Anda di halaman 1dari 3

Nama : Rezqi Ananda Basid NIM : 1362075 Kelas : 62A/ Organizational Behaviour Kasus : Job Offers Are Won

and Lost Based on Interbiewers Perceptions of Responses to the Question What Are Your Weakness Latar Belakang Masalah Worldwide Panel LLC adalah sebuah firma riset market yang kebanjiran resume untuk empat lowongan pekerjaan di bidang penjualan dan teknologi informasi. Dengan banyaknya lamaran yang masuk maka Christopher Morrow seorang senior vice president Calabasas, Calif berekspektasi akan ada banyak lamaran yang akan mereka tolak, ketika pelamar menjawab pertanyaan tentang kelemahan yang dimiliki dengan menjawab sesuatu yang bukan kelemahannya. Hal ini terjadi karena mereka beranggapan bahwa pertanyaan tentang kelemahan seseorang merepresentasikan kebiasaan dan hal yang membuat stress selama interview dilakukan. Banyak yang salah menjawab dengan menjelaskan kelebihan karena pelamar berasumsi dengan menjawab kelebihn akan menutupi kekurangannya namun hal yang diinginkan sebenarnya sebaliknya pelamar harus bisa menjelaskan kekurangannya sehingga pewawancara langsung menolak kandidat karena tidak bisa menjelaskan dengan tepat kekurangannya. Stereotip Proses persepsi terhadap suatu penilaian menghasilkan beberapa prediksi yang berbeda, seringkali terjadi stereotip. Stereotip adalah keyakinan individu terhadap karakteristik suatu kelompok1. Stereotip berfungsi menggambarkan kondisi suatu kelompok, dan membentuk citra pada kelompok tersebut. Melalui stereotip ini kita dapat menentukan tindakan yang kira-kira sesuai terhadap kelompok tersebut. Sehingga kedua pihak dapat memperoleh sebuah titik temu dalam melakukan komunikasi. Stereotip sering menimbulkan kesalahan persepsi. Kesalahankesalahan persepsi yang umumnya sering terjadi adalah2 : a. Halo Halo effect merupakan kondisi dimana penilai membentuk kesan menyeluruh tentang objek dan kemudian menggunakan kesan-kesan itu untuk membiaskan penilaian tentang suatu objek. Contohnya apabila kita terkesan oleh seseorang, karena kepemimpinannya, sikap dan idenya atau keahliannya dalam suatu bidang, kita cenderung memperluas kesan awal kita. Bila ia baik dalam satu hal, maka seolah-olah ia pun baik dalam hal lainnya. Kesan menyeluruh itu sering kita peroleh dari kesan pertama. b. Leniency Kelonggaran (Leniency) adalah ciri pribadi yang mengarah pada individu yang secara konsisten mengevaluasi orang atau benda lain dengan cara sangat positif. c. Central Tendency Kecenderungan sentral (Central Tendency) merupakan kecenderungan untuk menghindari semuar penilaian ekstrim dan menilai orang dan benda sebagai rata-rata atau netral. d. Recency Effects
1

Kreitner, R, Kinicki, A. 2011. Organizational Behaviour. 9 th ed. Boston : McGraw-Hill 2 Kreitner, R, Kinicki, A. 2011. Organizational Behaviour. 9th ed. Boston : McGraw-Hill

Dampak langsung (Recency effects) merupakan kecenderungan untuk mengingat informasi saat ini. Jika informasi saat ini negatif, maka orang atau benda dinilai secara negatif. e. Contrast Effects Dampak yang kontras (Contrast effects) adalah kecenderungan untuk mengevaluasi orang atau benda dengan membandingkan mereka dengan ciri-ciri orang atau benda yang akhirakhir ini diamati. Persepsi Persepsi merupakan salah satu faktor psikologi yang penting karena mempengaruhi cara pandang seseorang terhadap suatu kondisi. Menurut Kreitner dan Kinicki (2011), persepsi adalah proses kognitif yang memungkinkan kita dapat menafsirkan dan memahami lingkungan sekitar kita. Efek pygmalion adalah pola berpikir yang positif terhadap suatu keadaan sedangkan efek golem adalah ekspektasi yang rendah akan keberhasilan yang menyebabkan kinerja seseorang menjadi buruk. Efek galatea adalah faktor yang lebih kat dari efek pygmalion karena efek ini merupakan gabungan kemampuan dan harapan individu yang menentukan penampilan seseorang.3 Analisis Kasus Dalam kasus ini terjadi halo effect dimana pewawancara terjebak hanya dalam satu kriteria dalam menentukan kandidat layak atau tidak untuk pekerjaan tersebut. Kriteria tentang menjelaskan kelemahan seharusnya tidak menjadi bagian yang paling penting menentukan seseorang bisa diterima, namun ada kriteria lain yang dapat menentukan seseorang seperti potensi, kualifikasi yang ideal dan kemampuan untuk memecahkan masalah dalam pekerjaan yang juga sangat penting untuk mengetahui kemampuan kandidat. Halo effect terjadi karena pewawancara hanya menggunakan informasi terbatas tentang seseorang yaitu kemampuan mengenali kelemahan yang sebenarnya masih ada informasi lain yang relevan. Stereotip juga membentuk persepsi pewawancara terhadap kandidat, seperti ketidakmampuan menjawab pertanyaan tentang kelemahan diri langsung disimpulkan pewawancara bahwa kandidat tidak mengenali dirinya sendiri. Streotip menyebabkan pewawancara melakukan penggambaran sederhana terhadap kemampuan kandidat yang seharusnya bisa dilihat dalam kerangka berpikir yang lebih luas. Stereotip kadang memiliki derajat kebenaran yang tinggi, tetapi seringkali tidak relevan dan tidak berdasar. Efek golum terjadi pada kasus ini karena pewawancara mempunyai ekspektasi yang rendah tentang keberhasilan kandidat pelamar pekerjaan sehingga akan dapat membuat kandidat yang diterima akan memilki kinerja yang buruk, karena ekspektasi negatif terjadi pada sesi wawancara pekerjaan mereka. Kesimpulan dan Saran Persepsi merupakan sebuah proses yang dijalani seseorang dalam menafsirkan dan memahami lingkungan mereka. Kesalahan pada persepsi merujuk pada fakta bahwa begitu kita
3

http://humanresources.about.com/od/managementtips/a/mgmtsecret_2.htm

membentuk suatu kesan menyeluruh mengenai seseorang, kesan yang menyeluruh ini cenderung menimbulkan efek yang kuat atas penilaian kita akan sifat-sifatnya yang spesifik sering juga disebut halo effect. Pemberian stereotip seringkali merupakan hal yang buruk atau salah, karena dalam suatu kondisi seperti proses wawancara akan menyebabkan timbulnya ketidakpastian dalam persepsi. Namun stereotip dapat berguna dalam proses pemahaman lingkungan sekitar kita. Stereotip dapat menjadi masalah ketika kandidat yang berbakat dan berkualifikasi terhambat atau secara tidak adil dianggap tidak berkualifikasi.
Pertanyaan mengenai kelemahan seharusnya juga bisa dijawab kandidat dengan jujur dan relevan sehingga pewawancara dapat benar-benar tahu tentang kandidat dan menganalisis kemampuan kandidat dalam mengatasi kelemahan sehingga dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Daftar Pustaka Kreitner, R, Kinicki, A. 2011. Organizational Behaviour. 9 th ed. Boston : McGraw-Hill