Anda di halaman 1dari 38

PETERNAKAN SAPI SAPI POTONG

Pendahuluan Ternak Potong adalah hewan piara yang dipelihara khusus untuk menghasilkan bahan daging. Tidak semua ternak yang dipotong termasuk ternak potong. Pada umumnya ternak potong dikelompokkan ke dalam 2 kelompok besar yaitu : 1. Ternak Potong Besar terdiri dari Sapi, Kerbau dan Kuda 2. Ternak Potong Kecil terdiri dari Kambing, domba dan babi. alam usaha ternak potong harus dipilih bibit yang dapat dipertanggung !awabkan mutunya. Perkembangan atau pertumbuhan ternak potong sangat ditentukan oleh proses perkembangbiakan atau akti"itas reproduksi. #ntuk membahas lebih lan!ut tentang ternak potong, maka perlu diketahui tentang aspek$aspek breeding, yaitu : Pubertas Pubertas atau bali% adalah suatu keadaan dimana binatang&hewan !antan atau betina proses reproduksi mulai ber'ungsi. Dewasa Kelamin. ewasa kelamin adalah suatu keadaan dimana binatang&hewan !antan atau betina proses reproduksinya ber'ungsi secara maksimal ditandai dengan angka konsepsi yang tinggi apabila dilakukan perkawinan atau dimana !umlah spermato(oa atau o"um yang normal !auh lebih banyak.#mumnya pada ternak dewasa kelamin didahului oleh pubertas, sedangkan dewasa tubuh didahului dengan dewasa kelamin. )aktor$'aktor yang mempengaruhi dewasa kelamin adalah : $ *akanan $ +klim $ Keturunan ,-enetic. $ *ana!emen Birahi (Estrus) Seekor ternak betina akan mau menerima ternak !antan hanya pada waktu tertentu sa!a atau pada saat birahi sa!a. /leh karenanya mengetahui tanda$tanda birahi masing$masing ternak sangat diperlukan. Tanda$tanda birahi secara umum adalah : Ternak lebih peka dan mudah terangsang. *enun!ukkan tingkah laku gelisah dan kurang tenang.

Sering diikuti dengan menaiki sesamanya. *embiarkan dinaiki oleh temannya. Berusaha mendekati atau kontak dengan pe!antan. ari "ul"a sering keluar lendir, bengkak, merah,basah ,01 2 1bang, abuh anget. 3amun tanda tersebut sering !uga tersembunyi dan ternak tampak biasa$biasa sa!a. 4al ini disebut dengan Birahi iam ,Silent 4eat..

Si lus Birahi Ternak Sapi Kerbau Kuda Kambing omba Babi Siklus Birahi 21 hari 21 hari 1= 8 20 hari 1= hari 17 hari 21 hari 5ama Birahi 17 8 19 :am 17 8 19 :am > 8 ? hari 0= :am 0; 8 07 :am 2 8 0 hari 6aktu /"ulasi 1;$1< !am sesudah birahi 1;$1< !am sesudah birahi 1 hari sebelum & sesudah birahi = 8 1= !am sesudah birahi 12 8 19 !am sesudah birahi 19 8 >; !am sesudah birahi

Kemampuan Pemacek )aktor yang mempengaruhi kemampuan pemacek pe!antan adalah :

Si'at Keturunan Kebiasaan Ketakutan Banyak dipakai Beker!a berat *akanan Terlalu besar 1nggota tubuh bagian belakang terganggu Penis sakit -angguan pusat syara'

#mur ternak untuk dikawinkan Ternak Sapi #mur Bali% 9 8 1; bulan #mur Kawin 19 8 0; bulan Batas #mur untuk Bibit 12 tahun

Kerbau Kuda Kambing omba Babi

1; 8 12 bulan 12 8 19 bulan 7 8 9 bulan 7 8 9 bulan < 8 7 bulan

2> 8 0; bulan 2> 8 0; bulan 1; 8 12 bulan 1; 8 12 bulan ? 8 9 bulan

10 tahun 10 tahun < tahun < tahun < tahun

5ama Kebuntingan. Ternak Sapi Kerbau Kuda Kambing omba Babi 5ama Kebutingan 291 hari & = bulan = hari 021 hari & 11 bulan kurang = hari 00; hari & 11 bulan 1<< hari & < bulan 1<< hari & < bulan 11> hari & 0 bulan 0 mg 0 hari @PengingatA = bulan, = hari, = !am 1; bulan, 2; hari, 0; !am 11 bulan, 11 !am < bulan, < hari, < !am < bulan, < hari, < !am 0 bulan, 0 mg, 0 hari

Sa!i (B"s s!e#ies) iantara sapi$sapi yang ada, maka sapi -aur merupakan kumpulan yang paling primiti' dilihat dari bangun tengkoraknya. Sapi gaur ditandai oleh adanya gumba yang agak tinggi dan rambut yang pendek. Sapi ini hidup dalam kawanan kecil di bukit$bukit yang berimba kecil di +ndia #tara. /leh orang Birma sapi -aur dipelihara setengah liar disebut Sapi -ayal, untuk produksi daging dan susu. Sapi yang berdekatan dengan sapi -aur adalah sapi banteng ,Bos sondaicus 2 Bos Banteng. yang sekarang masih dalam keadaan liar di +ndo Bhina, Siam, Burma, *alaka, Borneo dan :awa. 6arna sapi banteng !antan adalah hitam, sedangkan betina sawo matang. :antan atau betina memiliki tanda putih ,white merror dan white shocking. pada pantat dan kaki bawah. Banteng telah dilakukan pen!inakkan terdapat dalam bentuk Sapi Bali, namun kurang !elas apakah pen!inakkan tersebut diawali di Bali atau ditempat lain. Sapi Bali dikembangbiakan murni di Bali, :awa Timur, Timor dan Sulawesi. Secara Sistematic Coology 5embu ,Bukan sapi. dapat disusun sbb.

Kingdom : 1nimal ,Binatang. Phylum : Bhordata ,Binatang bertulang belakang. Blass : *amalia ,hewan memamah biak. /rder : 1rtiodactila )amily : Bo"idae -enus : -enus Sub -enus : 8 Bisontinae ,*isal : Bison dan Dak yang terdapat di 1merika. $ Bibo"inae ,Banteng, -aur dan -ayal. $Bubalinae ,Kerbau & Bu''alo.

$Taurinae , ada 2 species yaitu Bos +ndicus dan Bos Typicus. Species : Bos B"s Indi#us (Sa!i $ebu) Bos +ndicus & Sapi Cebu & Sapi 1sia berasal dari +ndia dan yang termasuk dari !enis sapi ini adalah Sapi /ngole, *ysore, Kankrey, 4issar, Eed Sindhi dan Sahiwal. Secara umum tanda$ tanda sapi (ebu adalah : *emiliki gumba yang tinggi, telinga pan!ang terkulai, terdapat gelambir, kaki pan!ang, 5ambat dewasa, tahan panas dan mudah adaptasi. B"s Ti!i#us % B"s Taurus Bos Tipicus & Bos Taurus & Sapi Fropa adalah sapi yang tidak bergumba dengan tanduk tumbuh kolateral. Terbagi men!adi > sub species yaitu : 1. Premigenius ,Sapi tipe berat dan besar., misal : 4olstein, autch Belted, Shorthorn, -alloway, Eed Polled, 1berdeen 1ngus, 1yrshire dll. 2. 5engi'rons ,Bentuk lebih kecil., misal : :ersey, Brown Swiss, -uernsey. 0. )rontasus ,Bentuk sedang., misal : Simental >. Branchycephalus ,dengan tanduk pendek., misal : 4ere'ord, SusseG, Britanny, e"on dll. Sa!i & sa!i di Ind"nesia Sa!i Bali Sapi Bali merupakan banteng yang di!inakkan dengan tubuh lebih kecil dari banteng dengan BB berkisar 0;; 8 >;; Kg. Termasuk tipe potong dengan karkas mencapai <? H. ibiarkan murni di Bali, :awa Timur, Timor dan Sulawesi. 1dapun tanda$tanda sapi Bali sbb. 1. Bentuk seperti banteng 2. 6arna sawo matang ,merah bata. pada saat pedet. 0. Terdapat 6hite shocking ,putih pada kaki. dan 6hite merror ,putih pada pantat. >. Tanduk ternak !antan tumbuh agak keluar kepala, sedangkan yang betina agak kedalam. <. Tinggi I 10; cm.

Sa!i 'adura Sapi hasil persilangan antara Bos Sondaicus dengan Bos +ndicus. Pada Tahun 1=1; Pemerintah E+ memurnikan sapi *adura sehingga lebih seragam. Saat ini sapi *adura sebagai ternak Potong, Ker!a dan )uncy. Karkas mencapai >?,= H. 1dapun tanda$tanda sapi *adura sbb.

1. Bentuk seperti banteng 2. 6arna coklat atau sawo matang ,merah bata.. 0. Pada !antan tubuh depan lebih kuat dari tubuh bagian belakang. >. Bergumba kecil. <. Tanduk melengkung setengah bulat dan u!ung menu!u kedepan. 7. BB mencapai 0<; Kg dengan tinggi rata$rata 119 cm.

Sa!i berdasar an nama daerahn(a. Banyak sapi 5okal yang diberi nama sesuai dengan nama daerah dan sapi tersebut merupakan hasil silang sapi Cebu dengan Banteng. 1dapun sapi tersebut antara lain : 1. Sapi :awa. Sapi ini sering disebut dengan P/ ,Peranakan /ngole.. Pada betina berwarna merah muda, sedangkan !antan warna sawo matang. 2. Sapi Sumatra. Sapi ini hampir sama dengan sapi :awa, dimana tinggi !antan 1,1< * dan betina 1,1; * dengan ponok ,gumba. besar. 6arna kemerahan tua pada !antan sedangkan betina agak muda. 0. Sapi 1ceh. Sapi ini seperti /ngole, dimana tinggi !antan 1,17 * dan betina 1,1; *. 6arna kemerahan dan ada yang warna hitam. BB berkisar 2<; Kg serta dikepala terdapat tanda putih. >. Sapi 5ip$5ap. *erupakan hasil silang sapi Tapanuli dengan Sapi 4issar. <. Sapi Batak. 6arna sawo matang 8 hitam. Tinggi 1 8 1,12 *. 7. Sapi -rati. Sapi ini merupakan hasil silang Sapi :awa,*adura J )4. BB mencapai 0;; 8 <;; Kg Sa!i On)"le 1sal dari *adras +ndia dan masuk ke +ndonesia pada abad ke 8 2;. i :awa disebut dengan Sapi Benggala. *erupakan tipe ker!a yang sangat baik, tahan panas dan biasanya untuk ternak potong . 1dapun tanda$tandanya : 1. 6arna putih atau kehitaman dengan warna kulit kuning. 2. Kepala relati' pendek dan melengkung. 0. Tanduk pendek dan kadang$kadang hanya bungkul, dimana pada !antan tanduk lebih pendek >. *ata besar, tenang dan terdapat celak hitam. <. Telinga lebar, pan!ang dan agak menggantung.

7. Kaki pan!ang dan kuat serta ekor pan!ang dan u!ung lurus. ?. Tinggi Badan pada !antan 1>; 8 17; cm dan betina 10; 8 1>; cm 9. BB :antan 7;; Kg dan Betina ><; Kg

Sa!i Brama 1sal dari +ndia dan masuk ke +ndonesia pada Tahun 1=?>. Termasuk tipe potong yang baik. 1dapun tanda$tandanya : 1. 6arna umum abu$abu ,ada yang coklat, merah, putih atau belang. 2. -elambir lebar dan longgar serta kaki pan!ang 0. -umba besar dan telinga menggantung Sa!i Aberden An)us Bangsa sapi yang berasal dari Skotlandia #tara yang kemudian men!adi salah satu bangsa sapi yang terkenal sebagai sapi daging. #kuran Badannya lebih kecil dibandingkan dengan bangsa shorthorn, bersi'at masak dini. Produksi susunya cukup baik. 6arna paling umum adalah hitam, sedangkan yang berwarna merah disebut @Eed 1ngusA. Bangsa ini dikembangkan di 1ustralia diberi nama 1ngus.Keturunan Bos Taurus dan masuk ke +ndonesia pada tahun 1=?0.. 1dapun tanda$tandanya adalah : 1. 6arna hitam dan tidak bertanduk 2. Tubuh rata, lebar, dalam, padat seperti balok. 0. BB :antan dewasa 2;;; pound ,I =;; Kg. dan betina 17;; pound ,I ?;; Kg. Sa!i Santa Gertrudis Berasal dari TeGas #S1. Sapi ini merupakan persilangan Brahma !antan dengan Shorthorn betina ,0&9 Brahma dan <&9 Shorthorn. dan masuk ke +ndonesia pada Tahun 1=?0. 1dapun cirri$cirinya : 1. 6arna merah tua atau merah bata. 2. Tubuh lebih padat dan rata dari sapi Brahma. 0. Bergelambir dan bertanduk >. Telinga kadang$kadang rebah. <. BB :antan 2;;; pound dan betina 17;; pound. Sa!i Sh"rth"rn Berasal dari +nggris, merupakan tipe pedaging yang terbesar di +nggris. 1dapun cirri$cirinya :

1. 6arna merah, putih atau kombinasi. 2. Tubuh besar, padat dan berbentuk seperti balok. 0. BB :antan 22;; pound ,I 1;;; Kg. dan betina 1?;; pound ,I ?<; Kg.. Sa!i *ere+"rd Berasal dari 4ere'ord +nggris dan merupakan tipe potong dengan cirri$ciri sbb. 1. 6arna merah dengan muka, dada sisi badan, perut bawah, bahu dan ekor putih. 2. Tubuh rendah, lebar dan tegap 0. BB :antan 19;; pound ,I 9<; Kg. dan betina 1><; pound ,I 7<; Kg.. Sa!i Bran)us *erupakan hasil silang antara Brahman Betina dengan 1berdeen 1ngus :antan ,0&9 Brahman dan <&9 1berdeen 1ngus. dan merupakan tipe potong. 1dapun cirri$cirinya adalah : 1. 6arna hitam dan tanduk kecil. 2. *empunyai si'at memproduksi daging seperti 1. 1ngus tapi kurang padat 0. Tubuh lebih rata. Sa!i ,har"lais Berasal dari Perancis dan merupakan sapi Perancis yang mempunyai arti penting sebagai penghasil daging yang baik. *erupakan sapi potong terbesar di dunia. 1dapun tanda$ tandanya adalah : 1. 6arna crem, putih perak, kuning muda atau putih. 2. Tubuh padat, tapi tidak sepadat sapi +nggris. 0. Berat Badan !antan berkisar 1;;; Kg dan Betina ?<; Kg Sa!i Simmental Berasal dari Swit(erland dan merupakan tipe potong, ker!a dan perah. 6arna bulu umumnya crem, agak coklat dan sedikit merah. #kuran tanduk kecil. BB :antan 11<; Kg dan Betina 9;; Kg. Sa!i -im"usin Berasal dari Perancis dan merupakan tipe potong. 6arna bulu coklat. Tanduk pada !antan tumbuh keluar dan agak melengkung. Inseminasi Buatan (IB) +nseminasi Buatan ,+B. adalah ter!emahan dari 1rti'icial +nsemination ,1+. dalam bahasa +nggris dan Kunstmatige +nseminatie ,K+. dalam bahasa Belanda. Selan!utnya di +ndonesia dikenal dengan +stilah @Kawin SuntikA atau +B. e'inisi +B adalah memasukkan atau menyampaikan semen ,Spermato(oa K Bairan. ke saluran kelamin ternak betina dengan menggunakan alat$alat buatan manusia, !adi bukan perkawinan secara alami & langsung dengan ternak !antan. alam praktek, prosedur +B tidak hanya meliputi deposisi atau penyampaian semen ke dalam saluran kelamin ternak betina semata, akan tetapi mencakup :

1. Seleksi dan Pemeliharaan pe!antan. 2. Penampungan semen 0. Penilaian, pengenceran, penyimpanan straw. >. Pengangkutan dan distribusi straw <. Pelaksanaan +B 7. Pencatatan dan penentuan hasil +B ?. Bimbingan dan penyuluhan pada para peternak. Sehingga lebih cocok disebut dengan 1rti'icial Breeding. Se!arah perkembangan +B, mula$mula dicobakan pada 1n!ing pada tahun 1?9; oleh bangsa +talia bernama 5a(aro Spallan(ani. Tahun 19=; digunakan pertama kali untuk kuda Fropa oleh rh. Perancis Eepi%uet untuk mengatasi kema!iran. 3amun di Eusia metode +B pertama kali dipergunakan untuk mema!ukan peternakan, yang dipelopori oleh Pro'. Flia +. +"anno' dengan melakukan +B pada Kuda dan omba. Sedangkan di +ndonesia pertama kali diperkenalkan oleh Pro'. B. Seit dari enmark pada Tahun 1=<; di )K4 dan 5embaga Penelitian Peternakan Bogor. Kegiatan +B mulai dilaksanakan pada tahun 1=<0 oleh Balai Pembibitan Ternak di *irit dan Sidomulyo Kec. #ngaran Kab. Semarang. Bebera!a Istilah (an) ter ait den)an Terna Sa!i 1. Polled & 4orness 2 hewan yang secara alamiah tidak memiliki tanduk dan si'at ini dapat diturunkan kepada anak$anaknya. 2. B6T 2 1;; lbs 2 >< Kg 0. ung 2 'eaces

>. 6eaner 2 ternak muda yang disapih <. 1yrshire 2 salah satu bangsa sapi perah yang berasal dari skotklandia berwarna merah dan putih atau coklat dan putih. Sapi termasuk memiliki kemampuan merumput yang baik BB :antan dewasa 7<; 8 =;; Kg dan betina dewasa <;; 8 <<; Kg dengan Berat 5ahir 0> Kg. Produksi susu 7;;; Kg & tahun Kadar lemak > H. 7. Bee'alo 2 Suatu hasil silang ,hybrid. yang mengandung darah bison ,0&9 bagian. dari Bharolais ,0&9 bagian. dan darah her'ord ,1&> bagian.. 4asil silang ini belum popular namun mempunyai harapan yang baik untuk dikembangkan sebagai ternak daging. Sebelumnya ada hybrid Battalo yang persilangan serupa tapi dilakukan di Banada. ?. Bee' master 2 suatu bangsa sapi daging yang mengandung darah Cebu, shorthorn, 4ere'ord. +ni merupakan hasil karya B. 5asater yang dimulai tahun 1=;9 di TeGas 1S. 6arna paling umum adalah merah tua. Strain sapi tropis yang dipergunakan dalam pembentukan sapi Bee' *aster adalah -ir, 3elore dan -u(erat ,+ndia.. Karena memiliki darah tropis, maka sapi ini memiliki daya tahan yang amat baik terhadap suhu udara yang tinggi. 9. Bra'ord 2 :enis sapi yang dibentuk di Lueensland 1ustralia dengan menghimpun darah Brahman dan 4ere'ord. Sapi ini kuat dengan ukuran badan yang besar,

pertumbuhannya cepat, masak dini dan tahan terhadap caplak. 1da species yang bertanduk dan ada pula yang polled. iperkirakan sapi ini akan mempunyai arti penting di masa mendatang, khususnya untuk daerah$daerah yang beriklim tropis. =. Brahman & Brahma 2 Salah satu !enis sapi yang dikembangkan dari Bos indicus ,(ebu., suatu species yang berasal dari +ndia. Sapi ini ditandai dengan adanya kelasa atau punuk ,hump. serta gelambir ,dewlap.. 6arna yang paling umum adalah abu$abu ,grey. memiliki toleransi yang tinggi terhadap panas dan sangat resistant terhadap caplak. Kemampuan merumputnya !uga cukup bagus walau keadaan rumputnya tidak baik dan tahan ber!alan !auh. Sapi Brahman memegang peran penting dalam pembentukan sapi santa gertrudis yang sangat terkenal serta banyak digunakan dalam persilangan$persilangan dengan sapi sub tropis. 1;. Brahmaental 2 Bangsa sapi hasil persilangan antara bangsa simental ,<&9 bagian. dan Brahman ,0&9 bagian. yang dikembangkan di 1S sebagai daging. 11. Brangus 2 Bangsa sapi yang dihasilkan dari kawin silang antara bangsa Brahman dengan 1ngus sebagai hasil karya e 5andelles ,1=<1. di Eockhampton, 1ustralia. itu!ukan untuk dikembangkan di daerah tropic karena tahan terhadap kekeringan dan kualitas makanan yang kurang baik, disamping itu !uga tahan terhadap caplak. Sapi ini tidak bertanduk, warnanya merah atau hitam. 12. Bal' 2 1nak sapi umur 7 8 = bulan, yang !antan disebut Bull cal' dan yang betina 2 hei'er cal'. 10. Bal' crop 2 1nak$anak sapi yang dilahirkan oleh sekelompok sapi ,herd. dalam suatu musim ttt. 1>. Battalo 2 hasil silang antara bison !antan dengan sapi betina. Dang !antan biasanya mati pada saat lahir sedangkan yang betina walaupun hidup seringkali in'ertile. 1<. Stag 2 sapi !antan yang dikastrasi pada umur tua. 17. Steer & stot 2 sapi !antan yang dikastrasi pada umur 7 8 2> bulan. 1?. Bullock 2 Sapi !antan yang dikastrasi pada umur 2 tahun atau lebih. 19. *eiden hei'er 2 sapi betina dewasa namun belum pernah beranak. 1=. Bull 2 Sapi !antan yang tidak dikastrasi. 2;. Bow 2 Sapi betina yang telah beranak lebih dari satu kali. ./. 'ENG0K0R PROD0KSI TERNAK SAPI /. Sa!i Peda)in). Produksi ternak sapi pedaging sebelum di potong dapat diukur dari dimensi tubuhnya

Pengukuran

pan!ang kepala di ukur pada cermin hidung (planum nasolabiale)

sampai perbatasan +ntercornuale dorsal garis median. Pengukuran pan!ang badan di ukur dari garis tegak tuberkulum ma!or humeri sampai tuber coGae Pengukuran lingkar dada dengan !alan melingkari dada dibelakang sendi siku

Pengukuran 5ingkar )lank dengan !alan melingkari pada abdomen di depan tuber coGae. Produksi Ternak sapi pedaging setelah dipotong
Sebelum Sapi Disembelih Sebelum sapi disembelih dilakukan identifikasi dengan mencatat nomor telinga (ear tag) dan karakteristik spesifik sapi. Daftar isian tabulasi data dapat dilihat pada Lampiran 2. Data sekunder diperoleh dengan mencatat Surat Tanda Pengiriman Ternak dari perusahaan penggemukan dan Dinas Peternakan. Sebelum disembelih, sapi dipuasakan selama 24 am untuk mengurangi !ariasi bobot potong akibat isi saluran pencernaan. Sapi kemudian ditimbang dengan timbangan merek "erkel kapasitas #$$$ kg (ketelitian %$$ g), untuk menentukan bobot potong. Sapi &ang akan disembelih digiring dengan tongkat pen&etrum ke dalam cattle &ard, diantri dan dicatat urutan nomor telinga, dimandikan dengan men&emprotkan air keseluruh permukaan tubuh. Pen&embelihan, '!iscerasi dan Pembelahan karkas Secara berurut sapi dihalau masuk ke ruang pemingsanan (knocking bo() selan utn&a dipingsankan (stunning) dengan menggunakan alat cash knocker &ang dipukulkan tepat dipertengahan dahi di antara kedua kelopak mata. Pen&embelihan dilakukan terpotong sempurna. Penusukan dengan memotong bagian leher dekat antung dilakukan disekitar dada untuk tulang rahang ba)ah, sehingga !ena ugularis, oesophagus dan trachea mengeluarkan darah secara sempurna (sticking). * ung oesophagus diikat (rodding the )easand) untuk mencegah cairan rumen keluar mengotori karkas. Setelah sapi benar+benar mati, kaki belakang sebelah kanan diikatkan dengan rantai pada u ung katrol listrik dan kemudian secara perlahan ditarik ke atas sampai menggantung sempurna pada rel penggantung (roller dan shackling chain), kemudian didorong ke tempat pengulitan (skinning) Selan utn&a diukur tebal lemak pangkal ekor (anal fold) &ang terdiri dari kulit dan lemak, diukur pada lokasi antara tulang ischium dengan pangkal ekor dengan menggunakan kaliper (,ambar 4). -aki belakang dilepas dengan gunting listrik -aki depan dan belakang dilepaskan pada sendi

.arpometacarpal

dan

sendi

Tarso+metatarsal,

keempat

kaki

tersebut

ditimbang sebagai bobot kaki depan dan belakang (legging). Penggantungan dilakukan pada tendon achilles. -epala dilepas dari tubuh pada sendi occipito+atlantis (heading). Pada saat ini umur sapi ditentukan dengan melihat kondisi gigi, kepala ditimbang sebagai bobot kepala.

Pengulitan (skinning) dilakukan dengan membuat irisan dari anus sampai leher mele)ati bagian perut dan dada, uga dari arah kaki belakang dan kaki depan menu u irisan tadi. -ulit dilepas dari arah !entral perut dan dada ke arah dorsal dan punggung. *ntuk mempercepat proses pengulitan digunakan mesin penarik /ide Puller &ang menarik dari arah hindshank ke arah leher dan foreshank, selan utn&a ditimbang sebagai bobot kulit. Pengeluaran isi rongga perut dan dada dilakukan dengan men&a&at dinding abdomen sampai dada. Sebelumn&a, rectum dibebaskan dan diikat untuk

mencegah feses keluar, mengotori karkas dan mengurangi pen&usutan. Pada saat ini ekor dipisahkan dari tubuh dan ditimbang. Selan utn&a organ kelamin (penis pada antan serta ambing dan uterus pada betina) dikeluarkan, &ang dilan utkan dengan pengeluaran lemak abdomen dan isi perut (e!iscerasi) &ang terdiri dari0 lambung (rumen, retikulum, omasum dan abomasum), usus, limpa dan gin al. Lambung dan usus dipisahkan dan dibersihkan pada tempat tersendiri guna menghindari men&ebarn&a cairan rumen dan feses. Lemak &ang men&elimuti rongga pel!is uga dikeluarkan dan ditimbang sebagai lemak pel!is. Lemak &ang men&elimuti kedua buah gin al (ren) dipisahkan dan timbang sebagai bobot lemak gin al. *ntuk memudahkan pengeluaran tenggorokan, paru+paru, antung, hati dan empedu, rongga dada dibuka dengan gerga i listrik kecil merek 1ar!is "risket 1a) tepat pada bagian !entral pada tulang dada (sternum). Lemak &ang men&eliputi antung uga dipisahkan dan dicatat sebagai lemak antung. -arkas segar kemudian dibelah simetris (splitting) dengan

menggunakan gerga i listrik besar (po)er sa)) merek -ent 2aster sepan ang tulang belakang dari sacral (3ssa !ertebrae sacralis) sampai leher (3ssa !ertebrae cer!icalis). "elahan karkas dibersihkan dengan men&emprotkan air untuk menghilangkan sisa+sisa darah dan kotoran lainn&a. Selan utn&a karkas diberi label dan ditimbang dengan timbangan sebagai bobot karkas segar4panas sebelah kiri dan kanan. -arkas disimpan dalam chilling room pada suhu 2+%o. selama 524 am dengan kelembaban 6%+7%8 dengan kecepatan pergerakan angin sekitar $.2 m4detik. Diagram alir proses pemotongan sapi di PT. .elmor Perdana 9ndonesia dapat dilihat pada ,ambar %.:7 Deboning -arkas Sebelum dilakukan pembentukan potongan komersial karkas ()holesale cuts), masing+masing separuh karkas ditimbang sebagai bobot karkas dingin4la&u. Selama pembentukan potongan komersial karkas dilakukan pemisahan tulang dari daging dan lemak (deboning). Potongan komersial karkas utuh ()holesale cuts) mengacu pada prosedur ;ustralian 2eat and Li!estock .orporation (#77#). Seperempat bagian depan (fore<uarter) meliputi chuck, blade, cuberoll, brisket dan shin. Seperempat bagian

belakang (hind<uarter) meliputi striploin atau sirloin, tenderloin, rump, sil!erside, topside, knuckle, flank dan shank. Semua potongan komersial karkas utuh kemudian ditimbang dengan timbangan listrik dan dicatat sebagai bobot potongan komersial karkas utuh. "atas antara seperempat bagian karkas depan dengan bagian belakang adalah pada ruas tulang rusuk #2 dan #:. . Pengukuran Tebal lemak, Luas *rat Daging 2ata =usuk dan "utt Shape Pengukuran karkas dilakukan terhadap belahan karkas kiri. Sebelum dilakukan pemisahan daging dari karkas dingin, terlebih dahulu dilakukan pengukuran tebal lemak subkutan &ang menutupi urat daging mata rusuk (loin e&e area), dan konformasi butt shape. Pengukuran tebal lemak dilakukan pada posisi > dari medial ke arah lateral dengan menggunakan mistar plastik transparan. Posisi pengukuran tebal lemak rusuk dapat dilihat pada ,ambar ?. Pengukuran tebal lemak rump P6 dilakukan di daerah rump &aitu pada titik perpotongan antara garis !ertikal dari dorsal tuberosit& dengan tiga bagian tuber ischii &ang se a ar dengan tulang chine dan garis hori@ontal dari u ung prossesus spinosus dari tulang !ertebra sacralis &ang ketiga (,ambar 6). Pengukuran luas urat daging mata rusuk (disingkat udamaru) dilakukan pada irisan melintang otot Longissimus dorsi di antara rusuk ke #2 dan #: dengan menggunakan plastic grid (,ambar 7). Skor "utt shape dinilai secara !isual kemontokan paha (plumpness of leg) menurut petun uk ;usmeat (#77%). Standar skor butt shape berkisar antara ' A ;, dimana skor B;C menun ukkan skor penampakan kemontokan paha dengan perdagingan maksimum dan skor B'C menun ukkan skor penampakan 4$ kemontokan paha dengan perdagingan minimum (,ambar 2). .ara penilaian butt shape dapat dilihat pada ,ambar #$.

/asil sampingan dari pembentukan potongan komersial berupa trim lemak, serpihan daging (tetelan) dan tulang uga ditimbang dan dicatat sebagai bobot trim lemak, serpihan daging dan tulang. #

"obot potong "obot potong adalah hasil penimbangan sapi sebelum disembelih dan telah dipuasakan selama 5 24 am. Selama pemuasaan air minum disediakan secara ad libitum. "obot karkas panas "obot karkas panas atau segar adalah hasil penimbangan karkas sebelum dimasukkan ke dalam chilling room. Persentase karkas panas adalah perhitungan berdasarkan perbandingan bobot karkas panas dengan bobot potong dikalikan #$$ persen. "obot karkas dingin

"obot karkas dingin atau la&u adalah hasil penimbangan karkas setelah disimpan dalam chilling room selama 5 24 am. Persentase karkas dingin adalah perhitungan berdasarkan perbandingan bobot karkas dingin dengan bobot potong dikalikan #$$ persen.

"obot komponen karkas "obot komponen karkas adalah bobot dari masing+masing komponen utama karkas setelah dipisahkan. -omponen karkas terdiri dari daging, trim lemak dan tulang. Persentase komponen karkas adalah hasil perhitungan berdasarkan perbandingan bobot dari masing+masing komponen karkas

(daging, trim lemak dan tulang) dengan bobot karkas dingin. "obot potongan komersial karkas "obot potongan komersial karkas atau )holesale cuts adalah bobot dari masing+masing potongan seperti0 chuck, blade, cuberoll, brisket dan shin &ang terdapat pada belahan seperempat karkas bagian depan (fore<uarter) dan striploin, tenderloin, rump, sil!erside, topside, knuckle, flank dan shank &ang terdapat pada belahan seperempat karkas bagian belakang (hind<uarter). Persentase potongan komersial karkas ()holesale cuts) adalah hasil perhitungan berdasarkan perbandingan bobot dari masing+masing potongan komersial dengan bobot karkas dingin dikalikan #$$ persen. Tebal lemak pangkal ekor Tebal lemak pangkal ekor (TLP') atau anal fold adalah hasil pengukuran tebal lipatan lemak pada pangkal ekor dengan dengan menggunakan kaliper. TLP' terdiri dari kulit dan lemak &ang diukur pada lokasi antara tulang ischium dengan pangkal ekor. Tebal lemak punggung Tebal lemak punggung pada mata rusuk ke+#2 (TL= #2) adalah hasil pengukuran tebal lemak subkutan &ang menutup otot longissimus dorsi (longissimus thoracis et lumborum), pada posisi tepat > bagian irisan melintang otot longissimus dorsi sesuai petun uk 2urphe& et al., (#7D$).

Tebal lemak rump P6 Tebal lemak rump P6 adalah hasil pengukuran tebal lemak subkutan &ang dilakukan di daerah rump &aitu pada titik perpotongan antara garis !ertikal dari dorsal tuberosit& dengan tiga bagian tuber ischii &ang se a ar dengan tulang chine dan garis hori@ontal dari u ung prossesus spinosus dari tulang !ertebra sacralis &ang ketiga, sesuai petun uk 2oon (#76$).4% Luas urat daging mata rusuk Luas urat daging mata rusuk adalah hasil pengukuran &ang dilakukan pada irisan melintang otot Longissimus dorsi di antara rusuk ke+#2 dan #:. Pengukuran dilakukan dengan melukis batas luas penampang melintang otot Longissimus dorsi menggunakan spidol permanen pada plastik transparan &ang ditempel pada permukaan irisan otot. Perhitungan luas dilakukan dengan menempelkan luas lukisan tadi pada plastik grid. Satuan dari plastik grid adalah # inci2 tiap #$ titik. 1umlah titik &ang tercakup oleh bidang penampang melintang tersebut di adikan ukuran luas urat daging mata rusuk dalam inchi2. Persentase lemak gin al, pel!is dan antung Persentase lemak gin al, pel!is dan antung (,P1) adalah hasil perhitungan berdasarkan perbandingan dari men&elubungi gin al, lemak umlah keseluruhan bobot lemak &ang rongga pel!is dan lemak &ang pada

men&elubungi antung dengan bobot karkas segar dikalikan #$$ persen.

Ameri#an Primal #uts

British Primal #uts

,IRI EKSTERIOR BIBIT SAPI POTONG 1ANG BAIK


Pemilihan ternak sapi untuk di pelihara atau sebagai calon pengganti bibit, memerlukan keterampilan khusus, terutama untuk melatih pandangan serta penilaian akurat. Keberhasilan pemilihan ternak sapi yang akan di pelihara akan sangat menentukan keberhasilan usaha ternak walaupun semua bangsa dan tipe sapi bisa di !adikan bibit pengganti, namun agar diperoleh sapi hasil yang baik diperlukan bangsa dan tipe sapi tertentu yang la!u pertumbuhannya cukup dan mutunyapun bagus serta mempunyai adaptasi yang tinggi terhadap lingkungannya. Sehubungan pemilihan calon bibit ternak perlu mengetahui kriteria pemilihan sapi dan pengukuran sapi, sebab pada saat peternak melakukan pemilihan diperlukan pengetahuan, pengalaman dan kecakapan yang cukup diantaranya adalah: 1. Bangsa dan Si'at -enetik Setiap peternak yang akan memelihara, membesarkan ternak untuk di!adikan calon bibit pertama$tama harus memilih bangsa sapi yang paling disukai atau telah popular, baik !enis import maupun lokal. Kita telah mengetahui bahwa setiap bangsa sapi

memiliki si'at genetik yang berbeda satu dengan yang lain, baik mengenai daging ataupun kemampuan dalam beradaptasi terhadap lingkungan sekitarnya dalam hal beradaptasi dengan lingkungan ini antara lain penyesuaian iklim dan pakan, berpangkal dari si'at genetik suatu bangsa sapi yang biasa diwariskan kepada keturunannya, maka bangsa sapi tertentu harus dipilih oleh setiap peternak sesuai dengan tu!uan dan kondisi setempat, pemilihan ini memang cukup beralasan sebab peternak tidak akan mau menderita kerugian akibat 'actor lingkungan yang tidak menun!ang. Beberapa !enis bangsa sapi potong yaitu : /ngole, Peranakan /ngole, Brahman, 5imousine, Simmental, 1ngus, Brangus, Bali, *adura, Bhorolais dan Santa -ertrudis. 2. Kesehatan Bangsa sapi baik sapi sebagai calon bibit ataupun sebagai penghasil daging harus di pilih dari sapi yang benar$benar sehat. #ntuk mengetahui kesehatan sapi secara umum, peternak bisa memperhatikan keadaan tubuh, sikap dan tingkah laku, pernapasan, denyut !antung, pencernaan dan pandangan sapi. Keadaan tubuh o Sapi sehat, keadaan tubuh bulat berisi, kulit lemas. o Tidak adanya eksternal parasit pada kulit dan bulunya, tidak ada tandatanda kerusakan dan kerontokan pada bulu ,licin dan mengkilat.. o Selaput lendir dan gusi berwarna merah muda, lebih mudah bergerak bebas. o #!ung hidung bersih, basah dan dingin. o Kuku tidak terasa panas dan bengkak bila diraba. o Suhu tubuh anak 0=,< B 8 >; B. Sikap dan tingkah laku o Sapi sehat tegap. o Keempat kaki memperoleh titik berat sama. o Sapi peka terhadap lingkungan ,ada orang cepat bereaksi.. o Bila diberi pakan, mulut akan dipenuhi pakan. o Bara minum pan!ang. o Sapi yang terus menerus tiduran memberikan kesan bahwa sapi tersebut sakit atau mengalami kelelahan.

Perna'asan o Sapi sehat berna'as dengan tenang dan teratur, kecuali ketakutan, ker!a berat, udara panas dan sedang tiduran lebih cepat. o :umlah perna'asan : 1nak sapi 0;&menit, ewasa 1;$0;&menit. Pencernaan. o Sapi sehat memamah biak dengan tenang sambil istirahat& tiduran. o Setiap gumpalan pakan di kunyah 7;$?; kali. o Sapi sehat na'su makan dan minum cukup besar. o Pembuangan kotoran dan kencing ber!alan lancer o Bila gangguan pencernaan, gerak perut besar berhenti atau cepat sekali. o Proses memamah biak berhenti. Pandangan mata. o Sapi sehat pandangan mata cerah dan ta!am. o Sapi sakit pandangan mata sayu. Seleksi calon bibit berdasarkan pengamatan& penampilan 'isik&eksterior Bentuk atau ciri luar sapi berkorelasi positi' terhadap 'aktor genetik seperti la!u pertumbuhan, mutu dan hasil akhir ,daging.. Bentuk atau ciri sapi potong yang baik, sebagai berikut : o #kuran badan pan!ang dan dalam, rusuk tumbuh pan!ang yang memungkinkan sapi mampu menampung !umlah makanan yang banyak. oBentuk tubuh segi empat, pertumbuhan tubuh bagian depan, tengah dan belakang serasi, garis badan atas dan bawah se!a!ar. o Paha sampai pergelangan penuh berisi daging. o ada lebar dan dalam serta menon!ol ke depan. o Kaki besar, pendek dan kokoh. alam melakukan pemilihan calon bibit, selain menentukan !enis kelamin, usia dan bobot badan, pemilihan bakalan dapat dilakukan dengan pengamatan 'isik atau penilaian ,:udging. seperti berikut : Pandangan dari samping o Penilaian dilakukan pada !arak 0,;$>,<m. o Perhatikan kedalaman tubuhnya, keadaan lutut, kekompakan bentuk tubuh. Pandangan Belakang o Penilaian dilakukan pada !arak K 0,; m o Perhatikan kelebaran pantat kedalaman otot, kelebaran dan kepenuhannya Pandangan epan

o Penilaian pada !arak K 0,; m o Perhatikan bentuk dan ciri kepalanya kebulatan bagian rusak, kedalaman dada dan keadan pertulangan serta keserasian kaki depan Perabaan Penilaian ini untuk menentukan tingkat dan kualitas akhir melalui perabaan yang dirasakan melalui ketipisan, kerapatan, serta perlemakannya. Bagian$bagian daerah perabaan pada penilaian ,!udging. ternak sapi o Bagian rusuk o Bagian Tran"ersusprocessus pada tulang belakang o Bagian pangkal ekor o Bagian bidang bahu Penilaian tersebut dilakukan pada setiap indi"idu ternak sapi yang akan dipilih dengan cara mengisikan skor yang sesuai dengan penilaian melalui pengamatan, pandangan dan perabaan. alam hal ini penilaian harus dilakukan seob!ekti' mungkin. #ntuk menun!ang hasil yang lebih akurat, penilaian tersebut la(imnya dilengkapi lagi dengan pengukuran bagian$bagian tubuh yaitu tinggi pundak& gumba, pan!ang badan, lingkar dada dan dalam dada. Pemilihan terhadap bibit sapi potong meliputi : Si'at kualitati' dan kuantitati' Si'at Kualitati' meliputi o 6arna bulu !antan dan betina o Bentuk tanduk !antan dan betina o Bentuk tubuh !antan dan betina Si'at Kuantitati' meliputi: o Berat badan !antan dan betina o Tinggi gumba !antan dan betina o #mur !antan dan betina o 5ingkar dada !antan dan betina o 5ebar dada !antan dan betina o Pan!ang badan !antan dan betina o 5ingkar skrotum !antan Syarat ternak yang harus diperhatikan adalah: 1. *empunyai tanda telinga, artinya pedet tersebut telah terda'tar dan lengkap silsilahnya. 2. *atanya tampak cerah dan bersih. :

0. Tidak terdapat tanda$tanda sering butuh, terganggu perna'asannya serta dari hidung tidak keluar lendir. >. Kukunya tidak terasa panas bila diraba. <. Tidak terlihat adanya eksternal parasit pada kulit dan bulunya. 7. Tidak terdapat adanya tanda$tanda mencret pada bagian ekor dan dubur. ?. Tidak ada tanda$tanda kerusakan kulit dan kerontokan bulu. 9. Pusarnya bersih dan kering, bila masih lunak dan tidak berbulu menandakan bahwa pedet masih berumur kurang lebih dua hari. #ntuk menghasilkan daging, pilihlah tipe sapi yang cocok yaitu !enis sapi Bali, sapi Brahman, sapi P/, dan sapi yang cocok serta banyak di!umpai di daerah setempat. Biri$ciri sapi potong tipe pedaging adalah sebagai berikut: 1. tubuh dalam, besar, berbentuk persegi empat&bola. 2. kualitas dagingnya maksimum dan mudah dipasarkan. 0. la!u pertumbuhannya relati' cepat. >. e'isiensi bahannya tinggi. Pe!antan yang baik memiliki cirri Bentuk tubuh : besar kuat dan sehat, ukuran perut dan lingkar dada lebar Bentuk kepala : besar pendek dan lebih besar daripada betina Pungung : lurus kuat dan lebar, pinggangnya pun lebar Tulang rusuk : !arak antar rusuk lebar, ukuran rusuk besar dan pan!ang Paha : rata antara kedua paha tersebut !uga cukup terpisah Kaki : kuat terlebih kaki belakang Tata #ara Perawatan Pedet Sa!i Bali Pedet adalah anak sapi yang baru lahir hingga umur 9 bulan. Selama 0$> hari setelah lahir pedet harus mendapatkan kolostrum dari induknya, karena pedet belum mempunyai anti bodi untuk resistensi terhadap penyakit. Setelah dipisahkan dari induk sapi, barulah pedet dilatih mengkonsumsi suplemen makanan sedikit demi sedikit sehingga pertumbuhanya optimal ,Sanuri, 2;1;.. Pedet adalah sebutan bagi anak sapi yang baru lahir hingga umur 9 bulan. Pada saat lahir pedet memiliki ukuran tubuh yang kecil, tetapi dengan ukuran kepala yang relati' besar dengan kaki yang pan!ang. 4al ini disebabkan oleh karena proses pertumbuhan bagian tubuh yang memang berbeda$beda. Pada saat pedet lahir pencapaian berat badan baru mencapai sekitar 9H. Secra berurutan yang tumbuh atau terbentuk setelah lahir adalah sara', kerangka, dan otot yang menyelubungi seluruh kerangka. Semua itu sudah terbentuk se!ak dalam kandungan. Kepala dan kaki merupakan

bagian tubuh yang tumbuh paling awal daripada bagan tubuh yang lain, sedangkan bagian punggung pinggang dan paha baru tumbuh kemudian. :ika dibandingkan dengan ternak sapi dewasa, pedet relati' kakinya lebih tinggi dan dadanya lebih sempit. Kaki belakang lebih pan!ang daripada kaki depan meman!ang ukuran kepalanya Badannya lebih pendek atau dangkal dan tipis ,krempeng. serta ukuran kepalanya lebih pendek. Semakin bertambah umurnya semakin

*ana!emen pemeliharaan pedet merupakan salah satu bagian dari proses penciptaan bibit sapi yang bermutu. #ntuk itu maka sangat diperlukan penanganan yang benar mulai dari sapi itu dilahirkan sampai mencapai usia sapih&dara. Penanganan pedet pada saat lahir : semua lendir yang ada dimulut dan hidung harus dibersihkan demikian pula yang ada pada tubuhnya menggunakan handuk yang bersih. Buat pernapasan buatan bila pedet tidak bisa bernapas. Potong tali pusarnya sepan!ang 1; cm dan diolesi dengan iodium untuk mencegah in'eksi lalu diikat. Berikan !erami kering sebagai alas. Beri kolostrum secepatnya paling lambat 0; menit setelah lahir ,Sanuri, 2;1;.. Setelah lahir pedet harus segera mendapatkan kolostrum dari induknya, karena tingkat kematian dapat mencapai 17$2;H, 0$> hari setalah lahir pedet perlu mendapatkan perhatian tata cara pemeliraraan. Khusus pada periode kolostrum pedet belum bisa mengasilkan antibody ,+monoglubulin. di minggu pertama setelah kelahiran dan harus mendapatkan dari kolostrum agar tahan terhadap serangan penyakit. Kolostrum !uga ber'ungsi sebagai laGati"e ,urus$urus. untuk mengeluarkan

kotoran sisa$sisa metabolisnme. Pemeliharaan pedet secara alami dapat dilakukan dengan membiarkan pedet selalu bersama induknya sampai dengan pedet disapih umur 7 8 9 bulan, baik saat digembalakan maupun didalam kandang #ntuk dapat melaksanakan program pemberian pakan pada pedet, ada baiknya kita harus memahami dulu susunan dan perkembangan alat pencernaan anak sapi. Perkembangan alat pencernaan ini yang akan menuntun bagaimana langkah$langkah pemberian pakan yang benar. Se!ak lahir anak sapi telah mempunyai > bagian perut, yaitu : rumen ,perut handuk., retikulum ,perut !ala., omasum ,perut buku. dan abomasum ,perut se!ati.. Pada awalnya saat sapi itu lahir hanya abomasum yang telah ber'ungsi, kapasitas abomasum sekitar 7; H dan men!adi 9 H bila nantinya telah dewasa. Sebaliknya untuk rumen semula 2< H berubah men!adi 9; H saat dewasa. 6aktu kecil pedet hanya akan mengkonsumsi air susu melalui oesophageal groove yaitu langsung dari krongkongan ,oesophagus. ke abomasum sedikit demi sedikit dan secara bertahap anak sapi akan mengkonsumsi calf starter ,konsentrat untuk awal pertumbuhan yang padat akan gi(i, rendah serat kasar dan bertekstur lembut. dan selan!utnya bela!ar menkonsumsi rumput. Pada saat kecil, alat pencernaan ber'ungsi mirip seperti hewan monogastrik. Pada saat pedet air susu yang diminum akan langsung disalurkan ke abomasum, berkat adanya saluran yang disebut @Oesophageal grooveA. Saluran ini akan menutupi bila pedet meminum air susu, sehingga susu tidak !atuh ke dalam rumen. Bila ada pakan pada baik konsentrat atau rumput, saluran tersebut akan tetap membuka, sehingga pakan padat !atuh ke rumen. Proses membuka dan menutupnya saluran ini mengikuti pergerakan re'leks. Semakin besar pedet, maka gerakan re'lek ini semakin menghilang. Selama > minggu pertama sebenarnya pedet hanya mampu mengkonsumsi pakan dalam bentuk cair. Cat$(at makanan atau makanan yang dapat dicerna pada saat pedet adalah : protein air susu casein, lemak susu atau lemak hewan lainnya, gula$gula susu ,laktosa, glukosa., "itamin dan mineral. +a mampu meman'aatkan lemak terutama lemak !enuh seperti lemak susu, lemak hewan, namun kurang dapat meman'aatkan lemak tak !enuh misalnya minyak !agung atau kedelai. Se!ak umur 2 minggu sapi pedet dapat mencerna pati$patian, setelah itu secara cepat akan diikuti kemampuan untuk mencerna karbohidrat lainnya ,namun tetap tergantung pada perkembangan rumen.. Mitamin yang dibutuhkan pada saat pedet adalah "itamin 1, dan F. Pada saat lahir "itamin$"itamin tersebut masih sangat sedikit yang

terkandung di dalam kolostrum sehingga perlu diin!eksi ketiga "itamin itu pada saat baru lahir. alam kondisi normal, perkembangan alat pencernaan dimulai se!ak umur 2 minggu. Populasi mikroba rumennya mulai berkembang setelah pedet mengkonsumsi pakan kering dan men!ilat$!ilat tubuh induknya. Semakin besar pedet maka ia akan mencoba mengkonsumsi berbagai !enis pakan dan akan menggertak komponen perutnya berkembang dan mengalami modi'ikasi 'ungsi. 1nak sapi & pedet dibuat sedikit lapar, agar cepat terangsang bela!ar makan padatan ,cal' starter.. Pedet yang baru lahir mempunyai sedikit cadangan makanan dalam tubuhnya. Bila pemberian pakan sedikit dibatasi ,dikurangi., akan memberikan kesempatan pedet menyesuaikan diri terhadap perubahan kondisi pakan, tanpa terlalu banyak mengalami cekaman. Tahap mencapai alat pencernaan sapi dewasa umunya pada umur 9 minggu, namu pada umur 9 minggu kapasitas rumen masih kecil, sehingga pedet belum dapat mencerna rumput atau pakan kasar lainnya secara maksimal. #mur mencapai tahapan ini sangat dipengaruhi oleh tipe pakannya , yaitu berapa lama dan banyak air susu diberikan, serta kapan mulai diperkenalkan pakan kering.. Setelah disapih, pedet akan mampu meman'aatkan protein hi!auan dan setelah penyapihan perkembangan alat pencernaan sangat cepat. :enis bahan pakan untuk anak sapi dapat digolongkan men!adi 2 yaitu: Pakan cair&likuid : kolostrum, air susu normal, milk replacer, dan pakan padat&kering : konsentrat pemula ,calf starter.. 1gar pemberian setiap pakan tepat waktu dan tepat !umlah, maka karakteristik nutrisi setiap pakan untuk pedet perlu diketahui sebelumnya. Penggunaan makanan produksi pabrik sebagai pengganti susu bias dimulai se!ak sapiberusia 1; hari, kemudian diganti setelah mencapai usia > minggu ,*urtid!o, 1==;..

Kolostrum adalah air susu yang dikeluarkan dari ambing sapi yang baru melahirkan, berwarna kekuning$kuningan dan lebih kental daripada air susu normal. Komposisi kolostrum dibandingkan susu sapi biasa, kolostrum lebih banyak mengandung energi, 7N lebih banyak kandungan proteinnya, 1;;N untuk "itamin 1 dan 0N lebih kaya akan mineral dibanding air susu normal. :uga mengandung en(ym yang mampu menggertak sel$sel dalam alat pencernaan pedet supaya secepatnya dapat ber'ungsi ,mengeluarkan en(im pencernaan..

Kolostrum mengandung sedikit laktosa sehingga mengurangi resiko diare. :uga pada kolostrum mengandung inhibitor trypsin, sehingga antibodi dapat diserap dalam bentuk protein. Kolostrum kaya akan (at antibodi yang ber'ungsi melindungi pedet yang baru lahir dari penyakit in'eksi. Kolostrum dapat !uga menghambat perkembangan bakteri F. coli dalam usus pedet ,karena mengandung lakto'erin. dalam waktu 2> !am pertama. *urtid!o ,1==;. menyatakan kolostrum mengandung antibody yang membentuk kekebalan anak sapi terhadap in'eksi atau terhadap penyakit dan kolostrum !uga mengandung lebih banyak protein daripada susu normal. 3utrisi yang baik saat pedet akan memberikan nilai positi' saat lepas sapih, dara dan siap !adi bibit yang prima. Sehingga produkti"itas yang optimal dapat dicapai. Pedet yang lahir dalam kondisi sehat serta induk sehat di satukan dalam kandang bersama dengan induk dengan diberi sekat agar pergerakan pedet terbatas. iharapkan pedet mendapat susu secara ad libitum, sehingga nutrisinya terpenuhi. Selain itu pedet dapat mulai mengenal pakan yang dikonsumsi induk yang kelak akan men!adi pakan hariannya pedet tersebut setelah lepas sapih. Perlakuan ini haruslah dalam pengawasan yang baik sehingga dapat mengurangi kecelakaan baik pada pedet atau induk. Pedet yang sakit, pedet dipisah dari induk dan dalam perawatan sampai sembuh sehingga pedet siap kembali disatukan dengan induk atau induk lain yang masih menyusui. Selama pedet dalam perawatan susu diberikan oleh petugas sesuai dengan umur dan berat badan.

.. SAPI PERA*

Sa!i Perah
Pada uraian Sapi sebagai ternak potong, dikemukakan bahwa pada sub -enus Taurinae terdapat 2 species yaitu Bos +ndicus dan Bos Taurus. Bos Typicus atau Bos taurus merupakan sapi tidak bergumba, dimana terdapat > sub species yaitu : Primegenius, 5ongi'rons, )rontasus dan Branchycephalus. ari sub species Premigenius dan sub species 5ongi'rons berkembang sapi$sapi perah yang terkenal seperti : 4olstein, :ersey, -uernsey, 1yrshire dan Brown Swiss. Kara teristi Breed Sa!i Perah *"lstein Berasal dari 4olland ,Belanda. di propinsi 4olland #tara dan )riesland Barat. Breed ini berkembang dari nenek moyang bos taurus$Premigenius. ikenal !uga dengan )riesian 4olstein atau )ries 4olland atau )ries 4olstein. *erupakan sapi terbaik memproduksi air susu. Tanda$tanda & Biri$ciri

6arna belang hitam atau belang putih ,kadang$kadang terdapat yang belang merah serta umumnya pada dahi terdapat warna putih segitiga. Keempat kaki bagian bawah dan ekor berwarna putih. Tanduk pendek men!urus ke depan 5ambat dewasa, tenang dan !inak. Tak tahan panas, mudah menyesuaikan diri. Produksi susu ><;;$<;;; liter per laktasi dengan kadar lemak 0$>,< H. BB :antan ?;; 8 =;; Kg dan Betina <<; 8 7;; Kg

2erse(3 Berasal dari +nggris Selatan. *erupakan sapi perah terkecil yang tahan panas dan cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan. :ersey berasal dari sapi liar dengan nenek moyang Bos taurus 8 longi'rons. Tanda$tanda :

6arna bulu bermacam$macam, ada yang abu$abu muda, kuning, merah, coklat tua, dan ada yang hampir hitam dimana yang !antan warna lebih tua. Tanduk ukuran sedang dan agak men!urus ke atas, lebih pan!ang dari )4. Kurang tenang, lebih mudah terpengaruh sekitar. Bepat men!adi dewasa Produksi susu 02;; liter per laktasi dengan kadar lemak <,0 H. BB :antan <;; 8 7<; Kg dan Betina 0<; 8 <;; Kg.

Guernse(3 Sapi ini lebih besar dari :ersey dengan karakteristik susu seperti :ersey. Terdapat di Pulau -uernsey +nggris, berasal dari nenek moyang Bos Taurus 8 5ongi'rons. Tanda$tanda :

6arna Kuning tua dengan belang putih. 6arna putih sering pada bagian perut, muka dan bagian bawah ke$> kaki. Tanduk men!urus ke atas dan agak condong ke depan dengan ukuran sedang. 5ebih tenang daripada :ersey tetapi tidak setenang )4. 5ebih cepat dewasa, akan tetapi lebih lambat dari :ersey. Produksi susu 2?<; liter per laktasi. BB :antan ?;; Kg dan Betina >?< Kg.

A(rshire Berasal dari 1yr Barat daya Scotland. 3enek moyang Bos taurus 8 primegenius dan 5ongi'rons. 1yrshire merupakan breed yang berkembang lambat yakni se!ak tahun 1?<; *,

dimana breed lain sudah berkembang dengan pesat. Tanda$tanda :


6arna belang merah dan putih atau belang coklat dan putih. Tanduk agak pan!ang dan men!urus ke atas, hampir tegak lurus dengan kepala. Bepat dewasa seperti -uernsey Produksi susu 0<;; liter per laktasi BB :antan ?2< Kg dan Betina <<; Kg.

Br"wn Swiss Sapi ini berasal dari 1wit(erland ,Swiss.. 3enek moyang bos taurus 8 5ongi'rons, merupakan breed yang paling tua. Tanda$tanda :

6arna coklat, abu$abu muda&tua, umumnya yang ditemui berwarna coklat. Si'atnya !inak Produksi susu >;;; 8 ><;; liter per laktasi ,3o. 2 setelah )4. BB :antan =?; Kg dan Betina 70; Kg.

an masih banyak !enis sapi perah lain seperti Sahiwal, Damaica, Eed shindi, e"on, eGters, *ilking shorthorn, Eed Polled. Ban)sa sa!i Perah Ind"nesia. Perana an 4* (P4*) Sapi ini merupakan hasil persilangan sapi$sapi lokal dengan sapi )4, sehingga secara keseluruhan mirip dengan sapi )4 akan tetapi produksi susu dan Bobot badannya lebih rendah dari )4. Sa!i Grati Sapi ini berasal dari -rati Pasuruan :awa Timur. Sapi ini hasil persilangan antara sapi *adura&!awa dengan sapi )4, 1yrshire dan :ersey. 3amun pada sapi grati yang menon!ol adalah ciri$ciri sapi )4. Produksi susu 2;;; liter per laktasi dan BB !antan <<; Kg dan Betina >2< Kg. Red denish Sapi ini berasal dari enmark dan didatangkan ke +ndonesia untuk ditempatkan di Pulau *adura. 6arna bulu merah, produksi susu >0;; liter per laktasi dengan kadar lemak >,0 H. BB :antan 9<; Kg dan Betina <;; Kg. 'emilih Sa!i Perah #ntuk dapat menghasilkan air susu sesuai dengan hasil yang diharapkan, maka perlu dilakukan seleksi ternak sapi yang dipelihara&diternak sesuai dengan ketentuan secara eksteriur, meliputi : a. Keadaan tubuh sa!i !erah betina

-ambaran secara umum menun!ukkan kebagusan, tampak "ogoris dan harmonis. *enun!ukkan karakteristik dari breed. *enun!ukkan karakteristik sapi perah seperti kulit sedang tebalnya dan elastis, bulu halus teratur dengan baik, !arak rusuk lebar dan melengkung dengan baik serta lingkar dada besar. *ammary sistem menun!ukkan kebaikan seperti ambing : halus besar, pertautan baik, symetris, lunak dan elastis, texture ambing : lunak dan elastis, puting : uni'orm, pan!ang dan besar, tempat dan !arak baik, mammary "ein pan!ang dan berbelit$belit serta besar.

b. Keadaan tubuh sa!i !erah 5antan


-ambaran umum tampak bagus, menun!ukkan ke!antanan, harmonis dan mantap. *emiliki karakteristik breed.

*emiliki karakteristik sapi perah !antan seperti kulit longgar dan elastis, bulu halus dan tidak kasar, testicle normal, symetris dengan scrotum yang normal dimana berada dalam kedudukan yang baik, mammary "ein luas, pan!ang dan baik, kaki depan dan kaki belakang baik serta kuat :enis sapi perah yang unggul dan paling banyak dipelihara adalah sapi Shorhorn ,dari +nggris., Friesian Holstein ,dari Belanda., Yersey ,dari selat Bhannel antara +nggris dan Perancis., ro!n S!iss ,dari Swit(erland., "ed #anish ,dari ,dari 1ustralia. enmark. dan #roughtmaster

Syarat$syarat yang harus dipenuhi oleh bibit sapi perah betina dewasa adalah: ,a. produksi susu tinggi, ,b. umur 0,<$>,< tahun dan sudah pernah beranak, ,c. berasal dari induk

dan pe!antan yang mempunyai eturunan produksi susu tinggi, ,d. bentuk tubuhnya seperti ba!i, ,e. matanya bercahaya, punggung lurus, bentuk kepala baik, !arak kaki depan atau kaki belakang cukup lebar serta kaki kuat, ,'. ambing cukup besar, pertautan pada tubuh cukup baik, apabila diraba lunak, kulit halus, "ena susu banyak, pan!ang dan berkelokkelok, puting susu tidak lebih dari >, terletak dalam segi empat yang simetris dan tidak terlalu pendek, ,g. tubuh sehat dan bukan sebagai pembawa penyakit menular, dan ,h. tiap tahun beranak. Sementara calon induk yang baik antara lain: ,a. berasal dari induk yang menghasilkan air susu tinggi, ,b. kepala dan leher sedikit pan!ang, pundak ta!am, badan cukup pan!ang, punggung dan pinggul rata, dada dalam dan pinggul lebar, ,c. !arak antara kedua kaki belakang dan kedua kaki depan cukup lebar, ,d. pertumbuhan ambing dan puting baik, ,e. !umlah puting tidak lebih dari > dan letaknya simetris, serta ,'. sehat dan tidak cacat. Pe!antan yang baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut: ,a. umur sekitar >$ < tahun, ,b. memiliki kesuburan tinggi, ,c. daya menurunkan si'at produksi yang tinggi kepada anak$anaknya, ,d. berasal dari induk dan pe!antan yang baik, ,e. besar badannya sesuai dengan umur, kuat, dan mempunyai si'at$si'at pe!antan yang baik, ,'. kepala lebar, leher besar, pinggang lebar, punggung kuat, ,g. muka sedikit pan!ang, pundak sedikit ta!am dan lebar, ,h. paha rata dan cukup terpisah, ,i. dada lebar dan !arak antara tulang rusuknya cukup lebar, ,!. badan pan!ang, dada dalam, lingkar dada dan lingkar perut besar, serta ,k. sehat, bebas dari penyakit menular dan tidak menurunkan cacat pada keturunannya
Sapi perah &ang telah disepakati sebagai berikut0 + *mur 0 "etina minimal #%+2$ bulan, antan minimal #6 bulanE + Tinggi pundak 0 "etina minimal ##% cm, antan minimal #:4 cmE + "erat badan 0 "etina minimal :$$ kg, antan minimal 46$ kgE + Lingkar dada 0 "etina minimal #%% cmE + Farna bulu 0 hitam putih4merah putih sesuai dengan karakteristik sapi perah G/E i. berdasarkan kemampuan dan kualitas produksi susu tetuan&a, bibit sapi perah terdiri dari bibit dasar, bibit induk dan bibit sebaran

Seleksi bibit sapi perah dilakukan berdasarkan performan anak dan indi!idu calon bibit sapi perah tersebut, dengan mempergunakan kriteria seleksi sebagai berikut0 #. Seleksi dilakukan oleh peternak terhadap bibit ternak &ang akan

dikembangkan di eternakan ataupun terhadap keturunan4bibit ternak &ang diproduksi baik oleh kelompok peternak rak&at maupun perusahaan peternakan untuk keperluan perema aan atau di ual sebagai bibit. 2. Seleksi calon bibit antan dipilih dari hasil perka)inan #+%8 pe antan terbaik &ang dika)inkan dengan betina unggul 4$+%$8 dari populasi selan utn&a dilakukan u i performan &ang dilan utkan dengan u i @uriat untuk menghasilkan pro!en bull . :. Seleksi calon bibit betina dipilih dari hasil perka)inan #+%8 pe antan terbaik &ang dika)inkan dengan betina unggul ?$+6%8 dari populasi selan utn&a dilakukan u i performan. Dalam melakukan seleksi bibit harus diperhatikan sifat+sifat sapi perah sebagai berikut0 #. Sifat kuantitatif + umur pubertasE

+ melahirkan teraturE + berat lahir, berat sapih, berat ka)in, berat de)asaE + la u pertumbuhan setelah disapihE + tinggi pundakE + produksi susuE + lingkar scrotum. 2. Sifat kualitatif + bentuk tubuh4eksteriorE + abnormalitas4cacatE + tidak ada kesulitan melahirkanE + libido antanE + tabiatE + kekuatan (!igor).

Masa Kering