Anda di halaman 1dari 3

Pengaruh Pemberian Ekstrak Kulit Buah Manggis Secara Peroral Terhadap Penyembuhan Luka Pasca Pencabutan Gigi Tikus

Wistar Diabetes Ditinjau Secara Histologi Penderita diabetes mellitus dewasa ini terus meningkat seiring dengan meningkatnya tingkat kemakmuran dan berubahnya gaya hidup. Menurut WHO (World Health Organization) tahun 2003 terdapat lebih dari 200 juta orang dengan penderita diabetes mellitus di dunia. Angka ini akan bertambah menjadi 333 juta orang ditahun 2025. Negara berkembang seperti Indonesia menempati urutan ke 4 jumlah penderita diabetes mellitus di dunia setelah India, Cina dan Amerika Serikat. Pada tahun 2000 di Indonesia terdapat 8,4 juta pengidap penyakit diabetes mellitus dan diperkirakan akan menjadi 21,3 juta pada tahun 2030 (Soegondo, dkk., 2009). Diabetes mellitus disebabkan karena kekurangan hormon insulin yang berfungsi memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi dan mensintesa lemak (Ditjen Bina Farmasi dan Alkes, 2005; Syamsudin, et al., 2010). Kondisi sel epitel dan mukosa pada penderita DM mengalami peningkatan adhesi terhadap beberapa mikroorganisme patogen seperti Candida albicans di mulut (Leonhardt & Heymann, 2003). Selain itu penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa terjadi abnormalitas sistem imun pada penderita DM sehingga berakibat meningkatnya kejadian infeksi (Shah & Hux, 2003). Studi mengenai diabetes yang menunjukkan mekanisme kegagalan dalam penyembuhan luka, diantaranya penderita diabetes mengalami imunosuppressan dimana tubuh mereka lebih rentan terhadap infeksi sehingga mudah terkena infeksi meskipun oleh flora normal tubuh. Selain itu, penderita diabetes juga mengalami gangguan dalam proses vaskularisasi. Menurunnya proses vaskularisasi tersebut menyebabkan hipoksia yang menginduksi kegagalan dalam penyembuhan luka. Hipoksia menginisiasi reaksi inflamasi dan meningkatkan oxidant radikal bebas yang menyebabkan terjadinya penyembuhan luka yang tertunda (Abiko, 2010). Dr. Brian Mealey dalam Journal Periodontology (1999) mengatakan bahwa penderita diabetes sering terjadi penyembuhan luka yang lama. Penyembuhan luka terhambat diakibatkan oleh perubahan aktivitas seluler yang menimbulkan kerentanan jaringan, penurunan sintesis kolagen, peningkatan produksi kolagenase dan peningkatan glikolasi kolagen didaerah pinggiran luka dan mengakibatkan penurunan solubelitas dan penundaan remodeling. Ekstraksi gigi atau pencabutan gigi menimbulkan luka trauma pada socket gigi dan akan mengalami proses penyembuhan secara fisiologis. Pembuluh darah pada area luka tersebut akan melakukan fungsi hemostatis dengan cara vasokonstriksi dan sekresi faktor-faktor pembekuan darah untuk pembentukan blood clot. Setelah blood clot terbentuk, maka fase inflamasi akan segera dimulai. Pada fase inflamasi ini terjadi pengeluaran berbagai mediator inflamasi yang menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah sehingga terjadi peningkatan permeabilitas kapiler (Price SA, Wilson LM, 2005) Ekstraksi gigi pada pasien dengan kelainan penyakit sistemik membutuhkan pertimbangan yang serius dari beberapa aspek tindakan dan reaksi. Pasien dengan penyakit diabetes mellitus memiliki resiko lebih tinggi dalam ekstraksi gigi. Berdasarkan alasan itulah penderitadiabetes melitus disarankan untuk menunda pencabutan gigi apabila kadar gula darahdalam tubuhnya masih tinggi atau belum terkontrol. Akibat yang ditimbulkan bila pencabutan gigi dilakukan pada saat kadargula darah tinggi antara lain : (1) Terjadinya infeksi pasca pencabutan pada daerah bekas pencabutan.

(2) Terjadinya sepsis atau peningkatan jumlah bakteri dalam darah. (3) Terjadinya perdarahan yang terus menerus akibat infeksi pascapencabutan. Hingga saat ini penyembuhan luka mukosa oral pada penderita diabetes tersebut hanya diberikan terapi insulin sistemik, penghilang rasa sakit seperti pemberian analgesik atau NSAID dan petrolatum (vaselin) atau salep untuk memberikan pelumas pada luka tersebut untuk memberikan rasa nyaman, akan tetapi obat tersebut tidak memiliki efek penyembuhan yang berarti (Fragiskos, 2007). Manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan salah satu tanaman buah asli Indonesia yang mempunyai potensi ekspor sangat besar. Tanaman ini mendapat julukan ratunya buah (queen of fruit) karena keistimewaan dan kelezatannya. Julukan lain untuk buah manggis adalah nectar of ambrosia, golden apple of hesperides, dan finest in the world. (Balai Penelitian Tanaman Buah, 2006). Kulit buah manggis yang dikategorikan sebagai limbah, mengandung 62,05% air, 1,01% abu, 0,63% lemak, 0,71% protein, 1,17% gula dan 35,61% karbohidrat. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan kulit buah manggis kaya akan antioksidan terutama antosianin, xanthone, tannin dan asam fenolat yang berguna sebagai anti diabetes, anti peradangan, hepatoprotektif, meningkatkan kekebalan tubuh, anti bakteri, anti fungi, antiplasmodial dan aktivitas sitotoksik (Permana, 2010) Berdasarkan penelitian kulit buah manggis memiliki efek antihiperglikemia terhadap hewan coba yang diinduksi sukrosa. Aktivitas antimikroba mencegah terjadinya infeksi sekunder pada daerah luka yang berpengaruh pada proses penyembuhan. Aktivitas antioksidan akan menghambat produksi NO yang berperan dalam terjadinya kerusakan jaringan (Huang et al., 2012). Aktivitas antimikroba dan antioksidan ini akan meningkatkan respon imun tubuh penderita diabetes mengalami imunosuppressan sehingga proses penyembuhan dapat berjalan lebih baik. Sedangkan aktivitas antiinflamasi akan mengurangi eksudat inflamasi akut dan menstimulasi aktivasi limfosit T dan makrofag (Miranda et al, 2012). Sel limfosit T yang teraktivasi ini akan mensekresi limfokin sehingga dapat mengaktifkan lebih banyak makrofag pada daerah luka (Vaghasiya, J.,dkk, 2010) Makrofag mensekresi growth factor yang akan menstimulasi lebih banyak fibroblas untuk mensintesis kolagen serta meningkatkan proliferasi pembuluh darah kapiler (Diegelmann RF, Evans MC, 2004) Berdasarkan latar belakang diatas, maka perlu dilakukan penelitian mengenai peran kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) dalam mempercepat proses penyembuhan luka pasca ekstraksi gigi penderita diabetes.