Anda di halaman 1dari 17

FOBIA

I. PENDAHULUAN
Rasa takut merupakan reaksi manusiawi yang secara biologis

merupakan mekanisme perlindungan bagi seseorang pada saat menghadapi bahaya. Ketakutan adalah emosi yang muncul pada saat orang menghadapi suatu ancaman yang membahayakan hidup atau salah satu bidang kehidupan tertentu. Ketakutan biasa disebut dengan tanda peringatan terhadap hidup, peringatan agar berhenti, melihat atau mendengarkan. Setiap manusia dihadapkan pada peringatan serta ancaman yang sangat menuntut perhatian. Rasa takut betul-betul memperlambat dan mengendalikan sejumlah besar emosi psikosomatis. Salah satu tujuan dari pengendalian adalah untuk membantu seseorang untuk menghindarkan diri dari bahaya dan mengatasinya. Bila seseorang diliputi rasa takut, kebahagiaan maupun sukses kita terancam, orang itu sering mengalami rasa nyeri pada perut, telapak tangan berkeringat, jantung berdenyut kencang, malas bergerak, gagap bicara dan lain sebagainya. Pada saat menghadapi bahaya tertentu orang merasa takut dan tingkat ketakutan itu biasanya sebanding dengan besar-kecilnya bahaya. Tetapi kenyataan menunjukkan bahwa penyebab obyekti dari rasa takut itu justru dilupakan seseorang, sehingga reaksinya terasa lebih berat, lebih cepat dan lalu menimbulkan kepanikan. Rasa takut yang sedemikian hebat ini sangat tidak sebanding dengan penyebabnya. !nilah reaksi neurotik murni. Ketakutan inilah yang kita sebut dengan obia." #obia adalah kecemasan luar biasa, yang terus menerus dan tidak realistis, sebagai respon terhadap keadaan eksternal tertentu. Penderita biasanya menghindari keadaan-keadaan yang bisa memicu terjadinya kecemasan atau menjalaninya dengan penuh tekanan. Penderita menyadari 1

bahwa kecemasan yang timbul adalah berlebihan dan karena mereka sadar bahwa kecemasan yang timbul adalah kelebihan dan karena itu mereka sadar bahwa memiliki masalah.$

II.
A.

PEMBAHASAN
%&#!'!S! #(B!) #obia adalah rasa takut yang kuat dan menetap serta tidak sesuai

dengan stimulus, tidak rasional bahkan bagi penderita sendiri, yang menyebabkan penghindaran objek maupun situasi yang ditakuti tersebut. )pabila cukup menimbulkan penderitaan dan ketidakmampuan maka disebut sebagai gangguan obia. Rasa takut yang umum, ringan, sering muncul, tetapi bersi at sementara *misal, takut pada kegelapan, ketinggian, ular+ tidak didiagnosis sebagai obia. #obia dapat menjadi lebih parah dan dapat berkurang hingga berbulan-bulan atau bertahun-tahun walaupun dapat menghilang secara tiba-tiba. )kan tetapi, pada kasus berat, obia dapat berlanjut terus hingga puluhan tahun dan secara perlahan berubah menjadi gangguan depresi. Rasa takut pada obia dapat menyeluruh pada tahap perkembangannya *misal, takut pada toko, digeneralisasikan dengan takut pada jalan di depan toko, kemudian digeneralisasi lagi menjadi takut pada seluruh areal perbelanjaan+., #obia juga dide inisikan timbulnya rasa kecemasan yang berlebihan ketika seseorang terpapar oleh situasi spesi ik atau objek atau ketika berusaha mengantisipasi paparan situasi maupun objek. %erajat tingkat penghindaran membantu dalam menentukan tingkat beratnya gangguan. -angguan obia menjadi , kelompok utama yaitu obia spesi ik, agro obia, dan social obia. %S.-!/-TR menekankan bahwa kemungkinan serangan panik dapat dan sering terjadi pada pasien dengan obia spesi ik dan obia social, tetapi serangan panic diperkirakan mungkin terjadi pada serangan pertama. Kebanyakan serangan panik tidak beragam terhadap paparan stimulus obia atau antisipasi pada orang yang punya kemungkinan untuk 2

itu. Seseorang dengan obia dide inisikan sebagai terhadap mereka yang menghindari stimulus obia, beberapa diantara mereka memiliki masalah besar untuk menghindari situasi yang menyebabkan kecemasan. %isamping itu untuk menghindari stresor dari stimulus obia, banyak orang obia memiliki gangguan substance-related, terutama seperti penggunaan alcohol. 0ebih lanjut, diperkirakan " dari , pasien social obia memiliki gangguan depresi mayor.",1,2

B.

&P!%&.!(0(-! -angguan obia sering terjadi pada masyarakat umum. Sur3ei

epidemiologi terbaru. .emperkirakan angka kejadian dalam setahun dan pre3alensi seumur hidup, berturut-turut4 obia spesi ik52.26 dan "".,67 obia sosial51.26 dan ",.,67 dan agoraphobia5$.,6 dan 8.96. :anita memiliki kemungkinan ".2;$ kali lebih besar dibanding laki-laki. (nset obia terjadi ketika masa kanak-kanak, remaja hingga dewasa, dan perjalanan obia yang terjadi hingga dewasa adalah kronik dan seumur hidup.8

<.

P&'--(0('-)' ". )gora obia )gora obia tanpa riwayat gangguan panik. #obia multiple disertai an=ietas kronis terutama rasa takut akan ruangan terbuka dan>atau tertutup, tempat yang tidak dikenal, kesendirian, dan yang lebih umum adalah kehilangan rasa aman. Beragam rasa takut dan hipokondriasis dapat muncul juga, demikian pula beberapa gejala lain termasuk pingsan, pikiran obsesi , depersonalisasi *merasa dirinya tidak nyata, terpisah+, dan derealisasi *merasa sekelilingnya tidak nyata+. %epresi merupakan hal yang la?im muncul, dan hal ini paling banyak menimbulkan ketidakmampuan pada pasien 3 gangguan obia.

-angguan panic dengan agoraphobia. #obia tipe ini mugkin merupakan bagian dari gangguan panic karena kebanyakan pasien agoraphobia pada umumnya memiliki serangan panic. Pasien dengan kombinasi ini secara khas mengembangkan agoraphobia sebagai perluasan dari gangguan panic, missal, serangan panic yang tidak terduga menyebabkan mereka menghindari tempat umum karena takut mengalami serangan *ansietas antisipatorik+ yang kemudian akan mendorong perilaku panic *penghindaran obik+. Kombinasiini bahkan lebih menimbulkan ketidakmampuan daripada agoraphobia itu sendiri, dan umumnya berkembang pada usia $@-an *perempuan 4 laki-laki A $ 4 "+. #aktor genetic serupa dengan gangguan panic *"@6 atau lebih tampak pada keluarga dan derajat pertama+., $. #obia Sosial Perasaan takut akan diperhatikan dengan seksama oleh orang lain ketika berbicara didepan umum, ketika menggunakan kamar mandi umum, dsb. Khususnya dimulai pada usia remaja dan ditemukan pada ,-16 populasi *perempuan4laki-laki $4"+. Beberapa pasien terganggu dengan akti3itas social yang spesi ik dan terbatas, sedangkan yang lain menderita akibat pajanan social apapun. <emas menyeluruh yang jelas. Bmumnya terdapat pada kasus yang parah. Pasien mengendalikan rasa takutnya dengan cara menghindar, dapat menimbulkan hendaya social. Pada beberapa kasus dihubungkan dengan penyalahgunaan ?at dan depresi., ,. #obia Spesi ik .ono obia terhadap binatang, badai, ketinggian darah, jarum dsb. Biasanya dimulai pada masa kecil, ditemukan pada "@6 atau lebih pada populasi *lebih banyak pada wanita+, dan memiliki beberapa gejala atau sindrom terkait., 4

Beberapa jenis obia spesi ik1 4 - )crophobia - ailurophobia - hydrophobia - claustrophobia - cynophobia - mysophobia kuman - pyrophobia - =enophobia - ?oophobia %. )SP&K %!').!K) #(B!) Beberapa pendapat mengenai terjadinya obia 4 Trauma dan stress 4 Suatu trauma yang mendadak dapat diikuti terjadinya obia 4 Ketakutan terhadap api 4 Ketakutan terhadap orang asing 4 Ketakutan terhadap hewan 4 Ketakutan terhadap ketinggian 4 Ketakutan terhadap kucing 4 Ketakutan terhadap air 4 Ketakutan terhadap tempat sempit 4 Ketakutan terhadap anjing 4 Ketakutan terhadap kotoran dan

terhadap objek yang berhubungan dengan kejadian tersebut. )da waktu tenggang Cthe lag phaseD dari beberapa hari sampai permulaan gangguan obik, yang kemudian akan berkembang dengan intensitas penuh. Tidaklah begitu jelas apa yang terjadi selama waktu senggang tersebut, kemungkinan selama periode tersebut pasien mengulang trauma tersebut di dalam pikirannya dan membangun asosiasi emosi yang meningkat dan akhirnya emosi tersebut menjadi pelatuk terjadinya obia.9 .odelling peneladanan 4 <ara ini kadang-kadang mempengaruhi terbentuknys obis.

Banyak anak-anak mendapat obia menetap karena tingkah laku orang 5

tuanya. Pasien agoraphobia sering mempunyai saudara dekat yang menderita agoraphobia, walau sebagian besar agoraphobia tidak semuanya mempunyai saudara yang agoraphobia. Pengalaman dari cara teladan orang lain jelas ada tetapi bukanlah sebagai peran utama dalam pembentukan obia.9 )sosiasi sensorik 4 )sosiasi sensorik berperan penting dalam seleksi atau pemilihan objek obik. Eika ada suatu ketakutan hebat yang terjadi dalam suatu keadaan sensorik khusus, maka cenderung untuk tampil kembali di kemudian haripada situasi-situasi yang mirip. %ari sudut psikoanalitik, #reud membahas adanya asosiasi sensorik, ini sering terdapat pada agoraphobia, dan ternyata ketakutan yang timbul adalah pengulangan atau repetisi suatu serangan mendadak dalam kondisi khusus yang ia anggap bahwa ia tidak akan sanggup meloloskan diri dari situasi tersebut. 9

Simbolisasi pada obia 4 #obia mengikat dan memusatkan kecemasan mengambang * ree loating an=iety+ kepada simbolik objek yang dapat dan enak dipakai, dan mudah dihindari, hal ini melindungi pasien dari kecemasan yang lebih hebat. 9

&.

-).B)R)' K0!'!S Pasien mengalami rasa cemas dan panik yang terkait dengan objek, kegiatan atau situasi yang spesi ik. tempat ramai7 sedangkan agoraphobia Pada obia sosial ocus okus takutnya ialah dari takutnya itu ialah pada peristiwa dipermalukan seseorang di ketidakmampuan untuk melarikan diri. #obia spesi ik ialah rasa takut yang tak sesuai kenyataan terhadap stimuli spesi ik seperti laba-laba, 6

ular, hewan, tempat tinggi, halilintar, penyakit, cedera, kesendirian, kematian, dan ketularan penyakit. -ejala obik dapat disebabkan oleh intoksikasi stimulansia atau halusinogen, dan jarang oleh sebab organic, seperti tumor otak kecil atau serebro3askular. Penyebab tersebut biasanya dapat dikenali dengan melakukan pemeriksaan isik dan laboratorium. Pasien ski?o renia mungkin mengidap rasa takut akibat waham tentang suatu ransangan yang spesi ik, tetapi mereka tidak menyadari bahwa rasa takut itu sebenarnya tidak berdasarkan kenyataan, dan mereka biasanya menunjukkan gejala ski?o renia lainnya. Kecemasan hebat pada seorang pasien dengan obia dapat

mengakibatkan gejala aali, juga psikologik. .ani estasi kecemasan itu termasuk gelisah, diare, pusing, palpitasi, hiperhidrosis, tremor, sinkope, takikardia, dan gejala pada air seni. Beberapa pasien menunjukkan perilaku yang justru bertentangan terhadap obianya itu, misalnya dengan sengaja mencari rengsangan yang menimbulkan rasa takut itu dan dihadapi secara berulang dalam usaha untuk mengatasi rasa takutnya.F

#.

%!)-'(S!S Kriteria diagnostik %S.-!/ untuk #obia adalah sebagai berikut 4 Kriteria diagnosis DSM-IV untuk Agarophobia :

Kode gangguan tertentu untuk Agoraphobia (300. 21 Gangguan panik misalnya dengan Agoraphobia atau 300.22 Agoraphobia tanpa riwayat gangguan panik). 1. Kecemasan tentang berada di tempat atau situasi di mana melarikan diri mungkin sulit (atau memalukan) atau di mana bantuan mungkin tidak tersedia dalam peristiwa mengalami 7

serangan panik tak terduga atau situasional cenderung panik atau ge ala seperti. Agoraphobia takut biasanya melibatkan kelompok karakteristik situasi yang meliputi berada di luar rumah sa a! berada di kerumunan atau berdiri di baris" berada di sebuah embatan! dan bepergian dalam" kereta mobil bus" atau. #atatan! mempertimbangkan diagnosis $hobia khusus ika penghindaran terbatas pada satu atau hanya beberapa situasi tertentu atau %obia &osial ika penghindaran terbatas pada situasi sosial. 2. &ituasi dihindari (misalnya per alanan dibatasi) atau yang lain yang mengalami kesusahan dengan ditandai atau dengan kecemasan tentang memiliki serangan panik atau panik seperti ge ala" atau memerlukan kehadiran pendamping. 3. Kecemasan atau penghindaran 'obia ini tidak lebih baik di elaskan oleh gangguan mental lain" seperti 'obia sosial (misalnya penghindaran terbatas pada situasi sosial karena takut malu)" 'obia spesi'ik (penghindaran terbatas pada satu situasi seperti misalnya ele(ator)" kotoran )bsesi' pada Kompulsi' stress *isorder dengan *isorder $emisahan (menghindari tentang (penghindaran (ega(oidance seseorang obsesi

pencemaran)" parah) atau

$osttraumatic Gangguan

misalnya rangsangan yang berhubungan dengan stressor yang Kecemasan meninggalkan rumah atau kerabat).

Kriteria diagnosis DSM-IV untuk 300.22 Agoraphobia tanpa riwayat gangguan panik : ". Kehadiran )goraphobia terkait dengan takut gejala panik seperti berkembang *misalnya pusing atau diare+. 8

$. Kriteria tidak pernah bertemu untuk Panic %isorder. ,. -angguan tidak disebabkan oleh e ek isiologis langsung dari suatu ?at *misalnya penyalahgunaan obat, obat+ atau kondisi medis umum. 1. Eika kondisi medis umum terkait hadir, ketakutan dijelaskan dalam kriteria ) jelas lebih dari yang biasanya berhubungan dengan kondisi. ingkasan DSM-IV kriteria diagnostik 300.0! "ani# Disorder tanpa

Agoraphobia dan 300.2! "ani# Disorder dengan Agoraphobia ". Kedua *"+ dan *$+ Berulang Panic )ttacks tak terduga Setidaknya salah satu serangan telah diikuti oleh setidaknya satu bulan sebagai berikut4 o Persistent keprihatinan tentang memiliki serangan tambahan o Khawatir tentang implikasi dari serangan atau konsekuensinya *misalnya kehilangan kontrol, mengalami serangan jantung, atau gila+ o Perubahan yang signi ikan dalam perilaku yang berhubungan dengan serangan $. Kriteria ini berbeda untuk Panic %isorder dengan dan tanpa )goraphobia sebagai berikut4 Bntuk ,@@,$" Panic %isorder dengan agoraphobia4 kehadiran )goraphobia. Bntuk ,@@,@" Panic %isorder tanpa )goraphobia4 tidak adanya )goraphobia. ,. Serangan panik bukan karena e ek isiologis langsung dari suatu ?at *misalnya penyalahgunaan obat, pengobatan+ atau kondisi medis umum *misalnya hipertiroidisme+. 1. Serangan panik tidak lebih baik dijelaskan oleh gangguan mental lain, seperti obia sosial *misalnya terjadi pada paparan takut situasi sosial+, Phobia khusus, *misalnya pada paparan situasi obia+, (bsesi Kompulsi 9

%isorder *misalnya pada paparan kotoran di seseorang dengan obsesi tentang pencemaran+, Posttraumatic stress %isorder, *misalnya dalam menanggapi rangsangan yang berhubungan dengan stres yang parah+, atau pemisahan )n=iety %isorder *misalnya dalam menanggapi berada jauh dari rumah dan kerabat dekat+. DSM-IV kriteria diagnostik 300.23 $obia Sosia% : ". Sebuah ketakutan ditandai dan gigih dari satu atau lebih situasi sosial atau kinerja di mana orang tersebut terkena orang asing atau pengawasan yang mungkin oleh orang lain. !ndi3idu kekhawatiran bahwa ia akan bertindak dengan cara *atau menunjukkan gejala kecemasan+ yang akan memalukan atau memalukan. <atatan4 Pada anak-anak, harus ada bukti dari kapasitas sesuai dengan usia hubungan sosial dengan orang-orang akrab dan kecemasan harus terjadi pada pengaturan sebaya, tidak hanya dalam interaksi dengan orang dewasa. $. Paparan terikat situasi atau sosial ditakuti hampir selalu mempro3okasi anak-anak, mengamuk,

kecemasan, yang dapat mengambil bentuk Panic )ttack situasional situasional dapat cenderung. <atatan4 Pada kecemasan asing. ,. (rang mengakui bahwa rasa takut berlebihan atau tidak masuk akal. <atatan4 Pada anak-anak, itur ini mungkin tidak ada. 1. Situasi sosial atau kinerja takut dihindari atau yang lain yang mengalami kecemasan intens atau distress. 2. Penghindaran, antisipasi cemas, atau tekanan dalam situasi sosial atau kinerja takut mengganggu secara signi ikan dengan rutinitas normal seseorang, ungsi pekerjaan, atau kegiatan sosial atau hubungan, atau ada ditandai marabahaya tentang memiliki obia. 10 dinyatakan dengan menangis,

pembekuan, atau menyusut dari situasi sosial dengan orang-orang

8. Pada indi3idu di bawah usia "F tahun, durasi minimal 8 bulan. 9. Ketakutan atau penghindaran tidak disebabkan oleh e ek isiologis

langsung dari suatu ?at *misalnya, penyalahgunaan obat, obat+ atau kondisi medis umum dan tidak lebih baik dijelaskan oleh gangguan mental lain *misalnya, Panic %isorder %engan atau Tanpa )goraphobia , Pemisahan )n=iety %isorder, tubuh dismor ik %isorder, sebuah %isorder Perkembangan Per3asi , atau Schi?oid Personality %isorder+. F. Eika kondisi medis umum atau gangguan mental lain hadir, ketakutan dalam Kriteria ) tidak berhubungan dengan itu, misalnya, rasa takut ini bukan dari -agap, gemetar dalam penyakit Parkinson, atau menunjukkan perilaku makan abnormal pada )nore=ia ner3osa atau Bulimia 'er3osa. %itetapkan jika4 Secara umum4 jika ketakutan termasuk situasi yang paling sosial, juga mempertimbangkan diagnosis tambahan )3oidant Personality %isorder. DSM-IV kriteria untuk 300.2& Spesi'ik 'obia : ". %itandai takut dan gigih yang berlebihan atau tidak masuk akal, cued oleh kehadiran atau antisipasi suatu objek atau situasi tertentu *misalnya terbang, ketinggian, binatang, menerima suntikan, melihat darah+ $. Paparan terhadap stimulus obia hampir selalu mempro3okasi respon kecemasan langsung, yang dapat mengambil bentuk serangan panik situasional terikat atau situasional pra dibuang. <atatan4 pada anakanak, kecemasan dapat dinyatakan dengan menangis, mengamuk, pembekuan atau menempel. ,. (rang mengakui bahwa rasa takut yang berlebihan dan tidak masuk akal. <atatan4 pada anak-anak itur ini mungkin tidak ada. 11

1. Situasi obia dihindari atau bertahan dengan kecemasan intens atau distress. 2. Penghindaran, antisipasi cemas, atau tekanan dalam situasi yang ditakuti mengganggu secara signi ikan dengan rutinitas seseorang, pekerjaan *atau akademik+ ber ungsi, atau kegiatan sosial atau hubungan atau ada marabahaya ditandai tentang memiliki obia. 8. Pada indi3idu di bawah usia "F tahun durasi minimal 8 bulan. 9. Serangan panik kecemasan atau penghindaran obia yang

berhubungan dengan objek tertentu atau situasi yang tidak lebih baik dijelaskan oleh kelainan mental seperti (<% *misalnya takut kotoran pada seseorang dengan obsesi tentang pencemaran+, posting obia gangguan stres traumatik *misalnya menghindari sekolah+ , riwayat gangguan panik+. $ro( A(eri#an "sy#hiatri# Asso#iation 4 Diagnosti# and Statisti#a% Manua% o' Menta% Disordered) *th edition) +ashington) D, !&&*.& .enurut buku PP%-E-!!! diagnosis terhadap gangguan an=ietas obia dibagi menjadi , kelompok utama yaitu agoraphobia dengan kode diagnosis #1@.@ yang dibagi menjadi $ kode diagnosis #1@.@@ untuk agora obia tanpa gangguan panic, #1@.@" untuk kode diagnosis agoraphobia dengan gangguan panik, obia sosial dengan kode diagnosis #1@.", dan #obia khas dengan kode diagnosis #1@.$. "@ -. %!)-'(S!S B)'%!'-angguan obik kadang sulit dibedakan dari gangguan obsesi kompulsi , pasien mengidap sebuah pikiran yang obsesi an=ietasnya.F G. P&')T)0)KS)'))' 12 tentang stimulusnya, lalu menimbulkan perilaku kompulsi untuk meringankan

sosial, gangguan panik dengan agora obia atau agoraphobia tanpa

". Terapi kogniti -perilaku, Terapi ini amat penting pada ketiga tipe obia. Kunci pengobatan adalah dilakukan pemajanan pada objek atau situasi yang ditakuti disertai dengan pembalikan dari kepercayaan *kognisi+ bahwa sesuatu yang menakutkan dan tidak diharapkan akan terjadi di masa datang. Desensitisasi siste(atik *dengan inhibisi respirokal+ menggunakan hirarki bertingkat dalam pemberian stimulus yang menakutkan, dimulai dari yang kurang ditakuti hingga yang paling ditakuti, melatih pasien meningkatkan keberaniannya untuk menghadapi objek yang ditakuti. Pada teknik pembanjiran * '%ooding+ pasien menghadapi objek atau situasi ditakuti secara langsung. Sedangkan pada teknik pemberondongan *i(p%osion+, pemajanan berupa ide dari objek yang ditakuti atau gambaran jelas mengenai konsekuensi buruk yang akan terjadi dari objek atau situasi tersebut. Penatalaksanaan seperti ini mungkin membutuhkan *atau dapat ditingkatkan dengan+ terapi suporti atau obat ansietas. $. Terapi #armakologi9 a. Ben?odia?epine & ekti menurunkan Canticipatory mengontrol an=ietas an=ietyD. dan yang %engan mengobati menyeluruh demikian an=ietas. dan (bat ini dan

mengurangi

memodi ikasi

mencegah serangan panic. b. )ntidepresi Trisiklik (bat ini menolong untuk menghambat serangan panic yang datangnya secara spontan dan berguna pula untuk mengurangi tingkatan dari an=ietas. Tetapi belum diketahui secara pasti apakah ini hasil dari e ek antidepresi atau memang karena memiliki e ek spesi ik pada gangguan panic dan agoraphobia. -olongan trisiklik 13

yang

kelihatannya

paling

e ekti

adalah

!mipramine

dan

<omipramine, dalam dosis 2@-"@@ mg sehari. c. !nhibitor .onoamine (ksidase (bat ini e ekti untuk mengatasi serangan panic dan

agoraphobia. Tetapi penggunaan obat ini sebaiknya ditangani oleh orang yang ahli yang dapat memberikan nasihat sebelum memulai pengobatan dengan obat ini.

,. Terapi lainnya9 a. Relaksasi !ni dengan mudah dapat dipelajari melalui pita-pita rekaman atau dalam session terapeutik. Teknik yang umumnya dipakai adalah relaksasi progresi dari otot-otot. b. Gyper3entilation Banyak penderita agoraphobia melakukan perna asan secara berlebihan tanpa ia sadari dan hal ini sering tidak kelihatan oleh dokter maupun pasien sendiri. Salah satu tanda hiper3entilasi adalah perasaan geli pada ujung-ujung jari tangan maupun kaki sekitar mulut. Karena hiper3entilasi dapat menyebabkan serangan panic, maka pasien harus diajarkan untuk mendeteksi keadaan ini pada dirinya dan belajar mengontrol perna asan dengan rekuensi satu kali na as tiap 8 detik. c. %istraction *mengalihkan perhatian+ Setiap pikiran dan akti3itas yang dapat mengalihkan perhatian dari symptom-simptom somatic yang merupakan preokupasi 14

pasien, dapat mengurangi an=ietas. .eskipun sederhana, tetapi teknik ini amat e ekti . !. PR(-'(S!S #obia spesi ik punya prognosis yang paling baik. #obia sosial cenderung meningkat secara berangsur-angsur dan agoraphobia yang paling buruk prognosisnya disbanding kelompok obia lainnya, karena cenderung kea rah kronik..2

KESIMPULAN
#obia juga dide inisikan timbulnya rasa kecemasan yang berlebihan ketika seseorang terpapar oleh situasi spesi ik atau objek atau ketika berusaha mengantisipasi paparan situasi maupun objek. %erajat tingkat penghindaran membantu dalam menentukan tingkat beratnya gangguan. -angguan obia menjadi , kelompok utama yaitu obia spesi ik, agro obia, dan social obia.1,2 #obia sosial ocus dari takutnya itu ialah pada peristiwa okus

dipermalukan seseorang di tempat ramai7 sedangkan agoraphobia

takutnya ialah ketidakmampuan untuk melarikan diri. #obia spesi ik ialah rasa takut yang tak sesuai kenyataan terhadap stimuli spesi ik seperti labalaba, ular, hewan, tempat tinggi, halilintar, penyakit, cedera, kesendirian, kematian, dan ketularan penyakit.F )da beberapa cara dalam pendekatan dalam pengobatan yang dipakai untuk menanggulangi obia. Eika cara-cara ini dikombinasikan akan memberikan banyak man aat pada penderitaan obia. Para ahli yang bekerja di bidang kesehatan jiwa yang mempunyai orientasi deskripti dan dinamik, menyadari bahwa keduanya saling melengkapi dan menambah rele3ansi klinik dari gejala-gejala yang ditampilkan pasien. %itinjau dari aspek dinamik 15

tentunya setiap pasien mempunyai ciri khas masing-masing, dan dari aspek deskripti kita menemukan gejala yang terlihat saat itu. %engan memberikan tempat yang wajar pada kedua pandangan itu serta penanggulangannya iyang tepat, maka diharapkan penderita akan mendapatkan terapi yang tepat dan adekuat. 9

DAFTAR PUSTAKA
". www.duniapsikologi.com. 2012. Rasa Takut, Apakah Anda Fobia?. $. www.medicastor.com. 2004. Penyakit Keturunan (Fobia).

3. Da it! ". #om$ %D. Psikiatri (Psychiatry). &disi 6. 'ener$it (uku )edokteran &*+. 4. ,ames -! (en.amin %D. "lcott -! /irginia %D. Synopsis of psychiatry 9th edition. 0ew 1ork. 5. 'uri! (asant ). 2aking! 'aul ,! #reaseden. 2002. Text ook of Psychiatry !nd edition. +3urc3ill 2i4ingstone . 2ondon. 6. Ru$in! &ugene 5 %D! '3D! +3arles 6 7omanski! %D. 2005. Adu"t Psychiatry !nd edition. (lackwell 'u$lis3ing. /ictoria. "ustralia. 7. (udiman! Ric3ard. 1987. #eurosis Fobik dan $ara Penan%%u"an%annya in &ndonesian Psychiatric 'uarter"y. 1a8asan )ese3atan ,iwa D3armawangsa. ,akarta. 16

8. 5arold 9. )aplan! %.D. (en.amin ,. -adock! %.D. &"(u Kedokteran )i*a +arurat. :id8a %edika 9. Diagnostic and -tatical %anual o %ental Disorder. 6ourt3 &dition D-%;9/. 10. %aslim! Rusdi. 2003. Diagnosis *angguan ,iwa ''D*, 999. '#. 0u3 ,a8a. ,akarta.

17

Anda mungkin juga menyukai