Anda di halaman 1dari 4

Nama Mahasiswa NIM FK Trisakti Bunyi Jantung ( !

: Arini Nurlela : 03008040

Bunyi jantung terutama disebabkan oleh menutupnya katup jantung.Pada waktu systole jantung,katup mitral dan tricuspid bersamaan menutup sehingga menghasilkan bunyi jantung I (BJ I),sedangkan katup aorta dan pulmonal bersamaan membuka.Pada waktu diastole jantung,katup aorta dan pulmonal bersamaan menutup sehingga menghasilkan BJ II,sedangkan katup mitral dan tricuspid bersamaan membuka. Fase antara BJ I dan BJ II adalah ase sistolik dan ase antara BJ II dan BJ I adalah ase diastolic.Fase sistolik pada rekuensi jantung normal lebih pendek daripada ase diastolic.!ehingga pada rekuensi jantung normal dapat dibedakan mana BJ I dan BJ II. "ntuk menentukan yang mana BJ I adalah dengan meraba arteri radialis atau a.carotis atau ictus cordis,dimana BJ I sinkron dengan denyut nadi arteri#arteri tersebut atau dengan denyut ictus cordis. !ecara empirik diketahui bahwa untuk mendengar bunyi dari katup mitral adalah pada ape$ jantung,yaitu disela iga % sedikit medial dari garis midcla&icularis kiri,tempat itu dinamakan titik (area) '()."ntuk mendengar bunyi yang berasal dari katup aorta adalah disela iga II pada tepi sternum kanan dan dinamakan titik (area) '*).untuk mendengar bunyi yang berasal dari katup pulmonal adalah disela iga II pada tepi sternum kiri dan dinamakan titik (area) 'P).dan untuk mendengar bunyi dari katup tricuspid adalah disela iga I%#% sternal kiri dan sela iga I%#% kanan dan dinamakan titik '+) Pemeriksaan hendaknya dilakukan secara sistematis mulai dari ape$ sampai ke titik aorta

,al yang perlu diperhatikan saat pemeriksaan bunyi jantung adalah .. Bunyi jantung I dan II /. Bunyi jantung tambahan 0. Irama dan rekuensi denyut jantung 1. Bising jantung 2. Bunyi gesek pericardial (Pericardial riction rub) Bunyi "antung I #an II ($! .. Bunyi jantung I #BJ I didengarkan pada titik ( atau +.Bandingkan dengan BJ II #BJ I terdengar lemah pada perkapuran3 ibrosis katup mitral,In ark miokard,orang gemuk,emphysema e usi perikardial3pleura kiri #BJ I mengeras pada - (!3+!,+achycardia,blokade jantung,keadaan cardiac output meningkat (,yperthyroidisme,anemia),demam rematik akut

#Pada ibrilasi atrium,BJ I dapat terdengar lemah3mengeras berganti#ganti #BJ I dapat terdengar pecah3)splitting) pada 4BBB atau 5BBB,karena dalam hal Ini katup mitral tidak bersamaan menutupnya dengan katup trikuspid /. Bunyi jantung II #Bunyi jantung II didengarkan pada titik * atau P,bandingkan dengan BJ I #BJ II terdengar lemah pada - hipotensi,!yok,P!,Perkapuran3 ibrosis pada katup * dan P,6mphysema,7rang gemuk #BJ II terdengar mengeras pada - setelah melakukan akti itas isik3gerak badan, ,ipertensi sistemik (BJ II dititik * mengeras),,ipertensi pulmonal (BJ II dititik P mengeras) #Pada orang dewasa normal akan terdengar 8i titik ( ,titik + - BJ I 9 BJ II 8i titik *,titik P - BJ II 9 BJ I #Pada anak#anak,normal akan terdengar 8i titik (,titik + - BJ II 9 BJ I 8i titik *,titik P - BJ I 9 BJ II BJ II di titik P 9 BJ II di titik * BJ II ter#engar %e&ah'()%litting( BJ II terpecah dengan intensitas yang sama dan jarak keduanya dekat.,al ini terjadi karena penutupan katup#katup pulmonal dan aorta tidak jatuh bersamaan sehingga tidak sinkron.Perbedaan ini terjadi karena &entrikel kanan misal lebih besar sehingga katup pulmonal menutup lebih lambat.misal terjadi pada kasus *!8. Bunyi Jantung Tam*ahan A+ *unyi "antung tam*ahan yang ter#engar setelah BJ II .. Bunyi jantung III (BJ III) #+erdengar setelah BJ II dengan nada yang lebih rendah.normal pada anak# anak3dewasa muda (:0; tahun).8apat terdengar lebih jelas setelah pasien gerak badan atau bila abdomen ditekan,atau bila pasien mengangkat tungkainya.Penyebab terjadinya BJ III adalah karena distensi &entrikel secara tiba#tiba saat darah mengalir dengan cepat dari atrium kiri ke &entrikel kiri pada ase awal diastole jantung. # BJ III yang disebakan karena kelainan &entrikel kiri lebih jelas terdengar Pada ape$,bila kelainan pada kelainan jantung kanan,lebih jelas terdengar nya disepanjang sisi strenum.pada posisi pasien tegak BJ III tetap terdengar /. Bunyi jantung I% (BJ I%) #BJ I% terdengar sesaat sebelum BJ I ,normal amat lemah sehingga tidak terdengar #BJ I% adalah bunyi akibat kontraksi atrium yang kuat dalam memompakan darah ke &entrikel.,al ini terjadi karena terdapat bendungan di &entrikel,sehingga atrium harus memompa lebih kuat untuk mengosongkan atrium.<ontoh pada kasus gagal jantung. 0. 7pening !nap (7!) katup mitral

+erdengar tepat sesaat setelah BJ II dengan nada lebih tinggi dari BJ II. 7! terdengar pada (! kecuali bila katup mitral telah mengalami perkapuran atau ibrosis 7! harus dibedakan dari )splitting) BJ II #beda punctum ma$imum #nada 7! lebih mininggi daripada BJ II #BJ II menghilang pada e$pirasi,7! tidak #Biasanya 7! disertai dengan BJ I mengeras 7! dibedakan dari BJ III #BJ III lebih lambat datangnya daripada 7! setelah BJ II #dibanding BJ II,nada BJ III lebih rendah #BJ III tidak mendahului BJ I yang mengeras

B+ Bunyi Jantung tam*ahan yang ter#engar setelah BJ I 1. Bunyi 6jeksi (6jection sound) +erdengar segera setelah BJ I dengan nada tinggi (high pitch).disebabkan oleh distensi tiba#tiba aorta atau a.pulmonalis yang patologik,misalnya mengalami aneurisma,hipertensi pulmonal pada *!,P!,*I saat sistole.pada e$pirasi terdengar lebih jelas.punctum ma$imum dapat di P (pulmonary ejection sound) atau di ape$ (aortic ejection sound) 2. =lik sistolik (systolic click) terdengar di tengah ase sistolik.punctum ma$imum diantara bagian bawah sternum dan ape$.walaupun kadang#kadang terdengar pada perikarditis,umumnya tidak mempunyai makna patologis. Irama "antung ( ! >?ormal adalah reguler,dengan denyut jantung berkisar antara @;#.;; permenit >IrregulerA terdengar e$tra sistole,yaitu irama dasarnya reguler tetapi diselingi oleh denyut jantung e$tra Airama dasarnya memang sudah tidak teratur,yaitu pada kelainan aritmia ibrilasi atrial >irama gallop (derap kuda) - Irama jantungnya cepat dan bunyi#bunyi jantungnya terdiri atas 0 komponen31 komponen,yaitu terdiri dari BJ I#BJ II dan BJ III atau terdiri atas BJ I%#BJI#BJ II atau keduanya,yaitu BJ I%#BJ I#BJ II#BJ III. Biasanya terdengar di ape$ dan terdapat pada kasus gagal jantung Bising Jantung (,ar#ia& Murmur! ($! Bising jantung terjadi karena aliran darah didalam jantung menjadi turbulen sehingga menimbulkan getaran.8engan palpasi pada dinding thora$ dirasakan sebagai )thrill).dengan menggunakan stetoskop terdengar sebagai bising (murmur). Penyebab turbulensi aliram darah ialah penyempitan (stenosis) katup,adanya regurgitasi aliran darah pada inkompetensi3insu isiensi katup atau aliran darah yang cepat seperti pada hipertiroidisme,anemia atau beri#beri. !etiap terdengar bising jantung harus dideskripsikan a. Punctum ma$imum bising - ialah tempat3titik dimana bising jantung terdengar paling keras.lokasi ini menunjukkan katup yang mengalami kelainan.misalnya pada P(I bising di titik ( ,maka katup yang mengalami kelainan ialah katup mitral.

b. Fase terdengarnya bising - dapat pada ase sistolik maupun diastolik.ini menunjukkan jenis kelainan yang terjadi.misalnya jika terdengar bising sistolik dengan P(I di titik ( ,maka katup mitral yang pada ase sistolik seharusnya menutup rapat mengalami kebocoran hingga darah yang ase sistolik itu seharusnya keluar dari &entrikel ke aorta,sebagian ada yang berbalik (regurgitasi) ke atrium kiri dan terjadi tumbukan dengan darah yang ada didalam atrium sehingga menimbulkan bising.+etapi jika terdengar bising diastolik dengan P(I di titik ( ,maka darah yang pada ase diastolik seharusnya mengalir lancar dari atrium ke &entrikel menjumpai penyempitan pada katup mitral yang menyebabkan terjadinya bising.Jadi ,bising sistolik dengan punctum ma$imum di ( menunjukkan (I dan bising diastolik dengan punctum ma$imum di ( menunjukkan (!. c. +ipe bising - bising sistolik dapat berupa bertipe ejeksi (ejection) atau tipe merata B )pan) (holotype) +ipe ejeksi (diamond shape) umumnya terjadi karena aliran darah harus melalui suatu penyempitan (stenosis) sedangkan bising )holotype) umumnya karena suatu regurgitasi (insu isiensi) d. derajat bising - menunjukkan parahnya kelainan.makin tinggi intensitas suatu bising,makin parah kelainan organik derajat bising dibagi menjadi # grade I - sangat halus # grade II- halus # grade III - agak keras # grade I% - keras # grade % - amat keras # grade %I - luar biasa keras #Bising grade I#II mungkin bukan disebabkan oleh kelainan organik (mungkin hanya karena cepatnya aliran darah) #Bising grade III#I% disebabkan oleh adanya kelainan organik (stenosis atau insu isiensi katup atau de ek pada septum jantung) e. nada bising - dapat tinggi (high pitch) atau rendah (low pitch) bising bernada tinggi disebabkan karena aliran darah yang cepat atau bising terjadi pada ostium yang berdiameter kecil seperti ostium aorta.bising bernada rendah disebabkan lambatnya aliran darah atau karena tejadi pada ostium yang berdiameter besar seperti ositum mitral. . Penyebaran terdengarnya bising - dapat keatas (mengikuti aorta ascendens) pada *! atau ke ketiak kiri (kerah atrium kiri) pada (I atau kebawah (kearah &entrikel kiri) pada *I,atau tidak menyebar,yaitu pada (!. -a.tar /ustaka ..!udoyo *C, !etiyohadi B, *lwi I, et al (editors). Buku *jar Ilmu Penyakit 8alam. 6disi %. Jilid I. Jakarta- F="I D /;;E D p. @F#@G /.?atadidjaja,,endarto.Penuntun =uliah *namnesis dan Pemeriksaan Fisik.F= +risaktiD p 12#2;