Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH TENTANG KEUANGAN NEGARA BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Penulisan Makalah Kelemahan perundang-undangan dalam bidang keuangan negara menjadi salah satu penyebab terjadinya beberapa bentuk penyimpangan dalam pengelolaan keuangan negara. Dalam upaya menghilangkan penyimpangan tersebut dan mewujudkan sistem pengelolaan fiskal yang berkesinambungan (sustainable) sesuai dengan aturan pokok yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang Dasar dan asas-asas umum yang berlaku secara universal dalam penyelenggaraan pemerintahan negara diperlukan suatu undangundang yang mengatur pengelolaan keuangan negara. Upaya untuk menyusun undang-undang yang mengatur pengelolaan keuangan negara telah dirintis sejak awal berdirinya negara ndonesia. !leh karena itu" penyelesaian Undang-undang tentang Keuangan #egara merupakan kelanjutan dan hasil dari berbagai upaya yang telah dilakukan selama ini dalam rangka memenuhi kewajiban konstitusional yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar $%&'. $.(. )ujuan *enulisan +akalah *enulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui hal-hal berikut, - Definisi Keuangan #egara. - /sas-asas Umum *engelolaan Keuangan #egara . - Kekuasaan atas *engelolaan Keuangan #egara - *enyusunan dan *enetapan /*0# dan /*0D . - 1ubungan Keuangan antara *emerintah *usat dan 0ank 2entral" *emerintah Daerah" *emerintah34embaga /sing" *erusahaan #egara" *erusahaan Daerah" *erusahaan 2wasta" serta 0adan *engelola Dana +asyarakat . - *elaksanaan /*0# dan /*0D . - *ertanggungjawaban *engelolaan Keuangan #egara . $.5. dentifikasi *enulisan +akalah $) Definisi Keuangan #egara () /sas-asas Umum *engelolaan Keuangan #egara 5) Kekuasaan atas *engelolaan Keuangan #egara &) *enyusunan dan *enetapan /*0# dan /*0D ') 1ubungan Keuangan antara *emerintah *usat dan 0ank 2entral" *emerintah Daerah" *emerintah34embaga /sing" *erusahaan #egara" *erusahaan Daerah" *erusahaan 2wasta" serta 0adan *engelola Dana +asyarakat 6) *elaksanaan /*0# dan /*0D 7) *ertanggungjawaban *engelolaan Keuangan #egara $.&. 2istematika *enulisan +akalah /dapun penulisan makalah ini memiliki sistmatika, 1/4/+/# 8UDU4 49+0/: *9#;92/1/# K/)/ *9#;/#)/: D/<)/: 2

0/0 *9#D/1U4U/#, $.$.4atar 0elakang *enulisan +akalah $.(.)ujuan *enulisan +akalah $.5. dentifikasi *enulisan +akalah $.&.2istematika *enulisan +akalah 0/0 *9+0/1/2/#, (.$. Definisi Keuangan #egara (.(. /sas-asas Umum *engelolaan Keuangan #egara (.5. Kekuasaan atas *engelolaan Keuangan #egara (.&. *enyusunan dan *enetapan /*0# dan /*0D (.'. 1ubungan Keuangan antara *emerintah *usat dan 0ank 2entral" *emerintah Daerah" *emerintah34embaga /sing" *erusahaan #egara" *erusahaan Daerah" *erusahaan 2wasta" serta 0adan *engelola Dana +asyarakat (.6. *elaksanaan /*0# dan /*0D (.7.*ertanggungjawaban *engelolaan Keuangan #egara 0/0 *9#U)U*, 5.$. Kesimpulan 5.(. 2aran-2aran D/<)/: *U2)/K/ 0/0 *9+0/1/2/# (.$. Definisi Keuangan #egara =Keuangan negara yang dimaksud adalah seluruh kekayaan negara dalam bentuk apapun" yang dipisahkan atau yang tidak dipisahkan" termasuk didalamnya segala bagian kekayaan negara dan segala hak dan kewajiban yang timbul karena , (a) berada dalam penguasaan" pengurusan" dan pertanggung jawaban pejabat lembaga #egara" baik ditingkat pusat maupun di daerah> (b) berada dalam penguasaan" pengurusan" dan pertanggung jawaban 0adan Usaha +ilik #egara30adan Usaha +ilik Daerah" yayasan" badan hukum dan perusahaan yang menyertakan modal negara" atau perusahaan yang menyertakan modal pihak ketiga berdasarkan perjanjian dengan #egara.? *endekatan yang digunakan dalam merumuskan Keuangan #egara adalah dari sisi obyek" subyek" proses" dan tujuan. Dari sisi obyek yang dimaksud dengan Keuangan #egara meliputi semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang" termasuk kebijakan dan kegiatan dalam bidang fiskal" moneter dan pengelolaan kekayaan negara

yang dipisahkan" serta segala sesuatu baik berupa uang" maupun berupa barang yang dapat dijadikan milik negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut. Dari sisi subyek yang dimaksud dengan Keuangan #egara meliputi seluruh obyek sebagaimana tersebut di atas yang dimiliki negara" dan3atau dikuasai oleh *emerintah *usat" *emerintah Daerah" *erusahaan #egara3Daerah" dan badan lain yang ada kaitannya dengan keuangan negara. Dari sisi proses" Keuangan #egara mencakup seluruh rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan obyek sebagaimana tersebut di atas mulai dari perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan sampai dengan pertanggunggjawaban. Dari sisi tujuan" Keuangan #egara meliputi seluruh kebijakan" kegiatan dan hubungan hukum yang berkaitan dengan pemilikan dan3atau penguasaan obyek sebagaimana tersebut di atas dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan negara. 0idang pengelolaan Keuangan #egara yang demikian luas dapat dikelompokkan dalam sub bidang pengelolaan fiskal" sub bidang pengelolaan moneter" dan sub bidang pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan. (.(. /sas-asas Umum *engelolaan Keuangan #egara Dalam rangka mendukung terwujudnya good governance dalam penyelenggaraan negara" pengelolaan keuangan negara perlu diselenggarakan secara profesional" terbuka" dan bertanggung jawab sesuai dengan aturan pokok yang telah ditetapkan dalam UndangUndang Dasar. 2esuai dengan amanat *asal (5@ Undang-Undang Dasar $%&'" Undangundang tentang Keuangan #egara perlu menjabarkan aturan pokok yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang Dasar tersebut ke dalam asas-asas umum yang meliputi baik asasasas yang telah lama dikenal dalam pengelolaan keuangan negara" seperti asas tahunan" asas universalitas" asas kesatuan" dan asas spesialitas maupun asas-asas baru sebagai pencerminan best practices (penerapan kaidah-kaidah yang baik) dalam pengelolaan keuangan negara" antara lain , akuntabilitas berorientasi pada hasil> profesionalitas> proporsionalitas> keterbukaan dalam pengelolaan keuangan negara> pemeriksaan keuangan oleh badan pemeriksa yang bebas dan mandiri. /sas-asas umum tersebut diperlukan pula guna menjamin terselenggaranya prinsipprinsip pemerintahan daerah sebagaimana yang telah dirumuskan dalam 0ab A UndangUndang Dasar $%&'. Dengan dianutnya asas-asas umum tersebut di dalam Undangundang tentang Keuangan #egara" pelaksanaan Undang-undang ini selain menjadi acuan dalam reformasi manajemen keuangan negara" sekaligus dimaksudkan untuk memperkokoh landasan pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah di #egara Kesatuan :epublik ndonesia. (.5. Kekuasaan atas *engelolaan Keuangan #egara *residen selaku Kepala *emerintahan memegang kekuasaan pengelolaan keuangan negara sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan. Kekuasaan tersebut meliputi kewenangan yang bersifat umum dan kewenangan yang bersifat khusus. Untuk membantu *residen dalam penyelenggaraan kekuasaan dimaksud" sebagian dari kekuasaan tersebut dikuasakan kepada +enteri Keuangan selaku *engelola <iskal dan Bakil *emerintah dalam kepemilikan kekayaan negara yang dipisahkan" serta kepada +enteri3*impinan 4embaga selaku *engguna /nggaran3*engguna 0arang kementerian negara3lembaga yang dipimpinnya. +enteri Keuangan sebagai pembantu *residen dalam

bidang keuangan pada hakekatnya adalah @hief <inancial !fficer (@<!) *emerintah :epublik ndonesia" sementara setiap menteri3pimpinan lembaga pada hakekatnya adalah @hief !perational !fficer (@!!) untuk suatu bidang tertentu pemerintahan. *rinsip ini perlu dilaksanakan secara konsisten agar terdapat kejelasan dalam pembagian wewenang dan tanggung jawab" terlaksananya mekanisme checks and balances serta untuk mendorong upaya peningkatan profesionalisme dalam penyelenggaraan tugas pemerintahan. 2ub bidang pengelolaan fiskal meliputi fungsi-fungsi pengelolaan kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro" penganggaran" administrasi perpajakan" administrasi kepabeanan" perbendaharaan" dan pengawasan keuangan. 2esuai dengan asas desentralisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan negara sebagian kekuasaan *residen tersebut diserahkan kepada ;ubernur30upati3Balikota selaku pengelola keuangan daerah. Demikian pula untuk mencapai kestabilan nilai rupiah tugas menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter serta mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran dilakukan oleh bank sentral. (.&. *enyusunan dan *enetapan /*0# dan /*0D Ketentuan mengenai penyusunan dan penetapan /*0#3/*0D dalam undang-undang ini meliputi penegasan tujuan dan fungsi penganggaran pemerintah" penegasan peran D*:3D*:D dan pemerintah dalam proses penyusunan dan penetapan anggaran" pengintegrasian sistem akuntabilitas kinerja dalam sistem penganggaran" penyempurnaan klasifikasi anggaran" penyatuan anggaran" dan penggunaan kerangka pengeluaran jangka menengah dalam penyusunan anggaran. /nggaran adalah alat akuntabilitas" manajemen" dan kebijakan ekonomi. 2ebagai instrumen kebijakan ekonomi anggaran berfungsi untuk mewujudkan pertumbuhan dan stabilitas perekonomian serta pemerataan pendapatan dalam rangka mencapai tujuan bernegara. Dalam upaya untuk meluruskan kembali tujuan dan fungsi anggaran tersebut perlu dilakukan pengaturan secara jelas peran D*:3D*:D dan pemerintah dalam proses penyusunan dan penetapan anggaran sebagai penjabaran aturan pokok yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang Dasar $%&'. 2ehubungan dengan itu" dalam undangundang ini disebutkan bahwa belanja negara3belanja daerah dirinci sampai dengan unit organisasi" fungsi" program" kegiatan" dan jenis belanja. 1al tersebut berarti bahwa setiap pergeseran anggaran antarunit organisasi" antarkegiatan" dan antarjenis belanja harus mendapat persetujuan D*:3D*:D. +asalah lain yang tidak kalah pentingnya dalam upaya memperbaiki proses penganggaran di sektor publik adalah penerapan anggaran berbasis prestasi kerja. +engingat bahwa sistem anggaran berbasis prestasi kerja 3hasil memerlukan kriteria pengendalian kinerja dan evaluasi serta untuk menghindari duplikasi dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran kementerian negara3lembaga3perangkat daerah" perlu dilakukan penyatuan sistem akuntabilitas kinerja dalam sistem penganggaran dengan memperkenalkan sistem penyusunan rencana kerja dan anggaran kementerian negara3lembaga3perangkat daerah. Dengan penyusunan rencana kerja dan anggaran kementerian3lembaga3perangkat daerah tersebut dapat terpenuhi sekaligus kebutuhan akan anggaran berbasis prestasi kerja dan pengukuran akuntabilitas kinerja kementerian3lembaga3perangkat daerah yang bersangkutan. 2ejalan dengan upaya untuk menerapkan secara penuh anggaran berbasis kinerja di sektor publik" perlu pula dilakukan perubahan klasifikasi anggaran agar sesuai dengan

klasifikasi yang digunakan secara internasional. *erubahan dalam pengelompokan transaksi pemerintah tersebut dimaksudkan untuk memudahkan pelaksanaan anggaran berbasis kinerja" memberikan gambaran yang objektif dan proporsional mengenai kegiatan pemerintah" menjaga konsistensi dengan standar akuntansi sektor publik" serta memudahkan penyajian dan meningkatkan kredibilitas statistik keuangan pemerintah. 2elama ini anggaran belanja pemerintah dikelompokkan atas anggaran belanja rutin dan anggaran belanja pembangunan. *engelompokan dalam anggaran belanja rutin dan anggaran belanja pembangunan yang semula bertujuan untuk memberikan penekanan pada arti pentingnya pembangunan dalam pelaksanaannya telah menimbulkan peluang terjadinya duplikasi" penumpukan" dan penyimpangan anggaran. 2ementara itu" penuangan rencana pembangunan dalam suatu dokumen perencanaan nasional lima tahunan yang ditetapkan dengan undang-undang dirasakan tidak realistis dan semakin tidak sesuai dengan dinamika kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan dalam era globalisasi. *erkembangan dinamis dalam penyelenggaraan pemerintahan membutuhkan sistem perencanaan fiskal yang terdiri dari sistem penyusunan anggaran tahunan yang dilaksanakan sesuai dengan Kerangka *engeluaran 8angka +enengah (+edium )erm 9Cpenditure <ramework) sebagaimana dilaksanakan di kebanyakan negara maju. Balaupun anggaran dapat disusun dengan baik" jika proses penetapannya terlambat akan berpotensi menimbulkan masalah dalam pelaksanaannya. !leh karena itu" dalam undangundang ini diatur secara jelas mekanisme pembahasan anggaran tersebut di D*:3D*:D" termasuk pembagian tugas antara panitia3komisi anggaran dan komisi-komisi pasangan kerja kementerian negara3lembaga3perangkat daerah di D*:3D*:D. (.'. 1ubungan Keuangan antara *emerintah *usat dan 0ank 2entral" *emerintah Daerah" *emerintah34embaga /sing" *erusahaan #egara" *erusahaan Daerah" *erusahaan 2wasta" serta 0adan *engelola Dana +asyarakat 2ejalan dengan semakin luas dan kompleksnya kegiatan pengelolaan keuangan negara" perlu diatur ketentuan mengenai hubungan keuangan antara pemerintah dan lembagalembaga infra3supranasional. Ketentuan tersebut meliputi hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan bank sentral" pemerintah daerah" pemerintah asing" badan3lembaga asing" serta hubungan keuangan antara pemerintah dan perusahaan negara" perusahaan daerah" perusahaan swasta dan badan pengelola dana masyarakat. Dalam hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan bank sentral ditegaskan bahwa pemerintah pusat dan bank sentral berkoordinasi dalam penetapan dan pelaksanaan kebijakan fiskal dan moneter. Dalam hubungan dengan pemerintah daerah" undang-undang ini menegaskan adanya kewajiban pemerintah pusat mengalokasikan dana perimbangan kepada pemerintah daerah. 2elain itu" undang-undang ini mengatur pula perihal penerimaan pinjaman luar negeri pemerintah. Dalam hubungan antara pemerintah dan perusahaan negara" perusahaan daerah" perusahaan swasta" dan badan pengelola dana masyarakat ditetapkan bahwa pemerintah dapat memberikan pinjaman3hibah3penyertaan modal kepada dan menerima pinjaman3hibah dari perusahaan negara3daerah setelah mendapat persetujuan D*:3D*:D. (.6. *elaksanaan /*0# dan /*0D 2etelah /*0# ditetapkan secara rinci dengan undang-undang" pelaksanaannya dituangkan lebih lanjut dengan keputusan *residen sebagai pedoman bagi kementerian negara3lembaga dalam pelaksanaan anggaran. *enuangan dalam keputusan *residen tersebut terutama menyangkut hal-hal yang belum dirinci di dalam undang-undang

/*0#" seperti alokasi anggaran untuk kantor pusat dan kantor daerah kementerian negara3lembaga" pembayaran gaji dalam belanja pegawai" dan pembayaran untuk tunggakan yang menjadi beban kementerian negara3lembaga. 2elain itu" penuangan dimaksud meliputi pula alokasi dana perimbangan untuk provinsi3kabupaten3kota dan alokasi subsidi sesuai dengan keperluan perusahaan3badan yang menerima. Untuk memberikan informasi mengenai perkembangan pelaksanaan /*0#3/*0D" pemerintah pusat3pemerintah daerah perlu menyampaikan laporan realisasi semester pertama kepada D*:3D*:D pada akhir 8uli tahun anggaran yang bersangkutan. nformasi yang disampaikan dalam laporan tersebut menjadi bahan evaluasi pelaksanaan /*0#3/*0D semester pertama dan penyesuaian3perubahan /*0#3/*0D pada semester berikutnya. Ketentuan mengenai pengelolaan keuangan negara dalam rangka pelaksanaan /*0#3/*0D ditetapkan tersendiri dalam undang-undang yang mengatur perbendaharaan negara mengingat lebih banyak menyangkut hubungan administratif antarkementerian negara3lembaga di lingkungan pemerintah. (.7.*ertanggungjawaban *engelolaan Keuangan #egara 2alah satu upaya konkrit untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara adalah penyampaian laporan pertanggungjawaban keuangan pemerintah yang memenuhi prinsip-prinsip tepat waktu dan disusun dengan mengikuti standar akuntansi pemerintah yang telah diterima secara umum. Dalam undang-undang ini ditetapkan bahwa laporan pertanggungjawaban pelaksanaan /*0#3/*0D disampaikan berupa laporan keuangan yang setidak-tidaknya terdiri dari laporan realisasi anggaran" neraca" laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan yang disusun sesuai dengan standar akuntansi pemerintah. 4aporan keuangan pemerintah pusat yang telah diperiksa oleh 0adan *emeriksa Keuangan harus disampaikan kepada D*: selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah berakhirnya tahun anggaran yang bersangkutan" demikian pula laporan keuangan pemerintah daerah yang telah diperiksa oleh 0adan *emeriksa Keuangan harus disampaikan kepada D*:D selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah berakhirnya tahun anggaran yang bersangkutan. Dalam rangka akuntabilitas pengelolaan keuangan negara menteri3pimpinan lembaga3gubernur3bupati3walikota selaku pengguna anggaran3pengguna barang bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan yang ditetapkan dalam Undang-undang tentang /*0#3*eraturan Daerah tentang /*0D" dari segi manfaat3hasil (outcome). 2edangkan *impinan unit organisasi kementerian negara3lembaga bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan yang ditetapkan dalam Undang-undang tentang /*0#" demikian pula Kepala 2atuan Kerja *erangkat Daerah bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan yang ditetapkan dalam *eraturan Daerah tentang /*0D" dari segi barang dan3atau jasa yang disediakan (output). 2ebagai konsekuensinya" dalam undangundang ini diatur sanksi yang berlaku bagi menteri3pimpinan lembaga3gubernur3bupati3walikota" serta *impinan unit organisasi kementerian negara3lembaga32atuan Kerja *erangkat Daerah yang terbukti melakukan penyimpangan

kebijakan3kegiatan yang telah ditetapkan dalam UU tentang /*0# 3*eraturan Daerah tentang /*0D. Ketentuan sanksi tersebut dimaksudkan sebagai upaya preventif dan represif" serta berfungsi sebagai jaminan atas ditaatinya Undang-undang tentang /*0#3*eraturan Daerah tentang /*0D yang bersangkutan. 2elain itu perlu ditegaskan prinsip yang berlaku universal bahwa barang siapa yang diberi wewenang untuk menerima" menyimpan dan membayar atau menyerahkan uang" surat berharga atau barang milik negara bertanggungjawab secara pribadi atas semua kekurangan yang terjadi dalam pengurusannya. Kewajiban untuk mengganti kerugian keuangan negara oleh para pengelola keuangan negara dimaksud merupakan unsur pengendalian intern yang andal. 0/0 *9#U)U* 5.$. Kesimpulan +enurut Undang-undang yang berlaku" bahwa keuangan #egara adalah meliputi, D Keuangan #egara adalah semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang" serta segala sesuatu baik berupa uang maupun berupa barang yang dapat dijadikan milik negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut. D *emerintah adalah pemerintah pusat dan3atau pemerintah daerah. D Dewan *erwakilan :akyat yang selanjutnya disebut D*: adalah Dewan *erwakilan :akyat sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar $%&'. D Dewan *erwakilan :akyat Daerah yang selanjutnya disebut D*:D adalah Dewan *erwakilan :akyat Daerah *ropinsi" Dewan *erwakilan :akyat Daerah Kabupaten" dan Dewan *erwakilan :akyat Daerah Kota sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar $%&'. D *erusahaan #egara adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya dimiliki oleh *emerintah *usat. D *erusahaan Daerah adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya dimiliki oleh *emerintah Daerah. D /nggaran *endapatan dan 0elanja #egara" selanjutnya disebut /*0#" adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara yang disetujui oleh Dewan *erwakilan :akyat. D /nggaran *endapatan dan 0elanja Daerah" selanjutnya disebut /*0D" adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang disetujui oleh Dewan *erwakilan :akyat Daerah. D *enerimaan negara adalah uang yang masuk ke kas negara. D *engeluaran negara adalah uang yang keluar dari kas negara. D *enerimaan daerah adalah uang yang masuk ke kas daerah. D *engeluaran daerah adalah uang yang keluar dari kas daerah. D *endapatan negara adalah hak pemerintah pusat yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih. D 0elanja negara adalah kewajiban pemerintah pusat yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih. D *endapatan daerah adalah hak pemerintah daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih.

D 0elanja daerah adalah kewajiban pemerintah daerah yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih. D *embiayaan adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan3atau pengeluaran yang akan diterima kembali" baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun tahuntahun anggaran berikutnya. 5.(. 2aran-2aran E +enjaga kekayaan #egara dengan memberi masukan terhadap kondisi keuangan #egara yang dikelola pejabat setempat. E +enjalankan hak dan kewajiban dalam bidang keuangan bagi rakyat banyak seperti hak-hak atas dana pembangunan desa" atau untuk kepentingan sekolah.