Anda di halaman 1dari 2

2-5 Dynamometer Dynamometer digunakan untuk mengukur torsi dan daya selama mesin beroperasi dalam jangkauan kecepatan

dan beban. Ini dilakukan dengan menggunakan berbagai metode untuk menyerap energi yang keluar dari mesin, yang berakhir dalam bentuk panas. Beberapa dynamometer menyerap energi pada gesekan rem. Berikut adalah dynamometer yang paling sederhana tetapi tidak sefleksibel dan seakurat jenis lain pada level energi yang lebih tinggi. Dynamometer fluida atau hidrolikmenyerap energi mesin dengan air atau minyak yang dipompa melalui orifis atau dihamburkan dengan kerugian viskositas pada kombinasi sebuah rotorstator. Jumlah energi yang besar dapat diserap demgan cara ini, membuat tipe dynamometer ini dapat digunakan untuk kebanyakan mesin. Eddy Currrent Dynamometermenggunakan sebuah piringan, digerakkan oleh mesin yang sedang diuji, berotasi pada medan magnet dengan kekuatan terkontrol. Piringan yang berputar bertindak sebagai sebuah konduktor listrik yang memotong garis fluks magnet dan menghasilkan pusaran arus pada piringan. Dengan tidak adanya sirkuit eksternal, energi dari arus pancingan diserap pada piringan. Salah satu jenis dynamometer yang paling baik adalah electric dynamometer, yang menyarap energi dengan listrik yang dihasilakn dari sebuah generator yang dihubungkan. Sebagai tambahan untuk memperoleh cara yang akurat untuk mengukur energi yang diserap, beban dengan mudah divariasikan dengan mengubah jumlah hambatan pada sirkuit yang dihubungkan ke output generator. Banyak electric dynamometer juga dapat dioperasikan dengan cara sebaliknya, dengan generator digunakan sebagai motor untuk menggerakkan mesin yang tidak dinyalakan. Ini memungkinkan mesin untuk diuji kehilangan gesekan mekanis dan kehilangan pemompaan udara, jumlah yang sulit diukur pada mesin yang menyala.

2-6 RASIO UDARA-BAHAN BAKAR DAN BAHAN BAKAR-UDARA Energi input ke sebuah mesin Qin berasal dari pembakaran bahan bakar hidrokarbon. Udara digunakan untuk menyuplai oksigan yang diperlukan untuk reaksi kimia ini. Agar terjadi reaksi pembakaran, jumlah relatif udara (oksigen) dan bahan bakar yang tepat harus diberikan. Rasio udara-bahan bakar (AF) dan rasio bahan bakar-udara (FA) adalah parameter yang digunakan untuk mendeskripsikan rasio campuran:

Dimana: ma = massa udara = massa aliran udara

= massa bahan bakar = massa aliran bahan bakar Rasio AF yang ideal atau stoikiometrik untuk bahan bakar hidrokarbon tipe bensin adalh mendekati 15:1, dengan kemungkinan pembakaran untuk nilai antara 6 sampai 19. AF yang kurang dari 6 terlalu banyak untuk mendukung pembakaran dan AF yang lebih besar dari 19 terlalu sedikit. Sistem input bahan bakar dari sebuah mesin, fuel injector dan karburator, harus mampu untuk mengatur jumlah bahan bakar yang tepat untuk berbagai aliran udara yang diberikan. Mesin berbahan bakar bensin biasanya memiliki AF input antara 12 sampai 18 tergantung dari kondisi operasi. Mesin CI ( Compressive Ignition) memiliki AF input antara 18 sampai 70, yang muncul di luar batas dimana pembakaran dimungkinkan. Pembakaran terjadi karena silinder dari mesin CI, tidak seperti mesin SI (Spark Ignition), memiliki campuran udara-bahan bakar yang sangat tidak homogen, dengan reaksi yang hanya terjadi pada daerah dimana campuran yang mudah menyala berada. Rasio ekivalen didefinisikan sebagai rasio aktual dari rasio bahan bakar-udara ke ideal atau bahan bakar-udara stoikiometrik: