersendiri spesifik gizi. Tapi mereka tidak bisa menyelesaikan tugas itu sendirian sehingga

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 43

kita membutuhkan vitamin B kompleks untuk membantu itu. Hasilnya akan lebih baik jika Anda mengambil vitamin B kompleks sekaligus dari yang Anda ambil secara terpisah. Oleh karena itu, kita harus diambil Vitamin B kompleks karena vitamin B kompleks dapat memperlakukan sebagai katalis dan saling bantu. 9) VITAMIN E Vitamin E tersebar luas di alam dan makanan kaya: gandum, kedelai, minyak sayur, kacang-kacangan, kubis Brussel, sayuran berdaun hijau, bayam, tambahkan tepung nutrisi, gandum, produk olahan tidak sereal, telur. Dalam beberapa tahun terakhir, ada dua jenis vitamin E, sintetis dan alami, keduanya efektif tetapi vitamin E alami lebih mudah menyerap untuk tubuh manusia. Vitamin E alami memerlukan waktu retensi lebih lama dalam jaringan manusia, efeknya mungkin ganda dibandingkan dengan sintesis vitamin E. Manfaat vitamin E juga meliputi:

Vitamin E memiliki ketahanan oksidasi yang sangat baik dalam tubuh. Vitamin E juga mampu mempertahankan integritas sel-sel darah merah, memperbaiki sintesis efek anti-polusi dan anti-steril.

Vitamin E telah banyak digunakan dalam anti-penuaan dan mungkin penghapusan dari endapan lipofuscin dalam sel untuk meningkatkan fungsi normal sel untuk memperlambat proses penuaan sel dan liposolubility yang dapat disimpan dalam hati, jaringan adiposa, hati , otot, testis, rahim, darah, ginjal, wakil, di hipofisis dan sebagainya

vitamin E memiliki fungsi tertentu dalam pemeliharaan fungsi, kekebalan saraf, kardiovaskular, anti-aterosklerosis, anti-penuaan dan anti-kanker. Pada saat yang sama, vitamin E memiliki tingkat tertentu fungsi imunologi dan mampu meningkatkan proliferasi limfosit T dan sel mononuklear sitokin.

10) DHA (Asam Hexaenoic Docose) Nama asli DHA adalah asam Hexaenoic Docose, yang merupakan asam lemak esensial yang sangat dalam otak dan juga milik asam lemak tak jenuh Omega-3. Manfaat dari DHA:

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 44

mencegah pengendapan kolesterol pada dinding pembuluh darah dan juga untuk mencegah atau mengurangi terjadi aterosklerosis dan penyakit jantung koroner

DHA memiliki fungsi penting pada sel-sel otak. Hal ini sangat menguntungkan bagi konduksi saraf kranial dan pengembangan sinaptik

DHA juga merupakan komponen penting dari otak dan retina, di korteks otak manusia adalah konten setinggi 20% dadivri retina dan dalam mata adalah sekitar 50%.

DHA merupakan salah satu asam lemak esensial bagi tubuh manusia untuk meningkatkan memori dan kemampuan berpikir, intelektual dan sebagainya

DHA mengambil satu jenis asam lemak esensial, meningkatkan memori pikiran dan meningkatkan intelektual.

DHA bisa melawan kanker dan juga mencegah peradangan

10 makanan untuk menjaga kesehatan mata dibawah ini: 1. Wortel Yang satu ini sudah umum dikenal sebagai makanan yang menyehatkan mata. Kandungan penting yang terdapat pada wortel adalah beta karoten. Didalam tubuh, beta karoten akan dirubah menjadi vitamin A yang akan berguna untuk menjaga kesehatan mata. 2. Bayam Sayuran hijau yang satu ini banyak dikonsumsi sebagai teman nasi. Bukan tanpa alasan, karena memang sayur bayam mengandung nutrisi seperti lutein,zeaxathin, dan tentu saja vitamin A untuk menjaga kesehatan mata. 3. Telur Makanan yang dikenal mengandung banyak protein ini ternyata juga mengandung banyak nutrisi untuk menjaga kesehatan mata. Sebut saja seng,lutein,lecithin,vitamin D, Vitamin A, Vitamin B12, cysteine, dll. Telur banyak direkomendasikan untuk konsumsi setiap karena kandungan protein yang tinggi, dan tampaknya setelah ini anda akan lebih sering mengkonsumsi telur setelah tahu telur juga memiliki banyak nutrisi untuk menjaga kesehatan mata. 4. Brokoli Sayur brokoli mengandung cukup banyak vitamin dan zat gizi yang bisa menjaga kesehatan mata anda. Sebut saja

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 45

vitamin

C,

kalsium,

lutein,

zeaxanthin,

dan

sulforaphane.

Tapi, selain bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata,brokoli juga berfungsi sebagai antioksidan dan mengkonsumsi brokoli juga bisa mencegah kanker payudara. Jadi tidak heran jika saat ini brokoli sudah menjadi salah satu sayur dalam menu harian secara umum. 5. Kol Kol memiliki kandungan yang bagus untuk menjaga kesehatan mata, sama halnya dengan bayam. Namun, sayur ini juga adalah pantangan untuk mereka yang menderita maag karena kandungan gasnya yang tinggi. 6. Tomat Tomat memiliki kandungan vitamin C dan lycopene yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata, namun selain itu. Ternyata Tomat juga bermanfaat untuk menyehatkan kulit. 7. Bawang Putih Bawang putih adalah makanan yang bermanfaat untuk menegah stroke. Baunya yang tajam terkadang membuat orang enggan untuk memakannya. Namun tahukah anda bahwa selain bisa mencegah stroke, bawang putih juga mengandung vitamin C dan quercetin yang mana keduanya merupakan nurisi yang bisa anda gunakan untuk menjaga kesehatan mata anda. 8. Biji Bunga Matahari Biji yang diidentikkan dengan makanan hamster ini ternyata memiliki banyak kandungan nutrisi untuk tubuh termasuk juga yang berfungsi untuk menjaga kesehatan mata. Biji bunga matahari diketahui mengandung selenium yang mana zat ini memiliki manfaat untuk mencegah penyakit katarak dan juga menjaga kesehatan mata secara umum. 9. Ikan SalmonIkan salmon memiliki banyak kandungan nutrisi seperti asam folik, vitamin D, vitamin B6, vitamin B12, dan vitaminA. Yang paling utama dalam ikan ini adalah adanya omega 3 dan tentu saja omega 3 ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. 10. Buah Alpukat Buah yang banyak dikonsumsi sebagai jus alpukat ini terbukti memiliki banyak kandungan nutrisi dan diantara sekian nutrisi yang dikandung alpukat terdapat lutein yang menyehatkan mata. Lutein

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 46

sendiri adalah zat yang penting untuk mencegah degenerasi macular atau penurunan ketajaman penglihatan, dan katarak. Selain lutein, alpukat juga mengandung nutrisi yang penting untuk mata seperti vitamin A, vitamin C, vitamin B6, dan vitamin E.

2.5. FARMAKOLOGI UNTUK RETIKULOBLASTOMA Penatalaksanaan Retinoblastoma meliputi operasi (enukleasi), radioterapi, dan kemoterapi. 1. Operatif /exenteratio orbita, dipertimbangkan apabila: Tumor meliputi > 50% bola mata Dicurigai keterlibatan rongga orbita atau saraf optikus Terdapat keterlibatan segmen anterior, dengan atau tanpa glaukoma neovaskular 2. Radioterapi : Retinoblastoma termasuk jenis tumor yang respon terhadap radioterapi

Stadium dini :

dosis tiap hari : 150 - 200 rad (total

dosis < 2 tahun : 3500 rad; total dosis > 2 tahun : 4000 rad) Paska operatif : pelaksanaan segera bila keadaan umum baik Syarat radioterapi : Hb >8 g%, leukosit >3000/mm3, trombosit >80.000/mm3 3. Sitostatika : o Cyclopospamide 300 mg/m2 lpt/minggu I.V. selama 3 minggu, dilanjutkan oral 250 mg/m2lpt selama 5 hari berturut-turut dimulai hari 1-5. o Methotrexate 20-25 mg/m2 lpt/minggu dimulai hari kedua. o Vincristin 2-2,5 mg/m2 lpt/minggu, dimulai hari pertama, minimal 6 minggu. o Prednison dapat dipertimbangkan pemberiannya dengan dosis 40-50 mg/m2 lpt/hari peroral hari 1-4. o Pemeriksaan darah tepi dilakukan tiap minggu untuk memonitor gejala toksik efek pemberian sitostatika.

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 47

PROTOKOL PENGOBATAN RETINOBLASTOMA CPA, 150 mg/m2 po. IIIII IIIII IIIII

Cisplatin 100mg/m2 IV

VCR 1,5 mg/m2

Minggu

10

11

12

Operasi dilakukan pada minggu ke 8 atau ke 12.

2.6. PENTALAKSANAAN MEDIS RETIKULOBLASTOMA Pengobatan retinoblastoma ialah enukleasi bulbi yang disusul dengan radiasi. Apabila retinoblastoma sudah meluas sampai ke jaringan orbita maka dilakukan eksenterasi orbita disusul dengan radiasi dan bila diberikan kemoterapi (Ilyas dkk, 2002). Harus dilakukan pemantauan teratur pada anak yang menderita retinoblastoma dan keturunan berikutnya. Konseling genetik harus ditawarkan dan anak dengan orang tua yang pernah mengalami retinoblastoma harus diawasi sejak bayi (James dkk, 2005). Bila tumor masih terbatas intraokular, pengobatan dini mempunyai prognosis yang baik. Tergantung dari letak, besar, dan tebal,pada tumor yang masih intraokular dapat dilakukan krioterapi, fotokoagulasi laser, atau kombinasi sitostatik dan fotokoagulasi laser untuk mempertahankan visus. Pada tumor intraokular yang sudah mencapai seluruh vitreus dan visus nol, dilakukan enukleasi. Bila tumor telah keluar bulbus okuli, tapi masih terbatas dirongga orbita, dilakukan kombinasi eksentrasi, radioterapi, dan kemoterapi. Pasien harus terus dievaluasi seumur hidup karena 20-90% pasien retinoblastoma bilateral akan menderita tumor ganas primer, terutama osteosarkoma (mansjoer, 2005). Beberapa cara terapi adalah :

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 48

1. Enukleasi mengangkat boila mata dan dioganti dengan bola mata prothese (buatan). 2. Penyinaran bola mata. Retino blastoma bersifat radiosensitif, sehingga terapi ini sangat efelktipo. Bahayanya jaringan sekitarnya dapat rusak akibat penyinaran. 3. Photocoagulation : terapi dengan sinar Laser ini sangat efektip pada ukuran Kanker yang kecil. 4. Cryotherapy : terapi dengan cara pendinginan (pembekuan) pada kanker ukuran kecil terapi ini berhasil baik. 5. Chemotherapy : diberikan obat-obatan anti kanker yang dapat mengecilkan ukuran kanker. Cara terapi mana yang dipakai tergantung dari : 1. Ukuran kanker 2. Lokasi kanker 3. Apakah sudah menjalar atauy belum 4. Bagaimana status/keadaan bola mata yang lain 5. Adanya komplikasi 6. Riwayat keluarga 7. Tersedianya fasilitas untuk terapi-terapi diatas. Pembedahan Enukleasi : Dilakukan pada tumor yang masih terbatas pada itraokuler ialah dengan mengangkat seluruh bola mata dan meotong saraf optik sepanjang mungkin. Ekssentrasi Orbita : Dilakukan pada tumor yang sudah ekstensi ke jaringan orbita ialah dengan mengangkat seluruh isi orbita dengan jaringan periostnya Sesudah operasi diberikan therapi radiasi untuk membunuh sisa sisa sel tumor Prognosis

Bila masih terbatas diretina kemungkinan hidup 95 % Bila metastase ke orbita kemungkinan hidup 5 % Bila metastase ke tubuh kemungkinan hidup 0 %

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 49

2.7. PENGKAJIAN PERSEPSI SENSORI PENGLIHATAN BAYI BARU LAHIR A. Tinjauan Teoritis 1. Defenisi bayi baru lahir normal\ Bayi baru lahir normal (BBLN) adalah bayi yang baru lahir dengan usia kehamilan atau masa gestasinya dinyatakan cukup bulan (aterm) yaitu 36 40 minggu. Bayi baru lahir normal harus menjalani proses adaptasi dari kehidupan di dalam rahim ke kehidupan di luar rahim. Pemahaman terhadap adaptasi dan fisiologi bayi baru lahir sangat penting sebagai dasar dalam memberikan asuhan. Perubahan lingkungan dari dalam uterus ke luar rahim dipengaruhi oleh banyak faktor seperti kimiawi, mekanik, dan termik yang menimbulkan perubahan metabolik, pernapasan dan sirkulasi pada bayi baru lahir. 2. Penilaian awal dan langkah esensial bayi baru lahir

a. Penilaian awal bayi baru lahir Penilaian awal dilakukan pada bayi baru lahir untuk menilai kondisi bayi apakah : - Bayi dinyatakan cukup bulan jika usia gestasinya lebih kurang 36 40 minggu. Maturitas bayi mempengaruhi kemampuannya untuk beradaptasi di luar rahim (uterus) - Air ketuban jernih, tidak bercampur mekonium. Tinja bayi pada 24 jam pertama kelahiran hingga 2 atau 3 hari berbentuk mekonium yang berwarna hijau tua yang berada di dalam usus bayi sejak dalam kandungan ibu. Mekonium mengandung sejumlah cairan amnion, verniks, sekresi saluran pencernaan, empedu, lanugo dan zat sisa dari jaringan tubuh. - Bayi menangis atau bernapas. Sebagian besar bayi bernapas spontan. Perhatikan dalamnya pernapasan, frekuensi pernapasan, apnea, napas cuping hidung, retraksi otot dada. Dapat dikatakan normal bila frekuensi pernapasan bayi jam pertama berkisar 80 kali permenit dan bayi segera menangis kuat pada saat lahir. - Tonus otot bayi baik atau bayi bergerak aktif.

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 50

Pada saat lahir otot bayi lembut dan lentur. Otot otot tersebut memiliki tonus, kemampuan untuk berkontraksi ketika ada rangsangan, tetapi bayi kurang mempunyai kemampuan untuk mengontrolnya. Sistem neurologis bayi secara anatomi dan fisiologis belum berkembang sempurna, sehingga bayi menunjukkan gerakan gerakan tidak terkoordinasi, control otot yang buruk, mudah terkejut, dan tremor pada ekstremitas. - Warna kulit bayi normal. Perhatikan warna kulit bayi apakah warna merah muda, pucat, kebiruan, atau kuning, timbul perdarahan dikulit atau adanya edema. Warna kulit bayi yang normal, bayi tampak kemerah merahan. Kulit bayi terlihat sangat halus dan tipis, lapisan lemak subkutan belum melapisi kapiler. Kemerahan ini tetap terlihat pada kulit dengan pigmen yang banyak sekalipun dan bahkan menjadi lebih kemerahan ketika bayi menangis. b. Diagnosis bayi baru lahir Diagnosis bayi baru lahir pada dasarnya berguna untuk mencari atau mendeteksi sedini mungkin adanya kelainan pada janin. Kegagalan untuk mendeteksi kelainan janin dapatt menimbulkan masalah pada jam jam pertama kehidupan bayi diluar rahim. Dengan mengetahui kelainan pada janin dapat membantu untuk mengambil tindakan serta memberikan asuhkan keperawatan yang tepat sehingga dapat membantu bayi baru lahir sehat untuk tetap sehat sejak awal kehidupannya. Penilaian bayi pada kelahiran adalah untuk mengetahui derajat vitalitas fungsi tubuh. Derajat vitalitas adalah kemampuan sejumlah fungsi tubuh yang bersifat essensial dan kompleks untuk kelangsungan hidup bayi seperti pernapasan, denyut jantung, sirkulasi darah dan refleks refleks primitive seperti menghisap dan mencari putting susu. Bila tidak ditangani secara tepat, cepat dan benar keadaan umum bayi akan menurun dengan cepat dan bahkan mungkin meninggal. Pada beberapa bayi mungkin dapat pulih kembali dengan spontan dalam 10 30 menit sesudah lahir namun bayi tetap mempunyai resiko tinggi untuk cacat. Umumnya penilaian pada bayi baru lahir dipakai nilai APGAR (APGAR Score). Pertemuan SAREC tahun 1985 menganjurkan penggunaan parameter penilaian bayi baru lahir dengan cara sederhana yang disebut SIGTUNA (SIGTUNA Score) sesuai

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 51

dengan nama tempat terjadinya konsensus. Penilaian cara ini terutama untuk tingkat pelayanan kesehatan dasar karena hanya menilai dua parameter yang essensial. Penilaian derajat vitalitas bayi baru lahir dapat juga digunakan penilaian secara APGAR. Pelaksanaannya cukup kompleks karena pada saat bersamaan penolong persalinan harus menilai lima parameter yaitu denyut jantung, usaha napas, tonus otot, gerakan dan warna kulit. Dari hasil penelitian di Amerika Serikat nilai APGAR sangat bermanfaat untuk mengenal bayi resiko tinggi yang potensial untuk kematian dan kecacatan neurologis jangka panjang. Dari lima variable nilai APGAR hanya pernapasan dan denyut jantung yang berkaitan erat dengan terjadinya hipoksia dan anoksia. Ketiga variabel lain lebih merupakan indicator maturitas tumbuh kembang bayi. Penilaian APGAR skor ditemukan oleh Dr. Virginia Apgar (1950). Penilaian APGAR skor ini dilakukan pada menit pertama kelahiran untuk member kesempatan kepada bayi memulai perubahan kemudian menit ke-5 serta pada menit ke-10. Penilaian dapat dilakukan lebih sering jika ada nilai yang rendah dan perlu tindakan resusitasi. Penilaian menit ke-10 memberikan indikasi morbiditas pada masa mendatang, nilai yang rendah berhubungan dengan kondisi neurologis.

SKOR APGAR TANDA 0 1 2 Appearance Biru,pucat Badan pucat,tungkai biru Semuanya merah muda Pulse Tidak teraba < 100 > 100 Grimace Tidak ada Lambat Menangis kuat

Activity Lemas/lumpuh Gerakan sedikit/fleksi tungkai Aktif/fleksi tungkai baik/reaksi melawan Respiratory Tidak ada Lambat, tidak teratur Baik, menangis kuat Prosedur penilaian APGAR Pastikan pencahayaan baik Catat waktu kelahiran, nilai APGAR pada 1 menit pertama dg cepat & simultan. Jumlahkan hasilnya Lakukan tindakan dg cepat & tepat sesuai dg hasilnya

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 52

Ulangi pada menit kelima Ulangi pada menit kesepuluh Dokumentasikan hasil & lakukan tindakan yg sesuai

Penilaian o Setiap variabel dinilai : 0, 1 dan 2 o Nilai tertinggi adalah 10 Nilai 7-10 menunjukkan bahwa by dlm keadaan baik Nilai 4 6 menunjukkan bayi mengalami depresi sedang & membutuhkan tindakan resusitasi Nilai 0 3 menunjukkan bayi mengalami depresi serius & membutuhkan resusitasi segera sampai ventilasi

c. Melakukan pemeriksaan fisik pada bayi baru lahir normal Dalam waktu 24 jam setelah bayi lahir lakukan pemeriksaan fisik pada bayi. Ketika melakukan pemeriksaan fisik pada bayi lahir normal hal- hal yang harus diperhatikan oleh petugas adalah informasikan prosedur terlebih dahulu pada orang tua, gunakan tempat yang hangat dan bersih untuk pemeriksaan, cuci tangan sebelum dan sesudah pemeriksaan, gunakan sarung tangan dan bertindak lembut pada saat menangani bayi, lepaskan pakaian hanya pada area yang diperiksa, untuk mencegah kehilangan panas, lakukan prosedur yang mengganggu seperti menguji refleks pada tahap akhir, lakukan secara cepat untuk menghindari stress pada bayi. Petugas dapat melihat, mendengarkan dan merasakan tiap tiap daerah yang akan diperiksa yang dimulai dari kepala dan berlanjut secara sistematik menuju kaki. Jika ditemukan faktor resiko atau masalah, petugas dapat meminta bantuan yang memang diperlukan. Rekam dan catatlah hasil pengamatan setiap hasil pemeriksaan dan setiap tindakan yang diperlukan lebih lanjut.

Tujuan Pemeriksaan Fisik pada bayi baru lahir (1) Mengidentifikasi riwayat kesehatan bayi (2) Mengobservasi karakteristik bayi (3) Memperkirakan usia gestasi (4) Mengkaji perilaku bayi

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 53

(5) Mengkaji integritas neuromuscular (6) Mengidentifikasi masalah kesehatan (7) Merencanakan tindakan (8) Menggunakan hasil pengkajian untuk mengajarkan orang tua tentang bayinya Langkah langkah dalam pemeriksaan fisik pada bayi : (1) Pemeriksaan umum Pemeriksaan umum dilakukan pada bayi baru lahir adalah pengukuran Anthopometri yaitu pengukuran lingkar kepala yang dalam keadaan normal berkisar 33 35 cm, lingkar dada 30,5 33 cm, panjang badan 45 50 cm, berat badan bayi 2500 gram 4500 gram. (2) Pemeriksaan tanda tanda vital Suhu tubuh, nadi, pernapasan bayi baru lahir bervariasi dalam berespon terhadap lingkungan. (a) Suhu tubuh Pada saat lahir suhu tubuh bayi hampir sama dengan suhu tubuh ibunya. Namun demikian bayi memiliki sedikit lemak, luas permukaan tubuh yang besar dan sirkulasi pernapasan yang belum sempurna, sehingga bayi mudah jatuh dalam kondisi hipotermi. Suhu bayi dalam keadaan normal berkisar antara 36,5 derajat celcius - 37,5 derajat celcius pada pengukuran diaksila. (b) Nadi Denyut nadi bayi tergantung dari aktivitas bayi. Nadi dapat menjadi tidak teratur karena adanya rangsangan seperti menangis, perubahan suhu yang tiba tiba. Denyut nadi bayi yang normal berkisar 120 140 kali permenit. (c) Pernapasan Pernapasan pada bayi baru lahir tidak teratur kedalaman, kecepatan, iramanya. Pernapasannya bervariasi dari 30 sampai 60 kali permenit. Pernapasan juga dipengaruhi oleh aktivitas bayi seperti menangis, serta perubahan suhu yang tiba-tiba. (d) Tekanan darah Tekanan darah bayi baru lahir rendah dan sulit untuk diukur secara akurat. Meskipun tidak secara rutin diukur

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 54

pada waktu lahir, tekanan darah yang dilakukan dengan ultrasonografi Doppler merupakan metode yang paling akurat pada bayi. Metode ini mengukur sistolik dan diastolik serta tekanan arteri rata rata tekanan darah pada waktu lahir adalah 80/ 46 mmHg. (3) Pemeriksaan fisik secara sistematik (head to too) Pemeriksaan fisik secara sistematik pada bayi baru lahir dimulai dari : (a) Kepala Raba sepanjang garis sutura dan fontanel, apakah ukuran dan tampilannya normal. Sutura yang berjarak lebar mengindikasikan bayi preterm, moulding yang buruk atau hidrosefalus. Pada kelahiran spontan letak kepala, sering terlihat tulang kepala tumpang tindih yang disebut moulding atau moulase. Keadaan ini normal kembali setelah beberapa hari sehingga ubun ubun mudah diraba. Perhatikan ukuran dan ketegangannya. Fontanel anterior harus diraba, fontanel yang besar dapat terjadi akibat prematuritas atau hidrosefalus, sedangkan yang terlalu kecil terjadi pada mikrosefali. Jika fontanel menonjol, hal ini diakibatkan peningkatan tekanan intracranial, sedangkan yang cekung dapat terjadi akibat dehidrasi. Terkadang teraba fontanel ketiga antara fontanel anterior dan posterior, hal ini terjadi karena adanya trisomi 21. Periksa adanya trauma kelahiran misalnya : caput suksedaneum, sefalhematoma, perdarahan

subaponeurotik/ fraktur tulang tengkorak. Perhatikan adanya kelainan congenital seperti : anensefali,

mikrosefali, kraniotabes dan sebagainya. (b) Telinga Periksa dan pastikan jumlah, bentuk dan posisinya pada bayi cukup bulan, tulang rawan sudah matang. Daun telinga harus berbentuk sempurna dengan lengkungan yang jelas dibagian atas. Perhatikan letak daun telinga. Daun telinga yang letaknya rendah (low set ears) terdapat pada bayi yang mengalami sindrom tertentu (Pierre

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 55

robin). Perhatikan adanya kulit tambahan atau aurikel hal ini dapat berhubungan dengan abnormalitas ginjal. (c) Mata Hipertelorisme okular, mata dengan jarak lebar, jarak lebih dari 3 cm antara kantus mata bagaian dalam dapat dideteksi. Periksa jumlah, posisi atau letak mata. Periksa adanya strabismus yaitu koordinasi mata yang belum sempurna. Periksa adanya glaukoma kongenital, mulanya akan tampak sebagai pembesaran kemudian sebagai kekeruhan pada kornea. Katarak congenital akan mudah terlihat yaitu pupil berwarna putih. Pupil harus tampak bulat. Terkadang ditemukan bentuk seperti lubang kunci (kolobama) yang dapat mengindikasikan adanya defek retina. Periksa adanya trauma seperti palpebra,

perdarahan konjungtiva atau retina, adanya secret pada mata, konjungtivitis oleh kuman gonokokus dapat terjadi panoftalmia ditemukan dan menyebabkan melebar kebutaan. Apabila bayi

epichantus

kemungkinan

mengalami sindrom down. c. Mencegah terjadinya infeksi pada bayi baru lahirPencegahan infeksi Merupakan upaya untuk mencegah transmisi silang dan diterapkan dengan mengacu pada kewaspadaan standar. Proses peralatan atau instrument harus dilakukan secara benar dan mengikuti standar yang ada agar diperoleh hasil maksimal dan memenuhi syarat. Pencegahan infeksi tidak selalu berarti penambahan biaya, yang penting adalah terbangunnya budaya bersih, menjamin rasa aman dan kesungguhan untuk

memberikan pelayanan berkualitas. Infeksi yang paling sering terjadi pada bayi baru lahir normal adalah melalui tali pusat. Tali pusat dalam istilah medis disebut umbilical cord. Ini merupakan saluran kehidupan bagi janin selama di dalam kandungan. Semasa dalam rahim, tali pusat inilah yang menyalurkan oksigen dan makanan dari plasenta ke janin yang berada di dalamnya, karena janin sudah dapat bernapas sendiri melalui hidungnya. Karena sudah tidak diperlukan lagi maka saluran ini harus dipotong dan dijepit atau diikat.

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 56

Infeksi dapat terjadi pada saat pemotongan tali pusat yang tidak menggunakan alat alat steril dan pada saat penyembuhan tali pusat. Ketika bayi baru lahir tali pusat biasanya masih terdapat pada abdomennya dengan beberapa tipe penjepitan atau pengikat tali pusat. Segera setelah lahir pembuluh umbilikus masih dapat menyebabkan perdarahan yang fatal bila penjepit atau

pengikatnya kendur. Kadang- kadang bakteri memasuki area tersebut sebelum terjadi penyembuhan, hal inilah yang dapat menyebabkan infeksi pada tali pusat. Pencegahan infeksi pada saat pemotongan tali pusat dan mengikat tali pusat dapat dilakukan dengan cara : 1. Bersihkan tangan yang masih menggunakan sarung tangan kedalam larutan clorin 0,5 % untuk membersihkan darah dan sekresi tubuh lainnya. 2. Klemlah tali pusat dengan dua buah klem yang steril kira kira 2 dan 3 cm dari pangkal tali pusat, kemudian potonglah tali pusat diantara kedua klem sambil

melindungi bayi dari gunting dengan tangan kiri. 3. Pertahankan kebersihan pada saat memotong tali pusat, ganti sarung tangan jika telah kotor. 4. Bilas tangan dengan air matang atau disinfeksi tingkat tinggi (DTT). 5. Keringkan tangan dengan handuk atau kain bersih yang kering. 6. Ikat puntung tali pusat sekitar 1 cm dari pusat bayi dengan menggunakan benang disinfeksi tingkat tinggi atau klem plastik tali pusat yang steril. Pemotongan tali pusat pada bayi lahir normal dilakukan sekitar 2 menit setelah bayi lahir atau setelah menyuntikan oksitoksin 10 IU intra muscular kepada ibu dengan alasan untuk memberi cukup waktu bagi tali pusat untuk mengalirkan darah kaya besi kepada bayi. Jangan mengoleskan salep apapun, atau zat lain ke tampuk tali pusat. Hindari pembungkusan tali pusat atau jika dibungkus tutupi dengan kassa steril dalam keadaan longgar, tampuk tali pusat yang tidak tertutup agar terkena udara akan mongering dan puput lebih cepat dengan komplikasi yang lebih sedikit. Popok bayi dilipat

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 57

dibawah tali pusat, jika tali pusat terkena kotoran atau tinja bayi, cuci dengan air bersih serta keringkan betul betul. Tanda tanda tali pusat mengalami infeksi yang perlu diwaspadai dengan cepat pada bayi lahir normal adalah : Tali pusat berwarna merah Daerah sekitar tali pusat bengkak Keluar cairan berbau busuk dari daerah sekitar tali pusat Cairan kadang kadang disertai dengan darah jika infeksi terjadi pada bayi lahir normal akan terjadi peningkatan suhu berkisar diatas 37,5 C, bayi menangis terus menerus tidak bisa tenang, kejang halus dan lemas. Pencegahan infeksi pada saat pemulihan tali pusat : Cuci tangan sebelum memegang bayi dan setelah

menggunakan toilet untuk buang air kecil maupun air besar. Jaga tali pusat bayi dalam keadaan bersih selalu dan letakkan popok di bawah tali pusat. Jika tali pusat kotor cuci dengan air bersih dan sabun. Bayi dimandikan setiap hari dengan membersihkan seluruh badan bayi terutama tali pusat dibersihkan dengan air bersih, hangat, dan sabun. Jaga bayi dari orang orang yang menderita infeksi dan pastikan setiap orang yang memegang bayi selalu cuci tangan terlebih dahulu. Pengendalian infeksi nasokomial Untuk mengendalikan infeksi nasokomial pada bayi baru lahir dan neonates diperlukan suatu prosedur standar yang harus dipatuhi oleh petugas yang terlibat didalamnya. Prosedur standar ini berbeda untuk setiap bangsal perawatan. Misalnya prosedur di bangsal bayi baru lahir yang sehat tidak sama dengan prosedur perawatan di bangsal perawatan intensif. Secara umum berbagai prosedur dibawah ini harus dikerjakan di bangsal perawatan bayi, yaitu : 1. Prosedur pada mata Pencegahan ophthalmia neonatorum adalah satu cara yang praktis dilakukan untuk mengontrol infeksi pada bayi baru lahir. Untuk ini dapat dipakai obat mata topical

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 58

seperti setetes larutan Perak Nitrat 1 % ; salep mata eritromisin 0,5 % atau Tetrasiklin 1 %. Kedua salep mata ini juga dapat mencegah Klamidia trakomatis. Berikan dalam 1 jam pertama kelahiran. Setelah pemberian profilaksis infeksi mata, kembalikan bayi pada ibunya untuk disusukan dan bergabung kembali.

2.8. ASKEP RETINOBLASTOMA

2.9. KETERAMPILAN PRE-POST OPERASI

2.10. KETERAMPILAN

MELAKUKAN

PF

SISTEM

PRESEPSI

SENSORI PENGLIHATAN PADA BAYI 1. Pemeriksaan Fisik Indra Penglihatan Pemeriksaan fisik mata dapat dilakukan dengan beberapa cara. Berikut ini akan dijelaskan cara melakukan pemeriksaan mata yaitu: a. Pemeriksaan ketajaman penglihatan (pemeriksaaan visus) Mata merupakan organ tubuh yang berfungsi sebagai indera penglihatan sehingga pemeriksaan ketajaman mata sangat penting untuk bisa mengetahui fungsi mata. Pemeriksaan ketajaman mata dilakukan paling awal sebelum melakukan pemeriksaan mata lebih lanjut. Ketajaman penglihatan dituliskan dalam rasio perbandingan jarak penglihatan normal seseorang dengan jarak penglihatan yang dapat dilihat oleh orang seseorang. Misalnya ketajaman penglihatan 20/30 yang berarti seseorang dapat melihat dengan jarak 20 kaki sedangkan pada penglihatan normal dapat dilihat dengan jarak 30 kaki. Orang dengan mata normal memiliki nilai ketajaman mata 20/20. Alat: a. Kartu Snellen b. Lampu senter c. Karton untuk menutup mata Indikasi: pada pasien yang diduga mengalami gangguan sensori. Kontraindikasi: -

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 59

Cara: 1. Pemeriksaan menggunakan kartu snellen standar Cara melakukan pemeriksaan ketajaman penglihatan

menggunakan kartu snellen ini yaitu: Pasien berdiri sejauh 6 meter (20 kaki) dari kartu snellen. Minta pasien untuk menutup salah satu mata dengan karton. Minta pasien untuk membaca huruf yang ada pada kartu sampai pasien tidak dapat membaca lagi huruf tersebut. 2. Menilai pasien dengan penglihatan buruk Jika pasien tidak dapat membaca huruf yang ada pada kartu snellen, maka pasien harus diperiksa menggunakan kemampuan membaca jari tangan. Cara pemeriksaan menggunakan kemampuan membaca jari tangan yaitu: Tutup salah satu mata pasien. Perawat berdiri di depan pasien dengan menunjukkan angka pada jari perawat. Jika pasien tidak dapat melihat jari perawat maka dilakukan pemeriksaan menggunakan cahaya. Namun seringkali pemeriksaan sistem penglihatan menghadapi kendala pada pasien anak-anak, orang dengan gangguan mental, dan orang yang berpura-pura tidak melihat karena pemeriksaan ini berfokus pada subyektif,yaitu interpretasi dari respon yang dirasakan pasien. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu teknik pemeriksaan yang berfokus pada objektif dan memiliki korelasi dengan daya penglihatannya melalui alat yang disebut nystagmometer. Nystagmometer merupakan alat pemeriksaan visus secara objektif yang disasarkan pada gejala faal yang dikenal dengan nama pursuit eye movement, yaitu bahwa mata seseorang akan bergerak mengikuti suatu benda yang menjadi perhatiannya, apabila benda tersebut bergerak (Sarwono: 1982). Peristiwa tersebut disebut sebagai optokinetik nystagmus. Intinya, seseorang akan mengikuyi objek penyebab nystagmug-nya tersebut. Semakin kecil objek yang dapat menimbulkan gerakan bola mata akibat mata yang mengikuti gerakan objek tersebut, semakin baik daya penglihatan orang tersebut.

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 60

Kelainan pada mata: Astigmatis Astigmatis atau yang sering dikenal dengan mata silindris merupakan suatu kelainan mata yang menyebabkan mata penderitanya menjadi kabur. Gangguan ini terjadi akibat penderita tidak dapat melihat garis horizontal dan vertical secara bersamaan. Kornea pada penderita astigmatis berbentuk abnormal. Kornea normal berbentuk bulat seperti bola, tetapi pada gangguan ini kornea mata memiliki lengkungan yang terlalu besar pada salah satu sisinya. Cara menangani astigmatis ini adalah dengan menggunakan kacamata silinder atau lensa kontak. Miopi Miopi atau rabun jauh merupakan kelainan mata yang menyebabkan penderitanya tidak dapat melihat dalam jarak jauh. Penyebab dari miopi adalah bola mata yang terlalu panjang dan bayangan benda yang jatuh di depan bintik kuning. Cara menangani miopi yaitu dengan menggunakan kacamata cekung (negative). Hipermetropi Hipermetropi atau rabun dekat merupakan gangguan pada mata yang ditandai dengan penderita tidak dapat melihat dengan jelas dalam jarak dekat. Penyebab dari hipermetropi ini yaitu adanya kelainan bola mata yang terlalu pendek dan bayangan jatuh di belakang bintik kuning. Cara menangani gangguan ini adalah dengan memakai kacamata lensa cembung (positif) Presbiopi Presbiopi atau rabun dekat dan jauh merupakan gangguan mata yang ditandai dengan penderita tidak dapat melihat dalam jarak dekat dan jauh. Penyebab dari gangguan ini adalah semakin berkurangnya daya akomodasi dari mata. Cara mengatasi gangguan ini adalah dengan memakai kacamata berlensa rangkap (atas negative, bawah positif). Rabun senja Gangguan ini ditandai dengan penderitanya tidak dapat melihat dengan baik saat malam hari atau kurang cahaya. Penyebab dari gangguan

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 61

ini adalah kurangnya vitamin A. cara mencegah dan mengatasi masalah ini adalah dengan mengkonsumsi makanan kaya vitamin A. Keratomalasi Gangguan ini ditandai dengan kornea mata yang keruh yang penyebabnya kekurangan vitamin A yang sangat parah sehingga penyakit ini merupakan tingkat lanjut dari rabun senja. Apabila hal ini tidak segera diatasi akan menyebabkan kebutaan.

Katarak Kelainan pada lensa mata karena lensa mata menjadi kabur dan

keruh yang menyebabkan cahaya yang masuk tidak dapat mencapai retina. Katarak dapat diatasi dengan cara operasi. Juling Kelainan ini sebagai akibat ketidakserasian kerja otot penggerak bola mata kanan dan kiri. Penyakit ini bisa diatasi dengan cara operasi pada otot mata. Glaukoma Gangguan ini ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata karena danya sumbatan pada saluran di dalam bola mata dan pembentukan cairan berlebih dalam bola mata. Gangguan ini bisa diatasi dengan cara pembedahan atau obat-obatan yang diminum seumur hidup. Buta Warna Penderita umumnya tidak dapat membedakan warna tertentu misal hijau dan biru. Penyakit ini merupakan penyakit keturunan yang tidak dapat disembuhkan akan tetapi ada juga penyebab lainnya misalkan saja karena kecelakaan atau trauma pada mata.

b. Pemeriksaan lapangan pandangan Cara yang paling mudah dalam melakukan pemeriksaan lapangan pandangan adalah menggunakan metode uji telunjuk.

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 62

Indikasi: pasien yang diduga mengalami gangguan sensori. Kontraindikasi: Cara: 1. Pasien dan perawat duduk berhadapan. 2. Minta pasien untuk menutup salah satu matanya. 3. Perawat juga ikut menutup salah satu matanya. Misalnya jika pasien menutup mata kirinya, maka perawat menutu mata kanannya. 4. Minta pasien memandang hidung perawat. 5. Minta pasien menghitung jumlah jari yang ada pada bagian superior dan inferior lirikan temporal dan nasal.

c. Pemeriksaan buta warna (tes isihara) Salah satu gangguan mata yang bersifat herediter, yaitu buta warna. Buta warna merupakan penglihatan warna-warna yang tidak sempurna, seringkali disebut sebagai cacat penglihatan warna. Cacat penglihatan warna bersifat didapat, terkadang merupakan gejala dini kerusakan mata. Untuk mengetahui adanya cacat penglihatan mata perlu dilakukan tes isihara. Tes isihara merupakan gambar-gambar pseudoisokromatik yang disusun oleh titik dan kepadatan warna yang berbeda, berasal dari warna primer yang didasarkan warna yang hamper sama. Titik-titik warna tersebut disusun dengan bentuk dan pola tertentu tanpa adanya kelainan persepsi warna. a. Teknik: Kartu isihara diletakkan di tempat dengan penerangan baik. Pasien diminta menyebutkan gambar atau angka pada kartu tersebut dalam 10 detik b. Penilaian Bila lebih dari 10 detik berarti terdapat kelainan penglihatan warna buta warna merah hijau terdapat atrofi saraf optik, buta warna biru kuning terdapat pada retinopati hipertensif, retinopati diabetic dan degenerasi macula senile dini. Degenerasi pada macula stargardts dan fundus lamikulatus memberikan gangguan penglihatan warna merah-hijau.

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 63

c. Petunjuk Pengisian Gambar No 1 : semua orang baik normal atau buta warna dapat membaca dengan benar angka 12. Bagian ini biasanya digunakan pada awal test. No 2 : pada orang normal terbaca 8 dengan defisiensi merahhijau 3. No 3 : pada orang normal terbaca 5 dengan defisiensi merahhijau 2. No 4 : pada orang normal terbaca 29 dengan defisiensi merahhijau 70. No 5 : pada orang normal terbaca 74 dengan defisiensi merahhijau 21. No 6-7 : pada orang normal dapat membaca dengan benar tetapi pada orang dengan defisiensi merah hijau, susah atau tidak dapat membacanya. No 8 : pada orang normal dengan jelas 2 tetapi bagi defisiensi merah-hijau tidak jelas. No 9 : pada orang normal susah atau tidak terbaca tetapi kebanyakan pada orang dengan defisiensi merah hijau melihat 2. No 10 : pada orang normal angka terbaca 16 tetapi bagi defisiensi merah hijau tidak dapat membaca. No 11 : gambar garis yang melilit diantara 2 xs. Pada orang normal, dapat mengikuti garis ungu-hijau. Tetapi pada orang buta warna tidak dapat mengikuti atau dapat mengikuti tapi berbeda dengan orang normal. No 12 : pada orang normal dan defesiensi merah hijau melihat angka 35 tetapi pada protanopia dan protanomali berat hanya dapat membaca angka 5 dan pada deuteranopia dan deuteranopia berat terbaca angka 3. No 13 : pada orang normal dan defesiensi merah hijau ringan melihat angka 96 tetapi pada protonopia dan protonopia berat hanya terbaca 6. No 14 : pada orang normal dapat mengikuti garis yang melilit 2 xs, ungu dan merah; pada protanopia dan protanomali berat hanya mengikuti garis ungu dan pada protanomali ringan kedua garis diikuti tetapi garis ungu kurang terlihat untuk diikuti; pada deuteranopia dan deuteranomalia berat hanya garis merah yang

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 64

diikuti; pada deuteranomalia ringan kedua garis dapat diikuti tetapi garis merah kurang terlihat untuk diikuti.

2.11. KETERAMPILAN RETINOBLASTOMA 2.12.

MEMBERIKAN

PENKES

PENYAKIT

2.13. KETERAMPILAN MELAKUKAN PERSIAPAN KEMOTERAPI Standar Operasional Prosedur Kemoterapi Standard Operating Procedures for Safe Handling Chemotherapeutic Agents A. Umum (General) Seluruh petugas kesehatan harus memiliki pengetahuan tentang prosedur penanganan agent kemoterapeutik secara aman. hal ini penting bagi seluruh petugas kesehatan untuk memahami potensial karsinogenik dan bahaya yang ditimbulkan dari obat tersebut. Individu yang beresiko tinggi (mis. Penderita Immunodefisiensi atau wanita hamil) harus secara khusus di pertimbangkan kemungkinan

konsekuensi dari penanganan (penyiapan hingga pemberian) agen kemoterapeutik dan pilihan untuk menghindari paparan. B. Kebijakan (Policy) 1. Agent (obat ) kemoterapi, diberikan hanya oleh perawat yang memiliki keahlian pemberian kemoterapi yang tersertifikasi. 2. Semua instruksi kemoterapi harus di tandatangani dokter 3. Seluruh intruksi kemoterapi harus diperiksa secara mandiri oleh dua orang perawat dengan metode Double Check. 4. Sampah kemoterapi harus di buang ke tempat sampah khusus yang di gunakan untuk membuang sampah kemoterapi C. Desain Area Kerja (Designated Work Area) Desain tempat seharusnya seperti di lab sehingga pengelolaan obat (dari mulai penyiapan hingga pemberian) dapat ditangani dengan baik. Seluruh persiapan obat harus dilakukan didalam ruang khusus seperti fume hood atau biosafety cabinet. Penggunaan plastic-backed

absorbent sekali pakai yang dimasukan kedalam pakaian digunakan untuk melindungi permukaaan tubuh pekerja dari kontaminasi obat.

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 65

Antara fume hood dan biosafety cabinet harus memiliki tanda seperti setiker yang menunjukan alat tersebut telah sertifikasi dalam 12 bulan terakhir (layak pakai). D. Alat Pelindung Diri (Personal Protective Equipment)

1) Selalu menggunakan sarung tangan nitrile rangkap (double), atau sarung tangan yang khusus di disain untuk kemoterapi, ketika menangani (menyiapkan atau memberikan) agent kemoterapeutik. Sarung tangan tebal, panjang yang menutup bagian lengan gaun, di rekomendasikan. Pastikan sarung tangan tidak tertusuk, terobek atau terpotong. Sarung tangan harus harus dibuang setiap kali penggunaan, ketika penyiapan agent kemoterapeutik atau kontaminasi dengan produk (agent kemoterapeutik). 2) Alat pelindung lain seperti kaca mata pelindung (protective eye goggles), penggunaan gaun panjang (long-sleeved smock) sekali pakai, harus digunakan untuk memaksimal keamanan (maximum safety). Hanya menggunakan spuit dengan jarun yang dapat ditarik kembali (retractable needles) 3) Ketika terjadi percikan, semburan, atau semprotan bertekanan tinggi (aerosol), facesheilds (pelindung wajah) digunakan untuk mencegah kontak dengan mata, mulut, dan hidung. E. Keamanan Peraktek kerja (Safe Work Practices) a. Pelaksanaan pemberian dan penyiapan obat harus dan wajib di area yang telah di diasin khusus untuk pelaksanaan kemoterapi. Pastikan telah memperhatikan label obat, nama dan kandungan serta label peringatan khusus seperti Toxic, Special Handling Required (racun, di butuhkan penanganan khusus) b. Hanya menggunakan suntikan dengan jarum yang dapat ditarik kembali dan letakan pada bak injeksi. c. Kehati-hatian dibutuhkan pada saat obat dalam bentuk ampul dengan bahan obat kering harus secara perlahan diketuk terlebih dahulu ke bawah. F. Pembuangan (Disposal) Sampah kemoterpeutik meliputi vial kosong, labu cairan, selang kateter IV, jarum, alat suntik, sarung tangan, dan barang-barang lain yang mengandung residu (sisa) obat. Dan semuanya di buang ketempat sampah khusus untuk kemoterapi.

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 66

G.

Terpapar Obat (Spills/Accidental Exposure)

Laporkan semua kecelakaan pada petugas khusus rumah sakit. Berikan perhatian khusus pada setiap kecelakaan akibat kontak dengan obat di bagian mata, terhirup (ingestion), atau termakan (inhalation). accidental spill kecelakaan akibat terkena tumpahan obat kemoterapiharus ditangani secara tepat dan hati-hati. Buang baju yang terkontaminasi tumpahan obat. Jika kulit yang terkontaminasi tumpahan obat, cuci secara menyeruluh dengan sabun dan air. Jika mata terkena percikan obat bilas mata terus menerus selam 15 menit dan hubungi petugas khusus rumah sakit yang menangani kecelakaan kerja. H. Membersihkan Tumpahan Obat 1) Membersihkan tumpahan obat yang volumenya < dari 5 ml : a. a) jika cair (Liquids) harus dibersihkan menggunakan kasa penyerap

kering. Jika bentuknya padat (solids) harus diusap menggunakan kasa penyerap yang basah. Lalu dekontaminasi area menggunakan cairan khusus obat kemoterapeutik misalnya sodium carbonate selama 30 menit atau methanolic potassium hydroxide (30% 1N KOH and 70% methanol) selama 5 menit. b. b) Perhatian : KOH bersifat korosif sehingga pelindung mata dan

sarung tangan yang resisten terhadapbahan kimia c. c) Anggap barang atau material yang telah terkontaminasi obat/ kasa

yang digunakan tadi sebagai material berbahaya karena telah kontak dengan obat kemoterapi. d. d) Area yang terkena percikan atau tumpahan harus dibersihkan

sebanyak tiga kali menggunakan cairan diterjen. e. Setiap pecahan gelas (bila vial obat pecah) harus diambil menggunakan skop kecil jangan menggunakan tangan dan buang di tempat khusus untuk obat kemoterapi. 2) Membersihkan tumpahan obat yang volumenya > 5 ml a. Ketika tumpahan luas atau yang banyak terjadi area harus diisolasi dan percikan harus dihindari. b. Semua anggota yang bertanggung jawab menumpahkan obat harus menggunakan gaun sekali pakai (disposable gowns), sarung tangan

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 67

nitrile rangkap dua (double nitrile gloves), alat bantu nafas bila obat dalam kondisi bubuk dan untuk mencegah inhalasi. c. Hubungi bagian khusus rumah sakit, untuk penanganan dan pembersihan tumpahan obat dengan alat khusus d. Tutup area tumpahan dengan kasa penyerap khusus, jika obat dalam kondisi serbuk tutup menggunakan kasa basah. e. Jika jumlah obat yang tumpah banyak (1 vial tumpah seluruhnya) masukkkan barang atau material yang terkontaminasi ke

dalam biosafety cabinet atau fume hood dan bagian seluruh ruangan perlu di dekontaminasi. I. PROSEDUR Aksi A. Point yang ditekankan Tindakan awal pada pemberian kemoterapi a. Intruksi pemberian obat

meliputi rute pemberian obat, dosis, kecepatan tetes infus, durasi

pemberian obat. 1. obat Cek kembali intruksi pemberian b. Verifikasi kembali tinggi badan

klien, berat badan, dan perhitungan dosis, c. Pemberian obat kemoterapi

harus di verifikasi oleh dua orang perawat 2. a. b. Penjelasan kepada keluarga: Rasional tindakan kemoterapi Efek samping yang mungkin

muncul c. Tindakan untuk mencegah atau

mengurangi komplikasi d. 3. Jadwal pemberian Monitoring hasil lab yang penting Laporkan hasil lab yang tidak normal

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 68

yang berhubungan atau sesuai dengan kepada dokter atau perawat utama. jenis pemberian obat kemoterapi 4. Atur atau siapkan peralatan

suction, oksigen dengan flowmeter, dan nasal kanul di ruang pasien

Obat-obatan emergensi harus tersedia di laci emergensi untuk jaga-jaga

Obat-obatan 5. Berikan obat-obatan

pre-kemoterapi

pre- diberikan awal untuk mengurangi efek samping dari kemoterapi atau efek yang tidak diinginkan

kemoterapi sesuai indikasi dokter

6.

Pastikan pasien telah menerima Beberapa

obat

kemoterapi cairan

hidrasi Intravena yang sesuai, jika membutuhkan diindikasikan dokter 7. Cek label pada alat suntik, botol

pemberian

dahulu sebelum pemberian

obat kemoterapi sesuai yg diresepkan Perawat harus mencek kembali (di dokter samping tempat tidur): a. b. c. d. e. f. g. h. Nama pasien Obat kemoterapi Dosis Rute Cairan Intra Vena Kecepatan infuse Tanggal pemasangan infus Kadaluarsa obat

A. 1. 2.

PERSIAPAN KEMOTERAPI Cuci tangan Gunakan APD (sarung tangan

nitrile rangkap 2, google (kacamata), gaun panjang khusus, masker,

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 69

pelindung

wajah,

dll)

sebelum

membuka obat kemoterapi 3. Seluruh persiapan obat harus didalam ruang khusus

dilakukan

seperti fume cabinet. B. Aksi 1. Cuci tangan

hood atau biosafety

PEMBERIAN KEMOTERAPI Point yang ditekankan

a. aman

Sarung tangan nitrile telah di tes digunakan saat melakukan pemberian

tindakan 2. Gunakan sarung Tangan nitrile obataantineoplastik b. Buang Alat

rangkap dua.

Pelindung

Diri

sekali pakai di tempat pembuangan sampah yang dirancang khusus untuk kemoterapi 3. Verifikasi kembali rute

pemberian obat kemoterapi (apakah melalui Central line) setiap obat kemoterapi yang diberikan Pasang obat, dan gantungkan harus melalui jalur infus yang berbeda obat, lalu atur tetes obat sesuai intruksi untuk masing-masing obat, kecuali 4. dokter. jika di intruksikan dokter. line atau peripheral

Monitoring 5.

efek

samping

Observasi kondisi klien sesuai kemnoterapi, keefektifan obat pre kemoterapi, hidrasi pasien,dan

intruksi dokter

keamanan pasien. 6. Bila pemberian obat telah selesai kantong/botol obat, selang

buang

M a k a l a h P e r s e p s i S e n s o r i k e l 4 R e t i n o b l a s t o m a | 70

infuse ke tempat sampah khusus kemoterapi. 7. Beritahukan segera kepada

dokter jika klien mengalami: a) b) c) d) e) Kegelisahan Nafas pendek Nyeri dada Mati rasa Dan efek samping pontesial yang

mungkin muncul dari pemberian obat kemoterapi.

BAB III KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA