Anda di halaman 1dari 27

PRESENTASI KASUS

INFEKSI SALURAN KEMIH


Disusun untuk Memenuhi Sebagian Syarat Mengikuti Ujian Kepaniteraan Klinik di Bagian Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul

Disusun Oleh: Lisa Nilamsari / 200 0!"00#$

Dia%u&an Ke'a(a: (r) A*us +uha Ahma(u , S') PD

SMF PEN+AKIT DALAM RSUD PANEM-AHAN SENOPATI -ANTUL 20"!

INFEKSI SALURAN KEMIH


Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Mengikuti Ujian Kepaniteraan Klinik Di Bagian Penyakit Dalam RSUD Panembahan Senopati Bantul

Disusun Oleh: Lisa Nilamsari 200 0!"00#$

Telah (ise.u%ui (an (i'resen.asi&an 'a(a /ulan Mare. 20"! D0&.er Pen*u%i

(r) A*us +uha Ahma(u, S') PD

-A- I PRESENTASI KASUS A) IDENTITAS PASIEN No RM Nama Umur &lamat &gama Pekerjaan : 4 !" # : Bp$ N$ : %# tahun : Mojosari' Kalangan R( )* Baturetno : +slam : Buruh tani

(anggal masuk RS: ## ,ebruari #)* pukul # $#% Ruang pera-atan : ,lamboyan A) ANAMNESA ") Keluhan U.ama : pasien mengeluhkan perut terasa nyeri hingga men.apai pinggang setelah makan mie goreng sebelumnya 2) Keluhan Tam/ahan: perut terasa penuh' mbesesek' dan nyeri$ Badan menggigil dan seluruh tubuh terasa dingin !) Ri1a2a. Pen2a&i. Se&aran* : Seorang pasien laki/laki usia %# tahun datang dari +0D dengan keluhan perut terasa nyeri setelah makan mie goreng malam SMRS$ Mual 123' muntah 1/3$ B&B 123 tidak .air dan B&K 123 tidak nyeri$ Pasien juga mengeluhkan badan terasa dingin dan seluruh tubuh menggigil$ Sehari kemudian pasien mengeluhkan nyeri perut menjalar sampai ke pinggang kanan' na4su makan menurun dan perut terasa mual tiap selesai makan$ Muntah 1/3$ Pasien juga mengeluhkan kaki dan tangan kanan terasa lemas tidak bisa digunakan untuk berakti5itas$ $) Ri1a2a. Pen2a&i. Dahulu / / / / Ri-ayat hipertensi disangkal Ri-ayat diabetes mellitus disangkal Ri-ayat asma dan penyakit paru disangkal Ri-ayat penyakit jantung disangkal

/ /

Ri-ayat alergi obat disangkal Pasien memiliki ri-ayat pielone4ritis 1D3 tiga bulan sebelumnya' ri-ayat hepatitis 4 tahun yang lalu dan' ri-ayat hemiparese in4erior

3) Ri1a2a. Pen2a&i. Keluar*a / / / / / / / / / / / Ri-ayat penyakit paru/paru: disangkal Ri-ayat penyakit jantung: disangkal Ri-ayat hipertensi: disangkal Ri-ayat DM: disangkal Ri-ayat asma: disangkal Ri-ayat alergi obat disangkal Sistem inteegumentum : tidak ada keluhan Sistem muskuloskeletal : pinggang kanan terasa nyeri Sistem gastrointestinal : perut terasa nyeri' mbesesek' mual setelah sehabis makan Sistem neurologis : tidak ada keluhan Sistem kardio5askular : tidak ada keluhan

#) Anamnesis Sis.emi&

-) PEMERIKSAAN FISIK Kesan Umum : Baik Kesa(aran : 6ompos mentis Tan(a u.ama 45i.al si*n6: (ekanan darah: *#)78) mm9g Nadi Suhu badan Perna4asan : *)) :7menit' teratur' isi dan tegangan .ukup : 8'#o6 : #4 :7menit' tipe torakal$ : (urgor dan elastisitas dalam batas normal' kelainan kulit 1/3' sianosis 1/3 Pemeri&saan &e'ala / Bentuk kepala / Rambut Pemeri&saan ma.a : Mesose4al : ;arna hitam' tidak mudah di.abut' distribusi merata

Pemeri&saan Kuli.

/ Palpebra / Konjungti5a / Sklera / Pupil

: <dema 1/7/3 : &nemis 1/7/3 : +kterik 1/7/3 : Re4lek .ahaya 12723' isokor : =tore 1/7/3' nyeri tekan 1/7/3' serumen 1/7/3 : Sekret 1/7/3' epistaksis 1/3 : (idak membesar : (idak membesar' nyeri 1/3 : 1/3 : tidak meningkat

Pemeri&saan Telin*a Pemeri&saan Hi(un* Pemeri&saan Leher / Kelenjar tiroid / Kelenjar lnn / Retraksi suprasternal / >?P Pemeri&saan Da(a De'an +nspeksi Palpasi Perkusi

- (idak teraba adanya muskulospasme leher

Kanan : retraksi 1/3 : ketinggalan gerak 1/3$ : sonor pada seluruh +nspeksi Palpasi Perkusi lapang paru &uskultasi :

Kiri : retraksi 1/3 : ketinggalan gerak 1/3$ : sonor pada seluruh

lapang paru &uskultasi : / Suara dasar : 5esikuler / Suara tambahan : Ronkhi kering 1/3' -ela&an* -hee@ing 1/3' krepitasi 1/3 Kanan Palpasi Perkusi : ketinggalan gerak 1/3$ : sonor : 5esikuler

/ Suara dasar : 5esikuler / Suara tambahan : Ronkhi kering 1/3' -hee@ing 1/3 krepitasi 1/3 Kiri Palpasi Perkusi : ketinggalan gerak 1/3$ : sonor : 5esikuler

&uskultasi : / Suara dasar / Suara tambahan : Ronkhi kering 1/3' -hee@ing 1/3' krepitasi 1/3

&uskultasi : / Suara dasar / Suara tambahan : Ronkhi kering 1/3' -hee@ing 1/3' krepitasi1/3

7an.un* +nspeksi Palpasi Perkusi

: : :

+ktus kordis tidak tampak +ktus kordis teraba pada sela iga ke % linea mid.la5i.ula kiri' teraba tidak kuat angkat Batas jantung Kanan atas Kiri atas Kanan

: S+6 ++ linea para sternalis kanan$ : S+6 ++ linea para sternalis kiri$ : S+6 +? linea para sternalis

&uskultasi : Pemeri&saan A/(0men +nspeksi : &uskultasi Palpasi : :

ba-ah kanan$ Kiri ba-ah : S+6 ? linea midkla5ikula kiri$ S* A S# reguler' Bising jantung 1/3 Bentuk bulat' de4ans muskular 1/3' 5enektasi 1/3' sikatrik 1/3 Peristaltik usus 123 normal Nyeri tekan abdomen 123' 9epatomegali 1/3' nyeri tekan hepar 1/3' lien tak teraba membesar' nyeri lepas tekan 1/3' massa 1/3' Nyeri tekan suprapubik 123 (impani' nyeri ketok kosto5ertebra 1/3' pekak beralih 1/3' undulasi 1/3

Perkusi

Pemeri&saan E&s.remi.as (ungkai 0erakan (onus (ro4i <dema Kanan menurun C menurun / Kiri Bebas Normal normal / Kanan menurun C menurun / Bengan Kiri Bebas Normal normal /

8) PEMERIKSAAN PENUN7AN9 Darah Len*&a' O.0ma.is 42!/02/"!6 9b &B &< &( * 'D grE "'# ribu7ul 4' D juta7ul D* ribu7ul

9mt 9itung >enis Beukosit: <osino4il Baso4il Batang Segmen Bim4osit Monosit 0DS Ureum Darah Kreatinin Darah S0=( S0P(

8'"E

)E )E )E D4 E #* E %E *)D gr7dl # mg7dl )'%8 mg7dl ! U7l #D U7l

Urin Len*&a' O.0ma.is ;arna Kekeruhan Reduksi Bilirubin B> Blood p9 Protein Urobilinogen Nitrit Bekosit <sterase Sedimen <ritrosit Beukosit Kuning Keruh Negati4 Negati4 *')*% #)) !'% *') *! Positi4 *% F%) /%

Sel <pitel Kristal 6a =ksalat &sam Urat &mor4 Silinder <ritrosit Beukosit 0ranula Bakteri Bain/lain : R0n.*en T0ra; : .ardiomegali dan pulmo dalam batas normal

Positi4 Negati4 Negati4 Negati4 Negati4 Negati4 Negati4 Penuh /

: EK9 : normal synus rhytm' le4t a:is de5iation' le4t 5entri.ular hyperthrophy

D) DIA9NOSIS / / / / / Dispepsia +n4eksi Saluran Kemih 9emiparese de:tra &ppendisitis Batu saluran kemih

Diagnosis banding:

E) PENATALAKSANAAN / / / / +n4use Na6l *)tpm +njeksi ranitidine *&7*#jam &ntasid syr :*.th =# B7menit bila perlu

F) PER7ALANAN PEN+AKIT Tan**al #47)#7#)* Per%alanan Pen2a&i. S: pasien mengeluh perut terasa nyeri Tera'i +n4use Na6l *) tpm

dan badan menggigil =: KU : sedang' 6M ?S (D: *))7D) mm9g DN: 88:7menit R: #):7menit #%7)#7#)* US0: dbn S: !')G6 S: pasien mengeluh perut terasa nyeri hingga men.apai pinggang dan badan menggigil$ Kaki dan tangan kanan terasa lemas$ =: KU : sedang' 6M ?S (D: *#)7D) mm9g DN: "!:7menit R: #):7menit #!7)#7#)* S: %'%G6 S: pasien mengeluh perut terasa nyeri hingga ke pinggang dan badan menggigil =: KU : sedang' 6M ?S (D: *#)78) mm9g DN: 88:7menit R: #%:7menit #D7)#7#)* S: D'#G6 S: pasien mengeluh badan kembali menggigil dan terasa dingin =: KU : sedang' 6M ?S (D: *#)78) mm9g DN: *)):7menit R: #):7menit #87)#7#)* S: 8'#G6 S: pasien mengeluh perut terasa mual setelah selesai makan

+njeksi ranitidine *&7*#jam Syrup anta.id :* .th Pl: US0 abdomen

+n4use Na6l *) tpm +njeksi ranitidine *&7*#jam Syrup anta.id :* .th Pl: konsul ke bagian syara4

+n4use Na6l *) tpm +njeksi ranitidine *&7*#jam Syrup anta.id :* .th Pl: raber dengan bagian syara4

+n4use Na6l *) tpm +njeksi ranitidine *&7*#jam Syrup anta.id :* .th +njeksi .e4tria:one #:*

+n4use Na6l *) tpm +njeksi ranitidine *&7*#jam

=: KU : sedang' 6M ?S (D: *))7D) mm9g DN: D!:7menit R: #4:7menit S: D'"G6

Syrup anta.id :* .th +njeksi .e4tria:one #:*

-A- II PENDAHULUAN A) LATAR -ELAKAN9 +n4eksi saluran kemih 1+SK3 atau Urinary Tract Infection 1U(+3 merupakan salah satu penyakit in4eksi yang sering ditemukan di praktik umum' -alaupun berma.am/ma.am antibiotika sudah tersedia luas di pasaran$ Data penelitian epidemiologi klinik melaporkan hampir # /#%E semua perempuan de-asa pernah mengalami +SK selama hidupnya$ +n4eksi saluran kemih adalah in4eksi yang terjadi di sepanjang jalan saluran kemih' termasuk ginjal itu sendiri akibat proli4erasi suatu mikroorganisme$ Saluran kemih meliputi ginjal' ureter' kandung kemih' dan uretra$ <pidemiologi +SK terbagi dalam kelompok nosokomial dan kelompok masyarakat$ 0ejalanya dapat berupa asimptomatik maupun simptomatik$ Untuk menyatakan adanya in4eksi saluran kemih harus ditemukan bakteri di dalam urin$ Suatu in4eksi dapat dikatakan jika terdapat *))$))) atau lebih bakteri7ml urin' namun jika hanya terdapat *)$))) atau kurang bakteri7ml urin' hal itu menunjukkan bah-a adanya kontaminasi bakteri$Bakteriuria bermakna yang disertai gejala pada saluran kemih disebut bakteriuria bergejala$ Sedangkan yang tanpa gejala disebut bakteriuria tanpa gejala$ ;alaupun terdiri dari berbagai .airang' garam' dan produk buangan' biasanya urin tidak mengandung bakteri$ >ika bakteri menuju kandung kemih atau ginjal dan berkembang biak di dalam urin' terjadilah +SK$ >enis +SK yang yang paling umum adalah in4eksi kandung kemih yang sering disebut juga sebagai sistitis$ +n4eksi saluran kemih dapat mengenai laki/laki maupun perempuan pada seluruh kelompok umur$ angka kejadian penyakit ini lebih sering pada perempuan daripada laki/laki$ +SK juga merupakan permasalahan umum yang dialamu usia tua$ Pre5alensi +SK pada anak adalah */ E' dan meningkat pada remaja yang sudah melakukan hubungan seksual$ Pre5alensi penyakit ini akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya usia$ -) DEFINISI +n4eksi Saluran Kemih 1+SK3 atau Urinary Tract Infection 1U(+3 adalah istilah umum yang menunjukkan keberadaan mikroorganisme dalam urin$ (erdapatnya bakteri dalam urin disebut bakteriuria$ Bakteriuria bermakna 1sigficant bacteriuria3 menunjukkan pertumbuhan

mikroorganisme murni lebih dari *)% colony forming units 1.4u7ml3 pada biakan urin$ Bakteriuria bermakna tanpa disertai presentasi klinis +SK dinamakan bakteriuria asimptomatik 1co ert bacteriuria3$ Sebaliknya bakteriuria bermakna disertai presentasi klinis +SK dinamakan bakteriuria bermakna simptomatik$ Pada beberapa keadaan pasien dengan presentasi klinis +SK tanpa bakteriuria bermakna$ Berdasarkan lokasinya' +SK dibagi menjadi # yaitu: *$ +n4eksi Saluran Kemih 1+SK3 Ba-ah Presentasi klinis +SK ba-ah tergantung dari gender: Perempuan / / Sistitis' adalah presentasi klinis in4eksi kandung kemih disertai bakteriuria bermakna Sindrom uretra akut 1SU&3' presentasi klinis sistitis tanpa ditemukan mikroorganisme 1steril3' sering dinamakan sistitis bakterialis Baki/laki Presentasi klinis +SK ba-ah pada laki/laki mungki sistitis' prostatitis' epididimitis' dan uretritis$ #$ +n4eksi Saluran Kemih 1+SK3 &tas / / Pielone4ritis akut 1PN&3' adalah proses in4lamasi parenkim ginjal yang disebabkan oleh in4eksi bakteri Pielone4rtitis kronik 1PNK3' mungkin merupakan akibat lanjut dari in4eksi bakteri berkepanjangan atau in4eksi sejak masa ke.il

8) EPIDEMIOLO9I +n4eksi saluran kemih dipengaruhi oleh banyak 4aktor$ Seperti usia' gender' pre5alensi bakteriuria' dan 4aktor predisposisi yang menyebabkan perubahan struktur saluran kemih termasuk ginjal$ Selama periode usia beberapa bulan dan lebih dari !% tahun perempuan .enderung menderita +SK disbanding laki/laki$ +SK berulang pada laki/ laki jarang dilaporkan' ke.uali disertai 4aktor predisposisi 1pen.etus3$ Pre5alensi bakteriuria asimptomatik lebih sering ditemukan pada perempuan$ Pre5alensi selama periode sekolah *E meningkat menjadi %E selama periode akti4 se.ara seksual$ Pre5alensi in4eksi asimptomatik meningkat men.apai )E' baik laki/laki maupun perempuan bila disertai 4aktor/4aktor predisposisi' diantaranya: litiasis' obstruksi saluran kemih' penyakit ginjal polikistik' nekrosis papilar' diabetes mellitus pas.a transplantasi ginjal' ne4ropati analgesi.' penyakit sickle!cell' senggama' kehamilan dan peserta KB dengan tablet progesterone' dan katerisasi$ D) ETIOLO9I Penyebab terbanyak adalah bakteri gram/negati4 termasuk bakteri yang biasanya menghuni usus kemudian naik ke sistem saluran kemih$ Dari gram negati4 tersebut' ternyata <s.heri.hia .oli menduduki tempat teratas kemudian diikuti oleh Proteus sp$' Klebsiella sp$' <nteroba.ter sp$' dan Pseudomonas sp$ Umumnya in4eksi saluran kemih disebabkan oleh mikroorganisme tunggal' seperti: *$ "scherichia coli' merupakan mikroorganisme yang paling sering diisolasi dari pasien dengan in4eksi simptomatik maupun asimptomatik #$ Mikroorganisme lainnya yang sering ditemukan seperti Proteus spp' 1 E +SK anak laki/laki berusia % tahun3' Klebsiella spp' dan Sta4ilokokus dengan koagulasi negati4$ $ +n4eksi yang disebabkan Pseudomonas spp dan mikroorganisme lainnya seperti Sta4ilokokus jarang dijumpai' ke.uali pada kateterisasi$

Persentase biakan mikroorganisme penyebab +SK N0) *$ #$ $ 4$ %$ !$ D$ 8$ Mi&r00r*anisme "scherichia coli Klebsiela sp# atau "nterobacter sp# Proteus sp# Pseu$omonas aeroginosa Staphylococcus epi$ermi$is "nterococci sp# %an$i$a albicans Staphylococcus aureus Persen.ase /ia&an 4<6 %)/") *)/4) %/*) #/*) #/*) #/*) */# */#

E) PATO9ENESIS Patogenesis bakteriuri asimptomatik menjadi bakteriuri simptomatik dengan presentasi klinis +SK tergantung dari patogenitas bakteri dan status pasien sendiri$ Peranan Pa.0*eni.as -a&.eri Patogenitas bakteri yang dapat mengakibatkan presentasi klinis +SK tergantung dari beberapa 4aktor' diantaranya: perlengketan mukosa oleh bakteri' 4aktor 5irulensi' dan 5ariasi 4ase 4a.tor 5irulensi$ *$ Peranan Bakterial attachment of mucosa$ Penelitian membuktikan bah-a 4mbriae merupakan salah satu pelengkap patogenesitas yang mempunyai kemampuan untuk melekat pada permukaan mukosa saluran kemih$ Pada umumnya P fimbriae akan terikat pada P bloo$ group antigen yang terdapat pada sel epitel saluran kemih atas dan ba-ah$

#$ Peranan ,aktor ?irulensi Bainnya$ Kemampuan untuk melekat 1a$hesion3 mikroorganisme atau bakteri tergantung dari organ pili atau fimbriae maupun non! fimbriae$ Pada saat ini dikenal beberapa a$hesion sepertifimbriae 1tipe *' P' dan S3' non fembrial a$hesions 1DR haemaglutinin atau D&' component of DR bloo$ group3' fimbrial a$hesions 1&,&/* dan &,& +++3' M!a$hesions' (!a$hesions dan curli a$hesions$ $ ?ariasi 4ase 4a.tor 5irulensi$ ?irulensi bakteri ditandai dengan kemampuan untuk mengalami perubahan tergantung dari respon 4a.tor luar$ Konsep 5ariasi 4a.tor mikroorganisme ini menunjukkan peranan beberapa penentu 5irulensi ber5ariasi di antara indi5idu dan lokasi saluran kemih$ =leh karena itu ketahanan hidup bakteri berbeda dalam kandung kemih dan ginjal$ Peranan Fa&.0r Tuan Rumah 4host6 *$ ,aktor predisposisi pen.etus +SK ,a.tor bakteri dan status saluran kemih pasien mempunyai peranan penting untuk kolonisasi bakteri pada saluran kemih$ Kolonisasi bakteri sering mengalami kambuh 1eksaserbasi3 bila sudah terdapat kelainan struktur anatomi saluran kemih$ Dilatasi saluran kemih termasuk perl5is ginjal tanpa obstruksi saluran kemih dapat menyebabkan gangguan proses klirens normal dan sangat peka terhadap in4eksi$ #$ Status +munologi pasien 1host3 Pertahanan lokal terhadap in4eksi N0 *$ #$ $ 4$ Per.ahanan l0&al .u/uh .erha(a' in=e&si Mekanisme pengosongan urin yang teratur dari buli/buli dan gerakan peristaltik ureter 1)ash out mechanism3 Derajat keasaman 1p93 urin =smolaritas urin yang .ukup tinggi Panjang uretra pada pria

Pertahanan lokal sistem saluran kemih yang paling baik adalah mekanisme -ash out urin' yaitu aliran urin yang mampu membersihkan kuman/kuman yang ada di dalam urin$ 0angguan dari sistem ini akan mengakibatkan kuman mudah sekali untuk

bereplikasi dan menempel pada urotelium$ Mekanisme -ash out dapat berjalan dengan baik dengan aliran urin yang adekuat adalah jika: a$ >umlah urin .ukupH b$ (idak ada hambatan didalam saluran kemih$ =leh karena itu kebiasaan jarang minum dan gagal ginjal menghasilkan urin yang tidak adekuat' sehingga memudahkan terjadinya in4eksi saluran kemih$Keadaan lain yang dapat mempengaruhi aliran urin dan menghalangi mekanisme -ash out adalah adanya: a$ Stagnansi atau stasis urin 1miksi yang tidak teratur atau sering menahan ken.ing' obstruksi saluran kemih' adanya kantong/kantong pada saluran kemih yang tidak dapat mengalir dengan baik misalnya pada di5ertikula' dan adanya dilatasi atau re4luk sistem urinaria$ b$ Didapatkannya benda asing di dalam saluran kemih yang dipakai sebagai tempat persembunyian kuman$

F) PATOFISIOLO9I Pada indi5idu normal urin selalu steril karena dipertahankan jumlah dan 4rekuensi ken.ing$ Uretro distal merupakan tempat kolonisasi mikroorganisme nonpathogenic fasti$ious (ram!positi e dan gram negati5e$ 9ampir semua +SK disebabkan in5asi mikroorganisme asending dari uretra ke dalam kandung kemih$ Pada beberapa pasien tertentu in5asi mikroorganisme dapat men.apai ginjal$ Proses ini dipemudah oleh re4luks 5esikoureter$ Proses in5asi mikroorganisme hematogen sangat jarang ditemukan di klinik' mungkin akibat lanjut dari bakterimia$ Mikroorganisme memasuki saluran kemih melalui 4 .ara' yaitu: *$ &.ending +n4eksi se.ara as.ending 1naik3 dapat terjadi melalui 4 tahapan' yaitu: a$ Kolonisasi mikroorganisme pada uretra dan daerah introitus 5aginaH b$ masuknya mikroorganisme ke dalam buli/buliH .$ multiplikasi dan penempelan mikroorganisme dalam kandung kemihH

d$ naiknya mikroorganisme dari kandung kemih ke ginjal$

0ambar *$ Masuknya kuman se.ara as.ending ke dalam saluran kemih$ 1*3kolonisasi kuman di sekitar uretra' 1#3masuknya kumen melalui uretra ke buli/buli' 1 3penempelan kuman pada dinding buli/buli' 143masuknya kumen melaui ureter ke ginjal .

#$ 9ematogen +n4eksi hematogen kebanyakan terjadi pada anak usia in4ant' anak dengan daya tahan tubuh yang rendah karena menderita sesuatu penyakit kronis' atau pada anak yang mendapatkan pengobatan imunosupresi4$ Penyebaran hematogen bisa juga timbul akibat adanya 4okus in4eksi di tempat lain' misalnya in4eksi S$ aureus pada ginjal bisa terjadi akibat penyebaran hematogen dari 4okus in4eksi di tulang' kulit' endotel' atau tempat lain$ M$ (uber.ulosis' Salmonella sp$' pseudomonas sp$' 6andida albi.ans' dan Proteus sp termasuk jenis bakteri7 jamur yang dapat menyebar se.ara hematogen$ ;alaupun jarang terjadi' penyebaran hematogen ini dapat mengakibatkan in4eksi ginjal yang berat' misal in4eksi Staphylo.o..us dapat menimbulkan abses pada ginjal $ Bim4ogen 4$ Bangsung dari organ sekitar yang sebelumnya sudah terin4eksi atau eksogen sebagai akibat dari pemakaian intrumen Dua jalur utama terjadinya +SK adalah hematogen dan as.ending$ Namun' se.ara umum' in4eksi paling sering terjadi dengan .ara as.ending' -alapupun in4eksi se.ara hematogen dapat terjadi pada anak usia in4ant

9) 9E7ALA KLINIS

0ambaran klinis in4eksi saluran kemih sangat ber5ariasi mulai dari tanpa gejala hingga menunjukkan gejala yang sangat berat$ 0ejala yang sering timbul adalah disuria' polakisuria' dan urgensi yang biasanya terjadi bersamaan'disertai nyeri suprapubik dan daerah pel5is$ Pada bayi baru lahir' dapat terjadi ikterik$ 0ejala klinis +SK sesuai dengan bagian saluran kemih yang terin4eksi' yaitu: *$ Pada +SK bagian ba-ah' keluhan pasien biasanya berupa nyeri supra pubik' disuria' 4rekuensi' hematuri' urgensi' dan stranguria$ #$ Pada +SK bagian atas' dapat ditemukan gejala demam' kram' nyeri punggung' muntah' dan penurunan berat badan$ Pada +SK bagian atas' terkadang dapat pula ditemukan skoliosis$

9ubungan antara lokasi in4eksi dengan gejala klinis

Pielone4rtitis &kut 1PN&3 0ejala klinis pada PN& seperti panas tinggi 1 "'%/4)'%)63' disertai menggigil dan sakit pinggang$ 0ejala klinis PN& sering didahului gejala +SK bagian ba-ah

/ /

+SK Ba-ah 1sistitis3 0ejala klinis sistitis seperti sakit suprapubik' polakisuria' disuria' dan stranguria Sindrom Uretra &kut 1SU&3

0ejala SU& sulit dibedakan dengan sistitis$ SU& sering ditemukan pada -anita #)/ %)tahun$ 0ejala klinis SU& sangat sedikit 1hanya disuri dan sering ken.ing3 disertai .4u7mlurin C*)%' sering disebut dengan sistitis abakterialis$ Sindrom uretra akut dibagi menjadi kelompok pasien yaitu: a$ Kelompok pasien dengan piuria' biakan urin dapat diisolasi "#coli dengan .4u7ml urin *) /*)%$ Sumber in4eksi berasal dari kelenjar periuretral atau uretra sendiri$ Kelompok pasien ini memberikan respon baik terhadap antibioti. standar seperti ampisilin b$ Kelompok pasien dengan lekosituri *)/%)7lapang pandang tinggi dan kultur urin steril$ Kultur 1biaka3 khusus ditemukan %hlamy$ia trachomatis atau bakteri anaerobi. .$ Kelompok pasien tanpa piuri dan biakan urin steril / +n4eksi Saluran Kemih Rekuren +SK rekuren terdiri dari # kelompok' yaitu: a$ Re/in4eksi$ Pada umumnya episode in4eksi dengan inter5al F! minggu dengan mikroorganisme yang berlainan b$ Relapsing infection$ Setiap kali in4eksi disebabkan mikroorganisme yang sama' disebabkan sumber in4eksi tidak mendapat terapi yang adekuat H) DIA9NOSIS Penegakan diagnosis in4eksi saluran kemih dapat dilakukan dengan anamnesis' pemeriksaan 4isik' dan juga dengan beberapa pemeriksaan penunjang$ &nalisis urin rutin' pemeriksaan mikroskop urin segar tanpa putar' kultur urin' serta jumlah kuman7mB urin merupakan proto.ol standar untuk pendekatan diagnosis +SK$ Se.ara mikrobiologi' +SK dinyatakan ada jika terdapat bakteriuria bermakna 1ditemukan mikrroganisme patogen *)%7mB pada urin pan.aran tengah3$ +n5estigasi lanjutan dengan renal imaging proce$ures harus berdasarkan indikasi yang kuat' diantaranya: +SK kambuh 1 relapsing infection3' pasien laki/laki' gejala urologi. 1kolik ginjal' piuria' hematuria3' hematuria persisten' mikroorganisme jarang 1Pseu$omonas spp dan Proteus spp3' +SK berulang dengan inter5al I! minggu$ Renal imaging proce$ures untuk in5estigasi 4a.tor predisposisi +SK yaitu:

*$ Ultrasonogram 1US03 #$ Radiogra4i: ,oto polos perut' pielogra5i +?' micturating cystogram *# Isotop scaning 9am/aran Klinis 0ambaran klinis in4eksi saluran kemih sangat ber5ariasi mulai dari tanpa gejala hingga menunjukkan gejala yang sangat berat$ 0ejala yang sering timbul adalah disuria' polakisuria' dan urgensi yang biasanya terjadi bersamaan'disertai nyeri suprapubik dan daerah pel5is$ Pada bayi baru lahir' dapat terjadi ikterik$ 0ejala klinis +SK sesuai dengan bagian saluran kemih yang terin4eksi' yaitu: *$ Pada +SK bagian ba-ah' keluhan pasien biasanya berupa nyeri supra pubik' disuria' 4rekuensi' hematuri' urgensi' dan stranguria$ #$ Pada +SK bagian atas' dapat ditemukan gejala demam' kram' nyeri punggung' muntah' dan penurunan berat badan$ Pada +SK bagian atas' terkadang dapat pula ditemukan skoliosis$ Pemeri&saan Penun%an* *$ Baboratorium Pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan untuk menunjang menegakkan diagnosis in4eksi saluran kemih' antara lain: a$ Urinalisis Untuk pengumpulan spesimen' dapat dipilih pengumpulan urin melalui urin porsi tengah' pungsi suprapubik' dan kateter uretra$ Se.ara umum' untuk anak laki/laki dan perempuan yang sudah bisa berkemih sendiri' maka .ara pengumpulan spesimen yang dapat dipilih adalah dengan .ara urin porsi tengah$Urin yang dipergunakan adalah urin porsi tengah 1mi$stream3$ Untuk bayi dan anak ke.il' spesimen didapat dengan memasang kantong steril pada genitalia eksterna$ 6ara terbaik dalam pengumpulan spesimen adalah dengan .ara pungsi suprapubik' -alaupun tingkat kesulitannya paling tinggi dibanding .ara yang lain karena harus dibantu dengan alat US0 untuk mem5isualisasikan adanya urine dalam 5esi.a urinaria$ Pada urinalisis' yang dinilai adalah sebagai berikut: / <ritrosit

Ditemukannya eritrosit dalam urin 1hematuria3 dapat merupakan penanda bagi berbagai penyakit glomeruler maupun non/gromeruler' seperti batu saluran kemih dan in4eksi saluran kemih$ / Piuria Piuria atau sedimen leukosit dalam urin yang dide4inisikan oleh Stamm' bila ditemukan paling sedikit 8))) leukosit per ml urin yang tidak disentri4us atau setara dengan #/% leukosit per lapangan pandang besar pada urin yang di sentri4us$ +n4eksi saluran kemih dapat dipastikan bila terdapat leukosit sebanyak F *) per mikroliter urin atau F *)$))) per ml urin$ / Silinder Silinder dalam urin dapat memiliki arti dalam diagnosis penyakit ginjal' antara lain: silinder eritrosit' sangat diagnostik untuk glomerulone4ritis atau 5askulitis ginjalH silinder leukosit bersama dengan hanya piuria' diagnostik untuk pielone4ritisH silinder epitel' dapat ditemukan pada nekrosis tubuler akut atau pada gromerulone4ritis akutH silinder lemak' merupakan penanda untuk sindroma ne4rotik bila ditemukan bersamaan dengan proteinuria ne4rotik$ / / Kristal Kristal dalam urin tidak diagnostik untuk penyakit ginjal$ Bakteri Bakteri dalam urin yang ditemukan dalam urinalisis tidak identik dengan in4eksi saluran kemih' lebih sering hanya disebabkan oleh kontaminasi$ b$ Bakteriologis / Mikroskopis' pada pemeriksaan mikroskopis dapat digunakan urin segar tanpa diputar atau pe-arnaan gram$ Bakteri dinyatakan positi4 bila dijumpai satu bakteri lapangan pandang minyak emersi$ / Biakan bakteri' pembiakan bakteri sedimen urin dimaksudkan untuk memastikan diagnosis +SK yaitu bila ditemukan bakteri dalam jumlah bermakna' yaitu:

Kriteria untuk diagnosis bakteriuria bermakna: Pengambilan spesimen &spirasi supra pubik Kateter Urine bag atau urin porsi tengah >umlah koloni bakteri per ml urin F *)) .4u7ml dari * atau lebih organisme patogen F #)$))) .4u7ml dari * organisme patogen F *))$))) .4u7ml

.$ (es Kimia-i Beberapa tes kimia-i dapat dipakai untuk penyaring adanya bakteriuria' diantaranya yang paling sering dipakai adalah tes reduksi griess nitrate$ Dasarnya adalah sebagian besar mikroba ke.uali entero.o..i mereduksi nitrat$ d$ (es Plat J 6elup 1Dip/Slide3 Beberapa pabrik mengeluarkan biakan buatan yang berupa lempengan plastik bertangkai dimana pada kedua sisi permukaannya dilapisi pembenihan padat khusus$ Bempengan tersebut di.elupkan ke dalam urin pasien atau dengan digenangi urin$ Setelah itu lempengan dimasukkan kembali kedalam tabung plastik tempat penyimpanan semula' lalu diletakkan pada suhu Do6 selama satu malam$ Penentuan jumlah kuman7mB dilakukan dengan membandingkan pola pertumbuhan kuman yang terjadi dengan serangkaian gambar yang memperlihatkan pola kepadatan koloni antara *))) hingga *)$)))$))) .4u per mB urin yang diperiksa$ 6ara ini mudah dilakukan' murah dan .ukup adekuat$ Kekurangannya adalah jenis kuman dan kepekaannya tidak dapat diketahui$ #$ Radiologis dan pemeriksaan penunjang lainnya Pemeriksaan radiologis pada +SK dimaksudkan untuk mengetahui adanya batu atau kelainan anatomis yang merupakan 4aktor predisposisi +SK$ Pemeriksaan ini dapat berupa 4oto polos abdomen' pielonegra4i intra5ena' demikian pula dengan pemeriksaan lainnya' misalnya ultrasonogra4i dan 6( S.an

I) PENATALAKSANAAN Prinsip umum penatalaksanaan +SK adalah: *$<radikasi bakteri penyebab dengan menggunakan antibiotik yang sesuai' danH #$Mengkoreksi kelainan anatomis yang merupakan 4aktor predisposisi$ (ujuan penatalaksanaan +SK adalah men.egah dan menghilangkan gejala' men.egah dan mengobati bakteriemia dan bakteriuria' men.egah dan mengurangi risiko kerusakan ginjal yang mungkin timbul dengan pemberian obat/obatan yang sensiti4' murah' aman dengan e4ek samping yang minimal$ =leh karena itu' pola pengobatan +SK harus sesuai dengan bentuk +SK' keadaan anatomi saluran kemih' serta 4aktor/4aktor penyerta lainnya$ Pemilihan antibiotik sangat dipengaruhi oleh bentuk resistensi lokal suatu daerah$ &moksisilin se.ara tradisional merupakan antibiotik lini pertama untuk +SK pada anak/ anak$ Namun' peningkatan angka resistensi <$.oli terhadap antibiotik ini menjadikan angka kegagalan kesembuhan +SK yang diterapi dengan antibiotik ini menjadi tinggi$ Uji sensiti5itas antibiotik menjadi pilihan utama dalam penentuan antibiotik yang dipergunakan$ In=e&si Saluran Kemih -a*ian 4ISK6 -a1ah Prinsip penatalaksanaan +SK ba-ah adalah intake .airan yang banyak' antibiotika yang adekuat' dan pemberian terapi simptomatik untuk alkalinasi urin' seperti: / / / 9ampir 8)E pasien akan memberikan respon setelah 48 jam dengan antibiotika tunggal seperti ampisilin gram' trimetropim #))mg Bila in4eksi menetap disertai kelainan urinalisis 1lekosuria3 diperlukan terapi kon5ensional selama %/*) hari Pemeriksaan minroskopik urin dan biakan urin tidak diperlukan bila semua gejala hilang tanpa lekosuria Rein4eksi berulang 1fre+uent re!infection3: / / / Disertai 4a.tor predisposisi$ (erapi antimikroba yang intensi4 diikuti koreksi 4a.tor risiko (anpa 4a.tor predisposisi : asupan .airang yang banyak' .u.i setelah melakukan senggama diikuti terapi antimikroba takaran tunggal 1misal trimetropim #))mg3 (erapi antimikroba jangka lama sampai ! bulan Sindrom uretra akut 1SU&3

Pasien dengan SU& dengan hitung kuman *) /*)% memerlukan antimikroba yang adekuat$ +n4eksi klamidia memberikan hasil yang baik dengan tetrasiklin$ +n4eksi disebabkan mikroorganisme anaerobi. diperlukan antimikroba yang serasi' missal golongan kuinolon$ In=e&si Saluran Kemih 4ISK6 A.as Pielone4ritis &kut Pada umumnya pasien memerlukan ra-at inap untuk memelihara status hidrasi dan terapi antibiotika parenteral paling sedikit 48 jam$ +ndikasi ra-at inap pielone4ritis akut antara lain: / / / / / Kegagalan mempertahankan hidrasi normal atau toleransi terhadap antibiotika oral Pasien sakit berat atau debilitasi (erapi antibioti. oral selama ra-at jalan mengalami kegagalan Diperlukan in5estigasi lanjutan ,a.tor predisposisi untuk S+K tipe berkomplikasiKkomorbiditas seperti kehamilan' diabetes mellitus' dan usia lanjut The Infections Disease Society of 'merica menganjurkan satu dari tiga alternati5e terapi antibioti. +? sebagai terapi a-al selama 48/D# jam sebelum diketahui mikroorganisme penyebabnya' yaitu: / / / ,lorokuinolon &minoglikosida dengan atau tanpa ampisilin Se4alosporin dengan spe.trum luas dengan atau tanpa aminoglikosida dosis$ Sekitar %)E bakteri penyebab +SK

&ntibiotik yang sering dipergunakan untuk terapi +SK' yaitu *$ &mo:i.illin #)/4) mg7kg7hari dalam bakteri yang sensiti4 terhadapnya$ #$ Kloram4enikol %) mg7kg berat badan sehari dalam dosis terbagi 4' sedangkan untuk bayi premature adalah #% mg7kg berat badan sehari dalam dosis terbagi 4$ $ 6o/trimo:a@ole atau trimethoprim !/*# mg trimethoprim7kg7hari dalam # dosis$ Sebagian besar +SK akan menunjukkan perbaikan dengan .otrimo:a@ole$ Penelitian resisten terhadap amo:i.illin$ Namun obat ini masih dapat diberikan pada +SK dengan

menunjukkan angka kesembuhan yang lebih besar pada pengobatan dengan .otrimo:a@ole dibandingkan amo:i.illin $
4. 6ephalosporin seperti .e4i:ime atau .ephale:in */# gr dalam dosis tunggal atau dosis

terbagi 1# kali sehari3 untuk in4eksi saluran kemih bagian ba-ah 1sistitis3 sehari$ 6ephale:in kira/kira sama e4ekti4 dengan .otrimo:a@ole' namun lebih mahal dan memiliki spe.trum luas sehingga dapat mengganggu bakteri normal usus atau menyebabkan berkembangnya jamur 16andida sp$3 pada anak perempuan$

7) KOMPLIKASI Komplikasi bergantung dari tipe +SK yaitu +SK tipe sederhana atau tipe berkomplikasi$ *$ Untuk +SK akut sederhana 1sisititis3 yaitu dengan non/obstruksi dan bukan -anita hamil merupakan penyakit ringan 1self limite$ $isease3 dan tidak menyebabkan akibat lanjut jangka lama$ #$ Untuk +SK tipe berkomplikasi / +SK selama kehamilan$ Memiliki beberapa morbiditas diantaranya adalah: bayi mengalamai retardasi mental' pertumbuhan bayi lambat' cerebral palsy' dan 4etal death / +SK pada diabetes mellitus$ &bses perine4rik merupakan komplikasi +SK pada pasien dengan DM 14*E3 K) PEN8E9AHAN *$ Banyak minum air putih untuk memperlan.ar aliran kemih' sehingga jika ada bakteri dapat langsung dikeluarkan sebelum bisa menimbulkan in4eksi #$ Membasuh alat genital dari depan ke belakang baik setelah selesai berkemih maupun buang air besar' sehingga meminimalisasi kemungkinan masuknya bakteri dari anus ke saluran kemih $ Segera kosongkan kandung kemih setelah selesai melakukan hubungan seksual

DAFTAR PUSTAKA

&ru ;$ Sudoyo' Bambang Setiyohadi' +drus &l-i' Mar.ellus Simadibrata K' Siti Setiati$ Buku 'jar Ilmu Penyakit Dalam ,ili$ I "$isi I-# #))D$ ,KU+: >akarta Syli5ia &$Pri.e' Borraine M$ ;ilson$ Patofisiologi Konsep Klinis Proses!Proses Penyakit "$isi .$ #))!$ <06: >akarta http:77bestpra.ti.e$bmj$.om7best/pra.ti.e7monograph7DD7diagnosis7di44erential$html http:77emedi.ine$meds.ape$.om7arti.le7# *%D4/di44erential http:77---$n.bi$nlm$nih$go57pubmed78DD"##" http:77---$patient$.o$uk7do.tor7urinary/tra.t/in4e.tion/in/adults