Anda di halaman 1dari 27

Judul : KOMBINASI PEMBATASAN PAKAN PADA SIANG HARI DAN LAMA PENCAHAYAAN PADA MALAM HARI TERHADAP AYAM

BROILER DI DATARAN RENDAH TROPIS

PENDAHULUAN Latar Belatang Peningkatan informasi kesehatan kepada masyarakat memberikan dampak kewaspadaan masyarakat dalam menjaga kesehatan. Salah satunya adalah kewaspadaan masyarakat dalam mengkonsumsi bahan pangan yang banyak mengandung lemak. Hal ini dikarenakan dengan meningkatnya kandungan lemak yang dikonsumsi dapat menyebabkan penyakit jantung dan darah tinggi. Oleh karena itu diperlukan metode untuk menghasilkan produk ternak yang berkualitas (khususnya broiler rendah lemak). Broiler yang diternakkan pada lingkungan dataran rendah tropis yang bersuhu tinggi terutama di siang hari seperti di Indonesia berdampak negatif terhadap kualitas bobot badan. arena saat suhu tinggi broiler mengurangi peningkatan produksi panas konsumsi pakan dalam rangka men!egah

metabolisme yang berakibat penambahan berat badan harian (PBBH) dan bobot badan (BB) yang diperoleh menjadi rendah ("heng et. al., #$$%). Hal ini tentu akan merugikan pendapatan para peternak. &itambahkan oleh usnadi ('(()) bahwa suhu tinggi berkisar '*+" hingga ,-+" dapat meningkatkan nilai ."/ hingga '0'(. &alam penelitian Okere et. al. ('((1) dijelaskan bahwa penekanan iklim panas (suhu ,1+" dan kelembaban relatif '*2) terhadap ' jenis broiler menghasilkan kematian ayam berbulu lebat dan berbulu jarang masing3masing sebanyak -'2 dan '2. Hal ini terjadi karena bulu broiler menghambat termoregulasi tubuh di iklim panas. Suhu sangat berpengaruh terhadap penurunan total protein tubuh dan peningkatan total lemak tubuh terutama ketika suhu lingkungan mulai meningkat dari ')0% hingga ,'0'o". Hal ini terjadi dikarenakan protein yang dikonsumsi dapat menyebabkan produksi panas tubuh (&aghir0 '((1) sehingga broiler yang

ditempatkan pada suhu lingkungan tinggi se!ara konsisten menolak pakan berprotein tinggi (4'#0#2) ("heng et. al.0 #$$%). 5pabila penolakan konsumsi protein terjadi terus menerus dan karbohidrat banyak terkonsumi maka akan terjadi penggemukan broiler oleh lemak namun kurang massa otot tubuh. Penurunan performa broiler pada suhu lingkungn tinggi se!ara fisiologis juga dapat dijelaskan antara lain karena rendahnya sekresi hormon tiroid0 menurunnya kandungan hemoglobin dan hematokrit darah serta meningkatnya pengeluaran beberapa mineral dan beberapa asam amino dari dalam tubuh ( usnadi et. al., '(()). Hormon tiroid dikenal sebagai modulator penting yang mengatur proses tumbuh3kembang terutama sintesa protein tubuh (6urray et. al.0 #$$%). Oleh karenanya bila kerja hormon tiroid tidak normal maka sintesa protein tubuh berkurang sehingga protein yang dikonsumsi akan dioksidasi menjadi glukosa. 7ika glukosa berlebih maka akan disimpan dalam bentuk glikogen di hati dan otot. Bila tidak !ukup ditampung dalam bentuk glikogen maka glukosa akan diubah dalam bentuk lemak (6oreng dan 58ens0 #$1*). &ampak buruk pemberian pakan pada suhu lingkungan yang tinggi di siang hari perlu diatasi. Salahsatunya adalah membatasi pemberian pakan di siang hari dan mengoptimalkan pemberian pakan pada malam hari yang memiliki suhu lingkungan lebih sejuk dan dingin. Suhu yang sejuk akan memberikan rasa nyaman terhadap broiler untuk mengkonsumsi pakan dengan lahap. &i sisi lain0 dengan pemberian pakan pada suhu lingkungan yang sejuk (kurang '3,o" dari normal) se!ara nyata akan meningkatkan bobot badan0 memperbaiki ."/0 mengurangi mortalitas #.-#2 dibanding yang bersuhu normal (Skomoru!ha dan Herbut0 '(()). &itambahkan oleh .ilho et. al. ('((*) dan "heng et. al. (#$$%) bahwa makin menurunnya suhu lingkungan hingga derajat tertentu maka akan turut menurunkan lemak tubuh dan meningkatkan deposisi protein tubuh broiler. Pemberian pakan pada broiler di malam hari yang gelap perlu diberikan !ahaya. Hal ini dikarenakan broiler selalu membutuhkan !ahaya dalam akti8itas hidupnya. Pen!ahayaan bermanfaat untuk perbaikan ."/0 peningkatkan pertambahan bobot badan0 peningkatkan reaksi imunitas0 menekan kasus kelumpuhan0 kematian mendadak (spiking mortality syndrome) maupun kasus3

kasus lain (Prayitno0 '((-). &alam sebuah penelitian diterangkan bahwa broiler yang dipelihara ( hingga -' hari dengan lama pen!ahayaan konstan 1 jam9hari dan 1 transfer #) jam9hari (di umur '#3-' hari) menghasilkan bobot badan dan ."/ yang lebih baik dibandingkan konstan #) jam9hari (:ewis et. al., '((1). &iterangkan lebih lanjut oleh :ewis et. al. ('((1) bahwa mortalitas rendah dengan lama pen!ahayaan #) jam9hari dibanding 1 jam9hari pada umur '' sampai ,* hari. Berbagai jenis lama pen!ahayaan memberikan manfaat yang berbeda. Oleh karena itu0 lama pen!ahayaan yang diberikan harus ditentukan sehingga produkti8itas broiler bisa optimal. Pembatasan pakan pada siang hari dan pengaturan lama pen!ahayaan se!ara terpisah memiliki keunggulan masing3masing. 5pabila dua metode ini dikombinasikan bersama diharapkan mampu meningkatkan produkti8itas broiler. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian lebih lanjut untuk menentukan metode kombinasi yang tepat. Tu uan Penel!t!an ;ujuan dari penelitian ini adalah menentukan kombinasi pembatasan pakan pada siang hari dan lama pen!ahayaan pada malam hari pada ayam broiler di dataran rendah tropis yang tepat untuk mendapatkan konsumsi pakan0 bobot badan0 ."/0 mortalitas0 total lemak tubuh dan total protein tubuh yang baik pada broiler yang dipelihara di dataran rendah tropis. Man"aat Penel!t!an &iharapkan dari penelitian ini dapat diperoleh kombinasi pembatasan pakan dan lama pen!ahayaan yang tepat untuk meningkatan performans broiler0 mengurangi pemborosan pakan terutama pemborosan protein pakan yang mahal0 dapat dijadikan referensi dalam manajemen broiler yang mudah diterapkan kepada peternak di dataran rendah tropis0 dan sebagai bahan rujukan untuk penelitian3 penelitian selanjutnya.

Kerang#a P!#!r Broiler merupakan ayam pedaging komersial yang sengaja dibentuk untuk berproduksi dalam waktu singkat. Pemberian pakan ad libitum akan memper!epat peningkatan berat badan. &alam Standar Operasional Prosedur (SOP) "7 .eed Indonesia ('((%) diterangkan bahwa pemberian pakan dilakukan sesering mungkin dengan jumlah sedikit3sedikit. ;erkadang dalam peternakan rakyat pemberian pakan lebih banyak dilakukan saat pagi hingga sore hari dibandingkan malam hari. Sebagai !ontoh adalah hasil sur8ey <o8a ('((1) pada peternak di Bandar :ampung yang terlihat bahwa rata3rata persentase pemberian ransum pada siang hari sebesar )(0()2 dan malam hari sebesar ,$0$-2. Hal ini bisa disebabkan oleh operasional pekerja yang biasa mengutamakan kegiatan perkandangan di siang hari yang terang. Suhu lingkungan di dataran rendah tropis Indonesia seperti ota Semarang pada siang hari mulai menanjak pada jam (%.(( dan men!apai angka tertinggi pada jam #,.((. Suhu masih ter!atat tinggi pada jam #*.(( dan selanjutnya terus mengalami penurunan hingga jam #1.(( (;auhid0 '((1). =stimasi .luktuasi Suhu >dara di ota Semarang se!ara lengkap di ?ambar '.

?ambar #. =stimasi .luktuasi Suhu >dara (o") Pemberian pakan pada siang hari (pada saat terik matahari antara jam ##.((

hingga jam #*.(() yang bersuhu tinggi se!ara langsung dapat berpengaruh terhadap kondisi tubuh broiler. &ampaknya antara lain peningkatan panas tubuh akibat akti8itas pen!ernaan pakan dan metabolisme bertambah dengan adanya !ekaman panas dari luar. Peningkatan panas tubuh akibat akti8itas pen!ernaan terjadi karena sebagian besar pakan broiler terdiri dari protein yang menyebabkan peningkatan produksi panas yang lebih tinggi dibandingkan karbohidrat dan lemak (&aghir0 '((1). Broiler yang terkena !ekaman panas akan mengurangi konsumsi pakan sehingga dapat terjadi defisiensi beberapa nutrien yang mengakibatkan pertumbuhnnya kurang baik (6or@ki0 '((1). Perubahan suhu (misal dari malam yang sejuk ke siang yang panas) dapat mempengaruhi kompleks hormon reseptor (seperti pada hormon tiroid ;, dan ;-) dalam reaksi akti8asinya sehingga bila broiler terkena panas maka akan menyebabkan penurunan metabolisme normal dan akti8itas fisik. 5kibatnya terjadi penurunan ;, (triiodothironine) sebagai hormon sintesa protein tubuh dan meningkatnya plasmatik kortikosteron sehingga deposisi lemak meningkat (/osa et. al.0 '((%) dan deposisi protein menurun ("heng et. al.0 #$$%). Broiler yang terkena !ekaman panas membutuhkan banyak energi untuk mengeluarkan panas tersebut. 5kibatnya kandungan hormon kortikosteron meningkat guna merangsang terjadinya perombakan (katabolisme) protein tubuh sebagai usaha penyediaan glukosa darah melalui sistem glukoneogenesis sehingga terjadi penurunan pertumbuhan ( usnadi0 '(($). etika suhu tubuh broiler kembali nyaman maka glukoneogenesis akan berhenti. ?lukosa yang berlebih dalam darah akan mengalami ikatan rantai panjang membentuk glikogen yang disimpan di hati dan otot. 5pabila daya tampung tidak men!ukupi maka akan disimpan dalam bentuk lemak (6oreng dan 58ens0 #$1*). Hal inilah yang mengakibatkan jumlah lemak broiler meningkat ketika terkena panas. Broiler yang terkena !ekaman akan melakukan pengurangan panas melalui sistem respirasi berupa panting yang dipergunakan untuk menurunkan panas organ internal dan otot tubuh broiler (6oreng dan 58ens0 #$1*). Panting dapat memper!epat pengeluaran kelebihan panas dalam tubuh melalui e8aporasi uap air dari kantong udara. Bila panas tubuh terus3menerus berlanjut maka broiler akan

mengurangi konsumsi pakan dan meningkatkan konsumsi air minum guna mengurangi !ekaman panas tersebut. 5kibatnya fe!es yang dihasilkan basah dan lunak9en!er dan daya tahan tubuh mengalami penurunan yang pada akhirnya akan membawa broiler pada mortalitas. ?una menghasilkan pertumbuhan yang optimal dan daging broiler rendah lemak maka pemberian pakan di saat terik matahari perlu dibatasi dan banyak diberikan pada malam hari. arena suhu pada malam hari lebih sejuk dan nyaman untuk broiler. usnadi ('(($) menjelaskan kenyamanan akan merangsang pusat lapar yang berada di hipotalamus sementara pusat haus dihambat. ;SH ( Thyroid Stimulating Hormone) di hipotalamus juga ikut dirangsang sehingga kelenjar tiroid akan meningkatkan sekresi hormon tiroid baik triiodotironin (;,) maupun tiroksin (;-). Hal ini akan meningkatkan konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan. /ata3rata suhu tubuh unggas (gallus gallus) adalah -#0*o" (Sturkie0 '(((). Suhu lingkungan yang nyaman bagi broiler di hari pertama0 minggu pertama kedua0 ketiga0 dan keempat adalah ,'3,-o"0 ,(o"0 ')o"0 ''o" dan '(o" (PoultryHub0 '(##). ebutuhan suhu nyaman broiler tersebut perlu dibandingkan ota Semarang untuk mengetahui ketidaksesuaian suhu dengan keadaan suhu di

yang tidak diharapkan. "ara mengetahui ketidaksesuaian adalah dengan melihat suhu lingkungan tertinggi pada siang hari yang dibandingkan dengan kebutuhan suhu nyaman broiler. etika suhu yang tersedia jauh berbeda dengan yang dibutuhkan maka pembatasan pakan mulai diterapkan. Suhu lingkungan mulai lebih tinggi dari kebutuhan suhu broiler pada jam $ di minggu kedua sehingga pembatasan pakan mulai dilakukan. Suhu lingkungan kembali sesuai dengan kebutuhan suhu broiler pada jam #*.(( namun pembatasan pakan akan diakhiri hingga pukul #1.((. Hal ini dilakukan karena ayam yang mengalami !ekaman panas masih mengalami peningkatan suhu tubuh hingga ' dan - jam (Sugito et. al., '((%). Oleh karena itu0 pembatasan pakan di siang hari dimulai dari pukul $ hingga #1.(( dari broiler berusia 1 hingga ,* hari. Pemberian pakan pada malam hari memerlukan !ahaya. "ahaya dibutuhkan dalam akti8itas unggas. 5pabila pen!ahayaan yang diberikan kurang memadai

atau gelap maka ayam tidak dapat memakan pakan yang diberikan (5ppleby et. al.0 '((-). :ama pen!ahayaan memiliki dampak penting terhadap tingkat pertumbuhan. etika broiler mendapat lama pen!ahayaan '( jam9hari dari umur ( hingga ,#9,' hari menghasilkan konsumsi pakan dan bobot badan tertinggi dibandingkan #-0 #% dan ', jam9hari. Perbaikan ."/ terjadi ketika broiler diberi #- jam. Peningkatan ."/ tidak dipengaruhi perbedaan berat badan tetapi dimungkinkan karena kebutuhan hidup pokok berkurang seiring proses metabolisme yang lebih rendah selama gelap. 6ortalitas terendah terjadi ketika !ahaya diberi selama #% jam9hari. Berbagai jenis lama pen!ahayaan yang diberikan dari umur ( hingga ,#9,' hari tidak berpengaruh terhadap berat karkas namun berat karkas meningkat bila umur panen diperpanjang hingga (,19,$ dan -19-$ hari) (:ardner dan "lassen0 '(#(). Hasil dari penjelasan di atas memberikan gambaran bahwa makin pendek pemberian !ahaya (#- jam) maka broiler menghasilkan ."/ yang lebih baik. 5kan tetapi ketika broiler di siang hari mengalami pembatasan pakan maka lama pen!ahayaan di malam hari perlu ditambah. arena broiler pada malam hari membutuhkan asupan nutrien yang banyak guna mengoptimalkan pertumbuhan sebagai kompensasi dari pertumbuhan yang rendah saat siang hari. <amun apabila lama pen!ahayaan diberikan terlalu panjang maka unggas akan banyak bergerak dan waktu istirahat berkurang sehingga dapat berdampak penurunan pertumbuhan dan menurunnya imunitas. Oleh karena itu lama pen!ahayaan perlu dikaji. &iharapkan dengan penggabungan dua metode tersebut maka broiler dapat mengkonsumsi pakan dengan baik sehingga dapat memaksimalkan pertumbuhan0 men!egah terjadinya ketidakefisienan penggunaan pakan0 men!egah terjadi stres0 mengurangi peningkatan panas tubuh sehingga produksi lemak dapat di!egah dan menurunkan mortalitas. H!$%te&!& Penel!t!an Hipotesis yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah pembatasan pakan dari jam $.(( hingga jam #1.(( dari umur 1 hingga ,* hari dikombinasikan dengan lama pen!ahayaan di malam hari mampu meningkatkan konsumsi pakan0

bobot badan0 ."/0 total protein tubuh0 menurunkan lemak tubuh0 lemak abdominal dan mortalitas broiler. TINJAUAN PUSTAKA A'a( Br%!ler 5yam peliharaan dimulai dari ayam hutan yang mengalami proses domestikasi (penjinakan). &ua teori yang mengenai domestikasi yaitu teori monophyleti! dan teori polyphyleti!. ;eori monophyleti! yaitu ayam peneliharaan berasal dari ayam hutan yang saat ini masih ada yaitu Gallus gallus yng banyak terdapat di hutan 5sia ;enggara. ;eori polyphyleti! mengemukakan bahwa ayam peliharaan berasal dari empat jenis ayam liar yaitu ayam hutan merah ( Gallus gallus)0 ayam hutan Sri :angka (Gallus lafayetti)0 ayam hutan abu3abu atu ayam Sonnerat (Gallus sonneratti) dan ayam hutan jawa (Gallus varius) (Suprijatna0 '((*A Billiamson dan Payne0 #$$,). Berdasarkan tujuan pemeliharaan atau biasa disebut tipe ayam dapat dikelompokkan menjadi tipe petelur0 pedaging dan medium atau dwiguna (Suprijatna0 '((*). &isebagian besar negara3negara tropik industry ayam pedaging atau yang biasa disebut broiler telah berkembang sangat !epat. 5yam broiler adalah ayam tipe daging yang telah dikembangbiakkan se!ara khusus untuk pemasaran umur dini (Billiamson dan Payne0 #$$,).

Ilustrasi '. 5yam broiler.

5yam pedaging memiliki karakteristik tenang0 bentuk tubuh besar0 pertumbuhan tubuh !epat0 bulu merapat ke tubuh0 kulit putih dan produksi telur rendah. 5yam ras pedaging adalah ayam dari luar negeri yang bersifat unggul sesuai dengan tujuan pemeliharaan (pedaging) karena telah mengalami perbaikan mutu genetis (Suprijatna0 '((*). <utrisi merupakan bagian dari proses untuk mendapatkan pertumbuhan yang !epat pada broiler (5ppleby et. al., '((-). Ba)an Pa#an Bahan pakan adalah segala sesuatu yang dapat dimakan oleh ternak baik seluruhnya atau sebagian dengan tidak mengganggu kesehatan ternak yang bersangkutan. Bahan pakan ini dapat berupa butiran (jagung0 sorghum0 beras0 kedelai)0 hijauan (kangkung0 daun lamtoro0 turi0 rumput3rumputan)0 sisa industri pengolahan (ampas ke!ap0 ampas tahu0 bungkil dedak) (Bahju0 #$$'). 6akanan untuk ternak unggas terdiri dari bahan organik dan anorganik yang diberikan sebagian atau seluruhnya dan dapat di!erna tanpa mengganggu kesehatan ternak (;illman et al.0 #$$1). /ansum broiler harus mengandung energi metabolisme0 asam3asam amino0 8itamin dan mineral. =nergi metabolisme merupakan karakteristik ransum pakan yang menyediakan nutrisi ter!erna yang dapat dimanfaatkan unggas (6oreng dan 58ens0 #$1*). =nergi bersih yang tersimpan dalam jaringan unggas sama dengan perbedaan antara asupan energi dan kehilangan energi (&aghir0 '((1). Pemberian pakan akhir periode yang rendah energi (#'0' 679kg) akan menghasilkan berat hidup ayam dengan lebih ringan dibanding pemberian #,0- 679kg =6 (Bartos0 '((,). 6enurut 6oreng dan 58ens (#$1*) diterangkan bahwa unggas dalam hidupnya membutuhkan protein dalam bentuk #$ asam amino dimana #, merupakan asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi dari tubuh sehingga harus disediakan oleh ransum. 6aka daripada itu0 menurut Suprijatna ('((*) meskipun protein pakan sesuai kebutuhan tetapi jika terjadi defisiensi asam amino esensial maka dapat berdampak pada efisiensi penggunaan protein untuk pembentukan jaringan tubuh atau telur menurun.

Protein yang masuk ke dalam tubuh ayam harus dipe!ah menjadi asam3 asam amino terlebih dahulu sebelum diserap oleh tubuh. Proses ini banyak membutuhkan energi. 6akin tinggi jumlah protein yang diberikan maka jumlah =6 yang dibutuhkan makin banyak. 6enurut Suprijatna ('((*) dijelaskan bahwa saat pertubuhan !epat (kebutuhan protein tinggi) maka imbangan energi3protein menjadi sempit. 5rtinya0 energi yang tinggi harus diimbangi dengan protein yang tinggi pula. Pada saat laju pertumbuhan menurun maka imbangan protein akan menjadi luas. 5rtinya kandungan protein dalam pakan dikurangi. Hal ini berlaku juga pada saat periode produksi dimana pakan digunakan dengan imbangan energi3protein yang sempit dan pada saat laju produksi menurun maka digunakan imbangan energi3protein yang luas. &alam penelitian Steiner et. al. ('((1) diterangkan bahwa onsumsi pakan akan !enderung turun dengan meningkatnya protein kasar dan 6=. Oleh karena itu0 jumlah =6 dan protein atau asam amino harus diperhitungkan dengan baik. Bentuk pakan juga berpengaruh terhadap produkti8itas. &alam penelitian =brahimi et al. ('(#() diketahui bahwa efek dari penggunaan ransum !ukup baik untuk ransum pellet dibandingkan !rumble dan !ampuran !rumble dan pellet namun ukuran partikel pakan ini tidak berpengaruh signifikan. &alam penelitian Sihag dan Berwal ('((1) dijelaskan bahwa ."/ lebih tinggi pada ransum berukuran * mm dibandingkan dengan yang lain ' mm0 , mm0 - mm0 dan ) mm. 6enurut Steiner et. al. ('((1) dijelaskan bahwa kon8ersi pakan menurun dengan meningkatnya protein kasar dan energi. '((,). Pr%te!n Tu*u) Protein merupakan gabungan asam3asam amino melalui ikatan peptida0 yaitu suatu ikatan antara gugus amino (<H') dari suatu asam amino dengan gugus karboksil dari asam amino yang lain0 dengan membebaskan satu molekul air (H'O). Protein dibentuk dari '' jenis ma!am asam amino0 tetapi dari ke '' jenis asam amino tersebut yang berfungsi sebagai penyusun utama protein hanya '( on8ersi pakan ayam ditingkatkan ketika makanan berenergi tinggi finisher diberi makan (Bartos0

ma!am. &ari '( ma!am asam amino tersebut ternyata ada sebagian yang dapat disintesis dalam tubuh ternak0 sedangkan sebagian lainnya tidak dapat disintesis dalam tubuh unggas sehingga harus didapatkan dari pakan. 5sam amino yang harus ada atau harus didapatkan dari pakan disebut asam amino esensial (dietary essential amino acid) (Bidodo0 '(#(). ;erjadi ratio penuruanan efisiensi protein pada broiler akibat suhu yang panas ketika suhu mulai lebih tinggi dari '#3',01 o" pada umur ,3% hari (&irain0 dan Baldroup0 '(('). ;otal protein tubuh tertinggi pada suhu ',01o" menjadi -*0$2 B -*0%2 B ("heng et. al., #$$%). Le(a# Tu*u) :emak adalah kelompok senyawa heterogen yang masih berkaitan0 baik se!ara aktual maupun potensial dengan asam lemak. :ipid mempunyai sifat umum yang relatif tidak larut dalam air dan larut dalam pelarut non polar seperti eter0 kloroform dan benCena. &alam tubuh0 lemak berfungsi sebagai sumber energi yang efisien se!ara langsung dan se!ara potensial bila disimpan dalam jaringan adipose (Bidodo0 '(#(). /usdiana ('((-) menjelaskan bahwa asam lemak memiliki empat peranan utama. Pertama0 asam lemak merupakan unit penyusun fosfolipid dan glikolipid. 6olekul3molekul amfipatik ini merupakan komponen penting bagi membran biologi. lokasi3lokasinya pada membran . edua0 banyak protein dimodifikasi oleh ikatan ko8alen asam lemak0 yang menempatkan protein3protein tersebut ke etiga0 asam lemak merupakan molekul bahan bakar. 5sam lemak disimpan dalam bentuk triasilgliserol0 yang merupakan ester gliserol yang tidak bermuatan. ;riasilgliserol disebut juga lemak netral atau trigliserida. intrasel. ;riasilgliserol merupakan !adangan energi yang sangat besar karena dalam bentuk tereduksi dan bentuk anhidrat. Oksidasi sempurna asam lemak menghasilkan energi sebesar $ kkal9g dibandingkan karbohidrat dan protein yang menghasilkan energi sebesar - kkal9g. Ini disebabkan karena asam lemak jauh lebih tereduksi. :agi pula triasilgliserol sangat non polar sehingga tersimpan eempat0 deri8at asam lemak berperan sebagai hormon dan !akra dan turun ketika suhu ')0)o" menjadi

dalam keadaan anhidrat0 sedangkan protein dan karbohidrat jauh lebih polar0 sehingga bersifat terhidratasi. Satu gram glikogen kering akan mengikat sekitar dua gram air maka satu gram lemak anhidrat menyimpan energi enam kali lebih banyak dari pada energi yang dapat disimpan oleh satu gram glikogen yang terhidratasi. Ini menyebabkan bahwa triasilgliserol dijadikan simpanan energi yang lebih utama dibanding glikogen. Sel adipose dikhususkan untuk sintesis dan penyimpanan triasilgliserol serta untuk mobilisasi triasilgliserol menjadi molekul bahan bakar yang akan dipindahkan ke jaringan lain oleh darah (/usdiana0 '((-). Suhu lingkungan yang panas akan menghasilkan lemak yang lebih tinggi dibanding suhu netral (.ilho et. al.0 '((*). :emak tubuh naik ketika suhu dibawah atau lebih tinggi dari ',0 1o" ("heng et. al.0 #$$%). andungan lemak perut meningkat dengan peningkatan tingkat energi (Bartos0 '((,). Peningkatan lemak abdominal sedikit dipengaruhi oleh penambahan asam amino terutama pada broiler yang berumur #3, minggu (DamaCaki et. al.0 '(()) yang terbentuk dari kelebihan protein pakan yang dikonsumsi sehingga protein pakan akan dioksidasi menjadi energi dan lemak (Suprijtna0 '((*). Pengurangan terjadinya peroksidasi lemak terutama asam lemak tidak jenuh pada membran sel melalui antanan yang mengandung antioksidan (seperti senyawa fenol dan 8itamin ") meningkatkan sintesis hormon ;,0 protein karkas dan mengurangi katabolisme protein yang banyakmenghasilkan panas. 6enurut "heng et. al. (#$$%) broiler terkena perlakuan suhu tinggi memiliki komposisi lemak yang lebih tinggi karena broiler menunjukkan sensiti8itas insulin meningkat0 memiliki kurang ;, dan ;-0 dan telah meningkatkankadar plasma !orti!osterone. dapat usnadi et. al. ('(()) menerangkan bahwa !ekaman panas juga terjadinya stres oksidatif dalam tubuh0 sehingga menyebabkan

menimbulkan mun!ulnya radikal bebas yang berlebihan. /adikal bebas dapat menimbulkan peroksidasi lemak membran0 sehingga radikal bebas tersebut dapat menyerang &<5 dan protein. Su)u

Homeotermik unggas dapat memelihara suhu tubuh yang berada di luar rentang normal. 5yam :eghorn betina putih memiliki rentang #o" hingga ,%o". 5pabila di bawah suhu tersebut kemungkinan tubuh ayam akan berusaha meningkatkan panas di bawah suhu tubuhnya (suhu tubuh ayam -' o") (8an kampen #$1# dalam 5ppleby et. al., '((-). >nggas yang kepanasan akan mengalihkan aliran darah ke jengger dan pial di kepala dan meningkatkan aliran darah ke kaki. >nggas akan membuat perubahan posisi seperti istirahat dengan sayap mengembang dan kaki terbentang menjauhi badan (stret!hing) untuk meningkatkan kon8eksi hilangnya panas. >nggas dalam sebuah kelompok akan berpen!ar untuk berusaha meningkatkan aliran udara di sekitar mereka dan untuk mengurangi pertambahan panas konduksi dan panas radiasi dari unggas yang lain. >nggas tidak mempunyai kelenjar keringat dan satu3satunya !ara adalah penguapan air melalui paru3paru dengan !ara panting (terengah3engah). >nggas juga akan menghindari istirahat pada sinar matahari langsung karena akan meningkatkan pertambahan panas radiasi (Prayitno. '((-). Eona netral pada ayam berkisar pada '(3,*o" (=smay0 #$%1 dalam 5ppleby et. al., '((-)0 di luar suhu ini tidak diperlukan se!ara langsung suhu buatan ke!uali pada suhu yang ekstrim. Suhu yang tinggi akan mengakibatkan konsumsi pakan menurun menjadi relatif sedikit sehingga untuk ayam3ayam yang dipelihara ditempat3tempat yang suhunya tinggi harus diberi ransum dengan kadar protein dan energi tinggi disertai dengan meningkatkan kadar Cat3Cat makanan lainnya0 8itamin dan mineral (Bahju0 #$$'). onsumsi pakan broiler yang berumur #(3,% hari pada suhu normal di daerah tropis ('*3,#(") sebesar ''%) gr dan suhu panas ('*3,*(") sebesar ''#(gr. /endahnya konsumsi ransum pada suhu panas tersebut merupakan usaha ayam untuk menekan kelebihan panas dalam tubuh karena suhu kandang yang tinggi ( usnadi0 =. '(()). Pada penelitian .ilho et. al.('((%) dijelaskan bahwa broiler pada suhu tinggi (,'o") memiliki konsumi pakan dan bobot badan yang lebih rendah (masing3masingF ')2 dan ,)2) dan ."/ yang lebih tinggi #)2 dibandingkan pada ''o" yang dikarenakan broiler men!egah produksi panas berlebih dengan menguarangi konsumsi pakan. &itambahkan juga0 penurunan

bobot badan tidak hanya dikarenakan kosnsumsi pakan yang rendah namun dampak langsung suhu lingkungan terhadap fisiologi dan metabolisme broiler. 5pabila ternak unggas yang dipelihara dalam kondisi sehat serta kandang dan lingkungan yang nyaman tetapi efisiensi penggunaan pakan buruk maka perlu dilakukan e8aluasi pakan yang digunakan (Suprijatna0 '((*). Pe(*ata&an $a#an Pembatasan pakan dapat dilakukan dengan berbagai !ara. Pembatasan pakan dilakukan pada awal dan tahap pertumbuhan0 atau akhir masa pertumbuhan (O!ak dan Si8ri0 '((%). Pembatasan pakan di awal pertumbuhan dapat menurunkan lemak tubuh pada broiler (Santoso et al.0 #$$,0 #$$*a0b). Se!ara signifikan pembatasan , jam (P) dan # jam diberi pakan (&) dari umur 1 hari hingga '1 hari berpengaruh memperbaiki ."/ dibanding *PF#&0 %PF#& dan ad libitum dimana imunitas terhadap <ew!astle &isease dan Infe!tious Bursal &isease di umur ,( hari lebih baik pada semua grup pembatasan pakan dibanding ad libitum (6ahmood et. al., '((%). Pembatasan pakan di akhir periode dapat meningkatan bobot relatif pada organ yang bisa dimakan0 menurunkan berat relatif lemak dan meningkatkan 8ariasi dalam penampilan hati (O!ak dan Si8ri0 '((%). Program pembatasan pakan juga dapat dilakukan dengan penarikan pakan selama ' hari9minggu yang menghasilkan efek yang sama pada tingkat pertumbuhan dan berat badan akhir pada pembatasan kuantitatif hingga %(2 atau 1*2 dari ad libitum (Benyi dan Hani0 #$$1). Pemberian pakan penuh ) hari dan puasa # hari se!ara periodik dapat menaikkan berat badan dan menurunkan kon8ersi bahan sedangkan pemberian pakan penuh , hari dan puasa # hari se!ara periodik dapat mengurangi komsumsi pakan. Ini berarti pemberian pakan terbatas se!ara periodi! dapat meningkatkan kualitas pada ayam pedaging (:enghorn) (&armawati0 '((*). La(a Pen+a)a'aan

:ingkup !ahaya yang berpengaruh terhadap fisiologis unggas yaitu photoperiod (lama pen!ahayaan)0 intensitas0 warna0 !ahaya berselang0 dan sumber !ahaya. Photoperiod adalah lama waktu terang dari pen!ahayaan alami (matahari). Photoperiod untuk akti8asi hormon yang ideal ##3#' jam. Intensitas adalah kekuatan !ahaya yang di berikan kepada unggas0 pada umumnya berkisar antara * 3'( luG. Sumber !ahaya adalah asal sinar yang dapat berasal dari alam dan buatan. "ahaya berselang (intermiten) adalah pengaturan !ahaya antara gelap dan terang (Prayitno0 '((-). ;ransfer lama pen!ahayaan dari 1 jam menjadi #) jam pada umur '' hari se!ara nyata menghasilkan bobot badan dan ."/ yang lebih baik dibandingkan lama pen!ahayaan konstan 1 jam dan #) jam (:ewis dan ?ous0 '((%). &alam penelitian (/ahimi0 et. al., '((*) dijelaskan bahwa intermiten #;F,? dari umur #(3-' hari mampu menghasil ."/ dan persentase lemak abdominal yang lebih baik dibandingkan dengan normal ',;F#? yaitu #0$(F'0(, untuk ."/ dan jantan #0)%A betina #011Fjantan #0,(Abetina #0), untuk lemak abdominal per bobot badan. Broiler dengan lama pen!ahayaan ) jam terang (;) dan #1 jam gelap (?) yang meningkat sebesar - jam ; per minggu dari minggu ke ' hingga * dan setelah itu ', ;F#? dipertahankan hingga umur -$ hari menghasilkan lemak abdominal #(2 lebih besar dibandingkan ',;F#? (<ew!ombea et. al.0 #$$'). &alam penelitian 5bbas et. al. ('((1) dijelaskan bahwa intermiten ';F'? meningkatkan performans dan fungsi imunitas dibandingkan dengan normal ',;F#? dan non3intermiten #';F#'?. :ama penyinaran ) jam per hari dapat digunakan sebagai alat untuk mengurangi lemak abdominal0 sindrom kematian mendadak dan peningkatan kualitas karkas broiler dimana pengurangan lemak bisa disebabkan pengurangan penumpukan lemak untuk hiperplasia tertunda atau hipertropi atau keduanya (Oyedeji dan 5tteh0 '((*) MATERI DAN METODE L%#a&! dan ,a#tu Penel!t!an

Penelitian ini dilaksanakan di :aboratorium Ilmu ;ernak >nggas 7urusan Produksi ;ernak >ni8ersitas &iponegoro Semarang0 dimulai pada bulan 5gustus hingga September '(##. Mater! Penel!t!an 6ateri penelitian yang dipergunakan adalah #'( ekor day old chicks (&O") "P %(%0 ransum fase starter (mengandung protein ''3'-2A lemak '0*2A serat kasar -2A alsium #2A Phospor (0%3(0$2A energi '1((3,*(( !al)0 ransum fase finisher (mengandungan protein #10#3'#0'2A lemak '0*2A serat kasar -0*2A kalsium #2A Phospor (0%3(0$2A energi '$((3,-(( ad libitum. andang didisain sesuai kebutuhan yaitu dengan membuat #1 pen yang masing3masing berukuran #0' m'. andang bertipe dinding terbuka dengan tirai sebagai alat bantu pengatur angin yang masuk3keluar dan setiap antarpen ditutup menggunakan triplek dengan tinggi # meter. Setiap pen diberikan lampu sebanyak '* watt ' buah. 5las lantai9litter harus dalam keadaan kering menggunakan !ampuran dari kulit padi9sekam dengan sedikit kapur dan pasir se!ukupnya0 atau hasi serutan kayu dengan tebal *3% !m. 7umlah tempat pakan dan minum adalah , per pen. 5lat3alat rutin termasuk alat kesehatan ayam seperti suntikan0 gunting operasi0 pisau potong operasi ke!il0 timbangan0 tali rafia dan karung. Met%de Penel!t!an Satuan per!obaan yang digunakan adalah ayam broiler yang dipelihara mulai umur # hari dimana perlakuan dimulai saat umur 1 hari. Penelitian menggunakan ran!angan a!ak lengkap (/5:) pola faktorial ' G , dengan * ulangan0 faktor pertama dan kedua adalah pembatasan pakan di siang hari dan lama pen!ahayaan di malam hari. /in!ian perlakuan sebagai berikut F 5#B# 5'B#
H

!al)0 minum diberikan se!ara

Pembatasan pakan -(2 siang dan )(2 malam I - 7am pen!ahayaan di malam hari. Pembatasan pakan )(2 siang dan -(2 malam I - 7am pen!ahayaan di malam hari.

5#B' 5'B' 5#B, 5'B,

Pembatasan malam hari. Pembatasan malam hari. Pembatasan malam hari. Pembatasan malam hari.

pakan -(2 siang dan )(2 malam I ) 7am pen!ahayaan di pakan )(2 siang dan -(2 malam I ) 7am pen!ahayaan di pakan -(2 siang dan )(2 malam I Intermiten ';F'? di pakan )(2 siang dan -(2 malam I Intermiten ';F'? di

Bagan #. &enah Penelitian /an!angan 5!ak :engkap 5'B,>' 5#B#>, 5'B'># 5'B'>' 5#B,>' 5'B#>* 5#B#>5'B#># 5#B,>, 5#B,># 5#B#>* 5#B'>, 5'B'>, 5'B#>, 5#B'>* 5'B,>* 5#B'>5'B'>5'B,># 5#B'>' 5'B#>' 5'B,>5#B,>* 5#B#># 5'B,>, 5'B'>* 5#B,>5'B#>5#B'># 5#B#>'

&alam rangka mengetahui performans broiler dan kualitas karkas maka dilakukan penelitian broiler normal se!ara terpisah. Penelitian dilakukan dengan pakan ad libitum di siang hari dan tanpa !ahaya di malam hari. Hasil yang diperoleh akan dibandingkan dengan hasil dari masing3masing kombinasi perlakuan. Pr%&edur Penel!t!an

&O" akan dipelihara dalam pen yang gambar denahnya dapat diliat pada bagan # sedangkan untuk penelitian se!ara normal akan dipelihara se!ara terpisah di luar lokasi tersebut. &ua hari sebelum &O" tiba0 hal3hal yang perlu dipersiapkan pada kandang yaitu kandang ayam dibersihkan dengan air bersih yang di!ampur pembunuh kuman kemudian dibiarkan beberapa saat dan tidak boleh dimasuki oleh sembarang orang. Semua peralatan0 tempat pakan0 dan tempat minum disterilkan. :iter dijemur dan disemprot dengan bahan pembunuh kuman atau defumigasi. :ampu yang telah disesuaikan sehingga menghasilkan suhu konstan bersuhu ,*(" atau $*(. dinyalakan '- jam sebelum &O" tiba. Sanitasi adalah berbagai kegiatan yang meliputi penjagaan dan pemeliharaan kebersihan kandang dan sekitarnya0 peralatan dan perlengkapan kandang0 pengelola kandang. :okasi sekitar kandang harus bersih dari semak3 semak yang kemungkinan dijadikan sebagai tempat persembunyian hewan liar. hewan liar tersebut dikhawatirkan bersifat !arrier (pembawa) wabah penyakit. Oleh karena itu0 setiap saat lingkungan sekitar kandang harus dibersihkan dari semak3semak. &O" yang baru tiba dari perusahaan penetasan ayam akan diberikan air gula dan diistirahatkan terlebih dahulu. ;ujuannya untuk memulihkan stamina tubuh broiler guna menghilangkan strss ketika dalam perjalanan. Setiap pen mendapatkan * ekor broiler. Pakan diberikan se!ara ad libitum hingga umur % hari dengan pen!ahayaan selama '- jam penuh. Pemberian pakan ketika broiler berumur 1 hari hingga ,* hari diberikan sesuai dengan setiap perlakuan. Pen!atatan awal yang dilakukan meliputi jumlah broiler pertama kali masuk dalam pen dan berat awal broiler. Pakan yang dikonsumsi dan mortalitas di!atat setiap hari dan diakumulasikan pada setiap akhir minggunya. Seminggu sekali dilakukan penimbangan broiler yang kemudian dipergunakan untuk menghitung kon8ersi pakan terjadi. Pen!egahan penyakit melalui sanitasi0 8aksinasi dan pemberian 8itamin dan desinfektan. Pemberian 8aksin <& Hit!hener B# se!ara tetes mata pada umur # hari dan 8aksinasi kedua melalui air minum umur #, hari dan pada umur ke3#$

diberikan 8aksin <&' :asota. Pen!egahan stress dilakukan dengan memberikan J8ita!hi!kK0 J8itabroK dan J8itastressK melalui air minum. Prosesing dilakukan pada ayam umur ,* hari0 diambil se!ara a!ak sebanyak ' ekor tiap ulangan0 sebelum dipotong ayam dipuasakan selama ) jam0 kemudian ditimbang bobot badannya. Pemotongan pada bagian arteri carotis, vena jugularis dan osophagus pada bagian dasar rahang0 dan trachea. Pen!abutan bulu dilakukan se!ara manual dengan men!elupkan pada air panas (**3)( (") selama L,*3-* detik. Setelah dipotong kaki dan kepalanya0 isi 8isera dikeluarkan dan karkas siap ditimbang untuk mendapatkan bobotnya. Anal!&!& Data &ata hasil penelitian diolah se!ara statistik dengan program S5S0 apabila ada pengaruh nyata (pM(0(*) antar perlakuan dilakukan uji wilayah ganda &un!an pada taraf *2 (Steel and ;orrie0 #$$,). 6odel matematis yang digunakan sebagai berikutF Dijk eterangan F Dijk N Oi Pj H <ilai pengamatan parameter pada perlakuan pembatasan ke3i0 lama pen!ahayaan ke3j dan ulangan ke3k H <ilai rataan umum H Pengaruh perlakuan pembatasan ke3i. H Pengaruh perlakuan lama pen!ahayaan. pen!ahayaan ke3j. Qijk H Pengaruh galat per!obaan se!ara a!ak perlakuan pembatasan pakan ke3i dan lama pen!ahayaan ke3j. Pembandingan setiap perlakuan dan pemeliharaan se!ara normal dilakukan menggunakan t test. H!$%te&!& Stat!&t!# H N I Oi I PjI (OP)ij I Qijk

(OP)ij H Pengaruh interaksi antara perlakuan pembatasan pakan ke3i dan lama

Pengaruh interaksi pembatasan pakan dan lama pen!ahayaan terhadap performans dan kualitas karkas ayam broilerF H( F H ( F H# F R ( F ;idak terdapat nteraksi pembatasan pakan di siang hari dan lama pen!ahayaan di malam hari terhadap produkti8itas ayam broiler. ;erdapat minimal satu interaksi pembatasan pakan di siang hari dan lama pen!ahayaan di malam hari terhadap produkti8itas ayam broiler. Bila . hitung M . tabel dengan O H (0(* maka H( diterima0 H# ditolak. Bila . hitung . tabel dengan O H (0(* dan maka H( ditolak0 H# diterima Pembandingan setiap perlakuan dan pemeliharaan normal terhadap performans dan kualitas karkas ayam broiler H( F H ( F H# F R ( F ;idak terdapat perbedaan produkti8itas ayam broiler di berbagai jenis pemeliharaan. ;erdapat minimal satu perbedaan produkti8itas ayam broiler di berbagai jenis pemeliharaan. Bila . hitung M . tabel dengan O H (0(* maka H( diterima0 H# ditolak. Bila . hitung . tabel dengan O H (0(* dan maka H( ditolak0 H# diterima Para(eter 'ang D!a(at!
1.

onsumsi pakan dihitung melalui jumlah pakan yang diberikan pada hari G dikurangi sisa yang ada pada tersebut pada suatu pen tertentu. Penghitungan konsumsi pakan dilakukan setiap hari dan akan diakumulasikan guna menghitung jumlah konsumsi pakan pada setiap minggunya.

2. Bobot badan broiler saat pertama masuk ditimbang untuk mengetahui berat

awal dan akan dilakukan penimbangan kembali pada akhir minggu. ;ujuan dari penimbangan adalah menghitung penambahan bobot badan broiler pada setiap minggunya.

,.

on8ersi pakan atau feed convertion ratio merupakan jumlah pakan yang digunakan untuk menghasilkan # kg daging. Perhitungannya dilakukan setiap minggu dengan membandingkan konsumsi pakan dan bobot badan broiler.

-. 6ortalitas adalah jumlah broiler yang mati dari keseluruhan perode pemeliharaan. *. ;otal protein tubuh merupakan komposisi protein kasar yang ada pada karkas dihitung persentasinya dalam bahan kering. ). ;otal lemak tubuh merupakan komposisi lemak yang ada pada karkas dihitung persentasinya dalam bahan kering. %. :emak abdominal merupakan lemak yang berada di luar tubuh dan menempel pada karkas ataupun saluran pen!ernaan dihitung persentasinya dari karkas. Jad-al Keg!atan Penel!t!an ;abel '. 7adwal egiatan Penelitian egiatan #. Pembuatan proposal '. Persiapan materi dan peralatan ,. Pelaksanaan penelitian -. 5nalisis laboratorium *. Pengumpulan dan analisis data ). Penulisan laporan %. Sidang ;esis 7uli S S 5gus S ;ahun '(## Sept Okt <o8 &es

S S S

S S S S

DA.TAR PUSTAKA 5bbas0 5. O.A 5lm =l3&ein'0 5. .A &esoky0 5.5.A ?alal0 6. 5. 5. '((1. ;he =ffe!ts of Photoperiod Programs on Broiler "hi!ken Performan!e and Immune /esponse. Int. 7our. Poult. S!ie. % (%)F ))*3)%#. 5ppleby0 6. ".A 6en!h0 7. 5.A Hughes0 B. O. '((-. Poultry Beha8iour and Belfare. "5BI Publishing0 =dinburgh > .

Bartos0 5. '((,. Impro8ing ;he Tuality of Poultry 6eat By <utrition. Summary of Phd ;hesis. &epartment of 5nimal Physiology and <utrition0 ?eorgikon .a!ulty of 5gri!ulture >ni8ersity of UesCprVm0 esCthely. Benyi0 . dan Habi0 H. #$$1. =ffe!ts of .ood /estri!tionduring ;he .inishing Period on ;he Performan!e of Broiler "hi!kens. Brit. Poult. S!i. ,$F -',3 -'*. "heng0 ;. .A Hamre0 6. :.A "oon0 ". <. #$$%. =ffe!t of =n8ironmental and =nergy :e8els on ;emperature0 &ietary /otein0 Broiler Performan!e. 7. 5pp. Poult.S!i. &aghir0 <. '((1. Poultry Produ!tion in Hot "limates0 ' nd =ddition. "5BI Publishing0 OGfordshire > . &armawati. '((*. Pemberian Pakan ;erbatas Se!ara Periodik Pada 5yam Pedaging (:enghorn). 7. Bio. Uol. # (') F-,3-). &irain0 ". P. O. and Baldroup0 P. B. '(('. rotein and 5mino 5!id <eeds of Broilers in Barm Beather#F 5 /e8iew. Int. 7. Poult. S!i. # (-)F -(3-). =brahimi0 /.A Pour0 6. B.A Eadeh. S. 6. '(#( . =ffe!ts of .eed Parti!le SiCe on the Performan!e and "ar!ass "hara!teristi!s of Broilers. 7. 5nim. and Uet. 5d8. Uol. $ (#()F #-1'3#-1-. .ilho0 .. &. =.A "ampos0 &. 6. B.A ;orres0 . 5. 5.A Uieira0 B. S.A /osa0 P. S.A UaC0 5. 6.A 6a!ari0 6.A .urlan0 /. :. '((%. Protein :e8els for Heat3 =Gposed BroilersF Performan!e0 <utrients &igestibility0 and =nergy and Protein 6etabolism. .ilho0 .. &. =.A /osa0 P. S.A Uieira0 B. S.A 6a!ari0 6.A .urlan0 /. :. '((*. Protein :e8els and =n8ironmental ;emperature =ffe!ts on "ar!ass "hara!teristi!s0 Performan!e0 and <itrogen =G!retion of Broiler "hi!kens from % to '# &ays of 5ge. Bra. 7. Poult. S!i. Uol. % <o.- F '-% W '*,. usnadi0 =. '(($. Perubahan 6alonaldehida Hati0 Bobot /elatif Bursa abricius dan /asio Heterofi l9:imfosit (H9:) 5yam Broiler yang &iberi "ekaman Panas. 6ed. Pet. Uol. Uol. ,' <o. ' F 1#31%. usnadi0 =. '((). Peranan 5ntanan ( !entella asiatica) sebagai Penangkal "ekaman Panas 5yam Broiler di &aerah ;ropis. Seminar <asional ;eknologi Peternakan dan Ueteriner '((). usnadi =.A Bidjajakusuma /.A Sutardi ;.A Hardjosworo P.S.A Habibie 5. '((). Pemberian 5ntanan (!entella asiatica) dan Uitamin " Sebagai >paya

6engatasi =fek "ekaman Panas pada Broiler. 6ed. Pet. Uol. '$ <o. ,F #,,3 #-(. :ardner0 . S. dan "lassen0 H. '(#(. :ighting for Broiler. 58iagen In!orporate0 5labama :ewis0 P. &.A &anisman0 /.A dan ?ous0 /.6. '((1. 6ale Broiler Performan!e 5nd <o!turnal .eeding >nder "onstant 13h or #)3h Photoperiods0 and Uarious In!reasing :ighting /egimens. South 5fr. 7. 5nim. S!i. ,1 (,)F#*$3 #)*. :ewis0 P. &. dan ?ous0 /. 6. '((%. Broilers perform better on short or step3up photoperiods. South 5fr. 7. 5nim. S!i.0 ,% (')F $(3$). 6ahmood0 S.A 6ehmood0 S.A 5hmad0 ..A 6asood0 5.A ausar0 /. '((%. =ffe!ts of .eed /estri!tion &uring Starter Phase on SubseXuent ?rowth Performan!e0 &ressing Per!entage0 /elati8e Organ Beights and Immune /esponse Of Broilers. Pak. Uet. 7. Uol. '% (,)F #,%3#-#. 6or@ki0 7. ". '((1. .eeding Strategies in Poultry in Hot "limate. <on3/uminants &i8ision0 &epartment of 5nimal Produ!tion0 ?aborone0 Botswana 6oreng /. =. dan 58ens0 7. S. #$1* Poultry S!ien!e and Produ!tion. /eston Publishing "ompany In!.0 Uirginia. <o8a0 . '((1. Pengaruh Perbedaan Persentase Pemberian /ansum 5ntara Siang dan 6alam Hari terhadap Performans Broiler Strain "p %(%. 5nimal Produ!tion0 Uol. #( (')F ##%3#'#. <ew!ombea0 6.A "artwrighta0 5. :.A &ennisb 7. 6. H. #$$'. ;he =ffe!t Of In!reasing Photoperiod and .ood /estri!tion In SeGed Broiler3;ype Birds. I. ?rowth and 5bdominal .at "ellularity. British Poultry S!ien!e0 Uol ,,F -#*3-'*. O!ak0 <. dan Si8ri0 .. '((%. :i8er !olourations as well as performan!e and digesti8e tra!t !hara!teristi!s of broilers may !hange as inYuen!ed by stage and s!hedule of feed restri!tion. 7. 5nim. Phys. and 5nim. <ut. $' ('((1) *-)3**,. Okere0 I.A Siegmund3S!hultCe0 6.A "ahaner0 5.A EZrate0 5. U. '((1. .attening and "ar!ass ;raits of Broiler ?enotypes with and Bithout .eathers >nder Hot "onditions. J"ompetition for /esour!es in a "hanging BorldF <ew &ri8e for /ural &e8elopmentK. %3$ O!tober '((10 Hohenheim.

Oyedeji0 7. O. dan 5tteh0 7. O. '((*. =ffe!ts of <utrient &ensity and Photoperiod on the Performan!e and 5bdominal .at of Broilers. Int. 7. Poult. S!i. - (,)F #-$3#*'. PoultryHub. '(#(. "limate in Poultry Houses. httpF99www.poultryhub.org9indeG.php9"limate[in[poultry[houses. (&iakses #' juli '(##). /ahimi0 ?.A /eCaei0 6.A HafeCian0 H.A SaiyahCadeh0 H. '((*. ;he =ffe!t of Intermittent :ighting S!hedule on Broiler Performan!e. Int. 7our. Poult. S!ie. - ())F ,$)3,$10 '((* /usdiana. '((-. 6etabolisme 5sam :emak. &igitiCed by >S> &igital :ibrary0 6edan. Santoso0 >.0 . ;anaka0 dan S. Ohtani. (#$$*a). =arly Skip3a3&ay .eeding of .emale Broilers "hi!ks .ed High3Protein /ealimentation &iets. Performan!e and body !omposition. Poult. S!i. %-F -$-3*(#. Santoso0 >.0 . ;anaka0 dan S. Ohtani. (#$$*b). &oes .eed3/estri!tion /efeeding Program Impro8e ?rowth "hara!teristi!s and Body "omposition In Broiler "hi!ks\ 5nim. S!i. ;e!h. (7pn) ))F %3#*. Santoso0 >.0 . ;anaka0 S. Ohtani dan B. S. Doun. (#$$,). =ffe!ts of =arly .eed /estri!tion on ?rowth Performan!e and Body "omposition. 5sian35ust. 7. 5nim. S!i. )F -(#3-($. Sihag E. S.A dan Berwal /S. '((1. =ffe!t of feed parti!le siCe on the performan!e of broiler !hi!kens. Ind. 7. Poult. S!i. Uol. -, (#). Skomoru!ha0 I0 dan Herbut0 =. '((). >se of an =arth3;ube Heat =G!hanger to OptimiCe Broiler House "limate &uring ;he Summer Period. 5nn. 5nim. S!i.0 Uol. )0 <o. # #)$ W #%%. Steel0 /.?.&. dan 7.H. ;orrie. #$$,. Prinsip dan Prosedur Statistik0 "etaka etiga. P;. ?ramedia Pustaka >tama0 7akarta. (&iterjemahkan oleh B.Sumantri). Steiner0 EA &oma]ino8i]0 6A 5ntuno8i] EA Steiner EA Sen^i]0 _A Bagner 7A i` &. '((1. =ffe!t Of &ietary Protein9=nergy "ombinations On 6ale Broiler Breeder Performan!e. #)th Int. Symp. J5nimal S!ien!e &aysK0 Strunjan0 Slo8enia0 Sept. #%W#$0 '((1. 5!ta agri!ulturae Slo8eni!a. Sugito0 B. 6analu0 &. 5. 5stuti0 =. Handharyani a "hairul. '((%. 6orfometrik >sus dan Performa 5yam Broiler yang &iberi "ekaman Panas dan =kstrak n3Heksana ulit Batang J7alohK (Sali" tetrasperma /oGb). 6ed. Pet. Uol. ,( <o.,F #$13'() .

Suprijatna0 =. '((*. Ilmu &asar ;ernak >nggas. Penebar Swadaya. 7akarta. ;auhid. '((1. ajian 7arak 7angkau =fek Uegetasi Pohon ;erhadap Suhu >dara Pada Siang Hari di Perkotaan (Studi asusF awasan Simpang :ima ota Semarang). (;esis) Program Studi Ilmu :ingkungan Program Pas!asarjana >ni8ersitas &iponegoro Semarang. ;illman0 5. &. H. ;artadi S. /eksohadiprodjo0 S. Prawirokusumo dan S. :ebdosokojo. #$$1. Ilmu 6akanan ;ernak &asar. ?adjah 6ada >ni8ersity Press. Dogyakarta. Bahju0 7. #$$'. Ilmu <utrisi >nggas. >?6 Pers. Dogyakarta. Sturkiebs. '(((. 58ian Physiology. .ifth =d. (&iedit oleh ?. ". Bhittow). 5!ademi! Press0 San &iego. Bidodo0 B. '(#(. <utrisi dan Pakan >nggas ontekstual. httpF99wahyuwidodo.staff.umm.a!.id9files9'(#(9(#9<>;/ISI[&5<[P5 5 <[><??5S[ O<;= S;>5:.pdf. (&iakses &esember '(#(). Billiamson0 ? dan Payne0 B. 7. 5. #$$,. Pengantar Peternakan di &aerah ;ropis. ?adjah 6ada >ni8ersity Press0 Dogyakarta. (&iterjemahkan oleh S. ?. <. &jiwa &armadja). DamaCaki0 6.A 6urakami0 H.A <akashima0 .A 5be0 H.A ;akemasa0 6. '((). =ffe!t of =G!ess =ssential 5mino 5!ids in :ow Protein &iet on 5bdominal .at &eposition and <itrogen =G!retion of Broiler "hi!ks. 7. Poult. S!i. -, F #*(3#***.

KOMBINASI PEMBATASAN PAKAN PADA SIANG HARI DAN LAMA PENCAHAYAAN PADA MALAM HARI TERHADAP AYAM BROILER DI DATARAN RENDAH TROPIS

KOLOKIUM

Ole) LUKMAN BURHANI

PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU TERNAK PROGRAM PASCASARJANA / .AKULTAS PETERNAKAN UNI0ERSITAS DIPONEGORO 1233

7udul olokium

O6BI<5SI P=6B5;5S5< P5 5< P5&5 SI5<? H5/I &5< :565 P=<"5H5D55< P5&5 65:56 H5/I ;=/H5&5P 5D56 B/OI:=/ &I &5;5/5< /=<&5H ;/OPIS

<ama 6ahasiswa <omor Induk 6ahasiswa Program Studi ;anggal olokium

F :> 65< B>/H5<I F H-5(($(($ F S3' 65?IS;=/ I:6> P=;=/<5 5< : 5?>S;>S '(##

&isetujui oleh F

etua Program Studi

Pembimbing >tama

Prof. &r. Ir. Soemarsono0 6S.

Prof. Ir. &wi Sunarti0 6S.0 Ph&.

Pembimbing 5nggota

Prof. &r. =djeng Suprijatna0 6P.