Anda di halaman 1dari 10

Keperawatan Gawat Darurat Pada Keracunan

Mata Kuliah Keperawatan Gawat Darurat

Di susun oleh : 1. Galuh Neswari 2. ani!ah "s#awati ( P27220011 028 ) ( P27220011 02$ ) ( P27220011 0%0 ) ( P27220011 0%1 ) ( P27220011 0%2 ) ( P27220011 0%% ) ( P27220011 0%+ ) ( P27220011 0%- ) ( P27220011 0%. )

%. &'hsan (ah)u * +. &ntan ")u ,.* -. Khoirul Puspita .. Kurnia *ari " 7. /iana (andansari 8. /issiana Desi $. Maulana Mali'

P0/&12KN&K K2*2 "1"N K2M2NK2* *3,"K",1" 43,3*"N K2P2,"("1"N 201%

". Pen5ertian Racun adalah zat yang ketika tertelan, terisap, diabsorbsi, menempel pada kulit atau dihasilkan di dalam tubuh dalam jumlah yang relative kecil menyebabkan cedera dari tubuh dengan adanya reaksi kimia. Intoksikasi atau keracunan adalah masuknya zat atau senyawa kimia dalam tubuh manusia yang menimbulkan efek merugikan pada yang menggunakannya. Keracunan melalui inhalasi dan menelan materi toksik, baik kecelakaan dan karena kesengajaan, merupakan kondisi bahaya kesehatan. Sekitar ! dari semua pengunjung departemen kedaruratan datang karena Racun adalah zat atau bahan yang bila masuk kedalam tubuh melalui mulut, hidung, suntikan dan absorbs melalui kulit atau digunakan terhadap organism hidup dengan dosis relative kecil akan merusak kehidupan atau mengganggu dengan serius fungsi satu atau lebih organ atau jaringan " #c $raw% &il 'ursing (ictionary ). ". *u#6er ,acun *. +arang%barang rumah tangga , a. #akanan b. Kosmetik c. (esinfektan d. +ahan pemutih e. &asil destilasi minyak " minyak tanah, bensin, paraffin ) masalah toksik.

f. +ahan yang mengandung senyawa kimia mudah menguap " lem, cat. -ernis, bahan bakar gas ) .. -estisida / insektisida 0. +ahan kima industry 1. -olusi udara dan pencemaran lingkungan 2. +ahan karsinogenik 3. 4bat . Sengatan / gigitan bintang berbisa 7. Maca#8#aca# Keracunan *. #encerna "menelan) racun 5indakan yang dilakukan adalah menghilangkan atau menginaktifkan racun sebelum diabsorbsi, untuk memberikan perawatan pendukung, untuk memelihara system organ vital, menggunakan antidote spesifik untuk menetralkan racun, dan memberikan tindakan untuk mempercepat eliminasi racun terabsorbsi. -enatalaksanaan umum , a. (apatkan control jalan panas, ventilasi, dan oksigensi. -ada keadaan tidak ada kerusakan serebral atau ginjal, prognosis pasien bergantung pada keberhasilan penatalaksanaan pernapasan dan sistem sirkulasi. b. 6oba untuk menentukan zat yang merupakan racun, jumlah, kapan waktu tertelan, gejala, usia, berat pasien dan riwayat kesehatan yang tepat. c. 5angani syok yang tepat. d. &ilangkan atau kurangi absorbsi racun.

e. +erikan terapi spesifik atau antagonis fisiologik secepat mungkin untuk menurunkan efek toksin. f. (ukung pasien yang mengalami kejang. Racun mungkin memicu system saraf pusat atau pasien mungkin mengalami kejang karena oksigen tidak adekuat. g. +antu dalam menjalankan prosedur untuk mendukung penghilangan zat yang ditelan, yaitu, *) (iuresis untuk agens yang dikeluarkan lewat jalur ginjal. .) (ialisis 0) &emoperfusi "proses melewatkan darah melalui sirkuit ekstrakorporeal dan cartridge containing an adsorbent 7karbon atau resin8, dimana setelah detoksifikasi darah dikembalikan ke pasien. h. -antau tekanan vena sentral sesuai indikasi. i. -antau keseimbangan cairan dan elektrolit. j. #enurunkan peningkatan suhu. k. +erikan analgesic yang sesuai untuk nyeri. l. +antu mendapatkan specimen darah, urine, isi lambung dan muntah. m. +erikan perawatan yang konstan dan perhatian pada pasien koma. n. -antau dan atasi komplikasi seperti hipotensi, disritmia jantung dan kejang. o. 9ika pasien dipulangkan, berikan bahan tertulis yang menunjukan tanda dan gejala masalah potensial dan prosedur untuk bantuan ulang. *) #inta konsultasi dokter jiwa jika kondisi tersebut karena usaha bunuh diri .) -ada kasus keracunan pencernaan yang tidak disengaja berikan pencegahan racun dan instruksi pembersihan racun rumah pada pasien atau keluarga .. Keracunan melalui inhalasi -enatalaksanaan umum ,

a. +awa pasien ke udara segar dengan segera: buka semua pintu dan jendela. b. ;onggarkan semua pakaian ketat. c. #ulai resusitasi kardiopulmonal jika diperlikan. d. 6egah menggigil: bungkus pasien dengan selimut. e. -ertahankan pesien setenang mungkin. f. 9angan berikan alcohol dalam bentuk apapun. 0. Keracunan makanan Keracunan makanan adalah penyakit yang tiba%tiba dan mengejutkan yang dapat terjadi setelah menelan makanan atau minuman yang terkontaminasi. -ertolongan pertama pada keracunan makanan, a. <ntuk mengurangi kekuatan racun, berikan air putih sebanyak%banyaknya atau diberi susu yang telah dicampur dengan telur mentah. b. =gar perut terbebas dari racun, berikan norit dengan dosis 0%1 tablet selama 0 kali berturut%turut dalam setia jamnya. c. =ir santan kental dan air kelapa hijau yang dicampur * sendok makan garam dapat menjadi alternative jika norit tidak tersedia. d. 9ika penderita dalam kondisi sadar, usahakan agar muntah. ;akukan dengan cara memasukan jari pada kerongkongan leher dan posisi badan lebih tinggi dari kepala untuk memudahkan kontraksi e. =pabila penderita dalam keadaan pingsan, bawa segera ke rumah sakit atau dokter terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. 1. $igitan ular +isa "racun) ular terdiri dari terutama protein yang mempunyai efek fisiologik yang luas atau bervariasi. Sisitem multiorgan, terutama neurologic, kardiovaskuler, sisitem pernapasan mungkin terpengaruh. +antuan awal pertama pada daerah gigitan ular meliputi mengistirahatkan korban, melepaskan benda yang mengikat seperti cincin, memberikan kehangatan, membersihkan luka, menutup luka dengan balutan steril, dan imobilisasi bagian tubuh dibawah tinggi jantung. >s atau torniket

tidak digunakan. >valuasi awal di departemen kedaruratan dilakukan dengan cepat meliputi , a. #enentukan apakah ular berbisa atau tidak. b. #enentukan dimana dan kapan gigitan terjadi sekitar gigitan. c. #enetapkan urutan kejadian, tanda dan gejala "bekas gigi, nyeri, edema, dan eritema jaringan yang digigit dan didekatnya). d. #enentukan keparahan dampak keracunan. e. #emantau tanda vital. f. #engukur dan mencatat lingkar ekstremitas sekitar gigitan atau area pada beberapa titik. g. (apatkan data laboratorium yang tepat "mis. &(;, urinalisi, dan pemeriksaan pembekuan). 2. Sengatan serangga #anifestasi klinis bervariasi dari urtikaria umum, gatal, malaise, ansietas, sampai edema laring, bronkhospasme berat, syok dan kematian. <mumnya waktu yang lebih pendek diantara sengatan dan kejadian dari gejala yang berat merupakan prognosis yang paling buruk. -enatalaksanaan umum, a. +erikan epineprin "cair) secara langsung. #asase daerah tersebut untuk mempercepat absorbsi. b. 9ika sengatan pada ekstermitas, berikan tornikuet dengan tekanan yang tepat untuk membendung aliran vena dan limfatik. c. Instruksikan pasien untuk hal%hal berikut, *) Injeksi segera dengan epineprin .) +uang penyengat dengan garukan cepat kuku jari 0) +ersihkan area dengan sabun air dan tempelkan es 1) -asang tornikuet proksimal terhadap sengatan 2) ;aporkan pada fasilitas perawatan kesehatan terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut

9. Ga#6aran Klini' ?ang paling menonjol adalah kelainan visus, hiperaktifitas kelenjar ludah, keringat dan gangguan saluran pencernaan, serta kesukaran bernafas. a. Keracunan ringan pupil miosis. b. c. Keracunan sedang , nausea, muntah%muntah, kejang atau kram perut, bradikardi. Keracunan berat dan feces, koma. D. Penatala'sanaan *. Resusitasi. Setelah jalan nafas dibebaskan dan dibersihkan,periksa pernafasan dan nadi.Infus de@trose 2 ! kec. *2% .A tts/menit. +eri nafas buatan, oksigen, hisap lendir dalam saluran pernafasan, hindari obat%obatan depresan saluran nafas, kalau perlu respirator pada kegagalan nafas berat. &indari pernafasan buatan dari mulut ke mulut, sebab racun organo fhosfat akan meracuni lewat mlut penolong. -ernafasan buatan hanya dilakukan dengan meniup face mask atau menggunakan alat bag B valve B mask. .. >liminasi. >mesis, merangsang penderita supaya muntah pada penderita yang sadar atau dengan pemeberian sirup ipecac *2 % 0A ml. (apat diulang setelah .A menit bila tidak berhasil. Katarsis " intestinal lavage ), dengan pemberian laksan bila diduga racun telah sampai diusus halus dan besar. Kumbah lambung atau gastric lavage, pada penderita yang kesadarannya menurun,atau pada penderita yang tidak kooperatif. , diare, reaksi cahaya negatif ,sesak nafas, sianosis, edema paru ,inkontenesia urine , =noreksia, nyeri kepala, rasa lemah, rasa takut, tremor pada lidah, kelopak mata,

&asil paling efektif bila kumbah lambung dikerjakan dalam 1 jam setelah keracunan. Keramas rambut dan memandikan seluruh tubuh dengan sabun. >mesis,katarsis dan kumbah lambung sebaiknya hanya dilakukan bila keracunan terjadi kurang dari 1 B 3 jam pada koma derajat sedang hingga berat tindakan kumbah lambung sebaiknya dukerjakan dengan bantuan pemasangan pipa endotrakeal berbalon,untuk mencegah aspirasi pnemonia. 0. =nti dotum "penawar racun) =tropin sulfat " S= ) bekerja dengan menghambat efek akumulasi =khir pada tempat penumpukan. a. #ula%mula diberikan bolus IC * % .,2 mg b. (ilanjutkan dengan A,2 B * mg setiap 2 % *A % *2 menit sampai timbul gejala%gejala atropinisasi " muka merah,mulut kering, takikardi, midriasis, febris dan psikosis). c. Kemudian interval diperpanjang setiap *2 B 0A % 3A menit selanjutnya setiap . B 1 B3 B D dan *. jam. d. -emberian S= dihentikan minimal setelah . @ .1 jam. -enghentian yang mendadak dapat menimbulkan rebound effect berupa edema paru dan kegagalan pernafasan akut yang sering fatal. 2. "suhan Keperawatan *. -engkajian. -engkajian difokusakan pada masalah yang mendesak seperti jalan nafas dan sirkulasi yang mengancam jiwa. =danya gangguan asam basa, keadaan status jantung, status kesadran. a. Riwayat kesadaran , riwayat keracunan,bahan lama racun yang setelah yang digunakan,berapa keracunan dan diketahui toksis

keracunan ada masalah lain sebagi pencetus sindroma ditimbulkan dan kapan terjadinya.

.. Intervensi. a. -ertolongan pertama yang dilakukan meliputi , tindakan umum yang bertujuan untuk keselamatan hidup,mencegah penyerapan dan penawar racun " antidotum ) yan meliputi resusitasi, , =ir way, breathing, circulasi eliminasi untuk menghambat absorsi melalui pencernaaan dengan cara kumbah lambung,emesis, ata katarsis dan kerammas rambut. b. +erikan anti dotum sesuai advis dokter minimal . @ .1 jam yaitu pemberian S=. c. -erawatan suportif: meliputi mempertahankan agar pasien tidak samapi demamatau mengigil,monitor perubahan%perubahan fisik seperti perubahan nadi yang cepat,distress pernafasan, sianosis, diaphoresis, dan tanda%tanda lain kolaps pembuluh darah dan kemungkinan fatal atau kematian.#onitir vital sign setiap *2 menit untuk bebrapa jam dan laporkan perubahan segera kepada dokter.6atat tanda%tanda seperti muntah,mual,dan nyeri abdomen serta monotor semua muntah akan adanya darah. 4bservasi fese dan urine serta pertahankan cairan intravenous sesuai pesanan dokter. d. 9ika pernafasan depresi ,berikan oksigen dan lakukan suction. Centilator mungkin bisa diperlukan. e. 9ika keracunan sebagai uasaha untuk mebunuh diri maka lakukan safety precautions . Konsultasi psikiatri atau perawat psikiatri klinis. -ertimbangkan juga masalah kelainan kepribadian,reaksi depresi,psikosis neurosis, mental retardasi dan lain%lain

Da!tar Pusta'a

+runner and Suddarth. .AA.. Keperawatan Medikal Bedah. vol. 3. 9akarta, >$6 &alim #ubin =. , Panduan Praktis Ilmu Penyakit Dalam , (iagnosa dabn 5erapi, >$6, 9akarta .AA* , ED%**2. (epartemen Kesehatan RI, .AA*, Kumpulan Modul Kursus Penyehatan Makanan Bagi Pengusaha Makanan da Minuman, ?ayasan -esan, 9akarta. Sartono, .AA., Racun dan Keracunan, Fidya #erdeka.