Anda di halaman 1dari 95

BAB III METODE PEROLEHAN MINYAK TAHAP LANJUT (ENHANCED OIL RECOVERY)

Perolehan Minyak Tahap Lanjut (EOR) merupakan perolehan minyak dengan cara menginjeksikan suatu zat yang berasal dari salah satu atau beberapa metode pengurasan yang menggunakan energi luar reser oir! "enis energi yang digunakan adalah salah satu atau gabungan dari energi mekanik# energi kimia dan energi termik! "adi perolehan minyak yang berasal dari injeksi gas# injeksi termik maupun injeksi kimia merupakan perolehan tahap lanjut! $ecara garis besar metode%metode EOR yang ada dapat dikelompokkan dalam empat bagian# seperti diperlihatkan seperti diperlihatkan pada tabel &!'! Tabel &!'! Pengelompokkan metode%metode EOR'(

3.1.

Injeksi Te !"#$% )njeksi tercampur dide*inisikan sebagai pendesakan suatu *luida terhadap

minyak yang menghasilkan pencampuran antara *luida pendesak terhadap minyak sehingga hasil campuran ini dapat keluar dari pori%pori dengan mudah sebagai satu *luida! +alam hal e*isiensi pendesakan dalam pori%pori sangat tinggi! ,ang termasuk injeksi tercampur adalah injeksi gas kering pada tekanan tinggi (vaporizing gas drive)# injeksi gas diperkaya (condensing gas drive)# injeksi dinding

-&

-8

*luida yang dapat bercampur dengan minyak (gas)# injeksi dinding alkohol (dapat bercampur dengan minyak dan air)# injeksi .O / atau gas%gas yang tidak bereaksi (inert gas) dapat bercampur dengan minyak dan air! 0ambar &!' memperlihatkan +iagram Terner! Pada diagram tersebut terdapat sistim tiga kelompok komponen yang terdiri atas metana (. ')# komponen%komponen menengah (./%.-) dan komponen%komponen berat (.(1)!

0ambar &!'! +iagram Terner'( 2ntuk tekanan dan temperatur reser oir# .' berupa gas# .(1 cair# sedangkan ./%.tergantung pada tekanan dan temperatur yang berlaku! +aerah + pada diagram tersebut merupakan daerah satu *asa yaitu '334 *asa cair dan daerah 5 merupakan daerah '334 *asa gas! +aerah campuran kritis dibagi menjadi daerah 6 yang menunjukkan inter al komposisi (P#T) yang dapat bercampur dengan gas dari daerah 5# serta daerah . merupakan daerah komposisi%komposisi campuran yang dapat bercampur dengan minyak dari daerah +! Pengaruh tekanan dan temperatur terhadap daerah dua *asa dalam diagram Terner seperti ditunjukkan pada gambar diba7ah ini!

->

0ambar &!/! Pengaruh Tekanan dan Temperatur Terhadap +aerah +ua 9asa dalam +iagram Terner'( "adi pada saat tekanan reser oir masih tinggi (P::) dan temperatur rendah (T;;) akan sangat menguntungkan bagi pendesakan tercampur karena daerah dua *asa (dalam diagram Terner) dibuat kecil!
3.1.1.

Injeksi &"s CO' )njeksi gas .O/ atau sering juga disebut sebagai injeksi gas .O/ tercampur yaitu

dengan menginjeksikan sejumlah gas .O/ ke dalam reser oir dengan melalui sumur injeksi sehingga dapat diperoleh minyak yang tertinggal! Pe %(")"n *i+", Ki#i" -isik" Y"n. Dise("(k"n O/e) CO' Perubahan si*at kimia *isika yang disebabkan oleh adanya injeksi .O/ adalah sebagai berikut < a! Pengembangan olume minyak b! Penurunan iscositas c! =enaikan densitas d! Ekstraksi sebagian komponen minyak A. Pen.e#("n."n 01/%#e #in2"k 5danya .O / yang larut dalam minyak akan menyebabkan pengembangan olume minyak! Pengembangan olume ini dinyatakan dengan suatu swelling factor#

3.1.1.1.

--

yaitu < ?Perbandingan olume minyak yang telah dijenuhi .O/ dengan olume minyak a7al sebelum dijenuhi .O/# bila besarnya $9 ini lebih dari satu# berarti menunjukkan adanya pengembangan@! Oleh $imon dan .rue# dikatakan bah7a $9 dipengaruhi oleh *raksi mol .O/ yang terlarut dalam minyak (A .O/) dan ukuran molekul minyak yang dirumuskan dengan perbandingan berat molekul densitas (MB)! +isamping itu# hasil penelitian Calker dan +unlop menunjukkan bah7a swelling factor dipengaruhi pula oleh tekanan dan temperatur! (lihat gambar &!&)

0ambar &!&! $7elling *actor mol .O/''

terhadap *raksi

-(

0ambar &!8! Pengaruh T dan P terhadap pengembangan minyak'( B. Pen% %n"n Vis!1si,"s 5danya sejumlah .O / dalam minyak akan mengakibatkan penurunan oscositas minyak! Oleh $imon dan .reu dinyatakan bah7a penurunan iscositas tersebut dipengaruhi oleh tekanan dan iscositas minyak a7al (lihat gambar &!>) +alam gambar tersebut bah7a mBo (perbandingan iscositas campuran .O/ minyak dengan iscositas a7al) akan lebih kecil untuk iscositas minyak a7al (o) yang lebih besar pada tekanan saturasi tertentu! 5rtinya pengaruh .O/ terhadap penurunan iscositas minyak akan lebih besar! 2ntuk satu jenis minyak# kenaikan tekanan saturasi akan menyebabkan penurunan iscositas minyak! C. Ken"ik"n 3ensi,"s Terlarutnya sejumlah .O / dalam minyak menyebabkan kenaikan densitas# hal yang menarik ini oleh Dolm dan "osendal dimana besarnya kenaikan densitas dipengaruhi oleh tekanan saturasinya (lihat gambar &!-)!

-F

0ambar &!>! Eiscositas .ampuran .O/ .rude Oil pada Temperatur '/3 9'(

0ambar &!-! +ensity dan iscositas minyak sebagai *ungsi P saturasi'(

-I

D. Eks, "ksi se("."i k1#$1nen #in2"k $i*at .O/ yang terpenting adalah kemampuan untuk mengekstraksikan sebagian komponen minyak! Dasil dari penelitian Gelson dan Menzile menunjukkan bah7a pada '&> 9 dan pada tekanan /333 psi minyak dengan gra ity &> 5P) mengalami ekstraksi lebih besar dari >3 4! "uga penelitian dari Dolm dan "osendal menunjukkan olume minyak menurun akibat adanya ekstraksi sebagian *raksi hidrokarbon dari minyak! +ari komposisi hidrokarbon yang terekstraksi selama proses pendesakan .O/# menunjukkan *raksi menengah (.(%.&3) hampir semuanya terekstraksi! $edangkan pada *raksi ringan (./%.-)# juga *raksi berat (.8&) harga ekstraksi sedikit (lihat tabel &!/!)! Tabel &!/! =omposisi pada Hone Transisi selama Proses Pendesakan pada Eariasi P dan T'(

3.1.1.'. Mis!i(i/i,2 3"n Pen." %)n2" Miscibility dide*inisikan sebagai kemampuan suatu *luida untuk bercampur dengan *luida lainnya dan membentik suatu *asa yang homogen sehingga tidak tampak batas *asa *luida tersebut! Tercapainya miscibility .O/ dengan minyak ditandai dengan mengecilnya tegangan permukaan sampai mendekati nol! 2ntuk mencapai miscibility# kondisi temperatur serta komposisi harus memenuhi syarat tertentu! 9aktor%*aktor yang dapat mempengaruhi tercapainya miscibility .O/ dan minyak adalah kemurnian .O/# komposisi minyak# temperatur serta tekanan!

=emurnian .O/ Dasil percobaan pada berbagai tingkat kemurnian yang digunakan# menunjukkan

bah7a semakin murni .O/ semakin besar miscibilitasnya! 5danya .' dan G/ di dalam

(3

.O/

akan mempengaruhi

terjadinya

miscibilitas# sedangkan

adanya

D /$

didalam .O/ pengaruhnya lebih kecil dibanding .' dan G/!

=omposisi Minyak Dolm dan "osendal menyatakan bah7a dalam sistem biner (diagram dua *asa)#

komposisi dari minyak juga akan mempengaruhi tekanan yang diperlukan untuk pendorongan miscible! Menurut penelitian dari Dolm dan "osendal didapatkan komposisi kimia .O / dan hidrokarbon selama pendorongan .O/ terhadap minyak ?Mead Strawn@ pada tekanan /333 psi dan temperatur '&> 9! Pada daerah miscible hanya terdapat sejumlah kecil pada komponen ./%.8 dalam *asa gabungan zat cair dan uap! +ari analisa produksi *asa uap selama pendorongan telah breakthrough .O/# tetapi sebelum miscible# diperlihatkan penguapan komponen ./%.8 cenderung menempati bagian depan *ront pendorong! Dal ini terlihat dengan adanya kenaikan 4 mol . /%.8 dari >#'' menjadi '3#F- pada daerah ini! Pada saat .O/ diinjeksikan# maka .O/ akan terserap kedalamnya# komponen%komponen ringan akan menguap# maka terbentuklah kesetimbangan *asa ternyata dari hasil pengamatan dapat ditarik kesimpulan .>%.&3 atau .>1 terekstraksi lebih banyak!

Temperatur Temperatur minyak juga akan mempengaruhi tekanan yang diperlukan untuk

pendorongan miscible dari gambar &!( dapat ditarik kesimpulan bah7a temperatur yang semakin besar# tekanan pendorongan makin besar!

Tekanan Tekanan yang diperlukan untuk pendorongan miscible akan dipengaruhi oleh

kemurnian .O/# komposisi minyak dan tekanan reser oir! 5da beberapa kesimpulan yang dapat ditarik bah7a pada tekanan pendorongan miscible .O/ terhadap minyak reser oir dengan adanya komponen hidrokarbon ringan ./# .&# .8 didalam minyak reser oir tidak mempengaruhi proses miscibility! Pendorongan miscible sangat dipengaruhi oleh adanya komponen .>%.&3 di dalam reser oir! +ari kenyataan ini Dolm dan "osendal memberikan suatu kesimpulan bah7a tekanan diinjeksi agar terjadi pendorongan yang miscible ditentukan oleh adanya komponen .># dalam minyak reser oir! +ari gambar &!( dapat disimpulkan bah7a

('

temperatur juga akan mempengaruhi tekanan pendorong yang miscible! Oleh karena itu perkiraan tekanan untuk pendorongan yang miscible dapat diperoleh dengan menggunakan dengan korelasi *raksi .>1!

0ambar &!(! =orelasi Tekanan Miscible pada )njeksi ./ 6erdasarkan 6erat Mol .>( 3.1.1.3. Di". "# Te ne Terdapat dua cara untuk membuat +iagram Terner dimana hal tersebut tergantung pada keadaan .O/ apakah berasosiasi dengan metana atau komponen menengah! Metode pertama pada gambar &!F# menunjuk kondisi percampuran yang diterapkan terhadap injeksi dengan .O/ atau metana! Pada metode kedua titik .O/ pada diagram Terner (lihat gambar &!I) ditempatkan sepanjang garis antara titik .' dengan ./%.-! +imana titik tersebut selanjutnya =elakuan dapat pada dibandingkan metode ini terhadap dengan ethana gas atau yang propana! diperkaya! analog

Pada kenyataannya tidak ada metode yang sempurna secara menyeluruh dan untuk menggambarkan e*ek ./ secara lebih akurat kehadiran tetrahedral dibutuhkan dengan penggabungan .i sampai G/# .O/# ./%.-# .(1 (gambar &!'3)!

(/

0ambar &!F! =elakuan 9asa dari Metana dan .O/ $elama )njeksi (

0ambar &!I! +igram Terner dengan Letak .O/ 6erdasarkan 6erat Molekul(

(&

0ambar &!'3! =elakuan untuk $istem Empat =omponen termasuk .O/( Jenis Pen31 1n."n &"s CO' "enis pendorongan gas karbondioksida terdiri dasri solution gas drive dan dynamin miscible drive! a! $olution gas dri e =elarutan .O/ didalam minyak makin besar dengan adanya kenaikan tekanan# dengan diikuti pula pengembangan olume minyak makin besar! Dolm dan "osendal melakukan pengamatan terhadap jenis dri e ini dengan menggunakan gravity minyak // 5P) yang dijenuhi dengan 6erea sandstone sepanjang 8 *eet! Penjenuhan dilakukan pada tekanan I33 psi yang berisi 8(#/ 4 PE dan sisanya air asin! Minyak yang diproduksikan '8#/ 4 O)P sampai penurunan tekanan 833 psig# dan '8 4 O)P pada tekanan mencapai /33 psig# dapat dilihat pada tabel &!&! "adi .O/ adalah gas yang masuk dalam larutan dengan pengembangan minyak sebagai suatu kenaikan tekanan# minyak dapat keluar dari larutan dengan penurunan tekanan!

3.1.1.4.

(8

Tabel &!&! $olution 0as +ri e dengan .O/ J .O/ +iinjeksikan Pada Tekanan I33 psi'-

b! +ynamic miscible dri e $i*at yang cukup penting dari .O/ adalah kemampuannya mengekstraksikan atau menguapkan sebagian *raksi hidrokarbon dari minyak reser oir! $kema kondisi miscible dan mendekati miscible dari proses pendorongan gas .O/ pada temperatur &'> 9 digambarkan pada gambar &!''! Menurut Dolm dan "osendal pada gambar &!''! tersebut sebagai hasil penyelidikannya dijelaskan sebagai berikut < +ua gambar bagian atas# memperlihatkan tekanan pendorongan .O / terhadap minyak pada tekanan 'F33 dan //33 psi! Pada saat diinjeksikan .O / selanjutnya akan mengekstrasi .O/# .>%.&3 dan membentuk zona transisi .O/% hidrokarbon! Luasnya zona transisi .O/ sampai hidrokarbon merupakan *ungsi dari tekanan pendorongan! Hona transisi yang cukup panjang menandakan pendorongan pada tekanan yang rendah! =onsentrasi hidrokarbon yang tinggi akan terdapat pada zona transisi dengan tekanan pendorongan yang tinggi dan ?total residual saturation@ yang lebih rendah akan tertinggal dalam media porous setelah proses pendesakan! ?Total residual saturation@ yang tidak turut terdesak pada saat pendorongan .O / terhadap minyak pada tekanan 'F33 psi dan '&> 9 yaitu komponen .'31 berarti komponen .' sampai .'F ikut terdesak oleh pendorongan .O/ tersebut! $edangkan pada proses pendorongan .O/ terhadap minyak pada //33 psi dan '&> 9# ternyata komponen hidrokarbon .//1 tidak ikut terdesak# hal ini membuktikan bah7a tekanan pendorongan yang lebih tinggi maka lebih banyak lagi komponen hidrokarbon yang turut terproduksi! Dal ini

(>

membuktikan bah7a untuk mendapatkan recovery minyak yang tinggi# haruslah pada tekanan pendorongan yang tinggi!

0ambar &!''! $kema .O/# menurut "osendal!'F


3.1.1.5.

Pendorongan Dolm dan

Mek"nis#e Injeksi Mekanisme CO' dasar injeksi .O/ bercampurnya

adalah

.O/ dengan minyak dan membentuk *luida baru yang lebih mudah didesak dari pada minyak reser oir a7al! 5da empat jenis mekanisme pendesakan injeksi .O/! +alam pelaksanaan ini# gas .O / yang diinjeksikan# dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut <

)njeksi .O/ secara kontinyu selama proyek berlangsung! )njeksi slug .O/ diikuti air! )njeksi slug .O/ dan air secara bergantian! )njeksi .O/ dan air secara simultan! 2ntuk gas yang diba7a dengan menginjeksikan terus menerus gas .O/ ke dalam

reser oir maka diharapkan gas .O/ ini dapat melarut dalam minyak dan mengurangi iskositasnya# dapat mengembangkan olume minyak dan mere*raksi sebagian minyak# sehingga minyak akan lebih banyak terdesak keluar dari media berpori!

(-

0ambar &!'/! Mekanisme dalam 9looding'F

Pendesakan Pelaksanan .O/

2ntuk cara yang kedua# yaitu dengan menginjeksikan c arbonat water ke dalam reser oir! $ebenarnya carbonat water adalah percampuran antara air dengan gas .O / (reaksi .O/ 1 D/3) sehingga membentuk air karbonat yang digunakan sebagai injeksi dalam proyek .O/ *looding! Tujuan utama adalah untuk terjadi percampuran yang lebih baik terhadap minyak sehingga akan mengurangi iskositas dari minyak serta mengembangkan sebagian olume minyak sehingga dengan demikian penyapuan akan lebih baik# sedangkan pada cara yang ketiga membentuk slug penghalang dari .O / yang kemudian diikuti air sebagai *luida pendorong! $ama seperti cara pertama dan kedua# pembentukan slug ini untuk lebih dapat mencampur gas .O/ kedalam minyak# kemudian karena adanya air yang ber*ungsi sebagai pendorong maka diharapkan e*isiensi pendesakan akan lebih baik# sedangkan untuk cara yang keempat sebenarnya sama dengan cara yang ketiga tetapi disini lebih banyak *luida digunakan .O/ untuk lebih melarutkan minyak setelah proses penyapuan terhadap pendesakan minyak# maka minyak yang telah tersapu dan akan diproduksikan melalui sumur produksi!

((

0ambar &!'&! Mekanisme Pelaksanaan .O/ 9looding'F +ari studi yang dilakukan menunjukkan bah7a injeksi .O/ dan air secara simultan terbukti merupakan mekanisme pendesakan yang terbaik diantara keempat metode tersebut (oil recovery sekitar >3 4)! +isusul kemudian injeksi slug .O / dan air bergantian! )njeksi langsung .O/ dan injeksi slug .O/ diikuti air sama buruknya dengan kemampuan mengambil minyak hanya sekitar /> 4! +alam semua kasus# pemisahan gaya berat antara .O/ dan air terjadi sebelum setengah daru batuan batuan reco ery tersapu oleh campuran dari dua *luida tersebut! *%#(e CO' $umber .O/ sangat menentukan dalam keberhasilan proyek injeksi .O/ sebab .O/ yang diperlukan harus tersedia untuk jangka 7aktu yang panjang! 0as yang tersedia juga harus relati* murni sebab beberapa gas seperti metana dapat meningkatkan tekanan yang diperlukan untuk bercampur# sedangkan yang lainnya

3.1.1.6.

(F

seperti hidrogen sul*ida berbahaya dan berbau serta menimbulkan permasalahan lingkungan! ,ang juga harus diperhatikan adalah kesulitan dalam menentukan olume aktual dan 7aktu pengantaran gas ke proyek# sebab kebocoran dapat terjadi pada proyek injeksi skala besar selama periode 7aktu yang panjang! 9aktor yang tidak diketahui lainnya adalah olume .O/ yang harus dikembalikan lagi (recycle)! "ika gas .O/ menembus sebelum 7aktunya ke dalam sumur produksi# maka gas ini harus diproses dan .O/ diinjeksikan kembali! $umber .O / alami adalah yang tebaik# baik yang berasal dari sumur yang memproduksi gas .O/ yang relati* murni ataupun yang berasal dari pabrik yang mengolah gas hidrokarbon yang mengandung banyak .O/ sebagai kontaminan! $umber yang lain adalah kumpulan gas (stack gas) dari pembakaran batubara (coal fired)! 5lternati* lain adalah gas yang dilepaskan dari pabrik amonia! 6eberapa kelebihan sumber tersebut adalah <

Pabrik amonia dan lapangan minyak yang dapat didirikan berdekatan! 0as .O/ yang dilepaskan dari pabrik amonia cenderung dapat dikumpulkan dalam sebuah area industrial yang tersedia! =uantitas .O/ dari tiap sumber dapat diketahui! Tidak memerlukan pemurnian# karena .O/ yang diperoleh mempunyai kemurnian IF 4 (Pullman kellog#'I(()! =eberhasilan suatu proyek .O/ tergantung pada <

'! =arakteristik minyak! /! 6agian reser oir yang kontak secara e*ekti*! &! Tekanan yang biasa dicapai! 8! =etersediaan dan biaya penyediaan gas .O/! Ke/e(i)"n 3"n Kek% "n."n Injeksi CO' Penggunaan .O/ untuk meningkatkan perolehan minyak mulai menarik banyak perhatian sejak 'I>3! 5da beberapa alasan (kelebihan utama sehingga dilakukan injeksi .O/ yaitu <

3.1.1.7.

)njeksi .O/ mengembangkan minyak dan menurunkan iskositas!

(I

Membentuk *luida bercampur dengan minyak karena ekstraksi# penguapan dan pemindahan kromatologi! )njeksi .O/ bertindak sebagai solution gas drive sekalipun *luida tidak bercampur sempurna! Permukaan *luida campur (miscible front) jika rusak akan memperbaiki diri! .O/ akan bercampur dengan minyak yang telah berubah menjadi *raksi ./%.-! .O/ mudah larut di air menyebabkan air mengembang dan menjadikannya bersi*at agak asam! =etercampuranBmiscibility dapat dicapai pada tekanan diatas '>33 psi pada beberapa reser oir! .O/ merupakan zat yang tidak berbahaya# gas yang tidak mudah meledak dan tidak menimbulkan problem lingkungan jika hilang ke atmos*ir dalam jumlah yang relati* kecil! .O/ dapat diperoleh dari gas buangan atau dari reser oir yang mengandung .O/! $edangkan beberapa kekurangan injeksi .O/ adalah seabagai berikut < =elarutan .O/ di air dapat menaikkan olume yang diperlukan selam bercampur dengan minyak! Eiskositas yang rendah dari setiap gas .O/ bebas pada tekanan reser oir yang rendah akan menyebabkan penembusan yang lebih a7al pada sumur produksi sehingga mengurangi e**isiensi penyapuan! $etelah *luida tercampur terbentuk# iskositas minyak lebih rendah dari pada minyak reser oir sehingga menyebabkan *ingering dan penembusan yang belum 7aktunya! 2ntuk mengurangi *ingering maka diperlukan injeksi slug 7ater! .O/ denan air akan membentuk asam karbonik yang sangat korosi*! )njeksi alternati* slug .O/ dan air memerlukan sistem injeksi ganda dan hal ini akan menambah biaya dan kerumitan sistem! +iperlukan injeksi dalam jumlah yang besar (> K '3 M.9 gas untuk memproduksi satu $T6 minyak)! $umber .O/ biasanya tidak diperoleh ditempat yang berdekatan dengan proyek injeksi .O/ sehingga memerlukan pemipaan dalam jarak yang panjang!

F3

3.1.'. Injeksi &"s Ke in. P"3" Tek"n"n Tin..i Pada tekanan tinggi# ketercampuran pendorong gas dapat dicapai dengan gas hidrokarbon kering (lean hydrocarbon)# *uel gas dan nitrogen! Perencanaan pendorong gas yang menguapkan biasanya hanya memerlukan perhatian supaya ketercampuran antara minyak dan gas injeksi tercapai dan terpelihara! 3.1.'.1. Pe ki ""n P 1ses Injeksi )njeksi gas kering biasanya memerlukan daerah injeksi yang luas ( '333 acre)! )njeksi gas yang menguapkan ini prosesnya bukan merupakan pendesakan dingin *luida! Dal ini membedakan injeksi gas yang mengembun serta injeksi tercampur pada kontak pertama (first contact miscible flood)! Pada injeksi gas yang menguapkan# gas produksi dapat ditekan sampai tekanan tercampur dan diinjeksikan kembali untuk mempertahankan pendesakan tercampur! Mobility ratio pada injeksi gas yang menguapkan secara keseluruhan rendah! +alam penggunaan injeksi gas kering perlu memperhatikan hal%hal yaitu kondisi *asa dalam reser oir dan besarnya tekanan ?miscible@! A. Ke/"k%"n -"s" D"/"# Rese 01i 0ambar &!'8! menunjukkan kondisi *asa selama injeksi gas kering dengan tekanan tinggi! =omposisi a7al dari minyak yang diinjeksikan adalah titik O! Titik O dihubungkan dengan titik 0 dimana titik 0 adalah komposisi dari gas injeksi (gas kering)! Pada 0ambar &!'>!# menunjukkan tahapan pada *ront pendesakan tercampur di dalam reser oir! Titik O disebelah kanan garis singgung dari pada ?critical point@ menunjukkan (intemediate)! =eadaan ' Pada 7aktu mulai injeksi# pendesakan adalah tidak tercampur dan 0O memotong daerah dua *asa! +engan demikian ada residu minyak dengan komposisi O yang tetap tinggal di belakang *ront gas%minyak! Minyak O dan gas 0 belum mencapai kesetimbangan thermodinamik! komposisi minyak yang mengandung komponen menengah

F'

0ambar &!'8! =ondisi 9asa $elama )njeksi 0as =ering dengan Tekanan Tinggi ( Perubahan *asa yang terjadi pada 7aktu dan tempat tertentu hasilnya adalah komposisi gas g' dan komposisi minyak o'! gas menjadi makin banyak mengandung komponen menengah berat! =eadaan / $ementara perubahan minyak o' cenderung untuk menyusut! $aturasi minyak dibelakang *ront hingga saat ini tetap diba7ah harag kritik dan injeksi gas 0 berikutnya! =eadaan & 0as g' menjadi berhubungan dengan residu minyak yang baru saja terbentuk (dari komposisi O)! $elama *luida tidak dalam keadaan kesetimbangan# maka terjadi perubahan *asa dan menghasilkan gas g/ dan minyak o/ yang mana dalam keadaan kesetimbangan! 0as g/ dalam keadaan berhubungan dengan *ront! Minyak o/ dalam hubungannya dengan gas g tidak akan memberikan komposisi menengah lebih banyak# dan komposisi tersebut menjadi oa! =emajuan *ront ini berlangsung hingga komposisi gas dalam hubungannya dengan minyak mula%mula menjadi gt yaitu titik tetap tinggal terperangkap di dalam pori batuan! $ementara gas g' didesak ke arah *ront oleh

F/

singgung dari garis O ke kur a ?dew point@! Pada tingkat ini ?miscibility@ antara gt dan O telah tercapai!

0ambar &!'>! Tahapan 9ront Pendesakan Tercampur ( =eadaan 8 Mula dari titik ini# pendesakannya adalah pendesakan tercampur dan tidak ada residu minyak yang tertinggal di belakang *ront! +ibelakang ? miscible bank@ dengan terlebih dahulu residu minyak dengan komposisi o'# o/ dan seterusnya hingga komposisi menengah habis oleh injeksi gas 0# batas komposisi minyak yang tidak tersapu adalah op yaitu pada ujung garis melalui titik 0! Minyak op tidak dapat dirubah menjadi komponen lebih lanjut oleh gas 0 dan ini merupakan ?unrecoverable@ pada kondisi ini ternyata bisa diabaikan! Pengalaman dari beberapa operasi lapangan menunjukkan bah7a suatu ?miscible bank@ terbentuk setelah gas diinjeksikan berjalan lebih kurang '/ meter dari sumur injeksi!

F&

B. Bes" n2" Tek"n"n Mis!i(/e Pada diagram Terner yang tergambar pada temperatur reser oir# ? miscibility@ hanya dapat dicapai antara gas dan minyak dari campuran masing%masing komposisi yang tetap 0 dan O bila garis Ogt merupakan garis singgung pada kur a dew point! )ni hanya akan terjadi pada tekanan lebih besar atau sama dengan ? miscibility pressure@ Pm# yang merupakan garis singgung melalui O pada titik kritik (0ambar &!'-) ?Miscibility Pressure@ tidak tergantung dari karakteristik *ormasi dan kondisi pendesakan! Dal ini dapat ditentukan secara percobaan menggunakan suatu media poros batuan dengan permeabilitas tinggi# dimana kecepatan *luida yang tinggi dapat tercapai!

0ambar &!'-! +iagram Terner untuk Miscibility Pressure Pada )njeksi 0as Tekanan Tinggi( 3.1.'.'. *%#(e &"s Injeksi 6eberapa sumber gas injeksi yang potensial digunakan untuk injeksi gas kering antara lain <

0as hidrokarbon kering (lean hydrocarbon) yang dihasilkan dari gas separator di lapangan dan gas sisa dari pabrik (bahan bakar alami)! 0as hidrokarbon murni yang dihasilkan pipa transmisi gas! 9lue gas yang dihasilkan dari pembakaran gas sisa pabrik (bahan bakar) di dalam ketel uap! 0as buangan mesin! Pengolahan nitrogen di tempat!

F8

3.1.'.3. Ke/e(i)"n 3"n Kek% "n."n Injeksi &"s $"3" Tek"n"n Tin..i =elebihan dari injeksi gas pada tekanan tinggi adalah <

E*isiensi pendesakan mendekati '334! Lebih ekspansi* daripada propana atau gas yang diperkaya! Tidak ada masalah yang terjadi pada ukuran slug sehubungan dengan injeksi yang terjadi secara kontinyu! 0as dapat diinjeksikan kembali! =ekurangan dari injeksi gas pada tekanan tinggi adalah < Proses ini terbatas sebab reser oir minyak harus kaya akan komponen ./%.8 Proses ini memerlukan tekanan injeksi yang besar 6iaya yang diperlukan untuk gas alam mahal# gas%gas pengganti memerlukan tekanan yang lebih besar!

3.1.3. Injeksi &"s Di$e k"2" )njeksi gas diperkaya (enrich gas drive) adalah suatu usaha peningkatan reco ery minyak sisa dalam pori%pori batuan reser oir# dengan menginjeksikan gas alam kering (relati* lebih banyak methana) yang telah diperkaya oleh komponen intermediate (propana# butana# dan lain%lain)! Tipe pendesakan ini disebut juga ?condensing gas drive@! )njeksi gas yang diperkaya dapat dipergunakan baik untuk reser oir jenuh maupun untuk reser oir belum jenuh dengan berat jenis lebih besar dari /3o 5P) dan tekanan pendesakan lebih besar dari '333 psia! =alau tekanan injeksi lebih rendah dari '333 psia# maka gasnya harus lebih dperkaya! )njeksi gas diperkaya ini lebih rumit mekanismenya dibandingkan dengan injeksi gas kering tekanan tinggi! +isini harus ada persediaan gas yang cukup selama proses injeksi# dan sementara pengkayaan gas cukup mahal biayanya! Oleh sebab itu# proses injeksi ini tidak dapat diterapkan pada semua reser oir! 3.1.3.1. Mek"nis#e Pen3es"k"n Injeksi &"s Di$e k"2" D"/"# Me3i" Be $1 i 5! Pencampuran Thermodinamik

F>

0as yang dipergunakan untuk mendesak minyak hampir selalu terdiri dari campuran hidrokarbon (perkembangan akhir%akhir ini dipergunakan .O/ dan gas inert lainnya)! =omponen pembentukan gas dan minyak biasanya terdiri dari hidrokarbon ringan (methane)# hidrokarbon intermediate (ethane sampai heksane) dan hidrokarbon berat (hepthane dan diatasnya atau .() yang berbeda proporsinya! +engan perkataan lain# bah7a kita bisa melihat ariasi macam%macam *luida reser oir yang rangenya ?overlapping@ terhadap komposisi gas dan minyak! 2ntuk contoh# retrogade gas kondensat dalam ?cosdensible@ dan minyak ringan# ternyata punya komposisi yang sama! $elama injeksi gas ke dalam reser oir minyak# sepanjang *luida reser oir tidak berbeda secara keseluruhan komposisinya# maka perlahan%lahan akan terjadi pencampuran antara dua *luida tersebut sehingga komponen akan menjadi lebih serupa! =emudian *asa gas dan minyak hanya sebentar dipisahkan oleh bidang antar muka dan selanjutnya terjadi pencampuran! +i ba7ah ini diberikan beberapa parameter yang sangat penting untuk menentukan kelarutan gas dalam minyak <

Pengaruh Tekanan Denry meramalkan bah7a pada suhu tetap kelarutan gas dalam zat cair berbanding lurus dengan tekanan! =elarutan gas dalam minyak biasanya tidak memperlihatkan hubungan linier dengan tekanan seperti yang dinyatakan dalam hukum Denry# tapi 7alaupun demikian kelarutan naik sampai tercapai tekanan jenuh!

0ambar &!'(! =ur a =elarutan 0as $ebagai 9ungsi dari Tekanan untuk Minyak Mentah "enuh '

F-

Pengaruh $uhu =elarutan gas dalam minyak berkurang dengan naiknya suhu! Pengaruh =omposisi Minyak =elarutan naik dengan menurunnya berat jenis minyak! 6erat jenis zat cair yang rendah menunjukkan konsentrasi zat cair hidrokarbon dengan berat molekul rendah! $eperti diketahui bah7a berat jenis turun dengan naiknya o5P)! Oleh sebab itu# pengaruh komposisi minyak terhadap kelarutan gas dalam minyak akan naik dengan naiknya berat jenis 5P) minyak! +ari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bah7a kelarutan gas terhadap minyak adalah baik dengan kenaikkan tekanan# penurunan temperatur# komposisi gas (*luida pendesak) kaya dalam komponen lebih berat# dan naiknya derajat 5P) komposisi minyak! Parameter%parameter ini digunakan sebagai dasar konsep dalam injeksi gas yang diperkaya! =ur a kelarutan gas belum jenuh diperlihatkan 0ambar &!'F!

0ambar &!'F! =ur a =elarutan 0as $ebagai 9ungsi +ari Tekanan 2ntuk Minyak Mentah 6elum "enuh ' 6! +iagram Terner Tipe ariasi pendesakan tercampur secara thermodinamik# dapat lebih cepat diuraikan dengan menggunakan pengenalan gra*is komposisi campuran hidrokarbon# dengan kombinasi tiga komponen yang sama si*at thermodinamiknya! +iagram seperti ini disebut dengan +iagram Terner! +engan menggunakan diagram Terner# gambaran isual dari si*at *asa dapat dilihat! $istim ini terdiri dari tiga komponen yaitu <

F(

a! =omponen ringan# terutama methane (.') dan mungkin G/ dan lain%lain b! =omponen intermediate# yaitu semua hidrokarbon dari ethane sampai heLane (. /% .-) dan kemungkinan .O/# D/$! c! =omponen berat# contohnya .( dan hidrokarbon lebih berat (.(1)! 2ntuk injeksi gas yang diperkaya# gas injeksi adalah relati* banyak . /%.- dan digambarkan sebagai titik 0 pada diagram Terner sedang minyak yang didesak digambarkan sebagai titik O! Pada gambar &!'I# terlihat bah7a zona tercampur berkembang dengan trans*er komponen intermediate dari gas terhadap minyak! Pencampuran dicapai pada tekanan dan temperatur operasi# dengan kompisisi minyak O dan gas injeksi 0 saling berhadapan pada sisi garis singgung titik kritis! Pada diagram ini kemudian ditarik garis lurus antara titik 0 dan titik O yang berarti terjadi proses injeksi# sedangkan gambar &!/3! menggambarkan apa yang terjadi di reser oir selama pendesakan!

0ambar &!'I! Proyek )njeksi 0as ,ang +iperkaya Pada +iagram Terner ''

=eterangan gambar &!/3! < ) )) ))) M zone minyak yang mula%mula didesak M gas yang terurai terdiri dari komponen intermedite dan belum larutlagi M oil bank yang mobil

FF

0ambar &!/3! Pendesakan 0as +alam Reser oir '' 6ila injeksi yang diperkaya dimulai# proses pertama adalah tipe non-miscible (minyak O kontak dengan gas 0 seperti keadaan ))! Pendesakan selanjutnya dapat dilihat bah7a minyak yang telah diperkaya meninggalkan zona kontak (minyak dibelakang *ront maju lebih banyak hingga mencapai miscible) dengan gas injeksi# dan selanjutnya didorong ke depan oleh gas untuk bercampur dengan zona minyak di depannya! +emikian langsung terus hingga keseluruhan komposisi minyak tercampur dengan gas yang diinjeksikan! 2ntuk injeksi gas yang diperkaya# parameter operasi adalah tekanan dan komposisi injeksi gas (yang diperkaya dengan propana dan butana seperti yang ditunjukkan oleh titik L pada gambar &!/'! dan gambar &!//!) Pada diagram Terner (gambar &!//!) yang digambarkan pada temperatur reser oir# pencampuran hanya dapat dicapai bila gas diperkaya 0r dan minyak O (garis 0rO) dalam komposisi tetap# merupakan garis singgung dari kur a titik gelembung! )ni hanya dapat dicapai untuk tekanan yang sama atau lebih besar dari pada tekanan percampuran Pm# dimana garis singgung pada titik kritis ini mele7ati titik 0r!

FI

"ika gas terdiri dari campuran 0 dan L# komposisi pertama titik kritis campuran .m pada gas dan minyak adalah bercampur pada tekanan P seperti yang ditunjukkan pada gambar &!/'!

0ambar &!/' Tekanan Pencampuran =omposisi 0as''

0ambar &!// Tekanan Pencampuran 2ntuk Mencapai Titik =ritis'' 3.1.3.'. Pe/"ks"n""n 3"n Pe en!"n""n Injeksi &"s Di$e k"2"

+i lapangan operasi dilakukan dengan menginjeksikan gas yang diperkaya setelah melalui tangki pencampuran! +alam pencampuran ini perlu diperhatikan bah7a gas yang ditambahkan (./%.-) jangan sampai berlebihan karena gas dengan komponen menengah sangat mahal harganya# juga sebaliknya jangan sampai kurang karena proses yang terjadi tidak akan e*ekti*! $etelah itu# oleh pompa dialirkan ke

I3

kompresor untuk diinjeksikan langsung melalui tubing ke dalam sumur injeksi! (lihat gambar &!/&!)

0ambar &!/&! Operasi Pelaksanaan )njeksi 0as ,ang +iperkaya'' 3.1.3.3. *%#(e &"s Injeksi

0as yang diperkaya pada umumnya selalu di blanded dengan perluasan lapanganseparator gas atau sisa gas dari lapangan minyak gas dengan berat hidrokarbon molekul menengah! $eparator di lapangan dapat diatur untuk menghasilkan gas separator dengan komposisi yang cukup untuk mencapai percampuran! 0as alam yang sesuai untuk injeksi harus diperkaya dengan hidrokarbon dengan molekul menengah untuk mencapai pendesakan tercampur tekanan reser oir yang diharapkan! Lapangan separator gas dan gas sisa dari lapangan minyak gas juga sumber yang potensial untuk mendorong gas! 3.1.3.4. Ke%n,%n."n 3"n Kek% "n."n Injeksi &"s Y"n. Di$e k"2"

=euntungan dari injeksi gas yang diperkaya adalah <


$angat baik untuk seluruh minyak sisa Percampuran dapat dilakukan kembali jika terjadi kehilangan di reser oir! Mengembangkan percampuran pada tekanan yang relati* rendah! 2kuran slug yang besar memperkecil problem%problem yang akan terjadi dalam perencanaan slug! 5dapun kekurangan injeksi gas yang diperkaya adalah < ravity override terjadi *ormasi yang tipis

I'

Darga gas mahal Penjarian iskositas mempengaruhi disipasi slug

3.1.4. Injeksi &"s Ti3"k Re"k,i+ +alam pembicaraan disini# yang dimaksud dengan gas yang tidak reakti* adalah gas nitrogen (G/) 3.1.4.1. Tek"n"n Mis!i(/i,"s ,ang dimaksud dengan tekanan miscibilitas adalah besarnya tekanan dimana *luida yang diinjeksikan dapat tercampur dengan minyak reser oir yang diinjeksi# pada temperatur reser oir! 2ntuk menentukan besarnya tekanan besarnya tekanan miscibilitas# maka dilakukan percobaan pada minyak reser oir dengan membuat kontak berulang%ulang antara minyak reser oir dengan gas inert yang diinjeksikan!

0ambar &!/8! Pengaruh Dadirnya G/ Pada 0as )njeksi Terhadap Tekanan Miscibilitas'' +alam percobaan ini minyak reser oir diinjeksi dengan G/ (Gitrogen) dalam suatu tabung dengan panjang >- *eet dengan tekanan injeksi sebesar 8!/F3 psi pada suhu reser oir! Dasilnya memperlihatkan bah7a miscibilitas diperoleh setelah terjadi kontak berulang%ulang dan sekitar I34 pore olume dari G/ (Peterson# 'IF() 0ambar &!/>! menunjukkan hubungan antara tekanan miscibilitas minimum yang diperlukan untuk menjamin bagi terjadinya miscibilitas antara propana atau butana pada keadaan cair apabila diisi oleh lean gas# *lue gas atau nitrogen! $ebagai contoh#

I/

pada suhu '-3 o9 n%butana akan tercampur dengan nitrogen hanya bila tekanan lebih besar dari &!-33 psi! )ni berarti juga bah7a suatu slug butana diinjeksikan ke dalam reser oir pada suhu '-3 o9# maka diperlukan untuk mengatur agar tekanan lebih besar dari &!-33 psi dengan tujuan untuk menjamin terjadinya miscibilitas atau percampuran dari butana dengan gas nitrogen yang diinjeksikan# 7alaupun miscibilitas antara butana dengan minyak dapat dicapai hanya pada tekanan sekitar '/> psi saja! +ari hasil beberapa studi laboratorium kelihatannya gas nitrogen bukanlah merupakan agen yang cocok untuk meningkatkan perolehan minyak secara pendesakan tercampur! Calaupun demikian hal itu bukanlah merupakan suatu argumentasi yang cukup kuat untuk menghentikan percobaan%percobaan dalam mengganti gas alam sebagai bahan injeksi# dengan gas inert! Dal ini disebabkan semakin mahalnya gas alam sebagai bahan bakar!

0ambar &!/>! Tekanan Miscibilitas Minimum 'F 3.1.4.'. Di". "# Te ne Pada diagram Terner diterangkan bah7a percampuran antara G/ dan minyak mentah terjadi melalui proses kontak yang berulang%ulang! (gambar &!/-)!

I&

Masing%masing pojok segitiga me7akili G/ '334# .( '334 dan .'%.- '334! Titik tengah pada dasar segitiga (titik 5) adalah G / murni yang bercampur dengan .( >34! Minyak tanah mencapai keseimbangan pada temperatur dan tekanan tertentu! Titik kesetimbangan M' berada dalam daerah dua *asa dan memiliki unsur cairan L ' dan gas 0' lebih mudah bergerak untuk kontak dengan minyak mentah dibandingkan dengan cairan! 0as 0' dan minyak mentah mendekati kesetimbangan! Pada saat yang sama titik kesetimbangan! Pada saat yang sama titik kesetimbangan dari campuran berada pada titik M/ yang dihasilkan dari gas 0/ dan cairan L/! gas 0' mengandung kira%kira &>4 hidrokarbon ringan# gas 0/ 834 dan gas 0& >34! $elama gas terus mengalir dalam pasir minyak# proses ini berulang sampai bercampur dengan minyak (oil in place)! Pada titik kritis komposisi gas dan cairan adalah sama! Pendesakkan minyak reser oir akhirnya mendekati '334 pada ujung zona miscible!

0ambar &!/-! +iagram Terner untuk Percampuran 5ntara G/ dengan Minyak Mentah ( 3.1.4.3. Ke/"k%"n -"s" Di 3"/"# Rese 01i =elakuan *asa di dalam reser oir dimana proses miscibilitas antara nitrogen (G/) dengan minyak reser oir diperoleh dari kontak yang berulang%ulang seperti yang digambarkan pada diagram Terner (gambar &!/-)!

I8

$udut diagram menggambarkan '334 G/# '334 .(1 dan '334 pm (.'%.-)! Titik tengah pada sisi dasar# titik 5# adalah G / murni yang menghubungkan minyak mentah dengan komposisi >34 (.'%.-) dan >34 minyak tanah dan G/ akan mencapai kesetimbangan pada tekanan dan suhu tertentu! Titik kesetimbangan M' terletak pada daerah dua *asa# dan mempunyai sejumlah *asa cair L ' dan sejumlah *asa gas 0'! 9asa gas 0' akan lebih mudah bergerak daripada *asa cair L'# maka terjadi kontak antara 0' dengan minyak mentah! =emudian gas 0' dan minyak mentah akan menuju ke suatu titik kesetimbangan! 2ntuk pengertian yang sederhana# titik kesetimbangan dari campuran adalah pada perpototngan garis atau tie line M/ pada gambar diatas menghasilkan 0/ dan cairan L/! .ritical point yaitu critical point dimana gas dan cairan mempunyai komposisi yang sama! Pendesakan minyak reser oir akan mendekati '334 pada ujung depan zone miscible! 3.1.4.4. *%#(e &"s Injeksi $ebagian besar gas injeksi diperoleh dari lapangan minyak%gas terdekat! 0as%gas dari minyak dan lapangan%lapangan gas selalu mengandung hidrokarbon%hidrokarbon yang cukup dan dapat dicairkan sampai batas lapangan untuk perolehannya! Pada lapangan%lapangan ini# hidrokarbon dapat dicairkan dari lapangan gas yang tidak baik dalam suatu penyerap dengan minyak gas sebagai penghisap! Minyak ini kemudian dikeluarkan unsur propana# butana dan unsur pokok minyak%gas alam# yang pada gilirannya dipisahkan dengan destilasi *raksi di menara debutnizer dan menara depronizer yang merupakan material%material yang sesuai untuk injeksi gas inert! 3.1.4.5. P 1ses Un,%k Men.")"si/k"n &"s Ti3"k Re"k,i+ Un,%k Injeksi. Terdapat tiga proses untuk menghasilkan gas tidak reakti* untuk injeksi# yaitu boiler yang berbahan bakar gas# mesin gas lepasan dan nitrogen dari pemisahan cyrogenic! 0as alam yang telah lama diinjeksikan ke dalam reser oir dengan hasil yang memuaskan di seluruh dunia! Pada kebanyakan reser oir injeksi gas alam dapat mempertahankan tekanan! 5kan tetapi keterbatasan suplai dan biaya yang semakin meningkat membuat perlunya suatu gas alternati*! 0as yang tidak reakti* ( inert gas)

I>

seperti G/murni atau campuran yang didominasi G / dapat dijadikan sebagai alternati* pengganti gas alam! E+ek Tek"n"n 3"n *%)% P"3" Pe 1/e)"n Min2"k Me#"k"i Injeksi N' $ebuah percobaan yang telah dilakukan berhasil menjelaskan e*ek tekanan dan suhu terhadap perolehan minyak pada proses pendesakan dengan injeksi nitrogen tekanan tinggi! Pada percobaan ini dipakai nitrogen murni yang diperoleh dari pasaran umum yang digunakan sebagai gas pendesak untuk menyelidiki proses pendesakan tercampur dari minyak mentah dan nitrogen! 0ambar diba7ah memperlihatkan e*ek tekanan dan suhu terhadap perolehan minyak pada injeksi nitrogen tekanan tinggi! Percobaan dilakukan pada tekanan antara />33%>333 psi dan minyak mentah yang dipakai mempunyai >8!8 o5P) gra ity dengan perbandingan gas%minyak (33 sc*Bbbl! $ebagai media pendesakan adalah sebuah ?pack@ yang linier dengan panjang 83 *eet dan suhu berkisar antara (/ o9 K />3 o9# diperoleh minyak hampir (34! Pada tekanan 8333 psi# dengan (/ o9 perolehannya (F4 dan pada '>3 o9 perolehannya F>4! Pada >333 psi dan suhu berkisar antara (/ o9 K />3 o9# perolehannya sekitar F>4 % I/ 4!

3.1.4.6.

0ambar &!/(! E*ek Tekanan dan $uhu Pada Perolehan Minyak( +isini mungkin sekali bah7a miscibilitas dicapai pada beberapa *eet terakhir dari panjang yang dipakai# 7alaupun total perolehan minyak hanya sekitar F>4! Oleh

I-

McGeese telah ditegaskan bah7a 7alaupun perolehan minyak hanya F>4 pada '/& *t a7al panjang alat yang panjangnya '8> *t# miscibilitas dan perolehan minyak I84 ditemukan pada // *t terakhir dari panjang alat! 6eberapa sistem pack yang panjang diperlukan agar miscibilitas dapat tercapai! 0ambar &!/F! menunjukkan e*ek suhu terhadap perolehan minyak pada injeksi nitrogen tekanan tinggi# pada sistem yang sama dengan pada percobaan gambar &!/I! +ari gambar &!/I! telihat bah7a pada tekanan &333 psi perubahan suhu tidak mempengaruhi besarnya perolehan minyak! $edangkan pada tekanan 8333 psi dan tekanan >333 psi perolehan minyak naik sejalan dengan bertambahnya suhu sistem!

0ambar &!/F! E*ek $uhu Pada Perolehan Minyak(


3.1.4.7.

Pe/"ks"n""n P 12ek N' -/113in.

I(

0ambar &!/I! Proses Produksi 9lue 0as '( $arana produksi yang ada biasanya adalah separator tekanan tinggi# separator tekanan rendah# heater treater# kompressor serta gas plant! $arana injeksi meliputi nitrogen plant yaitu instalasi pengolahan yang memproduksi gas nitrogen! 0as G/ yang dihasilkan disalurkan ke kompressor /333 DP dengan tekanan F3 psig# kemudian oleh kompressor ini dikirimkan ke kompressor 8>33 DP dengan tekanan '/33 psig# untuk diinjeksikan ke dalam sumur injeksi dengan tekanan antara F333 psig K '3333 psig! Pada saat ada tiga macam proses yang dipakai untuk memproduksikan gas inert! =etiga proses itu ialah proses *lue gas# proses engine e!haust dan proses cyrogenic yaitu proses pemisahan gas dari udara (air)! Pada proses *lue gas# sebagai bahan dasar adalah gas alam yang dimasukkan ke dalam ketel uap (boiler)# dari sini gas yang dihasilkan dialirkan melalui GOL reaktor untuk membatasi kadar GOL di dalam gas! =emudian gas dimasukkan ke dalam water scruber untuk membersihkan uap air dari gas! (lihat gambar &!/I!) Pada proses gas engine e!haust dihasilkan dari gas sisa pembakaran mesin! $ebagai bahan dasar sama dengan pada proses *lue gas yaitu udara dan gas alam# yaitu perbandingan tertentu dipakai sebagai bahan bakar mesin! 0as hasil sisa pembakaran ini sebelum diinjeksikan ke dalam sumur juga dile7atkan melalui GOL# water separator dan dryers! Proses cyrogenic nitrogen dimaksudkan untuk memproduksikan nitrogen murni# yang dipisahkan dari udara! Prosesnya udara dan kompresor disalurkan melalui separator air# kemudian melalui heat e!change terlebih dahulu dimasukkan ke dalam kolom distilasi# dimana gas nitrogen sangat ringan ini akan dihasilkan dari puncak kolom distilasi ini! 3.'. Injeksi Ki#i" )njeksi kimia adalah salah satu jenis metode pengurasan minyak tahap lanjut (EOR) dengan jalan menambahkan zat%zat kimia ke dalam air injeksi untuk

IF

menaikkan perolehan minyak sehingga akan menaikkan e*isiensi penyapuan dan atau menurunkan saturasi minyak sisa yang tertinggal di dalam reser oir! )njeksi kimia dapat dibagi menjadi tiga yaitu injeksi alkalin# injeksi polimer dan injeksi sur*actant! 3.'.1. Injeksi A/k"/in )njeksi alkalin atau kaustik merupakan suatu proses dimana PD air injeksi dikontrol pada kisaran harga '/%'& untuk memperbaiki perolehan minyak# proses injeksi alkalin digambarkan seperti pada gambar &!&3! 6eberapa si*at batuan dapat mempengaruhi terhadap injeksi alkalin! )on di alen dalam air di reser oir# jika jumlahnya cukup banyak dapat mendesak slug alkalin karena mengendapnya hidroksida%hidroksida yang tidak dapat larut! ypsum dan anhydrit jika jumlahnya melebihi dibandingkan dengan jumlahnya yang ada didalam tracer akan menyebabkan mengendapnya .a(OD)/ dan membuat slug GaOD menjadi tidak e*ekti*! .lay dengan kapasitas pertukaran ion yang tinggi dapat menghasilkan slug GaOD dengan menukar hidrogen dari sodium! Limestone dan dolomit bersi*at tidak reakti* dan reaksi dengan komponen silika di dalam batu pasirsangat lambat dan tidak lengkap# sedangkan reseisti itas alkalin dengan batuan reser oir dapat ditentukan di laboratorium!

II

0ambar &!&3! Proses )njeksi 5lkalin& 3.'.1.1 B")"n Ki#i" Injeksi A/k"/in

6ahan kimia yang umumnya banyak dipakai adalah sodium hidroksida! Sodium orthosilikat" ammonium hidroksida" pottassium hidroksida" trisodium phospat" sodium karbonat" sodium silikat dan poly ethylenimine # juga termasuk zat organik yang dianjurkan untuk dipakai! Darga dari bahan%bahan kimia tersebut merupakan pertimbangan yang penting dimana GaOD dan sodium orthisilikat tidak begitu mahal dan lebih e*ekti* dalam menaikkan perolehan minyak tambahan! 3.'.1.' P" "#e,e 2"n. Me#$en." %)i 3"/"# Injeksi A/k"/in

6eberapa parameter yang banyak mempengaruhi dalam proses injeksi alkalin antara lain adalah konsentrasi GaOD# karakteristik reser oir# luas permukaan serta komposisi *luida reser oir dan air injeksi! A. K1nsen, "si N"OH Reisberg dan +oscher mengamati tegangan antar muka antara air%minyak pada minyak .ali*ornia dan didapatkan bah7a pada range pD tertentu tegangan antar muka akan minimum# seperti terlihat pada gambar &!&'! +engan pengamatan yang sama

'33

pada minyak Tia "uana# +e 9errer mengemukakan bah7a tegangan antar muka akan minimum pada harga konsentrasi kritis tertentu# gambar &!&/! +ari kedua hal tersebut dapat disimpulkan bah7a tegangan antar muka akan minimum pada range pD dan konsentrasi GaOD tertentu! ! Pentingnya konsentrasi yang tepat pada injeksi alkalin ini dikemukakan oleh $ubko7# dimana agar didapat emulsi minyak dalam air pada proses emulsi*ikasi di *ormasi# konsentrasi GaOD harus cukup# karena konsentrasi GaOD yang berlebihan akan menyebabkan emulsi*ikasi yang sebaliknya (air dan minyak) atau tidak terjadi emulsi sama sekali# gambar &!&&!

B. K" "k,e is,ik Rese 01i Pada injeksi alkalin perolehan minyak tergantung kepada interaksi antara bahan kimia yang ditambahkan dengan *luida reser oir! 6ahan kimia ini penting untuk bertahan cukup lama supaya dapat kontak sebanyak%banyaknya dengan *luida reser oir! Dal%hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan pengaruh karakteristik reser oir ini adalah <

'3'

0ambar &!&'! Tegangan 5ntar Muka s pD untuk Minyak .ali*ornia'-

0ambar &!&/! Tegangan 5ntarmuka s =onsentrasi GaOD'-

'3/

0ambar &!&&! )njeksi .ore dan Tegangan 5ntar muka s =onsentrasi GaOD 2ntuk Minyak dari 5merika $elatan dengan 0ra ity '/!/ 5P)'B.1. *, %k,% 3"n &e1/1.i Rese 01i +alam kaitannya dengan e*isiensi pendesakan injeksi alkalin# hal%hal yang perlu dihindari adalah <

Reser oir dengan sesar dan rekahan yang memungkinkan terjadinya distribusi minyak yang tidak merata! =etebalan total reser oir yang jauh lebih besar dari ketebalan minyak! Luas zona minyak yang kecil atau zona minyak yang tipis di atas aNui*er yang tebal! Reser oir dengan tingkat perlapisan yang tinggi! Deterogenitas batuan yang tinggi dan perkembangan porositas serta permeabilitas yang rendah!

B.'. Ke3"/"#"n 3"n Te#$e ",% +ari hasil pengukuran di laboratorium didapatkan bah7a dengan semakin dalam dan semakin tinggi temperatur reser oir# maka konsumsi alkalinnya akan semakin besar!

'3&

C. L%"s Pe #%k""n Minyak yang tersisa setelah injeksi alkalin pada matrik oil-wet adalah berbentuk *ilm! =etebalan *ilm ini tergantung pada kualitas pendesakan emulsinya# minyak yang tersisa akan lebih besar bila luas permukaan batuan semakin besar! +engan demikian injeksi alkalin akan tidak e*ekti* pada batuan yang mempunyai luas permukaan yang besar seperti batu lempung dan silt! D. K1#$1sisi -/%i3" Rese 01i =andungan kimia pada *luida reser oir dan injeksi air hangat sangat berpengaruh mekanisme dalam injeksi alkalin! i0. K1#$1sisi Min2"k 6eberapa hasil pengamatan yang penting sehubungan dengan komposisi minyak serta pengaruhnya terhadap mekanisme injeksi alkalin dapat dilihat pada tabel &!8! Tabel &!8 9amili Didrokarbon yang Penting Pada Mekanisme injeksi 5lkalin'Mekanisme Penurunan tegangan permukaan Perubahan kebasahan Pembentukan rigid 9amili D. 5sam karboksilat 5sphalten Porphyrin 5ldehide =eton 5sam karboksilat Gitrogen Organik =eterangan < R M gugus alkil R M gugus alkil atau yang sama atau tidak sama dengan R! D.'. K1#$1sisi Ai -1 #"si 3"n Ai Injeksi =adar padatan yang terlarut yaitu berupa senya7a garam atau berupa ion bebas baik pada air *ormasi maupun pada injeksi air sama%sama mempengaruhi terhadap mekanisme injeksi dan konsumsi alkalin! Reaksi antara GaOD dengan ion kalsium Rumus Molekul R.OOD R.D/.OOD .&8D&/G8O89e.l/ R.OD R.OR R.OOD RGO/

'38

dan magnesium akan membentuk sabun kalsium dan magnesium# akan tetapi keduanya bukan zat akti* permukaan# sehingga akan mengurangi slug GaOD dan tegangan antar muka akan naik dengan keberadaan kedua ion tersebut! Dasil percobaan di laboratorium menyatakan bah7a kadar kalsium yang diijinkan pada air injeksi adalah (3 ppm dan ion magnesium sampai (33 ppm# sedangkan kadar kalsium yang diijinkan pada air *ormasi sampai >33 ppm! Pada jumlah tertentu garam Ga.l berguna untuk menjunjung mekanisme dalam injeksi alkalin juga berguna untuk mengurangi konsumsi GaOD! =egaraman di reser oir diperluka pada proses perubahan kebasahan!# yaitu membuat batuan reser oir cenderung menjadi oil-wet# sedangkan pada konsentrasi yang lebih besar diperlukan untuk terjadinya emulsi air dalam minyak! Pengaruh Ga.l terhadap tegangan antarmuka# "ennings menyatakan bah7a diba7ah /3333 ppm# adanya Ga.l pada air injeksi bukan saja membuat tegangan antarmuka tetap rendah akan tetpai juga dapat menurunkan keperluan akan konsentrasi GaOD! 3.'.1.3. Mek"nis#e D"/"# Injeksi Ak"/in Meskipun injeksi alkalin adalah proses yang sederhana dan relati* tidak mahal dalam pelaksanaannya# tetapi memiliki mekanisme pendesakan yang kompleks! 6eberapa mekanisme yang ada yaitu penurunan tegangan antarmuka# emulsi*ikasi# perubahan kebasahan dan penghancuran rigid interfacial film! 5kibat dari mekanisme%mekanisme tersebut secara makroskopis adalah adanya perbaikan areal dan volumetric sweep efficiency# yaitu dengan perubahan mobilitas ratio atau perubahan permeabilitas minyak%air! $edangkan secara mikroskopis adalah merubah minyak yang tidak dapat bergerak (immobile) dalam media berpori menjadi dapat bergerak (mobile)# yaitu dengan emulsi*ikasi dan penurunan tegangan permukaan! A. Pen% %n"n Te."n."n An," #%k" Taber dkk membuat hubungan antara perubahan bilangan kapiler dengan perubahan saturasi minyak! 6ilangan kapiler dide*inisikan dengan persamaan sebagai
$c =

berikut <

# !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!(&!')

'3>

Pada injeksi air# harga bilangan kapiler sekitar '3%-! 2ntuk meningkatakan perolehan minyak# maka harga ini harus dinaikkan menjadi lebih besar dari '3%8! 6ila iskositas dan kecepatan konstan# maka untuk menaikkan bilangan kapiler dilakukan dengan menurunkan tegangan antarmuka sampai ribuan kali atau lebih! =ebanyakan minyak mempunyai tegangan antar muka /> dyneBcm# sedang dengan injeksi alkalin dapat mencapai 3#33' dyneBcm! Mekanisme ini berkaitan dengan bilangan asam# gra itasi dan iscositas! 6ilangan asam adalah sejumlah miligram =alium hidroksida (=OD) yang diperlukan untuk menetralisasikan satu gram minyak mentah (ph menjadi (!3)! 2ntuk hasil yang baik setidaknya mempunyai bilangan asam 3#> mg =ODBgr minyak mentah atau lebih! B. E#%/si+ik"si Pada pD# konsentrasi GaOD dan salinitas yang optimum serta konsentrasi asam pada minyak di reser oir uang mencukupi# akan menyebabkan terjadinya emulsi*ikasi di *ormasi! Dasil penelitian laboratorium menunjukkan bah7a dengan menginjeksikan emulsi minyak dalam air (water in oil emulsion) hasilnya akan lebih baik dibanding injeksi dengan air! Peningkatan perolehan minyak yang sama dapat terjadi kalu emulsi tersebut dapat dibangkitkan di *ormasi! 5da dua sistem pengaliran emulsi# yaitu emulsifikasi entrainment (emulsi*ikasi dan penderetan) serta emulsifikasi entrapment (emulsi*ikasi dan penjebakan)! %mulsifikasi entrainment yaitu bila emulsi yang terjadi akibat reaksi GaOD dengan minyak di reser oir# kemudian emulsi tersebut masuk ke dalam air injeksi dan mengalir bersamanya sebagai minyak%minyak yang halus! 5lkalin mempunyai si*at dapat mencegah minyak menempel pada permukaan pasir! =ondisi tersebut diperlukan selama penderetan kontinyu terjadi untuk mempertahankan tegangan antar muka yang rendah saat campuran bergerak mele7ati reser oir! %mulsifikasi entrapment yaitu bila emulsi tersebut selama proses pengalirannya ada sebagaian yang terperangkap kembali sehingga sedikit menghambat bergeraknya air injeksi# dam mobility air injeksi menjadi berkurang! Maka akan memperbaiki e*isiensi penyapuan ertikal dan horisontal! =euntungan lain pada emulsi*ikasi ini adalah si*at pergerakan *ront%nya seperti terlihat pada gambar &!&8!

'3-

'! 6ersamaan dengan terjadinya perubahan kebasahan dari water-wet menjadi oil 7et# di dekat *ront bagian belakang yang mengandung sedikit emulsi akan terbentuk *ilm (lamella) (gambar &!&8a!)! /! Terbentuknya lamella akan menghambat aliran injeksi pada pori%pori# mengakibatkan gradien tekanan yang besar di belakang *ront (gambar &!&8b!)! &! Pada saat lamella melalui kerongkongan pori# ia akan pecah# menjadikan gradien saturasi yang tajam di daerah *ront (gambar &!&8c!)! 6ila ketiga proses diatas digambatkan secara mikroskopis seperti (gambar &!&8d)

'3(

0ambar &!&8! Tekanan +an +istribusi 9luida +alam =olom Pasir Pada )njeksi 5lkalin'F C. Pe (")"n Ke("s")"n Tenaga kapiler cenderung untuk menahan minyak pada media berpori! Dal ini dapat dikurangi# dihilangkan atau diubah dengan mekanisme perubahan kebasahan!! Pada injeksi alkalin ada dua kemungkinan terjadinya perubahan kebasahan# yaitu perubahan kebasahan dari water-wet menjadi oil-wet dan sebaliknya! '! Perubahan kebasahan dari water-wet menjadi oil-wet Mekanisme yang terjadi pada perubahan kebasahan dari 7ater%7et menjadi oilwet# sebagai berikut <

0ambar &!&>! Mekanisme Pergerakan Minyak Residual +engan Peubahan =ebasahan& a! Pada saat konsentrasi zat perubah kebasahan naik# batuan water-wet berubah jadi oil-wet# akibatnya tenaga kapiler akan mendorong minyak pada kerongkongan pori yang lebih sempit (gambar &!&>a!)!

'3F

b! Pada saat yang bersamaan zat perubah itu akan menurunkan tegangan antarmuka# akibatnya minyak akan pecah dan menjalar sepanjang kerongkongan pori (gambar &!&>b!) c! 6ila zat perubah kebasahan tersebut turun# batuan mulai berubah lagi menuju water-wet sehingga mengakibatkan minyak menjadi retak%retak sepanjang kerongkongan pori (gambar &!&>c)! d! 6ila batuan tadi sudah menjadi 7ater%7et kembali# maka minyak yang retak%retak akan pecah dan lepas dari batuan# kemudian mengalir melalui kerongkongan pori bersama air injeksi (gambar &!&>d)! /! Perubahan kebasahan oil-wet menjadi water-wet 6anyak peneliti yang menyatakan bah7a kenaikan perolhan minyak pada perubahan kebasahan adalah dari oil-wet menjadi water-wet! Dal penting pada perubahan kebasahan ini adalah perubahan permeabilitas relati* minyak dan air yang menyertainya# dimana hal ini akan membantu terhadap perbaikan mobilty ratio penginjeksian atau akan menurunkan COR# sehingga terjadi kenaikan perolehan minyak! D. Pe/e(% "n Ri.i! In,e +"!i"/ -i/#. 6eberapa hidrokarbon mempunyai kecenderungan untuk membetuk rigid interfacial film! 9ilm ini akan hancur dan masuk ke dalam minyak# tetapi prosesnya sangat lambat! 6ila *ilm ini masuk ke dalam ruang pori yang kecil# maka ia akan melipat membentuk simpul%simpul yang mengakibatkan minyak tidak dapat keluar dari media berpori! +engan injeksi alkalin# padatn *ilm akan pecah atau larut terba7a gerakan minyak sisa! 3.'.1.4. Pe i/"k% Rese 01i *e,e/") Injeksi A/k"/in

Perilaku reser oir setelah injeksi alkalin dapat dilihat pada gambar &!&-! $eperti halnya injeksi kimia yang lain# perilaku reser oir yang baik akan didapat jika semua parameter bersangkutan sesuai untuk injeksi alkalin!

'3I

0ambar &!&-! Perilaku Reser oir $etelah )njeksi 5lkalin'Perolehan minyak tambahan yang dapat diharapkan adalah sekitar > 4# atau ultimate recovery dengan memakai injeksi alkalin adalah -( 4 dari minyak mula%mula (OO)P)! Perolehan minyak dapat tinggi jika ukuran slope yang diinjeksikan ke dalam reser oir adalah jumlah yang optimal dan COR produksi dengan injeksi alkalin akan turun selama masa injeksi! 3.'.'. Injeksi P1/i#e )njeksi polimer pada dasarnya merupakan injeksi air yang disempurnakan! Penambahan polimer ke dalam air injeksi dimaksudkan untuk memperbaiki si*at *luida pendesak# dengan harapan perolehan minyaknya akan lebih besar! 3.'.'.1. K" "k,e is,ik P1/i#e

=arakteristik polimer diantaranya terdiri dari kimia7i polimer# rheologi dan ukuran polimer!

''3

A. Ki#i"8i P1/i#e 5da dua tipe dasar polimer yang saat ini banyak digunakan untuk EOR yaitu polisakarida dan poliakrilamida! "enis polisakarida yang digunakan dalam EOR adalah !anthangum yang dihasilkan dari akui*itas bakteri !anthomonas campetris! $truktur kimia7inya sebagai berikut <

$edangkan molekul poliakrilamida terbentuk rantai panjang molekul%molekul monomer akrilamid! $atuan dasar akrilamida memiliki rumus dasar sebagai berikut <

Polimer umumnya dimodi*ikasi secra kimia dengan cara hidrolisis! B. R)e1/1.i Larutan polimer yang terdiri atas molekul%molekul raksasa merupakan *luida non $ewtonion# sehingga kelkuan alirannya terlalu kompleks untuk dinyatakan dalam satu parameter# yaitu iskositas! Rheologi larutan meliputi <

#iscoelastisitas dan ela!ation time 5liran laminer Mengalir dengan arus longitudinal

+alam hubungannya dengan penurunan permeabililtas dikenal *aktor resistensi (R yang mengukur pengurangan mobilitas! Darga R dipengaruhi oleh konsentrasi polimer! $ecara matematis R dinyatakan sebagai berikut <
&=

w k w B w = p kp B p

!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!(&!/)

'''

C. Uk% "n P1/i#e 2kuran polimer dapat ditentukan secara matematis atau melakukan percobaan! 9lory ('I>&) merumuskan untuk polimer non%ionik <
'

r / = F(' )

!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!(&!&)

$edangkan untuk polimer linier <


r / = - s /

!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!(&!8)

dimana< C M berat molekul polimer M iscositas minyak intrinsik

s M c 3 c s
lim

s M radius putaran molekul polimer! M iscositas larutan polimer! s M iscositas pelarut! c M konsentrasi polimer!

3.'.'.'.

Mek"nis#e Pen3es"k"n

$eperti halnya pada metode lainnya dalam proyek peningkatan perolehan minyak# maka saat *luida diinjeksikan masuk ke dalam sumur dan kontak pertama terjadi maka mekanisme mulai bekerja! +engan adanya penambahan sejumlah polimer ke dalam air# akan meningkatkan iskositas air sebagai *luida pendesak# sehingga mobilitas air sendiri menjadi lebih kecil dari semula dengan demikian mekanisme pendesakan menjadi lebih e*ekti*! Polimer ini ber*ungsi untuk meningkatkan e*isiensi penyapuan dan in asi# sehingga $or yang terakumulasi dalam media pori yang lebih kecil akan dapat lebih tersapu dan terdesak! +alam usaha proyek polimer flooding ini membutuhkan analisa

''/

dan kriteria yang tepat terhadap suatu reser oir# oleh karena itu studi pendahuluan merupakan *aktor yang penting! 0ambar &!&(! Mekanisme )njeksi Polimer& 3.'.'.3. Pe/"ks"n""n Di L"$"n."n Pelaksanaan operasi injeksi polimer di lapangan pada garis besarnya dibagi menjadi dua# yaitu sistem pencampuran polimer dan sistem injeksi polimer! A. *is,e# Pen!"#$% "n P1/i#e Pencampuran polimer umumnya dilakukan di dalam *asilitas pencampur seperti ditunjukkan pada gambar &!&F! 6agian utama dari peralatan ini adalah pencampur (mi!er) polimer kering# yang mengukur butiran dan serbuk polimer di dalam pengatur aliran air untuk memberikan dispersi yang seragam! Persiapan ini menyebabkan polimer kontak dengan aliran air yang berputar ( swirling stream) didalam alat funnelshaped! "enis merk dagang pera7atan tersebut itu adalah 05.O dan (ow mi!er! Laju *eed polimer untuk pencampuran diatur dengan sebuah speed feed anger! Laju alir perlu diatur untuk memberikan kebutuhan percampuran di dalam funnel! 5ir yang tersisa setelah tercapai konsentrasi polimer yang diinginkan dimasukkan ke dalam pencampur sebagi aliran by pass yang bercampur dengan dispersi polimer dibagian ba7ah alat pencampur (mi!er)! Perlakuan terhadap polimer kering yang disimpan di dalam feed hopper umumnya dilakukan dengan salah satu jarak sebagai berikut! +alam skala operasi kecil# karung%karung seberat >3 pounds polimer dimasukkan ke dalam feed hoper atau ke dalam storage bin dan dialirkan ke feed hoper secara pneumatik (pompa angin)!

''&

0ambar &!&F! +iagram Peralatan Pencampur Polimer =ering'=arena laju larutan polimer yang berkonsentrasi tinggi begitu lambat# dibutuhkan tangki%tangki pencampur yang relati* besar di bagian ba7ah! Tangki%tangki ini biasanya di isi dengan nitrogen untuk mengeluarkan oLigen yang berasal dari udara! )ni juga adalah tempat yang biasanya untuk memasukkan pemakan oksigen (o!ygen scavenger) atau biosida bila dirasa diperlukan! Polimer yang telah tercampur dalam tangki diinjeksikan secara langsung dengan menggunakan pompa jenis positi e displacement! "ika dikha7atirkan akan terjadi penyumbatan permukaan (face plugging) di sumur injeksi# well head cartridge filter bisa digunakan untuk memastikan polimer yang telah diinjeksikan tidak terdapat penggumpalan gel dari polimer dengan konsentrasi tinggi! Persiapan larutan polimer dari polimer emulsi atau dari persediaan tidak begitu kompleks! Danya dibutuhkan pengukuran air dan penambahan zat%zat kimia! .airan polimer seringkali dapat disempurnakan dengan miLer statis atau miLer in%line tanpa memakai tangki pencampur yang besar! =onsentrasi polimer yang tinggi disimpan di dalam sebuah tangki dengan menggunakan pompa dengan ukuran untuk mengontrol kecepatan polimer yang masuk ke dalam miLer!

''8

B. *is,i# Injeksi P1/i#e )njeksi *luida ke dalam reser oir melalui beberapa sumur umumnya dilakukan dengan memakai umumnya sistim mani*old! 0ambar &!&I! menggambarkan sistim yang sederhana! =arena digunakan pompa positive displacement untuk menginjeksikan *luida ke dalam reser oir# laju aliran olumetris totoal dapat dikontrol untuk melihat program injeksi secara keseluruhan! Tanpa alat pengontrol aliran pada masing%masing sumur# aliran relati* dapat ditentukan dengan flow resistance (daya tahan aliran) dalam masing%masing sumur injeksi! 2ntuk mengimbangi injeksi yang terkontrol# dibutuhkan jenis kontrol aliran pada masing% masing sumur! +alam beberapa kasus# jika *luida yang diinjeksikan adalah air atau slug tercampur (miscible slug)# throttling valve sederhanadapat untuk mengatur aliran *luida! "ika sejumlah sumur menerima *luida dari satu pompa dalam jumlah besar# alat%alat pengontrol tersebut menjadi tidak stabil karena seluruh sistim saling berhubungan! Perubahan sedikit saja dari alat throttling (katup penyumbat) pada satu sumur menyebabkan perubahan aliran di semua sumur yang lain karena laju alir total tetap konstan! Gamun sistim ini tetap bekerja jika cukup monitoring terhadap laju injeksi pada masing% masing sumur! )njeksi polimer polycrylamide memerlukan larutan khusus dalam masalah pengontrolan laju injeksi! Polimer%polimer tersebut rentan terhadap penurunan shear

''>

pada saat mele7ati throttling valve! .ara yang umumya digunakan untuk mengontrol rate (kecepatan) adalah penempatan tubing panjang dengan diameter relati* kecil! =arena polimer%polimer sedikit sensiti* terhadap iscous shear daripada viscoelastic shear di dalam pipa ori*ice atau peralatan yang serupa# tubing%tubing tersebut menyempurnakan sasaran (tujuan) kontrol aliran tanpa menurunkan kualitas polimer! +iameter tubing dihitung berdasarkan shear rate untuk laju alir yang diinginkan# sedangkan panjang coil (tubing) dihitung berdasarkan tekanan yang harus dihilangkan sebelum memasukkan 7ellhead!

0ambar &!&I! +iagram $istim Mani*old 2ntuk +istribusi 9luida )njeksi'3.'.'.4. Pe i/"k% Rese 01i *e,e/") Diinjeksik"n P1/i#e 6ila karakteristik reser oir telah cocok untuk injeksi polimer# diharapkan perilaku reser oir setelah injeksi polimer mempunyai hasil yang baik! +ari data%data di lapangan yang telah berhasil dilakukan injeksi kimia dapat menggambarkan perilaku reser oir setelah injeksi kimia! Perolehan minyak tambahan yang dapat diharapkan dari injeksi polimer adalah kira%kira sebesar >4 dari residual oil reserves! $edangkan untuk sumur%sumur produksi reser oir minyak dengan solution gas drive# perolehan minyak bertambah kira%kira />4! +an untuk sumur%sumur produksi dengan water drive# injeksi gas atau

''-

gravity drainage perolehan minyak yang dapat dihasilkan sekitar '> 4! Perolehan minyak ini lebih besar daripada menggunakan injeksi air kon ensional! Laju produksi minyak bertambah dari a7al dilakukannya proses injeksi polimer! 'ater cut dari sumur produksi dapat diturunkan# sedangkan COR (water oil ratio) berkurang dengan banyak selama proses injeksi polimer sekitar --4 dari OO)P (original oil in place)! =arakterisitik reser oir setelah injeksi polimer dapat dilihat pada 0ambar &!83! di ba7ah!

0ambar &!83! =arakteristik Reser oir $etelah )njeksi Polimer'3.'.3. Injeksi *% +"!,"n, )njeksi sur*actant bertujuan untuk menurunkan tegangan antarmuka dan mendesak minyak yang tidak terdesak hanya dengan menggunakan pendorong air! "adi e*isiensi injeksi meningkat sesuai dengan penurunan tagangan antarmuka (L. 2ren O ED 9ahmy)! Ojeda et al ('I>8) mengidenti*ikasikan parameter%parameter penting yang menentukan kinerja injeksi sur*aktan# yaitu < '! 0eometri pori! /! Tegangan antarmuka! &! =ebasahan atau sudut kontak!

''(

8! P atau PBL! >! =arakteristik perpindahan kromatogra*i sur*actant pada sistim tertentu! 3.'.3.1. Pe ,i#("n."n 3"n B","s"n Pe#"k"i"n *% +"!,"n, +asar pertimbangan yang diguankan untuk memilih metoda pendesakan sur*actant pada suatu reser oir# yang diperoleh dari data empiris diantaranya meliputi < '! $i*at *isik *luida reser oir yang terdiri dari < gra ity minyak# iskositas minyak# komposisi dan kandugan kloridanya! /! $i*at *isik batuan reser oir yang terdiri dari < saturasi minyak sisa# tipe *ormasinya# ketebalan# kedalaman# permeabilitas rata%rata dan temperaturnya! $edangkan syarat%syarat dan batasan%batasan yang digunakan dalam pemilihan metoda pendesakan sur*actant dapat dirinci sebagai berikut < '! =ualitas crude oil

0ra ity Eiskositas

: /> 5P) ; &3 cp

=andungan klorida ; /3333 ppm =omposisi diutamakan minyak menengah ringan (Light )ntermediate) dari slug adalah > K '>4 dari olume pori (PE) untuk sistim sur*actant

/! $ur*actant dan polimer


2kuran

yang tinggi konsentrasinya sedangkan untuk yang rendah besarnya '> K >34 dari olume pori (PE)!
=onsentrasi Eolume

polimer berkisar antara >33 K /333 mgBi

polimer yang diinjeksikan kira%kira >34 dari olume pori! :&34 PE diutamakan sandstone : '3 *t : /3 md ; F333 *t ; '(> 9

&! =ondisi reser oir


$aturasi minyak Tipe *omasi =etebalan *ormasi Permeabilitas =edalaman Temperatur

8! 6atasan lain

''F

Penyapuan

areal oleh 7ater *loding sebelum injeksi sur*actant diusahakan lebih *ormasi yang homogen

besar dari >34


+iusahakan Tidak

terlalu banyak mengandung annydrite# pysum atau clay! lebih kecil dari /3333 ppm dan kandungan ion di ale (.a dan Mg)

$alinitas

lebih kecil dari >33 ppm! 3.'.3.'. B")"n9B")"n Y"n. Di.%n"k"n D"/"# Injeksi *% +"!,"n,

Penentuan =uantitas dan kualitas sur*actant yang digunakan untuk injeksi perlu diketahui agar residu oil yang tertinggal bisa didesak dan diproduksikan dengan cara menurunkan tegangan permukaan minyak% air! 2ntuk memperbaiki kondisi reser oir yang tidak diharapkan# yang dapat menghambat operasi injeksi sur*actant# maka perlu ditambahkan bahan%bahan kimia lain seperti kosur*actant dan larutan Ga.l! $etelah kuantitas dan kualitas sur*actant serta aditi e ditentukan# maka dilakukan pencampuran larutan! Larutan in dapat berbentuk larutan biasa atau dalam bentuk microemulsion! A. K/"si+ik"si *% +"!,"n, $ur*actant dapat diklasi*ikasikan menjadi empat kelompok# yaitu < '! 5nion '!'! 0aram%5sam .arboLylic a! 0aram sodium dan potasium dari asam lemak rantai lurus (soaps)! b! 0aram sodium dan potasium dari asam lemak minyak kelapa! c! 0aram sodium dan potasium dari asam minyak tall! d! 0aram amine! e! 5cylated polypeptides! '!/! 0aram 5sam $ul*onat a! Linear alkyl benzen sul*onat (L5$)! b! Dygher alkyl benzen sul*onat! c! 6enzen# toluen# Lylen dan cumenesul*onat d! Lignusul*onat! e! Petroleum sul*onat

''I

*!

G%acyl%n%alkyltaurates!

g! Para*in sul*onat ($5$)! $econdary n%alkyltaurates! h! 5l*a ole*in sul*onat (5O$)! i! j! l! Ester sul*osuccinate! 5lkyl napthalen sul*onat! 0aram ester dari phosporic dan polyphosporic!

k! )sethionates! m! Per*luorinated anion! /! =ation a! b! c! d! e! *! a! b! c! d! e! *! 5mine rantai panjang dan garam%garamnya! +iamines dan polyamines dan garam%garamnya! 0aram Puartenary 5mmonium! PolyoLythelenated 5mine rantai panjang! Puarternized PolyoLythelenated rantai panjang! 5mine OLides! PolyoLythelenated 5lkylphenols# alkylphenol ethoLylates! PolyoLythelenated rantai lurus alkohol# alkohol ethoLylates! PolyoLythelenated mercaptans Rantai panjang asam Ester .arboLylic! 5lakanolamine kondensat# 5lkanolamides! Tertiery 5cetylenic 0licol!

&! Gonion

8! 5mphoterik $ur*actant jenis ini mengandung dua atau lebih aspek jenis lain! $ebagai contoh amphoterik mungkin mengandung anion group dan non polar group! $ur*actant jenis ini tidak pernah digunakan dalam perolehan minyak! ,ang termasuk ke dalam sur*actant ini adalah jenis%jenis aminocarboLylic! B. K%"n,i,"s D"n K%"/i,"s B")"n *% +"!,"n, Penentuan kuantitas bahan sur*actant adalah penentuan olume sur*actant yang dibutuhkan dalam pendesakan! $lug sur*actant yang digunakan ini jangan terlalu

'/3

banyak karena tidak ekonomis dan sebaliknya jangan terlalu sedikit karena mengakibatkan permukaan minyak tidak semuanya dilalui! $edangkan yang dimaksud dengan kualitas sur*actant adalah e*ekti itas kerja dari sur*actant untuk menurunkan tegangan permukaan antara minyak%air! 6ahan utama dari sur*actant ini adalah petroleum sul*onat# dimana zat ini dihasilkan dari sul*onatisasi minyak mentah! $ur*actant dide*inisikan sebagai molekul yang mencari tempat diantara dua cairan yang tidak dapat bercampur dan mempunyai kemampuan untuk mengubah kondisi! $ur*actant yang mempunyai daya a*initas yang kuat terhadap minyak disebut oil-soluble (mahagony) sedangkan sur*actant yang mempunyai daya a*initas yang kuat terhadap air disebut water soluble (green acid)! Petroleum sul*onate mempunyai daya a*initas terhadap air dan minyak! =ualitas sur*actant oleh parameter berat eki alen! $emakin besar berat eki alennya# maka e*ekti itas kerjanya semakin baik# dan sebaliknya! $ur*actant dengan berat eki alen yang terlalu besar maupun kecil tidak e*ekti* sebagai bahan dasar injeksi sur*actant! 6erat eki alen sur*actant yang menghasilkan reco ery minyak tertinggi adalah antara &(> sampai 8(>! C. Pe/" %, 3"n A3i,i0e Pelarut utama sur*actant adalah air dan minyak! $ul*onate yang merupakan hasil industri penyulingan suatu campuran zat%zat kimia disebut Petroleum )eedstock# dilarutkan dalam minyak atau air sehingga membentuk micele%micele yang merupakan microemulsion dalam air atau minyak! Micele%micele ber*ungsi sebagai medium yang miscible baik terhadap minyak atau air! Larutan yang menggunakan air atau minyak sebagai pelarutnya# tergantung pada bentuk larutan yang dikehendaki# apakah aNueous solution atau microemulsion (oil-e!ternal atau water-e!ternal microemulsion)! +alam sistem a*ueous solution# pelarut utamanya adalah air! $edangkan untuk oil-e!ternal adalah minyak# dan water-e!ternal pelarut utamanya adalah air! $ebagai zat tambahan dalam slug sur*actant digunakan kosur*actant# umumnya adalah alkohol! =osur*actant sering digunakan karena mrmpunyai banyak *ungsi dalam sistem pendesakan# antara lain iscositas larutan dapat diatur dengan kosur*actant untuk kontrol mobilitas! +ari pengalaman di lapangan# penggunaan

'/'

kosur*actant ini dapat meningkatkan reco ery minyak sampai /3 4! Dal ini disebabkan karena selain ikut mendesak# kosur*actant turut melarutkan minyak! Hat tambahan lain yang sering digunakan adalah larutan elektrolit Ga.l yang digunakan sebagai pre*lush# untuk menggerakkan air *ormasi yang tidak compatible dengan komposisi slug sur*actant! D. *is,e# Pen!"#$% "n 2ntuk mencampur komponen%komponen menjadi slug sur*actant# diperlukan sistem penanganan yang tepat# antara lain harus memakai 7ater treatment dan sistem pencampuran slug sur*actant! 9asilitas water treatment diperlukan untuk menghilangkan kation%kation yang merugikan seperti .a/1# Mg/1 dan ion besi dengan ion%ion natrium dari pelembut air (water softener)! 3.'.3.3. V" i"(e/9V" i"(e/ Y"n. Me#$en." %)i Injeksi *% +"!,"n, Eariabel% ariabel yang mempengaruhi injeksi sur*actant diantaranya adalah adsorbsi# konsentrasi slug sur*actant# clay# salinitas! A. A3s1 (si Persoalan yang dijumpai pada injeksi sur*actant adalah adsorbsi batuan reser oir terhadap larutan sur*actant! 5dsorbsi batuan reser oir pada slug sur*actant terjadi akibat gaya tarik%menarik antra molekul%molekul sur*actant dengan batuan reser oir dan besarnya gaya ini tergantung dari besarnya a*initas batuan reser oir terhadap sur*actant! "ika adsorbsi yang terjadi kuat sekali# maka sur*actant yang ada dalam slug sur*actant menjadi menipis# akibatnya kemampuan untuk menurunkan tegangan permukaan minyak%air semakin menurun! Mekanisme terjadinya adsorbsi adalah sebagai berikut# sur*actant yang dilarutkan dalam air yang merupakan microemulsion diinjeksikan ke dalam reser oir! $lug sur*actant akan mempengaruhi tegangan permukaan minyak%air# sekaligus akan bersinggungan dengan permukaan butiran batuan! Pada saat terjadi persinggungan ini molekul%molekul sur*actant akan ditarik oleh molekul%molekul batuan reser oir dan diendapkan pada permukaan batuan secara kontinyu sampai mencapai titik jenuh! 5kibatnya kualitas sur*actant menurun karena terjadi adsorbsi sehingga

'//

mengakibatkan *raksinasi# yaitu pemisahan sur*actant dengan berat eki alen rendah didepan dibandingkan dengan berat eki alen tinggi! B. K1nsen, "si */%. *% +"!,"n, =onsentrasi sur*actant juga berpengaruh besar terhadap terjadinya adsorbsi batuan reser oir pada sur*actant! Makin pekat konsentrasi sur*actant yang digunakan# maka akan semakin besar adsorbsi yang diakibatkannya mencapai titik jenuh! C. C/"2 Terdapatnya clay dalam reser oir harus diperhitungkan karena clay dapat menurunkan recovery minyak# disebabkan oleh si*at clay yang suka air (+yophile) menyebabkan adsorbsi yang terjadi besar sekali! 2ntuk reser oir dengan salinitas rendah# peranan clay ini sangat dominan! D. *"/ini,"s $alinitas air *ormasi berpengaruh terhadap penurunan tegangan permukaan minyak%air oleh sur*actant! 2ntuk konsentrasi garam%garam tertentu# Ga.l akan menyebabkan penurunan tegangan permukaan minyak%air tidak e*ekti* lagi! Dal ini disebabkan karena ikatan kimia yang membentuk Ga.l adalah ikatan ion yang sangat mudah terurai menjadi ion Ga1 dan ion .l%# begitu juga halnya dengan molekul% molekul sur*actant!+i dalam air ia akan mudah terurai menjadi ion R$O&% dan D1! =onsekuensinya bila pada operasi injeksi sur*actant terdapat garam Ga.l# maka akan membentuk D.l dan R$O&Ga# dimana D.l dan R$O&Ga buakan merupakan zat akti* permukaan dan tidak dapat menurunkan tegangan permukaan minyak%air! $elain mempengaruhi tegangan permukaan minyak%air# garam Ga.l juga mengakibatkan *raksinasi sur*actant yang lebih besar# sampai batuan reser oir tersebut mencapai titik jenuh!

'/&

0ambar &!8'! +iagram $istem Cater Treatment'(

0ambar &!8/! +iagram $istem Pencampuran $lug $ur*actant'( 3.'.3.4. *i+", *% +"!,"n, *e("."i B")"n Injeksi EOR $ur*actant adalah bahan kimia yang molekulnya selalu mencari tempat diantara dua *luida yang tidak mau bercampur dan sur*actant mengikat kedua *luida tersebut menjadi emulsi! $ur*actant yang berada di dalam slug harus dibuat agar membentuk micelle# yaitu sur*actant yang akti* dan mampu mengikat air dan minyak pada konsentrasi tertentu! "ika konsentrasinya masih kecil# maka campuran sur*actant tersebut masih berupa monomor (belum akti*)! 2ntuk itu setiap slug perlu diketahui .M.%nya (,ritical Micelles ,ocentration) yaitu konsentrasi tertentu# sehingga campuran sur*actant yang semula monomor berubah menjadi micelle! $ur*actant yang umum dipakai dalam proses eksploitasi EOR adalah $odium sul*onate yang ionik bermuatan negati*! $edangkan jenis lain jarang dipakai! Larutan sur*actant yang biasa digunakan di lapangan untuk pendesakan minyak sisa hasil

'/8

pendorongan air# terdiri dari komponen sur*actant# air# minyak dan alkohol sebagai kosur*actant! .ampuran cairan sur*actant ini diijeksikan ke dalam reser oir sebagai slug kemudian didorong oleh larutan polimer untuk memperbaiki mobilitas aliran# selanjutnya diikuti pendorongan air agar hemat bahan polimer! $lug yang biasa digunakan dari > K '> 4 PE(Pore Eolume)# diharapkan kemampuannya menghasilkan tambahan perolehan diatas perolehan jika digunakan secondery recovery3.'.3.5. Mek"nis#e *% +"!,"n, P"3" *is,e# -/%i3"9B",%"n Rese 01i Larutan sur*actant yang merupakan microemulsion yang diinjeksikan ke dalam reser oir# mula%mula bersinggungan dengan permukaan gelembung%gelembung minyak melalui *ilm air yang tipis# yang merupakan pembatas antara batuan reser oir dan gelembung%gelembung minyak! $ur*actant memulai perannya sebagai zat akti* permukaan untuk menurunkan tegangan permukaan minyak%air! Pertama sekali molekul%molekul sur*actant yang mempunyai rumus kimia R$O&D akan terurai dalam air menjadi ion%ion R$O&% dan D1! )on%ion R$O&% akan bersinggungan dengan gelembung%gelembung minyak# ia akan mempengaruhi ikatan antara molekul%molekul minyak dan juga mempengaruhi adhesion tension antara gelembung%gelembung minyak dengan batuan reser oir# akibatnya ikatan antara gelembung%gelembung minyak akan semakin besar dan adhesion tension semakin kecil sehingga terbentuk oil bank didesak dan diproduksikan! Pada operasi di lapangan# setelah slug sur*actant diinjeksikan kemudian diikuti oleh larutan polimer! Dal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya fingering dan chanelling! =arena sur*actant 1 kosur*actant harganya cukup mahal# di satu pihak polimer melindungi bank ini sehingga tidak terjadi fingering menerobos zone minyak dan di lain pihak melindungi sur*actant bank dari terobosan air pendesak! 5gar slug sur*actant e*ekti itasnya dalam mempengaruhi si*at kimia *isika sistem *luida di dalam batuan reser oir dapat berjalan baik# maka hal%hal diatas harus diperhatikan! Misalnya mobilitas masing%masing larutan harus dikontrol! Mobilitas slug sur*actant harus lebih kecil dari mobilitas minyak dan air didepannya! 3.'.3.6. Pe/"ks"n""n Di L"$"n."n

'/>

Pelaksanaan di lapangan untuk injeksi sur*actant meliputi sistem perlakuan terhadap air injeksi# sistem pencampuran slug sur*actant dan sistem injeksi *luida! A. *is,e# Pe /"k%"n Te )"3"$ Ai Injeksi 9asilitas perlakuan terhadap air injeksi akan sangat bergantung pada persediaan air untuk injeksi dan keperluan%keperluan lain! +alam beberapa kasus# kebutuhan perlakuan minimum terhadap *iltrasi air dilakukan melalui penyaringan tekanan bumi diatomaeous! "ika air dipakai sebagai slug tercampur (miscible slug) atau *ormasi polimer# proses penyaringan air dilakukan dengan penukaran ion 7ater so*tener! Langkah ini digunakan untuk menghilangkan bermacam%macam kation pengganggu dengan ion% ion sodium dari regin di dalam 7ater so*tener seperti diperlihatkan pada gambar &!8&! B. *is,e# Pe !"#$% "n */%. *% +"!,"n, =omponen%komponen slug tercampur (miscible) mempunyai komposisi berbeda% beda pada kebanyakan rumus%rumus dari micellar! =ebanyakan slug terdapat paling sedikit terdiri dari empat komponen berbeda < petroleun sul*onat# *asa cairan (encer)# hidrokarbon dan kosur*actant! $emua komponen tersebut kecuali kosur*actant# diukur didalam tangki pencampur yang luas dimana mereka tercampur sampai menjadi homogen# seperti dapat dilihat pada gambar &!8>!

0ambar &!8&!

'/-

+iagram $istem Perlakuan Terhadap 5ir'a b 0 m ar

&!88! +iagram $istem Pencampuran $lug $ur*actant'9iltrasi diperlukan slug yang umumnya memanas sebelum dipompa mele7ati *ilter! +engan memanaskan lebih dahulu mempunyai beberapa maksud# menstabilkan slug# memperbaiki penyaringan yang menyebabkan turunnya iskositas slug dan mengurangi kemungkinan terendapkannya para*in di dalam sumur injeksi! $etelah *iltrasi# kosur*actant yang hampir selalu alkohol# terukur di dalam slug! =osur*actant menaikkan kesetabilan micellar dan secar serempak merubah iskositas untuk memenuhi kebutuhan mobilitas di dalam reser oir! $lug tersebut biasanya ditempatkan di dalam tangki penyimpanan preinjection sebelum diijeksikan di dalam sumur! $ebuah pompa positive displacement digunakan untuk mengnjeksikan slug pada laju alir seperti sebelumnya! C. *is,e# Injeksi -/%i3" )njeksi *luida ke dalam reser oir dengan melslui beberapa sumur umumnya dilakukan dengan memakai sistem mani*old! =arena biasanya digunakan pompa positi e displacement untuk menginjeksikan *luida di dalam reser oir# laju aliran olumetris total dapat dikontrol# untuk melihat program injeksi secara keseluruhan! 0ambar &!8>! menggambarkan penginjeksian sur*actant ke dalam reser oir suatu lapangan!

'/(

0ambar &!8>! $istem Penginjeksian $ur*actant'Tanpa alat pengontrol aliran pada masing%masing sumur# aliran relati* ditentukan dengan mengukur daya tahan aliran dalam aliran masing%masing sumur injeksi! 2ntuk mengimbangi injeksi yang tak terkontrol# dibutuhkan beberapa jenis kontrol aliran pada masing%masing sumur! "ika *luida yang diinjeksikan adalah atau slug tercampur (miscible slug)# throttling valve sederhana cukup untuk mengukur aliran! "ka sejumlah sumur mendapat *luida dari satu pompa dalam jumlah yang besar# alat%alat pengontrol dapat menjadi tidak stabil karena seluruh sistem saling berhubungan! Perubahan sedikit saja pada pera7atan throttling pada sumur menyebabkan perubahan aliran di sebuah sumur yang lainnya# karena laju alir total tetap konstan! Gamun sistem ini tetap dapat bekerja jika cukup memonitoring terhadap laju injeksi pada masing% masing sumur! 3.'.3.7. Pe i/"k% Rese 01i *e,e/") Injeksi *% +"!,"n, Peilaku reser oir setelah injeksi sur*actant pada dasarnya tidak dapat antara satu reser oir dengan reser oir yang lain# tergantung pada karakteristik reser oit tersebut yang lebih sesuai atau tepat untuk pelaksanaan injeksi sur*actant! Gamun dari data%

'/F

data yang diperoleh dari keberhasilan injeksi sur*actant pada sumur%sumur produksi yang telah dilakukan # dapat diambil perilaku reser oir setelah injeksi sur*actant! Perolehan minyak yang dapat mengharapkan dari injeksi sur*actant adalah sekitar adalah F/ 4 dari OO)P (original oil in place) atau bahkan lebih jika dilakukan injeksi sur*actant di laboratorium dengan memakai model batu pasir! Gamun keseluruhan dari injeksi sur*actant dapat dihasilkan perolehan minyak yang lebih besar dari pada menggunakan injeksi air kon ensional! $edangkan perolehan tambahan adalah sekitar '>4 dari residual oil reser es! 2ntuk reser oir dengan kandungan minyak kental atau reser oir minyak berat perolehan yang mungkin didapat adalah sekitar &34! 2ntuk reser oir minyak dengan solution gas dri e perolehan yang dapat diharapkan lebih kecil# yaitu sekitar '> 4 dan untuk reser oir minyak dengan 7ater dri e injeksi gas atau gra ity drainage sekitar '3 4! Perolehan minyak bertambah jika ukuran buffer mobilitas semakin besar! +ari percobaan diketahui bah7a perolehan minyak maLimum dengan injeksi sur*actant terjadi pada harga salinitas yang optimal (gambar &!8-!)

0ambar &!8-! =arakteristik Reser oir $etelah )njeksi $ur*actant'-

'/I

3.3. Injeksi T)e #"/ )njeksi thermal adalah salah satu metode EOR dengan cara menginjeksikan energi panas ke dalam reser oir untuk mengurangi iskositas minyak yang tinggi yang akan menurunkan mobilitas minyak sehingga akan memperbaiki e*isiensi pendesakan dan e*isiensi penyapuan )njeksi panas dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu injeksi *luida panas (injeksi air panas dan injeksi steam) dan in-situ combustion (pembakaran di tempat)! $ebelum membicarakan tentang injeksi thermal lebih lanjut# maka perlu mengetahui dasar%dasar perpindahan panas dan beberapa *aktor yang berpengaruh dalam injeksi thermal! 3.3.1. K1nse$ D"s" Pe $in3")"n P"n"s

Perpindahan panas dapat dide*inisikan sebagai transmisi energi dari suatu daerah ke daerah lain sebagai akibat adanya perbedaan temperatur diantara kedua daerah tersebut! .A K1n3%ksi =onduksi adalah proses perpindahan panas dimana panas mengalir dari daerah bertemperatur tinggi ke daerah bertemperatur rendah! +i dalam satu zat (padat# cair atau gas)! Persamaan dasar perpindahan panas secara konduksi diusulkan pertama kali oleh "!6!" 9ourier ('F//)! Persamaan ini menyatakan bah7a laju perpindahan panas oleh konduksi dalam suatu zat (Nk) adalah sama dengan perkalian ketiga besaran berikut <

=ondukti itas panas dari zat# k (6T2Bjam%*t%9)! Luas penampang dalam zat (diukur tegak lurus terhadap arah aliran panas)# 5 (*t)! 0radien temperatur dTBdL (o9B*t)#yaitu laju perubahan temperatur T dalam arah aliran L!

Maka < Nk M % =5 dTBdL !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!(&!>) Menurut hukum thermodinamika )# panas merupakan energi dalam transit yang mengalir dari tempat bertemperatur tinggi ke tempat bertemperatur rendah# "adi aliran panas adalah positi* jika gradien temperatur negati*!

'&3

.B R"3i"si Radiasi adalah proses perpindahan panas dari benda bertemperatur tinggi ke benda bertemperatur rendah# dimana kedua benda tersebut dipisahkan oleh ruang bebas dan ruang akum! Persamaan dasar untuk radiasi termal dari suatu radiator ideal (benda hitam) dikemukakan oleh $te*an%6oltzmann sebagai berikut < Nr M 5' T'Q8 !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!(&!-) +imana < Nr M laju perpindahan panas radiasi#6T2Bjam! M konstanta $te*an%6oltzmannM'#('& L '3%I 6T2Bjam%*t/%oR8! 5'M luas permukaan# *t/ T'QM temperatur absolut permukaan# oR! .C K1n0eksi =on eksi adalah proses trans*er energi yang disebabkan oleh aksi serentak dari kegiatan%kegiatan konduksi# penyimpanan energi dan gerakan aduk! =on eksi merupakan mekanisme perpindahan panas yang terpenting antara suatu permukaan benda padat dengan cairan atau gas! Laju perpindahan panas kon eksi dapat dihitung dengan persamaan < Pc M hc5 T !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!(&!() +imana < Pc Dc 5 T M laju perpindahan panas kon eksi# 6T2Bjam! M satuan konduktans termal untuk kon ekRsi yang dinamakan koe*isien perpindahan panas kon eksi# 6T2Bjam K*t/%o9! M luas permukaan panas kon eksi# *t/! M beda antara temperatur permukaan (Tp) dengan temperatur pada suatu titik tertentu dalam suatu *luida# o9!

'&'

=oe*isien perpindahan panas kon eksi merupakan *ungsi dari geometri (dimensi dan bentuk permukaan)# kecepatan aliran kon eksi# si*at *isik *luida# perbedaan temperatur! 3.3.'. -"k,1 9-"k,1 Pen,in. D"/"# P 1ses Injeksi T)e #"/ 6eberapa *aktor penting yang berpengaruh dalam proses injeksi kehilangan panas (heat loss)! A. K"$"si,"s P"n"s =apasitas panas adalah banyaknya panas yang diperlukan untuk menaikkan temperatur suatu benda tiap satuan massa sebesar ' derajat! Persamaan dasar perpindahan panas yang menyatakan hubungan panas yang ditran*er ke suatu benda dan temperaturnya dapat ditulis < dN M m . dT !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!(&!F) dimana < dN M jumlah panas yang ditran*er#6T2! m M massa# lb! . M panas spesi*ik# 6T2Blb%o9! dt M perubahan temperatur# o9! =apasitas panas suatu bahan campuran sama dengan jumlah kapasitas panas elemen%elemen penyusunnya! 6erdasarkan hukum ini telah dikembangkan persamaan untuk menghitung kapasitas panas olumerik dari batuan berpori yang berisi minyak dan air# yaitu < . M $o o .o 1 $7 7 .7 1 ('%) r .r !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!(&!I) dimana < M densitas (lbB*t&)! thermal diantaranya adalah kapasitas panas# kondukti itas panas# di*usi itas panas dan

. M panas spesi*ik# 6T2Blb%o9 . M kapasitas panas olumerik#6T2B*t&%o9! M porositas batuan# *raksi!

$ M saturasi# *raksi! $upkrip o# 7 dan r menunjukan untuk minyak# air dan batuan!

'&/

B. K13%k,i0i,"s P"n"s =ondukti itas panas dari kebanyakan batuan akan mengecil dengan naiknya temperatur! ". Di+%si0i,"s P"n"s +i*usi itas panas adalah perbandingan antara kondukti itas panas dengan hasil kali antara densitas dan kapasitas panas! +inyatakan dalam persamaan < M =h B ( .) !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!(&!'3) M di*usi*itas panas# *t/Bjam!

=h M kondukti itas panas# 6T2Bjam%*t%9! . M kapasitas panas olumetrik# 6T2B*t&% 9 +i*usi itas panas sangat dipengaruhi oleh kondukti itas panas dan kapasitas panas $emakin banyak jumlah panas yang di trans*er maka harga di*usi itas semakin tinggi# tetapi sebaliknya semakin tinggi kondukti itas panasnya maka harga di*usi itas panasnya semakin kecil! +alam hal ini di*usi itas panas akan semakin kecil dengan semakin bertambahnya temperatur! (. Ke)i/"n."n P"n"s (Heat Loss) +alam injeksi# kehilangan panas terjadi karena adanya perpindahan panas selama perjalanan *luida dari tempat asal ke tujuan akhir di reser oir! /! =ehilangan Panas +i Permukaan 9luida panas meninggalkan generator mengalir melalui stream line di permukaan menuju ke well head! +ari keadaan ini akan terjadi kehilangan sebagian panas yang disebabkan karena adanya perbedaan temperatur *luida di sekelilingnya! 2ntuk memperkecil kehilangan panas yang terjadi# maka stream line diberi isolasi! &! =ehilangan Panas +i $umur )njeksi Laju kehilangan panas di sumur injeksi ini jumlahnya lebih besar dibandingkan di streamline! Dal ini disebabkan karena adanya perpindahan panas dari *luida panas ke *ormasi di sekitar lubang sumur! +alam proyek injeksi uap# untuk mengurangi

'&&

kehilangan panas yang lebih besar di lubang sumur# maka digunakan tubing berisolasi! 8! =ehilangan Panas +i Reser oir Ramey ('I->) mengusulkan model matematik injeksi uap dari MarL and Langenheim! +alam hal ini cap rock dan base rock dianggap mempunyai si*at termal dan si*at *isik yang sama! 3.3.3. Injeksi Ai P"n"s )njeksi air panas merupakan salah satu metode thermal reco ery yang digunakan untuk reser oir yang mempunyai iscositas tinggi! Metode ini juga banyak digunakan untuk reser oir%reser oir dangkal yang mempunyai range iscositas antara '33 K '333 cp! )njeksi air panas akan mempengaruhi mobility ratio 7ater dri e dalam reser oir dan karena itu akan menambah e*isiensi reco ery! 3.3.3.1. P insi$ D"s" Injeksi Ai P"n"s

5ir yang diinjeksikan pada reser oir dipanaskan terlebih dahulu sampai temperatur lebih tinggi dari pada temperatur reser oir mula%mula# tetapi lebih rendah dari temperatur penguapan air! 5ir panas yang diinjeksikan menjadi dingin saat kontak dengan batuan dan *luida in situ dan diba7ah kondisi steady state# akan membentuk dan daerah utama yang dapat dibedakan berdasarkan pro*il temperatur dan saturasi! (lihat gambar &!8()! Hona ) <

Massa dari minyak yang terperangkap berkurang selama temperatur bertambah! =ehilangan panas dari daerah panas ke sekeliling *ormasi mengakibatkan berkurangnya temperatur yang banyak dalam arah aliran# tetapi tidak mempengaruhi laju kemajuan zona tersebut!

'&8

0ambar &!8(! +istribusi )njeksi 5ir Panas'F Hona )) <


Minyak ditempat didesak oleh air pada temperatur yang sama! $aturasi minyak sisa dari zone )) sama dengan jika dilakukan injeksi air dingin! Penambahan keuntungan dari injeksi air panas biasanya terjadi setelah break through air dingin pada sumur produksi# dan kenaikan reco ery minyak biasanya disertai dengan tingginya COR (water oil ratio)-

3.3.3.'. Mek"nis#e Pe#"n"s"n -/%i3" D"/"# Rese 01i Mekanisme pemanasan *luida di dalam reser oir dapat diterangkan sebagai berikut! 5ir yang diikjeksikan dalam reser oir dipanaskan terlebih dahulu sampai temperatur air lebih tinggi dari pada temperatur penguapan air! +i dalam reser oir# air panas akan mengalir secara kontinyu ke lapisa yang lebih dingin kemudian secara berangsur%angsur akan terjadi kehilangan panas sehingga akhirnya temperatur mendingin sampai tercapai temperatur reser oir mula%mula pada daerah yang terpanasi!

'&>

0ambar &!8F! +istribusi $aturasi +an Temperatur Pada Dot Cater +ri e'F

Hona yang terpanasi dan bagian atau bank air yang mendingin akan segera terakumulasi setelah injeksi air panas dimulai! 6ank air yang mendingin secara kontinyu akan terbentuk di depan zona yang terpanasi# tetapi dengan laju yang lebih lambat! Dal ini terjadi karena perpindahan panas hampir terjadi seketika dan rasio kapasitas panas air dengan batuan sekitar dua atau tiga unit PE air panas yang harus diinjeksikan untuk memanaskan satu olume bulk reser oir! +istribusi temperatur dalam zone yang terpanasi tergantung kepada kehilangan panas di cap rock dan base rock# tetapi kecepstan leading edge tidak bergantung pada kehilangan panas! =ecepatan ini berbanding lurus dengan *luL air dan tergantung pada kapasitas panas air dan batuan! 0ambar &!8F! menunjukkan distribusi saturasi dan temperatur pada hot 7ater dri e! Dubungan kecepatan dengan kapasitas panas menurut +ietz adalah sebagai berikut <
#tr (' ) mcm + Soroco =' + #t (' Sor ) wcw !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

(&!'') dimana < cm M kapasitas panas spesi*ic material matriL# kcalBkg!.! co M kapasitas panas spesi*ic minyak# kcalBkg!.! c7 M kapasitas panas spesi*ic air# kcalBkg!.! $or M saturasi minyak tersisa# *raksi! Et M kecepatan *ront temperatur T# mBhari! Etr M kecepatan *ront tracer# mBhari! m M densitas material matriL# kgBm&! o M densitas minyak# kgBm& ! 7 M densitas air# kgBm&!

'&-

M porositas# *raksi! Pertama kali minyak akan di desak oleh air dingin sebelum *ront panas sampai!

5ir panas akan mendingin lebih cepat dalam jari%jari yang kecil (small *ingers) sehingga panas berjalan lambat dalam reser oir! 2lah dini dari hot 7ater dri e lebih buruk daripada cold 7ater dri e sebab hot 7ater kurang iscous dibandingkan dengan cold 7ater tetapi hakekatnya masih mendorong minyak dingin! 6erangsur%angsur kemudian kehilangan panas dari hot 7ater channels akan menambah temperatur reser oir dengan cara konduksi! Dal ini akan mengurangi iscositas minyak dan meningkatkan e*ek 7ater dri e! +alam hot 7ater channels# temperatur yang lebih tinggi akan mengurangi oil.water viscosity ratio! 5kibatnya pendeskan lebih e*ekti* dan saturasi minyak yang tersisa lebih rendah pada bagian yang tersapu dari lapisan minyak! Penambahan keuntungan dari injeksi air panas biasanya terjadi setelah breakthrough air dingin pada sumur produksi# dan kenaikkan reco ery minyak biasanya disertai dengan tingginya COR (water oil ratio)! 3.3.3.3. Pe en!"n""n 3"n Pe/"ks"n""n Injeksi Ai P"n"s Pelaksanaan dari injeksi ini adalah setelah sejumlah air yang diperlukan untuk injeksi# dipanaskan dalam pemanas air yang telah disediakan# sampai lebih tinggi daripada temperatur reser oir mula%mula tetapi lebih kecil daripada temperatur penguapan air! =emudian dengan bantuan kompresor *luida diinjeksikan ke dalam sumur injeksi menuju reser oir sebagai target! $etelah sampai pada target yang diharapkan# maka panas yang terkandung dalam air panas akan berpindah ke sebagian besar *luida reser oir itu# sehingga temperatur *luida reser oir akan naik! +engan naiknya temperatur *luida temperatur *luida reser oir# maka iscositas minyak akan mengecil dan mobilitas *luida reser oir akan naik lebih besar dari *luida pendesak! $ehingga *luida yang didesak akan lebih mudah bergerak ke sumur produksi! 3.3.3.4. Ke%n,%n."n D"n Ke %.i"n Injeksi Ai P"n"s A. Ke%n,%n."n '! Proses pendesakan panas sangat simpel dan dapat ber*ungsi sebagai 7ater *lood!

'&(

/! +esign dan operasinya sebagian besar dapat menggunakan *asilitas 7ater *lood! &! E*isiensi pendesakan lebih baik dari 7ater *lood con entional! B. Ke %.i"n '! 5ir mempunyai kapasitas panas yang rendah dibanding steam! /! Perlu adanya treatment khusus untuk mengontrol korosi# problem scale# s7elling maupun problem emulsi! &! Pada sand yang tipis# sejumlah panas akan hilang pada o erburden dan underburden# hal ini akan menjadi kritis apabila *ormasi underburden dan o erburden berupa shale! 8! =ehilangan panas cukup besar pada rate injeksi rendah dan *ormasi sand yang tipis! 3.3.4. Injeksi U"$ (*,e"# -/113in.)

)njeksi uap adalah menginjeksikan uap ke dalam reser oir minyak untuk mengurangi iskositas yang tinggi supaya pendesakan minyak lebih e*ekti* sehingga akan meningkatkan perolehan minyak! Proses pelaksanaan )njeksi uap hampir sama dengan injeksi air! 2ap diinjeksikan secara terus%menerus melalui sumur injeksi dan minyak yang didesak akan diproduksikan melalui sumur produksi yang berdekatan 3.3.4.1. *i+",9*i+", U"$

"ika ' lb pada temperatur a7al ti (9) di panaskan pada tekanan konstan Ps (pasia)# akan didapat temperatur maksimal ts# yang disebut temperatur saturasi# sebelum berubah menjadi uap! "umlah panas yang diserap air# h 7# diberikan dalam persamaan < h7 M .7(ts K ti)# ti &/ 9 !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!(&!'/) .7 adalah panas spesi*ik air (6T2Blb%9) dalam range temperatur antara ti sampai ts! +engan suplai panas yang kontinyu# temperatur air tidak berubah sampai seluruh air diubah menjadi uap! "umlah panas ' (6T2Blb) yang diperlukan untuk mengubah air dari air cairan pada temperatur ts dan tekanan Ps menjadi uap pada temperatur dan tekanan yang sama disebut entalpi penguapan atau panas laten penguapan! 2ap pada t s

'&F

dan Ps disebut uap tersaturasi! =andungan panasnya merupakan entalpi uap dan diberikan dalam persamaan < hs M h7 1 '

Pada tabel &!>! diberikan si*at%si*at uap untuk berbagai tekanan dan temperatur! Tabel &!> $isat%$i*at 2ap&

3.3.4.'.

M13e/9M13e/ *,%3i

Perolehan minyak dengan kondisi injeksi panas yang terus menerus secara ekonomis akan *easibel sepanjang net alue minyak yang didesak per satuan 7aktu melebihi biaya untuk menghasilkan panas per satuan 7aktu! $tudi teoritis laboratorium memperlihatkan bah7a laju kehilangan panas adalah *aktor penting yang menentukan ekonomis kelayakan proyeksi injeksi uap! 6eberapa model studi yang telah dikembangkan diantaranya adalah sebagai berikut < A. M13e/ M" : 3"n L"n.en)ei# 5nggapan%anggapan dalam model MarL dan Langenheim adalah <

'&I

,ap rock dan base rock merupakan batuan yang homogen dan isotropik dengan ketebalan tidak terhingga Mekanisme panas konduksi dalamarah radial diabaikan 2ap mendesak minyak tanpa hot water bank Minyak yang didesak adalah tidak kompresibel! Laju injeksi dan kualitas uap konstan Pada zona uap temperatur uap seragam =ehilangan panas ke cap rock dan base rock hanya oleh makanisme konduksi Tidak ada kehilangan panas ke dalan zone liNuid di depan *ront kondensasi Dampir sama dengan model MarL dan Langenheim! Model ini menghitung

B. M13e/ ;i//#"n e, "/ ukuran daerah penyapuan pada suatu 7aktu sejak permulaan injeksi uap! 2ntuk memprediksi perolehan minyak digunakan model saturasi 6uckley%Le erett! Cillman juga melakukan studi percobaan untuk memperkirakan kelakuan lapangan pada proses injeksi panas! =esimpulan yang didapat adalah <

)njeksi uap memiliki perolehan minyak yang lebih banyak dibandingkan dengan injeksi air biasa! Perolehan meningkat karena adanya penurunan minyak! iskositas dan ekspansi panas

)njeksi digunakan khususnya untuk minyak kental karena dapat menurunkan perbandingan iskositas minyak%air dengan tajam! Perolehan dengan injeksi uap lebih tinggi dibandingkan dengan injeksi air panas! Minyak terproduksi sesaat sebelum uap breakthrough memiliki 5P) yang lebih rendah dibandingkan dengan OO)P karena distilasi uap! Prosentase peningkatan dalam perolehan minyak dengan tekanan dan temperatur uap tinggi lebih rendah dibandingkan dengan prosentase peningkatan dalam panas yang diperlukan untuk meningkatkan temperatur uap tersaturasi tekanan tinggi $aturasi minyak sisa setelah injeksi uap tidak tergantung saturasi minyak a7al! Massa air yang dibutuhkan dalam bentuk uap untuk memanasi reser oir lebih kecil daripada jika air diinjeksikan dalam bentuk cairan!

'83

2ntuk meminimalkan panas yang dibutuhkan# laju injeksi harus tinggi# pola injeksi harus kecil dan *ormasi harus tebal! "ika saturasi minyak a7al tinggi# perolehan minyak tiap bbl uap yang diinjeksi juga akan tinggi!

3.3.4.3.

Mek"nis#e Pen3es"k"n U"$ D"/"# Rese 01i

Mekanisme injeksi uap merupakan proses yang serupa dengan pendesakan air! $uatu pola sumur yang baik dipilih dan uap diiinjeksikan secara terus menerus melalui sumur injeksi dan minyak yang didesak dan diproduksikan melalui sumur lain yang berdekatan! 2ap yang diinjeksikan akan membebtuk suatu zona jenuh uap (steam saturated zone) disekitar sumur injeksi seperti yang ditunjukkan pada gambar diba7ah ini!

0ambar &!8I! +iagram $kematik )njeksi 2ap +an +istribusi Temperatur 9ormasi

'8'

Temperatur dari zona ini hampir sama dengan temperatur uap yang diinjeksikan! =emuadian uap bergerak menjauhi sumur# temperaturnya berkurang secara kontinyu disebabkan oleh penurunan tekanan! Pada jarak tertentu dari sumur (tergantung dari temperatur uap mula%mula dan laju penurunan tekanan)# uap akan mencair dan membentuk hot 7ater bank! Pada zona uap# minyak tergiring oleh distilasi dan pendorongan uap! Pada hot 7ater# perubahan si*at%si*at *isik minyak dan batuan reser oir mempengaruhi dan menghasilkan perolehan minyak! Perubahan tersebut adalah ekspansi panas dari minyak# penurunan iskositas dan saturasi minyak sisa dan merubah permeabilitas relati*! 3.3.4.4. E++isiensi Injeksi U"$

E**isiensi injeksi uap dipengaruhi oleh si*at homogenitas reser oir dan pola susunan sumur injeksi%produksi! Menurut $PE# e**isiensi reco ery dide*inisikan sebagai perbandingan antara olume hidrokarbon yang diproduksikan dengan olume hidrokarbon mula%mula sebelum proyek mulai dilaksanakan! E**isiensi reco ery dapat dinyatakan denga hubungan < ET M Es L Ed L Ei !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!(&!'&) dimana < Es M E**isiensi penyapuan pola Ed M E**isiensi pendesakan mikroskopik Ei M E**isiensi in asi 6ursel dan Pitman telah melakukan percobaan injeksi uap untuk menentukan besarnya e*isiensi penyapuan dari pola *i e spot! 0ambar &!>'! menunjukkan hasil percobaannya# dimana terlihat bah7a sweep efficiency dipengaruhi oleh iskositas minyak dan temperatur uap!

'8/

0ambar &!>3! Dasil Percobaan )njeksi 2ap Pada Pola 9i e $pot '( 6ila iskositas minyak dan temperatur uap semakin tinggi maka sweep efficiency%nya akan bertambah kecil!

0ambar &!>'! $7eep E**iciency ersus Laju Produksi 2ap Pada Model $tream%.hannel 2ntuk Pola 9i e%$pot '( 9arouN 5li juga melakukan percobaan pada model stream-channel untuk pola five spot- 0ambar &!>/! menunjukkan hasil percobaannya dimana harga sweep efficiency dipengaruhi oleh besarnya laju injeksi! 2ntuk laju injeksi yang semakin besar didapatkan sweep efficiency yang semakin besar pula! 3.3.4.5. Pe "#"/"n Re!10e 2

Performance dalam injeksi uap terantung dari konsep pendesakan *luida yang digunakan# keseragaman media berpori dan geometri dari susunan sumur injeksi produksi! Pendekatan untuk mendapatkan solusi atau performance adalah memilih

'8&

suatu bagian dari reser oir yang akan dikembangkan dengan pola injeksi tertentu (pilot injeksi)! Performance dari pilot injeksi ini digunakan untuk menge aluasi performance dari seluruh reser oir bila diinjeksi dengan pola yang sama! +alam segi pendesakan *luida umumnya dibagi dalam dua konsep yaitu prinsip desaturasi dan prinsip kerja torak! Prinsip desaturasi oleh 6ucley dan La erett ('I8/)! 0erakan *luida pendesak dan *luida yang didesak (minyak) di dalam reser oir dipisahkan oleh suatu bidang batas (front) antar *asa diantara kedua *luida tersebut! +alam prinsip ini *luida yang mengalir didepan *ront terdiri atas satu *asa# sedangkan di belakang *ront *luida pendesak dan yang didesak mengalir bersama%sama dengan kecepatan yang berbeda sesuai dengan mobilitasnya! Pendesakan ini berlangsunghingga mencapai harga residunya! 5nggapan%anggapan dalam prinsip desaturasi adalah <

=eadaan aliran mantap! $istem pendesakan dari dua macam *luida yang tidak saling larut! 9luida reser oir tidak dapat dimampatkan! 5liran terjadi pada media berpori yang homogen! Prinsip kerja torak dikembangkan oleh $tiles ('I8I) serta +ykstra dan Parsons

('I>3)! +alam prinsip ini *luida pendesak mengalir dibelakang *ront# sedangkan didepan *ront mengalir *luida yang didesak! Pendesakan ini berlangsung hingga mencapai saat breakthrough! 5nggapan anggapan dalam prinsip kerja torak adalah <

5liran terjadi pada media berpori yang homogen! 0eometri media berpori linier dengan ketebalan konstan! =ecepatan *luida pendesak dan didesak adalah sama! $elama berlangsungya proses pendesakan tidak ada perubahan mobilitas! Pada proyek injeksi uap# dalam prinsip desaturasi maupun prinsip kerja torak

diambil anggapan bah7a setelah steam breakthrough tidak ada lagi produksi minyak! Peramalan recovery dihitung dengan persamaan Eolek dan Pryor yang menyatakan bah7a minyak yang diproduksikan sama dengan olume zone uap sampai saat breahthrough yang dieki alenkan dengan bulk olume pattern (pola) berbentuk radial dikalikan dengan s7eep e*isiensi%nya! 5nggapan%anggapan yang digunakan dalam persamaan Eolek dan Pryor adalah <

'88

Reser oir homogen dan isotropik! =etebalan lapisan merata! Perkembangan zone uap berbentuk radial!
hn So Sor #st ht /o >#-'8- !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!(&!'8)

+engan anggapan%anggapan tersebut# maka persamaannya berbentuk < Gp M +imana < Gp M produksi minyak kumulati*# $T6! M porositas# *raksi!

hn Mketebalan bersih lapisan# *t! ht M ketebalan total lapisan! $o M saturasi minyak mula%mula# *raksi! $or M saturasi minyak residual# *raksi! 6o M *aktor olume *ormasi minyak# bblB$T6! Est M olume zone uap# *t&! 3.3.4.6. Ke%n,%n."# D"n Ke %.i"n Injeksi U"$

A. Ke%n,%n."n '! 2ap mempunyai kandungan panas yang lebih besar dari pada air# sehingga e*isiensi pendesakan lebih e*ekti*! /! &ecovery lebih besar dibandingkan dengan injeksi air panas untuk jumlah input energi yang sama! &! +idalam *ormasi akan berbentuk zone steam dan zone air panas# dimana masing% masing zone ini akan mempunyai peranan terhadap proses pendesakan minyak ke sumur produksi! 8! E*isiensi pendesakan sampai -3 4 OO)P! B. Ke %.i"n '! Terjadinya kehilangan panas di seluruh transmisi# sehingga perlu pemasangan isolasi pada pipa! /! $pasi sumur harus rapat# karena adanya panas yang hilang dalam *ormasi! &! Terjadinya problem korosi# scale maupun emulsi!

'8>

8! =arena adanya perbedaan gra itasi# *ormasi pada bagian atas akan tersaturasi steam# sehingga e*isiensi pendesakan pada *ormasi bagian atas sangat baik! Oleh karena itu secara keseluruhan# e*isiensi pendesakan ertikalnya kurang baik! >! =ecenderungan terjadinya angket oil sangat besar# tergantung pada *aktor heterogenitas batuan! 3.3.5. Pe#("k" "n Di Te#$", (In9*i,% C1#(%s,i1n) 0n-situ combustion adalah proses pembakaran sebagian minyak dalam reser oir untuk mendapatkan panas # dimana pembakaran dalam reser oir dapat berlangsung bila terdapat cukup oksigen (O/) yang diinjeksikan dari permukaan! Pemakaian in%situ combustion memakan biaya relati* besar dibandingkan dengan metode lainnya! =arena itu diharapkan peningkatan perolehannya lebih besar dan lebih cepat! $ecara teknis in-situ combustion dikatakan berhasil bila pembakaran dapat berlanjut sampai sumur produksi! Dal ini dapat tercapai jika reser oir dapat menyediakan cukup bahan bakar untuk proses pembakaran! +isamping itu pembakaran tidak padam oleh hilangnya panas dan li*uid blocking! =eberhasilan metode 0n-Situ ,ombustion ditentukan dari keadaan reser oir# yaitu si*at batuan# si*at *luida reser oir# ukuran reser oir dan kedalaman lapisan!

0ambar &!>/! Penampang Melintang 9ormasi'3.3.5.1. Jenis9Jenis In9*i,% C1#(%s,i1n

'8-

2dara 0n-Situ yang ,ombustion diinjeksikan disebut dapat jugaditambah fire flood!air# Penyalaan artinya yang udaraterjadi injeksi dibukan satu tempat udara di reser 6erdasarkan kering! oir akan merambat kadar air ke pada arah dimana udara in1eksi terdapat forward bahan combustion bakar yang telah digolongkan tercampur ke dengandry dalam udara combustion" injeksi! 6erdasarkan wet combustion perambatan dan combination pembakaran of forward ini 0n-Situ combustion ,ombustion and dibagi flood water dalam (partially forward *uenched combustion combustion dan reverse atau combustion pemadaman ! sebagai pembakaran)! A.1. D 2 C1#(%s,i1n Pada dry combustion# injeksi udara kering dilakukan melalui sumur injeksi udara ini akan bereaksi dengan bahan bakar di reser oir# dimana campuran ini pada temperatur tertentu akan terbakar (menyala)! +aerah didepan ?muka pembakaran@ akan naik temperaturnya dan dengan adanya udara bercampur dengan bahan bakar di situ perambatan pembakaran akan terjadi! +ibagian lain# daerah dibelakang muka pembakaran# pembakaran akan berlangsung terus hingga bahan bakar di daerah tersebut habis! Pemabakaran ini akan mengambil O/ dari udara injeksi sehingga mengakibatkan udara yang sampai didepan muka pembakaran merupakan udara sisa! Dal ini meruapakan kelemahan pemakaian dry combustion pada reser oir yang mengandung bahan bakar dalam jumlah yang besar# karena untuk mendapatkan laju pembakaran minimum diperlukan laju injeksi udara yang besar berarti menaikkan biaya kompresi udara# dimana biaya ini memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan proyek secara ekonomis! +i lain pihak# secara teknis# kompresor juga memiliki kemampuan terbatas! A.'. ;e, C1#(%s,i1n Pada wet combustion# udara yang diinjeksikan ke dalam reser oir# bukan merupakan udara kering tetapi mengandung air! =egunaan air yang diikutsertakan pada udara injeksi adalah untuk menaikkan e*isiensi panas! Panas yang ditimbulkan pembakaran pada in situ combustion dimaksudkan untuk menaikkan temperatur minyak agar iskositas minyak menurun! Hone pembakaran bergerak lebih lambat dari pergerakan *luida# berarti dibelakang zone pembakaran diharapkan tidak ada lagi minyak yang bergerak! +aerah dibelakang zone pembakaran mempunyai temperatur yang sangat tinggi! 5pabila dibiarkan# panas akan menyebar ke lapisan atas lapisan ba7ah dari lapisan sasarannya# berarti ini merupakan panas yang terbuang! 5ir yang terkandung dalam udara injeksi akan menyerap panas dengan e*ek konduksi# kemudian terjadi penguapan!

'8(

2ap yang terjadi akan masuk ke dalam zone pembakaran dan karena lajunya lebih besar dari laju muka pembakaran# uap akan menembus muka pembakaran dan memasuki daerah yang lebih dingin! Pada daerah yang lebih dingin ini akan terjadi lagi pelepasan panas oleh uap air tersebut dan terjadi kondensasi! "adi dapat dilihat bah7a panas yang tertinggal pada batuan dibelakang *ront zone pembakaran oleh air yang terkandung pada udara injeksi dipindahkan ke zone di depan muka pembakaran! A.3. K1#(in"si -1 8" 3 C1#(%s,i1n Den."n ;",e -/113in. (CO-CA;) ,ombination of )orward ,ombustion and 'ater )looding di sebut juga partially *uenched combustion (pemadaman sebagian pembakaran)! =adar air pada udara injeksi lebih besar dibandingkan wet combustion! 5ir yang terdapat pada udara injeksi tidak akan teruapkan seluruhnya# pada batuan panas di belakang zone combustion hingga temperatur zone combustion turun tetapi dijaga di atas temperatur untuk melanjutkan pembakaran dan temperatur di depan muka pembakaran masih dapat melakukan destilasi crude oil (mengendapkan bahan bakar pada batuan dan mengalirkan komponen ringan hidrokarbon)! Makin kecil temperatur zone combustion" makin kecil pula panas yang hilang ke lapisan atas dan ba7ah lapisan target! Pada gambar &!>8! dapat dilihat distribusi temperatur dan pemindahan panas pada ketiga forward combustion! Pemadaman sebagai pembakaran disini diartikan karena tidak semua bahan bakar yang terendap pada batuan dipakai! Penurunan temperatur zone combustion secara terus%menerus mengakibatkan pembakaran padam sebelum bahan bakar tersedia habis! B. Re0e se C1#(%s,i1n +ilihat dari pergerakan muka pembakaran# minyak produksi reserve combustion berbeda dengan minyak produksi forward combustion! Pada reser e combustion minyak produksi telah mengalami pembakaran# bukan hanya e*ek konduksi! Terjadinya adalah sebagai berikut# minyak di depan muka pembakaran akan turun iskositasnya oleh e*ek konduksi panas dan siap untuk bergerak# karena tekanan pada sumur injeksi lebih besar dari tekanan sumur produksi# maka minyak bergerak ke arah sumur produksi melalui zone combustion! $eluruh minyak yang dapat terbakar di reser oir akan terbakar pada zone combustion# sisanya yang bergerak masuk sumur

'8F

produksi# karena mutu minyak produksi jenis ini lebih rendah mutunya dari pada minyak produksi forward combustion! Tetapi dilain pihak reser e combustion akan dapat memproduksi reser oir yang mengandung minyak yang immobile semi solid# ini dapat dijelaskan oleh proses pergerakan muka pembakaran di atas! 5rah pergerakkan muka pembakaran pada jenis ini berla7anan dengan arah pergerakkan udara injeksi! Penyalaan terjadi di sekitar sumur produksi# bergerak merambat ke arah sumur injeksi! 0ambar &!>& memperlihatkan arah pergerakan muka pembakaran dari sumur produksi menuju sumur injeksi! 2dara yang diinjeksikan melalui sumur injeksi membentuk cerobong%cerobong udara ke arah sumur produksi sehingga pembakaran dapat berlangsung di dekat sumur produksi dengan sumber ./ berasal dari sumur injeksi!

0ambar &!>&! )lustrasi Proses Reser e .ombustion'F

'8I

0ambar Pemindahan Panas Pada 9or7ard .ombustion 3.3.5.'. O$e "si In9*i,% C1#(%s,i1n
'-

&!>8!

$uatu pembakaran dia7ali dengan penyalaan dan panas yang dihasilkan akan merambat secara konduksi! +engan tersedianya oksigen yang cukup# crude oil sekitarnya akanikut terbakar setelah temperatur nyalanya tercapai! 6ahan bakar untuk tahap lanjut bukan lagi crude oil (hidrokarbon ringan sampai berat)! +engan naiknya

'>3

temperatur# Tahap minyak ini bertujuan akan lebih untuk mudah menaikkan bergerakharga sehingga saturasi sebagian di reser minyak oir terdesak sampai akan menjauhi mencapai harga zone saturasi pembakaran! di atas saturasi +i sini gas bahan critical bakar (di ba7ah yang dipergunakan harga ini# gasadalah tidak endapan dapat bergerak)! hidrokarbon Tahapyang ini mencegah mempunyai ?li*uid perbandingan blocking@ yaitu atom karena .BD yang saturasi relati* gas besar kecil yang disebut maka gas hasil coke! pembakaran akan sulit untuk mengalir# dan menghalangi percampuran antara oksigen dengan bahan bakar! 6ila keadaan ini terjadi secara berlarut%larut maka pembakaran akan padam! $edangkan bila terjadi penyalaan terlalu a7al atau yang disebut dengan penyalaan dini (premature ignition)! )ni dapat terjadi bila gas yang diinjeksikan adalah udara! 2dara mengandung /3 4 PE oksigen# dengan crude akan terjadi reaksi eksoterm! +alam kondisi temperatur reser oir ('33 9) reaksi oksidasi crude akan berjalan lambat! Tetapi bila sebelum penyalaan spontan dapat terjadi# ini disebabkan si*at crude oil untuk melakukan reaksi! +engan meningkatnya temperatur # reaksi oksidasi akan bertambah cepat! 2ntuk keadaan seperti ini# dianjurkan untuk melakukan injeksi pada tahap sebelum penyalaan menggunakan gas yang tidak melakukan reaksi eksoterm dengan crude oil! $etelah harga saturasi gas ditetapkan# selanjutnya dilakukan tahap penyalaan! B. T")"$ $en2"/""n +alam tahap ini# daerah penyalaan dekat dengan sumur injeksi dan 7aktu untuk mendapatkannya relati* singkat! 6ila penyalaan yang terjadi jauh dari sumur injeksi mengakibatkan terjadinya arah gerak pembakaran balik (reserve combustion)# *ront bergerak ke arah sumur injeksi! $aat *ront tiba di sumur injeksi # temperatur akan tinggi melampaui daya tahan peralatan ba7ah permukaan! 6ila 7aktu penyalaan terlalu lama maka akan memakan biaya pengeluaran yang lebih besar karena 7aktu penyalaan dapat mencapai berminggu%minggu! 2ntuk mendapatkan penyalaan yang diinginkan# tersedia beberapa metode penyalaan dan ini disesuaikan dengan keadaan reser oirnya! Oleh $trange dikelompokkan menjadi dua yaitu < penyalaan spontan dan penyalaan buatan! +alam penyalaan spontan# reaksi antara oksigen dengan crude oil dan panas hasil pembakaran akan mencapai temperatur nyala dari crude oil! $edang untuk penyalaan buatan membutuhkan bantuan untuk mencapai temperatur nyala! Penyalaan ini membutuhkan electrical meter" downhole burner" hot fluid in1ection dan chemical!

'>'

C. T")"$ L"nj%,"n Pen2"/""n $etelah nyala terjadi# diharapkan pembakaran merambat sampai sumur produksi tercapai! Pada proses ini bahan bakar yang digunakan berbeda dengan proses penyalaan jenis hidrokarbon ringan! $etelah terdesak lebih dahulu# sehingga bahan bakar yang digunakan adalah endapan hidrokarbon yang disebut coke- ,oke mempunyai perbandingan atom .BD yang besar! "enis ini sulit terbakar dibandingkan dengan crude oil umumnya! Tiga *aktor utama yang menentukan perambatan pembakaran# yaitu < bahan bakar# oksigen dan temperatur! .ampuran bahan dengan oksigen akan terbakar pada temperatur tertentu# berikut reaksinya < O/ 1 bahan bakar T M L . .O/ 1 .O 1 air Darga L tergantung dari jenis bahan bakar# semakin besar harga perbandingan atom .BD# maka semakin besar harga L! 2ntuk lebih jelasnya# skematik proses pembakaran dapat dilihat pada gambar &!>/! 3.3.5.3. Ke/e(i)"n D"n Kek% "n."n In<*i,% C1#(%s,i1n =elebihan dan kekurangan dari proses in%situ combustion dapat diterangkan sebgai berikut < A. Ke/e(i)"n In9*i,% C1#(%s,i1n

=ecuali untuk minyak yang memberikan coke dalam jumlah kurang dari ' lbBcu*t dan ketebalan reser oir '3 *t atau kurang# pemanasan reser oir dengan menggunakan injeksi uap lebih murah dibandingkan forward combustion-

'>/

0ambar &!>>! Proses Pelaksanaan )n%$itu .ombustion'(

2ntuk ketebalan# tekanan dan laju injeksi panas yang tertentu# salah satu proses mungkin dapat lebih murah tergantung pada konsumsi bahan bakar dan kedalaman resere oir! Gamun jika harga bahan bakar meningkat# biaya pemanasan dengan menggunakan injeksi uap menjadi lebih besar! Endapan coke yang semakin meningkat dapat membuat injeksi uap lebih menguntungkan! =ehilangan panas di lubang sumur yang bertambah karena bertambahnya kedalaman akan membuat forward combustion lebih menguntungkan! "ika jarak yang harus dipanasi dalam reser oir bertambah# pemanasan dengan menggunakan combustion lebih menguntungkan! "ika ketebalan pasir berkurang dan tekanan bertambah " combustion lebih menguntungkan dibandingkan injeksi uap! "ika laju injeksi berkurang# biaya injeksi uap menjadi relati* lebih menguntungkan dibandingkan dengan udara!

'>&

B. Kek% Terbentuknya "n."n In9*i,% emulsi C1#(%s,i1n air minyak yang memiliki kekentalan seperti susu kental akan dapat menyebabkan permasalah pada pemompaan dan menurunkan produkti itas sumur!

Terproduksinya air panas yang memiliki pD rendah (asam)# yang kaya akan sul*at dan besi# yang menyebabkan polusi lingkungan dan permasalahan korosi pada sumur produksi! Produksi pasir dan ca ing meningkat yang dapat menyebabkan penyumbatan pada liner! Penyumbatan lubang sumur produksi karena pengendapan karbon dan lilin sebagai hasil peretakan panas minyak! Produksi gas yang membahayakan lingkungan seperti karbon monoksida dan hidrogen sul*ida! =erusakan tubing dan liner karena terlalu tingginya temperatur pada sumur% sumur produksi!

3.3.6. A$/ik"si Di L"$"n."n Parameter yang harus diperhatikan sebelum dilakukan aplikasi praktis adalah < A. P" "#e,e Rese 01i

Permeabilitas! Pada pendesakan skala lapangan penuh# permeabilitas yang dianjurkan tidak kurang dari ' darcy! =andungan dan si*at minyak! Tidak ada batasan teknis mengenai kandungan minyak minimum yang di persyaratkan! Eiskositas yang dianjurkan adalah yang sedang! )njeksi thermal memberikan hasil yang baik pada minyak ringan (light oil)! Pengaruh kualitati* injeksi *luida panas sehubungan dengan kelskuan minyak dan matriks batuan! Peningkatan temperatur matriks batuan dan lintasan uap serta kondensasinya yang berikut dalam pori%pori menyebabkan e*ek sekunder yang pelu diperhitungkan seperti < kebasahan batuan berubah karena adanya uap# pengembangan (swelling) lempung%lempung tertentu oleh tertentu oleh air ta7ar

'>8

yang telah mengembun (fresh condensed water)# pembentukan beberapa emulsi# e*ek pembersihan (clean-up effect)!

=etebalan# kedalaman# pelapisan dan heterogenitas *ormasi! +alam pemilihan reser oir untuk dilakukan injeksi *luida panas# ada dua parameter utama yang harus dipertimbangkan# yaitu < jumlah relati* kehilangan panas yang tergantung pada ketebalan dan kedalaman *ormasi# aspek%aspek teknik dan injeksi bertekanan tinggi!

0ambar &!>-! =ehilangan Panas Eersus Caktu&

Tekanan reser oir "ika tekanan reser oir tidak cukup# stimulasi uap menjadi tidak ekonomis! 5kan tetapi jika pengaturan periode injeksi dan perendaman sesuai akan didapat produksi minyak yang banyak!

B. P" "#e,e O$e "si


Laju injeksi dan kualitas uap! +alam kasus pendesakan < jarak antar sumur! $umur%sumur sering diatur sedemikian rupa sehingga dapat meminimalkan pengaruh chanelling yang merugikan (pola line drive) atau heksagonal atau oktagonal-

'>>

+alam kasus stimulasi < 7aktu injeksi# 7aktu perendaman# 7aktu produksi dan laju produksi!

3.4. Injeksi Mik 1(" )njeksi mikroba adalah suatu metode pengurasan minyak tahap lanjut dengan cara menginjeksikan mikroba ke dalam reser oir untuk meningkatkan perolehan minyak! 6akteri yang ada dalam reser oir kemungkinan berasal dari sisa%sisa populasi bakteri yang ada pada saat pembentukan minyak bumi! 5da kemungkinan adalah karena penetrasi sepanjang aNui*er dari permukaan! Penetrasi bakteri dari permukaan bisa memerlukan 7aktu yang bertahun%tahun# selama air tersebut mengandung karbon atau bahan organik dalam batuan yang mereka le7ati! 5danya bakteri dalam reser oir akan mempunyai pengaruh seperti <

Penyumbatan pori# yaitu penyumbatan pada pore throat sehingga akan memperkecil porositas dan permeabilitas batuan! Dal ini dapat diakibatkan oleh adanya bakteri yang berspora atau dapat juga sebagai adanya pertumbuhan bakteri itu sendiri! +egradasi hidrokarbon "enis hidrokarbon sangat dipengaruhi oleh komposisi dan ikatan kimia! Hobell ('I>3) mengamati kemampuan mikroba dalam mendegradasi hidrokarbon! a! Didrokarbon ali*atik lebih mudah didegradasi dari pada hidrokarbon aromatik! b! Rantai panjang lebih mudah didegradasi dari pada rantai pendek! c! Didrokarbon tidak jenuh lebih mudah didegradasi dari pada hidrokarbon jenuh! d! Didrokarbon rantai bercabang lebih mudah didegradasi dari pada hidrokarbon rantai lurus! Pengasaman (souring)# produksi asam oleh mikroba sebagai hasil proses glikolisis atau proses *ermentasi! Produksi asam ini dapat mengakibatkan adanya perubahan porositas dan permeabilitas! "ika bereaksi dengan karbonat dan menghasilkan .O / permeabilitas pada reser oir karbonat diharapkan naik! 0as .O/ ini dapat mengakibatkan terjadinya oil s7elling sehingga iscositas minyak akan turun!

3.4.1. -"k,1 Y"n. Me#$en." %)i Ak,i0i,"s Mik 1("

'>-

Perubahan reco ery minyak karena adanya injeksi mikroba tergantung dari per*ormance mikroba# akti*itas serta beberapa lama mikroba dapat bertahan lama hidup! +i dalam reser oir mikroba digunakan sebagai subyek! =ondisi yang cenderung mempengaruhi per*ormance dari mikroba diantaranya < tekanan# temperatur dan salinitas! Temperatur optimum untuk perkembangan mikroba antara &3K83 .! 5da juga tipe mikroba yang dapat hidup dan berkembang biak diatas F3 .# meskipun tekanan tidak menunjukkan batas setinggi temperatur namun perkembangan aliran yang membentang dapat mengurangi tekanan sebesar &333 kPa! 5daptasi dari kelakuan bakteri dengan mengembangkan mereka di ba7ah kekuatan tekanan untuk mengembangkan kekuatan injeksi! $alinitas yang tinggi menyebabkan pertumbuhan mikroorganisme kurang baik# tetapi ada juga mikroorganisme dapat menyebabkan kekentalan air di atas 84 beratnya! 9aktor%*aktor lain yang cenderung mempengaruhi kelakuan injeksi mikrobaadalah tingkatan dengan tipe%tipe lain dari perkembangan dan akti itas proses metabolisme! 3.4.'. Mek"nis#e MEOR 6eberapa proses dasar yang merupakan mekanisme dari MEOR adalah < a! Produksi asam 5sam ini melarutkan matriks batuan sehingga dapat menaikkan porositas dan permeabilitas batuan! b! Produksi gas Produksi .O/ ini pada dasarnya sama dengan .O/ *looding# hanya produksi gas .O/ hasil *ermentasi dan pengaruhnya dapat terjadi pada reser oir dengan skala yang lebih luas! c! Produksi pelarut Produksi pelarut (etanol# butanol aseton dan isoproponal) oleh mikroba berman*aat selama proses MEOR sebab senya7a tersebut bercampur (miscible) dengan minyak# menurunkan iscositasnya dan memperbaiki mobilitasnya! d! Produksi sur*actant Produksi sur*actant akan menurunkan tegangan antarmuka air%minyak

'>(

e! Penyumbatan selekti* Penelitian laboratorium pada sistem reser oir batuan reser oir memperlihatkan bah7a microbial selecti e plugging secara teknis layak dan dapat membelokkan aliran dari permeabilitas yang tinggi ke rendah! $electi e plugging ini dapat juga digunakan untuk memperbaiki 7ater*looding dengan membelokkan aliran dari permeabilitas yang lebih tinggi ke daerah yang memiliki permeabilitas rendah! *! Produksi polimer Polimer digunakan untuk mengurangi mobilitas *asa air dan dapat mengontrol mobilitas dengan cara menaikkan iscositas *asa air! Tabel &!-! $creening .riteria 2ntuk )njeksi Mikroba'(