Anda di halaman 1dari 9

TUGAS

NAMA: GHISQY ARSY MULKI


NIM: 2011730136

GLAUKOMA AKUT
DEFINISI
Glaukoma adalah suatu kelainan pada mata yang ditandai oleh meningkatnya
tekanan dalam bola mata (Tekanan Intra Okular = TIO) yang disertai
pencekungan diskus optikus dan pengecilan lapang pandang. Tekanan bola mata
yang tinggi juga akan mengakibatkan kerusakan saraf penglihatan yang terletak
di dalam bola mata, dan akan terjadi gangguan lapang pandangan.
Glaukoma akut merupakan glaukoma yang terjadi secara tiba-tiba dengan
sumbatan aliran humor akueus yang lebih komplit. Nama lainnya adalah
glaukoma sudut tertutup primer.
Humor akuos adalah suatu cairan jernih yang mengisi kamera anterior dan
posterior mata. Diproduksi oleh korpus siliare dan bervariasi diurnal. Setelah
memasuki bilik mata belakang, humor akuos melalui pupil dan masuk ke bilik
mata depan dan kemudian ke perifer menuju ke sudut bilik mata depan dan
nantinya akan dikeluarkan melalui dua jalur outflow berbeda yaitu:
1. Outflow melalui jalur trabekulum (jalur konvensional). Yang merupakan
jalur utama, dimana sekitar 90% outflow akuos humor melalui jalinan
trabekular menuju kanalis sklem dan berlanjut ke system vena kolektor.
2. Outflow melalui jalur uveoscleral(jalur unkonvensional). Dimana sekitar
10% outflow akuos humor melalui jalur ini. (gambar 2).

EPIDEMIOLOGI
Terjadi pada 1 dari 1000 orang yang berusia di atas 40 tahun dengan angka
kejadian yang bertambah sesuai usia
Wanita : pria pada penyakit ini adalah 4:1
Sering terjadi pada kedua mata
Mudah terjadi pada mata yang mempunyai bakat sudut bilik matanya tertutup,
spt pd hipermetropia
ETIOLOGI
Penyakit yang ditandai dengan peninggian tekanan intraocular ini, disebabkan:
a.Bertambahnya produksi cairan mata oleh badan siliar
b.Berkurangnya pengeluaran cairan mata didaerah sudut bilik mata atau dicelah
pupil.
FAKTOR RISIKO
1.Umur
2.Riwayat anggota keluarga yang terkena glaukoma. Untuk glaukoma jenis
tertentu, anggota keluarga penderita glaukoma mempunyai resiko 6 kali lebih

besar untuk terkena glaucoma 3.Tekanan bola mata diatas 21 mmHg berisiko
tinggi terkena glaucoma
4.Obat-obatan
Pemakai steroid secara rutin misalnya: Pemakai obat tetes mata yang
mengandung steroid yang tidak dikontrol oleh dokter, obat inhaler untuk
penderita asthma, obat steroid untuk radang sendi dan pemakai obat yang
memakai steroid secara rutin lainnya.
5.Riwayat trauma (luka kecelakaan) pada mata.
6.Penyakit lain. Riwayat penyakit katarak, diabetes (kencing manis), hipertensi
dan migren
KLASIFIKASI
Terdapat 4 jenis glaukoma:
1. glaukoma sudut terbuka
Primary Open-Angle Glaucoma
GLAUKOMA Sudut-Terbuka Primer

Glaukoma Sudut-Terbuka Primer adalah tipe yang yang paling umum


dijumpai. Glaukoma jenis ini bersifat turunan, sehingga resiko tinggi bila
ada riwayat dalam keluarga. Biasanya terjadi pada usia dewasa dan
berkembang perlahan-lahan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Seringkali tidak ada gejala sampai terjadi kerusakan berat dari syaraf optik
dan penglihatan terpengaruh secara permanen. Pemeriksaan mata teratur
sangatlah penting untuk deteksi dan penanganan dini.

Glaukoma Sudut-Terbuka Primer biasanya membutuhkan pengobatan


seumur hidup untuk menurunkan tekanan dalam mata dan mencegah
kerusakan lebih lanjut.

2. glaukoma sudut tertutup


Acute Angle-Closure Glaucoma GLAUKOMA
Sudut-Tertutup Akut
Glaukoma Sudut-Tertutup Akut lebih sering ditemukan karena keluhannya
yang mengganggu. Gejalanya adalah sakit mata hebat, pandangan kabur
dan terlihat warna-warna di sekeliling cahaya. Beberapa pasien bahkan
mual dan muntah-muntah.
Glaukoma Sudut-Tertutup Akut termasuk yang sangat serius dan dapat
mengakibatkan kebutaan dalam waktu yang singkat. Bila Anda merasakan
gejala-gejala tersebut segera hubungi dokter spesialis mata Anda.

3. glaukoma kongenitalis
Congenital GLAUCOMA

Glaukoma Kongenital ditemukan pada saat kelahiran atau segera setelah


kelahiran, biasanya disebabkan oleh sistem saluran pembuangan cairan di
dalam mata tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya tekanan bola mata
meningkat terus dan menyebabkan pembesaran mata bayi, bagian depan
mata berair dan berkabut dan peka terhadap cahaya.

4. glaukoma sekunder
Secondary GLAUCOMA
Glaukoma Sekunder disebabkan oleh kondisi lain seperti katarak, diabetes,
trauma, arthritis maupun operasi mata sebelumnya. Obat tetes mata atau
tablet yang mengandung steroid juga dapat meningkatkan tekanan pada
mata. Karena itu tekanan pada mata harus diukur teratur bila sedang
menggunakan obat-obatan tersebut

Keempat jenis glaukoma ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam


bola mata dan karenanya semuanya bisa menyebabkan kerusakan saraf
optikus yang progresif.
PATOGENESIS
MANIFESTASI KLINIK
o Penglihatan kabur mendadak
Etiologi :
Hiperopia
Prebiopia
DM
Perubahan bentuk bola mata
Perubahan posisi lensa
Mekanisme
o Mata merah
Etiologi
Infeksi : blepahritis,conjunctivitis,cornea ulcers,uveitis
Alergi
Glaucoma akut
Goresan pada kornea yang disebabkan karena pasir,debu atau pengguanan
contact lens

Trauma
Benda asing
Mata yang kering
Mekanisme
o Nyeri hebat
Etiologi
Galukoma akut
Iritis akut
Trauma kornea
Infeksi
Keratitis
Scleritis
Mekanisme
o Kornea bengkak
Etiologi
Keratitis
Vaskulitis retina
Glaucoma akut
o Mual dan muntah
o melihat halo (pelangi disekitar objek)
DIAGNOSIS
ANAMNESIS
o penglihatan kabur mendadak
o nyeri hebat di sekitar mata atau belakang kepala
o mual
o muntah
o melihat halo (pelangi disekitar objek atau lamu tang dilihat)

o keluhan sering berkurang bila penderita melihat sinar kuat yang


mengakibatkan pupil mengecil
PEMERIKSAAN FISIK
o Visus sangat menurun
o TIO meninggi
o Mata merah
o Kornea suram/keruh
o Injeksi siliar
o Bilik mata depan dangkal
o Rincian iris tidak tampak
o Pupil sedikit melebar, kurang/tidak bereaksi terhadap sinar
o Diskus optikus terlihat merah dan bengkak
o Pada perabaan mata teras keras seperti kelereng
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Tonometri. Alat ini berguna untuk menilai tekanan intraokular. Tekanan bola
mata normal berkisar antara 15-21 mmHg.
2. Gonioskopi. Sudut bilik mata depan merupakan tempat penyaluran keluar
humor akueus. Dengan gonioskopi kita berusaha menilai keadaan sudut
tersebut, apakah terbuka, sempit atau tertutup ataukah terdapat abnormalitas
pada sudut tersebut.
3. Penilaian diskus optikus. Dengan menggunakan opthalmoskop kita bisa
mengukur CDR. CDR yang melebihi 0,5 menunjukkan peningkatan tekanan
intraokular yang signifikan.
4. Pemeriksaan lapang pandang. Hal ini penting dilakukan untuk mendiagnosis
dan menindaklanjuti pasien glaukoma. Lapang pandang glaukoma memang
akan berkurang karena peningkatan TIO akan merusakan papil saraf optikus.
DIAGNOSIS BANDING
1. KERATITIS

2. ULKUS KORNEA
3. UVEITIS
PENATALAKSANAAN
1. obat-obatan (pengobatan darurat dan jangka pendek)
Miotik: untuk melepaskan iris dari jaringan trabekulum sehingga sudut mata
bilik depan akan terbuka
pilocarpin 2%, tetes mata setiap menit 1 tetes selama 5 menit,
lalu disusul 1 tetes tiap jam sampai 6 jam
Carbonic Anhidrase Inhibitor: untuk menurunkan pembentukan aquous humor
asetazolamid, 250 mg per tablet, 2 tablet sekaligus, disusul tiap 4 jam 1 tablet
sampai 24 jam
obat hiperosmotik: untuk meningkatkan daya osmotik plasma
larutan gliserin 50 % secara oral, dosis 1-1,5 gram/ kgBB (0.7-1,5 cc/kgBB
atau 1 cc /kgBB), diminum sekaligus
mannitol 20 %,per infus 60 tetes per menit
morfin: untuk mengurangi sakit dan mengecilkan pupil disuntikan 10-15 mg
2. Pembedahan
Dilakukan setelah terapi dengan obat-obatan sampai tekanan bola mata < 25
mmHg dan mata merah berkurang
Iridektomi perifer
Indikasi :
glaukoma dalam fase prodomal
glaukoma akut yang baru terjadi
tindakan pencegahan pada mata kiri
Teknik : dibuat lubang di bagian perifer iris pada sisi temporal atas
Pembedahan filtrasi
indikasi :

glaukoma akut sudah berlangsung lama


penderita sudah masuk dalam stadium glaukoma kongestif kronik
Teknik :
Trepanasi Elliot : lubang kecil berukuran 1,5 mm dibuat di daerah korneaskleral, lalu ditutup oleh konjungtiva dengan tujuan agar aquous mengalir
langsung dari bilik mata anterior ke ruang subkonjungtiva.
sklerotomi scheie kornea-skleral :dikauterisasi agar luka tidak menutup
kembali dengan sempurna, dengan tujuan agar aquous mengalir langsung dari
bilik mata anterior ke ruang subkonjungtiva.
Trabekulektomi : mengangkat trabekulum sehingga terbentuk celah untuk
mengalirkan cairan mata masuk ke dalam kanal schlemm.
PROGNOSIS
Glaukoma akut merupakan suatu KEDARURATAN OFTALMOLOGI
sehingga kalau tidak segera ditangani prognosisnya buruk
KOMPLIKASI
Kebutaan