Anda di halaman 1dari 4

Sediaan 2 : Ovarium Rana Ovarium merupakan organ reproduksi tempat berkembangnya sel telur (ovum).

Pada Rana sp ovarium tergantung pada mesovarium yang merupakan dua lapisan peritoneum. Dua lapisan peritoneum membungkus ovarium dan disesbut sebagai theca externa dan theca interna.Di dalam ovariumnya sendiri terdapat dua bagian pokok, yaitu bagian cortex di pinggir, pada bagian ini banyak terdapat ovum dalam beberapa tingkat perkembangan mulai dari oogania sampai dengan oocyt I. Bagian tengah ovarium berupa stroma,yang terdiri dari jaringan pengikat serta didalamnya banyak terdapat pembuluh darah serta lymphe. Epithelium germinativum merupakan selapis jaringan di dinding ovarium, dan dri lapisan ini akan terbentuk tahap awal perkembangan folikel. Dari masa embyonal calon folikel sudah terdapat dalam epithelium ini, yang kemudian secara periodik pada masa reproduksi akan mengalami perkembangan lebih lanjut menjadi sel-sel telur. Di luar epithelium germinativum terdapat lapisan jaringan pengikat berupa theca externa dan theca interna, dan di antara kedua lapisan ini banyak terdapat pembuluh darah maupun syaraf. Oogonia, sel-sel yang berasal dari epithelium germinativum pada tahap awal perkembangan. Letak oogonia sebagian besar masih dekat dengan dinding ovarium, kemudian secara bertahap akan bergerak meninggalkan membran basal dan menuju ke stroma. Oocyt primer, tahap perkembangan berikutnya dari oogonia, sel terus tumbuh dan berkembang menjadi besar dan berjalan kearah bagian tengah ovarium. Pembelahan juga berlangsung sehingga ovum dikelilingi oleh selapis sel yang disebut sebagai folikel. Fungsi folikel adalah melindungi oocyt sekaligus juga menghasilkan chorion sebagai lapisan pelindung. Pigmen gelap kecoklatan mewarnai folikel , disamping itu juga terlihat adanya pigmentasi di polus animalis telur. Selanjutnya oocyt primer dikeluarkan dari tubuh dan berkembang sebagai oocyt II di medium air. Pada saat oocyt primer dikeluarkan dari tubuh sel-sel kelenjar oviduct memproduksi lendir (mucus) sehingga saling berikatan satu dengan yang lain dalam kelompok atau berderetan. Sediaan 3 : Ovarium Rat Tipe ovarium Rat (mammalia) adalah compactum, sedang pada Rana tipenya adalah sacculair. Pada tipe compactummedulla atau stroma banyak berisi jaringan pengikat loggar, pembuluh darah srta Iymphe yang berperan untuk supply makanan. Bagian cortex ovarium banyak terdapat folikel primordial, sedang di bagian modullanya tidak terlihat adanya folikel. Ovarium digantung oleh mesovarium, merupakan jaringan pengikat yang akan berlanjut sebagai pembungkus ovarium yang disebut theca externa dan theca interna. Bagian permukaan dinding ovarium tersusun atas jaringan epithelium kuboid yang disebut epithelium germinativum. Sel telur berkembang dari proliferasi epithelium germinal yang mengelilingi ovarium tersebut. Sel-sel epithelium germinativum kemudian akan mengalami perkembangan dan menjadi oogonia. Oogonia kemudian akan aktif membelah

secara mitosis dan pada didingnya dikelilingi oleh sel-sel epithelium pipih yang berasal dari epithelium germinativum juga perkembangan selanjutnya dari oogonia akan menjadi Oocyt I yang mulai mengadakan pembelahan secara meiosis. Perkembangan selanjutnya dari oocyt yang dikelilingi sel-sel epithelial pipih akan membesar dan membentuk satu lapi sel kuboid sehingga disebut Folikel Primer. Sel-sel folikel dikelilingi oocyt terus memperbanyak diri, sehingga terdiri atas beberapa lapis sel, dan mulai memisahkan diri dari oosit. Ruang antara oocyt dengan sel-sel folikuler berisi cairan mukopilisakarida. Pada tahap ini sering disebut sebagai Folikel Sekunder atau Folikel dalam perkembangan. Ruangan antara folikel dengan oosit membesar yang disebut antrum folikuli dan berisi cairan yang disebut liquor folliculi. Sel-sel folikuli di dekat oocyt masih tetap utuh dan membentuk jaringan seperti tangkai yang mendukung oocyt disebut cumulus oophorus. Folikel yang sudah masak sering disebut Folikel de Graaf, oocyt dikelilingi oleh jaringan epihelial yang disebut corona radiata pada bagian yang menghadap antrum folikuli. Cairan di sekitar ovum berfungsi sebagai pelindung disebut zona pellucida. Folikel yang telah masak dikelilingi oleh jaringan pengikat yang terdiri theca folikuli externa dan theca folikuli interna. Sediaan 4 : Testis Rana Testis merupakan organ reproduksi masculinus yang berperan memproduksi sel-sel kelamin jantan atau spermatozoa. Testis mammalia menempati suatu kantung disebut scrontum, merupakan rongga yang terdapat di luar tubuh. Di dalam testis berlangsung proses pembelahan reduksi sehingga dihasilkan sel anakan yang bersifat haploid. Selain sebagai tempat memproduksi spermatozoa haploid, testis juga berperan dalam pembentukan hormon, terutama testoteron. Hormon ini dapat memberi pengaruh terhadap perkembangan tandatanda kelamin sekunder. Pengamatan terhadap penampang melintang testis, bagian paling luar sebagai dinding testis berupa jaringan pengikat yang disebut tunica albugenia. Di bagian dalam dari tunica albuginea terdapat penanmpang dari tubuli seminiferi yang terlihat memanjang, miring atau melintang. Testis berisisistem tubuli yang padat dan rumit, sehingga apabila dilihat penampang melintangnya akan tampak tubuli dalam berbagai variasi diameter. Dalam satu tubuli juga masih terdapat selaput tipis yang terdiri sel-sel epithelial pipih seperti pada folikel. Selaput ini membentuk semacam kantung-kantung dalam tubuli seminiferi dan berfungsi sebagai tempat perkembangan sel-sel kelamin jantang menuju pemasakkan. Pada testis Rana kantung-kantung dalam tubulli seminiferi tersebut cukup jelas, disebut sebagai sel sarang (nest cell). Sel interstitial atau sel leydig terdapat diantara tubuli seminiferi berikatan dengan jaringan pengikat serta pembuluh darah. Sel-sel interstitial berperan memproduksi hormon kelamin, yaitu testoteron. Selain membantu pertumbuhan dan perkembangan alat-alat reproduksi, testoteron juga berperan dalam mengatur perkembangan alat kelamin sekunder. Proses perkembangan sel kelamin jantan dalam testis melalui tahapan-tahapan pembelahan

dan pertumbuhan yang dikenal sebagai spermatogenesis serta spermiogenesis. Sesuai dengan setiap tahap dalam perkembangan sel-sel kelamin antara lain adalah sebagai berikut : a. Spermatogonium I, merupakan perkembangan awal dari proses spermatogenesis pada tahapan ini di cirikan dengan ukuran sel besar dan berbentuk lonjong. Inti sel juga lonjong dan memiliki 2 4 nukleoli. Sel masih dekat membrana basalis dan sering masih terlihat sel-sel folikel mengelilinginya. b. Spermatogonium II, merupakan kelanjutan spermatogonium I setelah melalui pembelahan mitosis. Inti sel biasanya berubah menjadi bulat dan granuler, ukuran sel lebih kecil dibanding spermatogonium I. c. Spermatocyt I, Perkembangan lebih lanjut spermatogonium II, dalam tahap ini berlangsung pembelahan reduksi stau meiosis. Tahapan prophase selama pembelahan terdiri atas beberapa stadium antara lain : Leptoten, dicirikan dengan kromosom yang padat. Zygoten, terjadi kondensasi kromosom lebih tebal. Pachyten, mempunyai inti yang besar kromosom menjadi halus seperti jala dengan butir-butir yang jelas. Diakinase, berlangsung kondensasi kromosom kembali sehingga menjadi tebal dan kromosom terlihat di perifer seperti bentuk cincin. d. Spermatocyt II, hampir sama dengan tahap diakinase spermatosit I namun ukurannya lebih kecil, kurang lebih hanya setengahnya. e. Spermatid, pada tahap ini mulai terjadi morphogenesis dari bentuk bulat ke bentuk lonjong, ukuran inti sel juga mereduksi hampir setengahnya. f. Spermatozoa, merupakan tahapan akhir dari pemasakkan sel kelamin. Ukuran kecil dan memanjang dilengkapi dengan flagella. Posisi spermatozoa biasanya sudah mendekati lumen tubuli seminiferi. Beberapa sel ada yang berbalik mendekati Sel sertoli yang terdapat diantarasel nest. Sel sertoli merupakan sel pendukung derivat sel folikel yang berkembang berukuran besar dan terletak didekat membrana basalis. Fungsi sel sertoli memberi makan spermatozoa, disamping itu juga memproduksi hormon testoteron seperti sel leydig. Sediaan 5 : Testis Rat Seperti pada testis Rana, testit rat dibatasi oleh dinding berupa serabut fibrosa yang disebut tunica albugenea. Dalam testis terdapat banguan bulat bervariasi bentuk maupun ukurannya, bangunan tersebut adalah tubuli seminiferi. Setiap tubulus mempunyai lumen, tempat menyalurkan spermatozoa yang sudah masak untuk bergerak keluar dari testis. Jaringan pengikat mengisi ruang-ruang intertubuli, di antaranya juga terdapat pembuluh darah sel-sel interstitial (sel Ieydig).

Jika diamati satu tubulus seminiferus akan terlihat di dalamnya berisi sel-sel reproduksi yang sedang dalam proses pemasakkan. Sesuai dengan tahap perkembangan sel reproduksi testis rat antara lain terdiri dari : Spermatogonia, merupakan sel primordial perkembangan lanjut dari sel-sel pipih yang terdapat dimembrana basalis. Ukuran sel besar dengan inti sel yang besar pula. Dalam perkembangannya spertogonia dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu : Spermatogonium I, yang dicirikan dengan bentuk inti sel lonjong , sedang Spermatogonium II, dicirikan dengan bentuk inti selnya bulat. Posisi spermatogonia masih dekat membrana basalis yang menjadi dinding tubulus seminiferus. Spermatosit I, merupakan lanjutan spermatogonia, berinti besar dan sering terlihat adanya tahap pembelahan seperti profase, metafase, anafase maupun telofase. Spermatosit II, berukuran lebih kecil dibanding spermatosit I, posisinya teletak ditengah antara membrana basalis dan lumen. Tahapan inin hanya sebentar, sehingga agak sulit ditemukan dalam pengamatan. Spermatid, tahapan setelah spermatosit II, kemudian nantinya akan berkembang menjadi spermatozoa tanpa melalui proses pembelahan. Spermatid dapat tersusun atas 4-5 baris dari lumen, biasanya dicirikan dengan inti yang terang dan berbentuk bulat. Spermatozoa, tahapan metamorphosis dari spermatid menjadi spermatozoa melalui beberapa stadium berikut : 1. Inti spermatid mulai memanjang dan menjadi padat, badan sel berubah bentuk menjadi seperti botol. 2. Inti berbentuk seperti bulan sabit, badan sel mulai melepaskan diri dan flagella terlihat. 3. Inti sangat padat dan berbentuk sabit, sebagian besar plasma terlepas dan flagella terlihat jelas. Spermatozoa yang telah masak banyak terlihat di lumen tubulus, atau kepalanya berbalik bergerombol pada sel sertoli dengan ekor mengarah ke lumen. Sel sertoli menempati di antara kelompok sel-sel reproduksi yang dalam perkembangan, seperti di antara sel nest. Namun bentuk sel nest pada testis rat tidak jelas sperti pada testis rana. Sel sertoli pada testis rat mempunyai ukuran besar, sitoplasmanya mengisi dari membrana basalis sampai mendekati lumen. Inti sel besar dan berbentuk lonjong. Funsi sel sertoli memberi makan spermatozoa dan menghasilakan hormon testoteron.