Anda di halaman 1dari 18

ASC 7: Perawatan Bedah 1. SPO Perencanaan Pembedahan Kebijakan 1. 2.

Setiap pasien rencana pembedahan, harus melalui proses perencanaan Proses perencanaan dilakukan dengan melalui tahapan proses penilaian, konsultasi, komunikasi , edukasi, dan persiapan administrasi serta melibatkan pasien dan keluarga 3. Mempertimbangkan risiko dan keuntungan yang di dapat. 4. Setiap proses perencanaan pembedahan harus melibatkan DPJP/peserta didik sesuai dengan kompetensinya dan keperawatan. 5. Setiap proses perencanaan harus didokumentasikan Prosedur 1. Proses perencanaan pembedahan dilakukan oleh DPJP dan peserta didik Bedah di poliklinik rawat jalan dan untuk kasus kedaruratan dilakukan di IRD. 2. Proses perencanaan pembedahan dibuat bila semua proses penilaian yang mendasari keputusan pembedahan sudah dianggap lengkap, disertai dengan diagnosa pasien. 3. Pembedahan dibagi menjadi pembedahan elektif dan darurat 4. Pasien diberi informasi oleh DPJP Bedah mengenai informasi penjadwalan pembedahan . 5. Informasi jadwal operasi bisa didapatkan pasien dan keluarga dari papan pengumuman di kamar operasi, yang dipasang satu hari sebelum operasi dilakukan. 6. Untuk pembedahan elektif: a. Pasien dari poli akan diperiksa secara seksama meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik pemeriksaan penunjang, dan konsultasi dengan unit terkait. b. Hasil yang didapat dari proses (a) akan menentukan keputusan tindakan pembedahan yang akan dilakukan oleh DPJP Bedah atau peserta didik Bedah sesuai tingkat kompetensi. c. Perencanaan pembedahan yang dibuat minimal meliputi rencana teknik bedah, kebutuhan peralatan khusus bedah, persiapan ruang rawat dan RTI, serta rencana perawatan pasca bedah selanjutnya. d. Pada assessment awal di poli, dokter bedah menentukan urgensi pembedahan (cito/urgent/elektif). e. Pada pasien dengan pembedahan kedaruratan akan dirujuk ke IRD RS Sanglah f. Pada perencanaan juga dipertimbangkan beberapa hal seperti : pembedahan kasus sulit, perubahan atau perluasan tindakan yang mungkin terjadi karena

g.

h. i. j.

k.

l. m.

temuan intra-operatif, apakah pasien harus dirawat inap atau rawat jalan, dan apakah pasien membutuhkan tindakan anestesia. Bila pasien membutuhkan tindakan anastesia, maka dikonsultasikan ke poliklinik pra-operatif untuk dilakukan prosedur sesuai dengan SPO Kunjungan Pra-Anestesia . Setelah pasien dari poliklinik pra-operatif akan kembali ke DPJP Bedah. Semua proses penilaian hingga perencanaan pembedahan dan perencanaan anestesia harus dicatat di dalam rekam medis pasien. Seluruh proses perencanaan pembedahan dan perencanaan anestesia termasuk hasil penilaian awal yang mendasari harus dikomunikasikan dan dilakukan pemberian edukasi pembedahan dan anestesia kepada pasien dan keluarga oleh DPJP Bedah dan Anestesiologi/ peserta didik Bedah dan Anestesiologi dan Terapi Intensif. Bila semua hal diatas sudah diputuskan, maka dokter bedah akan menjadwalkan operasi pasien dan mendaftarkannya ke kamar bedah minimal 24 jam sebelum tindakan operasi (sesuai dengan SPO Pendaftaran dan Penjadwalan). Setelah operasi terjadwal, maka dilakukan pendaftaran rawat inap dan/atau RTI (apabila inpatient) oleh dokter bedah. Apabila ruang rawat tidak tersedia, maka dilakukan pendaftaran dan penjadwalan ulang baik kamar operasi maupun ruang rawat inap. Pasien diinformasikan bahwa jadwal operasi diundur sampai ruangan tersedia kemudian DPJP dan peserta didik bedah berkoordinasi dengan koordinator bangsal/ruang untuk mengupayakan ketersediaan ruang rawat. 1) Bila ruangan tidak tersedia, maka akan silakukan pendaftaran dan penjadwalan operasi dengan pasien tersebut, dengan prioritas untuk mendapatkan ruang rawat yang tersedia. 2) Jadwal operasi kemudian menjadi satu hari setelah pasien mendapatkan ruang rawat inap Pada kasus urgensi, DPJP langsung menghubungi manager on duty di rawat inap dan penanggung jawab penjadwalan di kamar bedah Bagi pasien rawat inap, pemeriksaan dan persiapan pra bedah dan pra anestesia serta toleransi operasi dapat dilakukan di ruang rawat inap oleh dokter bedah, dokter anestesiologi, dan dokter lain yang bersangkutan (sesuai dengan form Pra-Bedah dan Pra-Anestesia). Bagi pasien rawat jalan, pemeriksaan dan persiapan pra bedah dapat dilakukan di poli bedah oleh dokter bedah dan persiapan pra-anestesia dapat dilakukan di poliklinik pra-operatif oleh dokter anestesiologi dan dokter lainnya yang dibutuhkan. Disini dapat ditentukan jenis operasi pada pasien, teknik-teknik khusus yang akan dilakuka , kebutuhan alat-alat operasi atau monitoring khusus dan posisi pasien pada saat operasi

n. o.

p.

q.

7.

Untuk bedah Gawat Darurat: a. Pasien masuk IRD atau dirujuk dari poli dengan kedaruratan bedah akan diperiksa kembali secara seksama meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, persiapan anestesi dan konsultasi dengan unit/DPJP terkait. b. Hasil yang didapat dari proses (a) akan menentukan keputusan tindakan pembedahan yang akan dilakukan oleh DPJP Konsulen Jaga Bedah atau peserta didik Bedah sesuai tingkat kompetensi. c. Pada assessment selanjutnya ditentukan apakah pasien harus dirawat inap atau dirawat di RTI. d. Seluruh proses penilaian hingga perencanaan pembedahan kedaruratan dilakukan sesu i urgensi pasien. e. Setelah semua hal diatas sudah diputuskan, maka dokter bedah akan menjadwalkan operasi pasien dan mendaftarkannya ke kamar bedah. Pasien ini mendapatkan prioritas f. Setelah operasi terjadwal, maka dilakukanlah pendaftaran rawat inap dan/atau RTI oleh dokter bedah. Pasien ini mendapatkan prioritas. g. Seluruh proses perencanaan pembedahan harus dikomunikasikan dan dilakukan pemberian edukasi pembedahan kepada pasien dan keluarga oleh DPJP/peserta didik sesuai dengan kompetensinya.

2.

Form Evaluasi Prabedah

RSUP DR. HASAN SADIKIN BANDUNG

RM.3.7/OK/2011 Nama : Tgl.Lahir L/P No RM : Tgl : :

EVALUASI PRA OPERASI BEDAH

Ruangan : Nama Operator Nama Dr Anestesi Spesialis lain yang terkait

Jam :

: : : 1.. 2 .

Perawat Diagnosis : 1. Utama

: :

2. Komplikasi : 3. Penyerta Nama Operasi / Tindakan : ... :1. 2.

Check list: KETERANGAN NO ITEM YANG DICEK REKOMENDASI YA TIDAK

1.

KIE keluarga

2.

Site Marking

3.

Informed consent

4.

Hubungi anestesi

5.

Darah sudah disiapkan

6.

Antibiotika

7.

Alergi obat

8.

Mandi besar.

9.

Pemeriksaan penunjang

Operator

: .

Tanda tangan :..

XI. 1.

ASC 7.1 : Resiko,Manfaat Dan Alternatif Dibahas Dengan Pasien, Keluarga Pasien Atau Mereka Yang Membuat Keputusan Untuk Pasien SK Tentang Kebijakan Persetujuan Tindakan Kedokteran Sudah tertera diatas ( ASC 5.1) SPO Tentang Tindakan Kedokteran Sudah tertera diatas (ASC 5.1) SPO Petunjuk Pengisian Form Persetujuan Tindakan Kedokteran Kebijakan 1. 2. 3. 4. 5. Semua tindakan kedokteran yang akan dilakukan terhadap pasien harus mendapat persetujuan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Praktek Kedokteran No 29 pasal 45 ayat (3) tahun 2008 tentang panduan pemberian informasi dalam rangka persetujuan tindakan kedokteran Permenkes No: 269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medis Permenkes No: 290/MENKES/PER/III/2008 tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran Keputusan Direktur Utama RSUP Sanglah Denpasar No: RSUP/SK-D23HK.00.06/3656 tentang pemberlakuan Peraturan Menteri Kesehatan RI No: 290/MENKES/PER/III/2008 tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran di RSUP Sanglah Denpasar Pedoman Pengelolaan Rekam Medis Rumah Sakit di Indonesia Revisi I, DEPKES RI Direktorat Jenderal Pelayanan Medik, Jakarta, 1997 Buku Pedoman Penyelenggaraan Rekam Kesehatan dan Informasi Kesehatan (BPPRKIK)

2.

3.

6. 7.

Prosedur 1. Nama : diisi nama orang yang melakukan persetujuan tindakan kedokteran (informed consent). 2. Umur/Jenis Kelamin: diisi umur orang yang melakukan persetujuan tindakan kedokteran dan lingkari jenis kelamin orang yang melakukan informed consent, L untuk laki-laki, P untuk perempuan 3. Alamat: ditulis alamat orang yang melakukan inform 4. Bukti diri KTP/SIM/Pasport: coret jenis identitas diri yang tidak dipakai apakah KTP atau SIM atau Pasport. Kemudian tulis nomor identitas diri yang dipakai. 5. Beri tanda rumput pada kotak didepan informasi yang diberikan kepada pasien kemudian jelaskan informasi yang diberikan di tempat yang disediakan ( pada kolom titik titik ). 6. Pada kolom perkiraan biaya tulis jumlah perkiraan biaya tindakan tersebut, bila perkiraan biaya belum diketahui maka ditulis perkiraan biaya belum bisa ditentukan ( Kolom titik titik dalam perkiraan biaya jangan dikosongkan).

7. 8.

9.

10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17.

18.

Beri tanda rumput pada kotak didepan informasi yang diberikan kepada pasien tentang kemungkinan- kemungkinan yang akan dihadapi selama pembedahan. Tulis dengan lengkap dan jelas nama tindakan/operasi yang akan dilakukan kepada pasien pada pernyataan, Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa saya SETUJU dan MEMINTA untuk dilakukan operasi/tindakan medis seperti yang sudah dijelaskan di atas berupa ** Coret yang tidak sesuai siapa yang akan dilakukan tindakan medis/operasi pada pernyataan , Terhad p: diri saya sendiri/Anak/Istri/Suami/Ayah/Ibu/..............saya. Pilih diri saya sendiri apabila persetujuan tindakan kedokteran dilakukan oleh pasien (yang lainnya dicoret), demikian pula pilih Anak atau Istri atau Suami atau Ayah atau Ibu apabila mereka yang akan dilakukan tindakan medis/operasi. Tulis nama pasien yang akan dilakukan tindakan medis/operasi pada kolom nama. Tulis umur dan lingkari jenis kelamin pasien yang akan diberikan tindakan medis/operasi pada kolom umur/jenis kelamin Tulis nama ruangan rawat inap pasien yang akan dilakukan tindakan medis/operasi pada kolom dirawat di. Tulis nomor Rekam Medis pasien yang akan dibeirkan tindakan medis/operasi pada kolom no RM. Tulis tanggal, bulan dan tahun dilakukan persetujuan tindakan kedokteran (informed consent) Beri tanda tangan dan nama terang orang yang membuat pernyataan Beri tanda tangan dan nama terang dokter yang memberikan informasi sehingga pasien/keluarga setuju untuk dilakukannya tindakan medis/operasi Beri tanda tangan dan nama terang saksi medis (bisa perawat/bidan) yang menyaksikan pemberian informasi sehingga pasien/keluarga setuju untuk dilakukannya tindakan medis/operasi Beri tanda tangan dan nama terang saksi dari keluarga yang menyaksikan pemberian informasi sehingga pasien/keluarga setuju

4.

Form Persetujuan Tindakan Kedokteran

PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN INFORMED CONSENT Saya yang bertandatangan dibawah ini: I who undersigned this consent below: Nama : Name : Umur/Jenis Kelamin: Age/Sex : 0 Male 0 Female Alamat Address : : 0 Laki-laki 0 Perempuan

Bukti Diri/KTP/SIM/Passport no.: Proof of identity/KTP/SIM/Passport no.:

Telah mendapatkan penjelasan dokter tentang: Has been explained by doctors on: D Diagnosis dan tata cara tindakan kedokteran. Diagnosis and procedure of medical action . D Tujuan tindakan kedokteran yang dilakukan The purpose of medical acts performed ... D Alternatif tindakan lain dan risikonya Alternative actions and other risks .................................................................................................

D Risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi Risks and complications that may occur D Prognosis terhadap tindakan yang mungkin dilakukan.. Prognosis of action that may be occur D Perkiraan biaya Estimated cost..

Di samping itu dokter juga telah menjelaskan kepada saya bahwa: In addition, doctors have also explained to me that: D Tindakan pemberian obat-obatan dan transfusi darah kemungkinan diperlukan dan semua tindakan ini mengandung risiko The action of drugs and blood transfusions may be needed and all of these actions involve risk D Operasi atau tindakan tambahan kemungkinan diperlukan jika dokter menemukan sesuatu yang tak terduga Operation or additional measures may be needed if the doctor finds something unexpected D Operasi/tindakan ini kemungkinan tidak memberikan hasil yang sesuai harapan walaupun sudah dilakukan sesuai standar prosedur yang berlaku The operation/action is likely not deliver results as expected, despite being carried out according to standard procedures Saya sudah mendapatkan kesempatan untuk bertanya dan saya sudah mengerti dan puas dengan penjelasan yang diberikan sehubungan dengan pert nyaan-pertanyaan saya, disamping itu jika terjadi kecelakaan seperti tertusuknya jarum atau alat tajam pada petugas medis selama berlangsungnya operasi, saya memberikan izin untuk mengambil darah pasien utnuk tes HIV dan penyakit lainnya yang penularannya melalui darah. Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa saya SETUJU untuk dilakukan operasi atau

tindakan medis yang sudah dijelaskan di atas berupa *: ................................................................................................................................................................................................................................... ................................................................................................................................................................................................................................... ................................................................................................................................................................................................................................... I've had the opportunity to ask and I already understand and are satisfied with the explanation given in connection with my questions, besides that in the event of an accident such as punctured needles or sharp instruments on the medical officer during the operation, I give permission to take blood tests of patients separately for HIV and other diseases transmitted through blood. I hereby declare to the fact that I AGREE to do surgery or medical procedures that have been described above in the form *: ................................................................................................................................................................................................................................... ................................................................................................................................................................................................................................... ...................................................................................................................................................................................................................................

Terhadap diri saya */Anak*/Istri*/Suami*/Ayah*/Ibu*/saya, dengan : Of Myself* / Child* / Wife* / Husband* / Father* / Mother* / My .................................... , below: Nama Name Umur / Jenis Kelamin Age / Sex Male 0 Female Laki-laki 0 Perempuan

Dirawat di / Ruangan Treated at / Ward No RM Medical Record No.

Demikian persetujuan ini saya buat dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan. This agreement I made with full awareness and without any coercion. Bandung, .......................................................... Dokter pernyataan Doctor Consignee Yang membuat

--------------------------------------------------Tanda tangan dan Nama Lengkap Lengkap Signature and Full Name

----------------------------------

Tanda tangan dan Nama

Signature and Full Name

Saksi dari Rumah Sakit Witness from Hospital

Saksi i dari Keluarga Witness from Patie nts Family

------------------------------------Tanda tangan dan Nama Lengkap Lengkap Signature and Full Name * Isi dengan jenis tindakan medis yang akan dilakukan Fill with the type of medical acts to be performed. D Isi dengan tanda silang (X) atau rumput (V") jika telah dijelaskan Fill with a cross (X) or grass (,;) if it has been described

-----------------------------------------Tanda tangan dan Nama

Signature and Full Name

XII. 1.

ASC

7.2 : Terdapat Laporan Bedah Catatan Operasi Singkat Dalam Rekam

Medisuntuk Memfasilitasi Perwatan Berkelanjutan SPO Laporan Operasi Kebijakan Kelengkapan medis guna menjamin keamanan penderita Prosedur 1. 2. Siapkan formulir laporan pasien dan status pasien. Dokter menulis laporan operasi pada Format laporan operasi meliputi : a. Identitas penderita sesuai kolom. b. Identitas operator dan petugas lain sesuai kolom. c. Tulis pre dan post operasi. d. Temuan . e. Tindakan. f. Kondisi atau perubahan selama operasi. g. Identitas penderita sesuai kolom. h. Kondisi terakhir setelah pindah ke RR Tanda tangani laporan operasi dan cantumkan nama jelas operator.

3.

2.

Form Laporan Operasi RM.3.1/OK/2011 Nama : Tgl.Lahir L/P No RM : Tgl: :

RSUP DR. HASAN SADIKIN BANDUNG

LAPORAN OPERASI

Ruangan:

Jam:

Nama Operator : Nama Ahli Anestesi : Jenis Anestesi Umum Lokal Khusus Elektif Diagnosis Pra Bedah *** Spinal

Nama Asisten : Nama Asisten : Epidural BSP* CSE**

Golongan Operasi

Mayor

Medium

Minor

Emergensi

Diagnosis Pasca Bedah

Indikasi Operasi Nama Operasi Jaringan yang dieksisi Tanggal Operasi Komplikasi operasi Jumlah perdarahan Perawatan pasca operasi Ruangan : PICU/NICU HCU RTI Jam Operasi Mulai Pemeriksaan PA Jam Operasi Selesai Ya Tidak Durasi Operasi

Laporan Operasi ***

Tanda tangan Operator

Bagian / SMF Ket: * BSP: Blok Saraf Perifer ** CSE: Combine Spinal Epidural *** dapat dilanjutkan dibelakang NB: laporan operasi harus tertulis prosedur yang rinci, temuan selama operasi, siapa yang terlibat, cara pembalutan, system drainage, instruksi pasca bedah , catatan jumlah kassa dan instrument XIII. 1. ASC 7.3 : Status Fidiologis Setiap Pasien Dipantau Secara Terus Menerus Selama Dan Segera Setelah Pembedahan Dalam Rekam Medis Kebijakan Anestesi Lokal 1. 2. Pelayanan anestesi dan sedasi hanya dilakukan oleh DPJP dan Residen anestesiologi Pada kondisi tertentu, layanan anestesi loksl dapat dilakukan oleh dokter non anestesiologi atau perawat yang memenuhi persyaratan dan skill yang telah ditentukan Setiap layanan anestesi lokal yang dilakukan oleh non anestesiologi, harus selalu dikoordinasi dengan Bagian/SMF Anestesiologi dan Terapi Intensif Pada pelaku anestesi lokal non anestesiologi a. Pelaku Anestesi Lokal adalah seseorang yang memberikan dan mengawasi Anestesi Lokal. Pelaku Anestesi Lokal adalah dokter, namun dapat juga

3. 4.

b.

c.

dilakukan oleh perawat yang sudah memiliki pengetahuan dan kemampuan mengenai teknik Anestesi Lokal yang aman serta memiliki sertifikat Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Bantuan Hidup Lanjut (BHL) Asisten pelaku Anestesi Lokal adalah perawat yang memiliki STR atau pekerja kesehatan yang bekerja dibawah pelaku sedasi yang memiliki wewenang seperti perawat anestesi. Asisten pelaku Anestesi Lokal bertanggung awab terhadap monitoring, penilaian kesadaran, dan tatalaksana jalan nafas selama dilakukannya prosedur Anestesi Lokal. Apabila asisten pelaku Anestesi Lokal adalah seorang perawat yang memiliki STR, maka ia dapat memberikan dosis Anestesi Lokal pertama dan dosis rumatan dibawah pengawasan pela Anestesi Lokal ku. Asisten pelaku Anestesi Lokal harus memiliki sertifikasi BHD/BHL yang dikeluarkan rumah sakit. Pengawasan dan pemantauan Anestesi Lokal berada dibawah tanggung jawab pelaku Anestesi Lokal, kecuali tindakan Anestesi Lokal tersebut juga melibatkan praktisi yang berkompeten lainnya yakni dokter anestesiologi atau dokter yang telah menjalani pelatihan pemberian Anestesi lokal. Direktur Rumah Sakit : memiliki tanggung jawab menyediakan infrastruktur untuk mendukung Anestesi lokal yang aman, termasuk menyediakan pelayanan diluar jam kerja

2.

SPO Pemantauan Anestesi Lokal Kebijakan 1. Setiap pasien dengan pembedahan dengan anestesia lokal harus dilakukan pemantauan kondisi fisiologis pasien secara kontinu selama pembedahan dan segera setelah pembedahan 2. Sistim pemantauan yang dilakukan disesuaikan dengan kondisi pasien dan tindakan yang akan dilakukan 3. Pemantauan kondisi fisiologis pasien dilakukan oleh tim bedah. 4. Hasil pemantauan selama pembedahan dapat menjadi dasar untuk pengelolaan pasca bedah dan juga dapat menjadi panduan untuk tindakan asuhan keperawatan, tindakan medis, dan kebutuhan untuk pemeriksaan diagnostik dan penunjang lainnya 5. Semua hasil pemantauan harus tercatat dalam rekam medis pasien, ceklis asuhan keperawatan perioperatif dan form laporan operasi

Prosedur 1. Pemantauan adekuatnya jalan nafas dan ventilasi selama pembedahan, yaitu pengamatan tanda klinis (kualitatif) seperti pergerakan dada dan auskultasi suara nafas. 2. Pemantauan adekwat tidaknya oksigenasi selama pembedahan: a. Pemantauan perubahan warna kulit pasien bila terjadi desaturasi dengan penerangan cahaya yang baik. b. Bila tersedia, pemantauan oksimetri denyut (pulse oximetri). 3. Pemantauan adekwat tidaknya fungsi sirkulasi pasien : Pemantauan tekanan darah aterial dan denyut jantung, bila memungkinkan setiap 15 menit. b. Pemantauan EKG secara kontinu bila diperlukan Pemantauan suhu tubuh selama pembedahan. Bila diperlukan, sediakan alat yang dapat memantau suhu tubuh pasien. Hasil pemantauan selama pembedahan dapat menjadi dasar untuk pengelolaan pasca bedah seperti kembali ke kamar bedah, ditransfer ke unit perawatan khusus atau pulang Hasil pemantauan itu juga dapat menjadi panduan untuk tindakan asuhan keperawatan, tindakan medis, dan kebutuhan untuk pemeriksaan diagnostik dan penunjang lainnya Hasil pemantauan diatas dicatat pada rekam medis pasien, cek k list asuhan keperawatan perioperatif dan form laporan operasi Setiap perubahan se ama pembedahan harus diinformasikan kepada pasien atau keluarganya. a.

4. 5.

6.

7. 8.

XIV. 1.

ASC

7.4

Perawatan

Pasien

Setelah

Pembedahan

Direncanakan

Dan

Didokumentasikan SPO Catatan Perkembangan Terintegrasi Kebijakan : Standar pelayanan Medis tahun 2009 Prosedur :

1. 2. 3.

Siapkan Formulir catatan perkembangan terintegrasi. Isi / Lengkapi Formulir dengan tulisan yang dapat dibaca. Formulir catatan perkembangan pascaoperasi terintegrasi meliputi a. Nama Pasien b. Umur / JK c. No. CM d. Tanggal dan jam dibuat catatan perkembangan pasien pasca operasi. e. Tulis profesi yang melakukan pencatatan yaitu diantaranya:

4.

1) Nama Operator 2) Nama Dr Anestesi 3) Nama Spesialis yang terkait 4) Nama Perawat Tuliskan pada catatan perkembangan situasi dengan teknik SOAP termasuk didalamnya instruksi pasien yang telah dilakukan tindakan operasi.

3. Form Terintegrasi Pasca Operasi


RSUP DR. HASAN SADIKIN BANDUNG RM.3.2/OK/2011 Nama : Tgl.Lahir: L/P No RM : Lembar ke : NAMA& TTD CATATAN PERKEMBANGAN S (Subjective) O (Objective) A (Assesment) P (Planning) Name & signatur e

CATATAN PERKEMBANGAN TERINTEGRASI

Ruangan

TGL Date

JAM Time

PROFESI Profession