Anda di halaman 1dari 16

Meningioma

Pengertian
Meningioma adalah tumor pada meninx, yang merupakan selaput pelindung yang melindungi otak dan medulla spinalis. Meningioma dapat timbul pada tempat manapun di bagian otak maupun, medulla spinalis, tetapi, umumnya terjadi di hemisphere otak di semua lobusnya. Kebanyakan meningioma bersifat jinak (benign). Meningioma malignant jarang terjadi. Meningioma merupakan neoplasma intracranial nomor 2 dalam urutan frekuensinya yaitu mencapai angka 20 . !a lebih sering dijumpai pada "anita daripada pria terutama pada golongan umur antara #0$%0 tahun dan memperlihatkan kecenderungan untuk ditemukan pada beberapa anggota di satu keluarga. Korelasi dengan trauma kapitis kurang meyakinkan. &ada umumnya meningioma dianggap sebagai neoplasma yang berasal dari glioblas di sekitar 'ili arachnoid. (el di medulla spinalis yang sebanding dengan sel tersebut ialah sel yang terletak pada tempat pertemuan antara arachnoid dengan dura yang menutupi radiks. )empat predileksi di ruang cranium supratentorial ialah daerah parasagital. *ang terletak di krista sphenoid, parasellar, dan baso$ frontal biasanya gepeng atau kecil bundar. +ilamana meningioma terletak infratentorial, kebanyakan didapati di samping medial os petrosum di dekat sudut serebelopontin. Meningioma spinalis mempunyai kecenderungan untuk memilih tempat di bagian )., sampai ).-. Meningioma yang bulat sering menimbulkan penipisan pada tulang tengkorak sedangkan yang gepeng justru menimbulkan hyperostosis. Meningioma dapat tumbuh di mana saja di sepanjang meningen dan dapat menimbulkan manifestasi klinis yang sangat ber'ariasi sesuai dengan bagian otak yang terganggu. (ekitar ,0 meningioma

berlokasi di lobus frontalis dan 20

menimbulkan gejala sindroma

lobus frontalis. (indroma lobus frontalis sendiri merupakan gejala ketidakmampuan mengatur perilaku seperti impulsif, apati, disorganisasi, defisit memori dan atensi, disfungsi eksekutif, dan ketidakmampuan mengatur mood.

Epidemologi dan Insiden


)umor ini me"akili 20 dari semua neoplasma intracranial dan .2 dari semua tumor medulla spinalis. Meningioma biasanya jinak, tetapi bisa kambuh setelah diangkat. )umor ini lebih sering ditemukan pada "anita dan biasanya muncul pada usia ,0$%0 tahun, tetapi tidak tertutup kemungkinan muncul pada masa kanak$kanak atau pada usia yang lebih lanjut.&aling banyak meningioma tergolong jinak (benign) dan .0 /tiologi &ara ahli tidak memastikan apa penyebab tumor meningioma, namun beberapa teori telah diteliti dan sebagian besar menyetujui bah"a kromoson yang jelek yang meyebabkan timbulnya meningioma. &ara peneliti sedang mempelajari beberapa teori tentang kemungkinan asal usul meningioma. 0i antara ,0 dan -0 dari meningiomas berisi kromosom 22 yang abnormal pada lokus gen neurofibromatosis 2 (122). 122 merupakan gen supresor tumor pada 223.2, ditemukan tidak aktif pada ,0 meningioma sporadik. &asien dengan 122 dan beberapa non$122 sindrom familial yang lain dapat berkembang menjadi meningioma multiple, dan sering terjadi pada usia muda. 0isamping itu, deplesi gen yang lain juga berhubungan dengan pertumbuhan meningioma. Kromosom ini biasanya terlibat dalam menekan pertumbuhan tumor. &enyebab kelainan ini tidak diketahui. Meningioma juga sering memiliki salinan tambahan dari platelet diturunkan faktor pertumbuhan (&0425) dan epidermis reseptor faktor pertumbuhan (/425) yang mungkin memberikan kontribusi pada pertumbuhan tumor ini. (ebelumnya radiasi ke kepala, sejarah payudara kanker, atau neurofibromatosis tipe 2 dapat risiko faktor untuk malignant. Meningioma malignant dapat terjadi pada "anita dan laki$laki,meningioma benign lebih banyak terjadi pada "anita.

mengembangkan meningioma. Multiple meningiomas terjadi pada # sampai .# dari pasien, terutama mereka dengan neurofibromatosis tipe 2. +eberapa meningiomas memiliki reseptor yang berinteraksi dengan hormon seks progesteron, androgen, dan jarang estrogen. /kspresi progesteron reseptor dilihat paling sering pada jinak meningiomas, baik pada pria dan "anita. 2ungsi reseptor ini belum sepenuhnya dipahami, dan demikian, sering kali menantang bagi dokter untuk menasihati pasien perempuan mereka tentang penggunaan hormon jika mereka memiliki sejarah suatu meningioma. Meskipun peran tepat hormon dalam pertumbuhan meningioma belum ditentukan, peneliti telah mengamati bah"a kadang$kadang mungkin meningioma tumbuh lebih cepat pada saat kehamilan.

Anatomi
Meninx adalah suatu selaput jaringan ikat yang membungkus enchepalon dan medulla spinalis. )erdiri dari duramater, arachnoid dan piamater, yang letaknya berurutan dari superficial ke profunda. +ersama$sama,araknoid dan piamater disebut leptomening. 0ura mater terdiri dari jaringan fibrous yang kuat, ber"arna putih, terdiri dari lamina meningialis dan lamina endostealis. &ada medulla spinalis lamina endostealis melekat erat pada dinding canalis 'ertebralis, menjadi endosteum(6periosteum),sehingga di antara lamina meningialis dan lamina endostealis terdapat spatium extraduralis(spatium epiduralis) yang berisi jaringan ikat longgar, lemak dan pleksus 'enosus. 7ntara dura mater dan archnoid terdapat spatium subdurale yang berisi cairan lymphe. &ada enchepalon lamina endostealis melekat erat pada permukaan interior cranium, terutama pada sutura, basis crania dan tepi foramen occipital magnum. 8amina meningialis mempunyai permukaan yang licin dan dilapisi oleh suatu lapisan sel, dan membentuk empat buah septa, yaitu9

.. 2alxcerebri 2. )entoriumcerebella :. 2alxcerebella ,. 0iaphragmsellae 7rachnoid bersama$sama dengan piamater disebut leptomeninges. Kedua lapisan ini dihubungkan satu sama lain oleh trabekula arachnoideae. 7rachniod adalah suatu selubung tipis, membentuk spatium subdurale dengan duramater. 7ntara archnoid dan pia mater terdapat spatium subarachnoideum yang berisi li;uor cerebrospinalis. 7rachnoid yang membungkus basis serebri berbentuk tebal sedangkan yang membungkus facies superior cerebri tipis dan transparant. 7rachnoid membentuk tonjolan$tonjolan kecil disebut granulation arachnoidea, masuk kedalam sinus 'enosus, terutama sinus sagitallis superior. 8apisan disebelah profunda, meluas ke dalam gyrus cerebri dan diantara folia cerebri.Membentuk tela chorioidea 'enticuli. 0ibentuk oleh serabut$serabut reticularis dan elastic,ditutupi oleh pembuluh$ pembuluh darah cerebral. &ia terdiri dari lapisan sel mesodermal tipis seperti endothelium. +erla"anan dengan arachnoid, membrane ini ini menutupi semua permukaan otak dan medulla spinalis. &atofisiologi (eperti banyak kasus neoplasma lainnya, masih banyak hal yang belum diketahui dari meningioma. )umor otak yang tergolong jinak ini secara histopatologis berasal dari sel pembungkus arakhnoid (arakhnoid cap cells) yang mengalami granulasi dan perubahan bentuk. &atofisiologi terjadinya meningioma sampai saat ini masih belum jelas. Kaskade eikosanoid diduga memainkan peranan dalam tumorogenesis dan perkembangan edema peritumoral. Klasifikasi

<=> mengembangkan sistem klasifikasi untuk beberapa tumor yang telah diketahui, termasuk meningioma. )umor diklasifikasikan melalui tipe sel dan derajat pada hasil biopsi yang dilihat di ba"ah mikroskop. &enatalaksanaannya pun berbeda$beda di tiap derajatnya a. 4rade ! Meningioma tumbuh dengan lambat . ?ika tumor tidak menimbulkan gejala, mungkin pertumbuhannya sangat baik jika diobser'asi dengan M5! secara periodic. ?ika tumor semakin b'erkembang, maka pada akhirnya dapat menimbulkan gejala, kemudian penatalaksanaan bedah dapat direkomendasikan. Kebanyakan meningioma grade ! diterapi dengan tindakan bedah dan obser'asi yang continue. b. 4rade !! Meningioma grade !! disebut juga meningioma atypical. ?enis ini tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan grade ! dan mempunyai angka kekambuhan yang lebih tinggi juga. &embedahan adalah penatalaksanaan a"al pada tipe ini. Meningioma grade !! biasanya membutuhkan terapi radiasi setelah pembedahan. c. 4rade !!! Meningioma berkembang dengan sangat agresif dan disebut meningioma malignant atau meningioma anaplastik. Meningioma malignant terhitung kurang dari . dari seluruh kejadian meningioma. &embedahan adalah penatalaksanaan yang pertama untuk grade !!! diikuri dengan terapi radiasi. ?ika terjadi rekurensi tumor, dapat dilakukan kemoterapi. Meningioma juga diklasifikasikan ke dalam subtype

berdasarkamn lokasi dari tumor -.

.. Meningioma

falx

dan

parasagital

(2#

dari

kasus

meningioma). 2alx adalah selaputyang terletak antara dua sisi otak yang memisahkan hemisfer kiri dan kanan. 2alx cerebri mengandung pembuluh darah besar. &arasagital meningioma terdapat di sekitar falx 2. Meningioma @on'exitas (20 ). )ipe meningioma ini terdapat pada permukaan atas otak. :. Meningioma (phenoid (20 ) 0aerah (phenoidalis berlokasi pada daerah belakang mata. +anyak terjadi pada "anita. ,. Meningioma >lfactorius (.0 ). )ipe ini terjadi di sepanjang ner'us yang menghubungkan otak dengan hidung. #. Meningioma fossa posterior (.0 ). )ipe ini berkembang di permukaan ba"ah bagian belakang otak. %. Meningioma suprasellar (.0 ). )erjadi di bagian atas sella tursica, sebuah kotak pada dasar tengkorak dimana terdapat kelenjar pituitary. A. (pinal meningioma (kurang dari .0 ). +anyak terjadi pada "anita yang berumur antara ,0 dan A0 tahun. 7kan selalu terjadi pda medulla spinbalis setingkat thorax dan dapat menekan spinal cord. Meningioma spinalis dapat menyebabkan gejala seperti nyeri radikuler di sekeliling dinding dada, gangguan kencing, dan nyeri tungkai. -. Meningioma !ntraorbital (kurang dari .0 ). )ipe ini berkembang paa atau di sekitar mata ca'um orbita. B. Meningioma !ntra'entrikular (2 ). )erjadi pada ruangan yang berisi cairan di seluruh bagian otak.

Diagnosa
.. Manifestasi klinik

4ejala meningioma dapat bersifat umum (disebabkan oleh tekanan tumor pada otak dan medulla spinalis) atau bisa bersifat khusus (disebabkan oleh terganggunay fungsi normal dari bagian khusus dari otak atau btekanan pada ner'us atau pembuluh darah). (ecara umum, meningioma tidak bisa didiagnosa pada gejala a"al. 4ejala umumnya seperti9 (akit kepala, dapat berat atau bertambah buruk saat beraktifitas atau pada pagi hari. &erubahan mental Kejang Mual muntah &erubahan 'isus, misalnya pandangan kabur. 4ejala dapat pula spesifik terhadap lokasi tumor9 Meningioma falx dan parasagittal9 nyeri tungkai Meningioma @on'exitas9 kejang, sakit kepala, deficit neurologis fokal, perubahan status mental Meningioma (phenoid9 kurangnya sensibilitas "ajah, gangguan lapangan pandang, kebutaan, dan penglihatan ganda. Meningioma >lfactorius9 kurangnya kepekaan penciuman, masalah 'isus. Meningioma fossa posterior9 nyeri tajam pada "ajah, mati rasa, dan spasme otot$otot "ajah, berkurangnya pendengaran, gangguan menelan, gangguan gaya berjalan, Meningioma suprasellar9 pembengkakan diskus optikus, masalah 'isus (pinal meningioma 9 nyeri punggung, nyeri dada dan lengan

Meningioma !ntraorbital 9 penurunan 'isus, penonjolan bola mata Meningioma !ntra'entrikular 9 perubahan mental, sakit kepala, pusing 2. &emeriksaan 5adiologi a. 2oto polos =iperostosis adalah salahsatu gambaran mayor dari meningioma pada foto polos. 0inidikasikan untuk tumor pada meninx. )ampak erosi tulang dan dekstruksi sinus sphenoidales, kalsifikasi dan lesi litik pada tulang tengkorak. &embesaran pembuluh darah meninx menggambarkan dilatasi arteri meninx yang mensuplai darah ke tumor. Kalsifikasi terdapat pada 20$2# maupun difus. b. @)$(can @)$scan kontras dan @)$scan tanpa kontras memperlihatkan paling banyak meningioma. )ampak gambran isodense hingga hiperdense pada foto sebelum kontras, dan gambaran peningkatan densitas yang homogeny pada foto kontras. )umor juga memberikan gambaran komponen cystic dan kalsifikasi pada beberapa kasus. Cdem peritumoral dapat terlihat dengan jelas. &erdarahan dan cairan intratumoral sampai akumulasi cairan dapat terlihat. c. M5! M5! merupakan pencitraan yang sangat baik digunakan untuk menge'aluasi meningioma. M5! memperlihatkan lesi berupa massa, dengan gejala tergantung pada lokasi tumor berada. kasus dapat bersifat fokal

Angiografi
Cmumnya meningioma merupakan tumor 'ascular. 0an dapat menimbulkan gambaran Dspoke "heel appearanceE. (elanjutnya arteri dan kapiler memperlihatkan gambaran 'ascular yang homogen dan prominen yang disebut dengan mother and la" phenomenon.

Penatalaksanaan
&enatalaksanaan meningioma tergantung daril okasi dan ukuran tumor itu sendiri. )erapi meningioma masih menempatkan reseksi operatif sebagai pilihan pertama. +eberapa faktor yang mempengaruhi operasi remo'al massa tumor ini antara lain lokasi tumor, ukuran dan konsistensi, 'askularisasi dan pengaruh terhadap sel saraf, dan pada kasus rekurensi, ri"ayat operasi sebelumnya dan atau radioterapi. 8ebih jauh lagi, rencana operasi dan tujuannya berubah berdasarkan faktor resiko, pola, dan rekurensi tumor. )indakan operasi tidak hanya mengangkat seluruh tumor tetapi juga termasuk dura, jaringan lunak, dan tulang untuk menurunkan kejadian rekurensi .2. Rencana preoperatif &ada pasien dengan meningioma supratentorial, pemberian antikon'ulsan dapat segera diberikan, deksametason diberikan dan dilindungi pemberian =2 antagonis beberapa hari sebelum operasi dilaksanakan. &emberian antibiotik perioperatif digunakan sebagai profilaksis pada semua pasien untuk organisme stafilokokkus, dan pemberian cephalosporin generasi !!! yang memiliki aktifitas terhadap organisem pseudomonas, serta pemberian metronidaFol (untuk organisme anaerob) ditambahkan apabila operasi direncanakan dengan pendekatan melalui mulut, sinus paranasal, telinga, atau mastoid. Klasifikasi (imptom dari ukuran reseksi pada meningioma intracranial.

a. 4rade ! 5eseksi total tumor, perlekatan dural dan tulang abnormal b. 4rade !! 5eseksi total tumor, koagulasi dari perlekatan dura c. 4rade !!! 5eseksi total tumor, tanpa reseksi atau koagulasi dari perlekatan dura, atau mungkin perluasan ekstradural ( misalnya sinus yang terserang atau tulang yang hiperostotik) d. 4rade !G 5eseksi parsial tumor e. 4rade G 0ekompresi sederhana (biopsy) Radioterapi &enggunaan external beam irradiation pada meningioma semakin banyak dipakai untuk terapi. /xternal beam irradiation dengan ,#00$%000 c4y dilaporkan efektif untuk melanjutkan terapi operasi meningioma reseksi subtotal, kasus$kasus rekurensi baik yang didahului dengan operasi sebelumnya ataupun tidak. &ada kasus meningioma yang tidak dapat dioperasi karena lokasi yang sulit, keadaan pasien yang buruk, atau pada pasien yang menolak dilakukan operasi, external beam irradiation masih belum menunjukkan keefekti'itasannya. )eori terakhir menyatakan terapi external beam irradiation tampaknya akan efektif pada kasus meningioma yang agresif (atyppical, malignan), tetapi informasi yang mendukung teori ini belum banyak dikemukakan. /fektifitas dosis yang lebih tinggi dari radioterapi harus dengan pertimbangan komplikasi yang ditimbulkan terutama pada meningioma. (araf optikus sangat rentan mengalami kerusakan akibat radioterapi. Komplikasi lain yang dapat ditimbulkan berupa insufisiensi pituitari ataupun nekrosis akibat radioterapi. Radiasi Stereotaktik

)erapi radiasi tumor menggunakan stereotaktik pertama kali diperkenalkan pada tahun .B%0an menggunakan alat =ar'ard proton beam. (etelah itu penggunaan stereotaktik radioterapi ini semakin banyak dilakukan untuk meningioma. (umber energi yang digunakan didapat melalui teknik yang ber'ariasi, yang paling sering digunakan adalah sinar foton yang berasal dari @o gamma (gamma knife) atau linear accelerators (8!17@) dan partikel berat (proton, ion helium) dari cyclotrons. (emua teknik radioterapi dengan stereotaktik ini dapat mengurangi komplikasi, terutama pada lesi dengan diameter kurang dari 2,# cm. (teiner dan koleganya menganalisa pasien meningioma yang diterapi dengan gamma knife dan diobser'asi selama # tahun. Mereka menemukan sekitar -pertumbuhan tumor ternyata dapat dikontrol. kasus. +aru$baru ini KondFiolka dan ka"an$ka"an memperhitungkan pengontrolan pertumbuhan tumor dalam 2 tahun pada B% peneliti yang sama melakukan studi dengan sampel BB pasien yang diikuti selama # hingga .0 tahun dan didapatkan pengontrolan pertumbuhan tumor sekitar B: kasus dengan %. massa tumor . mengecil. Kejadian defisit neurologis baru pada pasien yang diterapi dengan stereotaktik tersebut kejadiannya sekitar # Kemoterapi Modalitas kemoterapi dengan regimen antineoplasma masih belum banyak diketahui efikasinya untuk terapi meningioma jinak maupun maligna. Kemoterapi sebagai terapi aju'an untuk rekuren meningioma atipikal atau jinak baru sedikit sekali diaplikasikan pada pasien, tetapi terapi menggunakan regimen kemoterapi (baik intra'ena atau intraarterial cis$platinum, decarbaFine (0)!@) dan adriamycin) menunjukkan hasil yang kurang memuaskan (0eMonte dan *ung), "alaupun regimen tersebut efektifitasnya sangat baik pada

tumor jaringan lunak. 8aporan dari @hamberlin pemberian terapi kombinasi menggunakan cyclophosphamide, adriamycin, dan 'incristine dapat memperbaiki angka harapan hidup dengan rata$rata sekitar #,: tahun. &emberian obat kemoterapi lain seperti hydroxyurea sedang dalam penelitian. &ertumbuhan sel pada meningioma dihambat pada fase ( dari siklus sel dan menginduksi apoptosis dari beberapa sel dengan pemberian hydroxyurea. 0an dilaporkan pada satu kasus pemberian hydroxyurea ini memberikan efek pada pasien$pasien dengan rekurensi dan meningioma yang tidak dapat direseksi. &emberian 7lfainterferon dilaporkan dapat memperpanjang "aktu terjadinya rekurensi pada kasus meningioma yang agresif. 0ilaporkan juga terapi ini kurang menimbulkon toksisitas dibanding pemberian dengan kemoterapi. &emberian hormon antogonis mitogen telah juga dilakukan pada kasus dengan meningioma. &reparat yang dipakai biasanya tamoxifen (anti estrogen) dan mifepristone (anti progesteron). )amoxifen (,0 mgHm2 2 kaliHhari selama , hari dan dilanjutkan .0 mg 2 kaliHhari) telah digunakan oleh kelompok onkolologi (outh"est pada .B pasien dengan meningioma yang sulit dilakukan reseksi dan refrakter. )erdapat pertumbuhan tumor pada .0 pasien, stabilisasi sementara pertumbuhan tumor pada % pasien, dan respon minimal atau parsial pada tiga pasien. &ada dua studi terpisah dilakukan pemberian mifepristone (5C,-%) 200 mg perhari selama 2 hingga :. bulan. &ada studi yang pertama didapatkan # dari ., pasien menunjukkan perbaikan secara objektif yaitu sedikit pengurangan massa tumor pada empat pasien dan satu pasien gangguan lapang pandangnya membaik "alaupun tidak terdapat pengurangan massa tumor9 terdapat pertumbuhan ulang pada salah satu pasien tersebut. &ada studi yang kedua dari

kelompok 1etherlands dengan jumlah pasien .0 orang menunjukkan pertumbuhan tumor berlanjut pada empat pasien, stabil pada tiga pasien, dan pengurangan ukuran yang minimal pada tiga pasien. )iga jenis obat tersebut sedang dilakukan penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar pada meningioma tetapi sampai sekarang belum ada terapi yang menjadi prosedur tetap untuk terapi pada tumor ini. Prognosis &ada umumnya prognosa meningioma adalah baik, karena pengangkatan tumor yang sempurna akan memberikan penyembuhan yang permanen. &ada orang de"asa snr'i'alnya relatif lebih tinggi dibandingkan pada anak$anak, dilaporkan sur'i'al rate lima tahun adalah A# . &ada anak$anak lebih agresif, perubahan menjadi keganasan lebih besar dan tumor dapat menjadi sangat besar. &ada penyelidikan pengarang$pengarang barat lebih dari .0 meningioma akan mengalami keganasan dan kekambuhannya tinggi .:. (ejak .- tahun meningioma dipandang sebagai tumor jinak, dan bila letaknya mudah dapat diangkat seluruhnya. 0egenerasi keganasan tampak bila ada.:I in'asi dan kerusakan tulang tumor tidak berkapsul pada saat operasi in'asi pada jaringan otak. 7ngka kematian (mortalitas) meningioma sebelum operasi jarang dilaporkan, dengan kemajuan teknik dan pengalaman operasi para ahli bedah maka angka kematian post operasi makin kecil. 0iperkirakan angka kematian post operasi selama lima tahun (.B,2J.B,%) adalah A,B dan (.B#AJ.B%%) adalah-,# . (ebab$sebab kematian menurut laporan$laporan yang terdahulu yaitu perdarahan dan edema otak.

SUMBER
.. Mardjono M, (idharta &. 0alamI 1eurologi klinis dasar. I 2akultas Kedokteran Cni'erstas !ndonesia9 200:. =al :B:$,. 2. 2ocusing on tumor meningiomaK cited 200B 1o'ember 20L. 7'ailble fromI httpIHH""".abta.orgHmeningioma.pdf :. &atogenesis, histopatologi, dan klasifikasi meningiomaKcited 200B 1o'ember 20L. 7'ailble fromI httpIHH""".neuroonkologi.comHarticles