Anda di halaman 1dari 12

TAFSIR AYAT-AYAT “RAHMAT” DALAM AL-QUR’AN

Pendahuluan
Subhanallah! Maha suci Allah yang memberi petunjuk kepada ciptaan-Nya
dengan berupa kitab-kitab yang berbentuk tulisan dan berupa ayat-ayat yang
menghampar dan membentang yakni segala isi alam baik di bumi maupun di langit
dan celakalah bagi hambaNya yang jauh dari rahmatNya, karena dengan
rahmatNyalah manusia dapat memandang segala bentuk yang tidak menyenagkan
menjadi sebuah petunjuk yang kelak mengantarkannya kepada jalan menuju
Rabbnya. ia akan selalu ridho dengan setiap apa yang diberikan kepadanya, kebaikan
akan ia syukuri dan ia akan bersabar setiap keburukan yang menimpa dirinya. Oleh
sebab itula rosulullah menyebut umaatnya dengan sebaik-baik ummat. Manusia
seperti inilah yang menjadikan rosulullah berbangga diri.
Shalawat serta salam tak henti-hentinya didengungkan oleh sekian banyak
umat Islam dari segala penjuru dunia. Beliau patut diteladani dan dijadikan pigur bagi
setiap insan yang hendak mendapatkan petunjuk dari Sang Pemberi Petunjuk, bagi
setiap insan yang hendak mendapatkan rahmat dari Sang Pemilik rahmat. Dengan
meneladani beliau berarti kita telah berada pada jalan yang tidak akan pernah
mengantarkan kita kepada kesesatan tanpa araha. Beliau adalah kompas kehidupan
yang diutus sebagai penunjuk jalan juga terhiasi dengan akhlak yang mulia. Setiap
keputusan dan tindakan beliau adalah tafsiran ayat suci al-qur’an, suci dan jauh dari
sifat salah. Karena beliau mendapat pendidikan langsung dari yang Rabbul ‘Alamien.
Jika demikian, bila kita mengikuti dan meneladani segala sifat beliau secara
tidak langusng kita telah menyingkap dan mengamalkan tafsiran dari ayat-ayat Allah
yang tersirat pada diri Rosulullah.

1
A. Interpretasi Kata Rahmat
Di dalam al-qur'an kata ar-rahman terulang sebanyak 57 kali, sedangkan ar-
rahim sebanyak 95 kali. dan kata rahamat terdapat sebanyak 70 kali.
Ar-rahman dan Ar-rahim diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, yang Maha
Pengasih atau Maha Pemurah, dan Maha Penyayang. Kedua berasal dari kata Al-
rahmat1.
Tanpa dipungkiri oleh banyak orang, bahwa al-qur'an tak ubahnya seperti
permata yang memancarkan sinar dalam setiap sudutnya. Begitu pula halnya dengan
al-qur'an. Selalu memberkan makna baru bagi setiap yang menarsirkannya tentunya
tanpa mengubah makna yang terkandung di dalamnya dan tanpa mengurangi nilai-
nilai juga pesan yang hendak disampaikan kepada manusia sebagai petunjuk.
Semakin dikaji ayat perayatnya maka akan semakin muncul dan terungkap
hal-hal baru sehingga terungkaplah pesan-pesan yang tersirat. Banyak ulama
berpendapat bahwa kata ar-rahman dan ar-rahim keduannya merujuk dari akar kata
yang sama, yakni Rahmat, namun ada juga yang berdapat bahwa kata Ar-Rahman
tidak berakar kata2. Iutlah alasan mereka yang berpendapat bahwa Ar-rahman tidak
memiliki akar kata. Sementara ulama penganut paham ini melanjutkan bahwa kata
Ar-rahman, pada hakekatnya terambil dari bahasa Ibrani dan karena itu kata tersebut

1
. Di dalam sebuah hadist Qudsi dinyatakan bahsa Allah Swt. Berfirman, " Aku adalah Al-rahman, Aku
menciptakan rahim, Kuambilkan untuknya nama yang berakar dari nama-Mu, siapa yang
meyambungnya ( silaturrahim) akan Ku-sambung (rahmat-Ku) untuknya dan siapa memutuskannya
Kuputuskan (rahmat-Ku untuknya), (HR Abu Daud dan Al-Tarmidzi melalui Abdurrahman bin 'Auf).
Lihat Sulaiman Al-Kumayi, 99Q Kecerdasan: Cara Meraih Kemenangan Dan Ketenangan Hidup
Lewat Penerapan 99 Nama Allah. (Jakarta: Hikmah. Cet. III. 2005)
2
. Hal yang demikian inilah orang-orang musyrik tidak mengenal siaipa Ar-rahman. Seperti yang
terdapat dalam firman-Nya, "apabila diperintahkan kepada merekan sujudlah kepada Ar-rahman ,
mereka berkata/bertanya: siapakah Ar-rahman itu? Apakah kami berssujud kepada susuatu yang
engaku perintahkan kepada kami? Perintah ini menambah mereka engga/menjauhkan diri dari
keimanan" (Q.S. Al-Furqan 25-60). M. Quraish Shihab, " menyingkap tabir illahi: asmaul husna dalam
perspektif al-qur'an, (Jakarta: Lentera Hati. Cet. 2003). Hal. 16

2
dalam Basmalah dan dalam surah Al-Fatihah dususul dengan kata Ar-rahim, yakni
sebagai penjelas maknanya3.
Pada lain kesempatan banyak para ulama yang berpendapat bahwa baik Ar-
rahman maupun Ar-rahim keduannya terambil dari akar kata "rahmat", dengan
alasan bahwa "timbangan" kata tersebut dikenal dalam bahasa Arab. Rahman
setimbang dengan fa'lan dan rahim dengan fa'il. Timbangan "fa'lan" biasanya
menunjukan kepada kesempurnaan atau kesementaraan. Jika demikian Ar-rahman
tidak dapat disandang kecuali oleh Allah SWT. Seperti disebutkan di dalam al-qur'an
Dia Allah menyebut diriNya dengan nama Ar-Rahaman, "katan; Serulah Allah atau
seulah Ar-Rahaman. Dengan nama yang sama saja kamu seru, Dia mempunyai al
asmaul husna nana-nama yang terbaik" (Q.s. Al-Isra' 17:110). Dab pada ayat lain
ayat al-qur'an, "Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah kami utus
sebelun kamu, "Adakah Kami menentukan tuhan-tuhan utnuk disembah selain Ar-
Rahman (Allah yang Maha Pemurah)?" (Az-Zukhuruf 43:45). Sedangkan timbangan
"fa'il" menunjuk kepada kesinambungan dan kemantapan. maka sebab dari inilah,
sehingga tidak ada bentuk jamak dari kata rahman, karena kesempurnaan-Nya.
Konsep rahman (rahmat) memerlukan adanya objek rahmat, seseorang atau
sesuatu yang membutuhkan. Yang pada akhirnya akan dipuaskan oleh Yang Maha
Pengasih tanpa adanya niat, pilihan, keinginan, atau permintaan dari yang
membutuhkan. Karena rahmat tersebut bersumber dari yang Maha Pengasih yaitu
kesempurnaan Rahmat, Dia tidak hanya menghendaki diputuskannya kebutuhan
orang yang membutuhkan, tetapi juga benar-benar memutuskannya4.

3
Ibid. hal. 16.
4
. lihat Sulaiman Al-Kumayi Lihat Sulaiman Al-Kumayi, 99Q Kecerdasan: Cara Meraih Kemenangan
Dan Ketenangan Hidup Lewat Penerapan 99 Nama Allah. (Jakarta: Hikmah. Cet. III. 2005). Hal. 13.
yang dikutip dari Laleh Bahktiar, Meneladani Akhlak Allah Melalui Al-Asm' Al-Husna, penterj.
Femmy Syahrani. ( Bandung: Mizan, 1996), hal. 275.

3
Allah SWT dunamai juga dengan "Arhamurrahmin", yang paling Pengasih di
antara seluruh yang Rahim/Pengasih, bahkan Al-qur'an Dia disifati pula sebagai
"Khairur Rahimin", Sebaik-baik Pengasih (Q.s. Al-Mukminun 2:118)5.
Menurut Muhammad Sami bahwa, Al-rahman adalah" Zat Yang Maha
Menutupi (merahasiakan dosa-dosa hamba-Nya) di dunia", sedangkan Al-rahim itu
maksudnya adalah " Zat yang mengampuni dosa-dosa hamba-Nya di akhirat" 6. Dia
menutupi kesalahn hambaNya dengan kebesaran rahmatNya Ia juga mengampuni
hambaNya yang berbuat dosa dengan keluasan rahmatNya.
Sementara Abdullah bin Mubarak menambahkan bahwa dalam Al-rahman itu
mengandung pengertian jika diminta Dia memberi, sedangkan Ar-rahim, jika tidak
diminta Ia Marah". Bahkan dilain kesempatan Ia Allah akan menilai ada
kesombongan pada diri hambaNya jika tidak mau berdoa, karena dengan berdo'a
seorang hamba menunjukan kelemahanya sebagai makhluk yang tidak mempunyai
kekuatan, Dia Allah akan sangat merasa senang dan memandang dengan pandangan
rahmat jika hambanya memanjatkan do'a kepadaNya. Juga tambaha Al-Suda bahwa,
Al-rahman itu adalah melenyapkan kesulitan, dan Al-rahim itu mengampuni dosa"7.
Tanpa kita sadari kita baru akan membutuhkanNya jika kita berada dalam suatu
kesulitan, maka dari itu bersyukurlah jika kita ditimpa suatu kesulitan.
B. Jenis-Jenis Rahmat Yang Diturunkan Allah Kepada Hambanya
Apa saja yang dijelaskan di dalam al-qur'an yang termasuk ke dalam
rahmat Allah SWT, yakni terdiri atas aspek-aspek sebagai berikut.
1. Sesuatu yang diharapkan"(17:57)

5
. M. Quraish Shihab, " menyingkap tabir illahi: asmaul husna dalam perspektif al-qur'an, (Jakarta:
Lentera Hati. Cet. 2003). Hal. 17.
6
Ibid.
7
. lihat Sulaiman Al-Kumayi Lihat Sulaiman Al-Kumayi, 99Q Kecerdasan: Cara Meraih Kemenangan
Dan Ketenangan Hidup Lewat Penerapan 99 Nama Allah. (Jakarta: Hikmah. Cet. III. 2005). Hal. 13.
yang dikutip dari Laleh Bahktiar, Meneladani Akhlak Allah Melalui Al-Asm' Al-Husna, penterj.
Femmy Syahrani. ( Bandung: Mizan, 1996), hal. 14.

4
َ‫ب وَيَرْجُو نَ رَ ْحمَتَ ُه وََيخَافُو نَ َعذَابَ هُ ِإنّ َعذَا ب‬
ُ َ‫أُولَئِ كَ اّلذِي َن َيدْعُو نَ َيبَْتغُو نَ ِإلَى رَّبهِ مُ اْلوَ سِيلَةَ أَّيهُ مْ َأقْر‬

‫حذُورًا‬
ْ ‫رَبّكَ كَانَ َم‬

"Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan


kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah)
dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab
Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti.
2. Rahmat yang diturunkan dan disebarkan berupa turunya huja (42:28)

ُ‫حمِيد‬
َ ‫ث مِنْ َب ْعدِ مَا قَنَطُوا وَيَْنشُ ُر رَ ْحمَتَهُ وَ ُهوَ اْل َوِليّ اْل‬
َ ْ‫وَ ُهوَ اّلذِي يُنَزّلُ اْلغَي‬
“Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan
menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.
3. Rahmat yang berupa pembalasan dengan wajah yang berseri-seri di akhirat,
(3:105-106).
‫ب ِبمَا‬
َ ‫ت وُجُو ُه ُهمْ أَ َكفَرُْت ْم َب ْعدَ ِإيَاِن ُكمْ َفذُوقُوا اْل َعذَا‬
ْ ّ‫سوَدّ وُجُوٌه فََأمّا اّلذِينَ ا ْسوَد‬
ْ ‫ض وُجُوٌه وََت‬
ّ َ‫َي ْومَ تَبْي‬

َ‫ضتْ وُجُو ُه ُه ْم َففِي رَ ْحمَةِ اللّهِ ُهمْ فِيهَا خَاِلدُون‬


ّ ‫ وََأمّا اّلذِينَ ابَْي‬.َ‫كُنُْت ْم َت ْكفُرُون‬

"Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula
muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya
(kepada mereka dikatakan): "Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman?
Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu". Adapun orang-orang
yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga);
mereka kekal di dalamnya.
4. Rahmat yang diawali dengan tiupan angimg yang membahagiankan, (7:57)
ِ‫ح ُبشْرًا بَيْ َن َيدَيْ رَ ْحمَتِهِ حَتّى إِذَا َأَقّلتْ َسحَابًا ِثقَال ُسقْنَا ُه لَِبَلدٍ مَّيتٍ فَأَنْ َزلْنَا بِه‬
َ ‫وَ ُهوَ اّلذِي يُ ْرسِلُ الرّيَا‬

‫ك ُنخْ ِرجُ اْل َموْتَى َلعَّل ُكمْ َت َذكّرُونَز‬


َ ِ‫ت َكذَل‬
ِ ‫اْلمَا َء فََأخْرَجْنَا بِ ِه مِنْ كُلّ الّثمَرَا‬

"Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira


sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah
membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu

5
Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab
hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan
orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.
5. Menafkahkannya untuk mendekatan diri kepadaNya, (9:99).

ٌ‫صَلوَاتِ ال ّرسُولِ أَل إِّنهَا قُرْبَة‬


َ َ‫خ ُذ مَا يُْنفِقُ قُرُبَاتٍ عِْن َد اللّهِ و‬
ِ ‫ب مَ ْن ُي ْؤمِنُ بِاللّهِ وَالَْيوْمِ الخِرِ وَيَّت‬
ِ ‫َومِنَ العْرَا‬

ٌ‫َل ُهمْ سَُيدْ ِخُل ُهمُ اللّ ُه فِي رَ ْحمَتِهِ ِإ ّن اللّهَ َغفُورٌ رَحِيم‬

"Dan di antara orang-orang Arab Badui itu, ada orang yang beriman
kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya
(di jalan Allah) itu, sebagai jalan mendekatkannya kepada Allah dan sebagai
jalan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu
adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah).
Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (surga) Nya;
sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
6. dengan menjadikan malam dan siang hari sebagai kenikmantanNya, (28:73)

‫شكُرُون‬
ْ ‫سكُنُوا فِي ِه َولِتَبَْتغُوا مِنْ َفضْلِ ِه َولَ َعّل ُكمْ َت‬
ْ ‫َومِنْ رَ ْحمَتِهِ َجعَلَ َل ُكمُ اللّيْ َل وَالّنهَارَ لَِت‬

"Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya
kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari
karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.
7. tak ada yang dapat menahannya, (39:38)
ُ‫ت وَالرْضَ لََيقُولُنّ اللّ ُه قُلْ َأفَ َرأَيْتُمْ مَا َتدْعُونَ مِنْ دُونِ اللّ هِ إِنْ َأرَادَنِ َي اللّ ه‬
ِ ‫سمَاوَا‬
ّ ‫َولَئِ ْن سََألَْت ُهمْ مَنْ َخلَقَ ال‬

ُ‫ت رَ ْحمَتِ ِه قُلْ حَ سِْبيَ اللّ هُ َعلَيْ ِه يََتوَكّل‬


ُ ‫سكَا‬
ِ ْ‫ِبضُرّ هَلْ هُنّ كَا ِشفَا تُ ضُرّ ِه َأوْ َأرَادَنِي بِرَ ْحمَةٍ هَلْ هُنّ ُمم‬

َ‫اْلمَُتوَ ّكلُون‬

"Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: "Siapakah yang


menciptakan langit dan bumi?", niscaya mereka menjawab: "Allah".
Katakanlah: "Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain

6
Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudaratan kepadaku, apakah
berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudaratan itu, atau jika Allah
hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-
Nya?. Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku". Kepada-Nya lah bertawakal
orang-orang yang berserah diri.
8. Rahmat yang brupa keberuntungan yang bersar, (45:30)

ُ‫ت فَُيدْ ِخُل ُهمْ رَّب ُهمْ فِي رَ ْحمَتِهِ َذلِكَ ُهوَ اْل َفوْزُ اْلمُِبي‬
ِ ‫فََأمّا اّلذِي َن آمَنُوا وَ َع ِملُوا الصّاِلحَا‬

"Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh


maka Tuhan mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga).
itulah keberuntungan yang nyata.
9. yaitu dengan tidak tergolong pada orang yang merugi, (2:64)

َ‫ك َفلَوْل َفضْلُ اللّهِ َعلَْي ُكمْ َورَ ْحمَتُ ُه َلكُنْتُ ْم مِنَ اْلخَاسِرِين‬
َ ِ‫ُث ّم َت َولّيُْتمْ مِ ْن َبعْدِ َذل‬

"Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau


tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atasmu, niscaya kamu tergolong
orang-orang yang rugi.
10. Balasan yang berupa ketaqwaan, (57:28)
ْ‫جعَلْ َلكُ مْ نُورًا َت ْمشُونَ بِ ِه وََيغْفِر‬
ْ ‫يَا أَّيهَا اّلذِي َن آمَنُوا اّتقُوا اللّ هَ وَآمِنُوا بِرَسُولِهِ ُيؤِْتكُمْ ِك ْفلَيْ ِن مِ ْن رَ ْحمَتِ ِه وََي‬

ٌ‫َل ُكمْ وَاللّهُ َغفُو ٌر رَحِيم‬

"Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada


Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-
Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan
cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang,
11. dengan lemah lembut, (3:159)

7
ْ‫ك فَاعْ فُ عَْنهُ ْم وَا سَْتغْفِ ْر َلهُ م‬
َ ِ‫فَِبمَا رَ ْحمَةٍ مِ َن اللّ هِ لِنْ تَ َلهُ مْ َوَلوْ كُنْ تَ فَظّا َغلِي ظَ اْل َقلْ بِ لْن َفضّوا مِ نْ َح ْول‬

َ‫حبّ اْلمَُتوَ ّكِلي‬


ِ ‫َوشَا ِورْ ُهمْ فِي المْرِ فَِإذَا عَ َز ْمتَ فََتوَكّ ْل َعلَى اللّهِ ِإنّ اللّ َه ُي‬

"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut


terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah
mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka,
mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka
dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka
bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang
yang bertawakal kepada-Nya.
12. tidak tersesat dan tidak kena bahaya, (4:113)

ْ‫س ُهمْ َومَا َيضُرّونَ كَ مِ ن‬


َ ُ‫ضلّو نَ إِل أَْنف‬
ِ ‫ت طَائِفَ ٌة مِْنهُ مْ أَ ْن ُيضِلّو كَ َومَا ُي‬
ْ ّ‫ك وَرَ ْحمَتُ ُه َل َهم‬
َ ْ‫َوَلوْل َفضْلُ اللّ هِ َعلَي‬

‫ك مَا َلمْ َتكُ ْن َتعَْلمُ َوكَانَ َفضْلُ اللّهِ َعلَيْكَ عَظِيمًا‬


َ َ‫ح ْكمَةَ َو َعلّم‬
ِ ‫ب وَاْل‬
َ ‫َشيْ ٍء وَأَنْزَ َل اللّهُ َعلَيْكَ اْلكِتَا‬

"Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu,


tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu.
Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak
dapat membahayakanmu sedikit pun kepadamu. Dan (juga karena) Allah telah
menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu
apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu
13. dibebaskan dari azab, (24:14)
ٌ‫ب عَظِيم‬
ٌ ‫سكُ ْم فِي مَا َأفَضُْت ْم فِيهِ َعذَا‬
ّ ‫َوَلوْل َفضْلُ اللّهِ َعلَْيكُ ْم َورَ ْحمَتُهُ فِي الدّنْيَا وَالخِرَةِ َل َم‬

"Sekiranya tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua
di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena
pembicaraan kamu tentang berita bohong itu.
14. dengan dikaruniakanNya berupa keturunan, (19: 20-21)

8
ً‫ج َعلَهُ آيَة‬
ْ ‫ قَالَ َك َذلِكِ قَالَ رَبّكِ ُهوَ َعَليّ هَيّنٌ َولَِن‬.‫سسْنِي َبشَ ٌر َولَمْ أَ ُك َبغِيّا‬
َ ْ‫قَاَلتْ َأنّى َيكُونُ لِي غُلمٌ َولَ ْم َيم‬

‫لِلنّاسِ َورَ ْحمَةً مِنّا وَكَانَ َأمْرًا َمقْضِيّا‬

"Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-


laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan
(pula) seorang pezina!". Jibril berkata: "Demikianlah. Tuhanmu berfirman:
"Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu
tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu
perkara yang sudah diputuskan."
15. dilenyapkanNya penyakit dan dilapangkannya keluarga, (21:84 dan 38:43)
َ‫ضرّ وَآتَيْنَاهُ َأ ْهلَهُ َومِْثلَ ُه ْم مَ َع ُهمْ رَ ْحمَةً مِنْ عِْندِنَا وَذِ ْكرَى ِل ْلعَاِبدِين‬
ُ ْ‫شفْنَا مَا بِ ِه مِن‬
َ ‫فَاسَْتجَبْنَا لَهُ َف َك‬

"Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami


lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya
kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat
dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah
Allah.
ِ‫َووَهَبْنَا لَهُ َأ ْهلَهُ َومِْثَلهُ ْم مَ َع ُهمْ رَ ْحمَ ًة مِنّا وَ ِذكْرَى لولِي اللْبَاب‬

"Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali)


keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula
sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai
pikiran.
16. diturunkanNya al-qur'an, (28:86)

َ‫ب إِل رَ ْحمَةً مِ ْن رَبّكَ فَل َتكُونَنّ َظهِيًا ِل ْلكَافِرِين‬


ُ ‫ت تَرْجُو َأ ْن ُيلْقَى ِإلَيْكَ اْلكِتَا‬
َ ‫َومَا كُْن‬

"Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al Qur'an diturunkan


kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari

9
Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi penolong bagi orang-
orang kafir.
17. diselamatkanNya dari penenggelaman, (36:43-44)
ٍ‫ إِل رَ ْحمَةً مِنّا َومَتَاعًا ِإلَى ِحي‬.َ‫َوِإنْ َنشَ ْأ ُنغْ ِر ْق ُهمْ فَل صَرِي َخ لَ ُه ْم وَل ُهمْ يُْنقَذُون‬

"Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka


tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan. Tetapi
(Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk
memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika.
18. pembatalan aszab karena keberadaan Rasulullah, (48:25)
َ‫حلّ هُ َوَلوْل رِجَا ٌل ُمؤْمِنُو ن‬
ِ ‫جدِ اْلحَرَا مِ وَالْ َهدْ يَ َم ْعكُوفًا أَ نْ يَْبلُ غَ َم‬
ِ‫س‬ْ َ‫صدّو ُكمْ عَ نِ اْلم‬
َ َ‫هُ مُ اّلذِي نَ َكفَرُوا و‬

ْ‫وَنِسَا ٌء ُمؤْمِنَاتٌ لَ ْم َتعَْلمُوهُمْ أَنْ تَطَئُوهُمْ فَتُصِيَب ُكمْ مِْنهُمْ َمعَرّةٌ ِبغَيْرِ ِعلْمٍ لُِيدْخِ َل اللّهُ فِي رَ ْحمَتِ ِه مَنْ َيشَا ُء َلو‬

‫تَزَّيلُوا َل َعذّبْنَا اّلذِينَ َكفَرُوا مِْن ُهمْ َعذَابًا َألِيمًا‬

"Merekalah orang-orang yang kafir yang menghalangi kamu dari


(masuk) Masjidilharam dan menghalangi hewan kurban sampai ke tempat
(penyembelihan) nya. Dan kalau tidaklah karena laki-laki yang mukmin dan
perempuan-perempuan yang mukmin yang tiada kamu ketahui, bahwa kamu
akan membunuh mereka yang menyebabkan kamu ditimpa kesusahan tanpa
pengetahuanmu (tentulah Allah tidak akan menahan tanganmu dari
membinasakan mereka). Supaya Allah memasukkan siapa yang dikehendaki-
Nya ke dalam rahmat-Nya. Sekiranya mereka tidak bercampur baur, tentulah
Kami akan mengazab orang-orang kafir di antara mereka dengan azab yang
pedih.
19. dan pengutusan para Rasul-rasul, (44:5)

ُ‫سمِيعُ اْلعَلِيم‬
ّ ‫ك إِنّهُ ُه َو ال‬
َ ّ‫ رَ ْحمَةً مِنْ رَب‬.َ‫َأمْرًا مِنْ عِْندِنَا إِنّا كُنّا مُ ْر ِسلِي‬

10
"(yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami
adalah Yang mengutus rasul-rasul. sebagai rahmat dari Tuhanmu.
Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Dari sekian banyak ayat berbicara tentang rahmat yang penulis paparkan, tentu
masih sangat jauh dari menuju pada sempurnaan. Tapi insyaallah penelitian terhadap
ayat tersebut terus menuju pada kesempurnaan, sehingga akan semakin banyak
hikmah-hikmah yang teresirat dapat terungkapkan dan pada akhirnya nilai
kesempurnaan al-qur'an akan semakin bermakna dan bermanfaat bagi kehidupan
manusia dan menjadikannya sebagai petunjuk untuk mendekatkan diri kepa-Nya.
Karena dengan memahami setiap ayat-ayat al-qur'an, maka akan semakin
menjauhkan manusia dari perasangka buruk kepada setiap hal yang menimpa dirinya.
tentunya pandai mengambil hikmah dibalik setiap musibah dan bencana yang
menerpa, juga dapat membimbing manusia agar pandai dalam mensyukuri nikmat
dari sang Pemberi Rahmat.
Beragam bentuk rahmat yang diberikan Allah kepada mahkluhnya, baik berpa
kesenagan, penderitaan dan kedudukan agar kiranya tidak membuat manusia semakin
jauh dari mendekatkan diri kepada-Nya. Betapa banyak orang yang berilmu tapi
semakin jauh dari petunjuk Allah.
Disini penulis akan sedikit memaparkan ayat-ayat yang menunjukan tentang
bagaimana cara untuk mendapatkan rahmat itu sendiri. Dari sekian banyak ayat-ayat
tersebu diantranya adalah:
1. Dengan cara beriman, berhijyah dan ber-jihad fi sabilillah, (2:218)
2. Menjadi muhsinin, (7:56 dan 12:56)
3. Dapat memberikan peringatan, (28:46)
4. Banyak beribadat di waktu malam dan takut kepada hari akhirat, (39:9)
5. Tidak berputus asa, (39:53)
6. Memperbanyak memanjatkan do'a, (27:19)
7. Beramal soleh, (45:30)

11
8. Menjadi shalihin, (21:75)
9. Bertaqwa dan mengimani ayat-ayat-Nya, (7:156)
10. Takut pada siksa Allah dihadapan maupun yang akan datang, (36:45)8
a. Kesimpulan
" Tuhan menciptakan seratus belas kasih pada hari Dia menciptakan langit
dan bumi, yang setiap belas kasih itu akan mengisi tempat antara langit dan bumi.
Diantaranya Dia menempatkan satu belas kasih di bumi, dengan itu seotang ibu
menjadi condong pada anaknya, dan burung-burung serta hewan-hewan menjadi
condong satu sama lainnnya, ketika hari kebangkitan tiba, Dia akan melengkapi
semua belas kasih itu dengan belas kasih (yang satu) ini.9

Pada hari kiamat setiap mahluk ingin mendapatkan rahmat, bahkan iblis
sekalipun berharap memperoleh pengampunan-Nya. Kita lihat dalam kehidupan sejak
Adam diciptakan hingga sekarang nikmat Allah selalu diberikan kepada seluruh
mahluk-Nya namun tidaklah mengurangi luasnya rahma Allah.

Rahmat Allah meliputi segala sesuatu begitupun perhatian-Nya baik yang


tanpak maupun yang tidak tanpak seakan-akan dunia ini menjadi meja besar tempat
rahmat dan pemberian Yang Maha Kuasa.

8
. Baca Muhammad Djarot Sensa, Komunikasi Qur’aniyah: Taszabbur Untuk Pensucian Jiwa,
(Bandung: Pustaka Islami, 2005). Hal. 300.
9
. Lihat lihat Sulaiman Al-Kumayi Lihat Sulaiman Al-Kumayi, 99Q Kecerdasan: Cara Meraih
Kemenangan Dan Ketenangan Hidup Lewat Penerapan 99 Nama Allah. (Jakarta: Hikmah. Cet. III.
2005). Hal.. 15. dikutit dari. Sachiko Murata, The Tao Of Islam: Kitab Rujukan Tentang Relasi Gender
Dalam Kodmologi Dan Teologi Islam, (Bandung: Mizan, 1996), hal. 275.

12