Anda di halaman 1dari 10

KOMPOR BIOMASSA 2012

BAB II DASAR TEORI

2.1 Biomassa Di Indonesia terdapat cukup banyak sumber energi alternatif yang dapat dikembangkan, baik dengan penerapan teknologi tinggi maupun teknologi sederhana. Dengan kondisi saat ini yang tidak menguntungkan, energi alternatif yang bisa dikembangkan dan ditawarkan kepada masyarakat harus murah, mudah dibuat, mudah dicari sumber bahannya. Berfikir tentang sebuah alat yang mengumpulkan dan menyimpan energi matahari, tidak menghasilkan polusi, tidak ada biaya untuk membangun, dan dapat memperbaharui dirinya sendiri di sepanjang hidupnya adalah berfikir tentang tumbuhan hijau. Tumbuhan mengambil bahan-bahan mentah dari tanah dan karbon dioksida dari atmosfer dan mengubahnya menjadi oksigen dan gula menggunakan energi sinar matahari untuk memberi tenaga pada proses tersebut. Daun, batang, dan akarnya menyimpan energi kimia dengan daya guna dan dapat dilepas ketika tanaman dibakar, mati dan membusuk atau ketika dimakan oleh hewan. Biomassa adalah keseluruhan makhluk hidup (hidup atau mati), misalnya tumbuh-tumbuhan, binatang, mikroorganisme, dan bahan organik (termasuk sampah organik), unsur utama dari biomassa adalah bermacam-macam zat kimia (molekul), yang sebagian besar mengandung atom karbon (C). Bila kita membakar biomassa, karbon tersebut dilepaskan keudara dalam bentuk Karbon Dioksida (CO2). Energi biomassa merupakan energi tertua yang telah digunakan sejak

peradaban manusia dimulai. Sampai saat inipun energi biomassa masih memegang peranan penting khususnya di daerah pedesaan. (Daryanto, 2007) Biomassa ini sangat mudah ditemukan dari aktivitas pertanian, peternakan, kehutanan, perkebunan, perikanan dan limbah-limbahnya di daerah, sehingga mudah dimanfaatkan untuk mengembangkan alternatif energi. Dari beberapa jenis bahan baku yang paling mudah dan melimpah serta tidak pernah habis adalah sampah.

LAPORAN TUGAS PERANCANGAN

KOMPOR BIOMASSA 2012


2.2 Sumber Biomassa Sumber energi biomassa adalah sumber energi yang berasal dari bahan nabati termasuk limbah yang berasal dari manusia atau hewan. Dilihat dari sumbernya, biomassa berasal dari hutan, perkebunan, lahan masyarakat (kebun campuran, tegalan, sawah dan pekarangan) dan limbah kota. Semua bahan organik yang sudah berbentuk limbah beserta turunannya yang masih memiliki sejumlah energi dapat diubah menjadi bahan bakar biomassa. Berdasarkan definisi tersebut, banyak pilihan peluang bisa ditempuh. di setiap tempat, dimana banyak dijumpai limbah organik sebagai hasil ikutan dari kegiatan industri dan pertanian. Misalnya, sekam padi, jerami, serbuk gergaji, eceng gondok, dedaunan, rerumputan, gambut, cocodust, serta sampah rumah tangga merupakan bahan baku sangat potensial untuk produksi bahan bakar biomassa.

2.3 Kayu Bakar penggunaan kayu bakar oleh rakyat Indonesia, sering dilakukan dalam rumah. Asap pembakaran dari memasak dengan kayu bakar tersebut menyebabkan banyak anggota keluarga terpaksa menghirup gas beracun karbondioksida.

Gambar 2.1 Maysarakat Memasak dengan Menggunakan Kayu Bakar

LAPORAN TUGAS PERANCANGAN

KOMPOR BIOMASSA 2012


Data Clinton Global Initiative mencatat, asap dari memasak dengan kayu bakar didalam rumah telah menyebabkan kematian pada 1,9 juta orang yang kebanyakan dialami perempuan dan anak-anak, karena setiap hari selama bertahuntahun menghirup asap dari kompor kayu di dalam rumah. Asap dari hasil memasak dengan tungku kayu telah membuat gas beracun membumbung di dalam rumah. Gas ini telah menyebabkan pneumonia pada anakanak, kanker paru-paru, bronkitis dan penyakit kardiovaskuler. Sedangkan efek lain dari memasak dengan kayu bakar adalah ikut memberikan kontribusi terhadap perubahan iklim melalui emisi karbon dioksida dan metana yang dikeluarkan. Kedua gas ini merupakan faktor utama gas rumah kaca. 2.4 Pembakaran Dalam ensiklopedi sains dan kehidupan (2003) disebutkan bahwa Pembakaran umumnya merupakan reaksi eksoterm antara suatu bahan dengan gas oksigen. Selain itu pembakaran dapat pula melibatkan gas lain seperti klorin. Penjelasan lain tentang pembakaran yakni, Pembakaran merupakan oksidasi cepat bahan bakar disertai dengan produksi panas dan cahaya. Pembakaran sempurna bahan bakar terjadi hanya jika ada pasokan oksigen yang cukup. Pembakaran spontan adalah pembakaran dimana bahan mengalami oksidasi perlahan-lahan sehingga kalor yang dihasilkan tidak dilepaskan, akan tetapi dipakai untuk menaikkan suhu bahan secara pelan-pelan sampai mencapai suhu nyala. Pembakaran sempurna adalah pembakaran dimana semua konstituen yang dapat terbakar di dalam bahan bakar membentuk gas CO2, air (H2O), dan gas SO2, sehingga tak ada lagi bahan yang dapat terbakar tersisa. 2.5 Analisis Kalor Panas atau kalor merupakan salah satu bentuk energi. Suatu benda dapat melepas kalor pada benda-benda lain dan kalor yang diterima benda lain akan sama dengan kalor yang dilepas benda tersebut. Dalam hal ini berlaku Asas Black yaitu kalor

LAPORAN TUGAS PERANCANGAN

KOMPOR BIOMASSA 2012


yang dilepas = kalor yang diterima. (Sugiasih, 2007). Kalor juga didefinisikan sebagai energi yang berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain akibat adanya perbedaan suhu. Kalor secara alamiah akan mengalir dari benda yang suhunya lebih tinggi menuju benda yang bersuhu lebih rendah. Dalam satuan SI, kalor memmpunyai satuan Joule. Joule adalah orang yang memperlihatkan dengan eksperimen bahwa bila suatu kualitas tenaga mekanis yang diubah menjadi kalor, maka kuantitas kalor yang sama selalu dikembangkan (dihasilkan). Jadi kesetaraan kalor dan kerja mekanis sebagai dua bentuk tenaga telah diperlihatkan secara pasti. Besarnya nilai kuantitas panas sangat berhubungan dengan nilai panas spesifiknya, jika kuantitas panas Q dibutuhkan untuk menghasilkan perubahan temperatur T bagi satu massa zat m, maka panas spesifiknya adalah

c=

atau Q = m.c. T ................................................................................(2.1)

Dalam SI, c memiliki satuan J/Kg K yang ekivalen dengan J/Kg.C. Selain itu satuan yang sering digunakan adalah kal/g.C, dimana 1kal//g.C=1 Btu/lb oF tepat. Perhatikan bahwa kalor jenis air, yang sama dengan 1,00 cal/g. oC, adalah besar dibandingkan terhadap kalor jenis dari kebanyakan zat. Satuan kalor yang paling enak dipakai disebut kalori dan didefinisikan sebagai sejumlah kalor yang diperlukan untuk menaikan temperatur 1 gram air sebesar 1 oC. Untuk mengukur jumlah kalor yang dipindahkan antara suatu sistem dengan sejumlah air, kita hanya memerlukan dua pengukuran, yaitu: massa air dan perubahan temperatur. 2.6 Makanisme Perpindahan Kalor Perpindahan kalor dapat dipandang sebagai perpindahan energi dari suatu daerah ke daerah lainnya, akibat perbedaan temperatur antara daerah daerah tersebut. Kalor akan selalu mengalir dari daerah yang bertemperatur tinggi ke daerah yang

LAPORAN TUGAS PERANCANGAN

KOMPOR BIOMASSA 2012


bertemperatur rendah. Aliran kalor ini akan terus terjadi selama masih terdapat

perbedaan temperatur antara dua daerah tersebut. Peristiwa ini akan berhenti bila telah tercapai keseimbangan termal. Ketika suatu ketel di letakkan di atas kompor, temperatur air akan naik. Kita bisa mengatakan bahwa kalor mengalir dari kompor ke air yang dingin. Ketika dua benda yang temperaturnya berbeda dan di letakkan saling bersentuhan, kalor akan mengalir seketika dari yang panas ke yang dingin. Aliran kalor selalu dalam arah yang cenderung menyamakan temperatur. Jika kedua benda tresebut di sentuhkan cukup lama sehingga temperatur keduanya sama, keduanya bisa di katakan dalam keadaan setimbang termal dan tidak ada lagi kalor yang mengalir di antaranya. 2.7 Temperature Temperatur adalah ukuran derajat panas suatu benda. Ukuran keadaan benda yang menentukan kecepatan benda itu menerima atau melepas kalor terhadap isoterm

sekelilingnya yang keadaannya berbeda dengan benda itu. Dalam reverensi lain menyebutkan bahwa semua keadaan

bersesuaian dari semua sistem mempunyai suatu kesamaan, yaitu semua dalam keadaan kesetimbangan termal satu sama lain. Dalam keadaan ini sistem sendiri dapat dikatakan memiliki sifat yang menjamin bahwa sistem dalam kesetimbangan termal satu sama lain. Sifat ini disebut temperatur. Temperatur sistem adalah suatu sifat yang menentukan apakah sistem dalam kesetimbangan termal dengan sistem lain. (Zemansky, 1986) Temperatur merupakan sebuah sistem dengan sebuah sifat yang pada akhirnya akan mencapai sebuah nilai yang sama seperti nilai dari sistem yang lain apabila sistem-sistem tersebut dibuat bersentuhan. Konsep ini sesuai dengan konsep pemikiran sehari-hari mengenai temperatur sebagai ukuran panas dingin sebuah sistem. Pengungkapan yang lebih formal barangkali lebih fundamental mengenai hukum ke nol yang berhubungan dengan temperatur adalah: terdapat sebuah kuantitas

LAPORAN TUGAS PERANCANGAN

10

KOMPOR BIOMASSA 2012


skalar yang dinamakan temperatur, yang merupakan sebuah sifat semua sistem termodinamika (di dalam keadaan-keadaan kesetimbangan), sehingga kesamaan temperatur adalah merupakan syarat yang perlu dan cukup untuk kesetimbangan termal. Secara bebas dapat dikatakan, sari hukum ke nol adalah: ada sebuah kuantitas yang berguna yang dinamakan temperatur. 2.8 Skala Celcius dan Skala Fahrenheit Skala temperatur celcius memakai derajat yang besarnya sama dengan temperatur gas ideal, tetapi titik nolnya digeser sehingga temperatur celcius titik tripel air ialah 0,01 derajat Celcius, atau disingkat menjadi 0,01 oC. Jadi jika T menyatakan temperatur Celcius, t(C) = (K) 273,15 ............................................................................................ (2.2)

Dengan demikian temperatur celcius ts, yaitu temperatur pada waktu uap air mengembun pada tekanan baku, ialah = 273,15 ts = s ...................................................................................................................... (2.3)

Skala Fahrenheit, yang masih digunakan dalam beberapa negara yang berbahasa inggris tidaklah digunakan di dalam bidang pekerjaan ilmiah. Hubungan diantara skala fahrenheit dan skala celcius didefinisikan sebagai:

TF = 32 +

TC........................................................................................................ (2.4)

Dalam gambar 2.2 dapat dibandingkan skala-skala Kelvin, Celcius dan Fahrenheit.

LAPORAN TUGAS PERANCANGAN

11

KOMPOR BIOMASSA 2012

Gambar 2.2 Skala Kelvin, Celcius dan Fahrenheit 2.9 Perpindahan Kalor Perpindahan panas dapat didefinisikan sebagai berpindahnya energi dari satu daerah ke daerah lain sebagai akibat dari perbedaan suhu antara daerahdaerah lain. Perpindahan panas dibedakan atas konduksi, konveksi dan radiasi. 1. Konduksi Konduksi adalah perpindahan kalor melalui suatu bahan, yang tidak disertai perpindahan bahan itu. Proses hantaran kalor ini disebabkan oleh molekulmolekul yang suhunya lebih tinggi akan bergetar lebih cepat dan membentur molekul-molekul lain yang suhunya lebih rendah. Benturan tersebut mengakibatkan molekul-molekul disekitarnya juga bergetar lebih cepat sehingga akhirnya semua molekul bahan bergetar cepat dan suhunya naik. Kecepatan perpindahan kalor bergantung pada panjang, luas penampang, suhu dan jenis bahan.

LAPORAN TUGAS PERANCANGAN

12

KOMPOR BIOMASSA 2012


Sebuah benda dengan luas penampang A dan tebal L, Suhu kedua permukaan T1 dan T2 sehingga perbedaan suhu diantara kedua permukaan adalah T = T1 - T2. Besaran (T1 - T2) / L disebut gradien suhu. Gradien suhu adalah perubahan suhu terhadap jarak. Jumlah kalor yang berpindah dari permukaan 1 ke permukaan 2 dalam waktu t adalah:

=kA

..........................................................................................................(2.5)

K adalah tetapan perbandingan dan bergantung pada zat; disebut koefisien konduktifitas termal. 1 kal/s.cm. C = 418,4 W/m.K dan1Btu.in/h.ft2.F = 0,144W/m.K. Sebuah batang logam jika dibentuk sebagai batang dan salah satu ujungnya dipanaskan secara listrik sedangkan ujung yang lain didinginkan dengan aliran air, maka permukaan batang tersebut termal dan kalor yang hilang melalui penyekat dapat dihitung dengan mengurangi laju kalor yang memasuki air dari laju energi listrik yang diberikan. Temperaturnya bisa diukur dengan memakai termokopel yang sesuai, dengan dua tempat yang berjarak L, dan persamaanya adalah: K= Q ..................................................................................................(2.6)

Dipakai untuk menentukan konduktifitas termal rata-rata dalam daerah temperatur tertentu. Jika 1 2 kecil, K praktis sama dengan konduktifitas termal pada temperatur rata-ratanya. K mempunyai satuan W/m.K. 2. Konveksi Konveksi adalah proses perpindahan panas disertai perpindahan molekul zat akibat perbedaan massa jenis. Misalnya, air dipanaskan akan memuai sehingga massanya lebih kecil, akibatnya air yang panas tadi mengalir dan tempatnya akan diisi

LAPORAN TUGAS PERANCANGAN

13

KOMPOR BIOMASSA 2012


oleh air yang lebih dingin karena massa jenisnya lebih besar. Konveksi dapat terjadi pada fluida (zat alir) baik zat cair maupun gas. Contoh konveksi antara lain terjadinya angin darat (malam hari), angin laut (siang hari), dan aliran udara dalm ruang yang berventilasi. Konveksi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu konveksi paksaan (forced convection) dan konveksi alamiah (natural convection). Jika suatu bahan yang dipanaskan dipaksa bergerak dengan alat peniup atau pompa, prosesnya disebut konveksi paksaan. Sedangkan jika bahan itu mengalir akibat perbedaan rapat massa, prosesnya disebut konveksi alamiah atau konveksi bebas. Secara sederhana besarnya panas yang dialirkan dirumuskan seperti dibawah ini: H = h . A . T ......................................................................................................... (2.7) Dimana h = koefisien konveksi, dengan satuan watt/m2.oC; dan A = luas permukaan dimana konveksi terjadi. Dengan kata lain, besarnya panas yang dialirkan per satuan waktu tergantung pada luasan permukaan, selisih suhu, dan juga koefisien konveksi zat tersebut yang menjadi kekhasan suatu zat. Karena sifat fisis fluida bergantung pada temperatur dan tekanan, jelas bahwa perhitungan ketat koefisien konveksi yang cocok dengan dinding tertentu serta fluidanya merupakan masalah yang cukup rumit. Hanya baru-baru ini saja pemecahan masalah ini, yang cukup baik dan praktis, telah tercapai dengan analisis demonsional. Analisis yang menghasilkan ungkapan untuk h bersifat fisis, kecepatan fluida, serta tetapan serta eksponen yang belum diketahui. 3. Radiasi Radiasi adalah cara energi termal berpindah dalam vakum dan ruangan kosong diantara molekul-molekul. Radiasi adalah peristiwa gelombang

elektromagnetik. (Bueche, 1998) Radiasi dimaksudkan ialah pancaran (emisi) energi terus menerus dari permukaan semua benda. Energi ini dinamakan energi radian dan

LAPORAN TUGAS PERANCANGAN

14

KOMPOR BIOMASSA 2012


dalam bentuk gelombang elektromaknet. Gelombang ini bergerak secara cepat dengan kecepatan cahaya dan dapat melewati ruang hampa, dan juga melalui udara. Kalau terhalang oleh suatu benda yang tidak dapat dilaluinya, misal telapak tangan atau dinding kamar, gelombang itu akan diserapnya. 2.10 Laju Perpindahan Panas Kalor selalu berpindah dari zat yang lebih tinggi suhunya, menuju ke zat yang lebih rendah suhunya. Perpindahan panas dapat didefinisikan sebagai berpindahnya suatu energi dari suatu daerah lainnya akibat dari beda suhu antara daerah daerah tersebut. Dengan sains modern dijelaskan bahwa air akan mengalir dari daerah yang mempunyai muka air tanah tinggi (high water table) menuju daerah dengan muka air tanah yang rendah (low water table).

LAPORAN TUGAS PERANCANGAN

15