Anda di halaman 1dari 11

TUGAS AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

RANGKUMAN BAB 1 - 4
Dosen Pemimbing : Ibrahim Aswin
Nama : Krisma Oki Buana / 103112340350053

UNIVERSITAS NASIONAL Fakultas Ekonomi Akuntansi JAKARTA 2012

BAB 1 KARAKTERISTIK ORGANISASI SEKTOR PUBLIK

DEFINISI SEKTOR PUBLIK Dari sudut pandang ilmu ekonomi, sektor publik sering didefinisikan sebagai suatu entitas yang aktivitasnya berhubungan dengan penyediaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan dan hak publik CIRI-CIRI ORGANISASI SEKTOR PUBLIK Tidak mencari keuntungan finansial Dimiliki oleh publik Kepemilikan sumber daya tidak dalam bentuk saham Keputusan berdasarkan konsensus PERSAMAAN DENGAN ENTITAS BISNIS LAINNYA Bagian tidak terpisahkan dari suatu sistem perekonomian nasional Menghadapi sumberdaya yang terbatas untuk mencapai tujuannya Pola manajemen keuangan sama Beberapa mempunyai output produk yang sama Diatur oleh peraturan perundangan PERBEDAAN SEKTOR PUBLIK DAN SEKTOR SWASTA

PERKEMBANGAN AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK Inggris abad 15 Pemerintah berusaha melakukan mengatur semua pertahanan. Pelaporan keuangan dirinci lebih rinci tenaga kerja, metode produksi, tipe dan kualitas barang, harga penjualan dan metode pemasaran Abad 18 Perubahan mendasar Inisiatif individu lebih dihargai dan diberi peluang seluas-luasnya Revoluasi industri Pengembangan akuntansi keuangan dan manajemen di perusahaan lebih dipicu oleh perkembangan praktik akuntansi sektor publik. Abad 19-20 Mulai menyamakan akuntansi sektor publik sebagai proses pencatatan pajak yang dipungut oleh pemerintah. Pejabat publik sebagai penanggungjawab pengumpulan pajak dan pembelanjaannya. Dimulainya praktik audit atas dana pemerintah Namun pejabat pemerintah yang mengaudit juga memiliki tanggung jawab administrasi lain.

BAB 2 REGULASI DAN STANDAR DI SEKTOR PUBLIK

KEBUTUHAN REGULASI DAN STANDAR DI SEKTOR PUBLIK IAI telah menerbitkan Pernyataan Standar Akuntansi KeuanganNomor 45 (PSAK 45) tentang Organisasi Nirlaba. PSAK ini berisi tentang kaidah-kaidah dalam menyusun laporan keuangan bagi organisasi nirlaba. Namun, PSAK 45 belum mengakomodasi kaidah penyusunanlaporan keuangan bagi entitas yang dimiliki pemerintah. Oleh karena itu,pemerintah berusaha menyusun suatu standar yang disebut dengan StandarAkuntansi Pemerintah (SAP). PERKEMBANGAN PERATURAN PERUNDANGAN DI SEKTOR PUBLIK Perkembangan Undang-Undang Otonomi Daerah:

UU No 5/1974 UU No. 22/1999 UU No. 25/1999 UU No 1/2004UU No 17/2003 UU No 32/2004 UU No 33/2004 UUNo 17/2003 UU No 1/2004

STANDAR INTERNASIONAL AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK Standar Internasional Akuntan Publik atau International PublicSector Accounting Standards (IPSAS) merupakan sebuah standarakuntansi sektor publik yang berlaku secara internasional. Standar ini disusun oleh The Public Sector Committee , sebuah komite khusus bagian dari International Federation of Accountants (IFAC). Dalam menyusun IPSAS, komite mengacu pada Standar AkuntansiInternasional (IAS), khususnya pada pernyataan-pernyataan yang sesuaidengan karakteristik akuntansi sektor publik. Selain IAS, komite jugamenggunakan sumber-sumber lain sebagai acuan seperti peraturan perundangan, asosiasi profesi, dan berbagai organisasi lain yangberkepentingan dalam akuntansi sektor publik. STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN (SAP)

SAP merupakan standar akuntansi sektor publik yang disusun olehpemerintah melalui sebuah komite yang disebut Komite Standar AkuntansiPemerintah (KSAP).Dalam menyusun SAP, KSAP menggunakan materi yangditerbitkan oleh: 1. 2. 3. International Federation of Accountant (IFAC) International Accounting Standards Committee (IASC) International Monetary Fund (IMF)

4. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) 5. Financial Accounting Standards Board (FASB) 6. Governmental Accounting Standards Board (GASB) 7. Perundang-undangan dan peraturan pemerintah lainnya yang berlakudi Republik Indonesia 8. Organisasi profesional lainnya di berbagai negara yang membidangipelaporan keuangan, akuntansi, dan audit pemerintahan.

SAP terdiri dari sebuah kerangka konseptual dan 11 pernyataan,yaitu: PSAP 01 PSAP 02 PSAP 03 PSAP 04 PSAP 05 PSAP 06 PSAP 07 PSAP 08 PSAP 09 PSAP 10 PSAP 11 Penyajian Laporan Keuangan Laporan Realisasi Anggaran Laporan Arus Kas Catatan atas Laporan Keuangan Akuntansi Persediaan Akuntansi Investasi Akuntansi Aset Tetap Akuntansi Konstruksi dalam Pengerjaan Akuntansi Kewajiban Koreksi Kesalahan, Perubahan Kebijakan Akuntansi, danPeristiwa Luar Biasa Laporan Keuangan Konsolidasian

STANDAR UMUM SPKN SPKN membagi audit menjadi tiga jenis, yaitu: 1. Pemeriksaan Keuangan Pemeriksaan ini bertujuan untuk memberikan keyakinan yangmemadai mengenai kewajaran dari penyajian suatu laporan keuangandalam segala hal yang material, sesuai dengan prinsip akuntansi yangberlaku umum di Indonesia.

2. Pemeriksaan

KinerjaPemeriksaan

kinerja

merupakan

pemeriksaan

yang

dilakukansecara objektif dan sistematis terhadap bukti-bukti, untuk dapatmemberikan penilaian secara independen atas kinerja suatu entitas. 3. Pemeriksaan dengan Tujuan TertentuPemeriksaan dengan tujuan tertentu dapat berupa pemeriksaan(examination), penelaahan (review), dan prosedur yang disepakati,dengan tujuan untuk menghasilkan suatu kesimpulan tentangkeandalan suatu asersi entitas yang diperiksa

BAB 3 ANGGARAN

Anggaran Sektor Publik adalah Sebuah proses yang dilakukan oleh organisasi sektor publik untuk mengelokasikan sumber daya yang dimiliki ke dalam kebutuhan-kebutuhan yang tidak terbatas (the proses of allocating resources to unlimited demands). Anggaran dapat dikatakan sebagai sebuah rencana finansial yang menyatakan: a) Rencana-rencana organisasi untuk melayani masyarakat atau aktivitas lain yang dapat mengembankan kapasitas organisasi dalam pelayanan. b) Estimasi besarnya biaya yang harus dikeluarkan dalam merealisasikan rencana tersebut. c) Perkiraan sumber-sumber mana saja yang akan menghasilkan pemasukan serta seberapa besar pemasukan tersebut. Beberapa fungsi anggaran dalam manajemen organisasi sektor publik, antara lain: 1) Anggaran sebagai Alat Perencanaan Dengan adanya anggaran, organisasi tahu apa yang harus dilakukan dan ke arah mana kebijakan yang dibuat. 2) Anggaran sebagai Alat Pengendalian Dengan adanya anggaran organisasi sektor publik dapat menghindari adanya pengeluaran yang terlalu besar (overspending) atau adanya penggunaan dana yang tidak semestinya (misspending). 3) Anggaran Sebagai Alat Kebijakan Melalui anggaran organisasi sektor publik dapat menentukan arah atas kebijakan tertentu. 4) Anggaran sebagai Alat Politik Dalam organisasi sektor publik, melalui anggaran dapat dilihat komitmen pengelola dalam melaksanakan program-program yang telah dijanjikan. 5) Anggaran sebagai Alat Koordinasi dan Kumunikasi Melalui dokumen anggaran yang komprehensif sebuah bagian atau unit kerja atau departemen yang merupakan suborganisasi dapat mengetahui apa yang harus dilakukan dan juga apayang akan dilakukan oleh bagian/unit kerja lainnya. 6) Anggaran Sebagai Alat Penilaian Kinerja adalah Suatu ukuran yang bisa menjadi patokan apakah suatu bagian/unit kerja telah memenuhi target baik berupa terlaksananya aktivitas maupun terpenuhinya efisiensi biaya. 7) Anggaran sebagai Alat Motivasi.

JENIS-JENIS ANGGARAN 1. Anggaran Operasional dan Anggaran Modal. a. Anggaran Operasional (current budget) digunakan untuk merencanakan kebutuhan dalam menjalankan operasi sehari-hari dalam kurun waktu satu tahun. b. Anggaran Modal (capital budget) menunjukan rencana jangka panjang dan pembelanjaan atas aktiva tetap. 2. Anggaran Tentatif dan Anggaran Enacted. a. Anggaran Tentatif (tentative budget) adalah anggaran yang tidak memerlukan pengesahan dari lembaga legislatif karena kemunculannya yang dipicu oleh halhal yang tidak direncanakan sebelumnya. b. Anggaran enacted (enacted budget) adalah anggaran yang direncanakan kemudian dibahas dan disetujui oleh Lembaga legistatif. 3. Anggaran Dana Umum dan Anggaran Dana Khusus.Dalam pemerintahan, kekayaan negara (dana) dibagi menjadi Dana umum dana Dana Khusus. 4. Anggaran Tetap dan Anggaran Fleksibel a. Anggaran Tetap (fixed budget), apropriasi belanja sudah ditentukan jumlahnya diawal tahun anggaran. Dengan Jumlah tersebut tidak boleh dilampaui meskipun ada peningkatan jumlah kegiatan yang dilakukan. b. Anggaran fleksibel (flexible budget), harga barang/jasa per unit telah ditetapkan namum jumlah anggaran secara keseluruhan akan befluktuasi bergantung pada banyaknya kegiatan yang dilakukan. 5. Anggaran Eksekutif dan Anggaran Legislatif SIKLUS ANGGARAN 1) Persiapan (preparation) bagian anggaran menyiapkan format anggaran yang akan dipakai. 2) Persetujuan Lembaga Legislatif (legislative Enactment) Anggaran diajukan ke Lembaga Legislatif untuk mendapatkan persetujuan. 3) Administrasi (Administration) setelah anggaran disahkan,pelaksanaan anggaran dimulai baik pengumpulan pendapatan yang ditargetkan maupun pelaksanaan belanja yang telah direncanakan. 4) Pelaporan (Reporting) 5) Pemeriksaan (post-audit)

BAB 4 PROSES ANGGARAN BERBASIS KINERJA

TAHAP-TAHAP PENYUSUNAN ANGGARAN

Langkah 1: Penetapan strategi organisasi (visi dan misi) Visi dan misi adalah sebuah cara pandang yang jauh kedepan yang memberi gambaran tentang suatu kondisi yang harus dicapai oleh sebuah organisasi. Dari sudut pandang lain, visi dan misi organisasi harus dapat : Mencerminkan apa yang ingin dicapai. Memberikan arah dan fokus strategi yang jelas. Menjadi perekat dan menyatukan berbagai gagasan strategis. Memiliki orientasi masa depan. Menumbuhkan seluruh unsur organisasi. Menjamin kesinambungan kepemimpinan organisasi.

Langkah 2: Pembuatan tujuan Tujuan dalam hal ini adalah suatu yang akan dicapai dalam kurun waktu 1 tahun atau yang sering diistilahkan dengan tujuan operasional. Sebuah tujuan operasional yang baik harus mempunyai karakteristik sebagai berikut : 1. Harus merepresentasikan hasil akhir (true ends/outcome) bukannya keluaran (output). 2. harus dapat diukur untuk menentukan apakah hasil akhir (outcome) yang diharapkan telah dicapai. 3. Harus dapat di ukur dalam jangka pendek agar dapat dilakukan tindakan koreksi (corrective action). 4. Harus tepat artinya tujuan tesebut memberikan peluang kecil untukmanimbulkan interpretasi individu. Namun ketepatan ini seharusnya tidak berada pada perincian yang salah.

Langkah 3: Penetapan Aktivitas Tujuan operasional akan menjadi dasar dalam penyusunan anggaran. Rencana aktivitas (program) yang bisa diadakan,antara lain: Patroli keliling

Pembuatan saluran bantuan darurat,online 911 Penjagaan tempat-tempat publik.

Secara umum alternatif keputusan berisi komponen-komponen sebagai berikut: Tujuan aktivitas tersebut,dinyatakan dalam suatu cara yang membuat tujuan yang diharapkan menjadi jelas. Alternatif aktivitas /alat untuk mencapai tujuan yang sama dan alasan mengapa alternatifalternatif tersebut ditolak. Konsekuensi dari tidak dilakukanya aktivitas tersebut Input,kuantitas,atau unit pelayanan yang disediakan (output),dan hasil (outcome) pada berbagai tingkat pendanaan.

Langkah 4 : Evaluasi dan pengambilan keputusan Setelah pengajuan anggaran disiapkan langkah selanjutnya adalah proses evaluasi dan pengambilan keputusan.Tekhnisnya alternatif keputusan dari semua aktifitas semua program yang direncanakan digabungkan dalam satu table dan diurutkan berdasarkan prioritasnya. Setiap level anggaran dianggap sebagai satuan yantg berbeda. Dalam contoh sebelumnya aktifitas pelatihan komputer mempunyai 4 alternatif anggaran, maka keempat level tersebut dianggap sebagai alternatif yang berdiri sendiri. PELAPORAN DAN EVALUASI ANGGARAN SEA mengukur keberhasilan organisasi dalam 3 indikator,yaitu : a. Indikator usaha,yakni sumber daya yang digunakan untuk pelayanan (input) b. Indikator pencapaian,yakni pelayanan apa yang dapat disediakan dan dicapai dengan input yang tersedia (output dan outcome) c. Indikator yang menghubungkan usaha dan pencapaian.Indikator ini dibagi menjadi 2 lagi yaitu : Indikator efesiensi,perbandingan input dan output. Indikator efektifitas,perbandingan input dan outcome.