Anda di halaman 1dari 41

1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang


Berkembangnya teknologi dalam era globalisasi, hampir semua menjadi serba elektrik dan serba praktis, setiap orang dalam melakukan aktifitas menginginkan sesuatu yang serba mudah, efektifitas dan efisien. Efektifitas menginginkan waktu dan gerak benar-benar diterapkan, energi yang dikeluarkan sekecil-kecilnya, sebaliknya diharapkan tercapainya produktifitas yang setinggi-tingginya. Keadaan dan prinsip yang seperti itu menyebabkan energi yamg masuk tubuh tidak digunakan dan disimpan sebagai cadangan lemak yang terlalu bertumpuk menyebabkan seseorang kelebihan berat badan bahkan menjadi kegemukan (Kusuma, ., 1!!"#.

$enurut %utomo, &.'. (1!!(# obesitas terjadi karena ketidakseimbangan antara energi yang masuk dengan energi yang keluar. %elain itu obesitas dapat terjadi karena cara makan yang salah, kejiwaan (psikis#, kerusakan jaringan otak tertentu, faktor keturunan, kurang gerak badan serta penyakit-penyakit tertentu. $enurut ') pada tahun 1!!( yang dirujuk oleh *irektorat Bina +i,i $asyarakat, seseorang disebut obesitas dengan -$. (-ndeks $assa .ubuh# lebih dari normal atau disebut obesitas dengan -$. / (0 kg1m(. -$. adalah suatu angka yang didapat dari hasil berat badan dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter kuadrat (%tatus 2, (334#. 1

Berdasarkan distribusi jaringan lemak tubuh, dikenal dua jenis obesitas yaitu5 obesitas perifer dan obesitas sentral. )besitas yang menyerupai pir (perifer#, yaitu penumpukan lemak terjadi di bagian bawah seperti pinggul, pantat dan paha dan resiko terhadap penyakit pada tipe ini umumnya kecil, sedangkan obesitas seperti apel (sentral# lemak banyak di simpan pada bagian pinggang dan rongga perut. 6esiko kesehatan pada tipe ini lebih tinggi dibandingkan dengan tipe menyerupai perifer karena sel-sel lemak di sekitar perut lebih siap melepaskan lemaknya ke dalam pembuluh darah dibandingkan dengan sel-sel lemak ditempat lain. *istribusi timbunan lemak di dalam tubuh ini dapat digunakan metode rasio lingkar pinggang dan pinggul (6788# atau mengukur lingkar pinggang (78# menggunakan pita meteran. $etode ini sangat sederhana, namun cukup akurat untuk mengetahui tingkat obesitas dan bahaya kesehatan yang ditimbulkan daripada metode berdasarkan -$. (%emiardji, *.+., (339#. :aringan lemak tubuh yang merupakan tempat deposit kelebihan kalori, terutama di bagian dalam rongga perut dapat mengganggu kerja hormon insulin (resistensi insulin#, dibandingkan terhadap lemak di daerah paha atau bagian tubuh lain, karena tidak berhubungan langsung terhadap kerja hormon insulin yang di produksi oleh sel beta pulau langerhans di dalam kelenjar pankreas di rongga perut bagian atas di belakang lambung ($isnadiarly, (330#. $enurut %iswono. ((33(# resistensi insulin merupakan kondisi sensiti;itas insulin yang menurun. %ensiti;itas insulin ini mempunyai kemampuan terhadap hormon insulin menurunkan kadar

glukosa darah dengan menekan produksi glukosa hepatik dan menstimulasi pemanfaatan glukosa di dalam otot skelet dan jaringan adiposa. 8enelitian <ein tahun 1!!", ditemukan satu hormon di sel lemak yang dinamakan leptin. *itemukan bahwa semakin banyak leptin maka semakin gemuklah seseorang. 7eptin ini merupakan hormon yang sangat berperan terjadinya obesitas dan diabetes tipe (. %ekarang sudah jelas diketahui bahwa kegagalan resistensi insulin terjadi karena kegagalan leptin untuk berfungsi sebagai penghambat penimbunan lemak, sehingga akan terjadi penimbunan asam lemak di hati, otot, pankreas, dan jantung (8erangi 2, (330#. 8ada orang yang mengalami obesitas disekitar rongga perut, salah satu

mekanisme yang diduga menjadi predisposisi diabetes tipe (, yaitu terjadinya pelepasan asam-asam lemak bebas secara cepat yang berasal dari suatu lemak ;isceral yang membesar. 8roses ini menerangkan terjadinya sirkulasi tingkat tinggi dari asamasam lemak bebas di hati sehingga kemampuan hati untuk mengikat dan mengekstrak insulin dari darah menjadi berkurang, hal ini dapat mengakibatkan hiperinsulinemia. &kibat lainnya adalah terjadinya glukoneogenesis dimana kadar gula darah meningkat. Efek kedua dari peningkatan asam-asam lemak bebas adalah menghambat pengambilan glukosa oleh sel otot, dengan demikian walaupun kadar insulin meningkat namun glukosa darah tetap abnormal tinggi (&rora, &. %., (339#. Berdasarkan obser;asi di Kecamatan .elanaipura kota :ambi, masyarakat pada umumnya cenderung memiliki perubahan gaya hidup yang mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi, gaya hidup modern yang kurang gerak,

"

kebiasaan hidup santai, selalu dibantu oleh orang lain (pembantu1supir# atau alat (remote1handphone1eskalator1kendaraan# sering memicu ketidakseimbangan kalori yang masuk dibanding yang keluar, sehingga jaringan lemak tubuh terutama di rongga perut akan mempengaruhi kerja insulin dalam mempertahankan glukosa di dalam darah. 8ada akhirnya akan berdampak pada obesitas, hal itu akan menjadi masalah karena menyimpan sejumlah penyakit dikemudian hari salah satunya terhadap penyakit Diabetes mellitus. Berdasarkan uraian tersebut maka penulis tertarik untuk meneliti terhadap Perbandingan Kadar Glukosa Darah pada Obesitas Sentral dengan Obesitas Peri er di Ke!a"atan #elanaipura kota $a"bi% &%' (u"usan "asalah &pakah kadar glukosa darah penderita obesitas sentral lebih tinggi daripada obesitas perifer> &%) #u*uan penelitian 1.=.1 .ujuan umum ?ntuk mengetahui perbandingan kadar glukosa darah pada obesitas sentral dengan obesitas perifer di Kecamatan .elanaipura kota :ambi.

1.=.( .ujuan khusus

a. ?ntuk mengetahui kadar glukosa darah pada obesitas sentral di Kecamatan .elanaipura kota :ambi. b. ?ntuk mengetahui kadar glukosa darah pada obesitas perifer di Kecamatan .elanaipura kota :ambi. &%+ ,an aat penelitian 1.".1 Bagi peneliti a. *apat memperdalam penelitian secara ilmiah yang berhubungan dengan kesehatan. b. $ampu mencari tahu hal-hal yang dianggap dapat berhubungan dengan faktor resiko obesitas berdasarkan kesenjangan yang terjadi pada saat ini. 1.".( Bagi masyarakat a. *apat memberikan gambaran pada masyarakat terhadap kadar glukosa darah obesitas sentral dan obesitas perifer. b. *engan melakukan pemeriksaan glukosa darah dapat diketahui sedini mungkin kelainan yang terjadi, sehingga indi;idu yang berisiko tinggi obesitas dapat mewaspadai terjadinya peningkatan kadar glukosa darah. 1.".= Bagi institusi $enambah kajian bahan bacaan di &kademi &nalis Kesehatan 8emerintah 8ro;insi :ambi.

&%- Batasan "asalah

*alam penelitian ini hanya untuk mengetahui kadar glukosa darah pada obesitas sentral dan obesitas perifer di Kecamatan .elanaipura kota :ambi dengan menggunakan metode +)* 8&8 (+lukose )@i*ase, 8eroksidase,"-&minophena,one dan 8henol# pada tanggal 14 :uni sampai 1! :uni (33!, serta diketahui tidak pernah menderita Diabetes mellitus sebelumnya.

BAB II #IN$AUAN PUS#AKA


'%& Obesitas (.1.1 *efinisi obesitas )besitas berasal dari ( kata berbahasa latin, yaitu Ob yang berarti akibat dari dan esum yang berarti makan. %ecara sederhana obesitas merupakan keadaan penumpukan lemak yang berlebihan di jaringan adiposa. 6ata-rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria. 8erbandingan yang normal antara lemak tubuh dengan berat badan pada wanita adalah sekitar (4-=3B dan pada pria sekitar 19-(=B. anita dengan lemak tubuh lebih dari (4B, pada pria (3B atau lebih

dari berat ideal yang sesuai untuk tinggi tubuh dianggap mengalami obesitas ()besitas bukan masalah2, (330#. )besitas timbul karena jumlah kalori yang masuk melalui makanan lebih banyak daripada kalori yang dibakar. Kalori yang diperoleh dari makanan sedangkan pengeluarannya melalui akti;itas tubuh dan olahraga. Kalori yang terbanyak (A303B# dipakai oleh tubuh untuk kehidupan dasar seperti bernafas, jantung berdenyut dan fungsi dasar sel. )besitas meningkatkan resiko terjadinya sejumlah penyakit menahun seperti *iabetes tipe (, tekanan darah tinggi (hipertensi#, stroke, kolesterol yang tinggi, gagal jantung, kanker, gout, batu kandung empedu, dan osteoarthritis ()besitas 2, (339#. (.1.( $engukur obesitas 0

-ndeks massa tubuh (-$.# adalah ukuran yang menyatakan komposisi tubuh, perimbangan antara berat badan dengan tinggi badan. -$. digunakan untuk mengukur kegemukan, sebagai dampak dari perubahan pola hidup, kebiasaan mengkonsumsi makanan siap saji yang tinggi lemak dan protein, serta rendah karbohidrat. -$. tidak dapat membedakan otot dengan lemak, selain itu pula tidak memberikan distribusi lemak di dalam tubuh yang merupakan faktor penentu utama risiko gangguan metabolisme yang dikaitkan dengan kelebihan berat badan. 8ola penyebaran lemak tubuh tersebut dapat ditentukan oleh rasio lingkar pinggang dan pinggul atau mengukur lingkar pinggang. 8inggang diukur pada titik yang tersempit, sedangkan pinggul diukur pada titik yang terlebarC lalu ukuran pinggang dibagi dengan ukuran pinggul (&rora, &. %., (339#. -ndi;idu yang memiliki resiko obesitas jika ditemukan rasio D 3,9 pada wanita dan D 3,! pada pria, maka indi;idu tersebut memiliki bentuk obesitas sentral.

%ebaliknya rasio yang ditemukan kurang dari 3,9 pada wanita dan 3,! pada pria bentuk tubuh indi;idu tersebut sebagai obesitas perifer. Bertambahnya ukuran lingkaran perut dan pinggul terutama pada obesitas sentral, maka semakin tinggi resiko kesehatan yang akan ditimbulkan (&rora, &. %., (339#.

(.1.= Kriteria )besitas

a. )besitas perifer Kelebihan lemak yang cenderung dimiliki wanita (gynecoid#, disimpan dibawah kulit bagian daerah pinggul dan paha, sehingga tubuh berbentuk seperti buah pear. .etapi hal tersebut bukan merupakan sesuatu yang mutlak, kadang pada beberapa pria tampak seperti buah pir dan beberapa wanita tampak seperti buah apel, terutama setelah masa menopause. 7emak yang berkumpul dipinggir tubuh yaitu dipinggul dan paha disebut juga sebagai obesitas perifer. 6esiko terhadap penyakit pada obesitas perifer umumnya kecil, kecuali resiko terhadap penyakit arthritis dan ;arises ;ena (*adi, '., (339#. b. )besitas sentral $enurut *adi, '., ((339# pada umumnya obesitas sentral terdapat pada pria (android# yang menyimpan lemak di bawah kulit dinding perut dan di rongga perut, sehingga gemuk di perut dan mempunyai bentuk tubuh seperti buah apel atau disebut juga obesitas sentral. 6esiko kesehatan pada tipe ini lebih tinggi dibandingkan dengan tipe perifer, karena sel-sel lemak di sekitar perut lebih siap melepaskan lemaknya ke dalam pembuluh darah dibandingkan dengan sel-sel lemak di tempat lain. 7emak yang masuk ke dalam pembuluh darah dapat menyebabkan penyempitan arteri (hipertensi#, diabetes, stroke dan jenis kanker tertentu (payudara dan endometrium#.

1."."

'ubungan lemak perut (abdominally fat) terhadap resistensi insulin

13

Berbagai kasus obesitas diketahui bahwa lemak perut ( abdominal fat# mempunyai resiko lebih tinggi daripada lemak yang terdapat pada bagian tangan dan paha. &bdominal fat mencakup visceral fat (melingkupi organ dalam perut# atau subcutaneous fat (berada antara kulit dan dinding perut#. 7emak yang terletak di belakang rongga perut, disebut retroperitoneal fat, juga terhitung sebagai visceral fat. Banyak penelitian yang mengindikasikan bahwa visceral fat paling berhubungan erat dengan faktor resiko diabetes tipe (. Beberapa penelitian juga menilai bahwa subcutaneous fat juga terlibat dalam resistensi insulin (&bdominal 2, (33(#. 8enelitian menunjukkan bahwa sel-sel lemak, terutama sel abdominal fat ternyata bersifat aktif secara biologis. Banyaknya penumpukan lemak ini bisa dikatakan sebagai organ atau kelenjar endokrin yang memproduksi hormon dan bahan lain yang bisa mempengaruhi kesehatan. %alah satu hormonnya adalah leptin, dalam keadaan normalnya hanya dilepas setelah makan untuk menurunkan selera makan. %el lemak juga menghasilkan hormon adiponectin, yang diperkirakan mempunyai pengaruh pada respon sel terhadap insulin. Kelebihan lemak tubuh, terutama abdominal fat, mengganggu kesetimbangan normal dan fungsi hormonhormon tersebut (&bdominal 2, (33(#. 7emak dalam rongga perut (visceral fat# memompa keluar bahan kimia yang berkaitan dengan sistem imun, sitokin, yang dapat meningkatkan resiko penyakit kardio;askuler dengan peningkatan resistensi insulin dan radang kronis tingkat rendah. %alah satu alasan bahwa visceral fat sangat berbahaya karena lokasinya yang dekat dengan ;ena portal, yang membawa darah dari area intestinal ke hati. Bahan-

11

bahan yang dilepas oleh visceral fat, termasuk asam lemak bebas, memasuki ;ena portal dan ikutan masuk ke hati. *i dalam hati asam lemak bebas bisa mempengaruhi produksi lemak darah. Visceral fat juga secara langsung berhubungan dengan kadar kolesterol total, 7*7 yang lebih tinggi, '*7 yang lebih rendah, dan resistensi insulin (&bdominal 2, (33(#. $enurut %iswono. ((33(# simpanan adiposa yang tinggi pada orang gemuk mengaktifkan paling tidak salah satu en,im, yaitu lipoprotein lipase yang meningkatkan konsentrasi asam lemak bebas dalam darah. Konsentrasi tinggi asam lemak bebas menstimulasi pelepasan seperti .EF-a (tumor necrosis factor-alpha) yang memicu otot tubuh dan sel hati tidak bisa merespon dengan baik kadar insulin normal (resistensi insulin#. (.1.4 8enyebab obesitas a. Faktor makanan %eseorang mengkonsumsi makanan dengan kandungan energi sesuai yang dibutuhkan tubuh, maka tidak ada energi yang disimpan. %ebaliknya mengkonsumsi makanan dengan energi melebihi yang dibutuhkan tubuh, maka kelebihan energi akan disimpan dalam bentuk lemak. $araknya iklan berbagai makanan siap saji di media cetak maupun elektronik, seperti hamburger, hot dog, pi,,a dan fried chicken, menyebabkan makanan siap saji sangat popular dan digemari, padahal makanan tersebut mengandung lemak tinggi sehingga banyak mengandung kalori (*adi, '., (339#. b. Faktor keturunan

1(

Faktor keturunan dapat mempengaruhi terjadinya kegemukan. 8engaruhnya sendiri sebenarnya belum jelas, tetapi memang ada bukti yang mendukung fakta bahwa keturunan merupakan faktor penguat terjadinya kegemukan. *ari hasil penelitian gi,i di &merika %erikat, dilaporkan bahwa anak-anak dari orang tua normal mempunyai 13B peluang menjadi gemuk. 8eluang itu akan bertambah menjadi "343B bila salah satu orang tua menderita obesitas, dan akan meningkat menjadi 0393B bila kedua orang tua menderita obesitas. )leh karena itu, bayi yang lahir dari orang tua yang obesitas akan mempunyai kecenderungan menjadi gemuk (Faktor ..., (339#. c. Faktor hormonal 8ada perempuan yang sedang mengalami menopause dapat terjadi penurunan fungsi hormon thyroid. Kemampuan untuk menggunakan energi akan berkurang dengan menurunnya fungsi hormon ini. 'al tersebut terlihat dengan menurunnya metabolisme tubuh sehingga menyebabkan kegemukan (Faktor ..., (339#. d. Faktor psikologis Kemajuan sosial ekonomi, teknologi dan informasi yang global telah menyebabkan perubahan gaya hidup yang meliputi pola pikir dan sikap yang terlihat dari pola kebiasaan makan dan beraktifitas fisik. Berbagai kemajuan tersebut orang banyak berada di luar rumah dengan mengkonsumsi makanan siap saji yang umumnya berkalori tinggi. %edangkan untuk melakukan berbagai kegiatan karena diperlukan waktu yang cepat, orang lebih banyak menggunakan lift atau eskalator (*adi, '., (339#.

1=

%elain itu untuk pergi dengan jarak dekat orang lebih suka dengan naik mobil daripada jalan kaki dan karana aktifitas sehari-hari yang sibuk, orang tidak sempat melakukan olahraga. 8ola kurang aktif ini menyebabkan kurang penggunaan energi tubuh (*adi, '., (339#. e. 8emakaian obat-obatan Efek samping beberapa obat dapat menyebabkan meningkatnya berat badan, misalnya steroid dan beberapa anti-depresi (*adi, '., (339#. (.1.A 8enatalaksanaan obesitas a. $erubah gaya hidup *iawali dengan merubah kebiasaan makan dan aktifitas fisik. $engendalikan kebiasaan ngemil dan makan bukan karena lapar tetapi karena ingin menikmati makanan dan meningkatkan aktifitas fisik pada kegiatan sehari-hari. $eluangkan waktu berolahraga secara teratur sehingga pengeluaran kalori akan meningkat dan jaringan lemak akan dioksidasi (*adi, '., (339#. b. 8engaturan asupan makanan $engatur asupan makanan agar tidak mengkonsumsi makanan dengan jumlah kalori yang berlebih, dapat dilakukan dengan diet yang terprogram secara benar. *iet rendah kalori dapat dilakukan dengan mengurangi nasi dan makanan berlemak, serta mengkonsumsi makanan yang cukup memberikan rasa kenyang tetapi tidak menggemukkan karena jumlah kalori sedikit, misalnya dengan menu yang mengandung serat tinggi seperti sayur dan buah yang tidak terlalu manis (*adi, '., (339#.

1"

c. Konsultasi masalah kejiwaan )besitas yang disebabkan oleh adanya faktor stress menyebabkan meningkatnya keinginan untuk makan sebagai security food. Konsultasi dengan psikiater untuk mengatasi permasalahannya merupakan salah satu cara menghindari obesitas (*adi, '., (339#. d. 8emberian obat-obatan )bat-obatan yang banyak digunakan untuk obesitas terdiri dari obat penahan nafsu makan di antaranya alah golongan amfetamin, obat yang

meningkatkan1mempercepat metabolisme tubuh misalnya preparat tiroid, obat pemacu keluarnya cairan tubuh misalnya diuretikaC pencahar. Eamun obat-obat tersebut bila digunakan dalam jangka panjang akan menyebabkan efek samping sangat merugikan tubuh. )leh karena itu penggunaannya sebaiknya disertai kontrol ketat (*adi, '., (339#. e. 8embedahan .indakan pembedahan merupakan pilihan terakhir untuk mengatasi obesitas. 8embedahan dilakukan untuk mengambil jaringan lemak yang berlebih salah satunya dengan mengangkat sebagian usus agar penyerapan makanan berkurang. 8embedahan berupa pemendekan usus dan penyempitan lambung hanya ditujukan bagi penderita obesitas morbid atau obesitas berat yang terancam kematian. (*adi, '., (339#. '%& Glukosa darah (.(.1 $etabolisme glukosa darah

14

+lukosa berasal dari metabolisme makanan yang dimakan sehari-hari terutama berasal dari metabolisme karbohidrat. +lukosa darah secara normal diatur oleh proses metabolisme di hati dan pengaruh hormonal. +lukosa dari makan yang masuk melalui mulut dicernakan di usus, kemudian diserap ke dalam aliran darah. +lukosa ini merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh di otot dan jaringan. +lukosa yang dioksidasi total, terjadi G)(, air dan energi yang disimpan sebagai fosfat yang berenergi tinggi, yaitu adenosine trifosfat (&.8#. +lukosa yang tidak langsung dirombak, dapat disimpan dalam hati atau otot dalam bentuk glikogen. 'ati sanggup mengubah glukosa yang tidak terpakai menjadi asam lemak yang disimpan sebagai trigliserida atau menjadi asam amino untuk membentuk protein. 'ati berperan dalam menentukan apakah glukosa langsung dipakai selaku bahan bakar atau disimpan. Banyaknya glukosa atau glikogen yang tidak cukup untuk menutupi kebutuhan energi, hati dapat mensintesis glukosa dari asam lemak atau dari asam amino yang berasal dari protein ( idman, F.K., 1!9!#. (.(.( 'ormon-hormon yang mempengaruhi glukosa darah a. -nsulin *isekresikan oleh sel beta pulau langerhans pankreas, dirangsang oleh hiperglikemi. 'ormon ini mempunyai fungsi untuk menurunkan kadar glukosa darah dengan meningkatkan pembentukan glikogen yang disimpan dalam hati, menurunkan proses glikogenolisis dan glukoneogenesis ( idman, F.K., 1!9!#. b. +lukagon

1A

*isekresikan oleh sel alpha pulau langerhans di pankreas, dirangsang oleh hipoglikemi. 'ormon ini berfungsi untuk meningkatkan glikogenolisis dan glukoneogenesis ( idman, F.K., 1!9!#. c. Epinephrine 'ormon ini disekresikan oleh medulla adrenal. 'ormon ini mempunyai efek untuk meningkatkan glikogenolisis dalam hati dan otot untuk meningkatkan kadar glukosa darah, menurunkan sekresi insulin dan meningkatkan sekresi glukagon ( idman, F.K., 1!9!#. d. Gorticosteroid 'ormon ini disekresikan oleh cortek adrenal. 'ormon ini mempunyai efek untuk meningkatkan glukoneogenesis dan menurunkan respon insulin ( idman, F.K., 1!9!#. e. .hyrosin 'ormon ini disekresikan oleh kelenjar tyroid. 'ormon ini mempunyai efek untuk meningkatkan glikogenolisis dan meningkatkan absorbsi pada usus halus ( idman, F.K., 1!9!#. f. +rowth hormon 'ormon ini disekresikan oleh kelenjar hypophyse yang dirangsang oleh

hipoglikemia. 'ormon ini berfungsi untuk meningkatakan glikogenolisis dan absorpsi gula-gula dari usus ( idman, F.K., 1!9!#.

g. %omatostatin

10

'ormon ini disekresikan oleh sel * pankreas, dimana hormon ini berfungsi untuk menekan pelepasan glukagon dari sel alfa pankreas dan menekan pelepasan hormon insulin ( idman, F.K., 1!9!#. .ugas pengaturan pengiriman glukosa ke jaringan yang membutuhkan, dibebankan pada hormon insulin yang diproduksi oleh kelenjar pankreas. %etiap makan pankreas melepaskan insulin ke dalam aliran darah untuk membantu proses penghancuran dan penyerapan glukosa, asam lemak dan asam amino. 8ankreas yang tidak bisa menghasilkan insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin sebagaimana mestinya, makanan tidak dapat dicerna oleh tubuh. %ebaliknya pankreas yang menghasilkan insulin tetapi tubuh tidak memberikan reaksi apapun, keadaan ini disebut resistensi insulin. 'al ini umumnya terjadi pada orang-orang obesitas. +lukosa yang tertimbun di dalam darah menyebabkan kadar glukosa darah tinggi (&sdie, &,'., (330#. 8ada orang obesitas terjadi peningkatan kadar glukosa darah yang menstimulasi sekresi insulin ekstra (hiperinsulinemia# dan berbalik menurunkan reseptor insulin ekstra dengan meningkatkan proses internalisasi dan degradasi reseptor. Kemampuan peningkatan sekresi insulin untuk mencegah timbulnya Diabetes mellitus, sangat tergantung dari kapasitas adaptasi sel-B pankreas sebagai tempat produksi dan sekresi hormon insulin untuk memelihara peningkatan konsentrasi insulin. -ndi;idu yang gagal mempertahankan hiperinsulinemia akan mengalami kegagalan toleransi glukosa dan pada akhirnya berkembang menjadi Diabetes mellitus tipe ( (%iswono, (33(#.

19

(.(.=

+ejala Diabetes mellitus +ejala awalnya berhubungan dengan efek langsung dari kadar glukosa darah

yang tinggi. :ika kadar glukosa darah sampai diatas 1A3-193 mg1dl, maka glukosa akan dikeluarkan melalui air kemih. :ika kadarnya lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan, maka penderita sering berkemih dalam jumlah yang banyak (poliuri#. &kibatnya, penderita merasakan haus yang berlebihan sehingga banyak minum ( polidipsi#. %ejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih, sehingga penderita mengalami penurunan berat badan. ?ntuk mengkompensasikan hal ini penderita seringkali merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak makan (polifagi#. +ejala lainnya adalah pandangan kabur, pusing, mual dan berkurangnya ketahanan tubuh selama melakukan olah raga. 8enderita diabetes yang glukosa darahnya kurang terkontrol lebih peka terhadap infeksi ()besitas2, (33!#. (.(." 8emeriksaan glukosa darah *iagnosis diabetes ditegakkan berdasarkan gejalanya yaitu =8 (polidipsi, polifagi, poliuri# dan hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan kadar glukosa darah yang tinggi (tidak normal#. ?ntuk mengukur kadar glukosa darah, contoh darah biasanya diambil setelah berpuasa selama 9 jam atau bisa juga diambil setelah makan (.andra,'., (339#. #abel &% Kriteria diagnostik glukosa darah ."g/dl0 Bukan Diabetes Puasa H 113 Se1aktu H 113 Pra Diabetes 113-1(4 113-1!! Diabetes D 1(A D (33

1!

&pabila hasil kedua pemeriksaan masih meragukan dapat dilakukan tes toleransi glukosa oral (..+)#. 8enderita berpuasa dan contoh darahnya diambil untuk mengukur kadar glukosa darah puasa. 7alu penderita diminta meminum larutan khusus yang mengandung sejumlah glukosa dan (-= jam kemudian contoh darah diambil lagi untuk diperiksa. 'asil pemeriksaan bila glukosa darah jam ke-( ..+) D (33 mg1dl, menyatakan pasien menderita Diabetes mellitus (.andra,'., (339#. (.(.4 $etode pemeriksaan glukosa darah $etode pemeriksaan glukosa darah antara lain meliputi metode reduksi, en,imatik. 8ada pemeriksaan glukosa darah yang paling sering dilakukan adalah metode en,imatik, yaitu metode glukosa oksidase (+)*-8&8# dan metode heksokinase. $etode +)*-8&8 banyak digunakan saat ini. &kurasi dan presisi yang baik (karena en,im +)*-8&8 spesifik untuk reaksi pertama#, tapi reaksi kedua rawan interferen (tak spesifik#. -nterferen yang bisa mengganggu antara lain bilirubin, asam urat, dan asam askorbat. $etode heksokinase juga banyak digunakan karena metode ini memiliki akurasi dan presisi yang sangat baik dan merupakan metode referens, karena en,im yang digunakan spesifik untuk glukosa ( idijanti, 6atulangi, B..., (339#. dan

BAB III

(3

KE(ANGKA KONSEP DAN ,E#ODOLOGI PENELI#IAN


)%& Kerangka konsep 2ariabel bebas )besitas )%' De inisi operasional 3ariabel
2ariabel
)besitas

2ariabel terikat Kadar glukosa darah

De inisi
Kelebihan massa lemak tubuh yang ditentukan dengan -$. serta rasio lingkar pinggang dan pinggul

Alat ukur
.imbangan, pita meteran, lembar obser;asi

4ara ukur
$enimbang berat badan, mengukur tinggi badan, lingkar pinggang dan pinggul

Hasil ukur
)besitas sentral 5 -$. / (0 kg1m(, rasio laki-laki D 3,!, perempuan D 3,9 )besitas perifer 5 -$. / (0 kg1m(, rasio laki-laki H 3,!, perempuan H 3,9 mg1dl

Skala ukur
Eominal

Kadar glukosa darah

Banyaknya karbohidrat dalam bentuk glukosa yang terkandung dalam plasma dan beredar di sirkulasi darah

%pektrofotometer (434 nm#, lembar obser;asi

obser;asi dengan pengukuran spektrofotometri (+)*- 8&8#

6asio

)%) Hipotesa Kadar glukosa darah pada orang dengan obesitas sentral lebih tinggi dibanding kadar glukosa darah pada orang dengan obesitas perifer. (3 )%+ ,etodologi penelitian $etodologi penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional.

(1

)%- Populasi dan sa"pel =.4.1 8opulasi 8opulasi dalam penelitian ini adalah yang memiliki resiko obesitas sentral dan obesitas perifer yang bertempat tinggal di Kecamatan .elanaipura kota :ambi. =.4.( %ampel %ampel yang diteliti adalah obesitas sentral 14 orang dan obesitas perifer 14 orang yang bertempat tinggal di Kecamatan .elanaipura kota :ambi serta tidak pernah menderita Diabetes mellitus sebelumnya. )%5 #eknik pengu"pulan data *ata diperoleh dari proses pengumpulan langsung terhadap masing-masing obesitas sentral dan obesitas perifer di Kecamatan .elanaipura kota :ambi dengan melakukan pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan untuk mengetahui resiko obesitas serta pengukuran lingkaran pinggang dan pinggul dalam menentukan kriteria obesitas sentral dan obesitas perifer. *ata kadar glukosa didapat dari hasil pemeriksaan darah responden di laboratorium patologi klinik &&K 8ro;insi :ambi. )%6 7aktu dan te"pat penelitian .empat pengambilan sampel dilakukan langsung ke rumah masing-masing resiko obesitas sentral dan obesitas perifer di Kecamatan .elanaipura kota :ambi dan diperiksa di 7aboratorium Klinik &kademi &nalis Kesehatan 8emerintah 8ro;insi :ambi pada tanggal 14 :uni sampai 1! :uni (33!.

((

)%8 Instru"en pe"eriksaan spesi"en =.9.1 $etode $etode pemeriksaan yang digunakan yaitu en,imatik end-point dengan mengukur hasil reaksi antara substrat dan en,im setelah bereaksi. =.9.( 8rinsip +lukosa
%.

kit menggunakan dasar metode .rinder yang klasik dengan en,im

(+#lukose ()#@i(*#ase,(8#eroksidase,"-(&#minophena,one dan (8#henol (+)*-8&8# dengan reaksi sebagai berikut 5

+luconid acid I '()( +lukose I )( I '() GOD


e '() I <at warna Juinine berwarna '()( I 8henol I "-&minophena,one Peroksidas

merah. =.9.= &lat dan bahan pemeriksaan (1# &lat 5 (a# .abung sentrifuge (b# %pektrofotometer gelombang "!(-4"A nm (c# $ikropipet 13 Kl L 1333 Kl (d# .issu (e# Ku;et (f# %entrifuge (g# .ip

(=

((# Bahan 5 %erum puasa =.9." 6eagensia pemeriksaan a. 7arutan kerja 5 1 botol en,im dilarutkan dalam 133 ml pelarut campur sampai homogen. 7arutan ini stabil selama =3 hari pada suhu (-9 MG. b. 7arutan standard Kadar (33 mg1dl

)%9 Pe"eriksaan glukosa darah =.!.1 8engambilan spesimen a. Nena yang akan ditusuk ditentukan terlebih dahulu. b. .empat ;ena yang akan diambil didesinfektan menggunakan kapas yang beralkohol 03 B dan dibiarkan kering. c. .orniJuet dipasang pada lengan bagian atas untuk memperjelas posisi ;ena. d. *engan menggunakan spuit pada posisi "4 derajat ditusukkan ujung jarum sampai darah masuk kedalam spuit dan ditarik bagian spuit sampai ;olume darah O =ml. e. .ourniJuet dilepaskan dari lengan yang dibendung. f. ?jung jarum tersebut dicabut perlahan-lahan. g. Kapas ditempelkan pada tempat tusukkan. =.!.( 8rosedur pengolahan spesimen

("

a. %pesimen darah dimasukkan ke dalam tabung sentrifuge yang bersih perlahanlahan, didiamkan 14-=3 menit. b. .abung disentrifuge dengan kecepatan (333 6pm selama 4 menit untuk memisahkan antara serum dan darah. c. 8rosedur pemipetan dimasukkan ke dalam ku;et. Ke dala" ku3et %erum %tandard &Juadest 6eagen warna 13 Kl 1 ml 1 ml 1 ml Blanko Standard 13 Kl #est 13 Kl

Keterangan 5 1. Ku;et pertama sebagai ku;et untuk blanko, dimasukkan 13 Kl aJuadest dan 1 ml reagen warna. (. Ku;et kedua sebagai ku;et untuk standar, dimasukkan 13 Kl larutan standard dan 1 ml reagen warna. =. Ku;et ketiga sebagai ku;et untuk test, dimasukkan 13 Kl serum dan 1 ml reagen warna. d. $asing-masing ku;et tersebut dicampur sampai homogen, dibiarkan pada suhu kamar selama (4 menit.

(4

e. &bsorbance test dan standard dibaca terhadap blanko pada gelombang 434 nm. =.!.= 8erhitungan +lukosa darah (mg1dl# P &bs .est &bs %tandard =.!." Eilai normal +lukosa darah puasa 5 03-113 mg1dl @ Kadar standard

)%&: #eknik pengolahan data %etelah didapatkan data-data dari pemeriksaan kadar glukosa darah pada obesitas sentral dan obesitas perifer, maka untuk menguji hipotesa yang telah dikemukakan, maka digunakan uji satistik yaitu uji . tidak berpasangan.

(A

BAB I2 HASIL PENELI#IAN DAN PE,BAHASAN


+%& Hasil penelitian 8enelitian yang telah dilakukan pada tanggal 14 :uni (33! sampai 1! :uni (33! di 7aboratorium Klinik &kademi &nalis Kesehatan 8emerintah 8ro;insi :ambi terhadap kadar glukosa darah puasa pada 14 orang obesitas sentral dan 14 orang obesitas perifer di Kecamatan .elanaipura kota :ambi, didapatkan hasil penelitian yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini 5 #abel ' ; Deskripsi hasil pe"eriksaan kadar glukosa darah pada obesitas sentral dan obesitas peri er di Ke!a"atan #elanaipura kota $a"bi No Karakteristik sa"pel 1. 6ata-rata glukosa darah (mg1dl# (. ange hasil =. :umlah sampel ". 8ersentase rata-rata perbandingan Obesitas sentral Obesitas peri er !1,A0( 0",1"A 93,33-111,10 A!,9!-9=,31 14 14 1!,119 B

Berdasarkan deskripsi hasil yang terdapat pada tabel ( dapat dilihat nilai ratarata kadar glukosa darah pada obesitas sentral yaitu !1,A0( mg1dl lebih tinggi dibandingkan kadar rata-rata glukosa darah obesitas perifer yaitu 0",1"A mg1dl. Berdasarkan rata-rata kedua hasil pemeriksaan tersebut, terlihat bahwa terjadi peningkatan kadar glukosa darah pada obesitas sentral dengan rata-rata peningkatan sebesar 10,4(A mg1dl dan persentase perbandingan kadar glukosa darah pada obesitas (A 1!,119B. sentral dibandingkan obesitas perifer sebesar

(0

#abel ) ; Deskripsi hasil u*i statistik pe"eriksaan kadar glukosa darah pada obesitas sentral dan obesitas peri er No Sa"pel 1. )besitas sentral (. )besitas perifer < 4B P 3,34 t hitung 9,3" t tabel 1,03

*ari hasil pengujian statistik (uji . tidak berpasangan# diperoleh (.h D .b# sementara kriteria 'o diterima jika .h Q .b, sehingga kriteria 'o ditolak. *isimpulkan bahwa kadar glukosa darah obesitas sentral lebih tinggi daripada kadar glukosa darah obesitas perifer. +%) Pe"bahasan 8eningkatan kadar glukosa darah pada obesitas sentral, dikarenakan pengaruh adanya penumpukan lemak yang berada disekitar rongga perut, mengakibatkan selsel jaringan tubuh dan otot tidak peka atau sudah resisten terhadap insulin. *alam hal ini hormon insulin ditolak untuk menurunkan kadar glukosa darah yang akhirnya tertimbun dalam peredaran darah. Bahaya penumpukan lemak yang lebih tinggi di sekitar obesitas sentral dibandingkan penumpukan lemak pada obesitas perifer, maka rasio lingkar pinggang dan pinggul lebih dipilih menjadi tolok ukur obesitas dalam menentukan distribusi jaringan lemak tubuh. 8ada penelitian ini juga dinyatakan dari hasil data pada kriteria sampel obesitas perifer. %alah satu sampel yang didapatkan kadar glukosa darah sebesar 9=,31 mg1dl, menunjukkan hasil glukosa darah lebih tinggi daripada hasil glukosa darah pada obesitas perifer yang lain. 8ada sampel yang menunjukkan glukosa darah

(9

sebesar 9=,31 mg1dl ini pengaruh yang lebih dominan dapat dinyatakan pada lingkaran pinggang yang lebih lebar, meskipun ditemukan nilai -$. dan rasio

lingkar pinggang pinggul hampir sama dengan nilai sampel yang memiliki kadar glukosa dibawah nilai 9=,31 mg1dl. 'al lain juga dapat terlihat pada salah satu kriteria sampel obesitas sentral, yang mana didapatkan kadar glukosa darah sebesar 111,10 mg1dl. 'asil glukosa darah ini jelas terlihat lebih besar daripada hasil glukosa darah pada kriteria obesitas sentral yang lain, meskipun rasio yang didapatkan hampir sama dengan kriteria obesitas sentral lain. %elain itu pula -$. yang didapatkan terhadap glukosa darah sebesar 111,10 mg1dl ini terlihat tidak lebih besar (=" kg1m (# daripada -$. pada sampel yang menunjukkan sebesar "" kg1m(, sementara kadar glukosa yang didapatkan !(,33 mg1dl. $enurut *r Ra;ier :ou;en dkk, peneliti dari 8rancis melakukan penelitian terhadap 0.333 polisi 8rancis yang meninggal antara 1!A0-1!9" terhadap pengukuran lingkaran pinggang dan -$. dengan serangan jantung. 8ria-pria berperut buncit memiliki kemungkinan meninggal lebih cepat karena kepadatan lemak di perut. 8enelitian tersebut juga mendapatkan bahwa ternyata orang-orang dengan -$. yang tinggi tidak beresiko meninggal dini, kecuali yang memiliki lingkaran pinggang besar (%emiardji, +., (339#. 8engaruh lemak yang bertumpuk di sekitar rongga perut banyak dihubungkan dengan kumpulan gejala penyakit, ditandai dengan obesitas sentral, hipertensi,

dislipidemia dan glukosa darah yang meningkat. Keadaan ini akan memicu terjadinya

(!

Diabetes mellitus dan menimbulkan penyempitan pembuluh darah yang pada akhirnya meningkatkan kejadian serangan jantung dan stroke. 'ubungan sebab-akibat (kausatif# antara resistensi insulin dengan penyakit Diabetes mellitus pada obesitas sentral dapat diterangkan dengan adanya efek dari penumpukan lemak di sekitar rongga perut. 7emak yang menumpuk lama kelamaan akan mengaktifkan salah satu en,im, yaitu lipoprotein lipase yang meningkatkan konsentrasi asam lemak bebas dalam darah. Konsentrasi tinggi asam lemak bebas menstimulasi pelepasan seperti .EF-a (tumor necrosis factor-alpha) yang memicu otot tubuh dan sel hati tidak bisa merespon dengan baik kadar insulin normal sehingga kadar glukosa darah akan meningkat (%iswono, (33(#. $enurut *adi, '., ((339# yang menyatakan kelebihan lemak pada obesitas sentral lebih dominan ditemukan pada pria daripada wanita, tetapi pada penelitian ini kriteria yang didapatkan pada obesitas sentral umumnya lebih banyak pada wanita. 'al ini bisa disebabkan karena ruang lingkup penelitian tidak terlalu luas serta jumlah sampel yang di data hanya 14 orang pada kriteria obesitas sentral, sehingga teori yang dikemukakan *adi, '., ((339# tidak terbukti pada penelitian ini.

BAB 2 KESI,PULAN DAN SA(AN


-%& Kesi"pulan

=3

'asil penelitian yang dilakukan terhadap pemeriksaan kadar glukosa darah puasa pada obesitas sentral dan obesitas perifer di Kecamatan .elanaipura kota :ambi dengan menggunakan sampel darah yang diambil serumnya dapat disimpulkan bahwa5 a. Eilai rata-rata kadar glukosa darah pada obesitas sentral adalah !1,A0( mg1dl. b. Eilai rata-rata kadar glukosa darah pada obesitas perifer adalah 0",1"A mg1dl. c. Kadar glukosa darah pada obesitas sentral secara bermakna lebih tinggi

dibandingkan dengan kadar glukosa darah obesitas perifer. -%' Saran a. 8erlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap resiko obesitas dengan pengukuran lingkaran pinggang yang lebih memberikan resiko kesehatan lebih tinggi terhadap berbagai macam penyakit seperti Diabetes mellitus tipe (, hipertensi, dislipidemia (kolesterol total, 7*7, trigliserida tinggi, sedangkan kolesterol '*7 rendah#. b. 8ada orang yang memiliki resiko obesitas diharapkan agar dapat mengubah =3 perilaku makanan yang tidak sehat, menghindari konsumsi makanan yang tinggi kandungan lemak dan gula, hindari stress, depresi, frustasi, berdiet, berolahraga secara teratur untuk memperbaiki kadar lemak dan glukosa darah, serta mengurangi resiko hipertensi, penyakit jantung koroner, serta stroke. c. 8encegahan obesitas harus menjadi agenda penting dalam kesehatan masyarakat, terutama pada usia anak dan remaja. Kesadaran akan hidup sehat dengan

=1

memiliki berat badan ideal adalah kunci utama memerangi obesitas dan mencegahnya sejak dini.

DA=#A( PUS#AKA
&rora, &. %. (339. 4 7angkah $engendalikan )besitas. Getakan ke-1. 8. Bhuana -lmu 8opuler, :akarta. &sdie,&.'. (330. *iabetes. http511books.google.co.id1book>idPj!-fu:t.3GLpgP8&(ALdJPpengaruhIobesitasIpadaIinsulin. *iakses tanggal (3 &gustus (33! *adi, '. (339. $engatasi );erweight dan )besitas. http511www.google.com1search> hlPenLPJPobesitasIpadaIperutLbtn+P%earch. *iakses tanggal 1" $ei (33! Kusuma, . 1!!". aspada &ncaman 8enyakit .idak $enular. Edisi ke-(, +ramedia, :akarta. $isnadiarly. (330. )besitas. 8ustaka )bor 8opuler, :akarta.

=(

%emiardji, +. (339. 7ingkar 8inggang 5 Barometer Kesehatan &nda. :akarta. http511www.obesitas.web.id1obe-news (i# (= html. *iakses tanggal (4 $aret (33! %iswono. (33(. %indrom 6esistensi -nsulin. http5id11id.inahaert.or.id1>pP=0. *iakses tanggal 1 :uni (33! %utomo, &. '. 1!!(. 8enyakit Kencing $anis dan Gara 8enanggulangannya. Getakan ke-(. &ditya $edia, Sogyakarta. .andra, '. (339. *iabetes. +ramedia 8ustaka ?tama, :akarta. idijanti, dan B... 6atulangi. (339. 8emeriksaan 7aboratorium 8enderita Diabetes mellitus.http511www.tempo.co.id1medika1online1tmp.online.old1pus1.htm. *iakses tanggal (A &gustus (33! idman, F.K. 1!9!. .injauan Klinis &tas 'asil 8emeriksaan 7aboratorium. Edisi-!. E+G, :akarta. 22.(334. %tatus +i,i. www.medicastore.com1med1. *iakses tanggal =3 $ei (33! 22.(330.)besitas Bukan %ekedar $asalah Kesehatan $elainkan $asalah Kesadaran. http511www.domeclinic.com1artikel1mengenal-obesitas.pdf. *iakses tanggal 10 $ei (33! 22.(330. 8erangi )besitas. 8ustaka )bor 8opuler. http511www.sportindo.com1page1"41e@ecise 'ealthy 7i;i;ng1articlr tips18erangi ). *iakses tanggal (3 &pril (33! 22.(339. Faktor 8enyebab Kegemukan. http511www.indomp=,.us1showthread.php>tP04("9. *iakses tanggal 9 %eptember (33! 22.(339. )besitas L *iabetes mellitus. http511freemedicarticles.blogspot.com1(33913"1obesitas-diabetes-melitus.html. *iakses tanggal (= $aret (33!

==

="

La"piran & Hasil pe"eriksaan kadar glukosa darah puasa pada obesitas sentral
No 1. (. =. ". 4. A. 0. 9. !. 13. 11. 1(. 1=. 1". 14. $enis Kela"in 7 7 8 7 8 8 8 7 8 8 8 8 8 7 7 #inggi badan 1A= cm 1"! cm 14= cm 1A4 cm 14( cm 1=0 cm 14= cm 143 cm 1A9 cm 1A3 cm 14! cm 144 cm 141 cm 10" cm 141 cm Berat badan 9A kg 0= kg 94 kg 9" kg 0! kg 9= kg 0= kg 04 kg 94 kg 9A kg 0! kg 93 kg A0 kg 13" kg 0= kg Nilai I,# =( kg1m( == kg1m( =A kg1m( =1 kg1m( =A kg1m( "" kg1m( =1 kg1m( == kg1m( =3 kg1m( =" kg1m( =1 kg1m( == kg1m( (! kg1m( =" kg1m( =( kg1m( T
!
1

Lingkar pinggang 130 cm 113 cm 11( cm 13! cm 13( cm 114 cm !0 cm 1(1 cm !4 cm 1(1 cm 13A cm 1(4 cm !( cm 1(0 cm 13! cm

Lingkar pinggul 11" cm 114 cm 1(= cm 11= cm 11" cm 1(0 cm 13! cm 1(4 cm 114 cm 1== cm 11= cm 1=0 cm !! cm 1=1 cm 11A cm

(asio 3,! 3,! 3,! 3,! 3,9 3,! 3,9 3,! 3,9 3,! 3,! 3,! 3,! 3,! 3,!

Hasil !1,44 mg1dl !3,"1 mg1dl !3,0" mg1dl !1,1! mg1dl 9",=3 mg1dl !(,33 mg1dl 9",1" mg1dl !4,"1 mg1dl 9=,9! mg1dl !0,!1 mg1dl !1,"1 mg1dl !!,10 mg1dl 93,33 mg1dl 111,10 mg1dl !1,0! mg1dl 1=04,3" !1,A0(

La"piran ' Hasil pe"eriksaan kadar glukosa darah puasa pada obesitas peri er
No 1. (. $enis kela"in 8 8 #inggi badan 14" cm 144 cm Berat badan 00 kg A! kg Nilai I,# == kg1m( (! kg1m( Lingkar pinggang 04 cm 03 cm Lingkar pinggul 11! cm 11! cm (asio 3,A 3,4 Hasil 04,33 mg1dl 03,33 mg1dl

=4

=. ". 4. A. 0. 9. !. 13. 11. 1(. 1=. 1". 14.

8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8

140 cm 14! cm 1A4 cm 143 cm 1A3 cm 14( cm 1A3 cm 1A" cm 1"! cm 14! cm 141 cm 1A= cm 1A= cm

0= kg 04 kg 91 kg 03 kg 99 kg 0( kg 9= kg 09 kg 0" kg 93 kg 0A kg 0! kg 94 kg

=3 kg1m( =3 kg1m( =3 kg1m( =1 kg1m( == kg1m( =1 kg1m( =( kg1m( (! kg1m( == kg1m( =( kg1m( == kg1m( =3 kg1m( =( kg1m( T
!
(

A4 cm A! cm AA cm 00 cm 94 cm 01 cm 0A cm A! cm !3 cm 93 cm 9! cm 0( cm 9= cm

11A cm 11= cm 114 cm 114 cm 11! cm 11A cm 1(3 cm 1(4 cm 1(0 cm 11! cm 1(= cm 1(1 cm 110 cm

3,4 3,A 3,4 3,A 3,0 3,A 3, A 3,4 3,0 3,A 3,0 3,4 3,0

01,4A mg1dl 03,0" mg1dl A!,9! mg1dl 04,(" mg1dl 09,94 mg1dl 03,4( mg1dl 04,== mg1dl A!,!0 mg1dl 9=,31 mg1dl 0A,3" mg1dl 09,1! mg1dl 03,(A mg1dl 0A,A0 mg1dl 111(,1! 0",1"A

8ersentase rata-rata peningkatan kadar glukosa darah obesitas sentral dibandingkan dengan kadar glukosa darah obesitas perifer B P !1,A0( U 0",1"A @ 133B !1,A0( P 10,4(A @ 133B P 1!,119 B La"piran ) Pengolahan data statistik 1. 8arameter uji 5 ?ji . tidak berpasangan (. 'ipotesa 5 'o P .idak ada perbedaan antara peningkatan kadar glukosa darah pada obesitas sentral dibandingkan peningkatan kadar glukosa darah obesitas perifer. 'a P &da peningkatan antara kadar glukosa darah pada obesitas sentral lebih tinggi daripada kadar glukosa darah obesitas perifer. =. *aerah kritis 5 a. 'o ditolak jika 5 t hitung D t tabel b. 'o diterima jika 5 t hitung Q t tabel

=A

". 8erhitungan statistik 5


No 1. (. =. ". 4. A. 0. 9. !. 13. 11. 1(. 1=. 1". 14. >' 04,33 03,!( 01,4A 03,0" A!,9! 04,(" 09,94 03,4( 04,== A!,!0 9=,31 0A,3" 09,1! 03,(A 0A,A0 T P 111(,1! . ! (? ! 0 3,94" -=,((A -(,49A -=,"3A -",(4A 1,3!" ",03" -=,A(A 1,19" -",10A 9,9A" 1,9!" ",3"" -=,99A (,4(" . ! (? ! 0( 3,0= 13,"1 A,A! 11,A3 19,11 1,1! ((,1= 1=,1" 1,"3 10,"" 09,40 =,4! 1A,=4 14,13 A,=0 T P (((,9(

=0

No 1. (. =. ". 4. A. 0. 9. !. 13. 11. 1(. 1=. 1". 14.

>& !1,44 !3,"1 !3,0" !1,1! 9",=3 !(,33 9",1" !4,"1 9=,9! !0,!1 !1,"1 !!,10 93,33 111,10 !1,0! T P1=04,3"

. ! 1? ! 0 -3,1(( -1,(A( -3,!=( -3,"9( -0,=0( 3,=(9 -0,4=( =,0=9 -0,09( A,(=9 -3,(A( 0,"!9 -11,A0( 1!,"9! 3,119

. ! 1? ! 0( 3,31 1,4! 3,90 3,(= 4",=4 3,11 4A,0= 1=,!0 A3,4A =9,!1 3,30 4A,(( 1=A,(" =93,10 3,31 T P 933,3"

Keterangan 5 R1 P data obesitas sentral R( P data obesitas perifer *ari data-data diatas diketahui 5 $ean ! 1 P $ean ! ( P n1 P 14 n( P 14

!
n

= =

1=04,39 = !1,A0( 14 111(,1! = 0",1"A 14

!
n

P 4B P 3,34
%1( P T . ! 1? ! 0( @ 933,3" n-1 14-1 P 14,!( %(( P T . ! (? ! 0( @ (((,9( P 40,14

=9

n-1

14-1

%g( P (n1 -1# %1( I (n(-1# %(( n1 I n( U ( %g( P (14-1#40,14 I (14-1#14,!( 14I14-( P (1".40,14 I 1".14,!((# (9 P 933,1 I (((,99 (9 P 13((,!9 (9 P =A,4" %g P "g P
=A,4"

P A,34

R 1- R
t hitung

1 1 P "g + 14 14

!1,A0( 0",1"A ( P A,34 14

P A,34 3,1= P A,34.3,=A P 9,3" Eilai t t t


tabel tabel tabel

10,4=

10,4=

P t1 U V dk P t1-V P 1- 3,34 P 3,!4

=!

dk P (n1In(-(# P (14I14-(# P (9 dilihat pada tabel t t 3,!4 C (9 t hitung P 9,3" t tabel P 1,03 P 9,3" D 1,03
(*aerah kritis#
*aerah penerimaan 'o

t tabel P 1,03

Kesimpulan statistik P 'o ditolak jika t hitung D t tabel

penolakan 'o

t hitung berada di dalam daerah kritis penolakan 'o t hitung D t tabel Keputusan 'o ditolak 4. Kesimpulan 5 %ecara statistik dengan derajat ketidakpercayaan 4B didapatkan hasil kadar glukosa darah pada obesitas sentral lebih tinggi daripada obesitas perifer. La"piran + #abel u*i # tidak berpasangan

t:A99-

t:A99

t:A96-

t:A9-

t:A9:

t:A8:

t:A6-

t:A6:

t:A5:

t:A--

"3

1. (. =. ". 4. A. 0. 9. !. 13 . 11 . 1( . 1= . 1" . 14 . 1A . 10 . 19 . 1! . (3 . (1 . (( . (= . (" . (4 . (A

A=,AA !,!( 4,9" ",A ",3= =,01 =,43 =,=A =,(4 =,10 =,11 =,3A =,31 (,!9 (,!4 (,!( (,!3 (,99 (,9A (,9" (,9= (,9( (,91 (,93 (,0! (,09 (,00 (,0A (,0A (,04

=1,9 ( A,!A ",4" =,04 =,=A =,1" =,33 (,! (,9( (,0A (,0( (,A9 (,A4 (,A( (,A3 (,49 (,40 (,44 (,4" (,4= (,4( (,41 (,43 (,"! (,"9 (,"9 (,"0 (,"0 (,"A (,"A

1(,01 ",=3 =,19 (,09 (,40 (,"4 (,=A (,=1 (,(A (,(= (,(3 (,19 (,1A (,1" (,1= (,1( (,11 (,13 (,3! (,3! (,39 (,30 (,30 (,3A (,3A (,3A (,34 (,34 (,3" (,3"

A,=1 (,!( (,=4 (,14 (,3( 1,!" 1,!3 1,9A 1,9= 1,9( 1,91 1,93 1,09 1,0A 1,04 1,04 1,0" 1,0= 1,0= 1,0( 1,0( 1,0( 1,01 1,01 1,01 1,01 1,03

&A6:
1,03 1,0!

=,39 1,9! 1,A" 1,4= 1,"9 1,"" 1,"( 1,"3 1,=9 1,=0 1,=A 1,=A 1,=4 1,=" 1,=" 1,=" 1,== 1,== 1,== 1,=( 1,=( 1,=( 1,=( 1,=( 1,=( 1,=( 1,=1 1,=1 1,=1 1,=1

1,=0A 1,3=1 3,!09 3,="1 3,!(3 3,!3A 3,9!A 3,99! 3,99= 3,90! 3,90A 3,90= 3,903 3,9A9 3,9AA 3,9A4 3,9A= 3,9A( 3,9A1 3,9A3 3,94! 3,949 3,949 3,940 3,94A 3,94A 3,944 3,944 3,94" 3,941

1,33 3 3,91 A 3,0A 4 3,0" 1 3,0( 0 3,01 9 3,01 1 3,01 1 3,03 = 3,03 3 3,A! 0 3,A! 4 3,A! " 3,A! ( 3,A! 1 3,A! 3 3,A9 ! 3,A! ! 3,A9 9 3,A9 0 3,A9 A

3,0( 0 3,A1 0 3,49 " 3,4A ! 3,44 ! 3,44 = 3,41 ! 3,41 ! 3,4" = 3,4" ( 3,4" 3 3,4= ! 3,4= 9 3,4= 0 3,4= A 3,4= 4 3,4= " 3,4= " 3,4= = 3,4= = 3,4= (

3,=( 4 3,(9 ! 3,(0 0 3,=0 1 3,(A 0 3,(A 4 3,(A = 3,(A = 3,(A 1 3,(A 3 3,(A 3 3,(4 ! 3,(4 ! 3,(4 9 3,(4 9 3,(4 9 3,(4 0 3,(4 0 3,(4 0 3,(4 0 3,(4 0

3,149 3,1"( 3,1=0 3,1=" 3,1=( 3,1=1 3,1=3 3,1=3 3,1(! 3,1(! 3,1(! 3,1(9 3,1(9 3,1(9 3,1(9 3,1(9 3,1(9 3,1(0 3,1(0 3,1(0 3,1(0 3,1(0 3,1(0 3,1(0 3,1(0 3,1(0 3,1(0 3,1(0 3,1(0 3,1(0

"1

. (0 . (9 . (! . =3 .

3,A9 A 3,A9 4 3,A9 4 3,A9 " 3,A9 " 3,A9 " 3,A9 = 3,A9 = 3,A9 =

3,4= ( 3,4= ( 3,4= 1 3,4= 1 3,4= 1 3,4= 1 3,4= 3 3,4= 3 3,4= 3

3,(4 A 3,(4 A 3,(4 A 3,(4 A 3,(4 A 3,(4 A 3,(4 A 3,(4 A 3,(4 A